The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by sitinurlaela04, 2021-07-11 07:57:13

LAPORAN AKTUALISASI_SITI NURLAELA

LAPORAN AKTUALISASI_SITI NURLAELA

LAPORAN AKTUALISASI

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
GOLONGAN III KOTA DEPOK PROVINSI JAWA BARAT

“PENINGKATAN KEPEDULIAN SISWA TERHADAP
PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI GERAKAN KANGPISMAN
(KURANGI, PISAHKAN, MANFAATKAN) PADA SISWA KELAS 2

DI UPTD SDN PITARA 2 DEPOK”

Disusun Oleh :

NAMA : SITI NURLAELA, S.Pd

NIP : 19970412 202012 2 015

ANGKATAN/NDH : V/29

JABATAN : CALON AHLI PERTAMA GURU KELAS

GOL/RUANG : III/a

UNIT KERJA : UPTD SDN PITARA 2, DINAS

PENDIDIKAN KOTA DEPOK

COACH : Ir. ADE KUSMANA, M.M.

MENTOR : YUNIASTUTI, S.Pd

LATIHAN DASAR CPNS GELOMBANG II ANGKATAN V
BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

PEMERINTAH KOTA DEPOK
BEKERJA SAMA DENGAN

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
PROVINSI JAWA BARAT
2021

LEMBAR PERSETUJUAN
RANCANGAN AKTUALISASI

Judul : Peningkatan Kepedulian Siswa Terhadap Pengelolaan

Sampah Melalui Gerakan KangPisMan (Kurangi, Pisahkan,

Manfaatkan) pada Siswa Kelas 2 di UPTD SDN Pitara 2

Nama Peserta Depok
: Siti Nurlaela, S.Pd.

NIP : 19970412 202012 2 015

Angkatan :V

Nomor Absen : 29

Instansi : Dinas Pendidikan Kota Depok

Jabatan : Calon Ahli Pertama Guru Kelas

Unit Kerja : UPTD SDN Pitara 2 Depok

Telah memenuhi persyaratan dan mendapatkan

persetujuan untuk mengikuti Seminar Laporan

Aktualisasi pada tanggal 12 Juli 2021

Peserta

Coach Siti Nurlaela, S.Pd
NIP 19970412 202012 2 015

Mentor

Ir. Ade Kusmana, M.M. Yuniastuti, S.Pd
NIP 19681217 199503 1 003 NIP 19760813 200902 2 003

i

LEMBAR PENGESAHAN
RANCANGAN AKTUALISASI

Judul : Peningkatan Kepedulian Siswa Terhadap Pengelolaan

Nama Peserta Sampah Melalui Gerakan KangPisMan (Kurangi, Pisahkan,
NIP
Angkatan Manfaatkan) pada Siswa Kelas 2 di UPTD SDN Pitara 2
Nomor Absen
Instansi Depok
Jabatan : Siti Nurlaela, S.Pd.
Unit Kerja
: 19970412 202012 2 015

:V

: 29

: Dinas Pendidikan Kota Depok

: Calon Ahli Pertama Guru Kelas

: UPTD SDN Pitara 2 Depok

Telah diseminarkan

pada Hari : Senin

Tanggal : 12 Juli 2021

Mentor Peserta

Yuniastuti, S.Pd Siti Nurlaela, S.Pd
NIP 19760813 200902 2 003 NIP 19970412 202012 2 015

Penguji Coach

Dr. Hj. Tati Iriani, S.H, M.M Ir. Ade Kusmana, M.M.
NIP 19590422 198503 2 005 NIP 19681217 199503 1 003

ii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. yang telah memberikan rahmat
dan karunia-Nya sehingga dapat menyelesaikan rancangan aktualisasi dan habituasi Nilai-
nilai Dasar Profesi Aparatur Sipil Negara (ASN) di UPTD SDN Pitara 2 Depok .

Penyusunan rancangan aktualisasi dan habituasi ini merupakan tahapan sebagai syarat
menyelesaikan pendidikan Latihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Kota Depok Golongan
III T.A 2021. Dalam penyusunan rancangan aktualisasi dan habituasi ini, penulis
mendapatkan banyak pengarahan, bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak yang tentunya
memberikan kelancaran dalam rancangan ini. Oleh karena itu, penulis menyampaikan
ucapan terima kasih kepada:

1. Bapak Ir. Ade Kusmana, M.M. selaku coach yang selalu membimbing,
mendukung dan mengarahkan dalam penyusunan laporan ini.

2. Ibu Yuniastuti, S.Pd selaku mentor yang selalu memberikan bimbingan dan
dukungan dalam penyusunan laporan ini.

3. Bapak Hanafi, M.Pd selaku kepala sekolah dan rekan-rekan guru SDN Pitara 2
Depok yang selalu memberikan dukungan dan masukan selama pengerjaan
aktualisasi ini.

4. Seluruh Widyaiswara Latsar CPNS yang telah memberikan banyak
kesempatan pada penulis untuk belajar dan memberikan materi dengan ikhlas.

5. Seluruh pengamat Latsar CPNS yang telah membantu terlaksananya pelatihan
ini.

6. Ayahanda dan Ibunda tercinta yang tidak pernah berhenti mendoakan penulis
dalam pelaksanaan Latsar CPNS.

7. Suami tercinta yang selalu memberi cinta dan semangat pada penulis untuk
tetap berjuang memberikan yang terbaik.

III

8. Rekan-rekan peserta Latsar CPNS, Khususnya peserta Latsar angkatan V
Kelompok 1 yang selama ini saling mendukung dan memotivasi.

9. Semua pihak yang mendukung yang tidak dapat peserta sebutkan satu per satu.
Semoga kegiatan Pelatihan Dasar CPNS ini dapat menjadi solusi untuk

membentuk ASN yang berkualitas dalam menjalankan pelayanan publik dan
rancangan aktualisasi ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca. Oleh
karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun
agar tercipta rancangan aktualisasi yang lebih berkualitas.

Depok, Mei 2021
Penulis

Siti Nurlaela, S.Pd

iv

DAFTAR ISI i
Lembar Persetujuan ............................................................................... ii
Lembar Pengesahan ............................................................................... iii
Kata Pengantar........................................................................................ v
Daftar Isi ................................................................................................ vi
Daftar Tabel............................................................................................ vii
Daftar Gambar ....................................................................................... 1
BAB I PENDAHULUAN....................................................................... 1
5
A. Latar Belakang............................................................................ 11
B. Identifikasi Isu ........................................................................... 11
C. Maksud danTujuan Aktualisasi ................................................. 13
D. Manfaat Aktualisasi.................................................................... 13
BAB II GAMBARAN UMUM ORGANISASI ...................................... 14
A. Identitas Organisasi ................................................................... 14
B. Visi dan Misi Organisasi............................................................. 15
C. Nilai- Nilai Organisasi ............................................................... 16
D. Struktur Organisasi .................................................................... 17
E. Role Model.................................................................................. 17
BAB III RANCANGAN AKTUALISASI .............................................. 23
A. Nilai-Nilai Dasar ANEKA ......................................................... 26
B. Kedudukan dan Peran ASN dalam NKRI .................................. 36
C. Rancangan Aktualisasi ...............................................................
D. Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi ................................................ 37

BAB IV PELAKSANAAN AKTUALISASI 37
48
A. Kegiatan Aktualisasi ..................................................................
B. Realisasi Pelaksanaan Aktualisasi ............................................. 49
49
BAB IV PENUTUP ................................................................................. 49
A. Kesimpulan ..................................................................................
B. Saran ............................................................................................. 50

DAFTAR PUSTAKA...............................................................................

v

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Identifikasi Isu ................................................................................. 6

Tabel 1.2 Analisis USG.................................................................................... 7
Tabel 1.3 Hasil Analisis Survei Rendahnya Sikap Peduli Siswa Kelas 2A 8

terhadap Pengelolaan Sampah .........................................................

Tabel 2.1 Daftar Tenaga Pendidik dan Kependidikan Organisasi ................... 16

Tabel 3.1 Indikator Nilai Dasar Akuntabilitas ................................................. 17

Tabel 3.2 Nilai-Nilai Dasar Nasionalisme ....................................................... 19

Tabel 3.3 Rancangan Aktualisasi ..................................................................... 26

Tabel 3.4 Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi ....................................................... 36

vi

DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Gedung UPTD SDN Pitara 2 Depok.............................................. 13
Gambar 2.1 Struktur Organisasi UPTD SDN Pitara 2 Depok ........................... 15
Gambar 4.1 Hasil Konsultasi dengan Mentor .................................................... 38
Gambar 4.2 Dokumen RPP ................................................................................ 39
Gambar 4.3 Media dan Materi Pembelajaran ..................................................... 40
Gambar 4.4 Kegiatan Pembelajaran KangPisMan Tahap 1 ............................... 43
Gambar 4.5 Kegiatan Pembelajaran KangPisMan Tahap 2 ............................... 45
Gambar 4.6 Evaluasi Penilaian dan Pemberian Reward .................................... 47

vii

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam rangka pelaksanaan cita-cita bangsa dan mewujudkan tujuan negara
sebagaimana tercantum dalam pembukaan undang-undang dasar negara Republik
Indonesia 1945, perlu dibangun Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki
integritas, professional, netral, dan bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik
korupsi, kolusi dan nepotisme, serta mampu menyelenggarakan pelayanan publik
bagi masyarakat dan mampu menjalankan peran sebagai unsur perekat persatuan
dan kesatuan bangsa. Sesuai amanat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun
2017 tentang Manajemen PNS, setiap CPNS wajib menjalani masa percobaan
selama 1 (satu) tahun. Masa percobaan merupakan masa pelatihan dasar yang
dilaksanakan melalui proses pendidikan dan pelatihan dasar (Diklatsar), Proses
pendidikan itu sendiri dilakukan secara terintegrasi untuk membangun integritas,
moral, kejujuran, motivasi nasionalisme dan semangat kebangsaan, karakter
kepribadian yang unggul dan bertanggungjawab, dan memperkuat profesionalisme
serta kompetensi bidang masing-masing.

Peserta Pendidikan dan latihan dasar dibekali berbagai macam materi yang
memuat banyak nilai sebagai penunjang bagi dirinya ketika terjun ke lapangan
sebagai pelaksana. Nilai-nilai tersebut adalah Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika
Publik, Komitmen mutu, Anti Korupsi atau disebut ANEKA. Selain itu, ASN juga
dibekali pemahaman tentang kedudukan dan peran ASN yaitu Manajemen Aparatur
Sipil Negara, Whole of Government, dan Pelayanan publik.

1

Setelah peserta mendapatkan semua materi, setiap peserta diarahkan untuk
mencari isu kontemporer di Unit Kerja yang memiliki kriteria isu aktual,
kekhalayakan, problematik, dan kelayakan yang selanjutnya dibuat gagasan untuk
mengatasi isu tersebut dalam sebuah rancangan aktualisasi. Tentu saja nilai-nilai
dari setiap materi yang diberikan harus diimplementasikan pada kegiatan-kegiatan
yang mendukung tercapainya ide untuk menjawab isu yang diangkat pada awal
rancangan aktualisasi.

Berdasarkan Permendikbud Nomor 15 Tahun 2018 pasal 3 ayat 1, Tugas
pokok guru selain merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, dan
menilai hasil pembelajaran terdapat tugas pokok lain yang tidak kalah penting harus
dilakukan guru yaitu mendidik dari segi isi atau mendidik berkaitan dengan
pembentukan kesadaran moral dan kepribadian. Sehubungan dengan hal tersebut,
penulis ingin mengangkat beberapa isu terkait dengan kesadaran moral dan
kepribadian siswa di sekolah yang perlu penanganan lebih lanjut agar tidak
berdampak buruk.

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki jumlah penduduk
diatas 270 juta jiwa. Dengan kondisi yang demikian, masalah lingkungan menjadi
isu utama dalam setiap langkah kehidupan negara. Masyarakat Indonesia sejauh ini
belum memiliki kesadaran lingkungan, utamanya tentang pengolahan sampah.
Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018 pengelolaan sampah di Indonesia belum
efektif dan efisien, hal ini dibuktikan dengan penelitian yang menyebutkan 49.5%
pengolahan sampah dengan cara dibakar, 34.9% diangkut ke TPA, 7.8 % dibuang
ke kali atau selokan, 5.9% dibuang sembarangan, 1.5% ditanam di dalam tanah, dan

2

0.4% dibuat kompos.
Pentingnya kesadaran masyarakat khususnya peserta didik akan lingkungan

dapat meningkatkan rasa kepedulian dan mengundang partisipasi siswa dalam
upaya penanaman budaya cinta tanah air khususnya cinta lingkungan. Peserta didik
dirangsang untuk dapat berpikir global bertindak lokal. Artinya peserta didik harus
memiliki wawasan mengenai kerusakan lingkungan dalam skala masif dan terlibat
aktif dalam upaya penanggulangannya di lingkungan terdekatnya seperti sekolah,
rumah atau lingkungan masing-masing.

Beberapa alternatif penanggulangan lingkungan sudah dibuat pemerintah
salah satunya yaitu Gerakan KangPisMan. Gerakan KangPisMan (Kurangi,
Pisahkan, dan Manfaatkan Sampah) adalah program unggulan dan program
prioritas untuk menyelesaikan masalah lingkungan yang dibuat pemerintah Kota
Bandung. Program ini digagas untuk mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan
dengan mengadopsi system 3R Reduce, Reuse, Recycle.

Berbagai pihak telah mendukung terhadap program KangPisMan ini, dan
diharapkan dapat diimplementasikan oleh berbagai pihak di manapun terutama di
Sekolah. Sikap kepedulian peserta didik terhadap lingkungan sudah sepatutnya
ditanamkan sejak dini agar peserta didik memiliki karakter peduli dan berwawasan
lingkungan.

Berdasarkan hasil observasi penulis saat lima bulan pertama di unit kerja
UPTD SDN Pitara 2 Depok, efektivitas penerapan program ini belum maksimal
khususnya ditataran peserta didik. Dimasa kondisi pandemi covid 19 mengharuskan
sekolah melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) hal ini menyebabkan kurangnya

3

pengawasan kepada siswa akan kepedulian dan kebersihan lingkungan sekitarnya.
Selain itu guru mendapat laporan dari orangtua siswa bahwa selama masa pandemi
dan PJJ siswa menjadi kurang memperhatikan kebersihan dan kurang peduli
lingkungannya. Oleh sebab itu, guru melaksanakan survei mengenai pengelolaan
sampah di lingkungan sekitar melalui google forms yang harus diisi siswa dengan
jujur sesuai keadaan dan kondisi di rumah. Hasil survei di luar dugaan, ternyata
masih banyak siswa yang belum memahami pengelolaan dan pemanfaatan sampah.
Siswa belum bisa membedakan sampah organik, anorganik, dan sampah B3. Selain
itu, siswa tidak biasa memilah sampah sesuai dengan jenis sampahnya dan jarang
mendaur ulang sampah. Seperti kita ketahui bersama bahwa sampah berbahan
plastik sulit diurai dan dapat menyebabkan polusi atau kerusakan tanah. Jumlah
volume sampah yang banyak pun akan mengganggu jalannya pembelajaran dan
dapat berakibat pada kesehatan peserta didik.

Berdasarkan masalah yang penulis temukan dan sejalan dengan visi sekolah
UPTD SDN Pitara 2 Depok yang berbunyi “SDN Pitara 2 Unggul dalam prestasi,
berakhlak mulia, dan berwawasan lingkungan” serta misi sekolah yang ingin
menciptakan lingkungan yang kondusif, aman, nyaman, bersih dan hijau. Maka
penulis membuat rancangan aktualisasi yang berkaitan dengan isu tersebut yaitu
“Peningkatan Kepedulian Lingkungan Siswa terhadap Pengelolaan Sampah melalui
Gerakan KangPisMan (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan Sampah) Pada Siswa Kelas
2 di UPTD SDN Pitara 2 Depok”

4

B. Identifikasi Isu
1. Identifikasi Isu, Penetapan Isu, dan Gagasan Pemecahan Isu
Setelah melakukan pengamatan langsung dan wawancara terhadap kepala
sekolah dan guru-guru di UPTD SDN Pitara 2 Depok, diperoleh beberapa isu,
sebagai berikut:
1. Kurangnya minat membaca siswa kelas rendah dan kurangnya fasilitas
buku yang dimiliki siswa selama masa pandemi.
2. Kurangnya pemahaman siswa kelas rendah tentang pengelolaan dan
pemanfaatan sampah di masa pandemi.
3. Kurangnya sikap kepedulian siswa kelas rendah terhadap pengelolaan
dan pemanfaatan sampah di lingkungan sekitar.

5

Tabel 1.1
Identifikasi Isu

No. Identifikasi Isu Sumber Isu Kondisi saat ini Kondisi yang
diharapkan

1 Kurangnya minat Guru Rendahnya Meningkatnya

membaca siswa kelas (Manajemen kemampuan kemampuan

rendah dan kurangnya ASN) membaca siswa membaca siswa

fasilitas buku yang dan kurangnya dan setiap siswa

dimiliki siswa selama fasilitas buku memiliki fasilitas

masa pandemi. yang dimiliki buku, baik karya

siswa di rumah. fiksi atau non fiksi.

2 Kurangnya Guru Banyak siswa Siswa dapat

pemahaman siswa (Manajemen yang belum membedakan

kelas rendah tentang ASN) mengetahui berbagai jenis

pengelolaan dan perbedaan sampah dan dapat

pemanfaatan sampah sampah organik, melakukan

di masa pandemi. an organik, dan pengelolaan sampah

sampah B3. yang baik.

3 Kurangnya sikap Guru Masih banyak Siswa dapat

kepedulian siswa (Manajemen siswa kelas rendah menyediakan tempat

kelas rendah ASN) yang membuang sampah di rumah

terhadap pengelolaan sampah sesuai dengan jenis

dan pemanfaatan sembarangan dan sampah dan dapat

sampah di tidak mengetahui melakukan daur

lingkungan sekitar cara pengelolaan ulang sampah

dan pemanfaatan dengan berbagai

sampah. kreativitas siswa.

6

Isu yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis USG

(Uregency, Seriousness, Growth) dengan rentang nilai 1-5. Urgency yaitu seberapa

mendesak suatu isu harus dibahas. Seriousness adalah seberapa serius suatu isu

harus dibahas dikaitkan dengan akibat yang ditimbulkan. Growth didefinisikan

seberapa besar kemungkinan memburuknya isu tersebut jika tidak ditangani segera.

Analisis USG ini digunakan untuk memberikan penilaian terhadap isu. Berikut

table analisis USG terhadap isu dalam rancangan ini.

Tabel 1.2
Analisis USG

No. Identifikasi Isu U S G Total Keterangan

1 Kurangnya minat 5 4 4 13 III

membaca siswa kelas

rendah dan kurangnya

fasilitas buku siswa

selama masa pandemi.

2 Kurangnya pemahaman siswa kelas 5 5 4 14 II

rendah tentang pengelolaan dan

pemanfaatan sampah di masa

pandemi.

3 Kurangnya sikap kepedulian siswa 5 5 5 15 I

kelas rendah terhadap pengelolaan

dan pemanfaatan sampah di

lingkungan sekitar

Keterangan:
5 = Sangat Tinggi
4 = Tinggi
3 =Sedang
2 =Rendah
1 = Sangat Rendah

7

Berdasarkan tabel di atas, ditemukan isu permasalahan pokok yang
menjadi prioritas, yakni kurangnya sikap kepedulian siswa kelas rendah
terhadap pengelolaan dan pemanfaatan sampah di lingkungan sekitar.

Isu pokok permasalahan tersebut dapat dibuktikan dengan hasil
survei penulis kepada siswa dan orangtua siswa kelas 2A di UPTD SDN
Pitara 2 Depok melalui Google Forms. Survei diberikan kepada siswa kelas
2A yang berjumlah 41 orang. Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa
masih banyak siswa kelas 2A yang belum bisa membedakan jenis-jenis
sampah organik, anorganik, dan sampah B3. Selain itu, siswa juga di rumah
hanya menyediakan satu tempat sampah atau tidak sama sekali yang
menyebabkan siswa masih sering membuang sampah sembarangan. Hal ini
apabila terus berkembang akan berdampak buruk bagi karakter siswa dan
juga lingkungan sekitar. Berikut tabel hasil analisis survei mengenai
rendahnya sikap peduli siswa kelas 2A terhadap pengelolaan sampah.

Tabel 1.3
Hasil Analisis Survei Rendahnya Sikap Peduli Siswa Kelas 2A

terhadap Pengelolaan sampah.

No. Pernyataan Jumlah Siswa Persentase
Ya Tidak Ya Tidak
1. Siswa dapat membedakan jenis sampah 14 25 35,9% 64,1%
organik, anorganik, dan B3. 14 25
39 0 35,9% 64,1%
2. Siswa menyediakan tempat sampah di 12 27
rumah minimal 3 100% 0%
19 20
3. Siswa membuang sampah pada 30,8% 69,2%
tempatnya di rumah.
48,7% 51,3%
4. Siswa membuang sampah dengan cara
memisahkan sampah organik,
anorganik, dan B3

5. Siswa sering mendaur ulang sampah

Penulis mempunyai gagasan pemecahan isu dari permasalahan kurangnya
sikap kepedulian siswa kelas rendah terhadap pengelolaan dan pemanfaatan sampah
di lingkungan sekitar adalah “Peningkatan Kepedulian Siswa terhadap
Pengelolaan Sampah melalui Gerakan KangPisMan (Kurangi, Pisahkan, dan
Manfaatkan Sampah) Pada Siswa Kelas 2 di UPTD SDN Pitara 2.”

8

Permasalahan kurangnya sikap kepedulian siswa kelas rendah terhadap
pengelolaan dan pemanfaatan sampah di lingkungan sekitar apabila tidak ditangani
dengan baik, akan berdampak buruk di masa yang akan datang baik untuk diri siswa
maupun lingkungan sekitar. Hal ini terjadi karena penguatan karakter sikap peduli
merupakan hal yang sangat penting untuk ditanamkan dalam diri peserta didik sejak
usia dini agar kelak lingkungan akan terjaga dengan baik. Dengan pemahaman
yang baik dalam pengelolaan dan pemanfaatan sampah, di masa yang akan datang
siswa akan memiliki sikap kepedulian terhadap lingkungan terutama dalam
pengelolaan dan pemanfaatan sampah yang benar, sehingga dapat membantu
mengurangi pencemaran lingkungan.

9

2. Diagram Alur Pemecahan Isu PENYEBAB:
 Kurangnya pembiasaan sikap
ISU:
Kurangnya sikap kepedulian siswa kelas peduli lingkungan
 Siswa belum memiliki pemahaman
rendah terhadap pengelolaan dan
pemanfaatan sampah di lingkungan tentang pengelolaan dan
pemanfaatan sampah yang baik.
sekitar.

GAGASAN PEMECAHAN ISU:

Peningkatan Sikap Kepedulian Siswa Terhadap Pengelolaan Sampah Melalui Gerakan
KangPisMan (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan Sampah) Pada Siswa Kelas 2
di UPTD SDN Pitara 2 Depok.

KEGIATAN
1. Melaksanakan konsultasi kepada mentor atau kepala sekolah mengenai rencana

aktualisasi.
2. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
3. Menyiapkan media sosialisasi gerakan KangPisMan.
4. Melaksanakan pembelajaran dengan gerakan KangPisMan. (Tahap 1 : Mengurangi

dan memisahkan sampah)
5. Melaksanakan pembelajaran dengan gerakan KangPisMan. (Tahap 2 : Mendaur ulang

sampah)
6. Melaksanakan evaluasi pembelajaran.

HASIL
1. Meningkatnya sikap kepedulian siswa terhadap pengelolaan dan pemanfaatan

sampah melalui pembiasaan gerakan KangPisMan.
2. Kegiatan pembelajaran menjadi bermakna dan menyenangkan, serta pemahaman

siswa kelas rendah terhadap pengelolaan dan pemanfaatan sampah dapat
meningkat.

10

C. Maksud dan Tujuan Aktualisasi
1. Maksud Aktualisasi
Maksud aktualisasi ini adalah mengaktualisasi nilai-nilai dasar Aparatur
Sipil Negara (ASN) yang dalam hal ini Pegawai Negeri Sipil (PNS) yaitu
Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi
(ANEKA) dalam proses pelayanan publik sebagai tenaga pendidik di UPTD
SDN Pitara 2 Depok yang diterapkan dalam proses pembelajaran yang
berkualitas dan bermutu.
2. Tujuan Aktualisasi
Tujuan aktualisasi ini adalah peningkatan kepedulian lingkungan siswa
melalui gerakan KangPisMan (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan sampah) pada
siswa kelas 2 di UPTD SDN Pitara 2 Depok. Selain itu, dapat meningkatkan
kreativitas peserta didik dan pendidik dalam pengelolaan dan pemanfaatan
sampah di masa pandemi.

D. Manfaat Aktualisasi
Kegiatan aktualisasi ini diharapkan dapat memberi manfaat baik bagi

penulis, siswa dan unit kerja di UPTD SDN Pitara 2 Depok. Manfaat - manfaat
tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:
1. Bagi diri sendiri

a. Meningkatkan pemahaman tentang nilai-nilai dasar Aparatur Sipil
Negara (ASN) secara menyeluruh.

b. Membentuk diri menjadi ASN yang berintegritas dan profesional.
c. Penanaman nilai – nilai Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,

Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA) dalam profesionalitas
Aparatur Sipil Negara (ASN) di unit kerja.
d. Sebagai upaya pengenalan lingkungan sekolah dan menjadi bagian dari
pencari solusi bagi permasalahan-permasalahan yang dihadapi di
sekolah.

11

2. Bagi siswa
a. Menambah pemahaman siswa tentang pengelolaan dan pemanfaatan
sampah sehingga dapat meningkatkan sikap kepedulian lingkungan
siswa di masa pandemi.
b. Memberikan pengalaman belajar yang menarik, menyenangkan dan
dapat membangun sikap peduli dan kreativitas meski belajar dari
rumah.

3. Bagi sekolah
a. Memberikan masukan bagi guru atau tenaga pendidik lainnya agar
melakukan pembiasaan gerakan KangPisMan untuk meningkatkan
kepedulian lingkungan siswa sehingga dapat menimalisir dampak
negatif sampah.
b. Meningkatkan efektifitas, efisiensi, inovasi dan mutu pelayanan
pendidikan di UPTD SDN Pitara 2 Depok.

12

BAB II
GAMBARAN UMUM ORGANISASI
A. Identitas Organisasi
Sekolah Dasar Negeri Pitara 2 beralamat di Jalan Pitara Raya No.165
RT.05/RW.16 Kelurahan Pancoran Mas, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok,
Jawa Barat, dengan luas tanah 1000m². Kepala UPTD SDN Pitara 2 adalah Bapak
Hanafi M Noor, M.Pd. Sekolah ini memiliki 11 guru PNS, 1 guru CPNS, 7 guru
honorer, 2 tenaga kependidikan, 1 penjaga sekolah dan 1 cleaningservis.
UPTD SDN Pitara 2 memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN)
20228868 dengan nilai akreditasi A dengan jumlah siswa tahun pelajaran 2020/2021
sebanyak 614 siswa. UPTD SDN Pitara 2 memiliki 8 ruang kelas, 1 ruang kepala
sekolah, 1 ruang guru, 1 mushola, 1 ruang perpustakaan/komputer, 1 ruang UKS, 2
sanitasi guru dan 4 toilet siswa.

Gambar 2.1
Gedung UPTD SDN Pitara 2 Depok

13

B. Visi dan Misi Organisasi
1. Visi Organisasi
Visi UPTD SDN Pitara 2 Depok adalah “SDN Pitara 2 Unggul Dalam
Prestasi, Berakhlak Mulia, Dan Berwawasan Lingkungan”
2. Misi Organisasi
Mengacu pada visi sekolah di atas adalah untuk ketercapaian visi maka harus
bisa membuktikan dalam pelaksanakan kegiatan sehari-hari di dalam pembelajaran
maupun di luar pembelajaran maka misi yang akan dilaksanakan adalah sebagai
berikut :
a. Membentuk siswa kreatif, inovatif, berbudi pekerti, tanggung jawab serta sehat
jasmani dan rohani.
b. Menciptakan lingkungan yang kondusif, aman, nyaman, bersih dan hijau.
c. Meningkatkan kualitas tenaga pendidik dan kependidikan melalui berbagi
kegiatan yang berkaitan dengan pembelajaran.
d. Menciptakan kinerja yang profesional
e. Meyediakan sarana dan prasarana secara optimal.

C. Nilai-nilai Organisasi
Visi dan misi di atas dikembangkan menjadi nilai-nilai utama UPTD SDN

Pitara 2 Depok. Nilai-nilai yang dimaksud adalah yaitu:
1. Prestasi Prima :
Mencetak siswa-siswi pandai dalam segala hal, religius, berakhlak mulia, santun dan
memiliki tata krama.
2. Amanah :
Anak yang dipercaya dan cakap dalam ilmu teknologi dan komunikasi
3. Berakhlak Mulia :
Menjadikan putra-putri berbudi pekerti luhur dan dapat membangkitkan diri bagi
kehidupan orang banyak.
4. Berwawasan Lingkungan :
Mempersiapkan putra-putri yang tajam pikiran dan pandai dengan memiliki wawasan
lingkungan yang luas.

14

D. Struktur Organisasi
Gambar 2.2

Struktur Organisasi UPTD SDN Pitara 2 Depok

Kepala Sekolah Komite
Hanafi M Noor, M.Pd M. Riana

Bendahara
Erni, S.Pd

Guru Kelas /
Tenaga Administrasi

Guru Kelas I Guru Kelas IV
Wardah, S.Pd Candra W, S.Pd
Hilga Minati, S.Pd
Maryanih, S.Pd Erni, S.Pd
Ratih P, S.Pd
Guru Kelas II
Siti Nurlaela, S.Pd Guru Kelas V
Novi Indriyani, S.Pd Marzuki, S.Pd
Inggit G, S.Pd
Guru Kelas III
Nurhasanah, S.Pd Guru Kelas VI
Lis Sulistiati, S.Pd RT. Hamdiah, S.Pd
Andika Catur U, S.Pd
Yuniastuti, S.Pd
Guru PAI Rifal Fauzi, S.Pd
Sugiharti Ningsih, S.Pd
Operator / TU
Nasrullah A, S.kom Erena A, S.Pd

Suhanda

Penjaga Sekolah/OB

Syaifudin/Rodiah

SISWA SISWI

15

Tabel 2.1
Daftar Tenaga Pendidik dan Kependidikan

UPTD SDN Pitara 2 Depok

No Nama Guru Jabatan Status
1 Hanafi M Noor, M. Pd Kepala Sekolah PNS
2 Inggit Ganati, S.Pd PNS
3 Marzuki, S.Pd Guru Kelas PNS
4 Hj.RT. Hamdiah, S.Pd Guru Kelas PNS
5 Wardah, S.Pd Guru Kelas PNS
6 Maryanih, S.Pd Guru Kelas PNS
7 Candra Wasita, S.Pd Guru Kelas PNS
8 Rr. Lis Sulistiati, S.Pd Guru Kelas PNS
9 Erni, S.Pd Guru Kelas PNS
10 Yuniastuti, S.Pd Guru Kelas PNS
11 Nurhasanah, S.Pd Guru Kelas PNS
12 Siti Nurlaela, S.Pd Guru Kelas CPNS
13 Sugiharti Ningsih, S.Pd Guru Kelas Honorer
14 Nasrullah Awaluddin, S.Kom Guru PAI Honorer
15 Hilga Minati, S.Pd Guru PAI Honorer
16 Novi Indriyani,S.Pd Guru Kelas Honorer
17 Rifal Fauzi, S.Pd Guru Kelas Honorer
18 Ratih P, S.Pd Guru Kelas Honorer
19 Andika Catur Utami,S.Pd Guru Kelas Honorer
20 Erena Aprilningrum, S.Kom Guru Kelas Honorer
21 Suhanda Operator Sekolah Honorer
22 Syaifudin Tata Usaha Honorer
23 Rodiah Penjaga Sekolah Honorer
Cleaning Service

E. Role Model
Dalam penyusunan rancangan aktualisasi ini, penulis menilai perlu adanya role

model yang dapat dijadikan panutan, baik dalam cara bersikap dan berperilaku di
lingkungan kerja. Role Model adalah seseorang yang berdedikasi terhadap profesi,
memberikan teladan dan berperilaku yang bisa diikuti oleh oranglain.

Selama beberapa bulan bekerja di SDN Pitara 2 Depok penulis melihat terdapat
banyak sikap dan perilaku baik dari Ibu Yuniastuti, S.Pd selaku guru kelas dan
sekaligus mentor saya yang patut dicontoh oleh seluruh pegawai, khususnya para
Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Ibu Yuniastuti, S.Pd merupakan pribadi yang
bertanggung jawab serta memiliki sikap yang bijaksana, disiplin dalam waktu,
memberikan aura positif dalam pekerjaan serta komitmen terhadap tugasnya. Beliau
adalah sosok guru yang bijaksana, berwibawa, disiplin, cerdas dan peduli. Beliau juga
selalu memotivasi dan mengarahkan guru-guru agar menjadi lebih baik.

16

BAB III
RANCANGAN AKTUALISASI

A. Nilai-Nilai Dasar ANEKA

Aparatur Sipil Negara (ASN) yang merupakan bagian dari aparatur Negara

harus memiliki komitmen dalam melayani masyarakat. Sebagaimana telah

ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, bahwa

peran dan kedudukan ASN adalah sebagai pelaksana kebijakan, pelayan publik dan

pemersatu bangsa yang memiliki integritas dalam melaksanakan tugas pokok dan

fungsinya harus menerapkan nilai-nilai dasar ASN berkarakter ANEKA. Karakter

ANEKA yang dimaksud yaitu mempunyai nilai-nilai Akuntabilitas, Nasionalisme,

Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi.

1. Akuntabilitas

Akuntabilitas adalah kewajiban pertanggung jawaban yang harus dicapai,

yang merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi untuk

memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya (LAN RI, 2017: 8). Setiap

ASN dituntut untuk akuntabel dalam pelaksanaan tugas-tugasnya demi terciptanya

pemerintahan yang dipercaya oleh masyarakat. Amanah seorang ASN adalah

menjamin terwujudnya nilai-nilai publik.

ASN yang akuntabel adalah ASN yang mampu mengambil pilihan yang tepat

ketika terjadi konflik kepentingan, tidak terlibat dalam politik praktis, melayani

warga secara adil dan konsisten dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Dalam

menciptakan lingkungan kerja yang akuntabel, terdapat beberapa indikator dari

nilai-nilai dasar akuntabilitas yang harus diperhatikan, sebagaimana disajikan

dalam Tabel 3.1 berikut:

Tabel 3.1 Indikator Nilai Dasar Akuntabilitas

Indikator Nilai Deskripsi
Dasar Akuntabilitas

Kepemimpinan Lingkungan yang akuntabel tercipta dari atas ke bawah

dimana pimpinan memainkan peranan yang penting

dalam menciptakan lingkungannya.

17

Transparansi Keterbukaan atas semua tindakan dan kebijakan yang
Integritas dilakukan oleh individu maupun kelompok/instansi.
Tanggung Jawab Konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam
menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan.
Keadilan Kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya
Kepercayaan yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung
Keseimbangan jawab juga berarti berbuat sesuatu sebagai perwujudan
Kejelasan kesadaran akan kewajiban.
Kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu
Konsistensi hal, baik menyangkut benda atau orang.
Rasa keadilan akan membawa pada sebuah kepercayaan.
Kepercayaan ini yang akan melahirkan akuntabilitas.
Keseimbangan antara akuntabilitas dan kewenangan,
serta harapan dan kapasitas.
Pelaksanaan wewenang dan tanggungjawab harus
memiliki gambaran yang jelas tentang apa yang menjadi
tujuan dan hasil yang diharapkan.
Usaha untuk terus dan terus melakukan sesuatu sampai
pada tercapai tujuan akhir.

2. Nasionalisme

Nasionalisme dalam arti sempit adalah suatu sikap yang meninggikan
bangsanya sendiri, sekaligus tidak menghargai bangsa lain sebagaimana mestinya.
Sikap seperti ini jelas mencerai beraikan bangsa yang satu dengan bangsa yang lain.
Sedang dalam arti luas, nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa cinta yang
wajar terhadap bangsa dan negara, dan sekaligus menghormati bangsa lain.

Prinsip nasionalisme bangsa Indonesia dilandasi nilai-nilai Pancasila yang
diarahkan agar bangsa Indonesia senantiasa: menempatkan persatuan kesatuan,
kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau
kepentingan golongan; menunjukkan sikap rela berkorban demi kepentingan

18

bangsa dan negara; bangga sebagai bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia

serta tidak merasa rendah diri; mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan

kewajiban antara sesama manusia dan sesama bangsa; menumbuhkan sikap saling

mencintai sesama manusia; mengembangkan sikap tenggang rasa. Adapun nilai-

nilai dasar pada nasionalisme disajikan dalam Tabel 3.2 berikut:

Tabel 3.2 Nilai-Nilai Dasar Nasionalisme

Nilai Dasar Deskripsi
Nasionalisme

Religius Meyakini adanya Tuhan yang mengatur kehidupan manusia.

Toleransi Menghargai perbedaan.

Percaya diri Keyakinan akan kemampuan pada diri sendiri.

Amanah Menjaga setiap kepercayaan yang diberikan.

Humanis Mewujudkan pergaulan yang memanusiakan manusia.

Tenggang rasa Menghargai perasaan orang lain.

Persamaan derajat Kesadaran bahwa setiap manusia memiliki derajat yang sama.

Tidak diskriminatif Tidak membedakan satu orang dengan orang lain dengan latar

belakang suku agama ras dan antar golongan.

Cinta tanah air Mengabdi pada bangsa dan negara Indonesia.

Rela berkorban Mengorbankan waktu dan kepentingan pribadi demi

kepentingan bangsa dan negara.

Mengutamakan Menempatkan kepentingan publik dalam prioritas utama.

kepentingan publik

Kerja sama Usaha bersama untuk mencapai tujuan bersama.

Menghargai orang Menghormati pihak lain dengan segala hal yang melekat pada

lain diri orang tersebut.

Kesederhanaan Sifat bersahaja atau tidak berlebih-lebihan.

Tolong menolong Saling membantu untuk meringankan beban satu sama lain

Kerja keras Berusaha sepenuh hati dan sekuat tenaga untuk mendapatkan

hasil yang diharapkan.

19

Tidak Memaksakan Tidak egois dalam mengambil keputusan atau dalam

Kehendak melakukan tindakannya

Memelihara Menjaga keteraturan demi kepentingan bersama

Ketertiban

3. Etika Publik
Etika publik merupakan refleksi tentang standar/norma yang menentukan

baik/buruk benar/salah perilaku, tindakan dan keputusan untuk mengarahkan
kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik
(LAN RI, 2017: 6). Sama seperti pekerjaan professional lainnya seperti dokter,
pengacara dan lain-lain, ASN juga memiliki kode etik yaitu:
a. Melaksanakan tugas dengan jujur, tanggungjawab, sesuai aturan, cermat,

disiplin dan berintegrasi tinggi
b. Melayani dengan sikap hormat, sopan, tanpa tekanan
c. Menjalani tugas sesuai perintah atasan sepanjang tidak bertentangan dengan

peraturan
d. Menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan Negara
e. Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara wajar
Nilai-nilai dasar Etika Publik sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang ASN
(LAN RI, 2017:10) , yakni sebagai berikut:
a. Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Negara Pancasila
b. Setia dan mempertahankan UUD Negara Kesatuan Republik Indonesia 1945
c. Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak
d. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian
e. Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif
f. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur
g. Mempertanggung jawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik
h. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan program pemerintah
i. Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat, akurat,

berdaya guna, berhasil guna, dan santun
j. Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi

20

k. Menghargai komunikasi, konsultasi dan kerjasama
l. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai
m. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan
n. Meningkatkan efektifitas sistem pemerintahan yang demokratis sebagai

perangkat sistem karir.

4. Komitmen Mutu
Komitmen mutu merupakan pelaksanaan pelayanan publik dengan

berorientasi pada kualitas hasil. Adapun nilai-nilai komitmen mutu antara lain,
mengedepankan komitmen terhadap kepuasan dan memberikan layanan yang
menyentuh hati, untuk menjaga dan memelihara. Nilai-nilai dasar orientasi mutu
dalam memberikan layanan prima sekurang-kurangnya akan mencakup hal-hal
berikut:
a. Mengedepankan komitmen terhadap kepuasan pelanggan,
b. Memberikan layanan yang menyentuh hati, untuk menjaga dan memelihara

agar pelanggan tetap setia,
c. Menghasilkan produk/jasa yang berkualitas tinggi tanpa cacat, tanpa

kesalahan, dan tidak ada pemborosan,
d. Beradaptasi dengan perubahan yang terjadi, baik berkaitan dengan pergeseran

tuntutan kebutuhan pelanggan maupun perkembangan teknologi,
e. Menggunakan pendekatan ilmiah dan inovatif dalam pemecahan masalah dan

pengambilan keputusan,
f. Melakukan upaya perbaikan secara berkelanjutan melalui berbagai cara, antara

lain pendidikan, pelatihan, pengembangan ide kreatif, dan kolaborasi.
Komitmen mutu merupakan pelaksanaan pelayanan publik dengan berorientasi
pada kualitas hasil. Adapun nilai-nilai komitmen mutu antara lain:
a. Efektif, yaitu berhasil guna dapat mencapai hasil sesuai dengan target;
b. Efisien, yaitu berdaya guna, dapat menjalankan tugas dan mencapai hasil tanpa

menimbulkan pemborosan;
c. Inovasi, yaitu penemuan sesuatu yang baru atau mengandung kebaruan.

Inovasi Pelayanan Publik adalah hasil pemikiran baru yang konstruktif,

21

sehingga akan memotivasi setiap individu untuk membangun karakter sebagai
aparatur yang diwujudkan dalam bentuk profesionalisme layanan publik yang
berbeda dari sebelumnya, bukan sekedar menjalankan atau menggugurkan
tugas rutin.
d. Berorientasi mutu, yaitu ukuran baik buruk yang dipersepsikan individu
terhadap produk atau jasa. Setiap kegiatan atau program yang dilakukan
diarahkan untuk pencapaian standar mutu.

5. Anti Korupsi
Anti Korupsi adalah tindakan atau gerakan yang dilakukan untuk

memberantassegala tingkah laku atau tindakan yang melawan norma–norma
dengan tujuan memperolehkeuntungan pribadi, merugikan negara atau masyarakat
baik secara langsung maupun tidak langsung. Tindak pidana korupsi yang terdiri
dari kerugian keuangan negara, suap-menyuap, pemerasan, perbuatan curang,
penggelapan dalam jabatan, benturan kepentingan dalam pengadaan dan gratifikasi.
Indikator yang ada pada nilai dasar anti korupsi (Tim Komisi Pemberantasan
Korupsi, 2015: 50), meliputi:
a. Mandiri yang dapat membentuk karakter yang kuat pada diri seseorang

sehingga menjadi tidak bergantung terlalu banyak pada orang lain. Pribadi
yang mandiri tidak akan menjalin hubungan dengan pihak-pihak yang tidak
bertanggung jawab demi mencapai keuntungan sesaat;
b. Kerja keras merupakan hal yang penting dalam rangka tercapainya target dari
suatu pekerjaan. Jika target dapat tercapai, peluang untuk korupsi secara
materiil maupun non materiil (waktu) menjadi lebih kecil;
c. Berani untuk mengatakan atau melaporkan pada atasan atau pihak yang
berwenang jika mengetahui ada pegawai yang melakukan kesalahan;
d. Disiplin berkegiatan dalam aturan bekerja sesuai dengan undang-undung yang
mengatur;
e. Peduli berarti ikut merasakan dan menolong apa yang dirasakan orang lain;
f. Jujur yaitu berkata dan bertindak sesuai dengan kebenaran (dharma);
g. Tanggung jawab yaitu berani dalam menanggung resiko atas apa yang kita

22

kerjakan dalam bentuk apapun;
h. Sederhana yang dapat diartikan menerima dengan tulus dan iklas terhadap apa

yang telah ada dan diberikan oleh Tuhan kepada kita;
i. Adil yaitu memandang kebenaran sebagai tindakan dalam perkataan maupun

perbuatan saat memutuskan peristiwa yang terjadi.

B. Kedudukan dan Peran CPNS dalam NKRI
UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, sebelum menjadi pelayan publik dan

menjalankan kewajibannya, para CPNS wajib menjalankan pendidikan dan
pelatihan dasar untuk mempelajari dan memahami dasar-dasar awal untuk menjadi
PNS. Beberapa diantaranya adalah Kedudukan dan Peran ASN dalam NKRI,
meliputi whole of government, manajemen ASN, dan pelayanan publik.
1. Pelayanan Publik

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik
menyatakan bahwa pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan
dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa,
dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan
publik. Tiga unsur penting dalam pelayanan publik, yaitu pertama, organisasi
penyelenggara pelayanan publik, kedua, penerima layanan (pelanggan) yaitu orang,
masyarakat atau organisasi yang berkepentngan, dan ketiga, kepuasan yang
diberikan dan atau diterima oleh penerima layanan (pelanggan). Sembilan prinsip
pelayanan publik yang baik untuk mewujudkan pelayanan prima adalah: Partsipatf,
Transparan, Responsif, Non Diskriminatif, Mudah dan Murah, Efektif dan Efisien,
Aksesibel, Akuntabel, dan Berkeadilan.
2. Manajemen ASN

Manajemen ASN merupakan dasar pengelolaan ASN dalam rangka
menghasilkan ASN yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari
intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dengan
menekankan penataan profesi pegawai sehingga diharapkan tersedia sumber daya
ASN yang unggul selaras dengan perkembangan jaman.

23

Pegawai ASN berkedudukan sebagai aparatur negara yang menjalankan
kebijakan yang ditetapkan oleh pimpinan instansi pemerintah serta harus bebas dari
pengaruh dan intervensi semua golongan dan partai politik. Untuk menjalankan
kedudukannya tersebut, maka Pegawai ASN berfungsi sebagai berikut: a)
Pelaksana kebijakan publik; b) Pelayan publik; dan c) Perekat dan pemersatu
bangsa. Agar dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik
seorang ASN harus faham betuk mengenai peran, hak dan kewajiban serta kode etik
yang melekat pada seorang ASN untuk menjaga harkat dan martabatnya.

Untuk mengelola SDM-nya organisasi bisa menerapkan sistem merit yang
berdasarkan pada obyektivitas. Kualifikasi, kemampuan, pengetahuan dan juga
ketrampilan pegawai yang menjadi acuan dalam pengelolaan ASN berdasar sistem
merit menjadi fondasi untuk memiliki pegawai yang kompeten dan bahagia dalam
organisasi karena mereka memiliki kepercayaan diterapkannya keadilan dalam
organisasinya.

Sistem merit adalah konsepsi kebijakan dalam manajemen ASN yang
menggambarkan diterapkannya objektivitas dalam keseluruhan proses pengelolaan
ASN yakni pada pertimbangan kemampuan dan prestasi individu untuk
melaksanakan pekerjaanya berdasarkan kompetensi, kualifikasi dan kinerja dengan
mengabaikan segala perbedaan latar belakang. Sistem merit diterapkan dalam
rangka mendukung pencapaian tujuan dan sasaran organisasi serta memberikan
ruang bagi tranparansi, akuntabilitas, objektivitas dan juga keadilan. Sistem merit
pada semua aspek pengelolaan pegawai akan menciptakan lingkungan yang
kondusif untuk pembelajaran dan kinerja.

Manfaat sistem merit bagi organisasi mendukung keberadaan prinsip
akuntabilitas yang saat ini menjadi tuntutan dalam sektor publik. Sedangkan bagi
pegawai, sistem ini menjamin keadilan yang akan meningkatkan motivasi kinerja
pegawai dan juga menyediakan ruang keterbukaan dalam perjalanan karir seorang
pegawai.

24

3. Whole of Government (WOG)
WoG adalah sebuah pendekatan penyelenggaraan pemerintahan yang

menyatukan upaya-upaya kolaboratif pemerintahan dari keseluruhan sektor dalam
ruang lingkup koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuantujuan
pembangunan kebijakan, manajemen program dan pelayanan publik. Oleh
karenanya WoG juga dikenal sebagai pendekatan interagency, yaitu pendekatan
yang melibatkan sejumlah kelembagaan yang terkait dengan urusan-urusan yang
relevan. WoG dipandang menunjukkan atau menjelaskan bagaimana instansi
pelayanan publik bekerja lintas batas atau lintas sektor guna mencapai tujuan
bersama dan sebagai respon terpadu pemerintah terhadap isu-isu tertentu.

Karakteristik pendekatan WoG dapat dirumuskan dalam prinsip-prinsip
kolaborasi, kebersamaan, kesatuan, tujuan bersama, dan mencakup keseluruhan
aktor dari seluruh sektor dalam pemerintahan. WoG menjadi penting, karena
diperlukan sebuah upaya untuk memahami pentingnya kebersamaan dari seluruh
sektor guna mencapai tujuan bersama. Sikap, perilaku, dan nilai yang berorientasi
sektor harus dicairkan dan dibangun dalam fondasi kebangsaaan yang lebih
mendasar, yang mendorong adanya semangat persatuan dan kesatuan.

25

C. Rancangan Aktualisasi : UPTD SDN Pitara 2 Depok
Unit Kerja : 1. Kurangnya minat membaca siswa kelas r
Identifikasi Isu
2. Kurangnya pemahaman siswa kelas rend
Isu yang diangkat 3. Kurangnya sikap kepedulian siswa kela
Gagasan Pemecahan Isu
sekitar
: Kurangnya sikap kepedulian siswa kelas ren

sekitar.
: Peningkatan Kepedulian Siswa terhadap Pe

Manfaatkan Sampah) Pada Siswa Kelas 2 d

Tabe
Rancangan A

No Kegiatan Tahapan Output/Hasil Ke

Kegiatan

1 Melaksanakan a. Mempersiapkan Output: Nilai
a. Adanya bahan Akun
konsultasi kepada bahan konsultasi Hasil
konsultasi lanju
mentor atau b. Melaksanakan b. Dokumentasi tangg

kepala sekolah konsultasi dan konsultasi
kepada mentor
mengenai rencana menyampaikan c. Adanya rekap
hasil konsultasi
aktualisasi rencana

aktualisasi

2

rendah dan kurangnya fasilitas buku siswa selama masa pandemi
dah tentang pengelolaan dan pemanfaatan sampah di masa pandemi
as rendah terhadap pengelolaan sampah dan pemanfaatan sampah di lingkungan

ndah terhadap pengelolaan sampah dan pemanfaatan sampah di lingkungan

engelolaan Sampah melalui Gerakan KangPisMan (Kurangi, Pisahkan, dan
di UPTD SDN Pitara 2 Depok.

el 3.3 Kontribusi terhadap Penguatan Nilai
Aktualisasi Visi Misi Organisasi Organisasi
Kegiatan ini memberikan
eterkaitan Substansi kontribusi visi dan misi Kegiatan ini
Mata Pelatihan sekolah yaitu: memberikan
i ANEKA Meningkatkan kualitas kontribusi pada
ntabilitas tenaga pendidik dan penguatan nilai-nilai
l konsultasi ditindak kependidikan melalui organisasi yaitu
berbagai kegiatan yang Prestasi prima dan
uti dengan penuh rasa berkaitan dengan Amanah
gung jawab. pembelajaran

26

No Kegiatan Tahapan Output/Hasil Ke

Kegiatan

c. Mencatat hasil Bukti kegiatan: Etika

konsultasi baik a. Foto kons

saran atau b. Lembar pimp

perbaikan konsultasi rama

mentor Kom

Hasil

ranca

meni

dan e

meny

aktua

WoG

Mela

yang

pimp

Analisa Dampak: Jika dalam melaksanakan konsultasi kepada mentor atau kep
etika publik, komitmen mutu, dan WoG, maka setiap taha
kekurangannya akan sulit terindentifikasi.

2

eterkaitan Substansi Kontribusi terhadap Penguatan Nilai
Mata Pelatihan Visi Misi Organisasi Organisasi
a Publik: Melakukan

sultasi kepada
pinan dengan hormat,
ah, dan sopan santun.
mitmen Mutu:
l konsultasi dan
angan kegiatan
ingkatkan efektifitas
efisiensi dalam
yusun laporan
alisasi.
G:
akukan koordinasi
g baik dengan
pinan.

pala sekolah mengenai rencana aktualisasi tidak diterapkan nilai akuntabilitas,
apan aktualisasi yang telah direncanakan tidak mendapat masukan dan setiap

27

No Kegiatan Tahapan Output/Hasil Ke

Kegiatan

2 Menyusun Rencana a. Menganalisis Output: Nilai

Pelaksanaan silabus a. Adanya Akun

Pembelajaran (RPP) b. Menganalisis kompetensi RPP

materi dasar yang penu

pembelajaran akan dibahas dan s

c. Membuat RPP b. Adanya Materi Kom

d. Menentukan pembelajaran M

metode c. Tersusunnya d

pembelajaran Dokumen RPP  M

yang tepat. d. Metode telah p

ditentukan c

Bukti Kegiatan: Anti

Dokumen RPP Meny

kerja

mand

Man

Berta

meny

Analisa dampak: Jika menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran tidak
ASN maka proses pelaksanaan pembelajaran akan tidak te
meningkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan tidak

2

eterkaitan Substansi Kontribusi terhadap Penguatan Nilai

Mata Pelatihan Visi Misi Organisasi Organisasi

i ANEKA Kegiatan ini memberikan Kegiatan ini

ntabilitas kontribusi visi dan misi memberikan kontribusi

dibuat dengan jelas, sekolah yaitu: Meningkatkan pada penguatan nilai-

uh tanggung jawab kualitas tenaga pendidik dan nilai organisasi yaitu:

sesuai prosedur. kependidikan melalui Amanah dan Berahlak

mitmen Mutu berbagai kegiatan yang mulia

Menganalisis silabus berkaitan dengan

dengan teliti. pembelajaran dan

Menganalisis materi menciptakan kinerja yang

pembelajaran dengan profesional.

cermat.

i Korupsi

yusun RPP dengan

a keras, jujur, dan

diri.

najemen ASN

anggungjawab dalam

yusun RPP

diterapkan nilai akuntabilitas, komitmen mutu, anti korupsi, dan manajemen
erarah dan tidak sistematis. Begitupun dengan tujuan pembelajaran
k akan tercapai.

28

No Kegiatan Tahapan Output/Hasil K

Kegiatan

3 Menyiapkan media a. Mencari referensi Output: Nila

pembelajaran a. Adanya materi Aku

dan sumber terkait. pembelajaran tentang Med

kegiatan

KangPisMan b. Melakukan kegiatan KangPisMan dibu

(Kurangi, Pisahkan, konsultasi dengan b. Adanya video bert

dan Manfaatkan mentor. pembelajaran tentang Nas

Sampah) c. Merancang materi kegiatan KangPisMan Men

pembelajaran yang ling
Etik
mudah dipahami. Bukti Kegiatan: Mel
sapa
d. Membuat media a. Video sant
pembelajaran den
Kom
pembelajaran berupa
b. Dokumen/PPT

video tentang kegiatan

KangPisMan

Mem

yan

Wo

Koo

sebe

pem

Analisa dampak: Jika dalam menyediakan media sosialisasi kegiatan tidak
WoG maka proses pembuatan media tidak akan berjalan e

2

Keterkaitan Substansi Kontribusi terhadap Penguatan Nilai

Mata Pelatihan Visi Misi Organisasi Organisasi

ai ANEKA Kegiatan ini memberikan Kegiatan ini

untabilitas kontribusi visi dan misi memberikan kontribusi

dia pembelajaran sekolah yaitu: pada penguatan nilai-

uat dengan jelas dan Menciptakan kinerja yang nilai organisasi yaitu:

tanggung jawab. profesional dan menyediakan Prestasi Prima,

sionalisme sarana dan prasarana secara Amanah, dan

nanamkan sikap peduli optimal. Berwawasan

gkungan kepada siswa Lingkungan

ka Publik

laksanakan senyum,

a, salam, sopan dan

tun saat berkordinasi

ngan mentor

mitmen Mutu

mbuat media sosialisasi

ng efektif dan efesien

oG :

ordinasi dengan mentor

elum pelaksanaan

mbelajaran.

diterapkan nilai akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan
efektif dan efisien, serta tujuan pembuatan video tidak akan tercapai.

29

No Kegiatan Tahapan Output/Hasil Ke

4. Melaksanakan Kegiatan
kegiatan
pembelajaran a. Melakukan Output: Nilai
dengan gerakan
KangPisMan sosialisasi dengan a. Adanya rekapitulasi Akun
(Tahap 1 :
Mengurangi dan koordinator kelas absensi siswa. Mem
memisahkan
sampah) mengenai kegiatan b. Pemahaman siswa pemb

dan memperhatikan cara mengurangi tangg

kesiapan sarana sampah plastik. prose

prasarana siswa. c. Tersedianya 3 Nasi

b. Membuka tempat sampah di Mela

pembelajaran rumah siswa dan s

dengan berdoa. masing-masing. sesua

c.Mempersiapkan d. Unjuk kerja siswa Panc

siswa memulai saat memilah Etika

pembelajaran dan sampah. Menj

mengabsensi siswa. Bukti kegiatan: saat s

d. Memberikan video a. Absensi siswa pemb

pembelajaran dan b. Lembar kerja siswa Kom

materi tentang (LKS) Mem

KangPisMan. c. Dokumentasi siswa kegia

e.Siswa berdiskusi (Foto /Video) deng

dan mengisi lembar Anti

kerja siswa masing- Mela

3

eterkaitan Substansi Kontribusi terhadap Penguatan Nilai
Organisasi
Mata Pelatihan Visi Misi Organisasi
Kegiatan ini
i ANEKA Kegiatan ini memberikan memberikan
kontribusi pada
ntabilitas kontribusi visi sekolah penguatan nilai-nilai
organisasi yaitu:
mpersiapkan kegiatan yaitu: Menjadikan SDN Prestasi Prima,
Amanah, Berakhlak
belajaran dengan penuh Pitara 2 Unggul dalam Mulia, dan
Berwawasan
gung jawab dan sesuai prestasi, berakhlak mulia, Lingkungan.

edur. dan berwawasan

ionalisme lingkungan.

akukan doa sebelum

sesudah pembelajaran Kontribusi misi sekolah

ai dengan pengamalan yaitu : Membentuk siswa

casila sila Ke-1 kreatif, inovatif, berbudi

a Publik pekerti, tanggung jawab

jaga sopan dan santun serta sehat jasmani dan

sedang melaksanakan rohani. Menciptakan

belajaran. lingkungan yang kondusif,

mitmen Mutu aman, nyaman, bersih dan

mberikan contoh hijau.

atan KangPisMan

gan profesional

i Korupsi

aksanakan kegiatan

30

masing. pemb
f. Membimbing siswa keras
adil.
untuk membuat WoG
atau menyediakan Mela
3 tempat sampah di deng
rumah. siswa
g. Penugasan berupa Man
unjuk kerja siswa Profe
memilah sampah meny
berdasarkan jenis deng
sampahnya. Pelay
h. Siswa diminta Kesa
mengumpulkan mem
hasil kerjanya saat m
berupa foto/video.
i. Menutup
pembelajaran.

Analisa Dampak : Jika dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran tidak ditera
tidak akan berhasil. Siswa tidak akan tertarik untuk mengiku
dikomunikasikan dengan baik.

No Kegiatan Tahapan Output/Hasil Ke
Kegiatan

3

belajaran dengan kerja
s, disiplin, jujur, dan

G
akukan koordinasi
gan orangtua siswa dan
a dengan baik.
najemen ASN
esional dalam
yelesaikan tupoksi
gan baik.
yanan Publik
amaan hak, tidak
mbeda-bedakan siswa
melaksanakan kegiatan

apkan nilai-nilai ANEKA serta peran ASN maka tujuan yang ingin dicapai
uti gerakan KangPisMan karena pembelajaran yang monoton dan tidak

eterkaitan Substansi Kontribusi terhadap Penguatan Nilai
Mata Pelatihan Visi Misi Organisasi Organisasi

31

5 Melaksanakan a. Membuka Output Nilai
kegiatan pembelajaran a. Adanya Akun
pembelajaran dengan berdoa. Mem
dengan gerakan rekapitulasi absen pemb
KangPisMan b. Mempersiapkan siswa Goog
(Tahap 2: siswa memulai b. Siswa dapat penu
Mendaur ulang pembelajaran dan mendaur ulang sesua
sampah) mengabsensi siswa. sampah

c. Memberikan video Nasi
pembelajaran dan
materi tentang Bukti Kegiatan : Mela
mendaur ulang
sampah. a. Absensi siswa dan s

b. Hasil prakarya sesua

c. Dokumentasi siswa Panc

d. Siswa berkreasi di Etika

rumah dengan Meng

mendaur ulang rama

sampah sesuai selam

dengan kreativitas Kom

masing-masing. Mem

e. Siswa diminta kegia

mengumpulkan deng

hasil prakarya Anti

berupa foto/video. Mela

f. Menutup pemb

pembelajaran keras

3

i ANEKA Kegiatan ini memberikan Kegiatan ini
memberikan
ntabilitas kontribusi visi sekolah kontribusi pada
penguatan nilai-nilai
mpersiapkan kegiatan yaitu: Menjadikan SDN organisasi yaitu:
Prestasi Prima,
belajaran melalui Pitara 2 Unggul dalam Amanah, Berakhlak
Mulia, dan
gle Classroom dengan prestasi, berakhlak mulia, Berwawasan
Lingkungan.
uh tanggung jawab dan dan berwawasan

ai prosedur. lingkungan.

ionalisme

akukan doa sebelum Kontribusi misi sekolah

sesudah pembelajaran yaitu : Membentuk siswa

ai dengan pengamalan kreatif, inovatif, berbudi

casila sila Ke-1 pekerti, tanggung jawab

a Publik serta sehat jasmani dan

garahkan siswa dengan rohani. Menciptakan

ah & tidak diskriminatif lingkungan yang kondusif,

ma proses pembelajaran aman, nyaman, bersih dan

mitmen Mutu hijau.

mberikan contoh

atan KangPisMan

gan profesional

i Korupsi

aksanakan kegiatan

belajaran dengan kerja

s, disiplin, jujur, dan

32

dengan berdoa. adil.
WoG
Mela
deng
siswa
Man
Profe
meny
deng
Pelay
Kesa
mem
saat
kegi

Analisa Dampak : Jika dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran tidak ditera
kondisi yang menyenangkan dalam kegiatan pembelajaran s
tercapainya tujuan pembelajaran.

No Kegiatan Tahapan Output/Hasil Ke
Kegiatan

3

G
akukan koordinasi
gan orangtua siswa dan
a dengan baik.
najemen ASN
esional dalam
yelesaikan tupoksi
gan baik.
yanan Publik
amaan hak, tidak
mbeda-bedakan siswa
melaksanakan
iatan

apkan nilai-nilai ANEKA serta peran ASN maka maka kurang terciptanya
sehingga proses pembelajaran tidak bisa berlangsung secara bermakna demi

eterkaitan Substansi Kontribusi terhadap Penguatan Nilai
Mata Pelatihan Visi Misi Organisasi Organisasi

33

6 Melaksanakan a. Melakukan Output: Nilai
evaluasi Akun
kegiatan penilaian lembar a. Terkumpulnya Berta
pembelajaran. meng
kerja siswa dan lembar kerja pemb
Nasi
unjuk kerja siswa siswa yang telah Mena
kepe
berupa video/ hasil dinilai. lingk
Etika
prakarya b. Adanya hasil Menj
b. Merekap semua rekap evaluasi yang
atau penilaian. Kom
hasil penilaian. Meng
c. Memberikan c. Adanya reward tugas
kepada siswa. cerm
apresiasi/ reward Anti
kepada siswa. Bukti Kegiatan : Mem
jujur
a. LKS WoG
Mela
b. Rekap penilaian tenta
kegia
c. Reward berupa orang

sertifikat pdf.

3


Click to View FlipBook Version