141 kapasitasnya lebih besar, sehingga pergerakan penjepit pahat, kepala lepas dan pengikatan benda kerjanyapun harus dilakukan dengan cara hidraulik, pneumatik ataupun elektrik. Demikian pula pengikatan dan pelepasan benda kerjanya dibantu dengan alat angkat, sehingga mesin ini hanya digunakan untuk industri mesin perkakas berskala besar. Gambar 6.9. Mesin bubut lantai Mesin Bubut Lantai Dengan Pengendali Mesin bubut lantai dengan pengendali (Gambar 6.10), dirancang untuk pekerjaan khusus, yaitu membuat ring bearing dengan hasil kepresisian yang sangat baik. Gambar 6.10. Mesin bubut dengan pengendali
142 Mesin Bubut Tegak Jenis mesin bubut tegak (Gambar 6.11), jika dilihat dari kontruksinya berbeda dengan mesin bubut sebelumnya, karena letak kepala tetap dan kepala lepasnya pada posisi tegak. Cekam kepala tetapnya berada dibawah sedang kepala lepasnya berada diatas, khususnya digunakan untuk membubut poros dengan diameter yang memilki ukuran relatif besar dan panjang. Gambar 6.11. Mesin bubut tegak Mesin Bubut Dengan Enam Spindel Mendatar Mesin bubut dengan enam spindel mendatar (Gambar 6.12), memiliki enam spindel mendatar yang masing-masing dapat dipasang cekam dan dibelakangnya dilengkapi dudukan sekaligus sebagai pengarah masuknya bahan/benda kerja, sehingga dapat mencekam bahan yang memilki ukuran panjang.
143 Gambar 6.12. Mesin bubut dengan enam spindel mendatar Pencekaman dan majunya bahan serta pergantian posisi cekam dapat dilakukan secara otomatis (sisitim hidrolik atau peneumatik) sehingga jenis mesin ini sangat cocok untuk memproduksi produk secara massal yang memiliki ukuran dan bentuk yang sama (sebagai alternatif apabila tidak memilki mesin bubut CNC). Mesin Bubut Tegak dengan Delapan Spindel Sistim Rotari Mesin bubut dengan delapan spindel sistim rotari (Gambar 6.13) memiliki delapan spindel posisi tegak yang masing-masing dapat dipasang cekam yang berukuran besar. Sehingga memungkinkan untuk membubut benda kerja yang memiliki ukuran atau berdiameter besar.
144 Gambar 6.13. Mesin bubut tegak delapan spindel sistim rotari Prinsip kerjanya sama dengan mesin bubut dengan enam spindel mendatar, namun memilki kelebihan yaitu masuknya bahan dan keluarnya hasil produk dapat dilakukan secara otomatis. Sehingga jenis mesin ini sangat cocok untuk produksi produk secara massal yang memiliki ukuran besar tetapi memiliki ukuran tidak terlalu panjang yang prosesnya bisa lebih cepat bila dibandingkan dengan mesin bubut enam spindel mendatar . 5) Mesin Bubut Ulir Mesin bubut ulir (Gambar 6.14) berfungsi kusus untuk membuat batang berulir (baut) atau ulir luar, kontrusinya hampir sama dengan mesin bubut konvensional ukuran sedang. Karena mesin ini dikhususkan untuk membuat ulir, sehingga ini sangat cocok untuk membuat ulir secara massal yang memiliki ukuran panjang dengan ukuran dan jenis ulir yang sama.
145 Gambar 6.14. Mesin bubut khusus untuk membuat ulir 6) Mesin Bubut Ulir Tipe Swiss Mesin bubut ulir tipe Swiss (Gambar 6.15) juga khusus berfungsi untuk membuat batang berulir (baut) atau ulir luar. kontrusinya hampir sama dengan mesin bubut turret. Karena mesin ini dikususkan untuk membuat ulir, sehingga ini sangat cocok untuk membuat ulir secara massal yang memiliki ukuran panjang dan jenis ulir yang sama. Gambar 6.15. Mesin bubut khusus pembuat ulir tipe swiss
146 7) Mesin Bubut Turret Mesin bubut turret (Gambar 6.16) berfungsi seperti halnya mesin bubut konvensinal berukuran sedang, namun memilki dudukan alat potong ada beberap buah yang pergantian posisinya dapat dilakukan dengan mudah (sistim hidrolik/peneumatik). Jenis mesin ini pada umumnya memilki ukuran yang relatif kecil, sehingga sangat cocok untuk memproduksi produk secara massal yang memiliki ukuran relatif kecil. Gambar 6.16. Mesin bubut turret e. Bagian-bagian Utama Mesin Bubut Standar Bagian-bagian yang terdapat pada mesin mesin bubut standar dan fungsinya dapat dilihat pada (Tabel 6.1). Tabel 6.1. Bagian mesin bubut dan fungsinya No. Gambar Bagian-bagian Mesin Bubut Standar Nama Bagian Fungsi 1. Spindel mesin Dudukan cekam mesin, sleeve dan senter tetap
147 2. Gear box pada spindel mesin Transmisi pengatur putaran, feeding dan kecepatan pemakanan 3. Kepala Lepas Dudukan senter putar, senter tetap dan cekam bor 4. Bed/meja mesin Dudukan eretan dan pengarah meluncurnya eretan 5. Eretan (eretan memanjang , melintang dan atas • Eretan memanjang, sebagai pengarah gerakan memanjang dan sebagai dudukan eretan lintang. • Eretan lintang, sebagai pengarah gerakan melintang dan sebagai dudukan eretan atas. • Eretan atas, sebagai dudukan rumah pahat. 6. Poros transporter dan poros pembawa • Poros transportir berfungsi untuk membawa eretan pada waktu pembubutan secara otomatis • Poros pembawa adalah poros yang
148 selalu berputar untuk membawa atau mendukung jalannya eretan dalam proses pemakanan secara otomatis 7. Tuas/ handel mesin • Untuk mengatur putaran mesin, dan kecepatan pemakanan berdasarkan tabel yang menempel di mesin 8. Rumah pahat standar (tanpa pengatur ketinggian) Untuk dudukan dan mengikat pahat bubut 9. Rumah pahat dengan pengatur ketinggian Untuk dudukan dan mengikat pahat bubut f. Perlengkapan Mesin Bubut Standar Untuk mendukung proses pembubutan terdapat beberapa jenis perlengkapan pada mesin mesin bubut standar, diantaranya dapat dilihat pada (Tabel 6.2).
149 Tabel 6.2. Perlengkapan mesin bubut dan fungsinya No Gambar Perlengkapan Mesin Bubut Standar Nama Perlengkapan Fungsi Perlengkapan 1. Cekam rahang tiga sepusat (self centring chuck) Mencekam benda kerja dengan gerak rahang sepusat 2. Cekam rahang empat (self centring chuck) Mencekam benda kerja dengan gerak rahang sepusat 3. Cekam rahang enam (self centring chuck) Mencekam benda kerja dengan gerak rahang sepusat 4. Cekam rahang empat tidak sepusat (independent chuck) Mencekam benda kerja dengan gerak rahan tidak sepusat 5. Cekam rahang bentuk khusus Mencekam benda kerjan bentuk khusus
150 6. Kolet Mncekam benda kerja berukuran kecil 7. Plat pembawa berekor Membawa benda kerja ikut berputar dengan spindel mesin 8. Plat pembawa muka rata Membawa benda kerja ikut berputar dengan spindel mesin dan dudukan benda kerja bentuk khusus 9. Late dog lurus Perlengkapan pembawa benda kerja ikut agar berputar dengan spindel mesin 10. Late dog berekor Perlengkapan pembawa benda kerja agar ikut berputar dengan spindel mesin 11. Penahan benda kerja tetap (steady rest) Penahan benda kerja posisi diam
151 12. Penahan benda kerja jalan (follow rest) Penahan benda kerja posisi jalan 13. Senter tetap Penahan ujung benda kerja tidak berputar 14. Senter putar Penahan ujung benda kerja ujung berputar 15. Cekam bor dengan kunci (drill chuck) Mencekam/mengikat mata bor dengan kunci 16. Cekam bor tanpa kunci (self locking drill chuck) Mencekam/mengikat mata dengan memutar rumah mata bor dengan tangan g. Alat Potong Pada Mesin Bubut Standar Alat potong pada mesin mesin bubut standar dan fungsinya dapat dilihat pada (Tabel 6.3). Tabel 6.3. Alat potong pada mesin bubut standar dan fungsinya No Gambar Alat Potong Nama Alat Fungsi 6. Senter bor Membuat lubang senter pada permukaan ujung benda kerja
152 7. Mata bor tangkai lurus Membuat lubang dan memperbesar lubang 8. Mata bor tangkai tirus Membuat dan memperbesar lubang 9. Kontersing Menchamper ujung lubang 10. Konter bor Membuat lubang bertingkat 11. Remer mesin Menghaluskan lubang dengan suaian dan toleransi khusus 12. Kartel Mengkartel pada permukaan benda kerja agar tidak licin 13. Pahat bubut rata Membubut lurus pada permukaan luar benda kerja
153 14. Pahat bubut ulir Membubut ulir luar h. Parameter Pemotongan Pada Mesin Bubut Yang dimaksud parameter pemotongan pada mesin bubut adalah, semua factor-faktor yang mempengaruhi terjadinya pemotongan/penyayatan. Faktor-faktor tersebut diantaranya: kecepatan potong (cutting speed-Cs), putaran mesin dan kecepatan pemakanan. 1) Kecepatan Putaran Mesin Bubut (Revolotion Per Menit - Rpm) Perhitungan putaran mesin bubut didasari dari kecepatan potong (cutting speed). Pengertian kecepatan potong adalah, kemampuan pahat bubut menyayat dengan aman dalam satuan panjang/waktu (Meter/menit atau Feed/menit). Rumus dasar kecepatan potong adalah: Cs = π.d.n Meter/menit Sehingga rumus putaran mesin bubut: n = Cs π.d Rpm Karena satuan kecepatan potong (Cs) dalam meter/menit sedangkan satuan diameter benda kerja dalam milimeter, maka satuannya harus disamakan terlebih dahulu yaitu dengan mengalikan nilai kecepatan potongnya dengan angka 1000 mm. Maka rumus untuk putaran mesin menjadi: n = 1000.Cs π.d Rpm Keterangan: d : diameter benda kerja (mm) Cs : kecepatan potong (meter/menit) π : nilai konstanta = 3,14 6 0 º
154 Contoh: Sebuah baja lunak berdiameter () 60 mm, akan dibubut dengan kecepatan potong (Cs) 25 meter/menit. Pertanyaannya adalah: Berapa besar putaran mesinnya ?. Jawaban: n = 1000.Cs π.d n = 1000.25 3,14.60 n = 132,696 Rpm Jadi kecepatan putaran mesinnya adalah sebesar 132,69 Rpm 2) Keepatan Pemakanan (Feed – F) mm/putaran Kecepatan pemakanan atau ingsutan ditentukan dengan mempertimbangkan beberapa factor, diantaranya: kekerasan bahan, kedalaman penyayatan, sudut-sudut sayat alat potong, bahan alat potong, ketajaman alat potong dan kesiapan mesin yang akan digunakan. Besarnya kecepatan pemakanan (F) pada mesin bubut ditentukan oleh seberapa besar bergesernya pahat bubut (f) dalam satuan mm/putaran dikalikan seberapa besar putaran mesinnya (n) dalam satuan putaran/menit. Maka rumus untuk mencari kecepatan pemakanan (F)adalah: F = fx n(mm/men) Keterangan: f= besar pemakanan atau bergesernya pahat (mm/putaran) n= putaran mesin (putaran/menit) Contoh: Sebuah benda kerja akan dibubut dengan putaran mesinnya (n) 500 putaran/menit dan besar pemakanan (f) 0,2 mm/putaran. Pertanyaannya adalah: Berapa besar kecepatan pemakanannya?.
155 Jawaban: F = f x n F = 0,2 x 500 = 100 mm/menit. Pengertiannya adalah, pahat bergeser sejauh 100 mm, selama satu menit. i. Pengoperasian Mesin Bubut Standar Ppengopersian mesin bubut standar, selain harus harus mempertimbang hasil pembubutan juga harus memperhatikan beberapa aspek keselamatan kerja diantaranya: Gunakan pakaian dan sepatu kerja termasuk kaca mata pengaman apda saast melakukan pembubutan. Yakinkan bahwa mesin bubut siap dioperasikan dengan aman. Lakukan pengikatan benda kerja dengan kuat, dengan menggunakan alat bantu pencekaman sesuai bentuk dan ukuran benda kerjanya.
156 Tetapkan putaran mesin bubut sesuai jenis bahan yang akan dilkukan pengeboran dan jenis bor yang akan digunakan dengan menggunakan rumus: n = 1000. Cs π. d Rpm Gunakan cairan pendingin untuk pembutan jenis bahan mild steel (tidak dianjurkan untuk jenis bahan besi tuang) Gunakan alat penarik tatal/beram yang melilit pada benda kerja Dialarang menempatkan kunci cekam pada mulut pengencang cekam mesin pada saat tidak digunakan. Karena dapat membahyakan bagi operator dan orang-orang yang ada disekitarnya, karena apabila mesin dihidupkan sedangkan kunci cekam masih menempel di mulut kunci cekam mesin, kunci cekam akan terlempar dengan arah yang tidak jelas sehingga dapat mengenai siapa saja yang ada disekitarnya.
157 Dilarang bekerumunan disekitar mesin bubut tanpa alat pelindung adalah salahsatu kegitan yang sangat membahayakan, karena rawan terjadi kecelakaan akibat loncatan tatal/beram atau perlengkapan meisi bubut yang terjatuh. Apabila sudah menyelesaikan proses pengeboran, jangan lupa selalu bersihkan bersihkan: mesin, alat dan lingkungan dari kotoran termasuk tatal/beram dari hasil pemotongan.
158 3. Rangkuman Mesin bubut (turning machine) adalah suatu jenis mesin perkakas yang dalam proses kerjanya bergerak memutar benda kerja dan menggunakan mata potong pahat (tools) sebagai alat untuk menyayat benda kerja tersebut. Mesin bubut merupakan salah satu mesin proses produksi yang dipakai untuk membentuk benda kerja yang berbentuk silindris. Pada prosesnya benda kerja terlebih dahulu dipasang pada cekam (chuck) yang terpasang pada spindel mesin, kemudian spindel dan benda kerja diputar dengan kecepatan sesuai perhitungan. Prinsip Kerja Mesin Bubut: Prinsip kerja mesin bubut adalah, akan terjadi pemotongan/penyayatan apabila putaran benda kerja berlawanan arah dengan sudut bebas mata sayat alat potong Fungsi Mesin Bubut: Mesin bubut adalah salahsatu jenis mesin perkakas yang berfungsi untuk membubut: rata pada permukaan benda kerja/facing, lurus, bertingkat, tirus, champer, alur, ulir, mengebor, memperbesar lubang, kartel dll, dengan alat potong sesuai jenis pekerjaannya Lokasi dan arah Pembubutan: Pelaksanaan proses pembubutan, apabila dilihat dari bidang/lokasinya dapat dibagi dua yaitu pembubutan luar dan dalam. Apabila dilihat dari arah gerakan alat potongnya, juga dapat dibagi menjadi dua yaitu pembubutan melintang dan memanjang Macam-macam Mesin Bubut dan Fungsinya: Dilihat dari segi dimensinya, mesin bubut konvensional dibagi dalam beberapa kategori, yaitu : mesin bubut ringan, mesin bubut sedang, mesin bubut standar, dan mesin bubut berat.
159 Bagian-bagian Utama Mesin Bubut Standar: Bagian-bagian yang terdapat pada mesin mesin bubut standar diantaranya: spindel mesin, gear box pada spindel mesin, kepala lepas, bed/meja mesin, eretan (eretan memanjang, melintang dan atas, poros transporter dan poros pembawa, tuas/handel mesin dan rumah pahat Perlengkapan Mesin Bubut Standar: Perlengkapan mesin mesin bubut standar diantaranya: cekam rahang tiga sepusat (self centring chuck, cekam rahang empat (self centring chuck), cekam rahang enam (self centring chuck), cekam rahang empat tidak sepusat (independent chuck), cekam rahang bentuk khusus, kolet, plat pembawa berekor, plat pembawa muka rata, late dog lurus, late dog berekor, penahan benda kerja tetap (steady rest), penahan benda kerja jalan (follow rest), senter tetap, senter putar dan cekam bor (drill chuck). Alat Potong Pada Mesin Bubut Standar: Alat potong pada mesin mesin bubut standar diantaranya: senter bor, mata bor tangkai lurus, mata bor tangkai tirus, kontersing, konter bor, remer mesin, kartel dan pahat bubut. Parameter Pemotoangan Pada Mesin Bubut: Yang dimaksud parameter pemotongan pada mesin bubut adalah, semua faktor yang mempengaruhi terjadinya pemotongan/penyayatan. Faktor-faktor tersebut diantaranya: kecepatan potong (cutting speed-Cs), putaran mesin dan kecepatan pemakanan. Kecepatan Putaran Mesin Bubut (Revolotion Per Menit - Rpm) Perhitungan putaran mesin bubut didasari dari kecepatan potong (cutting speed). Rumus dasar kecepatan potong adalah: Cs = π.d.n meter/menit Sehingga rumus putaran mesin bubut: n = Cs π.d Rpm
160 Karena satuan kecepatan potong (Cs) dalam meter/menit sedangkan satuan diameter benda kerja dalam milimeter, maka satuannya harus disamakan terlebih dahulu yaitu dengan mengalikan nilai kecepatan potongnya dengan angka 1000 mm. Maka rumus untuk putaran mesin menjadi: n = 1000.Cs π.d Rpm Keterangan: d : diameter benda kerja (mm) Cs : kecepatan potong (meter/menit) π : nilai konstanta = 3,14 Keepatan Pemakanan (Feed – F) mm/putaran Besarnya kecepatan pemakanan (F) pada mesin bubut ditentukan oleh seberapa besar bergesernya pahat bubut (f) dalam satuan mm/putaran dikalikan seberapa besar putaran mesinnya (n) dalam satuan putaran/menit. Maka rumus untuk mencari kecepatan pemakanan (F) adalah: F = f x n (mm/men) Keterangan: f= besar pemakanan atau bergesernya pahat (mm/putaran) n= putaran mesin (putaran/menit) 4. Tugas a. Buat rangkuman secara singkat, terkait materi teknik dasar pemesinan bubut b. Buat laporan tahapan pengoperasian mesin bubut standar 5. Test Formatif Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan singkat dan jelas. a. Jelaskan dengan singkat prinsip kerja mesin bubut
161 b. Jelaskan dengan singkat fungsi mesin bubut c. Sebutkan bagian-bagian mesin bubut berikut fungsinya, minimal delapan buah!. d. Sebutkan perlengkapan mesin bubut berikut fungsinya, minimal delapan buah!. e. Sebutkan macam-macam alat potong pada mesin bubut berikut fungsinya, minimal enam buah!. f. Sebuah baja lunak berdiameter () 40 mm, akan dibubut dengan kecepatan potong (Cs) 25 meter/menit. Pertanyaannya adalah: Berapa besar putaran mesinnya ?.
162 H. Kegiatan Belajar 7 – Teknik Pengerjaan Logam (Teknik Dasar Pengoperasian Mesin Frais) 1. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, peserta didik dapat: a. Menjelaskan prinsip kerja mesin frais b. Menjelaskan macam-macam mesin frais dan fungsinya c. Menyebutkan bagian-bagian utama mesin frais d. Menyebutkan perlengkapan mesin frais e. Menerapkan teknik dasar pengopersian mesin frais sesuai SOP 2. Uraian Materi Sebelum mempelajari materi teknik dasar pengoperasian mesin frais, lakukan kegiatan sebagai berikut: Pengamatan: Silahkan mengamati mesin frais yang terdapat pada (Gambar 7.1) atau objek lain sejenis disekitar anda. Selanjutnya tugas anda adalah: a. Jelaskan prinsip kerja mesin faris b. Sebutkan bagian-bagian utama mesin frais standar berikut fungsinya c. Sebutkan perlengkapan mesin frais standar berikut fungsinya d. Jelaskan bagaimana cara mengoperasikan mesin frais standar Gambar 7.1. Mesin frais
163 Menanya: Apabila anda mengalami kesulitan dalam menjawab tugas diatas, bertanyalah/ berdiskusi/ berkomentar kepada sasama teman atau guru yang sedang membimbing anda. Mengekplorasi: Kumpulkan data secara individu atau kelompok, terkait tugas tersebut melalui: benda konkrit, dokumen, buku sumber, atau hasil eksperimen. Mengasosiasi: Selanjutnya katagorikan/kelompokkan masing-masing bagian dan perlengkapan mesin frais standar. Apabila anda sudah melakukan pengelompokan, selanjutnya jelaskan bagaimana cara menggunakannya. Mengkomunikasikan: Presentasikan hasil pengumpulan data-data anda terkait mesin frais standar, dan selanjutnya buat laporannya. TEKNIK DASAR PENGOPERASIAN MESIN FRAIS Mesin frais adalah salahsatu jenis mesin perkakas yang dapat digunakan untuk mengerjakan berbagai bentuk komponen sesuai tuntutan pekerjaan, dengan menggunakan pisau frais sebagai alat potongnya. Apabila dilihat dari cara kerjanya, mesin frais termasuk mesin perkakas yang mempunyai gerak utama berputar. Pisau dipasang pada sumbu/arbor mesin yang didukung dengan alat pendukung arbor.Jika arbor mesin diputar oleh motor, maka pisau frais ikut berputar. Arbor mesin dapat berputar ke kanan atau ke kiri, sedangkan banyaknya putaran diatur sesuai dengan kebutuhan. a. Fungsi Mesin Frais Dengan berbagai kemungkinan gerakan meja mesin frais, mesin ini dapat digunakan untuk membentuk berbagai bentuk bidang diantaranya: rata datar, miring/ menyudut, siku, sejajar, alur lurus/miring, dan segi-segi beraturan atau tidak beraturan. Selain itu untuk jenis mesin frais universal, dengan kelengkapan dan berbagai jenis serta bentuk alat potongnya , juga dapat digunakan untuk membuat berbagai jenis roda gigi (lurus, helik, payung, cacing),
164 nok/eksentrik dan ulir scolor (ulir pada bidang datar) dan ulir cacing yang mempunyai kisar besar. b. Macam-macam Mesin Frais Standar Mesin frais apabila dilihat dari posisi spindelnya, dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu, mesin frais tegak (vertikal) dan mesin frais mendatar (horisontal) 1) Mesin frais tegak (vertikal) Mesin frais tegak adalah mesin frais yang memiliki spindel pada posisi tegak (vertikal). Gerakan mejanya dapat bergerak ke arah memanjang (longitudinal) dan melintang (cross slide) serta naik turun (Gambar 6.1). Gambar 7.2 Mesin frais tegak Keterangan: 1. Kolom/bodi 8. Lutut/knee 2. Kepala spindel 9. Poros penggrerak naik/turun meja 11 1 10 9 7 8 1 3 5 2 13 4 14 4 6 12 2
165 3. Spindel 10. Handel gerak memanjang 4. Meja/bed 11. Handel ke arah melintang 5. Meja 12. Handel pengatur naik/ turun spindel 6. Gear box feeding 13. Switch On-Off motor spindel 7. Pendukung lutut/knee 14. Switch On-Off motor otomatis 2) Mesin frais mendatar/horizontal (Plane Milling Machine) Mesin frais mendatar/horisontal adalah suatu jenis mesin frais dengan kedudukan arbornya dipasang pada spindel mesin posisi mendatar (Gambar 7.3). Dengan demikian pemasangan alat potongnya/pisau juga harus pada posisi mendatar, sehingga hanya pada saat melakukan pemotongan hanya dapat menggunakan jenis pisau mantel/helik (plane milling cutter). Gerakan mejanya dapat bergerak ke arah memanjang (longitudinal) dan melintang (cross slide) serta naik turun. Gambar 7.3 Mesin frais Mendatar sederhana f 1 1 1 0 i q k r s d t v c l b a q p o g h
166 Keterangan: a. Lengan penahan arbor l. Pendukung lutut b. Tuas otomatis meja memanjang m. Alas bodi c. Meja/bed machine n. Tuas pengunci sadel d. Handel penggerak memanjang o. Motor pengerak spindel e. Tuas pengunci meja mesin p. Dudukan meja/bede machine f. Handel penggerak meja melintang q. Motor penggerak otomatis g. Gear box feeding r. Tiang (colom) h. Tombol ON-OFF motor otomatis s. Spindel mesin i. Poros pengatur naik/ turun meja t. Lengan mesin j. Engkol untuk ke arah naik turun u. Lengan penahan arbor k. Lutut/knee v. Tombol ON-OF spindel 3) Mesin frais universal (Universal Milling Machine) Mesin frais universal adalah suatu jenis mesin frais yang memiliki kedudukan arbor yang dapat dipasang pada spindel posisi mendatar dan juga dapat dipasang pada posisi tegak, karena pada umunya disediakan spindel kepala tegak. Dengan demikian pemasangan alat potongnya/pisau dapat dilakukan pada posisi mendatar dan juga vertikal, sehingga tidak hanya menggunakan jenis alat potong atau pisau mantel/helik (plane milling cutter) saja, akan tetapi juga dapat menggunakan jenis alat potong lainnya yang dipasang pada posisi tegak. Selain itu mesin frais universal memiliki ciri/tanda, yaitu mejanya dapat digeser pada derajat tertentu untuk memfasilitasi pada saat melakukan pengefraisan helik. Berdasarkan uraian diatas maka, bagian-bagian mesin frais universal adalah gabungan antara mesin frais horizontal dan mendatar, hanya ditambah meja mesinya dapat digeser (swivel bed) - (Gambar 7.4), sehingga bagian-bagian mesin frais universal tidak perlu diuraikan/ disebutkan lagi .
167 Gambar 7.4 Mesin frais universal Mesin frais tipe lain yang banyak digunakan di industri berdasarkan fungsi penggunaannya,antara lain: mesin frais copy (Copy milling machine), mesin frais hobbing, mesin frais tusuk/stick, mesin frais grafir (gravier), mesin frais planer, dan mesin frais CNC. 4) Mesin frais copy Mesin frais copy merupakan mesin milling yang digunakan untuk mengerjakan bentukan yang rumit. Maka dibuat master / mal yang dipakai sebagai referensi untuk membuat bentukan yang sama. Mesin ini dilengkapi dua kepala spindel mesin yang fungsinya sebagai berikut : - Head yang pertama berfungsi untuk mengikuti bentukan masternya. - Head yang kedua berfungsi memotong benda kerja sesuai bentukan masternya.
168 Antara head yang pertama dan kedua dihubungkan dengan menggunakan sistem hidrolik. Sitem referensi pada waktu proses pengerjaan adalah sebagai berikut : - Sistem menuju satu arah, yaitu tekanan guide pada head pertama ke arah master adalah 1 arah. - Sistem menuju 1 titik, yaitu tekanan guide tertuju pada satu titik dari master. 5) Mesin Frais Hobbing (Hobbing Milling Machine) Mesin frais hobbing adalah salah satu jenis mesin frais yang dikhususkan untuk membuat bermacam-macam bentuk roda gigi (gear) diantaranya roda gigi lurus, helik, cacing dll. Alat potong yang digunakan memiliki bentuk yang spesifik dan profil gigi (evolvente ) yang standar, sehingga menghasilkan roda gigi yang lebih presisi jika dibandingkan dengan hasil roda gigi yang dibuat pada mesin frais universal. 6) Mesin frais tusuk/stick Mesin frais tusuk/stick biasanya digunakan untuk membuat alur pasak pada lubang yang berpasangan dengan poros, membuat roda gigi dalam dll. 7) Mesin frais gravir Mesin farais grafir digunakan untuk membuat gambar atau tulisan dengan ukuran yang dapat diatur sesuai keinginan dengan skala tertentu. 8) Milling Planer Machine Milling planer machine merupakan salahsatu mesin frais yang biasa digunakan untuk memotong permukaan (face cutting) dengan benda kerja yang besar dan berat.
169 9) Mesin frais CNC Mesin frais CNC digunakan untuk mengerjakan benda kerja dengan yang bentukannya lebih komplek dan besifat masl. Semua control menggunakan sistem electronic yang komplek, untuk itu dibutuhkan operator yang ahli untuk menjalankan mesin ini. c. Ukuran Standar Mesin Frais Ukuran suatu mesin frais ditentukan oleh beberapa faktor diantaranya: Panjang meja mesin frais Jarak spindel sampai permukaan meja pada kedudukan paling bawah. Jarak ke arah melintang maximum yang dapat dicapai oleh meja mesin terhadap kolomnya. d. Fungsi Mesin Frais Standar Dengan berbagai kemungkinan gerakan meja meja mesin frais, mesin ini dapat digunakan untuk membentuk bidang-bidang diantaranya : Bidang-bidang rata datar Bidang-bidang rata miring menyudut Bidang-bidang siku Bidang-bidang sejajar Alur lurus atau melingkar Segi-segi beraturan atau tidak beraturan Selain benda kerja tersebut diatas, ada beberapa bentuk benda-benda lain yang memang lebih banyak dipakai, benda ini sebenarnya bergantung kepada bentuk pisaunya dan gerakan-gerakan yang diberikan kepada benda tersebut dan juga peralatan yang dipergunakan untuk mengerjakan pekerjaan tersebut, yang dilakukan ini di antaranya yaitu: Roda gigi lurus Roda gigi helik Roda gigi payung Roda gigi cacing
170 Nok/eksentrik Ulir scolor (ulir pada bidang datar) e. Perlengkapan Mesin Frais Perlengkapan mesin frais diantaranya dapat dilihat pada (Tabel 7.1). Tabel 7.1. Perlengkapan mesin frais No Gambar Alat Perlengkapan Mesin Frais Nama Alat Berfungsi Untuk 15. Arbor Dudukan pisau frais pada posisi mendatar 16. Adaptor milling machine Dudukan bor tangkai tirus dan cekam bor 17. Stub arbor Dudukan pisau frais side and face cutter dan shell endmill cutter 18. Kolet chuck set Pengikat alat potong (endmill cutter, mata bor, kontersing, rimer dll) 19. Self centering drill chuck Pengikat mata bor tanpa kunci
171 20. Ragum rata (Plate vice) Pengikat benda kerja posisi tidak dapat diputar 21. Ragum putar (Swivel Vice) Pengikat benda kerja posisi dapat diputar 22. Ragum Universal (Universal vice) Pengikat benda kerja posisi dapat diatur dari berbagai arah 23. Meja putar (rotary table) Membagi bidang beraturan dengn sudut tertentu 24. Kepala pembagi (dividing head) Membagi bidang beraturan 25. Klem mesin Alat bantu mengikat benda kerja 26. Klem mesin berikut ganjal dan baut pengikat Alat bantu mengikat benda kerja
172 f. Macam-macam Pisau Frais Dan Penggunannya Penggunaan jenis pisau frais tergantung dari jenis pekerjaan yang akan dilakukan pengefraisan. Dibawah ini tabel penggunaan masing-masing pisau frais sesuai fungsinya (Tabel 7.2). Table 7.2. Macam-macam Pisau frais dan penggunaannya. No Gambar Alat Perlengkapan Mesin Frais Nama Alat Ilustrasi Penggunaan 1. Pisau Frais Mantel (Plane Milling Cutter) 2. Pisau Frais Sudut (Angle Milling Cutter) 3. Pisau Frais Ekor Burung (Dove Tail Milling Cutter) 4. Pisau frais Alur Melingkar (Woodruff Keyseat Cutter 5. Pisau sisi dan Muka (Side and Face Cutter)
173 6. Pisau Frais Sisi Gigi Silang (Staggered Tooth Side and Face Cutter) 7. Pisau frais radius (bentuk) (Form Cutter) 8. Pisau Frais Alur T (T Slot Cutter) 9. Pisau Frais Jari (Endmill Cutter) 10. Pisau Frais Roda Gigi (Gear Cutter) 11. Pisau Frais Muka (Face Mill Cutter) 12. Pisau Frais Sisi dan Muka (Shell endmil Cutter)
174 13. Pisau Frais Gergaji (Slitting Saw g. Parameter Pemotongan Pada Mesin Frais 1) Kecepatan Putaran Mesin Frais Perhitungan putaran mesin frais didasari dari kecepatan potong (cutting speed). Rumus dasar kecepatan potong adalah: Cs = π.d.n Meter/menit Sehingga rumus putaran mesin frais: n = Cs π.d Meter/menit Karena satuan kecepatan potong (Cs) satuannya dalam meter/menit sedangkan satuan diameter benda kerja dalam mili meter, maka satuannya harus disamakan terlebih dahulu yaitu dengan mengalikan nilai kecepatan potongnya dengan angka 1000 mm. Maka rumus untuk putaran mesin menjadi: n = 1000.Cs π.d Rpm Keterangan: d : diameter alat potong (mm) Cs : kecepatan potong (meter/menit) π : nilai konstanta = 3,14 Contoh : Sebuah baja lunak akan lakukan pengefarisan dengan alat potong alat potong 80 mm dan (CS = 250 meter/menit). Pertanyaannya adalah: Berapa besar putaran mesinnya ?.. Jawaban: n = 1000.Cs π.d
175 n = 1000.25 3,14.80 n = 99,53 Rpm Jadi kecepatan putaran mesinnya adalah sebesar 99,53 Rpm 2) Kecepatan Pemakanan Mesin Frais(Feeed – F) Besarnya kecepatan pemakanan (F) pada mesin friais tentukan oleh seberapa besar bergesernya pisau frais (f) dalam satuan mm/putaran dikalikan seberapa besar putaran mesinnya (n) dalam satuan putaran. Maka rumus untuk mencari kecepatan pemakanan (F) adalah: F = f x n (mm/men) Keterangan: f= besar pemakanan atau bergesernya pahat (mm/putaran) n= putaran mesin (putaran/menit) Contoh Soal: Sebuah benda kerja akan difrais dengan putaran mesinnya (n) 500 putaran/menit dan besar pemakanan (f) 0,2 mm/putaran. Pertanyaannya adalah: Berapa besar kecepatan pemakanannya ?. Jawaban: F = f x n = 0,2 x 500 = 100 mm/menit. Pengertiannya adalah, pisau bergeser sejauh 100 mm, selama satu menit. h. Pengoperasian Mesin Frais Pengopersian mesin faris, selain harus harus mempertimbang hasil pengefrisan juga harus memperhatikan beberapa aspek keselamatan kerja diantaranya: Gunakan pakaian dan sepatu kerja termasuk kaca mata pengaman apda saast melakukan pengefraisan.
176 Yakinkan bahwa mesin bubut siap dioperasikan dengan aman. Lakukan pengikatan benda kerja dengan kuat, dengan menggunakan alat bantu pencekaman sesuai bentuk dan ukuran benda kerjanya. Tetapkan putaran mesin bubut sesuai jenis bahan yang akan dilkukan pengeboran dan jenis bor yang digunakan dengan menggunakan rumus: n = 1000. Cs π. d Rpm tidak dianjurkan menggunakan cairan pendingin untuk pengefraisan jenis bahan dari besi tuang
177 Matikan mesin pada saat membersihkan tatal/beram hasil pemotongan Dilarang menempatkan perlatan dan barang-barang lainnya diatas meja mesin .
178 Dilarang bekerumunan disekitar mesin frais tanpa alat pelindung adalah salahsatu kegitan yang sangat membahayakan, karena rawan terjadi kecelakaan akibat loncatan tatal/beram atau perlengkapan meisi bubut yang terjatuh. Apabila sudah menyelesaikan proses pengeboran, jangan lupa selalu bersihkan bersihkan: mesin, alat dan lingkungan dari kotoran termasuk tatal/beram dari hasil pemotongan. 3. Rangkuman Mesin Frais: Mesin frais adalah salah satu jenis mesin perkakas dapat digunakan untuk mengerjakan/suatu bentuk benda kerja dengan mempergunakan pisau frais sebagai alat potongya. Dan secara garis besar mesin frais terdiri dari, mesin frais vertical, mesin frais mendatar dan mesin frais universal. Arah gerakan meja mesin frais dapat dilakukan kearah memanjang, melintang dan naik/turun. Dengan berbagai kemungkinan gerakan tadi, mesin frais dapat digunakan untuk, membentuk bidang-bidang diantaranya:1) Bidang-bidang rata datar, 2) bidang-bidang rata miring menyudut, 3) bidang-bidang siku, 4) bidang-bidang sejajar, 5) alur lurus atau melingkar, dan 6) segi-segi beraturan atau tidak beraturan. Selain itu dengan bantuan meja putar atau kepala pembagi mesin frais dapat juga digunakan untuk membuat diantaranya: 1) Roda gigi lurus, 2) Roda gigi helik, 3) Roda gigi payung, 4) Roda gigi cacing, 5) Nok/eksentrik, dan 6) Ulir scolor (ulir pada bidang datar). Ukuran suatu mesin frais ditentukan oleh beberapa faktor diantaranya: 1) panjang langkah meja mesin frais arah memanjang, 2) jarak spindel sampai permukaan meja pada kedudukan paling bawah. dan 3) Jarak tempuh ke arah melintang maximum yang dapat dicapai oleh meja mesin terhadap kolomnya. Untuk menunjang proses pengefraisan, mesin frais dilengkapi beberapa perlengkapan diantaranya: 1) Arbor, 2) Stub arbor, 3) Collet chuck, 4) ragum, 5) Meja putar, 6) Kepala pembagi dan 7) Klem mesin
179 Alat potong Pada Mesin frais: Banyak macam-macam nama bentuk pisau frais yang diperuntukan sesuai dengan profil atau bentuk yang akan di frais. Maka dari itu pada saat memilih pisau frais harus cermat baik nama maupun bentuknya, sehingga hasil pengefraisan dapat maksimal. Macam-macam pisau frais diantaranya: 1) Pisau frais mantel (Plane milling cutter), 2) Pisau frais sudut (Angle milling cutter), 3) Pisau frais ekor burung (Dove tail milling cutter,) 4) Pisau sisi dan muka (Side and face cutter), 5) Pisau frais alur melingkar (Woodruff keyseat cutter), 6) Pisau Frais sisi gigi silang (Staggered tooth side and face cutter), 7) Pisau frais radius (bentuk) (Form cutter) 8) Pisau frais alur T (T Slot cutter), 9) Pisau Frais Jari (Endmill cutter), 10) pisau frais roda gigi (Gear cutter), 11) Pisau frais muka (Face mill cutter), 12) Pisau frais sisi dan muka (Shell endmil cutter), 13) Pisau frais bentuk (Form Cutter), 14) Pisau frais gergaji (Slitting saw). Parameter Pemotongan Pada Mesin Frais: Rumus untuk menentukan putaran mesin frais adalah: n = 1000. Cs π. d Menghitung kecepatan pemakanan/feeding= F (mm/menit): F (mm/men) = f (mm/putaran) x n ( put/menit) Dimana, f adalah bergesernya pahat (mm) dalam satu putaran 4. Tugas 1. Buat rangkuman dengan singkat, terkait materi teknik dasar pengopersian mesin frais. 2. Produk/benda kerja hasil pengefarisan, dapat digunakan untuk komponen-komponen pemesinan. Jelaskan dengan singkat untuk apa saja komponen-komponen tersebut diaplikasikan pada sebuah rangkaian pemesinan.
180 5. Test Formatif Jawab beberapa pertanyaan dibawah ini dengan singakt dan jelas. 1. Jelaskan fungsi mesin frais standar minimal enam buah. 2. Secara garis besar mesin frais ada tiga, sebutkan dan jelaskan cirricirinya!. 3. Sebutkan bagian-bagian utama mesin frais minimal enam buah. 4. Sebutkan perlengkapan mesin frais minimal enam buah 5. Ukuran mesin frais ditentukan oleh beberapa factor, sebutkan!. 6. Jelaskan fungsi pisau frais sudut 7. Jelaskan fungsi pisau frais dove tail cutter 8. Jelaskan fungsi pisau frais woodruff keyseat cutter 9. Jelaskan fungsi pisau frais side and face cutter 10. Jelaskan fungsi pisau frais staggered tooth side and face cutter 11. Jelaskan fungsi pisau frais form cutter 12. Jelaskan fungsi pisau frais T slot cutter 13. Jelaskan fungsi pisau frais endmill cutter 14. Tuliskan rumus dasar kecepatan potong (Cs) dan turunkan menjadi rumus putaran mesin frais (n) 15. Diketahui: Baja lunak 60, akan difrais dengan Cs = 25 m/menit. Hitung: Kecepatan putaran mesinnya!. 16. Diketahui putaran mesin frais (n)= 400 putaran/menit, f pada tabel mesin disetel 0,2 mm/putaran. Berapa kecepatan pemakanannya (F mm/menit)!.
181 I. Kegiatan Belajar 8 – Teknik Pengerjaan Logam (Teknik Dasar Fabrikasi Logam) 1. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, peserta didik dapat: a. Menjelaskan teknik dasar fabrikasi logam b. Melaksanakan teknik dasar fabrikasi logam 2. Uraian Materi Sebelum mempelajari materi Teknik dasar fabrikasi logam, lakukan kegiatan sebagai berikut: Pengamatan: Silahkan anda mengamati kegiatan proses fabrikasi logam sebagaimana terlihat pada (Gambar 7.1) atau objek lain sejenis disekitar anda. Masih banyak lagi kegiatan fabrikasi logam lainnya yang menggunakan alat dan mesin sebagai pendukungnya. Tugas anda adalah menyebutkan namanama alat/mesin tersebut dan jelaskan fungsinya. Gambar 8.1. Kegiatan proses fabrikasi logam
182 Menanya: Apabila anda mengalami kesulitan dalam memahami dalam menyebutkan nama-nama alat/mesin tersebut dan jelaskan fungsinya, bertanyalah/ berdiskusi atau berkomentar kepada sasama teman atau guru yang sedang membimbing anda. Mengekplorasi: Kumpulkan data secara individu atau kelompok, terkait nama-nama alat/mesin fabrikasi berikut fungsinya, melalui: benda konkrit, dokumen, buku sumber, atau hasil eksperimen. Mengasosiasi: Setelah anda memilki data dan menemukan jawabannya, selanjutnya jelaskan bagaimana cara menggunakan alat dan mesin fabrikasi logam tersebut. Mengkomunikasikan: Presentasikan hasil pengumpulan data-data anda, terkait teknik dasar fabrikasi logam dan cara menggunakannya, dan selanjutnya buat laporannya. TEKNIK DASAR FABRIKASI LOGAM/KERJA PELAT Teknik dasar fabrikasi logam adalah, kompetensi dasar yang harus dimiliki seorang operator agar dapat menerapkan teknik fabrikasi logam dengan prosedur yang benar. Terdapat beberapa peralatan dan mesin untuk mendukung kegiatan fabrikasi logam diantaranya: peralatan tangan, mesin fabrikasi logam, mesin potong gas dan mesin las. Untuk materi mesin potong gas dan mesin akan dibahas pada materi teknik pengelasan. a. Peralatan Tangan Dalam melaksakan pekerjaan fabrikasi logam banyak peralatan tangan yang digunakan daintaranya: alat lukis, alat potong dan alat penyambung.
183 1) Alat lukis: Terdapat beberapa alat lukis untuk pekerjaan fabrikasi logam diantaranya: a) Penggores Penggores adalah salah satu alat lukis garis untuk benda kerja/ plat yang hasil goresannya bersifat permanen. 8.2. Penggores dan contoh penggunaan b) Penitik (Centre Punch) Penitik terbuat dari bahan baja perkakas yang sebelum dilakukan perlakuan panas dibentuk/ dibuat dengan mesin-mesin perkakas (mesin bubut atau frais ) dengan ukuran berkisar antara 5 – 13 mm dan bentuk penampang yang beragam, spt. bulat, segi empat atau segi enam. Pada pekerjaan fabrikasi, penitik digunakan untuk: menandai dan membuat titik pusat. Gambar 8.3. Penitik dan contoh penggunaannya penggores penggores Salah Benar
184 c) Kapur Teknik (Engineers Chalk) Kapur teknik adalah jenis kapur yang relatif keras dan dapat diruncing ulang serta hasil goresannya bersifat non-permanen (dapat dihapus). Hampir semua jenis bahan dapat dilukis dengan kapur teknik ini, termasuk untuk garis potong pada pemotongan dengan gas. 8.4. Kapur teknik dan penggunaannya d) Garis Kapur (Chalk Line) Garis kapur adalah salah satu cara cepat untuk membuat garis lurus yang panjang pada bahan yang tidak dicat (berlapis) atau pada lantai. Caranya adalah dengan mengikat/ klem salah satu ujung benang yang telah diberi kapur kemudian diangkat benang tersebut secara vertikal sebelum dilepas secara kejut. Hasil garis akan terlihat pada bekat benturan benang. 8.5. Garis kapur dan contoh penggunaannya bagian yang runcing ukura n mistar baja
185 Alat-alat lain yang dipergunakan untuk membantu dalam melukis pada benda kerja dan membuat pola/ mal (Tabel 8.1). Tabel 8.1. Peralatan bantu melukis NAMA ALAT PENGGUNAAN Busur derajat (Bevel protactor) Mengukur sudut dan membuat radius Mistar Baja Mengukur dan menarik garis Mistar Lipat Mungukur dan memindahkan sudut Mistar Gulung Mengukur benda kerja yang panjang dan radius/ lingkaran Jangka Kaki Melukis garis lengkung dan lingkaran Memindahkan ukuran dan sudut Melukis konstruksi geometrik
186 Jangka Tongkat Konstruksi dan lingkaran yang besar Memindahkan ukuran dan sudut Melukis konstruksi geometrik Siku Blok (Solid Squre) Menyikukan benda kerja dan memeriksa kerataan benda kerja serta menarik garis siku. Siku Plat (Steel Framing Square) Menyikukan benda kerja dan menarik garis siku. Siku Kombinasi (Combination Set Square) Melukis berbagai ukuran sudut dan menentukan titik pusat suatu benda kerja yang berpenampang bulat/ linkaran. 2) Alat-alat Potong Secara umum alat-alat potong pada pekerjaan fabrikasi ringan dan berat adalah sama, hanya berbeda pada kapasitas atau kemampuannya saja.
187 1) Gergaji Tangan (Hacksaw) Gergaji tangan (Gambar 8.6), digunakan untuk memotong bendabenda konstruksi logam kecil seperti besi profil, pipa bulat atau segi empat dan besi plat. Gambar 8.6. Gergaji tangan Pemilihan daun gergaji : Daun gergaji dibuat dalam berbagai ukuran dan jumlah rigi/ gigi. Khusus untuk gergaji tangan, ukuran gergaji ditentukan oleh berapa banyak gigi per inchi (25,4 mm). Untuk pemakaian umum digunakan daun gergaji dengan jumlah 18 gigi per inchi. Gambar 8.7. Gergaji tangan 2) Gunting Gunting adalah alat potong yang digunakan untuk memotong plat, terutama plat baja lunak, seng, plat lapis timah, plat tembaga. Terbuat dari bahan baja tempa atau baja perkakas diperlukan terutama karena: bentuk, konstruksi, posisi, serta kedudukan benda kerja kadangkadang tidak dapat dipotong menggunakan mesin potong. Berbagai bentuk/tipe dari gunting yang kesemuanya bertujuan untuk lebih memudahkan dan tidak melelahkan dalam pengerjaan. Secara
188 umum gunting dibedakan atas dua fungsi, yaitu: untuk menggunting lurus dan menggunting lengkung. Untuk menggunting lurus digunakan gunting lurus, gunting kombinasi/ universal, sedangkan untuk menggunting lengkung diantaranya digunakan : gunting lingkaran dan gunting dirgantara. a) Gunting Lurus: Gunting lurus digunakan untuk menggunting lurus. Gunting ini mempunyai rahang lurus yang panjangnya antara 2 sampai 4½", sedangkan panjang seluruhnya adalah antara 7 sampai 15 3/4". Gunting lurus dalam penggunaannya dapat digunakan dengan tangan kanan dan tangan kiri. Gambar 8.8a. Gunting lurus dan contoh penggunaannya b) Gunting Kombinasi/ Universal Gunting kombinasi mempunyai ukuran yang sama dengan gunting lurus. Beda antara gunting kombinasi dan gunting lurus adalah pada penampang potongnya; kalau pada gunting lurus berpenampang lurus, maka pada gunting kombinasi berpenampang sedikit lengkung (curva). Disamping itu juga bisa digunakan untuk memotong bentuk-bentuk yang tidak teratur.
189 Gambar 8.8b. Gunting kombinasi dan contoh penggunaannya c) Gunting Lingkaran/ Lengkung Gunting lingkaran/ lengkung digunakan untuk pemotong lengkung, karena sisi potongnya berbentuk lengkung. Dalam pemakaiannya dapat digunakan dengan tangan ataupun tangan kiri. Ukuran dari gunting lingkaran ini adalah sama dengan gunting lurus, yaitu panjang seluruhnya adalah 7 sampai dengan 15¾" dan rahang 2 sampai dengan 4 ½". Gambar 8.8c. Gunting lengkung dan contoh penggunaannya
190 d) Gunting Dirgantara (Aviation atau Airplane snip) Gunting dirgantara terdiri atas tiga bentuk, yaitu : digunakan dengan tangan kiri dan kanan serta lurus dengan panjangnya sekitar 10 inchi (250 mm) dengan panjang rahang 2 inchi. Sisi potong agak bergerigi dan dikeraskan, sehingga dapat memotong plat yang relatif tebal ( ± 0,8 mm ) Membedakan antara gunting kanan dan kiri adalah dengan melihat sisi potong dan warna tangkainya. Sisi potong atas dari gunting kanan terletak sebelah kanan, demikian pula sebaliknya; sisi potong atas gunting kiri terletak sebelah kiri. Penggunaan gunting kanan adalah untuk pemotongan arah kiri, sedang gunting kiri adalah untuk pemotongan arah kanan. 8.8d. Gunting dirgantara dan contoh penggunaannya 3) Kikir Ada beberapa jenis yang sesuai dengan hasil kekasaran permukaan yang dihasilkan. Kikir kasar (bastard) digunakan untuk pengasaran,