The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku ini merupakan kumpulan novel yang ditulis oleh mahasiswa Jilin International Studies University, China

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by arianiselviana, 2022-08-10 05:37:43

SEJUMPUT CINTA DARI NEGERI TIRAI BAMBU

Buku ini merupakan kumpulan novel yang ditulis oleh mahasiswa Jilin International Studies University, China

Darma bingung. Dia bertanya, “Mengapa kamu
tidak pergi ke sekolah dan mencari pekerjaan tetap
seperti anak-anak lain?” Anak laki-laki itu menjawab,
“Ayah saya telah meninggal, dan ibu saya telah menikah
lagi. Saya tidak punya apa-apa lagi. Kerabat saya, tenis
adalah olahraga favorit saya. Jika saya menyerah, saya
tidak akan punya apa-apa. ”Mungkin itu adalah
pengalaman tragis bersimpati dengan bocah itu, atau
mungkin tersentuh oleh kegigihan bocah itu. Darma
akhirnya setuju. Anak laki-laki itu sangat senang, “Aku
tidak akan mengecewakanmu!” Anak laki-laki itu pergi
dengan penuh semangat.

Keesokan paginya, bocah itu yang pertama masuk
ke arena, Darma mengatakan, latihan selanjutnya akan
sangat berat dan mempersiapkan bocah itu. Ajaran yang
diimpikan anak lelaki itu dimulai seperti ini. Seiring
berlalunya hari, pelatih menemukan bahwa anak laki-laki
itu bekerja keras meskipun bakatnya buruk. Dia juga
merasakan cinta anak laki-laki itu pada tenis dari hatinya.
Beberapa bulan kemudian, level anak laki-laki telah

101 | k c p

meningkat pesat, Darma
memutuskan untuk membiarkan
Andi mencoba berpartisipasi
dalam beberapa kompetisi
reguler, dia membantu Andi
mendaftar. Anak laki-laki itu bermain sangat baik dalam
permainan dan mencapai final sepanjang jalan. Pelatih
terkejut dan juga senang untuk anak itu. Jika mereka
memenangkan final, anak laki-laki itu bisa mendapatkan
kesempatan untuk pergi ke klub tenis terbaik di kota
untuk latihan gratis. Hari terakhir tiba, dan lawannya
adalah seorang pemain berbakat lokal yang terkenal.
Sayangnya, tidak ada keajaiban yang terjadi kali ini.
Meskipun bocah itu mencoba yang terbaik, dia tetap
kalah.

Kembali ke arena, Andi meminta maaf kepada
Darma dengan frustasi, “Maaf, aku masih
mengecewakanmu.” Darma mengelus kepalanya, “Tidak
nak, kamu tidak mengecewakan siapa pun. Aku tidak
pernah menyesal mengajarimu tenis. Dalam hal ini, kamu

102 | k c p

akan selalu menjadi muridku yang paling
sempurna. ”Dalam masa pelatihan ini, Darma sudah
menganggap Andi sebagai anaknya sendiri, dan hal yang
sama berlaku untuk Andi, pria yang serius dan dapat
diandalkan ini ada di dalam hatinya. Ayah sama
pentingnya. Keduanya saling berpelukan, dan ruang tenis
hari ini lebih hangat dari biasanya.

***

103 | k c p

104 | k c p

19
Cinta Ibu Rubah

Sari 向婷婷

Di sebuah gua kecil terdapat dua rubah yang
lucu,mereka adalah induk dan anak rubah.

Suatu hari,anak rubah menangis dengan sedih“Apakah
kamu sakit atau lapar ? ”Tanya

ibunya.“Woo,woo.....,saya lapar

sekali,ibu.”Jawaban anak

rubah.“Tunggu sebentar,ibu
segera mencari makanan enak

untuk kamu.”kata induk rubah.

Induk rubah mendaki satu gunung,kemudian mendaki
satu gunung lagi,lalu mendaki gunung ketiga
lagi.Akhirnya,induk anak tiba di sebuah desa yang banyak
pohon anggurnya.

“Maaf,anakku manangis karena lapar sekali,jadi
bolehkah saya memetikkan sebuah anggur untuk

105 | k c p

dia.”Kata induk rubah.Kemudian,induk rubah lompat di
rak anggur dan memetikkan sebuah anggur yang
besar.Lalu dia berlari ke arah rumah dengan cepat-cepat.
Induk rubah mendaki satu gunung,kemudian mendaki
satu gunung lagi,lalu mendaki gunung ketiga lagi.Jarak
rumah telah tidak jauh dengan jarakku sekarang.Saat
ini,induk rubah mengdengar suara menangis rubah
kecilnya.

Namun, dia tidak mampu berlari lagi.Jadi,dia
menempatkan anggur di bawah pohon,kemudian duduk
di bawah pohon untuk beristirahat. Tiba-tiba,ada anjing
yang sedang menggonggong di kejauhan.

“Astaga,pemburu mengejar saya di sini,bahkan dia
membawa anjingnya.”

“Bagaimana?” Induk rubah berteriak dengan keras
kepada rubah kecilnya dan mengatakan untuk berlari
dengan secepat-cepatnya untuk jauh bahaya! Anak
rubah mendengar suara ibunya,kemudian keluar dari gua
secara terburu-buru dan berlari ke gunung yang dalam.

106 | k c p

Lalu,anak rubah mencari ibunya ke mana-mana di
pegunungan yang dalam dan hutan tua.Namun,akhirnya
dia tak menemukan ibunya.Setelah satu tahun dan dua
tahun ,anak rubah tumbuh tanpa kesadaran.

Suatu hari,anak rubah datang ke sebuah bawah
pohon.Di sini terdapat sebuah gua yang pernah dihuni
oleh mereka.Seikat buah anggur yang sedang tumbuh di
bawah pohon ditemukan oleh anak rubah.Jadi,dia
memetikkan satu untuk makan.“Asyik,manis sekali!”kata
anak rubah.Saat ini,anak rubah mengingat kata-kata
ibunya lagi.“Tunggu sebentar,ibu segera mencari
makanan untuk kamu.”Jadi,rubah kecil melepaskan
tenggorokannya dan berteriak kepada ibu yang tidak
tahu di mana.“Ibu,terima kasih !”Saat ini,anak rubah
menangis lagi.

***

107 | k c p

108 | k c p

20
Idola Yang Baik dan Murah Hati

(Sundari 颜念)

Pada tengah malam, seorang
wanita dengan tas besar sedang
berjalan sendirian di jalanan
Jakarta. Dia adalah wanita yang

kuat, mandiri dan pekerja keras.
Dia tak kenal takut dan penuh percaya diri. Seorang anak
laki-laki kurus, sekitar empat belas tahun, mencoba
merampas dompetnya. Karena dompetnya berat, tali tas
wanita itu putus, dan anak lelaki itu terjatuh di jalan.
Wanita itu mencengkeram kerah bajunya dengan keras,
dan bertanya, "Dasar bajingan! Kenapa kamu berani
mencuri dompetku ?”

109 | k c p

Anak laki-laki itu sangat ketakutan sehingga dia tidak
bisa berbicara. Ketika wanita itu bertanya lagi, dia
berkata, "Maaf nyonya, maaf, tolong biarkan saya pergi.”

Wanita itu berkata, “Biarkan kamu pergi? Ikutlah
denganku!” Dia memintanya berdiri, mencengkeram
kemeja anak itu dengan keras, dan membawanya ke
rumah. Anak laki-laki itu masih berkata, "Maaf, saya tidak
akan melakukan ini
lagi." Anak itu sangat
takut, "Anda bisa
membawa saya ke
kantor polisi." wanita
itu tidak mempedulikan permintaan anak laki-laki itu dan
berkata, “Wajahmu kotor, cuci wajah dan sisir rambutmu
dulu ya.” Anak laki-laki itu tidak mengerti apa yang ingin
dia lakukan.

110 | k c p

Setelah anak lelaki itu mencuci wajahnya dan
menyisir rambutnya, wanita itu menyuruhnya duduk dan

memberinya sebuah kue besar
dan susu kocok. Anak laki-laki itu
merasa sedikit menyesal setelah
makan. Kemudian wanita itu
bertanya mengapa dia ingin
mengambil dompetnya. Dia mengatakan bahwa ingin
membeli raket favoritnya karena dia sangat tertarik
dengan kriket. Wanita itu bertanya, "Siapa namamu?"
Dia berkata, "Adi".

Wanita itu mengatakan kepadanya: “Kita semua
memiliki keinginan, tetapi kita tidak boleh mengambil
cara yang salah untuk mencapainya.” Kemudian dia
memberinya sejumlah uang untuk membeli raket
favoritnya, dan kemudian membiarkan anak lelaki itu
pulang.

Kebaikan dan kemurahan hati wanita itu
menggerakkan anak lelaki itu, dan dia memutuskan tidak
akan mencuri apa pun lagi.

111 | k c p

21
“Pindah Rumah”
( Welas 赵雯沁)

Suatu sore, ketika Ayah Beruang
dan Bayi Beruang menjulurkan
kepala keluar dari gua dan melihat
ke luar, tiba-tiba hujan mulai
turun, dan hujan semakin besar
dan besar, dan bahkan memenuhi
gua tempat mereka tinggal.
Ayah Beruang menghela nafas dan berkata,”
Sepertinya kita akan pindah rumah, tidak ada cara yang
lain.”
“Kenapa kita perlu pindah? Betapa indahnya
rumah ini, ini rumah kita.” Bayi Beruang bertanya dengan
curiga.

112 | k c p

Ayah Beruang menghiburnya dan berkata, "Kita
akan menemukan rumah baru dan bisa merapikan
tempat tidur baru."

Ketika tiba waktunya untuk pindah, Bayi Beruang
berkata dalam hatinya bahwa dia akan merindukan
keluarga ini dan tentu saja teman-teman lamanya.

Untungnya, hujan deras segera berhenti, dan Bayi
Beruang melihat sekeliling ke sana kemari. "Di mana kita
tinggal, pak?"

"Di sana, ada gua dalam semak itu, bagaimana
kalau itu rumah yang bagus?" "Ayah Beruang
menunjukkan pada Bayi Beruang.

"Ya, pak, aku akan masuk dan melihat."Tapi Bayi
Beruang itu segera lari keluar, sambil menutup
hidungnya dan berbicara, "Cih,bau sekali, pak, aku ingin
rumah yang mencium bagus."

Jadi mereka terus maju kedepan,dan berjalan ke
dalam hutan,Bayi Beruang bertanya, "Pak, apa yang
monyet itu lakukan?aku ingin mencoba juga~"

113 | k c p

Ayah Beruang memungut Bayi Beruang untuk
membantunya memanjat ke pohon, tetapi setelah
beberapa menit, Bayi Beruang
berkata, "Aduhai, aku akan
kelelahan jika aku tergantung
di pohon seperti ini.Aku ingin
tempat di mana saya dapat
tidur dengan nyaman."

Mereka berjalan ke padang rumput, "Pak, siapa
yang tinggal di sini?"Bayi Beruang berbaring di tanah dan
bertanya.

"Ini sarang kelinci" setelah sekian lama
mencari,Ayah Beruang juga sedikit lelah.

“Jangan~aku kedinginan, aku ingin rumah tanpa
angin dan kehangatan.” Bayi Beruang menyusut ke
pelukan ayahnya.

Ayah Beruang memegang tangan Bayi Beruang dan
berjalan saat matahari terbenam "Hari sudah mulai gelap,
bagaimana kita hidup dengan kuda loreng?"

114 | k c p

"Tak boleh, aku tidak tahu bagaimana tidur sambil
berdiri, aku masih suka berbaring di tempat tidur dengan
nyaman."Bayi Beruang masih mau rumah yang
kehangatan,"Pak, apakah kamu tahu rumah seperti apa
yang sangat kuinginkan? Hanya seperti yang dulu kita
tinggali saja."

“Anakku sayang, apakah kamu suka bukit ini? Ini
adalah tempat yang bagus untuk berumah tangga.” Ayah
Beruang duduk di lereng bukit bersama Bayi Beruang.

Saat menggali lubang bersama ayahnya, Bayi
Beruang berkata bahwa baunya sangat enak di sini,
hangat juga, dan tidak ada angin kencang serta air tidak
akan dimasuk. Di rumah baru, mereka bisa berbaring dan
tidur dengan nyenyak. Cukup besar untuk mereka berdua.

Ayah Beruang memandang Bayi Beruang dengan lembut
dan berkata bahwa mereka tidak pernah tinggal di rumah
yang begitu indah, apakah dia
suka di sini?

115 | k c p

Bayi Beruang berkata dengan semangat, “Tentu
saja, jika aku dapat menemukan teman baru, aku ingin
tinggal di sini selamanya!”

116 | k c p

TENTANG PENULIS DAN EDITOR
Dr. Ariani Selviana Pardosi, M.Pd.

Ariani Selviana Pardosi lahir di Kota Kembang,
Bandung pada 13 Maret. Memilih Universitas Pendidikan
Indonesia (d/h IKIP Bandung) program S1 untuk
menyalurkan hasratnya mengajar. Sejak penulis berada
di sekolah menengah telah menekuni “dunia mengajar”
dalam komunitas-komunitas yang diikutinya sehingga
menumbuhkan minat dan hasratnya untuk menjadi guru.
Menyelesaikan pendidikan di jurusan Pendidikan Bahasa
dan Sastra Indonesia, IKIP Bandung selama empat tahun
dan setelah resmi menjadi Sarjana Pendidikan, penulis
mengajar di beberapa sekolah menegah swasta di kota

117 | k c p

Bandung. Terdorong untuk menekuni bidang pendidikan
bahasa, penulis melanjutkan pendidikan jenjang
magister(S2) di sebuah universitas swasta di Jakarta,
Universitas Indraprasta yang dilanjutkan dengan
menempuh program doktoral (S3) di Universitas Negeri
Jakarta dengan mengambil jurusan Manajemen
Pendidikan. Saat ini, penulis aktif mengajar Creative
Writing, Academic Writing, dan Bahasa Indonesia for
Communication di Universitas Multimedia Nusantara
dan mengajar beberapa mata kuliah yang berkaitan
dengan manajemen di Institut Kristen Borneo.

Kecintaannya pada bahasa Indonesia mengantar
penulis pada dunia Bahasa Indoneseia bagi Penutur
Asing(BIPA). Sejak tahun 2014 mengajar BIPA di
beberapa lembaga pendidikan Tangerang dan Jakarta
bahkan pada beberapa kesempatan, penulis mendapat
kesempatan sebagai “guest lecturer” di Keio Yokohama
University, Jepang, Hankuk University for Foreign
Studies, Korea, Silla University, Korea dan Flinders
University Adelaide, Australia. Pada masa mendapat

118 | k c p

kesempatan menjadi dosen tamu di Jilin International
Studies University, penulis akhirnya mendapat
penawaran untuk menjadi pengajar tetap untuk Jurusan
Bahasa Indonesia pada Fakultas Bahasa Oriental di
universitas tersebut.

Kecintaannya pada bahasa Indonesia dan dunia
BIPA mengantarkan penulis dan beberapa teman
seperjuangan membentuk sebuah lembaga BIPA Dahsyat
yang fokus pada pengajaran bahasa untuk orang asing.
Beberapa buku yang telah diterbitkan oleh penulis
adalah, buku ajar BIPA Dahsyat, A Lollipop for Teenanger
Spirit, Harmonisasi Budaya Indonesia-Tiongkok, Tata
Bahasa Indonesia Dasar, dan Menjadi Guru BIPA? Siapa
Takut? Selain menulis buku, juga menulis artikel di surat
kabar.

119 | k c p

PARA PENULIS “JILIN INTERNATIONAL STUDIES
UNIVERSITY”, CHANGCHUN, CHINA.

120 | k c p

121 | k c p

122 | k c p

123 | k c p


Click to View FlipBook Version