JAWABAN!
1. CLI.
Buat rancangan jaringan yang akan dibangun
Menetapkan ip di router 0 di ethernet 0/0. (ip 192.168.30.1)
Menetapkan ip di router 0 di ether 1. (ip 192.168.0.1)
Menetapkan ip di router 1 di ethernet 0/0. (ip 192.168.30.2)
Menetapkan ip di router 1 di ethernet 1. (ip 192.168.1.1)
Ip PC 0 : 192.168.0.2
Ip pc 1 192.168.1.2
Hasilnya
RIP router 0
RIP router 1
2. GUI/static
rancangan jaringan.
ip di router 0 di ethernet 0/ 0. (ip 192.168.13.1)
ip di router 0 di ethernet 1/0. (ip 192.168.1.1)
ip di router 1 di ethernet 0/0. (ip 192.168.13.2)
ip di router 1 di ethernet 1/0. (ip 192.168.2.1)
Ip PC 0 (192.168.1.2)
Ip pc 1 (192.168.2.2)
Hasilnya
Static router 0
Static router 1
3. Table routing
Name Port Netmask Gateway
Device IP Address
Ethernet
fa0/0 192.168.30.1 255.255.255.0
Router 0
fa0/1 192.168.0.1 255.255.255.0
fa1/0 192.168.30.2 255.255.255.0
Router 1
fa1/1 192.168.1.1 255.255.255.0
PC 0 fa0 192.168.0.2 255.255.255.0 192.168.30.1
PC 1 fa0 192.168.1.2 255.255.255.0 192.168.30.2
4. CLI
Ping PC 1 ke PC 2
Ping PC 2 ke PC 1
GUI
Ping PC 1 ke PC 2
Pengecekan konektivitas dari kedua jaringan.
Ping PC 1 ke Router 1 dan Router 2
1.7 KESIMPULAN
Routing adalah Mekanisme yang mengatur pengiriman paket
data yang di transmisikan dari satu network ke network yang lain.
Perangkat yang bisa melakukan routing atau menyimpan tabel routing
dinamakan router. Router mempunyai banyak gatewaykarena fungsi
dari router adalah menghubungkan banyak jaringan yangberbeda.
Fungsi utama dari router adalah merutekan paket(informasi).
1.8 LAMPIRAN
57
LAPORAN
PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER
Penyusun:
Ahmad Faizal Prianggara (190631100118)
LABORATORIUM KOMPUTASI DAN JARINGAN
KOMPUTER PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
2022
58
MODUL 4
SOFTWARE SIMULASI JARINGAN, DHCP, DAN DNS SERVER
Nama / NIM : Ahmad Faizal Prianggara / 190631100118
Hari / Tanggal : Senin, 03 Oktober 2022
Hasil Praktikum :
1.1 Tujuan
Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa diharapkan mampu :
1. Mengenali komponen-komponen perangkat lunak jaringan
berdasarkan fungsinya.
2. Menggunakan software Packet Tracer untuk simulasi jaringan
sederhana
3. Menjalankan perintah-perintah standar konfigurasi pada masing-
masing perangkat jaringan komputer.
4. Memahami manfaat / kegunaan DHCP dan DNS Server
5. Dapat Melakukan Konfigurasi DHCP dan DNS Server
1.2 Landasan / Teori Dasar
a. Software Simulasi Jaringan
Software simulasi jaringan merupakan sebuah perangkat lunak atau
aplikasi yang digunakan untuk sebuah simulasi suatu jaringan.
Software simulasi jaringan yang paling sering digunakan untuk media
pembelajaran dan pelatihan adalah Cisco Packet Tracer. Software ini
dibuat oleh Cisco Systems. Selain Cisco Packet Tracer terdapat
beberapa software yang bisa digunakan untuk simulasi jaringan,
diantaranya yaitu : GNS3, VirtualBox, VMware, EVE-NG, dll.
b. Perangkat Jaringan
Perangkat jaringan merupakan komponen-komponen perangkat keras
beserta perangkat lunak untuk membangun sebuah jaringan komputer.
perangkat jaringan terbagi dalam beberapa komponen sesuai dengan
fungsinya masing- masing, yaitu : Server, Host/Client, Switch, Router,
NIC / Ethernet Card, dll.
59
1. Server
Server merupakan sebuah sistem komputer yang menjalankan
perangkat lunak administrative yang mengontrol akses terhadap
jaringan dan sumber daya yang terdapat di dalam sebuah jaringan
komputer.
2. Host/Client
Host / Client merupakan komputer yang digunakan oleh seorang
pengguna dari sebuah jaringan dengan menjalankan aplikasi-
aplikasi yang ada pada sebuah komputer tersebut agar bisa
terhubung ke sebuah jaringan komputer.
3. Switch
Switch merupakan sebuah perangkat yang digunakan untuk
memanajemen lalu lintas data atau informasi yang terdapat pada
sebuah jaringan komputer. Switch mengirimkan paket berdasarkan
alamat MAC pada sebuah perangkat jaringan. Switch berjalan pada
layer data link dari model OSI (layer 2)
4. Router
Router hampir sama dengan Switch hanya terdapat perbedaan bahwa
router bisa menghubungkan jaringan yang berbeda, memiliki
fungsi routing, menggunakan alamat IP untuk transmisi data,
bekerja dalam lapisan layer network dari model OSI (layer 3)
5. NIC / Ethernet Card
NIC merupakan singkatan dari Network Interface Card atau biasa
disebut dengan kartu jaringan. NIC adalah akrtu yang digunakan
sebagai jembatan untuk menghubungkan komputer ke sebuah
sistem jaringan. Fungsi dari NIC adalah untuk mengirimkan data,
mengendalikan arus aliran data, dan penerimaan data.
c. DHCP
DHCP merupakaran singkatan dari Dinamyc Host Configuration Protocol
yang berupa suatu layanan yang di berikan kepada komputer yang
meminta IP Address dengan cara otomatis kepada sebuah server dhcp.
60
d. DNS
DNS merupakan singkatan dari Domain Name System dimana fungsi dari
DNS adalah untuk menerjemahkan alamat IP menjadi sebuah nama
yang mudah di ingat oleh pengguna.
1.3 Alat dan Bahan
1. Laptop
2. Cisco Paket Tracer
1.4 Langkah-langkah Percobaan
1. Buka aplikasi Cisco Packet Tracer , maka akan muncul tampilan
seperti dibawah ini
2. Pada bagian pojok kiri bawah terdapat menu untuk memilih perangkat
yang tersedia di cisco packet tracer :
a. Network Device
b. End Device
61
c. Connection
3. Buatlah skema jaringan seperti berikut
Dan hubungkan dengan menggunakan kabel straight pada interface
FastEthernet.
4. Kemudian konfigurasi server dengan klik pada server, maka akan
muncul tampilan seperti berikut :
5. Pilih tab config untuk memberikan alamat ip pada server, pilih
FastEthernet kemudian isikan IP Addres (192.168.1.1) seperti berikut:
62
6. Kemudian klik pada tab services dan pilih menu DHCP.
7. Konfigurasi DHCP Services sesuai dengan kebutuhan. Tentukan awal
IP Adrress pada pool DHCP isikan di kolom samping start IP Address
(192.168.1.0). Dan juga isikan subnet masknya. Dan klik tombol Add.
8. Setelah itu kita konfigurasi pada masing-masing PC agar terhubung
dengan server yaitu dengan cara konfigurasi IP PC ke mode DHCP
agar mendapat IP Address dari Server.
9. Klik ikon PC kemudian pilih Config. Pada Fast Ethernet di konfigurasi
IP Configuration pilih DHCP.
63
10. Kemudian kita cek pada Tab Dekstop pilih IP Configuration sehingga
PC akan mendapatkan IP dari Server sesuai dengan pool atau range
yang di atur di DHCP Server tadi.
11. Lakukan langkah-langkah no 10 ke semua PC yang tersambung ke
server hingga masing masing PC mendapat IP Address dari DHCP
Server.
12. Kemudian uji koneksi antar PC dengan menggunakan simple pdu pada
cisco packet tracer.
13. Lakukan simple pdu dari PC 0 ke PC 1
64
14. Lihat simulasi pengiriman paket pada menu simulation di pojok kanan
bawah dan perhatikan skema jaringan yang dibuat maka PC 0 akan
mengirimkan pesan ke PC 1.
15. Selanjutnya konfigurasi DNS Server. Klik ikon server kemudian pilih
pada tab Services yaitu DNS. Isikan name sesuai dengan kebutuhan
masing masing dan isikan Address dengan IP Server yang sudah di
konfigurasi sebelumnya.
16. Selanjutnya kita tambahkan IP DNS pada konfigurasi DHCP Server.
17. Konfigurasi pada PC Client untuk mengecek apakah DNS Server bisa
di akses.. Klik ikon PC kemudian ke desktop -> Ip configuration ->
65
pilih static kemudian isikan IP Addres yang masih satu jaringan
dengan IP Server dan juga isikan DNS Server dengan IP DNS Server
yang sudah kita tambahkan di konfigurasi Server tadi.
18. Kemudian buka web browser pada tab desktop.
19. Ketikan alamat DNS sesuai dengan DNS Server. (contoh : septyan.net).
jika muncul seperti ini maka konfigurasi DNS Server sudah berhasil.
1.5 Hasil dan Analisa Percobaan
1. Hasil dari percobaan konfigurasi DHCP
66
Analisa :
Percobaan diatas menggunakan konfigurasi DHCP, yaitu kita hanya
perlu memasukkan IP Address pada server, kemudian server
akan memberikan IP Address kepada client secara otomatis dan
acak, dalam range yang sudah ditentukan.
2. Hasil percobaan dari penggunaan DNS Server
Analisa :
Dengan hanya memasukkan nama domain sebuah situs,kita bisa
memperoleh IP adress melalui URL nya yang sudah kita setting
pada praktikum DNS tadi, juga memudahkan komputer dalam
identifikasi alamat website karena cukup baca melalui IP adress.
1.6 Tugas / Soal
1. Buatlah skema topologi jaringan beserta informasi IP Address dan
Interfacesnya! (server,switch,PC).
2. Lakukan Simple PDU dari PC 1 ke ke PC lainnya, Jelaskan !
3. Buat konfigurasi DHCP Server dengan IP Server 192.168.NIM.NIM. (2
digit belakang) dan range DHCP 10 host !
4. Buat konfigurasi DNS Server dengan nama kalian masing-masing.
JAWAB :
1. Topologi jaringan 1 server
67
2. Hasil test simple PDU dari PC1 ke PC0 adalah sukses, karena dalam 1
jaringan yang sama yaitu fa 0 juga sudah diberi IP adress masing-masing.
3. Konfigurasi DHCP Server dengan IP Server 192.168.20.20
Atur maksimum range DHCP hanya 10 host lalu save
Atur IP Address setiap client menggunakan konfigurasi DHCP.
Karena rangenya IP tadi sudah diatur maksimal 10, maka IP
client yang muncul yaitu antara 192.168.20.21 – 192.168.20.31
karena tadi IP servernya 192.168.20.20
Pada PC 0 IP Address yang didapat adalah 192.168.20.21
68
210631100120
Rizal Efendi
PC 0 mendapatkan IP Address 192.168.20.22
Lalu ditest apakah PC1 dan PC0 sudah saling terhubung
menggunakan simple PDU, dan hasilnya sukses, jadi tiap PC
dalam jaringan tersebut bisa saling terhubung dengan IP yang
telah diberikan server secara otomatis tadi.
4. Konfigurasi DNS dengan username rizal.com pada server yang memiliki
alamat IP Address 192.168.20.20
Kemudian tambahkan DNS Server pada server yaitu 192.168.20.20
Lalu tambahkan alamat DNS Server kepada setiap client atau PC,
69
pada PC 0 tambahkan DNS Server secara static (192.168.20.20)
dan IP Address (192.168.20.24)
210631100120
Rizal Efendi
Pada PC 1 tambahkan DNS Server secara static (192.168.20.20) dan
IP Address (192.168.20.26)
Kemudian kita test pada web browser disetiap client atau PC apakah
dapat memanggil merry.com sebagai alamat dari server, dan
hasilnya berhasil
PC0 (192.168.20.24)
PC1 (192.168.20.26)
70
1.7 Kesimpulan
Cisco Paket Tracer, yaitu sebuah software yang dimana kita belajar
mengkonfigurasi alamat IP Address secara otomatis (DHCP) dimana client
tinggal meminta IP Address kepada server, dan server akan memberikan
secara otomatis dan acak sesuai ketentuan yang telah ditentukan. Pada
praktikum kali ini kita juga belajar mengubah alamat IP Address menjadi
username yang kita inginkan (DNS) jadi kita hanya perlu menyetting IP
Address yang akan kita ganti dengan username sesuai keinginan kita, maka
web atau browser akan membaca username yang telah dibuat sesuai dengan
alamat IP asalnya, jadi kita tidak perlu susah-susah untuk menghafal alamat IP
setiap jaringan.
1.8 Lampiran
71
LAPORAN
PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER
Penyusun :
Ahmad Faizal Prianggara (190631100118)
LABORATORIUM KOMPUTASI DAN JARINGAN
KOMPUTER PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
2022
72
MODUL 5
PERINTAH DASAR LINUX & SYSTEM BACKUP
Nama/NIM : Ahmad Faizal Prianggara /190631100118
Hari/Tanggal : Senin, 17 Oktober 2022
Hasil Praktikum :
1.9 Tujuan
Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa diharapkan mampu :
1. Mengetahui langkah – langkah install system operasi linux
2. Mengetahui perintah dasar linux
3. Mengompress dan Mengekstrak file
4. Memahami cara membackup file
1.10 Landasan Teori
A. Sistem Operasi Debian
Sistem operasi Debian sudah biasa digunakan sebagai server dalam
jaringan komputer. Untuk membangun sebuah server Debian
dengan aplikasi seperti DHCP server (memberi IP otomatis pada
client), DNS server (memberi nama server untuk meudah
diingat), FTP server (memberi layanan transfer file), NTP server
(memberi atur waktu terpusat pada server), telnet (control client
secara remote) maupun proxy server maka kalian harus
memahami beberapa perintah dasar dari linux untuk kemudahan
melakukan konfigurasi server.
Perintah dasar linux yang sering digunakan :
73
B. System Backup
Back up, jika di terjemahkan kedalam bahasa Indonesia, maka ini
dapat berarti “cadangan”, yang mana pada konteks ini merujuk
pada membuat cadangan data/file pada komputer. Sebenarnya
banyak cara dapat dilakukan untuk melakukan backup, misalnya
cara yang paling sederhana adalah dengan meng copy-kan data
secara langsung ke media penyimpanan misalnya disket ataupun
CD-ROM. Ini merupakan cara yang sederhana, tetapi
kelemahannya adalah data menjadi terlalu mudah diakses oleh
pihak-pihak yang tidak diinginkan untuk mengakses, dan juga
permasalahan akan timbul jika data dalam jumlah yang besar,
semisalnya data yang harus di backup oleh seorang administrator
jaringan, data yang ada akan terus berkembang sehingga
mempersulit kerja dari administrator. Maka, untuk itu diperlukan
metode yang tepat untuk melakukan backup, “tepat” disini
berarti bahwa cara tersebut dapat membundel banyak file atau
direktorimenjadi sebuah file saja, dan tidak boleh dilupakan pula
mengenai penghematan space dan juga perlu diperhitungkan
masalah keamanan juga. Jadi sebaiknya seorang administrator
mengetahui cara melakukan backup dengan metode kompresi,
karena dengan metode ini banyak file yang dapat dibundel
menjadisatu , disamping itu dapat menghemat ruang
penyimpanan, dan juga dapat lebih aman, karena dapat
74
ditambahkan password pada filenya.
1. Ekstrak dan Compress File
File yang dikompres menggunakan lebih sedikit space dan dapat di
download lebih cepat daripada file yang tidak di kompres disamping
itu lebih baik digunakan dalam backup dalam jumlah yang besar. File
linux dapat dikompresi dengan tool open source yaitu Gzip atau Zip,
yang mana dikenali oleh kebanyakan operating system.
a. Untuk mengkompres sebuah file shell prompt cukup mengetikkan
perintah : gzip namafile.ext
File kemudian akan terkompres dan tersimpan menjadi namafile.ext.gz
b. Untuk mengeluarkan sebuah file yang telah dikompres cukup
mengetikkan perintah : gunzip namafile.ext.gz
Jika ingin menukar file dengan pengguna linux, maka harus digunakan
zip, untuk menghindari masalah kompatibilitas. Red Hat linux
dapat dengan mudah membuka file zip atau gzip, tetapi operasi
sistem yang bukan linux mungkin mengalami masalah dengan file
gzip.
c. Lalu untuk mengkompres file dengan zip cukup mengetikkan
perintah : zip -r namafile.zip files
Dalam contoh diatas namafile menggambarkan file yang telah dibuat
dan menggambarkan file yang ingin dimasukkan pada file yang
baru.
d. Untuk mengekstrak isi dari sebuah file cukup mengetikkan
perintah : unzip namafile.zip
Beberapa file dapat dizip atau digzip pada waktu yang sama dengan
cara memberikan spasi diantara 1 file dengan file berikutnya.
75
Contoh : gzip namafile.gz file1 file2 file3 /user/work/school Perintah
di atas akan mengkompres file1, file2, file3 dan isi dari
/user/work/school dan letakkan pada namafile.gz
2. Archiving with Tar
Tar meletakkan sesuatu konten dari directory pada suatu file. Ini
merupakan suatu langkah yang baik untuk membuat backup dan arsip.
Biasanya file Tar diakhiri dengan ekstensi.tar
a. Untuk membuat sebuah file tar cukup mengetikkan perintah: tar -
cvf namafile.tar file/directory
Pada perintah namafile.tar menggambarkan file yang telah dibuat dan
file/directories menggambarkan file atau directory yang ingin
diletakkan pada file baru. Dapat digunakan nama path relatif atau
absolut untuk berkasberkas dan directori. Namun pisahkan
namafile dan directory dengan spasi.
b. Untuk membuat sebuah file tar dengan menggunakan namafile
absolute : tar -cvf foo.tar /home/mine/work /home/mine/school
Pada perintah di atas akan meletakkan semua file pada /work sub
directori dan /school sub directori pada file baru yang disebut
foo.tar pada directory kerja saat ini. Perintah tar -cvf foo.tar.txt
file1.txt file2.txt file3.txt akan menempatkan file1.txt file2.txt
file3.txt pada sebuah file yang dinamakan foo.tar.
c. Untuk melihat daftar isi dari file cukup mengetikan perintah : tar -
tvf foo.tar
d. Untuk mengekstrak isi dari file tar cukup mengetikan perintah : tar
-xvf foo.tar
Perintah diatas tidak akan menghapus file tapi hanya akan meletakkan
salinanisi tar pada directori kerja saat ini. Perintah tar tidak akan
mengkompres file secara otomatis.
76
e. Untuk mengkompres file tar cukup mengetikkan perintah : tar -
czvf foo.tar
File tar yang dikompres secara konvensional diberikan ekstensi.tgz
dandikompres dengan gzip.
f. Untuk mengeluarkan file tar yang dikompres cukup mengetikan
perintah: tar -xzvf foo.tgz
1.11 Alat dan Bahan
Alat dan bahan adalah hal yang harus ada dan dibutuhkan demi kelancaran
pelaksanaan praktikum.
1) Alat
Dalam pelaksanaan praktikum alat digunakan sebagai media penunjang
kegiatan, Dapat berupa beberapa alat berikut : Laptop, Software
Virtual Box, Software ISO Debian
2) Bahan
d) Modul 5
1.12 Langkah-langkah Percobaan
1. Langkah – langkah install system operasi linux pada Virtual Box
a. Buat virtual baru dengan pilih new
b. Beri nama file virtual dan masukkan type linux karena kita akan
77
install system operasi linux dan pilih version linux yaitu debian 64
bit. Kemudian next
c. Masukkan ukuran memori misal 1024MB
d. Pilih create virtual hardisk now, artinya kalian membuat hardisk
virtual yang baru
78
e. Pilih file tipe hardisk yaitu VDI
f. Pilih Dynamically allocated, fungsinya mesin akan menggunakan
hardisk sesuai kebutuhan saja
g. Tentukan letak dimana file ini akan di simpan kemudian selesai
79
h. Lakukan pengaturan dengan menekan tombol setting pada tab menu.
i. Pilih sistem dan atur seperti gambar berikut ini
Artinya kalian akan melakukan install dengan bootorder pertama
melalui cd/dvd rom.
j. Pilih storage untuk prses mount cd/dvd installer linux seperti gambar
berikut
k. Aturan network menjadi host-only adapter, dimana kalian
menggunakan virtualbox
NAT : supaya virtualbox kita terkoneksi internet jika komputer
80
asli/host terkoneksi
internet Brdge adaper: ethernet komputer asli/host menjadi ethernet
bagi
virtualbox
Internal network: menghubungkan ethernet antar virtual box
Host only adapter: menghubungkan ethernet komputer asli dengan
virtualbox
2. Langkah – langkah install system operasi Debian 8
1. Klik start pada Virtual Box kemudian akan muncul tampilan seperti
dibawah ini, kali ini proses install menggunakan mode grafis. Maka
pilihlah graphical install
2. Lalu pilih bahasa yang digunakan
3. Pilih lokasi untuk timezone
81
4. Pilih format tulisan yang digunakan dan keyboard yang digunakan.
5. Untuk menu mengatur jaringan pilih Do not configure
6. Masukan namahost ,disini diberinama “faizal”
82
7. Masukan password untuk root (akses super user)
8. Masukan nama user/pengguna
9. Password untuk user
10. Untuk pengaturan waktu pilih Western
83
11. Untuk partisi hardisk, bagi pemula dapat memilih guided entire disk,
yaitu sitem akan memandu kalian melakukan partisi dengan mudah .
Tapi kalian dapat juga melakukan partisi sesuai keinginan sendiri
dengan memilih “manual”.
12. Menunggu proses booting
13. Proses installation sudah selesai, dan untuk masuk ke root
masukkan user root dan password
3. Praktek perintah dasar linux
a. Su, Untuk login
84
b. cd, Untuk aktif ke direktori yang dituju yaitu home
c. mkdir, Untuk membuat direktori baru
d. ls, melihat isi dari direktori aktif
e. rmdir , untuk menghapus direktori
1.13 Hasil dan Analisa Percobaan
Analisa:
Dari hasil diatas yaitu hasil dari penginstallan Debian yaitu yang pertama login
menggunakan nama dan sandi yang sudah kita buat pada proses penginstalan
kemudian login dengan “Su” lalu untuk ke direktori home menggunakan “cd”
lalu untuk membuat direktori baru menggunakan “mkdir” serta melihat isi dari
direktori aktif dengan menggunakan “ls” dan juga untuk menghapus direktori
dengan menggunakan “rmdir”.
1.14 Tugas
1. Buatlah folder baru bernama nama_nim (2 digit terakhir)
2. Isikan folder yang sudah dibuat
3. Copy file yang sudah anda masukkan ke dalam folder
4. Kemudian hapus folder yang sudah anda buat dan buktikan dengan
menampilkan isi folder
JAWABAN
85
1. Membuat file yang bernama nama_nim dan juga membuat folder
2. Isikan folder yang sudah dibuat
3. Meng-copy file sudah anda masukkan dalam file baru
4. Menghapus file dan folder yang dibuat beserta isinya
1.15 Kesimpulan
Dari yang saya dapat Sistem operasi Debian sudah biasa digunakan sebagai server
dalam jaringan komputer. Untuk membangun sebuah server Debian dengan
aplikasi seperti DHCP server (memberi IP otomatis pada client), DNS server
(memberi nama server untuk meudah diingat),
1.16 Lampiran
86
LAPORAN
PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER
Penyusun :
Ahmad Faizal Prianggara (190631100118)
LABORATORIUM KOMPUTASI DAN JARINGAN
KOMPUTER PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
2022
87
MODUL 6
DHCP DAN DNS SERVER DI LINUX
Nama/NIM : Ahmad Faizal Prianggara /190631100118
Hari/Tanggal : Senin, 31 Oktober 2022
Hasil Praktikum :
1.17 Tujuan
Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa diharapkan mampu :
1. Mahasiswa mampu melakukan konfigurasi IP pada sistem operasi debian
2. Mahasiswa mampu membuat DHCP server pada jaringan komputer Lokal
3. Mahasiswa mampu memahami DNS Server
4. Mahasiswa mampu melakukan konfigurasi DNS server
1.18 Landasan Teori
A. Pengerian THCP/IP
TCP/IP ( Singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet
Protocol) yang diterjemahkan menjadi Protokol kendali
transmisi/Protokol Internet, yang merupakan gabungan dari
protocol TCP dan IP sebagai sekelompok protocol yang
mengatur komunikasi data dalam proses tukar-menukar data dari
satu computer ke computer lain dalam jaringna internet yang
akan memastikan pengiriman data sampai ke alamat yang dituju.
Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri karena memang
protocol ini berupa kumpulan protocol ( protocol suite). Protokol
ini juga merupakan protocol yang paling banyak digunkan saat
ini, karena protocol ini mampu bekerja dan diterapkan pada
lintas perangkat lunak dalam berbagai system operasi istilah
yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack.
88
B. DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)
Dynamic Host Configuration Protocol, digunakan untuk melayani
request Ip Address dari client. Client akan meminta Ip Address
pada server, kemudian server akan memberikan alokasi ip yang
tersisa.
C. Pengertian DNS
DNS merupakan singkatan dari Domain Name System yang
merupakan sebuah sistim untuk menyimpan informasi tentang
nama host atau nama domain dalam sebuah basis data tersebar
(distributed database) di dalam jaringan komputer yang
menggunakan TCP/IP.
D. Fungsi DNS
Fungsi DNS adalah untuk menerjemahkan sebuah nama domain ke
bentuk ip address. Perlu kita ketahui sebenarnya pengalamatan
pada jaringan komputer adalah menggunakan deretan angka
biner yang biasa kita kenal dengan ip address. Pastinya, untuk
dapat mendapatkan hasil yang maksimal dalam sebuah jaringan,
kita membutuhkan networking hardware atau perangkat keras
jaringan yang juga dapat diandalkan.
Untuk memudahkan dalam mengingat sebuah nama host biasanya
kita membuat domain name sebagai contoh www.google.com
nama tersebut di buat untuk membantu memudahkan pengguna
mengingat alamat tersebut yang menggunakan alamat ip address
173.194.72.103.
Nah, ketika kita menggunakan internet dan membuka alamat
89
tersebut, biasanya kita hanya mengetikkan nama domain saja
atau tidak menggunakan ip address, di sinilah peran DNS yaitu
menerjemahkan domain www.google.com tersebut ke ip address
173.194.72.103 agar dapat di identifikasi di dalam jaringan.
DNS memberikan manfaat bagi pengguna dari kelebihan yang di
milikinya seperti yang telah di singgung di atas, pengguna tidak
perlu lagi mengingat ip address tapi cukup dengan mengingat
host name saja, berikutnya DNS juga dapat konsisten karena
sebuah IP address boleh berubah namun hostname yang di
gunakan tidak akan berubah.
E. Cara Kerja DNS
DNS melakukan tugas sebagai interpreter atau menerjemahkan
nama komputer ke bentuk biner ip address atau memetakan
setiap nama komputer ke dalam bentuk ip address. Komputer
yang meminta request di sebut juga dengan DNS client atau
resolver sedangkan DSN penerjemah di kenal dengan DNS
Server.
Resolver atau client akan mengirimkan request ke server berupa
queries, kemudaian Name Server akan merespon dengan cara
mengecek ke lokal databasenya, dan bila mana queri tidak di
temukan maka Name Server akan menghubungi Name Server
lainnya dengan mengirimkan queri sebelumnya, jika request
tidak berhasil di tangani maka Name Server akan mengirimkan
message failure kepada client.
Proses kerja di atas di sebut juga dengan forward lookup query
dimana permintaan client di proses dengan cara memetakan
90
nama komputer (host) ke bentuk IP address.
1.19 Alat dan Bahan
1) Alat
Dalam pelaksanaan praktikum alat digunakan sebagai media
penunjang kegiatan, Dapat berupa beberapa alat berikut : Laptop
dan Software Cisco Packet Tracer.
2) Bahan
Modul 6
1.20 Langkah-langkah Percobaan
A. DHCP Server
1. Desain Jaringan
Diasumsikan topologi jaringan server client seperti berikut ini :
a. Tentukan nomer IP server
b. DHCP server pada praktikum ini menggunakan virtual box. Maka
aturlah network pada virtualbox dengan mode :
1) Bridge : untuk melakukan instal paket langsung melalui
jaringan kabel yang telah terhubung ke internet
2) Host Only Adapter: digunakan virtualbox(dhcp) server untuk
terhubung dengan client (berupa komputer kalian/sistem
operasi windows)
2. Setting Responsitory
Installasi software pada system operasi inux bisa dilakukan melalui
berbagai cara. Mulai lewat CD, DVD, Flashdisk, ataupun melalui
media jaringan seperti HTTP dan FTP.
3. Instalasi Software via DVD/CD
Cara ini kita gunakan jika server Debian tidak terkoneksi ke Internet, alias
91
hanya untuk jaringan Lokal.
Kelebihanya adalah installasi software lebih cepat dibanding installasi
melalui media jaringan.
Masukan CD/DVD Debian pada DVDROM. Dalam virtual box dapat
kalian lakukan:
Kemudian, Lakukan Perintah :
#apt-cdrom add
#apt-get update
4. Instalasi Menggunakan Jaringan Komputer
Untuk installasi software melalui media jaringan, dibutuhkan sebuah
server khusus yang bernama Repositori Server. Repositori Server
tersebut berisi file-file binary dari seluruh paket software sebuah distro
Linux. Dimana pada nantinya software tersebut dapat didownload, atau
bahkan diinstall langsung oleh client Linux melalui media jaringan.
Semua alamat repositori diletakan pada file sources.list berikut.
nano /etc/apt/sources.list
Update database repositori, agar dapat mengenali seluruh paket software
yang tersedia
# apt-get update # apt-get upgrade
5. Konfigurasi TCP/IP
A. Mengaktifkan Ethernet Card
92
Network Interface Card (NIC) atau Ethernet di linux diberi nama eth0,
eth1, eth2, dst. Dan untuk interface Local Loopback diberi nama
lo. Untuk mengetahui interface apa saja yang terpasang pada server
Debian, gunakan perintah ifconfig.
( lo ) atau interface Loopback. jangan pernah sekalikali untuk menon-
aktifkan interface
Loopback tersebut. Sebab interface tersebut digunakan oleh aplikasi-
aplikasi server
Debian agar dapat berjalan pada computer Localhost. Agar dapat
terkoneksi ke Jaringan Komputer, aktifkan terlebih dahulu
Interface Ethernet. Pastikan nama untuk Ethernet tersebut, default
untuk Ethernet pertama adalah eth0.
Gunakan perintah ifup untuk meng-aktifkan, dan sebaliknya gunakan
perintah ifdown.
#ifup eth0 atau #ifconfig eth0 up
B. Konfigurasi TCP/IP
1) Hidupkan Komputer Server anda yang sudah terinstall linux
Debian Kemudian login lah sebagai Root.
$ su root
Lalu masukkan kedalam folder etc/network dan edit file interfaces
#nano /etc/network/network
2) Setelah masuk dalam file interfaces. Silahkan tambahkan/ubah
IP Address. Disinilah tempat kita mengatur IP dan
menambahkan IP Address yang berhubungan dengan
pengalamatn IP.
93
Sesuaikan nomor IP server dengan rencana kalian pada desain
jaringan kompter tersebut. Setelah selesai maka simpanlah
3) Kemudian jangan lupa restart paket setelah di konfigurasi
#etc/init.d/networking restart
Untuk cek keberhasilan pemberian IP, gunakan perntah ifconfig.
Jika IP tidak berubah lakukan kembali perintah restart tersebut.
4) untuk memeriksa keberhasilan IP server terhubung dengan
client maka pada komputer client kalian yaitu sistem operasi
windows, kalian lakukan pengaturan IP secara manual dengan
IP yang sudah ditentukan (jangan lupa pada virtualbox lkukan
pengaturan network pada mode Host-Only Adapter)
94
5) Setelah itu lakukan proses perintah ping baik dari server ke
client maupun sebaliknya. Jika tidak berhasil cek kembali
konfigurasi tersebut.
6. Konfigurasi DHCP Server
1) Pertama login dahulu sebagai superuser/root. Kemudian kita check
apakah paket tersedia dalam debian, dengan perintah :
#apt-cache search dhcpd
2) Lihat hasilnya dan carilah nama dari dhcp server
3) Setelah paket ada, kita lakukan instalasi caranya;
#apt-get install isc-dhcp-server
4) Kemudian masuk ke folder dhcp caranya;
# cd /etc/dhcp l
Kemudian ketikkan ls untuk melihat isi direktori. Kemudian masuk
pada direktori etc/dhcp
95
#cd etc/dhcp
Kemudian ketikkan ls untuk melihat isi direktori dan pastikan ada file
dhcpd.conf Sebelumnya kita backup file tersebut untuk
menghindari kehilangan atau kesalahan konfigurasi file
etc/dhcp#cp dhcpd.conf dhcpd.conf.backup
Kemudian ketikkan ls untuk melihat apakah file dhcpd.conf.backup
tersebut sudah di copy
5) Sekarang kita lakukan konfigurasi dhcp server dengan melakukan
edit pada file dhcpd.conf
etc/dhcp#nano dhcpd.conf
a) Sesuaikan dengan name server kalian
b) Sesuaikan IP dhcp server, range IP dhcp untuk client kalian
Diubah menjadi:
6) Setelah itu masuk ke folder default caranya :
#cd /etc/default atau # nano /etc/default/isc-dhcp-server
7) Lalu tambahkan seperti, file berikut
96