40 Pasal 54 Mendampingi Tamu Resmi 54.1 Sebelum tamu resmi datang, siswa yang ditunjuk untuk menerima dan mendampingi tamu resmi, wajib mengadakan persiapan dengan mendapatkan petunjuk dari Kepala Sekolah atau Wali Graha/Wali Kelas yang ditunjuk berkaitan dengan kegiatan yang akan dihadapi, memahami jadwal kegiatan dan acara yang sudah direncanakan. 54.2 Siswa hendaknya mengetahui identitas tamu antara lain nama, pangkat, jabatan, keluarga, hobby dan kebiasaan. 54.3 Pada waktu tamu tiba, siswa menjemput dan menghormat sesuai dengan ketentuan. 54.4 Siswa berjalan bersama tamu dengan posisi di sebelah kiri agak di belakang tamu. 54.5 Apabila tamu akan pulang, siswa mengantarkan ke tempat yang telah ditentukan. 54.6 Apabila ada pertanyaan dari tamu, siswa menjawab dengan sikap sopan dan sesuai ketentuan yang berlaku. Pasal 55 Berkenalan 55.1 Berkenalan dengan seseorang hendaknya dilakukan dengan kesungguhan, menghadap, dan menatap ke arah orang tersebut dengan mengulurkan tangan untuk berjabat tangan sesuai dengan kebiasaan, situasi dan kondisi setempat. Jangan berbicara dengan orang lain saat bersalaman. 55.2 Ketika berkenalan hendaknya menyebutkan nama dengan ucapan yang jelas dan lengkap, dan jika bersama teman, beri kesempatan untuk berkenalan. Apabila bersama siswa yang lebih tinggi tingkatnya, persilahkan untuk berkenalan lebih dahulu. 55.3 Berkenalan dengan orang yang belum dikenal hendaknya melalui teman yang sudah mengenal orang itu. 55.4 Dengan orang yang lebih tua atau terhadap wanita, siswa harus memperkenalkan diri terlebih dahulu. Bila ingin mengetahui alamat rumah atau ponsel, siswa menyampaikan dengan sopan, bila mempunyai kartu nama disampaikan terlebih dahulu.
41 55.5 Siswa hendaknya berbicara dengan sopan dan tidak bertanya terlalu banyak tentang keadaan diri kenalan baru, khususnya pada perkenalan pertama. 55.6 Pada waktu berpisah dengan kenalan, hendaknya siswa mengucapkan salam perpisahan. Pasal 56 Bepergian bersama Orang yang Pantas Dilindungi 56.1 Siswa harus bertanggung jawab terhadap keselamatannya dan menempatkan diri selalu pada posisi yang siap untuk melindungi. 56.2 Siswa mempersilakan orang yang pantas dilindungi untuk berjalan dan duduk pada sisi dan tempat yang aman. 56.3 Pada saat naik tangga, siswa menempatkan diri di samping dan agak ke belakang dari orang yang pantas dilindungi, sedangkan jika turun, siswa menempatkan diri di samping dan agak ke depan dengan posisi siap melindungi. 56.4 Pada waktu bepergian menggunakan kendaraan umum hendaknya orang yang pantas dilindungi mendapat tempat yang terlindung dan aman. Sewaktu turun dari kendaraan, siswa turun lebih dahulu dan membantu orang yang pantas dilindungi. 56.5 Ketentuan tentang bepergian diatur secara lebih rinci dalam ketentuan pesiar. Pasal 57 Siswa Putra Bepergian dengan Rekan Putri 57.1 Jika siswa putra hendak pergi bersama rekan putri dari luar lingkungan SMA Plus Efarina, diharuskan minimal bertiga dan tidak berpasangan. 57.2 Apabila berjalan bersama rekan putri agar tetap bersikap sopan dan menempatkan diri di sebelah kanan atau pada tempat yang rawan. 57.3 Apabila menaiki tangga, menempatkan diri di samping kanan sejajar atau satu langkah atau satu anak tangga di belakang teman putri. Apabila turun tangga, menempatkan diri di samping kanan sejajar atau satu langkah atau satu anak tangga di depan. 57.4 Mengantar pulang setelah bepergian, harus sesuai dengan waktu yang telah ditentukan atau dijanjikan serta mengucapkan terima kasih dan pamit kepada orang tua atau wali teman putri.
42 57.5 Ketentuan bepergian dengan siswa putri diatur dalam ketentuan pesiar. 57.6 Tidak boleh memisahkan diri berdua antara putra & putri. Pasal 58 Siswa Putri Bepergian dengan Rekan Putra 58.1 Apabila hendak pergi bersama rekan putra dari luar lingkungan SMA Plus Efarina yang menjemputnya ke lingkungan SMA Plus Efarina harus sepengetahuan orang tua dan mendapat izin dari Wali Graha Piket yang sudah mendapatkan pemberitahuan dari orangtua siswa yang bersangkutan serta diharuskan minimal bertiga, tidak berpasangan. 58.2 Apabila berjalan bersama rekan putra, agar tetap bersikap sopan dan menempatkan diri pada tempat yang aman. 58.3 Jika menaiki tangga, menempatkan diri di samping kiri sejajar atau satu langkah atau satu anak tangga di depan putra dan jika turun tangga, menempatkan diri di sebelah kiri sejajar atau satu langkah atau satu anak tangga di belakang. 58.4 Kembali ke lingkungan SMA Plus Efarina harus sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dan lapor kepada Wali Graha Piket. 58.5 Ketentuan bepergian dengan siswa putra diatur dalam ketentuan pesiar. Pasal 59 Mengunjungi Orang Sakit 59.1 Siswa hendaknya mematuhi ketentuan dan peraturan waktu kunjungan yang berlaku di rumah sakit/tempat perawatan. 59.2 Bila membawa makanan dan buah tangan saat berkunjung, hendaknya disesuaikan dengan peraturan rumah sakit/tempat perawatan. 59.3 Siswa menyampaikan salam dan rasa simpati kepada orang yang sakit maupun terhadap keluarganya. 59.4 Bila terpaksa harus berkunjung di luar ketentuan waktu, minta izin kepada petugas dan mengutarakan kepentingannya serta menjaga ketertiban sesuai dengan ketentuan yang berlaku di rumah sakit. 59.5 Siswa hendaknya membatasi pembicaraan dan menghindari perilaku yang dapat mengganggu ketenangan pasien lain. Wajib menciptakan suasana yang membesarkan hati orang
43 Pasal 60 Melayat 60.1 Siswa hendaknya meluangkan waktu untuk melayat atau mengujungi anggota keluarga siswa dan pengurus sekolah, yang mengalami musibah sesuai dengan petunjuk Direktur Pendidikan dan Pengasuhan. 60.2 Siswa hadir sebelum jenazah dikebumikan dan berusaha ikut mengantar sampat ke tempat pemakaman dan turut mendoakannya. 60.3 Bila sudah ada pelayat yang hadir, siswa memberi salam dengan menganggukkan kepala kepada mereka, kemudian menghormat jenazah, berdoa memohon ampunan bagi almarhum atau almarhumah. 60.4 Siswa hendaknya menyampaikan ucapan dukacita dan dorongan moril bagi keluarga yang ditinggalkan serta memberikan bantuan sosial yang diatur oleh OSIS. 60.5 Siswa mengambil tempat duduk dan menyesuaikan dengan keadaan setempat. 60.6 Siswa tidak melakukan gerakan-gerakan yang tidak pantas, berbicara keras, tertawa, atau membuat lelucon. 60.7 Siswa memberikan penghormatan pada saat jenazah meninggalkan rumah menuju ke pemakaman. Pasal 61 Pemakaman dan Ziarah 61.1 Jika siswa menghadiri acara pemakaman dan ziarah pelaksanaanya mengikuti ketentuan yang berlaku di daerah setempat. 61.2 Peletakkan karangan bunga atau penaburan bunga di atas pusara dilakukan dengan khidmat dan disesuaikan dengan kebiasaan daerah setempat. 61.3 Pada saat pembacaan doa, siswa mengikuti dengan khidmat. 61.4 Siswa memberi penghormatan sebelum dan sesudah meletakkan karangan bunga.
44 Pasal 62 Berbelanja 62.1 Siswa disarankan memenuhi kebutuhannya dari Koperasi Sekolah. Apabila berbelanja di luar, siswa hendaknya memilih tempat belanja yang bersih dan pantas. 62.2 Siswa tidak boleh minta prioritas dalam pelayanan. 62.3 Siswa tidak boleh berdiri dan melihat barang di depan etalase dari luar toko terlalu lama. Kalau memerlukan sesuatu sebaiknya segera masuk dan minta informasi kepada pelayan. 62.4 Apabila membawa barang belanjaan, sebaiknya barang tersebut dibungkus dengan rapi tanpa mengurangi sikap dan penampilan, serta membawa dengan tangan kiri. Berbelanja hendaknya tidak berlebihan dan sebatas yang diperlukan saja. 62.5 Berbelanja di pasar atau di tempat umum harus dengan rencana dan siap dengan daftar barang yang akan dibeli. 62.6 Jika perlu melakukan tawar menawar, lakukan dengan cara yang sopan dan wajar. 62. 7 Jika melakukan pembeliaan barang dengan sistem daring harus seizin Wali Graha. 62.8 Siswa dilarang membeli barang-barang yang tidak sesuai ketentuan yang berlaku di SMA Plus Efarina. 62.9 Pembelian makanan dengan sistem daring harus mengikuti ketentuan sekolah baik waktu, jumlah, cara pengiriman maupun tempat memakannya. Pasal 63 Tata Cara Makan bersama di Lingkungan SMA Plus Efrina 63.1 Menuju ruang makan siswa wajib berbaris, badan dan tangan dalam keadaan bersih, dan berpakaian rapi sesuai dengan seragam yang ditentukan. Barang atau tas yang dibawa diatur rapi di tempat yang ditentukan. 63.2 Memasuki ruang makan dilakukan dengan cara antre dan saat memasuki pintu ruang makan melakukan penghormatan kepada Bendera Merah Putih.
45 63.3 Siswa makan sesuai dengan waktu dan tempat yang telah ditentukan dan dilaksanakan secara bersama dan terpimpin dalam suasana kekeluargaan. Kepala Meja diduduki oleh siswa yang lebih tinggi tingkatnya atau siswa yang dituakan. 63.4 Jika berhalangan makan di Ruang Makan karena sakit, siswa wajib makan di poliklinik. 63.5 Para siswa duduk di tempat yang telah disediakan dengan rapi dan sopan. lsi setiap susunan meja secara penuh, sebelum menempati meja yang lain. Usahakan setiap meja diisi siswa dari kelas yang berbeda, kecuali pada keadaan tertentu susunan tempat duduk diatur oleh sekolah. 63.6 Siswa yang menempati meja kehormatan adalah siswa yang tingkatannya paling tinggi dan diatur oleh Direktur Pendidikan dan Pengasuhan. 63. 7 Pada saat gong/lonceng dibunyikan satu kali oleh pejabat yang ditunjuk, semua siswa berdoa secara terpimpin. 63.8 Pada saat gong/lonceng dibunyikan dua kali, Kepala Meja mengucapkann "Selamat Makan", kemudian disambut siswa yang lain dengan ucapan "Selamat Makan" 63.9 Setelah menempatkan serbet makan (jika ada) dipangkuan, Kepala Meja atau Abang/Kakak dipersilahkan mengambil makanan lebih dahulu. Makan dimulai setelah semua siswa dalam meja itu mengambil bagiannya. 63.10 Selama makan berlangsung, semua siswa wajib menjaga ketertiban, ketenangan, dan kebersihan ruang makan. 63.11 Selama makan berlangsung, semua posisi tangan siswa tidak menyentuh meja makan. 63.12 Saat makan, mulut jangan berbunyi, dan pada waktu mengunyah makanan, dilarang berbicara dan hendaknya mengunyah makanan dengan sopan, mulut tertutup dan jangan bergurau. Dilarang membicarakan hal-hal yang tidak pantas atau yang dapat menimbulkan perasaan yang tidak enak bagi yang mendengar. 63.13 Apabila sedang makan dan ingin minum, sendok garpu diletakkan di ompreng atau piring diawali dengan membersihkan bibir terlebih dahulu, baru kemudian minum. 63.14 Pada saat sedang makan kemudian datang orang yang pantas dihormati, siswa harus berhenti makan sejenak, menegakkan badan untuk memberikan salam.
46 63.15 Jika perlu membersihkan sisa makanan di mulut, dihadapan orang lain harus menutup mulut dengan tangan atau sapu tangan. 63.16 Makanan yang diambil harus dihabiskan dan selesai makan, sendok dan garpu diletakkan dalam keadaan tertelungkup serong ke kiri di atas sisa makanan jika ada. Tempat nasi dan sayur, ompreng atau piring dan gelas diatur pada tempat masing-masing. 63.17 Makan dan minum tidak boleh berlebihan. Selesai makan dan minum, perilaku harus tetap sopan, tidak melonggarkan ikat pinggang dan tidak bersendawa. 63.18 Bila siswa terlambat datang ke ruang makan, wajib melapor kepada Wali Graha dan siswa mengambil tempat duduk setelah mendapat izin Wali Graha. 63.19 Bila karena sesuatu hal siswa harus meninggalkan ruang makan sebelum makan selesai, ia wajib minta izin kepada Wali Graha. 63.20 Setelah Komandan Resimen Korps/Ketua OSIS, pejabat, petugas, atau Piket Siswa memukul gong/lonceng satu kali tanda selesai makan, para siswa berdoa menurut agama masing-masing. 63.21 Pada saat gong/lonceng dibunyikan dua kali, para siswa serentak mengucapkan Terima Kasih dan selanjutnya mendengarkan pengumuman (kalau ada). Setelah pengumuman selesai, langsung berdiri dan mengembalikan kursi ke kolong meja tanpa menimbulkan bunyi gaduh. 63.22 Saat meninggalkan ruang makan harus dilakukan dengan tertib dan rapi, berbaris menuju ke graha masing-masing atau tempat acara berikutnya setelah sebelumnya melakukan penghormatan kepada bendera merah putih. 63.23 Siswa wajib menempati meja yang berbeda bersama siswa yang berbeda setiap makan. 63.24 Kedalam ruang makan siswa tidak diperbolehkan membawa ponsel selama makan berlangsung. 63.25 Tidak boleh membawa makanan lain selain yang disajikan oleh sekolah. Pasal 64 Tata Cara Makan di Rumah Makan 64.1 Siswa duduk dan menempatkan diri di tempat yang telah disediakan oleh tuan rumah.
47 64.2 Mengambil makanan setelah dipersilahkan oleh tuan rumah dan mengambil makanan sepantasnya. 64.3 Siswa makan dengan sopan dan tidak tergesa-gesa serta mengatur cara mengunyah makanan agar tidak berbunyi. 64.4 Siswa hendaknya bersikap wajar dan tidak kaku sehingga tidak menyulitkan tuan rumah. 64.5 Apabila perlu, siswa dapat bertanya dengan sopan tentang jenis makanan yang dihidangkan sebelum mengambil. Habiskan makanan yang telah diambil dan jika ingin menambah ambillah sepantasnya. 64.6 Usahakan untuk menyelesaikan makan bersamaan dengan tuan rumah. 64.7 Jika hendak meninggalkan tempat makan, siswa mengembalikan kursi dengan rapi dan mengucapkan terima kasih kepada tuan rumah atas hidangan yang telah disediakan. Pasal 65 Tata Cara Makan di Rumah Keluarga 65.1 Siswa duduk dan menempatkan diri di tempat yang telah disediakan oleh tuan rumah. 65.2 Mengambil makanan setelah dipersilahkan oleh tuan rumah dan mengambil makanan sepantasnya. 65.3 Siswa makan dengan sopan dan tidak tergesa-gesa serta mengatur cara mengunyah makanan agar tidak berbunyi. 65.4 Siswa hendaknya bersikap wajar dan tidak kaku sehingga tidak menyulitkan tuan rumah. 65.5 Apabila perlu, siswa dapat bertanya dengan sopan tentang jenis makanan yang dihidangkan sebelum mengambil. Habiskan makanan yang telah diambil dan jika ingin menambah ambillah sepantasnya. 65.6 Usahakan untuk menyelesaikan makan bersamaan dengan tuan rumah. 65.7 Jika hendak meninggalkan tempat makan, siswa mengembalikan kursi dengan rapi dan mengucapkan terima kasih kepada tuan rumah atas hidangan yang telah disediakan.
48 Pasal 66 Tata Cara Makan di Perjamuan atau Pesta 66.1 Siswa memperhatikan sopan santun sewaktu mengambil hidangan yang disediakan, mengusahakan dengan tangan kanan dan menggunakan alat-alat yang disediakan sesuai kegunaannya. 66.2 Mempersilahkan orang yang lebih tua atau wanita atau yang pantas dihormati untuk mengambil makanan terlebih dahulu. 66.3 Jika pelaksanaan makan tanpa meja, piring hendaknya diletakkan di atas pangkuan jika duduk atau dipegang dengan tangan kiri jika berdiri. 66.4 Apabila jamuan makan sambil berdiri, siswa antre dengan rapi saat mengambil makanan dan tidak mengunyah makanan sambil berjalan. Bila ada kursi, harus diutamakan untuk wanita atau yang lebih tua. 66.5 Selesai makan, siswa menempatkan peralatan makan di tempat yang telah ditentukan. Pasal 67 Menunggu Kendaraan 67.1 Siswa hendaknya memperhatikan sikap dan kehormatan diri pada waktu menunggu kendaraan pada waktu pesiar atau bepergian jauh. 67.2 Siswa hendaknya menunggu dengan tertib di tempat yang telah ditentukan. 67.3 Siswa dilarang berbuat sesuatu yang tidak pantas sehingga menimbulkan perhatian umum. 67.4 Bila siswa membawa barang, letakkan di tempat yang aman dan tidak mengganggu orang lain. 67.5 Siswa naik kendaraan dengan tertib dan tidak berebut. Pasal 68 Di dalam Kendaraan Umum 68.1 Siswa mencari tempat duduk yang masih kosong dan bila tempatnya terhalang oleh orang yang telah duduk, minta izin dengan sopan untuk lewat. 68.2 Siswa duduk dengan sopan dan tertib sewaktu kendaraan berhenti atau sedang berjalan.
49 68.3 Apabila tempat terbatas, wanita atau orang tua atau siswa yang lebih tinggi tingkatnya dipersilahkan duduk lebih dulu. 68.4 Siswa berlaku sopan dan ramah terhadap penumpang lain. 68.5 Siswa memberikan tempat duduk kepada orang yang sakit, ibu hamil, ibu dengan anak kecil, orang yang pantas dilindungi, atau orang yang lebih tua. 68.6 Menaati semua peraturan yang berlaku dalam memberikan kendaraan tersebut dan tidak membeli sesuatu lewat jendela. 68.7 Usahakan untuk tidak tertidur selama perjalanan dan tetap duduk dalam keadaan sopan. 68.8 Hindari pembicaran yang tidak perlu dengan pengemudi. 68.9 Siswa wajib memperhatikan tata cara naik dan turun kendaraan serta mengikuti petunjuk dan larangan yang berlaku. 68.10 Apabila terpaksa siswa harus naik becak/kendaraan kecil, harus dihindari penawaran yang berkepanjangan. Pasal 69 Berkendaraan 69.1 Apabila mengemudikan kendaraan, siswa harus memiliki SIM dan memperhatikan serta menyiapkan kondisi kendaraannya dengan baik. 69.2 Siswa wajib memperhatikan kelengkapan surat-surat kendaraan yang diperlukan , bersikap sopan di jalan, menaati rambu-rambu lalu lintas, menghormati pemakai jalan dan petugas jalan raya. 69.3 Selama berlangsung aktivitas pendidikan termasuk waktu persiar, siswa dilarang mengemudikan kendaraan. Pasal 70 Menyewa Kendaraan 70.1 Saat akan menyewa kendaraan hendaknya memperhatikan pihak yang menyewakan dan dapat dipercaya serta dijamin keamannya. 70.2 Siswa tidak diperbolehkan mengendarai sendiri kendaraan yang disewa. 70.3 Tujuan penggunaan kendaraan sewa tidak boleh ke tempat di luar wilayah pesiar, kecuali atas izin sekolah.
50 70.4 Saat akan menggunakan kendaraan sewa, nomor mobil dan nama pengemudi harus diberitahukan kepada Wali Graha atau Wali Kelas setidak-tidaknya melalui pesan sosial media. Pasal 71 Membuat Janji 71.1 Apabila membuat janji, siswa harus menepatinya sesuai yang disepakati. 71.2 Siswa dilarang membuat janji apabila diperkirakan tidak dapat menepatinya. 71.3 Siswa harus berusaha untuk hadir lebih awal dari waktu yang disepakati di tempat yang telah ditentukan. 71.4 Kalau terpaksa atau berhalangan sehingga tidak dapat menepati janji, siswa harus secepat mungkin memberitahu disertai permohonan maaf. Pasal 72 Pinjam Meminjam 72.1 Siswa hendaknya tidak meminjam sesuatu kepada orang lain kalau tidak perlu sekali. 72.2 Apabila siswa terpaksa menggunakan barang orang lain, siswa wajib meminta izin terlebih dahulu kepada pemiliknya dan segera mengembalikan dalam keadaan bersih serta mengucapkan terima kasih. 72.3 Apabila terlambat mengembalikan pinjaman, siswa harus meminta maaf dan memberikan penjelasan sebab keterlambatan. 72.4 Apabila barang yang digunakan rusak atau hilang, siswa wajib mengganti sesuai barang yang dipinjam. 72.5 Apabila meminjamkan sesuatu, siswa tidak boleh meminta persyaratan yang memberatkan peminjam, menolak dengan halus adalah lebih baik. Pasal 73 Menulis Surat 73.1 Apabila menulis surat resmi, bentuk surat disesuaikan dengan peraturan yang berlaku dan isi surat harus ringkas, jelas dan menggunakan bahasa yang baik.
51 73.2 Untuk surat yang tidak resmi, bentuk surat dapat dibuat secara bebas dengan menggunakan bahasa yang sopan dan baik. Hindari menceritakan hal-hal yang tidak baik atau yang tidak pasti, terutama yang berkaitan dengan SMA Plus Efarina. 73.3 Siswa harus menulis nama dan alamat si pengirim dan penerima dengan jelas dan lengkap, termasuk kode pos. 73.4 Siswa menempelkan perangko yang cukup di sudut kanan. 73.5 Apabila menulis surat elektronik, menulis/memposting di sosial media hendaknya memperhatikan dan mematuhi UU ITE. Pasal 74 Membuat dan Menghadiri Undangan 74.1 Dalam membuat undangan, siswa harus memperhatikan: 74.1.1 Hari, tanggal, waktu, dan tempat. 74.1.2 Susunan acara. 74.1.3 Pakaian yang dikenakan. 74.1.4 Nama dan alamat yang diundang secara benar dan jelas. 74.1.5 Berlaku untuk berapa orang. 74.1.6 Nomor telepon tempat/narahubung pertemuan (bila ada) atau tempat pemberitahuan apabila berhalangan hadir. 74.1.7 Pimpinan dan peserta rapat. 74.2 Undangan hendaknya dikirim dengan memperhatikan tenggang waktu agar tidak diterima dengan mendadak. 74.3 Apabila mendapat undangan, usahakan untuk hadir tepat pada waktunya. 74.4 Apabila menghadiri undangan, siswa berpakaian sesuai dengan ketentuan yangtelah ditentukan. 7 4.5 Siswa menempati tempat duduk sesuai dengan termpat duduk yang ditentukan. 74.6 Dalam hal pesta remaja, siswa dapat mengikuti seluruh acara yang disiapkan selama tidak melampaui waktu pesiar dan tidak melanggar ketentuan sekolah.
52 Pasal 75 Menonton Hiburan 75.1 Menonton bioskop, tempat pertunjukan hiburan atau mengunjungi tempat- tempat rekreasi, siswa hendaknya memilih tempat yang pantas sesuai dengan ketentuan sekolah. 75.2 Siswa membeli tiket di tempat atau loket yang telah ditentukan dan mengikuti ketentuan bila harus antri, tidak berdesak-desakan, dilarang membeli tiket dari calo. 75.3 Siswa tetap bersikap sopan, menjaga ketertiban, dan ketenangan sewaktu masuk, di dalam, dan saat keluar ternpat pertunjukan hiburan. 75.4 Siswa dilarang menonton pertunjukan di luar batas usia yang ditentukan atau hiburan yang tidak pantas dilihat atau dikunjungi siswa. 75.5 Siswa wajib menaati ketentuan dan tata tertib yang berlaku di tempat pertunjukan. 75.6 Siswa putra dan putri dilarang menonton secara berpasangan. Pasal 76 Menelepon dan Menerima Telepon 76.1 Saat telepon tersambung, siswa lebih dahulu mengucapkan salam, menanyakan kebenaran nomor telepon yang dihubungi, menyebutkan namanya, dan meminta nama yang akan dihubungi. 76.2 Berbicara dengan siapapun melalui telepon harus menggunakan kata-kata yang baik, jelas, singkat, dan sopan. 76.3 Menerima telepon dilakukan dengan lebih dahulu menyampaikan salam, lalu menyebutkan nama penerima, dan menanyakan identitas penelpon. Apabila harus disampaikan kepada orang lain agar mencatat pesan-pesan penelepon. 76.4 Siswa tidak diperbolehkan mempergunakan ponsel ketika sedang berjalan. 76.5 Saat mempergunakan ponsel harus memperhatikan keamanan diri sendiri dan lingkungan.
53 BAB V PENGHARGAAN DAN SANKSI Pasal 77 Penghargaan 77.1 Siswa yang berprestasi di bidang akademik, kepribadian, olahraga, kesenian, atau prestasi yang bersifat khusus diberikan penghargaan serta dicatat dalam Buku Saku. Bentuk dan macam penghargaan diatur dalam ketentuan tersendiri. 77.2 Penghargaan yang telah diberikan dapat dicabut apabila siswa yang bersangkutan melakukan perbuatan yang tercela. 77.3 Siswa yang berhasil menamatkan pendidikan dengan prestasi tertinggi dalam aspek akademis, kepribadian, dan kesamaptaan jasmani, mendapat penghargaan Piagam dan Bintang Garuda Trisakti Siswatama Efarina. 77.4 Siswa yang berhasil menamatkan pendidikan dengan nilai rata-rata kepribadian tertinggi selama mengikuti pendidikan mendapat penghargaan kepribadian tertinggi Piagam dan Bintang Kartika Siswa Tanggon Efarina Emas, Perak, dan Perunggu 77.5 Siswa yang berhasil menamatkan pendidikannya dengan nilai akademik tertinggi pada saat mengikuti ujian akhir sesuai kurikulum yang berlaku, mendapat penghargaan Piagam dan Bintang Kartika Siswa Cendekia Efarina Emas, Perak, dan Perunggu. 77.6 Siswa yang berhasil menamatkan pendidikan dengan nilai rata-rata samapta jasmani tertinggi selama mengikuti pendidikan mendapat penghargaan samapta jasmani tertinggi Piagam dan Bintang Kartika Siswa Trengginas Efarina Emas, Perak, dan Perunggu. 77.7 Siswa yang berhasil menamatkan pendidikan dengan nilai rata-rata akademik pada ujian akhir mencapai nilai ≥ 90,0 dan tidak pernah remedial test selama mengikuti pendidikan mendapat penghargaan akademik tertinggi Piagam Siswa Cendekia Utama Efarina. 77.5 Siswa yang berhasil meraih prestasi pada tingkat internasional diberikan penghargaan Piagam Siswa Cendekia Buana Efarina. 77.9 Kriteria penilaian dan penentuan penerima penghargaan ditetapkan melalui Sidang Dewan Sekolah yang dipimpin oleh Direktur Pendidikan dan Pengasuhan SMA/SMK Plus Efarina.
54 Pasal 78 Kegiatan Yang Merugikan 78.1 Siswa yang melakukan penyimpangan, kesalahan, atau kecerobohan dalam mengikuti kegiatan sekolah yang mengakibatkan terjadinya kerusakan fasilitas, sarana, dan prasarana pendidikan, akan mendapat sanksi. 78.2 Siswa melakukan pelanggaran terhadap ketentuan ketentuan tertulis yang ditetapkan oleh lembaga dan sekolah, maupun terhadap norma-norma yang berlaku umum yaitu segala sesuatu yang tidak boleh terjadi dalam kehidupan siswa SMA Plus Efarina. 78.3 Siswa melakukan tindakan atau perbuatan yang berbentuk kekerasan, ucapan atau tindakan kasar, tindakan fisik, dan non-fisik yang merendahkan martabat, pelecehan, atau pemberian tindakan di luar batas kemampuan, dilarang dan tidak boleh terjadi. Pasal 79 Sanksi 79.1 Segala bentuk tindak pelanggaran siswa atas ketentuan SMA Plus Efarina akan dikenakan sanksi sesuai kategori dan bersifat mendidik yang berakibat pada pengurangan nilai kepribadian yang diperhitungkan dalam penentuan kenaikan kelas/kelulusan/keberadaan siswa di SMA Plus Efarina. 79.2 Sanksi diberikan dapat berupa: 79.2.1 Tindakan Disiplin diberikan oleh Wali Graha dapat berupa teguran lisan maupun tertulis, tindakan fisik / non fisik sebagai respons Wali Graha terhadap tindak pelanggaran yang dilakukan oleh siswa. 79.2.2 Hukuman Disiplin adalah keputusan sekolah yang dijatuhkan atas terjadinya pelanggaran oleh siswa, meliputi kategori sedang atau berat dengan prosedur sesuai ketentuan yang berlaku. 79.3 Sanksi atas pelanggaran siswa disesuaikan dengan kategori pelanggarannya, 79.3.1 Ringan. Diberikan teguran lisan dan tindakan fisik. Jika siswa melakukan pelanggaran yang bentuknya sama atau berbeda dalam kategori ringan sebanyak sembilan kali, maka penindakan selanjutnya akan mengikuti kategori sedang.
55 79.3.2 Sedang. Diberikan teguran tertulis, diberi tindakan fisik/nonfisik, surat pemberitahuan kepada orang tua dan diberi surat penjatuhan hukuman dari Sekolah. Jika siswa melakukan pelanggaran yang bentuknya sama atau berbeda dalam kategori sedang sebanyak enam kali, maka penindakan selanjutnya akan mengikuti kategori berat. 79.3.3 Berat. Ditegur di tempat, pemanggilan orang tua oleh sekolah, penjatuhan hukuman melalui Sidang Dewan Sekolah, dapat berdampak dikeluarkan dari sekolah. 79.4 Setiap Wali Graha diberikan kewenangan untuk memberikan tindakan disiplin dengan cara yang baik dan mendidik kepada siswa yang melakukan pelanggaran, serta dicatat dalam kartu pelanggaran dan buku saku siswa. Apabila pelanggaran sedang/berat agar dilaporkan untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku. 79.5 Setiap pelanggaran dicatat dalam catatan pelanggaran yang ditandatangani Wali Graha dan siswa terkait. Catatan pelanggaran diserahkan kepada Wali Kelas dan Guru BP/BK untuk dimasukkan dalam database siswa sebagai data pembinaan siswa. 79.6 Siswa dan orang tua siswa wajib memahami dan mengikuti segala ketentuan dan keputusan Sidang Dewan Sekolah. 79.7 Siswa yang melakukan pelanggaran selain dari perbuatan yang masuk pelanggaran Kode Kehormatan Siswa dan pelanggaran berat, diberi hukuman yang bersifat mendidik. 79.8 Sanksi sedang diberikan oleh Guru BP/BK, sanksi berat diputuskan melalui Sidang Dewan Sekolah yang dipimpin oleh Direktur Pendidikan dan Pengasuhan. 79.9 Semua sanksi yang diberikan kepada siswa diinformasikan kepada Wali Kelas dan Wali Graha. Pasal 80 Pemberhentian sebagai Siswa 80.1 Kedudukan sebagai siswa SMA Plus Efarina adalah kehormatan yang harus senantiasa dijaga harkat dan martabatnya, sehingga setiap siswa wajib menjaga nama baik SMA Plus Efarina. 80.2 Siswa dapat diberhentikan dalam masa pendidikan apabila : 80.2.1 Meninggal dunia.
56 80.2.2 Mengalami cacat fisik/non fisik, berada dalam keadaan sakit, sehingga tidak mampu lagi meneruskan pendidikan berdasarkan hasil keterangan dokter. 80.2.3 Tidak naik kelas. 80.2.4 Melanggar Kode Kehormatan Siswa. 80.2.5 Melakukan pelanggaran berat. 80.2.6 Mengundurkan diri. 80.2.7 Nilai sikap dan perilaku/kepribadian kurang dari 70 80.2.8 Melakukan tindak pidana yang sudah mendapat keputusan/ berkekuatan hukum tetap dari Pengadilan Umum. 80.3 Siswa yang telah diterima, namun dikemudian hari ternyata tidak memenuhi persyaratan secara administratif sebagai siswa SMA Plus Efarina, dapat dibatalkan haknya menjadi siswa SMA Plus Efarina atas keputusan Direktur Pendidikan dan Pengasuhan SMA/SMK Plus Efarina.
57 BAB VI PENUTUP Pasal 81 Penutup 81.1 Seluruh keluarga besar SMA Plus Efarina wajib menegakkan Perdupsis. 81.2 Untuk menyelaraskan kehidupan siswa dengan perkembangan masyarakat lingkungannya yang dinamis, secara periodik peraturan ini akan dievaluasi dan disempurnakan. Saribudolok, Juni 2023 Direktur Pendidikan dan Pengasuhan SMA/SMK Plus Efarina, Kolonel (Purn) Muhammad Kamil
58 PENJELASAN ATAS SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR PENDIDIKAN DAN PENGASUHAN SMA/SMK PLUS EFARINA NOMOR : SKEP/ / SMAP-EFARINA / VI / 2023 TANGGAL JUNI 2023 tentang PERATURAN KEHIDUPAN SISWA SMA PLUS EFARINA I. UMUM Pemikiran pendiri SMA Plus Efarina menyatakan bahwa wawasan kebangsaan Indonesia akan luntur tergerus oleh sisi negatif perubahan zaman bila kita tidak bersikap arif dan cerdas. Kondisi itu mengarahkan bahwa upaya penguatan wawasan kebangsaan tunas-tunas pemimpin generasi mendatang paling tepat dilakukan melalui pendidikan tingkat SMA. Sekolah dimaksud, memerlukan rancangan khusus yang mampu mengembangkan kepemimpinan dan kesadaran kebangsaan yang sejalan dengan pengembangan akademik siswa. Gagasan itu diwujudkan dengan membentuk Yayasan Efarina sebagai badan pengelola sekolah yang di dalamnya termasuk SMA Plus Efarina sebagai badan operasional pendidikan. Dengan rancangan khusus itu, SMA Plus Efarina diperuntukkan menjadi sekolah yang bercirikan kenusantaraan, dan bertujuan untuk mengembangkan siswa agar memiliki pengetahuan akademik berkualitas, berkepribadian mandiri yang kreatif, kesehatan rohani dan kesemaptaan jasmani yang handal yang diarahkan menjadi tunas-tunas generasi masa depan Indonesia yang berwawasan Kebangsaan, Kejuangan, dan Kebudayaan. Seiring dengan perjalanan waktu, ilmu pengetahuan dan teknologi pun berkembang dengan pesat, yang kemudian menjadi penggerak arus globalisasi. Nilai-nilai dan kriteria yang sebelumnya berlaku secara nasional, mulai dipengaruhi oleh nilai-nilai global. Pendidikan di Indonesia juga dipengaruhi oleh globalisasi meliputi nilai-nilai, kriteria, dan metoda dalam proses pendidikan, termasuk SMA Plus Efarina. Demikian pula dengan sumber pembiayaan yang berasal dari orang tua siswa sebagai sumber utama pembiayaan SMA Plus Efarina berbentuk iuran sekolah. Karena itu, peran para orang tua siswa sebagai pemangku kepentingan SMA Plus Efarina menjadi faktor yang berpengaruh atas penyelenggaraan pendidikan.
59 Dengan perubahan itu, faktor signifikan dalam proses pembelajaran SMA Plus Efarina yaitu kehidupan siswanya perlu diposisikan secara tepat dan proporsional melalui pengaturan kehidupan siswa. Peraturan Kehidupan Siswa SMA Plus Efarina mengatur perilaku siswa selama menjadi siswa SMA Plus Efarina agar tujuan pendidikan berhasil dicapai. II. PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Cukup jelas Pasal 2 Cukup jelas Pasal 3 Cukup jelas Pasal 4 Cukup jelas Pasal 5 Cukup jelas Pasal 7 Siswa SMA Plus Efarina adalah siswa yang memegang teguh kejujuran dan memiliki intregitas kepribadian sehingga wajib memahami dan menghayati Kode Kehormatan Siswa serta melaksanakannya dengan tepat dan sungguh-sungguh. Pelanggaran Kode Kehormatan Siswa diatur oleh sekolah. 7.1 Yang dimaksud menjunjung tinggi adalah: Keharusan siswa memahami dan menghayati Panca Dharma Siswa serta senantiasa bersikap dan berperilaku sesuai dengan isi dari Panca Dharma Siswa. 7.2 Yang dimaksud dengan hormat kepada orang tua adalah: Sikap yang menghargai pendapat, petunjuk, instruksi, nasehat, atau petuah Bapak/lbu dengan keharusan menunjukkan tingkah laku yang sopan dan santun dengan tetap memperhatikan tata-krama, adat- istiadat, atau etika pergaulan masyarakat berbudaya luhur.
60 7.3 Yang dimaksud dengan hormat kepada guru adalah: Sikap menghargai pendapat, petunjuk, dan instruksi bapak/ibu guru atau pelatih/pembina dalam kegiatan belajar mengajar, pengasuhan, maupun pelatihan yang diwujudkan dengan tingkah laku yang sopan dan santun dengan tetap memperhatikan tata- krama, adat istiadat, atau etika pergaulan masyarakat berbudaya luhur. Penyampaian pendapat dan pertanyaan tidak dilakukan secara emosional dengan kata-kata kasar, vandalisasi, atau tindakan yang melecehkan. 7.4 Yang dimaksudkan dengan menyontek adalah : a. Siswa diketemukan membawa contekan saat ulangan/ujian berlangsung. b. Siswa kedapatan bertanya atau memberikan jawaban soal kepada teman saat ulangan/ujian berlangsung. 7.5 Yang dimaksud dengan menipu adalah: a. Perbuatan yang mengelabui atau memanipulasi untuk menyembunyikan sesuatu atau niat atau perbuatan sendiri yang bertentangan dengan peraturan, etika atau moral yang menimbulkan kerugian material maupun moril kepada orang atau badan/instansi. b. Menipu antara lain menyembunyikan identitas diri untuk mengambil keuntungan untuk diri sendiri dengan merugikan orang/badan lain, menjual atau menyatakan sesuatu barang yang cacat sebagai barang yang baik. 7.6 Yang dimaksudkan dengan mencuri adalah: Mengambil sesuatu/barang milik orang lain tanpa sepengetahuan atau seizin pemilik atau pemegang sesuatu/ barang tersebut dengan maksud untuk dimiliki, digunakan, disimpan atau diserahkan kepada orang lain. 7.7 Yang dimaksudkan berkelahi adalah: Tindakan kekerasan fisik antara dua orang atau lebih dengan menggunakan tubuh/anggota badan atau benda lain untuk memaksakan kehendak.
61 7.8 Perbuatan asusila antara lain : a. Berpelukan atau berciuman antara siswa putra dengan siswa putri atau antara siswa putra/putri dengan orang lain yang dilandasi dengan hawa nafsu. b. Berhubungan intim. c. Melakukan aktivitas seksual seperti mempermainkan kemaluan sesama siswa, menyentuh bagian tubuh siswa lain yang dapat menimbulkan syahwat, dan segala bentuk pelecehan seksual lainnya. 7.9 Pantang melakukan kekerasan verbal, fisik atau psikis: a. Kekerasan verbal adalah kekerasan yang dilakukan dengan kata kata seperti membentak, memaki, menghina, menjuluki, meneriaki, memfitnah, menuduh, mempermalukan didepan umum dengan lesan dan lain lain. b. Kekerasan fisik adalah kekerasan yang melibatkan kontak langsung dan dimaksudkan untuk menimbulkan perasaan intimidasi, cedera, atau penderitaan fisik lain. c. Kekerasan psikis adalah suatu tindakan penyiksaan secara verbal yang mengakibatkan menurunya rasa percaya diri, meningkatnya rasa takut, hilangnya kemampuan untuk bertindak dan tidak berdaya. 7.10 Khusus pelanggaran merokok : a. Satu kali pelanggaran merokok, siswa diberikan surat peringatan dari sekolah dan diberitahukan kepada orang tua. b.. Lebih dari satu kali pelanggaran merokok, diberhentikan sebagai siswa SMA Plus Efarina. Pasal 8 8.3 Yang dimaksud merusakkan peralatan sekolah adalah apabila diketemukan siswa merusak alat/barang inventaris sekolah baik karena disengaja atau karena kecerobohan dalam pemakaiannya.
62 Pasal 9 9.3 Direktur Pendidikan dan pengasuhan beserta Kepala Sekolah mengarahkan dan mengendalikan pemilihan pejabat Resimen Korps Taruna Nabujur dan pengurus OSIS untuk menjaga proses demokrasi berjalan tertib dan siswa memahami proses maupun makanisme yang berlaku. Pasal 10 10.1 Menjaga ketertiban, kebersihan, kerapian dan tata cara berpakaian diri sendiri adalah kewajiban pribadi setiap siswa yang harus dilakukan sendiri. Penyiapan kebersihan dan kerapian diri sendiri wajib dilakukan oleh siswa sendiri dan tidak dikerjakan oleh siswa lain. Pasal 11 11.2 Minuman keras adalah minuman yang mengandung alkohol dan dapat memabukan, minuman campuran beralkohol, atau minuman yang dicampur dengan zat psikotropika dan sejenisnya yang dapat mengganggu fungsi syaraf pusat seperti bir, tuak, arak, wine, wisky atau yang sejenis dengan atau tanpa dicampur dengan zat psikotropika atau yang sejenisnya. 11.3 Membawa, menyimpan, atau menggunakan obat terlarang, narkoba, psikotropika, maupun minuman keras adalah pelanggaran berat. 11.4 Memegang, menyimpan, membawa, membeli, menjual, mengedarkan, melihat atau membaca buku/majalah/file porno, menonton film porno, menggambar atau mengambil gambar porno dengan alat elektronik, mengakses situs porno melalui internet adalah pelanggaran berat. Pasal 12 Cukup jelas Pasal 13 13.1 Hak Ijin Bermalam dapat ditiadakan atas siswa tertentu dan diganti menjadi wajib belajar untuk meningkatkan pemahaman atas pelajaran tertentu atau memperbaiki nilai ulangan/ujian. 13.6 Yang dimaksud dengan tempat yang tidak pantas adalah : a. Tempat yang apabila siswa berada di tempat tersebut menimbulkan kesan negatif dan dapat mencemarkan nama baik korps siswa.
63 b. Tempat yang tidak terjamin keamanannya. Pasal 14 14.5 Penggunaan sterika pada tempat tertentu yang sudah disediakan di graha. 14.7 a. Kategori makanan berat antara lain : • Nasi dan lauk pauk. • Makanan cepat saji seperti KFC, McD, dan sejenisnya. • Mie, Nasi dan olahan sejenisnya. • Hamburger. • Pizza. • Makanan instan (mie, bubur, nasi kaleng dan sejenisnya) b. Kategori makanan ringan antara lain : • Kue kering. • Kue basah. • Permen. • Camilan. • Martabak. Pasal 15 Cukup jelas Pasal 16 Cukup jelas Pasal 17 Cukup jelas Pasal 18 Cukup jelas Pasal 19 19.3 Ketentuan aturan berpakaian : Saat siswa memakai seragam yang bertopi, wajib memakai topi pada saat berada di luar ruangan. Siswa tidak diperkenankan memakai sandal pada saat di luar lingkungan graha, kecuali untuk kepentingan ibadah.
64 19.4.1 Lebar celana panjang: • Siswa tinggi badan 155 cm s.d. 165 cm lebar min. 20 cm. • Siswa tinggi badan 166 cm s.d. 175 cm lebar min. 22 cm. • Siswa tinggi badan 176 cm keatas lebar min. 24 cm. • Lebar maksimal tidak melebihi lebar lengan celana di bawah lutut (cutbray). Pasal 20 20.2 Yang dimaksud menyimpan uang tunai adalah memegang uang secara tunai atau menyimpan uang tunai di graha atau menitipkan uang tunai ke orang lain. 20.3 Tata cara pengambilan uang tabungan di Bank BRI, Bank Mandiri, dan Bank BNI adalah: a. Siswa minta izin kepada Wali Graha/Wali Kelas. b. Wali Graha dapat mengizinkan untuk hal-hal yang penting bagi kebutuhan siswa setelah kewajiban pembayaran iuran sekolah pada bulan berjalan terpenuhi. c. Pengambilan uang tabungan diatur sesuai dengan kebutuha norma siswa sebanyak-banyaknya Rp. 500.000,00. d. Keluar lingkungan sekolah menuju bank didampingi Wali Graha/Wali Kelas. Pasal 21 Cukup jelas Pasal 22 22.3 Penghormatan kepada Bendera Merah Putih di dalam ruang kelas dilaksanakan pada saat pertama kali masuk ruang kelas untuk pelajaran pada pagi hari, sore hari, dan malam hari. Demikian juga penghormatan kepada Bendera Merah Putih pada saat mau keluar kelas setelah kelas selesai pada siang, sore, maupun malam hari. Pasal 23 23.1 Pertanyaan maupun pendapat yang diajukan harus dengan sikap, kata dan bahasa yang santun sesuai norma dan tata krama masyarakat berbudaya luhur.
65 Pasal 24 Cukup jelas Pasal 25 Cukup jelas Pasal 26 26.4 Dalam keadaan tertentu dan mendesak, graha dapat digunakan untuk pelaksanaan kelas khusus dengan izin Kepala Sekolah. Pasal 27 Cukup jelas Pasal 28 Cukup jelas Pasal 29 Cukup jelas Pasal 30 Cukup jelas Pasal 31 31.3 a. Yang dimaksud membantu, membimbing, atau menuntun adalah hak dan kewajiban siswa Abang/Kakak kelas untuk membantu siswa adik kelas dalam memecahkan kesulitannya, mengarahkan siswa adik kelas mencapai hal-hal yang baik, serta menegur dan mengarahkan (secara Verbal) adik kelas bila berbuat kekeliruan atau kesalahan. b. Bantuan, bimbingan, atau tuntunan kepada Adik Kelas harus bersifat terbuka dan tidak mengganggu tugas belajar siswa Adik Kelas. c. Bantuan, bimbingan, atau tuntunan yang dilakukan tertutup merupakan tindakan yang dilarang keras. 31.4 Menjadi suri teladan adalah kewajiban Abang/Kakak kelas dalam perilaku sehari-hari menjadi pribadi yang dapat dicontoh karena sesuai dengan peraturan dan etika. Dilarang menyalahgunakan kedudukan bang/Kakak seperti memberi tugas kepada adik kelas untuk melakukan pekerjaan pribadi siswa Abang/Kakak kelas.
66 Pasal 32 Cukup jelas Pasal 33 Cukup jelas Pasal 34 Cukup jelas Pasal 35 Cukup jelas Pasal 36 Cukup jelas Pasal 37 Cukup jelas Pasal 38 Cukup jelas Pasal 39 Cukup jelas Pasal 40 Cukup jelas Pasal 41 Cukup jelas Pasal 42 Cukup jelas Pasal 43 Cukup jelas Pasal 44 Cukup jelas Pasal 45 Cukup jelas Pasal 46 Cukup jelas
67 Pasal 47 Cukup jelas Pasal 48 Cukup jelas Pasal 49 Cukup jelas Pasal 50 Cukup jelas Pasal 51 Cukup jelas Pasal 52 Cukup jelas Pasal 53 Cukup jelas Pasal 54 Cukup jelas Pasal 55 Cukup jelas Pasal 56 Cukup jelas Pasal 57 Cukup jelas Pasal 58 Cukup jelas Pasal 59 Cukup jelas Pasal 60 Cukup jelas Pasal 61 Cukup jelas
68 Pasal 62 Cukup jelas Pasal 63 63.1 Ruang makan siswa merupakan sarana pembelajaran sehingga selama di dalam lingkungan SMA Plus Efarina wajib makan di Ruang Makan. 63.7 Gong digunakan pada saat makan bersama tamu VIP, sedangkan lonceng digunakan pada saat makan sesama siswa. 63.20 a. Penyampaian pengumuman merupakan bagian dari proses pembelajaran sehingga harus bersifat mendidik. b. Pengumuman harus mencantumkan sumbernya. c. Ketentuan tentang tata cara pengaturan pemberian dan penyampaian pengumuman ditetapkan oleh sekolah. Pasal 64 Cukup jelas Pasal 65 Cukup jelas Pasal 66 Cukup jelas Pasal 67 Cukup jelas Pasal 68 Cukup jelas Pasal 69 Cukup jelas Pasal 70 Cukup jelas Pasal 71 Cukup jelas
69 Pasal 72 Cukup jelas Pasal 73 Cukup jelas Pasal 74 Cukup jelas Pasal 75 Cukup jelas Pasal 76 Cukup jelas Pasal 77 Cukup jelas Pasal 78 Cukup jelas Pasal 79 Cukup jelas Pasal 80 Cukup jelas Pasal 81 Cukup jelas III. SELESAI Saribudolok, Juni 2023 Direktur Pendidikan dan Pengasuhan SMA/SMK Plus Efarina, Kolonel (Purn) Muhammad Kamil
70 Lampiran 1 MAKNA LOGO SMA PLUS EFARINA Pola Logo membentuk Huruf ETA Identitas Yayasan Etaham, yang merupakan awal terbentuknya Yayasan Efarina Etaham. Warna Hijau Melambangkan keteduhan yang mampu beradaptasi dengan lingkungan untuk menciptakan energi yang positip. Warna Biru Melambangkan sumber daya yang profesional dan memiliki integritas dalam melayani dengan cinta kasih dan rasa empati. Bintang dengan sudut lima Bermakna cahaya seperti cahaya yang dipancarkan oleh Tuhan Yang Maha Esa dan diyakini seluruh siswa SMA Plus Efarina sebagai generasi yang berguna di masa depan bagi negara dan bangsa Indonesia. Makna Logo SMA Plus Efarina secara keseluruhan SMA Plus Efarina merupakan SMA Plus yang mengutamakan pelayanan pendidikan yang profesional, bermutu, mengedepankan empati dan rasa cinta kasih, agar terciptanya energi positip kepada seluruh lapisan masyarakat. “Menjadikan SMA Plus Efarina sebagi wadah pembentuk tunas-tunas pemimpin masa depan yang memiliki sikap kesatria, disiplin, tangguh, serta berbudi luhur” Saribudolok, Juni 2023 Direktur Pendidikan dan Pengasuhan SMA/SMK Plus Efarina, Kolonel (Purn) Muhammad Kamil
71 Lampiran 2 PENEMPATAN PAKAIAN DAN PERLENGKAPAN PERORANGAN SISWA SMA PLUS EFARINA KETERANGAN: 1. Seragam PDL dan Topi Pet PDL. 2. Seragam Harian (OSIS). 3. Pakaian dalam. 4. Perlengkapan ibadah. 5. Training pack dan pakaian olahraga. 6. Handuk cadangan dan pakaian tidur. 7. Koper IB/cuti. 8. Baret Ptamuka. 9. Baret Biru Efarina. 10. Kopel Riem Hitam. 11. Pakaian PDL yang sudah dipakai. 12. Training yang sudah dipakai. 13. Pakaian seragam yang sudah dipakai. 14. Pakaian yang sudah dipakai. 15. Pakaian Pramuka 16. Pakain PDU 17. Sepatu PDL. 18. Sepatu PDH. 19. Sepatu Sekolah Harian. 20. Sepatu olahraga. 21. Sandal. 22. Alat Mandi dan Alat pembersih. Saribudolok, Juni 2023 Direktur Pendidikan dan Pengasuhan SMA/SMK Plus Efarina, Kolonel (Purn) Muhammad Kamil Catatan: 1. Lebar lipatan pakaian 20 cm. 2. Tidak menyimpan barang berharga mahal, uang dalam jumlah banyak, pisau, gunting, rokok (termasuk rokok elektrik) dan narkoba. 3. Lemari tidak dikunci.
72 Lampiran 3 PAKAIAN SERAGAM DAN ATRIBUT SISWA SMA PLUS EFARINA 1. Pakaian Seragam Siswa. a. Seragam Sekolah.
73 b. Seragam Pramuka.
74 c. Seragam Pakaian Dinas Lapangan (PDL). d. Seragam Pakaian Dinas Harian (PDH).
75 e. Seragam Pakaian Dinas Upacara (PDU).
76 f. Seragam Olah Raga.
77 2. Atribut Pakaian Seragam Siswa. a. Atribut Seragam Sekolah. LABEL NAMA BORDIR BENDERA MERAH PUTIH BORDIR LAMBANG OSIS SMA BORDIR WING EFARINA TANGGUH KUNINGAN BAD LOKASI SEKOLAH BORDIR
78 b. Atribut Seragam Pramuka. LABEL NAMA KAIN BORDIR TANDA PELANTIKAN PUTRA BORDIR TANDA PELANTIKAN PUTRI BORDIR TANDA PANDU DUNIA PUTRA BORDIR TANDA PANDU DUNIA PUTRI BORDIR TANDA PITA WILAYAH TANDA PITA GUDEP BORDIR BADGE KWARDA SUMUT BORDIR
79 c. Atribut Seragam Pakaian Dinas Lapangan (PDL). LABEL NAMA KAIN BORDIR LABEL KAIN LOKASI EFARINA ETAHAM BORDIR WING EFARINA TANGGUH BORDIR TANDA PANGKAT TINGKAT KELAS BORDIR BAD LOKASI BORDIR
80 d. Atribut Pakaian Dinas Upacara (PDU). EMBLEM BARET BARET BIRU EFARINA PAPAN NAMA PDU EBONIT WING EFARINA TANGGUH KUNINGAN TANDA PANGKAT TINGKAT KELAS EPOLET BARET BIRU EFARINA
81 e. Atribut Jabatan Siswa. 1) Tali Kur Pejabat Resimen Korps Taruna Nabujur. TALI KUR JABATAN KOMANDAN TALI KUR JABATAN KASI / KASET TALI KUR JABATAN LEMUSTAR TALI KUR PENATARAMA
82 Saribudolok, Juni 2023 Direktur Pendidikan dan Pengasuhan SMA/SMK Plus Efarina, Kolonel (Purn) Muhammad Kamil TALI KUR JABATAN DANPOLTAR TALI KUR ANGGOTA POLTAR
83 Lampiran 4 BINTANG PENGHARGAAN SISWA SMA PLUS EFARINA 1. Bintang Garuda Trisakti Siswatama Efarina. 2. Bintang Kartika Siswa Tanggon Efarin. 3. Bintang Kartika Siswa Cendekia Efarina Emas. EMAS PERAK PERUNGGU EMAS PERAK PERUNGGU
84 4. Bintang Kartika Siswa Trengginas Efarina. Saribudolok, Juni 2023 Direktur Pendidikan dan Pengasuhan SMA/SMK Plus Efarina, Kolonel (Purn) Muhammad Kamil EMAS PERAK PERUNGGU
85 Lampiran 5 MODEL DAN POTONGAN RAMBUT SISWA SMA PLUS EFARINA Saribudolok, Juni 2023 Direktur Pendidikan dan Pengasuhan SMA/SMK Plus Efarina, Kolonel (Purn) Muhammad Kamil
86 CATATAN
87