BARISAN DAN DERET
UNTUK MENGEKSPLOR BERPIKIR KOMPUTASIONAL
KELAS XI
“ matematika. Namun, tidak salah juga berusaha untuk bisa dalam “
Tidak setiap orang harus mahir dalam segala hal, termasuk
segala hal, termasuk matematika.
With love,
Fanny Ahmad Fauzi
What are u looking for?
Geometri
KD
KI
Pola Rekursif
Barisan
dan Deret
Bilangan
Penerapan Latihan
Konsep
Barisan dan
Deret
Pengetahuan
Kompetensi
Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang Inti
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada bidang kajian yangspesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
Keterampilan
Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah
abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai
kaidah keilmuan.
Kompetensi Dasar
3.6 Menggeneralisasi pola bilangan dan jumlah pada
barisan Aritmetika dan Geometri
4.6 Menggunakan pola barisan aritmetika atau geometri
untuk menyajikan dan menyelesaikan masalah
kontekstual (termasuk pertumbuhan, peluruhan, bunga
majemuk, dan anuitas).
Indikator Berpikir Komputasional:
1. Dekomposisi yaitu menuliskan hal yang
diketahui dan ditanyakan
2. Pengenalan pola yaitu mengenali pola untuk
menyelesaikan sebuah masalah
3. Generalisasi pola dan abstraksi yaitu
menyebutkan pola umum dan menarik
kesimpulan
4. Berpikir algoritma yaitu menyebutkan
langkah-langkah untuk menyelesaikan
sebuah masalah
Pola Barisan dan
Deret Bilangan
Click to watch video
Apakah kamu tahu untuk apa kita belajar
barisan dan deret?
Tahukah kamu kalau barisan dan deret
tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari?
Ekonomi
Ekonomi
Ekonomi
Geografi
Kimia
Fisika
Gimana? Menarik kan?
Kira-kira berapa ya
pola selanjutnya?
....
2 2 2 2 2 ....
1 2 3 4 5
2
Jika dilanjutkan maka maka pola selanjutnya adalah 5 = 25
2
6 = 36.
2
Suku ke-n barisan tersebut adalah = . Barisan ini
dinamakan barisan persegi.
....
1 3 6 10 ....
1 1+2 1+2+3 1+2+3+4 ....
( +1)
Suku ke-n nya adalah = 1 + 2 + 3 + ⋯ + =
Bentuk umum barisan bilangan: , , , … ,
3
1
2
= + + + ⋯ + disebut DERET.
2
1
3
Contoh deret:
1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 + 8 + 9
2 + 5 + 8 + 11 + 14 + 17
DERET ADALAH JUMLAHAN SUKU-SUKU
DARI SUATU BARISAN. Click to watch video
Barisan dan Deret
Aritmetika
Pernahkah kamu melihat bentuk barisan seperti
dibawah ini?
2, 6, 10, 14, 20, …
Jika kamu perhatikan, selisih antar suku
berurutan selalu sama, yaitu 4.
So.. Namanya barisan apa ya? Mari kita bahas
yuk?
Bentuk umum barisan bilangan: Barisan Aritmetika
, , , … ,
1
3
2
Barisan Aritmetika adalah barisan
yang selisih dua suku berurutannya
selalu tetap/konstan. Selisih yang
tetap tersebut dinamakan BEDA (b).
= − −
Rumus Umum suku ke-n barisan aritmetika dengan suku pertama
dilambangkan dengan . dan beda adalah b
=
= + = +
= + = + + = +
= + = + + = +
= + = + + = +
⋮
= − + = + −
= −
=
= + −
=
=
Click to watch video
Contoh Soal
Di sebuah pabrik genting, sebuah tim kerja mampu menghasilkan
5 lusin genting dalam waktu 2 jam dan mulai bekerja mulai pukul
07.00-16.00 dengan waktu istirahat selama 1 jam. Karena
meningkatnya pesanan genting, tiap hari tim diharuskan menambah
produksinya sebanyak 1 lusin, maka:
a. Tentukan pola umum produksi setiap harinya!
b. Tuliskan langkah-langkah dann hitunglah waktu yang diperlukan
untuk menghasilkan 468 buah genting?
Diketahui: Waktu kerja= 07.00-16.00= 9 jam – 1 jam istiharat= 8 jam/ hari
Banyak produksi awal = 5 lusin/2jam = 60 buah/2 jam
= 60 × 4 = 120 ℎ
= 12
= 468
Ditanyakan : Pola umum dan n
Generalisasi Pola dan Abstraksi
= + − 1
U = 120 + − 1 12
= 120 + 12 − 12
U = 12 + 108
Jadi, pola umum produksi setiap harinya adalah U = 12 + 108
Berpikir algoritma
Langkah-Langkah penyelesaian:
1. Menuliskan hal diketahui dan ditanyakan
2. Mencari nilai a yang belum diketahui
3. Mencari pola umum atau dapat menggunakan rumus
= + − 1
n
4. Mensubsitusikan terhadap rumus pola n
− 1, − 2, … , ℎ − =?
120, 132, … , =?
n
Untuk mencari pada hari ke berapakah tim dapat menghasilkan 468 buah genting, dapat
menggunakan rumus = + − 1 atau menggunakan pola umum yang telah
n
dicari sebelumya.
U = 12 + 108
468 = 12 + 108
468 − 108 = 12 Jadi, tim akan memproduksi sebanyak 468 buah pada
hari ke 30
360 = 12
360
= = 30
12
Apa bedanya
2, 6, 10, 14, 20, …
dengan
2+6+10+14+20+ …
Markibas yukk…..
Deret Aritmetika
Misalkan , , , … , adalah suku-suku barisan aritmetika.
3
2
1
= + + + ⋯ + disebut DERET ARITMETIKA, dengan
2
3
1
= + −
= +
atau
=
= [ + − ] =
=
= −
=
2, 6, 10, 14, 20, … Barisan aritmetika
2+6+10+14+20+ … Barisan Geometri
Klik to watch video
Contoh Soal
Seorang kurir berkeliling mengantarkan barang dengan
menggunakan sepeda motor. Misalkan pada bulan pertama ia
melakukan perjalanan sejauh 1.150 km dan setiap bulan berikutnya
jaraknya berkurang 25 km.
a. Tentukan pola umum dari jarak tempuh setiap bulannya!
b. Tuliskan langkah-langkah dan hitunglah berapa
uang yang harus ia keluarkan untuk mengisi bensin
selama dua tahun jika harga bensin perliternya
Rp 7.650,00 dan tiap liternya dapat menempuh
jarak 30 km?
Dekomposisi
Penyelesaian
Diketahui: = 1.150
= −25
ℎ = 7.650,00
ℎ = 30 /
1 tahun = 12 bulan, maka n= 24
Ditanyakan : Pola umumnya dan uang harus di
keluarkan untuk mengisi bensin selama 2 tahun
Generalisasi Pola dan Abstraksi
1
= 2 + ( − 1 )
2
1
S = 2 1.150 + − 1 −25
2
1
S = 2.300 − 25 + 25
2
1
S = 2.325 − 25
2
1
S = 2.325 − 25 2
2
1
Jadi, pola umum jarak tempuh setiap bulannya adalah S = 2 2.325 − 25 2
Berpikir Algoritma
Langkah-Langkah penyelesaian:
1. Menuliskan hal diketahui dan ditanyakan
2. Mencari nilai a yang belum diketahui
3. Mencari pola umum atau dapat menggunakan rumus
1
= 2 + ( − 1 )
n
2
4. Mensubsitusikan terhadap rumus n
Pengenalan Pola
− 1 + − 2 + ⋯ + − 24 =?
1.150 + 1125 + ⋯ + 24 =?
Untuk mencari total jarak yang ditempuh selama 24 bulan, menggunakan rumus S n
1
= 2 + ( − 1 )
2
1
S 24 = ∙ 24 2 1.150 + 24 − 1 −25
2
S 24 = 12 2.300 − 575
S 24 = 12 1725
S 24 = 20.700
20.700
= × 7.650 = 5.278.500
30
Jadi, total uang yang harus ia keluarkan untuk mengisi
bensin selama dua tahun adalah Rp 5.278.500,00
Adakah alternatif lain?
1 2
Coba gunakan pola umum S = 2.325 − 25
2
dan rumus S = + U
2
Menentukan Suku ke-n jika Rumus Jumlah Suku Pertama Diketahui
= + + + ⋯ + − +
= − +
Atau dapat ditulis: = − −
Jika jumlah suku n pertama pada deret aritmetika adalah
= + , maka:
= + ( − )
Contoh
Jumlah n suku pertama dari deret aritmetika adalah
= − . Tentukan suku ke-n deret tersebut.
Jawab:
Karena Diketahui = − = + ( − )
p q
= + − = × × + − − = −
Suku Tengah Barisan atau Deret Aritmetika
, , , … , , +1 , … , 2 −1
2
3
1
= { + − } }
= { +
−
Diketahui barisan aritmetika 3,5,7,9, … , 1.007
Tentukan suku tengah barisan tersebut.
Jawab:
Diketahui: = 3, = 2, 2 −1 = 1.007
1
ℎ, = + 2 −1
2
1
= 3 + 1.007
2
= 505
Klik to watch video
Barisan dan Deret
Geometri
Pernahkah menemukan barisan seperti ini?
Barisan Geometri
Bukan barisan aritmetika
Ini adalah contoh barisan geometri
2 4 8
= = = 2 =
1 2 4 −1
Rumus suku ke-n barisan geometri: = −1
=
=
Klik to watch video =
Tinggi sebuah pohon setiap bulannya bertambah terus dengan
persentase tetap dari ketinggian sebelumnya. Pada bulan
ke dua tinggi pohon tersebut 0,4 m dan pada bulan ke empat
tingginya 9 .
10
a. Tentukan pola umum dari tinggi pohon tersebut untuk
setiap bulannya!
b. Tuliskan langkah-langkah dan hitunglah tinggi pohon
pada bulan ke 8!
Penyelesaian
Dekomposisi
4 2
Diketahui: = 0,4 = 10 = 5
2
9
=
4
10
Ditanyakan : Pola umum tinggi pohon setiap bulannya,
Langkah-Langkah dan 8
Jawab : Untuk mencari pola umum barisan tersebut,
maka harus mencari nilai a dan r terlebih dahulu