ii 11 ASAS KEPEMIMPINAN 1. TAQWA. Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa dan taat kepada- Nya. 2. ING NGARSA SUNG TULADA. Memberi suri tauladan di hadapan anak buah. 3. ING MADYA MANGUN KARSA. Ikut bergiat serta menggugah semangat di tengah-tengah anak buah. 4. TUT WURI HANDAYANI. Mempengaruhi dan memberi dorongan dari belakang kepada anak buah. 5. WASPADA PURBA WISESA. Selalu waspada mengawasi, serta sanggup dan memberi koreksi kepada anak buah. 6. AMBEG PARAMA ARTA. Dapat memilih dengan tepat mana yang harus didahulukan. 7. PRASAJA. Tingkah laku yang sederhana dan tidak berlebih- lebihan. 8. SATYA. Sikap loyal yang timbal balik, dari atasan terhadap bawahan dan dari bawahan terhadap atasan dan ke samping. 9. GEMI NASTITI. Kesadaran dan kemampuan untuk membatasi penggunaan dan pengeluaran segala sesuatu kepada yang benar-benar diperlukan. 10. BELAKA. Kemauan, kerelaan dan keberanian untuk mempertanggungjawabkan tindakan-tindakannya. 11. LEGAWA. Kemauan, kerelaan dan keikhlasan untuk pada saatnya menyerahkan tanggung jawab dan kedudukan kepada generasi berikutnya.
i VISI DAN MISI V I S I Menjadikan SMA Plus Efarina sebagai wadah pembentuk tunastunas pemimpin masa depan yang disiplin, tangguh, serta berbudi pekerti luhur. M I S I 1. SMA Plus Efarina yang dikelola dengan sistim yang tepat sehingga dapat mendukung program pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. 2. SMA Plus Efarina dipersiapkan dengan struktur finansial yang mapan untuk mendukung program pengembanganyang berkesinambungan. 3. Menempa insan yang cerdas ulet dan unggul sehingga menghasilkan manusia mampu bersaing di era globalisasi, guna menjalin kerjasama yang bersinergi dengan lembaga pendidikan Indonesia dan mancanegara.
ii ii PANCA DHARMA SISWA 1. Akan senantiasa menjunjung tinggi nilai moral dan tata susila dalam segala tingkah laku dan perbuatan. 2. Akan senantiasa belajar dengan segala kemampuan yang ada secara jujur berdisiplin dan penuh tanggung jawab. 3. Akan senantiasa memelihara mengembangkan, dan mengamalkan ilmu pengetahuan dengan dilandasi semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara. 4. Akan senantiasa memelihara hubungan yang serasi dan harmonis dalam pergaulan. 5. Akan senantiasa menjunjung tinggi citra dan nama baik SMA Plus Efarina dimana saja saya berada.
iii MARS EFARINA Bersatu padu ikut membangun Satukan Cita mari berkarya Benahi diri tuk masa depan Cerdas terampil berbudaya Ku cari dan ku dapat ilmu disana Perguruanku Efarina Ku bangga capai cita-cita Majulah Efarina harapan bangsa Teruslah maju tekadmu satu Sumbangkan darma berpikir maju Tegar tegarlah satria muda Berbudi luhur dan berbudaya Ku cari dan ku dapat ilmu disana Perguruanku Efarina Ku bangga capai cita cita Majulah Efarina harapan bangsa
iv iv HYMNE EFARINA Kami Taruna Taruni Efarina Anak Indonesia Berjiwa Pancasila s'lalu siap sedia Berbakti bagi negara S'lalu bersama satukan cita Belajar dan mandiri Benahi diri raih prestasi Untuk masa depan Reff. Perguruan ku Efarina Majulah dan jayalah Dalam karyamu dan baktimu Untuk pendidikan Berkati Tuhan tanpa henti Berkarya sepanjang masa 2 Kali
v KATA PENGANTAR Assalamu ‘alaikum Wr. Wb. Salam sejahtera bagi kita sekalian. Salam Efarina, Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat dan berkat-Nya sehingga penyempurnaan ketentuan-ketentuan pokok Peraturan Urusan Dinas Dalam (PUDD) SMA Plus Efarina dapat direalisasikan. Dalam menyiapkan pemimpin bangsa berkualitas dan berkarakter yang membentuk tunas-tunas pemimpin masa depan yang disiplin, tangguh, serta berbudi luhur, yang bercirikan kenusantaraan, berwawasan kebangsaan, kejuangan, dan kebudayaan serta memiliki daya saing yang tinggi baik tingkat nasional maupun mancanegara, SMA Plus Efarina siap memedomani PUDD dalam melaksanakan tugasnya. PUDD SMA Plus Efarina berisi tentang ketentuanketentuan pokok tata tertib yang wajib dipedomani oleh setiap warga perguruan SMA Plus Efarina untuk bersikap dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan di SMA Plus Efarina mengedepankan sikap saling asih, asah, dan asuh dengan sistem among sebagai sendinya. Penerapan sistem pendidikan tersebut diharapkan dapat memperkuat pembentukan karakter, membangun jiwa kedisiplinan, menaati semua peraturan, membentuk insan yang cerdas, berakhlak mulia, dan memiliki jiwa integritas yang membanggakan. Selain itu, pengawasan dan pengendalian oleh pamong merupakan upaya penting yang diharapkan dapat menghindarkan para siswa dari tindakan pelanggaran. Karena adanya berbagai perubahan akibat penyesuaian terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi informasi dan komunikasi, serta sosial budaya, kami siap menerima masukan dan saran dari berbagai pihak yang berkepentingan dalam penyempurnaan PUDD ini. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan petunjuk dan bimbingan atas perjuangan dan pengabdian kita dalam rangka mencapai kemajuan dan kejayaan bangsa dan negara. Saribudolok, Juni 2023 Direktur Pendidikan dan Pengasuhan SMA/SMK Plus Efarina, Kolonel (Purn) Muhammad Kamil
SURAT KEPUTUSAN Nomor : Skep / / SMAP-EFARINA / VI / 2023 tentang PENGESAHAN BERLAKUNYA PERATURAN URUSAN DINAS DALAM (PUDD) DI LINGKUNGAN SMA PLUS EFARINA DIREKTUR PENDIDIKAN DAN PENGASUHAN SMA/SMK PLUS EFARINA Menimbang : 1. bahwa SMA Plus Efarina bercirikan kenusantaraan dan berasrama penuh, berdasarkan kepada Tri Pusat Pendidikan yang mengembangkan lingkungan sekolah, lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat di SMA Plus Efarina; 2. bahwa Peraturan Urusan Dinas Dalam (PUDD) merupakan bagian dari pembelajaran dalam pembinaan kehidupan siswa SMA Plus Efarina yang perlu dipahami dan dilaksanakan dalam rangka pembentukan kepribadian siswa sebagai calon pemimpin; dan 3. bahwa dalam penyusunan Peraturan Urusan Dinas Dalam (PUDD) di lingkungan SMA Plus Efarina perlu ditetapkan dengan Surat Keputusan. Mengingat : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2. Akte Notaris Azhar, S:H., Nomor 08 Tahun 2004, tentang Pendirian Yayasan Efarina. 3. Keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor 421.3/52 tentang ljin Operasional SMA Plus Efarina Memperhatikan : 1. Surat Ketua Yayasan Efarina Nomor : Sb/ /IV/2023 tanggal .. April 2023, tentang petunjuk pelaksaan penyusunan buku petunjuk dan pedoman di lingkungan SMA Plus Efarina Tahun 2023; 2. Hasil perumusan Kelompok Kerja Penyusunan Penyusunan Peraturan Urusan Dinas Dalam (PUDD) di lingkungan SMA Plus Efarina.
LAMPIRAN SKEP DIREKTUR PENDIDIKAN DAN PENGASUHAN SMA / SMK PLUS EFARINA NOMOR : SKEP/ /SMAP-EFARINA/SK/VI/2023 TANGGAL : JUNI 2023 MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Memberlakukan Peraturan Urusan Dinas Dalam (PUDD) di lingkungan SMA Plus Efarina seperti yang tercantum dalam lampiran Surat Keputusan ini. KEDUA : Ketentuan lain yang bertentangan dengan materi Peraturan Urusan Dinas Dalam (PUDD) di lingkungan ini dinyatakan tidak berlaku. KETIGA : Apabila ada terjadi kesalahan dalam pembuatan isi Surat Keputusan ini dapat ditinjau dan diperbaharui kembali. Demikian Surat Keputusan ini dikeluarkan dan berlaku sejak tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Saribudolok Pada tanggal Juni 2023 Tembusan Yth. : 1. Bapak Pendiri Yayasan Efarina. 2. Pembina Yayasan Efarina. 3. Ketua Yayasan Efarina. 4. Kepala SMA Plus /SMK Plus Kesehatan Efarina. 5. Kepala tata Usaha SMA Plus Efarina 6. Ketua Komite SMA Plus Efarina. Direktur Pendidikan dan Pengasuhan SMA/SMK Plus Efarina, Kolonel (Purn) Muhammad Kamil - 2 -
3 PERATURAN URUSAN DINAS DALAM (PUDD) DI LINGKUNGAN SMA PLUS EFARINA BAB I PENDAHULUAN Pasal 1 Pengertian dan Definisi Dalam Peraturan Urusan Dinas Dalam SMA Plus Efarina ini yang dimaksud dengan: 1.1 SMA Plus Efarina adalah lembaga pendidikan berasrama penuh yang mengintegrasikan tempat kegiatan pendidikan, tempat tinggal siswa, guru, pengurus dan karyawan beserta keluarganya. 1.2 Peraturan Urusan Dinas Dalam SMA Plus Efarina disingkat PUDD SMA Plus Efarina adalah ketentuan tentang tata tertib yang wajib dipedomani oleh setiap warga SMA Plus Efarina untuk bersikap dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari, dalam rangka mendukung upaya, tindakan, dan kegiatan yang menjamin keberhasilan visi dan misi SMA Plus Efarina. 1.3 Disiplin merupakan ketepatan perilaku dalam melaksanakan peraturan, berfungsi mengembangkan kepribadian dan budaya dengan membiasakan cara berpikir, cara bertindak, maupun cara kerja yang tertib, cepat, dan tepat sehingga menjadi pola sikap dan pola tindak sehari-hari yang harmonis dalam kehidupan SMA Plus Efarina. 1.4 Nilai Kepribadian Siswa adalah nilai-nilai kepemimpinan yang mencerminkan kedisiplinan, karakter, integritas, dan komitmen sesuai dengan visi SMA Plus Efarina yang meliputi wawasan kejuangan, wawasan kebangsaan, dan wawasan kebudayaan. 1.5 Pengurus Sekolah adalah guru/karyawan SMA Plus Efarina yang berwenang dan bertanggung jawab mengatur penyelenggaraan kegiatan operasional pendidikan SMA Plus Efarina, terdiri dari Direktur Pendidikan dan Pengasuhan, Kepala Sekolah, Wakasek bidang pendidikan, kurikulum dan administrasi, Wakasek bidang pengembangan bakat dan kepribadian, Wakasek bidang umum, sarana prasarana, humas dan marketing dan Wakasek bidang pengasuhan, pembinaan fisik dan bela negara. 1.6 Guru tetap adalah merupakan guru yang diangkat oleh penyelenggara pendidikan berdasarkan perjanjian kerja dan telah bertugas paling singkat 2 tahun secara terus menerus dan bertanggung jawab dalam melaksanakan kegiatan pengajaran sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya serta melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar, pelatihan sesuai dengan mata pelajaran kurikulum yang berlaku.
4 1.7 Guru tidak tetap adalah guru luar yang ditunjuk dengan surat keputusan Direktur Pendidikan dan Pengasuhan SMA Plus Efarina bertugas mengajar mata pelajaran tertentu berstatus tidak tetap dan hanya hadir pada saat jadwal jam mengajar yang bersangkutan. 1.8 Karyawan Administrasi adalah karyawan SMA Plus Efarina yang bertugas dan bertanggung jawab melaksanakan kegiatan administrasi dan pelayanan di lingkungan SMA Plus Efarina. 1.9 Wali Graha adalah karyawan SMA Plus Efarina yang bertugas dan bertanggung jawab dalam melaksanakan kegiatan pembinaan, pengasuhan, dan pelatihan khususnya di bidang bela negara dan kepribadian siswa. 1.10 Piket Guru adalah guru yang bertugas menjalankan peran fungsinya di bidang keamanan, operasional pendidikan, pelayanan, dan piket siswa. 1.11 Pejabat SMA Plus Efarina adalah semua personel yang mengawaki organisasi SMA Plus Efarina yang memiliki peran fungsi tugas sebagaimana diatur dalam organisasi SMA Plus Efarina terdiri atas, Direktur Pendidikan dan Pengasuhan, Kepala Sekolah, para Wakasek, para Koordinator dan Penanggung Jawab. 1.12 Siswa adalah anggota SMA Plus Efarina yang menjadi objek dan subjek pendidikan. 1.13 Keluarga adalah anggota SMA Plus Efarina yang terdiri atas istri/suami dan anak para pengurus sekolah serta anggota keluarga lainnya yang bertempat tinggal di dalam lingkungan SMA Plus Efarina. 1.14 Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan. 1.15 Pengajaran (teaching) adalah refleksi sistem kepribadian guru yang bertindak secara profesional. 1.16 Pembelajaran (learning) adalah refleksi sistem kepribadian siswa yang menunjukkan perilaku yang terkait dengan tugas yang diberikan. 1.17 Pembinaan Pengasuhan dan Pelatihan (instruction) adalah sistem sosial tempat berlangsungnya belajar mengajar. 1.18 Upacara Bendera adalah upacara penghormatan terhadap Lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan tujuan untuk menanamkan kesadaran kehidupan berbangsa dan bernegara serta menanamkan disiplin perorangan maupun kelompok.
5 1.19 Jaga Keamanan/Pos Jaga SMA Plus Efarina adalah petugas yang bertanggung jawab dan berkewajiban melaksanakan pengawasan atas kegiatan dan lalu lintas orang, barang dan kendaraan, serta menegakkan ketertiban di dalam lingkungan SMA Plus Efarina. 1.20 Piket Pelayanan/Piket Guru SMA Plus Efarina adalah guru yang diberikan tugas dan tanggung jawab sesuai jadwal untuk melaksanakan dukungan dan pelayanan atas kegiatan operasional pendidikan di SMA Plus Efarina. 1.21 Piket Siswa adalah siswa yang bertanggung jawab dan berkewajiban melaksanakan pengawasan kegiatan siswa, kebersihan dan kerapian serta menegakkan ketertiban di dalam lingkungan SMA Plus Efarina. 1.22 Pengawasan dan Pengendalian adalah salah satu tanggung jawab dan fungsi yang melekat pada seluruh pejabat SMA Plus Efarina dan wajib dilaksanakan untuk mencapai misi perguruan baik sasaran dalam proses pembelajaran maupun pembinaan lembaga. 1.23 Sanksi adalah suatu langkah hukuman yang berupa tindakan disiplin dan atau hukuman disiplin yang dijatuhkan oleh sekolah kepada siswa dan atau karyawan karena telah melakukan pelanggaran. 1.24 Tindakan Disiplin adalah serangkaian tindakan fisik/nonfisik yang bersifat membina, yang dijatuhkan secara langsung kepada anggota organisasi yang tidak mematuhi aturan. 1.25 Hukuman Disiplin adalah serangkaian tindakan berupa keputusan hukum yang bersifat membina, yang dijatuhkan secara langsung kepada anggota organisasi yang tidak mematuhi aturan. 1.26 Fasilitas, sarana, dan prasarana SMA Plus Efarina adalah asset dan alat peralatan yang menunjang terselenggaranya proses pembelajaran di SMA Plus Efarina. Pasal 2 Maksud PUDD SMA Plus Efarina ini merupakan pedoman bagi setiap warga SMA Plus Efarina dalam bersikap, bertindak, dan berperilaku sehari-hari di dalam dan di luar lingkungan SMA Plus Efarina, sehingga tercapai visi dan misi SMA Plus Efarina.
6 Pasal 3 Tujuan PUDD SMA Plus Efarina bertujuan mewujudkan kehidupan SMA Plus Efarina yang berdisiplin dan tercapainya penyelenggaraan fungsi-fungsi SMA Plus Efarina secara berdaya guna dan berhasil guna dalam mewujudkan misi SMA Plus Efarina. Pasal 4 Nilai-Nilai Dasar 4.1 Nilai Aspiratif adalah nilai yang berisikan idealisme dan cita-cita yang digambarkan dalam sosok idaman yang dikejar dan diwujudkan, serta menjadi pedoman arah pendidikan SMA Plus Efarina, dituangkan dalam Panca Dharma Siswa SMA Plus Efarina. 4.2 Nilai Imperatif adalah nilai kehormatan yang menjadi prinsip dasar yang dijunjung tinggi dan ditegakkan untuk membentuk hati nurani dan watak yang luhur, dituangkan dalam Kode Kehormatan Siswa SMA Plus Efarina. 4.3 Nilai Implementatif adalah implementasi nilai aspiratif dan imperatif yang berisikan pedoman bersikap, bertindak, dan berperilaku bagi warga SMA Plus Efarina yang dituangkan dalam Peraturan Urusan Dinas Dalam (PUDD), Peraturan Kehidupan Siswa (Perdupsis), Petunjuk Pelaksanaan, Pedoman dan ketentuan lain yang ditetapkan.
7 BAB II ORGANISASI, PEJABAT, FASILITAS, SARANA PRASARANA, DAN PENGATURANNYA Pasal 5 Organisasi SMA Plus Efarina Organisasi SMA Plus Efarina disusun tersendiri dalam ketetapan Ketua Yayasan Efarina. Pasal 6 Pejabat SMA Plus Efarina 6.1 Direktur Pendidikan dan Pengasuhan SMA/SMK Plus Efarina adalah pejabat tertunggi yang memegang pimpinan dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, pengendalian, pengembangan umum pendidikan dan kegiatan pengasuhan serta bela negara di lingkungan SMA Plus Efarina, dalam melaksanakan tugas dan fungsinya bertanggung jawab kepada Ketua Yayasan Efarina. 6.2 Kepala Sekolah disingkat Kasek adalah pejabat yang memegang pimpinan dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, pengendalian, dan pengembangan umum pendidikan maupun kehidupan di SMA Plus Efarina, dalam melaksanakan tugas dan fungsinya bertanggung jawab kepada Direktur Pendidikan dan Pengasuhan SMA/SMK Plus Efarina. 6.3 Wakil Kepala Sekolah bidang pendidikan, kurikulum, dan administrasi adalah pejabat yang bertugas dan bertanggung jawab dibidang perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, pengendalian, dan pengembangan pendidikan sesuai dengan kurikulum pendidikan nasional dan mengkoordinasikan operasionalisasi kurikulum khusus SMA Plus Efarina, serta administrasi sekolah dalam melaksanakan tugas dan fungsinya bertanggung jawab kepada Kepala Sekolah. 6.4 Wakil Kepala Sekolah bidang pengembangan bakat dan kepribadian adalah pejabat yang bertugas dan bertanggung jawab dibidang perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, pengendalian, dan pengembangan pembinaan siswa pada kegiatan OSIS/Perwakilan Kelas, ekstrakurikuler, kurikulum khusus, dalam melaksanakan tugas dan fungsinya bertanggung jawab kepada Kepala Sekolah. 6.5 Wakil Kepala sekolah bidang umum, sarana dan prasarana, humas dan marketing adalah pejabat yang bertugas dan bertanggung jawab di bidang perencanaan dan pelaksanaan sarana dan prasarna, inventaris, asset, kendaraan, kebersihan dan pertamanan, publikasi, dokumentasi, sejarah, informasi, hubungan dengan masyarakat, instansi, orang tua siswa dan alumni, dalam melaksanakan tugas dan fungsinya bertanggung jawab kepada Direktur Pendidikan dan Pengasuhan SMA/SMK Plus Efarina.
8 6.6 Wakil Kepala Sekolah bidang pengasuhan, pembinaan fisik dan bela negara adalah pejabat yang bertugas dan bertanggung jawab dibidang perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, pengendalian, dan penegakkan disiplin siswa serta dalam pembinaan fisik dan pengasuhan siswa serta bela negara, dalam melaksanakan tugas dan fungsinya bertanggung jawab kepada Direktur Pendidikan dan Pengasuhan SMA/SMK Plus Efarina. 6.7 Wali Kelas atau Pembimbing Akademik adalah guru tetap yang bertugas dan bertanggung jawab melaksanakan kegiatan pembelajaran, memantau, dan mengendalikan perkembangan akademik pada satu rombongan belajar tertentu, dalam melaksanakan tugas dan fungsinya bertanggung jawab kepada Kepala Sekolah. 6.8 Wali Graha adalah karyawan yang bertugas dan bertanggung jawab dalam meningkatkan kualitas kepemimpinan, kepelatihan siswa, dan penilaian kepribadian siswa, dalam melaksanakan tugas dan fungsinya bertanggung jawab kepada Wakil Kepala Sekolah bidang pengasuhan, pembinaan fisik dan bela negara. 6.9 Pembina Harian OSIS adalah guru tetap yang ditunjuk untuk melaksanakan pembinaan OSIS dan bertanggung jawab kepada Wakil Kepala Sekolah bidang pengembangan bakat dan kepribadian selaku Pembina Harian OSIS dan MPK. 6.10 Ketua OSIS adalah siswa yang bertugas dan bertanggung jawab sebagai pimpinan OSIS. 6.11 Ketua Majelis Perwakilan Kelas adalah siswa yang bertugas sebagai pimpinan dan mengkoordinasikan Perwakilan Kelas dalam pengawasan kerja OSIS serta menampung aspirasi siswa. 6.12 Ketua Kelas adalah siswa yang bertugas memimpin kelas dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran kelas sehari-hari. 6.13 Komandan Resimen Korps Taruna adalah siswa yang bertugas memimpin Resimen Korps Taruna dan mengendalikan pelaksanaan kehidupan siswa di graha. 6.14 Ketua Lembaga Musyawarah Korps Taruna adalah siswa yang bertugas sebagai pimpinan dan mengkoordinasikan Perwakilan Taruna dalam pengawasan kerja Resimen Korps Taruna dan menampung aspirasi taruna.
9 Pasal 7 Fasilitas, Sarana Prasarana, dan Pengaturannya 7.1 Fasilitas, sarana, dan prasarana pendidikan yang ada di SMA Plus Efarina terdiri atas: 7.1.1 Ruang Kelas, Laboratorium, dan Perpustakaan. 7.1.2 Kantor Guru/karyawan . 7.1.3 Alat Peralatan dan Alat Instruksi. 7.1.4 Gedung Olahraga dan Lapangan Olahraga. 7.1.5 Tempat Tinggal dan Graha. 7.1.6 Gedung Serba Guna. 7.1.7 Kolam Renang. 7.1.8 Fasilitas pendukung lainnya. 7.2 Pengaturan fasilitas, sarana, dan prasarana SMA Plus Efarina dimaksudkan untuk: 7.2.1. Mengoptimalisasikan daya guna dan hasil guna sesuai dengan tujuan dan fungsinya. 7.2.2 Memenuhi syarat standar mutu dan keamanan. 7.2.3. Memenuhi keserasian pengaturan sarana dan prasarana sesuai fungsi. 7.2.4. Memudahkan pengawasan, pemeriksaan, dan pengendalian. 7.3 Pengaturan bangunan atau fasilitas ditetapkan oleh Ketua Yayasan Efarina, siswa SMA Plus Efarina tidak diperkenankan mengubah, menambah, atau mengurangi bangunan dan fasilitas yang terpasang tanpa seizin Ketua Yayasan Efarina. 7.4 Barang inventaris di kelas, graha, dan milik SMA Plus Efarina lainnya diberi nomor registrasi dan dicatat dalam buku/sistim inventaris SMA Plus Efarina.
10 BAB III KEMASYARAKATAN DI LINGKUNGAN SMA PLUS EFARINA Pasal 8 Umum 8.1 Warga SMA Plus Efarina adalah masyarakat SMA Plus Efarina dan juga bagian dari masyarakat sekitarnya. Aktivitas warga yang bersifat publik berpedoman pada peraturan pemerintah serta menghormati adat istiadat setempat. 8.2 SMA Plus Efarina berkedudukan di Jl. Nawar Targer No.1, Saribudolok, Kec. Silimakuta, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Kode Pos-21167. Pasal 9 Kegiatan Kemasyarakatan 9.1 Kegiatan Ekstern. 9.1.1 Setiap warga SMA Plus Efarina wajib menaati ketentuan perundangundangan dan peraturan yang berlaku, serta menghormati norma-norma yang ada di masyarakat setempat. 9.1.2 Mengadakan komunikasi sosial dengan masyarakat sekitar SMA Plus Efarina dengan kegiatan seperti kegiatan amal, bakti sosial, perhelatan, penanggulangan musibah, dan kegiatan kemasyarakatan lainnya. 9.2 Kegiatan Intern. 9.2.1 Menumbuhkembangkan aktivitas kegotongroyongan antar sesama warga. 9.2.2 Memupuk kebersamaan dan kekeluargaan dalam kegiatan kemasyarakatan.
11 BAB IV KETERTIBAN ANGGOTA DI LINGKUNGAN SMA PLUS EFARINA Pasal 10 Umum Segenap kegiatan operasional pendidikan di SMA Plus Efarina merupakan upaya untuk mewujudkan misi SMA Plus Efarina dan upaya itu memerlukan dukungan lingkungan belajar dan kerja yang kondusif yaitu lingkungan berdisiplin, menumbuhkan motivasi, dan semangat yang kuat serta suasana kerja sama yang erat. Dukungan setiap warga menjadi keharusan dan menjadi bagian yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan, pemeliharaan, dan penegakan tata tertib dalam setiap gerak, langkah dan kegiatan SMA Plus Efarina. Pasal 11 Ketertiban Siswa 11.1 Ketertiban pelaksanaan kegiatan. 11.1.1 Ketertiban siswa berpedoman pada Kurikulum Kemdikbud dan Kurikulum Khusus SMA Plus Efarina, disiapkan dengan perencanaan yang teliti serta wajib dilaksanakan. 11.1.2 Ketertiban siswa dilaksanakan pada kegiatan sehari-hari meliputi: a. Bangun Pagi. b. Ibadah Mandiri. c. Olahraga Pagi. d. Pembersihan e. Makan Pagi. f. Apel Pagi. g. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Pagi. h. Apel Siang i. Makan Siang. j. Istirahat Siang. k. Kegiatan KBM Sore/Ekstrakurikuler/Pengasuhan. l. Pembersihan m. Makan Malam. n. Belajar Wajib Mandiri. o. Apel Malam. p. Istirahat Malam.
12 11.1.3 Siswa wajib mengikuti seluruh program pendidikan dan kegiatan, termasuk kegiatan kurikulum khusus sesuai ketentuan. 11.1.4 Pengecualian tidak mengikuti kegiatan, akan diatur tersendiri dalam petunjuk pelaksanaan izin dan cuti bagi siswa. 11.2 Ketertiban sikap dan perilaku siswa. Ketertiban sikap dan perilaku siswa sehari-hari baik di dalam maupun di luar SMA Plus Efarina dalam kegiatan harian, tata krama pergaulan, berpakaian, makan, berkendara, bertamu, dan tata tertib lainnya diatur dalam Perdupsis. 11.3 Perizinan selama jam pelajaran. 11.3.1 Siswa yang akan meninggalkan kelas untuk melaksanakan kegiatan lain di dalam lingkungan SMA Plus Efarina, wajib menyerahkan surat izin yang sudah ditandatangani oleh Kepala Sekolah kepada guru pengajar di kelas. 11.3.2 Siswa yang akan meninggalkan SMA Plus Efarina pada jam pelajaran, harus mendapat izin Direktur Pendidikan dan Pengasuhan SMA/SMK Plus Efarina. 11.4 Perizinan diluar jam kerja atau pelajaran. 11.4.1 Siswa yang akan meninggalkan SMA Plus Efarina di luar jam pelajaran diwajibkan mengisi formulir izin diketahui Wali Graha, Wali Kelas dan Kepala Sekolah. 11.4.2 Dalam keadaan khusus untuk keperluan tertentu dan siswa sampai bermalam di luar SMA Plus Efarina, harus ada surat permohonan dari orang tua siswa dilampiri bukti alasan izin untuk meninggalkan SMA Plus Efarina dan diwajibkan mengisi formulir izin diketahui secara berjenjang oleh Wali Graha, Wali Kelas dan Kepala Sekolah serta Direktur Pendidikan dan Pengasuhan SMA/SMK Plus Efarina. 11.4.3 Setiap siswa yang meninggalkan dan masuk kembali SMA Plus Efarina wajib menunjukkan surat izin kepada Petugas Jaga Keamanan di Pos Keamanan. 11.4.4 Bagi siswa yang statusnya sedang menjalani hukuman dilarang keluar SMA Plus Efarina, kecuali ada hal-hal khusus yang dapat diizinkan oleh Direktur Pendidikan dan Pengasuhan SMA/SMK Plus Efarina. . 11.5 Kembali ke SMA Plus Efarina setelah selesai melaksanakan izin.
13 11.5.1 Siswa selesai melaksanakan perizinan selama jam kerja atau pelajaran segera kembali ke SMA Plus Efarina lapor kepada Piket Guru, Wali Kelas, dan mengikuti kegiatan sesuai jadwal yang telah ditentukan. 11.5.2 Siswa selesai melaksanakan perizinan di luar jam kerja atau pelajaran setelah kembali ke SMA Plus Efarina lapor kepada wali graha dan Petugas Jaga Keamanan di Pos Pam selanjutnya mengikuti kegiatan yang telah ditentukan. 11.6 Seluruh perizinan siswa jalan diketahui dan di tanda tangani oleh Direktur Pendidikan dan Pengasuhan SMA/SMK Plus Efarina. 11.7 Siswa yang dalam waktu 30 hari berturut-turut dalam satu semester atau 45 hari tidak berturut-turut dalam satu semester atau 60 hari tidak berturut-turut dalam satu tahun pelajaran tidak bisa mengikuti kegiatan pendidikan di SMA Plus Efarina, dikembalikan kepada orang tua kecuali siswa yang sedang melaksanakan dinas luar mewakili SMA Plus Efarina. Pasal 12 Ketertiban Guru/Karyawan 12.1 Ketertiban dan keteladanan Guru/Karyawan. 12.1.1 Upaya mengaktualisasikan potensi siswa secara optimal, diperlukan dukungan lingkungan yang memberikan keteladanan. Para guru/karyawan menjadi tokoh utama dan idola siswa dalam keteladanan sehingga wajib melaksanakan tugas sehari-hari secara tertib dan tepat waktu. 12.1.2 Guru/Karyawan wajib mengayomi siswa agar siswa merasa aman dan terlindungi, karena itu Guru/Karyawan harus menjalin komunikasi kekeluargaan yang harmonis kepada siswa seperti orang tua dengan anaknya. 12.1.3 Pengurus sekolah dan guru yang bertempat tinggal di mess dinas SMA Plus Efarina dan bertanggung jawab atas kebersihan dan perawatan rumah dinas tanpa mengubah bentuk bangunan. 12.2 Ketertiban selama jam kerja. 12.2.1 Jam kerja SMA Plus Efarina mulai pukul 07.30 WIB ditandai dengan bunyi terompet apel pagi s.d. 16.00 WIB setiap harinya, untuk kegiatan sore dan malam hari sesuai dengan jadwal yang berlaku. Terompet kegiatan tidak dibunyikan apabila jam pelajaran belum berakhir. 12.2.2 Pakaian seragam dan perlengkapan perorangan wajib dipakai setiap hari sesuai ketentuan yang berlaku.
14 12.2.4 Pengurus sekolah dan guru SMA Plus Efarina selama jam kerja wajib berada di kantor baik ada jadwal mengajar maupun tidak. 12.3 Ketertiban di luar jam kerja. 12.3.1 Pengurus Sekolah dan guru melaksanakan kegiatan keseharian di bidang pengasuhan dan kepribadian siswa, melaksanakan bimbingan akademik tambahan dan khusus, serta melaksanakan tugas piket sesuai jadwal yang ditentukan maupun tugas-tugas khusus lain. 12.3.2 Penggunaan pakaian dan perlengkapan disesuaikan dengan tuntutan kegiatan dan memperhatikan kepatutan, keserasian, dan kesopanan. 12.4 Perizinan selama jam kerja. Guru/Karyawan yang akan meninggalkan SMA Plus Efarina pada jam kerja, wajib lapor dan meminta izin kepada Direktur Pendidikan dan Pengasuhan SMA/SMK Plus Efarina. 12.5 Perizinan di luar jam kerja/pelajaran. Guru/Karyawan yang akan meninggalkan SMA Plus Efarina untuk keperluan kegiatan keseharian, memberitahukan tujuannya kepada Petugas Jaga Keamanan pada waktu melalui pintu keluar. Untuk keperluan dengan jangka waktu lebih dari 1 hari, harus mendapat izin Direktur Pendidikan dan Pengasuhan SMA/SMK Plus Efarina. 12.6 Meninggalkan SMA Plus Efarina dengan menggunakan kendaraan dinas. 12.6.1 Untuk kegiatan dinas ke luar SMA Plus Efarina dengan dukungan kendaraan dinas, harus dengan persetujuan Direktur Pendidikan dan Pengasuhan SMA/SMK Plus Efarina dengan pengajuan melalui buku rapor. 12.6.2 Penggunaan kendaraan dinas untuk keperluan pribadi dapat diberikan atas izin Direktur Pendidikan dan Pengasuhan SMA/SMK Plus Efarina atau pejabat yang ditunjuk. 12.6.3 Semua kendaraan non dinas milik penghuni kompleks SMA Plus Efarina wajib memiliki tanda pengenal yang ditentukan oleh Yayasan Efarina. 12.7 Kembali dari melaksanakan izin. Guru/Karyawan setelah selesai melaksanakan izin segera kembali ke SMA Plus Efarina baik pada jam kerja maupun di luar jam kerja, dengan memberitahukan surat izin kepada Petugas Jaga Keamanan di Pos Pam dan lapor kepada atasan langsungnya.
15 Pasal 13 Ketertiban Lingkungan SMA Plus Efarina 13.1 Semua alat peralatan dan material yang berada di dalam SMA Plus Efarina menjadi tanggung jawab anggota masing-masing bagian sesuai dengan jabatannya. 13.2 Pemeliharaan dilakukan secara berkala, baik perorangan maupun unit kerja. 13.3 Kerusakan atas barang atau bagian alat peralatan tertentu, wajib segera dilaporkan ke bagian sarana dan prasarana atau bagian yang terkait. 13.4 Dalam membantu program Keamanan, Kebersihan, Ketertiban, Keindahan, Kekeluargaan, Kesehatan, dan Kerindangan (7K), warga SMA Plus Efarina wajib menanam pohon hias sebagai tanaman tambahan dengan memperhatikan estetika dan keserasian lingkungan. 13.5 Pemeliharaan tanaman di dalam SMA Plus Efarina menjadi tanggung jawab bersama warga SMA Plus Efarina dengan pembagian sektor tanggung jawab, sebagai berikut: 13.5.1 Sektor tanaman di sekitar kelas menjadi tanggung jawab siswa dan guru/karyawan sesuai dengan subsektor yang telah ditentukan. 13.5.2 Sektor tanaman di graha dipelihara dan menjadi tanggung jawab siswa sevagai penghuni Graha. 13.5.3 Sektor tanaman di lingkungan publik menjadi tanggung jawab Wakil Kepala sekolah bidang umum, sarana dan prasarana, humas dan marketing dengan partisipasi seluruh warga SMA Plus Efarina. 13.6 Semua hasil tanaman di lingkungan publik Kampus SMA Plus Efarina menjadi milik SMA Plus Efarina untuk dinikmati bersama yang diatur oleh sekolah. 13.7 Setiap warga SMA Plus Efarina wajib membuang sampah di tempat yang telah ditentukan. 13.8 Setiap warga SMA Plus Efarina wajib memelihara kebersihan dan kesehatan lingkungan di sekitar tempat tinggal dan tempat kerja. 13.9 Kegiatan pemeliharaan kebersihan lingkungan SMA Plus Efarina oleh siswa dan guru/karyawan diselenggarakan terkoordinasi dan terpadu melalui program sekolah.
16 Pasal 14 Tamu SMA Plus Efarina 14.1 Pengelompokan Tamu SMA Plus Efarina. 14.1.1 Tamu VVIP, tamu VIP, dan tamu dinas biasa. 14.1.2 Tamu guru/karyawan dan keluarga. 14.1.3 Tamu keluarga siswa. 14.2 Tamu VVIP. Tamu VVIP adalah tamu kehormatan SMA Plus Efarina yang berkunjung atas permintaan Yayasan untuk bertindak selaku pejabat Inspektur Upacara, Jumpa Tokoh Nasional, atau kunjungan resmi pejabat nasional. Tata cara penjemputan dan penerimaan tamu VVIP diatur dalam petunjuk tersendiri. 14.3 Tamu VIP. Tamu VIP adalah tamu yang diundang berkunjung ke SMA Plus Efarina untuk berbagai keperluan seperti undangan menghadiri kegiatan upacara dan atau acaraacara tertentu. Pada saat kedatangan, tamu diantar oleh Petugas Jaga Keamanan di Pos Pam dan diarahkan ke Graha Tamu untuk diterima oleh Pengurus Sekolah/Pejabat yang ditunjuk. 14.4 Tamu Dinas Biasa. 14.4.1 Tamu yang berkunjung untuk kepentingan dinas dan berkaitan dengan pejabat atau fungsi SMA Plus Efarina. 14.4.2 Tamu melaporkan diri kepada Petugas Jaga Keamanan di Pos Pam dan menyerahkan identitas dan menerima kartu tamu. 14.4.3 Petugas melaporkan kepada pejabat yang akan menerima, selanjutnya tamu diterima oleh pejabat yang dituju. 14.4.4 Tamu dinas diterima di ruang tunggu guru atau di Graha Tamu. 14.4.5 Selesai berkunjung, tamu melapor pada Petugas Jaga Keamanan di Pos Pam, mengembalikan kartu tamu dan mengambil kartu identitasnya. 14.5 Tamu guru/karyawan dan Keluarga. 14.5.1 Tamu guru/karyawan dan keluarga adalah tamu yang berkunjung untuk menemui warga SMA Plus Efarina yaitu guru/karyawan dan keluarganya untuk urusan yang bersifat pribadi dan tidak berkaitan dengan fungsi sekolah atau fungsi jabatan.
17 14.5.2 Dalam jam dinas, tata cara berkunjung sesuai pasal 14.4 di atas. 14.5.3 Di luar jam dinas, tamu mendaftar kepada Petugas Jaga Keamanan di Pos Pam, kemudian diarahkan ke ruang tunggu. 14.5.4 Tamu yang akan bermalam dilaporkan oleh Kepala Keluarga penerima tamu kepada Direktur Pendidikan dan Pengasuhan SMA/SMK Plus Efarina dan mengisi blangko daftar tamu menginap. 14.6 Tamu Keluarga Siswa. 14.6.1 Tamu keluarga siswa SMA Plus Efarina adalah tamu yang berkunjung untuk menemui siswa SMA Plus Efarina. 14.6.2 Waktu berkunjung kepada keluarga siswa adalah hari Minggu atau hari libur sekolah. a. Pagi mulai pukul 09.00 WIB s.d. 13.00 WIB. b. Sore mulai pukul 14.00 WIB s.d. 17.00 WIB. 14.6.3 Proses menerima tamu berpedoman sesuai pasal 14.4 di atas dan siswa yang bersangkutan dipanggil oleh Guru/karyawan Piket Siswa. 14.6.4 Siswa menerima tamu di Cafe atau Graha Tamu SMA Plus Efarina, tamu dilarang masuk ke dalam Graha siswa. 14.6.5 Parkir kendaraan tamu, di tempat parkir yang telah ditentukan dan dilarang parkir di luar ketentuan tersebut. 14.6.6 Tata cara siswa menerima tamu diatur dalam Perdupsis. 14.6.7 Dalam keadaan tertentu, siswa dapat menemui tamu atas izin Direktur Pendidikan dan Pengasuhan SMA/SMK Plus EfarinaSekolah dan wajib lapor kepada Petugas jaga pos. Pasal 15 Apel 15.1 Macam apel. 15.1.1 Apel Harian. 15.1.2 Apel Gabungan. 15.1.3 Apel Luar Biasa. 15.2 Penyelenggaraan apel SMA Plus Efarina.
18 15.2.1 SMA Plus Efarina menyelenggarakan apel secara teratur setiap hari kerja. 15.2.2 Apel Harian bagi para guru/karyawan dan para siswa dilakukan terpisah. 15.2.3 Apel dilaksanakan dengan tertib. Menjelang apel diberikan bunyi terompet atau dengan cara pemberitahuan lain sebagai tanda bahwa waktu apel telah tiba. 15.3 Apel Harian. 15.3.1 Apel Harian Guru/Karyawan adalah apel pagi dan apel siang dan wajib bagi semua guru/karyawan kecuali yang sedang berdinas. 15.3.2 Waktu apel pagi pada hari Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, dan Sabtu pukul 07.30 WIB sedangkan apel siang pada hari Senin s.d Sabtu pukul 16.00 WIB. 15.3.3 Pelaksanaan apel dalam hubungan unit kerja. 15.3.4 Pejabat yang mengambil apel adalah pengurus SMA Plus Efarina atau Wakasek/Koordinator yang sesuai jadwal ditunjuk secara bergiliran. 15.4 Apel Harian Siswa. 15.4.1 Apel harian siswa adalah apel pagi, apel siang/apel sore, dan apel malam yang wajib diikuti oleh seluruh siswa. 15.4.2 Waktu apel pagi pada hari Selasa s.d Sabtu pukul 07.15 WIB sedangkan apel siang pada hari Senin s.d Kamis dan Sabtu pukul 13.30 WIB dan hari Jumat pukul 12.15 WIB, sedangkan apel malam pukul 21.00 WIB. 15.4.3 Pelaksanaan apel dalam hubungan angkatan. 15.4.4 Pemimpin yang mengambil apel harian adalah pejabat yang ditunjuk secara bergiliran yang diatur oleh Direktur Pendidikan dan Pengasuhan SMA/SMK Plus Efarina. 15.4.5 Apel Olahraga Pagi dilaksanakan pukul 05.30 WIB di bawah pengawasan Wali Graha dibantu Piket Siswa untuk pengecekan kehadiran siswa. 15.4.6 Apel pagi, apel siang dan apel malam dilaksanakan di bawah pengawasan Wali Graha. 15.4.7 Apel pagi dapat dilaksanakan sewaktu-waktu di graha dipimpin oleh masing- masing Wali Graha dalam rangka pengecekan tata tertib di Graha.
19 15.4.8 Tata cara apel siswa diatur lebih lanjut dalam Petunjuk Pelaksanaan Apel yang dikeluarkan oleh Sekolah. 15.4.9 Pada hari selasa s.d. sabtu pukul 07.30 WIB siswa wajib menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan menghadap ke arah di gedung Simalungun. 15.5 Apel Gabungan. 15.5.1 Apel Korps Siswa adalah apel yang diikuti seluruh siswa yang dilaksanakan pada setiap hari Sabtu, dipimpin oleh OsSIS atau Resimen Korps Taruna yang ditunjuk oleh Direktur Pendidikan dan Pengasuhan SMA/SMK Plus Efarina. Pejabat pengambil apel adalah Komandan Resimen/Ketua OSIS/Pejabat yang ditunjuk secara bergiliran. 15.5.2 Apel gabungan adalah apel yang diikuti seluruh warga SMA Plus Efarina yang dilaksanakan pada setiap hari Senin, pejabat yang mengambil apel adalah Direktur Pendidikan dan Pengasuhan SMA/SMK Plus Efarina. 15.6 Apel Luar Biasa. Apel Luar Biasa adalah apel khusus yang wajib diikuti warga SMA Plus Efarina, dilaksanakan sewaktu-waktu atas instruksi Direktur Pendidikan dan Pengasuhan SMA/SMK Plus Efarina karena adanya keperluan dan kondisi tertentu. Pasal 16 Upacara Bendera dan Penghormatan Bendera 16.1 Upacara Bendera dilakukan dalam rangka pembinaan kehidupan berbangsa dan bernegara serta melatih kedisiplinan baik pribadi maupun kelompok dan seluruh guur/karyawan dan Siswa wajib mengikutinya. 16.2 Upacara Bendera. 16.2.1 Pengibaran dan Penurunan Bendera. 16.2.2 Upacara Bendera Hari Senin pada setiap Minggu Pertama. 16.2.3 Upacara Bendera Peringatan Hari Besar Nasional. 16.3 Tata cara pelaksanaan Upacara Bendera diatur dalam Petunjuk Pelaksanaan tata upaca bendera.
20 16.4 Pengibaran dan Penurunan Bendera. 16.4.1 Pengibaran dan Penurunan Bendera dilaksanakan setiap hari. Pengibaran Bendera dilaksanakan setiap pukul 06.00 WIB dan Penurunan Bendera setiap pukul 18.00 WIB dengan tata cara pelaksanaan yang diatur sesuai dengan ketentuan sekolah. 16.4.2 Pengibaran dan Penurunan Bendera dilaksanakan oleh siswa secara bergilir dan diawasi oleh Piket Siswa. Pada waktu siswa cuti, Pengibaran dan Penurunan Bendera dilaksanakan oleh Petugas Jaga Keamanan sekolah. 16.4.3 Tata cara pelaksanaan Pengibaran dan Penurunan Bendera diatur dalam ketentuan tersendiri. 16.5 Penghormatan Bendera. 16.5.1 Pada saat Upacara Bendera, seluruh peserta upacara wajib melakukan Penghormatan Bendera. 16.5.2 Pada saat Pengibaran/Penurunan Bendera: a. Warga SMA Plus Efarina yang berada di sekitar lapangan bendera wajib berhenti, mengambil sikap sempurna menghadap penuh ke bendera dan melakukan penghormatan. b. Bila berada di dalam ruangan, cukup dengan sikap sempurna atau duduk siap, disesuaikan dengan kondisi ruangan. c. Warga SMA Plus Efarina yang berada di lingkungan kampus SMA Plus Efarina, yang sedang berjalan atau berkendara atau dalam kegiatan tertentu, segera berhenti dan mengambil sikap sempurna. 16.5.3 Warga SMA Plus Efarina yang akan masuk/keluar ruangan yang didalamnya terpasang Bendera Merah Putih, wajib melakukan penghormatan dengan cara berdiri dengan sikap sempurna menghadap bendera, kemudian melakukan penghormatan. 16.5.4 Selama Pengibaran dan Penurunan Bendera sedang berlangsung, jalan masuk dan keluar SMA Plus Efarina ditutup sementara. 16.5.5 Penghormatan Bendera berpedoman pada Petunjuk Pelaksanaan Tata Upacara Bendera. 16.6 Warga SMA Plus Efarina wajib mengibarkan Bendera Merah Putih pada Hari Besar Nasional di setiap dinasnya mulai pukul 06.00 s.d. 18.00 WIB.
21 BAB V ORGANISASI PIKET DAN JAGA Pasal 17 Umum 17.1 Organisasi Piket SMA Plus Efarina disusun dalam struktur Petugas Piket untuk melaksanakan pengawasan dan pengendalian terhadap ketertiban, keamanan, dan pelaksanaan kegiatan sehari-hari SMA Plus Efarina. 17.2 Tugas Piket juga melibatkan siswa SMA Plus Efarina yang berfungsi untuk menumbuhkembangkan kepemimpinan siswa. Pasal 18 Petugas Piket 18.1 Petugas Piket terdiri atas piket Jaga Keamanan, Piket Operasional Pendidikan, dan dibantu Piket Siswa. 18.2 Jaga Keamanan. 18.2.1 Jaga Keamanan SMA Plus Efarina dilaksanakan oleh petugas outsourcing secara bergantian. 18.2.2 Organisasi dan Tata Kerja jaga kemanan SMA Plus Efarina diatur dalam ketentuan tersendiri. 18.2.3 Pengaturan Petugas Jaga Keamanan SMA Plus Efarina diatur oleh pihak outsourcing. 18.3 Piket Operasional Pendidikan. 18.3.1 Piket Operasional Pendidikan SMA Plus Efarina dilaksanakan oleh guru secara bergantian terdiri atas Piket Tatap Muka, Piket Tutorial, Piket Ekstrakurikuler, dan Piket Harian Guru. 18.3.2 Piket Operasional Pendidikan SMA Plus Efarina diatur oleh Wakasek bidang pendidikan, kurikulum dan administrasi dengan organisasi dan tata kerja yang diatur dalam ketentuan tersendiri. 18.3.3 Piket Tatap Muka adalah guru yang bertugas selama proses pembelajaran. 18.3.4 Piket Tutorial adalah guru yang bertugas selama proses belajar mandiri.
22 18.3.5 Piket Ekstrakurikuler adalah guru yang bertugas selama proses pelatihan ekstrakurikuler. 18.3.6 Piket Harian guru adalah guru yang bertugas mengendalikan kegiatan keseharian siswa. 18.4 Piket Harian Siswa. 18.5.1 Piket Harian Siswa dilaksanakan oleh siswa SMA Plus Efarina secara bergantian. 18.5.2 Organisasi dan tata kerja Piket Harian Siswa SMA Plus Efarina diatur dalam ketentuan tersendiri. 18.5.3 Pengaturan petugas Piket Harian Siswa SMA Plus Efarina diatur oleh Wakil Kepala Sekolah bidang pengasuhan, pembinaan fisik dan bela negara. Pasal 19 Susunan Piket 19.1 Macam Piket. 19.1.1 Piket Jaga Keamanan. 19.1.2 Piket Operasional Pendidikan. 19.1.3 Piket Harian Siswa. 19.2 Susunan Jaga Keamanan dan Piket Pelayanan. 19.2.1 Pengawas Umum. 19.2.2 Jaga Keamanan. 19.3 Susunan Piket Operasional Pendidikan. 19.3.1 Piket Tatap Muka. 19.3.2 Piket Tutorial. 19.3.3 Piket Harian. 19.4 Susunan Piket Harian Siswa. 19.4.1 Piket Harian Siswa. 19.4.2 Ketua Kelas.
23 19.5 Ketentuan Piket. 19.5.1 Pergantian Jaga Keamanan dan Piket Pelayanan dilaksanakan pada pukul 16.00 WIB. 19.5.2 Piket Operasional Pendidikan dilaksanakan oleh guru dibantu oleh Piket Harian Guru. 19.5.3 Piket Tatap Muka dan Tutorial bertanggung jawab dan bertugas memelihara ketertiban pelaksanaan proses pembelajaran dan belajar mandiri. 19.5.4 Piket Harian bertugas dalam pengawasan dan pengendalian kegiatan keseharian siswa dan bertanggungjawab kepada Wakil Kepala Sekolah bidang pengasuhan, pembinaan fisik dan bela negara. 19.5.5 Piket Pelatihan bertugas dalam pengawasan dan pengendalian kegiatan terprogram dan bertanggungjawab kepada Wakil Kepala Sekolah bidang pengembangan bakat dan kepribadian. 19.5.6 Jaga Keamanan dan Piket Pelayanan bertanggung jawab kepada Wakil Kepala Sekolah bidang pengasuhan, pembinaan fisik dan bela negara dan Piket Operasional Pendidikan bertanggung jawab kepada Wakil Kepala Sekolah bidang pendidikan, kurikulum dan administrasi. Pasal 20 Pengaturan Piket 20.1 Ketentuan pengaturan Piket meliputi struktur, uraian tugas, waktu, dan teknis pelaksanaan diatur dalam Petunjuk Pelaksanaan Organisasi Piket SMA Plus Efarina. 20.2 Pengaturan personel dan jadwal piket dilaksanakan oleh masing-masing Wakasek sesuai fungsinya, tembusan kepada Kepala Sekolah, kecuali Piket Pengawas Umum diatur oleh Direktur Pendidikan dan Pengasuhan SMA/SMK Plus Efarina.
24 BAB VI PEMELIHARAAN KESEHATAN Pasal 21 Cakupan Pemeliharaan Kesehatan 21.1 Pemeliharaan kesehatan meliputi jasmani, rohani, dan kesehatan lingkungan untuk perorangan dan seluruh anggota keluarga besar SMA Plus Efarina. 21.2 Pemeliharaan kesehatan seluruh anggota keluarga besar SMA Plus Efarina merupakan kegiatan yang saling melengkapi guna terwujudnya kesamaptaan jasmani bagi setiap anggota SMA Plus Efarina. 21.3 Fasilitas kesehatan SMA Plus Efarina disediakan untuk siswa dan pemanfaatan fasilitas kesehatan yang tersedia untuk keperluan di luar siswa diatur tersendiri. Pasal 22 Kesehatan Perorangan 22.1 Warga SMA Plus Efarina wajib memelihara kebersihan dan kesehatan. 22.2 Warga SMA Plus Efarina wajib memelihara serta menjaga kerapian dan kebersihan berpakaian. 22.3 Warga SMA Plus Efarina wajib memelihara kebersihan tempat tinggal masing- masing. 22.4 Warga SMA Plus Efarina wajib mengenal, mengetahui, dan mampu melaksanakan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K). Pasal 23 Kesehatan Lingkungan 23.1 Warga SMA Plus Efarina secara perorangan dan kelompok wajib memelihara dan menjaga kesehatan lingkungan SMA Plus Efarina dengan cara: 23.1.1 Mewujudkan kebersihan, kerapian, dan keindahan di Graha, kelas, rumah, gedung, Café serta kamar mandi dan kamar kecil sekolah. 23.1.2 Menghindari terjadinya pencemaran tanah, air, dan udara. 23.1.3 Memelihara kebersihan dan keindahan halaman serta taman.
25 23.2 Pengaturan tempat pembuangan sampah. 23.2.1 Tempat sampah organik, yaitu tempat untuk sampah yang berasal dari makanan, buah-buahan, tumbuh- tumbuhan, dan lain-lain yang sejenis. 23.2.2 Tempat sampah anorganik, yaitu tempat untuk sampah yang berasal dari kaca, kaleng, seng, plastik, dan lain- lain yang sejenis. 23.2.3 Tempat sampah kertas yaitu tempat untuk sampah yang berasal dari kertas bekas, kardus, dan lain-lain yang sejenis. Pasal 24 Kesehatan Mental 24.1 Warga SMA Plus Efarina secara perorangan dan bersama wajib memelihara serta menjaga kesehatan mental diri sendiri maupun kelompok. 24.1.1 Membangun lingkungan SMA Plus Efarina yang kondusif bagi terwujudnya rasa aman, nyaman, tenteram, menyenangkan serta menumbuhkan motivasi dan semangat kerja yang tinggi dengan mengembangkan komunikasi sosial dan hubungan yang harmonis, sehat, dan serasi. 24.1.2 Menciptakan hubungan kekeluargaan yang positif, sehat, dan toleran. 24.1.3 Meningkatkan keimanan dan ketakwaan warga SMA Plus Efarina sesuai dengan agama masing- masing. 24.2 Kerja sama dan hubungan kerja antar anggota keluarga besar SMA Plus Efarina berdasarkan atas asas kekeluargaan, menciptakan lingkungan kehidupan SMA Plus Efarina yang sehat dan dinamis, saling asah, saling asih, dan saling asuh. 24.3 Warga SMA Plus Efarina selalu bekerja sama dan tolong menolong serta wajib menjaga persatuan dan kesatuan dalam kehidupan sehari-hari. 24.4 Warga SMA Plus Efarina wajib melaksanakan kegiatan keagamaan dengan sungguh-sungguh sesuai dengan ajaran agama masing-masing.
26 Pasal 25 Ketertiban dan Kebersihan Sekolah 25.1 Wakil Kepala Sekolah bidang pengasuhan, pembinaan fisik dan bela negara dibantu pimpinan unit kesehatan atau pejabat yang ditunjuk melaksanakan pemeriksaan ketertiban dan kebersihan lingkungan SMA Plus Efarina secara periodik dan insidental. 25.2 Wakil Kepala Sekolah bidang pengasuhan, pembinaan fisik dan bela negara bersama Wali Graha melaksanakan pemeriksaan ketertiban dan kebersihan graha siswa. 25.3 Wakil Kepala Sekolah bidang pengasuhan, pembinaan fisik dan bela negara bersama Wali Graha melaksanakan penertiban barang diluar ketentuan PUDD dan Perdupsis yang telah dinyatakan tidak ada pemiliknya sesuai dengan pemberitahuan dalam batas waktu 3 (tiga) hari barang disita. 25.4 Wakil Kepala Sekolah bidang pendidikan, kurikulum dan administrasi dibantu Wali Kelas, bag Kurikulum dan Mindik melaksanakan pemeriksaan ketertiban dan kebersihan ruang kelas. 25.5 Unit kerja masing-masing melaksanakan pemeriksaan ketertiban dan kebersihan Ruang Guru, Perkantoran, Gedung Serba Guna, Kolam Renang, Gedung Olahraga, sarana prasarana sosial, dan fasilitas pendukung lainnya. Pasal 26 Pelayanan Kesehatan dan Pengobatan 26.1 Koordinator Poliklinik Kesehatan bertanggung jawab atas masalah kesehatan warga SMA Plus Efarina secara aktif preventif. 26.2 Pelayanan kesehatan atas warga SMA Plus Efarina dapat dilaksanakan setiap saat atau pada waktu tertentu sesuai keperluan dengan tetap mendahulukan pelayanan kepada siswa. 26.3 Pelayanan kesehatan guru dan siswa dilaksanakan oleh bagian poliklinik kesehatan secara periodik atau pada waktu tertentu sesuai keperluan. 26.4 Wakil Kepala Sekolah bidang pengasuhan, pembinaan fisik dan bela negara mengatur Petugas Kesehatan untuk kesiapan bagian kesehatan dalam melayani warga SMA Plus Efarina, khususnya siswa yang berada dalam perawatan di poliklinik sekolah atau rumah sakit di RS. Efarina Etaham Berastagi.
27 26.5 Kesehatan fisik tidak terpisahkan dengan kesehatan mental, sehingga pelayanan kesehatan harus dilaksanakan secara terpadu baik secara fisik maupun psikologis. 26.6 Koordinator Poliklinik Kesehatan berhak menyatakan seorang siswa dan warga SMA Plus Efarina sakit atau sehat dan memberi surat rekomendasi untuk keperluan perizinan atau penugasan. 26.7 Pemeriksaan kesehatan rutin bagi warga SMA Plus Efarina ditanggung oleh sekolah sesuai ketentuan yang berlaku. 26.8 Pengobatan bagi guru/karyawan dan siswa yang mengalami kecelakaan, sakit saat menunaikan tugas, ditanggung oleh sekolah, sedangkan biaya pengobatan di luar hal tersebut menjadi tanggung jawab kepala keluarga masing-masing. 26.9 Wakil Kepala Sekolah bidang pengasuhan, pembinaan fisik dan bela negara dibantu Wali Graha melaksanakan tes aerobik/ kesamaptaan secara berkala bagi para guru/Karyawan. 26.10 Wakil Kepala Sekolah bidang pengasuhan, pembinaan fisik dan bela negara Wakasek Pendidikan dibantu Waligarha melaksanakan tes aerobik/ kesamaptaan secara berkala bagi para dan siswa. Pasal 27 Laporan Sakit 27.1 Warga SMA Plus Efarina yang akan berobat di poliklinik wajib mengisi buku berobat. 27.2 Siswa sakit yang akan berobat dan masih mampu berjalan, wajib lapor kepada Ketua Kelas dan Piket Guru untuk selanjutnya datang sendiri ke poliklinik. 27.3 Bagi siswa yang sakit di graha dan tidak mampu berjalan, Wali Graha dan Piket Siswa wajib melaporkan siswa sakit tersebut kepada Wakil Kepala Sekolah bidang pengasuhan, pembinaan fisik dan bela negara. 27.4 Guru/Karyawan atau siswa yang sakit dan tidak dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar, harus mendapatkan surat keterangan sakit dari dokter yang telah ditentukan oleh sekolah dan khusus bagi siswa tersebut harus rawat inap di rumah sakit yang telah ditentukan sekolah. 27.5 Siswa yang sakit dan memerlukan rawat inap di rumah sakit, langsung dilaporkan kepada pengurus sekolah oleh petugas kesehatan.
28 27.6 Warga SMA Plus Efarina yang sakit dan memerlukan rawat inap di rumah sakit, dilaporkan kepada Koordinstor Kesehatan dan bagian masing-masing untuk selanjutnya dilaporkan kepada Direktur Pendidikan dan Pengasuhan SMA/SMK Plus Efarina. 27.7 Siswa yang memerlukan pemeriksaan kesehatan di luar SMA Plus Efarina dan tidak menjalani rawat inap, harus mendapat rujukan dari Rumah Sakit yang telah ditetapkan serta mengajukan izin berobat yang diketahui Koordinator Pliklinik Kesehatan, selanjutnya melaporkan kepada Direktur Pendidikan dan Pengasuhan SMA/SMK Plus Efarina untuk mendapatkan persetujuan. Pasal 28 Ketentuan Siswa Rawat Inap dan Operasi 28.1 Siswa yang memerlukan rawat inap, dapat dilaksanakan di rumah sakit rujukan. 28.2 Rawat inap di rumah sakit hanya untuk siswa yang memerlukan pengobatan yang intensif. 28.3 Siswa yang memerlukan rawat inap di rumah sakit harus dengan rujukan Dokter yang telah ditentukan Sekolah dan mendapat persetujuan Direktur Pendidikan dan Pengasuhan SMA/SMK Plus Efarina. 28.4 Apabila diperlukan pengobatan dengan operasi, maka persetujuan dan penandatangan pernyataan persetujuan dilakukan oleh orang tua siswa atau yang diberi kuasa sesuai prosedur pelaksanaan pengobatan dengan operasi. 28.5 Biaya rawat inap dan pengobatan di rumah sakit dan biaya obat seluruhnya ditanggung oleh orang tua/wali siswa yang bersangkutan. 28.6 Bagi orang tua siswa yang memaksa hendak merawat putra/putrinya di luar rumah sakit yang telah ditentukan oleh sekolah, seluruh biaya perawatan sepenuhnya di tanggung orang tua siswa dan wajib membuat permohonan secara tertulis kepada Direktur Pendidikan dan Pengasuhan SMA/SMK Plus Efarina dan menandatangan surat pernyataan siap bertanggung jawab apabila terjadi kondisi darurat.
29 BAB VII PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN Pasal 29 Tujuan Pengawasan dan Pengendalian 29.1 Menjamin kesiapan 8 Standar Nasional Pendidikan dan Kurikulum Khusus agar seluruh kegiatan pembinaan lembaga, pengajaran, dan pengasuhan berjalan sesuai ketentuan untuk mencapai sasaran yang ditetapkan. 29.2 Mencegah pemborosan, kecerobohan, dan kecelakaan akibat kelalaian penggunaan alat peralatan dan perlengkapan dalam setiap kegiatan. 29.3 Mencapai pengelolaan keuangan yang lebih transparan, objektif, dan akuntabel menuju efisien dan efektif. 29.4 Mendeteksi dengan tepat dan cepat setiap indikasi yang mengarah kepada hal-hal negatif dan meminimalisasi kekurangan, kehilangan, kerusakan alat peralatan, dan barang yang digunakan sehari-hari yang berada di lingkungan SMA Plus Efarina. 29.5 Menjaga dan mewujudkan tertib administrasi di setiap bidang fungsi dan kegiatan. Pasal 30 Pengawasan dan Pengendalian Operasional Pendidikan Direktur Pendidikan dan Pengasuhan SMA/SMK Plus Efarina bertanggung jawab secara menyeluruh terhadap pelaksanaan pengawasan dan pengendalian operasional pendidikan yang meliputi bidang kurikulum, pengajaran, pembelajaran, bimbingan pengasuhan, dan pelatihan di SMA Plus Efarina. Pasal 31 Pengawasan dan Pengendalian di Bidang Akademik 31.1 Bagian Kurikulum bertanggung jawab atas pengawasan dan pengendalian manajemen pendidikan di bidang akademik meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, pengendalian, bimbingan, dan pelatihan serta pengembangan pendidikan sesuai dengan kurikulum pendidikan nasional dan mengkoordinasikan operasionalisasi kurikulum khusus di SMA Plus Efarina. 31.2 Wali Kelas dan Guru Mata Pelajaran bertanggung jawab atas pengawasan dan pengendalian dalam bidang akademik guna meningkatkan prestasi siswa.
30 31.3 Wali Kelas berkewajiban mengadakan pengawasan dan pengendalian atas kemajuan belajar siswa, serta mengkomunikasikan kepada Wali Graha mengenai kemajuan belajar dan perkembangan kepribadian siswa. 31.4 Piket Operasional pendidikan bertanggung jawab membantu pejabat-pejabat terkait di bidang akademik, pengasuhan, dan pelatihan sesuai dengan peran tugas fungsi masing-masing dibantu oleh Guru Piket Harian. Pasal 32 Pengawasan dan Pengendalian di Bidang Pengembangan Bakat dan Kepribadian 32.1 Wakil Kepala Sekolah bidang pengembangan bakat dan kepribadian bertanggung jawab atas perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan pengendalian terhadap sistem dan kegiatan operasional pelatihan dalam Kehidupan Kesiswaan serta pengembangan kepribadian sesuai dengan kurikulum khusus SMA Plus Efarina. 32.2 Bagian Kurikulum Khusus beserta jajarannya bertanggung jawab di bidang perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, pengendalian, dan pengembangan pembinaan siswa pada kegiatan Resimen, Lemustar, OSIS dan Majelis Perwakilan Kelas, ekstrakurikuler, kurikulum khusus, serta penegakkan disiplin siswa, dalam melaksanakan tugas dan fungsinya bertanggung jawab kepada Wakil Kepala Sekolah bidang pengembangan bakat dan kepribadian. 32.3 Wakil Kepala Sekolah bidang pengembangan bakat dan kepribadian mengadakan pengawasan dan pengendalian kegiatan pelatihan sesuai jadwal yang ditentukan. 32.4 Seluruh Guru/Karyawan SMA Plus Efarina ikut bertanggung jawab terhadap penegakan disiplin, ketertiban, kerapian, dan cara berpakaian siswa. Pasal 33 Pengawasan dan Pengendalian di Bidang Umum, Sarana dan Prasarana, Humas dan Marketing 33.1 Wakil Kepala sekolah bidang Umum, sarana dan prasaran, humas dan marketing bertanggung jawab atas pengawasan dan pengendalian terhadap dukungan dan pelayanan Administrasi, Logistik, Personel, Sarana, dan Fasilitas serta Manajemen Logistik meliputi perencanaan, pengadaan, penggunaan, pemeliharaan, dan penghapusan material dalam rangka mendukung kegiatan pengajaran, pembelajaran, pembinaan, pengasuhan, dan pelatihan siswa.
31 33.2 Para staf jajaran umum, sarana dan prasaran, humas dan marketing bertanggung jawab atas pengawasan dan pengendalian sesuai peran tugas fungsi masing- masing dan bertanggung jawab kepada Wakil Kepala sekolah bidang umum, sarana dan prasaran, humas dan marketing. Pasal 34 Pengawasan, Pengendalian, dan Pengasuhan di Graha 34.1 Wakil Kepala Sekolah bidang pengasuhan, pembinaan fisik dan bela negara bertanggung jawab atas perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan pengendalian terhadap sistem pengasuhan dan penegakkan disiplin dalam kehidupan siswa di graha. 34.2 Piket Guru bertanggung jawab membantu pejabat-pejabat terkait di bidang Kehidupan Kesiswaan dan Graha, dalam melaksanakan tugas pengawasan dan pengendalian sesuai dengan peran tugas fungsi masing-masing, dan dalam pelaksanaan sehari-hari dibantu oleh Piket Siswa. Pasal 35 Pengawasan dan Pengendalian Kesekretariatan 35.1 Kepala Tata Usaha bertanggung jawab atas pengawasan dan pengendalian atas administrasi surat-menyurat meliputi konsep surat, tata tulis, penyaluran, pengaturan pengarsipan, pengurusan arsip umum, pengaturan pengamanan surat dan tulisan dinas, pembuatan laporan serta kesesuaian dengan administrasi umum surat maupun nota dinas SMA Plus Efarina, bertanggung jawab kepada Kapala SMA Plus Efarina. 35.2 Bagian minu dan arsip bertanggung jawab atas pengawasan dan pengendalian sesuai peran tugas fungsi masing-masing dan bertanggung jawab kepada Kepala Tata Usaha. Pasal 36 Pemeriksaan Perlengkapan dan Peralatan 36.1 Para guru/karyawan bertanggung jawab sesuai tugas dan fungsinya atas segala peralatan, perlengkapan, material, dan fasilitas SMA Plus Efarina yang menjadi tanggung jawab masing-masing bagian meliputi kelengkapan, fungsi, kebersihan, dan keberadaannya. Agar tidak terjadi kehilangan, kerusakan, dan ketidakpatutan penggunaan, fungsi pengawasan harus dilakukan sesuai dengan ketentuan dan segera mengambil tindakan sebagaimana mestinya.
32 36.2 Warga SMA Plus Efarina segera melakukan tindakan yang diperlukan bila menemukan terjadinya kehilangan, kerusakan atau penggunaan yang tidak benar atas alat peralatan, perlengkapan atau fasilitas yang ada. 36.3 Koordinator sarana prasarana bersama bagian pengasuhan dan Wali Graha melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan, kondisi dari peralatan di graha siswa secara periodik maupun insidental. 36.4 Koordinator Sarana Prasarana bersama guru terkait mengadakan pemeriksaan kelengkapan dan kondisi peralatan ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, sarana, dan prasarana olahraga, gedung seni dan budaya, serta melaporkan sarana prasarana lainnya secara periodik maupun insidental. 36.5 Setiap selesai mengadakan pemeriksaan, hasilnya segera dilaporkan kepada Wakil Kepala sekolah bidang umum, sarana dan prasaran, humas dan marketing secara lisan maupun tertulis. Pasal 37 Pemeriksaan Perlengkapan dan Peralatan di Gudang Koordinator Sarana Prasarana bertanggung jawab atas segala perlengkapan, alatperalatan, dan barang-barang yang berada di dalam gudang serta memperhatikan pemeliharaan, kelengkapan, kondisi, dan pengaturannya, meliputi: 37.1 Ketertiban atas catatan/pembukuan perlengkapan, alat peralatan, dan barang- barang di dalam gudang. 37.2 Kelengkapan, kondisi, keteraturan, kerapian, dan kebersihan barang-barang di dalam gudang. 37.3 Pengaturan material harus menurut golongan, klasifikasi, jenis, dan fungsi yang memudahkan pemeriksaan dan pengambilan. Pasal 38 Pemeriksaan Taman dan Bangunan 38.1 Seluruh warga SMA Plus Efarina wajib ikut serta dalam memelihara keberadaan alat- peralatan dan perlengkapan taman atau bangunan, berhak mengadakan pemantauan atas kelengkapan, kebersihan, dan pelaksanaan perawatan serta melaporkan dan mengambil tindakan yang diperlukan bila terjadi kehilangan, kerusakan atau ketidakpatutan penggunaan.
33 38.2 Warga SMA Plus Efarina yang mengetahui atau melihat terjadi kehilangan, kerusakan atau ketidakpatutan penggunaan atas perlengkapan, bagian dari taman atau bangunan, segera mengadakan tindakan yang diperlukan dan melaporkan kepada petugas atau pejabat terkait. 38.3 Bagian Umum dibantu pejabat terkait senantiasa melaksanakan pemeriksaan atas kelengkapan bagian taman dan bangunan secara periodik maupun insidental. 38.4 Petugas gudang melaksanakan pemeriksaan, pengaturan, dan pembersihan gudang setiap hari. 38.5 Pemeriksaan perlengkapan, peralatan, dan barang-barang secara menyeluruh dilakukan oleh Wakil Kepala sekolah bidang Umum, sarana dan prasaran, humas dan marketing dibantu oleh bagian sarana dan prasarana dan bagian umum secara periodik maupun insidental. Pasal 39 Pemeriksaan Angkutan 39.1 Koordinator kendaraan bertanggung jawab atas kesiapan operasional kendaraan dan alat-peralatan beserta perlengkapannya serta berkewajiban mengadakan pemeriksaan terhadap kesiapan kendaraan maupun pelaksanaan pemeliharaannya. 39.2 Setiap pengemudi bertanggung jawab untuk memeriksa dan memelihara setiap hari kendaraan yang dipertanggungjawabkan kepadanya serta segera melaporkan kepada Wakil Kepala sekolah bidang Umum, sarana dan prasaran, humas dan marketing setiap menemukan adanya kerusakan atau ketidakpatutan atas kendaraannya. 39.3 Setiap kendaraan dilengkapi dengan buku jurnal angkutan yang diisi oleh setiap pengemudi untuk memudahkan pemeriksaan dan pemeliharaan. 39.4 Pemeriksaan perlengkapan, peralatan, kebersihan, dan kondisi kendaraan secara menyeluruh dilakukan oleh Wakil Kepala sekolah bidang Umum, sarana dan prasaran, humas dan marketing bersama bagian umum dilakukan secara periodik sekurang-kurangnya sebulan sekali atau secara insidental. Pasal 40 Pemeriksaan Listrik 40.1 Koordinator Sarana Prasarana bertanggung jawab atas segala alat-peralatan, perlengkapan dan kondisi kelistrikan serta disiplin penggunaannya di lingkungan SMA Plus Efarina. 40.2 Petugas listrik berkewajiban memeriksa dan memelihara instalasi listrik setiap hari dan segera melaporkan kepada koordinator sarana dan praasarana serta instansi terkait (PLN) atas setiap kerusakan atau gangguan yang terjadi.
34 40.3 Pemeriksaan perlengkapan, alat-peralatan, kerapian jaringan dan kondisi instalasi listrik secara menyeluruh dilakukan oleh Wakil Kepala sekolah bidang Umum, sarana dan prasaran, humas dan marketing dibantu oleh koordinator Sarana Prasarana, secara periodik sekurang kurangnya sebulan sekali atau secara insidental. Pasal 41 Pemeriksaan Air 41.1 Koordinator Sarana Prasarana bertanggung jawab atas segala perlengkapan, kelancaran distribusi air, dan memeriksa kondisi sumber air dan kualitas serta keteraturan penggunaan air di lingkungan SMA Plus Efarina. 41.2 Petugas instalasi air berkewajiban memelihara kelancaran distribusi air dan memeriksa kondisi jaringan air setiap hari, serta melaporkan kepada Koordnator Sarana Prasarana dan instansi terkait setiap kerusakan atau gangguan pada jaringan dan distribusi air. 41.3 Pemeriksaan kelengkapan, peralatan, kerapian, jaringan air dan kelancaran distribusi air serta kualitas air secara menyeluruh dilakukan oleh koordinator dibantu Koordinator Sarana Prasarana secara periodik sekurang-kurangnya sebulan sekali dan secara insidental. Pasal 42 Pemeriksaan Telepon 42.1 Koordinator Sarana Prasarana bertanggung jawab atas segala peralatan, perlengkapan jaringan telepon, dan kondisi telepon baik yang dipakai warga SMA Plus Efarina secara perorangan maupun dinas. 42.2 Petugas telepon berkewajiban memeriksa dan memelihara peralatan maupun jaringan telepon setiap hari dan segera melaporkan kepada Kabag Sarana Prasarana, Wakil Kepala sekolah bidang Umum, sarana dan prasaran, humas dan marketing, dan instansi terkait (Telkom) atas setiap kerusakan atau gangguan jaringan telepon. 42.3 Pemeriksaan perlengkapan, peralatan, kelayakan jaringan, dan kondisi telepon secara menyeluruh dilakukan oleh Wakil Kepala sekolah bidang Umum, sarana dan prasaran, humas dan marketing dibantu Koordinator Sarana Prasarana secara periodik sekurang-kurangnya sebulan sekali dan secara insidental. 42.4 Kerusakan jaringan telepon di lingkungan SMA Plus Efarina segera dilaporkan oleh petugas telepon kepada Koordinator Sarana Prasarana dan instansi terkait (Telkom) untuk ditindaklanjuti.
35 Pasal 43 Penanggung Jawab Sistim Data dan Teknologi Informasi 43.1 Koordinator IT bertanggung jawab atas operasional semua peralatan dan perlengkapan jaringan LAN dan WAN SMA Plus Efarina agar pelayanan bagi warga SMA Plus Efarina berjalan secara optimal. 43.2 Koordinator IT bertanggung jawab terhadap operasional semua aplikasi yang berada di SMA Plus Efarina. 43.3 Koordinator IT bertanggung jawab terhadap validitas data, keamanan data serta informasi, berkoordinasi dengan bagian- bagian lain yang terkait. 43.4 Koordinator IT bertanggung jawab untuk meningkatkan kemampuan personel SMA Plus Efarina untuk menyesuaikan dengan perkembangan teknologi informasi. 43.5 Koordinator IT bertanggung jawab terhadap pengembangan aplikasi yang ada di SMA Plus Efarina koordinasi dengan Yayasan Efarina. Pasal 44 Pemeriksaan Graha, Perlengkapan, dan Peralatan Siswa 44.1 Wakil Kepala Sekolah bidang pengasuhan dan bela negara serta seluruh Wali Graha mengadakan pemeriksaan Graha setiap saat. Hasil pemeriksaan dicatat dalam buku pemeriksaan Graha. 44.2 Wakil Kepala Sekolah bidang pengasuhan dan bela negara serta Wali Graha mengadakan pemeriksaan perlengkapan dan peralatan siswa setiap saat sesuai kebutuhan untuk kerapian baik secara umum maupun secara khusus dalam rangka ketertiban dan kerapian secara menyeluruh. 44.3 Wakil Kepala Sekolah bidang pengasuhan dan bela negara serta Wali Graha melaksanakan pemeriksaan kelengkapan dan kerapian pakaian siswa pada saat apel pagi, siang, dan malam, serta pemeriksaan tas secara insidental. 44.4 Wakil Kepala Sekolah bidang pengasuhan dan bela negara serta Wali Graha melakukan pemeriksaan perlengkapan dan peralatan siswa secara menyeluruh dilakukan secara periodik maupun insidental. Pasal 45 Pemeliharaan Kebersihan dan Kesiapan Kelas serta Toilet Unit Kebersihan mengawasi kebersihan, kesiapan ruang kelas, dan toilet sesuai jadwal yang diberikan oleh Koordinator kebersihan dan pertamanan secara periodik.
36 BAB VIII HAK DAN KEWAJIBAN Pasal 46 Hak GuruKaryawan 46.1 Memperoleh penghasilan dan jaminan kesejahteraan sosial sesuai ketentuan lembaga. 46.2 Menerima tunjangan jabatan, tunjangan keluarga, dan tunjangan pengabdian sesuai ketentuan dari Yayasan Efarina. 46.3 Mendapat penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerjanya. 46.4 Memperoleh pembinaan karier dan peningkatan kemampuan diri sesuai dengan tuntutan pengembangan kualitas. 46.5 Memperoleh kenaikan pangkat/golongan/grade dan kenaikan gaji berkala sesuai ketentuan Yayasan Efarina, kecuali Pegawai Harian (PH). 46.6 Mendapatkan cuti dan libur sesuai dengan ketentuan Yayasan Efarina. 46.7 Untuk izin ke luar negeri, diajukan kepada Ketua Yayasan Efarina paling lambat 1 (satu) bulan sebelum pelaksanaan keberangkatan, bertepatan dengan cuti siswa kecuali Ibadah Haji dan perjalanan dinas. 46.8 Khusus native speaker dapat diberikan fasilitas tempat tinggal di SMA Plus Efarina yang pengaturannya dilaksanakan oleh Wakil Kepala sekolah bidang umum, sarana dan prasaran, humas dan marketing. Pasal 47 Kewajiban Guru/Karyawan 47.1 Wajib menciptakan suasana kegiatan belajar mengajar yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis, dan dialogis. 47.2 Melaksanakan tugas kedinasan dengan penuh pengabdian, kesadaran, dan tanggung jawab. 47.3 Mempunyai komitmen secara profesional meningkatkan mutu pendidikan. 47.4 Memahami dan menaati segala peraturan dan tata tertib di sekolah. 47.5 Memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya.
37 47.6 Memegang teguh rahasia jabatan. 47.7 Bersedia ditempatkan pada jabatan di lingkungan SMA Plus Efarina dan bersedia melaksanakan tugas di luar jam dinas yang ditentukan sekolah. 47.8 Bagi yang mengakhiri masa dinas di SMA Plus Efarina, wajib mengosongkan mess dinas yang ditempati dan mengembalikan barang inventaris paling lambat satu minggu setelah menerima Surat Keputusan Pemberhentian. 47.9 Guru/Karyawan wajib menggunakan pakaian dinas dan kelengkapan sesuai dengan peraturan SMA Plus Efarina. 47.10 Khusus bagi Guru Tetap. 47.10.1 Wajib memahami dan menguasai materi bahan ajar dan cara pembelajarannya sesuai ketentuan kurikulum mata pelajaran masing- masing. 47.10.2 Melaksanakan bimbingan, pengasuhan, dan pengawasan terhadap siswa. 47.10.3 Wajib membuat rencana pengajaran, administrasi pengajaran, dan penilaian dengan melaporkan hasil pembelajaran. 47.10.4 Wajib memahami dan melaksanakan metode dan administrasi kurikulum dengan baik. 47.10.5 Meningkatkan kemampuan profesionalisme secara terus menerus sesuai dengan perkembangan Iptek. 47.10.6 Wajib berada di kantor selama jam kerja baik ada jadwal mengajar maupun tidak. 47.10.7 Wajib mengisi uraian kegiatan yang dikerjakan. 47.11 Khusus bagi Guru tidak tetap. 47.11.1 Memahami dan melaksanakan pekerjaan sesuai tugas dan fungsi jabatan masing-masing. 47.11.2 Melaksanakan bimbingan dan pengawasan terhadap siswa. 47.11.3 Membuat perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan tugasnya kepada atasan langsungnya. 47.12 Landasan kewajiban Guru.
38 47.12.1 Keimanan. 47.12.2 Keteladanan. 47.12.3 Kesetiaan. 47.12.4 Ketaatan. 47.12.5 Kejujuran. 47.12.6 Prasaja. 47.12.7 Penguasaan tugas. 47.12.8 Tanggung jawab. 47.12.9 Selalu memelihara hubungan baik dengan guru/karyawan dan siswa. 47.12.10 Selalu memelihara hubungan baik dengan siswa. 47.12.11 Inisiatif. 47.12.12 Integritas. 47.13 Larangan dalam menggunakan media sosial. 47.13.1 Sengaja/tidak sengaja mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi. 47.13.2 Sengaja/tidak sengaja mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang dapat menimbulkan kesan negatif dan citra buruk bagi institusi, guru, maupun siswa. 47.13.3 Sengaja/tidak sengaja mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau mengakses Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik (file, gambar, foto, film, grafis, tulisan, dll yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan. 47.13.4 Sengaja/tidak sengaja mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau mengakses Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik (file, gambar, foto, film, grafis, tulisan dll) yang memiliki muatan perjudian. 47.13.5 Sengaja/tidak sengaja mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau mengakses Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik (file, gambar, foto, film, grafis, tulisan dll) yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik. 47.13.6 Sengaja/tidak sengaja mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau mengakses Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik (file, gambar, foto, film, grafis, tulisan dll) yang memiliki muatan pemerasan dan/atau pengancaman. 47.13.7 Sengaja/tidak sengaja menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan nama baik institusi tercemar, baik secara individu, kelompok, siswa maupun guru/karyawan .
39 47.13.8 Sengaja/tidak sengaja menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok siswa tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA). 47.13.9 Sengaja/tidak sengaja mengakses komputer, gadget, dan/atau Sistem Elektronik milik orang lain dengan cara apa pun, kecuali untuk kepentingan pendidikan dan pembinaan kepribadian. 47.13.10 Sengaja/tidak sengaja mengakses Komputer, Gadget dan/atau Sistem Elektronik milik dinas SMA Plus Efarina dengan cara apa pun dengan tujuan untuk memperoleh Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dan disalahgunakan atau diperjualbelikan tanpa izin. 47.13.11 Sengaja/tidak sengaja mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik dengan cara apa pun dengan melanggar, menerobos, melampaui, atau mensabotase sistem pengamanan. 47.13.12 Sengaja/tidak sengaja melakukan intersepsi atau penyadapan atas Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik pada Komputer dan/atau Sistem Elektronik tertentu milik SMA Plus Efarina, guru, dan siswa. 47.14 Larangan dalam mengikuti kegiatan politik praktis dan organisasi terlarang. 47.14.1 Sengaja/tidak sengaja mengikuti kegiatan politik praktis. 47.14.2 Sengaja/tidak sengaja mengikuti organisasi terlarang. 47.15 Larangan melakukan kegiitan jual dan beli dengan siswa. 47.15.1 Seluruh guru/karyawan dilarang melakukan kegiatan jual dan beli kepada siswa. 47.15.2 Untuk memenuhi kebutuhan siswa, guru/karyawan dapat berkoordinasi dengan Koperasi Sekolah. 47.15.3 Seluruh guru/karyawan dilarang menerima segala bentuk titipan dari siswa untuk membeli sesuatu.
40 Pasal 48 Hak Siswa 48.1 Mendapatkan hak mengikuti pembelajaran, pelatihan, dan pengasuhan yang sama. 48.2 Mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya dan diajarkan oleh guru yang seagama. 48.3 Mendapatkan penghargaan bagi siswa yang berprestasi. 48.4 Menyelesaikan program pendidikan sesuai dengan kecepatan belajar masing- masing dan tidak menyimpang dari ketentuan batas waktu yang ditetapkan. Pasal 49 Kewajiban Siswa 49.1 Wajib menjaga norma-norma perguruan untuk menjamin keberlangsungan proses dan keberhasilan pendidikan. 49.2 Sanggup membayar iuran sekolah tepat waktu, apabila terjadi tunggakan ke-1, orang tua diberikan surat peringatan; Tunggakan ke-2 orang tua di panggil ke sekolah; dan Tunggakan ke-3 dikembalikan kepada orang tua. 49.3 Wajib mengikuti seluruh kegiatan pembelajaran, pelatihan, dan pengasuhan sesuai jadwal yang ditetapkan oleh sekolah. 49.4 Wajib menaati peraturan-peraturan yang ditetapkan oleh sekolah. 49.5 Siswa yang diberhentikan oleh Sekolah, kembali ke tempat asal, biaya ditanggung orang tua/wali siswa. Pasal 50 Larangan Siswa dalam Mengikuti Kegiatan Politik Praktis dan Organisasi Terlarang 50.1 Sengaja/tidak sengaja mengikuti kegiatan politik praktis. 50.2 Sengaja/tidak sengaja mengikuti organisasi terlarang.
41 Pasal 51 Larangan Siswa dalam Menggunakan Media Sosial 51.1 Sengaja/tidak sengaja mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi. 51.2 Sengaja/tidak sengaja mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang dapat yang menimbulkan kesan negatif dan citra buruk bagi institusi, guru atau siswa lainnya. 51.3 Sengaja/tidak sengaja mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau mengakses Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik (file, gambar, foto, film, grafis, tulisan, dll) yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan. 51.4 Sengaja/tidak sengaja mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau mengakses Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik (file, gambar, foto, film, grafis, tulisan dll) yang memiliki muatan perjudian. 51.5 Sengaja/tidak sengaja mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau mengakses Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik (file, gambar, foto, film, grafis, tulisan dll) yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik. 51.6 Sengaja/tidak sengaja mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau mengakses Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik (file, gambar, foto, film, grafis,tulisan dll) yang memiliki muatan pemerasan dan/atau pengancaman. 51.7 Sengaja/tidak sengaja menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan nama baik institusi tercemar, baik secara individu, kelompok, siswa maupun guru/karyawan . 51.8 Sengaja/tidak sengaja menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok siswa tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). 51.9 Sengaja/tidak sengaja mengakses komputer, gadget, dan/atau Sistem Elektronik milik orang lain dengan cara apa pun, kecuali untuk kepentingan pendidikan dan pembinaan kepribadian. 51.10 Sengaja/tidak sengaja mengakses Komputer, Gadget dan/atau Sistem Elektronik milik Dinas SMA Plus Efarina dengan cara apa pun dengan tujuan untuk memperoleh Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dan disalahgunakan atau diperjualbelikan tanpa izin.
42 51.11 Sengaja/tidak sengaja mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik dengan cara apa pun yang melanggar, menerobos, melampaui, atau mensabotase sistem pengamanan. 51.12 Sengaja/tidak sengaja melakukan intersepsi atau penyadapan atas Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik pada Komputer dan/atau Sistem Elektronik tertentu milik SMA Plus Efarina, guru/karyawan maupun siswa.