The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Depok5_Melinda Rista Puspitasari_Rancangan Aktualisasi

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by melindaristap06, 2021-07-05 03:37:23

Depok5_Melinda Rista Puspitasari_Rancangan Aktualisasi

Depok5_Melinda Rista Puspitasari_Rancangan Aktualisasi

RANCANGAN AKTUALISASI

Meningkatkan Pemahaman Sub Materi Describing People Melalui Metode
Guess The Picture Game Pada Siswa Kelas VII UPTD SMPN 19 Depok

Disusun Oleh :

Nama : Melinda Rista Puspitasari, S.Pd

NIP : 199605062020122011

Gelombang/Angkatan/NDH : II / V/ 5

Jabatan : Calon Ahli Pertama - Guru Bahasa Inggris

Gol/Ruang : III/a

Unit Kerja : UPTD SMP Negeri 19 Depok

Dinas Pendidikan Kota Depok

Coach : Ir. Ade Kusmana, M.M

Mentor : Drs. Salim Bangun, M.M.

LATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL GOLONGAN III
BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA
MANUSIA PEMERINTAH KOTA DEPOK
2021

1

LEMBAR PERSETUJUAN
RANCANGAN AKTUALISASI
PESERTA PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS)
GOLONGAN III ANGKATAN V

Judul : Meningkatkan Pemahaman Sub Materi Describing People

Melalui Metode Guess The Picture Game Pada Siswa Kelas

VII UPTD SMPN 19 Depok

Nama Peserta : Melinda Rista Puspitasari, S.Pd

NIP : 199605062020122011

Angkatan :V

Nomor Daftar Hadir : 5

Instansi : Dinas Pendidikan Kota Depok
Jabatan : Calon Ahli Pertama – Guru Bahasa Inggris

Unit Kerja : UPTD SMPN 19 Depok

Telah memenuhi persyaratan dan mendapatkan persetujuan untuk mengikuti
Seminar Rancangan Aktualisasi pada tanggal 31 Mei 2021.

Peserta

Coach Melinda Rista Puspitasari, S.Pd
NIP 199605062020122011

Mentor

Ir. Ade Kusmana, M.M. Drs. Salim Bangun, M.M.
NIP 196812171995031003 NIP 196310151990031008

i

LEMBAR PENGESAHAN

RANCANGAN AKTUALISASI

PESERTA PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS)

GOLONGAN III ANGKATAN V

Judul : Meningkatkan Pemahaman Sub Materi Describing People

Melalui Metode Guess The Picture Game Pada Siswa Kelas

VII UPTD SMPN 19 Depok

Nama Peserta : Melinda Rista Puspitasari, S.Pd

NIP : 199605062020122011

Angkatan :V

Nomor Daftar Hadir : 5

Instansi : Dinas Pendidikan Kota Depok
Jabatan : Calon Ahli Pertama – Guru Bahasa Inggris

Unit Kerja : UPTD SMPN 19 Depok

Telah diseminarkan

Hari : Senin

Tanggal : 31 Mei 2021

Mentor Peserta

Drs. Salim Bangun, M.M. Melinda Rista Puspitasari, S.Pd
NIP 196310151990031008 NIP 199605062020122011

Penguji Coach

Dr. Hj. Tati Iriani, SH., MM. Ir. Ade Kusmana, M.M.
NIP 195904221985032005 NIP 196812171995031003

ii

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmaniraahim
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat juga karunia-

Nya, sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan Rancangan Aktualisasi
Nilai-Nilai Dasar PNS pada Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan V Tahun
2021 yang berjudul “Meningkatkan Pemahaman Sub Materi Describing People
Melalui Metode Guess The Picture Game Pada Siswa Kelas VII UPTD SMPN 19
Depok”.

Penyusunan Rancangan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar PNS ini tidak mungkin
dapat penulis selesaikan dengan baik tanpa adanya bantuan dari berbagai pihak yang
terkait. Untuk itu penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada beberapa pihak,yaitu:
1. Bapak Drs. Salim Bangun, M.M. selaku mentor yang senantiasa telah memberikan

arahan dan bimbingan serta waktunya dalam penulisan Rancangan Aktualisasi ini.
2. Bapak Ir. Ade Kusmana, M.M. selaku coach yang juga senantiasa telah

memberikan masukan dan membimbingan penuli dalam penulisan Rancangan
Aktualisasi ini.
3. Keluarga tercinta yang tiada henti memanjatkan doa serta memberikan semangat
baik materil, moril dan spiritual.S
4. Bapak dan Ibu guru Widyaswara yang telah menyempatkan waktunya untuk
memberikan pembelajaran selama latihan dasar berlangsung sehingga penulis
dapat menyusun Rancangan Aktualisasi ini
5. Bapak dan Ibu panitia pelaksana latihan dasar CPNS yang tidak bosan
mengingatkan dan memfasilitasi segala kegiatan latihan dasar guna mempermudah
penulis menyusun Rancangan Aktualisasi ini.
6. Rekan – rekan guru SMPN 19 Depok.
7. Siswa dan siswi kelas 7.7 SMPN 19 Depok.
8. Seluruh rekan – rekan latihan dasar seperjuangan yang tidak bosan berbagi saran.
9. Semua pihak yang telah membantu baik secara langsung maupun tidak langsung
yang tidak bisa disebutkan satu persatu terima atas segalanya.

iii

Penulis menyadari bahwa masih banyak sekali kekurangan dari Rancangan
Aktualisasi Nilai – Nilai Dasar CPNS ini, dan penulis mengharapkan adanya kritik
beserta saran yang membangun demi perbaikan dan kesempurnaan dalam penyusunan
rancangan ini. Akhir kata penulis mengucapkan terimakasih dan semoga laporan ini
dapat bermanfaat.

Depok, Mei 2021
Penulis
Melinda Rista Puspitasari, S.Pd
NIP 199605062020122011

iv

DAFTAR ISI

Lembar Persetujuan ...................................................................................................... i
Lembar Pengesahan .................................................................................................... ii
Kata Pengantar ........................................................................................................... iii
Daftar Isi ...................................................................................................................... v
Daftar Tabel ............................................................................................................... vi
Daftar Gambar ........................................................................................................... vii
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................... 1

A. Latar Belakang .......................................................................................... 1
B. Identifikasi Isu ........................................................................................... 3
C. Maksud dan Tujuan Aktualisasi ................................................................ 9
D. Manfaat Aktualisasi .................................................................................. 9
BAB II GAMBARAN UMUM ORGANISASI ....................................................... 11
A. Identitas Organisasi ................................................................................. 11
B. Visi dan Misi Organisasi ......................................................................... 12
C. Nilai – Nilai Organisasi ........................................................................... 13
D. Struktur Organisasi .................................................................................. 15
E. Role Model .............................................................................................. 18
BAB III RANCANGAN AKTUALISASI ................................................................ 19
A. Nilai – Nilai Dasar ANEKA ................................................................... 19
B. Kedudukan dan Peran ASN dalam NKRI ............................................... 30
C. Rancangan Aktualisasi ............................................................................ 33
D. Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi .............................................................. 48
BAB IV PENUTUP .................................................................................................. 49
A. Kesimpulan ............................................................................................. 49
B. Saran ........................................................................................................ 49
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................... 50

v

DAFTAR TABEL
Tabel 1 Identifikasi Isu ................................................................................................ 3
Tabel 2 Analisis USG .................................................................................................. 5
Tabel 3 Daftar Nilai Sub Materi Describing People Kelas 7.7 ................................... 5
Tabel 4 Daftar Nama Tenaga Pendidik dan Kependidikan Organisasi ..................... 16
Tabel 5 Rancangan Aktualisasi ................................................................................. 33
Tabel 6 Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi ................................................................... 48

vi

DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Diagram Alur Pemecahan Isu .................................................................... 8
Gambar 2 Gedung SMP Negeri 19 Depok ................................................................ 11
Gambar 3 Struktur Organisasi SMP Negeri 19 Depok ............................................. 15

vii

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan hal yang penting bagi manusia. Tidak hanya di

Indonesia, pendidikan juga penting di setiap negara. Berbagai upaya dilakukan guna
meningkatkan pendidikan di setiap wilayah, diantaranya merevisi kurikulum yang
berlaku, mengadopsi sistem pendidikan dari negara lain dan berbagai inovasi lainnya.
Menurut KBBI, pendidikan merupakan proses pengubahan sikap dan tata laku sesorang
atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran
dan pelatihan. Berdasarkan definisi diatas dapat kita artikan bahwa bersikap dewasa
merupakan salah satu tujuan dari pendidikan. Setiap individu tentunya akan bertumbuh
dewasa, maka dapat dikatakan setiap individu perlu mendapatkan pendidikan guna
menjadi dewasa yang diharapkan.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-
2024, pemerintah mewajibkan wajib belajar 12 tahun sampai sekolah menengah atas.
Dengan kata lain, masyarakat Indonesia diwajibkan setidaknya mengenyam
pendidikan Sekolah Dasar (SD), Sekolah menengah Pertama (SMP) dan Sekolah
Menangah Atas (SMA) ataupun yang setara. Dalam jenjang ini, pembelajaran yang
didapatkan pun masih berupa materi umum dan belum menjuru pada suatu profesi
tertentu. Salah satu mata pelajaran yang didapatkan yaitu Bahasa Inggris.

Bahasa Inggris merupakan salah satu cabang mata pelajaran Bahasa yang wajib
didapatkan oleh peserta didik. Pengajaran Bahasa Inggris memaksa siswa untuk
memahami Bahasa asing yang tentunya sulit bagi mereka. Pada pembelajaran ini,
pendidik perlu menggunakan berbagai cara kreatif dan inovatif guna meningkatkan
minat siswa dalam mempelajari materi Bahasa Inggris. Ditambah lagi kondisi pandemi
yang dialami oleh seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia. Kondisi ini memaksa
kegiatan belajar mengajar yang seharusnya dilakukan di sekolah bertatap muka
langsung antara pendidik dan peserta didik, kini pembelajaran dibatasi oleh jarak.

1

Pembelajaran jarak jauh ini biasa disebut dalam jaringan (daring), dimana pendidik dan
peserta didik melaksanakan kegiatan belajar mengajar berbasis online.

Kondisi ini memaksa para pelasana pendidikan beradaptasi dengan sistem
online ini. Bukan hanya guru yang kesulitan dalam menyampaikan materi dan
memantau siswa, namun siswa juga sulit termotivasi dalam pembelajaran. Pemanfaatan
media seperti teknologi komunikasi yang interaktif dapat membantu meningkatkan
motivasi siswa dalam belajar Bahasa Inggris di kondisi pandemi ini. Penggunaan
Google Meet dan Zoom menjadi hangat di dunia pendidikan. Pendidik akan
menyampaikan materi dengan tidak bertemu langsung dengan siswa. Beberapa
pendidik menggunakan media Power Point yang akan di share screen sehingga siswa
dapat melihat Power Point berikut mendengarkan penjelasan dari gurunya.

Berdasarkan Peraturan LAN No. 1 Tahun 2021 Tentang Pelatihan Dasar Calon
Pegawai Negeri Sipil disebutkan bahwa Masa Prajabatan adalah masa percobaan
selama 1 (satu) tahun yang wajib dijalani oleh CPNS melalui proses pendidikan dan
pelatihan. Pelatihan Dasar CPNS adalah pendidikan dan pelatihan dalam Masa
Prajabatan yang dilakukan secara terintegrasi untuk membangun integritas moral,
kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian
yang unggul dan bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme serta
kompetensi bidang. Semua pelatihan ini diharapkan dapat menjadi landasan saat
menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) seutuhnya.

Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN)
memiliki peranan penting dalam keberhasilan penyelenggaraan pemerintah dan
pembangunan bangsa. Maka dari itu, sebagai pendidik khususnya mata pelajaran
Bahasa Inggris tentunya penulis bertanggung jawab dalam keberhasilan pelaksaan
pembelajaran Bahasa Inggris. Untuk mewujudkan hal tersebut, penulis berusaha
mengangkat penggunaan game yang biasa dilakukan saat pembelajaran tatap muka dan
mencoba mengaplikasikan pada pembalajaran jarak jauh ini. Oleh karena itu, penulis
membuat aktualisasi dengan judul “Meningkatkan Pemahaman Materi Describing
People Melalui Guess The Picture Game Pada Siswa Kelas VII UPTD SMPN 19

2

Depok”. Dimana materi describing people merupakan sub materi yang sulit dipahami
siswa dengan kondisi pandemi seperti ini.

B. Identifikasi Isu

1. Identifikasi Isu, Penetapan Isu dan Gagasan Pemecahan Isu.

Rancangan aktualisasi ini disusun berdasarkan identifikasi beberapa isu atau

problematika yang ditemukan dalam melaksanakan tugas sebagai guru di SMPN 19

Depok. Sumber isu yang diangkat dapat berasal dari individu, unit kerja, maupun

organisasi. Beberapa isu yang didapet yaitu sebagai berikut:

1. Kurangnya disiplin peserta didik dalam menghadiri kelas online Bahasa Inggris

sesuai jadwal.

2. Rendahnya nilai hasil belajar siswa mata pelajaran Bahasa Inggris pada sub materi

describing people.

3. Kurangnya disiplin peserta didik dalam mengumpulkan tugas Bahasa Inggris tepat

waktu.

Tabel 1

Identifikasi Isu

No. Identifikasi Isu Sumber Isu Kondisi saat ini Kondisi yang

diharapkan

1. Kurangnya Guru Beberapa peserta Setiap siswa dapat

disiplin peserta (Management didik terlambat hadir tepat waktu saat

didik dalam ASN) menghadiri kelas kelas online Bahasa

menghadiri online Bahasa Inggris.

kelas online Inggris.

Bahasa Inggris

sesuai jadwal.

2. Rendahnya nilai Guru Banyak peserta Sebagian besar

hasil belajar (Management didik tidak peserta didik

siswa mata ASN) mencapai mendapatkan nilai

3

pelajaran Bahasa keriteria sesuai kriteria

Inggris pada sub ketuntasan ketuntasan minimum

materi minimum pada pada sub materi

describing sub materi describing people

people. describing mata pelajaran Bahasa

people mata Inggris.

pelajaran Bahasa

Inggris

3. Kurangnya Guru Beberapa peserta Setiap siswa dapat

disiplin peserta (Management didik terlambat mengumpulkan tugas

didik dalam ASN) mengumpulkan Bahasa Inggris tepat

mengumpulkan tugas Bahasa waktu.

tugas Bahasa Inggris.

Inggris tepat

waktu.

Isu yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis USG (Urgency,
Seriousness, dan Growth). Analisis USG mempertimbangkan tingkat kepentingan,
keseriusan, dan perkembangan setiap variabel dengan rentang penilaian 1-5 dengan
ketentuan nilai 1 berarti sangat kecil, nilai 2 berarti kecil, nilai 3 berarti sedang, nilai 4
berarti besar, dan nilai 5 berarti sangat besar.
1. Urgency (urgensi), yaitu dilihat dari tersedianya waktu, mendesak atau tidak

masalah tersebut diselesaikan.
2. Seriousness (keseriusan), yaitu melihat dampak masalah tersebut terhadap

produktivitas kerja, pengaruh terhadap keberhasilan, membahayakan sistem atau
tidak, dan sebagainya.
3. Growth (berkembangnya masalah), yaitu apakah masalah tersebut berkembang
sedemikian rupa sehingga sulit dicegah.

4

Table 2

Analisis USG

No. Identifikasi Isu U S G Total Keterangan

1. Kurangnya disiplin peserta didik 5 4 4 13 III

dalam menghadiri kelas online Bahasa

Inggris sesuai jadwal.

2. Rendahnya nilai hasil belajar siswa 5 5 5 15 I

mata pelajaran Bahasa Inggris pada

sub materi describing people.

3. Kurangnya disiplin peserta didik 5 5 4 14 II

dalam mengumpulkan tugas Bahasa

Inggris tepat waktu.

Berdasarkan tabulasi analisis USG seperti tercantum pada tabel di atas, ditemukan
isu yang memenuhi syarat, yaitu “Rendahnya nilai hasil belajar siswa mata pelajaran
Bahasa Inggris pada sub materi describing people.”.Berikut daftar nama siswa dan nilai

siswa dengan Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yaitu 77.

Tabel 3

Daftar Nilai Sub Materi Describing People Kelas 7.7

No. Nama Siswa Nilai Siswa

1. Abiyyu Dafi' Aulia 64/100

2. Adrian Firdaus 32/100

3. Adrian Pratama 44/100

4. Ahmad Izan Maulana 40/100

5. Ahmad Randy Soebiantoro 68/100

6. Ahmad Rasya Afrizal 76/100

7. Albion Xavier Lindra 56/100

8. Ali Syafiq Raghib 80/100

5

9. Alifia Putri 20/100
10. Amanda Putri Anjani 36/100
11. Anggia Dwi Angelica Sihaloho 88/100
12. Annisa Meialisty Restianto 64/100
13. Arvid Jesshia 20/100
14. Davin Marshall Gurning 72/100
15. Fauzi Yanuar 48/100
16. Keysha Rizki Aqilah 76/100
17. Kezia Jefanya 60/100
18. Kezia Putri Ariyanto 84/100
19. Khofifah Rizkiyani Azis 56/100
20 Muhamad Riski Alfian 20/100
21. Michael Alton Wibowo 92/100
22. Muhammad Ali Ashobuni 84/100
23. Muhammad Fachrul Rozzi 24/100
24. Muhammad Farrel Friyananda 96/100
25. Muhammad Ridho Juliansyah 72/100
26. Nadia Manda Saputri 60/100
27. Raja Apriansyah 80/100
28. Rayhan Ahmad Fahrezy 24/100
29. Siren Aurelia 56/100
30. Syafa'aulia Ramadhani 64/100
31. Syakilla Isyfahani 68/100
32. Syifa Noviarizki 80/100
33. Tabitha Louise Gerungan 56/100
34. Talitha Glerie Auraneza 76/100
35. Wulan Aulya Putri 44/100
36. Zalfa Alaika Yahya 76/100

6

Berdasarkan PERMENPAN RB NO.16 Tahun 2009, mengenai Jabatan
Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, didapatkan salah satu tugas pokok guru yaitu
kegiatan pembelajaran adalah kegiatan Guru dalam menyusun rencana pembelajaran,
melaksanakan pembelajaran yang bermutu, menilai dan mengevaluasi hasil
pembelajaran, menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengayaan
terhadap peserta didik. Maka dari itu, penulis menemukan gagasan pemecah isu guna
memperbaiki permasalahan yang terjadi, yaitu dengan berupaya “Meningkatkan
Pemahaman Sub Materi Describing People Melalui Metode Guess The Picture Game
Pada Siswa Kelas VII UPTD SMPN 19 Depok”. Isu rendahnya nilai hasil belajar siswa
mata pelajaran Bahasa Inggris pada sub materi describing people, akan menghambat
pembelajaran sub – sub materi selanjutnya jika tidak segera ditangani. Hal ini
dikarenakan, sub materi selanjutnya yaitu describing things dan describing animals
memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi, karena menggunakan kosakata yang
jarang digunakan. Jika siswa dapat memahami materi describing people dengan baik,
maka akan mempermudah pemahaman untuk materi describing lainnya.

7

2. Diagram Alur Pemecahan Isu
Gambar 1

ISU: PENYEBAB:

Rendahnya nilai hasil belajar Metode penyampaian materi yang
siswa mata pelajaran Bahasa monoton
Inggris pada sub materi
describing people.

GAGASAN PEMECAHAN ISU:

Meningkatkan Pemahaman Sub Materi Describing People Melalui Metode
Guess The Picture Game Pada Siswa Kelas VII UPTD SMPN 19 Depok

KEGIATAN

1. Melaksanakan konsultasi dengan mentor mengenai rencana aktualisasi.
2. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
3. Membuat media pembelajaran berupa guess the picture game pada power point
4. Melakukan Pretest materi describing people pada siswa melalui Pembelajaran

Jarak Jauh (PJJ)
5. Melaksanakan pembelajaran jarak jauh dengan media yang sudah dipersiapkan
6. Melaksakan evaluasi pembelajaran
7. Melakukan analisis hasil belajar siswa

HASIL

1. Pemahaman siswa pada sub materi describing people mata pelajaran Bahasa
Inggris meningkat

2. Hasil belajar sub materi describing people mata pelajaran Bahasa Inggris
meningkat

3. Penggunaan metode guess the picture game meningkatkan motivasi siswa pada
pembelajaran jarak jauh mata pelajaran Bahasa Inggris

8

C. Maksud dan Tujuan Aktualisasi
1. Maksud Aktualisasi

Maksud aktualisasi ini adalah mengaktualisasi nilai-nilai dasar Aparatur Sipil
Negara (ASN) yang dalam hal ini Pegawai Negeri Sipil (PNS) yaitu Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi (ANEKA) dalam
proses pelayanan publik sebagai tenaga pendidik di UPTD SMPN 19 Depok yang
diterapkan dalam proses pembelajaran yang berkualitas dan bermutu.

2. Tujuan Aktualisasi
Tujuan dari penyusunan rancangan aktualisasi ini adalah:
a. Sebagai acuan dalam melaksanakan habituasi dalam rangka membiasakan CASN

berperilaku ANEKA sebagai nilai dasar dan salah satu prinsip ASN yang
professional sebagaimana maksud pasal 3 ayat 1 UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang
ASN
b. Sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa dengan memotivasi saat proses
pembelajaran jarak jauh berlangsung di UPTD SMPN 19 Depok
c. Upaya untuk menerapkan Agenda III Pembelajaran Latsar yaitu Manajemen ASN,
Whole Of Government dan Pelayanan Publik
d. Upaya untuk meningkatkan mutu pelayanan publik di UPTD SMPN 19 Depok

D. Manfaat Aktualisasi
Adapun manfaat dari aktualisasi ini adalah :
a. Bagi Penulis
1) Mendapatkan konsep dalam memahami, menginternalisaskan, dan

mengaktualisasikan nilai-nilai dasar ASN yang terdiri dari; Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA).
2) Menjadi tenaga pendidik yang dapat menghayati dan menjalankan fungsi sebagai
pelaksana kebijakan, pelanan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa yang
memiliki integritas dan professional di lingkungan UPTD SMPN 19 Depok.

9

b. Bagi Siswa
1) Meningkatkan motivasi belajar siswa
2) Meningkatkan pemahaman siswa pada materi pembelajaran
3) Meningkatkan nilai hasil belajar siswa
c. Bagi Sekolah
1) Memberikan solusi terhadap isu yang berkembang dengan menanamkan juga nilai-

nilai dasar ASN yaitu akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan
anti korupsi (ANEKA)
2) Kegiatan aktualisasi dan habituasi akan membangun budaya kerja yang kondusif
dengan penerapan nilai-nilai ANEKA serta menciptakan inovasi yang kreatif bagi
peningkatan pelayanan

10

BAB II
GAMBARAN UMUM ORGANISASI

A. Identitas Organisasi

Gambar 2
SMP Negeri 19 Depok

Nama Sekolah : SMP Negeri 19 Depok
Jenis Sekolah : Negeri
Status Sekolah : Terakreditasi “A”
NSS : 2010266070019
NPSN : 69786277
Alamat Sekolah
Jalan : Jalan Lely Raya, No. 4
Kelurahan : Depok Jaya
Kecamatan : Pancoranmas
Kab/Kota : Depok
Provinsi : Jawa Barat
Kode Pos : 16432
Telepon/Fax : (021) 22696939
Email : [email protected]
Tahun Didirikan : 2013
Tahun Beroperasi : 2013

11

B. Visi dan Misi Organisasi
1. Visi Organisasi

U-SMART (Unggul, Santun, Mandiri, Aktif, Religius, dan berTeknologi) serta
Berwawasan Lingkungan dan berjiwa wirausaha (enterpreneur ).

2. Misi Organisasi
Berdasarkan rumusan visi di atas, maka dapat dijabarkan misi SMP Negeri 19 Depok
yaitu :
a. Pelaksanaan pendidikan dan pembelajaran yang inovatif, kreatif dan

menyenangkan.
b. Pencapaian penguasaan kompetensi siswa dalam kegiatan pembelajaran

berorientasi kepada criteria ketuntasan minimal (KKM).
c. Pemberdayaan perpustakaan bagi siswa agar gemar membaca.
d. Pengembangan kreativitas sesuai bakat dan minatnya melalui kegiatan ekstra

kurikuler.
e. Pemberdayaan seluruh warga sekolah dalam menciptakan lingkungan sekolah yang

bersih dengan memilah sampah organik, anorganik, B3 (Berbau, Beracun, dan
Berbahaya).
f. Pemberdayaan seluruh warga sekolah dalam menciptakan lingkungan sekolah yang
bersih dengan kegiatan “Jumat Bersih”.
g. Pemberdayaan seluruh warga sekolah dalam menciptakan lingkungan sekolah yang
bersih dengan 3R (Reuse, Reduce, Recycle).
h. Pemberdayaan seluruh warga sekolah dalam menciptakan lingkungan yang hijau
dengan kegiatan menanam pohon di pekarangan sekolah.
i. Pemberdayaan seluruh warga sekolah dalam menciptakan lingkungan yang hijau
dengan budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di kebun sekolah.
j. Pemberdayaan seluruh warga sekolah dalam menciptakan lingkungan Sekolah
yang hijau dengan budidaya tanaman hidroponik di pekarangan sekolah.
k. Pemberdayaan seluruh warga sekolah dalam menciptakan lingkungan Sekolah
yang sehat dengan mengolah air tanah menjadi air minum yang higienis

12

l. Pemberdayaan seluruh warga sekolah dalam menciptakan lingkungan Sekolah
yang sehat dengan membiasakan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan
menjaga kebersihan MCK.

m. Pemberdayaan seluruh warga sekolah dalam menciptakan lingkungan Sekolah
yang sehat dengan membiasakan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan
kegiatan Menutup, Menguras, dan Menimbun (3M)

n. Pemberdayaan seluruh warga sekolah dalam menciptakan lingkungan Sekolah
yang sehat dengan membiasakan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui
gerakan cuci tangan dengan air mengalir pakai sabun.

o. Pemberdayaan seluruh warga sekolah dalam menciptakan lingkungan Sekolah
yang sehat dengan membiasakan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

p. Pemberdayaan seluruh warga sekolah dalam menciptakan lingkungan Sekolah
yang sehat dengan membiasakan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui
pemeriksaan kesehatan secara berkala

q. Pemberdayaan seluruh warga sekolah dalam menciptakan lingkungan Sekolah
yang sehat dengan membiasakan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui
upaya menjaga udara tetap segar

r. Pembinaan aqidah, ibadah dan akhlak siswa melalui kegiatan keagamaan.
s. Pengembangan sikap dan kepribadian yang santun, beretika dan berestetika tinggi.
t. Pembinaan siswa untuk rajin berinfak, bershodaqoh dan menyayangi sesama.
u. Pembiasaan siswa agar mengerjakan pekerjaannya sendiri sesuai tugas dan

tanggung jawabnya.

C. Nilai – Nilai Organisasi
Visi dan misi di atas dikembangkan menjadi nilai-nilai utama SMP Negeri 19

Depok. Nilai-nilai yang dimaksud adalah yaitu:
1. Unggul

- Unggul dalam mutu akademis
- Unggul dalam perolehan ujian nasional
- Unggul dalam bidang olimpiade sains nasional

13

2. Santun
- Terwujudnya sikap, budi pekerti yang luhur , didasari Iman dan taqwa
- Terwujudnya pendidikan berkarakter pada seluruh komponen sekolah.

3. Mandiri
- Terwujudnya warga sekolah yang memiliki kemandirian

4. Aktif
- Guru unggul dalam inovasi pembelajaran (kreatif inovatif, kerja keras, pantang
menyerah, disiplin, tanggung jawab)

5. Religius
- Terwujudnya pelaksanaan kegiatan keagamaan sesuai dengan keyakinannya
masing-masing

6. BerTeknologi
- Terwujudnya warga sekolah yang dapat menguasai dan mengakses teknologi
- Terwujudnya peningkatan kemampuan pemanfaatan iptek pada seluruh warga
sekolah

7. Berwawasan Lingkungan
- Terwujudnya pendidikan yang berwawasan lingkungan.
- Terwujudnya budaya bersih, dan ASRI pada lingkungan sekolah.

8. Berjiwa Wirausaha
- Terwujudnya warga sekolah yang berjiwa wirausaha (enterpreuner)

14

D. Struktur Organisasi G
Struktur Organisasi SMP Negeri 19 Depok
Kep
Dewan Komite Drs. Sali
Suwarno Mustofa

Waka Kurikulum Waka Kesiswaan
Popy Zulhana B, S.Pd, M.M Sabenih, M.Pd

Wali Kelas VII Wal

1

Gambar 3 Tata Usaha
Marwiyah, S.Pd
pala Sekolah
Waka Humas
im Bangun, M.M Rita Karyati Ningsih, S.Pd

WakaPrasarana
Abdul Aziz, S.Pd

li Kelas VIII Wali Kelas IX

Guru

Siswa

15

Tabel 4
Daftar Nama Tenaga Pendidik dan Kependidikan Organisasi

SMP Negeri 19 Depok

No. Nama Jabatan

1 Drs. Salim Bangun, M.M Kepala Sekolah
2 Eva Saptawati, M.Pd. Guru
3 Rita Karyati Ningsih, S.Pd. Guru
4 Nita Ristia, S.Pd. Guru
5 Sri Ningsih, M.Pd. Guru
6 Yaumil Choiriyah, M.Pd. Guru
7 Roza Linda, S.Pd. Guru
8 Dra. Maryanah Guru
9 Setijo Budi Andayani, M.Pd. Guru
10 Saiya, S.Pd. Guru
11 Popy Zulhana Batubara, S.Pd., M.M. Guru
12 Sabenih, M.Pd. Guru
13 Buchori, S.Pd. Guru
14 Eka Muliayanti, S.Pd., MM. Guru
15 Delisma Anggriani Butar butar, M.Pd. Guru
16 Astuti Oktaviani, M.Pd. Guru
17 Effirianti, S.E., M.Pd. Guru
18 Sri Hidayati, M.Pd Guru
19 Mimin Wasminingsih, S.Pd. Guru
20 Marwiyah, S.Pd. TU
21 Abdul Azis, S.Pd. Guru
22 Carolina Sahertian, S.Pd. Guru
23 Ana Alyana TU
24 Riyanto, S.Pd. Guru
25 Zuhrotun Nisa, M.Pd. Guru
26 Abdulloh TU
27 Akbar Susilo, S.Pd Guru
28 Riza Fathia Nur Adila, S.Pd Guru
29 Hendry Dwijayanto, S.Pd. Guru

16

30 Lilis Elen S. Simatupang, S.Pd. Guru
31 Melinda Rista P., S.Pd. Guru
32 Fadil Abdul Basit, S.Pd. Guru
33 Rosalia Kuma Ratih, S.Pd. Guru
34 Ida Widaningsih, S.Pd. Guru
35 Andar Dwiyanto, S.Th. Guru
36 Rizki Maulidin, S.Pd. Guru
37 Dwi Wasillah Slamet Nugroho CM., S.Pd.I Guru
38 Lussy Lesmananingsih, S.Pd. Guru
39 Zulya Lova Diana, S.T. Guru
40 Naufal Fansuri, S.Pd. Guru
41 Natasha Fidelia Kaian, S.Pd. Guru
42 Rinny Fujiastuti Sutardiman, S.Pd. Guru
43 Dede Nuraini, S.Pd. Guru
44 Aldini Margi Pertami, S.Pd. Guru
45 Arifka Noor Mirsawati, S.Pd. Guru
46 Indah Pusparita, M.Pd. Guru
47 Lulu Anjarsari, S.Pd. Guru
48 Eko Ramdi Fauzi, S.Pd. Guru
49 Mulyati Bahri, S.Pd. Guru
50 Margi Wahyudi, S.Pd. Guru
51 Ahmad Ridwan, LC., MM. Guru
52 Aris Suwandi, S.Pd. Guru
53 Merianto Sianturi, S.Pd. Guru
54 Elda Resdyana, S.Pd. Guru
55 Inggit Nur Fatonah, S.Pd. Guru
56 Intan Lauwanda, M.Pd. Guru
57 Ahmad Jawawi, SE. TU
58 Heru Iman Prayitno, S.T. TU
59 Fajar Giri Wardana, S.Pd. TU
60 Dinda Ramadhianita TU
61 Muhammad Chaidir TU
62 Firda Choiria TU
63 Dani Kurniawan TU
64 Selamet TU
65 Mohamad Saefudin TU
66 Budi Triono TU
67 Sadirun TU

17

68 Solahudin TU
69 Iin Udaningsih TU
70 Sri Sumarni TU

E. Role Model
Dalam menyusun rancangan aktualisasi ini, perlu adanya role model baik sikap

maupun prilaku yang dapat dijadikan panutan bagi penulis. Role model yang dimaksud
dalam rancangan aktualisasi ini yaitu seseorang baik PNS maupun Non PNS yang
menerapkan nilai-nilai ASN. Setelah bekerja di SMP Negeri 19 Depok selama kurang
lebih 5 bulan lamanya, penulis telah berjumpa dengan para guru dan staf di sekolah.
Salah satunya yaitu Ibu Eka Muliayanti, S.Pd, M.M. Ibu Eka Muliayanti merupakah
salah satu guru yang juga mengemban jabatan sebagai Pembantu Kepala Sekolah
(PKS) yang bergerak di bidang kurikulum. Ibu Eka Muliayanti merupakan pribadi yang
lemah lembut serta penyayang, namun beliau tidak pernah lalai dalam mengerjakan
tugas-tugasnya. Beliau juga merupakan ASN yang mampu membimbing dan
memotivasi rekan-rekan kerjanya.

18

BAB III
RANCANGAN AKTUALISASI

A. Nilai – Nilai Dasar ANEKA
1. Akuntabilitas

Akuntabilitas adalah kata yang sering kita dengar, tetapi tidak mudah untuk
dipahami. Ketika seseorang mendengar kata akuntabilitas yang terlintas adalah
sesuatu yang sangat penting, tetapi tidak mengetahui bagaimana cara mencapainya.
Akuntabilitas adalah kewajiban pertanggungjawaban yang harus dicapai.
Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi
untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya. Akuntabilitas publik
memiliki tiga fungsi utama, yaitu untuk menyediakan kontrol demokratis (peran
demokratis), untuk mencegah korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan (peran
konstitusional), dan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas (peran belajar).

Jadi akuntabilitas adalah kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi
untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya.sering disamakan
dengan responsibilitas atau tanggung jawab. Namun pada dasarnya, kedua konsep
itu memiliki makna yang berbeda. Responsibilitas adalah kewajiban untuk
bertanggung jawab. Akuntabilitas adalah kewajiban pertanggungjawaban yang
harus dicapai. Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok
atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya.

Akuntabilitas publik memiliki tiga fungsi utama, yaitu :
a. menyediakan kontrol demokratis (peran demokratis);
b. mencegah korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan (peran konstitusional); dan
c. meningkatkan efisiensi dan efektivitas (peran belajar).

Akuntabilitas publik terdiri dari dua macam, yaitu : akuntabilitas vertikal
(pertanggungjawaban kepada otoritas yang lebih tinggi) dan akuntabilitas
horizontal (pertanggungjawaban pada masyarakat luas). Untuk memenuhi

19

terwujudnya organisasi sektor publik yang akuntabel, maka mekanisme
akuntabilitas harus mengandung dimensi akuntabilitas kejujuran dan hukum,
akuntabilitas proses, akuntabilitas program, dan akuntabilitas kebijakan.
Akuntabilitas tidak akan terwujud apabila tidak ada alat akuntabilitas berupa:
Perencanaan Strategis, Kontrak Kinerja, dan Laporan Kinerja.

Dalam menciptakan lingkungan kerja yang akuntabel, ada beberapa
indikator dari nilai-nilai dasar akuntabilitas yang harus diperhatikan, yaitu :
a. Kepemimpinan

Lingkungan yang akuntabel tercipta dari atas ke bawah dimana pimpinan
memainkan peranan yang penting dalam menciptakan lingkungannya.
b. Transparansi
Keterbukaan atas semua tindakan dan kebijakan yang dilakukan oleh individu
maupun kelompok/instansi.
c. Integritas
Konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam menjunjung tinggi
nilai-nilai luhur dan keyakinan.
d. Tanggung Jawab
Kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang di sengaja
maupun yang tidak di sengaja.tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai
perwujudan kesadaran akan kewajiban.
e. Keadilan
Kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut
benda atau orang.
f. Kepercayaan
Rasa keadilan akan membawa pada sebuah kepercayaan. Kepercayaan ini yang
akan melahirkan akuntabilitas.
g. Keseimbangan
Untuk mencapai akuntabilitas dalam lingkungan kerja, maka diperlukan
keseimbangan antara akuntabilitas dan kewenangan, serta harapan dan
kapasitas.

20

h. Kejelasan
Pelaksanaan wewenang dan tanggungjawab harus memiliki gambaran yang
jelas tentang apa yang menjadi tujuan dan hasil yang diharapkan.

i. Konsistensi
Sebuah usaha untuk terus dan terus melakukan sesuatu sampai pada tercapai
tujuan akhir.

2. Nasionalisme
Nasionalisme sangat penting dimiliki oleh setiap pegawai ASN. Bahkan tidak

hanya sekedar wawasan saja tetapi kemampuan mengaktualisasikan nasionalisme
dalam menjalankan fungsi dan tugasnya merupakan hal yang lebih penting. Diharapkan
dengan nasionalisme yang kuat, maka setiap pegawai ASN memiliki orientasi berpikir
mementingkan kepentingan publik, bangsa, dan negara. Nilai-nilai yang berorientasi
pada kepentingan publik menjadi nilai dasar yang harus dimiliki oleh setiap pegawai
ASN. Pegawai ASN dapat mempelajari bagaimana aktualisasi sila demi sila dalam
Pancasila agar memiliki karakter yang kuat dengan nasionalisme dan wawasan
kebangsaannya.

Nasionalisme dalam arti sempit merupakan sikap yang meninggikan bangsanya
sendiri, sekaligus tidak menghargai bangsa lain sebagaimana mestinya. Dalam arti luas,
nasionalisme berarti pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan
negara, sekaligus menghormati bangsa lain. Nasionalisme Pancasila merupakan
pandangan atau paham kecintaan manusia Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya
yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila. Ada lima indikator dari nilai-nilai dasar
nasionalisme yang harus diperhatikan, yaitu :

a. Sila pertama
Ketuhanan Yang Maha Esa Ketuhanan YME menjadikan Indonesia bukan sebagai
negara sekuler yang membatasi agama dalam ruang private. Pancasila justru
mendorong nilai-nilai ketuhanan mendasari kehidupan masyarakat dan berpolitik.
Nilai-nilai ketuhanan yang dikehendaki Pancasila adalah nilai-nilai ketuhanan yang

21

positif, yang digali dari nilai-nilai keagamaan yang terbuka (inklusif),
membebaskan dan menjunjung tinggi keadilan dan persaudaraan. Dengan
berpegang teguh pada nilai-nilai ketuhanan diharapkan bisa memperkuat
pembentukan karakter dan kepribadian, melahirkan etos kerja yang positif, dan
memiliki kepercayaan diri untuk mengembangkan potensi diri dan kekayaan alam
yang diberikan Tuhan untuk kemakmuran masyarakat.

b. Sila kedua
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Sila kedua memiliki konsekuensi ke dalam
dan ke luar. Ke dalam berarti menjadi pedoman negara dalam memuliakan nilai-
nilai kemanusiaan dan hak asasi manusia. Ini berarti negara menjalankan fungsi
“melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,
memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

c. Sila ketiga
Persatuan Indonesia. Semangat kebangsaan adalah mengakui manusia dalam
keragaman dan terbagi dalam golongan-golongan. Keberadaan bangsa Indonesia
terjadi karena memiliki satu nyawa, satu asal akal yang tumbuh dalam jiwa rakyat
sebelumnya, yang menjalani satu kesatuan riwayat, yang membangkitkan
persatuan karakter dan kehendak untuk hidup bersama dalam suatu wilayah
geopolitik nyata. Selain kehendak hidup bersama, kebersamaan bangsa Indonesia
juga didukung oleh semangat gotong royong. Dengan kegotong royongan itulah
Indonesia harus mampu melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia,
bukan membela atau mendiamkan suatu unsur masyarakat atau bagian tertentu dari
teritorial Indonesia. Tujuan nasionalisme yang mau didasari dari semangat gotong
royong yaitu ke dalam dan ke luar. Ke dalam berarti kemajemukan dan
keanekaragaman budaya, suku, etnis, agama yang mewarnai kebangsaan Indonesia,
tidak boleh dipandang sebagai hal negatif dan menjadi ancaman yang bisa saling
menegasikan. Sebaliknya, hal itu perlu disikapi secara positif sebagai limpahan
karunia yang bisa saling memperkaya khazanah budaya dan pengetahuan melalui

22

proses penyerbukan budaya. Ke luar berarti memuliakan kemanusiaan universal,
dengan menjunjung tinggi persaudaraan, perdamaian dan keadilan antar umat
manusia.

d. Sila keempat
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan/Perwakilan. Demokrasi permusyawaratan mempunyai dua
fungsi. Fungsi pertama, badan permusyawaratan/perwakilan bisa menjadi ajang
memperjuangkan aspirasi beragam golongan yang ada di masyarakat. Fungsi
kedua, semangat permusyawaratan bisa menguatkan negara persatuan, bukan
negara untuk satu golongan atau perorangan. Permusyawaratan dengan landasan
kekeluargaan dan hikmat kebijaksanaan diharapkan bisa mencapai kesepakatan
yang membawa kebaikan bagi semua pihak. Abraham Lincoln mendefinisikan
demokrasi sebagai “pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat”. Ada
tiga prasyarat dalam pemerintahan yang demokratis, yaitu:
(1) kekuasaan pemerintah berasal dari rakyat yang diperintah;
(2) kekuasaan itu harus dibatasi; dan
(3) pemerintah harus berdaulat, artinya harus cukup kuat untuk dapat menjalankan
pemerintahan secara efektif dan efisien.
Secara garis besar, terdapat dua model demokrasi, yaitu : majoritarian democracy
(demokrasi yang lebih mengutamakan suara mayoritas) dan consensus democracy
(demokrasi yang mengutamakan konsensus atau musyawarah). Oleh karena itu,
pilihan demokrasi konsensus berupa demokrasi permusyawaratan merupakan
pilihan yang bisa membawa kemaslahatan bagi bangsa Indonesia.

e. Sila kelima
Keadilan Sosial Bagi Seluruh rakyat Indonesia. Dalam rangka mewujudkan
keadilan sosial, para pendiri bangsa menyatakan bahwa negara merupakan
organisasi masyarakat yang bertujuan menyelenggarakan keadilan. Keadilan sosial

23

juga merupakan perwujudan imperative etis dari amanat pancasila dan UUD 1945.
Peran negara dalam mewujudkan rasa keadilan sosial, antara lain :
a) perwujudan relasi yang adil di semua tingkat sistem kemasyarakatan;
b) pengembangan struktur yang menyediakan kesetaraan kesempatan;
c) proses fasilitasi akses atas informasi, layanan dan sumber daya yang

diperlukan; dan
d) dukungan atas partisipasi bermakna atas pengambilan keputusan bagi semua

orang.

3. Etika Publik
Etika dapat dipahami sebagai sistem penilaian perilaku serta keyakinan untuk

menentukan perbuatan yang pantas guna menjamin adanya perlindungan hak-hak
individu, mencakup cara-cara pengambilan keputusan untuk membantu membedakan
hal-hal yang baik dan buruk serta mengarahkan apa yang seharusnya dilakukan sesuai
nila-nilai yang dianut. Konsep etika sering disamakan dengan moral. Padahal ada
perbedaan antara keduanya.

Etika lebih dipahami sebagai refleksi yang baik atau benar. Sedangkan moral
mengacu pada kewajiban untuk melakukan yang baik atau apa yang seharusnya
dilakukan. Etika juga dipandang sebagai karakter atau etos individu/kelompok
berdasarkan nilai-nilai dan norma-norma luhur. Kode etik adalah aturan-aturan yang
mengatur tingkah laku dalam suatu kelompok khusus, sudut pandangnya hanya
ditujukan pada hal-hal prinsip dalam bentuk ketentuan tertulis. Kode etik profesi
dimaksudkan untuk mengatur tingkah laku/etika suatu kelompok khusus dalam
masyarakat melalui ketentuan-ketentuan tertulis yang diharapkan dapat dipegang teguh
oleh sekelompok profesional tertentu.

Berdasarkan UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN, kode etik dan kode perilaku ASN
adalah :
a. Melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggung jawab dan berintegritas.
b. Melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin.

24

c. Melayani dengan sikap hormat, sopan dan tanpa tekanan.
d. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.
e. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau pejabat yang

berwenang sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan dan etika pemerintahan.
f. Menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan negara.
g. Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung jawab, efektif
dan efisien.
h. Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam melaksanakan tugasnya.
i. Memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada pihak lain yang
memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan.
j. Tidak menyalahgunakan informasi intern negara, tugas, status, kekuasaan dan
jabatannya untuk mendapat atau mencari keuntungan atau manfaat bagi diri sendiri
atau untuk orang lain.
k. Memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu menjaga reputasi dan integritas ASN.
l. Melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai disiplin
pegawai ASN.

Nilai-nilai dasar etika publik sebagaimana tercantum dalam undang-undang ASN,
memiliki indikator sebagai berikut :
a. Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Negara Pancasila.
b. Setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik

Indonesia 1945.
c. Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak.
d. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian.
e. Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif.
f. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur.
g. Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik.
h. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan program pemerintah.

25

i. Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat, akurat,
berdaya guna, berhasil guna, dan santun.

j. Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi.
k. Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerjasama.
l. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai.
m. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan.
n. Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis sebagai perangkat

sistem karir.

4. Komitmen Mutu
Komitmen mutu adalah janji pada diri kita sendiri atau pada orang lain yang

tercermin dalam tindakan kita untuk menjaga mutu kinerja pegawai. Bidang apapun
yang menjadi tanggung jawab pegawai negeri sipil semua mesti dilaksanakan secara
optimal agar dapat memberi kepuasan kepada stakeholder. Komitmen mutu merupakan
tindakan untuk menghargai efektivitas, efisiensi, inovasi dan kinerja yang berorientasi
mutu dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.

Ada empat indikator dari nilai-nilai dasar komitmen mutu yang harus
diperhatikan, yaitu :
a. Efektif
Efektif adalah berhasil guna, dapat mencapai hasil sesuai dengan target. Sedangkan
efektivitas menunjukkan tingkat ketercapaian target yang telah direncanakan, baik
menyangkut jumlah maupun mutu hasil kerja. Efektifitas organisasi tidak hanya diukur
dari performa untuk mencapai target (rencana) mutu, kuantitas, ketepatan waktu dan
alokasi sumber daya, melainkan juga diukur dari kepuasan dan terpenuhinya kebutuhan
pelanggan.

b. Efisien
Efisien adalah berdaya guna, dapat menjalankan tugas dan mencapai hasil tanpa
menimbulkan keborosan. Sedangkan efisiensi merupakan tingkat ketepatan realiasi
penggunaan sumber daya dan bagaimana pekerjaan dilaksanakan sehingga dapat

26

diketahui ada tidaknya pemborosan sumber daya, penyalahgunaan alokasi,
penyimpangan prosedur dan mekanisme yang ke luar alur.

c. Inovasi
Inovasi Pelayanan Publik adalah hasil pemikiran baru yang konstruktif, sehingga akan
memotivasi setiap individu untuk membangun karakter sebagai aparatur yang
diwujudkan dalam bentuk profesionalisme layanan publik yang berbeda dari
sebelumnya, bukan sekedar menjalankan atau menggugurkan tugas rutin.

d. Mutu
Mutu merupakan suatu kondisi dinamis berkaitan dengan produk, jasa, manusia, proses
dan lingkungan yang sesuai atau bahkan melebihi harapan konsumen. Mutu
mencerminkan nilai keunggulan produk/jasa yang diberikan kepada pelanggan sesuai
dengan kebutuhan dan keinginannya, bahkan melampaui harapannya. Mutu merupakan
salah satu standar yang menjadi dasar untuk mengukur capaian hasil kerja. Mutu
menjadi salah satu alat vital untuk mempertahankan keberlanjutan organisasi dan
menjaga kredibilitas institusi.

5. Anti Korupsi
Kata korupsi berasal dari bahasa latin yaitu Corruptio yang artinya kerusakan,

kebobrokan dan kebusukan. Korupsi sering dikatakan sebagai kejahatan luar biasa,
karena dampaknya yang luar biasa, menyebabkan kerusakan baik dalam ruang lingkup
pribadi, keluarga, masyarakat dan kehidupan yang lebih luas. Kerusakan tidak hanya
terjadi dalam kurun waktu yang pendek, namun dapat berdampak secara jangka
panjang.

Ada 9 (sembilan) indikator dari nilai-nilai dasar anti korupsi yang harus
diperhatikan, yaitu :
a. Jujur
Kejujuran merupakan nilai dasar yang menjadi landasan utama bagi penegakan
integritas diri seseorang. Tanpa adanya kejujuran mustahil seseorang bisa menjadi

27

pribadi yang berintegritas. Seseorang dituntut untuk bisa berkata jujur dan transparan
serta tidak berdusta baik terhadap diri sendiri maupun orang lain, sehingga dapat
membentengi diri terhadap godaan untuk berbuat curang.

b. Peduli
Kepedulian sosial kepada sesama menjadikan seseorang memiliki sifat kasih sayang.
Individu yang memiliki jiwa sosial tinggi akan memperhatikan lingkungan
sekelilingnya di mana masih terdapat banyak orang yang tidak mampu, menderita, dan
membutuhkan uluran tangan. Pribadi dengan jiwa sosial tidak akan tergoda untuk
memperkaya diri sendiri dengan cara yang tidak benar tetapi ia malah berupaya untuk
menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membantu sesama.

c. Mandiri
Kemandirian membentuk karakter yang kuat pada diri seseorang menjadi tidak
bergantung terlalu banyak pada orang lain. Mentalitas kemandirian yang dimiliki
seseorang memungkinkannya untuk mengoptimalkan daya pikirnya guna bekerja
secara efektif. Pribadi yang mandiri tidak akan menjalin hubungan dengan pihak-pihak
yang tidak bertanggungjawab demi mencapai keuntungan sesaat.

d. Disiplin
Disiplin adalah kunci keberhasilan semua orang. Ketekunan dan konsistensi untuk
terus mengembangkan potensi diri membuat seseorang akan selalu mampu
memberdayakan dirinya dalam menjalani tugasnya. Kepatuhan pada prinsip kebaikan
dan kebenaran menjadi pegangan utama dalam bekerja. Seseorang yang mempunyai
pegangan kuat terhadap nilai kedisiplinan tidak akan terjerumus dalam kemalasan yang
mendambakan kekayaan dengan cara yang mudah.

e. Tanggung Jawab
Pribadi yang utuh dan mengenal diri dengan baik akan menyadari bahwa keberadaan
dirinya di muka bumi adalah untuk melakukan perbuatan baik demi kemaslahatan

28

sesama manusia. Segala tindak tanduk dan kegiatan yang dilakukannya akan
dipertanggungjawabkan sepenuhnya kepada Tuhan Yang Maha Esa, masyarakat,
negara, dan bangsanya. Dengan kesadaran seperti ini maka seseorang tidak akan
tergelincir dalam perbuatan tercela dan nista.

f. Kerja Keras
Individu beretos kerja akan selalu berupaya meningkatkan kualitas hasil kerjanya demi
terwujudnya kemanfaatan publik yang sebesar-besarnya. Ia mencurahkan daya pikir
dan kemampuannya untuk melaksanakan tugas dan berkarya dengan sebaik-baiknya.
Ia tidak akan mau memperoleh sesuatu tanpa mengeluarkan keringat.

g. Sederhana
Pribadi yang berintegritas tinggi adalah seseorang yang menyadari kebutuhannya dan
berupaya memenuhi kebutuhannya dengan semestinya tanpa berlebih-lebihan. Ia tidak
tergoda untuk hidup dalam gelimang kemewahan. Kekayaan utama yang menjadi
modal kehidupannya adalah ilmu pengetahuan. Ia sadar bahwa mengejar harta tidak
akan pernah ada habisnya karena hawa nafsu keserakahan akan selalu memacu untuk
mencari harta sebanyak-banyaknya.

h. Berani
Seseorang yang memiliki karakter kuat akan memiliki keberanian untuk menyatakan
kebenaran dan menolak kebathilan. Ia tidak akan mentolerir adanya penyimpangan dan
berani menyatakan penyangkalan secara tegas. Ia juga berani berdiri sendirian dalam
kebenaran walaupun semua kolega dan teman-teman sejawatnya melakukan perbuatan
yang menyimpang dari hal yang semestinya. Ia tidak takut dimusuhi dan tidak memiliki
teman kalau ternyata mereka mengajak kepada hal-hal yang menyimpang.

i. Adil
Pribadi dengan karakter yang baik akan menyadari bahwa apa yang dia terima sesuai
dengan jerih payahnya. Ia tidak akan menuntut untuk mendapatkan lebih dari apa yang

29

ia sudah upayakan. Bila ia seorang pimpinan maka ia akan memberi kompensasi yang
adil kepada bawahannya sesuai dengan kinerjanya. Ia juga ingin mewujudkan keadilan
dan kemakmuran bagi masyarakat dan bangsanya.

B. Kedudukan dan Peran ASN dalam NKRI
1. Manajemen ASN

Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah profesi bagi Pegawai Negeri Sipil dan
pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi pemerintah
(PPPK). Pegawai ASN terdiri dari Pegawai Negeri Sipil dan pegawai pemerintah
dengan perjanjian kerja yang diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian dan diserahi
tugas dalam suatu jabatan pemerintahan atau diserahi tugas negara lainnya dan digaji
berdasarkan peraturan perundang-undangan.

2. Pelayanan Publik
Untuk memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas. Pelayanan

publik merupakan kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai
peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang,
jasa dan/atau pelayanan administratif yang diselenggarakan oleh penyelenggara
pelayanan publik dengan tujuan kepuasan pelanggan.
Prinsip pelayanan publik yang baik untuk mewujudkan pelayanan prima adalah:
a. Partisipatif;
b. Transparan;
c. Responsif;
d. Tidak diskriminatif;
e. Mudah dan Murah;
f. Efektif dan Efisien;
g. Aksesibel;
h. Akuntabel;
i. Berkeadilan

30

3. Whole of Government
Whole of Government (WoG) menjelaskan bagaimana instansi pelayanan publik

bekerja lintas batas atau lintas sektor guna mencapai tujuan bersama dan sebagai respon
terpadu pemerintah terhadap isu-isu tertentu. WoG merupakan pendekatan yang
menekankan aspek kebersamaan dan menghilangkan sekat-sekat sektor yang selama
ini terbangun.

Menurut United States Institut of Peace (USIP) definisi Whole of Government
adalah sebuah pendekatan yang mengintegrasikan upaya kolaboratif dari instansi
pemrintah untuk menjadi kesatuan menuju tujuan bersama, sebagai bentuk kolaborasi,
kerjasama antar instansi, aktor pelayanan dalam menyelesaikan suatu masalah dalam
pelayanan. WoG menekan pelayanan yang terintegrasi sehingga prinsip kolaborasi,
kebersamaan, kesatuan dalam melayani permintaan masyarakat dapat diselesaikan
dengan waktu yang singkat.

Shergold (2004:11) mendefiniskan whole of government sebagai pelayanan publik
oleh pemerintah yang bekerja lintas batas untuk mencapai tujuan bersama dan
memberikan tanggapan terpadu terhadap isu-isu tertentu.Pendekatan yang diambil bisa
pendekatan formal maupun pendekatan informal. Whole of government dapat
diaplikasi agar pemerintah dapat memberikan layanan berkualitas bagi masyarakat dan
meastikan bahwa pekerjaan yang diemban oleh aparatur pemerintahan dapat berjalan
efektif dan efisien.

WoG sering disamakan dengan konsep policy integration, policy coherence, cross-
cutting policy-making, joined-up government, concerned decision making, policy
coordination atau cross government. WoG memiliki karakteristik dengan konsep-
konsep tersebut, terutama karakterisktik integrasi institusi atau penyatuan pelembagaan
baik secara formal maupun informal dalam suatu wadah.Ciri lainnya adalah kolaborasi
yang terjadi antar sektor dalam menangani isu tertentu. Namun terdapat beberapa
perbedaan diantaranya bahwa WoG menekankan adanya penyatuan
keseluruhan (whole) elemen pemerintahan, sementara konsep-konsep tadi lebih
banyak menekankan pada pencapaian tujuan , proses integrasi institusi, proses

31

kebijakan dan lainnya sehingga penyatuan yang terjadi hanya berlaku pada sektor-
sektor tertentu yang dipandang relevan.

Sebagai institusi formal negara, pemerintah wajib mendorong tumbuhnya nilai-
nilai perekat kebangsaan yang menjamin bersatunya berbagai elemen kebangsaan
dalam satu frame. Whole of Government merupakan salah satu frame yang dapat
diterapkan dalam pemerintahan dalam rangka meminimalisir disintegrasi bangsa dan
menghilangkan fragmentasi sektor. Seluruh elemen Pemerintah, khususnya Aparatur
Sipil Negara (ASN) memiliki peran yang sangat besar terhadap terwujudnya whole of
government.

Beberapa alasan mengapa Whole of Government (WoG) sangat penting dan harus
mendapat perhatian dari pemerintah, diantara:
a. Faktor eksternal

Adanya dorongan publik dalam mewujudkan integrasi kebijakan, program
pembangunan dan pelayanan sehingga penyelenggaraan pemerintahan yang lebih baik
dapat tercipta. Selain itu, perkembangan teknologi informasi, situasi dan dinamika
kebijakan yang lebih kompleks juga mendorong penting WoG dalam menyatukan
intitusi pemerintah sebagai penyelenggara kebijakan dan layanan publik.
b. Faktor internal

Terdapat fenomena ketimpangan kapasitas sektoral sebagai akibat dari adanya
nuansa kompetisi antar sektor dalam pembangunan. Satu sektor bisa menjadi superior
terhadap sektor lain atau masing-masing sektor dapat tumbuh namun tidak dapat
berjalan beriringan, melainkan justru kontraproduktif atau “saling membunuh”.
Masing-masing sektor menganggap bahwa sektornya lebih penting dari sektor lainnya.

32

C. Rancangan Aktualisasi

Unit Kerja : UPTD SMP Negerti 19 Depok

Identifikasi Isu : - Kurangnya disiplin peserta didi

- Rendahnya nilai hasil belajar si

people.

- Kurangnya disiplin peserta didi

Isu yang Diangkat : Rendahnya nilai hasil belajar sisw

people.

Gagasan Pemecahan Isu : Meningkatkan Pemahaman Sub M

Siswa Kelas VII UPTD SMPN 19 D

Tab

Rancangan

No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Ke
M

3

ik dalam menghadiri kelas online Bahasa Inggris sesuai jadwal.
iswa mata pelajaran Bahasa Inggris pada sub materi describing

ik dalam mengumpulkan tugas Bahasa Inggris tepat waktu.
wa mata pelajaran Bahasa Inggris pada sub materi describing

Materi Describing People Melalui Guess The Picture Game Pada
Depok

bel 5 Kontribusi Penguatan Nilai

Aktualisasi Terhadap Visi-Misi Organisasi

eterkaitan Substansi
Mata Pelatihan

Organisasi

33

1. Melaksanakan a. Meminta waktu a. Disepakatinya Na
Me
konsultasi untuk konsultasi waktu untuk Ind
be
dengan mentor mengenai isu konsultasi me

mengenai yang akan Et
Me
rencana diangkat ya
izi
aktualisasi.

An
Da
de
de

W
Be
ba
hin
ko

b. Menyiapkan b. Tersedianya Ak
bahan untuk bahan konsultasi Be
konsultasi me
un

Ko

3

asionalisme Visi Terwujudnya
enggunakan Bahasa Santun sikap, budi pekerti
donesia yang baik dan yang luhur,
enar saat hendak Misi didasari Iman dan
eminta izin Pengembangan sikap taqwa.
dan kepribadian
tika Publik yang santun, beretika
enggunakan kalimat dan berestetika
ang sopan saat meminta tinggi.
in.

nti Korupsi
atang tepat waktu sesuai
engan kesepakatan
engan mentor

Whole of Government
erkoordinasi dengan
aik saat meminta izin
ngga terlaksananya
onsultasi

kuntabilitas
ertanggung jawab
empersiapkan bahan
ntuk konsultasi

omitmen Mutu

34

Me
ko

c. Melaksanakan c. Terlaksananya Na
konsultasi dan kegiatan Me
menyampaikan konsultasi dengan Ind
rancangan mentor be
aktualisasi yang
akan diangkat Et
Be
saa
me

Ko
Be
sun
da
ya
dia
ran

d. Mecatat segala d. Tersedianya Ak
masukan dan catatan hasil Ha
arahan yang konsultasi dit
diberikan oleh pe
mentor
Wh
Be
ba
seh

3

empersiapkan bahan
onsultasi dengan baik

asionalisme
enggunakan Bahasa
donesia yang baik da n
enar saat berkonsultasi

tika Publik
ersikap sopan santun
at berkonsultasi dengan
entor

omitmen Mutu
erkonsultasi dengan
ngguh-sungguh agar
apat mendapatkan hasil
ang baik, sehingga dapat
aplikasikan di
ncangan aktualisasi

kuntabilitas
asil konsultasi
tindaklanjuti dengan
enuh rasa tanggungjawab

hole of Government
erkoordinasi dengan
aik saat konsultasi
hingga dapat mencatat

35

seg
ara
ole

Analisa Dampak:
Jika saat berkonsultasi dengan mentor tidak menerapkan nilai-nilai nasio
akuntabilitas, maka pelaksanaan konsultasi dapat terjadi beberapa hal ya
bimbingan dan arahan dari mentor.

2. Menyusun a. Menganalisis a. Tersedianya KD Ak
yang akan dibahas Me
Rencana silabus ses
ya
Pelaksanaan pe
sil
Pembelajaran pe

(RPP)

Ko
Me
pe
ses
ser
me
me

An
Me
pe
me
tel
pe

3

gala masukan dan
ahan yang diberikan
eh mentor

onalisme, etika publik, anti korupsi, WOG, komitmen mutu dan
ang tidak diinginkan. Seperti miss communication serta kurangnnya

kuntabilitas Visi Unggul dalam
elaksanakan tugas Unggul dan Mandiri mutu akademis
suai tanggung jawab
aitu mengadakan Misi Terwujudnya
embelajaran sesuai Pelaksanaan warga sekolah
labus yang diberikan pendidikan dan yang memiliki
emerintah pembelajaran yang kemandirian
inovatif, kreatif dan
omitmen Mutu menyenangkan
enyusun perangkat
embelajaran dengan baik
suai dengan kurikulum
rta memanfaatkan
edia pembelajaran yang
enarik

nti Korupsi
enggadakan
embelajaran
enggunakna materi yang
lah diarahkan oleh
emerintah

36

b. Menganalisis b. Tersedianya Ko
materi materi Me
pembelajaran pembelajaran ma
KD
c. Mempersiapkan c. Tersedianya pa

bahan bahan Ma
Me
pembelajaran tup

Ko
Me
ya
pe
me
pe

Pe
Me
ses
ag
de
me
ya
pe

3


Click to View FlipBook Version