The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Muhammad Kamil, 2023-09-08 05:18:02

PERDUPSIS SMA PLUS EFARINA 2023

Peraturan Kehidupan Siswa

ii 11 ASAS KEPEMIMPINAN 1. TAQWA. Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa dan taat kepada- Nya. 2. ING NGARSA SUNG TULADA. Memberi suri tauladan di hadapan anak buah. 3. ING MADYA MANGUN KARSA. Ikut bergiat serta menggugah semangat di tengah-tengah anak buah. 4. TUT WURI HANDAYANI. Mempengaruhi dan memberi dorongan dari belakang kepada anak buah. 5. WASPADA PURBA WISESA. Selalu waspada mengawasi, serta sanggup dan memberi koreksi kepada anak buah. 6. AMBEG PARAMA ARTA. Dapat memilih dengan tepat mana yang harus didahulukan. 7. PRASAJA. Tingkah laku yang sederhana dan tidak berlebih- lebihan. 8. SATYA. Sikap loyal yang timbal balik, dari atasan terhadap bawahan dan dari bawahan terhadap atasan dan ke samping. 9. GEMI NASTITI. Kesadaran dan kemampuan untuk membatasi penggunaan dan pengeluaran segala sesuatu kepada yang benar-benar diperlukan. 10. BELAKA. Kemauan, kerelaan dan keberanian untuk mempertanggungjawabkan tindakan-tindakannya. 11. LEGAWA. Kemauan, kerelaan dan keikhlasan untuk pada saatnya menyerahkan tanggung jawab dan kedudukan kepada generasi berikutnya.


i VISI DAN MISI V I S I Menjadikan SMA Plus Efarina sebagai wadah pembentuk tunastunas pemimpin masa depan yang disiplin, tangguh, serta berbudi pekerti luhur. M I S I 1. SMA Plus Efarina yang dikelola dengan sistim yang tepat sehingga dapat mendukung program pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. 2. SMA Plus Efarina dipersiapkan dengan struktur finansial yang mapan untuk mendukung program pengembanganyang berkesinambungan. 3. Menempa insan yang cerdas ulet dan unggul sehingga menghasilkan manusia mampu bersaing di era globalisasi, guna menjalin kerjasama yang bersinergi dengan lembaga pendidikan Indonesia dan mancanegara.


ii PANCA DHARMA SISWA 1. Akan senantiasa menjunjung tinggi nilai moral dan tata susila dalam segala tingkah laku dan perbuatan. 2. Akan senantiasa belajar dengan segala kemampuan yang ada secara jujur berdisiplin dan penuh tanggung jawab. 3. Akan senantiasa memelihara mengembangkan, dan mengamalkan ilmu pengetahuan dengan dilandasi semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara. 4. Akan senantiasa memelihara hubungan yang serasi dan harmonis dalam pergaulan. 5. Akan senantiasa menjunjung tinggi citra dan nama baik SMA Plus Efarina dimana saja saya berada.


iii MARS EFARINA Bersatu padu ikut membangun Satukan Cita mari berkarya Benahi diri tuk masa depan Cerdas terampil berbudaya Ku cari dan ku dapat ilmu disana Perguruanku Efarina Ku bangga capai cita-cita Majulah Efarina harapan bangsa Teruslah maju tekadmu satu Sumbangkan darma berpikir maju Tegar tegarlah satria muda Berbudi luhur dan berbudaya Ku cari dan ku dapat ilmu disana Perguruanku Efarina Ku bangga capai cita cita Majulah Efarina harapan bangsa


IV HYMNE EFARINA Kami Taruna Taruni Efarina Anak Indonesia Berjiwa Pancasila s'lalu siap sedia Berbakti bagi negara S'lalu bersama satukan cita Belajar dan mandiri Benahi diri raih prestasi Untuk masa depan Reff. Perguruan ku Efarina Majulah dan jayalah Dalam karyamu dan baktimu Untuk pendidikan Berkati Tuhan tanpa henti Berkarya sepanjang masa 2 Kali


v KATA PENGANTAR Assalamu ‘alaikum Wr. Wb. Salam sejahtera bagi kita sekalian. Salam Efarina, Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa penyusunan Peraturan Kehidupan Siswa (Perdupsis) telah dapat direalisasikan dengan baik dan dapat digunakan sebagai pedoman dalam penyelenggaraan pendidikan di lingkungan SMA Plus Efarina. Perdupsis ini harus dipedomani, ditaati, dan dilaksanakan oleh seluruh siswa SMA Plus Efarina dalam rangka mendisiplinkan siswa menuju terciptanya pemimpin bangsa yang berkualitas dan berkarakter. SMA Plus Efarina adalah sekolah berasrama penuh yang bercirikan kenusantaraan, dirancang untuk mengembangkan peserta didik agar memiliki keunggulan komparatif, kompetitif, dan distingtif dalam aspek akademik, kepribadian, dan kesamaptaan jasmani serta berwawasan kebangsaan, kejuangan, dan kebudayaan. Sebagai masyarakat mini Pancasila, para siswa SMA Plus Efarina dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan bangsa yang berkualitas. Dalam proses pendidikannya, setiap siswa SMA Plus Efarina wajib tinggal di asrama sebagai wahana pembentukan karakter. Kehidupan di dalam asrama memberi peluang berkomunikasi secara intensif untuk pengembangan diri. Demikian pula, kehidupan di luar asrama juga sangat berpengaruh terhadap pembentukan diri para siswa. Oleh karena itu, perlu disusun peraturan kehidupan siswa sebagai pedoman untuk menjamin keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan dalam wujud Peraturan Kehidupan Siswa (Perdupsis) SMA Plus Efarina. Perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berjalan begitu cepat dan dinamis menyebabkan perubahan segala aspek tata kehidupan masyarakat, termasuk bidang pendidikan. Kenyataan ini harus disikapi dengan cerdas dan arif dengan menerbitkan aturan-aturan dalam Perdupsis. Untuk kepentingan itulah, Perdupsis SMA Plus Efarina Tahun 2023 perlu disusun. Penyusunan Perdupsis SMA Plus Efarina dilakukan sebagai upaya esensial menyelaraskan isi aturan-aturannya agar sejalan dengan perkembangan zaman. Masukan dan saran dari berbagai pihak yang berkepentingan terhadap Perdupsis SMA Plus Efarina sangat diharapkan. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu memberi petunjuk dan bimbingan kepada kita semua. Amin. Saribudolok, Juni 2023 Direktur Pendidikan dan Pengasuhan SMA/SMK Plus Efarina, Kolonel (Purn) Muhammad Kamil


vi DAFTAR ISI Halaman Visi dan Misi SMA Plus Efarina ............................................................................... i Panca Dharma Siswa .............................................................................................. ii Mars Efarina ........................................................................................................... iii Hymne Efarina ....................................................................................................... iv Kata Pengantar Direktur Pendidikan dan Pengasuhan SMA/SMK Plus Efarina ..... v Daftar Isi ................................................................................................................ vi Keputusan Kepala Direktur Pendidikan dan Pengasuhan SMA/SMK Plus Efarina Nomor : Skep/ / SMAP-EFARINA /VI / 2023 tanggal Juni 2023, tentang Peraturan Kehidupan Siswa (Perdupsis) di lingkungan SMA Plus Efarina .......... 1 BAB I PENDAHULUAN Pasal 1 Umum .................................................................................. 3 Pasal 2 Dasar. .................................................................................. 4 Pasal 3 Maksud dan Tujuan ............................................................. 4 Pasal 4 Pengertian dan Definisi ........................................................ 4 BAB II NILAI-NILAI DASAR Pasal 5 Nilai-Nilai Dasar Siswa .......................................................... 8 Pasal 6 Panca Dharma Siswa ........................................................... 8 Pasal 7 Kode Kehormatan Siswa ……………………………………... 9 BAB III PERATURAN SISWA Pasal 8 Tugas Utama, Kewajiban, dan Hak ....................................... 10 Pasal 9 Organisasi ............................................................................. 11 Pasal 10 Pemeliharaan Kebersihan dan Kerapian Siswa .................. 12 Pasal 11 Rokok, Minuman Keras, Napza/Obat Terlarang dan dan Pornografi .................................................................... 12 Pasal 12 Pemeliharaan Kebersihan dan Kerapian Lingkungan ......... 13 Pasal 13 Ijin Bermalam ...................................................................... 13 Pasal 14 Kehidupan di Graha .. ......................................................... 13 Pasal 15 Perlakuan Terhadap Kediaman Pendiri Yayasan ............... 14 Pasal 16 lstirahat ............................................................................... 15 Pasal 17 Siswa Sakit ......................................................................... 15 Pasal 18 Libur, Cuti, dan lzin ............................................................. 16 Pasal 19 Berpakaian dan Berpenampilan .......................................... 16 Pasal 20 Uang dan Barang ................................................................ 19


vii Pasal 21 Peminjaman atau Penggunaan Media Pelajaran ................ 20 Pasal 22 Pelajaran di Kelas ............................................................... 20 Pasal 23 Kebebasan Mimbar ............................................................. 22 Pasal 24 Pelatihan dan Praktikum ..................................................... 23 Pasal 25 Belajar Mandiri .................................................................... 23 Pasal 26 Kelas Khusus ...................................................................... 24 Pasal 27 Pembebasan dari Pelajaran, Pelatihan, dan Tes ................ 24 Pasal 28 Pengasuhan ........................................................................ 25 Pasal 29 Evaluasi ............................................................................ 25 Pasal 30 Perlakuan terhadap Bendera, Lagu Kebangsaan dan Lagu Wajib .......................................................................... 26 Pasal 31 Hubungan Antar Siswa ....................................................... 26 Pasal 32 Hubungan Siswa dengan Sesama Generasi Muda ........... 27 Pasal 33 Hubungan Siswa dengan Para Pejabat/Wali Graha .......... 27 Pasal 34 Hubungan Siswa dengan Masyarakat ................................ 28 Pasal 35 Kegiatan Sosial Siswa ........................................................ 28 Pasal 36 Malam Keakraban ............................................................... 29 Pasal 37 Buku Saku Siswa ................................................................ 29 Pasal 38 Kegiatan Keagamaan ......................................................... 29 Pasal 39 Kegiatan Olah Raga ............................................................ 30 Pasal 40 Kegiatan Seni Budaya ........................................................ 30 Pasal 41 Kegiatan llmiah ................................................................... 30 Pasal 42 Teguran Antar siswa ........................................................... 31 Pasal 43 Perpindahan Tempat .......................................................... 31 Pasal 44 Apel Pagi, Siang, dan Malam .............................................. 32 Pasal 45 Penggunaan Komputer dan Internet Sekolah ..................... 32 Pasal 46 Penggunaan Laptop Siswa ................................................. 33 Pasal 47 Penggunaan Telepon Seluler (Ponsel) ............................... 34 BAB IV TATA KRAMA SISWA Pasal 48 Pedoman Umum ................................................................. 35 Pasal 49 Berdiri, Berjalan, dan Duduk ............................................... 36 Pasal 50 Berbicara ............................................................................ 36 Pasal 51 Penggunaan Media Sosial .................................................. 37 Pasal 52 Bertamu/Berkunjung ........................................................... 37 Pasal 53 Tata Cara Menerima Tamu ................................................. 39 Pasal 54 Mendampingi Tamu Resmi ................................................. 40 Pasal 55 Berkenalan .......................................................................... 40 Pasal 56 Bepergian bersama Orang yang Pantas Dilindungi ............ 41 Pasal 57 Siswa Putra Bepergian dengan Rekan Putri ....................... 42 Pasal 58 Siswa Putri Bepergian dengan Rekan Putra ....................... 42 Pasal 59 Mengunjungi Orang Sakit ................................................... 42 Pasal 60 Melayat ............................................................................... 43 Pasal 61 Pemakaman dan Ziarah ...................................................... 43


viii Pasal 62 Berbelanja ........................................................................... 44 Pasal 63 Tata Cara Makan bersama di Ruang Makan ...................... 44 Pasal 64 Tata Cara Makan di Rumah Makan .................................... 46 Pasal 65 Tata Cara Makan di Rumah Keluarga ................................. 47 Pasal 66 Tata Cara Makan di Perjamuan atau Pesta ........................ 48 Pasal 67 Menunggu Kendaraan ........................................................ 48 Pasal 68 Di dalam Kendaraan Umum ................................................ 48 Pasal 69 Berkendaraan ..................................................................... 49 Pasal 70 Menyewa Kendaraan .......................................................... 49 Pasal 71 Membuat Janji ..................................................................... 50 Pasal 72 Pinjam Meminjam ............................................................... 50 Pasal 73 Menulis Surat ...................................................................... 50 Pasal 74 Membuat dan Menghadiri Undangan .................................. 51 Pasal 75 Menonton Hiburan .............................................................. 52 Pasal 76 Menelepon dan Menerima Telepon .................................... 52 BAB V PENGHARGAAN DAN SANKSI Pasal 77 Penghargaan ...................................................................... 53 Pasal 78 Kegiatan Yang Merugikan ................................................... 54 Pasal 79 Sanksi ................................................................................. 54 Pasal 80 Pemberhentian sebagai Siswa............................................ 55 BAB VI PENUTUP Pasal 81 Penutup .............................................................................. 57 PENJELASAN Umum ............................................................................................... 58 Pasal Demi Pasal ............................................................................. 59 LAMPIRAN Lampiran 1 Makna Logo SMA Plus Efarina ........................................................... 70 Lampiran 2 Penempatan pakaian dan perlengkapan perorangan siswa ................. 71 Lampiran 3 Pakaian seragam siswa dan atribut siswa ........................................... 72 Lampiran 4 Bintang penghargaan siswa SMA Plus Efarina .................................. 83 Lampiran 5 Model dan potongan rambut siswa SMA Plus Efarina ........................ 85


SURAT KEPUTUSAN Nomor : Skep / / SMAP-EFARINA / VI / 2023 tentang PENGESAHAN BERLAKUNYA PERATURAN KEHIDUPAN SISWA (PERDUPSIS) SMA PLUS EFARINA DIREKTUR PENDIDIKAN DAN PENGASUHAN SMA/SMK PLUS EFARINA Menimbang : 1. bahwa SMA Plus Efarina bercirikan kenusantaraan dan berasrama penuh, berdasarkan kepada Tri Pusat Pendidikan yang mengembangkan lingkungan sekolah, lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat di SMA Plus Efarina; 2. bahwa Peraturan Kehidupan Siswa (Perdupsis) merupakan bagian dari pembelajaran dalam pembinaan kehidupan siswa SMA Plus Efarina yang perlu dipahami dan dilaksanakan dalam rangka pembentukan kepribadian siswa sebagai calon pemimpin; dan 3. bahwa dalam penyusunan Perdupsis SMA Plus Efarina perlu ditetapkan dengan Surat Keputusan. Mengingat : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2. Akte Notaris Azhar, S:H., Nomor 08 Tahun 2004, tentang Pendirian Yayasan Efarina. 3. Keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor 421.3/52 tentang ljin Operasional SMA Plus Efarina Memperhatikan : 1. Surat Ketua Yayasan Efarina Nomor : Sb/ /IV/2023 tanggal .. April 2023, tentang petunjuk pelaksaan penyusunan buku petunjuk dan pedoman di lingkungan SMA Plus Efarina Tahun 2023; 2. Hasil perumusan Kelompok Kerja Penyusunan Penyusunan Peraturan Kehidupan Siswa (Perdupsis) di lingkungan SMA Plus Efarina.


LAMPIRAN SKEP DIREKTUR PENDIDIKAN DAN PENGASUHAN SMA / SMK PLUS EFARINA NOMOR : SKEP/ /SMAP-EFARINA/SK/VI/2023 TANGGAL : JUNI 2023 MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Memberlakukan Peraturan Kehidupan Siswa (Perdupsis) di lingkungan SMA Plus Efarina seperti yang tercantum dalam lampiran Surat Keputusan ini. KEDUA : Ketentuan lain yang bertentangan dengan materi Peraturan Kehidupan Siswa (Perdupsis) SMA Plus Efarina ini dinyatakan tidak berlaku. KETIGA : Apabila ada terjadi kesalahan dalam pembuatan isi Surat Keputusan ini dapat ditinjau dan diperbaharui kembali. Demikian Surat Keputusan ini dikeluarkan dan berlaku sejak tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Saribudolok Pada tanggal Juni 2023 Tembusan Yth .: 1. Bapak Pendiri Yayasan Efarina. 2. Pembina Yayasan Efarina. 3. Ketua Yayasan Efarina. 4. Kepala SMA Plus /SMK Plus Kesehatan Efarina. 5. Kepala tata Usaha SMA Plus Efarina 6. Ketua Komite SMA Plus Efarina. Direktur Pendidikan dan Pengasuhan SMA/SMK Plus Efarina, Kolonel (Purn) Muhammad Kamil - 2 -


3 PERATURAN KEHIDUPAN SISWA SMA PLUS EFARINA BAB I PENDAHULUAN Pasal 1 Umum 1.1 Yayasan Pendidikan Efarina didirikan dalam rangka upaya ikut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana diamanatkan oleh UUD 1945 untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab sebagaimana dalam Undang- Undang RI Nomor 20 tahun 2003, tentang Sistim Pendidikan Nasional. 1.2 Dalam mewujudkan partisipasi mencerdaskan kehidupan bangsa, Yayasan Pendidikan Efarina membangun dan mengembangkan SMA Plus Efarina berasrama yang dilengkapi perangkat dan fasitas pendidikan yang mendukung pencapaian tujuan pendidikan. SMA Plus Efarina bertanggung jawab dan berkewajiban merealisasikan visi dan misi yayasan di jalur pendidikan Sekolah Menengah Atas sesuai ketentuan undang-undang. 1.3 Fungsi SMA Plus Efarina adalah mengembangkan generasi muda indonesia untuk menjadi tunas-tunas muda pemimpinan bangsa sekaligus kader penerus perjuangan bangsa yang memiliki pengetahuan tinggi, kepribadian yang luhur, kesegaran jasmani serta berwawasan kebangsaan, kejuangan dan kebudayaan. Agar fungsi ini terlaksana maka kehidupan siswa selama mengikuti pendidikan perlu diarahkan dan diatur dalam Peraturan Kehidupan Siswa disingkat Perdupsis dan disusun berdasarkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. 1.4 Siswa SMA Plus Efarina wajib memahami, menghayati dan mengamalkan nilai, norma dan kaidah yang terdapat dalam Perdupsis di dalam kehidupan sehari-hari baik di dalam maupun di luar SMA Plus Efarina. Nilai nilai, norma dan kaidah ini menjadi bekal kepribadian yang bernilai tinggi dan pengembangan diri falam masyarakat. Dengan bekal tersebut, dikemudian hari siswa dapat mengabdikan ilmu pengetahuan dan keterampilannya untuk pembangunan bangsa dan negara Indonesia.


4 Pasal 2 Dasar Perdupsis merupakan pedoman siswa dalam menepati peraturan tata tertib dan disiplin yang bersumber pada nilai-nilai luhur kepribadian dan tradisi bangsa serta ciri khas siswa SMA Plus Efarina. Sumber-sumber nilai tersebut adalah: 1. Pancasila dan Undang-Undang Dasar RI Tahun 1945. 2. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional. 3. Ketentuan-ketentuan yang ditetapkan Ketua Yayasan Efarina. 4. Panca Dharma Siswa SMA Plus Efarina. 5. Kode Kehormatan Siswa. 6. Tradisi Budaya Bangsa. Pasal 3 Maksud dan Tujuan 3.1 Perdupdis ini disusun dengan maksud untuk menjadi pedoman bagi siswa dalam melaksanakan kegiatan kehidupan sehari-hari baik didalam maupun diluar SMA Plus Efarina. 3.2 Perdupsis bertujuan membentuk pribadi siswa agar dapat memiliki sifat dan sikap pemimpin dan kader penerus perjuangan bangsa yang beriman, berilmu, jujur, berani, adil dan bijaksana, sehingga dapat menjadi teladan bagi masyarakat dan lingkungannya. Pasal 4 Pengertian dan Definisi 1. Peraturan adalah petunjuk, kaidah dan ketentuan yang dibuat untuk mengatur. 2. Nilai adalah alat yang menunjukan alasan dasar bahwa “cara pelaksaaan atau keadaan akhir tertentu lebih disukai secara sosial dibandingkan cara pelaksanaan atau keadaan akhir yang berlawanan”. Nilai memuat elemen pertimbangan yang membawa ide-ide seorang individu mengenai hal-hal yang benar, baik dan diinginkan. 3. Nilai dasar Siswa SMA Plus Efarina adalah nilai-nilai utama yang menjadi dasar dan pedoman sikap perilaku siswa dalam pembentukan karakternya.


5 4. Nilai aspiratif adalah nilai-nilai yang menjadi bagian dari diri para siswa dan harus diperjuangkan dan diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehingga menjadi karakter yang kuat. Nilai aspiratif dituangkan dalam Panca Darma Siswa. 5. Nilai imperatif adalah nilai-nilai yang mengikat secara mutlak untuk dilakukan atau dilarang dilakukan oleh para siswa dengan sanksi hukuman berat jika dilanggar. Nilai imperatif dituangkan dalam Kode Kehormatan Siswa. 6. Kode Kehormatan adalah suatu norma (aturan) yang menjadi ukuran kesadaran mengenaik ahlak (budi pekerti) yang tersimpan dalam hati seseorang yang menyadari harga dirinya. 7. Kekerasan verbal adalah kekerasan yang dilakukan dengan kata-kata seperti membentak, memaki, menghina, menjuluki, meneriaki, memfitnah, menuduh, mempermalukan didepan umum dengan secara lisan dan lain-lain. 8. Kekerasan fisik adalah kekerasan yang melibatkan kontak langsung dan dimaksudkan untuk menimbulkan perasaaan intimidasi, cedera, atau penderitaan fisik lain. 9. Kekerasan psikis adalah suatu tindakan penyiksaan secara verbal yang mengakibatkan menurunnya rasa percaya diri, meningkatkan rasa takut, hilangnya kemampuan untuk bertindak dan tidak berdaya. 10. Hak adalah segala sesuatu yang harus didapatkan oleh setiap orang yang telah ada sejak lahir bahkan sebelumlahir. 11. Kewajiban adalah sesuatu yang harus dilaksanakan. 12. Organisasi adalah suatu tempat atau wadah orang-orang untuk berkumpul, bekerja sama secara rasional dan sistematis, terencana, terpimpin dan terkendali dalam memanfaatkan sumber daya, sarana prasarana, data dan lain-lain yang digunakan secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan organisasi. 13. Napza (Narkotika, Alkohol, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya adalah zat adiktif yang mempengaruhi kondisi kejiwaan atau psikologi seseorang (pikiran, perasaan, dan perilaku) serta dapat menimbulkan ketergantungan fisik mapun psikologi. 14. Alat elektik adalah alat-alat yang menggunakan sambutan arus kuat/AC seperti daya listrik dari PLN. 15. Alat elektronik adalah alat-alat yang menggunakan sambungan listrik arus lemah/DC seperti daya listrik.


6 16. Kegiatan rutin terjadwal adalah kegiatan keseharian siswa yang harus diikuti oleh seluruh siswa mulai dari bangun tidur sampai kembali tidur. 17. Kegiatan terprogram adalah kegiatan yang direncanakan oleh sekolah untuk mewadahi peminatan siswa. 18. Kegiatan terproyek adalah kegiatan yang dilaksanakan pada waktu-waktu atau momentum tertentu, seperti peringatan hari besar nasional, hari besar keagamaan, kegiatan latihan lapangan, karya wisata, jumpa tokoh nasional/lokal, dan kegiatan-kegiatan tradisi sekolah. 19. Kegiatan kreatif mandiri adalah kegiatan pengembangan diri yang dilakukan siswa dilingkungan SMA Plus Efarina, diluar jadwal kegiatan yang telah ditentukan. 20. Tata cara adalah suatu cara yang ditempuh untuk mengatur sebuah kegiatan agar terlaksana dengan baik sesuai norma. 21. Kehidupan kemasyarakatan adalah tata krama pergaulan sekelompok individu atau orang yang saling tergantung satu sama lain dan hidup bersama dalam satu komunitas, dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. 22. Pengabdian masyarakat adalah suatu kegiatan yang bertujuan membantu masyarakat tertentu dalam beberapa aktivitas tanpa mengharapkan imbalan dalam bentuk apapun juga. 23. Daring/online adalah kegiatan yang tersambung dengan fasilitas internet. 24. Ponsel (telepon seluler) adalah perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telepon konvensional, tetapi dapat dibawa kemana-mana, serta memiliki kemampuan tambahan antara lain mengirim gambar, mengirim pesan, membuat grup komunikasi, dll. 25. Tata krama adalah norma atau sebuah kebiasaan yang mengatur sikap sopan santun dan disepakati oleh lingkungan. 26. Tata tertib adalah peraturan yang telah disepakati oleh suatu intitusi yang harus ditaati oleh warganya, apabila dilanggar akan diberikan sanksi. 27. Piket siswa adalah tugas yang dibebankan kepada kepada siswa yang ditunjuk untuk melakukan kegiatan menjaga ketertiban diluar kegiatan belajar mengajar (KBM) serta melaporkan dan mengambil tindakan yang diperlukan dalam tugasnya.


7 28. Piket harian adalah tugas yang dibebankan kepada kepada Wali Graha, pengajar dan pengasuh yang ditunjuk untuk melakukan kegiatan menjaga ketertiban diluar kegiatan belajar mengajar (KBM) serta melaporkan dan mengambil tindakan yang diperlukan dalam tugasnya. 29. Penghargaan adalah sesuatu yang diberikan pada perorangan atau kelompoknya jika mereka mencapai prestasi bidang tertentu. 30. Pelanggaran adalah perilaku yang menyimpang untuk melakukan tindakan menurut kehendak sendiri tanpa memperhatikan peraturan yang telah dibuat. 31. Sanksi adalah suatu langkah hukuman yang dijatuhkan oleh intitusi tertentu karena terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok dapat berupa tindakan disiplin dan atau hukuman disiplin. 32. Tindakan disiplin adalah serangkaian tindakan fisik/nonfisik yang bersifat membina, yang dijatuhkan secara langsung kepada anggota organisasi yang tidak mematuhi aturan. 33. Hukuman disiplin adalah serangkaian tindakan berupa keputusan hukum yang bersifat membina, yang dijatuhkan secara langsung langsung kepada anggota organisasi yang tidak mematuhi aturan. 34. Rehabilitasi adalah hak seseorang untuk mendapatkan haknya dalam kemampuan, kedudukan, dan harkat serta martabatnya karena kekeliruan mengenai orangnya atau sanksi yang diterapkan. 35. Sistim poin adalah salah satu kebijakan yang diambil oleh SMA Plus Efarina untuk mengurangi tingkat pelanggaran yang dilakukan oleh siswa. Sistem poin diberlakukan dalam Peraturan Urusan Dinas Dalam (PUDD) dalam hal pelanggaran tata tertib, masing-masing pelanggaran peraturan tata tertib akan diberikan poin yang berbeda-beda nilainya sesuai dengan tingkat kecil dan besarnya pelanggaran.


8 BAB II NILAI-NILAI DASAR Pasal 5 Nilai-Nilai Dasar Siswa 5.1 Menyadari kewajiban dan haknya sebagai generasi muda, setiap siswa SMA Plus Efarina menjadi penerus nilai-nilai perjuangan 1945, sehingga setiap siswa dituntut untuk beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memahami tentang karkateristik bangsanya, dengan ilmu pengetahuan yang tinggi, ketekunan, etos kerja, kegigihan, kepribadian luhur meliputi kepedulian, kejujuran, keadilan, tanggung jawab, dan rasa hormat, terhadap diri sendiri dan orang lain serta memiliki kesehatan rohani dan kesegaran jasmani yang baik. 5.2 Meyakini tugas dan tanggung jawab yang diemban generasi muda tersebut, maka siswa SMA Plus Efarina dituntut untuk memantapkan jati dirinya dengan memahami, menghayati dan mengamalkan Panca Dharma Siswa sebagai nilai aspiratif yaitu nilai yang harus diperjuangkan dan diwujudkan menjadi bagian diri siswa dan Kode Etik Siswa sebagai nilai imperatif yaitu nilai-nilai yang mengikat harus dijalankan atau dilarang dilakukan siswa. Pasal 6 Panca Dharma Siswa 1. Akan senantiasa menjunjung tinggi nilai moral dan tata susila dalam segala tingkah laku dan perbuatan. 2. Akan senantiasa belajar dengan segala kemampuan yang ada secara jujur berdisiplin dan penuh tanggungjawab. 3. Akan senantiasa memelihara mengembangkan, dan mengamalkan ilmu pengetahuan dengan dilandasi semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara. 4. Akan senantiasa memelihara hubungan yang serasi dan harmonis dalam pergaulan 5. Akan senantiasa menjunjung tinggi citra dan nama baik SMA Plus Efarina dimana saja saya berada.


9 Pasal 7 Kode Kehormatan Siswa 1. Menjunjung tinggi Panca Dharma Siswa. 2. Hormat kepada orang tua. 3. Hormat kepada guru. 4. Pantang menyontek. 5. Pantang menipu. 6. Pantang mencuri. 7. Pantang berkelahi. 8. Pantang berbuat asusila.


10 BAB Ill PERATURAN SISWA Pasal 8 Tugas Utama, Kewajiban, dan Hak 8.1. Tugas utama setiap siswa selama mengikuti pendidikan di SMA Plus Efarina adalah belajar dan berlatih serta wajib mengikuti seluruh kegiatan yang ditentukan oleh sekolah. 8.2. Siswa wajib memelihara peralatan dan perlengkapan yang diberikan sekolah. Apabila merusakan atau menghilangkan wajib melapor kepada Wali Graha/Wali kelas masing-masing 8.3. Siswa yang merusakan atau menghilangkan inventaris sekolah, wajib mengganti atau membayar ganti rugi atas inventaris yang rusak atau hilang. 8.4. Siswa dengan sadar dan penuh rasa tanggung jawab wajib menaati semua ketentuan, peraturan, dan prosedur yang ditetapkan oleh pihak yayasan atau sekolah. 8.5. Siswa yang diberhentikan oleh sekolah, biaya kembali ke tempat asalnya ditanggung oleh orang tua/walinya. 8.6. Siswa wajib membayar iuran sekolah tepat waktu sesuai ketentuan yang berlaku. Siswa yang tidak membayar Biaya Operasional Pendidikan (BOP) lebih dari 3 bulan, akan dikembalikan ke orang tua dengan tahapan: 8.6.1 Orang tua atau wali akan diberi peringatakan secara tertulis dari sekolah. 8.6.2 Siswa dikembalikan kepada orang tua atau wali. 8.7. Siswa wajib membayar iuran OSIS sesuai ketentuan yang berlaku. 8.8. Siswa wajib turut serta menjaga ketertiban lingkungan SMA Plus Efarina. 8.9. Selama dalam pendidikan, siswa mendapat perlengkapan sekolah dan perlengkapan perorangan awal. 8.10. Siswa berhak mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai ketentuan.


11 Pasal 9 Organisasi 9.1 Dalam rangka menyiapkan siswa menjadi warga negara beriman dan berakhlak, memiliki kemampuan akademik dan intelektual dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau seni, serta wawasan bela negara yang mampu mengembangkan potensi dirinya menjadi manusia produktif bagi kehidupan pribadi, masyarakat, bangsa, dan umat manusia, dilingkungan SMA Plus Efarina dibentuk dua organisasi, antara lain : 9.1.1 Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). 9.1.2 Resimen Korps Taruna Nabujur. 9.2. Dua organisasi tersebut di siapkan untuk memupuk, melatih dan mengembangkan potensi kepemimpinan siswa, kedua organiasai tersebut berkolaborasi mengelola kegiatan Kepramukaan, Kelompok Ilmiah Remaja (KIR), kelompok pencinta alam, kelompok Palang Merah Remaja, kelompok drum/marching band, kelompok kesenian tari, kelompok olahraga berprestasi, Kelompok paduan suara, kelompok kesenian/tari, kelompok band musik, kelompok kewanitaan, kelompok beladiri, peleton upacara, Paskibra dan Patroli Keamanan Sekolah. 9.3 Pembentukan Organisasi Resimen Korps Taruna Nabujur (Merkorpstar) ditentukan dengan Surat Keputusan Direktur Pendidikan dan Pengasuhan dengan struktur sesuai ketentuan dan prosedur yang telah ditetapkan oleh Ketua Yayasan Pendidikan Efarina. 9.4 Pembentukan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) ditentukan dengan Surat Keputusan Kepala Sekolah dengan struktur sesuai ketentuan dan prosedur yang telah ditetapkan oleh Kemendikbudristek dan kebutuhan sekolah yang ditetapkan oleh Direktur Pendidikan dan Pengasuhan. 9.5 Persyaratan menjadi pengurus kedua oraganiaasi tersebut serta proses dan tata cara pemilihan pengurus disusun oleh Menkorpstar dan OSIS dan disahkan oleh Direktur Pendidikan dan Pengasuhan dan atau Kepala Sekolah. 9.6 Pemilihan pengurus Menkorpstar dan OSIS dilaksanakan secara langsung dan terbuka dan kepengurusan Menkorpstar dan OSIS disahkan oleh Direktur Pendidikan dan Pengasuhan dan atau Kepala Sekolah. 9.7 Siswa dilarang membuat dan/atau mengikuti organisasai/kelompok yang melakukan kegiatan yang bertentangan dengan ketentuan sekolah.


12 Pasal 10 Pemeliharaan Kebersihan dan Kerapian Siswa 10.1 Setiap siswa wajib menjaga dan memelihara kebersihan, kerapihan diri, dan tata cara berpakaian sesuai ketentuan tang berlaku. 10.2 Rambut siswa harus rapi, bersih, alami, dan tidak menggunakan aksesoris rambut. 10.3 Rambut siswa: 10.3.1 Rambut siswa putra dipotong pendek dengan ukuran gradasi 1/0,5/0 cm. 10.3.2 Rambut siswa putri dipotong pendek diatas kerah baju baik yang berhijab maupun tidak berhijab dan diatur rapih, yang tidak berhijab terlihat telinganya. Penggunaan jepit lidi diatur ketentuan sendiri. 10.4 Siswa putra dilarang memelihara kumis, cambang, memelihara jenggot, kuku panjang, memakai anting-anting, gelang, kalung dan cincin. 10.5 Siswa putri dizinkan menggunakan tata rias sederhana dengan bedak tipis, dilarang memakai perhiasan, memanjangkan kuku, memakai cat kuku, celak mata, dan lipstik serta aksesoris yang menyolok. 10.6 Siswa dilarang bertatto di bagian anggota badan manapun kecuali karena adat. Pasal 11 Rokok, Minuman Keras, Napza/Obat Terlarang dan Pornografi 11.1 Siswa dilarang memegang, membawa, menyimpan, membeli, menjual, mengedarkan, dan menghisap rokok tembakau atau rokok elektrik, baik selama berada di dalam maupun di luar lingkungan SMA Plus Efarina. 11.2 Siswa dilarang memegang, membawa, menyimpan, membeli, menjual, mengedarkan, dan minum minuman keras, baik selama berada di dalam maupun di luar lingkungan SMA Plus Efarina. 11.3 Siswa dilarang memegang, membawa, menyimpan, membeli, menjual, mengedarkan, dan menggunakan napza/ obat terlarang, baik selama berada di dalam maupun di luar lingkungan SMA Plus Efarina. 11.4 Siswa dilarang memegang, membawa, menyimpan, membeli, menjual, mengedarkan, melihat atau membaca buku/ majalah /file porno, menonton film porno, menggambar atau mengambil gambar dengan alat elektronik, mengakses situs porno melalui internet, baik selama berada di dalam maupun di luar lingkungan SMA Plus Efarina.


13 Pasal 12 Pemeliharaan Kebersihan dan Kerapian Lingkungan 12.1 Siswa bertanggung jawab terhadap keamanan, kebersihan, kerapihan, ketertiban, keindahan kelas, dan tempat-tempat lain yang digunakan untuk kegiatan siswa. Termasuk keindahan lingkungan di SMA Plus Efarina sesuai ketentuan. 12.2 Siswa tidak diperbolehkan mencoret-coret dinding / peralatan lain dan membuang sampah sembarangan. Pasal 13 Ijin Berlibur 13.1 Hak Ijin Berlibur diberikan kepada siswa sesuai dengan tingkat kepentingannya kecuali bagi yang sedang menjalani sanksi. 13.2 Waktu Ijin Bermalam diatur dengan ketentuan lebih lanjut. 13.3 Pada hari libur, siswa diperbolehkan menerima orantua/wali murid dan diizinkan bermalam di dalam lingkungan sekolah dengan mengajukan secara tertulis kepada Wali Graha/Wali Kelas dan disetujui oleh Direktur Pendidikan dan Pengasuhan. 13.4 Orangtua siswa yang bermalam di dalam lingkungan sekolah dapat menyewa rumah villa yang ada dan wajib mematuhi semua ketentuan yang telah ditetapkan oleh sekolah. 13.5 Siswa tidak diizinkan Ijin Berlibur selama mengikuti Pendidikan Dasar Kedisiplinan dan Kepemimpinan atau selama menjalani sanksi/mendapat tugas khusus dari sekolah. 13.6 Dalam pelaksanaan Ijin berlibur agar memperhatikan tempat yang pantas dan tidak pantas dikunjungi oleh siswa SMA Plus Efarina Pasal 14 Kehidupan di Graha 14.1 Siswa wajib menjaga kebersihan, ketertiban, dan kerapian di luar maupun di dalam Graha. 14.2 Siswa bertanggung jawab atas keamanan dan kenyamanan di Graha. 14.3 Siswa bertanggung jawab atas kebersihan kamar mandi dan WC serta tempat cuci/ menjemur pakaian.


14 14.4 Siswa wajib mengatur pakaian dan alat perlengkapan siswa sesuai ketentuan yang telah ditetapkan sekolah. (Keterangan gambar pada lampiran). 14.5 Siswa dilarang : 14.5.1 Membunyikan musik/suara dari gadget/alat elektronik yang keras dan mengganggu lingkungan sekitarnya 14.5.2 Membawa alat elektrik diluar ketentuan. 14.5.3 Membawa alat masak atau alat yang dapat digunakan untuk memasak. 14.5.4 Membawa senjata api, senapan angin, senjata/benda tajam atau alat sejenisnya. 14.5.5 Membawa dan memasang poster atau gambar dinding di dalam Graha. 14.5.6 Melakukan aktivitas olahraga selain sit up, push up, dan stretching. 14.5.7 Membawa sepeda dan/atau papan skateboard. 14.5.8 Memegang, membawa, menyimpan, membeli, menjual, mengedarkan, dan membunyikan/meledakkan petasan dan kembang api. 14.6 Siswa yang sakit dan tidak bisa mengikuti kegiatan, dilarang tinggal di Graha dan wajib dirujuk ke RS yang telah disiapkan oleh sekolah untuk mengikuti rawat inap. 14.7 Siswa hanya diizinkan membawa makanan ringan dan harus habis dalam waktu 1 hari. 14.8 Wali Graha dan Piket Siswa bertanggung jawab atas kebersihan, ketertiban, kerapian, keamanan, dan kenyamanan lingkungan graha. Pasal 15 Perlakuan Terhadap Kediaman Pendiri Yayasan 15.1 Siswa wajib menjaga kebersihan dan kerapian baik di dalam maupun di sekitar kediaman Pendiri Yayasan 15.2 Siswa dilarang melakukan kegiatan lainnya di sekitar kediaman Pendiri Yayasan diluar kegiatan resmi sekolah. 15.3 Siswa dilarang masuk ke dalam kediaman Pendiri Yayasan.


15 Pasal 16 Istirahat 16.1 Pada waktu istirahat, siswa diperbolehkan melakukan kegiatan mandiri tanpa mengganggu siswa lain yang sedang beristirahat. 16.2 Waktu tidur malam dimulai dengan bunyi terompet pukul 21.30 WIB dan bangun tidur dengan bunyi terompet pukul 05.00 WIB, sedangkan malam hari libur dimulai dengan bunyi terompet pukul 22.00 WIB dan bangun tidur dengan bunyi terompet pukul 05.00 WIB. 16.3 Siswa wajib tidur di Graha menempati tempat tidur masing-masing yang telah ditetapkan dan tidak menggunakan tempat tidur untuk dua orang atau lebih. 16.4 Siswa tidur wajib memakai pakaian tidur yang ditetapkan oleh sekolah, menggunakan selimut, sprei, dan bantal sesuai dengan ketentuan sekolah dengan menjaga ketenangan dan memadamkan lampu-lampu kecuali lampu tidur. 16.5 Selama istirahat malam, siswa dilarang membuat kegaduhan, bermain musik, atau berada di luar Graha tanpa seizin Wali Graha. 16.6 Siswa yang ingin meneruskan belajar di Graha, tidak boleh mengganggu siswa lain yang sedang istirahat dengan menggunakan lampu belajar masing-masing dan dilarang menyalakan lampu ruangan. 16.7 Setelah bangun tidur, siswa wajib membuka jendela, merapikan tempat tidur, melipat selimut, dan membersihkan kamar/tempat tidur masing-masing. 16.8 Siswa yang bangun tidur sebelum terompet bangun pagi dibunyikan, wajib menjaga ketenangan dan ketertiban Graha. Pasal 17 Siswa Sakit 17.1 Siswa yang sakit atau memerlukan pertolongan segera dibawa/dilaporkan ke Poliklinik, dan segera melaporkan kepada Wali Graha. 17.2 Apabila terjadi kecelakaan atau dalam keadaan darurat, siswa atau Wali Graha yang mengetahui segera memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan, dan memberitahukan/melaporkan kepada Koordinator Poliklinik dan Direktur Pendidikan dan Pengsuhan. 17.3 Siswa yang sakit diizinkan tidak mengikuti kegiatan belajar dan kegiatan lain atas rekomendasi/surat dokter dan disampaikan kepada Wali Kelas/Wali Graha.


16 17.4 Siswa yang dirujuk ke Rumah Sakit atas pertimbangan staf Poliklinik harus dilaporkan dan meminta ijin kepada Direktur Pendidikan dan Pengsuhan. 17.5 Siswa yang berobat/rawat inap di rumah sakit lain atas permintaan orang tua siswa harus terlebih dahulu mendapat rekomendasi dokter rumah sakit yang ditunjuk sekolah sekolah dan seizin Direktur Pendidikan dan Pengsuhan. 17.6 Orang tua yang hendak memindahkan anaknya dari rumah sakit yang telah ditentukan oleh sekolah harus membuat surat permohonan dan surat pernyataan dengan biaya ditanggung orang tua/wali. 17.7 Tata cara berobat diatur dalam ketentuan tersendiri. Pasal 18 Libur, Cuti, dan lzin 18.1 Libur atau cuti diberikan setelah siswa menjalani program semester atau tahunan berdasarkan kalender pendidikan sekolah, kecuali pada kondisi darurat atau waktu tertentu. 18.2 lzin keluar sekolah untuk keperluan yang sangat penting diberikan kepada siswa sesuai dengan Peraturan Urusan Dinas Dalam (PUDD). 18.3 Bagi siswa yang akan ke luar negeri pada saat libur atau cuti, dapat diberikan atas izin Direktur Pendidikan dan Pengsuhan. 18.4 Selama melaksanakan libur, cuti, dan izin, siswa diwajibkan memegang teguh Kode Kehormatan Siswa serta menaati peraturan setempat yang berlaku. 18.5 Surat izin cuti yang digunakan harus diketahui dan ditandatangani oleh orang tua atau kepala keluarga tempat cuti dilaksanakan. Pasal 19 Berpakaian dan Berpenampilan 19.1 Siswa wajib memakai seragam sekolah selama mengikuti pendidikan, baik di dalam maupun di luar lingkungan SMA Plus Efarina, kecuali saat cuti dengan catatan dalam perjalanan dan kembali ke sekolah, berpakaian seragam sekolah. 19.2 Siswa dilarang mengganti pakaian seragam sejak berangkat keluar sekolah hingga kembali ke sekolah. 19.3 Siswa harus mengenakan seragam sekolah dalam setiap kegiatan.


17 19.3.1 Senin s.d. Kamis. Seragam putih abu-abu ber-nametag bordir, atribut sesuai ketentuan, kaos singlet putih, topi, dasi, sepatu kets warna hitam, kaos kaki putih menutupi mata kaki, ikat pinggang SMA Plus Efarina. 19.3.2 Jumat. Seragam pramuka ber-nametag bordir, atribut sesuai ketentuan, kaos singlet putih, baret pramuka, hasduk, sepatu Pakaian Dinas Lapangan untuk siswa putra, kaos kaki PDL hitam menutupi mata kaki, ikat pinggang SMA Plus Efarina. 19.3.3 Sabtu. Seragam PDL ber-nametag bordir hijau, atribut sesuai ketentuan, sepatu PDL, T-shirt hijau, kaos kaki PDL hitam, kopel, Baret Biru/Topi Pet Hitam. 19.3.4 Minggu. Seragam PDH, atribut sesuai ketentuan, sepatu PDH putra/ PDH putri, kaos kaki hitam menutupi mata kaki, ikat pinggang SMA Plus Efarina. 19.3.5 Siswa putri yang beragama Islam diperkenankan memakai seragam hijab sesuai ketentuan sekolah. 19.3.6 Pada hari libur, setiap siswa yang keluar dari lingkungan sekolah wajib mengenakan seragam PDU, nametag putih, dasi, ikat pinggang sekolah dan menggunakan baret biru. 19.3.7 Kegiatan olahraga. Seragam olahraga atau training SMA Plus Efarina, sepatu olah raga sesuai ketentuan, kaos kaki putih dan topi pet merah putih. 19.3.8 Piket Siswa. Seragam PDL ber-nametag bordir hijau, atribut sesuai ketentuan, sepatu PDL, T-shirt hijau, kaos kaki PDL hitam, kopel, Baret Biru/Topi Pet Hitam dan mengenakan ban/selempang piket siswa selama bertugas. 19.3.9 Kegiatan Lapangan. Seragam PDL ber-nametag bordir hijau, atribut sesuai ketentuan, sepatu PDL, T-shirt hijau, kaos kaki PDL hitam, kopel, Baret Biru/Topi Pet Hitam. 19.3.10 Siswa beragama Islam yang hendak ke masjid wajib mengenakan seragam yang berlaku pada hari itu. 19.3.11 Siswa beragama non Islam yang hendak beribadah keluar wajib mengenakan seragam PDU. 19.3.12 Kegiatan di malam hari wajib mengenakan jaket almamater SMA Plus Efarina.


18 19.3.13 Kegiatan kreatif mandiri di dalam Graha diperkenankan mengenakan baju kasual pembagian berlogo SMA Plus Efarina dengan tetap menjaga kesopanan. 19.3.14 Kegiatan terprogram dan terproyek mengenakan pakaian seragam sesuai ketentuan. 19.3.15 Selama berada di Graha siswa menggunakan pakaian sopan yang diizinkan oleh sekolah dan tidak menggunakan pakaian bebas. 19.4 Siswa dilarang mengubah bentuk, bahan, dan spesifikasi seragam sesuai dengan fungsinya. 19.4.1 Celana siswa putra harus menutup mata kaki, tidak boleh hipster, tidak boleh model pensil, ataupun dijahit di luar ketentuan seragam pembagian SMA Plus Efarina. 19.4.2 Rok siswa putri harus dibawah lutut, tidak terlalu ketat, tidak boleh hipster, ataupun dijahit di luar ketentuan seragam pembagian SMA Plus Efarina. 19.4.3 Kemeja siswa putra dan putri tidak boleh terlalu ketat, dengan standar minimal dua jari dari kulit. 19.4.4 Penggunaan jaket wajib mengancingkan ritseleting sampai atas, lengan jaket dikancingkan, dan tidak digulung. 19.5 Siswa wajib menggunakan perlengkapan khusus meliputi tanda/atribut jabatan yang diberikan oleh sekolah dengan penggunaan seusai ketentuan yang berlaku dan tidak boleh menggunakan tanda/atribut lain tanpa seizin sekolah. 19.6 Siswa wajib menjaga penampilan dengan senantiasa mengenakan baju bersih yang disetrika rapi sesuai dengan ketentuan dan menggunakan ikat pinggang yang digosok mengkilat. 19.7 Siswa SMA Plus Efarina wajib memeriksa kembali kerapihan dan kelengkapan pakaian yang dikenakan sebelum berangkat sekolah. 19.7.1 Siswa wajib menyemir sepatunya sendiri. 19.7.2 Topi harus selalu bersih dan lidah topi tidak boleh ditekut melengkung. 19.7.3 Penggunaan dasi wajib dengan mengancingkan baju bagian atas dan sampai pangkal kerah, dengan panjang dua jari di bawah mata ikat pinggang dan harus selalu bersih.


19 19.7.4 Tas sekolah harus selalu bersih, diberi identitas sesuai dengan ketentuan, tidak dicoret-coret dan tidak boleh menggunakan gantungan apapun. 19.7.5 Siswa harus selalu membawa perlengkapan berupa (1) buku saku, (2) buku catatan kecil/memo, (3) ballpoin, (4) sapu tangan, dan (5) dompet bagi siswa putra. 19.8 Siswa diwajibkan menjaga postur dan penampilan tubuh yang sehat dan ideal. 19.9 Siswa berkewajiban untuk menjaga kebersihan dan kerapihan diri serta lingkungan sekolah SMA Plus Efarina. 19.10 Selama menjadi siswa SMA Plus Efarina, siswa harus menjaga nama baik almamater dengan berpakaian sesuai ketentuan di dalam sekolah, di luar sekolah dan di sosial media. Pasal 20 Uang dan Barang 20.1 Siswa harus membiasakan diri hidup hemat, tidak boros dalam menggunakan uang, berbelanja harus yang bermanfaat, serta tidak berlebihan. 20.2 Siswa wajib memiliki rekening dan menyimpan uangnya di Bank yang ditetapkan sekolah, dan dilarang menyimpan uang tunai melebihi Rp. 100.000,- 20.3 Pengambilan uang tabungan di Bank harus seizin Wali Graha/Wali kelas dan saldo minimal di rekening senilai BOP perbulan ditambah Rp. 100.000,- 20.4 Pengambilan uang tabungan di bank oleh siswa maksimal Rp. 500.000,- per bulan, kecuali untuk keperluan-keperluan tertentu harus seizin Wali Graha/Wali Kelas. 20.5 Penarikan iuran OSIS dilakukan saru kali dalam 3 (tiga) tahun pendidikan dan dilaksanakan pada saat siswa kelas X, yang besarannya ditentukan oleh sekolah. 20.6 Ketua OSIS dengan kesepakatan Pengurus OSIS dan izin Kepala Sekolah dapat mengumpulkan sumbangan sukarela siswa untuk membantu korban bencana alam, panti asuhan atau kepentingan sosial lainnya. 20.7 Siswa wajib menggunakan dan merawat perlengkapan yang diberikan sekolah sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan dilarang memindahkan atau memberikan perlengkapannya kepada orang lain tanpa izin Pengurus Sekolah. 20.8 Siswa diperbolehkan mengambil uang pada mesin ATM yang berada di lingkungan sekolah dengan nominal maksimal Rp. 500.000,-


20 20.9 Siswa dapat menerima kiriman barang dari orang tua atau pihak lain berupa paket yang diterima di Pos Keamanan dan diteruskan ke bagian Tata Usaha yg akan diserahkan kepada Wali Graha. Paket diterima siswa akan melalui pemeriksaan Wali Graha dan disaksikan oleh siswa. Siswa tidak diizinkan mengambil paket di Pos Keamanan. 20.10 Siswa tidak diizinkan menerima kiriman paket yang tidak berkaitan dengan kepentingan pendidikan. Pasal 21 Peminjaman atau Penggunaan Media Pelajaran 21.1 Siswa dapat meminjam atau menggunakan media pelajaran untuk pendalaman materi pelajaran. 21.2 Peminjaman atau penggunaan media pelajaran dilakukan secara pribadi atau kelompok kepada penanggung jawab media pelajaran yang bersangkutan dan harus dikembalikan sebelum batas waktu peminjaman atau penggunaan berakhir. 21.3 Media pelajuran harus dipiket dan dipertanggungjawabkan keutuhannya dan dikembalikan dalam keadaan baik. 21.4 Apabila terjadi kerusakan atau kehilangan, siswa wajib melaporkan kepada petugas media pelajaran tersebut dan wajib bertanggung jawab atas setiap kerusakan atau kehilangan. Pasal 22 Pelajaran di Kelas 22.1 Siswa wajib secara aktif mengikuti setiap pelajaran di kelas dan selalu menjaga serta memelihara ketenangan, ketertiban, kebersihan, dan kedisiplinan. 22.2 Setiap kelas dipimpin oleh seorang Ketua Kelas yang ditunjuk selama satu minggu dan dibantu oleh beberapa siswa yang bertugas. Serah terima jabatan Ketua Kelas dilaksanakan setiap hari Sabtu siang dan dilaporkan kepada Wali Kelas. 22.3 Setiap masuk dan keluar kelas, siswa wajib melakukan penghormatan kepada Bendera Merah Putih yang ada di dalam ruang kelas. 22.4 Tugas dan tanggung jawab Ketua Kelas. 22.4.1 Menyiapkan kelas, siswa tidak ada yang terlambat masuk-kelas.


21 22.4.2 Menyiapkan buku absen, buku kemajuan kelas, alat tulis dan alat pelajaran serta menyerahkan kembali buku kemajuan kelas dan buku absen setiap akhir pekan kepada Bagian Pengajaran. 22.4.3 Dalam melaksanakan tugasnya, Ketua Kelas dibantu pengurus kelas dan piket kelas serta bertanggung jawab kepada Wali Kelas. 22.5 Tata cara sebelum memulai pelajaran. 22.5.1 Ketua Kelas menyiapkan siswa. 22.5.2 Ketua Kelas memberikan penghormatan kepada Guru KBM yang akan mengajar dan setelah dibalas menyampaikan laporan. 22.5.3 Setelah menyampaikan laporan, langsung balik kanan tanpa memberikan penghormatan lagi dan selanjutnya mengistirahatkan siswa untuk menerima pelajaran. 22.5.4 Sebelum jam pelajaran pertama dimulai, dilakukan doa bersama yang dipimpin oleh Ketua Kelas. 22.5.5 Untuk mengikuti mata pelajaran yang berbeda, Ketua Kelas melaksanakan kegiatan. 22.6 Tugas dan tanggung jawab Piket Kelas. 22. 6.1 Bertanggung jawab atas kebersihan kelas meliputi bendera lantai, dinding, meja, kursi dan papan tulis. 22. 6.2 Menyiapkan sarana dan prasarana kelas. 22. 6.3 Bertanggung jawab terhadap absensi kelas. 22. 6.4 Dalam melaksanakan tugasnya, Piket bertanggung jawab kepada Ketua Kelas. 22.7 Apabila Pendiri/Ketua Yayasan/Direktur Pendidikan dan Pengasuhan atau Kepala Sekolah masuk ke ruang kelas sewaktu proses belajar mengajar berlangsung, maka guru KBM yang sedang mengajar saat itu mengambil sikap sempurna, menyiapkan siswa, kemudian menyampaikan salam. 22.8 Tata cara mengajukan pertanyaan di kelas bagi siswa dilakukan dengan mengambil sikap duduk siap sambil mengangkat tangan kanan, setelah diberikan kesempatan kemudian berdiri dan mengajukan pertanyaannya.


22 22.9 Tata cara menjawab pertanyaan di kelas bagi siswa dilakukan dengan sikap berdiri, kemudian menjawab pertanyaan tersebut. 22.10 Baik siswa yang lain maupun guru KBM yang sedang mengajar tidak dibenarkan untuk memotong pertanyaan atau jawaban siswa yang mendapat giliran berbicara. 22.11 Pada waktu siswa mengikuti pelajaran dalam kelas gabungan, apabila mengajukan pertanyaan atau menjawab, ia mengambil sikap berdiri dan menyebut nama serta kelasnya. 22.12 Siswa yang datang terlambat wajib melapor kepada piket guru sebelum masuk kelas. 22.13 Siswa yang meninggalkan ruang kelas sewaktu pelajaran sedang berlangsung, harus meminta izin kepada guru KBM yang sedang mengajar di kelas tersebut. 22.14 Siswa yang akan meninggalkan kelas sewaktu tidak ada pelajaran, tetapi bukan waktu istirahat dengan maksud untuk melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler sesuai ketentuan sekolah, dapat melakukannya dengan izin Ketua Kelas. 22.15 Ketentuan tersebut pasal 22.9 s.d 22.11, berlaku dalam kegiatan ceramah dan bagi siswa dilarang meninggalkan ruangan sebelum acara selesai, kecuali ada keperluan lain atau seizin Wali Graha/Pengawas. 22.16 Gerakan pemindahan kelas dan tempat pelatihan atau praktek harus dilakukan dengan cepat, berbaris rapi dan teratur dipimpin oleh Ketua Kelas. 22.17 Apabila dalam waktu 5 menit setelah waktu jam pelajaran atau pelatihan yang ditentukan dimulai dan guru KBM yang akan mengajar belum hadir, maka Ketua Kelas wajib segera melapor kepada piket guru. Pasal 23 Kebebasan Mimbar 23.1 Sekolah memberi kebebasan mimbar kepada siswa, untuk mengajukan pertanyaan kepada guru KBM yang sedang mengajar atau penceramah pada saat pelajaran atau ceramah berlangsung. 23.2 Setiap pembelajaran atau ceramah, siswa tidak boleh menyebarluaskan atau memberitakan materi pelajaran atau ceramah kepada pihak lain di luar SMA Plus Efarina.


23 23.3 Hak penyebarluasan atau pemberiaan materi pelajaran ke pihak lain di luar SMA Plus Efarina berada pada Guru Pengajar materi pelajaran dan atas izin Direktur Pendidikan dan Pengasuhan dan atau Kepala Sekolah, sedangkan hak penyebarluasan atau pemberitaan materi ceramah berada pada Penceramah. Pasal 24 Pelatihan dan Praktikum 24.1 Dalam pelatihan dan praktikum, siswa harus memahami dan menaati petunjuk yang disampaikan oleh Guru Pengajar materi pelajaran yang sedang mengajar atau Petugas Laboratorium. 24.2 Selama mengikuti pelatihan atau praktikum siswa wajib menaati semua ketentuan tentang penggunaan alat, bahan dan sarana pelatihan, maupun laboratorium. 24.3 Siswa harus memperhatikan cara penanggulangan dalam menghadapi kecelakaan ringan maupun pencegahan terhadap bahaya kebakaran atau keracunan yang mungkin terjadi di laboratorium. 24.4 Siswa dilarang bersikap ceroboh atau bersenda gurau di laboratorium atau tempat kegiatan yang dapat mengakibatkan kecelakaan. Pasal 25 Belajar Mandiri 25.1 Siswa melaksanakan belajar mandiri pada hari Minggu sampai dengan Jumat, mulai pukul 19.30 sampai dengan 21.00 WIB kecuali malam hari libur. 25.2 Tempat belajar mandiri bagi siswa putra dilakukan di café Efarina, dengan berpakaian rapi sesuai ketentuan sekolah. 25.3 Siswa diizinkan belajar mandiri tambahan sesuai waktu yang ditetapkan : 25.3.1 Setelah apel malam sampai dengan pukul 23.00 WIB 25.3.2 Mulai pukul 04.00 WIB sampai waktu bangun pagi. 25.4 Tempat belajar mandiri tambahan bagi siswa dilakukan di Graha masing-masing. 25.5 Selama belajar mandiri di cafe, siswa diizinkan meminta bimbingan belajar kepada Guru Tutorial atau kepada Guru Mata Pelajaran. 25.6 Pada waktu belajar mandiri, setiap siswa harus menjaga ketenangan, ketertiban dan kebersihan di cafe.


24 Pasal 26 Kelas Khusus 26.1 Siswa yang memperoleh nilai mata pelajaran di bawah nilai minimal yang ditetapkan sekolah, wajib mengikuti program Kelas Khusus. 26.2 Siswa yang telah memperoleh nilai mata pelajaran di atas nilai minimal, dapat mengikuti program Kelas Khusus. 26.3 Pelaksanaan Kelas Khusus diatur oleh sekolah meliputi waktu, tempat, siswa peserta, dan guru pengajar serta ketentuan lainnya. 26.4 Ruang yang berada di Graha tidak digunakan untuk pelaksanaan Kelas Khusus. 26.5 Kegiatan program kelas khusus disertai kewajiban siswa mengisi buku aktivitas siswa (diatur tersendiri). 26.6 Kelas khusus adalah kelas yang disesuaikan dengan mata pelajaran. 26.7 Siswa yang memerlukan kelas khusus dengan bimbingan mentor dari luar, diatur oleh Pengurus Sekolah. Pasal 27 Pembebasan dari Pelajaran, Pelatihan, dan Tes 27.1 Pada prinsipnya siswa wajib mengikuti semua pelajaran, pelatihan, dan tes. 27.2 Jika siswa sakit atas izin Dokter Sekolah atau bertugas untuk kepentingan SMA Plus Efarina, dapat dibebaskan dari kegiatan belajar dan/atau pelatihan setelah mendapat persetujuan Direktur Pendidikan dan Pengasuhan. 27.3 Siswa yang dibebaskan dari pelajaran, harus mempelajari pelajaran yang tidak diikutinya dengan cara belajar mandiri, bertanya kepada teman atau Wali Kelas. 27.4 Siswa yang tidak mengikuti tes pada jadwal yang ditentukan dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan, wajib melaksanakan tes susulan sesuai dengan waktu yang ditentukan sekolah. 27.5 Siswa yang mendapatkan nilai kurang dari KKM wajib mengikuti kegiatan pembelajaran remedi dan tes remedi dilaksanakan sesuai waktu yang ditentukan oleh sekolah.


25 Pasal 28 Pengasuhan Siswa wajib aktif mengikuti kegiatan pengasuhan, meliputi: 1. Pembinaan kehidupan mental, ideologi, bernegara bangsa, keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa. 2. Pembinaan kepemimpinan untuk mengembangkan potensi kepemimpinan siswa melalui Organisasi Resimen Koprs Taruna Nabujur dan Organisasi Kesiswaan (OSIS), penugasan sebagai Ketua Kelas, pemimpin apel dan senam, petugas upacara atau penugasan perorangan lainnya. 3. Kegiatan dalam rangka membina persahabatan yang sehat dan dinamis untuk memupuk rasa persatuan dan kesatuan, kebangsaan, rasa tanggung jawab, menumbuhkan kepemimpinan, tradisi, dan kemampuan berorganisasi serta aspek- aspek kepribadian lain yang berhubungan dengan kehidupan siswa. 4. Pembinaan kepribadian untuk menghayati wawasan kebangsaan, kejuangan, dan kebudayaan dalam semua kegiatan pengasuhan dan pelatihan. 5. Pembinaan Bela Negara melalui kegiatan pengenalan dan pengembangan kesadaran Bela Negara sesuai Kurikulum Khusus. 6. Pembinaan keterampilan olahraga dan kesehatan jasmani melalui kegiatan pengembangan dan pemeliharaan kesehatan, kemampuan olahraga, dan mengukir prestasi, kesamaptaan jasmani serta seni budaya. 7. Pembinaan motivasi belajar dan olah pikir melalui kegiatan pengembangan dan pemupukan kreativitas, perhatian terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi serta semangat berprestasi. Pasal 29 Evaluasi 29.1 Siswa wajib mengikuti evaluasi yang penyelenggaraannya diatur berdasarkan peraturan sekolah, meliputi : 29.1.1 Aspek sikap dan perilaku/kepribadian. 29.1.2 Aspek akademik. 29.1.3 Aspek kesamaptaan jasmani. 29.2 Siswa wajib menaati ketentuan dan tata tertib dalam pelaksanaan evaluasi.


26 Pasal 30 Perlakuan terhadap Bendera, Lagu Kebangsaan, dan Lagu Wajib 31.1 Setiap siswa wajib memperlakukan Bendera Merah Putih dengan penuh penghargaan, ketika Bendera Merah Putih dinaikkan, wajib memberikan penghormatan dimanapun berada. 30.2 Pada saat penaikkan dan penurunan bendera di dalam sekolah SMA Plus Efarina, setiap siswa yang berada di luar ruangan berdiri dengan sikap sempurna menghadap bendera dan melihat bendera memberikan penghormatan sedangkan siswa yang berada di dalam ruangan menghentikan kegiatan dan mengambil sikap sempurna. 30.3 Setiap siswa wajib menunjukkan sikap penghormatan ketika mendengar lagu kebangsaan Indonesia Raya dinyanyikan dimanapun berada. 30.4 Pada saat lagu kebangsaan Indonesia Raya diperdengarkan di dalam sekolah SMA Plus Efarina, siswa berdiri dengan sikap sempurna menghadap bendera, kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya. 30.5 Siswa wajib menguasai lagu dan syair Lagu Kebangsaan Indonesia Raya serta menunjukkan sikap hormat dan khidmat pada saat menyanyikannya. 30.6 Siswa wajib menguasai minimal 10 lagu wajib nasional beserta syairnya. 30.7 Siswa wajib menguasai lagu dan syair Mars Efarina dan Hymne SMA Plus Efarina. Pasal 31 Hubungan Antar Siswa 31.1 Setiap siswa wajib memperlakukan siswa lainnya sebagai saudara, dengan mengedepankan hungungan saling asah, saling asuh, dan saling asih berdasarkan pada azas kekeluargaan. 31.2 Setiap siswa wajib menyapa dengan sebutan abang/kakak bagi siswa putra yang lebih tinggi tingkatannya dan menyebut kakak bagi siswa putri, sedangkan siswa wajib menyapa dengan sebutan adik bagi siswa tingkat bawahnya, kecuali pada pertemuan formal. 31.3 Siswa abang/kakak kelas senatiasa membantu, membimbing, atau menuntun siswa adik kelasnya dalam mengikuti pendidikan di SMA Plus Efarina sehingga dapat mencapai prestasi pendidikan yang optimal.


27 31.4 Siswa abang/kakak kelas merupakan suri teladan bagi siswa adik kelasnya sehingga perbuatan siswa abang/kakak kelas menjadi contoh, bertingkah laku yang sopan terhadap siswa adik kelas, dan dilarang bertindak kasar, serta memberi tindakan terhadap siswa adik kelasnya untuk melakukan pekerjaan pribadi siswa abang/kakak kelas. 31.5. Adik kelas wajib meneladani perilaku yang baik dari siswa abang/kakak kelasnya. 31.6 Siswa adik kelas wajib memberi hormat dan memberi salam terlebih dahulu kepada siswa abang/kakak dalam setiap perjumpaan. Sebaliknya siswa abang/kakak wajib membalas penghormatan adik kelasnya. 31.7 Siswa abang/kakak kelas tidak diperbolehkan memanggil adik kelas ke Graha abang/kakak tanpa seizin Wali Graha. 31.8 Siswa tidak diperbolehkan mengunjungi Graha abang/kakak atau Graha adik tanpa seizin Wali Graha. 31.9 Siswa putra dan putri dilarang berduaan dan atau berpegangan/bergandengan tangan. Pasal 32 Hubungan Siswa dengan Sesama Generasi Muda 32.1 Setiap siswa wajib menjalin hubungan persahatan, persaudaraan, dan kekeluargaan dengan sesama siswa atau generasi muda lainnya di luar Sekolah. 32.2 Siswa wajib memegang teguh Kode Kehormatan Siswa dalam menjalin hubungan persahabatan, persaudaraan, dan kekeluargaan dengan sesama siswa dan generasi muda lainnya. 32.3 Siswa putra/putri dilarang berduaan atau berpegangan/bergandengan tangan dengan lawan jenis yang bukan saudara kandung. Pasal 33 Hubungan Siswa dengan Para Pejabat/Wali Graha 33.1 Siswa hendaknya dapat menempatkan diri dalam hubungan siswa dengan pengurus sekolah dan atau Wali Graha yang tidak selalu bersifat kedinasan, namun dapat menjalin hubungan bersifat kekeluargaan.


28 33.2 Dalam hubungan formal terhadap pengurus sekolah dan Wali Graha, siswa wajib menggunakan kaidah formal yang berlaku, sedangkan dalam hubungan kekeluargaan siswa dapat menempatkan diri sebagai anggota keluarga, dengan tetap menjaga etika dan kesopanan. 33.3 Siswa wajib memberi salam dilanjutkan penghormatan kepada pengurus sekolah, Wali Graha, dan orang yang lebih tua ketika bertemu/berpapasan, kecuali siswa sedang berkomunikasi dengan orang yang lebih tinggi jabatannya. 33.4 Ketika siswa dalam formasi berisan dan berpapasan dengan orang yang lebih tinggi jabatannya, wajib memberikan penghormatan. Pasal 34 Hubungan Siswa dengan Masyarakat 34.1 Siswa harus dapat menyesuaikan diri dalam pergaulan dengan masyarakat dan tetap menjaga nama baik almamater. 34.2 Siswa wajib mengikuti perkembangan kehidupan masyarakat, baik melalui komunikasi sosial maupun media masa. 34.3 Dalam berkomunikasi sosial, siswa wajib bersikap luwes tapa meninggalkan kode kehormatan siswa dan tata krama serta menghormati adat istiadat dan budaya masyarakat setempat. 34.4 Dalam keadaan bahaya dan darurat, siswa wajib memberikan pertolongan kepada anggota masyarakat yang memerlukan pertolongan tanpa mengabaikan keselamatan diri sendiri. 34.5 Siswa dilarang membuat pernyataan resmi yang berhubungan dengan sekolah tanpa izin atau tugas dari Kepala Sekolah. Pasal 35 Kegiatan Sosial Siswa 35.1 Siswa dianjurkan untuk mengikuti kegiatan sosial seperti donor darah, kunjungan ke panti asuhan, panti wredha atau bhakti sosial. 35.2 Siswa wajib menjalin hubungan dengan masyarakat, menjaga kesopanan, ketertiban dan kekeluargaan. 35.3 Siswa melaksanakan kegiatan sosial di daerah/tempat/institusi yang telah ditetapkan oleh sekolah.


29 Pasal 36 Malam Keakraban 36.1 Malam keakraban merupakan sarana untuk menghibur dan memupuk rasa kekeluargaan dengan sesama siswa maupun dengan generasi muda di luar SMA Plus Efarina serta pengembangan bakat dan kreativitas siswa. 36.2 Siswa dapat menyelenggarakan atau menghadiri malam keakraban di dalam maupun di luar SMA Plus Efarina atas persetujuan Sekolah. 36.3 Dalam penyelenggaraan malam keakraban, siswa wajib memperhatikan kesederhanaan dan sedapat mungkin menghindari permintaan bantuan atau sumbangan dari pihak luar tanpa seizin Sekolah. 36.4 Acara malam keakraban senantiasa disesuaikan dengan identitas dan kepribadian siswa SMA Plus Efarina serta menjauhkan diri dari acara atau kegiatan yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur budaya bangsa dan menghindari timbulnya konflik yang mengandung unsur SARA. Pasal 37 Buku Saku Siswa 37.1 Buku saku siswa wajib selalu dibawa dalam setiap kegiatan baik intra dan ekstra kurikuler. 37.2 Buku saku siswa diisi oleh Wali Graha/Wali Kelas dan Tim Disiplin, yang berisikan penghargaan karena prestasi siswa dan hukuman bagi yang melakukan pelanggaran 37.2 Bila terjadi kehilangan buku siswa, dalam waktu 1 x 24 Jam wajib melaporkan kepada wali graha/wali kelas. Pasal 38 Kegiatan Keagamaan 38.1 Setiap siswa wajib secara aktif melaksanakan ibadah menurut agama masing- masing, baik di dalam maupun di luar SMA Plus Efarina, secara perorangan maupun bersama-sama sesuai ketentuan yang berlaku. 38.2 Disamping kegiatan sehari-hari secara perorangan, hendaknya siswa mengikuti bimbingan melalui kegiatan pengajaran atau ceramah agama yang diselenggarakan oleh Sekolah.


30 38.3 Pelaksanaan ibadah dan peringatan hari besar keagamaan diselenggarakan oleh OSIS di bawah pembinaan bidang Kesiswaan. 38.4 Pelaksanaan kegiatan keagamaan di dalam SMA Plus Efarina tidak boleh bertentangan dengan prinsip-prinsip kerukunan hidup umat beragama. Pasal 39 Kegiatan Olah raga 39.1 Setiap siswa wajib mengikuti kegiatan olahraga pagi hari, serta wajib mengikuti minimal satu kecabangan selain bela diri pada kegiatan terporgram pilihan. 39.2 Siswa wajib memelihara kesehatan jasmani sesuai dengan jadwal keseharian siswa yang ditetapkan. 39.3 Dalam pelaksanaan kegiatan olahraga, siswa wajib berpakaian olahraga sesuai ketentuan. 39.4 Siswa wajib mengikuti kegiatan olahraga yang diatur sekolah, kecuali yang sakit berdasarkan surat keterangan dokter. Pasal 40 Kegiatan Seni Budaya 40.1 Setiap siswa wajib mengikuti kegiatan kesenian, minimal dalam satu cabang sesuai minatnya, seperti seni tari, seni karawitan, seni musik, seni drama, seni sastra, seni lukis dan seni lainnya. 40.2 Pilihan kesenian sesuai dengan cabang kesenian yang disediakan oleh sekolah. Pasal 41 Kegiatan llmiah 41.1 Siswa mengikuti kegiatan pengembangan bakat dan kreativitas di bidang keilmuan. 41.2 Kegiatan ilmiah dilaksanakan disesuaikan dengan kebutuhan dan tempat pelaksananan di SMA Plus Efarina atau tempat lain yang ditentukan oleh sekolah. 41.2 Pilihan kegiatan ilmiah sesuai dengan kegiatan ilmiah yang disediakan oleh sekolah.


31 Pasal 42 Teguran Antar Siswa 42.1 Merupakan peringatan oleh siswa kepada siswa lain mengenai perbuatan yang tidak pantas dilakukan oleh siswa. 42.2 Bentuk teguran berupa pernyataan kesalahan diikuti nasihat, pengarahan, perbaikan dan bimbingan. 42.3 Teguran harus bersifat edukatif. 42.4 Siswa yang berhak menegur : 42.4.1 Abang/kakak kelas 42.4.2 Pejabat Resimen Korps Nabujur. 42.4.3 Pejabat OSIS 42.4.4 Siswa yang sedang melaksanakan tugas perwira piket. 42.5 Siswa yang menegur wajib lapor kepada Wali Graha/Wali Kelas yang sedang bertugas. Pasal 43 Perpindahan Tempat 43.1 Pada saat berangkat maupun kembali dari ruang kelas atau tempat belajar atau pelatihan, siswa berbaris rapi dalam bentuk peleton atau susunan kelas atau kompi sesuai dengan urutan yang ditentukan. 43.2 Pada saat perpindahan tempat siswa wajib menyanyikan lagu-lagu mars dengan semangat. 43.3 Pemakaian tas sekolah di punggung dan barang lainnya dibawa dengan tangan kiri. 43.4 Siswa dilarang berbicara dan bersenda gurau selama berada dalam barisan. 43.5 Perpindahan siswa dalam lingkungan SMA Plus Efarina dari satu tempat ke tempat yang lain wajib berbaris dalam kelompok paling kecil tiga siswa dengan satu siswa sebagai pemimpin barisan.


32 Pasal 44 Apel Pagi, Siang, dan Malam 44.1 Pada saat apel, siswa berpakaian lengkap sesuai dengan ketentuan sekolah. 44.2 Siswa yang tidak mengikuti apel, wajib melapor kepada Ketua Kelas. 44.3 Siswa wajib menjaga ketertiban dan ketenangan selama di lapangan apel. 44.4 Sebelum laporan jumlah personel, Ketua Kelas memeriksa kerapian pakaian siswa dalam barisan. 44.5 Ketua Kelas melaporkan dan menyerahkan buku laporan apel kepada Wali Graha. 44.6 Ketentuan tentang pelaksanaan apel diatur tersendiri sesuai PUDD. Pasal 45 Penggunaan Komputer dan Internet Sekolah 45.1 Sekolah menyediakan komputer dan internet secara memadai untuk digunakan siswa selama dalam proses pembelajaran SMA Plus Efarina. 45.2 Kewajiban dan ketentuan penggunaan komputer. 45.2.1 Hanya membuka folder/file milik sendiri. 45.2.2 Untuk kepentingan penyelesaian tugas-tugas sekolah 45.2.3 Untuk mencari informasi yang berkaitan dengan tugasnya melalui jaringan internet. 45.2.4 Untuk mengirim dan menerima surat elektronik. 45.2.5 Pegang teguh etika dan kehormatan dalam menyampaikan informasi melalui surat elektronik. 45.2.6 Perhatikan keamanan dan ketertiban dalam penggunaan komputer. 45.2.7 Melaporkan segera kepada Wali Kelas atau Wali Graha atas setiap pelanggaran terhadap larangan dalam penggunaan komputer. 45.3 Larangan dalam penggunaan komputer.


33 45.3.1 Membuka sistus yang tidak pantas seperti pornografi dan judi atau sejenis judi atau promosi yang berkaitan dengan pornografi. 45.3.2 Membuka folder atau file siswa/orang lain. 45.3.3 Menerima dan menyampaikan informasi yang tidak benar dan menyesatkan, informasi tentang materi test/ujian SMA Plus Efarina, maupun informasi dari hasil perbuatan curang, menyontek dan mencuri. 45.3.4 Mencetak dan menyebarkan informasi yang tidak benar atau informasi dari hasil permbuatan curang, menyontek dan mencuri. 45.3.5 Membawa modem perorangan diluar ketentuan sekolah. 45.4 Dalam keadaan komputer sekolah diperkirakan kurang untuk menyelesaikan tugas sekolah, siswa dapat membawa komputer atau laptop sesuai prosedur yang berlaku yang penggunaannya untuk kepentingan penyelesaian tugas sekolah. 45.5 Selain komputer sekolah, komputer yang dapat digunakan oleh siswa adalah sebagai berikut : 45.5.1 Komputer milik sekolah sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku. 45.5.2 Komputer milik Menkorpstar/OSIS. 45.5.3 Komputer sewa di dalam/luar lingkungan SMA Plus Efarina sesuai ketentuan yang berlaku. 45.5.4 Ketentuan penggunaan komputer dan internet sekolah diatur dalam peraturan khusus. 45.5.5 Ketentuan penggunaan media sosial dan pemanfaatan teknologi informasi diatur dalam PUDD tentang Larangan Siswa dalam menggunakan media sosial. Pasal 46 Penggunaan Laptop Siswa 46.1 Spesifikasi laptop yang dapat dibawa oleh siswa diatur oleh sekolah. 46.2 Laptop harus diregistrasi/didaftarkan kepada wali graha dan disimpan di tempat wali graha. 46.3 Kerusakan laptop selama penyimpanan bukan tanggung jawab sekolah.


34 46.4 Tempat penggunaan laptop: 46.4.1 Seluruh siswa tidak diizinkan menggunakan laptop di Graha, kecuali mendapatkan ijin dari Direktur Pendidikan dan Pengasuhan. 46.4.2 Seluruh Siswa diizinkan menggunakan laptop di lingkungan kelas selama proses KBM dengan seijin dari Direktur Pendidikan dan Pengasuhan. Pasal 47 Penggunaan Telepon Seluler (Ponsel) 47.1 Ponsel harus diregistrasi/didaftarkan kepada Wali Graha dan disimpan oleh Wali Graha. 47.2 Kerusakan akibat penyimpanan ponsel di luar tanggung jawab Wali Graha. 47.3 Siswa dilarang menyimpan dan menggunakan alat komunikasi khusus (ponsel), radio komunikasi dan sejenis lainnya di lingkungan SMA Plus Efarina pada hari kerja/hari belajar. 47.4 Penggunaan ponsel dan sarana komunikasi akan diatur dalam peraturan khusus. 47.5 Spesifikasi ponsel yang dapat dibawa siswa diatur oleh sekolah. 47.6 Siswa dilarang membawa dan menggunakan smart watch.


35 BAB IV TATA KRAMA SISWA Pasal 48 Pedoman Umum 48.1 Untuk menjamin tercapainya tujuan pendidikan SMA Plus Efarina, maka perilaku siswa dalam kehidupan di lingkungan SMA Plus Efarina diatur dalam Pedoman Tata Krama Siswa sebagai tuntunan sikap dan perilaku siswa SMA Plus Efarina. 48.2 Siswa SMA Plus Efarina berasal dari berbagai daerah dan suku bangsa dengan beraneka-ragam norma, adat- istiadat, dan budaya. Perilaku dalam kehidupan bersama memerlukan bimbingan dan tuntunan normatif selama mengikuti pendidikan di perguruan SMA Plus Efarina. 48.3 Sebagai kader penerus perjuangan bangsa, siswa SMA Plus Efarina dibimbing dan diarahkan agar memiliki sifat-sifat kepribadian pemimpin yang baik, sikap keteladanan, konsistensi antara kata dengan perbuatan, mencerminkan perwujudan nilai-nilai luhur bangsa, adat-istiadat, dan kebudayaan nasional. 48.4 Seluruh siswa SMA Plus Efarina terikat dalam satu tali persaudaraan seperguruan yang ditata dalam hubungan abang/kakak dan adik sesuai dengan tingkat kelasnya. 48.5 Sikap dan tingkah laku bertata-krama merupakan kehormatan yang senantiasa wajib diwujudkan oleh siswa, menjadi pedoman dan arah kehidupan sehari-hari siswa. 48.6 Kepatuhan siswa untuk bersikap dan berperilaku sesuai ketentuan tata krama merupakan pencerminan ciri khas siswa SMA Plus Efarina yang sesungguhnya, merupakan perwujudan dari kemanunggalan cipta, rasa, dan karsa dalam kehidupan yang teratur. 48.7 Pedoman umum tata krama siswa SMA Plus Efarina adalah bersikap sopan, rendah hati, terbuka namun lugas dalam setiap kesempatan. 48.8 Secara umum setiap siswa dipanggil dengan sebutan saudara/anda dan sebutan terhadap siswa yang lebih tinggi tingkatan kelasnya adalah abang/kakak untuk siswa putra dan kakak untuk siswa putri.


36 Pasal 49 Berdiri, Berjalan, dan Duduk 49.1 Siswa dalam sikap berdiri, hendaknya selalu tegap namun tidak kaku, disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat yang pantas tetapi tidak mengurangi kehormatan diri sebagai siswa SMA Plus Efarina. 49.2 Apabila mengajak berbicara atau berhadapan dengan orang yang lebih tua, siswa hendaknya berdiri dengan sikap yang sopan dan baik. 49.3 Pada saat berdiri atau berjalan siswa hendaknya tidak memasukkan tangan ke dalam saku, berkacak pinggang atau sikap lain yang berkesan sombong. 49.4 Apabila berjalan sendiri, siswa melakukan langkah yang wajar, sedangkan jika berjalan bersama orang lain, posisi diatur sesuai dengan adat yang cocok, tidak berbicara berlebihan yang mengurangi sikap kesopanan, penampilan, dan kehormatan sebagai siswa SMA Plus Efarina. 49.5 Apabila berjalan dengan orang yang pantas dilindungi, siswa menempatkan diri di sebelah kanannya atau pada posisi rawan. 49.6 Apabila berjalan melewati sekumpulan orang, perhatikan nilai kesopanan, adat istiadat atau kebiasaan setempat yang berlaku. Siswa wajib menyapa dengan sopan pada saat berjalan melewati kumpulan orang yang sedang duduk. 49.7 Siswa duduk dengan badan yang tegak dan sikap yang sopan, terutama pada saat menghadap Pengurus Sekolah, para Wali Graha, orang yang pantas dihormati dan juga pada waktu menghadiri pertemuan atau menjalani kegiatan pelatihan di dalam atau di luar di lingkungan SMA Plus Efarina. Di hadapan orang-orang yang lebih tua, tidak duduk mengangkat kaki. 49.8 Siswa putri saat duduk di kursi hendaknya merapatkan lutut. 49.9 Apabila siswa harus duduk di lantai, posisi duduk dilakukan dengan melipat kaki untuk putra bersila, untuk putri bertimpuh, dengan posisi yang sopan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku di lingkungan SMA Plus Efarina atau yang berlaku di daerah setempat. Pasal 50 Berbicara 50.1 Siswa berbicara dengan jelas, dengan kalimat yang tersusun baik serta menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, dengan tutur kata yang sopan, kapanpun dan dimanapun berada. Siswa menggunakan bahasa daerah atau bahasa asing sesuai dengan ketentuan sekolah.


37 50.2 Saat melakukan pembicaraan, siswa hendaknya: 50.2.1 Menghadap kepada lawan bicara, kedua mata hendaknya memandang lawan bicara dengan sikap yang sopan. 50.2.2 Mengatur volume dan jarak pada saat berbicara. 50.2.3 Memberi kesempatan berbicara kepada orang lain. 50.2.4 Menjaga rasa hormat serta sikap yang baik. 50.2.5 Mengusahakan agar pembicaraan dapat berakhir positif. 50.2.6 Menjadi pendengar yang baik dan menjawab pertanyaan dengan sopan dan arif. 50.3 Siswa dilarang berbicara kasar, berkata-kata kotor, menghina, mengumpat, atau berbicara menggunakan bahasa daerah dalam berinteraksi dengan sesama siswa, Wali Graha, dan siapapun. 50.4 Siswa dilarang memotong pembicaraan orang lain, dan jika harus melakukannya sebaiknya meminta izin dengan sopan. 50.5 Siswa harus dapat menyesuaikan pembicaraan dengan lawan bicara (orang lebih tua atau teman), tempat dan situasi, serta topik dan tujuan, termasuk tidak membicarakan kejelekan orang lain. 50.6 Selama diajak bicara atau berbicara, siswa senantiasa berusaha tidak menguap, batuk atau bersin. Apabila terpaksa, dia harus menutup mulut dengan tangan atau sapu tangan dan meminta maaf. 50. 7 Penggunaan bahasa isyarat atau berbisik-bisik harus dihindari pada saat berbicara di muka umum atau dalam kelompok. 50.8 Siswa harus menghindari pembicaraan yang mengarah kepada pertentangan suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) yang dapat menimbulkan keresahan Pasal 51 Penggunaan Media Sosial 51.1 Siswa dilarang menulis, membuat, mengunduh, menyimpan, dan mengirim tulisan, gambar, rekaman suara, dan video yang mengandung ujaran kebencian, kata- kata kasar, umpatan, dan yang mengandung unsur SARA.


38 51.2 Siswa dilarang menulis, membuat, mengedit, mengunduh, menyimpan, dan mengirim berita bohong, palsu, mengandung unsur penipuan, dan informasi yang belum diketahui kebenarannya. 51.3 Siswa dilarang menulis, membuat, mengedit, mengunduh, menyimpan, dan mengirim tulisan, gambar, rekaman suara, dan video yang mengandung hal-hal yang menurunkan/ mencoreng nama baik dan martabat diri sendiri, siswa lain, Wali Graha, keluarga, SMA Plus Efarina, serta Bangsa dan Negara Indonesia. 51.4 Siswa dilarang menulis, membuat, mengedit, mengunduh, menyimpan, dan mengirim tulisan, gambar, rekaman suara, dan video yang mengandung konten pornografi dan sadisme. Pasal 52 Bertamu/Berkunjung 52.1 Saat siswa akan bertamu/berkunjung, sebaiknya siswa membuat perjanjian terlebih dahulu dan mendapat persetujuan dari orang yang akan dikunjungi. 52.2 Jika bertamu/berkunjung di luar lingkungan SMA Plus Efarina diusahakan maksimal 3 orang, kecuali mendapat persetujuan dari tuan rumah. 52.3 Bertamu ke rumah Wali Graha adalah kunjungan yang bersifat kekeluargaan, lebih santai, namun tetap menjaga kesopanan dan kesantunan. 52.4 Sebelum masuk, siswa harus mengetuk pintu atau menekan tombol bel kemudian memberi salam kepada tuan rumah atau yang membukakan pintu. 52.5 Siswa harus duduk dengan sopan dan baik ditempat yang disediakan oleh tuan rumah. 52.6 Sewaktu bertamu siswa hendaknya aktif berbicara, tetapi tidak mendominasi pembicaraan. 52.7 Siswa hendaknya memperhatikan waktu bertamu, misalnya tidak bertamu pada jam istirahat atau makan, kecuali situasi darurat. 52.8 Siswa harus bersikap baik dan hormat kepada tuan rumah dan keluarga, dengan tidak memberikan kesan penghargaan yang berlebihan. 52.9 Selesai bertamu siswa hendaknya mengucapkan terima kasih, merapikan barang-barang, dan lain-lain yang digunakannya selama bertamu, mohon diri dan hormat kepada tuan rumah. 52.10 Jika bertamu kepada orang yang baru dikenal, hendaknya tidak terlalu lama.


39 Pasal 53 Tata Cara Menerima Tamu 53.1 Siswa setelah bertukar salam mempersilahkan tamu ke tempat yang telah ditentukan dengan cara yang sopan. Apabila tamu tersebut orang tua atau keluarga siswa lain, siswa memberikan salam hormat terlebih dahulu dan mengantarkan sampai ke tempat duduk yang telah ditentukan. 53.2 Apabila tidak dapat menemani tamu lebih lama karena suatu hal, siswa menemuinya sebentar, kemudian menyatakan penyesalan dan minta maaf karena tidak dapat menemani lebih lanjut. 53.3 Tempat menerima tamu siswa diperbolehkan dibawa ke cafe, mini market dan taman sekitar sekolah. Tidak diizinkan ke lingkungan Graha dan keluar lingkungan sekolah SMA Plus Efarina. 53.4 Apabila mengajak tamu ke cafe dan perlu memesan makanan dan minuman, harus disesuaikan dengan keadaan, tidak berlebihan dan tidak menghidangkan makanan minuman yang menjadi pantangan tamu. 53.5 Dalam pembicaraan dengan tamu, setiap siswa wajib menjunjung tinggi nama baik SMA Plus Efarina. 53.6 Bila siswa bertindak sebagai penerima tamu dalam suatu acara, hendaknya mengantarkan tamu sampai ke tempat duduk yang ditentukan. 53.7 Siswa mengantarkan tamu yang akan pulang sampai ke depan pintu atau kendaraanya. Bila tamu adalah orang tua atau keluarga yang berjalan kaki, siswa mengantarkan sampai ke pintu gerbang lingkungan SMA Plus Efarina. 53.8 Apabila tamu berkendara bersama wanita atau orang tua, siswa membukakan pintu kendaraan untuk wanita atau orang tua tersebut terlebih dahulu, kemudian membantu dengan sopan apabila diperlukan. 53.9 Apabila akan meninggalkan lingkungan SMA Plus Efarina bersama tamu, siswa melakukan prosedur keluar lingkungan SMA Plus Efarina sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 53.10 Menerima tamu di luar jam pelajaran dan di luar waktu hari libur, harus izin Wali Graha/Piket Guru, Direktur Pendidikan dan Pengasuhan dengan menggunakan pakaian belajar harian atau OSIS yang berpedoman kepada PUDD. 53.11 Bila hujan, siswa masuk/keluar lingkungan SMA Plus Efarina dapat berkendara dengan orang tua atau tamu, melapor ke pos keamanan dan siswa turun di tempat batas akhir kendaraan boleh masuk di lingkungan SMA Plus Efarina dan kendaraan parkir sesuai ketentuan pada PUDD.


Click to View FlipBook Version