The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

LAPRAK_JARKOM_118_AHMAD FAIZAL PRIANGGARA

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by faizalanggara93, 2022-12-25 12:19:16

LAPRAK_JARKOM_118_AHMAD FAIZAL PRIANGGARA

LAPRAK_JARKOM_118_AHMAD FAIZAL PRIANGGARA

8) Lakukan restart
#/etc/init.d/isc-dhcp-server restart

9) Lakukan tes dhcp server dengan client. Dengan cara malakukan
pengaturan IP otomatis pada komputer client kemudian lakukan
perintah

ipconfig /release ipconfig /renew ipconfig
pada komputer client untuk melihat hasil dari IP yang didapat oleh
client

B. DNS Server
1. Pertama, kita harus menjalankan operasi linux pada debian 8 melalui
aplikasi virtualbox.Login di isi dengan root dan isi password sesuai
dengan yang sudah kamu buat.

2. Selanjutnya, masukan perintah nano /etc/network/interfaces untuk
memastikan IP yang muncul sudah sesuai dengan IP yang akan kita
gunakan untuk proses selanjutnya.Jika sudah tekan CTRL+O untuk
menyimpan dan tekan CTRL+X untuk keluar dari proses pengeditan

3. Setelah itu, ketikan perintah /etc/init.d/networking restart jika berhasil
akan muncul seperti gambar dibawah. Lulu ketikan ifconfig untuk

97


mengecek kunfigurasi sudah benar.
4. Lalu ketikan ifconfig untuk mengecek kunfigurasi sudah benar. Jika

benar akan muncul seperti gambar dibawah :

5. Jika langkah diatas sudah selesai ping IP Address, jika tampilan seperti
ini berarti IP sudah berjalan dengan lancar.

Tekan CTRL+Z untuk keluar.
6. Selanjutnya kita akan menginstall Bind9 dengan perintah apt-get

install bind9, tekan Y lalu Enter
7. Selanjutnya copy file /etc/bind/db.local menjadi /etc/bind/db.terserah

dengan perintah cp /etc/bind/db.local /etc/bind/db.terserah
8. Copy sekali lagi file /etc/bind/db.local menjadi /etc/bind/db.192

dengan perintah cp /etc/bind/db.local /etc/bind/db.192

9. Selanjutnya ketikan perintah nano /etc/bind/named.conf.local. Ubah
menjadi :

98


10. Sesudah itu kita lanjut untuk mauskan perintah nano
/etc/bind/named.conf.options. Ubah menjadi:

11. Kemudian ketikan perintah nano /etc/bind/db.nisya menjadi:

12. Setelah itu ketikan perintah nano /etc/bind/db.192 menjadi:

13. Tambahkan “nameserver” dengan perintah nano/etc/resolv.conf
menjadi:

99


14. Cek konfigurasi dengan perintah nslookup

15. Lakukan uji coba dengan ping dari computer client menggunakan
nama domain, sebelum melakukan uji coba kita harus mengatur IP
Address pada adapter VITRUAL HOST-ONLY NETWORK. Klik
protocol version 4 (TCP/IPv4) klik Properties isi IP address,
subnetmask, dan preferred DNS server

.
16. Setelah selesai mengatur IP, buka cmd dan coba PING, jika berhasil

akan Statusnya sudah terkoneksi:

1.21 Hasil dan Analisa Percobaan

100


Analisis : Praktikum kali ini menjelaskan penerapan DHCP dan DNS ke
jaringan komputer menggunakan DNS server. DHCP berfungsi untuk
memberikan Ip address secara otomatis ke client pc menggunakan server
yang terhubung dalam jaringan tersebut,sedangkan DNS Fungsi adalah
untuk menerjemahkan sebuah nama domain ke bentuk ip address,

1.22 Tugas
1. Lakukan langkah konfigurasi DHCP Server dengan prangkat anda
2. Pada konfigurasi DHCP server, desain alamat IP sesuai dengan nim
masing masing
3. Lakukan konfigurasi DNS Server
4. pada konfigurasi DNS ubah name server menjadi Nama Anda.net dan ip
server 192.168.NIM.1

101


Jawab :
Konfigurasi DHCP server
1. Instal cd 1 lalu instal dhcp server
2. jika sudah pergi ke ke /etc/network/interface tambahkan ip

3. restart network
4. edit /etc/dhcp/dhcpd.conf dan masukkan ip,netmask dan nama

domain

5. buka /etc/default/isc-dhcp-server lalu pada interface tambahkan =
enp0s3

102


6. restart /etc/init.d/isc-dhcp-server
7. cek apakah berhasil di cmd dengan ketikkan ip config

103


Konfigurasi DNS Server
1. Instalasi bind9 lalu masukkan dvd1
2. Lalu masuk ke “/etc/bind” cp db.127 dan db.local sesuai

keingingan
3. ubah isi file yang kalian copy

4. isikan nama dns dan ip nya pada /named.conf.default-zones

104


5. ke /named.conf.option lalu tambahkan allow-query dst

6. tambahkan nama server dan ip pada file /etc/resolv.conf
7. tes di cmd dengan syntax nslookup faizal.net

105


1.23 Kesimpulan
Pada praktikum kali ini kita mempelajari DHCP dan DNS SERVER di LINUX.

DHCP digunakan untuk melayani request Ip Address dari client. Client akan
meminta Ip Address pada server, kemudian server akan memberikan alokasi
ip yang tersisa. Dan DNS SERVER untuk menerjemahkan sebuah nama
domain ke bentuk ip address. Perlu kita ketahui sebenarnya pengalamatan
pada jaringan komputer adalah menggunakan deretan angka biner yang biasa
kita kenal dengan ip address.
1.24 Lampiran

106


LAPORAN PRAKTIKUM
JARINGAN KOMPUTER

Penyusun :
Ahmad Faizal Prianggara (190631100118)

LABORATORIUM KOMPUTASI DAN JARINGAN
KOMPUTER PENDIDIKAN

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS
TRUNOJOYO MADURA
2022

107


Modul 7 : Web Server

Nama / NIM : Ahmad Faizal Prianggara / 210631100118

Hari / Tanggal : Senin, 7 November 2022

Hasil Praktikum :

1.1 Tujuan
Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa diharapkan mampu :
1. Mengetahui metode membangun Web Server pada system operasi Linux
2. Mengetahui cara instalasi Web Server pada system operasi Linux
3. Mengelola Web Server pada system Linux

1.2 Landasan / Dasar Teori
A. Web Server
Web server jika diartikan secara harafiah, berarti penyedia web atau
penyedia jaringan. Dari arti katanya saja sudah cukup dapat dipahami kira-
kira apa tugas dan fungsi darisebuah web server. Pengertian dari web
server yang diminta disini, artinya tidak begitu jauh dari pengertian
kasarnya, karena tugas dari sebuah web server dalam keterkaitannya di
bidang jaringan komputer adalah sebagai perangkat lunak yang
memberikan layanan web. Web server menggunakan protocol yang
disebut dengan HTTP (HyperText Transfer Protocol). Jadi, secara
teknisnya ketika seseorang/client yang berada dalam jaringan
menggunakan sebuah browser maka web browser akan mengiriman
permintaan HTTP atau HTTPS, lalu, web server akan merespon dan
mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk halaman-halaman web yang
umumnya berbentuk dokumen HTML. Ada banyak web server yang ada,
akan tetapi yang paling banyak digunakan saat ini adalah apache dan
microsoft internet information service. Web server jika diartikan secara
harafiah, berarti penyedia web atau penyedia jaringan. Dari arti katanya
saja sudah cukup dapat dipahami kira-kira apa tugas dan fungsi darisebuah
web server. Pengertian dari web server yang diminta disini, artinya tidak
begitu jauh dari pengertian kasarnya, karena tugas dari sebuah web server

108


dalam keterkaitannya di bidang jaringan komputer adalah sebagai
perangkat lunak yang memberikan layanan web. Web server menggunakan
protocol yang disebut dengan HTTP (HyperText Transfer Protocol). Jadi,
secara teknisnya ketika seseorang/client yang berada dalam jaringan
menggunakan sebuah browser maka web browser akan mengiriman
permintaan HTTP atau HTTPS, lalu, web server akan merespon dan
mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk halaman-halaman web yang
umumnya berbentuk dokumen HTML. Ada banyak web server yang ada,
akan tetapi yang paling banyak digunakan saat ini adalah apache dan
microsoft internet information service.
a. Structural Layer
b. Presentation Layer
c. Behavioural Layer
B. Jenis – Jenis Web Server
Banyak web server yang ada dan berkembang, baik yang bersifat Free
maupun berbayar. Beberapa diantaranya:
a. Apache Web Server – The HTTP Web Server
b. Apache Tomcat
c. Microsoft windows Server 2003 Internet Information Services (IIS)
d. Lighttpd
e. Jigsaw
f. Sun Java System Web Server
g. Xitami Web Server
h. Zeus Web Server
Namun web yang terkenal dan yang sering digunakan adalah Apache dan
Microsoft Internet Information Service (IIS). Apache merupakan web
server yang bersifat open source, apache ini dapat digunakan di bayak
platform, antara lain platform dalam lingkungan Linux dan juga pada
Windows. Sedangkan microsoft internet information service (IIS) hanya
dapat beroperasi pada sistem operasi windows saja.

109


1.3 Alat dan Bahan
1. Hardware : Laptop / PC
2. Software : VirtualBox, Linux Debian 9, Web Browser
3. Bahan : Modul 7 Web Server

1.4 Langkah-langkah
Percobaan
Konfigurasi Web
Server
1. Install paket Web Server dengan apt-get install apache2 php7.0 lalu
Masuk ke direktori #cd /etc/apache2/sites-available/ Copy Website
default menjadi website yang kita buat

2. edit filenya

3. disable website default dan enable website yang telah kita buat
4. pindah ke direktori /var/www lalu buat folder website yang telah

kita buat dan pindah ke folder faizal

110


5. buat file .html

6. restart service apache2

1.5 Hasil dan Analisa

Analisa :
Pada praktikum kali ini kita melakukan instalasi yang bertujuan untuk
menampilkan halaman awal yang akan diakses dari web browser dari
client. Pada tampilan tersebut bisa diakses dengan nama domain
“faizal.net” atau juga bisa menggunakan alamat IP address
“192.168.18.1”

111


1.6 Tugas
1. Buatlah Web Server yang mengandung Nama dan 2 terakhir nim
kalian!
2. Buatlah tampilan pada web browser semenarik mungkin!
Jawaban
Konfigurasi Web Server

 Install paket Web Server dengan apt-get install apache2 php7.0 lalu
Masuk ke direktori #cd /etc/apache2/sites-available/ Copy Website
default menjadi website yang kita buat

 edit filenya

 disable website default dan enable website yang telah kita buat
 pindah ke direktori /var/www lalu buat folder website yang telah kita

buat dan pindah ke folder faizal

 buat file .html

112


 restart service apache2

 Buka di browser

1.7 Kesimpulan
Web Server adalah sebuah software (perangkat lunak) yang

memberikan layanan berupa data. Berfungsi untuk menerima permintaan
HTTP atau HTTPS dari klien atau kita kenal dengan web browser
(Chrome, Firefox). Selanjutnya ia akan mengirimkan respon atas
permintaan tersebut kepada client dalam bentuk halaman web.

113


1.8 Lampiran

114


LAPORAN PRAKTIKUM
JARINGAN KOMPUTER

TGL PRAKTIKUM : 1 DESEMBER 2022

NAMA : AHMAD FAIZAL PRIANGGARA

DOSEN PENGAMPU : MUHLIS TAHIR, SPd., M.Tr.Kom

ASISTEN : CAHYA PURNAMA

LABORATORIUM KOMPUTASI DAN JARINGAN
KOMPUTER PENDIDIKAN

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA

2022

115


MODUL 8

SAMBA DAN FILE TRANSFER PROTOCOL

1.1 Tujuan

Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa diharapkan mampu :
1. Mengetahui metode membangun Samba dan FTP pada system operasi Linux
2. Mengetahui cara instalasi Samba dan FTP pada system operasi Linux
3. Mengelola FTP pada system Linux

1.2 Landasan Teori

A. Samba
Microsoft mengimplementasikan konsep jaringan client/server dengan
menggunakan SMB (Server Message Block). Ada 2 bentuk jaringan pada
windows.
1. Workgroup
Kumpulan computer SMB yang berhubungan dengan peer to peer,
artinya setiap computer pada peer to peer dapat memberikan ijin akses
kepada computer lain untuk memakai resource yang ada pada computer
tersebut. Missal, disk, printer.
2. Domain
Kumpulan computer SMB yang berhubungan secara client/server. Satu
server dari domain berperan sebagai controlling(disebut sebagai
domain controller), yang mengatur pengelolaaan resource dan proses
autentifikasi (memberikan atau menolak ijin akses terhadap resource
disk, printer dll). Domain controller menggunakan SAM(Security
Account Manager) untuk menyimpan username dan password, ini
dilakukan secara terpusat. Samba merupakan aplikasi UNIX yang
memanfaatkan protocol SMB. Karena menggunakan protocol yang
sama yaitu SMB, maka dengan samba memungkinkan mesin linux

116


dapat berkomunikasi dengan mesin windows.
Samba dapat digunakan untuk :
a. Menghubungkan setiap mesin unix (termasuk linux) dengan mesin

DOS.
b. Menempatkan mesin unix sebagai Primary Domain Controller

sebagaimana yang dilakukan Windows NT/2000 server.
c. Berbagi (share) file dan printer pada semua computer yang

terhubung ke jaringan.
d. Membantu pengguna browsing di network neighborhood
e. Memberikan otentifikasi pada tiap client yang login ke dalam suatu

domain pada suatu jaringan.
 Smbd

Daemon yang memberikan layanan berbagi file dan printer
dalam sebuah jaringan yang menggunakan protocol smb. Smbd
uga memberikan otentikasi dan otorisasi bagi clientnya
 Nmbd
.Daemon yang memanfaatkan Windows Internet Name
Space(WINS), dan membantu client unutk browsing di network
neighborhood.

Selain 2 daemon utama di atas, aplikasi samba juga mempunyai
bebrapa program pendukung yaitu :
 Smbclient

Client dengan tampilan mirip ftp untuk mengakses SMB
resource share (mengakses share files).
 Smbtr
Program yang membackup data yang dishare. Mirip tar di linux.
 Nmblookup
Program yang membantu mencari nama(names lookup) dengan
memanfaatkan NetBios over TCP/IP. Nmblookup dapat
digunakan untuk meresolve dari nama computer ke nomor ip
dan sebaliknya.

117


 Nmbpasswd
Program yang memungkinkan administrator mengatur
password yang terenkripsi yang dipergunakan oleh samba
server

 Smbstatus
Program yang memonitor status terakhir dari share resource
yang diberikan oleh server samba.

 Testpam
Program kecil untuk melakukan proses debug (memeriksa
parameter) terhadap file konfigurasi samba(smb.conf).

 Swat
Samba Web Administration Tool, program bantu yang
memberikan interface model web untuk mengadministrasi
samba. Swat mempermudah mengedit smb.conf mengatur
resource share, melihat status samba terakhir, dengan dukungan
file help yang sangat bermanfaat.

B. File Transfer Protocol (FTP)

FTP (File Transfer Protocol) adalah sebuah protokol aplikasi yang
mengijinkan mesin lokal dan remote client dan mesin server melakukan
transfer file menggunakan TCP yang memiliki mekanisme transport yang
handal. FTP mengkopi file lengkap dari satu mesin ke mesin lainnya (server
ke client atau client ke server). FTP akan menggunakan account/password
untuk login ke server atau menggunakan anonymous FTP jika diijinkan oleh
server.

FTP juga dapat melakukan :

 Akses secara interaktif
 Tipe data yang khusus (ASCII, EBCIDIC, binary, dan logical byte

size)
 Tipe file yang khusus (unstructured mode, record dan page)
 Mode transmisi (stream, block mode dan compressed mode)
 Kontrol format (nonprint, telnet format control dan Fortran carriage

control)

118


Tipe Operasi FTP :

 Connect ke sebuah remote host.
 Select sebuah directory.
 List file tersedia untuk transfer.
 Mendefinisikan Transfer Mode.
 Copy file ke / dari remote host.
 Disconnect dari remote host.

Protokol FTP :

 FTP menggunakan TCP dan IP sebagai mekasnisme transport.
 FTP tidak mempunyai format pesan (message).

 Berdasarkan client commands, server replies dan TCP untuk
transport data.

 Menggunakan two logical communication paths, satu untuk kontrol
(port 21) dan yang lain untuk pass data (port 20).

 Data/file yang akan ditransfer harus dispesifikasikan kedalam istilah
dari representation, structure, format control dan transmission mode.

Model FTP

1. Control Connection
 Menggunakan port 21 pada FTP Server dan secara lokal diasign
port pada FTP client.
 Koneksi terbentuk ketika client menetapkan suatu koneksi ke
server.

119


 Koneksi ini digunakan untuk FTP command dan mereplay untuk
mengontrol transfer data.

2. Data Transfer Connection
 Menggunakan port 21 pada FTP Server dan secara lokal di asign
port pada FTP client.
 Koneksi terbentuk jika ada permintaan dari masing-masing file
transfer dan berakhir saat masing-masing file telah ditransfer.

Management Connection

Ada 3 jenis pemakain data connection yaitu :
1. Mengirim sebuah file dari client ke server.
2. Mengirim sebuah file dari server ke client.
3. Mengirim daftar file atau direktori dari server ke client

Control connection akan tetap sepanjang durasi client dan server terkoneksi.
Sedangkan data connection akan dibentuk dan dibebaskan jika jika
diperlukan.

Prosedur normal adalah sebagai berikut :

1. Pembentukan data connection adalah dibawah kendali client karena
client yang mengirimkan peintah yang memerlukan data connection
seperti mengambil file (get file), menaruh file (put file) atau melihat
daftar direktori (list a directory).

2. Client memilih sebuah nomor port di host client sebagai ujung dari data
connection pada sisi client. Client secara pasif membuka port ini.

3. Client mengirim nomor port ini ke server melalui control connection
menggunakan perintah PORT.

4. Server menerima nomor port pada control connection dan meminta
active open pada port ini di host client. Dan server selalu menggunakan
port 20 sebagai ujung dari data connection di sisi server.

120


1. FTP Aktif

Pada FTP mode aktif, client membangun koneksi dari port random N
dimana N lebih besar dari 1024 dengan FTP server pada port 21.
Selanjutnya, client membuka port N+1 (listen) dan mengirim FTP
command PORT N+1 ke server FTP. FTP server akan membangun koneksi
ke client melalui port yang telah ditentukan oleh client untuk data dan pada
sisi server menggunakan port 20.
Untuk server yang berada dibelakang firewall, agar server dapat mensuport
mode aktif port berikut harus dibuka :
1) Port server FTP 21 dari port mana saja (Client memulai koneksi).
2) Port server FTP 21 ke ports > 1024 (Server merespon ke port control

pada sisi client).
3) Port server FTP 20 ke ports > 1024 (Server memulai koneksi data ke

data port pada sisi client).
4) Port server FTP 20 dari ports > 1024 (Client mengirimkan ACK ke port

data server).
Mode FTP aktif ini dapat digambarkan sebagai berikut :

1. Pada langkah 1, Client mengirimkan perintah PORT 1027 melalui port
command pada sisi client (port 1026).

2. Server kemudian mengirimkan ACK melalui port 21 pada sisi server ke
client pada langkah ke 2.

3. Pada langkah ke 3, server mengajukan koneksi pada data port (port 20)
pada sisiserver dengan data port pada sisi client yang telah ditentukan
sebelumnya.

121


4. Akhirnya client mengirimkan kembali ACK ke server seperti yang
diperlihatkan pada langkah ke 4.

Masalah utama dengan mode aktif ini terletak pada sisi client. Karena client
tidak pernah secara actual membuat koneksi ke port data pada server, client
hanya memberitahukan ke server port mana yang sedang listen dan server
akan membuat koneksi ke port yang sudah ditentukan pada sisi client. Pada
client yangberada di belakang firewall ini terlihat bahwa sistem yang ada
di luar yang akan menginisialisasikan koneksi dengan client di dalam dan
umumnya hal seperti ini akan diblok oleh firewall.

2. FTP Pasif

Perbedaan dalam memulai koneksi antara server dengan client
menghasilkan metode koneksi FTP pula. Metode berikutnya dikenal
sebagai mode pasif atau PASV, setelah client menggunakan perintah ini
untuk memberitahukan ke server bahwa koneksi yang akan dibuat adalah
mode pasif.
Pada mode FTP pasif kedua koneksi ke server diawali oleh client, ini untuk
mengatasi masalah pemblokiran yang dilakukan oleh firewall pada
incoming data port ke client dari server.Disaat dibuka koneksi FTP, client
membuka dua port lokal yang acak yaitu N > 1024 dan N+1. Port pertama
digunakan untuk menghubungi server pada port 21 (untuk control
connection) dan kemudian memberitahukan dengan perintah PASV untuk
memberitahukan bahwa client menggunakan mode pasif. Hasilnya adalah
server membukan port acak P > 1024 dan mengirim perintah PORT P ke
client. Client kemudian membangun koneksi dari port N+1 ke port P pada
sisi server untuk mentransfer data.
Dari sisi server yang berada dibelakang firewall, agar dapat mensupport
mode FTP pasif ini maka perlu membuka port sebagai berikut :
1. Port server FTP 21 dari port mana saja (Client memulai koneksi).
2. Port server FTP 21 ke ports > 1024 (Server merespon untuk port control

pada sisi client).
3. Port server FTP > 1024 dari mana saja (Client memulai koneksi data ke

port random yang ditentukan oleh server).

122


4. Port server FTP > 1024 ke remote port > 1024 (Server mengirimkan
ACK (dan data) ke port data pada sisi client).

Apabila digambarkan, koneksi mode FTP pasif akan terlihat seperti gambar
dibawah ini.

1. Pada langkah pertama, client menghubungi server pada port command
dan mengirimkan perintah PASV.

2. Kemudian server membalas pada langkah ke 2 dengan perintah PORT
2024, untuk memberitahukan ke client port mana yang dibuka untuk
koneksi data.

3. Langkah ke 3, client membuat data koneksi ke port yang telah
ditentukan server.

4. Akhirnya server kembali mengirimkan ACK ke port data pada sisi
client pada langkah ke 4.

Dengan menggunakan mode FTP pasif banyak masalah yang dapat
diselesaikan dari sisi client, tetapi akan menimbulkan masalah pada sisi
server. Jadi diperlukan untuk membuka port besar diatas 1024 pada sisi
server. Beberapa aplikasi FTP server seperti WU-FTP dapat ditentukan
rentang port yang dapat digunakan.

123


Masalah ke dua yang timbul adalah ada aplikasi client yang tidak
mensuport mode pasif. Sebagai contoh aplikasi FTP command line yang
disediakan oleh Solaris tidak mensuport mode pasif, dan juga ncftp aplikasi
yang disediakan oleh pihak ketiga.
Dengan semakin populernya pengggunaa WWW, banyak orang lebih
cenderung menggunakan web browser sebagai FTP client. Kebanyakan
browser hanya mensuport mode pasif ketika mengakses URL ftp://. Ini
tentunya dapat berdampak positif atau negatif tergantung konfigurasi
server dan firewall.
Proses FTP

 Server menetapkan passive open ke port 21 dan menunggu koneksi
dari client.

 Client melakukan active open pada server port 21 untuk menetapkan
control connection.
 Client mem-pass port data connection-nya ke server selama client
ktif membuka server.
 Client mem-pass account name dan password dari user ke server.
 Client mengirim perintah untuk mengindikasikan, Nama file
name , Tipe data, Tipe file/format control, Mode transmisi , Arah
dari transmisi ( ke/dari client).

 Setelah client/server mengubah server issues sebuah active open ke
client port data connection pada client. Server berkhir dengan selalu
menggunakan port 20 untuk data connection.

124


1.3 Alat dan Bahan

Alat dan bahan adalah hal yang harus ada dan dibutuhkan demi kelancaran
pelaksanaan praktikum.
1) Alat Dalam pelaksanaan praktikum alat digunakan sebagai media

penunjang kegiatan, Dapat berupa beberapa alat berikut : Laptop, Software
Virtual Box, Software ISO Debian
2) Bahan
a) Modul 8

1.4 Langkah-langkah Percobaan

LANGKAH – LANGKAH KONFIGURASI FTP DI DEBIAN
Sebelum menginstall ftp di debian server harus terhubung ke internet atau sudah
memiliki cd/dvd debian agar saat instalasi proFTPd berhasil. Disini sebagai
contoh konfigurasi kali ini menggunakan virtualbox.
1. Buka debian anda dan login, ketik perintah su agar menjadi user root.

118_Faizal
2. Setelah itu konfigurasi IP address pada interfaces, ketik perintah dibawah

ini dan IP address sesuaikan dengan keinginan contoh gambar dibawah :
nano /etc/network/interfaces.

118_Faizal
3. Simpan dan restart dengan menjalankan perintah:

/etc/init.d/networking restart

118Faizal
4. Selanjutnya install proFTPd, jika muncul proFTPd configuration pilih

standalone, berikut perintahnya:

apt-get install proftpd

118_Faizal

125


5. Setelah instalasi berhasil, selanjutnya buka direktori proftpd untuk
melakukan konfigurasi, jalankan perintah dibawah ini:

nano /etc/proftpd/proftpd.conf

6. Setelah itu tambahkan beberapa script di bagian paling bawah.
<Anonymous /home/Faizal>
User Faizal
</Anonymous>

118_Faizal

a. <Anonymous /home/Faizal> = Adalah direktori penyimanan data yang
nanti akan diakses pada ftp.

b. User Faizal = adalah nama user yang akan mengakses ftp tersebut.
c. </Anonymous> penutupan dari script
7. Simpan konfigurasi diatas lalu restart proFTPd:

/etc/init.d/proftpd restart

8. Buat folder dalam /home/debian, debian adalah nama username dari debian
saya jika anda menggunakan username nama anda sendiri ubahlah script
diatas dan sesuaikan. Berikut cara buat folder di direktori:

cd /home/Faizalmkdir 118

9. Buat user yang sudah didaftarkan tadi, ketik perintah:
adduser Faizal

10. Restart proFTPd :
/etc/init.d/proftpd restart

Akses FTP di Client

Langkah terakhir adalah setting client dengan jaringan yang sama seperti di
interfaces, lalu buka browser lalu jalankan pada tab url ftp://192.168.100.2 ini
adalah contoh ip saya, ganti ip sesuai ip address yang anda konfigurasi. Jika ftp

126


sudah terbuka, ftp akan meminta username dan password masukan user yang
sudah didaftarkan pada form tersebut.

CARA KONFIGURASI SAMBA SERVER DEBIAN

Sebelum memulai konfigurasi samba server kalian buka terminal di sistem
debian nya.

STEP 1

Install samba dengan perintah apt-get install samba
STEP 2

Kemudian buat folder untuk di share dengan perintah mkdir /home/folder
STEP 3

Setelah membuat folder yang tadi di buat kalian berikan hak akses dengan
perintah chmod 755 /home/folder

STEP 4

Kemudian edit file smb.conf dengan mengunakan perintah nano

/etc/samba/smb.conf
STEP 5

127


Pada baris ke 25 tambahkan kalimat unix charset = UTF-8 dan baris 30
tambahkan kata kalimat workgroup = WORKGROUP

STEP 6

Pada baris ke 48 interfaces = 127.0.0.0/8 192.168.29.1 eth0
STEP 7
Langkah selanjutnya edit di baris 55 bind interfaces only = yes
STEP 8
Kemudian tambahkan pada baris line ke 60 map to guest = bad user
STEP 9

Pada line terakir tambahkan seperti gambar yang saya screenshoot di atas ini
karena panjang saya males nulisnya.

STEP 10

118_Faizal

128


Setelah itu restart samba dengan perintah service smbd restart
STEP 11

118_Faizal
Kemudian kamu cek pada client dengan memasukan alamat ip yang kita setting
tadi yaitu 192.168.118.1 dengan cara menekan win+r di keyboard.

1.5 Hasil dan Analisa Percobaan

118_Faizal
Analisa :
Pada percobaan di atas yaitu mempraktikkan Samba dan file transfer
protocol. Di dalam percobaan tersebut mengimplementasikan konsep
jaringan client/server dengan menggunakan SMB.

1.6 Tugas

1. Lakukan instalasi samba dan FTP !
2. Buatlah konfigurasi samba dan FTP menggunaka nama dan nim !
JAWABAN
1. Buka debian anda dan login, ketik perintah su agar menjadi user root.

118_Faizal
2. Setelah itu konfigurasi IP address pada interfaces, ketik perintah dibawah

ini dan IP address sesuaikan dengan keinginan contoh gambar dibawah :
nano /etc/network/interfaces.

129


118_Faizal
3. Simpan dan restart dengan menjalankan perintah:

/etc/init.d/networking restart

118Faizal
4. Selanjutnya install proFTPd, jika muncul proFTPd configuration pilih

standalone, berikut perintahnya:

apt-get install proftpd

118_Faizal
5. Setelah instalasi berhasil, selanjutnya buka direktori proftpd untuk

melakukan konfigurasi, jalankan perintah dibawah ini:

nano /etc/proftpd/proftpd.conf

6. Setelah itu tambahkan beberapa script di bagian paling bawah.
<Anonymous /home/Faizal>
User Faizal
</Anonymous>

118_Faizal
d. <Anonymous /home/Faizal> = Adalah direktori penyimanan data yang

nanti akan diakses pada ftp.
e. User Faizal = adalah nama user yang akan mengakses ftp tersebut.
f. </Anonymous> penutupan dari script
7. Simpan konfigurasi diatas lalu restart proFTPd:

/etc/init.d/proftpd restart

8. Buat folder dalam /home/debian, debian adalah nama username dari debian
saya jika anda menggunakan username nama anda sendiri ubahlah script
diatas dan sesuaikan. Berikut cara buat folder di direktori:

130


cd /home/Faizalmkdir 118

9. Buat user yang sudah didaftarkan tadi, ketik perintah:
adduser Faizal

10. Restart proFTPd :
/etc/init.d/proftpd restart

Akses FTP di Client

Langkah terakhir adalah setting client dengan jaringan yang sama seperti di
interfaces, lalu buka browser lalu jalankan pada tab url ftp://192.168.100.2 ini
adalah contoh ip saya, ganti ip sesuai ip address yang anda konfigurasi. Jika ftp
sudah terbuka, ftp akan meminta username dan password masukan user yang
sudah didaftarkan pada form tersebut.

CARA KONFIGURASI SAMBA SERVER DEBIAN

Sebelum memulai konfigurasi samba server kalian buka terminal di sistem
debian nya.

STEP 1

Install samba dengan perintah apt-get install samba
STEP 2

Kemudian buat folder untuk di share dengan perintah mkdir /home/folder
STEP 3

131


Setelah membuat folder yang tadi di buat kalian berikan hak akses dengan
perintah chmod 755 /home/folder

STEP 4

Kemudian edit file smb.conf dengan mengunakan perintah nano

/etc/samba/smb.conf
STEP 5

Pada baris ke 25 tambahkan kalimat unix charset = UTF-8 dan baris 30
tambahkan kata kalimat workgroup = WORKGROUP

STEP 6

Pada baris ke 48 interfaces = 127.0.0.0/8 192.168.29.1 eth0
STEP 7

Langkah selanjutnya edit di baris 55 bind interfaces only = yes
STEP 8

Kemudian tambahkan pada baris line ke 60 map to guest = bad user
STEP 9

132


Pada line terakir tambahkan seperti gambar yang saya screenshoot di atas ini
karena panjang saya males nulisnya.

STEP 10

118_Faizal
Setelah itu restart samba dengan perintah service smbd restart
STEP 11

O29_Faizal

Kemudian kamu cek pada client dengan memasukan alamat ip yang kita setting
tadi yaitu 192.168.118.1 dengan cara menekan win+r di keyboard.

1.7 Kesimpulan

FTP (File Transfer Protocol) adalah sebuah protokol aplikasi yang mengijinkan
mesin lokal dan remote client dan mesin server melakukan transfer file
menggunakan TCP yang memiliki mekanisme transport yang handal. FTP
mengkopi file lengkap dari satu mesin ke mesin lainnya (server ke client atau
client ke server). Samba Web Administration Tools, program bantu yang
memberikan interface model web untuk mengadministrasi samba. Pada FTP

133


mode aktif, client membangun koneksi dari port random N dimana N
lebih besardari 1024 dengan FTP server pada port.

1.8 Lampiran

134


SARAN
Adapun sejumlah hal yang perlu penulis sampaikan sebagai saran
dalam laporan akhir ini yaitu banyak-banyaklah mencari sumber lain
sebagai contoh dalam pengerjaan praktikum. Alangkah baiknya apabila
waktu praktikum bisa disatukan dalam satu waktu, tanpa membagi
jumlah mahasiswa dalam satu kelas menjadi dua kelompok

135


DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Faizal, P. (2022). Laporan Praktikum Modul 1 : TCP/IP
dan Subneting. Bangkalan: Kelas 7D.
Ahmad Faizal, P. (2022). Laporan Praktikum Modul 2 :
Crimping Kabel. Bangkalan: Kelas 7D.
Ahmad Faizal, P. (2022). Laporan Praktikum Modul 3 : Routing.
Bangkalan:Kelas 7D.
Ahmad Faizal, P. (2022). Laporan Praktikum Modul 4 : Software
SimulasiJaringan, DHCP dan DNS server. Bangkalan: Kelas 7D.
Ahmad Faizal, P. (2022). Laporan Praktikum Modul 5 : Perintah
Dasar Linux& System Backup. Bangkalan: Kelas 7D.
Ahmad Faizal, P. (2022). Laporan Praktikum Modul 6 : DHCP dan
DNS serverdi linux. Bangkalan: Kelas 7D.
Ahmad Faizal, P. (2022). Laporan Praktikum Modul 7 :
Web Server. Bangkalan: Kelas 7D.
Ahmad Faizal, P. (2022). Laporan Praktikum Modul 8 : Samba
dan FileTransfer Protocol. Bangkalan: Kelas 7D.

136


Click to View FlipBook Version