Assalamualaikum wr wb POJOK REDAKSI
Salam Sehat
Warta HortusMed kembali menyapa pembaca yang budiman, para pecinta tanaman obat
dan jamu di penghabisan tahun 2019. Sebelas bulan telah berlalu dan Desember tiba
dengan tumpukan agenda kerja dalam musim pancaroba. Biasanya pada peralihan musim
seperti ini kesehatan kita terimbas. Untuk itu diperlukan kedisiplinan dalam pola makan,
istirahat, olahraga, dan konsumsi jamu jika menghendaki sehat dan bugar sepanjang hari.
Balai Besar Penelitian Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) tidak cukup berpuas
diri dengan riset jamu. Secara mandiri maupun bersama-sama dengan anggota konsorsium
dan mitra kerja sama, B2P2TOOT sedang berupaya menginisiasi riset pengembangan
fitofarmaka. Sebuah upaya besar dengan berlandaskan pada komitmen bersama mutlak
diperlukan untuk mencapai produk tertinggi obat tradisional tersebut. Roadmap dan
tahapan riset fitofarmaka diulas secara komprehensif sebagai topik utama dalam Warta
HortusMed ini. Langkah pengembangan fitofarmaka ini merupakan tindak lanjut dari hasil-
hasil riset jamu saintifik yang saat ini telah diperoleh sebanyak 12 ramuan serta hasil skrining
ramuan yang informasinya diperoleh dari Ristoja.
Pada rubrik sosok, kami berbincang dengan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas
Muhammadiyah Purwokerto yang akan memberikan penjelasan tentang strategi UMP dalam
mengembangkan kedokteran herbal serta penyiapan sumber daya manusianya. Selanjutnya
dalam rubrik travel travel, pembaca akan diajak berkelana ke Kalimantan Tengah menelisik
keriuhan isu bajakah yang membawa tiga peneliti B2P2TOOT masuk ke dalam Tahura Gunung
Mas, tempat dimana beragam bajakah mudah ditemukan dan dimanfaatkan oleh masyarakat
Dayak Ngaju. Dokumentasi sejumlah kegiatan juga disajikan dalam volume ini diantaranya
Diseminasi Hasil Litbang Saintifikasi Jamu dan Sosialisasi Percepatan Fitofarmaka, Seminar
Nasional Tumbuhan Obat ke-57, Advokasi Naskah Rekomendasi, dan Pemberian 1200 Bibit
Tanaman Obat pada pembukaan Kemah Nasional Kesehatan (Kemnakes). Sebagai rubrik
terakhir dan yang ditunggu, kami sajikan resep berbahan sayur daun kelor. Daun yang
dikenal sebagai super food ini ternyata dapat diolah menjadi aneka masakan rumahan yang
tidak hanya bergizi tetapi juga menggiurkan.
Pada kesempatan ini, segenap tim redaksi Warta HortusMed mengucapkan Selamat
Tahun Baru 2020, semoga keselamatan dan kesuksesan selalu menyertai kita. Bantu kami
mengevaluasi dan memperbaiki majalah ini dengan cara mengirimkan surel berisi kritik dan
saran perbaikan ke [email protected] atau [email protected].
Wassalamualaikum wr. wb.
Bravo Jamu!!
Kepala B2P2TOOT
Akhmad Saikhu
Warta HortusMed Edisi 2 2019 11
Susunan Redaksi: DAFTAR ISI
Pengarah
Kepala B2P2TOOT 1 POJOK
REDAKSI
Pemimpin Redaksi
Nita Supriyati 2 DAFTAR
ISI
Redaktur
Tri Widayat 3 TOPIK
Kristoforus Ivan PW UTAMA
Layout dan Grafis 13 SOSOK
Antonius Febrian Pulung 18 TANAMAN OBAT & OBAT
Sekretariat TRADISIONAL
Hanida Ila Ayu Fattureni
20 OPINIKU
Redaksi Bidang 26 SERBA - SERBI
Program,Kerjasama 33 SEPUTAR
dan Jaringan Informasi
Balai Besar Penelitian dan KESEHATAN
Pengembangan Tanaman
Obat dan obat tradisional 37 MOTIVASI
Jl.Raya Lawu No.11 40 TRAVEL
Tawangmangu Karanganyar 47 B2P2TOOT
Jawa Tengah 57792
Telp.0271-697010 TERKINI
Fax.0271-697451
54 RESEP KITA
2 Warta HortusMed Edisi 2 2019 59 SURAT
PEMBACA
60 TTS/KUIS
Mengenal Jamu, OHT dan Fitofarmaka TOPIK UTAMA
Oleh:
Nita Supriyati, M.Biotech., Apt (Kepala Bidang Program,
Kerjasama dan Jaringan Informasi B2P2TOOT)
Apa yang terlintas di benak Anda ketika pengobatan, dan dapat diterapkan sesuai
mendengar kata Jamu? Barangkali anda dengan norma yang berlaku di masyarakat.
akan teringat minuman yang berasa Pada tahun 2004 Badan Pengawas Obat
pahit dengan aroma khas empon empon dan Makanan (Badan POM) mengeluarkan
dan tanaman obat. Atau ketika melihat Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat
orang yang terlihat awet muda, kita akan dan Makanan Republik Indonesia Nomor
bertanya, jamunya apa?. Begitu banyak HK. 00.05.4.2411 tentang Ketentuan Pokok
khasiat jamu yang kita rasakan manfaatnya Pengelompokan dan Penandaan Obat
sehingga minuman itu tidak asing lagi bagi Bahan Alam Indonesia. Berdasarkan cara
keseharian kita. Hal ini terbukti dengan data pembuatan serta jenis klaim penggunaan
hasil Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas dan tingkat pembuktian khasiat, Obat
tahun 2013, 60% dari penduduk Indonesia Bahan Alam Indonesia dikelompokkan
dengan rentang usia 15 tahun ke atas sudah menjadi: a. Jamu b. Obat Herbal Terstandar
pernah mengkonsumsi jamu. Sebanyak 95% c. Fitofarmaka.
dari semua yang mengkonsumsi jamu telah Jamu harus memenuhi kriteria: a. Aman
merasakan manfaatnya sendiri. sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan
Bila dahulu jamu dapat kita nikmati dengan b. Klaim khasiat dibuktikan berdasarkan
meracik sendiri di rumah atau membeli dari data empiris c. Memenuhi persyaratan
mbok jamu gendong, saat ini jamu dapat mutu yang berlaku. Jenis klaim penggunaan
juga dinikmati dalam bentuk yang lebih sesuai dengan jenis pembuktian tradisional
praktis. Namun pada perkembangannya dan tingkat pembuktiannya yaitu tingkat
jamu tidak hanya bentuk minuman lho. Ada pembuktian umum dan medium. Jenis klaim
beberapa sediaan yang dapat kita nikmati penggunaan harus diawali dengan kata-
dengan sebutan jamu. Perkembangan kata: “Secara tradisional digunakan untuk
sediaan jamu menyesuaikan perkembangan ...”, atau sesuai dengan yang disetujui pada
jaman. Kita dapat menemui jamu dalam pendaftaran. Nah, bila Anda menemukan
bentuk pil, tablet atau bubuk seduhan. jamu yang memberikan klaim yang
Dalam Permenkes No. 003/Menkes/ bombastis, anda harus waspada. Jangan
Per/I/2010 Jamu adalah obat tradisional, jangan belum memiliki ijin edar dari Badan
sedangkan pengertian obat tradisional POM.
adalah bahan atau ramuan bahan yang Kelompok selanjutnya adalah Obat Herbal
berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, Terstandar atau lebih dikenal dengan
bahan mineral, sediaan sarian (galenik), OHT. Berbeda dengan jamu yang sifat
atau campuran dari bahan tersebut yang pembuktiannya secara empiris, OHT telah
secara turun temurun telah digunakan untuk dibuktikan secara ilmiah melalui uji pra
Warta HortusMed Edisi 2 2019 3
klinik. Bahan bakunya pun sudah dilakukan ditempatkan pada bagian atas sebelah kiri
dari wadah/ pembungkus/ brosur. Bentuk
standarisasi dan memenuhi persyaratan lingkaran pada logo jamu melambangkan
sebuah proses dan menyatakan bahwa
mutu yang berlaku. Dalam Peraturan Badan produk jamu tersebut termasuk dalam
kategori aman. Warna hijau merupakan
Pengawas Obat Dan Makanan Nomor 32 perwujudan kekayaan sumber daya alam
Indonesia, ranting daun melambangkan
Tahun 2019 Tentang Persyaratan Keamanan serangkaian proses yang sederhana yang
merupakan visualisasi proses pembuatan
dan Mutu Obat Tradisional, Obat Herbal jamu. Kode registrasi badan POM untuk
jamu adalah TR.
Terstandar adalah produk yang mengandung
Logo OHT berupa jari – jari daun yang terdiri
bahan atau ramuan bahan yang berupa dari 3 pasang terletak di dalam lingkaran
dan ditempatkan di bagian atas kiri dari
bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan wadah/pembungkus/brosur. Logo dicetak
warna hijau dengan dasar putih atau warna
mineral, sediaan sarian (galenik) atau lain yang mencolok/kontras dengan warna
logo, harus dicantumkan tulisan “Obat
campuran dari bahan tersebut yang secara Herbal Terstandar”. Tulisan harus jelas dan
mudah dibaca, serta dicetak dengan warna
turun temurun telah digunakan untuk hitam. Kode registrasi badan POM untuk
OHT adalah TR.
pengobatan dan dapat diterapkan sesuai
dengan norma yang berlaku di masyarakat
yang telah dibuktikan keamanan dan
khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik
dan bahan bakunya telah distandardisasi.
Pengelompokan terakhir adalah
fitofarmaka, yaitu obat tradsional yang
pembuktian khasiatnya telah melalui uji
pra klinik dan uji klinik. Bahan bakunya juga
telah melalui standarisasi. Peraturan Badan
Pengawas Obat dan Makanan Nomor 32
Tahun 2019 Tentang Persyaratan Keamanan
dan Mutu Obat Tradisional menyebutkan
bahwa fitofarmaka adalah produk yang
mengandung bahan atau ramuan bahan
yang berupa bahan tumbuhan, bahan
hewan, bahan mineral, sediaan sarian
(galenik) atau campuran dari bahan
tersebut yang telah dibuktikan keamanan
dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji
praklinik dan uji klinik serta bahan baku dan
produk jadinya telah distandardisasi. Dari
segi kualitas dan keamanan, fitofarmaka
memiliki strata paling tinggi sehingga dapat
diresepkan oleh dokter.
Bagaimana mengenali produk jamu, OHT
dan fitofarmaka? Kita dapat mengenali dari
penandaan pada kemasannya. Kelompok
jamu dapat dikenali dengan bentuk ranting
daun terletak dalam lingkaran”, dan
4 Warta HortusMed Edisi 2 2019
Nah, apakah anda masih ragu untuk
menggunakan produk berbahan alam atau
obat tradisional? Dengan uraian di atas
tentunya anda tak perlu ragu. Mari kita
cintai obat tradisional asli Indonesia.
Pada penandaan fitofarmaka, bentuk
lingkaran melambangkan sebuah proses
dan tanda aman. Warna hijau dan kuning
merupakan perwujudan kekayaan sumber
daya alam. Jari – jari daun yang membentuk
bintang melambangkan serangkaian proses
yang cukup kompleks dalam pembuatan
fitofarmaka. Kode registrasi badan POM
adalah FF.
Warta HortusMed Edisi 2 2019 5
Satgas Percepatan Pengembangan
dan Pemanfaatan Fitofarmaka: Upaya
Mengembangkan Obat Tradisional Indonesia
Oleh:
dr. Zuraida Zulkarnain (Peneliti B2P2TOOT)
dan Nita Supriyati, M.Biotech., Apt. (Kepala Bidang
Program, Kerjasama dan Jaringan Informasi B2P2TOOT)
Potensi Indonesia untuk pengembangan penuh dari Kementerian Koordinator Bidang
obat berbahan herbal sangat terbuka Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
luas. Kekayaan keragaman hayati dan serta Kementerian Koordinator Bidang
warisan pemanfaatan jamu secara turun Perekonomian. Pembentukan Satgas ini
temurun merupakan modal penting. merupakan salah satu upaya perwujudan
Agar obat tradisional Indonesia dapat kebijakan hilirisasi untuk mendukung akses
bersaing di pasar global, diperlukan dan ketersediaan obat Nasional dan pada
dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi saatnya akan berperan dalam Jaminan
serta kebijakan pemerintah. Untuk itu Kesehatan Nasional.
pemerintah telah menerbitkan Instruksi Kenapa fitofarmaka perlu dikembangkan?
Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2016 Fitofarmaka adalah obat tradisional yang
tentang Percepatan Pengembangan Industri telah memiliki bukti ilmiah melalui proses
Farmasi dan Alat Kesehatan, Badan POM uji pra klinik dan uji klinik. Bahan bakunya
telah menginisiasi pembentukan Satuan juga sudah terstandarisasi memenuhi
Tugas Nasional (Satgas) Percepatan persyaratan yang telah ditetapkan. Saat ini
Pengembangan dan Pemanfaatan Jamu Indonesia memiliki 23 produk fitofarmaka.
dan Fitofarmaka yang terdiri dari lintas Tentunya jumlah ini harus ditingkatkan,
sektor terkait dan mendapat dukungan sehingga perlu dilakukan berbagai upaya,
6 Warta HortusMed Edisi 2 2019
antara lain pembentukan satgas percepatan usaha serta salah satu upaya perwujudan
fitofarmaka. Dengan terbentuknya kebijakan hilirisasi untuk mendukung akses
Satgas Pengembangan dan Pemanfaatan dan ketersediaan obat nasional. Tugas
Fitofarmaka dimungkinkan mendorong satgas adalah memperkuat kerja sama
masuknya investasi berbasis riset, dengan dan melakukan langkah-langkah konkret
alih teknologi dan pengembangan memajukan fitofarmaka. Bertindak sebagai
pengetahuan. Pada saat ini Pemerintah ketua Satgas yaitu Badan Pengawasan
telah mendorong penelitian yang berpotensi Obat dan Makanan (BPOM), sedangkan
menjadi produk, dengan pengurangan pajak tim sekretariat (koordinator satgas) terdiri
bagi industri yang memanfaatkan hasil dari Deputi Bidang Kesehatan Kementerian
riset tersebut. Nah, Apa dan bagaimana Perekonomian, Kementerian Kesehatan
kiprahnya akan kita ulas pada artikel ini dan BPOM. Dalam menjalankan tugasnya,
Satgas memiliki 5 bidang yang dibentuk
Apakah Satuan Tugas (Satgas) Percepatan dari berbagai komponen instansi dan
Pengembangan dan Pemanfaatan kementerian (lintas sektoral).
Fitofarmaka?
Satgas percepatan pengembangan dan BIDANG 1: BAHAN BAKU
pemanfaatan fitofarmaka telah resmi di- Bidang 1 diketuai oleh Dirjen Holtikultura
launching dengan keluarnya SK Menko , wakil ketua 1: Dirjen Konservasi Sumber
PMK No 22 Tahun 2019. Percepatan Daya Alam dan Ekosistem dan wakil ketua
pengembangan dan fitofarmaka perlu 2: Dirjen Pengelolaan Ruang Laut. Tugas
dilakukan sebagai upaya peningkatan utamanya menjamin tercukupinya bahan
pelayanan kesehatan dalam rangka baku fitofarmaka yang berkualitas dan
mendukung pelaksanaan Jaminan memenuhi standar.
Kesehatan Nasional. Pembentukan Satgas
merupakan wujud koordinasi yang intensif BIDANG 2: TEKNOLOGI MANUFAKTUR DAN
antara pemerintah, peneliti dan pelaku STANDARISASI
Warta HortusMed Edisi 2 2019 7
Ketua: Dirjen Penguatan Inovasi dikti dan LPDP dalam hal pendanaan
Kemenristek Dikti, wakil ketua 1: BPPT dan penelitian untuk menyaring protokol
wakil Ketua 2: LIPI. Bidang 2 merupakan penelitian yang dianggap layak untuk
jembatan bagi bidang 1 dan 3, dengan tugas: menjadi fitofarmaka. Bidang 3 juga bekerja
melakukan pembahasan proses produksi sama dengan perguruan tinggi baik dan
sediaan mulai dari penyiapan ekstrak untuk lembaga penelitian baik negeri maupun
uji praklinik sampai dengan pembuatan swasta agar berpartisipasi aktif dalam
sediaan uji klinik, melakukan pembahasan pengajuan proposal penelitian fitofarmaka
dan pendampingan standarisasi mulai dari yang sesuai standar CUKB dan BPOM.
bahan baku, ekstrak, maupun sediaan jadi, Selama tahun 2019 bidang 3 telah
melakukan pendampingan produksi sediaan melakukan beberapa kali pertemuan dengan
skala industri baik untuk uji klinik maupun mengundang wakil dari fakultas kedokteran
pada saat siap untuk dipasarkan dan dan farmasi beberapa perguruan tinggi,
melaporkan hasil kegiatan kepada satgas. seperti Universitas Hasanudin, Universitas
Indonesia, Universitas Pajajaran dan
BIDANG 3: UJI KLINIK DAN UJI PRAKLINIK Universitas Gadjah Mada; beberapa lembaga
Ketua: Deputi 2 BPOM, wakil ketua: Kepala penelitian, seperti B2P2TOOT, BPPT, PUSAT
Balitbangkes Kemenkes. Tugas bidang 3 2 Litbangkes; serta ketua perhimpunan
meliputi: melakukan pembahasan antara Rumah Sakit Indonesia dan wakil dari
peneliti, akademisi dan pelaku usaha terkait beberapa rumah sakit pendidikan di
metode uji toksisitas dan uji farmakodinamik Indonesia. Hasil pertemuan awal disepakati
obat bahan alam, melakukan pendampingan bahwa setiap instansi perguruan tinggi dan
kepada pelaku usaha dalam pelaksanaan uji lembaga penelitian dapat mengusulkan
praklinik dan uji klinik, melakukan pemetaan topik penyakit dan tanaman yang akan
pengembangan obat bahan alam yang akan dikembangkan sebagai fitofarmaka
dan telah teruji secara praklinik dan klinik, dalam bentuk proposal penelitian untuk
serta melaporkan hasil kegiatan kepada melengkapi daftar yang saat ini sudah ada di
satgas. satgas. Prioritas pada penyakit yang belum
Bidang 3 bekerja sama dengan kemenristek tersedia obat konvensionalnya dengan tetap
8 Warta HortusMed Edisi 2 2019
mengacu pada prioritas yang sudah disusun Ketua: Dirjen Yankes, wakil Ketua: Dirjen
oleh Kemenkes dan Kemenrisktekdikti. Pelayanan Kesehatan Tradisional. Tugas
Dalam menunjang hal tersebut akan bidang 4 yaitu menyusun formularium
dilakukan pelatihan CUKB, workshop uji obat tradisional Indonesia dalam rangka
praklinik dan uji klinik, sosialisasi satgas di mendukung JKN, mempercepat tersedianya
lembaga-lembaga tersebut. Di samping itu fitofarmaka di fasyankes, merekomendasikan
akan dibentuk CPOTB fleksibel di beberapa pemanfaatan fitofarmaka di fasyankes,
laboratorium Farmasi. Penelitian harus sejak menyusun mekanisme pembiayaan
awal bekerjasama dengan industri. Pada fitofarmaka di fasyankes dan melaporkan
tahun 2019, telah didapatkan 8 proposal hasil kegiatan kepada sekretariat
penelitian yang lolos seleksi, terdiri dari 3
uji klinik fitofarmaka sebagai antihipertensi, BIDANG 5: PRODUKSI DAN PROMOSI
antidislipidemia dan 5 uji praklinik sebagai FITOFARMAKA
antidiabetes, antihipertensi, antidislipidemia Tugas Bidang 5 terkait percepatan
dan imunostimulan. Pada tahun 2020 pemanfaatan fitofarmaka. Langkah awal
dijadwalkan 5 uji klinik selesai dan di tahun adalah dengan menyiapkan payung hukum
2021 3 uji klinik selesai. Bidang 3 juga telah yang jelas bagi kebijakan dan strategi
menetapkan kriteria kandidat fitofarmaka pengembangan industri jamu dan obat
untuk tahun 2020, yaitu bahan baku aman herbal terstandarisasi di Indonesia. Harapan
dan mudah diperoleh (tidak melebihi 5 ke depan bisa berpeluang untuk ekspor,
bahan baku dengan mempertimbangkan karena komoditas melimpah, contohnya
kontrol (standarisasi) terhadap mutu saat ini Dexa dan Ferron sudah tembus
bahan baku dan produk jadi), rasio risiko pasar Eropa.
dan kegunaan yang menguntungkan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan
pasien, merupakan alternatif yang jarang ( ditugaskan untuk menjadi anggota bidang
atau satu-satunya alternatif) untuk suatu 1: Bahan baku dan bidang 3: uji klinik
penyakit, obat konvensional mahal/ sangat dan pra klinik. Bidang 1 telah melakukan
terbatas, namun sangat dibutuhkan, koordinasi untuk pada tahun 2019
obat konvensional memiliki efek samping untuk mengumpulkan informasi serta
yang serius, akses mendapatkan obat meningkatkan koordinasi dari pelaku
konvensional sulit, data Riskesdas, pola industri terkait kebutuhan bahan baku
penyakit menjadi isu nasional dan porsi fitofarmaka. Dalam rencana aksi yang telah
penyakit yang menyedot dana pemerintah disusun, selain melakukan pengumpulan
untuk JKN. Hasil seleksi kandidat fitofarmaka data dan informasi tanaman dalam bentuk
2020 didapatkan 11 kandidat fitofarmaka, segar, simplisia maupun olahan, bidang 1
diantaranya untuk ajuvan lupus, ajuvan juga melakukan kegiatan etnofarmakologi
thalassemia, gangguan fungsi hati, ajuvan dan pengumpulan sumber daya genetik
peningkat trombosit, ajuvan anemia dan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas
peluruh batu ginjal. bahan baku obat alam. Terhadap petani
tanaman obat juga dilakukan pembinaan,
BIDANG 4: BIDANG PENGEMBANGAN pendampingan dan fasilitasi untuk
PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL menghasilkan bahan baku yang terstandar.
Warta HortusMed Edisi 2 2019 9
Mengembangkan Fitofarmaka Antimalaria
dari Daun Johar (Senna siamea)
Oleh:
Dr. Ir. Yuli Widyastuti, MP (Peneliti B2P2TOOT)
Fitofarmaka barangkali merupakan istilah masuk ke pasaran obat tradisional.
yang masih belum banyak difahami Tantangan terbesar suatu Industri herbal
masyarakat secara umum. Istilah ini dalam mengembangkan fitofarmaka
merupakan kategori yang melekat pada adalah kesiapan anggaran riset yang sangat
produk herbal atau obat tradisional yang besar terkait persyaratan uji klinik, di sisi
telah secara klinik memperoleh bukti atas lain kebijakan untuk mendorong tenaga
khasiat dan keamanannya. Produk herbal ini medis menggunakan produk fitofarmaka
di pasaran umumnya disebut berdasarkan dalam layanan kesehatan belum begitu
namanya, tidak serta merta melekat kuat. Kondisis ini mendorong industri
istilah fitofarmakanya. Dengan demikian herbal memiliki strategi khusus dalam
masyarakat awam akan sulit membedakan pengembangan fitofarmaka, antara
mana produk herbal fitofarmaka dan mana lain mengembangan produk dengan
yang bukan. Bagaimana mengetahui suatu indikasi spesifik yang masih terbatas obat
sediaan herbal masuk kategori fitofarmaka kompetitornya di pasaran. Lalu apakah
sebenarnya sangat mudah, yaitu dengan memungkinkan kita mengembangkan
mengenali logo yang ada di setiap fitofarmaka untuk obat antimalarial?
kemasannya. Terlepas dari itu, bagaimana
mengembangkan sediaan fitofarmaka dari Pertanyaannya mengapa malaria?
tanaman obat, tentu membutuhkan banyak Malaria merupakan penyakit infeksi
riset untuk mendukung proses standarisasi, yang disebabkan oleh plasmodium
pengembangan produk sediaan sampai ke yang ditularkan melalui gigitan nyamuk.
uji keamanan dan khasiat secara klinis. Penyakit malaria merupakan penyakit
Sampai saat ini, industri obat herbal di yang keberadaannya sudah sangat lama,
Indonesia yang mengembangkan produk dan di beberapa negara malaria sudah
fitofarmaka masih sangat terbatas. tidak menjadi masalah kesehatan utama.
Disebutkan hanya berkisar 20-30 jenis Di Indonesia, Point prevalence malaria
fitofarmaka yang sudah diproduksi dan menurut Riskesdas 2013 adalah sebesar
10 Warta HortusMed Edisi 2 2019
1,3% dan menurun nilainya berdasarkan efektif untuk menyembuhkan malaria serta
Riskesdas 2018. Meskipun demikian angka mengantisipasi timbulnya resistensi baru
tersebut belum bisa menggambarkan terhadap artemisinin. Indonesia dikenal
keadaan sebenarnya tahun per tahun, memiliki keragaman spesies tumbuhan obat
karena kasus malaria mengalami peak yang tinggi dan banyak yang dimanfaatkan
pada waktu tertentu. Jika dibandingkan secara empiris untuk mengatasi malaria oleh
dengan tahun 2010, angka point prevalence berbagai suku tradisional. Hasil Ristoja 2012
pada tahun 2013 naik dua setengah kali. menyebutkan tidak kurang dari 450 ramuan
Proporsi penyebab malaria berdasarkan jamu digunakan oleh pengobat tradisional
spesies parasit terbesar adalah Plasmodium di berbagai suku untuk mengobati malaria.
falciparum. Jenis ini telah resisten terhadap Johar secara empiris digunakan untuk
regimen pengobatan standar menggunakan mengatasi demam malaria dan juga
klorokuin. Untuk mengatasi resistensi digunakan untuk mencegah malaria bagi
tersebut, WHO merekomendasikan tentara yang melakukan perang gerilya pada
pengobatan dengan artemisinin yang biasa era sebelum kemerdekaan.
dikombinasikan dengan obat lain yang Berdasarkan informasi empiris tersebut,
disebut ACT (Artemisinin combination tanaman ini telah dikaji dari berbagai aspek
based therapy). Obat malaria ACT yang untuk antimalaria di Puslitbang Farmasi
digunakan di Indonesia sampai saat ini dan Obat Tradisional sejak tahun 1990an
masih sepenuhnya import dari Cina. dengan hasil yang menjanjikan. Penelitian
Angka kejadian malaria di Indonesia yang terkait aktifitas antimalaria daun johar juga
tinggi mengakibatkan ketergantungan dilakukan oleh berbagai institusi baik di
obat malaria ACT juga sangat besar. Upaya Indonesia maupun di beberapa negara di
swasembada bahan baku obat malaria di wilayah Asean. Hasil penelitian pra-klinis
Indonesia sangat memungkinkan karena ekstrak daun johar menunjukkan aktivitas
di samping iklim geografi yang sesuai juga sebagai anti malaria dengan menekan
telah dikuasainya teknologi prosesing. pertumbuhan dan mematikan plasmodium.
Namun demikian proses ini masih Sedangkan hasil uji klinis tahap I ekstrak
membutuhkan waktu panjang di samping johar terhadap orang sehat memberikan
sudah ada beberapa kasus resistensi hasil bahwa ekstrak Johar aman terhadap
ACT yang terlaporkan dari beberapa fungsi hati dan ginjal subyek penelitian.
negara di wilayah Mekong River. Untuk Berdasarkan aktivitasnya yang poten
itu pengembangan kekayaan lokal dalam sebagai antimalaria, johar (C. siamea)
menjawab permasalahan penyediaan obat sangat prospektif untuk dikembangkan
baru antimalarial sangat strategis untuk sebagai obat antimalaria dari bahan alam.
segera dilakukan. Pengembangan johar untuk produksi
obat antimalaria sejalan dengan program
Johar untuk fitofarmaka antimalaria kemandirian bahan baku obat nasional
Menjawab tantangan program eliminasi yang didengungkan oleh pemerintah.
malaria 2030, tentunya sangat perlu Mempertimbangkan bahwa malaria masih
Indonesia mengembangkan obat menjadi salah satu permasalahan kesehatan
antimalaria berbasis kekayaan lokal dan khususnya di banyak daerah di Indonesia
Warta HortusMed Edisi 2 2019 11
Timur, penelitian untuk menghasilkan obat yang semakin luas tersebut, diharapkan
antimalaria dari sumber daya nasional layak realisasi produksi obat antimalaria baru dari
untuk semakin didorong dan dilakukan daun johar ini segera dapat terwujud.
secara lintas sektor.
Johar sebagai antimalaria dapat
dikembangkan dalam dua jenis sediaan obat,
yaitu menggunakan senyawa aktif dari daun
johar Casiarine A sebagai obat modern atau
dalam sediaan fitofarmaka menggunakan
ekstrak daun johar. Kebijakan pengendalian
dan pengobatan malaria di Indonesia tentu
harus sejalan dengan rekomendasi WHO
secara global. Saat ini regimen pengobatan
malaria khususnya yang disebabkan oleh
Plasmodium falciparum yaitu menggunakan
ACT sebagai lini pertama. Pengembangan
Casiarine A yang terkandung dalam daun
johar sebagai obat baru menggantikan
ACT tentu membutuhkan waktu yang
sangat panjang, mengingat banyak riset
yang masih harus dilakukan. Untuk itu
peluang mengembangkan johar dalam
sediaan fitofarmaka bisa jadi langkah
strategis untuk mendukung produksi
obat antimalaria Nasional. Riset pra
klinik ekstrak johar sebagai antimalaria
sudah mampu membuktikan efektifitas
dan keamanan johar sebagai antimalaria.
Metode standarisasi ekstrak johar juga
telah dapat ditetapkan melalui serangkaian
penelitian standarisasi. Komisi Ahli Malaria
menyebutkan bahwa peluang pemanfaatan
fitofarmaka sebagai ajuvan terapi standar
malaria maupun untuk pencegahan
sangat besar. Dengan demikian johar
sangat prospektif untuk dikembangkan
sebagai fitofarmaka antimalaria di masa
mendatang. Pekerjaan rumah yang segera
harus dilakukan adalah membentuk aliansi
dengan melibatkan Industri Obat dalam
setiap tahapan riset dari produksi skala pilot
sampai registrasi produk. Melalui kerjasama
12 Warta HortusMed Edisi 2 2019
dr. Mambodyanto Sumoprawiro, S.H., M.Kes MMR SOSOK
Tokoh yang hadir dalam Warta HortusMed
edisi 2 tahun 2019 adalah seorang dekan
di Fakultas Kedokteran di Kota Purwokerto.
Bernama lengkap dr. Mambodyanto
Sumoprawiro, S.H., M.Kes.,MMR. pria
yang lahir di Blora pada tahun 1947
tepat pada hari keempat belas bulan
Februari ini menjabat posisi dekan di FK
Universitas Muhammadiyah Purwokerto
(UMP) sejak enam tahun silam. Tekadnya
adalah mengembangkan herbal di fakultas
dipimpinnya menjadi unggulan yang tidak
hanya bernilai keilmuan bagi mahasiswanya
namun juga bermanfaat langsung kepada
derajat kesehatan masyarakat yang akan
dilayani oleh para dokter alumni FK UMP.
Pak Mambo adalah alumnus FK Universitas Diponegoro yang telah menjalani karir fungsional
dan struktural yang luar biasa di bidang kesehatan dan pendidikan kesehatan di Kabupaten
Banyumas. Jabatan pertama sebagai kepala Puskesmas Kebasen ia jalani pada tahun 1980
setahun setelah lulus dari Undip. Tidak lama setelah itu dokter Mambo menjadi Direktur
RSUD Banyumas. Pada tahun 2001-2009 jabatan yang diembannya adalah Ketua/Dekan
Program Pendidikan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dan empat tahun kemudian
jabatan dekan di FK UMP diembannya hingga saat ini.
Berkecimpung di dunia kedokteran dan pendidikan bukan berarti harus jauh dari alam
atau tidak menyayangi lingkungan sekitar. Dokter Mambo membuktikan bahwa kesibukan
sebagai dekan fakultas kedokteran tidak harus menjauhkannya dari alam. Hal ini diketahui
dari hobinya bertani, memelihara burung perkicau, dan menikmati keindahan alam. Tiga
hobi yang sangat erat dengan tumbuhan, hewan, dan lingkungan biotik – abiotiknya.
Tempat tinggal pak Mambo sangat dekat dengan lingkungan kampus Unsoed yaitu di jalan
Dr. Suparno nomor 123 Karangwangkal, Purwokerto Utara. Dengan berpegang pada moto
“Berpikir positif, berani dan bertanggung jawab”, pak Mambo menapaki karir setapak demi
setapak hingga menjadi orang nomor satu di FK UMP. Dekan FK UMP mempersiapkan sumber
daya manusia dokter yang unggul dengan langkah-langkah strategis sebagai berikut:
a. Membuat agenda riset form seed to market
b. Membuat grand planning pengembangan institusi FK UMP
c. Menyusun rencana peningkatan kompetensi bagi dosen, instruktur, kaprodi dll.
Hasil wawancara dengan Dekan FK UMP akan disajikan kepada pembaca pada halaman
berikutnya.
Warta HortusMed Edisi 2 2019 13
Wawancara Dekan Fakultas Kedokteran
Universitas Muhammadiyah
Purwokerto
dr. Mambodyanto Sumoprawiro,
S.H., MMR., M.Kes., Adv
Oleh:
Kristoforus Ivan PW, S.I.Kom
(Pranata Humas B2P2TOOT)
Keterangan Gambar: Penyerahan Buku Body of Knowledge Kesehatan Tradisional Indonesia oleh
Kepala Badan Litbangkes kepada Dekan Fakultas Kedokteran UMP
“Membangun Sumber Daya Manusia untuk Saintifikasi
Jamu”
“Tim Warta HortuMed pada edisi kedua tahun 2019 mewawancari dr. Mambo, beliau
adalah Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Sebagai salah
satu jejaring dari program Saintifikasi Jamu, beliau konsen untuk membangun sumber
daya manusia yang kelak akan menjadi dokter-dokter jejaring Saintifikasi Jamu yang akan
mengembangkan jamu menjadi tuan rumah dan kebanggan di negeri sendiri”
Mengapa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Purwokerto (FK UMP) memilih
kedokteran herbal sebagai unggulan?
FK UMP memilih kedokteran herbal sebagai unggulan, karena menurut saya, kedokteran
herbal merupakan cikal bakal ilmu kedokteran yang tepat dan pas, sebagai bentuk
sintesa pendekatan antara pengobatan konvensional dan naturopati dengan menggali
sistem pengobatan asli Indonesia.
Inilah yang menjadi titik awal pengembangan kedokteran integratif dalam pelayanan
kesehatan tradisional Indonesia. Selain itu Indonesia kaya plasma nutfah dan sudah
turun temurun dilakukan penggunaan herbal oleh nenek moyang kita.
Bagaimana FK UMP mengembangkan kurikulum Kedokteran yang berbasis Kedokteran
Herbal?
FK UMP mengembangkan kurikulum kedokteran yang berbasis kedokteran herbal,
melalui pemahaman teori, praktek baik di laboratorium, di klinik maupun di lapangan,
semuanya berkaitan dengan jamu dan tanaman obat.
Metode yang digunakan antara lain berupa simulasi, demonstrasi, roleplay, studi kasus
dan bedside teaching, yang secara bertahap dan berkesinambungan dimulai sejak
semester 1.
Setiap periode dilakukan evaluasi yang hasilnya dinyatakan dalam bentuk nilai dan
pencapaian kompetensi.
14 Warta HortusMed Edisi 2 2019
Kompetensi seperti apa yang diharapkan setelah seorang dokter lulus dari FK UMP yang
berbasis herbal?
Kompetensi yang diharapkan dari lulusan kedokteran berbasis herbal adalah
a. kemampuan memberikan pelayanan Jamu (herbal), mulai dari deskripsi dan
efikasi tanaman obat dan Jamu, formulasi Jamu.
b. Kemampuan melakukan penelitian, analisis data hingga publikasi ilmiah
c. Kemampuan mengelola unit pelayanan Jamu, obat herbal terstandar, jamu
saintifik maupun fitofarmaka.
d. Kemampuan sebagai pendidik masyarakat di bidang tanaman obat dan Jamu
e. Menjadi dokter yang memiliki sikap, kepribadian, tata nilai dan moral yang
baik dan terus peduli dalam mengembangkan kedokteran berbasis herbal
Bagaimana dengan sarana dan prasarana serta kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM)
untuk mendukung pengembangan FK berbasis herbal di UMP?
a. SDM
1) Dosen tetap dan dosen tidak tetap dengan kualifikasi minimum lulusan
program magister dan kualifikasi tambahan yaitu pendidikan Jamu/herbal dan
memiliki serifikat AKTA mengajar/pekerti/applied approach
2) Instruktur lab, klinik dan Lapangan berbasis kesehatan/kedokteran/farmasi dan
memiliki sertifikat instruktur terkait atau AKTA mengajar dan berpengalaman di
bidangnya minimal 3 tahun.
3) Meningkatkan kuantitas dan kualitas dosen terutama dibidang herbal
b. Sarana dan prasarana
1) Memiliki kebun tanaman obat di lahan UMP
2) Memiliki laboratorium galenika, fitokimia dan farmakologi
3) Tempat praktek di klinik Petir Banyumas dan klinik Saintifikasi Jamu Hortus
Medicus di Tawangmangu
4) Secara bertahap dan berkesinambungan akan menyiapkan gudang
penyimpanan herbal.
5). Pengembangan perpustakaan herbal, terutama koleksi buku-buku dan hasil-
hasil riset
Apakah semua dokter lulusan FK UMP diharapkan akan melakukan praktik pelayanan
pengobatan herbal? Mengapa?
Jawabnya IYA. Kementerian Kesehatan sudah membuka seluas luasnya Yankestrad di
faskes, dalam bentuk Yankestrad integrasi, yaitu yankes konvensional merger dengan
yankes tradisional.
Pengobatan menjadi sempurna dan holistik, menyembuhkan secara fisik dan psikososial
dan kualitas hidup.
Diagnosis utama ditegakkan menggunakan kedokteran konvensional misalnya dengan
ICD 10 yang dapat ditambahkan dengan diagnosis naturopati, sehingga pendekatan
pengobatan dapat dilakukan secara kausal dan holistik.
Di sisi lain lulusan FK UMP tentu dapat melaksanakan tugasnya sebagai dokter
konvensional pada kasus-kasus tertentu, misalnya bedah dan penyakit-penyakit akut
lainnya.
Warta HortusMed Edisi 2 2019 15
Bagaimana kaitan program Saintifikasi Jamu dengan pengembangan kedokteran herbal di
FK UMP?
Kaitan program Saintifikasi Jamu dengan pengembangan kedokteran unggulan herbal
FK UMP adalah di bidang penelitian utamanya pada riset-riset percepatan hilirisasi
Jamu.
Sebagai salah satu anggota Jejaring Saintifikasi Jamu, tentu FK UMP juga melaksanakan
riset-riset yang diarahkan untuk menghasilkan produk-produk jamu yang aman dan
bermutu, sesuai dengan etika dan kaidah penelitian.
Bagimana langkah-langkah strategis FK UMP mempersiapkan SDM dokter yang unggul dan
mengembangkan institusi
Langkah-langkah strategis FK UMP dalam menyiapkan dokter Jamu/herbal yang unggul
dan mengembangkan institusi
a. Membuat agenda riset, from seed to patient and to market. Jadi, produk
risetnya selain untuk IPTEK juga secara sekuens digiring ke hilirisasi Jamu
b. Membuat grand planning untuk pengembangan institusi FK UMP, mulai dari
tersedianya sarana dan prasarana untuk mendukung pendidikan Jamu/herbal,
dari hulu ke hilir.
c. Jika nanti Fakultas Pertanian sudah siap di sisi hulu maka ini akan sangat
mempercepat hilirisasi Jamu.
d. SDM Dosen, Instruktur, dan jajaran Wakil Dekan, Kaprodi, MEU menyusun
rencana peningkatan kompetensi, terutama yang berkaitan dengan herbal,
melalui tugas belajar, pelatihan, dan lain-lain.
Hal apa sajakah yang telah UMP dan B2P2TOOT lakukan terkait dalam kerjasama dalam
bidang Saintifikasi Jamu?
Hal-hal yang telah dilakukan dalam kerjasama FK UMP dengan B2P2TOOT adalah
menindaklanjuti kerjasama, secara bertahap dan berkesinambungan saling melengkapi
dan mensinergikan ilmu pengetahuan tentang herbal dan keterampilan dalam
upaya mengintegrasikan pelayanan kesehatan konvensional dan tradisional melalui
pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan dengan menambah pengetahuan
formulasi jamu. Dalam bidang Saintifikasi Jamu (SJ), Pengetahuan formulasi jamu
penting sekali guna meningkatkan status jamu menjadi fitofarmaka yg sudah terbukti
secara klinis. Untuk menyetarakan dan mengerti tentang SJ, FK UMP mengadakan
pelatihan SJ mandiri untuk dokter-dokter dan apoteker UMP yg dilaksanakan di UMP
dan B2P2TOOT selama 6 hari agar pengetahuan tentang SJ dapat merata. Pengetahuan
SJ sudah diberikan pada kurikulum sarjana di stase herbal (blok 19) yang diberikan
oleh ahli di bidang herbal termasuk dari B2P2TOOT. SJ sudah familiar pada prodi
sarjana, bahkan mahasiswa berinisiatif untuk memasang banner formulasi2 SJ di
setiap dinding lantai FK. Pada stase herbal pendidikan sarjana, setiap tahun mahasiswa
UMP melakukan kunjungan ke B2P2TOOT untuk melihat secara langsung agar terbuka
wawasannya tentang tanaman obat mulai dari hulu hingga hilir. Saat menjalani
Program Profesi Dokter sama seperti stase-stase lain di rumah sakit, FK UMP dan
B2P2TOOT membuat kerja sama dengan mengadakan stase herbal untuk dokter-dokter
muda selama 6 minggu. Selama stase dokter muda sesuai dengan logbook melakukan
kegiatan-kegiatan, yang lebih difokuskan pada pemeriksaan di Klinik dan Griya jamu
16 Warta HortusMed Edisi 2 2019
Hortus Medicus B2P2TOOT, dan dinyatakan selesai dan dinyatakan lulus setelah
mengikuti ujian tertulis dan lisan yg diampu oleh dokter dokter SJ di Klinik Hortus
Medicus. Dokter FK UMP turut serta mengikuti pelatihan-pelatihan SJ yang diadakan di
B2P2TOOT, dan ikut serta dlm registri jamu. FK UMP dalam memenuhi kebutuhan akan
tanaman dan simplisia memesan di B2P2TOOT.
Bagaimana komitmen FK UMP dalam penelitian dan pengembangan Jamu?
Komitmen FK UMP dalam penelitian dan pengembangan jamu adalah secara konsisten
bertahap dan berkesinambungan meningkatkan upaya-upaya Catur Dharma Perguruan
Tinggi sebagai Implementasi dan kiprah nyata peran serta institusi pendidikan
kedokteran. FK UMP menerbitkan jurnal ilmiah Kedokteran-Herbal (Herb Medicine
Journal) yang telah terstandar secara nasional sebagai bentuk publikasi dan pendidikan
ilmiah kepada masyarakat.
Apa harapan untuk kegiatan Saintififikasi Jamu ke depan?
Harapan untuk kegiatan saintifikasi jamu kedepan dengan memperluas kerjasama
dengan center-center produksi/industri herbal yang telah mempunyai pengalaman
sebagai jejaring dan meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi guna menggali
potensi herbal yang melipah, dan dimanfaatkan dan diproduksi oleh bangsa sendiri,
sehingga menghasilkan OHT, fitofarmaka maupun potensi yang berkhasiat sehingga
dapat terintegrasi secara komplementer antara konvensional dan tradisional. Jangan
sampe potensi yang ada digali oleh bangsa lain.
Keterangan Gambar: Kuliah Umum yg dengan narasumber Kepala Badan Litbangkes yang diadakan
oleh Fakultas Kedokteran UMP
Warta HortusMed Edisi 2 2019 17
TANAMAN OBAT & Si Pahit yang Bermanfaat
OBAT TRADISIONAL Bagi Tanaman
Tithonia diversifolia adalah tanaman Oleh: Rahma Widyastuti, SP., M.Sc (Peneliti
semak dengan tinggi 2-3 meter. Di Jawa, B2P2TOOT)
tanaman ini dikenal dengan berbagai nama,
seperti Daun Insulin, Kipait, Pahitan, Rondo kompos. Sebagai pupuk kompos, seluruh
Semoyo, ataupun Rondo Noleh. Tanaman bagian tanaman yang telah dipotong-
ini belum banyak dibudidayakan. Namun potong terlebih dahulu diperlakukan dulu
demikian tanaman ini mempunyai banyak seperti halnya membuat pupuk kompos
manfaat, baik dalam bidang pertanian pada umumnya. Pembuatan kompos dapat
sampai kesehatan. Berikut akan dibahas dilakukan secara aerob maupun anaerob.
kegunaan tanaman ini di bidang pertanian. Secara aerob, pembuatan pupuk kompos
Di bidang pertanian tanaman ini digunakan dilakukan pada tempat terbuka dengan
sebagai pupuk, mulsa, dan juga pestisida sirkulasi udara yang baik. Perlu ketelatenan
nabati. Beberapa penelitian menunjukkan untuk membuat kompos dengan metode
bahwa T. diversifolia digunakan sebagai ini. Suhu dan kelembaban selama proses
pupuk hijau, pupuk kompos, dan bisa pengomposan harus selalu dikontrol. Untuk
dibuat pupuk organik cair. Sebagai pupuk menjaga suhu dan kelembaban, tumpukan
hijau, seluruh bagian tanaman ini dipotong- kompos perlu dibalik secara berkala. Proses
potong dan dicampurkan secara langsung pembuatannya kompos secara aerob
pada tanah yang akan digunakan sebagai membutuhkan waktu 40-50 hari.
media tanam. Lahan yang diberi pupuk Selain secara aerob, pupuk kompos juga bisa
hijau T. diversifolia tidak dapat digunakan dibuat secara anaerob. Pembuatan pupuk
secara langsung, harus didiamkan selama kompos secara anaerob membutuhkan
2-4 minggu. Jika digunakan secara langsung inokulan mikroorganisme (starter) untuk
dapat mempengaruhi pertumbuhan mempercepat proses pengomposannya,
tanaman, karena kandungan allelopati dari karena dapat membantu menguraikan
tanaman tersebut dapat mengurangi nutrisi bahan organik dengan cepat. Seperti
dari tanaman budidaya. halnya pada pembuatan secara aerob,
Selain digunakan sebagai pupuk hijau, pembuatan kompos secara anaerob juga
T. diversifolia juga dapat dibuat pupuk harus menjaga suhu dan kelembabannya.
Metode pembuatan secara anaerob
sama halnya dengan metode fermentasi,
dengan suhu yang dibutuhkan sekitar 35-
18 Warta HortusMed Edisi 2 2019
45⁰C. Kompos yang telah jadi atau matang sebagai pestisida nabati dapat dilakukan
dicirikan dengan baunya yang harum dengan cara sederhana maupun ekstraksi
seperti tape, tekstur gembur, dan berwarna di laboratorium. Pembuatan sederhana
hitam kecoklatan. Waktu yang dibutuhkan dapat dilakukan dengan cara menumbuk
untuk pembuatan kompos anaerob sangat daun T. diversifolia. Tumbukan T. diversifolia
bervariasi berkisar 10-80 hari, tergantung selanjutnya direndam dengan air dengan
pada efektifitas decomposer dan bahan perbandingan 1:2. Perendaman dilakukan
baku yang digunakan. sehari semalam. Larutan rendaman dapat
T. diversifolia juga dapat digunakan sebagai ditambahkan sedikit sabun cuci sebagai
pupuk organik cair. Dalam pembuatan bahan perekat. Larutan yang akan digunakan
pupuk organik cair, dibutuhkan bahan selanjutnya disaring. Hasil saringan telah
tambahan berupa air kelapa, gula merah, siap digunakan. Dalam penggunaannya
dan juga decomposer. Pembuatan dilakukan larutan dapat diencerkan dengan 30-50 liter
dengan cara mencampur semua bahan ke air.
dalam wadah besar. Setelah semua bahan Begitu banyak kegunaan tanaman T.
dimasukkan, tambahkan air ¾ bagian diversifolia meskipun keberadaan tanaman
wadah. Tutup rapat wadah dan simpan di ini masih tumbuh secara liar di lahan-lahan
tempat yang teduh. Agar proses fermentasi dekat air ataupun juga banyak ditemukan di
berhasil, campuran T. diversifolia diaduk- lereng-lereng bukit. Bukan hanya bunganya
aduk setiap hari. Pembuatan pupuk organik yang indah dipandang mata sebagai
cair membutuhkan waktu sekitar 7-14 hari. penghias jalan-jalan di pegunungan, namun
Penggunaan T. diversifolia selain sebagai banyak manfaat yang dapat diambil dari
pupuk juga dapat digunakan sebagai tanaman ini.
mulsa. Sebagai mulsa organik, seluruh
bagian tanaman diambil dan dipotong-
potong kecil-kecil. Bahan yang telah
dipotong-potong diletakkan pada lahan
atau tempat penanaman hingga menutupi
tanah, sebagai pengganti mulsa plastik.
Penggunaan mulsa organik cukup mudah,
karena tidak membutuhkan pengelolaan
yang bermacam-macam.
T. diversifolia dapat digunakan sebagai
pestisida nabati untuk mengendalikan hama
dan penyakit tanaman. Kandungan kimia
T. diversifolia berupa lakton seskuiterpen
dan diterpenoid memiliki aktivitas biologis
terhadap serangga. Beberapa penelitian
telah menunjukkan bahwa T. diversifolia
dapat mengendalikan rayap, kutu daun,
kutu putih, ulat daun kubis, ulat grayak, dan
hama gudang. Pembuatan T. diversifolia
Warta HortusMed Edisi 2 2019 19
OPINIKU Ada Apa dengan
Pelatihan Saintifikasi Jamu ???
Oleh: Santoso, S.Farm (Kepala Seksi Sarana Penelitian B2P2TOOT)
dan Dian Susanti, SP (Peneliti B2P2TOOT)
Saintifikasi Jamu (SJ) adalah upaya penelitian jamu)
4. Mengusulkan kepada Kepala Badan
pembuktian ilmiah jamu melalui
Litbangkes terkait bahan jamu,
penelitian berbasis pelayanan. Program khususnya segi budidaya, formulasi,
distribusi dan mutu serta keamanan,
SJ dicanangkan oleh Menteri Kesehatan yang layak digunakan untuk penelitian
5. Melakukan koordinasi dengan
pada tanggal 6 Januari 2010 di Kota Kendal. peneliti, lembaga penelitian dan
universitas serta organisasi profesi
Program SJ digagas oleh Kepala Badan dalam dan luar negeri, pemerintah
maupun swasta di bidang produksi
Penelitian dan Pengembangan Kesehatan jamu
6. Membentuk jejaring dan membantu
untuk memberikan landasan bukti ilmiah peneliti dokter atau dokter gigi
dan tenaga kesehatan lainnya yang
(evidence base) penggunaan jamu melalui melakukan praktik jamu dalam
seluruh aspek penelitiannya
penelitian berbasis pelayanan, untuk 7. Membentuk forum antar tenaga
kesehatan dalam SJ
mendorong terbentuknya jejaring dokter 8. Memberikan pertimbangan atas
proses dan hasil penelitian yang aspek
atau dokter gigi dan tenaga kesehatan etik, hukum dan metodologinya perlu
ditinjau secara khusus kepada pihak
lainnya sebagai peneliti dalam rangka upaya yang memerlukannya
9. Melakukan pendidikan berkelanjutan
preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif, meliputi pembentukan dewan
dosen, penentuan dan pelaksanaan
serta meningkatkan penyediaan jamu yang silabus dan kurikulum serta sertifikasi
kompetensi
aman dan berkhasiat teruji secara ilmiah, 10. Mengevaluasi secara terpisah
ataupun bersamaan hasil penelitian
baik untuk pengobatan sendiri maupun pelayanan termasuk perpindahan
metode/upaya antara kuratif dan
dalam fasilitas pelayanan kesehatan. non kuratif hasil penelitian pelayanan
praktik/klinik jamu
Didasari dengan diterbitkannya Permenkes 11. Mengusulkan kelayakan hasil
penelitian menjadi program sinergi,
no. 003 tahun 2010 mengenai Saintifikasi integrasi dan rujukan pelayanan
jamu kepada Menteri melalui Kepala
Jamu, program ini dipandang sebagai Badan Penelitian dan Pengembangan
Kesehatan
upaya terobosan untuk penelitian jamu
di sisi hilir dengan cara mensintesis
pendekatan naturopati dan alopati menjadi
kedokteran integratif. Konsekuensinya,
evaluasi outcome klinik untuk Saintifikasi
Jamu menggunakan pendekatan holistik,
sebagai filosofi kedokteran integratif.
Selain menggunakan pendekatan tersebut,
Kementerian Kesehatan melalui Kepmenkes
No. 296 tahun 2013 membentuk Komisi
Nasional Saintifikasi Jamu (Komnas SJ).
Beberapa tugas dan kewenangan Komnas
Jamu terkait dengan peningkatan sumber
daya manusa (SDM) untuk menunjang
program SJ:
1. Membina pelaksanaan SJ
2. Meningkatkan pelaksanaan
penegakan etik penelitian jamu
3. Menyusun pedoman nasional
terkait pelaksanaan SJ (metodologi
20 Warta HortusMed Edisi 2 2019
12. Membina Komisi Daerah SJ di Provinsi Kota di Indonesia.
atau Kabupaten/Kota
Berdasarkan hasil evaluasi pasca pelatihan
13. Memberikan rekomendasi perbaikan
dan keberlanjutan program SJ kepada SJ, diketahui bahwa hanya sekitar 50% dari
Menteri
jumlah total peserta pelatihan yang aktif
Keberhasilan SJ perlu didukung dengan
adanya sumber daya manusia terlatih dalam melaksanakan SJ di institusi asalnya. Hal
proses penelitian dan pengembangan
tanaman obat. Peningkatan pemahaman ini menjadi polemik tersendiri mengingat
dan kompetensi terkait SJ dilakukan dengan
penyelenggaraan Pelatihan Saintifikasi Jamu banyaknya jumlah dokter dan apoteker yang
(Pelatihan SJ) dengan peserta dokter dan
apoteker. Dengan peningkatan pemahaman telah mengikuti pelatihan. Dari 18 pelatihan
mengenai SJ diharapkan dokter dan apoteker
mampu untuk mewujudkan pelayanan SJ yang telah diselenggarakan hanya satu
kesehatan komplementer alternatif berbasis
jamu sebagai sebagai sistem ganda (dual pelatihan SJ yang telah mendapatkan
system) di fasilitas pelayanan kesehatan
formal. Standar kompetensi Pelatihan SJ sertifikasi pelatihan dari BPPSDMK.
adalah harus menguasai standar pelayanan
dan aspek penelitian baik kuantitatif Penyelenggaraan pelatihan SJ harus
ataupun kualitatif. Pelatihan SJ memerlukan
kurikulum khusus guna memberi wawasan disesuaikan dengan ketentuan BPPSDMK
dan ketrampilan secara menyeluruh bagi
peserta yang pada akhirnya nanti dilibatkan mengenai akreditasi pelatihan sehingga
dalam pelaksanaan SJ. Pasca mengikuti
pelatihan, Dokter peserta Pelatihan SJ alumni SJ di semua angkatan memiliki
diharapkan mampu menjadi dokter peneliti
yang akan melaksanakan program SJ di kompetensi yang sama. Beberapa kendala
sarana pelayanan kesehatan tempat mereka
bekerja. yang menjadi penyebab kurang maksimalnya
Pelatihan SJ diselenggarakan di Balai
Besar Penelitian dan Pengembangan peserta SJ dalam melaksanakan perannya
Tanaman Obat dan Obat Tradisional
(B2P2TOOT) dengan menggunakan metode dalam penelitian berbasis pelayanan yaitu:
pembelajaran klasikal dan non klasikal.
Pelatihan Dokter SJ diselenggarakan mulai 1. Tidak ada sosialisasi mengenai konsep
tahun 2010 hingga tahun 2017 sebanyak
15 angkatan pelatihan internal dan 3 (tiga) program dan pelatihan SJ sehingga
pelatihan mandiri dengan total peserta
sebanyak 519 orang. Sedangkan pelatihan peserta yang mengikuti pelatihan
Apoteker SJ diadakan beberapa kali dengan
jumlah peserta sebanyak 101 orang. Peserta SJ memiliki gambaran konsep yang
pelatihan SJ berasal dari berbagai institusi
baik puskesmas, Rumah Sakit, ataupun bertolak belakang dengan arah
Perguruan tinggi yang ada di Kabupaten/
dan tujuan program SJ. Kurangnya
penjelasan menyebabkan peserta
berorientasi untuk dapat melakukan
pelayanan SJ secara langsung
sedangkan arah dan tujuan program
SJ adalah sebagai jejaring peneliti
untuk melakukan penelitian berbasis
pelayanan.
2. Belum ada pembinaan SJ berupa
pendampingan pembuatan proposal
dan protokol penelitian, dan anggaran
untuk melaksanakan penelitian
berbasis pelayanan di lokus jejaring
SJ, serta update informasi terkait
dengan perkembangan SJ.
3. Kurangnya komitmen bersama
mengenai pelaksanaan kurikulum
pelatihan secara menyeluruh sesuai
dengan peraturan BPPSDMK baik
meliputi pembentukan dewan
dosen, silabus, kurikulum sehingga
mempengaruhi keseragaman
kompetensi alumni SJ.
Warta HortusMed Edisi 2 2019 21
4. Kurangnya komitmen bersama
dalam melaksanakan evaluasi pasca
pelatihan (EPP) sehingga monitoring
penerapan hasil pelatihan SJ di lokus
jejaring sangat rendah.
Pelatihan SJ seyogyanya menjadi “Kawah
Candra Dimuka” bagi dokter dan apoteker
SJ sehingga memiliki kompetensi yang
mumpuni dalam melaksanakan penelitian
berbasis pelayanan di lokus jejaringnya.
Referensi
Kepmenkes RI Nomor 296/Menkes/SK/
VIII/2013 mengenai Komisi Nasional
Saintifikasi Jamu
Siswanto. (2012). Saintifikasi Jamu Sebagai
Upaya Terobosan Untuk Mendapatkan Bukti
Ilmiah Tentang Manfaat Dan Keamanan
Jamu. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan,
15(2), 203–211. https://doi.org/10.22435/
bpsk.v15i2Apr.2994
22 Warta HortusMed Edisi 2 2019
Membangun Peradaban melalui
Perpustakaan
Oleh: Fitri HandayanI, S.IP (Pustakawan B2P2TOOT)
Kemajuan dan peradaban sebuah bangsa agara tetap memikat. Tugas pustakawan
tidak hanya pelayanan peminjaman,
dapat diukur salah satunya dengan pengembalian dan pengolahan buku.
Profesi ini menghadirkan sederet
mengetahui dengan kualitas bahan bacaan challenge mengasyikkan. Bagaimana
kita mampu berkomunikasi efektif agar
dan jumlah orang yang memiliki kebiasaan informasi yang ada mudah diterima oleh
pengguna? Bagaimana menjadi motivator
membaca. Dalam kalender Indonesia, agar pengguna senang mengunjungi
perpustakaan untuk memanfaatkan sumber
tanggal 14 September ditetapkan sebagai informasi secara maksimal? Bagaimana
agar perpustakaan tidak kaku hanya untuk
Hari Kunjung Perpustakaan dan bulan kegiatan peminjaman buku melainkan untuk
kegiatan lain semisal bedah buku.
September ditetapkan sebagai Bulan Tugas utama pustakawan?
Pertama, Melayani peminjaman dan
Gemar Membaca. Pencanangan ini dimulai pengembalian buku, namun pustakawan
harus mampu mengkreasikan dengan
sejak tahun 1995 oleh Presiden Soeharto. berbagai macam kegiatan untuk
menghidupkan perpustakaan. Banyak hal
Pencanangan ini adalah wujud kepedulian yang bisa dilakukan untuk meminimalisir
dari terjebaknya rutinitas kebosanan yang
pemerintah untuk meningkatkan minat berdampak terhadap pelayanan yang tidak
prima.
baca masyarakat. Kedua, meng-upgrade kemampuan
diri. Open minded dibutuhkan dalam
Minat baca berkaitan erat dengan kebiasaan kepribadian pustakawan profesional, karena
open minded mengarah terhadap masukan,
seseorang dalam kegiatan rutinitas yang saran dan hal-hal baru khususnya dalam hal
kekinian sebuah ilmu pengetahuan.
dilakukan. Minat baca bukanlah bawaan, Ketiga, inovasi. Sudah disinggung di
atas, bahwa menu utama yang dilakukan
akan tetapi kebiasaan yang harus dipupuk, di perpustakaan adalah peminjaman
dan pengembalian buku, perlu juga
dibina dan dikembangkan. Untuk dilakukan kegiatan lain. Cara efektif untuk
mendatangkan pengguna dan menjadikan
meningkatkan minat baca harus ada kondisi cinta terhadap perpustakaan dengan
mengadakan berbagai kegiatan menarik.
yang memunculkan minat baca, yakni Diskusi, bedah buku, talkshow, lomba
karya tulis, story telling adalah rangkaian
keadaan yang memungkinkan masyarakat contohnya.
Keempat, komunikatif dan empati.
untuk bisa membaca, salah satunya adalah
ketersediaan bahan bacaan.
Pepatah mengatakan bahwa buku adalah
jendela dunia. Kunci untuk membuka
jendela itu adalah membaca. Dengan
terbiasa membaca pengetahuan seseorang
akan terus bertambah. Membaca juga
disebut gerbang peradaban. Negara yang
masyarakatnya mempunyai kegemaran
membaca yang tinggi cenderung memiliki
peradaban yang lebih maju. Sebagai contoh,
Jepang adalah negara dengan masyarakat
yang budaya membaca yang luar biasa.
Di taman, di kereta, di manapun mereka
berada membaca adalah kegiatan yang
mudah sekali dijumpai.
Dimanakah dapat memperoleh informasi?
Perpustakaan. Koleksi perpustakaan
yang lengkap dapat memuaskan dahaga
informasi bagi pengunjungnya. Pustakawan
harus mampu mengelola bahan informasi
Warta HortusMed Edisi 2 2019 23
Pelayanan adalah ujung tombak dari sebuah masyarakat luas, maka penyebarluasan
produk, jika ditarik ke ranah perpustakaan, informasi ini perlu dilakukan agar dapat di
pelayanan yang baik akan berdampak akses di luar jam operasional kantor, akses
terhadap animo penggunanya. tanpa batas; untuk itu diperlukan kolaborasi
Sejalan dengan tugas yang diperankan dengan seksi lain untuk melakukan seleksi
oleh pustakawan, alangkah baiknya dan koleksi karena tidak semua koleksi harus
menjadi suatu keharusan jika pustakawan didigitalkan. Penyebarluasan diseminasi
terus berbenah diri untuk meng-upgrade dapat dilakukan dengan pembuatan
kemampuan dan kecakapannya. Salah poster dengan bahasa populer agar dapat
satunya pustakawan pada Balai Besar dipahami sasaran. Kolaborasi menjadi syarat
Penelitian dan Pengembangan Tanaman penting antara pustakawan dan peneliti
Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) harus maupun seksi lain memungkinkan adanya
mempunyai kemampuan untuk berorientasi kerjasama yang saling menguntungkan.
kepada keperluan pengguna perpustakaan. Pustakawan dapat memperluas jejaring
Perpustakaan B2P2TOOT hadir di tengah dengan diseminasi informasi hasil
masyarakat untuk menghimpun ilmu penelitian dengan perpustakaan perguruan
pengetahuan dengan berbagai bentuk tinggi atau dengan perpustakaan daerah
agar kemudian bisa dimanfaatkan kembali sehingga hasil penelitian menjadi salah
oleh masyarakat pengguna dan seiring satu media promosi. Dengan karakteristik
dengan perkembangan manajemen koleksi yang khusus mengenai tanaman
di semua instansi pemerintahan yang obat dan obat tradisional atau masyarakat
harus mengutamakan pelayanan kepada awam mengenalnya dengan tanaman
masyarakat, perpustakaan B2P2TOOT pun jamu menjadi tantangan tersendiri bagi
secara kontinyu berupaya memberikan pustakawan untuk mengelola sumber
layanan informasi dengan konten yang informasi yang ada, agar dicintai dan
berimbang dalam konten dan kemasannya. diminati oleh pengguna terutama generasi
Hal ini di dilakukan sebagai upaya muda atau dikenal dengan generasi
mendukung pembangunan kesehatan milenial. Generasi milenial menyukai
melalui diseminasi hasil litbang kepada yang serba instan, cepat dan akurat,
masyarakat agar dapat dimanfaatkan untuk disinilah pustakawan perlu berkolaborasi
meningkatkan kesejahteraannya, sebagai dengan seksi lain untuk menganalisa
contoh bila masyarakat sudah terpapar konten dan kebutuhan informasi. Harus
informasi hasil diseminasi dapat menangkal ada langkah pasti yang dilakukan untuk
berita hoax yang begitu besar menyerbu memasyarakatkan koleksi, apalagi dengan
seputar kesehatan, sedangkan bagi peneliti, karakteristik slogan masyarakat saat ini.
bermanfaat sebagai promosi diri atas Kembali ke alam.
profesinya sebagai seorang yang memiliki Merebaknya pengobatan herbal, informasi
keahlian tertentu, dengan hasil penelitian seputar khasiat tanaman obat menjadi
yang dilakukan akan mempunyai bobot peluang besar bagi pustakawan B2P2TOOT
ilmiah yang semakin tinggi yang dapat untuk turut mengedukasi masyarakat agar
mengundang uji publik atas penelitiannya tidak salah informasi, bentuk partisipasi
dan dampaknya menambah kualitas hasil pustakawan dapat terjun langsung
penelitiannya. Hasil penelitian yang telah ke masyarakat dengan pendekatan
dilakukan oleh peneliti di B2P2TOOT penyuluhan, mendorong pengguna agar
agar dapat didiseminasikan ke pengguna giat membaca. Pepatah jawa witing tresno
luas dan dapat dimanfaatkan untuk jalaran saka kulino, awal dipaksa membaca
meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan lambat laun menjadi kebiasaan dan
24 Warta HortusMed Edisi 2 2019
kebutuhan adalah mutlak, harus dilakukan Kemas ulang informasi sudah saatnya
untuk tercipta pengguna yang cerdas harus mulai dilakukan oleh Perpustakaan
berliterasi. Bagaimana agar informasi yang B2P2TOOT agar penyajian koleksinya lebih
melimpah itu dapat terstruktur dengan baik menarik yang dapat dilakukan antara lain
juga mudah menyasar generasi muda? Salah dengan:
satunya dengan mengemas ulang informasi,
alasan mendasar dilakukannya kemas ulang • seleksi informasi untuk full
informasi ini adalah menyesuaikan informasi digitalisasi
yang tersedia dengan kebutuhan pengguna
agar kontribusinya tepat guna. Kemas ulang • abstrak buku dan hasil penelitian
informasi merupakan kegiatan mengemas • direktori tentang jamu
kembali informasi atau mentransfer dari Nah bila hal ini hendak diwujudkan marilah
satu bentuk ke bentuk lain dengan kemasan bersinergi bersama membangun dan
yang lebih menarik merujuk pada penyajian menciptakan informasi yang menarik,
informasi yang lebih mudah dimengerti dan agar generasi milenial tertarik untuk
dibaca serta digunakan. membacanya, jika tidak di awali dengan
Penyediaan pelayanan kemas ulang tekad serta niat yang kuat bagaimana akan
informasi dapat berupa: mendapat akhir yang baik. Ingat untuk
membangun sebuah peradaban diperlukan
• poster, bangsa yang literet, cinta ilmu, cinta
• leaflets, informasi, peradaban yang berliterasi selalu
• booklets, ditandai dengan kepedulian yang tinggi
• bibliografi beranotasi, terhadap perpustakaan, maka marilah mulai
• paket informasi kilat, mencintai perpustakaan karena disanalah
• infografis, samudera ilmu didapat, jika tidak koleksi
• abstrak, hanya akan menjadi penghuni abadi dalam
• direktori sudut rak yang tersembunyi dan sepi.
• pathfinder dan lain sebagainya. Maktub.
Mata air itu manisnya seperti madu
Tempat di mana peradaban bumi dijilid menjadi satu
Berwujud onggokan syahdu bertajuk buku
Kawan ia melambaikan tangannya untuk kau hampiri,
kau buka dan kau reguk peradaban darinya
Warta HortusMed Edisi 2 2019 25
SERBA-SERBI
Hari Kesehatan Nasional ke-55
Pada 12 november 2019 hari ini diperingati B2P2TOOT Tawangmangu sebagai salah
sebagai Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke- satu Unit Pelaksana Teknis di lingkungan
55. Kementerian Kesehatan dan beberapa Kementerian Kesehatan juga tak ketinggalan
instansi kesehatan daerah merayakan dan menggelar beberapa kegiatan. Kegiatan
memperingati HKN dengan upacara atau diawali dengan partisipasi B2P2TOOT di
melakukan beberapa kegiatan. Tema yang booth pameran Badan Litbang Kesehatan
diangkat kali ini adalah Generasi Sehat dalam Pameran Pembangunan Kesehatan
Indonesia Unggul. Momentum ini sangat Dalam Rangka Hari Kesehatan Nasional
tepat dirayakan sebagai pengingat untuk ke-55 Tahun 2019 bertempat di ICE BSD
kita agar menjunjung budaya hidup sehat Tangerang Selatan Banten pada tanggal
dan menjauhkan segala kebiasaan yang 7-9 November 2019. Dalam kesempatan
buruk bagi kesehatan. ini B2P2TOOT memberikan informasi
tentang kegiatan penelitian yg ada disana
Perayaan Hari Kesehatan Nasional dirayakan serta membagikan secara gratis buku buku
dengan rangkaian aktivitas, yang serentak terbitan dan free drink jamu yang menjadi
digelar di pusat maupun daerah. Beragam favorit pengunjung yang datang.
aktivitas tersebut antara lain seminar dan
forum kesehatan, pengabdian masyarakat Kegiatan selanjutnya Upacara dalam rangka
seperti pelayanan deteksi dini penyakit, Hari Kesehatan Nasional ke 55 di B2P2TOOT.
olahraga dan lomba bertema kesehatan, Generasi Sehat Indonesia Unggul serta
pameran pembangunan kesehatan, upacara Jalan Sehat dalam rangka Hari Kesehatan
dan tabur bunga untuk para pahlawan Nasional ke 55 yang diikuti oleh seluruh
kesehatan. pegawai B2P2TOOT
26 Warta HortusMed Edisi 2 2019
Penyerahan Bibit Tanaman Obat Pada
Perkemahan Nasional Kesehatan (Kemnaskes)
ke-4 tahun 2019
Perkemahan Nasional Kesehatan dilakukan sebagai salah satu agenda dalam
(Kemnaskes) ke-4 tahun 2019 upacara pembukaan Kemnaskes yang
diselenggarakan oleh Kementerian dibuka oleh Menteri Kesehatan, Ibu Nila F.
Kesehatan sebagai wadah pertemuan Moloek.
pramuka penegak dan pandega dari
Poltekkes, Bapelkes, dan BPPK di lingkungan Kemnaskes diselenggarakan pada tanggal
Kemenkes. Tema Kemnaskes ke-4 adalah 25 September hingga 1 Oktober 2019 di
“Generasi Milenial Kesehatan untuk Buperta Cibubur tepatnya di lapangan
Mewujudkan Indonesia Sehat”, dengan Kempa 1. Dengan maskot elang bondol,
slogan “Pramuka Kuat, Indonesiaku Sehat” rangkaian kegiatan Kemnaskes menyasar
dan moto “Satya Kudarmakan, dan Dharma pada aktivitas yang menyenangkan yang
Kubaktikan.” mengarah pada pembinaan perilaku peduli
lingkungan dan kesehatan. Jumlah total
Dalam kegiatan ini Balai Besar Penelitian dan warga perkemahan adalah 2.512 yang
Pengembangan Tanaman Obat (B2P2TOOT) berasal dari 38 Poltekkes, 11 Bapelkes, 3
berkontribusi memberikan sumbangan BBPK, dan UPT Kemenkes.
berupa bibit tanaman obat sebanyak 1200
polybag. Bibit diserahkan oleh KaB2P2TOOT
kepada Ketua Kwaran Nasional, Bapak Budi
Waseso, secara simbolik. Penyerahan itu
Warta HortusMed Edisi 2 2019 27
Advokasi Rekomendasi Kebijakan Tanaman
Bajakah Di Provinsi Kalimantan Tengah
Bertempat di Ruang Rapat Asisten Dampak nyata yang diakibatkan oleh
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan ramainya pemberitaan bajakah adalah
Tengah, Jalan RTA Milono nomor 1 Palangka terjadinya eksploitasi bajakah kalimantan
Raya, Kalimantan Tengah pada hari Senin Tengah. Hal tersebut terjadi karena sebagian
tanggal 25 November 2019 dilaksanakan masyarakat yang mengalami kanker atau
audiensi Advokasi Rekomendasi Kebijakan sanak saudaranya mengalami penyakit
B2P2TOOT di Provinsi Kalimantan Tengah. tersebut menginginkan efek penyembuhan
Topik yang diangkat adalah Uji Pendahuluan dari tanaman bajakah sehingga muncul
Berbagai Jenis Bajakah dari Kalimantan lonjakan permintaan. Hukum supply and
Tengah Sebagai Antikanker. demand terjadi. Permintaan melonjak dan
hal tersebut diketahui oleh masyarakat Kota
Nama bajakah mengemuka ke khalayak Palangkaraya dan sekitarnya yang mengenal
setelah adanya pemberitaan yang dilakukan keberadaan tanaman bajakah di lingkungan
oleh sebuah stasiun televisi swasta nasional mereka. Akibatnya terjadi pengambilan
yang menyebutkan kehebatan tumbuhan batang bajakah secara besar-besaran.
bajakah tunggal sebagai obat kanker. Penjual bajakah menjamur. Para pedagang
Informasi yang bombastis tersebut tentu mengatakan bahwa bajakah yang mereka
kurang tepat karena untuk dinyatakan jual adalah bajakah tunggal yang dapat
sebagai obat kanker dibutuhkan jalur menyembuhkan kanker adalah informasi
riset dan pengembangan obat yang tidak yang harus diluruskan mengingat bajakah
sederhana. Sedangkan hasil positif uji in sendiri menurut penduduk lokal Kalimantan
vivo yang pada hewan coba untuk daya Tengah adalah sebutan untuk tumbuhan
antikanker ekstrak bajakah yang dilakukan yang tumbuh memanjat pada pohon lain
oleh tim peneliti bajakah dari SMA Negeri (liana) dan batangnya memanjang seperti
2 Palangka Raya merupakan satu tahap uji akar. Di hutan Kalimantan tumbuhan
praklinik.
28 Warta HortusMed Edisi 2 2019
Keterangan Gambar: Sekda Provinsi Kalimantan Tengah, menerima pemaparan hasil naskah rekomendasi
penelitian bajakah oleh tim dari B2P2TOOT Tawangmangu yang dipimpin oleh Kepala B2P2TOOT
dengan habitus seperti itu tentu ada banyak
dan beragam jenis. Menurut informasi
masyarakat Dayak Ngaju, beberapa jenis
bajakah dapat digunakan untuk racun ikan
dan racun sumpitan. Informasi semacam
ini perlu diketahui masyarakat agar tidak
salah kaprah menggunakan batang yang
sebut akar bajakah sebagai obat tanpa
mengetahui spesies/jenis tanaman dan
bahayanya.
Terjadinya booming bajakah menimbulkan
eksploitasi bajakah dan terjadinya
penggunaan bajakah di masyakarat tanpa
dasar informasi ketepatan jenis serta
keamanan- khasiat yang benar. Hal tersebut
perlu ditanggulangi. Maka dari itu Badan
Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi
Kalimantan Tengah melakukan inisiasi riset
bajakah. Riset awal yang dilakukan meliputi
identifikasi tumbuhan bajakah, uji fitokimia,
dan uji sitotoksik sampel bajakah yang
dikoleksi dari Palangkaraya dan sekitarnya.
Warta HortusMed Edisi 2 2019 29
B2P2TOOT turut berpartisipasi dalam Pameran
Ritech Expo 2019
Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan berupa peta distribusi patogen, vektor dan
Obat Tradisional Penyakit (B2P2TOOT reservoir penyakit. Peta ini merupakan
Tawangmangu), dan juga Balai Besar media informasi digital berbasis system
Penelitian dan Pengembangan Vektor dan informasi geografis (Geografic Information
Reservoir (B2P2VRP Salatiga) bergabung System/GIS) yang berisikan sebaran hasil
dengan Badan Litbangkes meramaikan riset khusus vektor dan reservoir penyakit
Pameran Ritech Expo 2019. Ritech Expo di Indonesia. Selain itu, Badan Litbangkes
2019 merupakan salah satu rangkaian pun menyajikan diseminasi informasi hasil
dari peringatan Hari Teknologi Nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 dan
(Hakteknas) yang ke 24 tahun 2019, IPKM dengan teknologi AR (Augmented
yang diselenggarakan oleh Kementerian Reality) .Tak ketinggalan wahana 360 yang
Ristekdikti di Lapangan Puputan Renon, mempertontonkan aktifitas riset hulu hilir
Denpasar yang berlangsung 4 hari sejak di Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan
25 Agustus hingga Rabu, 28 Agustus 2019 Obat Tradisional Tawangmangu, sehingga
dengan tema “IPTEK dan Inovasi dalam pengunjung pun seolah berada di sana.
Industri Kreatif di Era Revolusi Industri 4.0”.
Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat
Pameran ini menyajikan berbagai produk Tradisional sebagai salah satu institusi yang
inovasi unggulan dari perguruan tinggi, bergerak dalam riset tanaman obat telah
lembaga riset, badan litbang K/L/daerah, menghasilkan 12 ramuan jamu saintifik
industri, hingga para inovator yang telah terbukti berkhasiat dan telah diuji
keseluruhannya merupakan karya anak keamanannya serta Riset Tanaman Obat
bangsa. dan Jamu (Ristoja) telah memetakan ribuan
tanaman yang berpotensial menjadi obat.
Sesuai dengan tema yang diusung, Badan Hal ini akan terus dikembangkan melalui
Litbangkes Kemenkes menampilkan kerjasama dengan berbagai sehingga hasil
beberapa teknologi dan inovasi yang ramuan ini bisa digunakan oleh masyarakat
dimilikinya. Badan Litbangkes sajikan luas dan cita-cita kemandirian bahan baku
science experience pada para pengunjung obat dapat segera tercapai.
30 Warta HortusMed Edisi 2 2019
Pada tanggal 16 Desember 2019 berlangsung Penandatanganan
penandatangan MoU antara Badan Perjanjian Kerja
Litbang Kesehatan dan Kota Yogyakarta, Sama B2P2TOOT dan
serta perjanjian kerja sama (PKS) antara Dinas Pariwisata Kota
B2P2TOOT dan Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta
Yogyakarta. Kegiatan tersebut dilakukan di
Omah Dhuwur Resto, Kotagede, Yogyakarta, Implementasi kerja sama diharapkan
bertepatan dengan ulang tahun Taman dapat terlaksana pada awal tahun 2020
Pintar Yogyakarta. Tema PKS B2P2TOOT dengan kegiatan berupa pembuatan
dan Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta adalah vertical garden tanaman obat, pemasangan
“Pengembangan Zona Edukasi Tanaman bahan informasi populer hasil litbang, dan
Obat untuk Penyebarluasan Informasi Hasil pemajangan ornamen-ornamen kekinian
Penelitian dan pengembangan Tanaman terkait tanaman obat dan jamu di Taman
Obat dan Jamu di Taman Pintar Yogyakarta”. Pintar Yogyakarta.
Berdasarkan tema tersebut, maka lingkup Dalam acara penandatanganan MoU dan
kerja sama yang ditetapkan antara lain: PKS di Omah Dhuwur, Walikota Yogyakarta,
Hari Suyuti, menyampaikan bahwa TPY
a. Penyelenggaraan edukasi kepada harus terus berubah agar tidak menjadi
masyarakat tentang tanaman obat museum. TPY harus mampu memberikan
dan obat tradisional. manfaat kepada masyarakat terkiat
perkembangan iptek dan pengetahuan
b. Bimbingan teknis penyiapan bibit, terkini. Selain Walikota, sambutan juga
pemeliharaan tanaman obat, dan disampaikan oleh Kepala Badan Litbangkes
pembuatan herbariaum. dan Dekan FMIPA UGM. Kepala badan
Litbang Kesehatan mengatakan bahwa salah
c. Diseminasi informasi hasil penelitian satu tujuan kegiatan diseminasi oleh Badan
dan pengembangan tanaman obat Litbangkes adalah untuk meningkatkan
dan jamu. literasi kesehatan. Dalam hal kerja sama
dengan Kota Yogyakarta, B2P2TOOT selaku
salah satu Satker Badan Litbangkes akan
mengembangakan taman tanaman obat
Warta HortusMed Edisi 2 2019 31
vertikal dan menyusun ruang display
untuk edukasi tanaman obat dan jamu
bagi masyarakat. Potensi lain yang dapat
dikerjasamakan dengan Taman pintar
adalah Dunia Vektor yang dimiliki oleh
Balai Besar Litbang Vektor dan Reservoir
Penyakit, Salatiga.
Penandatanganan MoU dan PKS pada
pertengahan Desember tersebut dihadiri
oleh perwakilan OPD se-Kota Yogyakarta
dengan agenda yang dilaksanakan antara
lain:
1. MoU antara Badan Litbangkes dan
Kota Yogyakarta
2. MoU antara Tokopedia dan Kota
Yogyakarta
3. PKS antara Balai Besar Litbang
Tanaman Obat dan Obat Tradisional
(B2P2TOOT) dan Dinas Pariwisata.
4. Fakultas MIPA Universitas Gadjah
Mada dan Dinas Pariwisata.
32 Warta HortusMed Edisi 2 2019
Yuk Sarapan dengan SEPUTAR KESEHATAN
Makanan Bergizi !
Oleh Enggar Wijayanti, S.Gz
(Peneliti B2P2TOOT)
Anda ingin selalu bugar dan penuh
bersemangat menjani aktivitas sehari-hari?
Atau ingin performa dan produktifitas
dalam bekerja meningkat? Maka mulailah
dari sekarang menanamkan kebiasaan
berpola hidup sehat, diantaranya dengan
rutin berolahraga dan membiasakan diri
untuk sarapan di pagi hari.
Sarapan atau makan pagi sering kali menjalankan fungsinya, tubuh juga
diabaikan orang untuk beberapa alasan. membutuhkan energi untuk mengawali
Terburu-buru, tidak sempat, takut aktivitas di pagi hari apalagi selama
terlambat maupun karena tidak terbiasa, semalaman tidur tidak ada asupan
sering kali menjadi alasan seseorang makanan yang masuk sama sekali.
untuk meninggalkan sarapan. Padahal dari Tubuh membutuhkan sumber energi
beberapa hasil penelitian menyebutkan yang berasal dari sarapan sebagai modal
bahwa ada banyak manfaat yang akan untuk melakukan aktivitas di siang
kita peroleh dengan rutin mengkonsumsi hari. Kandungan gizi dalam makanan
sarapan. Di Indonesia, diketahui prevalensi sarapan turut menyumbang 15-30%
penduduk yang tidak terbiasa sarapan kebutuhan gizi harian. Sarapan pagi
pada anak dan remaja sebesar 16,9-59% dapat menyediakan karbohidrat yang
dan 31,2% pada orang dewasa. Sebanyak siap digunakan untuk meningkatkan
4,6 % anak sekolah memiliki kualitas menu kadar gula darah. Dengan kadar gula
sarapan yang rendah. Kebiasaan sarapan darah yang terjamin normal, maka
merupakan salah satu dari tiga belas pesan gairah dan konsentrasi kerja bisa lebih
umum gizi seimbang yang dipromosikan baik sehingga berdampak positif untuk
oleh Kementerian Kesehatan RI sebagai meningkatkan produktifitas.
pedoman pemenuhan gizi masyarakat. 2. Menjaga mood dan konsentrasi
Terdapat banyak manfaat yang akan kita Mengawali pagi hari dengan sarapan
peroleh dengan membiasakan sarapan akan membantu seseorang untuk lebih
setiap pagi. Adapun manfaat yang dapat berkonsentrasi dalam belajar maupun
diperoleh dari kebiasaan sarapan di pagi bekerja. Sarapan memberikan nutrisi
hari: yang penting untuk otak sehingga
dapat memacu otak untuk membantu
1. Modal energi untuk beraktivitas memusatkan pikiran (konsentrasi).
Layaknya kendaraan bermotor yang Otak juga dapat bekerja lebih optimal
memerlukan bahan bakar untuk dan tidak mudah mengantuk. Hasil
penelitian menyebutkan bahwa
seseorang yang tidak sarapan sebelum
Warta HortusMed Edisi 2 2019 33
beraktivitas seperti bekerja atau belajar akan berisiko untuk menjadi overweight
di sekolah cenderung memiliki keluhan atau obesitas dibandingkan mereka
seperti sakit kepala, sakit perut, mudah yang sarapan. Melewatkan sarapan
mengantuk, mudah marah, gugup, akan mengakibatkan perut merasa
mudah cemas dan tersinggung serta sangat lapar dan tidak dapat mengontrol
merasa lesu. nafsu makan sehingga cenderung untuk
3. Mempengaruhi kemampuan kognitif makan dalam porsi berlebihan pada
Sarapan memiliki fungsi sebagai jam makan berikutnya. Padahal saat
penyedia zat gizi dalam rangka melewatkan sarapan, metabolisme
pencapaian kemampuan akademik tubuh melambat dan tidak mampu
yang lebih baik. Apabila energi yang membakar kalori berlebihan yang
dibutuhkan tubuh sudah tercukupi masuk saat makan siang.
melalui sarapan pagi, maka daya Beberapa orang memiliki anggapan yang
konsentrasi menjadi lebih kuat. Daya keliru mengenai sarapan. Sekedar minum
konsentrasi yang baik akan membuat teh atau kopi, makan sepotong kue atau
hasil belajar menjadi lebih maksimal. gorengan sudah dianggap sarapan, pun
Hasil penelitian yang telah dilakukan makan di atas jam 9 pagi atau jam 10 pagi
pada anak usia 9-11 tahun dengan status saat istirahat sekolah atau bekerja juga
gizi kurang bahwa anak-anak yang tidak dianggap sarapan. Sarapan juga tidak hanya
sarapan memiliki kemampuan kognitif sekedar mengisi perut agar kenyang di
yang rendah dibanding anak yang rutin pagi hari. Ada beberapa hal penting yang
sarapan. perlu diperhatikan agar mendapatkan
4. Menjaga kesehatan kemanfaatan dari sarapan.
Membiarkan perut kosong dengan tidak Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan saat
sarapan akan menyebabkan badan menyantap sarapan:
terasa lemah karena kekurangan zat gizi 1. Tidak menunda waktu sarapan
terlebih pada anak-anak. Tidak terbiasa
sarapan pagi secara terus menerus pada Sarapan yang baik selalu dilakukan
anak usia sekolah akan mengakibatkan pada waktu pagi hari bukan menjelang
penurunan berat badan dan penurunan makan siang, dan tidak perlu dibedakan
daya tahan tubuh, kekurangan zat gizi antara saat hari kerja/sekolah maupun
dan anemia gizi besi. Tidak adanya hari libur. Hasil penelitian menunjukkan
asupan makanan pada pagi hari memicu
kenaikan kadar insulin darah yang
dalam jangka panjang dapat menjadi
cikal bakal penyakit kencing manis.
Penelitian di Australia menunjukkan
bahwa kebiasaan tidak sarapan pada
anak berisiko meningkatkan kadar
tolesterol total dan kolesterol jahat atau
LDL dalam darah.
5. Mencegah kegemukan / obesitas
Kebiasaan sarapan bermanfaat untuk
mencegah kegemukan. Berdasarkan
hasil penelitian yang dilakukan di
Amerika Serikat bahwa anak atau
remaja yang meninggalkan sarapan
34 Warta HortusMed Edisi 2 2019
waktu terbaik untuk menyantap sarapan 3. Batasi konsumsi gula sederhana
30 hingga 60 menit setelah bangun
tidur di pagi hari. Sumber pustaka
lainnya menyebutkan waktu menyantap
sarapan masih diperbolehkan maksimal
hingga 2 jam setelah bangun tidur. Di
Indonesia rata-rata sarapan baiknya
dilakukan sebelum jam 9 pagi.
2. Pilih menu sarapan yang bergizi
Jenis makanan yang dikonsumsi untuk Saat sarapan diajurkan juga untuk
sarapan akan mempengaruhi kondisi mengkonsumsi makanan yang
tubuh selama beberapa jam ke depan. mengandung karbohidrat/gula yang
Menu sarapan yang sehat sebaiknya kompleks. Karbohidrat tidak harus
memiliki kandungan gizi seimbang nasi,namun dapat diganti sumber
dan memenuhi 20—35% angka karbohidrat lain seperti roti gandum,
kecukupan energi sehari. Jumlah zat kentang, sereal maupun sumber
gizi sarapan akan menyumbang sekitar karbohidrat kompleks lainnya. Sebaiknya
seperempat dari asupan zat gizi harian. menghindari mengkonsumsi makanan
Untuk menu sarapan, sebaiknya pilih dengan kandungan karbohidrat
menu yang mengandung protein dan sederhana/gula yang tinggi seperti roti
serat yang cukup. Protein dan serat atau kue-kue manis, teh atau kopi yang
yang dikonsumsi saat sarapan dapat ditambahkan banyak gula. Konsumsi
membantu mempertahankan kenyang gula berlebih saat sarapan dapat
lebih lama sehingga mengurangi menaikkan dan menurunkan kadar gula
keinginan untuk ngemil sebelum makan darah seseorang dengan cepat sehingga
siang. jangka panjang menimbulkan efek yang
negatif bagi kesehatan.
4. Perhatikan porsi sarapan
Warta HortusMed Edisi 2 2019 35
Porsi sarapan disesuaikan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
kebutuhan dan kondisi perut. Berikan Indonesia, 2015. Pentingnya Sarapan
batasan yang wajar pada porsi sarapan. untuk Anak.
Beberapa orang memilih makan
dengan porsi kecil, namun terkadang Madalena, S., 2017. Hubungan Pengetahuan
porsi yang terlalu sedikit justru dapat Ibu Tentang Sarapan dengan Kebiasaan
menyebabkan rasa lapar. Akan tetapi Sarapan Keluarga di Kelurahan
juga jangan terlalu banyak. Perut Sambiroto Kecamatan Tembalang Kota
yang terlalu kenyang justru dapat Semarang, Semarang.
mengakibatkan gangguan pada sistem
pencernaan dan menjadikan kita lebih Mawarni, E.E., 2017. Edukasi Gizi ”
mudah mengantuk. Pentingnya Sarapan Sehat Bagi Anak
Sekolah ”. Warta Pengabdian, 11(4),
Setelah memahami ada banyak manfaat pp.97–107.
sarapan pagi yang bisa kita peroleh, maka
sangat disayangkan jika melewatkan Saragih, B., 2016. Sarapan Sehat Sebelum
sarapan sebelum memulai aktivitas. Mulai Jam 9 untuk Perbaikan Gizi dan
dari sekarang mari kita mulai membiasakan Kemandirian Pangan, Samarinda.
diri untuk sarapan di pagi hari dengan
mengkonsumsi makanan yang bergizi.
Daftar Pustaka:
Dewi, I.A.G.D.L., 2018. Hubungan Sarapan
Pagi dengan Status Gizi dan Hasil
Belajar pada Murid SD Negeri No.5 Tonja
Denpasar Utara Provinsi Bali, Denpasar.
Forum Koodinasi Jejaring Informasi
Pangan dan Gizi Direktorat Bina Gizi
Kementerian Kesehatan RI, 2011.
Lembar Berita, Jakarta: Direktorat Bina
Gizi Kemenkes RI.
Hardinsyah, 2013. Sarapan Sehat Salah Satu
Pilar Gizi Seimbang yang Disampaikan
dalam Simposium Nasional Sarapan
Sehat, Jakarta.
Hardinsyah & Aries, M., 2012. Jenis Pangan
Sarapan dan Perannya dalam Asupan
Gizi Harian Anak Usia 6-12 Tahun di
Indonesia. Jurnal Gizi dan Pangan, 7(2),
pp.89–96.
36 Warta HortusMed Edisi 2 2019
MOTIVASI
SMS
Spiritual Motivation for Succes and Happiness
Oleh: Edwin Fajar Setyawan, SKM, MPH (Kepala Sub Bagian Umum B2P2TOOT)
Sebagian besar orang menderita justru ketika tersebut peserta diajak untuk membaca
mereka sudah meraih kesuksesan, sebuah diri sendiri dan berniat untuk meningkatkan
kesimpulan penelitian Dr. Paul Pearsall, rasa syukur tersebut.
seorang Psycho Neuro Immunologist dari
Amerika yang disampaikan Drs. Muh. Molik Jika ditanyakan kepada kita, apakah Anda
Latief, motivator dalam Training Spiritual ingin sukses? Langkah apa saja untuk meraih
Motivation for Success and Happiness (SMS) sukses tersebut? Maka kita akan berpikir
di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan sejenak untuk menjawabnya. Menurut
Tanaman Obat dan Obat Tradisional pada beliau, ada dua langkah besar untuk meraih
tanggal 21 November 2019 lalu. Pada saat sukses yaitu Pimpin keyakinan Anda! dan
itu disampaikan sebuah pertanyaan yaitu Pimpin aksi Anda!.
apakah sukses karir, pangkat, dan jabatan
yang tinggi selalu berbanding lurus dengan Pertama, Pimpin keyakinan Anda!
kebahagiaan? Menurut narasumber, Keyakinan adalah seperangkat prinsip
kebahagiaan selalu berbanding lurus dan nilai yang sekaligus menjadi misi suci
dengan tingkat rasa syukur. Banyak penyakit hidup kita. Ada 3 (tiga) prinsip yaitu prinsip
fisik berawal dari kurang rasa syukur. Tips manusia, prinsip alam, dan prinsip Tuhan.
beliau, kita dapat menuliskan beberapa hal Prinsip Manusia akan mengajak anda
yang membuat diri kita bahagia pada hari memahami pilihan-pilihan hidup serta
ini. Hal ini tentu saja akan berbeda jika ditilik membantu anda mengarahkan hidup untuk
dari bermacam tipe manusia. Secara hukum dapat meraih kesuksesan jangka panjang.
agama, kita dapat dapat menginstrospeksi Motivasi dirumuskan sebagai hasil perkalian
diri sendiri apakah hari ini kita melakukan dari “memiliki” (to have), “menjadi” (to
pekerjaan wajib, sunnah, mubah, makruh, be), dan “valensi” (faktor utama penentu
atau haram. Pada motivasi kebahagiaan kesuksesan). Sesorang akan menghalalkan
segala cara ketika ada “to have” tanpa
Warta HortusMed Edisi 2 2019 37
“to be” dan valensi. Seseorang tidak ada mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun,
kemampuan untuk mengejar prestasi ketika niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
ada “to be” tanpa valensi. Demikian juga Dan barangsiapa yang mengerjakan
seseorang tidak fokus meraih prestasi ketika kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia
ada valensi tetapi tidak ada “to be”. “To be” akan melihat (balasan)nya pula”. Dalam
ibarat seekor hiu kecil, “valensi” ibarat gelas ayat lain, Allah berfirman :” Katakanlah:
yang terisi. Firman Allah dalam Al-Quran: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki
“Kami akan memperlihatkan kepada mereka bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara
tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala hamba-hamba-Nya dan menyempitkan
wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)”. dan
hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran barang apa saja yang kamu nafkahkan,
itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa Maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah
sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas pemberi rezki yang sebaik-baiknya”. Lantas
segala sesuatu?” bagaimana energi positif dan energi negatif
cair di akhirat kelak? Dalam QS. Al-‘anam
Prinsip alam akan mengajak anda melihat (60) Allah SWT berfirman: “Barang siapa
bagaimana alam ini bekerja dan bagaimana membawa amal yang baik, maka baginya
anda dapat memanfaatkan hukum alam (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan
yang ada untuk senantiasa menghadirkan barangsiapa yang membawa perbuatan
keberuntungan dalam hidup anda. Adanya jahat maka dia tidak diberi pembalasan
keyakinan terhadap sunnatullah bahwa melainkan seimbang dengan kejahatannya,
manusia terikat dengan hukum alam, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya
adanya hukum grafitasi, dan hukum (dirugikan)”. Demikian juga dalam QS.
kekekalan energi. Energi akan menghasilkan Ali Imron 133-134 disebutkan:” Dan
energi dalam bentuk lain yang dapat kita bersegeralah kamu kepada ampunan dari
rasakan, misalnya energi untuk bekerja: Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya
menghasilkan energi kembali berupa gaji seluas langit dan bumi yang disediakan
dan apresisasi dari atasan, Energi mengajar untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu)
anak tentang keshalihan, akan kembali orang-orang yang menafkahkan (hartanya),
dalam bentuk bakti anak-anak kepada kita, baik di waktu lapang maupun sempit, dan
Energi menjamu tetangga dan teman akan orang-orang yang menahan amarahnya
kembali dalam bentuk pershabatan dan dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah
kepercayaan. Apa yang kita usahakan dalam menyukai orang-orang yang berbuat
hidup akan sama dengan apa yang kita kebajikan”.
hasilkan (Jumlah usaha (ƩU) = hasil usaha
(HU)). Jumlah usaha atau hasil usaha adalah Prinsip Tuhan mengajak untuk melihat
gabungan hasil usaha tampak dan tabungan kaitan erat antara Tuhan dan makhluknya
energi (energi positif atau energi negatif). serta bagaimana anda bisa mengakses
Lantas kapan tabungan energi positif dan energi Tuhan untuk memperoleh kesuksesan
tabungan energi negatif akan cair? Energi tanpa batas. Adanya keyakinan bahwa
positif yang cair di dunia yaitu 4TA (Cinta, Allah adalah pencipta energi, energi Allah
Harta, Tahta, dan Kata). Firman Allah dalam selalu positif, Allah adalah sumber energi,
QS. Az-Zalzalah:7-8 : “Barangsiapa yang energi Allah selalu melimpah. Untuk itu,
38 Warta HortusMed Edisi 2 2019
jadilah gardu energi positif Tuhan. Ibaratnya hati (spiritualitas) sebagai manivestasi
seperti listrik terkirim dari generator kemuliaan dirinya.
pembangkit listrik melalui transformer
dan gardu/tower transmission ke power Training yang berdurasi kurang lebih tiga
substation, selanjutnya akan dikirimkan jam tersebut disampaikan secara sederhana
melalui transformer untuk penggunaan dan diselingi jokes yang menghibur dan
rumah tangga, komersial, dan penggunaan menggelitik sehingga tidak terasa waktu
industri. Saluran transmisi tegangan tinggi telah berlalu.
membawa listrik dari pembangkit listrik
ke sistem distribusi yang memasok listrik
ke konsumen industri, komersial dan
domestik. Mengapa manusia perlu menjadi
gardu energi positif Tuhan? Karena dengan
menjadi gardu energi positif, kita akan
memperoleh 4TA pada tingkatan yang lebih
baik. 4 TA adalah aset untuk menjadi gardu
energi positif tersebut. Harta:Penghasilan
naik, Laba Naik, kekayaan bertambah, aset
bertambah, kepemilikan benda bertambah,
fasilitas keluarga bertambah, jaminan
kesehatan bertambah. Tahta:Karier naik,
jabatan naik, kekuasaan bertambah, akses
kepada berbagai pihak bertambah, posisi
tawar meningkat, dsb. Kata:Ucapannya
ditunggu orang, cramahnya menyenangkan,
nasihatnya mengena, doanya mustajabah,
tulisannya banyak dibaca orang, dsb.
Cinta:Popularitas naik, pengikutnya banyak,
relasinya meningkat, bawahannya semakin
loyal, kepemimpinan meningkat, dsb.
Kedua, pimpin aksi Anda. Dalam hal ini
ada 3 kata yaitu kerja keras, kerja cerdas,
dan kerja ikhlas. Kerja keras adalah bentuk
usaha yang terarah dalam mendapatkan
sebuah hasil dengan menggunakan energi
sendiri sebagai input (modal kerja). Kerja
Cerdas adalah bentuk usaha terarah
untuk mendapatkan sebuah hasil dengan
menggunakan mesin kecerdasan sebagai
daya ungkit prestasi kerja. Kerja Ikhlas adalah
bentuk usaha terarah dalam mendapatkan
sebuah hasil dengan menggunakan kesucian
Warta HortusMed Edisi 2 2019 39
TRAVEL
Ekspedisi
Bajakah Di Bumi
Kahayan
Oleh: Tri Widayat, M.Sc (Kepala Seksi
Kerjasama dan Jaringan Informasi
B2P2TOOT)
Ekspos Bajakah oleh Media Kalimantan, bajakah sudah tercatat
Awal Agustus lalu media diramaikan dimanfaatkan oleh masyarakat Dayak
dengan pemberitaan tentang bajakah untuk mengatasi diare (Ristoja 2015).
tunggal. Tumbuhan asal Kalimantan Namun demikian, nama bajakah
Tengah yang diklaim menyembuhkan tunggal tidak familiar bagi masyarakat
kanker. Berita yang beredar mewartakan di Kalimanatan Tengah hingga akhirnya
bahwa tim peneliti yang terdiri atas nama tersebut mencuat ke permukaan
tiga siswa dan satu guru pembimbing setelah adanya publikasi hasil penelitian
dari SMA Negeri 2 Palangka Raya bajakah tunggal melalui media massa.
berhasil menyabet medali emas dalam
World Invention Creativity Olympic Merespon berita yang menimbulkan
yang diselenggarakan di Korea Selatan kegemparan sekaligus harapan di
setelah menampilkan hasil penelitian masyarakat tersebut, Badan Litbang
efek bajakah tunggal terhadap hewan Kesehatan menugaskan B2P2TOOT
coba yang diinduksi kanker. untuk melakukan konfirmasi kebenaran
berita tersebut langsung ke sumbernya,
Bajakah bukan merupakan nama suatu tim peneliti SMA Negeri 2 Palangka
jenis tumbuhan, namun merupakan Raya. Maka, pada tanggal 18 Agustus,
sebutan untuk tanaman liana tiga staf Balai Besar diberangkatkan
(pemanjat) yang jenisnya puluhan atau ke Palangka Raya untuk melaksanakan
bahkan ratusan. Tumbuh memanjat ekspedisi bajakah. Tujuan awal
pada pohon-pohon besar untuk meraih ekspedisi adalah untuk mengetahui
sinar matahari di kelebatan belantara hasil penelitian tanaman bajakah yang
40 Warta HortusMed Edisi 2 2019
dilakukan siswa SMAN 2 Palangkaraya,
mengetahui identitas tanaman bajakah
yang digunakan dalam penelitian,
serta mendapatkan sampelnya. Selain
itu, tim akan melihat apakah ada
peluang kontribusi B2P2TOOT dalam
riset lanjutan bajakah. Dari beberapa
tujuan tersebut, fokus tim ekspedisi
adalah mengetahui identitas tumbuhan
bajakah tunggal dan mendapatkan
sampelnya.
Datang di Waktu yang Tepat Ruang Rapat Asisten Setda Provinsi
Tiba di Palangka Raya pada tanggal 18 Kalimantan Tengah. Undangan pada
petang, tim ekspedisi langsung menuju rapat tersebut meliputi instansi vertikal,
penginapan kecil bertarif minimalis. Badan/Dinas/Perangkat daerah di
Kegiatan diawali pada hari berikutnya lingkungan Provinsi Kalimantan Tengah,
di Dinas Kesehatan Provinsi. Kami lembaga pemerintah non kementerian,
disambut dengan sangat baik oleh asosiasi, profesi, dan BUMD di Provinsi
Kepala Dinas Kesehatan dan jajarannya Kalimantan Tengah, dan Tim siswa,
. Kepala Dinas menyampaikan bahwa guru pembimbing, dan orang tua
peneliti B2P2TOOT datang tepat siswa. Undangan untuk hadir di rapat
pada waktunya. Setelah berdiskusi tersebut merupakan kehormatan bagi
panjang lebar diketahui bahwa sampel kami sekaligus membuktikan kata-kata
bajakah tunggal yang digunakan untuk Kadinkes bahwa tim bajakah B2P2TOOT
penelitian dan tumbuhannya tidak datang pada waktu yang tepat.
dapat diperoleh dengan mudah oleh
orang lain kecuali informan pertama Tidak kurang dari BPOM Provinsi
yang mengklaim telah menggunakannya Kalteng, Kantor Lingkungan Hidup,
untuk mengobati keluarganya yang Balai Karantina Pertanian, Otoritas
menderita kanker payudara. Bandara Tjilik Riwut, Dewan Riset
Daerah, Kepala Dinas Pendidikan,
Seusai berkoordinasi di kantornya, dan perwakilan instansi lainnya hadir
Kadinkes, dr. Suyuti Syamsul, mengajak dan menyampaikan pandangannya
kami menghadap Sekretaris Daerah dalam rapat tersebut. Pandangan
Provinsi. Dalam pertemuan itu
Bapak Sekda, bapak Fahrizal Fitri,
menjelaskan bahwa pada hari Selasa
tanggal 20 Agustus akan diadakan
rapat koordinasi tindak lanjut hasil
penelitian tanaman bajakah tunggal
oleh siswa SMAN 2 Palangkaraya di
Warta HortusMed Edisi 2 2019 41
riset, edukasi, pengawasan dan
peredaran, serta konservasi
lingkungan terkait bajakah
2. Melakukan edukasi ke masyarakat
3. Melakukan pengamanan di kawasan
hutan
4. Percepat proses riset
dari audien disampaikan setelah siswa Koordinasi Jam 5 Pagi?
dan guru peneliti bajakah tunggal Selasa malam pada saat sedang
dari SMA Negeri 2 memaparkan hasil makan, kami mendapatkan telepon
penelitiannya. Penelitian ekstrak dari Kadinkes. Melalui sambungan
bajakah yang dicobakan pada hewan telepon, Kadinkes menginformasikan
coba terinduksi kanker. Satu hal yang bahwa besok jam lima pagi, tim
menarik dalam pertemuan tersebut diminta menemui Sekda. Lokasi sudah
adalah sikap salah satu orang tua siswa ditentukan. Oh!
peneliti yang ternyata adalah pemilik
sampel bajakah tunggal. Orang itu Selepas sholat Subuh, tim diantar oleh
bersikukuh tidak akan memberikan Kabid Sumber Daya Kesehatan meluncur
sampel bajakah dan tidak akan ke lokasi. Setelah dua kali berputar di
menunjukkan tumbuhannya dengan pemukiman penduduk karena kesulitan
alasan bajakah tunggal digunakan menemukan lokasi yang dituju,
untuk keperluan keluarga sehingga akhirnya pak Kabid yang sudah berumur
tidak bisa dibuka untuk umum yang itu berhasil menemukan warung
dalam pemakaiannya ia mempunyai makan ketupat kandangan, lokasi yang
dosis tradisional. Pun bajakah tunggal ditetapkan untuk pertemuan kepagian
adalah nama yang ia buat untuk itu.
tanaman tertentu yang mungkin orang
lain mengenalnya bukan dengan nama Pak Sekda dalam balutan baju koko
tersebut. Karena hasil itu maka bajakah ditemani Kadinkes sudah berada di
tunggal menjadi misterius. sana. Kami segera menyusul duduk
di kursi yang semeja dengan posisi
Pada sesi akhir pertemuan koordinasi berhadapan. Pada kesempatan makan
Sekda menyampaikan rekomendasi pagi yang berasa sahur itu kami
tindak lanjut antara lain: memilih menu ketupat kandangan. Di
lidah kami tekstur ketupatnya sangat
1. Bentuk tim atau satgas Bajakah berbeda dengan ketupat yang biasa
Tim merumuskan tentang kami makan saat hari raya. Sembari
melahab ketupat berkuah putih itu,
kami mendengarkan perkataan Sekda.
Ia mengatakan bahwa siap memuluskan
perjalanan tim ke lokasi pencarian
bajakah di Gunung Mas dan daerah
42 Warta HortusMed Edisi 2 2019
lain yang diperlukan. Jika di lapangan adalah hutan. Hutan yang dihabisi
nanti menghadapi kendala khususnya
keamanan, tim dipersilahkan untuk untuk mengejar ambisi kekayaan
menghubungi Sekda untuk kemudian
Sekda akan minta bantuan Polres atau dari kelapa sawit yang kini menjadi
Koramil setempat. Pernyataan itu
terdengar sangat baik namun terkesan tanaman berjejer-jejer di sana. Jangan
berlebihan karena kami merasa tidak
sedang berada di daerah konflik atau membayangkan kebun kelapa sawit
wilayah yang terkonotasikan sebagai
sarang kriminal. yang rimbun dan rapi, karena yang ada
Tahura Gunung Mas adalah bukit-bukit gersang yang dibelah
Makan pagi berlalu, tim segera
menyiapkan keberangkatan ke Gunung jalan tanah yang sempit dan curam
Mas. Dua orang staf Dinas Kesehatan
mengantar tim ke kabupaten yang dan pohon sawit yang masih kecil-kecil
berjarak tiga jam perjalananan dari Kota
Palangka Raya itu. Tengah hari sudah dan kurus sebagai hiasannya. Setelah
terlewati ketika kami tiba di Gunung
Mas. Seorang petugas dari Perhutani cukup lama melintasi pemandangan
dan dua warga yang berasal dari etnis
Dayak Ngaju menemui kami. Lagi-lagi yang menyedihkan itu, tampak di ujung
sambutan hangat yang kami terima
membuat semua berjalan mudah dan bukit ada rerimbunan hutan dengan
lancar.
pepohonan tinggi menjulang dan rapat.
Dua mobil beriringan menaiki,
memutari, dan menuruni, bukit-bukit Hutan itu disebut Tahura Gunung Mas,
gundul yang pada awalnya dipastikan
hutan sisa-sisa yang menurut dua
warga Dayak Ngaju yang menemani
kami dikatakan sebagai tempat di
mana bajakah mudah ditemukan.
Bajakah beragam jenis ada di sana dan
dimanfaatkan oleh masyarakat untuk
berbagai keperluan, misalnya untuk
menuba ikan, menyumpit hewan,
melunakkan daging, mengobati diare
dan lain-lain. Adanya fungsi untuk
menuba dan menyumpit menunjukkan
bahwa beberapa jenis bajakah beracun.
Hari sudah semakin sore ketika tim
beranjak meninggalkan Tahura menuju
penginapan. Sebelumnya kami
menyempatkan melakukan ibadah
sholat di sebuah gubuk peristirahatan
yang dibangun dengan cukup kokoh
oleh para pelaku illegal logging.
Sengatan Tawon Tumbang Lapan
Penginapan itu tampak lengang.
Bangunannya cukup mewah untuk
ukuran rumah tinggal namun terlihat
biasa untuk ukuran penginapan. Tarif
tiga ratus ribu rupiah per malam adalah
angka yang wajar untuk kamar yang luas
Warta HortusMed Edisi 2 2019 43
namun air conditioner-nya tidak dingin. staf Dinkes yang membersamai kami,
Hal itu tidak menjadi soal karena kami di sungai itu banyak pendulang emas
hanya berniat menginap malam itu saja. tradisional. Buktinya adalah sebuah
sampan dan alat pendulang emas
Innova hitam bernomor polisi KH1279TK yang teronggok tidak jauh dari tempat
itu disesaki enam orang penumpang, kami berdiri. Baru hari itu kami tahu
enam tas pakaian, dan beberapa ikat bahwa bumi Gunung Mas benar-benar
kayu bajakah. Tidak berapa lama, mobil mengandung emas.
yang baru berumur tiga bulan itu keluar
dari halaman penginapan. Tujuannya Pandangan kami tertuju pada tanaman
adalah dusun bernama Tumbang Miri merambat di pinggir kebun yang berjarak
dan Tumbang Lapan. Menurut data 25 meter dari sungai. Buahnya merah
Ristoja, bajakah ditemukan di daerah menyala dan berbulu, sangat mencolok.
tersebut. Keberangkatan tim ke daerah Tumbuhan merambat itu persis
itu mengikuti arah koordinat geografis seperti yang kami lihat di herbarium
yang datanya di peroleh dari Ristoja. hasil Ristoja. Untuk memastikannya,
kami mendatangi rumah penduduk
Tumbang Miri dan Tumbang Lapan terdekat dan menanyakan kegunaan
berada di wilayah Kabupatan Gunung tanaman tersebut bagi masyarakat
mas dengan jarak tiga jam dari kota sekitar. Menurut informasi dari ibu
Gunung Mas. Waktu sudah mendekati pemilik rumah, tanaman tersebut dapat
tengah hari ketika kami tiba di sebuah digunakan untuk mengobati berak
tepian sungai. Pemandangan menarik darah, sebuah informasi yang sama
terlihat di sana. Permukaan tepian dengan data eksplorasi etnomedisin
sungai yang berpasir halus itu tampak yang telah B2P2TOOT lakukan.
bertabur butiran-butiran kecil berkilau
putih kekuningan. Menurut informasi Masing-masing anggota tim sibuk
44 Warta HortusMed Edisi 2 2019
dengan tugasnya mengoleksi dan tangannya. Perjalanan berlanjut. Dua
mendokumentasikan bajakah berbuah jam kemudian Kota Gunung Mas sudah
merah. Tanpa disadari, ada beberapa berada di belakang kami. Ketika itu hari
ekor tawon kecil yang terbang berputar- mendekati petang. Semangat kami
putar di sekeliling kami. Seorang untuk menambah koleksi bajakah masih
anggota tim disengat dan terus dikejar. menyala. Sesampainya di Mihing Raya
Kami semua terbirit-birit masuk ke Mobil berbelok keluar dari jalan raya,
mobil dan pergi meninggalkan Tumbang menuruni jalan kampung yang sempit.
Lapan, sebuah kampung yang tepian Sebuah informasi penting kami peroleh
sungainya berkilat kilat memancarkan dari beberapa orang yang kami tanyai.
potensi kekayaan. Akhirnya bajakah dango kami temukan.
Tumbuhan yang batangnya sangat
Sengatan tawon tidak hanya terasa bergetah itu mengakhiri pencarian
gatal atau sedikit nyeri di bagian kulit kami dengan manis. Rombongan tiba di
yang tersengat. Efek sengatan bisa Dinas Kesehatan jam sembilan malam.
membuat kepala pusing dan badan Setelah selesai mengemasi perolehan
meriang serta sesak nafas. Itulah yang berharga yang kami buru selama
dirasakan oleh teman kami yang tadi beberapa hari itu, kami bergegas
tersengat tawon. Wajahnya pucat dan menuju penginapan. Keesokan paginya
tampak kepayahan. Mengetahui kondisi kami meninggalkan Palangka Raya
seperti itu, sopir melajukan mobil lebih kembali ke Tawangmangu.
cepat kembali ke arah Kota Gunung Mas
dengan harapan segera menemukan Tiga Bulan Kemudian
fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Perjalanan di Bumi Kahayan
Jalan naik turun dan berkelok kami membuahkan hasil delapan sampel
lalui dengan kecepatan tinggi. Setelah bajakah. Sampel tersebut direstui
berjalan sekitar satu jam dari Tumbang oleh Pemerintah Daerah Provinsi
Lapan, kami menemukan Puskesmas. Kalimantan Tengah untuk dibawa ke
Sepi. Untungnya masih berpenghuni. Tawangmangu guna diteliti. Kepada
Satu dokter dan beberapa perawat Sekda kami menjanjikan bahwa dalam
dengan sigap memberikan pertolongan waktu tiga bulan hasil penelitian akan
kepada teman kami. Bantuan oksigen kami sampaikan.
untuk pernafasan dan infus dipasang.
Sebuah keadaan yang cukup serius Bajakah dango asal Mihing Raya,
untuk efek sengatan seekor tawon kecil. bajakah kalalawit jantan dan betina
Mungkinkan sengat tawon Tumbang asal Tahura Gunung Mas, bajakah lamai
Lapan berbeda? asal Tumbang Lapan, dan tiga bajakah
dari pasar Kahayan yang diakui oleh
Satu jam berada di Puskesmas, akhirnya penjualnya sebagai bajakah kalalawit,
dokter mengijinkan teman kami bajakah tunggal jantan dan bajakah
keluar untuk melanjutkan perjalanan tunggal betina merupakan delapan
dengan jarum infus masih tertancap di sampel yang berhasil dikoleksi dari
Warta HortusMed Edisi 2 2019 45
Kalimantan Tengah yang kemudian untuk penelitian lanjut bajakah dango,
perlunya edukasi kepada masyarakat
diteliti di B2P2TOOT. Penelitian mengenai jenis dan kegunaan masing-
masing jenis bajakah, serta pentingnya
sitotoksik ekstrak etanol bajakah perlindungan intelectual property
right bagi kearifan lokal pemanfaatan
dango menunjukkan aktivitas sitotoksik tumbuhan bajakah di Kalimantan
Tengah.
cukup kuat pada sel kanker payudara
Upaya menjawab kegaduhan di
4T1 secara in vitro. Uji lainnya yaitu masyarakat telah dilakukan, namun
bajakah tunggal tetap menjadi misteri.
skrining fitokimia menunjukkan Berpacu dengan laju alih fungsi
hutan yang menggerus ribuan jenis
bahwa sebagian besar sampel bajakah tumbuhan lainnya di hutan Kalimantan,
bajakah akan terus tumbuh meninggi,
memiliki kandungan senyawa fenolik, memanjati batang-batang pohon besar,
menyembul di kerimbunan tajuk-tajuk
stigmasterol, steroid, flavonoid, dan meranti dan bengkirai, menyamarkan
potensi manfaatnya sebagai tanaman
alkaloid. obat yang sangat berkhasiat bagi sedikit
orang yang mengenalnya. [tw]
Tepat tiga bulan setelah pelaksanaan
koleksi sampel bajakah pada bulan
Agustus, tim bajakah B2P2TOOT kembali
ke Palangkaraya untuk menyampaikan
hasil penelitiannya. Berpegang pada
hasil penelitian bajakah tersebut,
B2P2TOOT menyampaikan rekomendasi
kepada Pemerintah Daerah Provinsi
Kalimantan Tengah. Rekomendasi
yang disampaikan antara lain saran
46 Warta HortusMed Edisi 2 2019
B2P2TOOT TERKINI
Advokasi Naskah Rekomendasi
Rekomendasi kebijakan bidang tanaman lantai 5 Dinas Kesehatan Provinsi Jawa
obat dan obat tradisional dihasilkan oleh Tengah di Jalan Kapten Piere Tendean No 24
B2P2TOOT dari hasil penelitian dan kajian. Sekayu, Kecamatan Semarang Tengah, Kota
Pada tahun 2019, rekomendasi kebijakan Semarang, Jawa Tengah 50132. Kepada
disampaikan kepada Pemerintah Daerah Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, tim
di Kalimantan Tengah dan Jawa Tengah. NR B2P2TOOT mempresentasikan naskah
Judul naskah rekomendasi (NR) yang rekomendasi yang berjudul “Percepatan
diadvokasikan kepada Pemda Kalimantan Pelaksanaan Asuhan Mandiri TOGA di
Tengah melalui Sekretaris Daerah adalah Jawa Tengah” dan “Pentingnya Menjaga
“Bajakah, Sebuah Awal untuk Harapan Ketersediaan Bahan Baku Jamu untuk
Obat Antikanker”. Naskah rekomendasi Pelayanan Kesehatan Tradisional di Jawa
yang disampaikan pada tanggal 25 Tengah”. Sambutan yang sangat baik atas
November 2019 ini merupakan respon atas rekomendasi kebijakan ini dilakukan oleh
berkembangnya isu klaim khasiat tumbuhan Dinkes Prov Jateng dengan mengundang
bajakah tunggal sebagai obat kanker. peneliti B2P2TOOT sebagai narasumber
pada penyelenggaraan Workshop
Dua rekomendasi kebijkan lainnya Penyusunan Panduan Pelayanan Kesehatan
diadvokasikan pada tanggal hari Senin Tradisional di Jawa Tengah pada tanggal 3
tanggal 11 November 2019 di ruang Mawar dan 4 Desember 2019 di Semarang.
Warta HortusMed Edisi 2 2019 47
Autentikasi Tumbuhan Obat Hasil
Ristoja 2019
Proses autentikasi tanaman obat RISTOJA merupakan kegiatan untuk memvalidasi dan
sekaligus untuk mengidentifikasi jenis tanaman obat RISTOJA yang telah teridentifikasi
maupun yang belum teridentifikasi sama sekali. Kegiatan autentikasi dilaksanakan sebanyak
6 kali pertemuan pada bulan Juli, Agustus, September, Oktober, November, dan Desember
2019. Kegiatan terlaksana dihadiri oleh tim teknis RISTOJA, para pakar botani dari berbagai
institusi (LIPI, Universitas Mulawarman, Universitas Andalas, Universitas Sebelas Maret,
Universitas Tadulako, Universitas Soedirman).
Proses autentikasi dilakukan dengan menyiapkan data seluruh informasi tumbuhan obat
RISTOJA dalam bentuk excel yang telah ter-link dengan foto tumbuhan, yang kemudian foto
tiap info TO ditampilkan kepada tim pakar dan kemudian diidentifikasi. Jika tim pakar butuh
spesimen herbarium untuk menunjang proses identifikasi maka tim teknis menyiapkan
spesimen herbarium.
Tahapan proses autentikasi adalah sebagai berikut:
Tahap Waktu Jumlah/Total Informasi
TO & non TO (Baris)
I 1-5 Juli 2019 65.000
II 19 Juli - 2 Agustus 2019 65.000
III 16 - 30 Agustus 2019 65.000
IV 23 - 27 September 65.000
V 28 Oktober - 1 November 65.000
Hasil autentikasi adalah identitas atau spesies tumbuhan obat yang akan dimasukkan dalam
database tumbuhan obat dan ramuan sebagai hasil utama hasil Eksplorasi Pengetahuan
Lokal Etnomedisin dan Tumbuhan Obat Berbasis Komunitas di Indonesia (RISTOJA).
48 Warta HortusMed Edisi 2 2019