51 o Guru Menutup proses belajar o Mengajak murid menyimpulkan mereflekasikan hal-hal yang sudah dipelajari serta mengapresiasi kemajuan/perub ahan positif yang dicapai murid o dapat menyimpulkan, merefleksikan apa yang sudah dipelajari o Kemampuan komunikasi guru. o Pembelajaran berikutnya 3 Melakukan asesmen dan menyediakan umpan balik o Guru Memberikan umpan balik o Memberikan umpan balik dengan jelas terhadap proses pembelajaran yang telah dilakukan o Dapat menyelesaikan tugas sesuai tujuan pembelajaran o Guru mencatat perilaku dan sikap murid selama proses pembelajaran o Pembelajaran berikutnya o Guru Melaksanakan asesmen o Melakukan penilaian selama proses pembelajaran o Belajar sesuai bakat dan minatnya o Guru memahami proses penilaian o Pembelajaran berikutnya Disepakati Bersama Hari : Selasa Guru Supervisor Tanggal : 04 April 2023 (Riska Desriyanti) (Yayuk Purwanti)
52 Bagian akhir pendampingan (15’) d. Melakukan refleksi terhadap proses pendampingan saat ini: Pertanyaan Respon CGP o Apa yang sudah baik dan yang perlu Bapak/Ibu perbaiki ke depannya pada pembelajaran tadi? o Yang perlu diperbaiki adalah terus belajar dan semangat terus menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, KSE, dan budaya positif o Sejauh apa pendampingan saat ini membantu Bapak/ Ibu mengimplementasikan pembelajaran yang berpihak kepada murid? o Hal-hal apa saja yang perlu diperbaiki untuk ke depannya? o Sangat membantu sekali karena dapat belajar dan bertukar pikiran dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, KSE, dan budaya positif o Bimbingan dan arahan uantuk lebih baik lagi o sudah baik dalam berbagi praktik baik e. Jika ada hal-hal terkait pembelajaran daring yang perlu diketahui oleh fasilitator, maka perlu dicatat dalam Jurnal Komunikasi di LMS. f. Mengingatkan CGP untuk menyiapkan diri untuk pendampingan individu 5. Aktivitas persiapan: o Kelengkapan bahan yang harus disiapkan CGP untuk PI 5 adalah: Mengajak satu orang rekan sejawat untuk dibimbing dan dicoaching pada PI 5. Penetapan jadwal observasi pembelajaran. Pelaksanaan observasi pembelajaran minimal 2 jam pelajaran dan dapat dilakukan secara daring ataupun luring (disesuaikan dengan kebijakan sekolah) Membimbing rekan sejawat dalam menyusun RPP dan juga melakukan koreksi terhadap RPP yang disusun. Hasil koreksiksi CGP dijadi dasar perbaikan RPP oleh rekan sejawat.
53 o Aktivitas Coaching untuk supervisi akademik Untuk melakukan aktivitas ini, CGP harus mengikuti instruksi yang ada dalam modul 2.3 pada bagian aksi nyata. Pastikan CGP melakukan: Proses pra-observasi. Hasil catatan saat proses ini diserahkan kepada PP saat pendampingan individu 5 (CGP menggunakan instrument praobservasi di modul 2.3) Proses observasi pembelajatan. Hasil catatan saat proses ini diserahkan kepada PP saat pendampingan individu 5 (CGP menggunakan instrument observasi pembelajaran di modul 2.3) o Setiap aktivitas CGP saat melakukan pra-observasi dan observasi pembelajaran, PP tetap melakukan pemantauan dan diskusi melalui WA/HP/tatap muka virtual. PI.4.3. Rencana Tindak Lanjut Pendamping mengembangkan Rencana Tindak Lanjut (RTL) untuk proses pendampingan selanjutnya, tuliskan apa saja yang akan di rencanakan oleh pendamping terkait proses pendampingan berikutnya, perhatikan apa saja yang telah dipelajari oleh CGP dan capain apa saja yang mungkin telah tercapai saat pendampingan berikutnya, ada baiknya komunikasi ke fasilitataor untuk menghasilkan pendampingan yang maksimal.
54 C. Hari Rabu, 5 April 2023 di SDN 94/IX Danau Sarang Elang dengan CGP Antar Alhadi Bagian Awal Pendampingan (20’) a. Menyapa dan menanyakan kabar Calon Guru Penggerak Assalamualaikum Wr.Wb./ Selamat siang Pak Antar Bagaimana kabarnya Pak Antar? Alhamdulillah. Selalu jaga kesehatan ya Pak Antar dan jangan lupa bahagia. b. Menjelaskan tentang fokus pendampingan Observasi kelas CGP untuk melihat penerapan dari modul budaya positif, pembelajaran berdiferensiasi dan pembelajaran sosial-emosional Penilaian Observasi Praktik Pembelajaran c. Menjelaskan aktivitas pendampingan yang akan dilakukan yaitu: Pendampingan individu bertujuan untuk membantu CGP menerapkan hasil pembelajaran daring dan lokakarya sehingga CGP Mampu: 1. Mengembangkan diri sendiri dan juga guru lain dengan cara melakukan refleksi, berbagi, dan kolaborasi 2. memiliki kematangan moral, emosional, dan spritual untuk berperilaku sesuai kode etik 3. merencanakan, menjalankan , merefleksikan, dan mengevaluasi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan melibatkan orang tua. d. Pengajar Praktik menanyakan apa saja proses yang sudah berjalan selama satu bulan terakhir, menanyakan rencana tindak lanjut dari pendampingan sebelumnya, serta hal-hal yang dianggap sebagai capaian selama satu bulan terakhir (berdasarkan Jurnal Pemanatauan Pembelajaran Daring) Berdasarkan jurnal hasil pemantauan pembelajaran daring modul 2.3 o Terima kasih Pak Antar sudah menyelesaikan aktivitas pembelajaran di modul 2.3 dengan baik dan sangat aktif dan antusias menyelaesaikan semua tugas-tugas di LMS. o Boleh Pak Antar ceritakan kegiatan mulai dari diri sampai elaborasi pemehaman yang telah dipelajari di modul 2.3. Respon CGP: o Mulai dari kegiatan Mulai dari Diri saya menjawab 5 pertanyaan reflektif terkait dengan supervisi akademik dan pengembangan kompetensi diri. saya juga menjawab 2 pertanyaan reflrksi tentang harapan saya terhadap pembelajaran modul 2.3. o Pada kegiatan Eksplorasi Konsep saya dapat menyelesaikan semua aktifitas eksplorasi konsep modul 2.3 dan 2.4 Supervisi Akademik dengan Paradigma Berpikir Coaching. o Pada kegiatan ruang kolaborasi 1 dan 2 saya telah praktik Coaching bersama dengan kelompok yang telah ditentukan oleh fasilitator. Pada saat praktik Coaching saya menggunakan alur TIRTA. o Pada Kegiatan Demontrasi Kontekstual kmi mendapat tugas praktik Coaching mulai dari tahapan Pra Observasi Praktik Percakapan Coaching, kemudian Tahap Observasi Praktik percakapan Coaching dan tahap Pasca Observasi melakukan refleksi dan menyampaikan hasil observasi kepada Coach
55 o Pada kegiatan di ruang kolaborasi pemahaman belajar bersama Instruktur Nasional Ibu Elliza. e. Mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih telah berbagi praktik baik yang sudah dilakukan dari pembelajaran daring. Terimakasih Pak Antar telah berpartisipasi aktif dalam pembelajaran daring. Luar biasa karya Pak Antar tetap semangaattt berkarya Pak Antar. f. Pengajar Praktik memastikan RPP yang dibuat CGP sudah direvisi berdasarkan masukan yang diberikan PP. g. Menyiapkan lembar Observasi Praktik Mengajar Calon Guru Penggerak (Lampiran 5) Bagian Inti Pendampingan (135’) a. Ketentuan o Observasi pembelajaran dilakukan di kelas CGP baik secara luring atau daring (disesuaikan dengan kebijakan sekolah) o Observasi dilakukan minimal 2 (dua) jam pelajaran dengan durasi menit disesuaikan dengan jenjang sekolah. b. Pra- Observasi (15’) Pertemuan pra-observasi ini merupakan percakapan yang membangun hubungan antara guru (CGP) dan supervisor (PP) sebagai mitra dalam pengembangan kompetensi diri . Percakapan pra-observasi ini berlangsung selama 15 menit, dengan menggunakan percakapan coaching untuk perencanaan, supervisor dapat mencatat apa yang menjadi sasaran pengembangan guru dan menginformasikan kepada guru prosedur supervisi klinis ini. Adapun yang harus dilakukan oleh supervisor adalah: o Supervisor menyampaikan tujuan besar supervisi dan tujuan dari percakapan awal. o Guru menyampaikan rancangan pelaksanaan pembelajaran dan menginformasikan aspek perkembangan yang hendak diobservasi o Supervisor dan guru menyepakati sasaran observasi, waktu kunjungan kelas dan waktu percakapan pasca-observasi o Supervisor menginformasikan bahwa ia akan mencatat kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru di kelas
56 Percakapan pra-observasi baiknya berlangsung dengan suasana santai dan kekeluargaan dan dengan semangat positif. Hasil percakapan pra-observasi dicatat pada Lampiran 4. Lampiran 4 Lembar Catatan Percakapan Pra-Observasi Kelas Hari/ Tanggal : Rabu, 05 April 2023 Sekolah : T : SDN 94/IX Danau Sarang Elang Nama Guru : Antar Alhadi Kelas : IV Mata Pelajaran : IPA Waktu Percakapan : 08.28 Tujuan Pembelajaran: 1. Siswa dapat menganalisis minimal 3 bagian-bagian tumbuhan tomat dan fungsinya melalui pengamatan gambar tanaman tomat dan vidio yang disajikan di dalam diskusi kelompok dengan cermat 2. Siswa dapat menyajikan hasil diskusi kelompok melalui presentasi tentang bagianbagian tumbuhan tomat dan fungsinya dengan percaya diri. Area Pengembangan yang hendak dicapai: 1) Mengembangkan lingkungan kelas yang memfasilitasi murid belajar secara nyaman a) Kenyamanan lingkungan belajar untuk memenuhi kebutuhan belajar murid b) Penggunaan komunikasi positif c) Penerapan disiplin d) Pemberian motivasi 2) Memandu proses belajar mengajar yang efektif a) Pembukaan proses belajar b) Muatan sosial-emosional dalam aktivitas pembelajaran c) Pendekatan dalam mendampingi murid d) Penggunaan strategi pembelajaran e) Penutupan proses belajar 3) Melakukan asesmen dan menyediakan umpan balik a) Pemberian umpan balik b) Pelaksanaan asesmen Strategi yang dipersiapkan: 1. Pembelajaran Berdiferensiasi 2. Pembelajaran Sosial Emosional 3. Budaya Positif
57 Catatan khusus Supervisor: o Persiapan kegiatan pembelajaran sudah baik, guru merencanakan strategi pembelajaran yang berfokus untuk mengembangan pembelajaran berdiferensiasi, PSE, dan budaya positif Disepakati bersama (Yayuk Purwanti) ( Antar Alhadi) Supervisor Guru Supervisi Akademik dengan Pola Pikir Coaching f. Observasi Pembelajaran (90’) Observasi adalah aktivitas pengamatan oleh supervisor (PP) pada saat guru melaksanakan pembelajaran di kelas. Tujuan utama tahap ini adalah mengambil data atau informasi secara obyektif mengenai aspek pengembangan yang sudah disepakati. Pengamatan oleh supervisor menggunakan instrumen yang telah ditentukan sebelumnya dan fokus pada sasaran yang sudah disepakati (lihat hasil catatan pada lampiran 4). Namun dapat saja pada saat observasi ada hal-hal menarik di luar hal yang sudah disepakati yang ditemukan oleh supervisor (PP) yang dapat bermanfaat bagi guru dalam pengembangan kompetensi dirinya sebagai pemimpin pembelajaran yang berpihak pada murid. Hal-hal yang harus diperhatikan saat observasi pembelajaran: o Saat observasi, PP tidak boleh menganggu proses pembelajaran atau ikut membantu CGP dalam pembelajaran. PP hanya melakukan pengamatan, apakah sudah sesuai dengan perangkat yang sudah dibuat dan materi modul yang sudah dipelajari yaitu sudah menerapkan budaya positif, pembelajaran berdiferensiasi pembelajaran sosial-emosional dan budaya positif. o PP boleh melihat secara dekat aktivitas pembelajaran murid disaat murid mengerjakan tugas. Disini PP tetap tidak dibolehkan membantu murid dalam menyelesaikan masalah belajarnya, hanya boleh mengamati saja. o Usahakan saat proses observasi pembelajaran tidak terlalu sering keluar masuk kelas karena hal ini dapat menganggu kosentrasi murid dalam belajara. (ijin keluar jika benar-benar mendesak) o Pastikan HP dalam keadaan nada getar (tidak diijinkan melakukan komunukasi dalam kelas dengan HP). Silahkan gunakan HP untuk mengambil foto proses pembelajaran. o Pencatatan aktivitas pembelajaran dilakukan pada lembar Observasi Praktik Mengajar Calon Guru Penggerak (Lampiran 5)
58 Lampiran 5 Form Observasi Pembelajaran yang Berpusat pada Murid Pengantar: Keterampilan merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran yang berpusat pada murid merupakan salah satu kompetensi kunci yang diharapkan muncul pada peserta Pendidikan Guru Penggerak. Keberpusatan pada murid tersebut dapat dilihat dari (1) penumbuhan suasana kelas yang menerapkan disiplin positif; (2) pemenuhan kebutuhan belajar murid dalam proses pembelajaran; serta (3) penerapan strategi untuk mengembangkan kompetensi sosial dan emosional pada murid. Keseluruhan aspek tersebut akan diamati pada saat observasi praktik mengajar di kelas CGP. Observasi pembelajaran dilakukan pada Pendampingan Individu ke-4. Pengajar Praktik akan mengunjungi sekolah tiap CGP dan menjalankan serangkaian agenda supervisi klinis dengan pendekatan coaching. Selama observasi, Pengajar Praktik berfokus pada 3 kategori, di mana setiap kategori terdiri dari beberapa aspek, yaitu 4) Mengembangkan lingkungan kelas yang memfasilitasi murid belajar secara nyaman e) Kenyamanan lingkungan belajar untuk memenuhi kebutuhan belajar murid f) Penggunaan komunikasi positif g) Penerapan disiplin h) Pemberian motivasi 5) Memandu proses belajar mengajar yang efektif f) Pembukaan proses belajar g) Muatan sosial-emosional dalam aktivitas pembelajaran h) Pendekatan dalam mendampingi murid i) Penggunaan strategi pembelajaran j) Penutupan proses belajar 6) Melakukan asesmen dan menyediakan umpan balik c) Pemberian umpan balik d) Pelaksanaan asesmen Penilaian selama observasi ini memiliki dua fungsi, yaitu sebagai komponen nilai CGP dan juga pijakan PP dalam memandu proses percakapan pasca-observasi dengan pendekatan coaching. PP diharapkan membuat catatan tertulis selama observasi; membaca dengan baik indikator dari setiap aspek sebelum memberikan penilaian; serta segera melakukan input penilaian di dalam sistem yang disediakan di dalam LMS agar data lebih akurat.
59 INFORMASI OBSERVASI 1 Nama Calon Guru Penggerak Antar Alhadi 2 Nama Sekolah Calon Guru Penggerak SDN 94/IX Danau Sarang Elang 3 Kelas IV 4 Jumlah Murid 16 Orang 5 Nama Observer Yayuk Purwanti 6 Waktu Observasi Rabu, 05 April 2023 7 Waktu dimulainya kelas 09.25 8 Waktu dimulainya observasi 09.33 9 Waktu diakhirinya kelas 10.22 10 Waktu diakhirinya observasi 10.30 PETUNJUK UMUM OBSERVASI Pada setiap bagian pilihlah antara skor 1 – 4 yang paling menggambarkan perilaku calon guru penggerak selama praktik mengajar. Tuliskan angka 1/2/3/4 pada kolom Catatan: Skor 4 bukan berarti sempurna sehingga tetap dimungkinkan adanya saran pengembangan yang spesifik bagi guru dengan skor 4. Untuk itu, tuliskanlah catatan kualitatif dari setiap aspek yang diamati pada kolom yang tersedia. Contoh-contoh yang disediakan di lembar observasi ini hanya ilustrasi dan dapat disesuaikan dengan kondisi guru. OBSERVASI I Mengembangkan lingkungan kelas yang memfasilitasi murid belajar secara nyaman 1 1 2 3 4 Skor Catatan Guru tidak menunjukkan modifikasi lingkungan belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran, karakteristik murid dan kompetensi sosial emosional. Guru melakukan modifikasi lingkungan belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran (kebutuhan belajar akademik). Guru melakukan modifikasi lingkungan belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran dan mempertimbangkan karakteristik murid. Guru melakukan modifikasi lingkungan belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran, karakteristik murid, dan tujuan pembelajaran sosial dan emosional. 4 Guru telah memodifikasi lingkungan belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran, karakteritik murud, dan KSE
60 "Penggunaan Komunikasi Positif” Terdapat 3 kriteria komunikasi positif: 2 (2a) Interaktif: o adanya timbal balik antara murid dan guru; adanya timbal balik juga antara murid dengan murid. Contoh perilaku guru: Interaksi terjadi dua arah (tidak didominasi oleh guru saja). o Mendorong interaksi antarmurid pada saat pembelajaran (mendorong murid untuk mengekspresikan pendapatnya, perasaannya, pilihannya. Validasi perasaan)." 1 2 3 4 Skor Catatan Guru mendominasi interaksi dan hanya memberikan sedikit kesempatan kepada murid untuk berpendapat (metode ceramah satu arah). Pada satu jam pelajaran, sebagiannya (50%) guru melakukan komunikasi satu arah dan sebagiannya lagi guru memberikan kesempatan kepada murid untuk berpendapat. Guru melakukan komunikasi secara timbal balik dengan muridnya (gurumurid). Guru melakukan komunikasi secara timbal balik dengan muridnya (gurumurid) dan juga memberikan kesempatan kepada muridnya untuk saling berinteraksi (murid-murid). 4 Guru telah melakukan komunikasi timbal balik guru-murid. (2b) Empatik: guru ingin tahu dan mencoba memahami sudut pandang murid. Contoh perilaku guru: o Guru mendengarkan secara aktif pendapat/penjelasan dari murid. o Guru mengajukan pertanyaan untuk mengklarifikasi pendapat/penjelasan murid. 1 2 3 4 Skor Catatan Guru berasumsi tentang kondisi murid tanpa mengklarifikasi terlebih dahulu. Guru mendengarkan pendapat murid yang relevan dengan topik atau pertanyaan yang diajukan oleh guru saja. "Guru berupaya mencari tahu apa yang sedang dikerjakan dan dipikirkan oleh muridnya, namun hanya berhasil melakukannya pada sedikit murid. Guru mendengarkan dengan aktif pendapat yang disampaikan oleh semua murid." "Guru mencari tahu apa yang sedang dikerjakan dan dipikirkan oleh muridnya. Guru mendengarkan dengan aktif pendapat yang disampaikan oleh semua murid." 3 Guru berupaya mencari tahu apa yang sedang dikerjakan dan dipikirkan oleh muridnya (2c) Emosi positif: guru mengekspresikan emosi positif selama berinteraksi dengan murid Contoh perilaku guru:
61 o tidak menggunakan kata bermuatan negatif yang dapat merendahkan diri murid. o menunjukkan ekspresi emosi positif (seperti: senyum, pandangan mata diarahkan pada murid, emosi senang, antusias, ramah, dll.) o merespon tanggapan murid dengan tetap menghargai dan mengapresiasi pendapat murid. 1 2 3 4 Skor Catatan Guru berasumsi tentang kondisi murid tanpa mengklarifikasi terlebih dahulu. Guru mendengarkan pendapat murid yang relevan dengan topik atau pertanyaan yang diajukan oleh guru saja. "Guru berupaya mencari tahu apa yang sedang dikerjakan dan dipikirkan oleh muridnya, namun hanya berhasil melakukannya pada sedikit murid. Guru mendengarkan dengan aktif pendapat yang disampaikan oleh semua murid. "Guru mencari tahu apa yang sedang dikerjakan dan dipikirkan oleh muridnya. Guru mendengarkan dengan aktif pendapat yang disampaikan oleh semua murid." 3 Guru mencari tahu apa yang sedang dikerjakan dan dipikirkan oleh muridnya (2c) Emosi positif: guru mengekspresikan emosi positif selama berinteraksi dengan murid Contoh perilaku guru: o tidak menggunakan kata bermuatan negatif yang dapat merendahkan diri murid. o menunjukkan ekspresi emosi positif (seperti: senyum, pandangan mata diarahkan pada murid, emosi senang, antusias, ramah, dll.) o merespon tanggapan murid dengan tetap menghargai dan mengapresiasi pendapat murid. 1 2 3 4 Skor Catatan Guru menggunakan kata-kata bermuatan negatif. Guru menampilkan ekspresi emosi yang tidak konsisten (antara emosi negatif dan positif) Guru menampilkan ekspresi emosi yang positif dan emosi netral secara bergantian. Guru menampilkan ekspresi emosi yang positif secara konsisten (menampilkan emosi senang, antusias, ramah) 4 Guru selama proses pembelajaran telah menampilkan emosi senang, atusias, dan ramah.
62 3 Penerapan Disiplin Guru berupaya menerapkan prinsip restitusi; yaitu menguatkan dan mengajarkan murid bahwa kesalahan dapat menjadi kesempatan untuk belajar. Restitusi juga menekankan refleksi diri murid tentang apa yang bisa mereka lakukan ketika melakukan kesalahan. 1 2 3 4 Skor Catatan "Posisi Penghukum Guru menggunakan hukuman, sindiran, dan kritik untuk mendisiplinkan murid. Guru akan mengekspresikan kemarahan ketika murid melakukan kesalahan dengan menghardik, membentak, atau menunjuk-nunjuk. Posisi Pembuat Merasa Bersalah Guru mendiamkan murid atau menggunakan katakata yang membuat murid merasa bersalah (seolah-olah guru/orang tua/murid lain akan menderita akibat kesalahannya). Contoh: Jika kamu terus seperti itu, Ibu bisa jantungan, kasihan orang tua kamu." "Posisi Teman Guru menggunakan pertemanan dan humor untuk memberikan pengaruh pada murid. Guru seringkali memberikan pembelaan, pembenaran atau memberikan penjelasanpenjelasan atas perilaku yang dilakukan murid. Contoh: ""Ayo bantu bapak melakukan ini ya. Ya sudah, untuk sekarang tidak apa-apa kamu melakukannya namun berikutnya tolong diikuti ya. "Posisis Pemantau/Monitor Guru menerapkan kedisiplinan dengan menggunakan peraturan dan konsekuensi yang disepakati bersama murid. Guru berusaha untuk memberikan bukti objektif, menekankan pada pencatatan dan pengukuran dalam mendisiplinkan murid. Konsekuensi yang diberikan berhubungan dengan peraturan yang dilanggar murid. Contoh: Menggunakan checklist (daftar periksa), poin, atau alat lainnya. Atau dengan mengatakan, "Peraturan apa yang kamu langgar? Apa konsekuensinya? "Posisi Manajer Guru menggunakan prinsip restitusi bahwa kesalahan wajar terjadi dan mereka menerima kesalahan murid. Guru bertanya pada murid alasan mereka melakukan kesalahan dan membantu mereka mencari jalan keluar. Guru tipe ini kadang menggunakan posisi pemantau dan manajer pada murid di situasi tertentu. Contoh: "Apa yang akan kamu lakukan sekarang? Apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi kesalahan ini? 3 Guru menggunakan peraturan dan konsekuensi yang disepakati bersama murid 4 Pemberian Motivasi Guru mendorong murid untuk mau dan semangat belajar. 1 2 3 4 Skor Catatan Guru mendorong murid untuk belajar dengan cara memberikan Guru mendorong perilaku belajar murid dengan menyampaikan Guru mendorong kemauan murid untuk belajar dengan cara Guru menumbuhkan keinginan belajar murid dengan cara Guru sudah merangcang pembelajaran sesuai dengan
63 hukuman/konsekuen si negatif. Contoh: Jika kamu tidak mengumpulkan tugas, Ibu tidak akan mengizinkan kamu ikut kelas berikutnya. ekspektasi guru dan memberikan konsekuensi positif. Contoh: Coba kamu lebih rajin, pasti kamu sudah bisa juara satu. mengingatkan tentang pentingnya pembelajaran terhadap diri mereka dan menyemangati mereka pada beberapa aktivitas pembelajaran. Contoh: Ibu/Bapak ingin kalian mempelajari topik ini dengan sungguh-sungguh karena ini akan berguna ketika kalian besar nanti." memberikan kesenangan, semangat, dan minat murid selama sesi pembelajaran. Contoh: Guru merancang pembelajaran yang sesuai dengan minat murid. Ternyata Matematika itu seru ya. Kira-kira minggu depan kalian ingin belajar apa ya, biar tambah semangat? 3 minat murid dengan menggunakan pembelajaran berdiferensiasi sehingga murid senang, semangat untuk belajar. TOTAL SKOR OBSERVASI I (1 + 2a + 2b+ 2c + 3 + 4) = (4+4+3+4+3+3+3) = 24 OBSERVASI II Memandu proses belajar mengajar yang efektif 1 Pembukaan Proses Belajar (1) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dari sesi tersebut. (2) Guru menghubungkan materi pembelajaran sebelumnya dengan tujuan pembelajaran sesi tersebut. (3) Guru menyampaikan relevansi tujuan/materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari/ Menyampaikan pentingnya materi tersebut untuk kehidupan murid (4) Guru menjelaskan rangkaian aktivitas yang akan dilakukan pada sesi pembelajaran. 1 2 3 4 Skor Catatan Guru langsung memulai pembelajaran tanpa menyebutkan tujuan yang akan dipelajari. Guru hanya menyampaikan tujuan pembelajaran dan tidak menjelaskan rangkaian aktivitas yang akan dilakukan. Guru memastikan murid memahami tujuan pembelajaran yang diharapkan dan rangkaian aktivitas yang akan dilakukan Guru memastikan murid memahami tujuan pembelajaran yang diharapkan dan rangkaian aktivitas yang akan dilakukan, serta mendiskusikan bersama murid keterkaitan dari topik yang dibahas dengan materi lain dan dengan 4 Guru telah menyampaikan tujuan pembelajaran dan menjelaskan rangkaian aktivitas yang akan dilakukan selama proses pembelajaran
64 kehidupan seharihari. 2 Muatan Sosio-Emosional dalam Aktivitas Pembelajaran 1 2 3 4 Skor Catatan Aktivitas pembelajaran yang diberikan hanya bermuatan akademik Ada aktivitas yang membuat murid bersemangat, bersenangsenang, atau kembali fokus ke pembelajaran (seperti: ice breaking atau energizer) namun tidak dimanfaatkan secara eksplisit untuk menguatkan kompetensi sosial-emosional dan terpisah dari muatan akademik yang sedang dipelajari Aktivitas yang menguatkan kompetensi sosialemosional murid telah diintegrasikan ke dalam pembelajaran pada: tahap pembukaan yang hangat, tahap inti yang melibatkanmenantangmenyenangkan, dan tahap penutup yang optimistik namun masih terpisah dari materi akademik yang sedang dipelajari Aktivitas yang menguatkan kompetensi sosialemosional murid telah diintegrasikan ke dalam pembelajaran pada: tahap pembukaan yang hangat, tahap inti yang melibatkanmenantangmenyenangkan, dan tahap penutup yang optimistik dengan cara meleburkannya dengan muatan akademik yang sedang dipelajari 3 Kompetensi sosial-emosional murid telah diintegrasikan ke dalam pembelajaran 3 Pendekatan dalam Mendampingi murid Guru memberikan scaffolding untuk membantu murid yang mengalami kesulitan. Scaffolding yang dimaksud adalah suatu teknik pembelajaran di mana murid diberikan sejumlah bantuan, kemudian perlahan-lahan diadakan pengurangan terhadap bantuan tersebut hingga pada akhirnya, murid dapat menunjukkan kemandirian yang lebih besar dalam proses pembelajaran. 1 2 3 4 Skor Catatan Guru mendiamkan dan membiarkan murid untuk mengerjakan sendiri tugas yang diberikan. Guru memberikan arahan dan solusi secara langsung pada murid ketika mereka mengerjakan tugas. Guru melakukan scaffolding untuk membantu murid yang mengalami kesulitan. Guru melakukan scaffolding untuk membantu murid sesuai dengan kebutuhan belajar mereka. Muridmurid dapat mengerjakan tugasnya secara mandiri sebagai hasil dari proses scaffolding yang dilakukan guru. 2 Guru telah memberikan arahan dan solusi secara langsung pada murid ketika mengerjakan tugas.
65 4 Penggunaan Strategi Pembelajaran 1 2 3 4 Skor Catatan Guru hanya menggunakan satu strategi belajar di sepanjang satu sesi ATAU Guru menggunakan strategi pembelajaran namun kesulitan untuk melibatkan murid secara aktif dalam pembelajaran. Guru menggunakan beberapa strategi pembelajaran dan berusaha mendorong siswa untuk terlibat secara aktif dalam pembelajaran serta berusaha mendorong pengembangan keterampilan penting, namun belum konsisten hingga akhir sesi. Guru menggunakan beberapa strategi pembelajaran yang relevan untuk melibatkan siswa secara aktif di sepanjang pembelajaran dan mendorong pengembangan keterampilan penting. Guru dengan lancar memodifikasi strategi, materi, dan pengelompokan untuk mengoptimalkan kesempatan siswa untuk belajar dan memenuhi kebutuhan belajar mereka. Siswa terlibat aktif sepanjang pembelajaran dan fokus dalam pekerjaan yang tidak hanya mengembangkan keterampilan namun menantang mereka menjadi pemecah masalah. 3 Guru menggunakan strategi pembelejaran berdiferensiasi, PSE dan budaya positif dalam proses pembelajaran dari awal sampai akhir 5 Penutupan Proses Belajar (1) Guru mengajak murid mengambil rangkuman dan kesimpulan dari pembelajaran sesi tersebut (2) Guru bersama murid merefleksikan pembelajaran (3) Guru mengapresiasi kemajuan yang dicapai murid 1 2 3 4 Skor Catatan Guru menutup kelas tanpa memberikan kesimpulan pembelajaran. Guru hanya berfokus pada menyebutkan materi ajar pada pertemuan sesi tersebut, tetapi tidak berusaha menyimpulkan pembelajaran lainnya yang nonakademik. Guru menyimpulkan dan memberitahu murid pembelajaran apa lagi yang didapatkan selain tentang materi ajar (misalnya terkait dengan keterampilan sosial emosional yang dipelajari) Guru mengajak murid menyimpulkan, merefleksikan halhal yang sudah dipelajari (baik dari sisi akademik, sosial, dan emosional), serta mengapresiasi kemajuan atau perubahan positif yang dicapai murid. 3 Guru menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan TOTAL SKOR OBSERVASI II (1 + 2 + 3 + 4 + 5) = (4+3+2+ 3+3) = 15
66 OBSERVASI III Melakukan asesmen dan menyediakan umpan balik 1 Pemberian Umpan Balik 1 2 3 4 Skor Catatan Guru memberikan umpan balik yang menyinggung pribadi murid (contoh: menyalahkan murid karena sifatnya) "Guru hanya memberikan umpan balik secara umum terhadap produk seluruh murid. ATAU Guru hanya memberikan komentar singkat dengan kata, ""Mantap/Kerja yang bagus/Keren/sejen isnya"" saja." Guru memberikan umpan balik yang konkret (jelas) terhadap produk murid yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Guru memberikan umpan balik yang konstruktif (jelas dan mengandung saran pengembangan) bukan hanya terhadap produk murid tetapi juga proses belajar mereka (contoh: bagaimana strategi berpikir murid, bagaimana murid menyelesaikan masalah, teknik komunikasi yang dilakukan murid) 3 Guru telah memberikan umpan balik sesuai tujuan pembelajaran 2 Fungsi Asesmen Asesmen meliputi: (1) Assessment of learning Penilaian yang dilaksanakan setelah proses pembelajaran selesai. (2) Assessment for learning Penilaian yang dilakukan selama berlangsungnya proses pembelajaran dan biasanya digunakan sebagai dasar untuk melakukan perbaikan proses belajar mengajar. (3) Assessment as learning Penilaian sebagai proses belajar dan melibatkan murid-murid secara aktif dalam kegiatan penilaian tersebut. (4) Differentiated assessment Menetapkan bentuk asesmen (contoh latihan soal, tugas laporan) sesuai dengan kemampuan murid (misal: membedakan jenis soal untuk murid yang cerdas berbakat dengan murid biasa. Atau murid yang cepat menangkap dengan murid yang lebih lambat) 1 2 3 4 Skor Catatan Saat proses pembelajaran berlangsung, tidak terjadi proses penilaian. Saat proses pembelajaran berlangsung, terjadi proses penilaian, namun tidak terlalu berkaitan dengan tujuan pembelajaran. Saat pembelajaran berlangsung, terjadi proses penilaian dan terdapat bukti penilaian yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Saat pembelajaran berlangsung, terjadi proses penilaian yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Terdapat bukti adanya upaya guru melakukan diferensiasi untuk memenuhi 3 Guru telah melakukan penilaian sesuai tujuan pembelajaran
67 kebutuhan belajar murid dan memastikan murid memahami proses penilaian yang dilakukan. TOTAL SKOR OBSERVASI III (1 + 2) = (3+3) = 6 PENILAIAN OBSERVASI PRAKTIK GURU PENGGERAK Total Skor Observasi I (A) 24 Total Skor Observasi II (B) 15 Total Skor Observasi III (C) 6 NILAI AKHIR 80,3571 Catatan Umum dan Umpan Balik untuk Calon Guru Penggerak Pembelajaran yang dilakukan Pak Antar sangat aktif untuk anak SD Kelas IV. Sesuai perlakuan dengan kondisi yang ada di SD. Telah menciptakan suasana yang menyenangkan dengan bahasa tutur kata disertai raut wajah ceria dan bahasa tubuh. Sehingga timbul motivasi dan minat belajar dengan menyenangkan. Tanda Tangan Observer Yayuk Purwanti
68 f. Pasca Observasi (30’) Dalam proses percakapan pasca-observasi ini, supervisor (PP) dan guru (CGP) secara bersama memahami tujuan percakapan dan saling percaya akan tahapan kegiatan yang berlangsung. Percakapan pasca-observasi berisikan aktivitas berikut: o Menyampaikan tujuan percakapan dan hasil analisis data observasi kepada CGP o Melakukan percakapan umpan balik. Dalam percakapan PP menemukan area pengembangan dan perbaikan diri yang hendak dilakukan. Catat hasil umpan balik pada lampiran 6 . o Percakapan perencanaan area pengembangan o Rencana aksi pengembangan diri. Hasil perencanaan aksi pengembangan diri dicatat pada lampiran 7. lampiran 6 Lembar Catatan Percakapan Pasca-Observasi Kelas Hari/ Tanggal : Rabu, 05 April 2023 Sekolah : SDN 94/IX Danau Sarang Elang Nama Guru : Antar Alhadi Kelas : IV Mata Pelajaran : IPA Waktu Percakapan : 10.30 Lampiran: Lembar Catatan Observasi Catatan Refleksi Guru: Kegiatan pembelajaran berjalan dengan baik sesuai dengan yang direncanakan. Seluruh langkah – langkah pembelajaran berjalan sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Guru berusaha dengan baik dalam pengelolaan kelas dan murid dapat berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Akan tetapi ada beberapa hal yang menjadi catatan saya dan dapat digunakan sebagai refleksi guru 2) Pendekatan dalam mendampingi murid Guru belum memberikan scanffolding untuk membantu murid yang mengalami kesulitan. Scaffolding yang dimaksud adalah suatu teknik pembelajaran di mana murid diberikan sejumlah bantuan, kemudian perlahan-lahan diadakan pengurangan terhadap bantuan tersebut hingga pada akhirnya, murid dapat menunjukkan kemandirian yang lebih besar dalam proses pembelajaran.
69 Topik percakapan dan catatan: Apa yang menjadi hambatan/kendala saat pelaksanaan proses pembelajaran? Yang menjadi kendala saya saat pelaksanaan proses pembelajaran adalah memfokuskan murid belajar, saya kepala sekolah jadi jarang mengajar di kelas. Apa bapak sudah puas dengan pembelajaran yang bapak lakukan? Menurut saya tidak ada rasa puas, karena untuk kedepannya kita menginginkan hal yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Saya pribadi menilai puas itu misalnya pada pertemuan hari ini anak bisa menyerap apa yang saya ajarkan, berarti tujuan saya tercapai berarti saya puas untuk pertemuan itu. Apa hal – hal positif yang telah Bapak lakukan selama proses pembelajaran? Ketika saya bisa menggunakan vidio untuk membantu proses belajar, dan menggunakan media gambar, dan mempresentasikan hasilnya membuat pembelajaran menyenangkan. Apa yang akan Bapak ubah untuk pertemuan selanjutnya? Untuk pertemuan berikutnya saya akan mempersiapkan bahan ajar dengan ekstra supaya saya tetap dapat menciptakan pembelajaran yang berpihak pada peserta didik. Rencana Tindak Lanjut: 3. Memperbaiki kegiatan kegiatan yang belum terlaksana dengan maksimal 4. Supaya kedepannya dapat terus menciptakan pembelajaran yang inovatif dan berpihak pada murid. Disepakati bersama (Yayuk Purwanti) (Antar Alhadi) Supervisor Guru Supervisi Akademik dengan Pola Pikir Coaching
70 lampiran 7 Lembar Rencana Pengembangan Diri Nama Guru : Antar Alhadi Tahun pelajaran : 2022/2023 NIK : - Sekolah : SDN 94/IX Danau Sarang Elang Coach/Supervisor 1.Yayuk Purwanti Kelas : IV Mata Pelajaran : IPA No Aktivitas Pengembangan Tujuan yang hendak dicapai Ukuran Keberhasilan Pendukung Waktu 1 Mengembangkan lingkungan kelas yang memfasilitasi murid belajar secara nyaman o Guru Membuat kenyamanan lingkungan belajar untuk memenuhi kebutuhan belajar murid o Membuat suasana ruangan yang berbeda o Menggunakan media pembelajaran dan praktek o Menggunakan teknologi o Menciptakan lingkungan kelas yang bersih o Murid belajar lebih aktif dan kreatif dan mandiri o Murid belajar lebih fokus o Memperindah kelas o Menggunakan media yang bervariasi o Laptop, in fokus, internet o Pembelajaran berikutnya o Pembelajaran berikutnya o Pembelajaran berikutnya o Guru Menggunakan komunikasi positif o Menggunakan komunikasi yang mudah dimengerti oleh murid o Murid lebih cepat paham dan tahu apa yang disampaikan guru o Menjadi pendengar yang baik dan aktif o Pembelajaran berikutnya o Guru Menerapkan disiplin o Melaksanakan kesepakatan kelas untuk belajar lebih nyaman o Membiasakan budaya positif o Membuat kesepakatan belajar o Pembelajaran berikutnya o Guru Memberi motivasi o Memberikan kata-kata motivasi o memberiakan siswa pujian o Berkomunikasi dan menunjukkan rasa peduli terhadap murid o Memberikan pujian dan apresiasi o Menyiapkan cerita yang memotivasi o Menyiapkan kata-kata pujian dan apresiasi yang membuat o Pembelajaran berikutnya o Pembelajaran berikutnya
71 murit termotivasi untuk melakukan yang terbaik 2 Memandu proses belajar mengajar yang efektif o guru Membuka proses belajar o Memastikan murid memahami tujuan pembelajaran dan rangkaian kegiatan yang akan di lakukan o Keaktifan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran. o Media pembelajaran yang menarik. o Pembelajaran berikutnya o Guru melakukan Muatan sosialemosional dalam aktivitas pembelajaran o Aktivitas yang menguatkan KSE telah diintegrasikan dalam pembelajaran pada tahap pembukaan yang hangat, tahap inti yang melibatkan, menantang, menyenangkan dan tahap penutup dengan optimal o Murid bisa fokus untuk belajar o Ruang kelas yang tenang dan tidak ada orang lain selain guru o Pembelajaran berikutnya o Guru Melakukan Pendekatan dalam mendampingi murid o Melakukan scaffolding untuk membantu murid sesuai kebutuhan belajar murid o Tumbuhnya sikap-sikap positif pada murid o Kemampuan pedagogi yang baik. o Pembelajaran berikutnya o Guru Menggunakan strategi pembelajaran o Mendorong murid melakukan kegiatan mulai dari diri, eskplorasi konsep,ruang kolaborasi, demontrasi kontekstual o Murid mampu melakukan kegiatan mulai dari diri, eskplorasi konsep,ruang kolaborasi, demontrasi kontekstual o Media pembelajaran yang mendorong pembelejaran berdiferensias i o Pembelajaran berikutnya
72 o Guru Menutup proses belajar o Mengajak murid menyimpulkan mereflekasikan hal-hal yang sudah dipelajari serta mengapresiasi kemajuan/perub ahan positif yang dicapai murid o dapat menyimpulkan, merefleksikan apa yang sudah dipelajari o Kemampuan komunikasi guru. o Pembelajaran berikutnya 3 Melakukan asesmen dan menyediakan umpan balik o Guru Memberikan umpan balik o Memberikan umpan balik dengan jelas terhadap proses pembelajaran yang telah dilakukan o Dapat menyelesaikan tugas sesuai tujuan pembelajaran o Guru mencatat perilaku dan sikap murid selama proses pembelajaran o Pembelajaran berikutnya o Guru Melaksanakan asesmen o Melakukan penilaian selama proses pembelajaran o Belajar sesuai bakat dan minatnya o Guru memahami proses penilaian o Pembelajaran berikutnya Disepakati Bersama Hari : Rabu Guru Supervisor Tanggal : 05 April 2023 (Antar Alhadi) (Yayuk Purwanti)
73 Bagian akhir pendampingan (15’) g. Melakukan refleksi terhadap proses pendampingan saat ini: Pertanyaan Respon CGP o Apa yang sudah baik dan yang perlu Pak Antar perbaiki ke depannya pada pembelajaran tadi? o Yang perlu diperbaiki adalah terus belajar dan semangat terus menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, KSE, dan budaya positif o Sejauh apa pendampingan saat ini membantu Pak Antar mengimplementasikan pembelajaran yang berpihak kepada murid? o o Hal-hal apa saja yang perlu diperbaiki untuk ke depannya? o Sangat membantu sekali karena dapat belajar dan bertukar pikiran dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, KSE, dan budaya positif o Bimbingan dan arahan uantuk lebih baik lagi o sudah baik dalam berbagi praktik baik h. Jika ada hal-hal terkait pembelajaran daring yang perlu diketahui oleh fasilitator, maka perlu dicatat dalam Jurnal Komunikasi di LMS. i. Mengingatkan CGP untuk menyiapkan diri untuk pendampingan individu 5. Aktivitas persiapan: o Kelengkapan bahan yang harus disiapkan CGP untuk PI 5 adalah: Mengajak satu orang rekan sejawat untuk dibimbing dan dicoaching pada PI 5. Penetapan jadwal observasi pembelajaran. Pelaksanaan observasi pembelajaran minimal 2 jam pelajaran dan dapat dilakukan secara daring ataupun luring (disesuaikan dengan kebijakan sekolah) Membimbing rekan sejawat dalam menyusun RPP dan juga melakukan koreksi terhadap RPP yang disusun. Hasil koreksiksi CGP dijadi dasar perbaikan RPP oleh rekan sejawat.
74 o Aktivitas Coaching untuk supervisi akademik Untuk melakukan aktivitas ini, CGP harus mengikuti instruksi yang ada dalam modul 2.3 pada bagian aksi nyata. Pastikan CGP melakukan: Proses pra-observasi. Hasil catatan saat proses ini diserahkan kepada PP saat pendampingan individu 5 (CGP menggunakan instrument praobservasi di modul 2.3) Proses observasi pembelajatan. Hasil catatan saat proses ini diserahkan kepada PP saat pendampingan individu 5 (CGP menggunakan instrument observasi pembelajaran di modul 2.3) o Setiap aktivitas CGP saat melakukan pra-observasi dan observasi pembelajaran, PP tetap melakukan pemantauan dan diskusi melalui WA/HP/tatap muka virtual. PI.4.3. Rencana Tindak Lanjut Pendamping mengembangkan Rencana Tindak Lanjut (RTL) untuk proses pendampingan selanjutnya, tuliskan apa saja yang akan di rencanakan oleh pendamping terkait proses pendampingan berikutnya, perhatikan apa saja yang telah dipelajari oleh CGP dan capain apa saja yang mungkin telah tercapai saat pendampingan berikutnya, ada baiknya komunikasi ke fasilitataor untuk menghasilkan pendampingan yang maksimal.
75 D. Hari Kamis, 6 April 2023 di SMPN 6 Muaro Jambi dengan CGP Indah Wahyuni Bagian Awal Pendampingan (20’) a. Menyapa dan menanyakan kabar Calon Guru Penggerak Assalamualaikum Wr.Wb./ Selamat siang Ibu Indah Bagaimana kabarnya Ibu Indah? Alhamdulillah. Selalu jaga kesehatan ya bu Indah dan jangan lupa bahagia. b. Menjelaskan tentang fokus pendampingan Observasi kelas CGP untuk melihat penerapan dari modul budaya positif, pembelajaran berdiferensiasi dan pembelajaran sosial-emosional Penilaian Observasi Praktik Pembelajaran c. Menjelaskan aktivitas pendampingan yang akan dilakukan yaitu: Pendampingan individu bertujuan untuk membantu CGP menerapkan hasil pembelajaran daring dan lokakarya sehingga CGP Mampu: 1. Mengembangkan diri sendiri dan juga guru lain dengan cara melakukan refleksi, berbagi, dan kolaborasi 2. memiliki kematangan moral, emosional, dan spritual untuk berperilaku sesuai kode etik 3. merencanakan, menjalankan , merefleksikan, dan mengevaluasi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan melibatkan orang tua. d. Pengajar Praktik menanyakan apa saja proses yang sudah berjalan selama satu bulan terakhir, menanyakan rencana tindak lanjut dari pendampingan sebelumnya, serta hal-hal yang dianggap sebagai capaian selama satu bulan terakhir (berdasarkan Jurnal Pemanatauan Pembelajaran Daring) Berdasarkan jurnal hasil pemantauan pembelajaran daring modul 2.3 o Terima kasih bu Indah sudah menyelesaikan aktivitas pembelajaran di modul 2.3 dengan baik dan sangat aktif dan antusias menyelaesaikan semua tugas-tugas di LMS. o Boleh Bu Indah ceritkan kegiatan mulai dari diri sampai elaborasi pemehaman yang telah dipelajari di modul 2.3. Respon CGP: o Mulai dari kegiatan Mulai dari Diri saya menjawab 5 pertanyaan reflektif terkait dengan supervisi akademik dan pengembangan kompetensi diri. saya juga menjawab 2 pertanyaan reflrksi tentang harapan saya terhadap pembelajaran modul 2.3. o Pada kegiatan Eksplorasi Konsep saya dapat menyelesaikan semua aktifitas eksplorasi konsep modul 2.3 dan 2.4 Supervisi Akademik dengan Paradigma Berpikir Coaching. o Pada kegiatan ruang kolaborasi 1 dan 2 saya telah praktik Coaching bersama dengan kelompok yang telah ditentukan oleh fasilitator. Pada saat praktik Coaching saya menggunakan alur TIRTA. o Pada Kegiatan Demontrasi Kontekstual kmi mendapat tugas praktik Coaching mulai dari tahapan Pra Observasi Praktik Percakapan Coaching, kemudian Tahap Observasi Praktik percakapan Coaching dan tahap Pasca Observasi melakukan refleksi dan menyampaikan hasil observasi kepada Coach o Pada kegiatan di ruang kolaborasi pemahaman belajar bersama Instruktur Nasional Ibu Elliza.
76 e. Mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih telah berbagi praktik baik yang sudah dilakukan dari pembelajaran daring. Terimakasih Ibu Indah telah berpartisipasi aktif dalam pembelajaran daring. Luar biasa karya Ibu Indah tetap semangaattt berkarya Ibu Indah. f. Pengajar Praktik memastikan RPP yang dibuat CGP sudah direvisi berdasarkan masukan yang diberikan PP. g. Menyiapkan lembar Observasi Praktik Mengajar Calon Guru Penggerak (Lampiran 5) Bagian Inti Pendampingan (135’) c. Ketentuan o Observasi pembelajaran dilakukan di kelas CGP baik secara luring atau daring (disesuaikan dengan kebijakan sekolah) o Observasi dilakukan minimal 2 (dua) jam pelajaran dengan durasi menit disesuaikan dengan jenjang sekolah. d. Pra- Observasi (15’) Pertemuan pra-observasi ini merupakan percakapan yang membangun hubungan antara guru (CGP) dan supervisor (PP) sebagai mitra dalam pengembangan kompetensi diri . Percakapan pra-observasi ini berlangsung selama 15 menit, dengan menggunakan percakapan coaching untuk perencanaan, supervisor dapat mencatat apa yang menjadi sasaran pengembangan guru dan menginformasikan kepada guru prosedur supervisi klinis ini. Adapun yang harus dilakukan oleh supervisor adalah: o Supervisor menyampaikan tujuan besar supervisi dan tujuan dari percakapan awal. o Guru menyampaikan rancangan pelaksanaan pembelajaran dan menginformasikan aspek perkembangan yang hendak diobservasi o Supervisor dan guru menyepakati sasaran observasi, waktu kunjungan kelas dan waktu percakapan pasca-observasi o Supervisor menginformasikan bahwa ia akan mencatat kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru di kelas
77 Percakapan pra-observasi baiknya berlangsung dengan suasana santai dan kekeluargaan dan dengan semangat positif. Hasil percakapan pra-observasi dicatat pada Lampiran 4. Lampiran 4 Lembar Catatan Percakapan Pra-Observasi Kelas Hari/ Tanggal : Kamis, 06 April 2023 Sekolah : T : SMPN 6 Muaro Jambi Nama Guru : Indah Wahyuni Kelas : VII Mata Pelajaran : IPA Waktu Percakapan : 08.38 Tujuan Pembelajaran: Peserta didik dapat mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi banjir dalam bentuk mewujudkan hutan sekolah Area Pengembangan yang hendak dicapai: 1) Mengembangkan lingkungan kelas yang memfasilitasi murid belajar secara nyaman a) Kenyamanan lingkungan belajar untuk memenuhi kebutuhan belajar murid b) Penggunaan komunikasi positif c) Penerapan disiplin d) Pemberian motivasi 2) Memandu proses belajar mengajar yang efektif a) Pembukaan proses belajar b) Muatan sosial-emosional dalam aktivitas pembelajaran c) Pendekatan dalam mendampingi murid d) Penggunaan strategi pembelajaran e) Penutupan proses belajar 3) Melakukan asesmen dan menyediakan umpan balik a) Pemberian umpan balik b) Pelaksanaan asesmen
78 Strategi yang dipersiapkan: 1. Pembelajaran Berdiferensiasi 2. Pembelajaran Sosial Emosional 3. Budaya Positif Catatan khusus Supervisor: o Persiapan kegiatan pembelajaran sudah baik, guru merencanakan strategi pembelajaran yang berfokus untuk mengembangan pembelajaran berdiferensiasi, PSE, dan budaya positif Disepakati bersama (Yayuk Purwanti) ( Indah Wahyuni) Supervisor Guru Supervisi Akademik dengan Pola Pikir Coaching g. Observasi Pembelajaran (90’) Observasi adalah aktivitas pengamatan oleh supervisor (PP) pada saat guru melaksanakan pembelajaran di kelas. Tujuan utama tahap ini adalah mengambil data atau informasi secara obyektif mengenai aspek pengembangan yang sudah disepakati. Pengamatan oleh supervisor menggunakan instrumen yang telah ditentukan sebelumnya dan fokus pada sasaran yang sudah disepakati (lihat hasil catatan pada lampiran 4). Namun dapat saja pada saat observasi ada hal-hal menarik di luar hal yang sudah disepakati yang ditemukan oleh supervisor (PP) yang dapat bermanfaat bagi guru dalam pengembangan kompetensi dirinya sebagai pemimpin pembelajaran yang berpihak pada murid. Hal-hal yang harus diperhatikan saat observasi pembelajaran: o Saat observasi, PP tidak boleh menganggu proses pembelajaran atau ikut membantu CGP dalam pembelajaran. PP hanya melakukan pengamatan, apakah sudah sesuai dengan perangkat yang sudah dibuat dan materi modul yang sudah dipelajari yaitu sudah menerapkan budaya positif, pembelajaran berdiferensiasi pembelajaran sosial-emosional dan budaya positif. o PP boleh melihat secara dekat aktivitas pembelajaran murid disaat murid mengerjakan tugas. Disini PP tetap tidak dibolehkan membantu murid dalam menyelesaikan masalah belajarnya, hanya boleh mengamati saja.
79 o Usahakan saat proses observasi pembelajaran tidak terlalu sering keluar masuk kelas karena hal ini dapat menganggu kosentrasi murid dalam belajara. (ijin keluar jika benar-benar mendesak) o Pastikan HP dalam keadaan nada getar (tidak diijinkan melakukan komunukasi dalam kelas dengan HP). Silahkan gunakan HP untuk mengambil foto proses pembelajaran. o Pencatatan aktivitas pembelajaran dilakukan pada lembar Observasi Praktik Mengajar Calon Guru Penggerak (Lampiran 5) Lampiran 5 Form Observasi Pembelajaran yang Berpusat pada Murid Pengantar: Keterampilan merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran yang berpusat pada murid merupakan salah satu kompetensi kunci yang diharapkan muncul pada peserta Pendidikan Guru Penggerak. Keberpusatan pada murid tersebut dapat dilihat dari (1) penumbuhan suasana kelas yang menerapkan disiplin positif; (2) pemenuhan kebutuhan belajar murid dalam proses pembelajaran; serta (3) penerapan strategi untuk mengembangkan kompetensi sosial dan emosional pada murid. Keseluruhan aspek tersebut akan diamati pada saat observasi praktik mengajar di kelas CGP. Observasi pembelajaran dilakukan pada Pendampingan Individu ke-4. Pengajar Praktik akan mengunjungi sekolah tiap CGP dan menjalankan serangkaian agenda supervisi klinis dengan pendekatan coaching. Selama observasi, Pengajar Praktik berfokus pada 3 kategori, di mana setiap kategori terdiri dari beberapa aspek, yaitu 1) Mengembangkan lingkungan kelas yang memfasilitasi murid belajar secara nyaman a) Kenyamanan lingkungan belajar untuk memenuhi kebutuhan belajar murid b) Penggunaan komunikasi positif c) Penerapan disiplin d) Pemberian motivasi 2) Memandu proses belajar mengajar yang efektif a) Pembukaan proses belajar b) Muatan sosial-emosional dalam aktivitas pembelajaran c) Pendekatan dalam mendampingi murid d) Penggunaan strategi pembelajaran e) Penutupan proses belajar 3) Melakukan asesmen dan menyediakan umpan balik a) Pemberian umpan balik b) Pelaksanaan asesmen Penilaian selama observasi ini memiliki dua fungsi, yaitu sebagai komponen nilai CGP dan juga pijakan PP dalam memandu proses percakapan pasca-observasi dengan pendekatan coaching. PP diharapkan membuat catatan tertulis selama observasi; membaca dengan baik indikator dari setiap aspek sebelum memberikan penilaian; serta segera melakukan input penilaian di dalam sistem yang disediakan di dalam LMS agar data lebih akurat.
80 INFORMASI OBSERVASI 1 Nama Calon Guru Penggerak Indah Wahyuni 2 Nama Sekolah Calon Guru Penggerak SMPN 6 Muaro Jambi 3 Kelas VII 4 Jumlah Murid 30 Orang 5 Nama Observer Yayuk Purwanti 6 Waktu Observasi Kamis, 06 April 2023 7 Waktu dimulainya kelas 09.10 8 Waktu dimulainya observasi 09.15 9 Waktu diakhirinya kelas 10.45 10 Waktu diakhirinya observasi 10.55 PETUNJUK UMUM OBSERVASI Pada setiap bagian pilihlah antara skor 1 – 4 yang paling menggambarkan perilaku calon guru penggerak selama praktik mengajar. Tuliskan angka 1/2/3/4 pada kolom Catatan: Skor 4 bukan berarti sempurna sehingga tetap dimungkinkan adanya saran pengembangan yang spesifik bagi guru dengan skor 4. Untuk itu, tuliskanlah catatan kualitatif dari setiap aspek yang diamati pada kolom yang tersedia. Contoh-contoh yang disediakan di lembar observasi ini hanya ilustrasi dan dapat disesuaikan dengan kondisi guru. OBSERVASI I Mengembangkan lingkungan kelas yang memfasilitasi murid belajar secara nyaman 1 1 2 3 4 Skor Catatan Guru tidak menunjukkan modifikasi lingkungan belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran, karakteristik murid dan kompetensi sosial emosional. Guru melakukan modifikasi lingkungan belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran (kebutuhan belajar akademik). Guru melakukan modifikasi lingkungan belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran dan mempertimbangkan karakteristik murid. Guru melakukan modifikasi lingkungan belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran, karakteristik murid, dan tujuan pembelajaran sosial dan emosional. 4 Guru telah memodifikasi lingkungan belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran, karakteritik murud, dan KSE
81 "Penggunaan Komunikasi Positif” Terdapat 3 kriteria komunikasi positif: 2 (2a) Interaktif: o adanya timbal balik antara murid dan guru; adanya timbal balik juga antara murid dengan murid. Contoh perilaku guru: Interaksi terjadi dua arah (tidak didominasi oleh guru saja). o Mendorong interaksi antarmurid pada saat pembelajaran (mendorong murid untuk mengekspresikan pendapatnya, perasaannya, pilihannya. Validasi perasaan)." 1 2 3 4 Skor Catatan Guru mendominasi interaksi dan hanya memberikan sedikit kesempatan kepada murid untuk berpendapat (metode ceramah satu arah). Pada satu jam pelajaran, sebagiannya (50%) guru melakukan komunikasi satu arah dan sebagiannya lagi guru memberikan kesempatan kepada murid untuk berpendapat. Guru melakukan komunikasi secara timbal balik dengan muridnya (gurumurid). Guru melakukan komunikasi secara timbal balik dengan muridnya (gurumurid) dan juga memberikan kesempatan kepada muridnya untuk saling berinteraksi (murid-murid). 4 Guru telah melakukan komunikasi timbal balik guru-murid. (2b) Empatik: guru ingin tahu dan mencoba memahami sudut pandang murid. Contoh perilaku guru: o Guru mendengarkan secara aktif pendapat/penjelasan dari murid. o Guru mengajukan pertanyaan untuk mengklarifikasi pendapat/penjelasan murid. 1 2 3 4 Skor Catatan Guru berasumsi tentang kondisi murid tanpa mengklarifikasi terlebih dahulu. Guru mendengarkan pendapat murid yang relevan dengan topik atau pertanyaan yang diajukan oleh guru saja. "Guru berupaya mencari tahu apa yang sedang dikerjakan dan dipikirkan oleh muridnya, namun hanya berhasil melakukannya pada sedikit murid. Guru mendengarkan dengan aktif pendapat yang disampaikan oleh semua murid." "Guru mencari tahu apa yang sedang dikerjakan dan dipikirkan oleh muridnya. Guru mendengarkan dengan aktif pendapat yang disampaikan oleh semua murid." 4 Guru tahu apa yang sedang dikerjakan murid dan guru telah mendengarkan dengan aktif pendapat murid. (2c) Emosi positif: guru mengekspresikan emosi positif selama berinteraksi dengan murid Contoh perilaku guru: o tidak menggunakan kata bermuatan negatif yang dapat merendahkan diri murid. o menunjukkan ekspresi emosi positif (seperti: senyum, pandangan mata diarahkan pada murid, emosi senang, antusias, ramah, dll.) o merespon tanggapan murid dengan tetap menghargai dan mengapresiasi pendapat murid.
82 1 2 3 4 Skor Catatan Guru berasumsi tentang kondisi murid tanpa mengklarifikasi terlebih dahulu. Guru mendengarkan pendapat murid yang relevan dengan topik atau pertanyaan yang diajukan oleh guru saja. "Guru berupaya mencari tahu apa yang sedang dikerjakan dan dipikirkan oleh muridnya, namun hanya berhasil melakukannya pada sedikit murid. Guru mendengarkan dengan aktif pendapat yang disampaikan oleh semua murid. "Guru mencari tahu apa yang sedang dikerjakan dan dipikirkan oleh muridnya. Guru mendengarkan dengan aktif pendapat yang disampaikan oleh semua murid." 4 Guru telah mendengarkan dengan aktif pendapat murid dan mencari tahu apa yang sedang dikerjakan murud. (2c) Emosi positif: guru mengekspresikan emosi positif selama berinteraksi dengan murid Contoh perilaku guru: o tidak menggunakan kata bermuatan negatif yang dapat merendahkan diri murid. o menunjukkan ekspresi emosi positif (seperti: senyum, pandangan mata diarahkan pada murid, emosi senang, antusias, ramah, dll.) o merespon tanggapan murid dengan tetap menghargai dan mengapresiasi pendapat murid. 1 2 3 4 Skor Catatan Guru menggunakan kata-kata bermuatan negatif. Guru menampilkan ekspresi emosi yang tidak konsisten (antara emosi negatif dan positif) Guru menampilkan ekspresi emosi yang positif dan emosi netral secara bergantian. Guru menampilkan ekspresi emosi yang positif secara konsisten (menampilkan emosi senang, antusias, ramah) 4 Guru selama proses pembelajaran telah menampilkan emosi senang, atusias, dan ramah. 3 Penerapan Disiplin Guru berupaya menerapkan prinsip restitusi; yaitu menguatkan dan mengajarkan murid bahwa kesalahan dapat menjadi kesempatan untuk belajar. Restitusi juga menekankan refleksi diri murid tentang apa yang bisa mereka lakukan ketika melakukan kesalahan. 1 2 3 4 Skor Catatan "Posisi Penghukum Guru menggunakan hukuman, sindiran, dan kritik untuk mendisiplinkan murid. Guru akan mengekspresikan kemarahan ketika murid melakukan kesalahan dengan menghardik, "Posisi Teman Guru menggunakan pertemanan dan humor untuk memberikan pengaruh pada murid. Guru seringkali memberikan pembelaan, pembenaran atau "Posisis Pemantau/Monitor Guru menerapkan kedisiplinan dengan menggunakan peraturan dan konsekuensi yang disepakati bersama murid. Guru berusaha untuk memberikan bukti objektif, "Posisi Manajer Guru menggunakan prinsip restitusi bahwa kesalahan wajar terjadi dan mereka menerima kesalahan murid. Guru bertanya pada murid alasan mereka melakukan kesalahan dan membantu mereka 4 Guru mempunyai buku catatan kesepakatan kelas dan menggunakan prinsip restitusi.
83 membentak, atau menunjuk-nunjuk. Posisi Pembuat Merasa Bersalah Guru mendiamkan murid atau menggunakan katakata yang membuat murid merasa bersalah (seolah-olah guru/orang tua/murid lain akan menderita akibat kesalahannya). Contoh: Jika kamu terus seperti itu, Ibu bisa jantungan, kasihan orang tua kamu." memberikan penjelasanpenjelasan atas perilaku yang dilakukan murid. Contoh: ""Ayo bantu bapak melakukan ini ya. Ya sudah, untuk sekarang tidak apa-apa kamu melakukannya namun berikutnya tolong diikuti ya. menekankan pada pencatatan dan pengukuran dalam mendisiplinkan murid. Konsekuensi yang diberikan berhubungan dengan peraturan yang dilanggar murid. Contoh: Menggunakan checklist (daftar periksa), poin, atau alat lainnya. Atau dengan mengatakan, "Peraturan apa yang kamu langgar? Apa konsekuensinya? mencari jalan keluar. Guru tipe ini kadang menggunakan posisi pemantau dan manajer pada murid di situasi tertentu. Contoh: "Apa yang akan kamu lakukan sekarang? Apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi kesalahan ini? 4 Pemberian Motivasi Guru mendorong murid untuk mau dan semangat belajar. 1 2 3 4 Skor Catatan Guru mendorong murid untuk belajar dengan cara memberikan hukuman/konsekuen si negatif. Contoh: Jika kamu tidak mengumpulkan tugas, Ibu tidak akan mengizinkan kamu ikut kelas berikutnya. Guru mendorong perilaku belajar murid dengan menyampaikan ekspektasi guru dan memberikan konsekuensi positif. Contoh: Coba kamu lebih rajin, pasti kamu sudah bisa juara satu. Guru mendorong kemauan murid untuk belajar dengan cara mengingatkan tentang pentingnya pembelajaran terhadap diri mereka dan menyemangati mereka pada beberapa aktivitas pembelajaran. Contoh: Ibu/Bapak ingin kalian mempelajari topik ini dengan sungguh-sungguh karena ini akan berguna ketika kalian besar nanti." Guru menumbuhkan keinginan belajar murid dengan cara memberikan kesenangan, semangat, dan minat murid selama sesi pembelajaran. Contoh: Guru merancang pembelajaran yang sesuai dengan minat murid. Ternyata Matematika itu seru ya. Kira-kira minggu depan kalian ingin belajar apa ya, biar tambah semangat? 4 Guru sudah merangcang pembelajaran sesuai dengan minat murid dengan menggunakan pembelajaran berdiferensiasi sehingga murid senang, semangat untuk belajar. TOTAL SKOR OBSERVASI I (1 + 2a + 2b+ 2c + 3 + 4) = (4+4+4+4+4+4+4) = 28
84 OBSERVASI II Memandu proses belajar mengajar yang efektif 1 Pembukaan Proses Belajar (1) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dari sesi tersebut. (2) Guru menghubungkan materi pembelajaran sebelumnya dengan tujuan pembelajaran sesi tersebut. (3) Guru menyampaikan relevansi tujuan/materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari/ Menyampaikan pentingnya materi tersebut untuk kehidupan murid (4) Guru menjelaskan rangkaian aktivitas yang akan dilakukan pada sesi pembelajaran. 1 2 3 4 Skor Catatan Guru langsung memulai pembelajaran tanpa menyebutkan tujuan yang akan dipelajari. Guru hanya menyampaikan tujuan pembelajaran dan tidak menjelaskan rangkaian aktivitas yang akan dilakukan. Guru memastikan murid memahami tujuan pembelajaran yang diharapkan dan rangkaian aktivitas yang akan dilakukan Guru memastikan murid memahami tujuan pembelajaran yang diharapkan dan rangkaian aktivitas yang akan dilakukan, serta mendiskusikan bersama murid keterkaitan dari topik yang dibahas dengan materi lain dan dengan kehidupan seharihari. 4 Guru telah menyampaikan tujuan pembelajaran dan menjelaskan rangkaian aktivitas yang akan dilakukan selama proses pembelajaran 2 Muatan Sosio-Emosional dalam Aktivitas Pembelajaran 1 2 3 4 Skor Catatan Aktivitas pembelajaran yang diberikan hanya bermuatan akademik Ada aktivitas yang membuat murid bersemangat, bersenangsenang, atau kembali fokus ke pembelajaran (seperti: ice breaking atau energizer) namun tidak dimanfaatkan secara eksplisit untuk menguatkan kompetensi sosial-emosional dan terpisah dari muatan akademik yang sedang dipelajari Aktivitas yang menguatkan kompetensi sosialemosional murid telah diintegrasikan ke dalam pembelajaran pada: tahap pembukaan yang hangat, tahap inti yang melibatkanmenantangmenyenangkan, dan tahap penutup yang optimistik namun masih terpisah dari materi akademik yang sedang dipelajari Aktivitas yang menguatkan kompetensi sosialemosional murid telah diintegrasikan ke dalam pembelajaran pada: tahap pembukaan yang hangat, tahap inti yang melibatkanmenantangmenyenangkan, dan tahap penutup yang optimistik dengan cara meleburkannya dengan muatan akademik yang sedang dipelajari 4 Guru telah melakukan Kompetensi Sosial – Emosional dalam pembelajaran mulai dari kegiatan awal semangat dan hangat, pada kegiatan inti pembelajaran menantang, menyenangkan dan pada tahap penutup sosial emosional sangat baik sekali. Pendekatan dalam Mendampingi murid Guru memberikan scaffolding untuk membantu murid yang mengalami kesulitan. Scaffolding yang dimaksud adalah suatu teknik pembelajaran di mana murid diberikan sejumlah bantuan, kemudian perlahan-lahan diadakan pengurangan terhadap bantuan tersebut hingga pada akhirnya, murid dapat menunjukkan kemandirian yang lebih besar dalam proses pembelajaran.
85 3 1 2 3 4 Skor Catatan Guru mendiamkan dan membiarkan murid untuk mengerjakan sendiri tugas yang diberikan. Guru memberikan arahan dan solusi secara langsung pada murid ketika mereka mengerjakan tugas. Guru melakukan scaffolding untuk membantu murid yang mengalami kesulitan. Guru melakukan scaffolding untuk membantu murid sesuai dengan kebutuhan belajar mereka. Muridmurid dapat mengerjakan tugasnya secara mandiri sebagai hasil dari proses scaffolding yang dilakukan guru. 3 Guru telah memberikan arahan dan solusi secara langsung pada murid ketika mengerjakan tugas. 4 Penggunaan Strategi Pembelajaran 1 2 3 4 Skor Catatan Guru hanya menggunakan satu strategi belajar di sepanjang satu sesi ATAU Guru menggunakan strategi pembelajaran namun kesulitan untuk melibatkan murid secara aktif dalam pembelajaran. Guru menggunakan beberapa strategi pembelajaran dan berusaha mendorong siswa untuk terlibat secara aktif dalam pembelajaran serta berusaha mendorong pengembangan keterampilan penting, namun belum konsisten hingga akhir sesi. Guru menggunakan beberapa strategi pembelajaran yang relevan untuk melibatkan siswa secara aktif di sepanjang pembelajaran dan mendorong pengembangan keterampilan penting. Guru dengan lancar memodifikasi strategi, materi, dan pengelompokan untuk mengoptimalkan kesempatan siswa untuk belajar dan memenuhi kebutuhan belajar mereka. Siswa terlibat aktif sepanjang pembelajaran dan fokus dalam pekerjaan yang tidak hanya mengembangkan keterampilan namun menantang mereka menjadi pemecah masalah. 4 Guru telah memodifikasi pembelejaran berdiferensiasi, PSE dan budaya positif dalam proses pembelajaran dari awal sampai akhir 5 Penutupan Proses Belajar (1) Guru mengajak murid mengambil rangkuman dan kesimpulan dari pembelajaran sesi tersebut (2) Guru bersama murid merefleksikan pembelajaran (3) Guru mengapresiasi kemajuan yang dicapai murid 1 2 3 4 Skor Catatan Guru menutup kelas tanpa memberikan kesimpulan pembelajaran. Guru hanya berfokus pada menyebutkan materi ajar pada pertemuan sesi tersebut, tetapi tidak berusaha Guru menyimpulkan dan memberitahu murid pembelajaran apa lagi yang didapatkan selain tentang materi ajar Guru mengajak murid menyimpulkan, merefleksikan halhal yang sudah dipelajari (baik dari sisi akademik, 4 Guru telah mengajak siswa untuk menyimpulkan dan merefleksikan hal yang sudah
86 menyimpulkan pembelajaran lainnya yang nonakademik. (misalnya terkait dengan keterampilan sosial emosional yang dipelajari) sosial, dan emosional), serta mengapresiasi kemajuan atau perubahan positif yang dicapai murid. dipelajari dengan baik TOTAL SKOR OBSERVASI II (1 + 2 + 3 + 4 + 5) = (4+4+3+ 4+4) = 19 OBSERVASI III Melakukan asesmen dan menyediakan umpan balik 1 Pemberian Umpan Balik 1 2 3 4 Skor Catatan Guru memberikan umpan balik yang menyinggung pribadi murid (contoh: menyalahkan murid karena sifatnya) "Guru hanya memberikan umpan balik secara umum terhadap produk seluruh murid. ATAU Guru hanya memberikan komentar singkat dengan kata, ""Mantap/Kerja yang bagus/Keren/sejen isnya"" saja." Guru memberikan umpan balik yang konkret (jelas) terhadap produk murid yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Guru memberikan umpan balik yang konstruktif (jelas dan mengandung saran pengembangan) bukan hanya terhadap produk murid tetapi juga proses belajar mereka (contoh: bagaimana strategi berpikir murid, bagaimana murid menyelesaikan masalah, teknik komunikasi yang dilakukan murid) 4 Guru telah memberikan umpan balik terhadap produk murid dan bagaimana menyelesaikan masalah dan teknik komunikasi yang dilakukan murid Fungsi Asesmen Asesmen meliputi: (1) Assessment of learning Penilaian yang dilaksanakan setelah proses pembelajaran selesai. (2) Assessment for learning Penilaian yang dilakukan selama berlangsungnya proses pembelajaran dan biasanya digunakan sebagai dasar untuk melakukan perbaikan proses belajar mengajar. (3) Assessment as learning Penilaian sebagai proses belajar dan melibatkan murid-murid secara aktif dalam kegiatan penilaian tersebut. (4) Differentiated assessment
87 2 Menetapkan bentuk asesmen (contoh latihan soal, tugas laporan) sesuai dengan kemampuan murid (misal: membedakan jenis soal untuk murid yang cerdas berbakat dengan murid biasa. Atau murid yang cepat menangkap dengan murid yang lebih lambat) 1 2 3 4 Skor Catatan Saat proses pembelajaran berlangsung, tidak terjadi proses penilaian. Saat proses pembelajaran berlangsung, terjadi proses penilaian, namun tidak terlalu berkaitan dengan tujuan pembelajaran. Saat pembelajaran berlangsung, terjadi proses penilaian dan terdapat bukti penilaian yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Saat pembelajaran berlangsung, terjadi proses penilaian yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Terdapat bukti adanya upaya guru melakukan diferensiasi untuk memenuhi kebutuhan belajar murid dan memastikan murid memahami proses penilaian yang dilakukan. 4 Guru telah melakukan penilaian sesuai tujuan pembelajaran yang dilakukan dengan pembelajaran berdiferensiasi sesuai kebutuhan murid. TOTAL SKOR OBSERVASI III (1 + 2) = (4+4) = 8
88 PENILAIAN OBSERVASI PRAKTIK GURU PENGGERAK Total Skor Observasi I (A) 28 Total Skor Observasi II (B) 19 Total Skor Observasi III (C) 8 NILAI AKHIR 98,2142 Catatan Umum dan Umpan Balik untuk Calon Guru Penggerak Pembelajaran yang dilakukan Bu Indah sangat aktif,kreatif dan afektif untuk anak SMP. Sesuai perlakuan dengan kondisi yang ada di Kelas VII SMPN 6 Muaro Jambi. Ibu Indah telah menciptakan suasana yang menyenangkan dengan bahasa tutur kata disertai raut wajah ceria dan bahasa tubuh. Sehingga timbul motivasi dan minat belajar yang menyenangkan. Tanda Tangan Observer Yayuk Purwanti g. Pasca Observasi (30’) Dalam proses percakapan pasca-observasi ini, supervisor (PP) dan guru (CGP) secara bersama memahami tujuan percakapan dan saling percaya akan tahapan kegiatan yang berlangsung. Percakapan pasca-observasi berisikan aktivitas berikut: o Menyampaikan tujuan percakapan dan hasil analisis data observasi kepada CGP o Melakukan percakapan umpan balik. Dalam percakapan PP menemukan area pengembangan dan perbaikan diri yang hendak dilakukan. Catat hasil umpan balik pada lampiran 6 . o Percakapan perencanaan area pengembangan o Rencana aksi pengembangan diri. Hasil perencanaan aksi pengembangan diri dicatat pada lampiran 7.
89 lampiran 6 Lembar Catatan Percakapan Pasca-Observasi Kelas Hari/ Tanggal : Kamis, 06 April 2023 Sekolah : SMPN 6 Muaro Jambi Nama Guru : Indah Wahyuni Kelas : VII Mata Pelajaran : IPA Waktu Percakapan : 10.55 Lampiran: Lembar Catatan Observasi Catatan Refleksi Guru: Kegiatan pembelajaran berjalan dengan baik sesuai dengan yang direncanakan. Seluruh langkah – langkah pembelajaran berjalan sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Guru berusaha dengan baik dalam pengelolaan kelas dan peserta didik dapat berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Akan tetapi ada beberapa hal yang menjadi catatan saya dan dapat digunakan sebagai refleksi guru 3) Pendekatan dalam mendampingi murid Guru belum memberikan scanffolding untuk membantu murid yang mengalami kesulitan. Scaffolding yang dimaksud adalah suatu teknik pembelajaran di mana murid diberikan sejumlah bantuan, kemudian perlahan-lahan diadakan pengurangan terhadap bantuan tersebut hingga pada akhirnya, murid dapat menunjukkan kemandirian yang lebih besar dalam proses pembelajaran. Topik percakapan dan catatan: Apa yang menjadi hambatan/kendala saat pelaksanaan proses pembelajaran? Yang menjadi kendala saya saat pelaksanaan proses pembelajaran adalah memfokuskan murid belajar, karena anak dalam kelas jumlah siswanya banyak. Apa ibu sudah puas dengan pembelajaran yang ibu lakukan? Menurut saya tidak ada rasa puas, karena untuk kedepannya kita menginginkan hal yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Saya pribadi menilai puas itu misalnya pada pertemuan hari ini anak bisa menyerap apa yang saya ajarkan, berarti tujuan saya tercapai berarti saya puas untuk pertemuan itu. Apa hal – hal positif yang telah ibu lakukan selama proses pembelajaran? Ketika saya bisa menggunakan vidio untuk membantu proses belajar, dan menggunakan media Canva, Gambar, Lagu, Puisi untuk presentasi hasil diskusi membuat pembelajaran menyenangkan. Apa yang akan ibu ubah untuk pertemuan selanjutnya? Untuk pertemuan berikutnya saya akan mempersiapkan bahan ajar dengan ekstra supaya saya tetap dapat menciptakan pembelajaran yang berpihak pada peserta didik.
90 Rencana Tindak Lanjut: 1. Memperbaiki kegiatan kegiatan yang belum terlaksana dengan maksimal 2. Supaya kedepannya dapat terus menciptakan pembelajaran yang inovatif dan berpihak pada murid. Disepakati bersama (Yayuk Purwanti) (Indah Wahyuni) Supervisor Guru Supervisi Akademik dengan Pola Pikir Coaching
91 lampiran 7 Lembar Rencana Pengembangan Diri Nama Guru : Indah Wahyuni Tahun pelajaran : 2022/2023 NIK : - Sekolah : SMPN 6 Muaro Jambi Coach/Supervisor 1.Yayuk Purwanti Kelas : VII Mata Pelajaran : IPA No Aktivitas Pengembangan Tujuan yang hendak dicapai Ukuran Keberhasilan Pendukung Waktu 1 Mengembangkan lingkungan kelas yang memfasilitasi murid belajar secara nyaman o Guru Membuat kenyamanan lingkungan belajar untuk memenuhi kebutuhan belajar murid o Membuat suasana ruangan yang berbeda o Menggunakan media pembelajaran dan praktek o Menggunakan teknologi o Menciptakan lingkungan kelas yang bersih o Murid belajar lebih aktif dan kreatif dan mandiri o Murid belajar lebih fokus o Memperindah kelas o Menggunakan media yang bervariasi o Laptop, in fokus, internet o Pembelajaran berikutnya o Pembelajaran berikutnya o Pembelajaran berikutnya o Guru Menggunakan komunikasi positif o Menggunakan komunikasi yang mudah dimengerti oleh murid o Murid lebih cepat paham dan tahu apa yang disampaikan guru o Menjadi pendengar yang baik dan aktif o Pembelajaran berikutnya o Guru Menerapkan disiplin o Melaksanakan kesepakatan kelas untuk belajar lebih nyaman o Membiasakan budaya positif o Membuat kesepakatan belajar o Pembelajaran berikutnya o Guru Memberi motivasi o Memberikan kata-kata motivasi o memberiakan siswa pujian o Berkomunikasi dan menunjukkan rasa peduli terhadap murid o Memberikan pujian dan apresiasi o Menyiapkan cerita yang memotivasi o Menyiapkan kata-kata pujian dan apresiasi yang o Pembelajaran berikutnya o Pembelajaran berikutnya
92 membuat murit termotivasi untuk melakukan yang terbaik 2 Memandu proses belajar mengajar yang efektif o guru Membuka proses belajar o Memastikan murid memahami tujuan pembelajaran dan rangkaian kegiatan yang akan di lakukan o Keaktifan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran. o Media pembelajaran yang menarik. o Pembelajaran berikutnya o Guru melakukan Muatan sosialemosional dalam aktivitas pembelajaran o Aktivitas yang menguatkan KSE telah diintegrasikan dalam pembelajaran pada tahap pembukaan yang hangat, tahap inti yang melibatkan, menantang, menyenangkan dan tahap penutup dengan optimal o Murid bisa fokus untuk belajar o Ruang kelas yang tenang dan tidak ada orang lain selain guru o Pembelajaran berikutnya o Guru Melakukan Pendekatan dalam mendampingi murid o Melakukan scaffolding untuk membantu murid sesuai kebutuhan belajar murid o Tumbuhnya sikap-sikap positif pada murid o Kemampuan pedagogi yang baik. o Pembelajaran berikutnya o Guru Menggunakan strategi pembelajaran o Mendorong murid melakukan kegiatan mulai dari diri, eskplorasi konsep,ruang kolaborasi, demontrasi kontekstual o Murid mampu melakukan kegiatan mulai dari diri, eskplorasi konsep,ruang kolaborasi, demontrasi kontekstual o Media pembelajaran yang mendorong pembelejaran berdiferensias i o Pembelajaran berikutnya
93 o Guru Menutup proses belajar o Mengajak murid menyimpulkan mereflekasikan hal-hal yang sudah dipelajari serta mengapresiasi kemajuan/perub ahan positif yang dicapai murid o Dapat menyimpulkan, merefleksikan apa yang sudah dipelajari o Kemampuan komunikasi guru. o Pembelajaran berikutnya 3 Melakukan asesmen dan menyediakan umpan balik o Guru Memberikan umpan balik o Memberikan umpan balik dengan jelas terhadap proses pembelajaran yang telah dilakukan o Dapat menyelesaikan tugas sesuai tujuan pembelajaran o Guru mencatat perilaku dan sikap murid selama proses pembelajaran o Pembelajaran berikutnya o Guru Melaksanakan asesmen o Melakukan penilaian selama proses pembelajaran o Belajar sesuai bakat dan minatnya o Guru memahami proses penilaian o Pembelajaran berikutnya Disepakati Bersama Hari : Kamis Guru Supervisor Tanggal : 06 April 2023 (Indah Wahyuni) (Yayuk Purwanti)
94 Bagian akhir pendampingan (15’) j. Melakukan refleksi terhadap proses pendampingan saat ini: Pertanyaan Respon CGP o Apa yang sudah baik dan yang perlu Indah perbaiki ke depannya pada pembelajaran tadi? o Yang perlu diperbaiki adalah terus belajar dan semangat terus menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, KSE, dan budaya positif o Sejauh apa pendampingan saat ini membantu Bu Indah mengimplementasikan pembelajaran yang berpihak kepada murid? o o Hal-hal apa saja yang perlu diperbaiki untuk ke depannya? o Sangat membantu sekali karena dapat belajar dan bertukar pikiran dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, KSE, dan budaya positif o Bimbingan dan arahan uantuk lebih baik lagi o sudah baik dalam berbagi praktik baik k. Jika ada hal-hal terkait pembelajaran daring yang perlu diketahui oleh fasilitator, maka perlu dicatat dalam Jurnal Komunikasi di LMS. l. Mengingatkan CGP untuk menyiapkan diri untuk pendampingan individu 5. Aktivitas persiapan: o Kelengkapan bahan yang harus disiapkan CGP untuk PI 5 adalah: Mengajak satu orang rekan sejawat untuk dibimbing dan dicoaching pada PI 5. Penetapan jadwal observasi pembelajaran. Pelaksanaan observasi pembelajaran minimal 2 jam pelajaran dan dapat dilakukan secara daring ataupun luring (disesuaikan dengan kebijakan sekolah) Membimbing rekan sejawat dalam menyusun RPP dan juga melakukan koreksi terhadap RPP yang disusun. Hasil koreksiksi CGP dijadi dasar perbaikan RPP oleh rekan sejawat o Aktivitas Coaching untuk supervisi akademik Untuk melakukan aktivitas ini, CGP harus mengikuti instruksi yang ada dalam modul 2.3 pada bagian aksi nyata. Pastikan CGP melakukan:
95 Proses pra-observasi. Hasil catatan saat proses ini diserahkan kepada PP saat pendampingan individu 5 (CGP menggunakan instrument praobservasi di modul 2.3) Proses observasi pembelajatan. Hasil catatan saat proses ini diserahkan kepada PP saat pendampingan individu 5 (CGP menggunakan instrument observasi pembelajaran di modul 2.3) o Setiap aktivitas CGP saat melakukan pra-observasi dan observasi pembelajaran, PP tetap melakukan pemantauan dan diskusi melalui WA/HP/tatap muka virtual. PI.4.3. Rencana Tindak Lanjut Pendamping mengembangkan Rencana Tindak Lanjut (RTL) untuk proses pendampingan selanjutnya, tuliskan apa saja yang akan di rencanakan oleh pendamping terkait proses pendampingan berikutnya, perhatikan apa saja yang telah dipelajari oleh CGP dan capain apa saja yang mungkin telah tercapai saat pendampingan berikutnya, ada baiknya komunikasi ke fasilitataor untuk menghasilkan pendampingan yang maksimal.
96 BAB IV PENUTUP Program Pendidikan Guru Penggerak merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi guru secara berkelanjutan sehingga dapat melakukan pembelajaran yang menarik dan berinovasi sesuai kebutuhan materi yang diajarkan. Sehingga, tujuan akhir dari program ini, yaitu meningkatkan kompetensi peserta didik dalam peningkatan keterampilan dan menyelesaikan masalah pembelajaran dapat tercapai. Keberhasilan pelaksanaan Program Pendidikan Guru Penggerak ditentukan oleh kesungguhan semua pihak dalam melaksanakan program ini.
97 DAFTAR DOKUMEN PENGAJAR PRAKTIK PENDAMPINGAN INDIVIDU 4 TANGGAL 3 April s.d. 6 April 2023 Nama PP : YAYUK PURWANTI Kelas : C Kabupaten : Muaro Jambi No Jenis Dokumen Ada Tidak 1 Surat Tugas Pendampingan ke-4 √ 2 SPD √ 3 Daftar hadir pada waktu pendampingan ke-4 √ 4 Foto di lokasi pendampingan ke-4 √ 5 Nota dan Rekap Biaya Makan Pendampingan ke-4 √ 6 Surat Tugas Lokakarya 4 √ Pengajar Praktik, YAYUK PURWANTI
98 Surat Tugas Pendampingan ke-4 dan Jadwal PI 4
99
100