The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by yayukpurwantismp28muarojambi, 2023-04-23 07:15:00

LAPORAN PI 4 Online YAYUK PURWANTI

LAPORAN PI 4 Online YAYUK PURWANTI

1 LAPORAN PENDAMPINGAN INDIVIDU KE-4 CALON GURU PENGGERAK ANGKATAN 7 DIREKTORAT GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN BALAI GURU PENGGERAK PROVINSI JAMBI TAHUN 2023


2 LEMBAR VERIFIKASI DAN VALIDASI PENDAMPINGAN INDIVIDU 4 CGP ANGKATAN 7 DISUSUN OLEH: TANGGAL TANDA TANGAN 1 Pengajar Praktek YAYUK PURWANTI, S.Pd 8 APRIL 2023 DIVERIFIKASI OLEH: TANGGAL TANDA TANGAN Penanggung Jawab Program


3 KATA PENGANTAR Guru Penggerak merupakan episode kelima dari rangkaian kebijakan Merdeka Belajar yang diluncurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan dijalankan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK). Program Guru Penggerak ini bertujuan untuk menyiapkan para pemimpin pendidikan Indonesia masa depan, yang mampu mendorong tumbuh kembang murid secara holistik; aktif dan proaktif dalam mengembangkan guru di sekitarnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid; serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila. Untuk mendukung tercapainya tujuan itu, Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) dijalankan dengan menekankan pada kompetensi kepemimpinan pembelajaran (instructional leadership) yang mencakup komunitas praktik, pembelajaran sosial dan emosional, pembelajaran berdiferensiasi yang sesuai perkembangan murid, dan kompetensi lain dalam pengembangan diri dan sekolah. Dalam rangka mendukung PPGP dimaksud perlu adanya Pengajar Praktik guru penggerak. Untuk mewujudkan Pengajar Praktik guru penggerak yang memiliki kompetensi sesuai yang diharapkan, maka Pengajar Praktik tersebut perlu dibekali dengan materi-materi yang esensial. Keseluruhan materi ajar diramu dalam siklus MERDEKA, yang diawali dengan Mulai dari Diri, lalu dilanjutkan dengan EksplorasiKonsep; Ruang Kolaborasi; Demonstrasi Kontekstual; Elaborasi Pemahaman; Koneksi Antarmateri; dan ditutup dengan Aksi Nyata. Buku panduan pendampingan individu guru penggerak ini memuat langkah-langkah pendampingan individu kepada calon guru penggerak. Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada tim penyusun dan berbagai pihak yang telah bekerja keras dan berkontribusi positif untuk menyelesaikan buku pegangan ini. Semoga Allah Yang Mahakuasa senantiasa memberkati upaya yang kita lakukan demi pendidikan Indonesia. Aamiin.


4 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR .........................................................................................................3 BAB I ....................................................................................................................................5 PENDAHULUAN ................................................................................................................5 A. Latar Belakang............................................................................................................ 5 B. Tujuan......................................................................................................................... 6 C. Penjadwalan................................................................................................................ 6 D. Tema Pendampingan Individu.................................................................................... 6 E. Persiapan Pendampingan Individu................................................................................7 BAB 2....................................................................................................................................7 PELAKSANAAN.................................................................................................................7 A. Waktu dan Tempat Pelaksanaan................................................................................. 7 B. Sasaran........................................................................................................................ 7 C. Petugas........................................................................................................................ 7 D. Materi yang disampaikan............................................................................................9 E. Langkah-langkah Pelaksanaan.................................................................................10 BAB 3................................................................................................................................................. REALISASI KEGIATAN................................................................................................................ A. Sekolah 1 SLB Muaro Jambi...................................................................................................... B. Sekolah 2 TK Rahmad Permata Bunda...................................................................................... C. Sekolah 3 SDN 94/IX Danau Sarang Elang.............................................................................. D. Sekolah 4 SMPN 6 Muaro Jambi............................................................................................. PENUTUP ..............................................................................................................................


5 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2019- 2024 salah satu visi Pemerintah Republik Indonesia berfokus pada pengembanganSumber Daya Manusia (SDM) melalui peningkatan kualitas pendidikan dan manajemen talenta. Visi tersebut terkait langsung dengan tugas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebagai penyelenggara pemerintahan di bidang pendidikan dan kebudayaan. Untuk mewujudkan peningkatan kualitas pendidikan dan manajemen talenta, Kemendikbud mengembangkan rangkaian kebijakan Merdeka Belajar pada tahun 2019. Kebijakan ini dicetuskan sebagai langkah awalmelakukan lompatan di bidangpendidikan. Tujuannya adalah mengubah pola pikir publik dan pemangku kepentingan pendidikan menjadi komunitas penggerak pendidikan. Filosofi “Merdeka Belajar” disarikan dari asas penciptaan manusia yang merdeka memilih jalan hidupnya dengan bekal akal, hati, dan jasad sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa. Dengan demikian, merdeka belajar dimaknai kemerdekaan belajar yang memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk belajar senyaman mungkindalam suasana bahagia tanpa adanya rasa tertekan. Pendidikan Guru Penggerak (PGP) merupakan Episode Kelima dari Kebijakan Merdeka Belajar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi untukmewujudkan guru yang berdaya dan mampu memberdayakan. Program ini bertujuan memberikan bekal menjadi pemimpin pembelajaran sehingga dapat menumbuhkembangkan potensi murid dan secara aktif mengembangkan pendidik di sekitarnya dalam mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat pada muriduntuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila


6 Dalam upaya mengembangkan kepemimpinan pembelajaran, proses belajar dalam PGP didesain dengan pendekatan orang dewasa dan berbasis pengalaman. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari pengembangan pengalaman guru maka diperlukan pembimbingan dalam bentuk pendampingan individu kepada guru penggerak. Pendampingan individu adalah proses coaching dan mentoring Pengajar Praktik kepada Calon Guru Penggerak. Berdasarkan hal tersebut maka perlu kiranya disusun buku pegangan pendampingan individu untuk para Pengajar Praktik. Buku pegangan ini disusun sebagai acuan implementasi agar pendampingan dapat berjalan dengan sebaik- baiknya. B. Tujuan Pendampingan individu bertujuan untuk membantu Calon Guru Penggerak menerapkan hasil pembelajaran daring dan lokakarya sehingga Calon Guru Penggerak mampu: 1. Mengembangkan diri sendiri dan juga guru lain dengan cara melakukan refleksi, berbagi, dan kolaborasi; 2. Memiliki kematangan moral, emosional, dan spiritual untuk berperilaku sesuai kode etik; 3. Merencanakan, menjalankan, merefleksikan, dan mengevaluasi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan melibatkan orang tua; C. Penjadwalan Proses pendampingan individu akan berlangsung satu bulan sekali sepanjang proses Pendidikan Guru Penggerak. Dalam setiap bulannya, Pengajar Praktik akan mengunjungi sekolah Calon Guru Penggerak selama kurang lebih 4 jam pelajaran untuk mengamati kegiatan pembelajaran dan perubahan yang terjadi di sekolah sebagai implementasi pembelajaran daring dan lokakarya serta mengajak merekamerefleksikan prosesnya. D. Tema Pendampingan Individu Ke 4 Tema : Evaluasi dan Pengembangan Proses Pembelajaran Fokus Pendampingan: 1. Observasi kelas CGP untuk melihat penerapan dari modul budaya positif, pembelajaran berdiferensiasi dan pembelajaran sosial-emosional 2. Penilaian observer Praktik Pembelajaran


7 BAB 2 PELAKSANAAN 1. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Pelaksanaan Pendampingan Individu 4 untuk PGP Angkatan 7 dilaksanakan pada tanggal 3 sd. 6 April 2023 (kurun waktu 1 minggu sebelum Lokakarya 4) di Kabupaten Muaro Jambi Provinsi Jambi 2. Sasaran 1. Calon Guru Penggerak Angkatan 7 Kabupaten Muaro Jambi Provinsi Jambi antara lain: NO NAMA INSTANSI CGP PP 1 ANTAR ALHADI SDN 94/IX DANAU SARANG ELANG YAYUK PURWANTI 2 INDAH WAHYUNI SMPN 6 MUARO JAMBI 3 RISKA DESRIYANTI TK RAHMAD PERMATA BUNDA 4 UMI PUJIASTUTI SLB MUARO JAMBI 3. Pengajar Praktik Petugas yang melaksanakan Pendampingan Individu ke 4 Angkatan 7 adalah Pengajar Praktek , Nama Yayuk Purwanti Satker SMPN 28 Muaro Jambi Kabupaten Muaro Jambi 4. Tema Pendampingan Tema Pendampingan Individu 4 dengan tema Evaluasi dan Pengembangan Proses Pembelajaran 5. Bahan yang dibutuhkan 1. Buku Pegangan Pendampingan Individu 2. Jurnal hasil pemantauan pembelajaran Daring CGP 3. Jurnal Pendampingan, daftar hadir, dan rencana pendampingan selanjutnya 4. RPP CGP yang akan digunakan dalam pembelajaran 5. Modul 2.3 : Coaching Untuk Supervisi Akademik 6. Lembar Catatan Percakapan Pra Observasi kelas (lampiran 4) 7. Instrumen Observasi Praktik Mengajar Calon Guru Penggerak (Lampiran 5) 8. Lembar Catatan Percakapan Pasca Observasi Kelas (lampiran 6) 9. Lembar Rencana Pengembangan Diri (lampiran 7)


8 BAB III REALISASI KEGIATAN A. Sekolah 1 Hari Senin, 3 April 2023 di SLB Muaro Jambi dengan CGP Umi Pujiastuti Bagian Awal Pendampingan (20’) a. Menyapa dan menanyakan kabar Calon Guru Penggerak Assalamualaikum Wr.Wb./ Selamat siang Ibu Umi Bagaimana kabarnya Ibu Umi? Alhamdulillah. Selalu jaga kesehatan ya bu Umi dan jangan lupa bahagia. b. Menjelaskan tentang fokus pendampingan Observasi kelas CGP untuk melihat penerapan dari modul budaya positif, pembelajaran berdiferensiasi dan pembelajaran sosial-emosional Penilaian Observasi Praktik Pembelajaran c. Menjelaskan aktivitas pendampingan yang akan dilakukan yaitu: Pendampingan individu bertujuan untuk membantu CGP menerapkan hasil pembelajaran daring dan lokakarya sehingga CGP Mampu: 1. Mengembangkan diri sendiri dan juga guru lain dengan cara melakukan refleksi, berbagi, dan kolaborasi 2. memiliki kematangan moral, emosional, dan spritual untuk berperilaku sesuai kode etik 3. merencanakan, menjalankan , merefleksikan, dan mengevaluasi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan melibatkan orang tua. d. Pengajar Praktik menanyakan apa saja proses yang sudah berjalan selama satu bulan terakhir, menanyakan rencana tindak lanjut dari pendampingan sebelumnya, serta hal-hal yang dianggap sebagai capaian selama satu bulan terakhir (berdasarkan Jurnal Pemanatauan Pembelajaran Daring) Berdasarkan jurnal hasil pemantauan pembelajaran daring modul 2.3 o Terima kasih bu Umi sudah menyelesaikan aktivitas pembelajaran di modul 2.3 dengan baik dan sangat aktif dan antusias menyelaesaikan semua tugas-tugas di LMS. o Boleh Bu Umi ceritkan kegiatan mulai dari diri sampai elaborasi pemehaman yang telah dipelajari di modul 2.3. Respon CGP: o Mulai dari kegiatan Mulai dari Diri saya menjawab 5 pertanyaan reflektif terkait dengan supervisi akademik dan pengembangan kompetensi diri. saya juga menjawab 2 pertanyaan reflrksi tentang harapan saya terhadap pembelajaran modul 2.3. o Pada kegiatan Eksplorasi Konsep saya dapat menyelesaikan semua aktifitas eksplorasi konsep modul 2.3 dan 2.4 Supervisi Akademik dengan Paradigma Berpikir Coaching. o Pada kegiatan ruang kolaborasi 1 dan 2 saya telah praktik Coaching bersama dengan kelompok yang telah ditentukan oleh fasilitator. Pada saat praktik Coaching saya menggunakan alur TIRTA.


9 o Pada Kegiatan Demontrasi Kontekstual kmi mendapat tugas praktik Coaching mulai dari tahapan Pra Observasi Praktik Percakapan Coaching, kemudian Tahap Observasi Praktik percakapan Coaching dan tahap Pasca Observasi melakukan refleksi dan menyampaikan hasil observasi kepada Coach o Pada kegiatan di ruang kolaborasi pemahaman belajar bersama Instruktur Nasional Ibu Elliza. e. Mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih telah berbagi praktik baik yang sudah dilakukan dari pembelajaran daring. Terimakasih Ibu Umi telah berpartisipasi aktif dalam pembelajaran daring. Luar biasa karya Ibu Umi tetap semangaattt berkarya Ibu Umi. f. Pengajar Praktik memastikan RPP yang dibuat CGP sudah direvisi berdasarkan masukan yang diberikan PP. g. Menyiapkan lembar Observasi Praktik Mengajar Calon Guru Penggerak (Lampiran 5) Bagian Inti Pendampingan (135’) a. Ketentuan o Observasi pembelajaran dilakukan di kelas CGP baik secara luring atau daring (disesuaikan dengan kebijakan sekolah) o Observasi dilakukan minimal 2 (dua) jam pelajaran dengan durasi menit disesuaikan dengan jenjang sekolah. b. Pra- Observasi (15’) Pertemuan pra-observasi ini merupakan percakapan yang membangun hubungan antara guru (CGP) dan supervisor (PP) sebagai mitra dalam pengembangan kompetensi diri . Percakapan pra-observasi ini berlangsung selama 15 menit, dengan menggunakan percakapan coaching untuk perencanaan, supervisor dapat mencatat apa yang menjadi sasaran pengembangan guru dan menginformasikan kepada guru prosedur supervisi klinis ini. Adapun yang harus dilakukan oleh supervisor adalah: o Supervisor menyampaikan tujuan besar supervisi dan tujuan dari percakapan awal. o Guru menyampaikan rancangan pelaksanaan pembelajaran dan menginformasikan aspek perkembangan yang hendak diobservasi o Supervisor dan guru menyepakati sasaran observasi, waktu kunjungan kelas dan waktu percakapan pasca-observasi


10 o Supervisor menginformasikan bahwa ia akan mencatat kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru di kelas Percakapan pra-observasi baiknya berlangsung dengan suasana santai dan kekeluargaan dan dengan semangat positif. Hasil percakapan pra-observasi dicatat pada Lampiran 4. Lampiran 4 Lembar Catatan Percakapan Pra-Observasi Kelas Hari/ Tanggal : Senin, 03 April 2023 Sekolah : T : SLB Muaro Jambi Nama Guru : Umi Pujiastuti Kelas : II Autis/A/SDLB Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Waktu Percakapan : 08.11 Tujuan Pembelajaran: 1. Setelah siswa dan guru bermain flashcard nama hewan, siswa dapat menyebutkan nama hewan yang ada di lingkungan sekitar tempat tinggal dengan benar. 2. Setelah siswa dan guru bermain flashcard nama hewan, siswa dapat menyusun nama hewan yang ada di lingkungan sekitar tempat tinggal secara mandiri. 3. Setelah siswa bermain flashcard dan potongan huruf – huruf, siswa dapat menyusun kata/nama hewan secara mandiri. Area Pengembangan yang hendak dicapai: 1) Mengembangkan lingkungan kelas yang memfasilitasi murid belajar secara nyaman a) Kenyamanan lingkungan belajar untuk memenuhi kebutuhan belajar murid b) Penggunaan komunikasi positif c) Penerapan disiplin d) Pemberian motivasi 2) Memandu proses belajar mengajar yang efektif a) Pembukaan proses belajar b) Muatan sosial-emosional dalam aktivitas pembelajaran c) Pendekatan dalam mendampingi murid d) Penggunaan strategi pembelajaran e) Penutupan proses belajar 3) Melakukan asesmen dan menyediakan umpan balik a) Pemberian umpan balik b) Pelaksanaan asesmen Strategi yang dipersiapkan: 1. Pembelajaran Berdiferensiasi 2. Pembelajaran Sosial Emosional 3. Budaya Positif


11 Catatan khusus Supervisor: o Persiapan kegiatan pembelajaran sudah baik, guru merencanakan strategi pembelajaran yang berfokus untuk mengembangan pembelajaran berdiferensiasi, PSE, dan budaya positif Disepakati bersama (Yayuk Purwanti) ( Umi Pujiastuti) Supervisor Guru Supervisi Akademik dengan Pola Pikir Coaching d. Observasi Pembelajaran (90’) Observasi adalah aktivitas pengamatan oleh supervisor (PP) pada saat guru melaksanakan pembelajaran di kelas. Tujuan utama tahap ini adalah mengambil data atau informasi secara obyektif mengenai aspek pengembangan yang sudah disepakati. Pengamatan oleh supervisor menggunakan instrumen yang telah ditentukan sebelumnya dan fokus pada sasaran yang sudah disepakati (lihat hasil catatan pada lampiran 4). Namun dapat saja pada saat observasi ada hal-hal menarik di luar hal yang sudah disepakati yang ditemukan oleh supervisor (PP) yang dapat bermanfaat bagi guru dalam pengembangan kompetensi dirinya sebagai pemimpin pembelajaran yang berpihak pada murid. Hal-hal yang harus diperhatikan saat observasi pembelajaran: o Saat observasi, PP tidak boleh menganggu proses pembelajaran atau ikut membantu CGP dalam pembelajaran. PP hanya melakukan pengamatan, apakah sudah sesuai dengan perangkat yang sudah dibuat dan materi modul yang sudah dipelajari yaitu sudah menerapkan budaya positif, pembelajaran berdiferensiasi pembelajaran sosial-emosional dan budaya positif. o PP boleh melihat secara dekat aktivitas pembelajaran murid disaat murid mengerjakan tugas. Disini PP tetap tidak dibolehkan membantu murid dalam menyelesaikan masalah belajarnya, hanya boleh mengamati saja. o Usahakan saat proses observasi pembelajaran tidak terlalu sering keluar masuk kelas karena hal ini dapat menganggu kosentrasi murid dalam belajara. (ijin keluar jika benar-benar mendesak) o Pastikan HP dalam keadaan nada getar (tidak diijinkan melakukan komunukasi dalam kelas dengan HP). Silahkan gunakan HP untuk mengambil foto proses pembelajaran. o Pencatatan aktivitas pembelajaran dilakukan pada lembar Observasi Praktik Mengajar Calon Guru Penggerak (Lampiran 5)


12 Lampiran 5 Form Observasi Pembelajaran yang Berpusat pada Murid Pengantar: Keterampilan merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran yang berpusat pada murid merupakan salah satu kompetensi kunci yang diharapkan muncul pada peserta Pendidikan Guru Penggerak. Keberpusatan pada murid tersebut dapat dilihat dari (1) penumbuhan suasana kelas yang menerapkan disiplin positif; (2) pemenuhan kebutuhan belajar murid dalam proses pembelajaran; serta (3) penerapan strategi untuk mengembangkan kompetensi sosial dan emosional pada murid. Keseluruhan aspek tersebut akan diamati pada saat observasi praktik mengajar di kelas CGP. Observasi pembelajaran dilakukan pada Pendampingan Individu ke-4. Pengajar Praktik akan mengunjungi sekolah tiap CGP dan menjalankan serangkaian agenda supervisi klinis dengan pendekatan coaching. Selama observasi, Pengajar Praktik berfokus pada 3 kategori, di mana setiap kategori terdiri dari beberapa aspek, yaitu 4) Mengembangkan lingkungan kelas yang memfasilitasi murid belajar secara nyaman e) Kenyamanan lingkungan belajar untuk memenuhi kebutuhan belajar murid f) Penggunaan komunikasi positif g) Penerapan disiplin h) Pemberian motivasi 5) Memandu proses belajar mengajar yang efektif f) Pembukaan proses belajar g) Muatan sosial-emosional dalam aktivitas pembelajaran h) Pendekatan dalam mendampingi murid i) Penggunaan strategi pembelajaran j) Penutupan proses belajar 6) Melakukan asesmen dan menyediakan umpan balik c) Pemberian umpan balik d) Pelaksanaan asesmen Penilaian selama observasi ini memiliki dua fungsi, yaitu sebagai komponen nilai CGP dan juga pijakan PP dalam memandu proses percakapan pasca-observasi dengan pendekatan coaching. PP diharapkan membuat catatan tertulis selama observasi; membaca dengan baik indikator dari setiap aspek sebelum memberikan penilaian; serta segera melakukan input penilaian di dalam sistem yang disediakan di dalam LMS agar data lebih akurat.


13 INFORMASI OBSERVASI 1 Nama Calon Guru Penggerak Umi Pujiastuti 2 Nama Sekolah Calon Guru Penggerak SLB Negeri Muaro Jambi 3 Kelas II Autis/A/SDLB 4 Jumlah Murid 1 Orang 5 Nama Observer Yayuk Purwanti 6 Waktu Observasi Senin, 03 April 2023 7 Waktu dimulainya kelas 08.17 8 Waktu dimulainya observasi 08.19 9 Waktu diakhirinya kelas 09.32 10 Waktu diakhirinya observasi 09.35 PETUNJUK UMUM OBSERVASI Pada setiap bagian pilihlah antara skor 1 – 4 yang paling menggambarkan perilaku calon guru penggerak selama praktik mengajar. Tuliskan angka 1/2/3/4 pada kolom Catatan: Skor 4 bukan berarti sempurna sehingga tetap dimungkinkan adanya saran pengembangan yang spesifik bagi guru dengan skor 4. Untuk itu, tuliskanlah catatan kualitatif dari setiap aspek yang diamati pada kolom yang tersedia. Contoh-contoh yang disediakan di lembar observasi ini hanya ilustrasi dan dapat disesuaikan dengan kondisi guru. OBSERVASI I Mengembangkan lingkungan kelas yang memfasilitasi murid belajar secara nyaman 1 1 2 3 4 Skor Catatan Guru tidak menunjukkan modifikasi lingkungan belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran, karakteristik murid dan kompetensi sosial emosional. Guru melakukan modifikasi lingkungan belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran (kebutuhan belajar akademik). Guru melakukan modifikasi lingkungan belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran dan mempertimbangkan karakteristik murid. Guru melakukan modifikasi lingkungan belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran, karakteristik murid, dan tujuan pembelajaran sosial dan emosional. 4 Guru telah memodi fikasi lingkun gan belajar sesuai dengan tujuan pembel ajaran, karakter itik murud, dan KSE


14 "Penggunaan Komunikasi Positif” Terdapat 3 kriteria komunikasi positif: 2 (2a) Interaktif: o adanya timbal balik antara murid dan guru; adanya timbal balik juga antara murid dengan murid. Contoh perilaku guru: Interaksi terjadi dua arah (tidak didominasi oleh guru saja). o Mendorong interaksi antarmurid pada saat pembelajaran (mendorong murid untuk mengekspresikan pendapatnya, perasaannya, pilihannya. Validasi perasaan)." 1 2 3 4 Skor Catatan Guru mendominasi interaksi dan hanya memberikan sedikit kesempatan kepada murid untuk berpendapat (metode ceramah satu arah). Pada satu jam pelajaran, sebagiannya (50%) guru melakukan komunikasi satu arah dan sebagiannya lagi guru memberikan kesempatan kepada murid untuk berpendapat. Guru melakukan komunikasi secara timbal balik dengan muridnya (gurumurid). Guru melakukan komunikasi secara timbal balik dengan muridnya (gurumurid) dan juga memberikan kesempatan kepada muridnya untuk saling berinteraksi (murid-murid). 4 Guru telah melaku kan komuni kasi timbal balik gurumurid. (2b) Empatik: guru ingin tahu dan mencoba memahami sudut pandang murid. Contoh perilaku guru: o Guru mendengarkan secara aktif pendapat/penjelasan dari murid. o Guru mengajukan pertanyaan untuk mengklarifikasi pendapat/penjelasan murid. 1 2 3 4 Skor Catatan Guru berasumsi tentang kondisi murid tanpa mengklarifikasi terlebih dahulu. Guru mendengarkan pendapat murid yang relevan dengan topik atau pertanyaan yang diajukan oleh guru saja. "Guru berupaya mencari tahu apa yang sedang dikerjakan dan dipikirkan oleh muridnya, namun hanya berhasil melakukannya pada sedikit murid. Guru mendengarkan dengan aktif pendapat yang disampaikan oleh semua murid." "Guru mencari tahu apa yang sedang dikerjakan dan dipikirkan oleh muridnya. Guru mendengarkan dengan aktif pendapat yang disampaikan oleh semua murid." 4 Guru tahu apa yang sedang dikerjak an murid dan guru telah menden garkan dengan aktif pendap at murid. (2c) Emosi positif: guru mengekspresikan emosi positif selama berinteraksi dengan murid Contoh perilaku guru: o tidak menggunakan kata bermuatan negatif yang dapat merendahkan diri murid.


15 o menunjukkan ekspresi emosi positif (seperti: senyum, pandangan mata diarahkan pada murid, emosi senang, antusias, ramah, dll.) o merespon tanggapan murid dengan tetap menghargai dan mengapresiasi pendapat murid. 1 2 3 4 Skor Catatan Guru berasumsi tentang kondisi murid tanpa mengklarifikasi terlebih dahulu. Guru mendengarkan pendapat murid yang relevan dengan topik atau pertanyaan yang diajukan oleh guru saja. "Guru berupaya mencari tahu apa yang sedang dikerjakan dan dipikirkan oleh muridnya, namun hanya berhasil melakukannya pada sedikit murid. Guru mendengarkan dengan aktif pendapat yang disampaikan oleh semua murid. "Guru mencari tahu apa yang sedang dikerjakan dan dipikirkan oleh muridnya. Guru mendengarkan dengan aktif pendapat yang disampaikan oleh semua murid." 4 Guru telah menden garkan dengan aktif pendap at murid dan mencari tahu apa yang sedang dikerjak an murud. (2c) Emosi positif: guru mengekspresikan emosi positif selama berinteraksi dengan murid Contoh perilaku guru: o tidak menggunakan kata bermuatan negatif yang dapat merendahkan diri murid. o menunjukkan ekspresi emosi positif (seperti: senyum, pandangan mata diarahkan pada murid, emosi senang, antusias, ramah, dll.) o merespon tanggapan murid dengan tetap menghargai dan mengapresiasi pendapat murid. 1 2 3 4 Skor Catatan Guru menggunakan kata-kata bermuatan negatif. Guru menampilkan ekspresi emosi yang tidak konsisten (antara emosi negatif dan positif) Guru menampilkan ekspresi emosi yang positif dan emosi netral secara bergantian. Guru menampilkan ekspresi emosi yang positif secara konsisten (menampilkan emosi senang, antusias, ramah) 4 Guru selama proses pembel ajaran telah menam pilkan emosi senang, atusias, dan ramah.


16 3 Penerapan Disiplin Guru berupaya menerapkan prinsip restitusi; yaitu menguatkan dan mengajarkan murid bahwa kesalahan dapat menjadi kesempatan untuk belajar. Restitusi juga menekankan refleksi diri murid tentang apa yang bisa mereka lakukan ketika melakukan kesalahan. 1 2 3 4 Skor Catatan "Posisi Penghukum Guru menggunakan hukuman, sindiran, dan kritik untuk mendisiplinkan murid. Guru akan mengekspresikan kemarahan ketika murid melakukan kesalahan dengan menghardik, membentak, atau menunjuk-nunjuk. Posisi Pembuat Merasa Bersalah Guru mendiamkan murid atau menggunakan katakata yang membuat murid merasa bersalah (seolah-olah guru/orang tua/murid lain akan menderita akibat kesalahannya). Contoh: Jika kamu terus seperti itu, Ibu bisa jantungan, kasihan orang tua kamu." "Posisi Teman Guru menggunakan pertemanan dan humor untuk memberikan pengaruh pada murid. Guru seringkali memberikan pembelaan, pembenaran atau memberikan penjelasanpenjelasan atas perilaku yang dilakukan murid. Contoh: ""Ayo bantu bapak melakukan ini ya. Ya sudah, untuk sekarang tidak apa-apa kamu melakukannya namun berikutnya tolong diikuti ya. "Posisis Pemantau/Monitor Guru menerapkan kedisiplinan dengan menggunakan peraturan dan konsekuensi yang disepakati bersama murid. Guru berusaha untuk memberikan bukti objektif, menekankan pada pencatatan dan pengukuran dalam mendisiplinkan murid. Konsekuensi yang diberikan berhubungan dengan peraturan yang dilanggar murid. Contoh: Menggunakan checklist (daftar periksa), poin, atau alat lainnya. Atau dengan mengatakan, "Peraturan apa yang kamu langgar? Apa konsekuensinya? "Posisi Manajer Guru menggunakan prinsip restitusi bahwa kesalahan wajar terjadi dan mereka menerima kesalahan murid. Guru bertanya pada murid alasan mereka melakukan kesalahan dan membantu mereka mencari jalan keluar. Guru tipe ini kadang menggunakan posisi pemantau dan manajer pada murid di situasi tertentu. Contoh: "Apa yang akan kamu lakukan sekarang? Apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi kesalahan ini? 4 Guru mempu nyai buku catatan kesepak atan kelas dan menggu nakan prinsip restitusi . 4 Pemberian Motivasi Guru mendorong murid untuk mau dan semangat belajar. 1 2 3 4 Skor Catatan Guru mendorong murid untuk belajar dengan cara memberikan hukuman/konsekuen si negatif. Guru mendorong perilaku belajar murid dengan menyampaikan ekspektasi guru dan memberikan Guru mendorong kemauan murid untuk belajar dengan cara mengingatkan tentang pentingnya pembelajaran Guru menumbuhkan keinginan belajar murid dengan cara memberikan kesenangan, semangat, dan 4 Guru sudah merang cang pembel ajaran sesuai


17 Contoh: Jika kamu tidak mengumpulkan tugas, Ibu tidak akan mengizinkan kamu ikut kelas berikutnya. konsekuensi positif. Contoh: Coba kamu lebih rajin, pasti kamu sudah bisa juara satu. terhadap diri mereka dan menyemangati mereka pada beberapa aktivitas pembelajaran. Contoh: Ibu/Bapak ingin kalian mempelajari topik ini dengan sungguh-sungguh karena ini akan berguna ketika kalian besar nanti." minat murid selama sesi pembelajaran. Contoh: Guru merancang pembelajaran yang sesuai dengan minat murid. Ternyata Matematika itu seru ya. Kira-kira minggu depan kalian ingin belajar apa ya, biar tambah semangat? dengan minat murid dengan menggu nakan pembel ajaran berdifer ensiasi sehingg a murid senang, semang at untuk belajar. TOTAL SKOR OBSERVASI I (1 + 2a + 2b+ 2c + 3 + 4) = (4+4+4+4+4+4+4) = 28 OBSERVASI II Memandu proses belajar mengajar yang efektif 1 Pembukaan Proses Belajar (1) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dari sesi tersebut. (2) Guru menghubungkan materi pembelajaran sebelumnya dengan tujuan pembelajaran sesi tersebut. (3) Guru menyampaikan relevansi tujuan/materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari/ Menyampaikan pentingnya materi tersebut untuk kehidupan murid (4) Guru menjelaskan rangkaian aktivitas yang akan dilakukan pada sesi pembelajaran. 1 2 3 4 Skor Catatan Guru langsung memulai pembelajaran tanpa menyebutkan tujuan yang akan dipelajari. Guru hanya menyampaikan tujuan pembelajaran dan tidak menjelaskan rangkaian aktivitas yang akan dilakukan. Guru memastikan murid memahami tujuan pembelajaran yang diharapkan dan rangkaian aktivitas yang akan dilakukan Guru memastikan murid memahami tujuan pembelajaran yang diharapkan dan rangkaian aktivitas yang akan dilakukan, serta mendiskusikan bersama murid keterkaitan dari topik yang dibahas dengan materi lain dan dengan kehidupan seharihari. 4 Guru telah menya mpaika n tujuan pembel ajaran dan menjela skan rangkai an aktivita s yang akan dilakuk an selama


18 proses pembel ajaran 2 Muatan Sosio-Emosional dalam Aktivitas Pembelajaran 1 2 3 4 Skor Catatan Aktivitas pembelajaran yang diberikan hanya bermuatan akademik Ada aktivitas yang membuat murid bersemangat, bersenangsenang, atau kembali fokus ke pembelajaran (seperti: ice breaking atau energizer) namun tidak dimanfaatkan secara eksplisit untuk menguatkan kompetensi sosial-emosional dan terpisah dari muatan akademik yang sedang dipelajari Aktivitas yang menguatkan kompetensi sosialemosional murid telah diintegrasikan ke dalam pembelajaran pada: tahap pembukaan yang hangat, tahap inti yang melibatkanmenantangmenyenangkan, dan tahap penutup yang optimistik namun masih terpisah dari materi akademik yang sedang dipelajari Aktivitas yang menguatkan kompetensi sosialemosional murid telah diintegrasikan ke dalam pembelajaran pada: tahap pembukaan yang hangat, tahap inti yang melibatkanmenantangmenyenangkan, dan tahap penutup yang optimistik dengan cara meleburkannya dengan muatan akademik yang sedang dipelajari 4 Guru telah melaku kan Kompet ensi Sosial – Emosio nal dalam pembel ajaran mulai dari kegiata n awal semang at dan hangat, pada kegiata n inti pembel ajaran menant ang, menyen angkan dan pada tahap penutup sosial emosio nal sangat baik sekali. 3 Pendekatan dalam Mendampingi murid Guru memberikan scaffolding untuk membantu murid yang mengalami kesulitan. Scaffolding yang dimaksud adalah suatu teknik pembelajaran di mana murid diberikan sejumlah bantuan, kemudian perlahanlahan diadakan pengurangan terhadap bantuan tersebut hingga pada akhirnya, murid dapat menunjukkan kemandirian yang lebih besar dalam proses pembelajaran. 1 2 3 4 Skor Catatan Guru mendiamkan dan membiarkan murid untuk Guru memberikan arahan dan solusi secara langsung Guru melakukan scaffolding untuk membantu murid Guru melakukan scaffolding untuk membantu murid Guru telah member


19 mengerjakan sendiri tugas yang diberikan. pada murid ketika mereka mengerjakan tugas. yang mengalami kesulitan. sesuai dengan kebutuhan belajar mereka. Muridmurid dapat mengerjakan tugasnya secara mandiri sebagai hasil dari proses scaffolding yang dilakukan guru. 2 ikan arahan dan solusi secara langsun g pada murid ketika mengerj akan tugas. 4 Penggunaan Strategi Pembelajaran 1 2 3 4 Skor Catatan Guru hanya menggunakan satu strategi belajar di sepanjang satu sesi ATAU Guru menggunakan strategi pembelajaran namun kesulitan untuk melibatkan murid secara aktif dalam pembelajaran. Guru menggunakan beberapa strategi pembelajaran dan berusaha mendorong siswa untuk terlibat secara aktif dalam pembelajaran serta berusaha mendorong pengembangan keterampilan penting, namun belum konsisten hingga akhir sesi. Guru menggunakan beberapa strategi pembelajaran yang relevan untuk melibatkan siswa secara aktif di sepanjang pembelajaran dan mendorong pengembangan keterampilan penting. Guru dengan lancar memodifikasi strategi, materi, dan pengelompokan untuk mengoptimalkan kesempatan siswa untuk belajar dan memenuhi kebutuhan belajar mereka. Siswa terlibat aktif sepanjang pembelajaran dan fokus dalam pekerjaan yang tidak hanya mengembangkan keterampilan namun menantang mereka menjadi pemecah masalah. 4 Guru telah memodi fikasi pembel ejaran berdifer ensiasi, PSE dan budaya positif dalam proses pembel ajaran dari awal sampai akhir 5 Penutupan Proses Belajar (1) Guru mengajak murid mengambil rangkuman dan kesimpulan dari pembelajaran sesi tersebut (2) Guru bersama murid merefleksikan pembelajaran (3) Guru mengapresiasi kemajuan yang dicapai murid 1 2 3 4 Skor Catatan Guru menutup kelas tanpa memberikan kesimpulan pembelajaran. Guru hanya berfokus pada menyebutkan materi ajar pada pertemuan sesi tersebut, tetapi tidak berusaha menyimpulkan pembelajaran lainnya yang nonakademik. Guru menyimpulkan dan memberitahu murid pembelajaran apa lagi yang didapatkan selain tentang materi ajar (misalnya terkait dengan keterampilan sosial Guru mengajak murid menyimpulkan, merefleksikan halhal yang sudah dipelajari (baik dari sisi akademik, sosial, dan emosional), serta mengapresiasi kemajuan atau 4 Guru telah mengaj ak siswa untuk menyim pulkan dan merefle ksikan


20 emosional yang dipelajari) perubahan positif yang dicapai murid. hal yang sudah dipelaja ri dengan baik TOTAL SKOR OBSERVASI II (1 + 2 + 3 + 4 + 5) = (4+4+2+ 4+4) = 18 OBSERVASI III Melakukan asesmen dan menyediakan umpan balik 1 Pemberian Umpan Balik 1 2 3 4 Skor Catatan Guru memberikan umpan balik yang menyinggung pribadi murid (contoh: menyalahkan murid karena sifatnya) "Guru hanya memberikan umpan balik secara umum terhadap produk seluruh murid. ATAU Guru hanya memberikan komentar singkat dengan kata, ""Mantap/Kerja yang bagus/Keren/sejen isnya"" saja." Guru memberikan umpan balik yang konkret (jelas) terhadap produk murid yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Guru memberikan umpan balik yang konstruktif (jelas dan mengandung saran pengembangan) bukan hanya terhadap produk murid tetapi juga proses belajar mereka (contoh: bagaimana strategi berpikir murid, bagaimana murid menyelesaikan masalah, teknik komunikasi yang dilakukan murid) 4 Guru telah member ikan umpan balik terhada p produk murid dan bagaim ana menyel esaikan masalah dan teknik komuni kasi yang dilakuk an murid Fungsi Asesmen Asesmen meliputi: (1) Assessment of learning Penilaian yang dilaksanakan setelah proses pembelajaran selesai. (2) Assessment for learning Penilaian yang dilakukan selama berlangsungnya proses pembelajaran dan biasanya digunakan sebagai dasar untuk melakukan perbaikan proses belajar mengajar.


21 2 (3) Assessment as learning Penilaian sebagai proses belajar dan melibatkan murid-murid secara aktif dalam kegiatan penilaian tersebut. (4) Differentiated assessment Menetapkan bentuk asesmen (contoh latihan soal, tugas laporan) sesuai dengan kemampuan murid (misal: membedakan jenis soal untuk murid yang cerdas berbakat dengan murid biasa. Atau murid yang cepat menangkap dengan murid yang lebih lambat) 1 2 3 4 Skor Catatan Saat proses pembelajaran berlangsung, tidak terjadi proses penilaian. Saat proses pembelajaran berlangsung, terjadi proses penilaian, namun tidak terlalu berkaitan dengan tujuan pembelajaran. Saat pembelajaran berlangsung, terjadi proses penilaian dan terdapat bukti penilaian yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Saat pembelajaran berlangsung, terjadi proses penilaian yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Terdapat bukti adanya upaya guru melakukan diferensiasi untuk memenuhi kebutuhan belajar murid dan memastikan murid memahami proses penilaian yang dilakukan. 4 Guru telah melaku kan penilaia n sesuai tujuan pembel ajaran yang dilakuk an dengan pembel ajaran berdifer ensiasi sesuai kebutuh an murid. TOTAL SKOR OBSERVASI III (1 + 2) = (4+4) = 8


22 PENILAIAN OBSERVASI PRAKTIK GURU PENGGERAK Total Skor Observasi I (A) 28 Total Skor Observasi II (B) 18 Total Skor Observasi III (C) 8 NILAI AKHIR 96,4285 Catatan Umum dan Umpan Balik untuk Calon Guru Penggerak Pembelajaran yang dilakukan Bu Umi sangat aktif dan kreatif dan afektif untuk anak Autis. Sesuai perlakuan dengan kondisi yang ada di II Autis/A/SDLB. Bu Umi telah menciptakan suasana yang menyenangkan dengan bahasa tutur kata disertai raut wajah ceria dan bahasa tubuh. Sehingga timbul motivasi dan minat belajar dengan menyenangkan. Tanda Tangan Observer Yayuk Purwanti d. Pasca Observasi (30’) Dalam proses percakapan pasca-observasi ini, supervisor (PP) dan guru (CGP) secara bersama memahami tujuan percakapan dan saling percaya akan tahapan kegiatan yang berlangsung. Percakapan pasca-observasi berisikan aktivitas berikut: o Menyampaikan tujuan percakapan dan hasil analisis data observasi kepada CGP o Melakukan percakapan umpan balik. Dalam percakapan PP menemukan area pengembangan dan perbaikan diri yang hendak dilakukan. Catat hasil umpan balik pada lampiran 6 . o Percakapan perencanaan area pengembangan o Rencana aksi pengembangan diri. Hasil perencanaan aksi pengembangan diri dicatat pada lampiran 7.


23 lampiran 6 Lembar Catatan Percakapan Pasca-Observasi Kelas Hari/ Tanggal : Senin, 03 April 2023 Sekolah : SLB Negeri Muaro Jambi Nama Guru : Umi Pujiastuti Kelas : II Autis/A/SDLB Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Waktu Percakapan : 10.15 Lampiran: Lembar Catatan Observasi Catatan Refleksi Guru: Kegiatan pembelajaran berjalan dengan baik sesuai dengan yang direncanakan. Seluruh langkah – langkah pembelajaran berjalan sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Guru berusaha dengan baik dalam pengelolaan kelas dan peserta didik dapat berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Akan tetapi ada beberapa hal yang menjadi catatan saya dan dapat digunakan sebagai refleksi guru 1) Pendekatan dalam mendampingi murid Guru belum memberikan scanffolding untuk membantu murid yang mengalami kesulitan. Scaffolding yang dimaksud adalah suatu teknik pembelajaran di mana murid diberikan sejumlah bantuan, kemudian perlahan-lahan diadakan pengurangan terhadap bantuan tersebut hingga pada akhirnya, murid dapat menunjukkan kemandirian yang lebih besar dalam proses pembelajaran. Topik percakapan dan catatan: Apa yang menjadi hambatan/kendala saat pelaksanaan proses pembelajaran? Yang menjadi kendala saya saat pelaksanaan proses pembelajaran adalah memfokuskan murid belajar, karena anak autis kalau gagal fokus susah untuk belajar Apa ibu sudah puas dengan pembelajaran yang ibu lakukan? Menurut saya tidak ada rasa puas, karena untuk kedepannya kita menginginkan hal yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Saya pribadi menilai puas itu misalnya pada pertemuan hari ini anak bisa menyerap apa yang saya ajarkan, berarti tujuan saya tercapai berarti saya puas untuk pertemuan itu. Apa hal – hal positif yang telah ibu lakukan selama proses pembelajaran? Ketika saya bisa menggunakan vidio untuk membantu proses belajar, dan menggunakan media kartu gambar, menempelkan gambar membuat pembelajaran menyenangkan. Apa yang akan ibu rubah untuk pertemuan selanjutnya? Untuk pertemuan berikutnya saya akan mempersiapkan bahan ajar dengan ekstra supaya saya tetap dapat menciptakan pembelajaran yang berpihak pada peserta didik.


24 Rencana Tindak Lanjut: 1. Memperbaiki kegiatan kegiatan yang belum terlaksana dengan maksimal 2. Supaya kedepannya dapat terus menciptakan pembelajaran yang inovatif dan berpihak pada murid. Disepakati bersama (Yayuk Purwanti) (Umi Pujiastuti) Supervisor Guru Supervisi Akademik dengan Pola Pikir Coaching


25 lampiran 7 Lembar Rencana Pengembangan Diri Nama Guru : Umi Pujiastuti Tahun pelajaran : 2022/2023 NIK : 3313105409850003 Sekolah : SLB Negeri Muaro Jambi Coach/Supervisor 1.Yayuk Purwanti Kelas : II Autis/A/SDLB Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia No Aktivitas Pengembangan Tujuan yang hendak dicapai Ukuran Keberhasilan Pendukung Waktu 1 Mengembangkan lingkungan kelas yang memfasilitasi murid belajar secara nyaman o Guru Membuat kenyamanan lingkungan belajar untuk memenuhi kebutuhan belajar murid o Membuat suasana ruangan yang berbeda o Menggunakan media pembelajaran dan praktek o Menggunakan teknologi o Menciptakan lingkungan kelas yang bersih o Murid belajar lebih aktif dan kreatif dan mandiri o Murid belajar lebih fokus o Memperindah kelas o Menggunakan media yang bervariasi o Laptop, in fokus, internet o Pembelajaran berikutnya o Pembelajaran berikutnya o Pembelajaran berikutnya o Guru Menggunakan komunikasi positif o Menggunakan komunikasi yang mudah dimengerti oleh murid o Murid lebih cepat paham dan tahu apa yang disampaikan guru o Menjadi pendengar yang baik dan aktif o Pembelajaran berikutnya o Guru Menerapkan disiplin o Melaksanakan kesepakatan kelas untuk belajar lebih nyaman o Membiasakan budaya positif o Membuat kesepakatan belajar o Pembelajaran berikutnya o Guru Memberi motivasi o Memberikan kata-kata motivasi o memberiakan siswa pujian o Berkomunikasi dan menunjukkan rasa peduli terhadap murid o Memberikan pujian dan apresiasi o Menyiapkan cerita yang memotivasi o Menyiapkan kata-kata pujian dan apresiasi yang membuat murit o Pembelajaran berikutnya o Pembelajaran berikutnya


26 termotivasi untuk melakukan yang terbaik 2 Memandu proses belajar mengajar yang efektif o guru Membuka proses belajar o Memastikan murid memahami tujuan pembelajaran dan rangkaian kegiatan yang akan di lakukan o Keaktifan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran. o Media pembelajaran yang menarik. o Pembelajaran berikutnya o Guru melakukan Muatan sosialemosional dalam aktivitas pembelajaran o Aktivitas yang menguatkan KSE telah diintegrasikan dalam pembelajaran pada tahap pembukaan yang hangat, tahap inti yang melibatkan, menantang, menyenangkan dan tahap penutup dengan optimal o Murid tidak marah-marah dan bisa fokus untuk belajar o Ruang kelas yang tenang dan tidak ada orang lain selain guru o Pembelajaran berikutnya o Guru Melakukan Pendekatan dalam mendampingi murid o Melakukan scaffolding untuk membantu murid sesuai kebutuhan belajar murid o Tumbuhnya sikap-sikap positif pada murid o Kemampuan pedagogi yang baik. o Pembelajaran berikutnya o Guru Menggunakan strategi pembelajaran o Mendorong murid melakukan kegiatan mulai dari diri, eskplorasi konsep,ruang kolaborasi, demontrasi kontekstual o Murid mampu melakukan kegiatan mulai dari diri, eskplorasi konsep,ruang kolaborasi, demontrasi kontekstual o Media pembelajaran yang mendorong pembelejaran berdiferensias i o Pembelajaran berikutnya


27 o Guru Menutup proses belajar o Mengajak murid menyimpulkan mereflekasikan hal-hal yang sudah dipelajari serta mengapresiasi kemajuan/perub ahan positif yang dicapai murid o dapat menyimpulkan, merefleksikan apa yang sudah dipelajari o Kemampuan komunikasi guru. o Pembelajaran berikutnya 3 Melakukan asesmen dan menyediakan umpan balik o Guru Memberikan umpan balik o Memberikan umpan balik dengan jelas terhadap proses pembelajaran yang telah dilakukan o Dapat menyelesaikan tugas sesuai tujuan pembelajaran o Guru mencatat perilaku dan sikap murid selama proses pembelajaran o Pembelajaran berikutnya o Guru Melaksanakan asesmen o Melakukan penilaian selama proses pembelajaran o Belajar sesuai bakat dan minatnya o Guru memahami proses penilaian o Pembelajaran berikutnya Disepakati Bersama Hari : Senin Guru Supervisor Tanggal : 03 April 2023 (Umi Pujiastuti) (Yayuk Purwanti)


28 Bagian akhir pendampingan (15’) a. Melakukan refleksi terhadap proses pendampingan saat ini: Pertanyaan Respon CGP o Apa yang sudah baik dan yang perlu Bapak/Ibu perbaiki ke depannya pada pembelajaran tadi? o Yang perlu diperbaiki adalah terus belajar dan semangat terus menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, KSE, dan budaya positif o Sejauh apa pendampingan saat ini membantu Bapak/ Ibu mengimplementasikan pembelajaran yang berpihak kepada murid? o Hal-hal apa saja yang perlu diperbaiki untuk ke depannya? o Sangat membantu sekali karena dapat belajar dan bertukar pikiran dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, KSE, dan budaya positif o Bimbingan dan arahan uantuk lebih baik lagi o sudah baik dalam berbagi praktik baik b. Jika ada hal-hal terkait pembelajaran daring yang perlu diketahui oleh fasilitator, maka perlu dicatat dalam Jurnal Komunikasi di LMS. c. Mengingatkan CGP untuk menyiapkan diri untuk pendampingan individu 5. Aktivitas persiapan: o Kelengkapan bahan yang harus disiapkan CGP untuk PI 5 adalah: Mengajak satu orang rekan sejawat untuk dibimbing dan dicoaching pada PI 5. Penetapan jadwal observasi pembelajaran. Pelaksanaan observasi pembelajaran minimal 2 jam pelajaran dan dapat dilakukan secara daring ataupun luring (disesuaikan dengan kebijakan sekolah) Membimbing rekan sejawat dalam menyusun RPP dan juga melakukan koreksi terhadap RPP yang disusun. Hasil koreksiksi CGP dijadi dasar perbaikan RPP oleh rekan sejawat.


29 o Aktivitas Coaching untuk supervisi akademik Untuk melakukan aktivitas ini, CGP harus mengikuti instruksi yang ada dalam modul 2.3 pada bagian aksi nyata. Pastikan CGP melakukan: Proses pra-observasi. Hasil catatan saat proses ini diserahkan kepada PP saat pendampingan individu 5 (CGP menggunakan instrument praobservasi di modul 2.3) Proses observasi pembelajatan. Hasil catatan saat proses ini diserahkan kepada PP saat pendampingan individu 5 (CGP menggunakan instrument observasi pembelajaran di modul 2.3) o Setiap aktivitas CGP saat melakukan pra-observasi dan observasi pembelajaran, PP tetap melakukan pemantauan dan diskusi melalui WA/HP/tatap muka virtual. PI.4.3. Rencana Tindak Lanjut Pendamping mengembangkan Rencana Tindak Lanjut (RTL) untuk proses pendampingan selanjutnya, tuliskan apa saja yang akan di rencanakan oleh pendamping terkait proses pendampingan berikutnya, perhatikan apa saja yang telah dipelajari oleh CGP dan capain apa saja yang mungkin telah tercapai saat pendampingan berikutnya, ada baiknya komunikasi ke fasilitataor untuk menghasilkan pendampingan yang maksimal.


30 B. Sekolah 2 Hari Selasa, 4 April 2023 di TK rahmad Permata Bunda dengan CGP Riska Desriyanti Bagian Awal Pendampingan (20’) a. Menyapa dan menanyakan kabar Calon Guru Penggerak Assalamualaikum Wr.Wb./ Selamat siang Ibu Riska Bagaimana kabarnya Ibu Riska? Alhamdulillah. Selalu jaga kesehatan ya bu Riska dan jangan lupa bahagia. b. Menjelaskan tentang fokus pendampingan Observasi kelas CGP untuk melihat penerapan dari modul budaya positif, pembelajaran berdiferensiasi dan pembelajaran sosial-emosional Penilaian Observasi Praktik Pembelajaran c. Menjelaskan aktivitas pendampingan yang akan dilakukan yaitu: Pendampingan individu bertujuan untuk membantu CGP menerapkan hasil pembelajaran daring dan lokakarya sehingga CGP Mampu: 1. Mengembangkan diri sendiri dan juga guru lain dengan cara melakukan refleksi, berbagi, dan kolaborasi 2. memiliki kematangan moral, emosional, dan spritual untuk berperilaku sesuai kode etik 3. merencanakan, menjalankan , merefleksikan, dan mengevaluasi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan melibatkan orang tua. d. Pengajar Praktik menanyakan apa saja proses yang sudah berjalan selama satu bulan terakhir, menanyakan rencana tindak lanjut dari pendampingan sebelumnya, serta hal-hal yang dianggap sebagai capaian selama satu bulan terakhir (berdasarkan Jurnal Pemanatauan Pembelajaran Daring) Berdasarkan jurnal hasil pemantauan pembelajaran daring modul 2.3 o Terima kasih bu Riska sudah menyelesaikan aktivitas pembelajaran di modul 2.3 dengan baik dan sangat aktif dan antusias menyelaesaikan semua tugas-tugas di LMS. o Boleh Bu Riska ceritkan kegiatan mulai dari diri sampai elaborasi pemahaman yang telah dipelajari di modul 2.3. Respon CGP: o Mulai dari kegiatan Mulai dari Diri saya menjawab 5 pertanyaan reflektif terkait dengan supervisi akademik dan pengembangan kompetensi diri. saya juga menjawab 2 pertanyaan reflrksi tentang harapan saya terhadap pembelajaran modul 2.3. o Pada kegiatan Eksplorasi Konsep saya dapat menyelesaikan semua aktifitas eksplorasi konsep modul 2.3 dan 2.4 Supervisi Akademik dengan Paradigma Berpikir Coaching. o Pada kegiatan ruang kolaborasi 1 dan 2 saya telah praktik Coaching bersama dengan kelompok yang telah ditentukan oleh fasilitator. Pada saat praktik Coaching saya menggunakan alur TIRTA. o Pada Kegiatan Demontrasi Kontekstual kmi mendapat tugas praktik Coaching mulai dari tahapan Pra Observasi Praktik Percakapan Coaching, kemudian Tahap Observasi


31 Praktik percakapan Coaching dan tahap Pasca Observasi melakukan refleksi dan menyampaikan hasil observasi kepada Coach o Pada kegiatan di ruang kolaborasi pemahaman belajar bersama Instruktur Nasional Ibu Elliza. e. Mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih telah berbagi praktik baik yang sudah dilakukan dari pembelajaran daring. Terimakasih Ibu Riska telah berpartisipasi aktif dalam pembelajaran daring. Luar biasa karya Ibu Umi tetap semangaattt berkarya Ibu Riska. f. Pengajar Praktik memastikan RPP yang dibuat CGP sudah direvisi berdasarkan masukan yang diberikan PP. g. Menyiapkan lembar Observasi Praktik Mengajar Calon Guru Penggerak (Lampiran 5) Bagian Inti Pendampingan (135’) b. Ketentuan o Observasi pembelajaran dilakukan di kelas CGP baik secara luring atau daring (disesuaikan dengan kebijakan sekolah) o Observasi dilakukan minimal 2 (dua) jam pelajaran dengan durasi menit disesuaikan dengan jenjang sekolah. c. Pra- Observasi (15’) Pertemuan pra-observasi ini merupakan percakapan yang membangun hubungan antara guru (CGP) dan supervisor (PP) sebagai mitra dalam pengembangan kompetensi diri . Percakapan pra-observasi ini berlangsung selama 15 menit, dengan menggunakan percakapan coaching untuk perencanaan, supervisor dapat mencatat apa yang menjadi sasaran pengembangan guru dan menginformasikan kepada guru prosedur supervisi klinis ini. Adapun yang harus dilakukan oleh supervisor adalah: o Supervisor menyampaikan tujuan besar supervisi dan tujuan dari percakapan awal. o Guru menyampaikan rancangan pelaksanaan pembelajaran dan menginformasikan aspek perkembangan yang hendak diobservasi o Supervisor dan guru menyepakati sasaran observasi, waktu kunjungan kelas dan waktu percakapan pasca-observasi o Supervisor menginformasikan bahwa ia akan mencatat kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru di kelas


32 Percakapan pra-observasi baiknya berlangsung dengan suasana santai dan kekeluargaan dan dengan semangat positif. Hasil percakapan pra-observasi dicatat pada Lampiran 4. Lampiran 4 Lembar Catatan Percakapan Pra-Observasi Kelas Hari/ Tanggal : Selasa, 04 April 2023 Sekolah : T : TK Rahmad Permata Bunda Nama Guru : Riska Desriyanti Kelas : 5 – 6 Tahun ( TK. B ) Topik : Trasportasi Waktu Percakapan : 08.07 Tujuan Pembelajaran: 1. Elemen Capaian Nilai Agama dan Budi Pekerti - Menghargai diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar sebagai rasa syukur kepada Allah,Swt. - Berperilaku baik sesuai dengan ajaran agama. ( Kesadaran diri ) - Memiliki sikap positif dan berpartisipasi aktif menjaga keselamatan diri. - Memiliki sikap positif dan berpartisipasi aktif menjaga kesehatan diri. - Mengenal Allah, Swt melalui Kegiatan Ibadah sehari-hari - Membiasakan mengucapkan kata maaf, permisi, tolong, terima kasih. ( kesadaran sosial ) 2. Elemen Capaian Jati Diri - Menunjukkan reaksi emosi yang wajar - Menunjukkan sikap mandiri dan disiplin - Mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru - Menghargai aturan dan norma yang beralaku disekitar nya. - Bangga terhadap hasil karya - Mampu melakukan gerakan motorik kasar sederhana. 3. Elemen Capaian Dasar-Dasar Literasi, Matematika, Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Seni. - Mampu melaksanakan 2-3 perintah yang komplek - Mampu berkolaborasi ( keterampilan berelasi ) - Mengenal teknologi informasi secara sederhana - Menumbuhkan budaya literasi - Menghargai karya seni orang lain ( kesadaran sosial ) - Mampu menemukan solusi kreatif dalam memecahakan masalah - Mampu berpikir kritis dan kreatif.


33 4. Elemen Capaian P3 ( Profil Pelajar Pancasila ) Dimensi Beriman, bertaqwa, kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia - Mulai mencontoh kebiasaan pelaksanaan ibadah sehari-hari - Berempati kepada orang lain Dimensi Bergotong Royong - Menyimak informasi sederhana dan mengungkapkan dalam bahasa lisan. ( keterampilan berelasi ) - Mengenali dan menyampaikan kebutuhan-kebutuhan diri sendiri dan orang lain. Dimensi Kreatif - Menentukan Pilihan dari beberapa alternatif yang diberikan. ( Pengambilan keputusan yang bertanggung jawab ) Tujuan Kegiatan ( Diferensiasi Konten ) 1. Elemen Capaian Nilai Agama dan Budi Pekerti - Anak terbiasa menghargai diri sendiri , orang lain, dan lingkungan sekitar melalui kegiatan kolase bahan-bahan loose part, kreasi dengan media majalah bekas, kreasi dengan kardus bekas dan tutup botol . - Anak terbiasa berperilaku baik sesuai dengan ajaran agama melalui kegiatan pembiasaan harian seperti pembiasaan 5S, adab berpakaian, adab berteman. ( kesadaran diri ) - Anak terbiasa berpartisipasi aktif menjaga keselamatan diri saat berkegiatan disentra melalui kegiatan Proyek bersama membuat kendaraan roda 2 dan roda 4. - Anak terbiasa melaksanakan ibadah sehari-hari berjama’ah seperti sholat dhuha dan sholat zuhur. - Anak terbiasa mengucapkan maaf, terima kasih, tolong, dan permisi selama kegiatan bermain di sentra. ( kesadaran sosial ) 2. Elemen Capaian Jati Diri - Anak terbiasa menunjukkan reaksi emosi yang wajar saat bermain didalam kelompok main nya selama di sentra. - Anak terbiasa menunjukkan sikap mandiri dalam menolong diri nya sendiri seperti membawa peralatan Jurnal dan botol minum, menggunakan toilet tanpa bantuan. - Anak terbiasa menyesuaikan diri dengan lingkungan yang ada disekitar nya. - Anak terbiasa menghargai aturan dan norma yang telah disepakati bersama dikelas ( aturan main ). - Anak terbiasa menghargai hasil karya yang dibuat nya sendiri. - Anak terbiasa mengikuti mengikuti gerakan motorik kasar sederhana selama kegiatan disentra . 3. Elemen Capaian Dasar-dasar Literasi, Matematika, Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Seni. - Anak terbiasa melaksanakan 2-3 perintah yang komplek dalam satu kalimat sederhana saat pijakan sebelum main. - Anak terbiasa berkolaborasi dengan teman lain nya saat kegiatan main kartu maharaja, makaroni huruf, kancing angka, manik angka. ( keterampilan berelasi )


34 - Anak terbiasa mengenal teknologi informasi sederhana seperti pesan singkat, telepon, dalam menyampaikan pesan kepada bunda dan atau kepada orang tua. - Anak mulai menumbuhkan budaya literasi dengan bacaan sederhana pada pojok baca. - Anak terbiasa menghargai karya seni teman dengan memberi kalimat pujian yang menyenangkan hati teman. ( kesadaran sosial ) - Anak terbiasa menemukan solusi kreatif dalam memecahkan masalah selama kegiatan sentra seperti pada kegiatan huruf misteri, pola angka, bola huruf, matras huruf, kreasi kertas origami, 4. Elemen Capaian P3 ( Profil Pelajar Pancasila ) *Dimensi Beriman, bertaqwa, kepada Tuhan Yang Maha Esa - Anak mulai terbiasa mencontohkan kebiasaan pelaksanaan ibadah sehari-hari seperti sholat dhuha berjama’ah, sholat zuhur berjama’ah, capaian hapalan surat pendek dan doa harian - Berempati kepada teman, menolong teman yang membutuhkan pertolongan selama kegiatan sentra berlangsung. *Dimensi Bergotong Royong - Anak terbiasa menyimak informasi sederhana saat kegiatan pengaliran pilar karakter dan pijakan sebelum main dan mengungkapkan kembali dalam bahasa lisan saat pijakan setelah ( recalling ) ( keterampilan berelasi ) - Anak terbiasa mengenali kebutuhan nya dan menyampaikan nya secara lisan. *Dimensi Kreatif - Anak terbiasa menentukan pilihan tempat main dari beberapa tempat yang disajikan dan memilih teman yang diinginkan sesuai dengan keinginan nya. ( pengambilan keputusan yg bertanggung jawab ) Area Pengembangan yang hendak dicapai: 1) Mengembangkan lingkungan kelas yang memfasilitasi murid belajar secara nyaman a) Kenyamanan lingkungan belajar untuk memenuhi kebutuhan belajar murid b) Penggunaan komunikasi positif c) Penerapan disiplin d) Pemberian motivasi 2) Memandu proses belajar mengajar yang efektif a) Pembukaan proses belajar b) Muatan sosial-emosional dalam aktivitas pembelajaran c) Pendekatan dalam mendampingi murid d) Penggunaan strategi pembelajaran e) Penutupan proses belajar 3) Melakukan asesmen dan menyediakan umpan balik a) Pemberian umpan balik b) Pelaksanaan asesmen


35 Strategi yang dipersiapkan: 1. Pembelajaran Berdiferensiasi 2. Pembelajaran Sosial Emosional 3. Budaya Positif Catatan khusus Supervisor: o Persiapan kegiatan pembelajaran sudah baik, guru merencanakan strategi pembelajaran yang berfokus untuk mengembangan pembelajaran berdiferensiasi, PSE, dan budaya positif Disepakati bersama (Yayuk Purwanti) ( Riska Desriyanti) Supervisor Guru Supervisi Akademik dengan Pola Pikir Coaching e. Observasi Pembelajaran (90’) Observasi adalah aktivitas pengamatan oleh supervisor (PP) pada saat guru melaksanakan pembelajaran di kelas. Tujuan utama tahap ini adalah mengambil data atau informasi secara obyektif mengenai aspek pengembangan yang sudah disepakati. Pengamatan oleh supervisor menggunakan instrumen yang telah ditentukan sebelumnya dan fokus pada sasaran yang sudah disepakati (lihat hasil catatan pada lampiran 4). Namun dapat saja pada saat observasi ada hal-hal menarik di luar hal yang sudah disepakati yang ditemukan oleh supervisor (PP) yang dapat bermanfaat bagi guru dalam pengembangan kompetensi dirinya sebagai pemimpin pembelajaran yang berpihak pada murid. Hal-hal yang harus diperhatikan saat observasi pembelajaran: o Saat observasi, PP tidak boleh menganggu proses pembelajaran atau ikut membantu CGP dalam pembelajaran. PP hanya melakukan pengamatan, apakah sudah sesuai dengan perangkat yang sudah dibuat dan materi modul yang sudah dipelajari yaitu sudah menerapkan budaya positif, pembelajaran berdiferensiasi pembelajaran sosial-emosional dan budaya positif. o PP boleh melihat secara dekat aktivitas pembelajaran murid disaat murid mengerjakan tugas. Disini PP tetap tidak dibolehkan membantu murid dalam menyelesaikan masalah belajarnya, hanya boleh mengamati saja. o Usahakan saat proses observasi pembelajaran tidak terlalu sering keluar masuk kelas karena hal ini dapat menganggu kosentrasi murid dalam belajara. (ijin keluar jika benar-benar mendesak)


36 o Pastikan HP dalam keadaan nada getar (tidak diijinkan melakukan komunukasi dalam kelas dengan HP). Silahkan gunakan HP untuk mengambil foto proses pembelajaran. o Pencatatan aktivitas pembelajaran dilakukan pada lembar Observasi Praktik Mengajar Calon Guru Penggerak (Lampiran 5) Lampiran 5 Form Observasi Pembelajaran yang Berpusat pada Murid Pengantar: Keterampilan merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran yang berpusat pada murid merupakan salah satu kompetensi kunci yang diharapkan muncul pada peserta Pendidikan Guru Penggerak. Keberpusatan pada murid tersebut dapat dilihat dari (1) penumbuhan suasana kelas yang menerapkan disiplin positif; (2) pemenuhan kebutuhan belajar murid dalam proses pembelajaran; serta (3) penerapan strategi untuk mengembangkan kompetensi sosial dan emosional pada murid. Keseluruhan aspek tersebut akan diamati pada saat observasi praktik mengajar di kelas CGP. Observasi pembelajaran dilakukan pada Pendampingan Individu ke-4. Pengajar Praktik akan mengunjungi sekolah tiap CGP dan menjalankan serangkaian agenda supervisi klinis dengan pendekatan coaching. Selama observasi, Pengajar Praktik berfokus pada 3 kategori, di mana setiap kategori terdiri dari beberapa aspek, yaitu 1) Mengembangkan lingkungan kelas yang memfasilitasi murid belajar secara nyaman a) Kenyamanan lingkungan belajar untuk memenuhi kebutuhan belajar murid b) Penggunaan komunikasi positif c) Penerapan disiplin d) Pemberian motivasi 2) Memandu proses belajar mengajar yang efektif a) Pembukaan proses belajar b) Muatan sosial-emosional dalam aktivitas pembelajaran c) Pendekatan dalam mendampingi murid d) Penggunaan strategi pembelajaran e) Penutupan proses belajar 3) Melakukan asesmen dan menyediakan umpan balik a) Pemberian umpan balik b) Pelaksanaan asesmen Penilaian selama observasi ini memiliki dua fungsi, yaitu sebagai komponen nilai CGP dan juga pijakan PP dalam memandu proses percakapan pasca-observasi dengan pendekatan coaching. PP diharapkan membuat catatan tertulis selama observasi; membaca dengan baik indikator dari setiap aspek sebelum memberikan penilaian; serta segera melakukan input penilaian di dalam sistem yang disediakan di dalam LMS agar data lebih akurat.


37 INFORMASI OBSERVASI 1 Nama Calon Guru Penggerak Riska Desriyanti 2 Nama Sekolah Calon Guru Penggerak TK Rahmad Permata Bunda 3 Kelas 5 – 6 Tahun ( TK. B ) 4 Jumlah Murid 7 Orang 5 Nama Observer Yayuk Purwanti 6 Waktu Observasi Selasa, 04 April 2023 7 Waktu dimulainya kelas 08.10 8 Waktu dimulainya observasi 08.29 9 Waktu diakhirinya kelas 10.56 10 Waktu diakhirinya observasi 11.13 PETUNJUK UMUM OBSERVASI Pada setiap bagian pilihlah antara skor 1 – 4 yang paling menggambarkan perilaku calon guru penggerak selama praktik mengajar. Tuliskan angka 1/2/3/4 pada kolom Catatan: Skor 4 bukan berarti sempurna sehingga tetap dimungkinkan adanya saran pengembangan yang spesifik bagi guru dengan skor 4. Untuk itu, tuliskanlah catatan kualitatif dari setiap aspek yang diamati pada kolom yang tersedia. Contoh-contoh yang disediakan di lembar observasi ini hanya ilustrasi dan dapat disesuaikan dengan kondisi guru. OBSERVASI I Mengembangkan lingkungan kelas yang memfasilitasi murid belajar secara nyaman 1 1 2 3 4 Skor Catatan Guru tidak menunjukkan modifikasi lingkungan belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran, karakteristik murid dan kompetensi sosial emosional. Guru melakukan modifikasi lingkungan belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran (kebutuhan belajar akademik). Guru melakukan modifikasi lingkungan belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran dan mempertimbangkan karakteristik murid. Guru melakukan modifikasi lingkungan belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran, karakteristik murid, dan tujuan pembelajaran sosial dan emosional. 4 Guru telah memodi fikasi lingkun gan belajar sesuai dengan tujuan pembel ajaran, karakter itik murud, dan KSE


38 "Penggunaan Komunikasi Positif” Terdapat 3 kriteria komunikasi positif: 2 (2a) Interaktif: o adanya timbal balik antara murid dan guru; adanya timbal balik juga antara murid dengan murid. Contoh perilaku guru: Interaksi terjadi dua arah (tidak didominasi oleh guru saja). o Mendorong interaksi antarmurid pada saat pembelajaran (mendorong murid untuk mengekspresikan pendapatnya, perasaannya, pilihannya. Validasi perasaan)." 1 2 3 4 Skor Catatan Guru mendominasi interaksi dan hanya memberikan sedikit kesempatan kepada murid untuk berpendapat (metode ceramah satu arah). Pada satu jam pelajaran, sebagiannya (50%) guru melakukan komunikasi satu arah dan sebagiannya lagi guru memberikan kesempatan kepada murid untuk berpendapat. Guru melakukan komunikasi secara timbal balik dengan muridnya (gurumurid). Guru melakukan komunikasi secara timbal balik dengan muridnya (gurumurid) dan juga memberikan kesempatan kepada muridnya untuk saling berinteraksi (murid-murid). 4 Guru telah melaku kan komuni kasi timbal balik gurumurid. (2b) Empatik: guru ingin tahu dan mencoba memahami sudut pandang murid. Contoh perilaku guru: o Guru mendengarkan secara aktif pendapat/penjelasan dari murid. o Guru mengajukan pertanyaan untuk mengklarifikasi pendapat/penjelasan murid. 1 2 3 4 Skor Catatan Guru berasumsi tentang kondisi murid tanpa mengklarifikasi terlebih dahulu. Guru mendengarkan pendapat murid yang relevan dengan topik atau pertanyaan yang diajukan oleh guru saja. "Guru berupaya mencari tahu apa yang sedang dikerjakan dan dipikirkan oleh muridnya, namun hanya berhasil melakukannya pada sedikit murid. Guru mendengarkan dengan aktif pendapat yang disampaikan oleh semua murid." "Guru mencari tahu apa yang sedang dikerjakan dan dipikirkan oleh muridnya. Guru mendengarkan dengan aktif pendapat yang disampaikan oleh semua murid." 4 Guru tahu apa yang sedang dikerjak an murid dan guru telah menden garkan dengan aktif pendap at murid.


39 (2c) Emosi positif: guru mengekspresikan emosi positif selama berinteraksi dengan murid Contoh perilaku guru: o tidak menggunakan kata bermuatan negatif yang dapat merendahkan diri murid. o menunjukkan ekspresi emosi positif (seperti: senyum, pandangan mata diarahkan pada murid, emosi senang, antusias, ramah, dll.) o merespon tanggapan murid dengan tetap menghargai dan mengapresiasi pendapat murid. 1 2 3 4 Skor Catatan Guru berasumsi tentang kondisi murid tanpa mengklarifikasi terlebih dahulu. Guru mendengarkan pendapat murid yang relevan dengan topik atau pertanyaan yang diajukan oleh guru saja. "Guru berupaya mencari tahu apa yang sedang dikerjakan dan dipikirkan oleh muridnya, namun hanya berhasil melakukannya pada sedikit murid. Guru mendengarkan dengan aktif pendapat yang disampaikan oleh semua murid. "Guru mencari tahu apa yang sedang dikerjakan dan dipikirkan oleh muridnya. Guru mendengarkan dengan aktif pendapat yang disampaikan oleh semua murid." 4 Guru telah menden garkan dengan aktif pendap at murid dan mencari tahu apa yang sedang dikerjak an murud. (2c) Emosi positif: guru mengekspresikan emosi positif selama berinteraksi dengan murid Contoh perilaku guru: o tidak menggunakan kata bermuatan negatif yang dapat merendahkan diri murid. o menunjukkan ekspresi emosi positif (seperti: senyum, pandangan mata diarahkan pada murid, emosi senang, antusias, ramah, dll.) o merespon tanggapan murid dengan tetap menghargai dan mengapresiasi pendapat murid. 1 2 3 4 Skor Catatan Guru menggunakan kata-kata bermuatan negatif. Guru menampilkan ekspresi emosi yang tidak konsisten (antara emosi negatif dan positif) Guru menampilkan ekspresi emosi yang positif dan emosi netral secara bergantian. Guru menampilkan ekspresi emosi yang positif secara konsisten (menampilkan emosi senang, antusias, ramah) 4 Guru selama proses pembel ajaran telah menam pilkan emosi senang, atusias, dan ramah.


40 3 Penerapan Disiplin Guru berupaya menerapkan prinsip restitusi; yaitu menguatkan dan mengajarkan murid bahwa kesalahan dapat menjadi kesempatan untuk belajar. Restitusi juga menekankan refleksi diri murid tentang apa yang bisa mereka lakukan ketika melakukan kesalahan. 1 2 3 4 Skor Catatan "Posisi Penghukum Guru menggunakan hukuman, sindiran, dan kritik untuk mendisiplinkan murid. Guru akan mengekspresikan kemarahan ketika murid melakukan kesalahan dengan menghardik, membentak, atau menunjuk-nunjuk. Posisi Pembuat Merasa Bersalah Guru mendiamkan murid atau menggunakan katakata yang membuat murid merasa bersalah (seolah-olah guru/orang tua/murid lain akan menderita akibat kesalahannya). Contoh: Jika kamu terus seperti itu, Ibu bisa jantungan, kasihan orang tua kamu." "Posisi Teman Guru menggunakan pertemanan dan humor untuk memberikan pengaruh pada murid. Guru seringkali memberikan pembelaan, pembenaran atau memberikan penjelasanpenjelasan atas perilaku yang dilakukan murid. Contoh: ""Ayo bantu bapak melakukan ini ya. Ya sudah, untuk sekarang tidak apa-apa kamu melakukannya namun berikutnya tolong diikuti ya. "Posisis Pemantau/Monitor Guru menerapkan kedisiplinan dengan menggunakan peraturan dan konsekuensi yang disepakati bersama murid. Guru berusaha untuk memberikan bukti objektif, menekankan pada pencatatan dan pengukuran dalam mendisiplinkan murid. Konsekuensi yang diberikan berhubungan dengan peraturan yang dilanggar murid. Contoh: Menggunakan checklist (daftar periksa), poin, atau alat lainnya. Atau dengan mengatakan, "Peraturan apa yang kamu langgar? Apa konsekuensinya? "Posisi Manajer Guru menggunakan prinsip restitusi bahwa kesalahan wajar terjadi dan mereka menerima kesalahan murid. Guru bertanya pada murid alasan mereka melakukan kesalahan dan membantu mereka mencari jalan keluar. Guru tipe ini kadang menggunakan posisi pemantau dan manajer pada murid di situasi tertentu. Contoh: "Apa yang akan kamu lakukan sekarang? Apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi kesalahan ini? 4 Guru mempu nyai buku catatan kesepak atan kelas dan menggu nakan prinsip restitusi . 4 Pemberian Motivasi Guru mendorong murid untuk mau dan semangat belajar. 1 2 3 4 Skor Catatan Guru mendorong murid untuk belajar dengan cara memberikan hukuman/konsekuen si negatif. Contoh: Jika kamu tidak mengumpulkan tugas, Ibu tidak akan Guru mendorong perilaku belajar murid dengan menyampaikan ekspektasi guru dan memberikan konsekuensi positif. Contoh: Coba kamu lebih rajin, Guru mendorong kemauan murid untuk belajar dengan cara mengingatkan tentang pentingnya pembelajaran terhadap diri mereka dan menyemangati mereka pada Guru menumbuhkan keinginan belajar murid dengan cara memberikan kesenangan, semangat, dan minat murid selama sesi pembelajaran. Guru sudah merang cang pembel ajaran sesuai dengan minat murid dengan


41 mengizinkan kamu ikut kelas berikutnya. pasti kamu sudah bisa juara satu. beberapa aktivitas pembelajaran. Contoh: Ibu/Bapak ingin kalian mempelajari topik ini dengan sungguh-sungguh karena ini akan berguna ketika kalian besar nanti." Contoh: Guru merancang pembelajaran yang sesuai dengan minat murid. Ternyata Matematika itu seru ya. Kira-kira minggu depan kalian ingin belajar apa ya, biar tambah semangat? 4 menggu nakan pembel ajaran berdifer ensiasi sehingg a murid senang, semang at untuk belajar. TOTAL SKOR OBSERVASI I (1 + 2a + 2b+ 2c + 3 + 4) = (4+4+4+4+4+4+4) = 28 OBSERVASI II Memandu proses belajar mengajar yang efektif 1 Pembukaan Proses Belajar (1) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dari sesi tersebut. (2) Guru menghubungkan materi pembelajaran sebelumnya dengan tujuan pembelajaran sesi tersebut. (3) Guru menyampaikan relevansi tujuan/materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari/ Menyampaikan pentingnya materi tersebut untuk kehidupan murid (4) Guru menjelaskan rangkaian aktivitas yang akan dilakukan pada sesi pembelajaran. 1 2 3 4 Skor Catatan Guru langsung memulai pembelajaran tanpa menyebutkan tujuan yang akan dipelajari. Guru hanya menyampaikan tujuan pembelajaran dan tidak menjelaskan rangkaian aktivitas yang akan dilakukan. Guru memastikan murid memahami tujuan pembelajaran yang diharapkan dan rangkaian aktivitas yang akan dilakukan Guru memastikan murid memahami tujuan pembelajaran yang diharapkan dan rangkaian aktivitas yang akan dilakukan, serta mendiskusikan bersama murid keterkaitan dari topik yang dibahas dengan materi lain dan dengan kehidupan seharihari. 4 Guru telah menya mpaika n tujuan pembel ajaran dan menjela skan rangkai an aktivita s yang akan dilakuk an selama proses


42 pembel ajaran 2 Muatan Sosio-Emosional dalam Aktivitas Pembelajaran 1 2 3 4 Skor Catatan Aktivitas pembelajaran yang diberikan hanya bermuatan akademik Ada aktivitas yang membuat murid bersemangat, bersenangsenang, atau kembali fokus ke pembelajaran (seperti: ice breaking atau energizer) namun tidak dimanfaatkan secara eksplisit untuk menguatkan kompetensi sosial-emosional dan terpisah dari muatan akademik yang sedang dipelajari Aktivitas yang menguatkan kompetensi sosialemosional murid telah diintegrasikan ke dalam pembelajaran pada: tahap pembukaan yang hangat, tahap inti yang melibatkanmenantangmenyenangkan, dan tahap penutup yang optimistik namun masih terpisah dari materi akademik yang sedang dipelajari Aktivitas yang menguatkan kompetensi sosialemosional murid telah diintegrasikan ke dalam pembelajaran pada: tahap pembukaan yang hangat, tahap inti yang melibatkanmenantangmenyenangkan, dan tahap penutup yang optimistik dengan cara meleburkannya dengan muatan akademik yang sedang dipelajari 4 Guru telah melaku kan Kompet ensi Sosial – Emosio nal dalam pembel ajaran mulai dari kegiata n awal semang at dan hangat, pada kegiata n inti pembel ajaran menant ang, menyen angkan dan pada tahap penutup sosial emosio nal sangat baik sekali. 3 Pendekatan dalam Mendampingi murid Guru memberikan scaffolding untuk membantu murid yang mengalami kesulitan. Scaffolding yang dimaksud adalah suatu teknik pembelajaran di mana murid diberikan sejumlah bantuan, kemudian perlahanlahan diadakan pengurangan terhadap bantuan tersebut hingga pada akhirnya, murid dapat menunjukkan kemandirian yang lebih besar dalam proses pembelajaran. 1 2 3 4 Skor Catatan Guru mendiamkan dan membiarkan murid untuk Guru memberikan arahan dan solusi secara langsung pada murid ketika Guru melakukan scaffolding untuk membantu murid Guru melakukan scaffolding untuk membantu murid sesuai dengan Guru telah member ikan


43 mengerjakan sendiri tugas yang diberikan. mereka mengerjakan tugas. yang mengalami kesulitan. kebutuhan belajar mereka. Muridmurid dapat mengerjakan tugasnya secara mandiri sebagai hasil dari proses scaffolding yang dilakukan guru. 3 arahan dan solusi secara langsun g pada murid ketika mengerj akan tugas. 4 Penggunaan Strategi Pembelajaran 1 2 3 4 Skor Catatan Guru hanya menggunakan satu strategi belajar di sepanjang satu sesi ATAU Guru menggunakan strategi pembelajaran namun kesulitan untuk melibatkan murid secara aktif dalam pembelajaran. Guru menggunakan beberapa strategi pembelajaran dan berusaha mendorong siswa untuk terlibat secara aktif dalam pembelajaran serta berusaha mendorong pengembangan keterampilan penting, namun belum konsisten hingga akhir sesi. Guru menggunakan beberapa strategi pembelajaran yang relevan untuk melibatkan siswa secara aktif di sepanjang pembelajaran dan mendorong pengembangan keterampilan penting. Guru dengan lancar memodifikasi strategi, materi, dan pengelompokan untuk mengoptimalkan kesempatan siswa untuk belajar dan memenuhi kebutuhan belajar mereka. Siswa terlibat aktif sepanjang pembelajaran dan fokus dalam pekerjaan yang tidak hanya mengembangkan keterampilan namun menantang mereka menjadi pemecah masalah. 4 Guru telah memodi fikasi pembel ejaran berdifer ensiasi, PSE dan budaya positif dalam proses pembel ajaran dari awal sampai akhir 5 Penutupan Proses Belajar (1) Guru mengajak murid mengambil rangkuman dan kesimpulan dari pembelajaran sesi tersebut (2) Guru bersama murid merefleksikan pembelajaran (3) Guru mengapresiasi kemajuan yang dicapai murid 1 2 3 4 Skor Catatan Guru menutup kelas tanpa memberikan kesimpulan pembelajaran. Guru hanya berfokus pada menyebutkan materi ajar pada pertemuan sesi tersebut, tetapi tidak berusaha menyimpulkan pembelajaran lainnya yang nonakademik. Guru menyimpulkan dan memberitahu murid pembelajaran apa lagi yang didapatkan selain tentang materi ajar (misalnya terkait dengan keterampilan sosial emosional yang dipelajari) Guru mengajak murid menyimpulkan, merefleksikan halhal yang sudah dipelajari (baik dari sisi akademik, sosial, dan emosional), serta mengapresiasi kemajuan atau 4 Guru telah mengaj ak siswa untuk menyim pulkan dan merefle ksikan hal


44 perubahan positif yang dicapai murid. yang sudah dipelaja ri dengan baik TOTAL SKOR OBSERVASI II (1 + 2 + 3 + 4 + 5) = (4+4+3+ 4+4) = 19 OBSERVASI III Melakukan asesmen dan menyediakan umpan balik 1 Pemberian Umpan Balik 1 2 3 4 Skor Catatan Guru memberikan umpan balik yang menyinggung pribadi murid (contoh: menyalahkan murid karena sifatnya) "Guru hanya memberikan umpan balik secara umum terhadap produk seluruh murid. ATAU Guru hanya memberikan komentar singkat dengan kata, ""Mantap/Kerja yang bagus/Keren/sejen isnya"" saja." Guru memberikan umpan balik yang konkret (jelas) terhadap produk murid yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Guru memberikan umpan balik yang konstruktif (jelas dan mengandung saran pengembangan) bukan hanya terhadap produk murid tetapi juga proses belajar mereka (contoh: bagaimana strategi berpikir murid, bagaimana murid menyelesaikan masalah, teknik komunikasi yang dilakukan murid) 4 Guru telah member ikan umpan balik terhada p produk murid dan bagaim ana menyel esaikan masalah dan teknik komuni kasi yang dilakuk an murid Fungsi Asesmen Asesmen meliputi: (1) Assessment of learning Penilaian yang dilaksanakan setelah proses pembelajaran selesai. (2) Assessment for learning Penilaian yang dilakukan selama berlangsungnya proses pembelajaran dan biasanya digunakan sebagai dasar untuk melakukan perbaikan proses belajar mengajar.


45 2 (3) Assessment as learning Penilaian sebagai proses belajar dan melibatkan murid-murid secara aktif dalam kegiatan penilaian tersebut. (4) Differentiated assessment Menetapkan bentuk asesmen (contoh latihan soal, tugas laporan) sesuai dengan kemampuan murid (misal: membedakan jenis soal untuk murid yang cerdas berbakat dengan murid biasa. Atau murid yang cepat menangkap dengan murid yang lebih lambat) 1 2 3 4 Skor Catatan Saat proses pembelajaran berlangsung, tidak terjadi proses penilaian. Saat proses pembelajaran berlangsung, terjadi proses penilaian, namun tidak terlalu berkaitan dengan tujuan pembelajaran. Saat pembelajaran berlangsung, terjadi proses penilaian dan terdapat bukti penilaian yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Saat pembelajaran berlangsung, terjadi proses penilaian yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Terdapat bukti adanya upaya guru melakukan diferensiasi untuk memenuhi kebutuhan belajar murid dan memastikan murid memahami proses penilaian yang dilakukan. 4 Guru telah melaku kan penilaia n sesuai tujuan pembel ajaran yang dilakuk an dengan pembel ajaran berdifer ensiasi sesuai kebutuh an murid. TOTAL SKOR OBSERVASI III (1 + 2) = (4+4) = 8


46 PENILAIAN OBSERVASI PRAKTIK GURU PENGGERAK Total Skor Observasi I (A) 28 Total Skor Observasi II (B) 19 Total Skor Observasi III (C) 8 NILAI AKHIR 98,2142 Catatan Umum dan Umpan Balik untuk Calon Guru Penggerak Pembelajaran yang dilakukan Bu Riska sangat aktif dan kreatif dan afektif untuk anak 5 – 6 Tahun ( TK. B ). Sesuai perlakuan dengan kondisi yang ada di TK. . Bu Riska telah menciptakan suasana yang menyenangkan dengan bahasa tutur kata disertai raut wajah ceria dan bahasa tubuh. Sehingga timbul motivasi dan minat belajar yang menyenangkan. Tanda Tangan Observer Yayuk Purwanti e. Pasca Observasi (30’) Dalam proses percakapan pasca-observasi ini, supervisor (PP) dan guru (CGP) secara bersama memahami tujuan percakapan dan saling percaya akan tahapan kegiatan yang berlangsung. Percakapan pasca-observasi berisikan aktivitas berikut: o Menyampaikan tujuan percakapan dan hasil analisis data observasi kepada CGP o Melakukan percakapan umpan balik. Dalam percakapan PP menemukan area pengembangan dan perbaikan diri yang hendak dilakukan. Catat hasil umpan balik pada lampiran 6 . o Percakapan perencanaan area pengembangan o Rencana aksi pengembangan diri. Hasil perencanaan aksi pengembangan diri dicatat pada lampiran 7.


47 lampiran 6 Lembar Catatan Percakapan Pasca-Observasi Kelas Hari/ Tanggal : Selasa, 04 April 2023 Sekolah : TK Rahmad Permata Bunda Nama Guru : Riska Desriyanti Kelas : 5 – 6 Tahun ( TK. B ) Topik : Trasportasi Waktu Percakapan : 10.57 Lampiran: Lembar Catatan Observasi Catatan Refleksi Guru: Kegiatan pembelajaran berjalan dengan baik sesuai dengan yang direncanakan. Seluruh langkah – langkah pembelajaran berjalan sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Guru berusaha dengan baik dalam pengelolaan kelas dan murud dapat berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Akan tetapi ada beberapa hal yang menjadi catatan saya dan dapat digunakan sebagai refleksi guru 1) Pendekatan dalam mendampingi murid Guru belum memberikan scanffolding untuk membantu murid yang mengalami kesulitan. Scaffolding yang dimaksud adalah suatu teknik pembelajaran di mana murid diberikan sejumlah bantuan, kemudian perlahan-lahan diadakan pengurangan terhadap bantuan tersebut hingga pada akhirnya, murid dapat menunjukkan kemandirian yang lebih besar dalam proses pembelajaran. Topik percakapan dan catatan: Apa yang menjadi hambatan/kendala saat pelaksanaan proses pembelajaran? Yang menjadi kendala saya saat pelaksanaan proses pembelajaran adalah memfokuskan murid belajar, karena anak 5 – 6 Tahun ( TK. B ) kalau gagal fokus susah untuk belajar Apa ibu sudah puas dengan pembelajaran yang ibu lakukan? Menurut saya tidak ada rasa puas, karena untuk kedepannya kita menginginkan hal yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Saya pribadi menilai puas itu misalnya pada pertemuan hari ini anak bisa menyerap apa yang saya ajarkan, berarti tujuan saya tercapai berarti saya puas untuk pertemuan itu. Apa hal – hal positif yang telah ibu lakukan selama proses pembelajaran? Ketika saya bisa menggunakan vidio untuk membantu proses belajar, dan menggunakan media yang lebih inovatif lagi dan membuat pembelajaran menyenangkan. Apa yang akan ibu rubah untuk pertemuan selanjutnya? Untuk pertemuan berikutnya saya akan mempersiapkan bahan ajar dengan ekstra supaya saya tetap dapat menciptakan pembelajaran yang berpihak pada peserta didik.


48 Rencana Tindak Lanjut: 1. Memperbaiki kegiatan kegiatan yang belum terlaksana dengan maksimal 2. Supaya kedepannya dapat terus menciptakan pembelajaran yang inovatif dan berpihak pada murid. Disepakati bersama (Yayuk Purwanti) (Riska desriyanti) Supervisor Guru Supervisi Akademik dengan Pola Pikir Coaching


49 lampiran 7 Lembar Rencana Pengembangan Diri Nama Guru : Riska desriyanti Tahun pelajaran : 2022/2023 NIK : - Sekolah : TK Rahmad Permata Bunda Coach/Supervisor 1.Yayuk Purwanti Kelas : 5 – 6 Tahun ( TK. B ) Topik : Trasportasi No Aktivitas Pengembangan Tujuan yang hendak dicapai Ukuran Keberhasilan Pendukung Waktu 1 Mengembangkan lingkungan kelas yang memfasilitasi murid belajar secara nyaman o Guru Membuat kenyamanan lingkungan belajar untuk memenuhi kebutuhan belajar murid o Membuat suasana ruangan yang berbeda o Menggunakan media pembelajaran dan praktek o Menggunakan teknologi o Menciptakan lingkungan kelas yang bersih o Murid belajar lebih aktif dan kreatif dan mandiri o Murid belajar lebih fokus o Memperindah kelas o Menggunakan media yang bervariasi o Laptop, in fokus, internet o Pembelajaran berikutnya o Pembelajaran berikutnya o Pembelajaran berikutnya o Guru Menggunakan komunikasi positif o Menggunakan komunikasi yang mudah dimengerti oleh murid o Murid lebih cepat paham dan tahu apa yang disampaikan guru o Menjadi pendengar yang baik dan aktif o Pembelajaran berikutnya o Guru Menerapkan disiplin o Melaksanakan kesepakatan kelas untuk belajar lebih nyaman o Membiasakan budaya positif o Membuat kesepakatan belajar o Pembelajaran berikutnya o Guru Memberi motivasi o Memberikan kata-kata motivasi o memberiakan siswa pujian o Berkomunikasi dan menunjukkan rasa peduli terhadap murid o Memberikan pujian dan apresiasi o Menyiapkan cerita yang memotivasi o Menyiapkan kata-kata pujian dan apresiasi yang membuat murit o Pembelajaran berikutnya o Pembelajaran berikutnya


50 termotivasi untuk melakukan yang terbaik 2 Memandu proses belajar mengajar yang efektif o guru Membuka proses belajar o Memastikan murid memahami tujuan pembelajaran dan rangkaian kegiatan yang akan di lakukan o Keaktifan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran. o Media pembelajaran yang menarik. o Pembelajaran berikutnya o Guru melakukan Muatan sosialemosional dalam aktivitas pembelajaran o Aktivitas yang menguatkan KSE telah diintegrasikan dalam pembelajaran pada tahap pembukaan yang hangat, tahap inti yang melibatkan, menantang, menyenangkan dan tahap penutup dengan optimal o Murid bisa fokus untuk belajar o Ruang kelas yang tenang dan tidak ada orang lain selain guru o Pembelajaran berikutnya o Guru Melakukan Pendekatan dalam mendampingi murid o Melakukan scaffolding untuk membantu murid sesuai kebutuhan belajar murid o Tumbuhnya sikap-sikap positif pada murid o Kemampuan pedagogi yang baik. o Pembelajaran berikutnya o Guru Menggunakan strategi pembelajaran o Mendorong murid melakukan kegiatan mulai dari diri, eskplorasi konsep,ruang kolaborasi, demontrasi kontekstual o Murid mampu melakukan kegiatan mulai dari diri, eskplorasi konsep,ruang kolaborasi, demontrasi kontekstual o Media pembelajaran yang mendorong pembelejaran berdiferensias i o Pembelajaran berikutnya


Click to View FlipBook Version