The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Mujiasri Mujiasri, 2024-02-18 17:40:44

Teknologi Mekanik 2

Teknologi Mekanik 2

91 abrasive yang digunakan tergantung pada material yang akan diampelas atau digosok. Piringan penggososk berputar dengan kecepatan sangat tinggi dan ia mampu untuk menimbulkan banyak debu dan ampas. Sejumlah percikan juga timbul saat pengampelasan pada logam dan sama seperti pada baja. Suara bising juga timbul saat pengampelasan dan dari pembuangan udara mesin ampelas. Pemberian tekanan yang berlebihan harus dihindari saat menggunakan sander. Tekanan hanya diberikan secukupnya saja untuk membuat abrasive menggosok untuk memastikan bahwa piringan penggosok (disc) tidak aus terlalu keras. Disc dapat diganti jika partikel abrasive sudah aus dan tidak dapat mengupas lagi. Gambar 3.17. Pneumatic disc sander machine dan contoh penggunaannya d. Keselamatan Kerja Pada Saat Menggunakan Pekakas Bertenaga 1) Keselamatan kerja pada saat menggunakan Perkakas Bertenaga Listrik. Selalu memilih alat yang benar dan sesuai untuk jenis pekerjaan. Peralatan jangan diangkat hanya dengan kabelnya. Periksa power tool sebelum digunakan untuk memastikan kotaknya (case) tidak rusak. Kabel, colokan (plug) dan kabel daya (power cable) harus dalam kondisi yang baik.


92 Selalu menahan tool dengan benar dengan menggunakan kedua tangan. Jika memungkinkan, berdiri dengan keseimbangan badan pada tumpuan kedua kaki anda untuk menghindari kehilangan keseimbangan badan. Jangan biarkan tool terhenti berputar. Ini akan menyebabkan motor listriknya terbakar. Hindari menggunakan power tools listrik pada tempat yang basah atau area yang lembab. Jaga area kerja bersih dan bebas dari penghalang. Setelah digunakan, matikan sakelar tool dan cabut kabel sumber powernya. Perhatikan juga keselamatan orang lain disekitar anda saat menggunakan power tools: Gunakan tirai penghalang untuk melindungi orang lain yang bekerja disekitar anda dari percikan, debu atau serpihan Percikan dan serpihan harus tidak mengarah pada operator atau pada pekerja lain. Periksa di belakang dinding pemisah (patition) sebelum melakukan pengeboran menembus dinding. Periksa adanya kabel atau pipa yang terlindung didalam dinding. Jangan menghalangi jalan masuk dengan lintangan kabel. 2) Keselamatan kerja dengan alat Pneumatic (Safety with Pneumatic Tools) Pneumatic tools biasanya menimbulkan suara bising dalam batas yang tinggi Oleh karena itu, pelindung pendengaran yang sesuai (ear muffs or plugs) harus selalu dipakai. Pelindung mata seperti face shield juga perlu sebagaimana udara pembuangan dari alat pneumatic kadangkadang menghembuskan debu atau ampas kearah wajah operator. Saat mengoperasikan pneumatic power tools pikirkanlah keselamatan (safety) orang lain yang bekerja di dekat anda. Jangan biarkan curahan ampas, debu atau percikan mengarah pada diri anda dan pekerja lain.


93 Rubah posisi kerja anda atau gunakan tirai pelindung yang sesuai untuk pencegahan. 3. Rangkuman Yang dimaksud perkakas bertenaga mesin adalah, semua jenis perkakas tangan yang disertai mesin penggerak yang bersumber dari listrik atau udara. Perkakas bertenaga mesin secara garis besar dibagi menjadi dua yaitu, perkakas bertenaga mesin terpasang (Fixed power tools) dan perkakas bertenaga mesin tidak terpasang (Flexible power tools). Perkakas Bertenaga Mesin Terpasang (Fixed Power Tools Machine): Yang termasuk perkakas bertenaga mesin terpasang diantararnya, mesin bor (meja, kaki/tiang, pilar,radial) dan mesin gerinda (gerinda bangku, kaki dan pedestal). Perkakas Bertenaga Mesin Tidak Terpasang (Portable Power Tools Machine): Yang termasuk perkakas bertenaga mesin tidak terpasang (portable power tools machine) diantaranya, mesin gerinda sudut (portable angle grinde machine), mesin gerinda potong (cutting of grinding mesin), mesin gergaji jig listrik (portable electric jig saw machine), dan mesin portable nibbler listrik (portable electric nibbler) . Sumber power yang paling umum untuk portable power tools adalah dari suplai sumber listrik 110/220 volt. Power tools modern memiliki pelapis ganda (double insulated) dan biasanya tidak memerlukan kabel tanah. Tipe lain dari power tools memiliki badan dari logam (metal case) yang harus diberi kabel tanah. Perkakas Bertenaga Pneumatik Tidak Terpasang (Portable Power Tools Pneumatic Machine): Perkakas bertenaga pneumatik adalah, perkakas bertenaga yang dioperasikan dengan udara yang di-mampatkan (compressed air). Yang termasuk perkakas bertenaga mesin tidak terpasang (portable power tools


94 machine) diantaranya: mesin bor pneumatic portable, kunci pneumatic, mesin palu pneumatic (pneumatic hammer), mesin penggosok/ pengampelas pneumatic (pneumatic disc sander machine) 4. Tugas 1. Buat ringkasan secara singkat terkait materi perkakas tangan bertenaga 2. Buat laporan secara singkat, mesin perkakas tangan bertenaga apa saja yang sudah tersedia pada bengkel sekolah anda untuk mendukung kegiatan praktikum. 5. Test Formatif Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan singkat dan jelas. a. Jelaskan dengan singkat pengertian dari perkakas tenaga b. Secara garis besar terdapat dua jenis perkakas bertenaga mesin, sebutkan!. c. Sebutkan empat jenis mesin bor terpasang. d. Sebutkan tiga jenis mesin gerinda terpasang e. Terdapat beberapa perkakas bertenaga mesin tidak terpasang, sebutkan minimal empat jenis!. f. Terdapat beberapa perkakas bertenaga pneumatik tidak terpasang, sebutkan minimal empat jenis Jelaskan dengan singkat prinsip kerja kompresor roots blower


95 E. Kegiatan Belajar 4 – Teknik Pengerjaan Logam (Teknik Dasar Pengoperasian Mesin Bor) 1. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, peserta didik dapat: a. Menjelaskan fungsi mesin bor b. Menyebutkan bagian-bagian mesin bor c. Menyebutkan perlengkapan mesin bor d. Melaksanakan teknik dasar pengoperasian mesin bor 2. Uraian Materi Sebelum mempelajari materi Teknik dasar pengoperasian mesin bor, lakukan kegiatan sebagai berikut: Pengamatan: Silahkan anda mengamati kegiatan pengeboran sebagaimana terlihat pada (Gambar 4.1) atau objek lain sejenis disekitar anda. Untuk dapat melakukan proses pengeboran sesuai ketentuan yang berlaku, jelaskan apa saja alat dan perlengkapan yang digunakan untuk proses pengeboran. Gambar 4.1. Proses pengeboran


96 Menanya: Apabila anda mengalami kesulitan dalam memahami tentang teknik dasar pengeboran, bertanyalah/berdiskusi atau berkomentar kepada sasama teman atau guru yang sedang membimbing anda. Mengekplorasi: Kumpulkan data secara individu atau kelompok, terkait beberapa teknik dasar pengeboran dan cara menggoperasikannya, melalui: benda konkrit, dokumen, buku sumber, atau hasil eksperimen. Mengasosiasi: Setelah anda memilki data dan menemukan jawabannya, selanjutnya jelaskan bagaimana cara menerapkan teknik dasar pengeboran pada proses pengerjaan logam. Mengkomunikasikan: Presentasikan hasil pengumpulan data-data anda, terkait beberapa teknik dasar pengeboran dan cara menggopersikannya, dan selanjutnya buat laporannya TEKNIK DASAR PENGOPERASIAN MESIN BOR Teknik dasar pengoperasian mesin bor adalah, kompetensi dasar yang harus dimiliki seorang operator agar dapat mengoperasikan mesin bor (drilling machine) dengan prosedur yang benar dan dapat menghasilkan pengeboran sesuai tuntutan pekerjaan. Mesin bor adalah salahsatu jenis mesin perkakas yang berfungsi untuk membuat lubang pada permukaan benda kerja dengan diameter sesuai alat potong mata bor (twist drill) digunakan. a. Bagian-Bagian Mesin Bor Kaki /Standar Agar mesin bor dapat dioperasikan dan dapat menghasilkan produk atau benda kerja sesuai tuntutan pekerjaan, mesin ini dilengkapi dengan beberapa bagian sebagaimana terlihat pada (Gambar 4.2).


97 Gambar 4.2. Bagian-bagian mesin bor Keterangan: 1. Sumber listrik (saklar ON-OFF) 2. Rumah sabuk/V-velt 3. Cekam/penjepit por 4. Meja mesin 5. Meja kaki 6. Motor penggerk 7. Handel/tuas penekan 8. Handel/tuas pengikat meja 9. Tiang mesin b. Perlengkapan Mesin Bor Untuk melengkapi pengoperasiannya, mesin nesin bor dilengkapi beberapa kelngkapan diantaranya:


98 a) Cekam Bor (Drill Chuck) Fungsi cekam bor adalah, untuk menjepit atau mencekam mata bor tangkai lurus dengan cara mengencangkan rumah rahangnya. Jika rumah rahang diputar searah jarum jam, maka rahang pada cekam bor akan menjepit tangkai bor dengan sendirinya, dan jika kunci diputar berlawanan arah jarum jam maka, rahang pada cekam bor akan membuka dengan sendirinya. Jenis cekam bor ada dua yaitu, cekam bor dengan kunci (standar) - (Gambar 4.3) dan cekam bor tanpa kunci (keyless drill chuck) - (Gambar 4.4). Untuk cekam bor dengan kunci, dalam satu setnya terdiri dari tangkai, rumah rahang dan kunci bor sebagai alat pengencangnya. Sedangkan untuk cekam bor tanpa kunci, dalam satu setnya tidak dilengkapi dengan kunci bor karena pada saat mengencangkan tidak memerlukan kunci, cukup dilakukan dengan menggunakan tangan. Standar ketirusan tangkai rumah bor yang umum digunakan pada mesin bor adalah, jenis tirus Morse (Taper Morse Standar - TPM) . Gambar 4.3. Cekam bor dengan kunci (standar) Gambar 4.4. Cekam bor tanpa kunci (Keyless drill chuck) b) Sarung Pengurang (sleeve) Pemasangan tangkai cekam bor pada lubang tirus pada spindel mesin bor tidak selalu memiliki ukuran/nomor yang sama. Maka dari itu agar


99 memilliki ukuran yang sama, perlu adanya penambahan ukuran yaitu dengan sarung penggurang (sleeve) yang ukurannya disesuaikan dengan kebutuhan. Jadi fungsi sarung pengurang adalah unutk dudukan tangkai mata bor tirus dan sekaligus menambah besar ukuran tirusnya agar supaya memiliki ukuran yang sama dengan lubang spindel mesin bor. Sarung pengurang dan alat pengeluar bor/baji dapat dilihat pada (Gambar 4.5). Gambar 4.5. Sarung pengurang dan alat pengeluar bor/baji c) Ragum Mesin Bor Ragum mesin bor, adalah salah satu perlengkapan mesin bor yang berfungsi untuk mengikat/mencekam benda kerja yang bentuknya standar dan berukuran relatif kecil (Gambar 4.6). Gambar 4.6. Ragum mesin bor d) Blok V (V Block) Blok V adalah salah satu alat bantu pengikatan benda kerja pada saat melakukan pengeboran. Alat ini digunakan pada saat melakukan penjepitan benda kerja yang berdimensi bulat. Blok V dan contoh penggunaanya dapat dilihat pada ( Gambar 4.7).


100 Gambar 4.7. Blok V dan penggunannya e) Klem - C (C – Clamp) Klem - C adalah salah satu alat bantu pengikatan benda kerja pada saat melakukan pengeboran. Alat ini digunakan pada saat melakukan penjepitan benda kerja yang memiliki ukuran relatif lebar atau panjang (Gambar 4.8). Gambar 4.8. Klem - C f) Blok Siku (Angle Block/Angle Plate) Blok siku adalah salah satu perlengkapan mesin bor, yang digunakan untuk dudukan dan mengikat benda kerja yang memiliki ukuran relatif lebar atau bentuk tertentu dengan alat dengan alat bantu baut atau klem - C. Blok siku dan contoh penggunaannya dapat dilihat pada (Gambar 4.9). Gambar 4.9. Blok siku dan contoh penggunaannya


101 g) Klem Mesin (Machine Clamps) Klem mesin adalah salah satu alat bantu pada mesin bor, yang digunakan untuk mengikat ragum, blok siku atau benda kerja. Alat ini pada umumnya dalam satu set terdiri dari: klem, baut, mur (bentuk standar dan T), dan penahan klem (Gambar 4.10). Gambar 4.10. Klem Mesin c. Alat Potong Pada Mesin Bor Untuk melakukan proses pemotongan pada mesin bor sesuai tuntutan pekerjaan, terdapat beberapa jenis alat potong yang umum digunakan diantaranya dapat dilihat pada (Tabel 4.1). Tabel 4.1. Macam-macam alat potong pada mesin bor No Gambar Alat Potong Nama Alat Fungsi 1. Senter bor (Centre drill) Membuat lubang senter pada permukaan suatu bidang, yang berfungsi sebagai pengarah pada saat melakukan pengeboran 2. Mata bor (Twist drill) Membuat, memperbesar lubang, pada permukaan suatu bidang benda kerja


102 3. Kontersing Menchamper ujung lubang 4. Konter bor tangkai lurus dan tirus Membuat lubang bertingkat 5. Reamer mesin tangkai lurus dan tirus Memperbesar dan memperhalus lubang dengan suaian dan toleransi khusus Pembuatan lubang pada permukaan sebuah benda kerja di mesin bor, alat potong yang sering digunakan adalah mata bor (twist drill) dengan berbagai ukuran dan jenis yang berbeda sesuai dengan tuntutan pekerjaan. Jenis mata bor yang umum digunkan untuk proses pengeboran pada mesin bor adalah, jenis mata bor dengan sudut spiral sedang yang bertangkai lurus dan mata bor dengan sudut spiral sedang yang bertangkai tirus. 1) Mata Bor Tangkai Lurus (Straight Shank Drill Bits) Yang dimaksud mata bor tangkai lurus adalah, mata bor yang memiliki tangkai lurus dengan ukuran pada umumnya hanya memiliki diameter maksimal sampai dengan 13 mm (Gambar 4.11). Pemasangan mata bor tangkai lurus pada saat digunakan, yaitu dipasang pada cekam bor sebagaimana terlihat pada (Gambar 4.12).


103 Gambar 4.11. Mata bor tangkai lurus Gambar 4.12. Pemasangan mata bor tangkai lurus pada cekam bor 2) Mata Bor Tangakai Tirus (Taper Shank Drill Bits) Yang dimaksud mata bor tangkai tirus adalah, mata bor yang memiliki tangkai tirus dengan ukuran pada umumnya hanya memiliki diameter lebih besar jika dibanding dengan mata bor tangkai lurus (Gambar 4.13). Pemasangan mata bor tangkai tirus pada saat digunakan, yaitu dipasang pada lubang spindel mesin (sleeve) sebagaimana terlihat pada (Gambar 4.14). Gambar 4.13. Mata bor tangakai tirus


104 Gambar 4.14. Pemasangan mata bor tangkai tirus pada lubang spindel d. Proses Pengeboran Pada saat melakukan pengeboran selain harus menetapkan jenis dan ukuran mata bor yang akan digunakan, juga harus menetapkan besarnya putaran mesin dan merencanakan cara pengikatan benda kerjanya. a) Putaran Mesin Bor Untuk mendapatkan putaran mesin bor yang sesuai jenis bahan yang akan dikerjakan dan jenis mata bornya, dapat dicari dengan rumus: n = 1000. Cs π. d Rpm Keterangan: n : Putaran mesin bor ( putaran/menit) atau Rpm Cs: Kecepatan potong mesin (Cutting speed - CS) meter/menit π : Nilai konstanta = 3,14 d : Diameter mata bor/diameter lubang (mm) Contoh: Sebuah benda kerja dari bahan baja lunak, akan dibor dengan mata bor berdiameter (Ø) = 12 mm dengan kecepatan kecepatan potong (Cs) = 25 meter/menit. Hitung putaran mesin bornya?.


105 Jawab: n = 1000. Cs π. d Rpm = 1000.25 3,14.12 Rpm = 663,482 Rpm Jadi putaran mesin bornya sebesar 666,482 Rpm. b) Pengikatan/Pencekaman Benda Kerja Pengikatan/pencekaman benda kerja yang akan dilakukan proses pengeboran tergantung dari bentuk dan ukuran agar hasilnya maksimal dan proses juga aman. Pengikatan benda kerja dapat dilakukan langsung pada meja mesin, alat bantu blok V atau dengan ragum. Gambar 4.15. Contoh pengikatan benda kerja dengan alat bantu blok V dan ragum e. Keselamatan Kerja Pada Pemesinan Bor Dalam mengoperasian mesin bor, selain harus harus mempertimbang hasil juga harus memperhatikan beberapa aspek keselamatan kerja diantaranya: Gunakan pakaian dan sepatu kerja termasuk kaca mata pengaman pada saat melakukan pengeboran.


106 Yakinkan bahwa mesin bor siap dioperasikan dengan aman. Lakukan pengikatan benda kerja dengan kuat, dengan menggunakan alat bantu pencekaman sesuai bentuk dan ukuran benda kerjanya. Dilarang keras pengikatan benda kerja hanya dipegang oleh tangan. Karena jika tangan tidak kuat menahan momen puntir akibat pemotong bor, tangan akan ikut terpuntir. Tetapkan putaran mesin bor sesuai jenis bahan yang akan dilkukan pengeboran dan jenis bor yang digunakan dengan menggunakan rumus: n = 1000. Cs π. d Rpm Setting putaran mesin bor sesuai perhitungan, dengan mengatur sabuk V (V belt) dengan kekencangan yang standar.


107 Lakukan pengeboran dengan kecepatan pemakanan yang satandar, agar hasil permukaan penpengeboran halus. Dilarang keras pada saat pengeboran menggunakan putaran mesin yang terlalu tinggi hingga menyebabkan bor hanggus terbakar, karena dengan kejadian tersebut kekerasan mata bor jadi berubah menjadi lunak. Gunakan cairan pendingin untuk pengeboran jenis bahan mild steel (tidak dianjurkan untuk jenis bahan dari besi tuang)


108 Apabila sudah menyelesaikan proses pengeboran, jangan lupa selalu bersihkan bersihkan: mesin, alat dan lingkungan dari kotoran termasuk tatal/beram dari hasil pemotongan. 3. Rangkuman Teknik Dasar Pengoperasian Mesin Bor: Mesin bor adalah satusatu jenis mesin perkakas yang berfungsi untuk membuat lubang pada permukaan benda kerja dengan diameter sesuai alat potong mata bor (twist drill) digunakan. Bagian-Bagian Mesin Bor Kaki /Standar: Agar mesin bor dapat dioperasikan dan dapat menghasilkan produk sesuai tuntutan pekerjaan atau benda kerja, mesin ini dilengkapai beberapa bagian diantaranya: sumber listrik (saklar ON-OFF), rumah/penutup sabuk V (V Bellt), cekam/penjepit bor, meja mesin, meja kaki, motor penggerak, handel/tuas penekan, handel/tuas pegikat meja dan tiang mesin. Kelengkapan Mesin Bor: Untuk mendukung pengoperasiannya, mesin nesin bor dilengkapi beberapa kelengkapan diantaranya: Cekam Bor (Drill Chuck) Fungsi cekam bor adalah untuk menjepit/mencekam mata bor tangkai lurus pada saat akan digunakan, bila kunci diputar maka mulutnya akan membuka atau menjepit dengan sendirinya. Sarung Pengurang (sleeve) Fungsi sarung pengurang adalah untuk dudukan mata bor tangkai tirus dan menambah ukuran tirusnya agar supaya memiliki ukuran yang sama dengan lubang spindel mesin bor.


109 Ragum Mesin Bor Fungsi ragum adalah untuk mengikat benda kerja sebelum dilakukan pengeboran Blok V (V Block) Blok V adalah salahsatu alat bantu pengikatan kerja yang berdimensi bulat Alat Potong Pada Mesin Bor: Untuk melakukan proses pemotongan sesuai tuntutan pekerjaan pada mesin bor, terdapat beberapa jenis alat potong yang umum digunakan diantaranya: kontersing, senter bor, mata bor (tangkai lurus/tirus), konter bor (tangkai lurus/tirus dan Reamer mesin (tangkai lurus/tirus). Putaran Mesin Bor: Putaran mesin bor dapat dicari dengan rumus: n = 1000. Cs π. d Rpm Keterangan: n : Putaran mesin bor ( putaran/menit) atau Rpm Cs: Kecepatan potong mesin (Cutting speed - CS) meter/menit π : Nilai konstanta = 3,14 d : Diameter mata bor/diameter lubang (mm) 4. Tugas a. Buat ringkasan secara singkat terkait materi teknik dasar peggunaan mesin bor b. Buat laporan secara singkat, tahapan pengopersian mesin bor.


110 5. Test Formatif Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan singkat dan jelas. a. Jelaskan dengan singkat fungsi mesin bor b. Sebutkan bagian-baian mesin bor, minimal enam buah!. c. Sebutkan kelengkapan mesin bor dan jelaskan fungsinya, minimalemapt buah!. d. Terdapat beberapa alat potong yang digunakan pada mesin bor. Sebutkan meinimal empat buah dan jelaskan fungsinya. e. Sebuah benda kerja dari bahan baja lunak, akan dilakukan pengeboran dengan mata bor berdiameter (Ø) = 10 mm dan kecepatan potongnya (Cs) = 30 meter/menit. Dengan data-data diatas, hitung putaran mesin bornya?.


111 F. Kegiatan Belajar 5 – Teknik Pengerjaan Logam (Teknik Dasar Pengoperasian Mesin Gerinda) 1. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, peserta didik dapat: a. Menjelaskan bagian-bagian mesin gerinda b. Mengidentifikasi macam-macam roda gerinda c. Menerapkan teknik dasar pengoperasian mesin gerinda pedestal 2. Uraian Materi Sebelum mempelajari materi teknik dasar pengoperasian mesin gerinda, lakukan kegiatan sebagai berikut: Pengamatan: Silahkan anda mengamati kegiatan proses penggerindaan dengan mesin gerinda pedestal sebagaimana terlihat pada (Gambar 5.1) atau objek lain sejenis disekitar anda. Untuk dapat melakukan proses penggerindaan sesuai ketentuan yang berlaku, selain harus menguasai teknik dasar penggerindaan juga harus memiliki pengetahuan tentang roda gerinda. Jelaskan karakteristik macam-macam roda gerinda yang anda ketahui. Gambar 5.1. Proses penggerindaan dengan mesin gerinda pedestal


112 Menanya: Apabila anda mengalami kesulitan dalam memahami tentang teknik dasar apa saja yang diperlukan pada proses pengerjaan logam, bertanyalah /berdiskusi atau berkomentar kepada sasama teman atau guru yang sedang membimbing anda. Mengekplorasi: Kumpulkan data secara individu atau kelompok, terkait beberapa teknik dasar penggerindaan dan cara menggoperasikannya, melalui: benda konkrit, dokumen, buku sumber, atau hasil eksperimen. Mengasosiasi: Setelah anda memilki data dan menemukan jawabannya, selanjutnya jelaskan bagaimana cara menerapkan teknik dasar penggerindaan Mengkomunikasikan: Presentasikan hasil pengumpulan data-data anda, terkait beberapa teknik dasar penggerindaan dan cara menggopersikannya, dan selanjutnya buat laporannya TEKNIK DASAR PENGOPERASIAN MESIN GERINDA Teknik dasar pengopersian mesin gerinda adalah kompetensi dasar yang harus dimiliki seorang operator, agar dapat mengoperasikan mesin gerinda (gerinda pedestal) dengan prosedur yang benar dan dapat menghasilkan penggerindaan sesuai tuntutan pekerjaan. Mesin gerinda pedestal adalah salahsatu jenis mesin perkakas yang berfungsi untuk mengasah/membentuk beberapa jenis alat potong perkakas tangan termasuk pahat bubut dan alat potong perkakas lainnya yang dilakukan secara manual. Karena kegiatan ini hanya dapat dilakukan secara manual, maka dalam melakukan pengasahan memerlukan pengetahuan dan kompetensi yang memadai. . a. Bagian-bagian Mesin Gerinda Pedestal Untuk dapat dioperasikan dan dapat menghasilkan produk sesuai tuntutan pekerjaan atau benda kerja, mesin gerinda dilengkapai beberapa bagian


113 sebagaimana terlihat pada (Gambar 5.2). Bagian-bagian mesin gerinda kaki/pedestal diantaranya: Kaki, berfungsi untuk dudukan dan menahan bagian-bagian mesin gerinda lainnya Bak air pendingin, berfungsi untuk tempat air pendingin apabila diperlukan untuk pendinginan saat melakukan penggerindaan/ pengasahan Penahan, berfungsi sebagai dudukan atau menahan perkakas yang akan diasah Roda gerinda, berfungsi sebagai alat pengsah pada saat melakukan pengasahan Tutup roda gerinda, berfungsi untuk melindungi roda gerinda agar tidak membahayakan penggunanya Motor listrik, berfungsi sebagai penggerak putar mesin gerinda Kaca/mika pengaman, berfungsi untuk melindungi operator dari lepasnya butiran roda gerinda dan percikan api akibat penggerindaan. Tombol ON-OFF, berfungsi untuk menghidupkan dan mematikan mesin gerinda. Gambar 5.2. Bagain-bagian mesin gerinda pedestal


114 Mesin gerinda pedestal terdiri dari dua buah batu gerinda, pada umumnya yang satu halus dan lainnya kasar. Pengikatan batu gerinda dilakukan pada porosnya dimana ulir pengikatnya adalah ulir kiri dengan sebuah flens, pengikatan tidak boleh terlalu kuat agar batu gerinda tidak pecah, biasanya diperlukan bos (bush) untuk menahan antara batu gerinda dengan porosnya. Pada mesin gerinda terdapat tempat dudukan benda kerja dan tempat air pendingin. Tempat dudukan benda kerja dapat disetel posisinya sesuai dengan ketepatan posisi dan jarak dengan batu gerinda, dimana jarak dengan batu gerinda diatur kurang lebih 1÷2 mm. Untuk air pendingin tidak disarankan menggunakan campuran oli pendingin (cutting oil), karena dengan menambah oli pendingin apabila air pendingin mengenai tangan akan membuat licin pada saat menggerinda. b. Roda Gerinda Agar dapat memotong dengan baik, roda gerinda dibuat terdiri dari butiran pemotong (abrasive) dan perekat (bond) yang jenisnya disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan. 1) Butiran pemotong (abrasive). Butiran-butiran pemotong (abrasive) pada roda gerinda, berfungsi sebagai pemotong pada saat digunakan. Ada beberapa jenis butiran pemotong diantaranya: Alumunium Oxide (AL2O3). “Simbol A”. Jenis roda gerinda dengan butiran pemotong alumunium oxide, digunakan untuk menggerinda benda kerja yang mempunyai tegangan tarik tinggi. Silicon Carbide (SiC) “Simbol C” Jenis roda gerinda dengan butiran pemotong silicon carbide, digunakan untuk menggerinda benda kerja yang mempunyai tegangan tarik rendah.


115 Boron nitrit (BN). “ Simbol CBN ” Jenis roda gerinda dengan butiran pemotong boron nitrit, digunakan untuk menggerinda benda kerja yang sangat keras yaitu perkakas dengan kekerasan diatas 65 HRC (Carbida). b) Perekat (Bond) Perekat (bond ) berfungsi untuk mengikat antara satu butiran dengan butiran lainnya dengan kekuatan tertentu. Jenis perekat (bond) terdiri dari lima jenis yang masing masing memiliki kelebihan dan kekurangan diantaranya: Perekat Keramik (Vitrified bond). Pada umumnya sebagaian besar roda gerinda menggunakan perekat keramik. Hal ini disebabkan jenis perekat ini memiliki beberapa kelebihan diantaranya: tahan terhadap air, oly, asam dan panas. Sedangkan kelemahannya antara lain: rapuh dan kasar, sehingga batu gerinda tidak boleh tipis. Perekat Silikat. Roda gerinda dengan perekat silikat, digunakan khusus untuk mengasah alat-alat potong, karena perekat jenis ini mudah melepaskan butiran (pulder acting). Perekat Shellac. Roda gerinda dengan perekat shellac, digunakan untuk pengerjaan halus/finising, karena memilki ketahanan terhadap panas rendah. Perekat Karet. Roda gerinda dengan perekat jenis ini digunakan pada roda gerinda pengontrol/ penahan mesin gerinda silinder tanpa senter (centerless grinding).


116 Syntetic Resin Bond. Roda gerinda dengan perekat Syntetic resin bond, digunakan untuk roda gerinda pemotong yang tipis, karena perekat jenis ini memilki sifat elastis dan ulet. Perekat Logam. Batu gerinda dengan perekat logam digunakan untuk mengikat butiran pemotong boron nitride dan intan. Proses pembuatan roda gerinda dengan perekat logam yaitu dengan proses elektro plating. c) Ukuran Butiran Roda Gerinda Besarnya butiran didapat dengan cara menyaring butiran-butiran tersebut pada penyaring dengan jumlah mata jala tertentu pada setiap satu inchi. d) Tingkat Kekerasan Batu Gerinda Yang dimaksud dengan tingkat kekerasan batu gerinda adalah kemampuan perekat untuk mengikat butiran pemotong dalam melawan pelepasan butiran akibat adanya tekanan pemotongan. Tabel kekerasan roda gerinda dapat dilihat pada (Tabel 5.1) Tabel 5.1. Kekerasan Roda Gerinda No. Tingkat Kekerasan Kode Huruf 1. Lunak sekali E, F, G, H 2. Lunak J, K 3. Sedang L, M, N 4. Keras O, P 5. Sangat keras Q, R, S Kekerasan roda gerinda terdapat dua tingkatan yaitu, roda grinda lunak dan keras.


117 Roda gerinda lunak Roda gerinda lunak memiliki prosentase perekat sedikit, sehingga memiliki sifat mudah untuk melepaskan butiran dibawah tekanan pemotongan tertentu. Penggunaanya untuk menggerinda material yang keras. Roda gerinda keras. Roda gerinda keras, memiliki prosentase jumlah perekat besar, sehingga memiliki sifat sulit untuk melepaskan butiran pada tekanan pemotongan tertentu. Penggunannya untuk menggerinda material yang lunak. e) Struktur Roda Gerinda Struktur roda gerinda ditentukan oleh besar kecilnya volume pori-pori yang terdapat diantara butiran pemotong. Pori-pori berfungsi sebagai ruang/tempat beram dan memperbaiki proses pendinginan. Tabel struktur roda gerinda dapat dilihat pada (Tabel 5.2). Tabel 5.2. Struktur roda gerinda No. Kelompok struktur No. Struktur (Inggris & Jerman) No. Struktur (Swiss) Banyaknya Pori-pori Kode Huruf 1. Sangat Padat 0÷1 0÷9 Sedikit l 2. Padat 2÷3 11÷13 Sedang m 3. Sedang 4÷5 14÷16 Banyak h 4. Terbuka 6÷7 17÷19 Halus f 5. Sangat Terbuka 8÷9 20 Sangat halus ff Roda gerinda jika dilihat dari strukturnya terdapat tiga jenis diantaranya: roda gerinda yang memiliki struktur terbuka, roda gerinda struktur padat dan roda gerinda struktur pori-pori.


118 Roda Gerinda Struktur Terbuka. Roda gerinda yang memiliki struktur terbuka memiliki ruang antara butiran pemotong lebar. Efisisensi pemotongan baik dan digunakan untuk pengasaran. Roda Gerinda Struktur padat Roda gerinda struktur padat memiliki ruang antara butiran pemotong kecil. Efisiensi pemotongan kurang baik dan digunakan untuk proses finising. Roda Gerinda Struktur Pori-Pori Roda gerinda struktur pori-pori memiliki pori-pori besar dan jarak antara butiran kecil. Jenis ini sangat efektif dalam melakukuan pemotongan. (lihat lampiran tabel struktur roda gerinda). f) Macam-macam Bentuk Roda Gerinda Bentuk roda gerinda dibuat berdasarkan kebutuhan jenis pekerjaan, maka masing-masing bentuk roda gerinda memiliki fungsi yang berbeda-beda. Terdapat beberapa macam bentuk roda gerinda diantaranya dapat dilihat pada (Tabel 5.3). Tabel 5.3. Macam-macam bentuk roda gerinda No. Nama dan Bentuk Roda Gerinda Fungsi 1. Roda gerinda lurus (Straight wheel) Digunakan untuk penggerindaan datar pada mesin gerinda datar, penggerindaan silinder luar pada mesin gerinda silinder, dan penggerindaan alat-alat potong perkakas tangan pada mesin gerinda bangku/pedestal.


119 2. Roda gerinda silinder (Cylinder wheel) Digunakan untuk penggerindaan diameter dalam dengan posisi spindel vertikal atau horizontal. 3. Roda gerinda tirus satu sisi (Tappered one side wheel) Digunakan untuk penggerindaan alur miring satu sisi dan mengasah pisau mesin perkakas 4. Roda gerinda tirus dua sisi (Tappered two side wheel) Digunakan untuk penggerindaan alur bentuk V dan roda gigi 5. Roda gerinda pengurangan satu sisi (Recessed one side wheels) Digunakan untuk penggerindaan permukaan bidang datar dengan posisi spindel datar atau horizontal 6. Roda gerinda pengurangan dua sisi (Recessed two side wheels) Digunakan untuk penggerindaan datar dengan posisi spindel tegak atau vertikal


120 7. Roda gerinda mangkuk lurus (Straight cup wheels) Digunakan untuk penggerindaan permukaan datar dengan spindel vertical dan penggerindaan sisi dengan spindel horizontal 8. Roda gerinda mangkuk kerucut (Taper cup wheels) Digunakan untuk penggerindaan alat-alat potong 9. Roda gerinda piring (Dish wheels) Digunakan untuk penggerindaan alat-alat potong. 10. Roda gerinda pring geraji (Saw gummer/Sauser wheels) Digunakan untuk penggerindaan alat-alat potong khususnya untuk daun gergaji g) Penandaan Roda Gerinda Pada umumnya penandaan roda gerinda meliputi jenis abrasive, ukuran butiran, tingkat kekerasan dan jenis perekat.


121 Contoh 1. A 60 M VS, artinya A - menunjukan jenis abrasive, alumunium oxide 60 - menunjukan ukuran butiran, sedang M - menunjukan tingkat kekerasan, sedang VS - menunjukan jenis perekat, Vitrified Contoh 2. 37C 36 KVK, artinya 37C - menunjukan jenis abrasive, silicon karbida hitam 36 - menunjukan ukuran butiran, kasar K - menunjukan kekerasan, sedang VK - menunjukan jenis perekat, Vitrified h) Kecepatan Keliling Roda Gerinda Kecepatan keliling roda gerinda disesuaikan dengan tingkat kekerasan atau jenis perekat. Kecepatan keliling terlalu rendah membuat butiran mudah lepas dan sebaliknya jika kecepatan keliling terlalu tinggi akan tampak proses penggerindaan seperti keras dan hal ini akan berakibat roda gerinda pecah. Kecepatan keliling roda gerinda dapat dihitung dengan rumus : 60 πD POS RPM x Keterangan : POS - Peripheral operating speed atau kecepatan keliling dalam satuan meter per detik RPM - Putaran per menit D - Diameter roda gerinda dalam satuan meter 60 - konversi menit ke detik Kecepatan putaran roda gerinda sudah ditentukan oleh pabrik pembuat dan langsung dicantumkan pada roda gerinda. Nilai kecepatan tersebut berlaku untuk diameter roda gerinda yang baru. Untuk roda gerinda yang sudah dipakai di mana ukuran diameternya sudah berkurang maka kecepatan kelilingnya pun akan menurun. Oleh karena itu


122 kecepatan keliling harus dijaga tetap dengan cara menyesuaikan kecepatan putaran. Tabel kecepatan keliling roda gerinda dapat dilihat pada (tabel 5.4). Tabel 5.4. Kecepatan keliling yang disarankan No. Jenis pekerjaan Kecepatan keliling m/det 1. Pengasahan alat pada mesin gerinda alat 23 - 30 2. Gerinda silinder luar 28 - 33 3. Gerinda silinder dalam 23 - 30 4. Gerinda pedestal 26 - 33 5. Gerinda portabel 33 - 48 6. Gerinda datar 20 - 30 7. Penggerindaan alat dengan basah 26 - 30 8. Penggerindaan pisau 18 - 23 9. Cutting off wheels 45 - 80 i) Pemeliharaan Roda Gerinda Kegiatan pemeliharaan roda gerinda diantaranya, pemeriksaan, pemasangan dan pengasahan. Pemeriksaan Roda Gerinda Akibat pengangkutan atau penyimpanan yang tidak hati-hati, kemungkinan roda gerinda rusak/retakbisa terjadi. Jika hal ini diabaikan akan menyebabkan kecelakaan yang vatal. Oleh karena itu sebelum dipasang roda gerinda harus diperiksa dari keretakan dengan cara dipukul pelan pakai sejenis tangkai obeng. Daerah yang harus diperiksa dengan cara tadi pada setiap 45 seperti terlihat pada (Gambar 5.20). Roda gerinda yang tidak retak jika dipukul suaranya lebih nyaring dibandingkan dengan roda gerinda yang retak.


123 Gambar 5.3. Pemeriksaan roda gerinda Pemasangan Roda Gerinda Roda gerinda harus terpasang kuat dan aman pada spindel mesin (Gambar 5.4) . Oleh karena itu paking kertas yang sudah terpasang pada kedua sisi roda gerinda baru jangan sampai dilepas, bahkan jika tidak ada harus dibuat baru dengan jenis yang serupa. Paking ini berfungsi sebagai peredam dan perapat antara roda gerinda dengan flang. Gambar 5.4. Pengikatan roda gerinda pada spindel mesin Pengasahan/dressing roda gerinda Akibat pemakaian yang terus-menerus atau pemakaian jenis bahan yang tidak cocok, permukaan roda gerinda bisa tumpul atau rusak /tidak rata sehingga perlu diasah/didreser supaya permukaan menjadi rata dan tajam kembali (Gambar 5.5).


124 Gambar 5.5. Mengasah/dressing roda gerinda c. Pengoperasian Mesin Gerinda Pedestal Menggerinda merupakan pekerjaan yang rentan atau rawan terhadap terjadinya kecelakaan terutama terhadap mata dan tangan. Oleh karena itu selain mesin harus dilengkapi dengan tutup pengaman, operator juga harus menggunakan kacamata pelindung selama menggerinda atau selama berada daerah kerja gerinda dan dalam mengopersikan juga harus mengikuti prosedur yang benar. Langkah-langkah pengoperasian mesin gerinda, selain harus harus mempertimbang hasil yang baik juga harus memperhatikan beberapa aspek keselamatan kerja diantaranya: Gunakan pakaian dan sepatu kerja termasuk kaca mata pengaman pada saat melakukan penggerindaan Salah Benar Salah


125 Yakinkan bahwa mesin gerinda siap dioperasikan dengan aman Siapkan air pendingin tanpa campuran cutting oil yang cukup sebelum melakukan penggerindaan Jangan sekali-kali pada saat menggerinda alat-alat perkakas menggunakan sarung tangan, karena tangan jadi tidak sensitif terhadap singgungan dengan benda lain termasuk roda gerinda yang berputar. Gunakan roda gerinda hanya pada bagian permukaannya saja. Lakukan penajaman roda gerinda dengan cara yang aman, yaitu pemegang alat pengasah diletakkan pada penahan sebagaimana gambar dibawah.


126 Posisi perkakas yang diasah letakkan menyudut kearah atas, agar tidak tertarik oleh putaran batu gerinda. Apabila sudah menyelesaikan proses penggerindaan, jangan lupa selalu bersihkan meliputi: mesin, alat dan lingkungan dari kotoran termasuk tatal/beram dari hasil pemotongan. 3. Rangkuman Mesin gerinda adalah salahsatu jenis mesin perkakas yang berfungsi untuk mengasah/membentuk beberapa jenis alat potong perkakas tangan termasuk pahat bubut dan alat potong perkakas lainnya yang dilakukan secara manual. Karena kegiatan ini hanya dapat dilakukan secara manual, maka dalam melakukan pengasahan memerlukan pengetahuan dan kompetensi yang memadai. Bagian-bagian Mesin Gerinda Pedestal: Bagian-bagian mesin gerinda diantaranya kaki/pedestal diantaranya:


127 Kaki, berfungsi untuk dudukan dan menahan bagian-bagian mesin gerinda lainnya Bak air pendingin, berfungsi untuk tempat air pendingin apabila diperlukan untuk pendinginan saat melakukan penggerindaan/pengasahan Penahan, berfungsi sebagai dudukan atau menahan perkakas yang akan diasah Roda gerinda, berfungsi sebagai alat pengsah pada saat melakukan pengasahan Tutup roda gerinda, berfungsi untuk melindungi roda gerinda agar tidak membahayakan penggunanya Motor listrik, berfungsi sebagai penggerak putar mesin gerinda Kaca/mika pengaman, berfungsi untuk melindungi operator dari lepasnya butiran roda gerinda dan percikan api akibat penggerindaan. Tombol ON-OFF, berfungsi untuk menghidupkan dan mematikan mesin gerinda. Roda Gerinda: Roda gerinda dibuat terdiri dari butiran pemotong (abrasive) dan perekat (bond) yang jenisnya disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan. Butiran-butiran pemotong (abrasive): Butiran-butiran pemotong (abrasive) pada roda gerinda, berfungsi sebagai pemotong pada saat digunakan. Ada beberapa jenis butiran pemotong diantaranya: - Alumunium Oxide (AL2O3). “Simbol A”. Jenis roda gerinda dengan butiran pemotong alumunium oxide, digunakan untuk menggerinda benda kerja yang mempunyai tegangan tarik tinggi. - Silicon Carbide (SiC) “Simbol C” Jenis roda gerinda dengan butiran pemotong silicon carbide, digunakan untuk menggerinda benda kerja yang mempunyai tegangan tarik rendah.


128 - Boron nitrit (BN). “ Simbol CBN ” Jenis roda gerinda dengan butiran pemotong boron nitrit, digunakan untuk menggerinda benda kerja yang sangat keras yaitu perkakas dengan kekerasan diatas 65 HRC (Carbida). Perekat (bond ) Perekat (bond) berfungsi untuk mengikat antara satu butiran dengan butiran lainnya dengan kekuatan tertentu. Jenis perekat (bond) terdiri dari lima jenis yang masing masing memiliki kelebihan dan kekurangan diantaranya: - Perekat Keramik (Vitrified bond). Pada umumnya sebagaian besar roda gerinda menggunakan perekat keramik. Hal ini disebabkan jenis perekat ini memiliki beberapa kelebihan diantaranya: tahan terhadap air, oly, asam dan panas. Sedangkan kelemahannya antara lain: rapuh dan kasar, sehingga batu gerinda tidak boleh tipis. - Perekat Silikat. Roda gerinda dengan perekat silikat, digunakan khusus untuk mengasah alat-alat potong, karena perekat jenis ini mudah melepaskan butiran (pulder acting). - Perekat Shellac. Roda gerinda dengan perekat shellac, digunakan untuk pengerjaan halus/finising, karena memilki ketahanan terhadap panas rendah. - Perekat Karet. Roda gerinda dengan perekat jenis ini digunakan pada roda gerinda pengontrol/ penahan mesin gerinda silinder tanpa senter (centerless grinding). - Syntetic Resin Bond. Roda gerinda dengan perekat Syntetic resin bond, digunakan untuk roda gerinda pemotong yang tipis, karena perekat jenis ini memilki sifat elastis dan ulet.


129 - Perekat Logam. Roda gerinda dengan perekat logam digunakan untuk mengikat butiran pemotong boron nitride dan intan. Proses pembuatan roda gerinda dengan perekat logam yaitu dengan proses elektro plating. Ukuran Butiran Roda Gerinda: Besarnya butiran didapat dengan cara menyaring butiran-butiran tersebut pada penyaring dengan jumlah mata jala tertentu pada setiap satu inchi. Tingkat Kekerasan Batu Gerinda: Yang dimaksud dengan tingkat kekerasan roda gerinda adalah kemampuan perekat untuk mengikat butiran pemotong dalam melawan pelepasan butiran akibat adanya tekanan pemotongan. Kekerasan roda gerinda terdapat dua tingkatan yaitu, roda grinda lunak dan keras. Roda gerinda lunak Roda gerinda lunak memiliki prosentase perekat sedikit, sehingga memiliki sifat mudah untuk melepaskan butiran dibawah tekanan pemotongan tertentu. Penggunaanya untuk menggerinda material yang keras. Roda gerinda keras. Roda gerinda keras, memiliki prosentase jumlah perekat besar, sehingga memiliki sifat sulit untuk melepaskan butiran pada tekanan pemotongan tertentu. Penggunannya untuk menggerinda material yang lunak. Struktur Roda Gerinda: Struktur roda gerinda ditentukan oleh besar kecilnya volume pori-pori yang terdapat diantara butiran pemotong. Pori-pori pada roda gerinda berfungsi sebagai ruang/tempat beram dan memperbaiki proses pendinginan. Roda gerinda dilihat dari strukturnya terdapat tiga jenis diantaranya: roda gerinda yang memiliki struktur terbuka, roda gerinda struktur padat dan roda gerinda struktur pori-pori.


130 Roda Gerinda Struktur Terbuka. Roda gerinda yang memiliki struktur terbuka memiliki ruang antara butiran pemotong lebar. Efisisensi pemotongan baik dan digunakan untuk pengasaran. Roda Gerinda Struktur padat Roda gerinda struktur padat memiliki ruang antara butiran pemotong kecil. Efisiensi pemotongan kurang baik dan digunakan untuk proses finising. Roda Gerinda Struktur Pori-Pori Roda gerinda struktur pori-pori memiliki pori-pori besar dan jarak antara butiran kecil. Jenis ini sangat efektif dalam melakukuan pemotongan. (lihat lampiran tabel struktur roda gerinda). Macam-macam Bentuk Roda Gerinda: Macam-macam bentuk roda gerinda yang umum digunakan pada proses penggerindaan diantaranya: Roda gerinda lurus. Roda gerinda lurus, digunakan untuk penggerindaan datar pada mesin gerinda datar, penggerindaan silinder luar pada mesin gerinda silinder, dan penggerindaan alat-alat potong perkakas tangan pada mesin gerinda bangku/pedestal Roda gerinda silinder Roda gerinda silinder, digunakan untuk penggerindaan diameter dalam dengan posisi spindel vertikal atau horizontal Roda gerinda tirus satu sisi Roda gerinda tirus satu sisi, digunakan untuk penggerindaan alur miring satu sisi dan mengasah pisau mesin perkakas


131 Roda gerinda tirus dua sisi Roda gerinda tirus dua sisi, digunakan untuk penggerindaan alur bentuk V dan roda gigi Roda gerinda pengurangan satu sisi Roda gerinda pengurangan satu sisi, digunakan untuk penggerindaan permukaan bidang datar dengan posisi spindel datar atau horizontal Roda gerinda pengurangan dua sisi Digunakan untuk penggerindaan datar dengan posisi spindel tegak atau vertikal Roda gerinda mangkuk lurus Roda gerinda mangkuk lurus, digunakan untuk penggerindaan permukaan datar dengan spindel vertical dan penggerindaan sisi dengan spindel horizontal Roda gerinda mangkuk kerucut Roda gerinda mangkuk kerucut, digunakan untuk penggerindaan alat-alat potong mesin perkakas Roda gerinda piring Roda gerinda piring, digunakan untuk penggerindaan alat-alat potong mesin perkakas Roda gerinda piring gergaji Roda gerinda piring gergaji, digunakan untuk penggerindaan alat-alat potong khususnya untuk daun gergaji Penandaan Roda Gerinda: Pada umumnya penandaan roda gerinda meliputi jenis abrasive, ukuran butiran, tingkat kekerasan dan jenis perekat.


132 Contoh: A 60 M VS, artinya A - menunjukan jenis abrasive, alumunium oxide 60 - menunjukan ukuran butiran, sedang M - menunjukan tingkat kekrasan, sedang VS - menunjukan jenis perekat, Vitrified Kecepatan Keliling Roda Gerinda: Kecepatan keliling roda gerinda dapat dihitung dengan rumus : 60 πD POS RPM x Keterangan : POS - Peripheral operating speed atau kecepatan keliling dalam satuan meter per detik RPM - Putaran per menit D - Diameter roda gerinda dalam satuan meter 60 - konversi menit ke detik Pengoperasian Mesin Gerinda: Tahapan pengopersian mesin gerinda, selain harus harus mempertimbang hasil yang baik juga harus memperhatikan beberapa aspek keselamatan kerja diantaranya: Gunakan pakaian dan sepatu kerja termasuk kaca mata pengaman pada saat melakukan penggerindaan Yakinkan bahwa mesin gerinda siap dioperasikan dengan aman Siapkan air pendingin tanpa campuran cutting oil yang cukup sebelum melakukan penggerindaan Jangan sekali-kali pada saat menggerinda alat-alat perkakas menggunakan sarung tangan, karena tangan jadi tidak sensitif terhadap singgungan dengan benda lain termasuk roda gerinda yang berputar. Gunakan roda gerinda hanya pada bagian permukaannya saja.


133 Lakukan penajaman roda gerinda dengan cara yang aman, yaitu pemegang alat pengasah diletakkan pada penahan sebagaimana gambar dibawah. Posisi perkakas yang diasah letakkan menyudut kearah atas, agar tidak tertarik oleh putaran batu gerinda. Apabila sudah menyelesaikan proses penggerindaan, jangan lupa selalu bersihkan meliputi: mesin, alat dan lingkungan dari kotoran termasuk tatal/beram dari hasil pemotongan. 4. Tugas a. Buat rangkuman secara singkat terkait materi teknik dasar pemesinan gerinda b. Buat laporan secara singkat berdasarkan pengalaman anda tahapan pengoperasian mesin gerinda kaki/pedestal. 5. Test formatif Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan singkat dan jelas. a. Jelaskan dengan singkat fungsi mesin gerinda b. Sebutkan bagian-bagian mesin gerinda pedestal, minimal enam buah!. c. Roda gerinda terdapat tiga jenis butiran abrasive. Sebutkan dan jelaskan penggunaannya!. d. Roda gerinda terdapat lima jenis butiran abrasive. Sebutkan dan jelaskan penggunaannya!. e. Jelaskan dengan singkat yang dimaksud tingkat kekerasan roda gerinda. f. Jelaskan dengan singkat karakteristik roda gerinda lunak. g. Jelaskan dengan singkat karakteristik roda gerinda keras. h. Jelaskan dengan singkat karakteristik roda gerinda struktur terbuka. i. Jelaskan dengan singkat karakteristik roda gerinda struktur padat j. Jelaskan dengan singkat karakteristik roda gerinda struktur pori-pori. k. Jelaskan kode roda gerinda A 60 K VS l. Pada roda gerinda terdapat paking kertas dikedua sisinya. Jelaskan dengan singkat fungsi paking kertas tersebut!.


134 G.Kegiatan Belajar 6 – Teknik Pengerjaan Logam (Teknik Dasar Pengoperasian Mesin Bubut) 1. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, peserta didik dapat: a. Menyebutkan dan menjelaskan fungsi bagian-bagian utama mesin bubut b. Menyebutkan dan menjelaskan fungsi perlengkapan mesin bubut c. Menerapkan teknik dasar pengoperasian mesin bubut standar sesuai SOP 2. Uraian Materi Sebelum mempelajari materi teknik dasar pengoperasian mesin bubut, lakukan kegiatan sebagai berikut: Pengamatan: Silahkan mengamati mesin bubut standar yang terdapat pada (Gambar 6.1) atau objek lain sejenis disekitar anda. Selanjutnya tugas anda adalah: 1. Sebutkan macam-macam mesin bubut, selain mesin bubut standar dan jelaskan fungsinya. 2. Sebutkan bagian-bagian utama mesin bubut standard berikut fungsinya 3. Sebutkan perlengkapan mesin mesin bubut standard berikut fungsinya 4. Jelaskan bagaimana cara mengoperasikan mesin bubut standar Gambar 6.1. Mesin bubut standar


135 Menanya: Apabila anda mengalami kesulitan dalam menjawab tugas diatas, bertanyalah/ berdiskusi/ berkomentar kepada sasama teman atau guru yang sedang membimbing anda. Mengekplorasi: Kumpulkan data secara individu atau kelompok, terkait tugas tersebut melalui: benda konkrit, dokumen, buku sumber, atau hasil eksperimen. Mengasosiasi: Selanjutnya katagorikan/ kelompokkan masing-masing terkait tugas tersebut. Apabila anda sudah melakukan pengelompokan, selanjutnya jelaskan bagaimana cara menggunakannya. Mengkomunikasikan: Presentasikan hasil pengumpulan data-data anda terkait tugas tersebut, dan selanjutnya buat laporannya. TEKNIK DASAR PENGOPERASIAN MESIN BUBUT Teknik dasar pengoperasian mesin bubut adalah, kompetensi dasar yang harus dimiliki seorang operator agar dapat mengoperasikan mesin bubut (turning machine) dengan prosedur yang benar dan dapat menghasilkan pembubutan sesuai tuntutan pekerjaan. Mesin bubut (turning machine) adalah suatu jenis mesin perkakas yang dalam proses kerjanya bergerak memutar benda kerja dan menggunakan mata potong pahat (tools) sebagai alat untuk menyayat benda kerja tersebut. Mesin bubut merupakan salah satu mesin proses produksi yang dipakai untuk membentuk benda kerja yang berbentuk silindris. Pada prosesnya benda kerja terlebih dahulu dipasang pada cekam (chuck) yang terpasang pada spindel mesin, kemudian spindel dan benda kerja diputar dengan kecepatan sesuai perhitungan. Alat potong yang digunakan untuk membentuk benda kerja akan disayatkan pada benda kerja yang berputar. Umumnya alat potong (pahat bubut) dalam keadaan diam. Namun pada perkembangannya ada jenis mesin bubut yang


136 berputar alat potongnya, sedangkan benda kerjanya diam. Dalam kecepatan putar sesuai perhitungan, alat potong akan mudah memotong benda kerja sehingga benda kerja mudah dibentuk sesuai yang diinginkan. Apabila dilihat dari pengendaliannya, mesin bubut dapat dibagi penjadi dua yaitu mesin bubut konvensioanal dan NC (Numerical Control) atau CNC (Computer Numerical Controlled) a. Prinsip Kerja Mesin Bubut Prinsip Kerja Mesin Bubut adalah, akan terjadi pemotongan/penyayatan apabila putaran benda kerja berlawanan arah dengan sudut bebas mata sayat alat potong sebagaimana ditunjukkan pada (Gambar 6.2). Gambar 6.2. Prinsip kerjanya mesin bubut b. Fungsi Mesin Bubut Mesin bubut adalah salah satu jenis mesin perkakas yang berfungsi untuk membubut: rata pada permukaan benda kerja/facing, lurus, bertingkat, tirus, champer, alur, ulir, mengebor, memperbesar lubang, kartel dll, dengan alat potong sesuai jenis pekerjaannya (Gambarbar 6.3). Proses tersebut dapat dilakukan, dengan menggunakan berbagai jenis alat potong sesuai jenis pekerjaannya.


137 Gambar 6.3. Fungsi mesin bubut c. Bidang/Lokasi dan arah Pembubutan Pelaksanaan proses pembubutan, apabila dilihat dari bidang/lokasinya dapat dibagi dua yaitu pembubutan luar dan dalam. Apabila dilihat dari arah gerakan alat potongnya, juga dapat dibagi menjadi dua yaitu pembubutan melintang dan memanjang sebagaimana ditunjukan pada (Gambar 6.4). Gambar 6.4. Bidang/lokasi dan arah proses pembubutan Lokasi pembubutan dilakukan berdasarkan kebutuhan pekerjaan, misalnya pembubutan bidang luar dilakukan untuk membubut benda kerja pada bagian luarnya. Demikian juga arah pemotongan dilakukan


138 berdasarkan kebutuhan pekerjaan, misalnya pembubutan arah memanjang dilakukan untuk membubut benda kerja pada pada arah memanjang mendekati/menjaui spindel mesin. Arah pemotongan pada proses pembubutan boleh dilakukan kearah memanjang atau melintang dengan catatan, posisi mata sayat alat potong pemasangannya harus benar. d. Macam-macam Mesin Bubut Dilihat dari segi dimensinya, mesin bubut konvensional dibagi dalam beberapa kategori, yaitu : mesin bubut ringan, mesin bubut sedang, mesin bubut standar, dan mesin bubut berat. Mesin bubut berat digunakan untuk pembuatan benda kerja yang berdimensi besar, terbagi atas mesin bubut beralas panjang, mesin bubut lantai dan mesin bubut tegak. 1) Mesin Bubut Ringan/Meja Mesin bubut ringan (Gambar 6.5) dapat diletakan di atas meja, dan mudah dipindahkan sesuai dengan kebutuhan, Benda kerjanya berdimensi kecil (mini). Jenis ini umumnya digunakan untuk membubut benda-benda kecil dan biasanya dipergunakan untuk industri rumah tangga (home industri). Panjangnya mesin umumnya tidak lebih dari 1200 mm, dan karena ringan dapat diangkat oleh satu orang. Gambar 6.5. Mesin bubut ringan/meja 2) Mesin Bubut Sedang Jenis mesin bubut sedang (Gambar 6.6), dapat membubut diameter benda kerja sampai dengan 200 mm dan panjang sampai dengan 100


139 mm, cocok untuk industri kecil atau bengkel-bengkel perawatan dan pembuatan komponen. Umumnya digunakan pada dunia pendidikan atau pusat pelatihan, karena harganya terjangkau dan mudah dioperasikan. Gambar 6.6. Mesin bubut sedang 3) Mesin Bubut Standar/Biasa Jenis mesin bubut standar (Gambar 6.7), selain memiliki komponen sebagaimana pada mesin ringan dan sedang juga telah dilengkapi berbagai kelengkapan tambahan yaitu keran pendingin, lampu kerja, bak penampung beram dan rem untuk menghentikan mesin dalam keadaan darurat. Gambar 6.7. Mesin bubut standar


140 4) Mesin Bubut Berat Jenis mesin bubut berat ada beberapa macam diantaranya: mesin bubut beralas panjang, mesin bubut lantai, mesin bubut lantai dengan pengendali, mesin bubut tegak, mesin bubut dengan enam spindel mendatar dan mesin bubut dengan delapan spindel sistim rotari. Jenisjenis mesin ini pada umumnya digunakan untuk membubut jenis pekerjaan berbentuk khusus, sehingga hanya dimiliki oleh industriindustri besar saja. Mesin Bubut Beralas Panjang Mesin bubut beralas panjang (Gambar 6.8), mempunyai alas yang panjangnya mencapai dapat 5 sampai dengan 7 meter dengan diameter cekam sampai dengan 2 meter, sehingga sangat sesuai untuk membubut diameter benda yang besar misalnya poros balingbaling kapal, menyelesaikan hasil cetakan roda mesin pengeras jalan (wheel vibrator), roda-roda puli yang besar dan sebagainya. Gambar 6.8. Mesin bubut beralas panjang Mesin Bubut Lantai Mesin bubut lantai (Gambar 6.9), memiliki fungsi yang sama dengan mesin mesin bubut beralas panjang. Akan tetapi


Click to View FlipBook Version