The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by salsanabilahh63, 2022-06-22 04:19:21

BUKU PRAKTIKUM IPA DI SD

BUKU PRAKTIKUM IPA DI SD

PRAKTIKUM

IPA DI KELAS TINGGI

Hasil Praktikum Pembelajaran IPA
Disekolah Dasar

Dosen Pengampuh
Indah Pratiwi S.Pd.,M.Pd

Nama Kelompok
1 Nur Asiah Hasibuan 1902090298
2 Salsa Nabila 1902090175
3 Khairani 1902090301
4 Miftah Nur Hasanah 1902090146
5 Juriah 1902090027

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PRODI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

UNVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
2022-2023

1. Judul Percobaan KEGIATAN PRAKTIKUM 1
2. Tujuan
3. Alat dan Bahan : Sistem Tata Surya
: Mengamati Sistem Tata Surya
a. Kertas karton :
b. Gunting
c. Lem
d. Kardus
e. Origami
f. Benang wal putih
g. Stipek

4. Teori Dasar :

Tata Surya adalah Merupakan kumpulan benda langit yang terdiri atas matahari dan semua objek

yang berputar mengelilinginya termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit

berbentuk elips, lima planet kerdil / katai, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi, dan jutaan benda

langit (meteor, asteroid, komet ) lainnya. Semua objek ini berputar di sekitar matahari karena adanya

gaya tarik gravitasi.

Tata surya sebagai sistem antariksa yang saling terikat gravitasi dimana terdapat matahari dan benda-

benda langit yang mengitarinya secara langsung maupun tidak langsung. Dari sekian banyak benda

langit yang mengitari matahari secara langsung, terdapat benda langit yang paling besar yang dinamakan

dengan planet.

5. Cara Kerja :

a. Alat dan Bahan

b. Buat cetakkan planet dan matahari

c. Gunting cetakan, lalu tempelkan dikardus untuk memudahkan pemotongan cetakan planet bisa

menggunakan cutter

d. Ambil cetakan matahari lalu tempelkan ke alas sebelum membuat orbit planet tentukan titik pusat

matahari terlebih dahulu. Tandai jarak orbit masing-masing planet sebesar 8 Cm.

e. Ikatkan benang atau tali plastik pada tipex, salah satu bagian dari tali letakkan di titik pusat

matahari titi tipex berada di tanda masing-masing orbit yang telah diukur sebelumnya ulangi

hingga semua orbit terbentuk.

f. Tempelkan planet pada masing-masing orbitnya setelah semua planet tertempel di orbitnya

tambahkan hiasan sesuai ciri khas planet membuat sabuk asteroid.

6. Data Pengamatan :

Hasil Pengamatan Sistem Tata Surya

No Nama Tata Garis edar Tata Surya ( Orbit )

Surya Ya Tidak

1. Merkurius

2. Venus

3. Bumi

4. Mars

5. Jupiter

6. Saturnus

7. Uranus

8. Neptunus

1. Pertanyaan :

a. Mengapa pluto tidak Lagi dianggap sebagai planet dalam tata surya kita ?

b. Jelaskan pengertian satelit alami dan satelit buatan ?

c. Susun planet mulai dari yang terdapat dengan matahari !

2. Kesimpulan :

Kesimpulan tentang planet dan tata surya adalah: Tata Surya merupakan semua kumpulan benda

langit yang berpusat pada Matahari dan semua objek yang berputar mengelilinginya. Tata

Surya terbagi menjadi beberapa bagian yaitu Matahari, empat planet bagian dalam, sabuk asteroid

serta empat planet bagian lua

KEGIATAN PRAKTIKUM 2

1. Judul Percobaan : Rangkaian Seri

2. Tujuan : Mengamati Rangkaian listrik yang dibuat oleh seri

3. Alat dan Bahan :

a. 2 bohlam

b. Kabel 1 atau 2 meter kecil

c. Baterai volt 2

d. Slasiban hitam

e. Gunting

f. Kardus

g. Saklar kecil

4. Teori Dasar :

Rangkaian seri adalah sebuah rangkaian listrik yang dibuat hanya menggunakan satu jalur dalam

melewatkan arus listriknya. Sebuah rangkaian kelistrikan disebut seri apabila arus listrik yang

menuju komponen elektronik melalui satu jalur yang sama. Akibatnya adalah apabila jalur tersebut

diputus maka seluruh komponen elektronik juga akan mati.

5. Cara Kerja :

a. Rekatkan baterai dengan solatif

b. Tempelkan baterai pada alas kardus

c. Potong kabel dan kupas bagian ujung kabel

d. Sambungkan kabel dengan fiting bohlam

e. Sambungkan kabel dengan alas kardus

f. Sambungkan kabel dengan baterai

g. Matikan dan hidupkan lampu dengan saklar.

6. Data Pengamatan :

Hasil Pengamatan Rangkaian Seri

No Banyak baterai lampu Hasil Percobaan

1. 1 1 Hidup Tidak
2. 2 2
3. 3 1

Pertanyaan :
a. Jelaskan perbedaan antara rangkaian seri dengan rangkaian paralel!
b. Sebutkan benda yang menggunakan rangkaian seri
c. Apa kelebihan dan kekurangan dari rangkaian seri?
d. Berikan contoh alat elektronik yang menggunakan rangkaian paralel!

1. Kesimpulan :

Pada rangkaian seri, arus listrik mengalir dalam satu jalur. Jika satu lampu dinyalakan, lampu yang lain

juga akan menyala, dan sebaliknya jika dimatikan.

KEGIATAN PRAKTIKUM 3

1. Judul Percobaan : Gaya Magnet

2. Tujuan : Mengamati Gaya Magnet

3. Alat dan Bahan :

a. Magnet batang

b. Jarum jahit

c. Alumunium

d. Seng

e. Seuta Benag jahit

f. Potongan plastik

g. Potongan kertas

h. Statif

i. Isolatif plastif

4. Teori Dasar :

Gaya magnet merupakan salah satu bagian dari gaya elektromagnetik, dimana empat gaya lainnya

menjadi gaya dasar alam yang disebabkan oleh gerakan- gerakan muatan. Karena magnet hanya menarik

benda khusus, maka magnet juga bisa tidak bekerja atau tidak bergaya sama sekali, atau bahkan bisa

terjadi penolakan pada beberapa benda khusus pada magnet. Dalam hal ini akan terjadi Tarik menarik jika

mengandung muatan dengan arah gerak yang sama.

5 . Cara Kerja :

a. Isilah lembar kerja sesui petunjuk

b. Dekatkan magnet batang dengan bahan yang tersedia tetapi tidak sampai bersentuan

c. Amati apa yang terjadi

d. Masukkan data pada tabel

7. Data Pengamatan :

Hasil Pengamatan Rangkaian Seri

No. Magnet Bahan Tertarik / Tak Tertarik
1. Magnet Jarum jahit Tertarik
2. Magnet Alumunium Tidak Tertarik
3. Magnet Seng Tertarik
4. Magnet Benang Jahit Tidak Tertarik
5. Magnet Plastik Tidak Tertarik
6. Magnet Kertas Tidak Tertarik

Pertanyaan :
a. Benda apa saja yang memiliki gaya magnet?
b. Apa saja sifat gaya magnet?
c. Bisakah kita membuat magnet secara sederhana?
d. Apakah semua benda mempunyai gaya magnet?

Kesimpulan :
Dari hasil percobaan di atas dapat disimpulkan bahwa magnet dapat menarik benda benda tertentu
yaitu besi,nikel. Benda yang dapat di tarik oleh magnet diset dengan benda magnetik dan benda yang
tidak dapat ditarik magnet disebut benda non magnetik.

KEGIATAN PRAKTIKUM 4

1. Judul Percobaan : Perubahan Wujud Benda Padat Menjadi Cair

2. Tujuan : Mengamati Wujud Benda Padat Menjadi Cair

3. Alat dan Bahan :

a. Sendok

b. Lilin

c. Mentega

4. Teori Dasar :

Mencair adalah perubahan wujud dari padat menjadi cair mencair disebut juga meleleh atau

melebur pada meleleh perubahan juga menjadi cair namun dalam waktu yang perlahan dan tidak encer.

5. Cara Kerja :

a. Siapkan alat dan Bahan

b. Hidupkan Lilin

c. Masukan mentega kedalam sendok

d. Setelah itu mentega dipanaskan diatas lilin sampai beberapa menit

e. Jadi wujud mentega sebelum dipanaskan adalah padat dan wujud mentega dipanaskan mencair jadi

kita dapat menyimpulkan bahwa benda padat seperti mentega bisa berubah menjadi cair setelah

dipanaskan hasil pengamatan.

6. Data Pengamatan :

Hasil Pengamatan Perubahan Wujud Benda Padat Menjadi Cair

1. Pertanyaan :

a. Bagaimana terjadinya proses perubahan wujud benda yang mencair?

b. Saat kita membuat kopi dengan gula akan terjadi perubahan warna dan rasa pada air mineral yang kita

gunakan. Proses ini merupakan perubahan wujud benda?

c. Ketika kita sedang membuat susu, terjadi perubahan wujud benda yang melarut dalam air. Dapatkah

kamu menyebutkan contoh lainnya?

2. Kesimpulan :

Hasil Percobaan peristiwa perubahan wujud benda padat menjadi benda cair karena adanya pemanasa

disebut mencair.

KEGIATAN PRAKTIKUM 5

1. Judul Percobaan : Sumber Energi Alternatif

2. Tujuan : Mengamati Sumber Energi Alternatif

3. Alat Dan Bahan :

a. 4 kentang buah

b. Lampu led kecil

c. 4 buah paku

d. Uang koin 500 warna kuning

e. Kabel penjepit buaya

4. Teori Dasar :

Sering disebut pula sebagai energi terbarukan, energi ini berperan menggantikan sumber energi

konvensional. Campur tangan manusia untuk memperoleh energi ini dibutuhkan sehingga pemanfaatan

energi dapat lebih maksimal. Energi alternatif adalah energi yang dapat digunakan untuk menggantikan

energi utama.

5. Cara Kerja :

a. Tata kentang membentuk segi empat

b. Kemudian tancapkan paku setiap kentang tancapkan 1 paku.

c. Lalu setiap kentang masing-masing kentang tancapkan koin,

d. Setelah tancapkan paku dan koin diberikan kabel

e. Pasang ujung kabel, jika ujungnya paku maka ujung kabel yang lainnya ditancapkan dikoin begitu

sebaliknya kemudian kabel diberi lampu LED,

f. kemudian mengamati bola lampu apakah lampu tersebut akan menyala.

6. Data Pengamatan :

Hasil Pengamatan Sumber Alternatif

1. Pertanyaan :

a. Apakah lampu tersebut akan menyala dengan bantuan energif alternatf pada kentang. ?

2. Kesimpulan :

Kentang Mengandung cairan elektrolit yang dapat mengahsilkan energi listrik sehingga dapat

menyala.

KEGIATAN PRAKTIKUM 6
1. Judul Percobaan : Pesawat Sederhana
2. Tujuan :
 Menjelaskan manfaat dari katrol
 Menentukan keuntungan mekanik (KM) pada katrol
3. Alat dan Bahan :
a. Katrol tetap
b. Katrol bergerak
c. Neraca pegas 0 – 500 gram
d. Beban 200 gram, 100 gram (sesuai kebutuhan)
e. Benang secukupnya atau senar plastik
Statif atau penggantung katrol

4. Teori dasar :
Katrol adalah salah satu dari enam jenis pesawat sederhana yang berupa
suatu roda dengan bagian berongga di sepanjang sisinya untuk tempat tali atau kabel.
Katrol biasanya digunakan dalam suatu rangkaian yang dirancang untuk mengurangi
jumlah gaya yang dibutuhkan untuk mengangkat suatu beban. Walaupun demikian,
jumlah usaha yang dilakukan untuk membuat beban tersebut mencapai tinggi yang sama
adalah sama dengan yang diperlukan tanpa menggunakan katrol.
Besarnya gaya memang dikurangi, tetapi gaya tersebut harus bekerja atas jarak yang
lebih jauh. Usaha yang diperlukan untuk mengangkat suatu beban secara kasar sama
dengan berat beban dibagi jumlah roda. Semakin banyak roda yang ada, sistem semakin
tidak efisien karena akan timbul lebih banyak gesekan antara tali dan roda.
Katrol merupakan roda yang berputar pada porosnya. Biasanya pada katrol juga
terdapat tali atau rantai sebagai penghubungnya. Berdasarkan cara kerjanya, katrol
merupakan jenis pengungkit karena memiliki titik tumpu, kuasa, dan beban. Katrol
digolongkan menjadi tiga, yaitu katrol tetap, katrol bebas, dan katrol majemuk.
a. Katrol Tetap

Katrol tetap merupakan katrol yang posisinya tidak berpindah pada saat
digunakan. Katrol jenis ini biasanya dipasang pada tempat tertentu. Katrol yang
digunakan pada tiang bendera dan sumur timba adalah contoh katrol tetap.

(a) katrol pada tiang bendera (b) katrol pada sumur timba
Contoh penggunaan katrol tetap

b. Katrol Bebas
Berbeda dengan katrol tetap, pada katrol bebas kedudukan atau posisi katrol

berubah dan tidak dipasang pada tempat tertentu. Katrol jenis ini biasanya ditempatkan di
atas tali yang kedudukannya dapat berubah, seperti tampak pada gambar di bawah.

Katrol bebas
Salah satu ujung tali diikat pada tempat tertentu. Jika ujung yang lainnya ditarik
maka katrol akan bergerak. Katrol jenis ini bisa kita temukan pada alat-alat pengangkat
peti kemas di pelabuhan.
c. Katrol Majemuk
Katrol majemuk merupakan perpaduan dari katrol tetap dan katrol bebas. Kedua
katrol ini dihubungkan dengan tali. Pada katrol majemuk, beban dikaitkan pada katrol
bebas. Salah satu ujung tali dikaitkan pada penampang katrol tetap. Jika ujung tali yang
lainnya ditarik maka beban akan terangkat beserta bergeraknya katrol bebas ke atas.

Katrol majemuk

3. Cara kerja :
a. Lakukanlah kalibrasi untuk beban yang akan digunakan (100 gr – 200 gr) dengan

menggunakan neraca pegas seperti pada gambar. Periksa apakah skala pada pegas
menunjukkan keterbacaan yang sama dengan nilai beban yang tertera. Masukkan data
kalibrasi pada tabel lembar pengamatan.
b. Susunlah alat dan bahan percobaan seperti gambar, setelah beban tergantung, catatlah
skala yang terdapat pada pegas, kemudian bandingkan dengan massa beban.
c. Lakukan langkah (b) dengan mengganti beban sesuai yang dibutuhkan.
d. Selanjutnya lakukan kegiatan praktikum menggunakan katrol bebas dan katrol majemuk
untuk membandingkan hasilnya.
e. Catatlah skala pegas untuk setiap beban yang digantungkan pada katrol yang sedang
diuji coba.
f. Catatlah hasil uji coba pada data pengamatan.

4. Hasil pengamatan : Data hasil kalibrasi
a. Katrol Tetap
Beban Data hasil kalibrasi
No 200 gr 2,1 N
1 220 gr 2,2 N
2

Skala pada pegas: 0-8 N
Perbandingan dengan massa A
Berdasarkan tabel dapat dibandingkan antara beban dengan hasil kalibrasi yaitu 200 :
2,1

b. Katrol Bebas Data hasil kalibrasi

No Beban Data hasil kalibrasi
1 200 gr 2,1 N
2 100 gr 1N

Skala pada pegas: 0-8 N
Perbandingan dengan massa A
Berdasarkan tabel dapat dibandingkan antara beban dengan hasil kalibrasi yaitu 100 : 1

c. Katrol Majemuk Data hasil kalibrasi

No Beban Data hasil kalibrasi
1 200 gr 2,1 N
2 100 gr 1N

Skala pada pegas: 0-8 N
Perbandingan dengan massa A
Berdasarkan tabel dapat dibandingkan antara beban dengan hasil kalibrasi yaitu 100 : 1

PRAKTIKUM

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TUMBUHAN

1. Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan

A. Tujuan

Mengamati pertumbuhan dan perkecambahan kacang merah.

B. Dasar Teori

Pertumbuhan merupakan proses pertambahan volume dan jumlah sel yang mengakibatkan bertambah
besarnya organisme. Pertambahan jumlah sel terjadi karena adanya pembelahan mitosis, dan bersifat
irreversiabel artinya organisme yang tumbuh tidak akan kembali ke bentuk semula. Pertambahan jumlah sel
terjadi karena adanya pembelahan mitosis. Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hasil interaksi antara
faktor-faktor yang terdapat dalam tubuh organisme, seperti sifat genetika yang ada dalam gen dan hormon
yang merangsang pertumbuhan.

Perkembangan adalah suatu proses kemajuan yang terjadi secara berangsur-angsur dari kompleksitas
rendah ke kompleksitas tinggi dan terjadi diferensiasi.Perkembangan dapat dinyatakan melalui berbagai cara,
mulai dari bagian tertentu suatu tanaman sampai jumlah total perkembangan tanaman.Pada tanaman, aktifitas
perkembangan yang vital ini banyak tumpang tindih. Pertumbuhan apikal pada ujung akar dan ujung batang
mendahului morfogenesis dan diferensiasi. Tetapi pembesaran batang terjadi oleh karena pembesaran sel -sel
setelah morfogenesis dan diferensiasi berlangsung.

C. Alat dan Bahan

1. Biji Kacang merah 6 buah
2. Botol selai 2 buah
3. Kertas saring secukupnya
4. Kertas label secukupnya
5. Gunting 1 buah

D. Cara Kerja

1. Merendam biji kacang merah dalam air semalaman.
2. Melipat keras saring sehingga lebarnya setinggi dasar sampai leher botol selai. Bila perlu potonglah

kelebihannya.
3. Menggulung kertas saring tersebut dan masukkan ke dalam botol selai sehingga menempel pada

dinding botol bagian dalam.
4. Menyisipkan 6 biji kacang merah pada botol selai. Tambahkan air secukupnya sehingga kertas saring

tetap basah (kira-kira 1/10 nya).
5. Menyimpan sediaan di tempat terang tetapi tidak terkena sinar matahari langsung selama 2 minggu.

Jika air tampak berkurang (kertas saring mongering) menambahkan air secukupnya sehingga kertas
saring tetap basah tetapi permukaan air tidak merendam biji.
6. Mengamati perkecambahan dan pertumbuhan biji-biji tumbuhan dari sediaan tersebut. Mencatat
kapan biji kacang merah mulai berkecambah, mengamati bagaimana akar, batang dan daun tumbuh.
Memasukkan hasilnya ke dalam lembar kerja.

E. Data Hasil Pengamatan

Hasil Pengamatan Pertumbuhan dan Perkecambahan Biji Kacang Merah

Hari Pertumbuahan Panjang Keterangan
Ke Kecambah Kacang Merah Akar Batang

1 Kondisi Awal 1 mm 2-3 mm Bakal Akar Terlihat

2 Tumbuh Akar 1-1,5 mm 8-10 mm Jelas Terlihat

3 Terlihat Batang 2-3 mm 20 mm Biji Kacang Terangkat

4 Terlihat Batang 5-10 mm 40 mm Terangkat Keatas

F. Pembahasan

Berdasarkan hasil praktikum dapat diketahui bahwa pada minggu pertama terdapat perubahan. Pada
umur 1 hari panjang akar 1mm dan terus bertambah panjangnya hingga minggu ke 2 panjangnya mencapai
14 cm, begitu juga batang dan tumbuhnya daun. Hal itu dikarenakan sel terus membelah dan berdiferensiasi
dan merupakan akibat dari aktivitas meristem lateral. Ukuran akar yang semakin panjang dikarenakan pada
ujung akar sel – selnya selalu membelah karena adanya aktifitas meristem apikal. Pertumbuhan dan
perkembangan juga terjadi pada daun. Daun yang semula hanya 1 helai kecil tumbuh menjadi 2 helai yang
kemudian membesar begitu juga dengan bertambah panjangnya batang kecambah.

G. Kesimpulan
Berdasarkan hasil praktikum pada pertumbuhan dan perkembangan dapat disimpulkan bahwa
pertumbuhan dan perkembangan organismemerupakan hasil dari pembelahan sel, pembesaran sel serta
diferensiasi sel. Proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman jagung dan kacang tanah khususnya dari
waktu ke waktu mengalami perubahan tumbuh tanaman apabila dilihat dari bertambahnya tinggi, jumlah
daun, diameter akar dan batang pada tanaman. Pertumbuhan dan perkembangan tanaman tersebut
dipengaruhi oleh faktor dari luar maupun dari dalam. Faktor dari dalam berupa hormon sedang faktor dari
luar yaitu gen, cahaya matahari, suhu udara, kelembaban udara, tanah, nutrisi dan air.

TELUR TERAPUNG
MELAYANG
TENGGELAM

1. Judul Percobaan
Telur Terapung, Melayang dan Tenggelam.

A. Tujuan Percobaan
Mengetahui kemungkinan peristiwa yang terjadi jika sebuah benda dimasukkan ke dalam zat cair.

B. Landasan Teori
Ada tiga kemungkinan peristiwa yang terjadi jika sebuah benda dimasukkan ke dalam zat
cair. Seperti ditunjukkan pada gambar berikut!
Benda Terapung Benda dikatakan terapung jika sebagian benda masih
muncul diatas permukaan zat cair. Benda terapung jika :
 Massa jenis benda lebih kecil dari massa jenis zat cair.
 Besar gaya apung sama dengan berat benda.
Benda Melayang Benda dikatakan melayang jika benda berada dalam zat
cair, tetapi tidak berada di dasar zat cair. Benda melayang
jika :
 Massa jenis benda sama atau hampir sama dengan
massa jenis zat cair.
 Besar gaya apung sama atau hampir sama dengan berat
benda.
Benda Tenggelam Benda dikatakan tenggelam jika berada di dasar zat cair.
Benda tenggelam jika :
 Massa jenis benda lebih besar dari massa jenis zat cair.
 Besar gaya apung (FA) lebih kecil dari berat benda.

C. Alat dan Bahan :

1. Gelas kimia (dapat diganti dengan gelas transparan 400 ml atau bahan transparan lainnya yang dapat

menampung telur).

2. Alat Pengaduk

3. Telur 2 buah

4. Sendok ( alat pengaduk )

5. Air Secukupnya

6. Garam Secukupnya

E. Prosedur Kerja
1. Siapkan Alat dan Bahan

2. Isilah air ke gelas (hingga 2/3 gelas atau letak air di atas posisi telur).

3. Masukan telur ke dalam gelas berair pelan-pelan.
4. Ambil garam dengan sendok selanjutnya masukkan ke gelas berisi air.
5. Aduk pelan-pelan (Amati dengan seksama!).

6. Lakukan kegiatan 4 dan 5 berulang-ulang mungkin sampai 5 kali atau lebih (Amati lagi dengan

seksama!)

7. Simpulkan dari percobaan tersebut sesuai dengan pemahaman Anda!

8. Dalam percobaan 1, telur tenggelam karena massa jenis air garam lebih kecil daripada massa jenis
telur. Hal ini juga terjadi pada percobaan 3,4, dan 5 sehingga semakin banyak garam yang
dimasukkan kedalam gelas maka semakin tinggi telur mengapung.
Dalam semua percobaan tidak ada yang melayang , karena massa jenis air garam lebih kecil atau
lebih besar dari massa jenis telur. Jika telur melayang maka massa jenis telur sama atau hampir sama
dengan massa jenis air garam dan itu terjadi apabila garam yang dimasukkan kedalam gelas sebanyak
2 1/2 sendok makan.

F. Hasil Pengamatan Posisi Telur Gambar Hasil
Garam persendok Percobaan

NO yang dimasukkan ke gelas
ke-

11 Tenggelam

22 Terapung

33 Melayang

Posisi telur: terapung, melayang, tenggelam.
G. Kesimpulan Percobaan
1) Mengapa telur terapung? Massa jenis telur lebih kecil dari massa jenis air garam sehingga besar gaya

apung sama dengan berat telur. Ini membuat semakin mudah objek terapung di dalam air garam.
2) Mengapa telur melayang? Massa jenis telur sama atau hampir sama dengan massa jenis air garam

sehingga besar gaya apung sama atau hampir sama dengan berat benda. Ini membuat semakin mudah
objek melayang di dalam air garam. Ketika seseorang menambahkan air garam ke dalam air tawar,
maka telur akan melayang. Hal ini juga berlaku di dalam kolam renang dan laut.
3) Mengapa telur tenggelam? Karena massa jenis telur lebih besar daripada massa jenis air tawar
sehingga besar gaya apung (FA) lebih kecil dari berat benda. Inilah yang membuat telur mudah
tenggelam.

KEGIATAN PRAKTIKUM

MENGIDENTIFIKASI ZAT PENGEMULSI
DIDAPUR

1. Judul
Mengidentifikasi Zat Pengemulsi di Dapur

A. Tujuan
Mengklasifikasi antara bahan yang termasuk zat pengemulsi dan bukan zat pengemulsi.

B. Dasar Teori
Lemak dan minyak seringkali ditambahkan dengan sengaja dalam bahan makanan dengan berbagai
tujuan. Dispersi lemak di dalam air atau bahkan sebaliknya dipengaruhi oleh proses emulsi. Emulsi
adalah suatu disperse atau suspensi suatu 'airan dalam 'airan yang lain ( yang molekul) molekul
kedua 'airan tersebut tidak saling berbaur tetapi saling antagonistik. Banyak jenis emulsi yang dapat
ditemukan dalam bahan makanan ( tetapi yang terkenal adalah mayonnaise, french dressing, cheese
cream, kuning telur serta susu.

Air dan minyak merupakan 'airan yang tidak saling berbaur tetapi saling ingin terpisah karena
mempunyai berat jenis yang berbeda. Pada suatu emulsi biasanya terdapat tiga bagian utama ( yaitu
bagian yang terdispersi yang terdiri dari butir) butir yang biasanya terdiri dari lemak ( bagian kedua
disebut media pendispersi yang juga dikenal sebagai cntinius phase ( yang biasanya terdiri dari air (
dan bagian ketiga adalah emulsifier yang berfungsi menjaga agar butir minyak tadi tetap tersuspensi
di dalam air. Senyawa ini molekul) molekulnya mempunyai afinitas terhadap kedua 'airan tersebut.
Daya afinitasnya harus parsial dan tidak boleh sama terhadap kedua 'airan itu.

C. ALAT DAN BAHAN
 Alat
 Gelas
 Sendok Makan
 Sendok The
 Mangkok Kecil
 Pengukur Waktu
 Bahan
 Minyak Goreng
 Putih Telur
 Garam
 Merica
 Air Jeruk
 Cuka
 Tepung
 Deterjen
 Sabun Pencuci Piring
 Gula

D. CARA KERJA

Tahap-tahap Percobaan ke 1

1) Masukan 3 sendok makan minyak goreng masing masing ke dalam dua tabung reaksi , tambahkan 3
sendok makan air , kemudian kocoklah.

2) Diamkan beberapa saat.
3) Masukan satu sendok teh putih telur ke dalam salah satu gelas tersebut , kemudian kocok dan

diamkan beberapa saat.
4) Membandingkan kedua gelas tersebut dan mencatat hasil pengamatan.

Tahap-tahap Percobaan ke 2
1) Sediakan 7 gelas masing- masing gelas dimasukkan 5 sendok makan minyak goreng.
2) Ke dalam masing-masing tabung reaksi tersebut (masukkan satu sendok the garam (detergen sabun

pencuci piring, marica, air jeruk, cuka, tepung, putih telur dan gula
3) Kocoklah masing-masing gelas dan diamkan beberapa saat.
4) Mengamati hasil percobaan.
5) Mencatatat hasil pengamatan pada tabel.

E. HASIL PENGAMATAN

Percobaan ke 1

NO PERBEDAAN

GELAS 1 GELAS 2

Diberi putih telur Tidak diberi

1 Air berubah menjadi Air tetap jernih

keruh

2 Gelembung dipermukaan Gelembung dipermukaan

atas lebih besar atas lebih sedikit

3 Gelembung lebih banyak Gelembung lebih sedikit

Percobaan ke 2

NO Yang Menyebabkan Air dan Yang Tidak Menyebabkan Air dan

Minyak Bercampur Minyak Goreng Tidak Bercampur

1 Sabun pencuci piring Garam

2 Deterjen Gula Pasir

3 Merica

4 Air Jeruk

5 Cuka

6 Tepung

7 Putih Telur

F. PEMBAHASAN
Berdasarkan tabel pengamatan pada percobaan pertama jika air di tambahkan dengan minyak maka
minyak dan air akan berpisah tidak dapat bercampur. Begitupula Jika air yang sudah di campur
dengan minyak, kemudian di tambahkan putih telur air dan minyak bercampur sedikit atau tidak
sepenuhnya.

Berdasarkan tabel pengamatan pada percobaan kedua jika air di masukkan ke dalam 7 gelas yang
berbeda dan semua gelas ditambahkan dengan minyak dan air. Setelah itu dimasukan bahan-bahan
dapur untuk mengidentifikasi zat yang termasuk zat pengemulsi.

Pada saat gelas yang sudah ditambahkan minyak dan air, kemudian di tambahkan dengan garam,
merica, jeruk, cuka, tepung dan gula dengan gelas yang berbeda maka air dan minyak tetap tidak
tercampur yang tercampur hanyalah air dan bahan tambahan yang dicampurkan. Hal ini menunjukan
bahwa garam, merica, jeruk, cuka, tepung dan gula bukan merupakan zat pengemulsi.

Sedangkan untuk sabun pencuci piring detergen dan putih telur yang di tambahkan kedalam masing-
masing gelas yang berbeda yang sudah berisi minyak dan air akan membuatminyak dan air
tercampur. Hal ini menunjukan bahwa ketiga bahan tersebut merupakan zat pengemulsi.

G. KESIMPULAN
Berdasarkan data-data pengamatan yang telah diperoleh dari hasil pegujian yang tertera diatas dapat
disimpulkan bahwa:

1. Minyak dan air tidak akan dapat bersatu jika tidak ada zat pengemulsi.
2. Yang termasuk zat pengemulsi adalah sabun pencuci piring dan detergen karena pada saat kedua

bahan tersebut di tambahakan kedalam gelas yang sudah berisi minyak dan air maka minyak dan air
akan bercampur.
3. Yang bukan termasuk zat pengemulsi adalah garam, merica, putih telur, gula, cuka, air jeruk dan
tepung. Semua bahan tersebut tidak termasuk zat pengemulsi karena semua bahan tersebut jika
ditambahkan kedalam gelas yang sudah berisi minyak dan air minyak dan air tetap tidak bisa
bercampur.

H. PERTANYAAN
1) Apakah yang dimaksud dengan emulsi ?

Emulsi merupakan jenis koloid dengan fase terdispersi berupa zat air. Berdasarkan medium
pendispersinya, emulsi dapat dibagi menjadi: emulsi gas , emulsi 'air dan emulsi padat.
2) Apakah yang dimaksud zat pengemulsi ?
Zat pengemulsi adalah zat untuk membantu menjaga kestabilan emulsi minyak dan
air.

KEGIATAN PRAKTIKUM

CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP

A. TUJUAN PERCOBAAN
Mengamati ciri-ciri makhluk hidup yang ada disekitar tempat.

B. ALAT DAN BAHAN
1. Alat-alat tulis
2. Tabel pengamatan
3. Alam sekitar

C. PROSEDUR PERCOBAAN
1. Menyiapkan alat- alat tulis dan tabel pengamatan yang diperlukan .
2. Keluar kelas atau kelingkungan sekitar kampus.
3. Tentukan lebih kurang 20 makhluk hidup (10 hewan dan 10 tumbuhan (yang anda kenal
namanya)).
4. Catat namanya pada tabel pengamatan.
5. Amati ciri-ciri dari setiap makhluk hidup yang telah anda catat tersebut, dengan cermat.
6. Membubuhkan tanda (V) sesuai yang anda amati, pada tabel hasil pengamatan.

D. HASIL PENGAMATAN CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP

NO NAMA-NAMA 1 2 34 5
MAKHLUK HIDUP
√ √ √√√
1 Semut √ √ √√√
2 Kupu-Kupu √ √ √√√
3 Jangkrik √ √ √√√
4 Cicak √ √ √√√
5 Kucing √ √ √√√
6 Pohon Mangga √ √ √√√
7 Pohon Rambutan √ √ √√√
8 Pohon Nangka √ √ √√√
9 Lidah Buaya √ √ √√√
10 Anggrek

D. PEMBAHASAN
Tumbuhan maupun hewan memiliki ciri-ciri yang sama yaitu bergerak dan bereaksi terhadap rangsang,
bernafas, perlu makan, tumbuh, dan berkembang. Hewan dan tumbuhan sama-sama bergerak namun
gerakannya berbeda. Tumbuhan bergerak dan bereaksi terhadap rangsang secara pasif tidak bergerak dan
terbatas pada bagian tubuh tertentu sementara hewan bergerak secara aktif dapat berpindah tempat dan
mempunyai alat gerak. Hewan dan tumbuhan sama-sama melakukan pernafasan. Jika Pada tumbuhan
oksigen masuk melalui stomata dan lentisel, sedangkan oksigen masuk ke dalam tubuh hewan melalui organ
pernafasan. Hewan dan tumbuhan memerlukan makan dan air, hanya saja saja berbeda bentuk dan
prosesnya. Tumbuhan makan dengan melakukan fotosintesis, sedangkan hewan memakan bentuk yang sudah
jadi. Hewan dan tumbuhan sama-sama tumbuh dan berkembang, bertambah ukuran tinggi dan besar maupun
beratnya.

E. KESIMPULAN
Makhluk hidup yaitu tumbuhan dan hewan memiliki ciri-ciri yang sama meliputi bergerak dan bereaksi
terhadap rangsangan, bernapas, makan, tumbuh dan berkembang, namun karena tumbuhan dan hewan
mempunyai struktur yang berbeda maka terdapat beberapa hal yang membedakannya antara tumbuhan dan
hewan seperti proses bergerak dan bernafas.

F. PERTANYAAN
1) Apakah tumbuhan memenuhi ciri-ciri gerak dan bereaksi terhadap rangsang?

Iya, tumbuhan dapat bergerak dan bereaksi terhadap rangsang, meskipun gerakannya sangat terbatas
pada bagian tubuh tertentu sebagai contoh Putri Malu apabila di sentuh hanya daunnya yang akan
menutup menanggapi rangsangan. Kemudian tumbuhan juga bergerak tumbuh mengikuti arah
datangnya cahaya.
2) Jelaskan persamaan dan perbedaan ciri kehidupan pada hewan dan tumbuhan?
 Persamaan ciri kehidupan pada hewan dan tumbuhan yaitu bergerak dan bereaksi terhadap

rangsang, bernafas, memerlukan makan, serta dapat tumbuh dan berkembang.
 Perbedaan ciri kehidupan pada hewan dan tumbuhan :

NO TUMBUHAN HEWAN

Reaksi lambat, terbatas dan pasif, Reaksi cepat, simultan dan aktif,

1 umummya menetap atau bergerak serta dapat berpindah-pindah dan

sebagian tubuh. memiliki alat gerak.

Tidak memiliki alat pernapasan Umummya memiliki alat pernapasan

2 khusus, oksigen masuk melalui khusus/ organ pernafasan.

stomata dan lentisel

Dapat menyusun makanan sendiri Makan makhluk hidup lain dan

3 dan makanan diambil dalam bentuk makanan diambil dalam bentuk

gas dan cair melalui fotosintesis padat dan cair

Berlangsung selama hidupnya ada Tumbuh dan berkembang dalam

4 di daerah tumbuh tertentu, bentuk masa tertentu.

tubuhnya menyebar dan bercabang,

jumlah bagiannya tak tentu

Pembuahan terjadi di dalam alat Pembuahan terjadi di dalam tubuh

5 perkembang biakan betina. maupun luar tubuh, umummya

Umumnya jumlah anak banyak jumlah anak terbatas dipelihara dan

tidak dipelihara induk dan dilindungi.

dilindungi induk.

PRAKTIKUM

UDARA

A. UDARA

Bumi merupakan bagian dari tata surya. Keunikan bumi ini dibandingkan dengan planet lain dalam

tata surya kita adalah bumi memiliki kehidupan, air, udara dan permukaan yang terus menerus yang

mengalami perubahan. Udara merupakan bagian terluar dari bumi yang memiliki peran sangat penting dalm

kehidupan manusia dibumi. Pada hakekatnya makhluk hidup perluoksigen untuk bernapas. Jumlah oksigen

di udara kurang lebih 20% dari keseluruhan tata surya yang ada. Oleh sebab itu kita harus berhati-hati dalam

memelihara keberadaan udara agar makhluk hidup tidak kesuitan mendapatkan oksigen. Disamping itu udara

yang bergerak memberikan banyak manfaat pada kehidupan manusia.

Penyebab utama dari gerakan udara adalah perbedaan suhu. Perbedaan suhu menyebabkan timbulnya

perbedaan tekanan udara sehingga terjadi gerkan udara dari daerah bertekanan tinggi menuju dareah bertekan

rendah. Gerakan udara pada arah horizontal selalu disebabkan oleh selisih tekanan yang disebut angin. Angin

mempunyai sifat meratakan udara sehingga semakin tinggi selisih tekanan udara udaranya, semakin kuat

juga aliran anginnya. Pemanfaatan udara bergerak dapat banyak digunakan manusia, terutama sebagai

pembangkit tenaga atau sumber energi seperti baling-baling, parasut dan pesawat. Sedangkan dalam

kaitannya dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, udara dapat juga dimanfaatkan untuk

peluncuran roket ruang angkasa yang berguna dalam penyelidikan kehidupan di luar angkasa. Katika bahan

bakar dalam roket dibakar, terbentuklah gas panas. Gas inilah yang akan menyebabkan dorongan yang kuat

sehingga roket terdorong keatas.

B. Kegiatan : Pembakaran memerlukan udara

C. Tujuan : Menjelaskan kegunaan udara

D. Alat dan bahan : 1) Lilin 2 batang yang sama ukurannya

2) Korek api

3) Gelas

4) Stopwatch/jam

E. Cara Kerja

1) Sediakan 2 lilin yang sama ukurannya, berdiameter, Panjang, warna dan bentuknya.

2) Letakkan kedua lilin di atas meja, dan berikanlah jarak antar lilin sekitar 30 cm.

3) Nyalakan kedua lilin tersebut.

4) Tutup salah satu lilin dengan gelas.

5) Bandingkan lama lilin menyala antara kedua lilin tersebut. Amatilah dan catat perubahan yang terjadi
6) Amati dan catatlah waktu antara lilin menyala saat ditutup gelas sampai lilin mati
7) Masukkan data pengamatan pada table yang tersedia
8) Ulangi langkah 6 sampai dengan 8, untuk 5 kali pengamatan.

E. HASIL PENGAMATAN

NO SELANG WAKTU SAMPAI LILIN MATI

1 8, 25 detik
2 6,07 detik
3 6,43 detik
4 5,76 detik
5 5,94 detik

F. PEMBAHASAN
Udara sangat berperan penting dalam pembakaran lilin. Dapat diketahui bahwa pada saat lilin ditutup
gelas, lilin masih menyala karena masih ada udara dalam gelas. Lalu api lilin memanaskan udara dan
kian habis dan akhirnya lilin padam karena kehabisan udara. Sehingga waktunya kian lama semakin
cepat membuat padamnya lilin.

G. KESIMPULAN
Udara sangat berperan penting dalam pembakaran lilin. Hal ini dibuktikan dengan padamnya lilin,
saat lilin ditutup dengan gelas. Peristiwa ini disebabkan karena ketika terjadi pembakaran didalam
gelas, awalnya terjadi pengembangan udara,pada saat yang sama terjadi penguapan uap air dalam
udara. Lilin ditutup dengan gelas akan padam karena kehabisan oksigen.



1. Awan dalam Gelas

Tujuan dari eksperimen ini adalah untuk mengetahui proses kondensasi yang membentuk awan di langit.

Bahan dan alat:

Es batu, air panas, korek api kayu, toples/gelas, dan kantong plastik.

Langkah-langkah Eksperimen:
· Isi toples atau gelas dengan air panas lalu diamkan 1 menit.

· Sisakan seperempat saja dalam wadah tesebut.

· Nyalakan korek api dan cemplungkan ke dalam air.

· Terakhir letakkan es batu yang sudah dibungkus plastic di atas gelas/toples. Proses terbentuknya awan
akan terjadi setelah itu.

2. Eksperimen Membuat Hujan

Setelah mengetahui awan, kini beralih pada hujan.

Bahan dan alat:

Krim cukur (bukan gel atau busa), air, toples, dan pewarna makanan yang dilarutkan dalam air.

Langkah eksperimen:
· Masukkan air ke dalam toples.

· Letakkan krim cukur di atas air yang berperan sebagai awan.

· Masukkan pewarna makanan yang nantinya akan melewati awan-awan. Sembari melakukannya,
jelaskan kepada siswa bagaimana terjadinya hujan.

3. Belajar Berat Jenis (Air dan Garam)

Eksperimen ini akan memudahkanAnda menjelaskan ketika murid penasaran mengapa kapal laut bisa
berjalan di atas air.

Bahan dan alat:

Telur, air, garam dapur, dan gelas.

Langkah eksperimen:
Isi gelas dengan air dan masukkan telur ke dalamnya. Arahkan anak untuk mengamati telur yang
tenggelam. Lalu ambil telurnya, masukkan beberapa sendok garam. Aduklah hingga benar-benar larut.
Masukkan lagi telur kedalam air. Telur menjadi melayang dikarenakan ada dorongan dari massa jenis air
garam. Kemudian masukkan lagi lebih banyak garam hingga telur mengambang ke atas air.

4. Belajar Pembiasan Cahaya dengan Pensil Patah

Ide projek sains ini terbilang paling mudah di antara yang lain. Apabila Anda kesulitan dalam
memberikan pemahaman tentang pembiasan cahaya, maka ajaklah siswa untuk mengamati eksperimen
ini.

Bahan:

Gelas bening, pensil, dan air.

Langkah eksperimen:

· Masukkan air ke dalam gelas bening .

· Masukkan pensil ke dalamnya.

· Mulailah mengamatinya dari samping bersama murid Anda. Terjadi pembiasan cahaya yang
menyebabkan pensil terlihat seakan patah.

5. Pasta Gigi Raksasa

Anda juga dapat memberikan PR kepada anak untuk melakukan eksperimen bersama orang tuanya di
rumah. Membuat pasta gigi raksasa adalah pilihan yang tepat. Selama melakukannya, pastikan memakai
kacamata.

Bahan-bahan:

Deterjen bubuk, ragi, cat air, sabun cuci piring (cair), dan glitter.

Langkah eksperimen:

· Kecuali ragi, campur semua bahan menjadi satu adonan.

· Masukkan ragi setelah campuran langkah pertama merata.

· Bahan-bahan tersebut dengan sendirinya akan menjadi busa pasta yang banyak. Nantinya menjadi pasta
gigi raksasa yang akan membuat anak menjadi excited.

KEGIATAN PRAKTIKUM

1. Judul Percobaan : Sifat Cahaya Merambat Lurus
2. Tujuan Percobaan: Membuktikan Cahaya merambat lurus
3. Alat dan Bahan:

 Lilin
 3 buah karton
 Gunting
4. Teori Dasar
Cahaya merupakan energi yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Baik untuk menerangi
ruangan maupun menjadi sumber keberlangsungan hidup, seperti tanaman yang membutuhkan cahaya
matahari untuk membuat makanan.Berdasarkan sumbernya,
cahaya dibedakan menjadi dua macam, yaitu cahaya yang berasal dari bagian sendiri dan cahaya yang
memancar dari benda akibat pantulan cahaya pada permukaan benda tersebut. Setiap hari kita memang
membutuhkan cahaya, karena kemampuan mata manusia untuk melihat sangat bergantung dengan
adanya cahaya.Sifat cahaya yang merambat lurus akan terjadi jika melewati satu medium perantara.
Contoh sederhananya yaitu ketika menyalakan senter ke depan, maka cahaya akan merambat lurus sesuai
dengan arah yang diinginkan.

4. Langkah Eksperimen :
 Lubangi bagian tengah ketiga karton tersebut.
 Letakkan karton-karton dengan posisi tiga lubang tersebut sejajar dengan cahaya lilin tepat
di belakang lubang.
 Perhatikan apa yang terjadi! Lalu coba menggeser posisi setiap karton sehingga setiap
lubang menjadi tidak sejajar. Perhatikan perbedaannya!
 Hasil Pengamatan: Cahaya lilin selalu merambat lurus, terlihat dari lubang karton yang
diletakkan sejajar.

KEGIATAN PRAKTIKUM

1. Judul Percobaan : Perpindahan kalor secara Konduksi
2. Tujuan Percobaan : Membuktikan perpindahan kalor secara konduksi
3. Alat dan Bahan :

a) Tripot/penyangga 1 buah
b) Kompor spirtus 1 buah
c) Batang besi 1 buah
d) Lilin malam 1 buah

2. Teori Dasar

Kalor adalah salah satu bentuk energi yang dapat berpindah dari satu benda ke benda lainnya karena
adanya perbedaan suhu. Ketika dua benda yang memiliki perbedaan suhu bertemu maka kalor akan mengalir
(berpindah) dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah. Contohn ya ketika kita
mencampurkan air dingin dengan air panas, maka kita akan mendapatkan air hangat. Banyak yang tidak tahu
perbedaan antara suhu dan kalor, Suhu adalah nilai yang terukur pada termometer, sedangkan kalor adalah
energi yang mengalir dari satu benda ke benda lainnya. Adapula ilmuan dari Amerika bernama Benjamin
Thompson mengatakan bahwa kalor bukanlah zat alir, melainkan energi yang terjadi karena adanya proses
mekanik, seperti gesekan.

Perpindahan Kalor Secara Konduksi

Perpindahan Kalor secara konduksi adalah perpindahan kalor melalui suatu zat perantara (logam) tanpa
disertai perpindahan partikel – partikel zat tersebut secara permanen. Contohnya adalah ketika kita
memanaskan salah satu ujung logam, maka ujung logam lainnya akan ikut panas karena terjadi hantaran
kalor dari suhu tinggi ke suhu rendah. Ketika memanaskan salah satu ujung logam, maka partikel yang
terdapat pada ujung logam tersebut akan bergetar dan membuat getaran terjadi pada partikel lain yang
terhubung dengannya. Sehingga seluruh partikel logam tersebut akan bergetar walaupun hanya satu ujung
logam yang dipanaskan, nah hal ini lah yang akan merangsang terjadinya perpindahan kalor.

3. Langkah Eksperimen :
a) Siapkan alat dan bahan.
b) Masukkan batang besi ke dalam lubang penyangga bagian bawah.
c) Letakkan kompor spiritus di bawah ujung batang besi.
d) Dibagian belakangbatang besi letakkan lilin.
e) Hidupkan kompor spiritus dan tunggu beberapa menit.
f) Amati apa yang terjadi pada lilin dan batang besi, buatlah kesimpulan.

KEGIATAN PRAKTIKUM

1. Judul Percobaan : Cara Kerja Paru-Paru
2. Tujuan Percobaan :
 Mempelajari organ – organ penyusun sistem pernapasan pada manusia
 Mempelajari mekanisme pernapasan pada manusia
 Mengamati mekanisme inspirasi dan ekspirasi pada pernapasan manusia
3. Alat dan Bahan :
 Botol plastik bening ukuran besar
 Selang plastik kecil 1 meter
 Balon besar 1 buah
 Balon kecil 2 buah
 Karet gelang 1 buah
 Plastisin secukupnya
 Lem lilin
 Gunting
 Korek api
 Lilin

4. Langkah eksperimen :
 Siapkan 2 buah selang dengan panjang masing – masing 3 cm, kemudian buat salah ujung masing –

masing selang menjadi runcing
 Siapkan 1 buah selang dengan panjang 8 cm
 Rangkai selang 2 buah selang berukuran 3 cm dan 1 buah selang berukuran 8 cm menjadi satu dan

membentuk huruf Y. Untuk menyatukan bagian sambungan gunakan lem lilin (usahakan untuk aliran
udara dalam selang yang membentuk Y tidak tersumbat lem lilin)

 Ambil botol bening, potong bagian bawah botol aqua dengan ukuran kurang lebih setengah botol
menggunakan gunting

 Ambil sebuah balon potong menjadi ¾ bagian, kemudian tutup lubang botol dengan potongan balon
dan ikat menggunakan karet gelang

 Lubangi tutup botol dengan ukuran lubang sebesar diameter selang plastik.
 Ambil balon kecil dan ikat pada selang plastik yang tadi dibentuk huruf Y, masing-masing selang

bentuk Y ikatkan 2 buah balon kecil pada bagian selang potongan pendek. Sekarang bentuknya
menjadi seperti gambar berikut.

 Masukkan selang plastik yang diikat balon ke dalam mulut botol. Kemudian tutup rapat mulut botol.
Gunakan plastisin pada tutup botol di sekitar selang agar tidak ada celah. Sekarang, bentuk
susunannya menjadi seperti berikut.\

 Setelah selesai, tarik balon bagian bawah botol ke bawah. Perhatikan apa yang terjadi dengan balon
yang ada di dalam botol.

 Kemudian lepaskan balon bagian bawah botol ke bawah. Perhatikan apa yang terjadi dengan balon
yang ada di dalam botol.

Pertanyaan dan Pembahasan

Jika memperhatikan model paru-paru yang telah dibuat, bagaimanakah yang menggambarkan
batang tenggorokan, paru – paru, rongga dada dan diafragma?

Lubang selang plastik dapat disamakan dengan batang tenggorokan.

Selang plastik yang ke bawah dapat disamakan dengan rongga dada.
Balon 1 & 2 dapat disamakan dengan paru – paru.

Balon C dapat disamakan dengan diafragma.

Apa yang terjadi pada kedua balon kecil setelah kalian hembuskan nafas melalui sedotan?

Ketika ditiup/ada hembuskan nafas melalui sedotan balon kecil yang ada di dalam aqua menggelembung.

Apa yang terjadi bila balon bagian bawah ditarik kebawah?

Ketika balon bagian bawah ditarik kebawah maka balon yang berada dalam botol menggelembung
karena terisi udara.

Apa yang terjadi bila balon bagian bawah dilepas kembali?

Ketika balon bagian bawah dilepas kembali balon dalam botol mengempis.

Tuliskan secara urut proses pernapasan inspirasi dan ekspirasi?

Pernapasan perut
Inspirasi: otot diafragma berkontraksi sehingga posisinya mendatar → rongga dada membesar → tekanan
udara di paru – paru mengecil → udara luar masuk ke dalam paru – paru
Ekspirasi: otot diafragma relaksasi → rongga dada mengecil → tekanan di paru – paru membesar → udara
keluar

Kesimpulan

Dalam sistem pernapasan manusia, ada proses inspirasi (pengambilan udara/menarik napas) dan ekspirasi
(mengeluarkan udara/menghembuskan napas).

Saat balon ditarik maka balon yang berada dalam botol menggelembung karena terisi udara dari luar.
Kondisi ini terjadi karena tekanan udara di dalam botol berkurang sedangkan tekanan udara di luar botol
(udara bebas) tetap (menjadi lebih besar) sehingga udara di luar botol akan mengalir ke dalam balon dalam
botol yang diumpamakan sebagai paru-paru. Proses yang seperti ini disebut proses inspirasi.

Keadaan balon dalam botol saat membran karet dikembalikan adalah mengempis, hal ini disebabkan karena
tekanan dalam botol lebih besar dan tekanan udara di luar mengecil atau berkurang sehingga udara dalam
balon yang berada dalam botol mengeluarkan udara keluar yang membuatnya mengempis ini disebut
proses ekspirasi.

KEGIATAN PRAKTIKUM
1. Judul Percobaan : Konduktor dan Isolator
2. Tujuan Percobaan :
1) Merancang percobaan untuk menguji apakah suatu benda termasuk
konduktor dan isolator.
2) Melakukan percobaan untuk menyelidiki benda-benda yang dapat
menghantarkan listrik dan yang tidak.
3) Menjelaskan benda-benda berdasarkan kemampuannya untuk
menghantarkan listrik.
3. Alat dan Bahan :
1. penjepit jlemuran berpegas
2. batu baterai ukuran (ukuran besar)
3. lembaran aluminium
4. selotip
5. bola lampu senter
6. penggaris
7. gunting
bahan yang diuji:
1. gelang karet
2. kertas
3. beberapa mata uang.

4. Teori Dasar :
Arus listrik sering berbahaya bagi manusia yang terkenan atau Tersengat listrik. Banyak kejadian
kematian manusia akibat tersengat listrik karena menyentuh bagian dari alat listrik yang mudah
menghantarkan arus listrik. Dalam kehidupan sehari-hari banyak ditemukan berbagai listrik bahan atau
benda yang pemanfaatannya ditentukan berdasarkan sifatnya yang mudah atau sulit menghantarkan listrik.
Hampir semua bagian dari alat-alat elektronik atau perlengkapan listrik yang mudah tersentuh tangan atau
tubuh kita dibuat dari bahanbahan yang tidak atau sulit mengalirkan arus listrik. Misalnya, plastik, karet,
kaca, adalah bahan-bahan yang tidak atau sulit menghantarkan arus listrik. Bahan-bahan ini sering disebut
isolator karena sifatnya yang dapat mengisolasi listrik dari benda-benda lain.

Pada bahan isolator elektronelektron relati stabil, sehingga elektron sulit keluar dari inti atomnya.
Sebaliknya, jika diperlukan media untuk menghantarkan listrik dengan baik dari satu bagian ke bagian lain,
maka yang digunakan adalah bahan-bahan yang mudah menghantarkan arus listrik. Bahan seperti ini disebut
konduktor atau penghantar listrik. Bahan yang termasuk jenis konduktor antara lain, logam seperti tembaga,
alumunium, timah, seng, besi dan lain-lain. Penangkal petir yang terpasang di bangunan yang tinggi terbuat
dari logam tembaga karena tembaga adalah konduktor yang baik. Di dalam bahan konduktor, elektron-
elektron tidak terlalu kuat diikat oleh inti atomnya, sehingga ketika tegangan listrik diberikan pada bahan
konduktor, elektron-elektron mudah lepas dan bergetar, hal ini menyebabkan arus listrik mudah mengalir.

5. Langkah eksperimen :
 Gunting lembaran aluminium berbentuk empat persegi paniang, berukuran 60 cm x 30 cm.
 Lipat lembaran aluminium tersebut pada pertengahan arah membujur sebanyak lima kali untuk

membentuk pita tipis sepanjang 60 cm.
 Potong pita aluminium tersebut pada pertengahannya untuk membuat dua pita masing-masing

sepanjang 30 cm.
 Tempelkan dengan selotip satu ujung dari masing-masing pita. logam pada kutub-kutub batu batere.
 Lilitkan ujung yang bebas dari salah satu pita aluminium sekeliling kaki bola lampu senter.

Kencangkan dengan penjepit jemuran.
 Coba konduktivitas dari bahan percobaan yang disediakan dengan menyentuhkan logarn di ujung

bawah bola Lampu senter pada satu sisi bahan, bersamaan dengan menyentuhkan ujung yang bebas
pita logam dengan sisi lain dari bahan percobaan.

Hasil Pengamatan

Tabel Pengamatan

Bahan Keadaan Lampu
No Konduktor Isolator

Nyala Padam

1 gelang karet

2 Kertas

3 mata uang Logam

Pembahasan :

Hasil: Hanya bahan mata uang yang dapat membuat bola lampu senter menyala.

Mengapa? Rangkaian listrik adalah lintasan tempat elektron bergerak mengalir. Sakelar adalah sebuah
bahan atau alat yang bertinclak sebagai jembatan atau jalan kecil untuk elektron. Pada saat sakelar ditutup,
elektron dapat bergerak bebas melaluinya, tetapi jika sakelar dibuka, elektron berhenti. Bahan yang' diuji
yang memungkinkan elektron mengalir melaluinya, hanyalah yang terbuat dari logam. Menyentuhkan
penjepit kertas pada salah satu sisi dari sepotong logam dan ujung bola lampu pada sisi yang lain,
memungkinkan elektron rriengalir keluar dari kutub negatif batere melalui pita aluminium (konduktor) ke
dalam bola lampu. Elektron melanjutkan perjalanannya dari bola lampu melalui pita aluminium dan kembali

masuk ke kutub positif batere. Selama. tidak terjadi pernutusan pada rangkaian, elektron terus mengalir dan
bola lampu terus menyala.

Untuk mengetahui tingkat penguasaan saudara terhadap kegiatan praktikum
konduktor dan isolator, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.
1. Jelaskan perbedaan antara konduktor dan isolator?
2. Kelompokkanlah benda-benda berikut ini, apakah termasuk konduktor atau
isolator:
a. Peniti; b. Plastik; c. Daun; d. Kaca; e. Kayu; f. Paku; g. Sendok;
h. lidi; i. jarum
3. Mengapa perabot alat rumah tangga misalnya cerek, setrika, panci untuk memasak
selalu ada bahan terbuat dari kayu, plastik, atau kaca?
4. Bahan apa saja yang digunakan untuk membuktikan konduktor dan isolator?
5. Bagaimana cara membuktikan konduktor dan isolator?

KESIMPULAN :
Tidak semua jenis bahan dapat menghantarkan arus listrik dengan baik. Ada Bahan yang dapat
menghantarkan arus listrik dengan baik ada pula bahan yang sangat buruk menghantarkan listrik. Bahan-
bahan yang sangat baik daya hantarnya disebut konduktor sedang yang sangat buruk daya hantarnya
disebut isolator.Sebuah lampu pijar dalam rangkaian listrik hanya menyala ketika rangkaian itu dalam
keadaan tertutup, yang berarti bahwa energi listrik dapat mengalir dari sumber energi (baterai),
meninggalkan baterai pada satu kutub, menuju ke lampu pijat, dan berubah menjadi energi panas dan
cahaya.Hal penting yang perlu diketahui baik baterai maupun lampu pijar mempunyai dua terminal untuk
membentuk hubungan tertutup.Dengan sebuah baterai, sebuah lampu pijar dan satu kabel, para siswa dapat
menguji berbagai susunan dan melihat apakah lampu menyala atau tidak. Terang nyala lampu pijar
tergantung pada tegangan baterai (Beberapa banyak voltase yang disediakan).





Percobaan 1 : Gerak Lurus Beraturan (GLB)
A. Tujuan

Mengetahui gerak lurus beraturan

B. Dasar teori

Gerak lurus beraturan adalah gerak benda titik yang membuat lintasan berbentuk garis lurus dengan
sifat bahwa jarak yang ditempuh tiap satu satuan waktu tetap baik besar maupun arah. Pada gerak lurus
beraturan, rata-rata sama dengan sesaat yang tetap baik besar maupun arah. Dengan perkataan lain:
Kecepatan rata-rata pada gerak lurus beraturan tak tergantung ada interval (jangka) waktu yang dipilih.
Percepatan pada gerak lurus beraturan adalah , sebab tetap, berarti pada gerak lurus berarturan tidak ada
percepatan (Sarojo, 2002 : 37-39).

C. Alat dan Bahan
1. Katrol gantung tunggal
2. Stop watch
3. Penggaris
4. Beban gantung 100gr (2 buah)
5. Statif dan klem
6. Benang kasur
7. Plastisin
8. Beban tambahan

D. Cara Kerja
Isilah lembar kerja sesuai dengan pentunjuk !

1) Rakitlah alat dan bahan.

2) Usahakan agar beban tambahan m tertinggal di ring pembatas bila M1 turun dan M2 naik

3) Tandai ketinggian beban tambahan (m) mula-mula sama tinggi dengan titik A

4) Ukur panjang BC

5) Biarkan sistem bergerak m + M1 turun dan M2 naik. Catat waktu yang diperlukan M1 untuk bergerak dari
B ke C

6) Ulangi percobaan sampai 5 kali dengan jarak BC yang berbeda-beda (tinggi A tetap, B tetap, C berubah)

7) Catat datanya pada tabel di bawah ini

E. Data Hasil Pengamatan
Tabel Pengamatan GLB

F. Pembahasan
Dengan beban yang sama beratnya, semakin dekat jaraknya, semakin cepat pula waktu yang diperlukan

G. Kesimpulan
Gerak lurus beraturan (GLB) adalah gerak suatu benda yang lintasannya berupa garis lurus dengan kecepatan
tetap. Dengan beban yang sama beratnya, makin dekat jaraknya makin cepat pula waktu yang diperlukan.



Percobaan 2: Gaya Berat
1. Alat dan Bahan
a. Karet gelang
b. Penggaris
c. Beban beberapa ukuran
d. Statif
2. Cara kerja
a. Ambil seutas karet gelang, gantungkan salah satu ujungnya pada statif
b. Ukur panjang karet mula -mula
c. Gantungkan pula beban pada ujung karet
d. Ukur panjang karet sekarang
e. Ulangi pengukuran panjang karet setiap mengganti beban yang berbeda
f. Tulislah hasil pengukuran pada tabel

3. Teori dasar
Gaya berat adalah gaya gravitasi yang bekerja pada suatu benda bermasa.Berat benda sangat
dipengaruhi oleh kuat medan grafitasi di mana benda itu berada.

4. Hasil pengamatan

5. Kesimpulan
Dari pengamatan diatas semakin berat berat beban yang diberikan maka gelang karet semakin
panjang



Percobaan 3: Sifat Air

SIFAT AIR
Ada benda yang jika dimasukkan kedalam air, lama kelamaan seolah-olah lenyap. Lenyapnya benda tersebut
karena
Melarut dalam air.
Ada beberapa zat atau bahan yang jika kita campurkan dengan air, zat atau bahan tersebut melarut. Jika zat
terlarut lebih kecil/sedikit dari zat terlarut, maka zat tersebut seolah-olah hilang oleh pelarut . gejala seolah-
olah hilangnya zat terlarut ditunjukkan oleh tidak terlihatnya zat tersebut pada zat pelarut.
Ada peristiwa perarutan zat terlarut oleh zat pelarut kecepatan pelarutannya berbeda-beda. Perbedaan ini
dipengaruhi oleh temperature, jenis zat terlarut, luas permukaan, zat terlarut dan cara melarutkan
(diaduk/tidak).
Dengan pengadukan, bahan lebih cepat larut. Apabila kedalamsuatu larutan terus ditambahkan bahan
terlarut, maka pada suatu ketika akan terjadi bahwa bahan tersebut sudah tidak dapat melarut lagi larutan
demikian dinyatakan sebagai larutan jenuh.

1 Kegiatan : air dapat melarutkan berbagai zat
2 Tujuan : menunjukkan bahwa air dapat melarutkan berbagai zat.
3 Alat / bahan :

Gelas kimia
Garam
Pasir
Gula pasir
Pipa kaca (pengaduk)
Air
4 Cara kerja/ prosedur kegiatan :
a) Isilah gelas kimia dengan air.
b) Masukkan satu sendok garam kedalam , dan aduk sebentar, amati dan catat apa yang terjadi!
c) Buanglah air yang sudah digunakan dan gantilah dengan air yang baru. Masukkan sedikit pasir
kedalamnya dan aduk sebentar . amati dan catat apa yang terjadi!
d) Buang lagi airnya dan gantilah dengan air, yang baru kemudian masukkan satu sendok the gula pasir
kedalamnya dan aduk sebentar. Amati dan catat apa yang terjadi!
e) Masukkan gula dan garam kedalam gelas berisi air, aduk sebentar sampai larut. Kemudian tambahkan
dengan bahan yang sama (gula pasir/gambar) sampai air tersebut tidak mampu lagi melarutkan
semua, bahan yang dimasukkan kedalamnya. Amati apa yang terjadi . catat !
f) Buatlah kesimpulan dari percobaan ini .

5 HASIL PENGAMATAN :

- Ketika garam dimasukkan kedalam air dan diaduk, apakah garam masih tampak ?

- Ketika pasir dimasukkan kedalam air dan diaduk, apakah hasilnya masih tampak ?

- Ketika gula pasir dimasukkan kedalam air dan diaduk, apakah gula pasir masih tampak ?

NO BAHAN Dimasukkan kedalam air dan di aduk
sebentar

1 Garam Larut (tidak tampak)

2 Pasir Tidak larut (masih tampak)

3 Gula pasir Larut (tidak tampak)

4 Larutan garam ditambah Larut sebagian (masih tampak)
terus dengan garam


Click to View FlipBook Version