The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by DSDAID Dokumentasi, 2023-06-28 06:11:01

BAHAN BACAAN RENUNGAN

BAHAN BACAAN RENUNGAN

KEMAJUAN KERAJAAN ITU KEPENTINGAN KITA YANG TERTINGGI Renungan dan Doa Pembuka -- Saya akan membacakan dari kitab The Mount of Blessing, halaman 147, paragraf 1 sampai 3. Paragraf-paragraf ini adalah berlandaskan firman, “carilah olehmu dahulu akan Kerajaan Allah itu.” Mount of Blessing, hal. 147 : “Orang-orang yang mendengarkan kata-kata firman dari Kristus masih lagi mengharapkan dengan sungguh-sungguh beberapa pemberitahuan dari hal kerajaan dunia. Sementara Yesus membukakan kepada mereka perbendaharaan-perbendaharaan surga, maka masalah yang amat di pikirkan di dalam ingatan banyak orang adalah : Bagaimana suatu hubungan dengan Dia dapat meningkatkan harapan-harapan masa depan kita di dunia ini? Yesus menunjukkan, bahwa oleh memikirkan perkara-perkara dunia ini dengan penuh perhatian, maka mereka adalah bagaikan bangsabangsa kapir di sekelilingnya yang hidup bagaikan tanpa Allah, yaitu Dia yang mengawasi dengan kasih sayang atas segala mahluk-Nya.” “..... ‘Bapa semawimu mengerti, bahwa engkau memerlukan segala perkara ini. Tetapi carilah dahulu olehmu kerajaan Allah berikut Kebenaran-Nya, maka semua perkara ini akan dipertambahkan kepadamu.’ “ ..... Bukakanlah segala hatimu untuk menerima kerajaan ini, dan jadikanlah pelayanannya kepentinganmu yang tertinggi. Walaupun itu adalah kerajaan kerohanian, janganlah takut bahwa segala kebutuhanmu untuk hidup ini tidak akan diperhatikan. Jika saudara berserah diri kepada pelayanan Allah, maka Ia yang memiliki kuasa di surga dan di bumi akan memenuhi segala kebutuhanmu. “Yesus tidak akan melepaskan kita dari usaha yang diperlukan, tetapi Ia mengajarkan, supaya kita menjadikan Dia yang terutama dan yang terakhir dan yang terbaik di dalam segala perkara. Kita janganlah mengikat diri dengan kegiatan-kegiatan, atau, mengikuti arus, atau mencari kepelisiran yang dapat menghalangi pekerjaan dari Kebenaran-Nya itu di dalam tabiat dan kehidupan kita.


Apapun kita lakukan supaya dilakukan dengan sepenuh hati seolah-olah semuanya itu kepada Allah.” Marilah kita bertelut dan berdoa agar kiranya kita boleh jadikan kemajuan Kerajaan itu kepentingan kita yang tertinggi; agar kita tidak membiarkan sesuatu arus mengganggu pelayanan kita yang sepenuh hati kepada Tuhan; dan supaya kita yakin dengan sepenuh hati, bahwa Tuhan akan memenuhi segala kebutuhan kita. Hanya dengan begitulah kita tidak akan takut menghadapi hari depan. # 1AS1 MENARUH HARAPAN KITA SEPENUHNYA KEPADA TUHAN The Mount of Blessing, hal. 148 : “Yesus sewaktu Ia tinggal di bumi ini, Ia memuliakan kehidupan sampai kepada semua yang sekecil-kecilnya dengan cara mempertahankan di depan manusia kemuliaan Allah itu, dan dengan cara menyerahkan segala perkara kepada kehendak Bapa-Nya. Jika kita mengikuti teladanNya, maka jaminan-Nya kepada kita adalah, bahwa segala perkara yang diperlukan di dalam hidup ini ‘akan dipertambahkan.’ Kemiskinan atau kekayaan, penyakit atau kesehatan, kesederhanaan atau kebijaksanaan, semua disediakan di dalam janji kemurahan-Nya. “Uluran tangan Allah yang kekal menyelubungi jiwa yang datang kepada-Nya meminta bantuan, bagaimanapun lemahnya jiwa itu. Segala perkara yang berharga dari segala bukit itu akan binasa; tetapi jiwa yang hidup bagi Allah itu akan tinggal bersama Dia. ‘Dunia akan berlalu berikut segala napsunya, tetapi mereka yang melakukan kehendak Allah akan tetap selama-lamanya.’ Kota Allah akan membuka pintu-pintu gerbang keemasannya untuk menyambut dia yang telah belajar selama di bumi untuk bersandar pada Allah untuk pimpinan-Nya dan kebijaksanaan-Nya, untuk penghiburan dan harapan, di tengah-tengah berbagai bencana dan penderitaan. Nyanyian-nyanyian dari malaikat-malaikat akan menyambutnya di sana, maka baginyalah pohon alhayat akan mengeluarkan buahnya. ‘Gunung-gunung akan berlalu, dan bukitbukit akan berpindah; tetapi kemurahan-Ku tidak akan berpindah dari-padamu, bahkan janji perdamaian-Ku pun tidak akan


berubah, demikianlah firman Tuhan yang memiliki kemurahan atasmu.’” Dan dari hal apakah doa kita untuk hari ini? -- Ya, marilah kita berdoa bagi suatu kenyataan, supaya jika kita menaruh harapan kita sepenuhnya kepada Tuhan, berharap kepada-Nya bagi pimpinan dan kebijaksanaan, maka Ia tidak akan melalaikan kita. Kita hendaknya berdoa bagi suatu kenyataan supaya uluran tangan-Nya yang kekal itu akan selalu melingkungi jiwa yang berbalik kepada-Nya memohonkan bantuan; dan kita harus berdoa bagi iman yang mutlak di dalam janji-Nya, bahwa jika kita berserah dalam segala perkara kepada kehendak Bapa, maka segala perkara yang diperlukan di dalam hidup ini, “akan dipertambahkan” bagi kepentingan-kepentingan kita yang abadi. #1AS2 MEMIKUL BEBAN-BEBAN KITA BUKAN BEBAN-BEBAN HARI ESOK TETAPI BEBAN-BEBAN HARI INI Renungan Dan Doa Pembuka -- The Mount of Blessing. Kita akan membaca empat paragrap yang pertama. Semua ini adalah berlandaskan pada kata-kata firman yang berbunyi: “Oleh karena itu janganlah kamu kuatir karena hari esok ..... kecukupan sampai kepada hari itu adalah jahatnya sendiri.” Mount of Blessing, pp. 149, 150 : “Jika engkau telah menyerahkan dirimu kepada Allah untuk melaksanakan pekerjaan-Nya, maka engkau tidak perlu kuatir akan hari esok ...... Apabila kita mengambil ke dalam tangan kita pengendalian perkara-perkara dengan mana kita harus laksanakan, lalu bergantung kepada kepintaran kita sendiri bagi keberhasilannya, berarti kita mengambil suatu beban yang bukan diberikan Allah kepada kita ..... Kita mungkin saja memiliki kekuatiran, lalu mengetahui lebih dahulu akan bahaya dan kerugian; karena itu adalah pasti akan menimpa kita. Tetapi apabila kita betul-betul percaya, bahwa Allah mencintai kita, dan bahwa Ia bertujuan untuk berbuat yang baik bagi kita, maka kita hendaknya berhenti daripada meragukan hari depan kita. Kita hendaknya berharap


kepada Allah seperti halnya seorang anak kecil berharap akan orang tuanya yang penuh kasih sayang. Dengan demikian gangguan dan siksaan batin itu akan menghilang; sebab kehendak hati kita telah ditelan di dalam kehendak Allah.” “Kristus tidak menjanjikan kepada kita bantuan untuk memikul pada hari ini beban-beban hari esok…. Hanya satu hari saja adalah milik kita, maka sepanjang hari inilah kita harus hidup bagi Allah. Untuk satu hari inilah kita harus meletakkan ke dalam tangan Kristus dalam penyerahan yang sungguh-sungguh, semua maksud dan rencana kita, menyerahkan semua keperluan kita kepada-Nya, karena Ia mengawasi kita. ‘Aku tahu segala kepikiran, bahwa Aku memikirkan kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu kepikiran-kepikiran damai dan bukan yang jahat, untuk diberikan kepadamu yang paling diharapkan.’ ‘..... di dalam kesunyian dan di dalam keyakinan akan terdapat kekuatanmu.’ ” Marilah kita berdoa bagi suatu realisasi yang abadi, bahwa Allah telah menjanjikan bantuan untuk memikul beban-beban kita, bukan beban-beban hari esok melainkan beban-beban hari ini; Marilah kita berdoa agar supaya kita setiap hari meletakkan ke dalam tangan-Nya semua maksud dan rencana kita, semua keperluan dan kekuatiran kita. Hanya dengan begitulah dapatlah kita merasa pasti, bahwa di dalam “ketenangan dan dalam keyakinan” akan terdapat kekuatan kita. #1AS3 DOA TUHAN YESUS TELAH MEMBUAT DIA SEIMBANG KEPADA TUGAS-NYA Renungan Dan Doa Pembuka -- The Mount of Blessing, dimulai dengan paragrap yang pertama pada halaman 151. Pasal ini dilandaskan pada Doa Tuhan Yesus. Mount of Blessing, pp.151, 152 : “Doa Tuhan itu telah dua kali diberikan oleh Juruselamat, pertama kepada orang banyak dalam khotbah di atas gunung, lalu kembali beberapa bulan kemudian, kepada murid-murid itu saja. Murid-murid itu untuk sesuatu masa yang singkat berpisah dari Tuhan mereka, pada waktu mereka kembali, mereka mendapati Dia sedang tekun berhubungan


dengan Allah. Tampaknya Ia tidak menyadari akan kehadiran mereka, maka Ia terus saja berdoa dengan nyaring suara-Nya. Wajah dari muka Juruselamat adalah diterangi dengan suatu cahaya terang dari langit. Ia tampaknya berada di tengah-tengah kehadiran Dia Yang Tak Kelihatan itu, maka terdapat di sana suatu kuasa yang hidup di dalam kata-kata firman-Nya, seperti dari seseorang yang berbicara dengan Allah.” “Hati dari para murid yang mendengarkannya itu sangat tergerak. Mereka telah mencatat betapa sering Ia menghabiskan berjamjam lamanya di dalam kesepian seorang diri, untuk berhubungan dengan Bapa-Nya. Segala hari-hari-Nya dilalui-Nya dengan memberikan pelayanan kepada orang banyak yang datang berkerumun kepada-Nya, dan dengan membukakan kepada mereka kepura-puraan yang menyesatkan dari para ahli Torat, dan bekerja-Nya yang tak henti-hentinya ini sering sekali membuat-Nya sangat letih, sehingga ibu-Nya dan saudarasaudara-Nya dan bahkan segala murid-Nya merasa takut kalaukalau hidup-Nya akan menjadi korban.” Apa yang mereka takuti? Mereka takut kalau-kalau Yesus berbuat terlalu banyak, dan bahwa jika Ia terus-menerus demikian membebani kekuatan-Nya, Ia tidak akan hidup lama. Mereka merasa yakin Ia tidak akan lama lagi sakit dan akan meninggal. Adakah perkiraan-perkiraan mereka itu menjadi kenyataan? Tidak. Justru yang sebaliknya daripada apa yang ditakuti mereka yang telah jadi. Apakah yang telah membuat Dia seimbang kepada tugas-Nya? Bukankah itulah doa? Jika Yesus dapat memperoleh kekuatan yang cukup di dalam doa untuk melaksanakan tugasNya sehari-hari, maka mengapakah kita tidak? Marilah kita bertelut dan berdoa untuk ini. #1AS5 MENGUCAPKAN “BAPA KAMI” – BAHWA KITA SEMUA ADALAH SAUDARA-SAUDARA Renungan Dan Doa Pembuka -- The Mount of Blessing, p. 154 dimulai dengan paragrap yang pertama:


Mount of Blessing, p. 154 : “Yesus mengajarkan kepada kita supaya memanggil akan Bapa-Nya, Bapa kita. Ia tidak malu untuk memanggil kita saudara-saudara. Demikian kesediaan-Nya, demikian kesungguhan-Nya perasaan hati Juruselamat untuk menyambut kita sebagai anggota-anggota keluarga Allah, sehingga dalam kata-kata yang pertama sekali akan kita gunakan dalam menghampiri Allah, Ia menempatkan jaminan hubungan keilahian kita, yaitu “Bapa kita.” “Di sinilah pengumuman tentang kebenaran yang ajaib itu, yang begitu penuh dengan dorongan dan hiburan, bahwa Allah mengasihi kita seperti halnya Ia mengasihi Anak-Nya. Inilah yang Yesus katakan dalam doa-Nya yang terakhir bagi murid-muridNya, Engkau “telah mengasihi mereka seperti halnya Engkau telah mengasihi akan Daku.” “Dunia yang Setan telah nyatakan sebagai kepunyaannya dan telah memerintah atasnya dengan kekejamannya, oleh suatu keberhasilan yang luas Anak Allah telah menyelubunginya dengan kasih-Nya, lalu menghubungkannya kembali dengan tahta Yehovah. Malaikat-malaikat kerubium dan seraphim berikut jumlah-jumlah besar orang-orang yang tak terhitung banyaknya dari semua dunia-dunia yang tidak jatuh menyanyikan lagu-lagu pujian bagi Allah dan Anak Domba itu apabila kemenangan ini telah dipastikan. Mereka bersukaria karena jalan keselamatan telah terbuka bagi umat manusia yang sudah jatuh, dan karena bumi akan ditebus dari kutuk dosa. Betapa lebih lagi merekamereka itu yang seharusnya bersukaria, yaitu orang-orang yang menjadi objek dari kasih yang sedemikian besar ini!” Untuk mengucapkan “Bapa kami”, bukan Bapaku, terutama apabila berdoa di depan umum, membantu kita untuk menginsafi, bahwa kita semua adalah saudara-saudara. Allah mengasihi kita semua seperti halnya Ia mengasihi Kristus, maka Ia tidak akan mengecewakan kita jika kita berdoa dan hidup seperti doa Kristus dan teladan-Nya mengajarkan kepada kita. Ia tidak dapat menolak daripada kita jawaban terhadap doa-doa kita jika kita mengetahui apa yang kita sedang doakan, jika kita memohonkan perkaraperkara yang kita betul-betul perlu memiliki, yaitu perkara-perkara


yang Ia sendiri ingin sekali supaya kita miliki. Sebelum memohonkan sesuatu, kita wajib mempelajarinya terlebih dulu, supaya doa-doa kitapun dapat bertahan untuk selama-lamanya. Marilah kita bertelut. #1AS6 PENGERTIAN YANG TEPAT APA MANFAATNYA MENGUCAPKAN DOA TUHAN ITU Renungan Dan Doa Pembuka -- The Mount of Blessing, p. 155, dimulai dengan paragrap kedua. The Mount of Blessing, pp. 155, 156 : “Langkah yang pertama sekali dalam menghampiri Allah adalah mengetahui dan percaya akan kasih yang Ia miliki bagi kita; karena adalah oleh penarikan kasih-Nya, maka kita dipimpin datang kepada-Nya.” “Oleh menerima akan kasih Allah mengerjakan penyangkalan terhadap sifat mementingkan diri sendiri. Dengan memanggil akan Allah, Bapa kami, maka kita mengakui akan semua anak-Nya sebagai saudara-saudara kita. Kita semua adalah sebagian dari jaringan besar umat manusia, semua anggota dari suatu keluarga. Di dalam semua permohonan kita, kita supaya mengikut-sertakan juga semua sesama kita seperti akan diri kita sendiri. Tidak seorang pun dapat berdoa dengan benar jika mencarikan suatu berkat hanya bagi dirinya sendiri.” “….Yang ada di dalam sorga.’ Ia kepada siapa Kristus menganjurkan kepada kita supaya memandang sebagai ‘Bapa kami,’ ‘ada di dalam segala langit; Ia telah melakukan apa saja yang disukai-Nya.’ Di dalam pengawasan-Nya kita boleh tinggal dengan aman, sambil mengatakan, Kapan saja saya takut, saya akan berharap kepada-Mu.” Apakah yang dianjurkan oleh bacaan itu bagi kita untuk didoakan? Bagi suatu kesenangan terhadap kasih Allah dan bagi suatu pengertian yang lebih baik terhadap-Nya; untuk pengertian yang tepat dari hal apa manfaatnya mengucapkan doa Tuhan itu; bagi hikmat untuk mengetahui mengapa kita memanggil akan Allah sebagai Bapa kita, mengapa kita adalah anggota-anggota dari


suatu keluarga, saudara-saudara dari suatu rumah tangga; bagi kemurahan supaya ingat berdoa bukan hanya bagi kita sendiri melainkan juga bagi sesama-sesama kita, dan bahkan bagi musuh-musuh kita. #1AS7 TIDAK MELAKUKAN YANG MEMPERMALUKAN TERHADAP NAMA YANG SANGAT TERHORMAT ITU Renungan Dan Doa Pembuka — The Mount of Blessing, dimulai dengan paragrap yang pertama pada halaman 157. Mount of Blessing, p. 157 : “Menjunjung kesucian nama Tuhan mewajibkan kepada kita bahwa kata-kata dengan mana kita berbicara dari hal Makhluk Yang Maha Kuasa itu supaya diucapkan dengan penuh hormat. Suci dan tertinggilah namaNya.” Kita supaya jangan sekali dalam cara apapun juga melakukan dengan remeh terhadap gelar-gelar atau nama dari Tuhan .....” “Tetapi menunjung kesucian nama Tuhan berarti lebih lagi dari ini ..... Dari hal sidang Kristus ada tertulis, ‘Inilah nama itu dengan mana perempuan itu akan dipanggil, yaitu Tuhan Kebenaran kita.’ Nama itu ditaruh pada setiap pengikut Kristus. Itulah waris dari anak Allah. Keluarga itu dipanggil menurut nama Bapa. Nabi Yeremia, dalam masa kekecewaan dan aniaya Israel yang sangat hebat telah berdoa, Kami dipanggil sesuai nama-Mu; janganlah kiranya meninggalkan kami! .....” “Dalam setiap tindakan kehidupan Saudara harus memanifestasikan nama Allah. Permintaan ini disampaikan kepadamu supaya memiliki tabiat-Nya. Saudara tak mungkin dapat menjunjung tinggi kesucian nama-Nya, Saudara tak mungkin dapat mewakili-Nya untuk berhadapan dengan dunia, jika tidak Saudara mewakili hidup dan tabiat Allah di dalam hidup dan tabiatmu sendiri. Ini dapat Saudara lakukan hanya melalui penerimaan kemurahan dan kebenaran Kristus.” Menyadari bahwa Allah telah mengakui kita di hadapan manusia dan malaikat-malaikat sebagai anak-anak-Nya, maka marilah kita


berdoa supaya “kiranya tidak kita melakukan sesuatu yang mempermalukan terhadap ‘nama yang sangat terhormat itu oleh mana kamu telah terpanggil.’ ” Marilah kita berdoa supaya kita dapat menjadi wakil-wakil-Nya yang sejati. #1AS8 DOA SAJA TIDAK AKAN MEMBAWA KITA KE DALAM KERAJAAN ITU KITA HARUS BEKERJA BAGI PENDIRIANNYA Renungan dan Doa Pembuka -- The Mount of Blessing, paragraf yang pertama pada halaman 159. Mount of Blessing, p. 159 : “Allah adalah Bapa kita, yang mencintai dan mengawasi kita bagaikan anak-anak-Nya; Kepentingan-kepentingan dari Kerajaan-Nya adalah kepentingankepentingan kita, maka kita harus bekerja bagi pendiriannya.” “Murid-murid Kristus sedang mengharap-harapkan kedatangan dengan segera Kerajaan kemuliaan-Nya; tetapi dalam memberikan kepada mereka doa ini Yesus mengajarkan, bahwa Kerajaan itu tidak akan diperdirikan pada waktu itu. Mereka harus berdoa bagi kedatangannya sebagai suatu peristiwa yang masih jauh di depan. Namun permohonan ini pun merupakan suatu jaminan bagi mereka. Sementara mereka tidak akan memandang kedatangan Kerajaan itu di masa hidupnya, kenyataan bahwa Yesus meminta mereka berdoa untuk itu, adalah bukti bahwa dalam masa pilihan Allah sendiri itu akan pasti datang.” Apakah pengertian yang terkandung di dalam bacaan ini? Hal apakah yang harus kita doakan? -- Supaya kita dapat mengerti, bahwa doa saja tidak akan dapat membawa kita ke dalam Kerajaan itu; bahwa kerja adalah setiap bagian kecil yang sama diperlukan seperti hal berdoa. Ya, segala kepentingan KerajaanNya hendaknya menjadi yang tertinggi di dalam pikiran kita. Kita harus “bekerja” bagi pendiriannya sama seperti halnya kita berdoa untuk itu. #1AS9 MENYESUAIKAN KEMAUAN KITA DENGAN KEHENDAK ALLAH


Renungan dan Doa Pembuka -- The Mount of Blessing, dimulai dengan paragraf yang terakhir pada halaman 159. The Mount of Blessing pp.159, 160 : “….. ’Kerajaan dan kekuasaan, dan kebesaran kerajaan di bawah seluruh langit’, akan diberikan kepada ‘umat kesucian dari Yang Maha Tinggi.’ Mereka akan mewarisi kerajaan yang telah disediakan baginya ‘semenjak berdirinya dunia.’ Maka Kristus akan mengambil bagi diri-Nya sendiri kuasa-Nya yang besar itu dan akan memerintah..... Hanya orang-orang yang mengabdikan dirinya bagi pekerjaan-Nya, akan mengatakan, ‘Di sinilah hamba; utuslah hamba’, mencelekkan mata-mata yang buta, membalikkan orang-orang dari ‘kegelapan kepada terang, dan dari kuasa Setan kepada Allah, supaya mereka boleh memperoleh pengampunan dosa-dosa, dan mewarisi bersama-sama mereka yang disucikan’, -- mereka sendiri berdoa dengan sungguh-sungguh, ‘Datanglah kerajaanMu.’ ” Semua baris kalimat-kalimat ini menceritakan kepada kita bahwa orang-orang yang dengan sungguh-sungguh berdoa “Datanglah kerajaan-Mu”, orang-orang yang mengabdikan dirinya bagi pekerjaan Allah, orang-orang yang lidahnya telah disentuh dengan batu-batu bara dari medzbah (yang memandang akan dirinya sendiri sebagai orang-orang berdosa), dan yang kemudian mengatakan, “Di sinilah hamba; utuslah hamba”, adalah khusus orang-orang yang pantas untuk diutus ke dalam kebun anggur Allah di masa ini. Dan sekarang bagaimanakah hendaknya doa kita? -- Supaya kita dapat dengan sadar mengatakan, “Datanglah kerajaan-Mu”, sambil menyadari, bahwa kita sedang betul-betul mengatakan, bahwa kita sedang melakukan apa saja yang dapat kita buat untuk mengatakan kata-kata itu, bahwa kita sedang bekerja dengan tak henti-hentinya untuk itu; bahwa kita sedang menyesuaikan diri dengan kehendak Tuhan seperti halnya malaikat-malaikat. Betapa ironisnya bagi seseorang yang mengucapkan doa Tuhan itu sementara melakukan sesuatu yang lain daripada berusaha bagi kegenapannya! Itu adalah bagaikan seseorang yang


mengatakan, “Berikanlah saya tanganmu”, sementara pada waktu yang sama ia mengibaskannya. Doa yang sedemikian justru merupakan suatu bentuk hujat. Kita hendaknya berdoa supaya kita menyesuaikan kemauan kita dengan kehendak Allah, setia di dalam pekerjaan-Nya, dan jujur kepada milik-Nya saja. #1AS10 SUPAYA HUKUM ALLAH ITU DAPAT TERTULIS DI DALAM HATI KITA Renungan dan Doa Pembuka -- Mount of Blessing, halaman 161, dimulai dengan paragraf yang pertama. Mount of Blessing, p. 161 : “Kehendak Allah dinyatakan di dalam pasal-pasal dari Hukum-Nya yang suci, maka prinsip-prinsip dari Hukum ini adalah prinsip-prinsip dari surga..... Tetapi di dalam surga, pelayanan tidak diberikan dalam roh penurutan terhadap undang-undang. Sewaktu Setan memberontak melawan hukum Jehovah, maka ingatan, bahwa terdapat sebuah hukum datang kepada malaikat-malaikat itu hampir-hampir bagaikan sesuatu kejutan saja terhadap sesuatu yang tidak terpikirkan. Dalam segala pelayanan mereka malaikat-malaikat itu bukanlah sebagai pelayan-pelayan, melainkan sebagai anak-anak lelaki. Terdapat persatuan yang sempurna di antara mereka dengan Penciptanya. Kepatuhan bagi mereka bukanlah sesuatu yang menjemukan. Cinta terhadap Allah membuat pelayanan mereka sesuatu kesukaan. Demikianlah di dalam setiap jiwa di dalam mana terdapat Kristus, harapan kemuliaan itu, kehadiran-Nya, kata-kata firman-Nya kembali dibunyikan, ‘Aku suka melaksanakan kehendak-Mu, ya Allahku; sesungguhnya, Hukum-Mu terdapat di dalam hatiku.’ “Permohonan yang berbunyi, ‘Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti halnya di dalam Surga’, adalah suatu doa, bahwa merajalelanya kejahatan di atas bumi ini akan berakhir, bahwa dosa akan untuk selama-lamanya dibinasakan, dan Kerajaan kesucian akan diperdirikan. Kemudian di bumi seperti halnya di dalam Surga akan digenapi ‘segala kehendak baik dari kebaikanNya.’ ”


Kita supaya sekarang berdoa agar supaya hukum Allah itu dapat tertulis di dalam hati kita; supaya kita mematuhi hukum itu karena kita menghendaki begitu, bukan karena kita harus begitu; supaya kita menyadari bahwa pemeliharaan kita akan hukum-hukum Allah itu adalah untuk kebaikan kita sendiri. Dan di atas segala-galanya, hendaklah kita berdoa supaya kesukaan kita yang terbesar adalah dalam melaksanakan kehendak-Nya. Dengan demikian inilah kiranya kehendak Allah jadi di atas bumi seperti halnya di dalam surga. #1AS11 KEPENTINGAN KITA YANG PERTAMA MEMPERCEPAT KEDATANGAN KERAJAAN ALLAH Renungan dan Doa Pembuka -- The Mount of Blessing, halaman 162, 163. Bacaan ini berlandas pada firman Alkitab, “Berikanlah kami pada hari ini makanan harian kami.” Mount of Blessing, pp. 162, 163 : “Setengah bagian yang pertama dari doa yang diajarkan Yesus kepada kita, adalah mengenai nama dan kerajaan dan kehendak Allah, supaya namaNya dapat dihormati, Kerajaan-Nya diperdirikan, kehendak-Nya terlaksana. Apabila anda telah melakukan pelayanan terhadap Allah sedemikian sebagai perhatianmu yang terutama, maka anda boleh meminta dengan keyakinan bahwa segala keperluanmu sendiri pun dapat dipenuhi..... Janganlah putus asa jika anda tidak memiliki cukup bagi hari esok. Anda memiliki jaminan dari janjiNya, ‘Engkau akan tinggal di tanah itu, dan sungguh-sungguh engkau akan dikenyangkan.’ ” Yesus tidak mengeluarkan apapun dari gudang, begitulah misalkan. Ia menerima setiap hari suatu persediaan yang segar bagi semua kebutuhan-Nya, bagi diri-Nya sendiri dan bagi pekerjaan-Nya. Ya, setiap perkara -- pokok-pokok bagi ajaranajaran-Nya, anggur pada perkawinan, roti untuk memberi makan orang banyak, dan bahkan uang untuk membayar pajak. Semua


ini diperoleh-Nya karena Ia memerlukan semuanya itu. Tidak pernah Ia kekurangan sesuatu. Jika kita menjadikan Kerajaan Allah itu sebagai usaha kita yang terutama seperti yang dilakukanNya, bekerja untuk Itu seperti halnya Ia telah bekerja untuk Itu, berdoa seperti halnya Ia berdoa, percaya seperti yang Ia percayai, maka tak akan ada alasan bagi kita untuk menerima kurang dari apa yang telah diterima-Nya. Kekayaan Surga akan tersedia bagi kita. Sesungguhnya Ia menjaminkan kepada kita : “Segala perkara ini akan dipertambahkan kepadamu.” Sekarang apakah yang akan kita doakan? Kita hendaknya berdoa supaya kepentingan kita yang pertama-tama bukanlah terutama itu yang melengkapi diri kita dengan harta benda dunia ini, tetapi, sebaliknya yang mempercepat kedatangan Kerajaan Allah; berdoalah supaya kita boleh sungguh-sungguh menyadari bahwa adalah urusan-Nya dan kerelaan-Nya untuk melayani segala kebutuhan kita, dan bahwa kita menjadikan itu sebagai usaha kita dan senang untuk melayani semua kepentingan-Nya. #1AS12 MEMENTINGKAN DIRI SENDIRI AKAN MEMBAWA KEMELARATAN – PENGATURAN DAN KETERBUKAAN MEMBAWA KELIMPAHAN Renungan Dan Doa Pembuka -- The mount of Blessing, halaman 163, sesudah mana kita akan menggabungkan diri dalam suatu sembahyang musiman. The Mount of Blessing, p. 163 : “Apabila kita berdoa, ‘Berikanlah kepada kami hari ini makanan harian kami,’ kita memohon pula untuk orang lain seperti akan diri kita sendiri. Maka kita akui, bahwa apa yang Allah berikan kepada kita adalah bukan bagi diri kita sendiri ..... ‘Barangsiapa yang menabur sedikit akan menuai juga sedikit; dan barang siapa yang menabur dengan limpahnya akan kelak juga menuai dengan limpahnya’ ..... dengan mengajarkan kepada kita untuk memohon setiap hari bagi apa yang kita perlukan, baik berkat-berkat duniawi maupun berkatberkat rohaniah, Allah mempunyai suatu maksud untuk di laksanakan bagi kebaikan kita.”


Pengalaman dari Lembaga ini adalah suatu ilustrasi dari kenyataan bahwa barangsiapa yang memberkahi orang lain, mereka sendiripun akan juga diberkahi. Saudara ketahui bahwa lembaga ini mulai didirikan dalam tahun 1935, tepat di tengahtengah masa depresi ekonomi dan bahwa pekerjaannya dimulai dengan tidak lebih dari hanya sebuah wahyu dari Tuhan. Dalam segala hal permulaannya adalah yang terkecil daripada semua yang kecil dan yang termiskin daripada semua yang miskin. Maka sementara banyak orang dan badan-badan usaha yang tak terhitung banyaknya jatuh bangkrut, ia malahan terus bertumbuh dan berkembang maju. Ia telah diberkahi sedemikian karena gantinya ia menimbun sendiri berkat-berkat karunia Allah yang diperolehnya, ia malahan dengan bebasnya membelanjakan diri bagi keberkatan orang lain. Oleh karena Lembaga ini sejak mulanya sampai kepada hari ini dengan cara tidak mementingkan diri sedang membawakan berkat-berkat bagi orang-orang lain, walaupun dalam masa depresi, ia telah menjadi sebagaimana adanya, maka setiap orangpun dapat pula menuai berkat-berkat, jika mereka mengikuti aturannya yang sama. Sesuai dengan itu kita hendaknya berdoa supaya kita dikaruniakan pengertian dari hal apakah maksudnya mengatakan, “Berikanlah kepada kami hari ini makanan harian kami”; dan supaya mengetahui, bahwa mementingkan diri sendiri akan membawa kepada kemelaratan dan, bahwa pengaturan dan keterbukaan membawa kepada kelimpahan; supaya kita sebagai orang-orang Kristen memahami secara pasti, bahwa mengambil nama Kristus ialah melaksanakan apa yang diperbuat Kristus -- yaitu memberkahi manusia, membuat dunia supaya mengetahui, bahwa kita berada di sini untuk berbuat kebaikan baginya, bukan untuk menjadi beban baginya. #1AS13 MEMILIKI KASIH TERHADAP SAUDARA-SAUDARA KITA – MENGAMPUNI SEGALA KESALAHAN ORANG LAIN Renungan Dan Doa Pembuka – The Mounth of Blessing, halaman 166, dimulai dengan paragraf yang pertama. Bacaan ini adalah berlandaskan kata-kata firman, “Ampunilah kiranya segala dosa kami; karena kami pun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami.”


Mount of Blessing, p. 166 : “Yesus mengajarkan, bahwa kita dapat memperoleh keampunan dari Allah hanya seperti kita mengampuni orang-orang lain. Itulah kasih Allah yang menarik kita kepada-Nya, dan kasih itu tak dapat menyentuh hati kita tanpa kita sendiri menciptakan juga kasih bagi saudara-saudara kita.” “Setelah menyelesaikan sepenuhnya doa Tuhan itu, maka Yesus menambahkan : ‘Jika kamu memaafkan orang segala kesalahan mereka, maka Bapa semawimu akan mau juga mengampuni kamu. Tetapi jika kamu tidak memaafkan orang segala kesalahan mereka, maka Bapamu pun tidak akan mengampuni segala pelanggaranmu. Barangsiapa yang tidak tahu memaafkan, ia memutuskan saluran utama satu-satunya melalui mana ia dapat memperoleh keridlaan dari Allah. Kita hendaknya jangan berpikir, bahwa kecuali kalau orang-orang yang telah menyakiti kita itu mengakui kesalahan mereka, kita akan dibenarkan dalam menahan daripada mereka pemberian maaf kita. Tak dapat diragukan, bahwa adalah bagian mereka untuk merendahkan hati mereka oleh pertobatan dan pengakuan; namun kita harus memiliki suatu roh kasih sayang terhadap orang-orang yang telah bersalah melanggar kita, apakah mereka akui atau tidak kesalahan-kesalahan mereka. Bagaimanapun sakitnya mereka mungkin telah menyakiti kita, kita supaya tidak menyayangi semua kesakitan kita, lalu bersimpati terhadap diri kita sendiri karena semua luka kita; melainkan sebagaimana kita berharap untuk diampuni segala pelanggaran kita melawan Allah, kita hendaknya mengampuni juga semua orang yang telah melakukan jahat terhadap kita.” Sekarang, apakah yang akan menjadi pokok doa kita pada hari ini? Supaya kita dapat memiliki kasih terhadap saudara-saudara kita; supaya kita mengampuni segala kesalahan orang lain apakah mereka itu mengampuni kita atau tidak dari segala kesalahan kita, supaya kita mengakui semua dosa kita, tanpa memandang apakah orang lain juga mungkin berbuat begitu. -#1AS14


MEMPERCAYAI KASIH YESUS BAGI KITA DAN MEMBAGIKAN KASIH ALLAH ITU Renungan Dan Doa Pembuka -- Mount of Blessing, halaman 168, The Mount of Blessing, p. 168: “Suatu hal yang penting bagi kita agar supaya kita boleh memperoleh dan membagikan kasih Allah yang suka mengampuni itu ialah mengetahui dan mempercayai kasih yang Ia miliki bagi kita. Setan sedang bekerja melalui setiap penipuan yang dapat ia kuasai dengan tujuan supaya kita tak akan dapat melihat kasih itu. Ia akan membawa pikiran kita untuk mengira, bahwa semua kesalahan kita dan pelanggaranpelanggaran kita itu sudah sangat parah, sehingga Tuhan tidak akan menaruh perhatian terhadap doa-doa kita, dan Ia tidak akan memberkahi dan menyelamatkan kita. Di dalam diri kita sendiri kita tak dapat melihat apapun terkecuali kelemahan, tak ada apapun yang baik dari kita untuk disampaikan kepada Allah, dan setan mengatakan kepada kita, bahwa itu adalah tidak perlu; kita tidak dapat mengobati semua cacat tabiat kita. Apabila kita mencoba untuk datang kepada Allah, maka musuh akan membisikkan, bahwa adalah tidak perlu bagimu untuk berdoa; bukankah kamu sudah melakukan kejahatan itu? Tidakkah kamu berdosa melawan Allah, dan melanggar kesadaran hatimu sendiri? Namun kita dapat mengatakan kepada musuh, bahwa “darah Yesus Kristus PuteraNya menyucikan kita dari semua dosa.” Apabila kita merasa bahwa kita berdosa dan tidak dapat berdoa, maka itulah waktunya untuk berdoa. Kita mungkin saja malu, dan merasa sangat hina; namun kita harus berdoa dan percaya .....” Di sini terlihat, bahwa adalah maksud pendidikan setan untuk mengecilkan hati kita, untuk membuat kita menyangka, bahwa Allah tidak mencintai kita, dan bahwa Ia tak dapat menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita. Oleh karena itu kita harus menolak bisikan-bisikan musuh itu. Apabila kita menyadari akan diri sendiri sebagai orang-orang berdosa, maka itulah waktu yang tepat bagi kita untuk datang kepada Allah, dan untuk menerima kasih-Nya dan sepenuhnya percaya kepada-Nya.


Sekarang marilah kita berdoa untuk suatu kesadaran yang sungguh-sungguh, bahwa Allah sedang sibuk untuk menyelamatkan orang-orang berdosa, yang mana kita adalah yang terutama. Bahwa tak menjadi soal berapa dalampun kita mungkin telah berdosa, jika kita menjauhi kejahatan dan memilih untuk melakukan yang baik. Ia akan dengan senang hati memberikan pengampunan kepada kita. #1AS15 SETAN HANYA DAPAT BERHASIL JIKA KITA SENDIRI YANG MEMUNGKINKANNYA The Mount of Blessing, dimulai dengan paragraf yang pertama pada halaman 170. Halaman ini adalah berlandaskan kata-kata firman, “Janganlah membawa kami ke dalam cobaan, melainkan lepaskanlah kami dari si jahat.” Mount of Blessing, halaman 170 : “Pencobaan adalah bujukan untuk berdosa, dan ini tidak datang dari Allah, melainkan dari Setan, dan dari kejahatan hati kita sendiri. ‘Allah tak dapat dicobai dengan kejahatan, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun.’ ‘Setan berusaha untuk membawa masuk kita ke dalam pencobaan, supaya tabiat-tabiat kita yang jahat dapat dibukakan ke hadapan manusia dan malaikat-malaikat, supaya ia dapat menuntut kita sebagai miliknya ..... Musuh membawa kita ke dalam dosa, dan kemudian ia menuduh kita di hadapan seluruh langit semesta sebagai tak pantas memperoleh kasih Allah ..... ” Setiap pencobaan dilawan, setiap ujian dipikul dengan berani, memberikan kepada kita suatu pengalaman baru dalam pembangunan tabiat. Jiwa yang melawan pencobaan oleh perantaraan kuasa Ilahi menunjukkan kepada dunia dan kepada alam semesta kesempurnaan kemurahan Kristus. Di sini terlihat bahwa Setan adalah penggoda terbesar terhadap jiwa-jiwa kita, bahwa ia tak henti-hentinya berusaha untuk membuat kita jatuh. Namun ia tak dapat berbuat apa-apa melawan kita jika hati kita benar dengan Allah, dan jika kita tinggal di dalam lingkungan pagar yang Ia telah dirikan mengelilingi kita. Setan


hanya dapat berhasil, jika kita sendiri yang memungkinkannya. Jika kita dengan rela menyerah untuk berdosa, maka demikianlah kita menyerah kepada Setan dengan suka rela. Janganlah kita lupa bahwa tak seorangpun dapat terus berjalan mengikuti jalannya sendiri dan pada waktu yang sama berdoakan doa Tuhan itu tanpa membuat dirinya sendiri menjadi pembohong. Tetapi orang-orang yang dengan sepenuh hati mengambil Tuhan oleh firman-Nya dan membiarkan Dia mengendalikan langkah-langkah mereka, mereka tidak akan pernah keliru. Hendaklah kita berdoa untuk termasuk di antara kelas orang-orang yang terakhir ini. #1AS17 DOSA ADALAH MEMBUTAKAN DAN MENYESATKAN SIFATNYA The Mount of Blessing, halaman 171, dimulai dengan paragraf yang kedua. Bacaan ini adalah kelanjutan dari bacaan kita Sabat yang lalu, yang dilandaskan pada Doa Tuhan Yesus. Mount of Blessing, p. 171 : “Adalah tidak aman bagi kita untuk terus bertele-tele merenungkan berbagai keuntungan yang akan di pungut melalui penyerahan kepada anjuran-anjuran setan. Dosa berarti penghinaan dan malapetaka bagi setiap jiwa yang memanjakan diri di dalamnya; namun ia itu menbutakan dan menyesatkan dalam sifatnya, dan ia akan membujuk kita dengan sajian-sajian yang menyesatkan. Jika kita mengadu untung pada tempatnya setan, kita tidak memiliki jaminan perlindungan dari kekuasaannya. Sejauh yang terletak pada kita, kita hendaknya menutup setiap jalan masuk oleh mana penggoda itu dapat menemukan jalan untuk menemui kita. “Doa yang berbunyi, ‘Janganlah membawa kami ke dalam pencobaan,” itupun merupakan sebuah janji. Jika kita mengikat diri kita kepada Allah, maka kita boleh memiliki jaminan, ‘Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melebihi kemampuanmu; namun dengan cobaan itu juga Ia akan memberikan suatu jalan kelepasan sehingga kamu boleh mampu memikulnya.”


Kita akan bertelut sekarang dan berdoa agar kiranya kita boleh menyadari, bahwa dosa adalah membutakan dan menyesatkan dalam sifatnya; bahwa ia itu membawa kepada penghinaan dan malapetaka; dan bahwa untuk berada pada pihak yang aman kita jangan sekalipun berpikir untuk menyerah kepada anjuran-anjuran setan, karena sekali kita mengadu nasib pada tempatnya kita tidak akan dapat mengharapkan perlindungan Allah. Kita hendaklah juga berterima kasih kepada Tuhan bagi jaminan yang menenteramkan, bahwa jika kita sepenuhnya mengikat diri kepada-Nya, maka Ia tidak akan membiarkan kita dicobai melebihi kemampuan kita. #1AS18 JIKA KITA MENGIKUTI KRISTUS, KITA TIDAK AKAN PERNAH GAGAL The Mount Of Blessing, dimulai dari paragraf kedua, halaman 172. Month Of Blessing, p. 172. “Kristus tidak akan meninggalkan jiwa yang bagi siapa Ia telah mati. Jiwa boleh saja meninggalkan-Nya, dan diliputi dengan godaan; tetapi Kristus tidak pernah berpaling dari seorang bagi siapa Ia telah membayar tebusan dengan hidupNya sendiri..... “Terima kasih pada Tuhan, kita tidak ditinggalkan sendirian. Ia yang sangat mengasihi dunia, karena Ia telah memberikan anakNya yang tunggal, barang-siapa yang percaya kepada-Nya tidak akan binasa, melainkan mendapat hidup yang kekal; tidak akan meninggalkan kita dalam peperangan dengan musuh Allah dan manusia. ‘Lihatlah,’ Ia berfirman, Aku akan memberikan kuasa kepadamu untuk menginjak ular-ular naga dan kalajengkingkalajenking, dan melebihi semua kekuasaan musuh; dan tidak akan ada sesuatupun dengan apa saja yang menyakiti kamu.’ “Hidup berhubungan dengan Kristus yang hidup, dan Ia akan memegangmu dengan erat dengan tangan yang tidak akan pernah pergi. Mengetahui dan percaya bahwa Allah telah mengasihi kita, dan engkau aman; karena kasih adalah benteng pertahanan bagi semua angan-angan dan serangan-serangan setan. ‘Nama Tuhan adalah menara yang kuat; kebenaran mengalir dalamnya, dan adalah keselamatan’.”


Kita hendaknya berdoa bagi iman untuk membolehkan kita tahu pasti bahwa Kristus tidak akan berpaling dari kita, dan bahwa jika kita mengikut Dia kita tidak akan pernah gagal dalam usaha-usaha kita. Kita hendaknya memuji Dia karena membuat mungkin bahwa sekalipun kita dapat, sebagaimana yang sudah datang pada ularular naga dan kalajengking-kalajengking, mereka tidak akan menyakiti kita. #1AS19 The Mount of Blessing,” halaman 174, dimulai dengan paragraf yang pertama. Judul dari bacaan ini adalah, “Engkaulah yang empunya kerajaan, dan kuasa, dan kemuliaan.” MEMOHON ROH-NYA MEMIMPIN UNTUK MENUNJUKKAN JALAN YANG BNEAR PADA SETIAP PERSIMPANGAN JALAN Mount of Blessing, p. 174 : “Kalimat terakhir seperti halnya kalimat yang pertama dari doa Tuhan Yesus itu, menunjuk kepada Bapa kita sebagai di atas semua kuasa dan penguasa dan setiap nama yang disebut ..... Di tengah-tengah pergolakkan nasional dan kehancuran, langkah-langkah dari para murid itu dikelilingi berbagai bahaya, dan seringkali hati mereka dikekang oleh ketakutan. Mereka akan menyaksikan Yerusalem sebagai kota yang sunyi, sebagai kaabah yang akan hanyut, tempat ibadahnya yang untuk selamanya berakhir, dan Israel akan tercerai berai ke semua negeri, yang bagaikan kehancuran kapal pada suatu pantai yang hampa. Yesus mengatakan : “Kamu akan mendengar dari hal perang-perangan, dan berita-berita peperangan,” “Bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan; dan akan terdapat berbagai kelaparan, dan berbagai penyakit sampar, dan gempa-gempa bumi, di berbagai tempat. Semua ini adalah permulaan dari segala penderitaan.” Namun pengikutpengikut Kristus tidak perlu takut, bahwa harapan mereka telah lenyap, atau bahwa Allah telah meninggalkan bumi. Kuasa dan kemuliaan adalah milik-Nya, yaitu Dia yang semua maksud-Nya yang besar masih akan terus bergerak dengan tidak terhalang sampai semuanya itu tercapai. Dalam doa yang menyuarakan kebutuhan mereka setiap hari, murid-murid Kristus dibawa untuk memandang ke atas semua kuasa dan pemerintahan si jahat, yaitu


kepada Tuhan Allah mereka, yang kerajaan-Nya memerintah atas semua, dan bahwa Ialah Bapa mereka dan Temannya yang kekal.” Murid-murid mengharapkan Yerusalem yang ada dalam zaman mereka itu akan menjadi ibu kota dari Kerajaan Allah yang besar. Namun bertentangan dengan harapan-harapan mereka, Yesus memberitahukan, bahwa Yerusalem akan menjadi suatu kerobohan batu, dan sebuah kaabah yang hancur! Jadi, berulang kali kita dibawa untuk menyaksikan, bahwa kita sebagai mahlukmahluk yang terbatas tidak pernah mengetahui akan rencanarencana Allah. Sesungguhnya, kita perlu berdoa memohonkan Roh-Nya untuk memimpin kita terus menerus, dan untuk menunjukkan kepada kita jalan yang benar pada setiap persimpangan sepanjang perjalanan kita menuju Akhirat. Marilah kita sekarang berdoa agar supaya pengetahuan akan semua kebenaran ini akan membuat kita menjadi seperti yang seharusnya bagi kita. #1AS20 TIDAK ADA ORANG YANG OLEH DIRINYA SENDIRI DAPAT MEMAJUKAN ATAU MENGHALANGI PEKERJAAN ALLAH The Mount of Blessing, halaman 175, paragraf yang terakhir. Mount of Blessing, p. 175 : “Dalam khayal nabi Yeheskiel terlihat adanya suatu tangan di bawah sayap-sayap dari malaikat cerubium. Ini akan mengajarkan kepada segala hamba-Nya, bahwa itulah kuasa Ilahi yang memberikan kepada mereka keberhasilan. Orang-orang yang Allah pekerjakan sebagai hambahamba-Nya janganlah merasa, bahwa pekerjaan-Nya adalah bergantung pada mereka. Mahluk-mahluk yang serba terbatas tidak dibiarkan melaksanakan beban tanggung jawab ini. Dia yang tidak tidur itu, yang senantiasa bekerja untuk penyelesaian segala rencana-Nya, akan meneruskan pekerjaan-Nya sendiri. Ia akan menghalangi segala rencana orang-orang jahat, dan Ia akan membawa kepada kekacauan segala maksud orang-orang yang merencanakan jahat melawan umat-Nya. Dia yang Raja, Tuhan serwa sekalian alam itu, bertahta di antara malaikat-malaikat cerubium, dan di tengah-tengah peperangan dan kekacauan


segala bangsa Ia mengawal semua anak-anak-Nya dengan tenang. Dia yang memerintah di dalam segala langit adalah Juruselamat. Ia mengukur setiap cobaan, Ia memperhatikan dapur api yang harus menguji setiap jiwa. Apabila segala benteng rajaraja kelak ditaklukkan, apabila segala busur panah amarah akan kelak menghantam menembusi hati segala musuh-Nya, maka umat-Nya akan tetap terlindung di dalam tangan-tangan-Nya.” Untuk apakah kita hendak berdoa sekarang? -- Saya pikir kita hendaknya berdoa untuk mengetahui, bahwa Allah, bukan manusia, sedang berada pada pimpinan pekerjaan; untuk mengetahui, bahwa tidak ada orang yang oleh dirinya sendiri dapat memajukan atau menghalangi pekerjaan Allah; bahwa hanya Allah sendiri yang dapat melaksanakan semuanya; bahwa kita tidak perlu merasa pekerjaan Allah itu bergantung pada kita; bahwa jika kita senantiasa ingat akan hal ini, maka kita akan berjalan makin dekat dengan Dia. Inilah yang saya percaya, yang perlu kita doakan untuk hari ini. #1AS21 JANGAN LAH MENGADILI SUPAYA KAMU PUN TIDAK DIADILI The Mount of Blessing, halaman 177. Kita sekarang memulai dengan sebuah pasal baru yang berjudul, “Janganlah mengadili melainkan melaksanakan.” Ini berlandaskan pada kata-kata firman yang mengatakan, “Janganlah mengadili supaya kamu pun tidak diadili.” Mount of Blessing, p. 177 : “Usaha untuk memperoleh keselamatan oleh jerih payah diri sendiri, haruslah membawa orang kepada menumpukkan semua tuntutan ciptaan manusia sebagai suatu garis batas melawan dosa. Karena, melihat bahwa mereka gagal untuk mematuhi hukum, maka mereka akan menciptakan berbagai peraturan dan tatacaranya sendiri untuk memaksakan diri mereka sendiri untuk menurut. Semua ini mengalihkan pikiran dari Allah kepada diri sendiri. Cinta-Nya lenyap dari dalam hati, dan bersamaan dengan itu binasalah cinta terhadap sesama manusianya..... Suasana mementingkan diri dan cara kritikan yang sempit menggagalkan perasaan-perasaan mulia


dan pemurah, dan membuat orang menjadi hakim-hakim yang mementingkan diri sendiri dan menjadi orang-orang yang gemar mematai-matai masalah-masalah orang lain..... “ ‘Janganlah mengadili barang sesuatu sebelum masanya, sebelum Tuhan datang, apabila Ia akan membukakan segala perkara gelap yang tersembunyi dan akan menyingkapkan segala rencana hati.’ ‘Kita tak dapat membaca hati manusia. Diri kita sendiri bersalah, maka kita tak patut duduk dalam pengadilan terhadap orang-orang lain. Manusia-manusia yang serba terbatas dapat mengadili hanya melalui penglihatan terhadap yang lahiriah. Hanya Dia saja yang mengetahui segala sumber rahasia daripada perbuatan, dan yang berlaku lemah lembut dan kasih sayang, yang diijinkan untuk menentukan perkara dari setiap jiwa.....’ “ Betapa indahnya bacaan ini sebagai pelajaran bagi semua orang Kristen, dan terutama bagi kita sendiri. Maka sekarang marilah kita berdoa kiranya Allah menolong kita supaya kita tidak mengadili orang lain; supaya kita tidak mencari-cari salah, supaya kita tidak membesar-besarkan masalah-masalah kecil, dan supaya kita tidak mengkritik-kritik saja; lalu menunjukkan diri kita sebagai teladan. Marilah kita berdoa agar supaya kita boleh mengetahui, bahwa Allah telah memanggil kita untuk mengajarkan Kebenaran, bukan untuk memaksakan orang kepada Kebenaran. Juga tidak untuk mengusir orang dari Kebenaran. Allah telah meminta setiap orang untuk menjadi pengawal terhadap hanya perbuatan-perbuatannya sendiri. Jika kita melaksanakan ini, maka tangan-tangan kita akan penuh, tak ada lagi ruangan untuk selebihnya. Satu-satunya pengawal terhadap umat-Nya adalah nabi-nabi-Nya yang Allah pernah tempatkan di bawah pengawasan-Nya sendiri. #1AS22 KEWAJIBAN KITA TIDAKLAH MENGKRITIK ORANG LAIN MELAINKAN MEMBICARAKAN DAN MEMPERAKTEKKAN KEBENARAN ITU The Mount of Blessing, halaman 180, paragraf satu. Bacaan ini dilandasi pada kata-kata firman yang berbunyi, “Mengapakah


engkau memandang kepada sebuah titik kecil yang di dalam mata saudaramu?” Mount of Blessing, p. 180 : “Bahkan kalimat yang berbunyi, ‘Engkau yang mengadili melakukan juga perkara-perkara yang sama,’ tidak mencapai besar dosanya dia yang dengan congkak mengeritik dan menuduh akan saudaranya..... Apabila ia berpikir ia telah berhasil menemukan suatu kesalahan dalam tabiat atau kehidupan, maka ia adalah sangat bersemangat untuk mencoba menunjukkannya; tetapi Yesus menyatakan, bahwa justru sifat tabiat yang berkembang untuk melakukan pekerjaan yang tidak bersifat Kristus ini, adalah berbanding dengan kesalahan yang dikritikkan bagaikan perbandingan sebuah balok terhadap sebuah titik kecil. Adalah karena kegagalan seseorang akan roh kesabaran dan kasih yang telah membawanya membuat sebuah dunia dari sebutir atom kecil..... Sesuai dengan lambang yang digunakan oleh Juruselamat kita, barangsiapa yang memanjakan suatu roh suka mencela adalah bersalah oleh dosa yang lebih besar dari dosa orang yang dituduhnya; sebab ia bukan saja ikut berdosakan dosa yang sama, melainkan menambahkan juga kepadanya kesombongan dan celaan.” Setan sedang membuat taraf tingkatnya dengan sebaik-baiknya untuk membuat kita melanggar dalam hal ini supaya kita akan hilang untuk selamanya. Allah tidak menguasakan kepada siapapun untuk menjadi polisi terhadap orang lain. Hanya saja Allah oleh perantaraan nabi-nabi-Nya menegor dosa, tetapi tidak pernah dengan menggunakan paksaan dalam cara apapun juga. Maukah kita bertelut sekarang, dan berdoa bagi suatu kenyataan, supaya kewajiban kita tidaklah mengeritik orang lain ataupun membesar-besarkan kesalahan orang lain, melainkan membicarakan dan mempraktikkan Kebenaran itu? Lebih dari itu, Saudara-Saudariku, kita tidak perlu melangkah jauh. Selebihnya adalah terserah kepada para hadirin dan anggota-anggota kita. Biarkanlah mereka memutuskan bagi dirinya sendiri apa yang terbaik bagi jiwa maupun tubuh. Kebenaran tidak perlu didorong masuk sampai ke dalam kerongkongan. #1AS23


MENGHIDUPKAN HUKUM KE-EMASAN – MEMPERHATIKAN LANGKAH-LANGKAH KITA SENDIRI The Mount of Blessing, dimulai dengan paragraf yang kedua pada halaman 181. Mount of Blessing, pp. 181, 182 : “..... Mungkin ada suatu kegemaran pengamatan yang menyenangkan untuk menemukan kecelaan-kecelaan orang lain, namun kepada setiap orang yang memanjakan roh ini Yesus mengatakan, ‘Hai munafik, pertamatama keluarkanlah dahulu balok dari dalam matamu sendiri; dan barulah kamu akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan titik kecil dari mata saudaramu.’ Barangsiapa yang bersalah, ialah yang pertama sekali harus dicurigai. Oleh menuduh orang lain ia berusaha untuk merahasiakan atau memaafkan kejahatan hatinya sendiri.” “Apabila orang memanjakan roh penuduh ini, maka mereka tidak akan puas dengan hanya menunjukkan apa yang dikiranya suatu kecelaan pada saudara mereka. Jika dengan usaha-usaha yang halus mereka gagal untuk mendorongnya berbuat sesuai apa yang disangka mereka harus diperbuat, maka mereka akan siap untuk memaksa dengan kekerasan. Sejauh apa yang berada dalam kekuasaan mereka, maka mereka akan memaksa orang-orang untuk setuju dengan pendapat-pendapat mereka yang dikiranya benar itu.” Kita perlu berdoa bagi kekuatan untuk melawan kritikan terhadap orang lain daripada terhadap diri kita sendiri dan dengan demikian supaya makin dekat kita kepada Kristus dan supaya kita memperoleh dengan limpah karunia-Nya. Belum pernah saya melihat seorang ayah atau seorang ibu mengeritik putera ataupun puteri mereka. Apabila para orang tua mendengar orang lain mengeritik anak-cucu mereka, maka kritikan-kritikan itu seringkali menimbulkan perkara. Tetapi orang-orang yang sama yang putera-puterinya dikeritik itu, seringkali mengeritik orang lain dengan mengira, bahwa mereka melakukan itu demi kebaikan orang-orang yang mereka kritik. Jika mereka betul-betul percaya, bahwa kritikan mereka itu timbul oleh kasih untuk membantu dan bukan untuk menyakiti, dan bukan untuk meninggikan reputasi


nama mereka dan menutupi dosa, maka cobalah ceritakan kepada saya mengapa kritikan-kritikan itu tidak memberikan kepada anakanak mereka sendiri beberapa manfaatnya? Marilah kita berdoa memohonkan kemurahan Kristus untuk memungkinkan kita melayani orang lain seperti yang kita inginkan mereka melayani kita, bukan untuk menutupi diri sendiri dalam dosa dengan cara mencari-cari kesalahan dari praktik ibadah mereka. Memperhatikan langkah-langkah kita sendiri adalah segala-galanya yang dapat kita lakukan. BERDOA BAGI SUATU PERUBAHAN HATI, BAGI KEINSYAFAN The Mount of Blessing, dimulai pada halaman 182. Mount of Blessing, p. 182 : “Kristus tidak mengusir orang, melainkan menarik mereka kepada-Nya. Satu-satunya paksaan yang Ia gunakan ialah dorongan kasih. Apabila sidang mulai berusaha mencarikan bantuan kuasa dunia, maka terbuktilah, bahwa ia telah kehilangan kuasa Kristus -- dorongan kasih Ilahi itu. “Tetapi kesulitannya terletak pada anggota-anggota sidang secara pribadi, dan di sinilah, bahwa pengobatan itu harus dikerjakan. Yesus menghimbau kepada penuduh itu pertama-tama supaya membuang dahulu balok dari dalam matanya sendiri, meninggalkan rohnya yang suka mencari-cari salah orang lain itu, mengakui dan meninggalkan dosanya sendiri, sebelum mencoba memperbaiki orang lain..... Apa yang anda perlukan ialah suatu perubahan hati. Anda patut memiliki pengalaman ini sebelum anda pantas untuk memperbaiki orang lain; karena ‘dari dalam hati yang melimpah mulut berbicara.’ “Apabila datang sesuatu krisis di dalam hidup seseorang, dan anda mencoba untuk memberikan nasehat atau petuah, maka kata-katamu itu akan hanya memiliki bobot pengaruh untuk kebaikan sejauh teladan dan rohmu sendiri yang telah mencapai bagimu. Anda harus menjadi baik sebelum anda dapat berbuat baik. Anda tidak mungkin dapat memberikan suatu pengaruh yang


akan merubah orang lain sebelum hatimu sendiri direndahkan dan diperbaiki dan dibuat lemah lembut oleh karunia Kristus. Apabila perubahan ini berhasil ditempa di dalam dirimu, maka ia itu kelak sama secara alamiah seperti akan halnya belukar bunga mawar memberikan kembang-kembangnya yang wangi, atau pokok anggur yang mengeluarkan rangkaian buah-buahnya yang ungu, demikian pula bagimu hidup untuk memberkati orang lain. Kita perlu berdoa untuk suatu perubahan hati; berdoa bagi suatu keinsyafan, bahwa memiliki suatu roh suka mencari-cari salah orang adalah bahkan lebih buruk daripada berusaha mencarikan bantuan kuasa dunia, dan bahwa menegakkan suatu teladan yang baik dapat merupakan satu-satunya bobot pengaruh kita untuk kebaikan. #1AS25 GANTINYA MENUDUH – MENGHUKUM ORANG LAIN KITA MEMBANTU, MEMBERKATI DAN MENYELAMATKAN MEREKA The Mount of Blessing, dimulai pada halaman 183, paragraf yang terakhir. Mount of Blessing, p. 183 : “Jika Kristus berada di dalam kamu ‘harapan kemuliaan itu’, maka kamu tidak akan memiliki sifat suka memperhatikan orang lain, untuk membukakan kesalahankesalahan mereka kepada umum. Gantinya mencari untuk menuduh dan menghukum, ia itu dapat merupakan obyekmu untuk menolong, untuk memberkati, dan untuk menyelamatkan. Dalam berurusan dengan orang-orang yang berada dalam kesalahan, maka anda dapat memperhatikan nasehat yang berbunyi, ’Perhatikanlah dirimu sendiri, supaya tidak kamu juga kena cobaan.’ Anda dapat terus ingat seberapa kali anda telah bersalah, dan bagaimana sulitnya untuk menemukan jalan yang benar apabila anda pernah sekali meninggalkannya. Anda tidak akan mendorong saudaramu ke dalam kegelapan yang lebih besar, melainkan dengan hati yang penuh kasihan akan menceritakan kepadanya dari hal bahayanya.”


“Barangsiapa yang memandang selalu kepada salib Golgota itu, sambil mengenangkan, bahwa dosa-dosanya telah menempatkan Juruselamat di sana, tidak akan pernah mencoba untuk mengukur tingkat kesalahannya dengan memperbandingkan kepada kesalahan orang lain. Ia tidak akan memanjat untuk duduk pada kursi pengadilan untuk membawa tuduhan melawan orang lain. Tak mungkin terdapat roh suka mengeritik atau roh meninggikan diri pada pihak orang-orang yang berjalan di bawah bayangan salib Golgota.” Dari sini kita saksikan, bahwa keperluan kita ialah berdoa memohon Kristus untuk tinggal di dalam kita, sehingga gantinya melihat-lihat kesempatan untuk menuduh atau menghukum orang lain dan membukakan kesalahan mereka kepada umum, kita akan mencari setiap kesempatan untuk membantu mereka, untuk memberkati mereka, untuk menyelamatkan mereka. Kita hendaknya berdoa bagi suatu keinsyafan yang mendalam terhadap dosa kita sendiri; berdoa agar roh suka mengeritik dan roh meninggikan diri dapat lenyap untuk selama-lamanya dari kita. Kemudian kita tidak akan merasa bebas untuk menaiki kursi pengadilan dan menuduh siapapun. #1AS26 KRISTUS DINYATAKAN DI DALAM KITA The Mount of Blessing, halaman 184, paragraf yang terakhir: “Sebelum anda merasa, bahwa anda dapat mengorbankan harga diri sendiri, dan bahkan mengorbankan nyawa untuk menyelamatkan seorang saudara yang bersalah, mengeluarkan balok itu dari dalam matamu, sehingga anda siap untuk menolong saudaramu. Kemudian barulah anda dapat menghampirinya, dan menyentuh hatinya. Tak ada orang yang pernah dapat diperbaiki setelah melakukan kesalahan, dengan cara dituduh-tuduh dan dicari-cari kesalahannya; melainkan justru banyak yang dengan demikian telah terhalau dari Kristus, dan telah terbawa untuk memeteraikan hati mereka melawan pengakuan bersalah. Suatu roh yang lemah lembut, suatu pembawaan diri yang baik dan menarik, mungkin dapat menyelamatkan orang yang bersalah dan menutupi sejumlah besar dosa. Pernyataan Kristus di dalam tabiatmu sendiri akan memiliki daya pengobahan terhadap semua orang dengan siapa anda berhubungan. Hendaklah setiap hari


Kristus dinyatakan di dalam dirimu, maka Ia akan menyatakan daya kreasi firman-Nya melalui kamu, yaitu suatu pengaruh pendorong yang halus tetapi kuat untuk menghidupkan kembali jiwa-jiwa lain di dalam keindahan Tuhan Allah kita.” Menurut penglihatan Ilham tak seorangpun dari kita adalah pantas untuk mencari menemukan kesalahan orang lain. Adakah anda mencatat apa yang kita baca? Bahwa hanyalah apabila kita telah sampai pada tingkat bahwa kita rela mengorbankan nyawa kita bagi seorang saudara yang bersalah, maka baharulah kita pantas dan mampu untuk menolong orang lain memperbaiki kesalahankesalahan mereka. Di bawah terang ini, apakah kiranya keperluan kita, Saudarasaudariku? Tidakkah kita hendak berdoa memohonkan sebuah pengalaman agar supaya Kristus dinyatakan di dalam kita; berdoa memohonkan sebuah pengalaman yang akan mempersiapkan kita untuk membantu orang-orang lain dan bukannya menghalangi mereka; berdoa untuk memperoleh suatu pengaruh Kebenaran yang halus dan dorongan yang kuat terhadap mereka? Kemudian kelak kita akan mampu untuk mendekati mereka yang bersalah itu dengan bijaksana, mampu menyentuh hati mereka, dan menunjukkan kepada mereka kesalahan-kesalahannya. Hanya dengan begitulah mereka akan mendengarkan kita, tetapi bukan sebelumnya. --#1AS27 KEBENARAN AKAN MEMBUAT ANDA MERDEKA The Mount of Blessing, halaman 186, paragraf satu dan dua. Anda akan mencatat, bahwa paragraf-paragraf ini adalah berlandaskan pada kata-kata firman yang berbunyi : “Janganlah memberikan barang yang suci kepada anjing-anjing.” Mount of Blessing, p. 186 : “Yesus di sini menunjuk kepada suatu kelas orang-orang yang tidak memiliki kemauan untuk menjauhkan diri dari perhambaan dosa. Oleh bermanja-manja dalam pelanggaran dan kejahatan, maka derajat alami mereka merosot sedemikian rupa sehingga mereka berpegang kepada kejahatan, dan tidak mau berpisah daripadanya. Hamba-hamba


Kristus janganlah membiarkan diri mereka dihalangi oleh orangorang yang akan membuat Injil itu hanya sekedar suatu bahan perdebatan dan tertawaan.” “Tetapi Juruselamat tidak pernah melewati satu jiwapun, bagaimanapun tenggelam dia di dalam dosa, yang rindu untuk menerima kebenaran-kebenaran surga yang mahal harganya itu. Kepada para pemungut cukai dan wanita-wanita pelacur kata-kata firman-Nya merupakan permulaan dari suatu kehidupan yang baru..... Di bawah suatu bentuk rupa kebencian dan penghinaan, bahkan di bawah kejahatan dan kemerosotan, mungkin tersembunyi suatu jiwa yang kemurahan Kristus dapat selamatkan, untuk bercahaya bagaikan suatu butir mutiara pada mahkota Juruselamat.” Di sini kita saksikan, bahwa dalam kata-kata pernyataan-Nya, “Janganlah memberikan barang yang suci kepada anjing-anjing”, Kristus memerintahkan kepada pengikut-pengikut-Nya supaya berhenti dari mencoba menanamkan sesuatu Kebenaran Alkitab kepada orang-orang yang tidak berminat untuk dibebaskan dari dosa. Terlepas dari bagaimana jauhnya seseorang mungkin telah jatuh dalam dosa, Allah tidak akan melalaikan satu jiwapun yang rindu memperoleh pertolongan, dan rindu untuk memperoleh dan mempraktikkan Kebenaran. Dengan jaminan ini, marilah kita berdoa memohonkan tambahan kerinduan untuk melepaskan diri dari perhambaan dosa. Sebenarnya perkara yang penting bukanlah bagaimana baiknya atau bagaimana jeleknya kita sekarang atau keadaan kita sampai sekarang, melainkan bagaimana peka dan patuhnya kita kepada Kebenaran sekarang pada waktu ini sementara Kebenaran itu terus terbuka. Inti yang sebenarnya dari doa kita hendaknya supaya kita menangkap sebuah gambaran dari Kebenaran itu yang memerdekakan jika diterima sementara gulungan lembaran itu terus terbuka. #1AS28 PINTALAH – MENYATAKAN KERINDUAN KITA TERHADAP NASIHAT DAN PERTOLONGAN-NYA The Mount of Blessing, halaman 187, paragraf yang kedua. Paragraf ini dilandasi dengan kata-kata firman yang berbunyi :


“Pintalah, maka ia itu akan diberikan kepadamu; carilah, maka engkau akan dapat; ketoklah, maka ia itu akan dibukakan kepadamu.” Mount of Blessing, p. 187 : “Tuhan tidak menentukan secara terperinci berbagai persyaratan terkecuali supaya engkau berlapar akan kemurahan-Nya, merindukan nasehat-Nya, dan mengharapkan kasih-Nya. “Pintalah.” Meminta membuktikan, bahwa anda menyadari akan kebutuhan anda; maka jika anda memohon dalam iman, anda akan menerima..... Apabila anda memohonkan berkat-berkat yang anda perlukan, supaya anda dapat menyempurnakan suatu tabiat yang sama dengan tabiat Kristus, maka Tuhan menjaminkan kepada anda, bahwa anda sedang memohon sesuai dengan suatu janji yang akan dipertimbangkan. Bahwa anda merasa dan mengetahui anda adalah seorang berdosa, adalah merupakan landasan yang cukup untuk memohonkan kemurahan dan kasih-Nya. Persyaratan untuk anda dapat datang kepada Allah bukanlah, bahwa anda harus menjadi suci, melainkan bahwa anda merindukan Dia untuk menyucikan anda daripada semua dosa, dan membersihkan anda daripada semua kejahatan. Argumentasi yang menyatakan, agar kita dapat memohon sekarang dan selamanya adalah kebutuhan kita yang besar, keadaan kita yang sepenuhnya tak kuasa, sehingga membuat Dia dan kuasa penebusan-Nya itu sesuatu yang diperlukan.” Betapa terjaminnya janji yang tiga kali diulangi ini bagi kita orangorang berdosa. Tuhan tidak menyajikan persyaratan-persyaratan yang sulit dan sukar untuk dipenuhi. Ia hanya mengatakan, “Pintalah.” Dengan memohonkan berkat-berkat yang kita perlukan untuk menyempurnakan tabiat-tabiat kita dalam Kristus, kita menyatakan kerinduan kita terhadap nasehat-Nya dan pertolongan-Nya, dengan begitu kita membuktikan bahwa kita betul-betul menginsyafi akan ketidak mampuan kita tanpa pertolongan-Nya. Apabila kita melakukan ini, maka kita tidak perlu takut bahwa Tuhan akan mengecewakan kita. Sesungguhsungguhnya tidak karena Ia adalah orang yang teguh pada katakata-Nya.


Mengingat akan hal ini, maka apakah yang akan kita doakan pada sore hari ini? Cukuplah agar kita boleh menginsyafi akan semua keperluan kita, agar kita boleh merindukan untuk disucikan dari semua dosa, dan agar supaya kita boleh memohon dalam iman, sambil meyakini bahwa kita kelak akan menerima. #1AS29 MENCARI TUHAN The Mount of Blessings halaman 188 Paragraf yang pertama menjelaskan ucapan, “Carilah, maka kamu akan mendapat”, paragraf yang kedua menjelaskan kata-kata, “Ketoklah, maka ia itu akan dibukakan kepadamu.” “ ‘Carilah.’ Merindukan bukan saja terhadap berkat-Nya, melainkan juga terhadap diri-Nya. ‘Perkenalkanlah sekarang dirimu kepada-Nya, dan tenanglah.’ Carilah, maka engkau akan mendapat. Allah sedang mencari akan dikau, maka kerinduan utama yang kau rasakan untuk datang kepada-Nya itu, tak lain adalah penarikan dari Roh-Nya sendiri. Pasrahkanlah dirimu kepada penarikan itu. Kristus sedang menghimbau demi untuk kepentingan orang-orang yang kena cobaan, untuk kepentingan orang-orang yang bersalah, dan mereka yang kurang percaya. Ia sedang berusaha untuk mengangkat mereka menjadi sahabatNya. ‘Jika anda mencari Dia, maka anda akan menemui-Nya.’ “ ‘Ketoklah.’ Kita datang kepada Allah oleh suatu undangan istimewa, maka Ia menunggu untuk menyambut kita untuk masuk ke dalam ruangan pertemuan-Nya. Murid-murid yang pertama yang mengikuti Yesus dahulu tidak puas karena percakapan mereka dengan-Nya di jalan secara terburu-buru; mereka mengatakan, ‘Ya Rabi, di manakah Anda tinggal?..... Mereka datang dan melihat di mana Ia tinggal, lalu mereka tinggal bersama-Nya pada hari itu.’ Demikian pula kita dapat diterima berhubungan dan menjadi akrab dengan Dia. ‘Dia yang berdiam di tempat rahasia Yang Maha Tinggi itu akan tetap tinggal di bawah bayangan perlindungan Yang Maha Kuasa.’ Hendaklah semua orang yang merindukan berkat Allah, mengetok dan menunggu pada pintu kemurahan dengan keyakinan teguh, sambil berkata, Karena Engkau, Ya Tuhan, telah berjanji, bahwa setiap orang


yang meminta akan mendapat, dan barangsiapa yang mencahari akan menemukan, dan bagi dia yang mengetok itu akan dibukakan.” Bukan saja, bahwa kita diundang untuk mencari Tuhan, tetapi juga kita diberi jaminan, bahwa usaha pencarian kita tidak akan sia-sia. Kerinduan utama kita untuk datang kepada-Nya adalah dorongan dari Roh-Nya sendiri. Terhadap dorongan penarikan ini kita patut berserah diri. Marilah sekarang kita berdoa bagi keteguhan iman kita terhadap janji-Nya agar supaya jika kita mencari, maka kita akan mendapat; jika kita mengetok, maka ia itu akan dibukakan kepada kita. #1AS30 TUHAN MENGARUNIAKAN PEMBERIAN KARUNIA ROH SUCI Mount of Blessing, p. 188 : “Yesus.....merindukan dengan sangat agar orang banyak itu dapat menyukai kemurahan dan kasih sayang Allah. Sebagai gambaran dari kebutuhan mereka itu dan dari kerelaan Allah untuk mengaruniakan kepada mereka, Ia mengemukakan ke hadapan mereka seseorang anak yang lapar yang sedang meminta roti kepada orangtuanya di bumi ini. KataNya, “manusia yang bagaimanakah di antara kamu, yang apabila anaknya meminta roti, ia akan memberikan batu kepadanya?” Ia menghimbau perasaan kasih sayang alamiah orangtua terhadap anaknya, lalu mengatakan, “Jika kamu yang jahat pun masih mengerti bagaimana memberikan pemberian-pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi kelak Bapamu yang di dalam surga akan mengaruniakan lebih lagi kepada mereka yang memohon kepada-Nya, bukan?” Tak ada orang yang memiliki hati seorang bapa akan memalingkan diri dari anaknya yang lapar yang sedang meminta roti kepadanya. Mungkinkah mereka berpikir, bahwa ia akan mampu mempermainkan anaknya dengan cara memberikan harapan-harapan yang hanya untuk mengecewakannya? .....Maka patutkah seseorang mempermalukan Allah oleh menyangka, bahwa Ia tidak akan menjawab semua permohonan anak-anak-Nya? “…..Roh Suci, sebagai wakil dari diri-Nya sendiri, adalah karunia yang terbesar dari segala macam pemberian. Semua ‘perkara


yang baik’ adalah terkandung di dalam-Nya. Khalik sendiri tak dapat memberikan kepada kita yang lebih besar maupun yang lebih baik.....” Jika kita tidak percaya terhadap apa yang Allah katakan kepada kita, jika kita tidak yakin terhadap apa Ia katakan mengenai diri-Nya, maka kita mempermalukan Dia. Ia sangat merindukan untuk mengaruniakan kepada kita pemberianpemberian, namun hanya jika kita menghendakinya. Ia khususnya ingin mengaruniakan kepada kita pemberian yang terbesar itu -- karunia Roh Suci. Dengan sendirinya, bahwa dengan karunia ini semua pemberian lainnya sudah juga dikaruniakan. Karunia inilah yang dipinta oleh Sulaiman, maka dengannyalah ia telah memperoleh semua karunia lainnya dengan limpah. Marilah kita juga berdoa untuk karunia yang besar ini. Justru inilah yang Allah hendak mengaruniakan kepada kita jika kita mau hanya dengan sepenuh hati dan sejujurnya berjanji -- untuk menggunakan karunia itu secara positif sesuai yang dikehendaki-Nya daripada kita untuk menggunakannya. #1AS31 DATANG KEPADA TUHAN MEMINTA DENGAN KESEDERHANAAN ANAK KECIL The Mount of Blessing, halaman 190, dimulai dengan paragraf yang terdapat pada pertengahan halaman itu. Mount of Blessing, p. 190 : “Setiap janji yang terdapat di dalam firman Allah memperlengkapi kita dengan masalah pokok untuk berdoa, mengemukakan kepada kita penegasan jaminan Allah sebagai pegangan kepastian kita. Apapun berkat rohani yang kita perlukan, adalah hak kewajiban kita untuk memintanya melalui perantaraan Yesus. Kita boleh memberitahukannya kepada Tuhan dengan kesederhanaan seorang anak kecil sesuai dengan apa saja yang sebenarnya kita perlukan. Kita boleh mengemukakan kepada-Nya masalah-masalah kita yang ada : memohon kepadaNya roti dan pakaian seperti juga akan roti hidup dan akan jubah kebenaran Kristus. Bapa semawimu mengerti, bahwa engkau memerlukan semua perkara ini, maka kamu diundang untuk memohonkannya kepada-Nya. Adalah oleh perantaraan nama


Yesus, maka semua yang berkenan dapat diperoleh. Allah akan menghargai nama itu, dan Ia akan menyediakan bagimu semua keperluan itu dari kekayaan-kekayaan kerelaan hati-Nya.” Marilah kita sekarang simpulkan apa saja yang akan kita doakan pada hari ini. Kita perlu berdoa untuk mendapatkan iman yang kokoh terhadap jaminan bahwa tanpa memandang apakah itu berkat-berkat rohani ataupun badani yang mungkin kita perlukan, adalah hak dan kewajiban kita untuk pergi kepada Tuhan dengan kesederhanaan seorang anak kecil lalu memohon semua berkat ini di dalam nama Yesus. Kita perlu berdoa memohonkan pertolongan meminta kepada Allah supaya memenuhi janji-Nya; berdoa agar Ia merealisasikan janji-Nya sesuai dengan yang dikatakan-Nya apabila Ia berjanji untuk menghargai nama Yesus dan untuk memenuhi semua kebutuhan kita dari semua kelimpahan kekayaan-Nya. #1AS33 DATANGLAH KEPADA ALLAH SEPERTI ANAK-ANAK KECIL The Mount of Blessing, p. 191 : “Namun janganlah lupa, bahwa dalam menghampiri Allah sebagai seorang bapa, anda mengakui hubungan anda dengan Dia sebagai seorang anak. Anda tidak saja menaruh harap kepada kebaikan-Nya, tetapi dalam segala hal anda harus berserah kepada kehendak-Nya, memahami bahwa kasih-Nya adalah tidak berobah. Serahkanlah diri anda kepada pekerjaan-Nya. Adalah bagi mereka Ia telah menghimbau untuk mencari dahulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, sehingga Yesus telah memberikan janji, “Pintalah, maka kamu akan memperoleh.” “Karunia-karunia dari Dia yang memiliki semua kuasa di dalam Sorga dan di bumi adalah tersimpan bagi anak-anak Allah. Karunia-karunia yang demikian bernilai yang semuanya itu datang kepada kita melalui pengorbanan darah Juruselamat yang sangat berharga itu; karunia-karunia yang akan memuaskan keinginankeinginan hati yang terdalam; karunia-karunia yang kekal selamalamanya yang akan diperoleh dan dinikmati oleh semua orang yang hendak datang kepada Allah sebagai anak-anak kecil. Menagih janji-janji Allah sebagai janji-janjimu sendiri,


kemukakanlah semua itu ke hadapan-Nya seperti akan kata-kataNya sendiri, maka anda akan memperoleh kegembiraan sempurna.” Marilah kita berdoa supaya menjadi kenyataan, bahwa hubungan kita dengan Allah adalah bagaikan hubungan anak kecil dengan orangtuanya; bahwa kita menaruh harap kepada Allah dalam segala perkara seperti seorang anak kecil menaruh harap kepada orangtuanya; bahwa kita mengerti jika kita pasrahkan diri kita sepenuhnya kepada kehendak dan pekerjaan-Nya, maka kita boleh memohon dan akan menerima; bahwa Ia menyimpan bagi kita karunia-karunia yang akan memuaskan keinginan hati yang terdalam, karunia-karunia yang kekal selama-lamanya; dan bahwa jika kita pergi hanya kepada-Nya sebagai anak-anak kecil lalu berpegang pada kata-kata-Nya, maka semua janji ini yang di dalam Firman-Nya akan menjadi milik kita. #1AS34 PERBUATLAH JUGA DEMIKIAN OLEHMU KEPADA MEREKA The Mount of Blessing, halaman 192 dan 193 “Dengan jaminan kasih Allah terhadap kita, Yesus menghubungkan kasih antara satu terhadap lainnya, di dalam suatu prinsip yang berarti yang meliputi semua hubungan antar manusia.” “Orang-orang Yahudi memikirkan tentang apa yang mereka akan peroleh; keinginan hatinya adalah untuk mengumpulkan apa yang mereka kira adalah kekuasaan milik mereka, dan hormat dan pelayanan. Tetapi Kristus mengajarkan, bahwa keinginan hati kita janganlah hendaknya, Berapa banyak yang akan kita peroleh? Melainkan, Berapa banyak yang dapat kita beri? Standar ukuran bagi kewajiban kita terhadap orang-orang lain terdapat dalam apa yang kita sendiri akan menganggap sebagai kewajiban mereka terhadap kita.” “Setiap orang yang telah dijadikan penatalayan dari sekian banyak kemurahan Allah dipanggil untuk memberikan kepada jiwa-jiwa yang dalam kebodohan dan kegelapan, sama seperti juga, jika ia berada pada tempat mereka, ia ingin mereka memberikan kepadanya……


“Demikian pula dengan karunia-karunia dan berkat-berkat dari hidup ini : apapun juga yang mungkin anda miliki melebihi semua sesamamu, ia itu menempatkan kamu di tempat berhutang, yang sebanyak itu, kepada semua orang yang kurang beruntung.” Apakah yang akan kita doakan bagi hari ini? Agar supaya kita dapat menghirup prinsip utama dari Peraturan Keemasan itu, dan menyadari bahwa kepentingan kita hendaknya bukanlah berapa banyak yang harus kita terima, melainkan seberapa banyak yang dapat kita memberi. Marilah kita berdoa memohonkan pengertian agar supaya standart ukuran dari kewajiban kita terhadap orang lain terdapat dalam apa kita secara pribadi akan menganggap sebagai kewajiban mereka terhadap kita; dan juga supaya apapun juga yang kita miliki melebihi orang-orang sesama kita itu akan menempatkan kita pada tingkat ukuran yang sama kita berhutang kepada mereka yang kurang beruntung itu. #1AS35 JALAN SEMPIT DAN MENANJAK The Mount of Blessing, dimulai pada halaman 198 pada paragraf yang kedua, sebagai berikut : “Jalan yang sempit dan menanjak menuju rumah dan peristirahatan, memperlengkapi Yesus dengan suatu bentuk kehidupan Kristen yang mengesankan. Kata-Nya, jalan yang saya bentangkan di hadapanmu adalah sempit; pintu gerbangnya sukar dimasuki; sebab peraturan keemasan menyingkirkan semua kesombongan dan usaha mementingkan diri sendiri. Sesungguhnya, ada sebuah jalan yang lebih lebar, namun hujung jalan itu adalah kebinasaan. Jika kamu mau naik pada jalan kehidupan rohani itu maka kamu harus terus menerus menanjak, sebab ia itu adalah sebuah jalan yang menanjak. Kamu wajib berjalan bersama-sama mereka yang sedikit itu, sebab orang banyak lebih menyukai jalan yang menurun.” “Di dalam jalan yang menuju kematian itu seluruh manusia dapat berjalan, berikut seluruh keduniawiannya, seluruh sifat mementingkan dirinya, semua kesombongannya, semua ketidakjujurannya, dan semua kebejatan moralnya. Di sana tersedia tempat bagi pendapat-pendapat dan doktrin-doktrin setiap pribadi,


terdapat lowongan untuk mengikuti semua keinginan hatinya, untuk melaksanakan apa saja yang dapat dipaksakan oleh keinginan pribadinya. Untuk pergi berjalan pada jalan yang membawa kepada kebinasaan itu tidak diperlukan usaha untuk menemukan jalan itu, sebab pintu gerbangnya luas sekali dan jalan itu lebar sekali, dan kaki akan dapat dengan sendirinya, bergerak ke dalam jalan itu yang berakhir dengan kematian.” Kita hendaknya berdoa memohonkan kekuatan untuk memungkinkan kita beralih dari jalan yang luas itu, beralih dari mengikuti diri sendiri -- yaitu jalan dalam mana kita telah menemukan diri kita sendiri semenjak dilahirkan. Kita hendaknya berdoa untuk memilih jalan yang sempit itu bersama-sama dengan mereka yang sedikit itu, untuk dapat mengetahui dengan meyakinkan, bahwa hanya jalan sempit dan yang menanjak itulah yang akan menghantarkan ke rumah dan perdamaian. #1AS36 JALAN YANG LEBAR IALAH PENIPUAN The Mount of Blessing, dimulai pada halaman 199, pada paragraf yang pertama : “Tetapi jalan yang menuju kepada hidup adalah sempit; dan jalan masuknya sempit. Jika anda masih berpegang kepada sesuatu dosa yang menguasai, maka anda akan menemukan jalan itu sangat sempit untuk dapat dimasuki. Segala jalanmu, kehendakmu, kebiasaan-kebiasaan dan perbuatan-perbuatanmu yang jahat, harus dilepaskan jika anda ingin berjalan pada jalan Tuhan ..... sepanjang jalan yang membawa kepada kematian ada banyak sengsara dan hukuman, ada banyak kesusahan dan kekecewaan, ada banyak tanda larangan supaya jangan terus berjalan ..... Adalah benar, bahwa jalan Setan itu dibuat sedemikian menarik kelihatan, tetapi semua itu adalah penipuan; pada jalan kejahatan ada banyak penyesalan yang pahit dan perlindungan yang pedih. Kita mungkin mengira enak untuk mengikuti kesombongan dan ambisi duniawi, tetapi akhirnya adalah sakit dan penderitaan. Rencana-rencana yang bersifat mementingkan diri mungkin dapat mengemukakan janji-janji yang muluk-muluk, dan memberikan harapan kegembiraan, namun kita


akan menemukan, bahwa kebahagiaan kita diracuni, dan hidup kita menjadi makin pahit oleh harapan-harapan yang berpusat pada diri sendiri .....” Kita perlu berdoa hari ini bagi suatu kenyataan, bahwa dengan dosa-dosa kita tak dapat masuk mengikuti Jalan Raya Kesucian itu (Yesaya 35 : 8 – 10). Tidak, tidak bisa bersama dengan kebiasaan-kebiasaan dan perbuatan-perbuatan jahat kita. Semua ini harus dibuang jika tujuan akhir kita ialah untuk sampai ke Sorga. Kita perlu mengetahui, bahwa sungguhpun jalan yang lebar itu tampaknya penuh dengan bunga-bunga, namun itu hanyalah sulapan. Ia itu tampaknya ditutupi dengan bunga-bunga mawar, tetapi di bawahnya adalah duri-duri -- kesengsaraan, sakit dan kekecewaan dari segala bentuk. Kita akan berdoa supaya kita memperoleh gambaran mengenai perlunya berpaling dari jalan raya yang lebar pada mana orang-orang kelahiran oleh daging berjalan dan beralih pada jalan raya yang sempit pada mana orang-orang kelahiran oleh Roh berjalan. #1AS38 BERJALAN DI JALAN-JALAN TUHAN – MENYENANGKAN DAN DAMAI The Mount of Blessing, pada halaman 201, dimulai dengan paragraf yang pertama. “Jalan orang-orang durhaka itu sulit’, tetapi jalan-jalan orang bijaksana adalah jalan-jalan yang menyenangkan, maka semua lorongnya adalah perdamaian.’ Setiap tindak penurutan kepada Kristus, setiap tindak penahanan diri karena Dia, setiap ujian yang dijalani dengan baik, setiap kemenangan yang dicapai atas pencobaan, adalah suatu langkah berbaris menuju kepada kemuliaan dari kemenangan terakhir. Jika kita mengambil Kristus menjadi penunjuk jalan kita, maka Ia akan menghantarkan kita dengan aman.....” “Jalan mungkin kasar berbatu-batu, dan tanjakannya mungkin tinggi; mungkin terdapat jurang pada sebelah kiri dan kanan; kita mungkin harus tahan menjalani sengsara dalam perjalanan kita; apabila letih, apabila merindukan istirahat, kita mungkin harus berjuang terus; apabila lemah, kita mungkin harus berjuang;


apabila putus asa, kita harus tetap berharap; namun dengan Kristus sebagai penunjuk jalan, kita tidak akan gagal mencapai pelabuhan yang dirindukan pada akhirnya .....” Sesuai dengan bacaan itu kita patut berdoa untuk mendapatkan akal budi dan tekad untuk berjalan di dalam jalan-jalan Tuhan. Hanya jalan-jalan-Nyalah yang menyenangkan dan damai. Apabila kita harus menyangkal diri sendiri dari sesuatu, atau apabila kita harus tahan menjalani suatu ujian untuk mencapai kemenangan atas pencobaan, kita akan merasa bahwa semua inilah langkah-langkah yang menuju kepada kemenangan terakhir. Dan kita hendaklah melihat bahwa menghidupkan kehidupan dosa adalah seolah-olah tinggal di dalam parit, dimana kita pada hakekatnya menemukan diri kita semenjak dilahirkan. Untuk mencapai hidup di atas puncak gunung (Kerajaan itu) seseorang seolah-olah harus menaiki jalan pegunungan yang curam dan kasar. Menaiki jalan itu mungkin tampaknya sukar, namun setelah langkah terakhir ditempuh dan puncak gunung dicapai, maka terdapat kegembiraan dan penghiburan, keyakinan dan kemenangan yang tak ada bahasa dapat melukiskan. #1AS39 SUATU PERJUANGAN DAN SUATU GERAKAN MAJU The Mount of Blessing, halaman 203, dimulai dengan paragraf yang kedua. “Kehidupan Kristen adalah suatu perjuangan dan suatu gerakan maju. Namun kemenangan yang akan dicapai tidaklah dimenangkan oleh kekuatan manusia. Medan pertikaian adalah kekuasaan bathin ..... Keadaan yang lama yang lahir oleh darah dan dari kehendak daging tidak dapat mewarisi kerajaan Allah. Kecenderungan-kecenderungan yang bersifat keturunan, kebiasaan-kebiasaan yang terdahulu, harus dilepaskan. “Orang yang bertekad untuk masuk ke dalam kerajaan kerohanian akan menemukan, bahwa semua kekuatan dan napsu-napsu yang tidak dijelmakan oleh alam, yang ditunjang oleh kekuatankekuatan kerajaan kegelapan sedang berbaris menentangnya.


Sifat mementingkan diri dan kesombongan akan membuat suatu pendirian menentang apa saja yang hendak menunjuk mereka sebagai berdosa. Kita tak dapat oleh diri kita sendiri menang atas keinginan-keinginan dan kebiasaan-kebiasaan jahat yang berjuang untuk menang. Kita tak dapat mengalahkan musuh yang perkasa itu yang menahan kita di dalam perbudakannya. Hanya Allah saja yang dapat memberikan kepada kita kemenangan. Ia menghendaki kita agar berhasil menguasai diri kita sendiri, menguasai kemauan dan jalan-jalan kita sendiri. Tetapi Ia tidak dapat bekerja di dalam kita tanpa persetujuan dan kerjasama kita. Roh Ilahi itu bekerja melalui berbagai kecakapan dan kemampuan yang dikaruniakan kepada manusia. Kemampuan-kemampuan kita diminta untuk bekerjasama dengan Allah.” Keadaan alamiah yang lama, sifat alamiah yang ada dengan kita semenjak dilahirkan itu tidak dapat mewarisi Kerajaan Allah. Menurut bacaan ini keperluan kita adalah berdoa memohonkan kemampuan untuk menyerahkan hati kita, seluruh milik kita kepada Allah. Apabila kita berbuat demikian, maka kita akan menjadi amat berbeda daripada keadaan kita sekarang -- keadaan alamiah kita yang lama akan menghilang. #1AS40 RELA UNTUK DIBUAT MENJADI MAU The Mount of Blessing,” dimulai pada halaman 204, paragraf yang pertama : “Kemenangan tidak akan dicapai tanpa banyak doa yang bersungguh-sungguh, tanpa merendahkan diri pada setiap langkah. Kemauan kita tidak akan dipaksa ke dalam kerja sama bersama-sama dengan perantara-perantara semawi, melainkan ia itu harus dengan rela ikut. Jika sekiranya mungkin dapat dipaksakan kepadamu pengaruh Roh Allah itu dengan seratus kali lebih kuat, ia itu tak akan membuatmu menjadi Kristen, yaitu sesuatu mahluk yang pantas bagi Sorga ..... Kemauan harus ditempatkan pada pihak kehendak Allah. Kamu tak akan mampu oleh dirimu sendiri menyerahkan semua maksud dan kehendak dan kecenderungan-kecenderungan hatimu ke bawah kehendak Allah; tetapi jika kamu “rela untuk dibuat menjadi mau,’ maka Allah


akan menyelesaikan pekerjaan itu bagimu ..... Tetapi banyak orang tertarik oleh keindahan Kristus dan kemuliaan Sorga, namun mereka enggan mengikuti persyaratan-persyaratan dengan mana semua ini dapat menjadi miliknya ..... Untuk melepaskan kehendak hatinya sendiri, yaitu cita-cita dan perasaan pilihannya atau semua yang dikejarnya, memerlukan suatu pengorbanan oleh mana mereka ragu-ragu, lalu tidak bersungguh-sungguh, dan akhirnya kembali. Banyak orang ‘ingin berusaha masuk, dan tidak akan mungkin.’ ” Apakah yang akan kita doakan bagi hari ini? -- Marilah kita ingat, bahwa kepentingan diri sendiri adalah satu-satunya halangan yang ada di antara kita dan Allah, dan bahwa Allah tidak akan pernah memaksa kita untuk datang kepada-Nya. Marilah kita memohon kuasa kepada Allah untuk dapat menggunakan karunia yang Ia sediakan dengan sedemikian limpahnya. Ia tidak akan membuat kita menjadi perantara-perantara moral yang bebas jika tidak Ia mengharapkan daripada kita supaya menggunakan semua kemauan hati kita. Hendaklah kita memohon kepada Allah untuk membantu kita untuk menjadi “rela untuk dibuat menjadi mau,” lalu kemudian menggabungkan semua kemauan kita kepada kemauannya, maka dengan begitu “menyelesaikan keselamatan kita sendiri.” Kita memerlukan kekuatan dari Allah untuk melawan semua kejahatan, dan dalam kekuatan itulah kita akan mengalahkan dunia seperti Yesus telah kalahkan. #1AS41 SATU-SATUNYA HARAPAN KITA UNTUK MENANG The Mount of Blessing,” dimulai pada halaman 205, paragraf yang terakhir: “Satu-satunya harapan bagi kita jika kita hendak menang ialah mempersatukan kehendak kita dengan kehendak Allah, dan bekerjalah bersama-sama dengan Dia, jam demi jam, dan hari demi hari. Kita tak dapat berpegang pada diri sendiri, lalu juga masuk ke dalam Kerajaan Allah. Jika kita pernah mencapai kesucian, maka ia itu adalah melalui penyangkalan terhadap diri sendiri, dan penerimaan akan pikiran Kristus. Kesombongan dan perasaan kecukupan sendiri harus disalibkan. Relakah kita membayar untuk harga yang dimintakan daripada kita? Relakah


kita supaya kehendak kita dibawa sampai mencapai kesesuaian sempurna dengan kehendak Allah? Sebelum kita rela, karunia pengubahan Allah itu tak dapat dinyatakan kepada kita.” Kita akan bertelut sekarang dan berdoa memohonkan pengertian agar supaya harapan kita untuk memiliki sebuah rumah di dalam kerajaan Allah akan bergantung pada mempersekutukan kehendak kita dengan kehendak-Nya, dan pada usaha kita bersama-sama dengan Dia; bahwa kesucian bergantung pada penyangkalan terhadap diri sendiri dan menerima Kristus; bahwa kesombongan tidak memiliki tempatnya di dalam hati orang Kristen; bahwa pengubahan dari karunia Allah diperoleh oleh penyesuaian kita kepada Firman-Nya. #1AS42 JADILAH KAMU PELAKU-PELAKU FIRMAN The Mount of Blessing, halaman 209 “Tidak semua orang yang mengakui nama-Nya dan memakaikan lencana-Nya adalah milik Kristus. Banyak yang telah mengajar dalam nama-Ku, kata Yesus, kelak akan didapati gagal pada akhirnya. ‘Banyak orang akan mengatakan kepada-Ku pada hari itu, Tuhan, Tuhan, bukankah sudah kami bernubuat dengan namaMu, dan dengan nama-Mu sudah kami membuang segala setan, dan dengan nama-Mu sudah kami melakukan banyak pekerjaan yang mulia? Dan kemudian Aku akan menegaskan kepada mereka itu, Aku tidak pernah mengenal kamu, pergilah daripadaKu, kamu yang melakukan kejahatan. “Ada orang-orang yang meyakini, bahwa mereka adalah benar, sementara mereka adalah keliru. Sementara mereka mengakui Kristus sebagai Tuhannya, dan sementara mereka dengan keyakinannya melakukan pekerjaan-pekerjaan besar dengan nama-Nya, mereka adalah pekerja-pekerja kejahatan. ‘Dengan mulutnya mereka menunjukkan banyak kasih, tetapi hatinya menyengajakan laba yang keji.’ Orang yang memberitakan Firman Allah bagi mereka adalah ‘bagaikan sesuatu lagu merdu dari seseorang yang memiliki alunan suara emas, dan yang dapat bermain dengan sempurna pada alat musik; karena mereka


mendengarkan firman-Mu; tetapi mereka tidak melaksanakannya.’ ” Orang-orang yang digambarkan di sini senang mendengarkan Firman Allah, tetapi itu hanyalah sepintas lalu saja. Saya berharap tidak seorang pun yang ada di sini hanya mendengar, melainkan akan melakukan sesuatu dari hal itu. Hanya pelaksana-pelaksana Firman yang dibenarkan. Marilah kita bertelut dan berdoa dengan sungguh-sungguh agar Allah dapat menolong kita bukan untuk hanya menjadi orang-orang yang menjadi guru besar Kebenaran, melainkan supaya menjadi pelaksana-pelaksana yang sesungguhnya daripada Kebenaran itu. #1AS44 UJIAN KEMURIDAN The Mount of Blessing, dimulai pada halaman 209, paragraf yang terakhir. “Suatu pengakuan kemuridan saja adalah tidak bernilai apapun. ..... percaya yang tidak membawa sampai dengan penurutan ialah persangkaan. Rasul Yohanes mengatakan, “Barangsiapa yang mengatakan, aku mengenal Dia, dan tidak memeliharakan perintah-perintah-Nya, adalah seorang pembohong, maka kebenaran tidak terdapat di dalamnya.” Janganlah seorang pun berpegang kepada pendapat, bahwa takdir-takdir istimewa atau manifestasi-manifestasi yang menakjubkan adalah merupakan bukti kemurnian dari pekerjaan mereka atau dari pendapatpendapat yang mereka sokong. Apabila orang-orang hendak berbicara remeh dari hal Firman Allah, dan mengemukakan kesankesan mereka, perasaan-perasaan mereka, dan berbuat melebihi standard Ilahi, maka kita dapat mengetahui bahwa mereka itu tidak memiliki terang dalam dirinya. “Penurutan adalah ujian kemuridan. Adalah pemeliharaan terhadap perintah-perintah yang membuktikan kesungguhan dari pengakuan-pengakuan kasih kita. Apabila ajaran yang kita terima itu mematikan dosa di dalam hati, membersihkan jiwa dari kekotoran, membawakan hasil kepada kesucian, maka kita dapat mengetahui bahwa itulah kebenaran Allah. Apabila kebajikan, baik


hati, lemah lembut, simpati, ada dinyatakan dalam kehidupan kita; apabila kesenangan untuk berbuat yang benar terdapat di dalam hati kita; apabila kita meninggikan Kristus dan bukan diri sendiri, maka kita dapat mengetahui bahwa iman kita adalah di jalan yang benar. ‘Dengan inilah kita mengetahui, bahwa kita mengenal Dia, jika kita memeliharakan segala perintah-Nya.’ ” Marilah kita berdoa memohonkan kuasa yang dapat memungkinkan kita beralih daripada menjadi orang-orang munafik, daripada menjadi sekedar guru besar kemuridan menjadi pengikut-pengikut Kristus yang sungguh-sungguh, hidup sesuai dengan cara Ia hidup dan bekerja -- inti yang terutama dari Kekristenan. #1AS45 DIDIRIKAN DI ATAS BATU KARANG The Mount of Blessing, dimulai pada halaman 211 “Orang banyak itu sangat tergerak hatinya oleh kata-kata firman dari Kristus..... Firman-Nya telah mengena pada akar dari semua pikiran dan pendapat-pendapat mereka yang semula; untuk mematuhi ajaran-Nya akan membutuhkan suatu perubahan dalam semua kebiasaan berpikir dan tindakan mereka. ini akan membawa mereka kepada pertentangan terhadap guru-guru agama mereka.....” Oleh karena ajaran-ajaran Kristus memerlukan suatu perubahan dalam pikiran dan tindakan, maka kita tidak perlu heran jika itulah juga pekabaran-Nya pada masa ini yang memerlukan suatu perubahan daripada kita. Marilah kita akhiri bacaan kita hari ini dengan membuka pada halaman 216. “.....Barangsiapa yang seperti halnya orang-orang Yahudi di masa Kristus yang lalu membangun di atas pondasi pikiran dan pendapat-pendapat manusia, dari bentuk-bentuk dan upacaraupacara ciptaan manusia, atau pada sesuatu pekerjaan yang dapat ia lakukan terlepas dari kemurahan Kristus, ialah mendirikan susunan tabiatnya di atas pasir yang goyah. Topan-topan cobaan yang dahsyat akan menghanyutkan pondasi pasir itu, dan


meninggalkan rumahnya berupa sebuah kehancuran di seberang pantai masa sejarah.” Marilah kita berdoa memohon bantuan Allah bagi kita untuk memastikan bahwa pondasi iman kita telah didirikan di atas Firman Allah, yaitu Batu Karang yang teguh itu; agar kita dapat mengetahui bahwa sesuatu yang kurang dari ini cepat atau pun lambat pasti akan jatuh; agar kita membiarkan Tuhan mengendalikan kita kepada jalan-Nya; agar kita membiarkan Dia merubah semua kebiasaan dan perbuatan-perbuatan kita daripada yang ada sekarang kepada yang sepatutnya. #1AS46 HIMBAUAN KEMURAHAN ALLAH The Mount of Blessing, halaman 217 dimulai dengan paragraf yang pertama “Tetapi pada waktu ini kemurahan menghimbau orang-orang berdosa. ‘Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan Hua, Aku tidak menyukai kematian orang jahat itu, melainkan supaya orang jahat itu berbalik daripada jalannya dan hidup; berbaliklah kamu, berbaliklah kamu daripada segala jalanmu yang jahat; karena mengapakah kamu hendak mati?’ Suara yang berbicara kepada orang-orang yang tidak bertobat pada waktu ini adalah suara dari Dia yang dalam hatinya yang hancur berseru sementara Ia memandang kepada kota kesayangan-Nya : Hai Yerusalem, Yerusalem, yang telah membunuh segala nabi, dan yang telah melempari batu terhadap mereka yang telah diutus kepadanya! Betapa sering Aku ingin menghimpunkan anak-anakmu bersamasama, bahkan bagaikan seekor induk ayam menghimpunkan anak-anaknya ke bawah sayap-sayapnya, tetapi kamu tidak mau. Tengoklah, bahwa rumahmu akan dibiarkan kepadamu sunyi.’ Dalam Yerusalem Yesus memandang kepada suatu lambang daripada dunia yang telah menolak dan meremehkan kemurahanNya. Ia menangis, hai kamu yang keras hati, karena kamu! Bahkan sewaktu air mata Yesus tertumpah di atas gunung itu Yerusalem masih dapat bertobat dan masih dapat menghindari nasib celakanya. Untuk suatu kurun waktu yang singkat Karunia Surga itu masih tetap menunggu akan penyambutannya. Begitulah, hai hati, kepadamu Kristus masih berbicara dalam tekanan kata-kata kasih : ‘Tengoklah, Aku berdiri di pintu dan mengetok; jika


seseorang mendengar suara-Ku, lalu membuka pintu, maka Aku akan masuk kepadanya, dan Aku akan makan bersama-sama dengannya, dan dia dengan Aku.’ ‘Sekaranglah masa Aku berkenan; tengoklah, sekaranglah hari selamat itu’.” Kita hendaknya berdoa agar kita dengan senang hati menyambut akan himbauan kemurahan Allah; agar supaya kita menginsyafi bahwa tujuan-Nya ialah untuk menyelamatkan kita dari kebinasaan kekal; agar supaya kita akan menyambut sekarang juga dalam hari keselamatan; agar kita mengetahui bahwa Ia sedang menghimbau kita pada hari ini sama seperti Ia menghimbau Yerusalem pada kedatangan-Nya yang pertama dahulu; agar supaya pintu-pintu hati kita tidak akan pernah tutup daripada-Nya. #1AS47 PERDIRIKANLAH DI ATAS LANDASAN YANG PASTI The Mount of Blessing, halaman 217, dimulai dengan paragraf yang kedua. Kebetulan sekali ini adalah pasal yang terakhir di dalam buku itu. “Anda yang sedang menaruh harap pada diri sendiri, sedang membangun di atas pasir. Namun adalah belum terlambat untuk menghindari kehancuran yang tak dapat dielakkan. Sebelum angin ribut datang, berlarilah anda kepada landasan yang pasti. ‘Demikianlah firman Tuhan Hua, Tengoklah, Ku taruh Sion menjadi sebuah landasan batu, yaitu suatu batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal dari landasan yang kokoh; barangsiapa yang percaya tidak akan bergegas-gegas.’ ‘Pandanglah kepada-Ku, maka kamu akan selamat, kamu dari seluruh hujung bumi; karena Akulah Allah, dan tidak ada lagi yang lain.’ Janganlah takut, karena Akulah sertamu; janganlah cemas, karena Akulah Allahmu; Aku akan menguatkan kamu; sesungguhnya Aku akan membantu kamu; sesungguhnya Aku akan menegakkan kamu dengan tangan kanan kebenaran-Ku.” ‘Kamu tidak akan malu, dan tidak akan disusahkan dunia tanpa batas.’ ” Kita akan berdoa sekarang agar kita dapat meninggalkan diri sendiri lalu sepenuhnya bergantung pada Allah saja; agar supaya kita membangun tidak di atas landasan pasir, melainkan di atas


Batu Karang yang kokoh, di atas suatu landasan yang pasti yang tidak akan dihanyutkan apabila datang angin ribut. #1AS48 PERUMPAMAAN-PERUMPAMAAN--KAITAN-KAITAN DI DALAM RANTAI KEBENARAN Christ’s Object Lessons, pada halaman 17 yang berbunyi sebagai berikut “Dalam ajaran perumpamaan Kristus prinsip yang sama terlihat seperti dalam misi-Nya sendiri kepada dunia. Supaya kita dapat kenal dengan tabiat dan kehidupan keilahian-Nya, maka Kristus memakaikan keadaan alami kita lalu tinggal di antara kita..... Orang dapat belajar mengenai yang tidak diketahui melalui apa yang diketahui; perkara-perkara semawi diungkapkan melalui perkara-perkara yang tampak; Allah dinyatakan dalam kesamaan dengan manusia. Demikianlah hal itu di dalam ajaran Kristus; yang tidak diketahui dilukiskan oleh perantaraan yang diketahui; kebenaran-kebenaran semawi oleh perantaraan perkara-perkara yang kelihatan yang umumnya sudah dikenal orang..... Perkaraperkara alamiah adalah media bagi perkara-perkara rohaniah; perkara-perkara dari alam dan pengalaman hidup dari para pendengar-Nya dihubungkan dengan kebenaran-kebenaran dari firman tertulis. Dengan pedoman sedemikian dari yang alamiah kepada kerajaan rohaniah, perumpamaan-perumpamaan Kristus adalah merupakan kaitan-kaitan dalam rantai kebenaran yang mempersatukan manusia dengan Allah, dan bumi dengan surga.” Marilah kita berdoa agar kita dapat memahami ajaran-ajaran Kristus dari hal perkara-perkara yang tidak diketahui melalui perkara-perkara yang diketahui -- perkara-perkara semawi seperti yang diungkapkan oleh perkara-perkara yang tampak; agar kita meniru cara mengajar Kristus, melukiskan kebenaran-kebenaran Ilahi dengan menggunakan objek-objek yang kelihatan; marilah kita berdoa agar dapat kita memperoleh manfaat sepenuhnya dari perumpamaan-perumpamaan Kristus -- yaitu kaitan-kaitan istimewa dalam rantai Kebenaran yang mempersatukan bumi dengan surga. #1AS49 UNGKAPKANLAH ALLAH; JANGAN MENYEMBUNYIKAN DIA


Christ’s Object Lessons, halaman 18, dimulai dengan paragraf yang pertama : “Dalam ajaran-Nya yang diambil dari alam, Kristus berbicara dari hal perkara-perkara yang tangan-Nya sendiri telah perbuat, dan yang memiliki kualitas dan kemampuan-kemampuan yang diberikan sendiri oleh-Nya. Dalam kesempurnaan mereka yang asli, semua benda-benda ciptaan adalah merupakan suatu pernyataan dari pikiran Allah..... Bumi kini telah tercemar dan dikotori oleh dosa..... Obyek ajaran-ajaran Allah tidaklah terhapuskan; dipahami dengan benar, alam berbicara tentang Khaliknya. Pada masa Kristus yang lalu semua ajaran ini telah dilalaikan... Keadaan dosa manusia telah menyelubungi wajah ciptaan yang indah; maka gantinya menyatakan Allah, semua hasil kerja-Nya telah menjadi suatu penghalang yang menyembunyikan Dia..... Demikianlah halnya di dalam Israel, ajaran-ajaran manusia telah dikemukakan menggantikan tempatnya ajaran-ajaran Allah. Bukan saja segala perkara dari alam, melainkan bahkan upacara korban dan semua kata-kata Firman itu sendiri, -- yaitu semua yang dikaruniakan untuk mengungkapkan Allah, -- semua itu telah dinodai sehingga semua itu telah menjadi alat-alat untuk menyembunyikan Dia.” Saya heran jika dunia pada waktu ini adalah kira-kira tidak sama dengan dunia di masa Kristus yang lalu. Orang-orang Yahudi telah diberikan kesempatan besar untuk mengungkapkan Allah kepada manusia, tetapi sebagai gantinya mereka malahan menyembunyikan Dia. Orang-orang Kristen yang sedang bergumul dan bertengkar yang sedang membawakan ajaranajaran manusia ke dalam ajaran-ajaran Allah, bukannya mengungkapkan Allah kepada orang-orang kapir melainkan sedang menyembunyikan Dia, membalikkan mereka melawan Dia. Mereka yang sedemikian ini bukanlah membawa orangorang bertobat kepada Kristus, melainkan sedang mengusir jiwajiwa daripada-Nya. Kita harus berdoa agar kita berbuat yang lebih baik; agar kita tidak menyembunyikan Kristus melainkan mengungkapkan Dia dalam semua pekerjaan kita dan sepanjang hidup kita. #1AS50 JANGAN KUATIRKAN HARI ESOK


Click to View FlipBook Version