Christ’s Object Lessons, dimulai pada halaman 18 : “Kristus berusaha untuk menyingkirkan apa yang menggelapkan kebenaran... Kata-kata firman-Nya menempatkan ajaran-ajaran dari alam sama seperti ajaran-ajaran dari Alkitab dalam suatu pandangan yang baru, dan membuat semuanya itu menjadi sebuah ungkapan yang baru… Ia memberikan pelajaran : ‘Perhatikanlah bunga-bunga bakung di padang, bagaimana mereka itu bertumbuh (dalam kesederhanaan keindahan alamiah); mereka tidak bekerja, mereka juga tidak mengayam, namun sungguh-sungguh Aku mengatakan kepadamu, bahwa walaupun Salomo di dalam semua kemuliaannya ia tidak diatur rapih seperti salah satu dari pada semuanya ini.’ Kemudian menyusul jaminan yang manis dan pelajaran yang penting : ‘Olehnya itu jika Allah sedemikian itu menghiasi segala rumput di padang yang pada hari ini ada, dan besok dicampakkan ke dalam dapur api, tidakkah ia akan lebih lagi menghiasi kamu, hai orang yang kurang percaya?’ Dalam hotbah di atas gunung kata-kata ini...telah diucapkan kepada rombongan orang banyak itu, di dalamnya terdapat orangorang lelaki dan perempuan yang penuh dengan keraguan dan berbagai kebingungan, dan penuh dengan kekecewaan dan kesusahan yang mendalam. Yesus selanjutnya mengatakan: ‘Oleh sebab itu janganlah merisaukan dari hal apa yang akan kita makan, atau, apa yang akan kita minum atau apa yang akan kita pakai (karena semua perkara inilah yang dikejar oleh orang-orang Kapir); karena Bapa semawimu mengetahui, bahwa kamu memerlukan segala perkara ini.’...” Kita sekarang akan berdoa agar sebagai hamba-hamba Kristus kita berusaha dengan sekuat tenaga menyingkirkan apa yang menggelapkan Kebenaran bagi zaman ini; agar supaya kita menemukan terang melalui alam dan Alkitab; agar kita menyadari, bahwa Tuhan lebih memperhatikan kita dari pada Ia memperhatikan segala bunga bakung, agar kita berusaha belajar menaruh harap kepada-Nya dan melaksanakan permintaan-Nya, dan tidak lagi seperti halnya orang-orang Kapir merasa kuatir dari hal perkara-perkara dunia ini; supaya kita mengetahui Ia akan memperhatikan sampai kita memperoleh semua kebutuhan kita jika usaha kita yang terutama adalah memajukan KerajaanNya. #1AS51
MEMBAWAKAN KEBENARAN-KEBENARAN BARU Christ’s Object Lessons, halaman 20, dimulai dengan paragraf yang kedua. “Dalam bagian permulaan pelayanan-Nya Kristus telah berbicara kepada orang banyak itu dalam kata-kata yang cukup jelas sehingga semua pendengar-Nya dapat menangkap semua kebenaran yang akan membuat mereka bijaksana sampai kepada keselamatan. Namun dalam banyak hati kebenaran itu tidak berakar, maka ia itu dengan cepat sekali telah tercabut keluar. ‘Oleh sebab itu Aku berbicara kepada mereka itu dengan menggunakan perumpamaan-perumpamaan.’ Demikian kataNya; ‘sebab mereka itu melihat tetapi tidak tampak, dan mereka memasang telinga tetapi tidak mendengar, tidak juga mereka itu mengerti… Yesus ingin membangkitkan pertanyaan. Ia berusaha membangunkan orang-orang yang lalai, dan menanamkan kesan kebenaran ke dalam hati…” Di masa Kristus yang lalu adalah sama sukarnya membawakan kebenaran-kebenaran baru kepada orang banyak sama seperti pada waktu ini. Yesus telah menggunakan berbagai usaha yang mungkin untuk menarik perhatian orang banyak itu kepada Kebenaran sekarang dari masa-Nya itu, tetapi anda ketahui betapa sedikit hasil yang dicapai-Nya -- hanya sedikit dari orangorang kebanyakan. Mereka yang terkenal orang-orang terpelajar pada waktu itu menolak Dia dengan gigih, lalu menghabiskan waktu dan uang mereka untuk menuduh-Nya secara palsu dari perkara yang satu kepada perkara yang lainnya. Dalam jenis dunia di mana kita hidup sekarang ini kita tak dapat mengharapkan, bahwa orang banyak akan berbeda sekarang dari pada keadaan mereka itu di masa-Nya dahulu. Oleh sebab itu marilah kita berdoa agar kita selalu berjaga, agar kita juga terus merasa tidak puas dengan semua perolehan kita dari hari ke hari, jika tidak, maka kita pun akan didapati kurang -- kembali ke dalam paham Laodikea yang semula. Marilah kita berdoa agar supaya hati kita selalu tetap terbuka terhadap Kebenaran-Nya yang diungkapkan, dan supaya
kita tidak pernah akan melepaskan perasaan lapar kita terhadap “makanan pada waktunya.” #1AS52 TELADAN YESUS DALAM MENGAJAR Perumpamaan-Perumpamaan Kristus, paragraf satu, halaman 21 : “Kembali Kristus membawakan kebenaran-kebenaran tetapi umat itu belum siap untuk menyambutnya, atau bahkan belum dapat memahaminya. Karena alasan ini juga Ia telah mengajar mereka dengan perumpamaan-perumpamaan. Oleh menghubungkan ajaran-Nya dengan gambaran-gambaran dari kehidupan, pengalaman, atau alam, maka Ia menarik perhatian mereka lalu mempengaruhi hati mereka. Kemudian, oleh memandang kepada objek-objek yang menggambarkan ajaran-ajaran-Nya, mereka teringat akan kata-kata firman dari Guru samawi. Untuk pikiranpikiran yang terbuka bagi Roh Suci, arti daripada ajaran Juruselamat itu makin hari makin jelas terbuka. Rahasia-rahasia makin menjadi jelas, dan apa yang pernah sukar ditangkap menjadi nyata. Yesus mencarikan suatu jalan masuk ke dalam setiap hati. Oleh menggunakan berbagai ilustrasi, Ia tidak saja mengemukakan kebenaran dalam berbagai tahapnya yang berbeda-beda, tetapi juga menggugah kepada berbagai pendengar yang berbeda-beda..... Tak seorang pun yang mendengarkan Juruselamat merasakan bahwa mereka telah dilalaikan ataupun dilupakan. Yang terhina, yang penuh dosa, mendengar di dalam ajaran-Nya suatu suara yang berbicara kepada mereka dengan penuh perasaan serta lemah lembut.” Sebagaimana halnya umat di masa Yesus demikian pula umat di waktu ini, tidak ingin untuk menyelidiki Terang baru, maka Ia menggunakan Alam untuk menarik perhatian mereka. Para nabi telah dikendalikan untuk menggunakan metode yang sama. Olehnya itu, maka kita perlu berdoa untuk mendapatkan suatu kerinduan yang berapi-api untuk mengetahui Kebenaran Allah bagi waktu ini. Kita perlu berdoa agar kita tidak menjadi orang yang bersifat percaya pada diri sendiri, lalu puas dengan semua perolehan kita akan Firman Allah; supaya kita mengesampingkan semua prasangka lalu rindu untuk belajar kepada yang “terhina dari yang hina.” #2AS1
BERBAGAI KEKUATIRAN DI DUNIA INI Christ’s Object Lessons, halaman 51, paragraf yang kedua : “Tidak ada kelas orang-orang yang bebas dari pencobaan terhadap kekuatiran duniawi. Bagi orang miskin, kerja keras, kehilangan dan ketakutan karena kekurangan membawa berbagai kebingungan dan beban. Bagi orang kaya datang ketakutan terhadap rugi dan sejumlah besar kekuatiran terhadap keinginankeinginannya. Banyak dari pengikut-pengikut Kristus lupa akan ajaran yang telah dianjurkan-Nya kepada kita untuk dipelajari dari bunga-bunga di padang. Mereka tidak mengharapkan pengawasan-Nya yang terus menerus. Kristus tak dapat memikul beban mereka, sebab mereka tidak membebankannya kepada Dia. Sebab itu berbagai kekuatiran hidup, yang hendaknya mendorong mereka datang kepada-Nya untuk bantuan dan penghiburan, justru memisahkan mereka daripada-Nya.” Di dalam bacaan ini kita diberi petunjuk supaya jangan memikul sendiri beban kita, melainkan biarkanlah semua itu dibawa oleh Tuhan bagi kita. Adakah kita memiliki perasaan seperti kuda, maka kita seharusnya lebih baik daripadanya. Sebagai anda ketahui, kuda tidak tahu kuatir dari hal makanannya yang akan datang. Tujuannya hanyalah melayani kehendak tuannya. Kuda membiarkan semua tanggung jawab untuk makanan dan kandangnya kepada tuannya. Ia tahu bahwa ia berhak memperolehnya karena pemakaian tenaganya. Kuda, anda saksikan lebih memiliki iman kepada tuannya daripada kebanyakan orang Kristen memiliki iman kepada Allah. Sekarang marilah kita bertelut dan berdoa agar kita sepenuhnya menyadari akan semua perkara ini dan supaya kita menaruh penuh harapan kepada Tuhan kita. Kita mempunyai seorang Tuan yang baik, dan kita adalah anak-anak-Nya, bukan kuda-kuda-Nya, kenangkanlah. #2AS16 MENGAPA YESUS MENGAJAR DALAM PERUMPAMAAN
Christ’s Object Lessons, halaman 22, paragraf pertama : “Dan Ia mempunyai suatu alasan lain untuk mengajar dalam perumpamaan-perumpamaan. Diantara orang banyak yang berkumpul mengelilingi-Nya, terdapat imam-imam dan para rabi, orang-orang Farisi, dan para tua-tua, orang-orang pengikut Herodes serta para pemimpin, orang-orang pencinta kesenangan dunia,orang-orang keras kepala, orang-orang yang berambisi, yaitu orang-orang yang terutama ingin mendapatkan sesuatu tuduhan untuk melawan Dia. Mata-mata mereka mengikuti setiap langkah-Nya setiap hari, berusaha mendapatkan dari ucapanucapan-Nya sesuatu yang dapat dituduhkan kepada-Nya, dan supaya mendiamkan untuk selama-lamanya Dia yang tampaknya akan menarik seluruh dunia untuk mengikuti diri-Nya. Juruselamat memahami akan tabiat dari orang-orang ini, maka Ia mengemukakan Kebenaran dengan cara yang sedemikian ini supaya mereka tidak akan mendapatkan sesuatu oleh mana dapat meneruskan perkara-Nya ke depan Majelis Sanhedrin. Dengan perumpamaan-perumpamaan Ia menuduh berbagai kemunafikan serta perbuatan-perbuatan jahat dari orang-orang yang menduduki jabatan-jabatan tinggi, dan dalam bahasa simbolis diselubungi-Nya Kebenaran yang sangat tajam memotong tabiat mereka itu, yang kalau saja itu dituduhkan langsung kepada mereka, mereka tidak akan memperhatikan kata-kata-Nya, dan mungkin mereka akan mengakhiri pekerjaan-Nya dengan segera. Tetapi sementara Ia menghindari para mata-mata itu, Ia mengemukakan Kebenaran dengan sedemikian jelasnya sehingga semua kepalsuan menjadi terbuka, dan semua yang jujur hatinya memperoleh banyak manfaat dari ajaran-ajaranNya.....” Marilah kita bertelut dan berdoa agar kita dapat menjadi waspada melawan sifat tidak terpengaruh terhadap Kebenaran sebagaimana yang dimiliki orang-orang Farisi, agar supaya kita boleh berhati jujur serta memperoleh manfaat dari Kebenaran yang datang kepada kita. #2AS2 PENGUASA YANG TAK DAPAT DOSANGSIKAN Christ’s Object Lessons, dimulai pada halaman 38 dengan paragraf yang terakhir –
“Guru-guru Israel tidak menaburkan benih-benih firman Allah. Tugas Kristus sebagai seorang guru kebenaran adalah nyata berbeda daripada pekerjaan para rabi di zaman-Nya. Mereka berpegang pada kebiasaan-kebiasaan tradisi, pada teori-teori serta spekulasi-spekulasi manusia. Seringkali apa yang diajarkan dan ditulis orang mengenai firman, inilah yang ditegakkan sebagai pengganti firman itu sendiri ..... Pokok dari ajaran dan khotbahkhotbah Kristus adalah firman Allah. Ia menjawab para penanya dengan suatu ‘Ada tertulis’ yang jelas. ‘Apakah yang dikatakan di dalam firman?’ ‘Bagaimana kamu membaca?’ .... Hamba-hamba Kristus wajib melakukan yang sama. Di zaman kita, sebagaimana halnya di masa lalu, kebenaran-kebenaran firman Allah yang terpenting disisihkan untuk diganti dengan teori-teori serta spekulasi-spekulasi manusia. Banyak pendeta pengabar Injil yang resmi tidak mengakui keseluruhan isi Alkitab sebagai firman yang diilhami. Seorang pandai menolak sebagian; yang lainnya mempermasalahkan bagian yang lain lagi. Mereka menegakkan pendapatnya sebagai lebih unggul dari pada firman itu; dan Firman yang diajarkan mereka bergantung terutama pada kekuasaannya sendiri. Otentik keilahiannya dihancurkan ..... Ia menunjukkan kepada firman Alkitab sebagai penguasa yang tak dapat disangsikan lagi, maka kita pun wajib melakukan yang sama. Alkitab harus disampaikan sebagai firman dari Allah yang berkuasa, sebagai akhir daripada segala pertentangan dan sebagai landasan dari semua iman.” Kita perlu berdoa hari ini untuk bantuan agar jangan sekali mengesampingkan firman Allah untuk diganti dengan teori-teori serta spekulasi-spekulasi manusia, melainkan supaya selalu mengajarkan kebenaran-kebenaran Alkitab yang jelas sesuai dengan Roh, yaitu satu-satunya penguasa yang tak dapat disangsikan -- akhir daripada segala pertentangan, landasan daripada iman kita. Marilah kita bertelut. #2AS3 /
AJARAN MANUSIA LAWAN AJARAN ROH Christ’s Object Lessons, halaman 40, paragraf 1 dan 2 “..... Di dalam khotbah-khotbah dari banyak mimbar pada waktu ini tidak terdapat manifestasi ilahi itu yang dapat membangkitkan sanubari serta membawakan hidup kepada jiwa..... Ada banyak orang yang berseru kepada Allah yang hidup, mengharapkan kehadiran orang yang berseru kepada Allah yang hidup, mengharapkan kehadiran ilahi..... Biarkanlah firman Allah itu berbicara kepada umat. Hendaklah mereka yang telah mendengarkan hanya kebiasaan-kebiasaan dan teori-teori manusia serta peribahasa-peribahasa agar supaya mendengarkan suara Dia yang firman-Nya dapat memperbaharui jiwa menuju kepada kehidupan kekal. Tema dari kesenangan Kristus adalah kelemah-lembutan yang bersifat kebapa-bapaan serta kelimpahan rahmat Allah; Ia banyak berpegang kepada kesucian daripada tabiat Bapa-Nya dan hukum-Nya; Ia mengemukakan diri-Nya kepada umat itu sebagai Jalan, Kebenaran, dan Hidup. Hendaklah semua ini merupakan tema bagi semua pelayan Kristus. Kemukakanlah kebenaran itu sebagaimana adanya di dalam Yesus. Perjelaskan semua persyaratan daripada hukum dan Injil itu. Ceritakan kepada semua umat dari hal penyangkalan diri serta pengorbanan dari kehidupan Kristus; dari hal kehinaan dan kematian-Nya; dari hal kebangkitan serta kenaikan-Nya; dari hal pembelaan-Nya bagi mereka di dalam sidang-sidang pengadilan Allah; dari hal janji-Nya, ‘Aku akan kembali, dan akan menyambut kamu bagi diri-Ku.’” Kita perlu berdoa untuk memperoleh bantuan untuk mempelajari bagaimana caranya mengajar sebagaimana yang dilakukan oleh Kristus, bagaimana menilai ajaran-ajaran dari Roh di atas segala ajaran manusia, dan bagaimana menyampaikan Firman itu sebagaimana ada-Nya di dalam Yesus, sambil membuat jelas Kebenaran itu. Inilah keperluan kita yang terbesar. #2AS4 JANGANLAH BERDEBAT; KEMUKAKAN KEBENARAN Christ’s Object Lessons dimulai pada halaman 40, paragraf yang terakhir:
“Daripada memperbincangkan teori-teori yang keliru, atau berusaha untuk menyerang musuh-musuh Injil, maka sebaiknya ikutilah teladan Kristus. Biarkanlah kebenaran-kebenaran yang segar dari perbendaharaan Allah -- sumber cahaya ke dalam kehidupan. ‘Khotbahkanlah firman itu.’ ‘Taburlah di segala tepi sungai.’ ‘Bertindak cepat dalam musimnya, ataupun di luar musimnya.’ ‘Barangsiapa yang memiliki firman-Ku, hendaklah ia membicarakan firman-Ku dengan setianya. Apakah sanga itu diperbandingkan kepada gandum? Demikianlah firman Tuhan.’ ‘Setiap firman Allah adalah murni..... Janganlah kamu menambah apa-apa kepada firman-Nya, supaya tidak dihukumkan-Nya akan dikau, dan didapati engkau seorang pembohong.’ ” Kita harus memohonkan pada ini untuk mendapatkan kemampuan untuk mengikuti teladan Kristus dalam mengajar. Kita wajib pula berdoa agar kita akan selalu ingat bahwa kita telah diperintahkan supaya tidak terlibat dalam perdebatan dengan orang-orang yang tidak sepaham dengan kita; bahwa Kristus tidak berdebat, dan kitapun tidak boleh berdebat jika kita hendak mencapai kemenangan; bahwa Allah akan memperlengkapi kita dengan kebenaran-kebenaran yang segar untuk disampaikan kepada umat; bahwa jika kebenaran-kebenaran ini tidak juga berhasil meyakinkan penentang-penentang pada “Injil yang kekal,” maka tidak akan ada apa-apa lagi yang akan dapat meyakinkan mereka, bahkan jika sekalipun orang mati harus bangkit untuk menjadi saksi melawan mereka; bahwa kita menjunjung tinggi Alkitab di atas segala buku lainnya; bahwa kita mengukur segala-gala yang lainnya dengan tali pengukur Alkitab, dan selamanya mengalahkan semua tali pengukur lainnya. #2AS5 Bagaimana Mendapatkan Pengetahuan Yang Tidak Akan Binasa Christ’s Object Lessons, halaman 41, paragraf tiga “Oleh berbalik dari firman Allah untuk selanjutnya memberi makan dengan tulisan-tulisan orang-orang yang tidak diilami, maka pikiran akan menjadi kerdil dan hina.....Pengertian akan menyesuaikan dirinya untuk membandingkan segala perkara dengan mana ia itu telah diketahui dengan baik, maka dalam
perkara-perkara yang dalam kepada perkara-perkara yang terbatas pengertian akan menjadi lemah, kemampuannya akan menyusut, dan sesudah sesuatu waktu ia akan menjadi tak mampu untuk berkembang. Semua ini adalah pendidikan yang palsu. Tugas dari setiap guru hendaklah memperteguhkan pikiran anak-anak muda pada kebenaran-kebenaran besar dari firman yang diilhami. Inilah pendidikan yang terpenting bagi kehidupan ini serta untuk kehidupan yang akan datang. Dan janganlah hendaknya dikira bahwa ini akan menghalangi penyelidikan terhadap ilmu-ilmu pengetahuan, ataupun akan menyebabkan rendahnya sesuatu standar dalam pendidikan. Pengetahuan akan Allah adalah sama tingginya dengan langit dan sama luasnya dengan alam semesta..... Hendaklah orang-orang muda berusaha berpegang kepada kebenaran-kebenaran pemberian Allah ini, maka pikiran mereka akan berkembang dan bertumbuh kuat di dalam segala usaha. Ia akan membawa setiap pelajar yang setia melaksanakan firman itu ke dalam suatu lapangan pemikiran yang lebih luas, dan mengumpulkan kepadanya suatu kekayaan pengetahuan yang tidak akan binasa..... Pendidikan yang sedemikian akan mengembalikan peta Allah ke dalam jiwa.” Alangkah pentingnya pelajaran ini yang bukan saja bagi orangorang muda melainkan juga bagi orang-orang dewasa! Marilah kita berdoa agar dapat kiranya kita menginsyafi betapa pentingnya mempelajari Kebenaran yang diilhami; agar dapat kita menyadari bahwa itu tidak akan menghapuskan penyelidikan ilmiah yang sebenarnya; bahwa mendalami kehidupan kita kepada firman Allah ialah memperoleh suatu perbendaharaan hikmat yang besar; bahwa yang sedemikian ini adalah pengembalian peta Allah di dalam jiwa. #2AS6 AJARKANLAH HANYA KEBENARAN–KEBENARAN YANG POSITIF Christ’s Object Lessons, halaman 43, paragraf yang pertama “Tetapi guru dari kebenaran yang suci itu hanya dapat memberikan apa yang ia sendiri ketahui melalui pengalamannya. ‘Penabur itu menabur benihnya.’ Kristus mengajarkan kebenaran, sebab Ialah kebenaran itu. ..... Demikian pula dengan hamba-hambanya : Barangsiapa yang hendak mengajarkan firman itu supaya
hendaknya memiliki sendiri firman itu di dalam pengalaman pribadinya. ..... Dalam mengemukakan firman Allah kepada orang lain, mereka supaya tidak mengemukakannya sebagai sesuatu yang dikira-kira begitu atau sesuatu yang barangkali begini. Mereka harus menyatakan seperti halnya rasul Petrus, ‘Kami tidak mengikuti secara licik berbagai dongeng yang memperdaya apabila kami membukakan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus, melainkan kamilah sebagai saksi-saksi mata dari kebesaran-Nya itu.’ Setiap pendeta Kristus dan setiap guru harus mampu untuk mengatakan seperti Yohanes yang kekasih itu, ‘Kehidupan telah dinyatakan, dan kami telah menyaksikannya, dan menjadi saksi, dan kami menunjukkan kepadamu kehidupan kekal itu yang pernah bersama dengan Bapa, dan sekarang dinyatakan kepada kita.’ ” Bagaimanakah seharusnya hamba-hamba Allah mengajarkan Kebenaran? Mereka harus mengajarkan Kebenaran yang positif, bukan oleh kira-kira begitu atau begini, melainkan oleh segala yang pasti. Jika mereka tidak membicarakan Kebenaran yang positif, lalu kebaikan apakah yang dapat dihasilkan? Rasul itu tidak menghotbahkan kebangkitan Kristus dan kenaikan-Nya sebagai suatu teori, melainkan sebagai suatu Kebenaran yang pasti. Jika tindakan mengajar kita berisikan hanya perkiraan-perkiraan dan berbagai barangkali dan kemungkinan, maka kita akan hanya membuang-buang waktu, tenaga, serta waktu dari mereka yang mendengarkan kita. Itu tidak akan membawa manfaat bagi siapapun, bahkan mengganggu semua orang. Kita supaya sekarang berdoa memohonkan kemampuan untuk mengajarkan hanya kebenaran-kebenaran yang positif, hanya apa yang telah kita ketahui melalui pengalaman dan kuasa. #2AS7 TANAH DI TEPI JALAN Christ’s Object Lessons, dimulai pada halaman 43, paragraf yang terakhir: “Apa yang dengan mana perumpamaan tentang penabur itu terutama membicarakan adalah pengaruh yang dihasilkan pada pertumbuhan bibit oleh tanah ke dalam mana bibit itu telah
dilemparkan. Dengan perumpamaan ini Kristus pada hakekatnya mengatakan kepada para pendengar-Nya, Adalah tidak aman bagimu berdiri hanya sebagai pengeritik terhadap pekerjaan-Ku, atau hanya mengidamkan kekecewaan karena itu tidak memenuhi pendapat-pendapatmu. Masalah yang terpenting bagimu adalah, Bagaimana kamu menangani pekabaran-Ku? Terletak pada sambutanmu atau penolakanmu terhadap pekabaran itulah nasibmu bergantung..... “Bibit yang ditaburkan pada tepi jalan menunjukkan firman Allah yang bagaikan jatuh pada hati seseorang pendengar yang tidak berminat. ..... Terserap ke dalam kepentingan diri sendiri serta kesenangan-kesenangan yang jahat, maka jiwa ‘dikeraskan oleh tipu muslihat dosa.’ Kemampuan-kemampuan rohaniah menjadi lumpuh. Orang mendengar firman, tetapi tidak memahaminya. Mereka tidak tampak bahwa itu adalah berlaku terhadap dirinya sendiri. Mereka tidak menyadari akan kebutuhannya atau pun akan bahaya terhadap dirinya. Mereka tidak melihat akan cinta Kristus, maka mereka lewati pekabaran kemurahan-Nya itu sebagai sesuatu yang sama sekali tak berhubungan dengan mereka.” Kita hendaknya berdoa agar supaya kita tidak jatuh mengikuti teladan orang-orang yang selalu siap untuk mencari-carikan salah serta mengeritik, melainkan supaya kita memberikan perhatian yang sepenuhnya, menyingkirkan semua kecurigaan dan semua persangkaan yang negatif, apakah itu bersifat pribadi atau pun secara organisasi; agar supaya kita membuka hati kita kepada kebenaran, bukan karena kepopulerannya, melainkan karena Alkitab mengajarkannya, menginsyafi bahwa setiap perkara yang tidak sesuai dengan ini akan pasti membawa kita kemana Yahudi kuno dahulu telah dibawa. #2AS9 PUSATKANLAH PIKIRAN KITA KEPADA KERAJAAN KRISTUS
Christ’s Object Lessons, hal. 44, paragraf yang terakhir : “Sebagaimana burung-burung telah siap untuk menangkap benihbenih di tepi jalan, maka demikian pula halnya Setan siap untuk menyingkirkan benih-benih kebenaran Ilahi dari jiwa. Ia takut kalau-kalau firman Allah itu mungkin akan membangkitkan orangorang yang lalai, lalu mempengaruhi terhadap hati yang keras. Setan dan malaikat-malaikatnya berada di antara perhimpunanperhimpunan orang-orang dimana Injil dikhotbahkan. Sementara malaikat-malaikat surga berusaha mempengaruhi hati dengan firman Allah, maka musuh itu juga siap berjaga-jaga untuk menggagalkan pekerjaan itu. Dengan suatu ketekunan yang hanya seimbang dengan kejahatannya ia mencoba menghalangi pekerjaan dari Roh Allah. Sementara Kristus berusaha menarik jiwa-jiwa oleh kasih-Nya, maka Setan berusaha membalikkan perhatian orang yang tergerak hatinya untuk mencari Juruselamat. Ia melibatkan pikiran kepada rencana-rencana duniawi. Ia membangkitkan kritik-kritik, atau merangsang keragu-raguan dan ketidak-percayaan. Pilihan bahasa dari pembicara atau pun caracara pembawaannya mungkin kurang menyenangkan kepada para pendengarnya, maka mereka berpegang kepada cacadcacad ini. Dengan demikian kebenaran yang mereka perlukan yang Allah dengan kemurahan-Nya telah mengirimkan kepada mereka, menjadi tidak tahan lama berkesan.” Apa yang perlu kita doakan pada sore hari ini? -- Agar hendaknya malaikat-malaikat dapat berada di sekeliling kita sehingga musuh itu tidak memperoleh kesempatan untuk menyingkirkan benihbenih Kebenaran Ilahi; supaya kita memeliharakan pikiran kita selengkapnya berpusat kepada Kristus dan Kerajaan-Nya, dengan demikian tidak akan terdapat sebuah lubangpun bagi si Jahat itu untuk berhasil masuk dan menipu kita untuk berdosa. #2AS11 Janganlah Menjadi Pendengar-Pendengar Dari Jenis Tanah Yang Berbatu JANGANLAH MENJADI PENDENGAR-PENDENGAR DARI JENIS TANAH YANG BERBATU Christ’s Object Lessons hal. 46 : “Barangsiapa yang menerima benih itu di dalam tempat-tempat yang berbatu-batu, ialah sama halnya dengan orang yang
mendengarkan firman, lalu dengan cepat menerimanya dengan sukacita; tetapi ia itu tidak berakar di dalam dirinya, melainkan hanya bertahan sementara waktu saja; karena apabila datang kesusahan dan aniaya oleh karena firman itu, segera ia akan melanggarnya. “Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu mendapatkan sedikit sekali tanah. Tanaman itu bertumbuh dengan cepat, namun akarnya tidak dapat menembusi ke dalam batu-batu untuk memperoleh makanan untuk mempertahankan pertumbuhannya, sehingga ia akan segera mati. Banyak orang yang mengaku beragama adalah pendengar-pendengar dari jenis tanah yang berbatu-batu itu. Bagaikan batu-batu melapisi bagian bawah dari lapisan bumi, demikian pula halnya sifat mementingkan diri dari hati daging melapisi bagian bawah dari tanah keinginan-keinginan dan cita-cita mereka yang baik. Cinta terhadap diri sendiri tidak dilepaskan. Mereka tidak berhasil melihat betapa jahatnya dosa itu, sehingga hati tidak dapat tunduk ke bawah suatu perasaan bersalah karenanya. Kelas orang-orang ini dapat mudah insyaf, lalu kelihatan menjadi orang-orang bertobat yang cemerlang, tetapi mereka hanya memiliki suatu agama yang dangkal.” Ada suatu kelas orang-orang yang amat cepat sekali dapat dipengaruhi oleh Kebenaran Sekarang, tetapi, segera setelah aniaya, celaan, hal-hal yang tidak menyenangkan dan cobaancobaan datang, maka segera pula mereka meninggalkan pendirian-pendirian mereka. Kebenaran itu tidak berakar di dalam orang-orang yang sedemikian, sehingga ia itu akan segera menghilang dari hati dan pikiran mereka. Marilah kita bertelut dan berdoa sekarang memohonkan suatu tanah yang dalam di dalam hati-hati kita, supaya kita dapat berpegang teguh pada iman kita, keyakinan-keyakinan kita, dalam segala keadaan. #2AS12 KESUCIAN SEJATI IALAH KEBULATAN DALAM PERIBADATAN Christ’s Object Lessons, halaman 48, dimulai dengan paragraf 2 :
“Banyak orang merasakan suatu perasaan jauh tersesat dari Allah, suatu kesadaran akan keterikatan mereka kepada diri sendiri dan dosa; mereka melakukan berbagai usaha untuk pembaharuan; tetapi mereka tidak menyalibkan diri sendiri. Mereka tidak menyerahkan dirinya sendiri selengkapnya kepada tangan Kristus, atau berusaha mencarikan kuasa Ilahi untuk melaksanakan kehendak-Nya. Mereka tidak rela untuk dibentuk sesuai menurut persamaan Ilahi. Dalam hal yang umum mereka mengakui ketidaksempurnaan mereka, namun mereka tidak melepaskan dosa-dosa mereka yang tertentu. ..... Satu-satunya harapan bagi jiwa-jiwa ini ialah menyadari di dalam diri mereka sendiri akan kebenaran kata-kata Kristus kepada Nikodemus, ‘Kamu harus dilahirkan kembali.’ ‘Terkecuali seseorang dilahirkan dari atas, maka ia tak akan dapat melihat kerajaan Allah.’ Kesucian yang sejati ialah kebulatan dalam peribadatan kepada Allah. Inilah persyaratan dari hidup kekristenan yang benar. Kristus menganjurkan suatu penyerahan yang bulat, bagi peribadatan yang tidak terbagi-bagi. Ia menuntut dari manusia hati, pikiran, jiwa, kekuatan. Janganlah tunduk kepada diri sendiri. Barangsiapa yang hidup bagi diri sendiri bukanlah seorang Kristen.” Kita diperintahkan di sini supaya datang dekat kepada Kristus dan supaya menjauh dari diri sendiri, dan bahwa sebelum kita dapat “dilahirkan kembali” patutlah kita pertama sekali mati kepada dosa. Marilah kita berdoa agar kita dapat menyadari, bahwa jika kita merasakan kita telah jauh tersesat dari Allah, maka kesalahannya adalah milik kita, dan bahwa kita patut berbuat sesuatu untuk memperbaiki keadaan itu; agar kita harus menerima undangan kemurahan Kristus yang berbunyi : ‘Marilah kepada-Ku semua kamu yang ..... menanggung beban berat, maka Aku akan memberikan kepadamu istirahat’ -- Kedamaian. #2AS13 IBADAH YANG SETENGAH HATI MENIMBULKAN KETIDAKSTABILAN Christ’s Object Lessons hal. 49 : “Jika kita mencintai Yesus, maka kita akan suka hidup bagi Dia, suka memberikan persembahan-persembahan syukur kita kepada-Nya, suka untuk bekerja bagi-Nya. Pekerjaan yang utama akan menjadi ringan. Karena demi Dia kita akan menyukai menderita dan kerja keras dan pengorbanan. Kita akan ikut
merasa senang bersama-sama dengan kerinduan-Nya bagi keselamatan manusia. Kita akan merasakan kerinduan yang sama terhadap jiwa-jiwa seperti yang dirasakan-Nya. “Inilah agama dari Kristus. Apa saja yang kurang daripada ini ialah penipuan. Bukan saja teori kebenaran atau pengakuan diri sebagai murid akan dapat menyelamatkan sesuatu jiwa. Kita tidak akan menjadi milik Kristus jika tidak kita sepenuhnya adalah milikNya. Adalah oleh karena tidak sepenuh hati dalam kehidupan Kristen sehingga manusia telah menjadi lemah dalam tujuan dan selalu berubah-ubah dalam keinginan. Usaha untuk mengabdi kepada kedua-duanya baik diri sendiri maupun Kristus membuat seseorang menjadi pendengar dari jenis tanah yang berbatu-batu, maka ia tidak akan lama bertahan apabila datang sesuatu ujian atas dirinya.” Kita akan bertelut sekarang dan berdoa kiranya kita tidak akan lupa bahwa apa saja yang kurang dari pengorbanan bagi jiwa-jiwa ia itu bukanlah agama Kristus; bahwa jika kita setengah hati dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban kita, maka kita makin hari makin akan menjadi tidak tetap; bahwa ibadah yang sepenuh hati dan perbuatan-perbuatan yang sepenuh hati dapat menjadi satusatunya bukti bahwa darah Kristus telah berhasil melaksanakan tugasnya di dalam kita, dan satu-satunya perkara yang menjaminkan hak kita untuk masuk ke Kota Suci itu. #2AS14 DOSA SIMPANAN MENOLAK KEBENARAN KELUAR Christ’s Object Lessons, halaman 50: “Juga dia yang memperoleh benih itu di antara duri-duri adalah dia yang mendengarkan firman; dan perhatian terhadap dunia ini, dan penipuan dari berbagai kekayaan, menusuk-nusuk firman itu, maka ia menjadi tidak berbuah. Benih Injil itu seringkali jatuh di antara duri-duri dan rerumputan yang merusak; maka jika tidak terdapat suatu perubahan moral di dalam hati manusia, jika kebiasaan-kebiasaan dan perbuatan-perbuatan lama dan kehidupan dosa yang terdahulu tidak ditinggalkan di belakang, jika tabiat-tabiat Setan tidak dibuangkan dari jiwa, maka tumbuhan gandum yang muda itu akan didesak sampai mati. Duri-duri itulah yang akan muncul merupakan tumbuhan muda, dan akan
mematikan gandum itu. ..... Jika hati tidak dipelihara di bawah pengawasan Allah, jika Roh Suci tidak bekerja secara terus menerus untuk memperindah dan mempermuliakan tabiat, maka kebiasaan-kebiasaan lama akan muncul dengan sendirinya di dalam kehidupan. ..... Kristus memperinci segala perkara yang berbahaya itu kepada jiwa. Seperti yang dicatat oleh Markus ia menyebutkan segala perhatian kepada dunia ini, penipuanpenipuan dari berbagai kekayaan, dan tamak terhadap perkaraperkara lainnya. Lukas memperinci perhatian-perhatian dunia, kekayaan-kekayaan, kesenangan-kesenangan terhadap hidup ini. Semua inilah yang mendesak-desak firman itu, yaitu pertumbuhan rohani dari benih itu. Jiwa akan berhenti menarik makanan dari Kristus, maka kerohanian akan mati menghilang dari dalam hati.” Bacaan ini memerintahkan kepada kita untuk berdoa agar supaya benih yang ditaburkan di dalam hati kita itu boleh jatuh pada tanah yang baik, supaya ia boleh mengeluarkan akar; supaya kita boleh dapat bebas dari segala perhatian terhadap hidup ini dan daripada dosa, karena bagaimana pun juga berkesannya Kebenaran itu yang pergi masuk ke dalam telinga seseorang, Ia tak akan pernah dapat sampai ke hati, jika terdapat sesuatu dosa tersimpan di dalamnya. #2AS15 BERBAGAI KEKUATAN DI DUNIA INI Christ’s Object Lessons, halaman 51, paragraf yang kedua : “Tidak ada kelas orang-orang yang bebas dari pencobaan terhadap kekuatiran duniawi. Bagi orang miskin, kerja keras, kehilangan dan ketakutan karena kekurangan membawa berbagai kebingungan dan beban. Bagi orang kaya datang ketakutan terhadap rugi dan sejumlah besar kekuatiran terhadap keinginankeinginannya. Banyak dari pengikut-pengikut Kristus lupa akan ajaran yang telah dianjurkan-Nya kepada kita untuk dipelajari dari bunga-bunga di padang. Mereka tidak mengharapkan pengawasan-Nya yang terus menerus. Kristus tak dapat memikul beban mereka, sebab mereka tidak membebankannya kepada Dia. Sebab itu berbagai kekuatiran hidup, yang hendaknya mendorong mereka datang kepada-Nya untuk bantuan dan penghiburan, justru memisahkan mereka daripada-Nya.”
Di dalam bacaan ini kita diberi petunjuk supaya jangan memikul sendiri beban kita, melainkan biarkanlah semua itu dibawa oleh Tuhan bagi kita. Adakah kita memiliki perasaan seperti kuda, maka kita seharusnya lebih baik daripadanya. Sebagai anda ketahui, kuda tidak tahu kuatir dari hal makanannya yang akan datang. Tujuannya hanyalah melayani kehendak tuannya. Kuda membiarkan semua tanggung jawab untuk makanan dan kandangnya kepada tuannya. Ia tahu bahwa ia berhak memperolehnya karena pemakaian tenaganya. Kuda, anda saksikan lebih memiliki iman kepada tuannya daripada kebanyakan orang Kristen memiliki iman kepada Allah. Sekarang marilah kita bertelut dan berdoa agar kita sepenuhnya menyadari akan semua perkara ini dan supaya kita menaruh penuh harapan kepada Tuhan kita. Kita mempunyai seorang Tuan yang baik, dan kita adalah anak-anak-Nya, bukan kuda-kuda-Nya, kenangkanlah. #2AS16 PENIPUAN YANG TERKANDUNG DALAM KEKAYAAN Christ’s Object Lessons, halaman 52 : “Cinta akan kekayaan memiliki suatu sifat kegila-gilaan, yaitu kuasa penyesat. Seringkali mereka yang memiliki harta kekayaan duniawi lupa bahwa adalah Allah yang mengaruniakan kepada mereka kemampuan untuk mendapatkan kekayaan. Mereka mengatakan, ‘Kemampuanku dan kekuatan tanganku telah membuat aku memperoleh kekayaan ini. Gantinya, kekayaan mereka itu membangkitkan mereka bersyukur kepada Allah, ia itu justru membawa mereka kepada meninggikan diri sendiri. Mereka kehilangan kesadarannya mengenai ketergantungannya kepada Allah dan kewajiban mereka kepada sesamanya. Gantinya menganggap kekayaan sebagai suatu talenta untuk digunakan bagi kemuliaan Allah serta untuk mengangkat derajat manusia, mereka menganggapnya sebagai sarana untuk melayani dirinya sendiri. Gantinya mengembangkan di dalam manusia tabiat-tabiat Allah, maka harta kekayaan yang digunakan sedemikian itu justru mengembangkan di dalam dirinya tabiat-tabiat Setan .....’”
“Dan berbagai tamak terhadap segala perkara yang lain. Semuanya ini bukanlah perkara-perkara yang perlu menjadi dosa di dalam diri mereka, tetapi telah menjadi sesuatu yang didahulukan menggantikan kerajaan Allah. Apapun saja yang mengalihkan pikiran dari Allah, apapun juga yang mengalihkan rasa sayang kita dari Kristus, ialah suatu musuh bagi jiwa.” Kita hendaknya berdoa sekarang memohonkan kesadaran bahwa Allah adalah Dia Yang mengaruniakan kepada kita kesempatan untuk memperoleh semua kebutuhan kita, dan bahwa Ia memberkahi sebagian orang dengan kekayaan tak lain agar supaya kekayaan itu dapat melayani Dia dalam bentuk manusia. Dalam bacaan ini kita juga dianjurkan supaya berdoa agar kita meninggalkan pelayanan terhadap diri sendiri, lalu belajar untuk menghargai Allah karena semua perbuatan kebenaran kita, dan mempersalahkan Iblis untuk semua dosa kita. #2AS17 LINDUNGILAH ORANG-ORANG MUDA DENGAN PENGARUH-PENGARUH YANG BENAR Christ’s Object Lessons, halaman 53 : “Bilamana pikiran penuh dengan perasaan muda dan perasaan kuat, dan mudah terpengaruh terhadap perkembangan yang cepat, maka terdapat cobaan yang besar untuk menjadi ambisi bagi diri sendiri, untuk melayani diri sendiri. ..... Dalam masa pembentukan dari kehidupan anak-anak mereka ini, tanggung jawab dari para orang tua adalah sangat besar. Hendaklah menjadi penyelidikan mereka untuk melindungi orang-orang muda dengan pengaruh-pengaruh yang baik, yaitu pengaruh-pengaruh yang dapat memberikan kepada mereka pandangan kehidupan yang benar dan keberhasilannya yang sungguh. ..... Makin banyak keinginan untuk berfoya-foya dimanjakan, makin kuat ia itu akan menjadi-jadi. Kepentingan dari orang-orang muda ini makin hari makin terserap ke dalam kesukaan bersenang-senang, sehingga mereka datang memandang ke atas sebagai tujuan hidup yang utama. Mereka membentuk kebiasaan-kebiasaan menganggur dan pemanjaan diri yang membuatnya hampir-hampir tidak mungkin lagi bagi mereka untuk kembali menjadi orang-orang Kristen yang teguh.”
Kita bergabung bersama-sama di sini untuk berdoa mohon kiranya orang-orang muda dapat dilatih dan dilepaskan dari melayani diri sendiri; agar kiranya para orang tua sendiri pun mempelajari hal ini, karena dalam banyak contoh dorongan-dorongan orang tua membawa anak-anak ke dalam keduniawian dan kesombongan; agar kiranya para orang tua dan anak-anak dapat menyadari bahwa makin banyak keinginan untuk berfoya-foya dimanjakan, makin kuat ia itu menjadi-jadi dan makin tidak mungkin ia itu akan memuaskan; agar kiranya kita semua mengerti bahwa jika tidak orang-orang muda diberikan pandangan-pandangan hidup yang benar dan keberhasilannya yang sungguh, maka mereka akan menjadi terserap ke dalam keinginan untuk bersenang-senang lalu datang memandangnya sebagai tujuan hidup yang utama. #2AS18 BERBAGAI HIBURAN MENDATANGKAN KEBANJIRAN BERBAGAI GODAAN Bacaan kita pada hari ini dimulai pada halaman 54 dari buku Christ’s Object Lessons. “Bahkan sidang pun, yang seharusnya menjadi tonggak dan lantai dari kebenaran, didapati sedang memajukan cinta kepada kepelesiran yang bersifat mementingkan diri. Apabila uang harus dikumpulkan untuk maksud-maksud ibadah, maka untuk tujuan apakah banyak gereja merencanakan penggunaannya? -- Untuk pengadaan bazaar-bazaar, untuk makan-makan bersama, untuk berbagai pertunjukan, bahkan untuk melaksanakan lotre, dan berbagai rencana sejenis. Seringkali tempat yang telah diasingkan bagi perbaktian kepada Allah telah dinajiskan dengan cara mengadakan pesta dan minum-minum, melakukan pembelianpembelian dan penjualan-penjualan dan melaksanakan acara riang gembira. ..... Mengejar kepelesiran dan kesenangan umumnya terdapat di kota-kota besar. Banyak orang tua yang memilih tinggal di kota bagi kepentingan anaknya mengira demi untuk memberikan kepada mereka manfaat yang lebih besar, ternyata telah menemui kekecewaan, sehingga sudah sangat terlambat untuk merubah kekeliruan mereka yang besar itu. Kotakota pada zaman ini cepat sekali menjadi seperti Sodom dan Gomora. ..... Orang-orang muda hanyut dibawa oleh arus kepopulerannya. Orang-orang yang belajar mencintai hiburan
demi untuk kepentingan hiburan itu sendiri, membuka pintu bagi datangnya kebanjiran berbagai godaan. ..... Mereka dibawa dari bentuk pemborosan yang satu kepada bentuk pemborosan lainnya, sampai akhirnya mereka kehilangan baik cita-cita maupun kemampuan bagi suatu hidup yang berguna.” Marilah kita berdoa sekarang baik bagi para orang tua maupun bagi anak-anak, bagi Sidang itu sendiri dalam keadaan surutnya yang terendah sementara ia memajukan keduniawian dengan cara-caranya mengumpulkan uang; rumah Allah dicemarkan, dan kota-kota menjadi bagaikan Sodom dan Gomora. Marilah kita berdoa agar kiranya kita sebagai orangtua dan sebagai pengawalpengawal akan selalu dekat kepada Majikan dan selalu berusaha mencarikan bantuan Ilahi dalam menghantarkan anak-anak menurut petunjuk-petunjuk Allah, karena keselamatan mereka yang utama sedang terancam. #2AS19 Tipu Daya Setan Dalam Pertarungannya Melawan Jiwa-Jiwa “Christ’s Object Lessons,” halaman 55, dimulai dengan paragraf yang kedua : “Berbagai kepentingan, kekayaan, kesenangan, semuanya digunakan oleh Setan dalam mempermainkan pertarungan hidup bagi jiwa manusia. Amaran telah diberikan, ‘Janganlah mengasihi dunia, atau pun perkara-perkara yang terdapat di dalamnya. Jika seseorang mengasihi dunia, maka kasih Bapa tidak terdapat di dalamnya .....’ Dia yang membaca hati manusia bagaikan sebuah buku yang terbuka mengatakan, ‘Berjaga-jagalah akan dirimu, karena jika tidak demikian pada sesuatu saat hatimu akan dipenuhi dengan gelojoh, mabuk dan memikirkan kepentingan-kepentingan hidup ini.’ Maka rasul Paulus oleh perantaraan Roh Suci menulis, ‘Mereka yang hendak menjadi kaya jatuh ke dalam jerat dan cobaan, dan ke dalam banyak keinginan hati yang bodoh dan merusak, yang menghanyutkan manusia dalam kebinasaan dan kehancuran. Karena cinta akan uang adalah akar dari segala
kejahatan; yang mana, masih banyak orang menginginkannya, maka mereka telah sesat dari iman, dan mereka telah terbawa dengan banyak sengsara’.” Kita supaya berdoa untuk menang atas kasih akan dunia ini dan untuk ingat, bahwa Setan sedang mempermainkan pertarungan hidup bagi jiwa-jiwa daripada umat Allah; untuk dikaruniai rahmat untuk bekerja dan berdoa yang belum pernah sebelumnya; untuk menang atas semua tipu daya Iblis; untuk mengetahui bahwa ia bukanlah musuh yang dapat diremehkan, dan bahwa Yesus adalah Penghulu yang tidak pernah kalah perang; bahwa jika kita memerlukan pertolongan-Nya Ia akan memperhatikan kita selengkapnya. #2AS21 MEMECAHKAN TANAH YANG TANDUS Christ’s Object Lessons p. 56: “Dalam seluruh perumpamaan mengenai penabur, Kristus menunjukkan berbagai hasil dari penaburan sebagai bergantung pada tanah. Dalam setiap hal penabur dan benih adalah sama. Dengan demikian Ia mengajarkan bahwa jika firman Allah gagal menyelesaikan tugasnya, di dalam hati dan kehidupan kita, maka alasannya akan ditemukan dalam diri kita sendiri. Tetapi hasilnya tidaklah berada di luar pengawasan kita. Benar, kita tak dapat mengubah diri kita sendiri; tetapi kuasa untuk memilih adalah milik kita, maka ia itu tergantung pada kita untuk memutuskan kita ingin menjadi apa. Para pendengar dari jenis tanah di tepi jalan , dari jenis tanah yang berbatu-batu, dari jenis tanah semak duri tidak perlu terus tinggal sedemikian itu. ..... Tanah yang pernah sekali ditumbuhi oleh duri-duri dapat diperbaiki hanya dengan kerja keras. Demikianlah semua kecenderungan jahat dari hati alamiah hanya dapat dikuasai oleh usaha yang sungguh-sungguh dalam nama dan kekuatan Yesus. Tuhan meminta dari kita melalui perantaraan nabi-Nya : ‘Pecahkanlah tanahmu yang tandus itu, dan janganlah menabur di antara duri-duri.’ ‘Taburlah bagi dirimu sendiri dalam kebenaran; tuailah dalam kemurahan.’ Pekerjaan ini ingin Ia selesaikan bagi kita, maka Ia mengundang kita untuk bekerjasama dengan-Nya.”
Kita akan bertelut sekarang dan berdoa kiranya kita dapat selalu berjaga terhadap Suara dari Roh Allah; untuk mengetahui bahwa walaupun kita tak dapat merubah diri kita sendiri, namun kuasa untuk memilih adalah milik kita; untuk senantiasa ingat bahwa Allah telah menciptakan kita menjadi perantara-perantara moral yang merdeka, bahwa kita sendiri bertanggung jawab bagi kekerasan hati kita; untuk membiarkan dia memecahkan tanah tandus kita sehingga kita dapat menabur bagi diri kita sendiri kebenaran; untuk mengetahui bahwa melalui doa dan belajar kita dapat terus berjaga kerinduan kita bagi perkara-perkara rohaniah. #2AS22 PARA PENABUR BENIH Christ’s Object Lessons dimulai pada halaman 57. “Para penabur benih mempunyai suatu tugas untuk dilaksanakan dalam mempersiapkan hati untuk menerima Injil. Dalam pelayanan firman terdapat terlalu banyak pemberian khotbah, dan terlalu sedikit pekerjaan dari hati ke hati yang nyata. ..... Dengan begitu para penabur wajib melaksanakan sesuatu supaya benih-benih itu tidak dirusak oleh duri atau binasa karena dangkalnya tanah ..... setiap orang percaya .....hendaknya diajarkan supaya ia tidak saja diselamatkan oleh pengorbanan Kristus, melainkan juga supaya ia akan membuat kehidupan Kristus itu menjadi kehidupannya sendiri dan tabiat Kristus menjadi tabiatnya sendiri. Hendaklah semua orang diajarkan bahwa mereka harus memikul berbagai beban dan harus menyangkal kecenderungan-kecenderungan badani. Hendaklah mereka mempelajari akan berkat dari bekerja bagi Kristus, mengikuti Dia dalam penyangkalan diri, dan tabah mengalami kesusahan sebagai prajurit-prajurit. Hendaklah mereka belajar percaya kepada kasih-Nya dan menyerahkan kepada-Nya segala persoalan mereka. Hendaklah mereka merasakan kegembiraan memenangkan jiwa-jiwa bagi-Nya. Dalam kasih mereka dan perhatian mereka bagi orang-orang yang hilang, mereka tidak akan melihat pada dirinya sendiri. Semua kesenangan dunia akan kehilangan kuasanya untuk menarik dan beban-bebannya akan mengecewakan..... ”
Kita akan berdoa supaya kita dapat menyadari bahwa kita tidak selamat hanya oleh pengorbanan Kristus melainkan bahwa kita akan berjuang untuk menjadi seperti Dia dalam kehidupan dan tabiat, dan sebagaimana kepentingan kita terus bertumbuh bagi keselamatan orang lain, maka kehidupan kita sendiri akan disegarkan; bahwa kita akan berbuat lebih banyak pekerjaan dari hati ke hati; bahwa kita memikul beban-beban hidup dan menyangkal kecenderungan alamiah kita. Dengan demikian kelak segala kepelesiran dunia akan hilang kekuatannya untuk menarik, dan segala bebannya akan hilang kuasanya untuk mengecilkan hati kita. #2AS23 JADILAH PENDENGAR DARI JENIS TANAH YANG BAIK Christ’s Object Lessons, dimulai pada halaman 59 dari paragraf yang kedua : “Para pendengar dari jenis tanah yang baik menerima firman itu, ‘bukan sebagai kata-kata manusia, melainkan karena itulah kebenaran, yaitu firman Allah.’ Hanya orang yang menerima Firman sebagai suara Allah yang berbicara kepadanya adalah pelajar yang benar. Ia gementar mendengar firman itu, karena baginya itulah kenyataan yang hidup. Ia membuka kemampuan berpikirnya dan hatinya untuk menerima firman itu. Pendengarpendengar yang sedemikian ini adalah Kornelius dan temantemannya, yang mengatakan kepada rasul Petrus, ‘Sebab itu sekarang kita berada di sini di hadapan Allah, untuk mendengarkan segala perkara yang diperintahkan kepadamu dari Allah.’ Suatu pengetahuan kebenaran tidak terlalu banyak bergantung kepada kemampuan kecerdasan melainkan kepada maksud yang murni, kesederhanaan dari iman yang sungguhsungguh. ..... Para pendengar dari jenis tanah yang baik, setelah mendengarkan firman itu, lalu memeliharanya. Setan berikut semua kaki tangannya yang jahat tidak dapat menangkapnya untuk dibuang. Dengan hanya mendengar atau membaca firman adalah tidak cukup. Barangsiapa yang rindu untuk memperoleh manfaat dari Alkitab harus merenungkan kebenaran itu yang telah disampaikan kepadanya. Oleh perhatian yang sungguh-sungguh dan pikiran yang penuh doa ia harus mempelajari arti dari semua
firman kebenaran itu, dan minum sebanyak-banyaknya daripada roh dari ucapan-ucapan yang suci itu.” Kita perlu berdoa agar kiranya kita boleh menjadi pendengarpendengar dari jenis tanah yang baik dan pelajar-pelajar yang benar; agar kiranya Firman Allah dapat menjadi suatu kenyataan yang hidup di dalam kita; agar kiranya kita sekarang memberikan telinga kepada ajaran dari Roh Suci; agar kiranya kita tidak saja menjadi pendengar-pendengar Firman, melainkan juga pelaksana-pelaksana dari Firman itu. #2AS25 “MENGELUARKAN BUAH-BUAH” Christ’s Object Lessons, halaman 60, dua paragraf yang pertama, “Allah menawarkan kita untuk mengisi pikiran dengan hal-hal yang mulia, yaitu pikiran-pikiran yang murni. Ia ingin agar kita merenungkan kasih dan kemurahan-Nya, supaya kita mempelajari pekerjaan-Nya yang mulia dalam rencana penebusan-Nya yang besar. Kemudian makin jelas dan masih akan lebih jelas lagi kelak penglihatan kebenaran kita, makin lebih tinggi, makin lebih suci, keinginan kita terhadap kemurnian hati dan kecerahan pikiran. Jiwa yang berdiam dalam suasana yang murni dari pikiran yang suci akan diubahkan oleh hubungan dengan Allah melalui penyelidikan Alkitab. “Dan mengeluarkan buah! Orang-orang yang, sesudah mendengarkan firman, lalu memeliharakannya, akan mengeluarkan buah-buah dalam penurutan. Firman Allah yang diterima dalam jiwa akan dinyatakan dalam perbuatan-perbuatan yang baik. Hasil-hasilnya akan terlihat dalam tabiat yang seperti Kristus dan hidup. Kristus mengatakan tentang diri-Nya, ‘Aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku; sesungguhnya, Hukum-Mu terdapat di dalam hati-Ku.’ ‘Aku tidak berusaha mencarikan kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Bapa yang telah mengutus Aku.’ Dan Alkitab mengatakan, ‘Barangsiapa yang mengatakan bahwa ia tinggal di dalam Dia, patutlah ia juga berjalan seperti Dia.’ ”
Apakah yang hendak kita doakan sekarang? Berdoalah memohonkan kuasa untuk memungkinkan kita merenungkan kasih dan kemurahan-Nya dan dengan begitu membuat penglihatan Kebenaran kita menjadi lebih tinggi dan lebih suci; berdoalah untuk dapat menginsyafi bahwa jiwa yang tinggal dalam suasana pikiran yang suci akan diubahkan; berdoalah untuk belajar melalui pengalaman bahwa Firman Allah yang diterima dalam jiwa akan memanifestasikan perbuatan-perbuatan yang baik. #2AS26 PENDENGAR DARI JENIS TANAH YANG BAIK Christ’s Object Lessons, dimulai pada halaman 60, paragraf yang ketiga “Firman Allah seringkali masuk bertubrukan terhadap sifat-sifat dari tabiat manusia yang turun temurun dan yang dimanjakan dan terhadap kebiasaan-kebiasaan hidupnya. Tetapi pendengar dari jenis tanah yang baik, dalam menerima firman, ia menyambut semua persyaratannya berikut semua tuntutan dari firman itu ..... “Dan ia mengeluarkan buah-buah ‘dengan sabar.’ Tak seorangpun yang menerima firman Allah adalah bebas dari kesusahan dan pencobaan; namun apabila datang kesulitan, maka orang Kristen yang sejati tidak akan menjadi gelisah, tak berpengharapan, atau putus asa. Walaupun kita tidak dapat menyaksikan hasil yang pasti dari persoalan-persoalan, atau melihat maksud dari kebajikan Allah, kita tidak akan melepaskan kepercayaan kita. Sambil mengenangkan kemurahan Tuhan yang panjang sabar itu, kita harus melemparkan semua persoalan kita kepada-Nya, dan dengan sabar menantikan penyelamatan-Nya. “Melalui peperangan kehidupan rohani dikuatkan. Cobaan-cobaan yang dipikul dengan baik akan mengembangkan keteguhan tabiat, dan karunia-karunia rohaniah yang bernilai. Buah iman yang sempurna, lemah lembut, dan kasih seringkali menjadi masak
dengan amat baik di tengah-tengah angin ribut -- awan-awan dan kegelapan.” Marilah kita berdoa supaya kemampuan penglihatan rohani kita dapat dihidupkan sehingga kita akan lebih cepat memahami usaha-usaha Allah dalam menjawab doa-doa kita; supaya melalui peperangan kehidupan rohani akan diperteguhkan; supaya kita tidak akan melepaskan harapan kita apabila timbul kesusahankesusahan, melainkan supaya seperti Paulus kita akan bersukacita karena telah didapati --#2AS27 KETERGANTUNGAN KITA ADALAH KEPADA ALLAH Christ’s Object Lessons, halaman 63 dimulai dengan paragraf yang pertama: “Perumpamaan mengenai benih menyatakan bahwa Allah sedang bekerja di dalam alam. Di dalam benih itu sendiri terdapat suatu prinsip pertumbuhan, yaitu suatu prinsip yang Allah sendiri telah menanamkannya; namun jika dibiarkan sendiri benih itu tidak akan memiliki kuasa untuk bertumbuh keluar. Manusia mempunyai bagiannya untuk bertindak di dalam memajukan pertumbuhan dari biji itu. Ia harus mempersiapkan serta menyuburkan tanah dan selanjutnya menabur benih. Ia harus mengerjakan tanah-tanah. Tetapi ada suatu batas sesudah mana ia tidak akan dapat melakukan apa-apa. Tak ada kekuatan maupun kebijaksanaan manusia yang dapat membuat benih itu menjadi sebuah tanaman yang hidup. Hendaklah manusia terus melaksanakan usahausahanya sampai kepada batas yang tertinggi, ia masih lagi harus bergantung kepada Seseorang yang menggabungkan penaburan dengan penuaian oleh hubungan-hubungan yang indah dari maha kuasa-Nya sendiri.” Kita akan bertelut dan berdoa bagi kebijaksanaan, keahlian, dan hikmat di dalam menanamkan benih-benih Kebenaran, untuk mengetahui yang melebihi dari ini kita tak dapat berbuat apa-apa. Seseorang yang Maha Kuasa itu oleh siapa kita hidup dan bergerak serta memiliki hidup ini Dialah yang akan melaksanakan yang selebihnya.
LAKSANAKANLAH TUGASMU; SERAHKANLAH HASILNYA KEPADA ALLAH Christ’s Object Lessons, halaman 64, dimulai dengan paragraf yang terakhir : “Tugas dari penabur adalah suatu tugas iman. Rahasia dari bertunas dan bertumbuhnya benih ia tak dapat mengerti. Tetapi ia memiliki keyakinan pada semua pengantara dengan mana Allah membuat semua tumbuhan itu berkembang. Oleh menabur benihnya ke dalam tanah, maka ia pada kenyataannya sedang membuang-buang butir-butir gandum yang mahal yang dapat memberikan roti bagi seluruh keluarganya. Tetapi ia hanya melepaskan sesuatu yang baik sekarang untuk mendapatkan suatu hasil yang lebih besar. Ia membuang benih itu, sambil berharap untuk mengumpulkannya kelak berlipat-ganda dalam suatu penuaian yang berlimpah ruah. Demikianlah hamba-hamba Kristus harus bekerja, sambil mengharapkan suatu penuaian dari benih yang mereka tabur ..... Dalam pekerjaan kehidupan kita tidak tahu yang mana akan berhasil, apakah yang ini ataukah yang itu. Ini bukanlah masalah bagi kita untuk diselesaikan. Kita harus melaksanakan tugas kita, dan serahkan semua hasilnya kepada Allah.” Marilah kita berdoa memohonkan iman, lalu kemudian masuk ke dalam kebun anggur dengan penuh kegembiraan dan menabur benih yang Tuhan telah sediakan dengan demikian murah-Nya, sambil ingat akan janji-Nya, bahwa Kerja-Nya tidak akan kembali hampa kepada-Nya, melainkan bahwa ia itu akan melimpah dimana Ia telah mengirimkannya. Kita pun harus ingat, bahwa iman adalah anak tangga yang pertama menuju keselamatan, dan bahwa tanpa iman kita tak dapat berkenan kepada Allah. #2AS31 BERTUMBUH DI DALAM ANUGERAH ATAU SELAIN ITU MATI Christ’s Object Lessons, halaman 65, dimulai dengan paragraf terakhir.
“Pertumbuhan benih itu melambangkan permulaan kehidupan kerohanian, dan perkembangan tanaman itu adalah suatu gambaran keindahan pertumbuhan Kristen. Sebagaimana dalam perkara alamiah, demikian juga dalam perkara anugerah; tidak mungkin ada kehidupan tanpa pertumbuhan. Tanaman itu harus bertumbuh ataukah mati. Sebagaimana ia itu bertumbuh diam dan tidak kelihatan tetapi terus menerus, demikianlah juga perkembangan kehidupan Kristus. Dalam setiap tingkatan perkembangannya kehidupan kita boleh disempurnakan; namun jika maksud-maksud Allah di dalam kita digenapi, maka akan ada suatu kemajuan secara terus menerus. Penyucian adalah suatu pekerjaan seumur hidup. Sebagaimana kesempatan kita dipertambahkan, pengalaman kita akan menjadi luas, dan pengetahuan kita bertambah. Kita akan menjadi kuat untuk memikul tanggung jawab, dan kedewasaan kita akan jadi dalam perbandingan kepada hak-hak istimewa kita.” Apakah yang perlu kita doakan sore ini? Marilah kita berdoa untuk bertumbuh dalam anugerah karena tidak mungkin hidup tanpa pertumbuhan; yaitu, untuk maju dengan kebenaran; untuk mengambil keuntungan daripada semua kesempatan-kesempatan kita, untuk bekerjasama dengan utusan-utusan Ilahi; berkemauan untuk memikul berbagai tanggung jawab; menyadari bahwa apabila kita melakukan semua perkara ini, maka kemudian tanggungjawab-tanggungjawab kita akan bertambah, dan kedewasaan kita akan sepadan dengan hak-hak istimewa kita. #2AS33 Janganlah Hidup Bagi Diri Sendiri Christ’s Object Lessons, halaman 67, paragraf pertama dan kedua yang berbunyi – “Gandum bertumbuh, ‘pertama-tama daunnya, kemudian bulirnya, sesudah itu butir-butir gandum yang penuh di dalam bulirnya.’ Tujuan dari petani dalam menabur benih dan kebiasaan dari tanaman yang bertumbuh ialah menghasilkan biji-bijian. Ia ingin mendapatkan roti bagi orang yang lapar, dan benih bagi penuaianpenuaian yang akan datang. Demikianlah Petani Ilahi
mengharapkan suatu penuaian sebagai upah dari pekerjaan-Nya dan pengorbanan-Nya. Kristus berusaha untuk menciptakan kembali diri-Nya di dalam hati manusia; maka ini dilakukan-Nya melalui orang-orang yang percaya dalam Dia. Tujuan dari kehidupan Kristen ialah menghasilkan buah -- yaitu memproduksi kembali tabiat Kristus di dalam diri orang yang percaya, sehingga ia itu dapat diproduksi kembali seterusnya di dalam diri orangorang lain. Tanaman tidak akan bertunas, bertumbuh, atau mengeluarkan biji-bijian bagi dirinya sendiri, melainkan untuk ‘memberikan benih kepada si penabur, dan roti kepada orang yang makan.’ Demikianlah tak seorangpun hidup bagi dirinya sendiri. Orang Kristen berada di dunia adalah sebagai wakil Kristus, untuk keselamatan jiwa-jiwa yang lain.” Kita akan berdoa sekarang agar kiranya kita dapat membiarkan Kristus memproduksi kembali diri-Nya di dalam diri kita, dan supaya oleh perantaraan kita Ia dalam bekerja memproduksi diriNya sendiri di dalam diri orang-orang lain; supaya kita tidak akan hidup bagi diri kita sendiri; supaya kita ingat selalu bahwa orang Kristen ialah menjadi wakil Kristus dalam segala perkara. #2AS35 KRISTUS DIWUJUDKAN KEMBALI DI DALAM UMAT-NYA Buku Christ’s Object Lessons, halaman 69, dimulai dengan paragraf yang pertama : “ ‘Apabila keluar buah, maka segeralah ia menyabitnya, sebab masa penuaian telah tiba.’ Kristus sedang menunggu dengan kerinduan yang sangat mendalam bagi manifestasi diri-Nya di dalam sidang-Nya. Apabila tabiat Kristus kelak bertumbuh dengan sempurna di dalam umat-Nya, maka Ia akan datang untuk mengambil mereka sebagai milik-Nya sendiri. Adalah kewajiban istimewa setiap orang Kristen, bukan saja menunggu-nunggu, melainkan juga mempercepatkan kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus. Kalau saja semua orang yang mengaku nama-Nya membawakan buah-buah kepada kemulian-Nya, maka betapa cepatnya seluruh dunia akan ditaburi dengan benih-benih Injil. Dengan cepat penuaian terakhir yang besar akan masak, dan Kristus akan datang untuk mengumpulkan biji-bijian yang bernilai mahal itu.”
Di sinilah kebenaran yang menceritakan kapan kita dapat mengharapkan Kristus untuk datang mengumpulkan harta milikNya : “Apabila tabiat Kristus kelak bertumbuh dengan sempurnanya di dalam umat-Nya.” Kita hendaklah berdoa sekarang supaya kita keluar berusaha untuk bertumbuh sebagai orang-orang Kristen, untuk mencintai dan bekerja bagi orang-orang lain, untuk menumbuhkan tabiat Kristus di dalam diri kita, kemudian dunia tua ini akan sampai kepada ajalnya, dan dunia yang baru akan memulai bagi kita. #2AS36 BENIH YANG BAIK DAN YANG JELEK Christ’s Object Lessons dimulai pada halaman 70. “‘Kerajaan surga diumpamakan dengan seseorang yang menabur benih yang baik di atas tanah ladangnya; tetapi sementara orang tidur, maka musuhnya telah datang dan menaburkan benih-benih lalang di antara benih-benih gandum, lalu ia pergi. Tetapi setelah keluar daunnya, dan menghasilkan buah, lalu tampaklah juga ada lalang.’ Kristus mengatakan, bahwa ‘tanah ladang adalah dunia.’ Tetapi kita harus memahami ini sebagai menunjukkan kepada sidang Kristus di dalam dunia. Perumpamaan ini adalah suatu gambaran mengenai apa yang berhubungan dengan kerajaan Allah, yaitu pekerjaan-Nya bagi penyelamatan manusia, dan tugas ini diselesaikan oleh perantaraan sidang ..... Benih yang baik melambangkan orang-orang yang dilahirkan oleh firman Allah, yaitu kebenaran. Lalang melambangkan suatu kelas orang-orang yang merupakan buah atau perwujudan dari kekeliruan, dari prinsip-prinsip yang palsu. Musuh yang menabur lalang-lalang itu ialah Iblis. Allah maupun malaikat-Nya tidak pernah menabur sesuatu benih yang akan menghasilkan lalang. Lalang-lalang adalah selalu ditabur oleh Setan, yaitu musuh Allah dan manusia.” Menurut bacaan ini, maka doa kita pada hari ini hendaknya agar kita menyadari bahwa Allah oleh perantaraan hamba-hamba pilihan-Nya sendiri yang menyelesaikan pekerjaan-Nya bagi penyelamatan jiwa-jiwa, bahwa Ia maupun malaikat-malaikat-Nya
tidak pernah menaburkan sesuatu benih lalang, melainkan Setan, musuh Allah dan manusia itulah yang menaburkan benih-benih lalang itu. Marilah kita berdoa juga kemudian supaya diri kita sendiri tergolong pada benih yang baik itu, yaitu orang-orang yang lahir dari Kebenaran, dan bukan dari benih yang jelek, yaitu bukan dari orang-orang yang adalah buah-buah daripada daging, yang hampa akan Roh. #2AS37 PENILAIAN ADALAH MILIK ALLAH Christ’s Object Lessons, dimulai pada halaman 72, halaman teratas, dan kemudian pada halaman 73, paragraf yang terakhir : “Banyak orang yang menyangka dirinya orang-orang Kristen kelak pada akhirnya akan didapati gagal. Banyak orang akan berada di dalam surga walaupun oleh tetangga-tetangga mereka dikira tidak akan pernah dapat masuk ke sana. Manusia menilai berdasarkan keadaan lahiriah, tetapi Allah menilai hati manusia. Lalang dan gandum akan bertumbuh bersama-sama sampai pada masa penuaian; maka masa menuai itu ialah berakhirnya masa kasihan..... Walaupun adanya amaran dari Kristus, namun manusia tetap berusaha untuk mencabut lalang-lalang itu. Menghukum orang-orang yang disangka pelaku-pelaku kejahatan, berarti sidang telah kembali menggunakan kekuasaan sipil. Orang-orang yang berbeda paham dari ajaran-ajaran yang sudah ada telah dipenjarakan, dianiaya dan dibunuh, oleh hasutan orangorang yang mengaku dirinya bertindak di bawah anjuran Kristus. Tetapi itu adalah Roh Setan, bukan Roh Kristus, yang telah mengilhami perbuatan-perbuatan yang sedemikian itu. Ini adalah metode dari Setan sendiri untuk membawa dunia ke bawah kuasanya. Allah telah salah diwakili oleh sidang dengan cara penanganan seperti ini terhadap orang-orang yang disangka menjadi penentang-penentang paham agama. Bukan mengadili dan menuduh orang lain, melainkan kesederhanaan dan penyangkalan diri sendiri, ialah ajaran dari perumpamaan Kristus. Tidak semua yang ditabur di ladang itu adalah biji-bijian yang baik. Kenyataan bahwa banyak orang berada dalam sidang tidak membuktikan mereka adalah orang-orang Kristen.” Sekarang untuk apakah kita hendak berdoa? Menurut bacaan ini kita hendaknya berdoa supaya tidak kita mengadili orang lain;
supaya kita sebagai sebuah Sidang hanya menangani dosa-dosa terbuka. Marilah kita bertelut. #2AS38 JANGANLAH MENGUKUR PEKERJAAN ALLAH DENGAN TALI PENGUKUR MANUSIA Christ’s Object Lessons, halaman 79, paragraf satu : “Pemuka-pemuka agama berpikir dalam generasi ini untuk mengumandangkan puji-pujian dan mendirikan monumenmonumen bagi mereka yang telah menanamkan benih kebenaran berabad-abad yang lalu. Tidakkah banyak orang pada waktu ini sedang beralih dari pekerjaan ini menginjak-injak pertumbuhan yang keluar dari benih yang sama? Seruan dahulu kala itu kini terulang kembali, ‘Kami tahu bahwa Allah berbicara kepada Musa; kalau mengenai orang ini (Kristus di dalam diri jurukabar yang diutus-Nya), kami tidak tahu dari mana ia berasal.’ Sama seperti halnya dalam abad-abad yang terdahulu, kebenaran-kebenaran penting bagi zaman ini diperoleh bukan dari penguasa-penguasa keimamatan, melainkan dari orang-orang laki-laki dan perempuan yang tidak terlalu terpelajar atau terlalu pintar untuk percaya firman Allah, ‘Karena kamu menyaksikan panggilanmu, saudarasaudaraku, bagaimana orang pintar menurut ukuran daging, tidak banyak orang yang gagah perkasa, tidak banyak orang bangsawan yang dipanggil; melainkan Allah telah memilih perkara-perkara dunia yang bodoh untuk mengacaukan orangorang pintar; dan Allah telah memilih perkara-perkara dunia yang lemah untuk mengacaukan perkara-perkara yang kuat perkasa.” Bacaan ini memerintahkan kita untuk berdoa bagi orangorang yang dianggap pintar, karena pada waktu ini sama seperti halnya di masa lalu mereka yang disebut pemuka-pemuka agama yang mulia itu pada satu pihak seolah-olah sedang mengumandangkan puji-pujian, membangun monumen-monumen bagi hamba-hamba Allah yang hidup berabad-abad sebelumnya, sementara di lain pihak mereka sedang menginjak-injak utusanutusan Allah yang hidup dalam sejarahnya sendiri! Mereka juga, pada kenyataannya mengatakan, “Kami tahu bahwa Allah berbicara kepada Musa; kalau mengenai orang ini kami tidak tahu
dari mana Ia berasal.” Kita hendaklah berdoa agar mereka dapat menginsyafi akan kekeliruannya mengukur pekerjaan Allah dengan tali pengukur manusia. Dan juga berdoalah, agar kita sendiri tidak akan jatuh ke dalam praktek-praktek yang sedemikian ini. #2AS39 KEBENARAN LAMA KINI TELAH DIKEMUKAKAN DALAM SEBUAH TERANG BARU Christ’s Object Lessons, dimulai pada halaman 130 dengan paragraf yang kedua : “Pengalaman ini memberikan kepada setiap guru kebenaran kecakapan-kecakapan yang pantas yang akan membuatnya menjadi seorang wakil Kristus. Semangat dari ajaran Kristus akan memberikan suatu dorongan dan pengarahan bagi semua komunikasinya dan semua doanya. Kesaksiannya kepada Kristus tidak akan merupakan suatu kesaksian yang sempit dan mati. Pendeta tidak akan menghotbahkan berulang-ulang pidato-pidato yang mengecilkan hati. Pikirannya akan terbuka terhadap penerangan Roh Suci yang tetap ada ..... “Bilamana kita makan daging Kristus dan minum darah-Nya, maka unsur hidup kekal itu akan ditemukan dalam pelayanan. Tidak akan ada simpanan makanan basi, yaitu pendapat-pendapat yang sering diulang-ulang. Hotbah, yang memanjakan dan yang tidak menarik akan berakhir. Kebenaran-kebenaran yang lama akan dikemukakan, tetapi semua itu akan kelihatan dalam suatu terang baru. Akan ada suatu pengertian kebenaran yang baru, suatu kejelasan dan suatu kemampuan yang semua orang akan melihat. Barangsiapa yang berkesempatan duduk di bawah suatu tugas pelayanan yang sedemikian ini, jika dapat dipengaruhi oleh pengaruh Roh Suci, mereka akan merasakan kuasa penggerak dari suatu hidup yang baru. Api dari kasih Allah akan dinyalakan di dalam diri mereka. Kemampuan-kemampuan penglihatannya akan dihidupkan untuk melihat keindahan dan kebesaran dari kebenaran.” Di sini kepada kita diceritakan bahwa kebenaran-kebenaran lama akan dikemukakan dalam hidup yang baru; juga bahwa lambang-
lambang dari Alkitab akan diungkapkan. Inilah perkara penting yang kita lihat sekarang dengan mata kita sendiri. Kita harus berdoa agar kiranya umat Allah dapat mampu mengenali bahwa kebenaran lama itu kini telah dikemukakan dalam sebuah terang baru, dan bahwa hidup baru sedang diberikan kepadanya. -#2AS41 KETAATAN KEPADA PRINSIP Testimonies, vol. 5, p. 43, paragraf yang pertama sebagai beriku: “Kami memiliki gambaran-gambaran nyata tentang kuasa penunjang dari prinsip agama yang kokoh ..... Kandang singa yang menganga lebar tidak dapat menghalangi Daniel daripada acara doanya sehari-hari, dapur api yang bernyala-nyala pun tidak juga dapat membujuk Sadrak dan teman-temannya untuk jatuh tersungkur menyembah dewa yang dibangun oleh Nebukadnezar. Orang-orang muda yang memiliki prinsip-prinsip yang kokoh, mau menjauhkan diri dari keplesiran, tahan menghadapi kesakitan, dan berani menghadapi kandang singa dan dapur api yang bernyalanyala sekalipun, daripada didapati tidak benar kepada Allah. Perhatikanlah tabiat dari Yusuf. Kebaikan diuji dengan sungguhsungguh, namun kemenangannya adalah lengkap. Pada setiap hal orang muda yang terhormat itu menjalani ujian. Prinsip yang sama yang tinggi dan yang tidak dapat dibengkokkan itu terlihat pada setiap cobaan. Tuhan ada bersama dia, dan kata-katanya adalah hukum.” Marilah kita sekarang berdoa agar kiranya kita akan dapat memiliki ibadahnya Daud, ibadahnya Daniel, ibadahnya Yusuf. Orangorang ini adalah hanya orang-orang muda pada waktu mereka masuk pada pekerjaan-pekerjaannya yang bersangkutan, namun mereka adalah sedemikian kokohnya dalam keyakinankeyakinannya sama seperti jarum terhadap kutuk. Mereka tidak menyimpang dari satu pun kewajiban kebenaran atau prinsip, tanpa memperdulikan tekanan atau pun keadaan. Ketetapan tabiat dan semangat mereka untuk membuat dunia lebih baik, telah mendorong Tuhan untuk mengangkat mereka menjadi raja-raja. Sekarang kita harus berdoa agar kita tidak akan menjadi orangorang penghalang, melainkan agar kita menjadi pembangunpembangun dalam jalan raya peradaban; agar gantinya merasa puas dengan hanya terbatas, kita akan menjadi tanaman anggur
yang berhasil limpah di dalam kebuh anggur Allah yang luas. #2AS43 IMAN DAN DOA Education, pp. 257, 258. “Melalui iman dalam Kristus, setiap kekurangan daripada tabiat dapat dilengkapi, setiap kekotoran dapat dibersihkan, setiap kesalahan dapat diperbaiki, setiap kesempurnaan dapat dikembangkan. “Kamu adalah sempurna di dalam Dia.” “Doa dan iman adalah erat bergabung, dan keduanya perlu diselidiki bersama-sama. Dalam doa yang berasal dari iman terdapat suatu ilmu pengetahuan samawi; itulah sebuah ilmu pengetahuan yang harus dipahami oleh setiap orang yang hendak membuat kehidupan kerjanya sesuatu yang berhasil. Kristus mengatakan, ‘Perkara-perkara apapun juga yang kamu ingini, apabila kamu berdoa, percayalah bahwa kamu memperolehnya, dan kamu akan memilikinya.’ Ia membuatnya menjadi jelas, bahwa permohonan kita itu harus sesuai dengan kehendak Allah; kita harus memohonkan perkara-perkara yang telah dijanjikan-Nya, maka apapun juga yang kita peroleh harus digunakan untuk melaksanakan kehendak-Nya. Jika persyaratan-persyaratan dipenuhi, maka janji itu adalah pasti. “Bagi keampunan dosa, bagi Roh Suci, bagi suatu temperamen yang seperti Kristus bagi hikmat dan kekuatan untuk melaksanakan pekerjaan-Nya, bagi setiap karunia yang dijanjikanNya, kita boleh memohon; kemudian kita haruslah percaya bahwa kita akan menerima, lalu mengembalikan syukur terima kasih kepada Allah bahwa kita telah menerima. “Kita perlu berharap bukan terhadap bukti kenyataan berkat yang lahiriah. Karunia itu terdapat dalam janji, maka kita dapat mengusahakan pekerjaan kita dengan merasa pasti, bahwa apa yang Allah telah janjikan Ia mampu untuk melaksanakan, dan bahwa karunia yang sudah kita miliki, ia itu akan menjadi
kenyataan apabila betul-betul kita memerlukannya.” -- Education, pp. 257, 258. #2AS45 YANG DIBUAT OLEH KRISTEN SEBELUM PERTOBATANNYA Mount of Blessing, pp. 11, 12. “Waktu telah tiba bagi murid-murid yang telah bersekutu erat dengan Kristus untuk bergabung lebih langsung dalam pekerjaanNya, agar jumlah besar orang-orang yang banyak ini tidak akan dibiarkan begitu saja bagaikan domba tanpa gembala. Sebagian dari murid-murid ini telah menggabungkan diri kepadaNya pada permulaan pelayanan-Nya, dan hampir semua kedua belas murid itu sudah bersekutu bersama-sama sebagai anggota-anggota dari keluarga Yesus. Namun mereka juga, karena tersesat oleh ajaran dari para pendeta Yahudi, ikut secara umum mengharapkan berdirinya sebuah kerajaan bumi. Mereka tidak memahami gerakan-gerakan Yesus. Mereka sudah bingung dan kacau karena Ia sama sekali tidak berusaha apa-apa untuk mengukuhkan alasan-Nya dengan mencari dukungan para imam dan pendeta-pendeta Yahudi, sehingga Ia tidak berbuat apa-apa untuk mengukuhkan kuasa-Nya sebagai seorang raja bumi ini. Suatu pekerjaan besar masih harus diselesaikan bagi murid-murid ini sebelum mereka siap bagi kepercayaan suci yang akan diberikan kepada mereka apabila Yesus naik ke sorga. Namun mereka telah menyambut kasih Kristus, dan sungguh pun mereka agak lamban percaya, Yesus melihat di dalam mereka orang-orang yang dapat dilatih dan didisiplinkan-Nya bagi pekerjaan-Nya yang besar. Maka kini karena mereka sudah cukup lama bersama-Nya mengukuhkan iman mereka dalam ukuran tabiat ilahi mengenai missi-Nya, dan orang banyak itu pun telah memperoleh bukti tentang kuasa-Nya yang tidak dapat dipermasalahkan, maka jalan telah tersedia bagi murid-murid itu untuk mengakui prinsip-prinsip kerajaan-Nya yang akan membantu mereka memahami keadaannya yang sesungguhnya.” — Mount of Blessing, pp. 11, 12. Dari bacaan ini dapat kita lihat apa yang diperbuat oleh Kristen sebelum pertobatannya, maka ini pun kita akan mempelajari selanjutnya apa yang akan diperbuat orang Kristen sesudah pertobatannya.
SEGALA PERKARA YANG ANEH ITU TIDAK SELALU SALAH UNTUK DIAJARKAN Mount of Blessing, pp. 17, 18. “Sebagai sesuatu yang aneh dan baru, semua perkataan ini sampai ke pendengaran orang banyak yang terheran-heran itu. Ajaran yang sedemikian ini adalah bertentangan dengan semua yang pernah mereka dengar dari imam atau guru agama. Dalamnya mereka tidak menyaksikan apa pun yang menyanjung-nyanjung kesombongan mereka atau mengisi harapan-harapan ambisi mereka. Tetapi mengenai Guru yang baru ini terdapat suatu kuasa yang membuat mereka terpesona. Manisnya kasih ilahi mengalir dari kehadiran-Nya bagaikan bau harum yang berasal dari bunga. Firman-Nya jatuh bagaikan ‘hujan atas rerumputan yang dipotong; bagaikan hujan deras yang mengairi bumi.’ Semua merasa secara naluri, bahwa di sinilah Dia yang membaca semua rahasia jiwa, namun Ia datang menghampiri mereka dengan kasih sayang yang lemah lembut. Hati mereka terbuka kepada-Nya. dan, sementara mereka mendengarkan, maka Roh Suci mengungkapkan kepada mereka sesuatu pengertian mengenai pelajaran itu yang sangat dibutuhkan oleh umat manusia dalam segala zaman untuk dipelajari.” — Mount of Blessing, pp. 17, 18. Dari ini kita melihat bahwa segala perkara yang aneh itu tidak selalu salah untuk diajarkan. Orang-orang Yahudi di zaman Kristus tidak mempelajari perkara-perkara yang dibutuhkan manusia pada waktu itu untuk dipelajari. Marilah kita berdoa agar ini kita dapat belajar lebih banyak lagi mengenai perkara-perkara yang kita butuhkan untuk dipelajari. Jika mereka yang keras kepala dan penuh mementingkan diri itu terus maju tanpa diawasi perbuatannya, maka bagaimanakah kelak keadaan segala perkara di dalam sidang? Bagaimana mungkin segala kekeliruan yang ada dalam orang-orang yang berkemauan keras dan berambisi ini dapat diperbaiki? Dengan cara apakah Allah dapat mencapai mereka? Bagaimanakah caranya Ia menertibkan sidangnya? Perselisihan-perselisihan pendapat senantiasa timbuI, dan kemurtadan-kemurtadan seringkali menyusahkan siding. Apabila pertentangan atau perpecahan timbul, maka semua pihak mengakui dirinya benar dan memiIiki kejujuran; dan mereka tidak
mau menerima petunjuk dari orang-orang yang sudah lama memikuI beban pekerjaan, dan yang patut diketahuinya sebagai orang-orang yang dikendalikan Tuhan. Terang telah dikirim untuk menyingkirkan kegeIapan mereka, namun mereka terlalu tinggi hati untuk menyambutnya, sehingga mereka memiIih kegelapan. Mereka meremehkan nasehat Allah karena ia itu tidak sejalan dengan pandangan-pandangan dan rencana-rencananya, maka mereka lebih menyukai sifat-sifat tabiatnya yang salah. Pekerjaan dari Roh Allah yang akan membawa mereka ke dalam kedudukan yang benar kaIau saja mau mereka menyambutnya, bukan dating dalam cara yang menyenangkan, dan memanja-manjakan kebenaran diri mereka. Terang yang telah dikaruniakan Allah bukan merupakan terang bagi mereka, maka mereka terus mengembara dalam kegelapan. Mereka menyatakan agar jangan lagi menaruh kepercayaan pada keputusan orang yang berpengalaman lama sedemikian ini, dan yang sudah Tuhan ajari dan gunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan khusus daripada setiap orang yang lain. Bukankah ini rencana Allah agar mereka berbuat demikian, ataukah ini pekerjaan istimewa dari musuh yang menentang semua kebenaran untuk mengurung jiwa-jiwa dalam kekeliruan, untuk mengikat mereka dalam kesesatan yang dalam yang tidak dapat dipecahkan, karena mereka telah menempatkan dirinya di luar jangkauan sarana-sarana yang AIIah telah kuasakan untuk mengurusi sidang-Nya? “Tegoran-tegoran, peringatan-peringatan, pembetuIan-pembetuIan, dari Tuhan telah diberikan kepada sidang-Nya dalam segala zaman dunia ini. Semua amaran ini telah diremehkan dan ditolak di zaman Kristus oleh orang-orang Parisi yang menyatakan dirinya tidak membutuhkan tegoran yang sedemikian ini, dan yang secara tidak adil telah mensia-siakannya. Mereka tidak mau menerima firman Tuhan melalui hamba-hamba-Nya, sebab ia itu tidak memuaskan kecenderungan-kecenderungan hati mereka. Sekiranya Tuhan memberikan sesuatu khayal langsung di hadapan kelas orang-orang ini di zaman kita, yang menunjukkan kesalahan-kesalahan mereka, menegor kebenaran dirinya sendiri dan mempersalahkan dosa-dosa mereka, maka mereka akan bangkit mendurhaka seperti orangorang penduduk Nazareth sewaktu Kristus menunjukkan keadaan mereka yang sebenarnya.
“Jika orang-orang ini tidak merendahkan hati mereka di hadapan Allah, jika mereka menampung berbagai usulan Setan, maka keragu-raguan dan tidak setia akan menguasai jiwa, dan mereka akan melihat segala-galanya dalam suatu terang yang palsu. Sekali benih-benih keragu-raguan ditabur di dalam hatinya, maka mereka akan harus menuai suatu hasil tuaian yang Iimpah. Mereka akan datang menolak dan menyangkal kebenaran-kebenaran yang jelas dan penuh keindahan kepada orang-orang lain yang tidak mendidik dirinya dalam ketidak-percayaan. Orang-orang yang melatih pikirannya untuk menggunakan apa saja yang dapat mereka gunakan sebagai kapstok untuk menggantungkan keraguraguannya, lalu menganjurkan pikiran-pikiran ini kepada orang lain, akan selalu menemukan kesempatan untuk ragu-ragu. Mereka akan mempertanyakan dan mengkritik apa saja yang timbul dalam pengungkapan kebenaran, mengeritik pekerjaan dan kedudukan orang-orang lain, mengeritik setiap cabang pekerjaan di mana mereka sendiri tidak ikut serta. Mereka akan hidup dari kekeliruankekeliruan dan kesalahan-kesalahan orang lain, ‘sampai kelak’, demikian kata malaikat, ‘Tuhan Yesus akan bangkit meninggalkan tugas pembelaan-Nya dalam kaabah sorga, lalu memakai diri-Nya dengan pakaian pembalasan, lalu mengejutkan mereka pada perayaannya yang tidak suci; maka mereka akan menemukan dirinya tidak siap bagi perjamuan kawin Anak Domba.’ Selera mereka telah menjadi sedemikian kacau sehingga mereka akan cenderung mengeritik sampai kepada meja Tuhan di dalam Kerajaan-Nya. “Pernahkah Allah mengungkapkan kepada orang-orang yang menyesatkan dirinya ini, bahwa tidak satu pun tegoran atau pembetulan-pembetulan yang berasal dari-Nya akan memiliki sesuatu bobot kalau bukan sekaliannya itu datang melalui khayal yang langsung? Saya memikirkan hal ini, karena pendirian banyak orang mengenainya adalah suatu khayalan Setan yang menghancurkan jiwa-jiwa. Setelah ia berhasil menjerat dan melemahkan mereka melalui cara berpikirnya yang menyesatkan, sehingga apabila mereka ditegor mereka akan tetap tidak menghiraukan semua usaha Roh Allah, maka kemenangan Setan atas mereka akan menjadi sempurna. Sebagian orang yang mengakui dirinya benar akan seperti Yudas yang menyerahkan Tuhan secara berkhianat ke dalam tangan musuh-musuh besar-Nya.
Orang-orang yang percaya diri sendiri ini, yang bertekad mengikuti jalannya sendiri, lalu menganjurkan pendapat-pendapatnya sendiri, akan maju terus dari yang jelek kepada yang terburuk, sampai kelak mereka akan mengikuti jalan apa saja, tetapi tidak mau melepaskan kemauannya sendiri. Mereka akan maju terus secara buta pada jalan yang jahat; tetapi seperti halnya orang-orang Parisi yang tersesat itu, demikian itulah mereka tertipu sendiri, sehingga mereka mengira mereka sedang melaksanakan pelayanan Allah. Kristus menggambarkan perjalanan Itu yang akan ditempuh kelas orangorang tertentu, apabila mereka memperoleh kesempatan untuk mengembangkan tabiatnya yang sebenarnya: ‘Maka kamu akan dikhianati baik oleh para orangtua, saudara-saudara, kaum, maupun teman-teman; dan sebagian dari kamu akan mereka tuntut untuk dihukum mati.’ “—– Testimonies, vol. 5, pp. 688 – 691. Pelajaran ini adalah bagi semua yang mengakui dirinya pendetapendeta di dalam sidang, dan juga bagi orang-orang yang mengakui dirinya murid-murid Kristus. Orang-orang Parisi (para pendeta) tidak mau memperhatikan tegoran-tegoran dan Kebenaran dari Kristus sendiri. Yudas (salah seorang murid-Nya) juga tidak, namun sebaliknya Yudas telah menunjukkan tabiatnya yang sebenarnya pada akhirnya, bahwa ia adalah seorang pengkhianat yang jahat, bukannya seorang murid, seorang dermawan besar, atau pun seorang teman. Kiranya Allah membantu kita semua untuk mengerti sendiri, dan supaya senantiasa berada dalam hubungan yang langsung dengan-Nya agar jangan kita jatuh ke dalam cobaan, demikianlah hendaknya doa kita. Prophets and Kings, p. 278: “Pesan Allah bagi penduduk bumi pada waktu ini adalah: ‘Hendaklah kamu juga bersedia, karena pada sesuatu jam yang tak di sangka-sangka olehmu Anak Manusia itu akan datang.’ Keadaan-keadaan yang memenuhi masyarakat, dan yang terutama pada kota-kota besar dari segala bangsa, memberitakan dengan santer, bahwa jam pehukuman atau pengadilan Allah itu ada datang, dan bahwa akhir dari segala perkara duniawi sudah dekat sekali. Kita sedang berdiri di ambang pintu krisis dari segala zaman. Secara bergiliran dengan cepatnya pehukuman-pehukuman Allah itu akan menyusul satu demi satu, —
kebakaran, banjir, dan gempa bumi, dengan peperangan dan pertumpahan darah. Janganlah kita tercengang pada waktu ini dengan peristiwa-peristiwa baik besar maupun pasti; karena malaikat kemurahan tidak mungkin dapat bertahan lebih lama lagi untuk melindungi orang-orang yang tidak bertobat. “Bahwasanya, Tuhan keluar dari tempat-Nya untuk menghukum penduduk-penduduk bumi karena kejahatan mereka; bumi juga akan mengeluarkan darahnya, dan tidak akan lagi menutupi orangorangnya yang terbunuh. ‘Angin ribut murka Allah sedang berhimpun; maka hanya mereka yang menyambut undanganundangan kemurahan yang akan berdiri, seperti halnya penduduk Nineweh yang memperoleh hotbah Yunus, lalu disucikan oleh kepatuhan mereka kepada hukum-hukum dari Pemerintah ilahi. Hanya orang yang benar akan terlindung bersama dengan Kristus dalam Allah sampai kehancuran itu berlalu. Hendaklah bahasa jiwa berbunyi sebagai berikut: ‘Tempat berlindung lain aku tak punya; Menggantungkan jiwaku yang tak berdaya pada-Mu; Jangan, O jangan biarkan aku sendiri saja! Tetap menunjang dan menghiburkan daku. ‘Sembunyikan daku, ya Juruselamatku, sembunyikanlah, Sampai topan kehidupan itu berlalu; Selamatkanlah sampai ke dalam bimbingan tujuannya; Oh, akhirnya terimalah jiwaku.’” — Prophets and Kings, p. 278. HUKUM MENGENAI PIKIRAN Patriarchs and Prophets, p. 596 : “Adalah suatu hukum mengenai pikiran, bahwa ia itu secara perlahan-lahan menyesuaikan diri dengan masalah-masalah yang dihayatinya berulang-ulang. Jika dikuasai oleh hanya masalah-masalah biasa yang sudah seringkali diketahui, maka ia itu akan menjadi kerdil dan lemah. Jika tidak pernah dituntut untuk berjuang menguasai persoalan-persoalan yang sukar, maka setelah sesuatu waktu ia itu akan hampir kehilangan sama sekali kemampuan bertumbuhnya. Sebagai suatu
kekuatan mendidik, maka Alkitab adalah tak tertandingi. Dalam firman Allah pikiran akan menemukan persoalan bagi pemikiran yang terdalam, yaitu cita-cita yang tertinggi. Alkitab adalah sejarah yang bersifat petunjuk yang terbaik yang dimiliki manusia. Ia itu datang dalam keadaan segar langsung dari sumber kebenaran yang kekal, dan suatu tangan ilahi telah memeliharakan kemurniannya sepanjang segala zaman. Ia menerangi masa lampau yang terjauh, di mana usaha penyelidikan manusia gagal menembusinya. Dalam firman Allah kita melihat kuasa yang telah meletakkan pondasi bumi ini dan yang membentangkan segala langit. Hanya di sinilah dapat kita temukan suatu sejarah dari keturunan kita yang tidak ternoda oleh keragu-raguan manusia atau kesombongan manusia. Di sinilah tercatat berbagai perjuangan atau peperangan, berbagai kekalahan, dan kemenangan-kemenangan dari orang-orang terbesar yang pernah dikenal oleh dunia ini. Di sinilah terungkap masalah-masalah besar mengenai kewajiban dan nasib akhir. Tirai yang memisahkan dunia kenyataan daripada dunia yang tak tampak dibuka, maka kita akan melihat pertikaian antara kekuatankekuatan baik dan jahat yang saling bermusuhan, semenjak dari pertama masuknya dosa, sampai kepada kemenangan akhir dari yang benar dan kebenaran; dan sekaliannya itu tak lain daripada suatu ungkapan tabiat Allah saja. Dalam renungan yang penuh hikmah terhadap kebenaran-kebenaran yang disajikan di dalam firmanNya, pikiran siswa akan dibawa ke dalam persekutuan dengan pikiran yang tak terhingga itu. Suatu penyelidikan yang sedemikian ini tidak akan hanya menghaluskan dan meninggikan tabiat, tetapi ia juga tidak mungkin gagal dalam memperluas dan memperbesarkan kemampuan-kemampuan mental. “Ajaran Alkitab memberikan suatu sikap penting terhadap kebahagiaan manusia dalam semua hubungan hidup ini. Ia itu mengungkapkan prinsip-prinsip yang merupakan batu penjuru dari kemakmuran sesuatu bangsa, — dengan prinsip-prinsip mana terikat kebahagiaan masyarakat, dan juga keamanan keluarga, — tanpa prinsip-prinsip itu tidak seorang pun dapat mencapai kegunaan, kebahagiaan, dan kehormatan dalam hidup ini, atau dapat mengharapkan untuk mengamankan hari depan kehidupan yang tiada mati. Tidak ada satu pun pendirian dalam kehidupan, atau pun tahap pengalaman manusia, terhadap mana ajaran Alkitab tidak merupakan suatu persiapan penting. Dengan dipelajari dan
dipatuhi, maka firman Allah akan memberikan kepada dunia orangorang yang inteligensianya yang lebih kuat dan aktif daripada yang diperoleh dari penerapan ketat semua masalah yang dirangkul oleh falsafah manusia. Ia itu dapat memberikan manusia yang berkekuatan dan keteguhan tabiat, berpenglihatan tajam dan berpenilaian yang sehat, — yaitu orang-orang yang akan menjadi kehormatan bagi Allah dan suatu berkat bagi dunia.” — Patriarchs and Prophets, p. 596. Testimonies to Ministers, pp. 470, 471. “Pekabaran yang harus kita bawa ini bukanlah sebuah pekabaran yang perlu membuat orang ngeri memberitakannya. Jangan mereka berusaha menutup-nutupinya, atau merahasiakan asal mula dan maksud tujuannya. Penganjur-penganjurnya harus orangorang yang tidak akan mau mendiamkan suaranya baik siang atau pun malam. Sebagaimana orang-orang yang telah membuat janjijanji setia kepada Allah, dan yang telah ditugaskan sebagai utusan-utusan Kristus, sebagai penatalayan-penatalayan dari rahasia-rahasia kemurahan Allah, maka kita berkewajiban untuk menyatakan dengan setia keseluruhan nasehat Allah. Janganlah kita mengurangi pentingnya kebenaran-kebenaran istimewa yang telah memisahkan kita dari dunia, dan yang telah membuat kita sebagaimana adanya sekarang; karena sekaliannya itu adalah penuh dengan berbagai kepentingan yang kekal. Allah telah memberikan kepada kita terang mengenai perkara-perkara yang kini sedang terjadi dalam sisa-sisa sejarah yang terakhir, maka dengan pena maupun suara kita harus memberitakan kebenaran kepada dunia, bukan dalam cara yang jinak-jinak dan tidak bersemangat, melainkan dalam pameran Roh dan kuasa Allah. Pertikaian-pertikaian yang terhebat adalah termasuk dalam usaha memajukan pekabaran, dan hasil-hasil pemberitaannya ada masanya baik bagi sorga maupun bumi.
“Pertentangan di antara dua kekuatan yang besar antara baik dan jahat akan segera berakhir, namun sampai kepada masa akhirnya akan ada persaingan-persaingan tajam yang terus menerus. Kita hendaknya sekarang bertekad seperti yang diambil Daniel dan rekan-rekannya di Babil, bahwa kita akan tetap setia kepada prinsip, apa pun yang akan terjadi. Dapur api yang bernyala-nyala yang dipanaskan tujuh kali lebih panas daripada sebelumnya biasa dipanaskan, tidak dapat menggoyahkan hamba-hamba Allah yang setia ini untuk beralih daripada menaruh harap pada kebenaran. Mereka berdiri teguh dalam masa ujian, lalu dicampakkan ke dalam dapur api itu; maka mereka tidak ditinggalkan Allah. Bentuk dari Orang Yang Keempat telah terlihat berjalan-jalan bersama mereka di dalam nyala api itu, dan kemudian mereka telah keluar tanpa sedikit pun berbau api pada pakaian-pakaiannya …. “Pada waktu ini dunia penuh dengan orang-orang yang suka menyanjungnyanjung dan yang suka menyembunyikan sesuatu, tetapi Allah melarang agar mereka yang mengakui dirinya pengawal-pengawal kebenarankebenaran yang suci jangan menghianati kepentingan-kepentingan pekerjaan Allah dengan memberikan anjuran-anjuran yang menghasut dan menggunakan cara-cara musuh dari segala yang benar itu. “Tidak ada waktu lagi sekarang untuk menjajarkan diri kita pada pihak orang-orang yang melanggar hukum Allah, untuk melihat dengan mata mereka, mendengar dengan telinga mereka, dan untuk mengerti dengan menggunakan kesadaran-kesadaran mereka yang kacau itu. Kita harus berkumpul bersama. Kita harus berusaha menjadi satu kesatuan, menjadi suci dalam kehidupan dan bersih dalam tabiat. Hendaklah mereka yang mengakui dirinya hamba-hamba dari Allah yang hidup, supaya jangan lagi tunduk kepada berhala pendapat-pendapat manusia, jangan lagi menjadi budak kepada setiap napsu yang memalukan, jangan lagi mempersembahkan kurban yang dinajiskan kepada Tuhan, yaitu suatu jiwa yang ternoda dosa.” — Testimonies to Ministers, pp. 470, 471.