The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by naritarelly00, 2021-04-26 10:54:57

E-MODUL MEKANIKA ANALITIK

F MELATIH BERPIKIR KRITIS MAHASISWA DENGAN

PENDEKATAN STEM F





Menyelesaikan Masalah



Menggunakan pendekatan Technology and Mathmatics, Coba buatlah :

1. Analisis ide Anda terkait alat tersebut secara matematis menggunakan persamaan mekanika
Lagrange; Persamaan Euler-Lagrange.
2. Kemudian, coba simulasikan alat yang Anda susun dengan menggunakan PhET dengan konsep
Hukum Newton II : Katrol
3. Tuliskan Alat dan Bahan yang Anda perlukan untuk membuat Alat Tersebut! [ Dengan
memanfaatkan alat-alat yang ada di rumah ]






































101

F MELATIH BERPIKIR KRITIS MAHASISWA DENGAN

PENDEKATAN STEM F





Menyelesaikan Masalah


















































102

F MELATIH BERPIKIR KRITIS MAHASISWA DENGAN

PENDEKATAN STEM F





Menyelesaikan Masalah


















































103

F MELATIH BERPIKIR KRITIS MAHASISWA DENGAN

PENDEKATAN STEM F



Kesimpulan dari Penyelesaian











































QWEAIU QWEAIU










104

1. Mencari nilai S


2
2
= √ +

di mana


=


=

Mensubstitusikan nilai dan

2
2
= √( ′ ) + ( ′ )

2
2
= √ ′ + ′ (1)

Sehingga didapatkan nilai f berupa

= √ ′ + ′
2
2

Untuk mendapatkan nilai S, nilai f tersebut dapat
disubstitusikan ke persamaan:

= ∫


= ∫ √ ′ + ′
2
2



VARIABLE X





Persamaan Euler-Lagrange untuk variable x adalah:



=


RUAS KIRI




(√ ′ + ′ )
=


=







105

RUAS KANAN



(√ ′ + ′ )
=
′ ′


=
′ (√ ′ + ′ )





Persamaan Euler-Lagrange untuk variable x setelah mensubstitusikan

nilai f adalah:

=


=



(√ ′ + ′ )




VARIABLE Y




Persamaan Euler-Lagrange untuk variable y adalah:




=


RUAS KIRI




(√ ′ + ′ )
=


=


RUAS KANAN




(√ ′ + ′ )
=
′ ′




106


=
′ (√ ′ + ′ )





Persamaan Euler-Lagrange untuk variable y setelah mensubstitusikan

nilai f adalah:

=


=



(√ ′ + ′ )


Membandingkan nilai dan








2 (√ ′ + ′ )
=
1 ′


(√ ′ + ′ )
2 ′
= =
1 ′


=


Sehingga didapatkan persamaan gerak untuk masing-masing sumbu

adalah:

Sumbu y Sumbu x

= = 1


= ∫ = ∫ 1


= + = +











107

2. Mengidentifikasi soal melalui gambar




2
2
= = √ +

Sehingga diketahui bahwa
nilai f nya adalah

= √ +

2
2





ARAH X





= = =
(√ + )


Energi Kinetik

1
=
2
̇
2
Energi Potensial

= 0

Lagrangian

ℒ = −

1
ℒ =
2
̇
2
Lagrange Multiplier

ℒ ℒ
+ =
̇
1 1
2
2
̇
( ) ( )
̇
2 + = 2
̇

0 + =
̈






108

̈ =


Sehingga besaran fisis yang mewakili adalah

= −





ARAH Y





= = =
(√ + )


Energi Kinetik

1
=
2
̇
2
Energi Potensial

= −

Lagrangian

ℒ = −


1
ℒ = −
2
̇
2
Lagrange Multiplier

ℒ ℒ
+ =
̇

1 1
2
2
̇
̇
( − ) ( − )
2 + = 2
̇

̈
+ =

̈ − =

Sehingga besaran fisis yang mewakili adalah

= −







109

3. Mengidentifikasi soal melalui gambar



=
1

= −
2
=

Mengidentifikasi panjang lintasan


=


= ̇
̇
3








Energi Kinetik

1 1 1
2
= ̇ 1 2 + ̇ 2 2 +
̇
3
2 2 2
1 1 1
̇
= + +
2
2
2 2
̇
̇
2 2 2
1
̇
= +
2
2 2
̇
2
Energi Potensial
= −
= −
2
= − ( − )
Lagrangian

ℒ = −


̇
= ̇ + + ( − )













110

Lagrangian terhadap variable r (jari-jari)



ℒ ℒ
=
̇




̇

̇
[ ̇ + + ( − )] [ ̇ + + ( − )]
=
̇
̇
− + = 2 ̈
2
̇
− = 2 ̈
2
Lagrangian variable

ℒ ℒ
=
̇


̇

=



̇
= = 0 terhadap perubahan waktu, sehingga dapat
2
disimpulkan momentum sudutnya kekal dan memenuhi teorema

Noether.



4. Mengidentifikasi soal melalui gambar






= ∅

= −

= − ∅













111

Energi Kinetik

1 1
= + ∅
̇ 2
2
̇
2 2
Energi Potensial
= −

Lagrangian

ℒ = −



̇
= ̇ + ∅ +

Lagrange Multiplier

VARIABEL q


ℒ ℒ
+ =
̇

RUAS KIRI

1 1
̇ 2
2
̇
( + ∅ + ) ( − ∅ )
2 2 +

+

RUAS KANAN

1 2 1 ̇ 2
̇
( + ∅ + )
2
2
̇

̈
=

+ = ̈ (4.1)




Berdasarkan persamaan di atas dapat disimpulkan bahwa = − , yaitu

mewakili tegangan tali yang membawa massa.










112

VARIABEL ∅

ℒ ℒ
+ =
∅ ∅ ∅ ̇
RUAS KIRI


1 1
̇ 2
2
̇
( + ∅ + ) ( − ∅ )
2 2 +
∅ ∅

RUAS KANAN

1 2 1 ̇ 2
̇
( + ∅ + )
2
2
∅ ̇

̈
=

̈
− = ∅ (4.2)



Berdasarkan persamaan di atas dapat disimpulkan bahwa = − , yaitu

mewakili tegangan torsi pada katrol.






Mencari nilai

Persamaan (4.1) dapat diubah menjadi


̈
∅ = + (4.3)

Mengeliminasi persamaan (4.3) dan (4.2)


̈
∅ = +

̈
− = ∅


̈
̈
∅ − ∅ = + +





113

1
̈
∅( − ) = + ( + )



̈
∅( − ) −
=
( + )











































































114


Click to View FlipBook Version