“Saya tidak pernah memanggang daging saya sendiri
sebelumnya, saya belajar memanggang untuk Anda.”
“Wah.......sudah bergerak,ya. Saya juga mau maish
bisa makan daging panggang Anda di masa depan!”
“Tentu saja bisa!”
Setelah makan, mereka pergi ke karaoke untuk bernyanyi.
Setelah bernyanyi lagu, Xiaotong mengantar Xiaoning
pulang. Di jalan pulang, Xiaotong mengungkapkan
cintanya pada Xiaoning lagi.
“Saya jatuk cinta padamu sejak pertama kali saya
melihat fotomu......Jadi bisakah kamu bersamaku?”
Xiaoning ragu-ragu sejenak, lalu tersenyum dan
berkata, “Kali ini, saya bisa menerimamu, tapi saya
memiliki temperamen buruk, kamu harus mentolerir
saya.”
“Tentu saja bisa!!!!”
Pada hari ini, dua orang saling mencintai.
Xiaoning masih adalah seorang mahasiswa, jadi tak bisa
tetap bersama Xiaotong setiap hari. Jadi Xiaotong
menentukan setalah dia cuti, dia akan datang ke sekolah
51 | k c p
Xiaoning setiap hari untuk menemani Xiaoning makan
malam, dan kemudian pulang, dia bertahan dalam
kebiasaan ini selama musim dingin.
“Apakah anda lelah datang kepada saya setiap hari?”
“Tentu saja tidak. Bagaimana saya bisa lelah setiap hari
untuk bertemu orang yang saya sukai?”
“Hahahahaha......Anda mengatakan kata-kata ini yang
membuat saya bahagia setiap hari!”
Xiaoning sangat tersentuh dengan tindakannya. Jadi
dia lebih mengandalkan mempercayai pria ini.
Keduanya telah bersama selama dua tahun. Selama dua
tahun ini, Xiaoning merasakan perhatian yang tak
terhitung dari Xiaotong. Xiaotong akan membuat kue
sendiri pada hari ulang tahun Xiaoning, membawa
Xiaoning makan makanan enak setiap minggu, dan
membuat tas sendiri untuk Xiaoning di Hari Valentine.
Mereka semakin mengandalkan satu sama lain,
memperlakukan satu sama lain sebagai kerabat mereka,
dan mereka percaya bahwa akan saling mencintai
selamanya.
52 | k c p
10
Kisah Putri Duyung Kecil
(杨思思 Herawati)
Pada suatu hari, ada
seorang putri duyung kecil yang
jatuh cinta pada pangeran. Putri
duyung itu menyadari bahwa
tidak mungkin cintanya akan
diterima oleh pangeran.
Namun. karena dia sudah
sangat jatuh cinta kepad
pangeran itu. Si Putri Duyung itu
menemui seorang penyihir. Dia
membuat kesepakatan dengan penyihir itu dan penyihir itu
mengubahnya menjadi manusia.Selanjutnya, dia bersahabat
dengan pangeran dan tinggal di istana,serta berkata bahwa
namanya Xiao Yu.
Sang pangeran sangat mengagumi Xiao Yu dan menyukai
gadis yang baik hati dan cantik ini serta suka mengajaknya
berjalan-jalan.Meskipun menjadi manusia dan selalu
menderita dalam setiap langkahnya, Xiao Yu senang berjalan
53 | k c p
bersama sang pangeran. Kalau menurut Xiao Yu,yang sudah
bisa membuat dia cukup bahagia hanya melihat
pangeran,tetapi itu tidak bertahan lama,pangeran jatuh sakit
kemudian hanya bisa dibekap di rumah.
Semua dokter kerajaan datang, tapi tidak ada yang tahu
penyakit apa yang dimiliki
pangeran bahkan tabib tertua di
istana juga hanya mengatakan
bahwa sang pangeran dalam
keadaan baik tapi kaki dan tangan
sangat lemah.Dia tidak pernah
megalami penyakit itu. Namun
demikian,Xiao Yu tahu apa penyakit yang pangeran miliki. Xiao
Yu adalah putri duyung bagaimanapun, dia telah mengalami
sesuatu di luar perobatan manusia. Dunia ini ada sihir dan juga
ada kutukan.Dia sangat khawatir dengan sang pangeran dan
meminta bantuan penyihir itu dengan diam-diam.
54 | k c p
“Penyihir!Tolong bantu!Tolong anda
bantunya!”kata Xiao Yu. Penyihir
berkata , “Kutukan ini mematikan.
Akibatnya pangeran kan semakin
lemah dan mati. Hanya ada satu
nyawa untuk satu nyawa. Kau ingin
sang pangeran hidup, kau harus mati
menggantikan dia.”
Xiao Yu berkata,“"jika kau bisa menyelamatkan
pangeran, apapun yang akan aku bisa lakukan”. Penyihir itu
curiga,“kamu sudah memikirkannya,ya? Apakah itu layak?”
Xiao Yu mengangguk dengan tegas. Dan penyihir itu berkata,
"kalau begitu berikan obat ini padanya untuk dimakan, dan
saat dia meminumnya, itulah saat kau menghilang. Anda akan
busa, menghilang ke udara seolah-olah anda tidak pernah
ada."
55 | k c p
Xiao Yu tertawa dengan obatnya, dia
tahu pangeran diselamatkan.Penyihir
yang melihat ini pergi mendesah.
Xiao Yu cepat menuangkan ramuan itu
ke dalam segelas air dan membawanya
ke rumah sang pangeran, lalu diam-diam menaruhnya di atas
meja.
Sang pangeran begitu senang melihatnya datang,“apakah kau
bosan di istana akhir-akhir ini?Sudah
lama sejak terakhir kali aku
mengajakmu keluar,”kata dia. Xiao Yu
bilang, "tentu saja menyebalkan.Kau
harus cepat sembuh.Aku rindu pergi
bersamamu." Lalu pangeran berkata,
"kita akan pergi setelah aku sembuh." Xiao Yu mengatakan
bahwa baik dengan menggigit bibirnya. Namun, pangeran
tidak pernah bisa membayangkan bahwa ada beberapa janji
yang harus dilewatkan, dan mereka tidak akan pernah
melakukannya lagi. Lalu pangeran itu berkata, "tapi jangan
terburu-buru, aku harus menikah dulu." Xiao Yu
bertanya,“menikah?”
56 | k c p
“Siap untuk beberapa waktu, jika tidak sakit, mungkin
selesai lebih awal,”kata pangeran. Dengan ragu-ragu lagi, sang
pangeran mengatakan,"karena penyakit telah diseret sampai
sekarang dan belum sempat melamar, tetapi dia seharusnya
setuju.Saya sudah siap dan akan memberikannya kepada dia
ketika saya berniat untuk melamar."
Lalu pangeran itu tersenyum pada Xiao Yu dan berkata,
“jika semuanya lancar, datanglah ke sana dan akan kucarikan
istana yang indah untuk pernikahanku”. Xiao Yu
menganggukkan kepalanya dan merasa sangat sedih. Akan
tetapi, dengan hadirnya sang pangeran beserta pengantin
perempuannya, sang pangeran tidak menyadari bahwa ia
telah lenyap.Itu akan membuat semua orang bahagia.Jadi Xiao
Yu hanya mengatakan,“mempelai wanitanya pasti sangat
cantik.” Pangeran juga hanya mengatakan bahwa tidak terlalu
cantik. Itu dialog terakhir mereka.
Malam itu, sang pangeran menjadi haus dan terbangun,
melihat air di atas meja, lalu meminumnya, dan dengan cepat
mendapatkan kekuatannya kembali, keluar dari ruangan itu,
dan menjadi sehat kembali.Keesokan paginya, dia mengambil
cincinnya untuk mencari istrinya, dan dia tidak
57 | k c p
menemukannya. Xiao Yu tidak lagi di istana.Tak ada yang
pernah melihat Xiao Yu.Dan tak ada yang tahu identitas
aslinya.Xiao Yu menghilang seolah-olah dia tidak pernah
ada.Tidak ada yang peduli tentang hal itu.Hanya sang
pangeran yang mengingatnya, cincin yang tidak terkirim, dan
lamaran pernikahan yang tidak sempat diucapkan.
Kemudian satu-satunya jejak dalam sejarah adalah bahwa
tibab tertua pernah bertanya kepada pangeran sekali
bagaimana penyakit itu sembuh. Sang pangeran mengatakan
bahwa air itu aneh dan sudah lama disimpan di atas meja,
tetapi ia sendiri masih hangat.Oleh karena itu, tabib tertua
membuat catatan tertulis dalam tulisan-tulisan
medisnya.Tekankan juga: minumlah air panas lebih banyak jika
anda sakit.
58 | k c p
11
Mawar yang Sombong
(金鹭 Hesti)
Pada zaman dalalu kala,ada sebuah
kastil tua di dalam hutan.Ada sebuah
semak di samping kastil, dan sebuah
mawar yang sangat indah tumbuh di
dalamnya.Si mawar itu sangat
sombong karena ia pikir ia adalah bunga yang paling
indah dalam dunia ini, tidak pernah membiarkan
serangga mendekatinya karena ia khawatir serangga-
serangga itu akan merusak tubuh indahnya.Ia hanya ingin
dilihat dari kejauhan dan dipuji.
Suatu hari, kupu-kupu terbang mendekatinya dan
hendak mengumpulkan serbuk sari dari si mawar ,
tetapi si mawar membusungkan duri-durinya dan
menakuti kupu-kupu itu.Setelah beberapa saat, lebah
59 | k c p
datang untuk membantu si mawar menyebarkan serbuk
sari, tetapi si mawar itu berteriak: "Apa yang kamu
lakukan! Jauh dariku!"
"Wu ... uuu..." lebah itu terbang ke tempat yang lain
sambil menangis.
Beberapa saat kemudian,capung datang untuk
beristirahat di daun mawar sebentar.Namun si mawar itu
mengutuk: "Bau kamu, cepat-cepat pergi! Jangan
mengotorkan gaun merahku!" "Cih!" Capung itu juga
terbang dengan sangat marah.
Sebentar lagi, si mawar mendongak dan melihat
matahari, dan ia berkata dengan marah: "Kamu cepat-
cepat pergi! Menyebalkan sekali, aku bahkan tidak bisa
membuka mataku!Gaun merahku akan terbakar sinar
matahari olehmu!"
Si matahari berkata dengan ramah: "Nak, kamu
harus tumbuh di bawah belaianku. Tanpa aku kamu
akan ..."
60 | k c p
“Jangan cerewet!” Sebelum si matahari selesai
berbicara, si mawar terburu-buru berkata, “Pergi,pergi!”
Si matahari juga pergi dengan enggan.
Hari-hari berlalu, si mawar menjadi semakin
arogan.Si mawar berpikir: "Oh, begitu banyak seranggal
yang menggangguku setiap hari. Benar-benar
menjengkelkan! Aku sangat ingin dipetik dan dimasukkan
ke dalam vas yang indah. Bunga-bunga lain pasti akan
cemburuku." Ia berpikir hal ini setiap hari.
Tiba-tiba suatu hari, beberapa orang dari kota pergi
berburu di hutan dan menemukan kastil tua ini secara
tidak sengaja. Mereka sangat senang,dan ketika mereka
berkeliling, seorang pemilik restoran menemukan mawar
yang indah ini di antara semak-semak. Dia berkata, "Lihat,
semuanya! Mawar ini sangat indah, saya ingin
membawanya pulang ke rumah!"
Oleh karena itu,si mawar itu dipetik olehnya dan
dibawa pulang ke rumah. Pemilik restoran membeli
sebuah vas yang sangat indah dan meletakkan mawar itu
61 | k c p
di dalamnya dengan hati-hati. Dia menempatkan vas
dengan mawar itu di posisi paling menonjol di
restorannya.
Semua tamu yang datang ke sini tidak bisa menahan
diri untuk mengagumi: "Betapa indahnya mawar ini!"
Si mawar itu berkata dengan gembira, "Ini surgaku!
Di sinilah aku seharusnya tinggal!"
Beberapa hari kemudian, dengan bunyi "Pa!", vas
itu dipecahkan. Meskipun sang pemilik restoran merasa
sayang, dia masih membuang mawar itu ke tong sampah.
Si mawar berangsur-angsur layu, tetapi serangga-
serangga yang pernah diejek dan diintimidasi oleh mawar
itu hidup bahagia bersama-sama.
Pada saat-saat terakhir sebelum si mawar itu mati,
ia sangat berharap untuk bisa kembali ke semak...
Dengan bunyi"Boom" kelopak mawar terakhir juga jatuh.
Ia mati...
62 | k c p
12
Misi Pemberian
(赵梓伊 Indah)
Mia adalah seorang atlet di sekolah, dia sangat mahir
bermain bulu tangkis, bola basket, bola voli dan bahkan
tenis meja. Tapi baginya, favoritnya adalah skateboard.
Dia adalah anggota klub skateboard sekolah, dan belum
lama sejak dia bergabung dengan klub tersebut.
“Hei, Mia. Hari Natal akan datang, ayo kita berbelanja
bersama!” Alice berkata dengan keras saat dia berjalan
menuju Mia. Alice adalah teman dekat bagi Mia. Mereka
bertemu karena mereka berada di klub skateboard yang
sama dan menjadi teman baik.
“Tentu saja boleh, saya dengar ada diskon di pusat
perbelanjaan baru-baru ini, saya ingin pergi melihat
skateboard ... membeli skateboard yang milik saya.” Mia
mendengar suara dari temannya, dan menjawab sambil
berhenti di samping Alice.
63 | k c p
"Oke, kalau begitu kita sudah memutuskan!
Menunggumu di Hari Natal."
Tapi Mia tidak begitu senang saat pulang, dia tahu
skateboard yang dia inginkan itu tidak murah dan
keluarganya tidak kaya. Dia tidak bisa hanya fokus untuk
memuaskan keinginannya. Mia berkata dalam hati
bahwa hanya lihat saja.
Tak lama setelah, Natal datang seperti yang dijanjikan.
Banyaknya pelanggan di mall karena diskonnya, Mia dan
Alice akhirnya keluar dari keramaian dan masuk ke toko
idamannya. Melihat skateboard biru-putih di jendela
toko, Mia tidak bisa membantu tetapi masuk dan masuk
lagi sampai dia melihat harganya. "Kalau kamu benar-
benar menyukai ini, lalu belilah," kata Alice. Mia
menggigit bibirnya, menggelengkan kepalanya sedikit,
dan menarik Alice keluar dari toko. “Aku tidak punya
cukup uang untuk memberinya, biar aku menabung lebih
banyak.” Lagi pula, Mia masih tidak tega mempedulikan
orang tuanya yang meminta lebih banyak uang untuk
membeli skateboard. Meskipun demikian, Mia tidak bisa
64 | k c p
menahan diri untuk tidak melihat ke belakang setelah
keluar dari toko.
Saat malam tiba, mal tidak sepi dan diam karena semua
barang yang di mal ini saling membahas tentang hari ini.
“Hai sobat, kataku, gadis itu sudah lama mengawasimu
hari ini, kupikir kau akan menyelesaikan misimu hari ini.”
Itu adalah Puma, tudung kuning.
“Kalau dia tidak membawaku pergi, aku akan dibawa
pergi oleh orang lain. Entahlah…” Biru, seorang pemain
skateboard biru-putih, mengangkat kepalanya, matanya
penuh penyesalan. "Eh, tidak dibutuhkan begitulah,
saudara. Ini situasi yang sama tidak peduli siapa yang
membelinya. Mengapa kau seperti harus dibawa oleh
gatis itu?" kata Puma
dengan sedikit keraguan.
"Anda tidak mengerti. Itu
berbeda, aku bisa melihat
dia sangat menyukaiku."
65 | k c p
“Hai Pingpang, bisakah kamu menyetir?” Kata Biru
kepada sepasang kelelawar tenis meja. “Menyetir? Puma
bisa.” Pingang melompat keluar dari kotak di sampingnya
dan berkata.
"Kamu ingin akan mengirimkannya sendiri? Kamu gila?"
Puma tampak sangat kaget. “Kamu tahu alamat gadis itu?
Kamu hanya aneh. Ups, jangan tarik aku.” Puma diseret
oleh Biru sebelum dia selesai berbicara. "Jangan tanya
dan khawatri terlalu banyak, saya tahu alamatnya,
cepatlah, manfaatkan hari Natal hari ini!"
Biru dan Puma pergi berkeliling ke gudang di belakang
dan berlari di sepanjang ban berjalan ...
“Aku tidak bisa memilih sebanyak itu, hanya mobil ini!
Ayo pergi!” Mendorong pintu hingga terbuka, mata Biru
tertuju pada sebuah mobil yang kecil. Puma dan Biru
membuka pintu mobil tanpa mengucapkan sepatah kata
pun dan duduk.
66 | k c p
"Kencangkan sabuk pengamanmu dan kita berangkat!"
Dengan 15 menit sebelum akhir Natal, mereka berdua
akhirnya sampai di rumah Mia.
“Tolong, buka jendela ini dan aku melompat masuk.” Biru
meminta bantuan Puma.
"Aku benar-benar membantu
Anda dari mula sampai akhir.
Ah, lupakan saja, siapa yang
menjadikanmu sahabatku,"
kata Puma tak berdaya.
Setelah Biru berhasil masuk ke rumah Mia, Puma pun
dengan saksama menempatkan Biru di dalam kotak yang
di samping pohon natal itu.
“Kenapa harus dia?” Puma benar-benar bingung, dan
akhirnya tak tahan selain bertanya.
“Tahukah kamu, misi kita dalam hidup ini adalah
menemukan seseorang yang sungguh menyukai kita dan
kita membawa kegembiraan dan kebahagiaan kepada
mereka. Ssst, sepertinya ada pergerakan dari atas.” Biru
67 | k c p
buru-buru membuat Puma untuk menutup tutupnya dan
Puma pergi dengan terburu-buru.
Kerena mendengar suara jendela terbuka, Mia turun dari
tempat tidur dan membuka pintu untuk melihat apa yang
terjadi. Secara tidak sengaja, matanya beralih ke kotak
yang telertak di samping pohon Natal tetapi tidak
tertutup dengan ketat itu.
Saat melihat Biru, Mia menutup mulutnya dengan
tangannya, wajahnya penuh keterkejutan.
Puma, yang berada tidak jauh dari jendala, menyaksikan
seluruh proses dan tersenyum puas.
“Misi kita dalam hidup ini adalah menemukan seseorang
yang sungguh menyukai kita dan kita membawa
kebahagiaan kepada mereka.” Puma bergumam pada
dirinya sendiri dengan kepala tertunduk.
68 | k c p
13
Janji di Bawah Kembang Api
(王俊婷 Jelita)
Ayani adalah seorang gadis yang suka menonton
pertunjukan musik, tetapi karena itu bukan hobi yang
populer, dia sering pergi ke pertunjukan itu sendirian.
Pada bulan Oktober, Ayani
juga melihat pertunjukan
seorang rapper yang dia suka.
Setelah pertunjukan itu, Ayani
bertemu dengan sekelompok
teman yang memiliki
kesamaan minat. Nama grup
ini adalah "0431".
Setiap teman di grup itu sangat antusias. Saat tidak
ada pertunjukan, mereka juga akan ngobrol di grup
WeChat, saling mengingatkan untuk memakai lebih
banyak pakaian saat cuaca dingin, dan saling mengimbau
untuk tidur lebih awal sekitar jam 12 malam. Ada
69 | k c p
pertunjukan lagi seminggu kemudian, dan itu pertama
kalinya Ayani bertemu dengan teman-temannya. Proses
menonton pertunjukan sangat menyenangkan. Setelah
pertunjukan, semua teman makan malam bersama.
Saat makan dan mengobrol, Ayani menyukai
seorang laki-laki bernama Firza. Pertunjukan ini
diselenggarakan oleh Firza, dia juga membantu teman-
teman yang tidak memiliki tiket untuk menghubungi
kantor tiket, dan mengundang orang-orang dengan hobi
yang sama untuk mengobrol di grup WeChat. Firza
berkata bahwa senang sekali jika semua teman bisa
bersenang-senang bersama. Dari Oktober hingga
November, grup WeChat mereka telah berkembang dari
kurang dari 50 orang menjadi 280 orang. Ayani menyukai
Firza karena merasa dia sangat bertanggung jawab dan
humoris, padahal Ayani hanyalah salah satu teman Firza.
11 November adalah hari ulang tahun Ayani. Ayani
bangun di sore hari dan menemukan bahwa teman-
teman di grup WeChat sedang mendiskusikan makan
malam. Ayani berkata, “Nanti ikut juga semuanya,
70 | k c p
kebetulan hari ini ulang tahun saya.” Semula makan
malam hari itu yang diselenggarakan oleh Firza, namun
karena dia baru pulang kerja malamnya, dia ingin
melewatkan makan malam ini karena terlalu capek.
Melihat kabar dari Ayani, Firza berkata, “Wah, kalau
ulang tahun Ayani, maka saya pasti akan pergi.” Ayani
merasa perkataan Firza itu hanya sekedar sopan santun
di antara teman-temannya, namun dia tetap sangat
bahagia.
Sebelum makan malam, Ayani dan beberapa
temannya pergi ke KTV untuk menyanyikan lagu, Firza
juga datang dan memberikan kalung kepada Ayani. Saat
makan malam, semua teman juga merekam video
mengucapkan selamat ulang tahun kepada Ayani. Ini
adalah salah satu hari ulang tahun Ayani yang paling
bahagia. Setelah berpisah malam itu, Ayani sudah
berpikir bagaimana mengembalikan hadiah kepada Firza
dalam perjalanan pulang. Akhirnya Ayani memutuskan
untuk mengirim pasta gigi agar Firza teringat pada Ayani
saat menggosok giginya setiap hari. Ayani sempat grogi
71 | k c p
saat memberikan kado, tetapi untungnya Firza menerima
hadiah tersebut.
Ada pertunjukan di bar pada bulan Desember. Ayani
belum pernah ke bar, tapi ingin bermain dengan Firza,
jadi dia tetap datang. Karena Ayani tidak minum, Firza
memesan khusus beberapa kaleng Coke. Di akhir
pertunjukan, semua orang beristirahat di kursi mereka,
dan teman dari meja sebelah datang ke grup 0431 untuk
bersulang. Sesampainya di Ayani, Ayani mengambil
sekaleng Coke, yang sepertinya sedikit memalukan.
Teman di meja sebelah baru ingin mengatakan sesuatu,
Firza mengambil gelasnya dan berkata, "Ayani tidak bisa
minum, saya akan minum untuk dia." Ayani sangat
terharu.
Di bulan berikutnya, Ayani sedang berlibur dan
mulai membantu Firza mengerjakan beberapa
pekerjaan, pelan-pelan menjadi asistennya. Bahkan saat
Ayani meninggalkan kota ini ketika liburan dan kembali
ke kampung halamannya, kalau ada aktivitas yang
72 | k c p
diselenggarakan oleh Firza, Ayani akan naik kapal udara
untuk menghadirinya.
Pada bulan Februari, Tahun Baru hampir tiba. Firza
berkata di grup WeChat, “Apakah ingin bermain
kembang api bersama selama Tahun Baru? Saya bisa
pergi ke kota kamu kali ini.” Ayani sangat bersemangat
tapi berpura-pura tenang dan menjawab Firza, “Oke,
menunggumu.” Malam itu mereka bersama-sama
menonton kembang api. Di akhir acara, Firza bertanya
kepada Ayani, “Boleh kita menikmati kembang api setiap
tahun?” Ayani tak bisa lagi menyembunyikan
kegembiraannya dan memeluk Firza dengan gembira,
“Wah, tentu saja! Mari kita awasi selama seratus tahun!
”Keduanya tertawa bahagia.
Sampai di ini, cerita selesai, Jelita meletakkan
pennya dan berjalan ke jendela sambil melihat salju di
luar. “Kalau kita tidak bisa bersama, setidaknya biar aku
yang menuliskanmu ke dalam cerita.” pikir Jelit
***
73 | k c p
74 | k c p
14
Izinkan Aku Bernyanyi
(Kasih 赵庆会 )
Roki adalah anak laki-laki yang sangat menyukai
musik, tetapi keluarganya sangat miskin dan ibunya
tidak punya uang untuk membelikannya gitar. Ayahnya
adalah seorang tentara. Ketika Roki berusia tiga tahun,
ayahnya diminta ke medan perang
untuk melindungi keamanan
tanah air, Roki hanya bisa
bergantung pada ibunya.
Di negara yang tidak aman ini,
orang-orang hidup dalam
kesulitan tanpa kebahagiaan. Roki
selalu ingin menjadi musisi, dia ingin menyampaikan
nyanyian bahagia kepada orang-orang yang tidak
bahagia untuk membuat mereka senang. Lebih penting
lagi, dia ingin menyanyikan lagu-lagu bagus untuk
ayahnya. Roki ada di dalam kelas hari itu tiba-tiab
75 | k c p
mendengarkan seseorang di luar mengatakan bahwa
kami berhasil, kami berhasil. Semua orang mengira itu
aneh. Roki dan teman-teman berlari keluar kelas dan
melihat kepala sekolah dan beberapa guru muda
sedang berbicara. Semua orang bersemangat.
Kepala sekolah berkata kepada mereka, “Negara
kita mendapat kemerdekaan.” Diulangi lagi dan lagi,
mata kepala sekolah penuh air mata.
Guru berkata kepada mereka, “Kita bebas dan kita
tidak ada lagi penderitaan karena perang, kami tidak
lagi terpisah dari kerabat kami.” Roki sangat senang
karena dia bisa bertemu dengan ayahnya. Saat semua
orang merayakan kemenangan, Roki berlari ke
rumahnya karena dia ingin memberi tahu ibunya kabar
baik.
Ibu, ibu, dia berteriak dengan semangat. Tiba-tiba
dia menemukan bahwa rumahnya penuh dengan orang
dan dia berpikir bahwa ayahnya pasti sudah kembali.
Ketika dia berjalan melalui kerumunan dan ingin
76 | k c p
memberi tahu ibunya kabar baik, dia melihat bahwa
ibunya duduk di lantai dan menangis karena ayahnya
mengorbankan dirinya untuk perang. Roki ingin
menangis, tapi dia tidak bisa karena sekarang dia satu-
satunya yang merawat ibunya, dia tidak bisa menangis
kemudian dia berjalan ke ibunya.
Roki berkata kepada ibunya, “Ibu, saya kembali
jangan menangis dan jangan takut. Biarkan aku
menjagamu di masa depan.”
“Anakku yang baik, anakku yang baik saya
mencintaimu,” Kata ibunya dengan menangis.
Roki menyanyikan lagu yang dia tulis untuk
ayahnya untuk menghibur ibunya. “Ayah saya yang baik
terima kasih telah memberi saya keluarga yang begitu
baik. Ibuku dan saya selalu mencintaimu. Anda dapat
yakin bahwa saya akan merawat ibu saya dengan baik.
Anda harus menjaga diri dengan baik di kejauhan, kami
mencintaimu, kami mencintaimu.”
77 | k c p
Orang-orang berangsur-angsur meninggalkan
rumah Roki, Roki menghibur ibunya dan kembali ke
kamarnya. Bahkan dia sangat sedih karena belum
pernah bertemu dengan ayahnya sejak berusia tiga
tahun. Selama bertahun-tahun dia dan ibunya
menyalami kehidupan yang sulit, dia masih ingat bahwa
ibunya pernah menyuruhnya membelikan gitar nanti
ayahnya kembali kemudian dia ingin menyanyikan
lagunya sendiri untuk ayahnya.
“Jika saya memiliki kesempatan, saya ingin
bernyanyi untuk Anda, ayahku tersayang,” Roki berkata
dengan sedih. Nyanyian malam itu sedih dan hari itu
juga sedih.
Teman-temannya mendatanginya keesokan pagi
karena mereka tahu bahwa ayah Roki telah
mengorbankan masa depan untuk mempertahankan
tanah air.
“Roki, Roki kita sudah datang. Kamu di mana,” kata
teman Yuan Yuan.
78 | k c p
Roki menjawab, “Saya di sini, di sini.”
“ Mengapa Anda sekalian datang?” tanya Roki.
Yuan Yuan menjawab, “Eh, kami rindu padamu lho.
Wkwkkwkwk. ”
Kemudian mereka mengobrol bersama, dan
teman-temannya membantunya mengerjakan
pekerjaan rumah. Roki seperti sudah melupakan rasa
sedih kehilangan ayahnya. Teman Roki
memberitahunya bahwa dia harus selalu bernyanyi
untuk mereka di masa depan. Saat dia menjadi musisi,
dia harus mengundang mereka ke konsermu. Mereka
semua adalah penggemarnya.
Yuan Yuan bertanya kepada Roki, “Lihatlah Roki,
apakah gitar ini terlihat bagus? ”
Teman-teman membelikan Roki gitar untuknya.
Roki menjawab, “Saya senang sekali terima kasih
temanku.”
79 | k c p
Sejak hari itu, Roki bekerja lebih keras untuk belajar
dan menulis lagu di malam hari, dan berlatih gitar di
akhir pekan dan di waktu kosong karena dia ingin
menjadi musisi dan menyanyikan lagu-lagu yang bagus
untuk lebih banyak orang.
Waktu berlalu dengan cepat dan sudah mengalami
10 tahun , Roki menjadi seorang musisi. Dia
menyanyikan lagu yang dia tulis untuk ayahnya di
konser pertamanya. Itu adalah kedua kalinya dia
menyanyikan lagu ini.
“Saya ingin memberi lagu ini kepada ayah saya di
surga, kami sangat bahagia sekarang. Ayah tidak perlu
mengkhawatirkan kami. Saya sudah dewasa dan saya
bisa menjaga ibu saya dengan baik. Ingatlah kami akan
selalu merindukanmu dan kami mencintaimu.” kata
Roki.
“Jika waktu bisa kembali, saya ingin bernyanyi
untuk Anda, jika saya memiliki kesempatan, saya ingin
bernyanyi untuk Anda. Ayah kesayanganku.”
80 | k c p
15
Teman Baik Adalah Harta Karun
(Kumala 陈滢)
Ani dan Siara adalah
teman yang sangat
baik. Mereka awalnya
adalah teman sekamar
di SMA, karena
hubungannya semakin
baik, mereka berganti
posisi dengan teman
sekelas lainnya, jadi mereka menjadi meja yang sama.
Setelah lulus dari SMA, mereka berjanji untuk berkuliah
di kota yang sama. Untungnya, keinginan ini menjadi
kenyataan. Ani dan Siara suka bepergian, mereka berdua
mendiskusikan pergi ke mana untuk berwisata akan lebih
baik.
81 | k c p
“Ani, bagaimana kita pergi ke Jepang? Saya sangat mau
pergi ke sana lagi,” kata Siara dengan semangat.
Ani menjawab, “Astaga, musim dingin Jepang terlalu
dingin! Saya ingin pergi ke tempat yang lebih hangat.”
Siara berkata, “Oh, bagaimana Taiwan, iklim akan lebih
hangat dan ada banyak makanan yang lezat!”
“Saya setuju! Ayo ayo pergi,” kata Ani dengan senang.
Selanjutnya mereka mulai mempersiapkan barang-
barang untuk perjalanan, seperti KTP, tiket pesawat, izin
perjalanan dari dan ke Taiwan, pakaian dan kosmetik.
Akhirnya hari keberangkatan tiba, kedua gadis itu sangat
bersemangat, berbicara dan tertawa di sepanjang jalan
mendiskusikan apa yang harus dilakukan selanjutnya.
Mereka juga merekam vlog untuk mengedit menjadi
video, mengingat setiap perjalanan unutk kenangan
masa depan.
Namun terjadi sesuatu yang memalukan. Ketika tiba di
Stasiun Utama Taipei, mereka tidak mengenal lokasi
82 | k c p
tepat mereka sendiri atau di mana pintu keluarnya. Jadi
mereka tersesat ke dalam.
“Aduh, ini di mana? Ayo, kita kembali saja,” kata Siara
dengan sedikit bingung. Ani berkata bahwa mereka pasti
bisa keluar kalau mengikuti tanda stasiun ini. Akhirnya
mereka keluar dari stasiun yang menghabiskan hampir 1
jam. Siara berkata dengan sangat senang, “Syukurlah,
kita keluar!” Mereka naik taksi ke hotel, dan mereka
senang menemukan ada banyak makanan ringan di lantai
bawah hotel. Mereka membeli banyak makanan ringan
untuk makan sambil menonton film. Tidak ada yang lebih
bahagia daripada menikmati camilan dan menonton film
bersama dengan teman.
Mereka mengunjungi banyak atraksi terkenal seperti
101 Gedung, sebuah gedung yang tertinggi di Taipei dan
juga adalah tengara Taipei. Mereka juga mengambil
banyak foto tentang keindahan alam.
Mereka juga pergi ke Desa Kucing yang mereka selalu
mau kunjungi. Banyak kucing hidup di sana, dan kucing-
83 | k c p
kucingnya dirawat dengan baik. Desa ini juga menarik
banyak orang yang menyukai kucing. Siara mengambil
banyak foto tentang kucing dan Ani. Siara bercanda
bahwa dia akan menjadi fotografer eksklusif Ani. Ani
berkata sambil tertawa bahwa dia akan mengundang
Siara makan es krim untuk menghadiahinya. Selain itu,
mereka juga pergi ke pantai dan menikmati lautan yang
indah.
Ani dan Siara sangat menikmati perjalanan ini. Dalam
perjalanan ini, mereka tidak bertengkar, hanya saling
membantu dan memahami satu sama lain. Perjalanan ini
mempererat persahabatan mereka. Mereka juga setuju
untuk melanjutkan perjalanan tahun depan. Jika dapat
bertemu dengan seorang teman yang rukun dengan
kami, itu adalah satu hal yang beruntung.
84 | k c p
16
Berkumpul Kembali
(穆荣多米加 Mutiara)
Pada suatu Hari Raya Cap Go Meh, Ayahnya sedang
membersihkan rumah. Sekaligus Ibu sedang memasak
Lontong Cap Go Meh dan Wedang Ronde dengan anak-
anaknya. Anak-anak membantu memasak. Bila masakan
mereka bagus, mereka akan senang. Bila masakan
mereka kurang sempurna, mereka akan kecewa.
“Eh, Ibu mengapa
Wedang Ronde yang saya buat
begitu jelek?” tanya si bungsu.
Ibunya memasak sambil menghibur mereka,
“Jangan putus asa! Hidup itu bagaikan roda.
Si bungsu bertanya berburu-buru, “Ayah, mengapa
bagaikan roda?”
Ayahnya menjawab, “Kadang kita ada di atas,
kadang kita ada di bawah. Tetapi apapun yang terjadi,
85 | k c p
kita harus terus maju, karena kita yang megang
kemudinya.”
“Ibu, apakah harus berusaha untuk memaju atau
memperoleh sukses?” tanya si sulung.
“Setahu saya, sebesar apa pun tantangan, bisa
dimenangkan saat kita percaya dan berjuang dengan hati!
Kalian masih usia hijau,” jawab Ibu.
Kemudian mereka selesai memasak dan
membersih. Meraka merayakan Cap Go Meh bersama-
sama dengan sangat senang.
Seiring waktu berlalu, anak-anak juga menjadi
dewasa. Si sulung sudah bekerja keras di sebuah
perusahaan internasional. Si sulung juga menjadi salah
satu tulang punggung. Si bungsu sedang belajar sastra di
universitas. Si sulung sering bertanya kepada si bungsu
tentang keadaan kehidupan si bungsu untuk
meringankan beban ibunya. Mereka berdua juga sering
memperhatikan keadaan orang tuanya.
86 | k c p
Suatu hari selama liburan panas, si bungsu sedang
berlibur. Suatu hari, dosen memberitahu si bungsu
bahwa dia mendapat kesempatan emas untuk berkuliah
sastra ke Tiongkok. Si bungsu ingin mendaptkan
kesempatan emas ini untuk ke Tiongkok bersama ibunya.
Karena si bungsu ingat si sulung pernah bertanya kepada
ibunya apakah mau pergi ke Tiongkok. Saat itu, Ibunya
mengambil sejilid buku sambil menjawab bahwa tentu
saja. Kemudian ayahnya terus berkata bahwa istrinya
jatuh cinta kepada puisi kuno Tiongkok ketika masih
remaja yang sedang mencari ciri-ciri. Tetapi mereka
belum pernah berkesempatan ke Tiongkok.
Si bungsu bertanya kepada ibunya, “Ibu, apakah
Anda masih jatuh cinta kepada puisi kuno Tiongkok?”
“Tentu saja! Hati emasku!” jawab Ibunya.
Si bungsu bertanya, “Bagaimana ke Tiongkok
bersama saya?”
87 | k c p
“Jangan bergurau! Kok bisa? Tidak mudah Anda
bisa mendapatkan kesempatan emas ini ke Tiongkok,”
jawab Ibunya.
Si bungsu menjelas, “Eh, Ibu bisa memanfaatkan
kesempatan ini ke Tiongkok. Berlibur dengan ayah...
sambil mengantar saya loh!”
“hahaha... Sebenarnya kamu ingin kami
mengantarmu ke universitas,” kata Ibunya. Sekaligus si
sulung juga pulang dan bertanya bahwa mengapa
mereka merasa senang dan tertawa.
Si bungsu tersenyum dan menjawab, “Kak, ini
rahasia kami loh!”
Ayah berkata, “Ibumu, adikmu dan aku akan pergi
ke Tiongkok. Ibumu dan aku untuk berlibur, adikmu
untuk belajar.”
“Kabar baik! Harus dirayakan!” kata si sulung,
“Kapan berangkat?”
88 | k c p
“Belum diputuskan...Mungkin tanggal 25,” jawab si
bungsu.
“Sudahlah tanggal 12,” Ingatkan si sulung,
“Cepatlah bersiap!”
Sampai tanggal 25, mereka berangkat ke Tiongkok.
Si sulung mengantar mereka di bandara.
Setelah beristirahat beberapa hari, Ibu dan ayah
pergi ke taman untuk melihat bunga teratai pada malam.
Mereka lihat di atas kolam sudah ada sekuntum bunga
teratai berwarna merah muda dan putih. Cahaya bulan
memenuhi kolam, membuat bunga teratai itu kelihatan
kian menyala.
“Suamiku, aku ingin berpindah ke Tiongkok,” kata
Ibu.
“Bukannya tak boleh. Anak-anak sudah besar. Uang
juga cukup. Kamu juga menikmati hidup,” kata Ayah.
Ayah tahu istrinya masih suka budaya Tiongkok dan puisi
Tiongkok. Ayah ingat bunga teratai sering disebutkan
dalam puisi Tiongkok.
89 | k c p
Jadi, mereka memutuskan bahwa sekarang mereka
pulang ke Indonesia untuk menangani hal yang harus
dipecahkan kemudian berpindah ke Tiongkok.
Ketika mendengar kabar ini, si sulung terkejut. Dia
akan hidup di Indonesia dengan sendirian. Tetapi dia
tukung keputusan orang tuanya.
Setelah Ayah dan Ibu pulang ke Indonesia, mereka
bertiga bersiap yang harus membawa dan menangani
yang harus terpecahkan. Ibu dan Ayah berangkat lagi.
Setelah tiba di Tiongkok, Ibu dan Ayah memilih
tempat tinggal yang dekat dengan taman yang memiliki
bunga teratai. Setiap siang hari, Ibu bisa duduk di bangku
taman dan mengeluarkan buku-buku puisi kuno Tiongkok.
Lagi sampai liburan dingin, si bungsu pulang rumah
di Tiongkok, tapi si sulung merasa bosan di Indonesia
karena tidak bisa menemani keluarganya.
Si sulung mengajukan permintaan supaya
dipindahkan pekerjaannya ke Tiongkok. Permintaan itu
juga setujui perusahaannya.
90 | k c p
Menjelang Hari Raya Cap Go Meh lagi, si sulung tiba
di Tiongkok dengan diam-diam. Ketika si sulung pulang
rumah di Tiongkok. Ibunya, Ayahnya dan Adiknya merasa
senang. Karena mereka berkumpul kembali di Tiongkok.
91 | k c p
92 | k c p
17
Kebetulan yang Disengaja
(Nindya 普怡 )
Sebelum hal ini terjadi,
Andy dan Tara mungkin
hanya dua siswa biasa di
tingkat kelas yang sama,
di kelas yang berbeda,
dan tanpa komunikasi
apa pun.Mereka tidak
menyangka akan menjadi sinar matahari terindah dalam
hidup satu sama lain.
Andy adalah seorang anak laki-laki yang sangat pandai
menggambar. Ia selalu menggunakan waktu luangnya
dengan menggambar draft pada kertas putih di atas meja
gambar. Sebagian besar karyanya adalah tentang
93 | k c p
binatang yang lucu atau pemandangan yang indah. Di sisi
lain, Tara adalah perempuan cantik dan terpelajar,
memiliki kepribadian yang sangat baik, seperti matahari
kecil yang dapat membawa kehangatan orang, sehingga
dia sangat populer di kalangan guru dan teman sekelas.
Cerita mereka dimulai dari sebuah ujian, semacam
ujian yang seharusnya dilaksanakan di kelas mereka,
tetapi kali ini guru memilih menukar kelas untuk ujian,
jadi Tara diatur untuk mengikuti ujian di kelas Andy. Ujian
kali ini tidak terlalu sulit. Untuk Tara yang pintar, waktu 2
jamnya agak lama, jadi setelah menyelesaikan soal
ulangan, dia mulai melihat-lihat di sekitarnya. Dia
menemukan bahwa meja yang dia duduki digambari
dengan binatang-binatang yang lucu, termasuk jerapah,
kelinci, tikus, monyet, dan dinosaurus yang dia paling
sukai, tetapi gambar dinosaurus itu belum selesai, karena
tidak memiliki mata, "Mungkin tidak tahu cara
menggambar, biarkan aku membantunya. "Tara berpikir
dalam hati, dan dia berencana menggambar mata untuk
dinosaurus ketika dia mengambil pulpennya, tapi dia
94 | k c p
tidak menyangka bahwa mata yang terlihat sangat
sederhana akan sangat sulit digambar. Dia
memperbaikinya berulang kali, sampai akhir dia marah,
dia langsung menghapus garis besar dinosaurus dengan
penghapus .Meskipun dia menyadari kesalahannya, tapi
dia berpikir, "Ini mungkin hanya gambar acak ketika dia
bosan, dan satu yang hilang mungkin tidak boleh
ditemukan "jadi dia kembali ke kelasnya.
Tak disangka, kejadian ini ditemukan oleh pemilik
meja. Tara diberitahu bahwa seseorang menunggunya di
koridor setelah kuliah selesai hari itu. Dia berlari ke
koridor dengan tergesa-gesa, tetapi tidak ada yang
dikenal olehnya. Ketika ingin pergi, seorang anak laki-laki
tampan menghentikannya, "Apakah kamu Tara? Apakah
kamu menyeka dinosaurus saya?"
Kata anak laki-laki itu. Tara sedikit
takut, "Ah……ini aku, maafkan
aku." saat ingin menjelaskan dia
segera disela oleh anak laki-laki,
"Tidak apa-apa, tapi kamu harus
95 | k c p
mengembalikanku seekor dinosaurus. apakah
menggambar satu untukku?" “Sialan, kalau aku bisa
melukis, apakah aku masih akan menyeka
dinosaurusmu?” Bisik Tara, mungkin bocah itu tidak
mendengar oleh laki-laki, meninggalkan kalimat
“Namaku Andy, ingatlah untuk menghubungiku setelah
kamu selesai melukis” dan kabur hilang. Sebulan
berikutnya, Tara berlatih menggambar dinosaurus
sepanjang bulan sampai bisa menggambar dinosaurus
yang paling memuaskan untuk laki-laki itu. Dalam
sebulan yang singkat ini, Andy akan aktif menemuinya
setiap hari, dan mereka akan makan bersama dan belajar
bersama.
Lambat laun, gadis itu menemukan bahwa dinosaurus di
atas meja bukanlah suatu
kebetulan. Itu disiapkan
untuknya oleh Andy. Dalam
sebuah ceramah, dia
menemukan perempuan yang luar biasa dan cantik ini.
Dia ingin berteman baik dengan perempuan ini.,bahkan
96 | k c p
ingin jatuh cinta padanya ,jadi dia mengambil
kesempatan ini untuk menggambar binatang-binadang
kesayangannya di meja ujian gadis itu. Dia ingin bertaruh
apakah gadis itu akan memenuhi mata dinosaurus. Dia
tidak berharap dia akan berhasil. Sekarang Mereka
menjadi teman baik, dan cahaya perempuan itu akhirnya
menyinari laki-laki itu.
***
97 | k c p
98 | k c p
18
Murid yang paling sempurna
(方敏杰 Rangga)
Pada suatu malam musim dingin, di sebuah kota
kecil, ada gelombang angin dingin yang bertiup. Hampir
tidak ada pejalan kaki di jalan. Di bawah lampu jalan yang
samar-samar menyala, ada sosok samar berjalan cepat,
itu adalah anak laki-laki, namanya Andi, dan dia sekarang
bergegas ke lapangan tenis di kota. Sesampainya di arena,
seperti biasa, ia melepas jaketnya yang berat,
mengeluarkan raket murah yang ia beli dengan hemat
dari tasnya, dan mulai melatih ayunannya di sudut.
Tidak jauh dari situ, seorang pria paruh baya
memandangnya dari waktu ke waktu. Dia adalah
pengawas arena ini. Namanya Darma. Sebelum
membuka stadion tenis ini, dia adalah seorang pelatih
tenis terkenal. Ini bukan pertama kalinya hal ini terjadi.
99 | k c p
Dia tahu bahwa bocah lelaki itu bekerja sebagai pelayan
paruh waktu di restoran cepat saji di sebelah, dan raket
murah itu mungkin dibeli dengan gaji yang baru saja dia
bayarkan.
Anak laki-laki itu telah memintanya berkali-kali untuk
menjadi pelatihnya sendiri, Anak laki-laki tersebut
mengungkapkan bahwa dia ingin menjadi pemain tenis
profesional. Pelatih akan mencari alasan untuk
menolaknya setiap saat.
Setelah beberapa saat, tibalah
waktunya stadion ditutup, dan
anak laki-laki itu tetap sama
seperti sebelumnya. Dia
berkata: “Kenapa kamu menolak untuk mengajariku
bermain tenis?” Pelatih berkata dengan putus asa:
“Sudah kubilang berkali-kali, kamu memiliki koordinasi
fisik yang buruk, ditambah dengan fondasi tenismu yang
lemah dan umurmu, mustahil bagimu untuk menjadi
pemain tenis profesional. “Anak itu masih sangat enggan
untuk menyerah.
100 | k c p