The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by B2P2TOOT Tawangmangu, 2020-09-18 02:02:31

Warta Hortusmed Edisi 2 2019

Warta Hortusmed Edisi 2 2019

Diseminasi Hasil Litbang Saintifikasi Jamu dan
Sosialisasi Percepatan Fitofarmaka

Bertempat di Kota Semarang, Balai Besar Dalam sambutannya, Kepala Badan
Penelitian dan Pengembangan Tanaman Penelitian dan Pengembangan Kesehatan,
Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Kementerian Kesehatan RI, dr. Siswanto,
menyelenggarakan Diseminasi Hasil Litbang MPH., DTM menjelaskan bahwa saintifikasi
Saintifikasi Jamu dan Sosialisasi Percepatan jamu sangat penting untuk memenuhi
Fitofarmaka pada 29-30 Agustus 2019. persyaratan uji klinis di lembaga yang
Hadir dalam kegiatan ini kurang lebih berwenang sebagai upaya melestarikan
160 undangan yang berasal dari Badan berbagai jenis jamu di masyarakat. Lebih
Litbangkes, BPOM, Dinas Kesehatan dari 35 lanjut Kabadan menjelaskan bahwa tahapan
kabupaten/kota Jawa Tengah, Kelompok PKK dalam saintifikasi jamu saat ini belum
serta Industri Jamu dan Obat Tradisional. memenuhi syarat-syarat di Badan POM
sehingga kalangan industri perlu diundang
Sebagaimana diketahui, Pemerintah pusat supaya hal ini dikawal dengan betul-betul
melalui Kementerian Kesehatan terus supaya bisa diproduksi secara komersial.
mendorong saintifikasi jamu agar bisa
memenuhi persyaratan uji klinis di lembaga Kepala Balai Besar Penelitian dan
yang berwenang sebagai upaya melestarikan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat
berbagai jenis jamu di masyarakat. Saat ini Tradisional (B2P2TOOT) Akhmad Saikhu,
telah dihasilkan 12 Ramuan Jamu Saintifik M.Sc.PH mengatakan bahwa tujuan kegiatan
telah terbukti secara klinis aman dan selama dua hari ini untuk menyebarluaskan
berkhasiat yaitu ramuan asam urat, ramuan hasil penelitian saintifikasi jamu serta
tekanan darah tinggi, ramuan wasir, ramuan menyampaikan progres percepatan
radang sendi, ramuan kolesterol tinggi, pengembangan fitofarmaka.
ramuan gangguan fungsi hati, ramuan
gangguan lambung/maag, ramuan batu Penyebarluasan hasil litbang saintifikasi
saluran kencing, ramuan diabetes melitus, jamu ditujukan kepada kalangan akademisi,
ramuan obesitas, ramuan kebugaran dan industri, dan pemerintah. Diharapkan,
ramuan pelancar ASI. sinergi institusi riset, industri dan dinas
kesehatan serta PKK dari 35 kabupaten/

Warta HortusMed Edisi 2 2019 49

kota di Jateng ini akan mampu mendukung
pembangunan kesehatan melalui
pemanfaatan tanaman obat dan jamu.

Dinkes Provinsi Jawa Tengah memberi
apresiasi kepada B2P2TOOT yang
menyelenggarakan kegiatan diseminasi ini.
Rahma Nurhayati SKM, M.Kes dari Dinkes
Provinsi Jawa Tengah bersyukur karena
lokasi B2P2TOOT ada di Jawa Tengah dan
hasil penelitian jamunya sangat bermanfaat
untuk masyarakat. Jawa Tengah lanjut
Rahma memiliki potensi besar untuk
saintifikasi jamu, antara lain yang pertama
Jawa Tengah memiliki sumber tanaman obat
yang cukup besar yang bisa dikembangkan.
Kedua memiliki perguruan tinggi farmasi dan
kedokteran yang sangat banyak baik negeri
maupun swasta yang didalamnya memiliki
prodi Jamu. Ketiga memiliki industri obat
tradisional yang sangat banyak.

Kegiatan Diseminasi ini juga disertai dengan
pameran hasil penelitian yang menampilkan
terbitan, sediaan tablet, kapsul jamu
saintifik hasil penelitian formulasi, sampel
produk olahan tanaman obat berupa lulur,
jamu instan dan permen. Selanjutnya pada
30 Agustus 2019, dilaksanakan paparan hasil
riset dan temu bisnis yang terbagi dalam
kelas jamu untuk industri dan kelas jamu
untuk masyarakat dengan menampilkan
narasumber peneliti B2P2TOOT:

dr. Danang Ardiyanto: Peluang Hilirisasi
Jamu Saintifik.

Sofa Farida, S.Farm., Apt.: Formulasi Sedian
Jamu Ramuan Saintifikasi Jamu.

Fanie I. Mustofa, MPH: Pemberdayaan
Masyarakat.

dr. Zuraida Zulkarnain: Jamu Saintifik Untuk
Masyarakat.

50 Warta HortusMed Edisi 2 2019

Diseminasi Hasil Penelitian Litbang Tanaman Obat
dan Obat Tradisional Tahun 2018

Bertempat di Jakarta, pada tanggal 18 - 21 harus “delivered” artinya bisa dirasakan

November 2019, Balai Besar Penelitian dan manfaatnya oleh masyarakat. Hasil

Pengembangan Tanaman Obat dan Obat penelitian diketahui dan dimanfaatkan oleh

Tradisional (B2P2TOOT) menyelenggarakan masyarakat sejalan dengan arahan Presiden

kegiatan Diseminasi Hasil Penelitian Litbang Jokowi.

Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tahun Kegiatan diseminasi ini dilakukan dalam
2018. bentuk pemaparan hasil penelitian,

Sebanyak 8 (delapan) judul penelitian rutin pembahasan oleh pakar, dan diskusi. Dalam

dan 23 judul penelitian yang merupakan paparannya, ketua peneliti menyajikan

bagian dari judul payung Analisis Lanjut latar belakang, metode, hasil, kesimpulan

Ristoja hasil penelitian tahun 2018 ini dan rekomendasi terkait hasil penelitian

didiseminasikan pada tahun 2019. Kegiatan yang dicapai. Selanjutnya pembahas

diseminasi ini dihadiri stakeholder yang memberikan masukan atau pertanyaan

meliputi unsur pemerintahan dan akademik untuk klarifikasi hasil penelitian dan

sesuai dengan tema penelitian. menyampaikan saran untuk penelitian

Dalam sambutan dan arahannya, lanjut dan atau rekomendasi implementasi
Kepala B2P2TOOT Bapak Akhmad penelitian tersebut. Sesi diskusi diadakan
Saikhu menjelaskan bahwa diseminasi untuk memberikan waktu kepada audien
ini adalah suatu kewajiban dan bentuk menanyakan materi yang belum diterima
pertanggungjawaban dari penelitian ini secara jelas dari hasil pemaparan, sekaligus
yaitu melakukan publikasi ilmiah dan untuk membuka peluang kerjasama riset
mendiseminasikan hasil penelitian kepada lanjutan atau implementasi bersama hasil
stakeholder terkait. Program-program riset.

Warta HortusMed Edisi 2 2019 51

Seminar Nasional Tumbuhan Obat
Indonesia ke-57

Bertempat di Fakultas Farmasi dan Sains Kebijakan Tentang Pengembangan Bahan
Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Baku Obat Tradisional di Indonesia”. Selain
Hamka (UHAMKA), pada tanggal 10- itu beberapa pembicara yang hadir adalah
11 Oktober 2019 berlangsung Seminar Dra. Rr.Maya Gustina Andarini, Apt., M.Sc
Nasional Tumbuhan Obat Indonesia yang (Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional,
ke-57. Mengambil tema “Pelestarian, dan BPOM), Prof. Dr. Dayar Arbain, Apt (Peneliti
Pemanfaatan Berkelanjutan Tumbuhan Tumbuhan Obat Sumatera dan Guru Besar
Obat Indonesia: Percepatan Pengembangan Universitas 17 Agustus 45) Jakarta, Prof.
Bahan Baku Obat Tradisional. Kegiatan Dr. Ir. Ervizal AM. Zuhud, MS (Pembina
merupakan kerjasama antara UHAMKA POKJA TOOT), Dr. Agung Eru Wibowo, Apt.,
dan Pokja TOOT dan dibuka secara resmi M.Si (Plt. Direktur Pusat Teknologi Farmasi
oleh Ketua Pokja TOOT yang juga Kepala dan Medika, BPPT), Badan Pengkajian dan
Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Penerapan Teknologi), dr. Husniah Rubiana
Tradisional (B2P2TOOT), Akhmad Saikhu, TA, M.S., M.Kes., Sp.FK., Sp.Ak (Ikatan
MSc.Ph. Dokter Indonesia DKI Jakarta), Raymond R.
Tjandrawinata, PhD., MS., MBA (Director of
Hadir sebagai Keynote Speaker dalam Corporate Development PT. DexaMedica),
kegiatan ini, Staf Ahli Bidang Ekonomi Dr. Ani Kurniawati, S.P., M.Si (Dosen Institut
Kesehatan, dr. H. M. Subuh, MPPM Pertanian Bogor), Dr. Siska, M.Farm., Apt
yang mewakili Menteri Kesehatan yang (Dosen Universitas Muhammadiyah Prof.
menyampaikan materi tentang “Arah

52 Warta HortusMed Edisi 2 2019

DR. Hamka (UHAMKA)). B2P2TOOT juga berpartisipasi dalam
pameran yang menampilkan hasıl riset
Seminar Seminar Nasional Tumbuhan Obat 12 ramuan jamu saintifik serta produk
Indonesia yang ke-57 ini diikuti sekitar 150 produk sedian jamu hasil penelitian dan
peserta, menampilkan pembawa makalah pengembangan. Peserta seminar juga
sebanyak 117 orang (74 presenter oral, berkesempatan minum jamu gratis dan
dan 43 presenter poster). Naskah-naskah mendapatkan buku terbitan dari B2P2TOOT.
hasil penelitian akan dipublikasikan dalam
jurnal-jurnal bereputasi setelah diseleksi
dan direview oleh bidang Ilmiah Pokja
TOOT. Dalam seminar ini juga dilakukan
kajian terhadap 2 tanaman obat yaitu Daun
Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis)
dan Daun Afrika (Vernonia amygdalina
Delile)

Warta HortusMed Edisi 2 2019 53

RESEP KITA

Ragam Olahan Daun Kelor

Oleh: Fitriana, S.Farm (Teknisi Litkayasa B2P2TOOT)

Tanaman kelor (Moringa oleifera) dimanfaatkan untuk antioksidan, antiaging
merupakan salah satu jenis tanaman yang dan antiinflamasi. Selain itu, daun kelor juga
tumbuh di daerah tropis seperti Indonesia. mengandung zat fitokimia seperti tanin,
Tanaman perdu ini biasanya memiliki steroid, triterpenoid, flavonoid, saponin,
tinggi 7-11 meter pada ketinggian 700 m antrakuinon dan alkaloid. Senyawa-senyawa
dpl. Perbanyakan kelor sangat mudah dan ini dapat dimanfaatkan untuk antibiotik,
tidak memerlukan perawatan yang intensif. antiinflamasi, detoksifikasi dan antibakteri.
Kelor merupakan tanaman menahun,
dengan bunga berwarna putih, putih Kandungan beberapa vitamin pada daun
kekuning-kuningan (krem) atau merah. kelor antara lain 7 kali vitamin C dari jeruk,
Tudung pelepah bunganya berwarna hijau 4 kali vitamin A dari wortel, 4 kali kalsium
dan mengeluarkan aroma bau semerbak. dari susu, 3 kali dari potasium dari pisang,
Kelor dikenal sebagai Miracle Tree, Tree For 2 kali protein dari yoghurt dan ¾ kali
Life atau Amazing Tree. Sebutan tersebut zat besi dari bayam. Setelah mengalami
muncul karena bagian tanaman kelor mulai pengeringan kandungan zat gizi daun
dari daun, buah, biji, bunga, kulit, batang kelor mengalami perubahan diantaranya
hingga akar dapat dimanfaatkan dalam kandungan vitamin A menjadi 10 kali dari
bahan pangan dan industri kosmetik. wortel, kandungan kalsium menjadi 17 kali
dari susu, kandungan potasium menjadi
Bagian tanaman kelor yang paling banyak 15 kali dari pisang, kandungan zat besi
dimanfaatkan adalah daunnya. Daun kelor menjadi 25 kali dari bayam dan kandungan
mengandung zat gizi mikro yang dibutuhkan protein menjadi 9 kali dari yoghurt. Selain
oleh tubuh diantaranya, β-karoten, thiamin terjadi peningkatan kandungan zat gizi
(B1), Riboflavin (B2), niacin (B3), vitamin daun kelor tetapi setelah dikeringkan juga
D, E dan K, kalsium, zat besi, fosfor, terjadi penurunan misalnya kandungan
magnesium, seng,dan vitamin. Kombinasi vitamin C hanya ½ kalinya dari jeruk. Proses
zat gizi dan asam amino tersebut dapat pengolahan makanan harus diperhatikan

54 Warta HortusMed Edisi 2 2019

karena dapat mempengaruhi perubahan 1. Sayur Bening Daun Kelor
kandungan zat gizi yang terkandung di dalam
bahan penyusunnya. Pengolahan bahan Bahan:
pangan dengan suhu tinggi dapat merusak - 2 genggam kelor, disiangi, pilih
vitamin yang mudah larut di dalam air. daunnya
Proses pemasakan diketahui menyebabkan - 1 bonggol jagung manis, disisir
perubahan yang signifikan pada komposisi - 1 buah yong, bersihkan dan potong
kimia, mempengaruhi konsentrasi dan - 1 liter air
bioavailabilitas senyawa bioaktif pada jenis
zat gizi yang terkandung dalam sayuran. Bumbu:
Oleh karena itu pengolahan daun kelor tidak - 3 siung bawang merah, iris tipis
membutuhkan waktu yang terlalu lama - 1 siung bawang putih, iris tipis
supaya kandungan gizi yang didalamnya - 2 ruas jari temu kunci, iris tebal
tidak mengalami penguraian. - 1 buah tomat ukuran sedang, iris
- Garam secukupnya
Masyarakat Indonesia jarang sekali - Gula pasir secukupnya
mengolah dan mengkonsumsi daun kelor
dikarenakan daun kelor memiliki bau khas Cara Pengolahan:
yang kurang disukai. Di daerah pedesaan 1. Siapkan bahan dan bumbu
konsumsi daun kelor hanya sebatas sayur 2.Air didihkan, masukkan bumbu yang
bening dan lalapan saja. Inovasi dalam sudah diiris.
mengolah daun kelor sangat diperlukan 3. Masukkan jagung sisir dan oyong,
agar menjadi produk yang dapat diterima tunggu mendidih
masyarakat sehingga nutrisi daun kelor 4. Masukkan daun kelor, tunggu
dapat dimanfaatkan oleh tubuh secara mendidih dan masak selama 2
optimal. Daun Kelor dapat diolah menjadi menit
beraneka olahan sayur, lauk dan kudapan 5. Tambahkan garam dan gula
untuk keluarga, baik anak-anak maupun kemudian uji rasa
orang dewasa. Berikut ragam pemanfaatan 6. Sayur bening daun kelor siap
daun kelor yang diolah menjadi masakan dihidangkan
keluarga:

Warta HortusMed Edisi 2 2019 55

2. Oseng Daun Kelor 3. Orak Arik Daun Kelor

Bahan: Bahan:
- 2 genggam kelor, disiangi, pilih - 2 genggam kelor, disiangi, pilih
daunnya daunnya
- 5 buah jagung muda, iris - 1 buah wortel, potong korek api
memanjang - Air 100 ml
- Air secukupnya
Bumbu:
Bumbu: - 3 siung bawang putih, iris
- 3 siung bawang merah, iris - ¼ siung bawang bombay, iris halus
- 3 siung bawang putih, iris - ¼ sdt lada bubuk
- 3 buah cabe merah, iris - 2 sdm minyak zaitun (untuk
- ¼ siung bawang bombay, iris halus menumis)
- 1 buah tomat ukuran sedang, iris - Garam secukupnya
memanjang - Gula pasir secukupnya
- Terasi (opsi)
- 1 sdm minyak zaitun (untuk Cara Pengolahan:
menumis) 1. Siapkan bahan dan bumbu
- Garam secukupnya 2. Minyak zaitun 1 sdm dipanaskan,
- Gula pasir secukupnya masak orak arik telur kemudian
angkat dan sisihkan
Cara Pengolahan: 3. 1 sdm minyak zaitun dipanaskan,
1. Siapkan bahan dan bumbu masukkan bawang putih dan
2. Minyak zaitun dipanaskan. bawang bombay. Tumis sampai
Masukkan bawang merah, bawang tercium aroma. Tambahkan air dan
putih, bawang bombay, cabe merah masak sampai mendidih
dan terasi. Tumis sampai tercium 4. Masukkan wortel, masak hingga
aroma. wortel setengah matang
3. Masukkan jagung muda dan 5. Masukkan daun kelor, masak
tambahkan sedikit air. Masak selama 1-2 menit sampai air
sampai mendidih menyusut
4. Masukkan daun kelor dan tomat, 6. Masukkan orak arik telur, lada
masak selama 2 menit bubuk, garam dan gula secukupnya
5. Tambahkan garam dan gula pasir kemudian lakukan uji rasa. Masak
sesuai selera kemudian lakukan uji sampai kering
rasa 7. Orak arik daun kelor siap untuk
dihidangkan
6. Oseng daun kelor siap untuk

dihidangkan

56 Warta HortusMed Edisi 2 2019

4. Puding Daun Kelor

Bahan: 5. Setengah bagian agar-agar sisanya
- 50 gram Daun kelor dimasukkan ke dalam 400 mL air, aduk
- 1 bungkus agar – agar plain sampai rata dan panaskan. Masukkan
- 180 gram gula Pasir santan kental dan 90 gram gula pasir.
- Santan kental 40 ml Aduk dan masak sampai mendidih.
- Air 800 ml
6. Tunggu beberapa saat sampai uap
Bumbu: panas hilang sambil diaduk dan tuang
- 1 ruas kayu manis ke dalam cetakan yang telah berisi agar
- 9 cm daun pandan daun kelor yang sudah memadat.

Cara Pengolahan: 7. Potong puding daun kelor sesuai selera
1. Siapkan bahan dan bumbu dan siap untuk dihidangkan
2. Agar-agar plain, gula pasir dan air
dibagi 2 sama banyak Warta HortusMed Edisi 2 2019 57
3. Air 400 ml didihkan, masukkan kayu
manis, daun pandan dan daun kelor,
masak selama 2 menit. Dinginkan
dalam suhu ruang. Setelah dingin
ambil kayu manis dan daun pandan
kemudian haluskan campuran
air dan daun kelor menggunakan
blender
4. Setengah bagian agar-agar
dimasukkan ke dalam campuran
daun kelor (poin 2), aduk sampai
rata dan panaskan. Masukkan 90
gram gula pasir, aduk dan masak
sampai mendidih. Tunggu beberapa
saat sampai uap panas hilang sambil
diaduk dan tuang ke dalam cetakan

5. Pepes Ikan Salem Lormangmud (daun kelor + mangga muda)

Bahan: 3. Siapkan daun pisang bersih, ditata
- 90 gram Daun kelor berlapis kemudian masukkan daun
- 6 ekor ikan salem ukuran besar, salam, lengkuas, irisan tomat dan
cuci bersih dan buang kepala campuran daun kelor (poin 2). Ratakan
- 2 buah mangga muda (mangga lapisan tersebut
madu), parut korek api
- 2 buah tomat, iris memanjang 4. Masukkan ikan salem dan tambahkan
- Daun pisang secukupnya, potong lapisan diatasnya dengan campuran
persegi dan bersihkan kelor (poin 2), ratakan kembali.
- Tusuk gigi/ lidi potong
5. Tambahkan beberapa irisan tomat
Bumbu yang dihaluskan: dan daun pisang digulung kemudian
- 12 buah cabe rawit merah disemat menggunakan tusuk gigi/
- 6 buah cabe merah keriting lidi. Lakukan berulang sampai
- 1 buah tomat campuran kelor (poin 2) dan ikan
- 7 siung bawang putih salem terbungkus daun pisang semua.
- 6 siung bawang merah Dikukus selama 45 menit dengan api
- 6 buah kemiri kecil
- 1 sdm garam
- ½ sdm gula pasir 6. Pepes ikan salem lormangmud
- 15 gram gula merah dipanggang selama 10 menit dengan
api kecil dan siap untuk dihidangkan
Cara Pengolahan:
1. Siapkan bahan, bumbu yang
dihaluskan dan bumbu yang
dipotong
2. Campurkan bumbu yang sudah
dihaluskan ke dalam daun kelor
dan parutan mangga. Aduk sampai
merata (campuran daun kelor)

58 Warta HortusMed Edisi 2 2019

Surat Pembaca SURAT PEMBACA
Warta HortusMed Edisi 2 2019
?? Susanti Pudji Hastuti

Kami dari fakultas Biologi, Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga ingin melakukan
kunjungan ke B2P2TOOT dalam rangka pembelajaran matakuliah biologi umum
bagi mahasiswa kami angkatan 2019 sejumlah 70 orang. Untuk itu apakah kami
dapat diijinkan untuk tujuan tersebut di atas ? Apakah ada persyaratan yang harus
dilampirkan ?. Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya.

Wisata Ilmiah Kesehatan Jamu buka Senin - Jumat selama jam kerja, untuk prosedur
kunjungan. Silahkan mengirimkan surat permohonan beserta waktu kunjungan
dan jumalh peserta ke alamat email atau fax kami. Informasi lebih lanjut silakan
mengunjungi website kami di www.b2p2toot.litbang.kemkes.go.id

?? Reni Wulansari
Assalamualaikum wr.wb Kepada Yth. Bapak/Ibu Pimpinan Balai Besar Penelitian dan
Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Di tempat Saya Reni Wulansari
dari Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Tekhnologi Universitas Islam Negeri Maulana
Malik Ibrahim Malang. Ingin memohon perizinan melakukan kegiatan PKL (Praktek
Kerja Lapangan ) selama 1 bulan di B2P2TOOT yang akan di laksanakan sekitar bulan
juni-Juli 2020 mendatang. Apabila surat permohonan izin ini diterima apakah ada
persyaratan yang harus kami penuhi dalam permohonan ijin tersebut? Terimakasih
atas perhatiannya. Wassalamualaikum wr.wb

B2P2TOOT menerima magang/PKL. Untuk info jadwal dan pendaftaran magang/
PKL dapat diakses di laman www.b2p2toot.litbang.kemkes.go.id Alur pendaftaran
sebagai berikut: Mahasiswa mengunduh borang pendaftaran kemudian diisi
dan diemail ke [email protected] dilengkapi dengan transkip nilai dan
proposal.

?? Lis Arifa Dwi Putri

Mohon informasi bagaimana cara daftar untuk berobat di Klink Hortus Medicus

Untuk berobat di Rumah Riset Jamu Hortus Medicus, pasien datang langsung ke
klinik kami di Tawangmangu lalu dengan membayar biaya pendaftaran pasien
sebesar Rp.5000, - lalu mengikuti prosedur pemeriksaan dan pemberian resep jamu
yang telah berlaku. Info lebih lengkap bisa melihat infografis yang ada diwebsite

?? Irkham Tamtomo
Bersama dengan ini kami dari mahasiswa fakultas farmasi Universitas Surabaya
mengajukan permohonan pemesanan simplisia kering seledri dan meniran untuk
keperluan penelitian kami. Kami ucapkan terimakasih

Untuk pelayanan tersebut dapat menghubungi bidang pelayanan penelitian di
0271 697010 atau via WA di 082135993564 pada hari dan jam kerja

?? Hendrik
Apakah bisa membeli ramuan obat tradisional disini? Dulu adik saya terkena sakit
tipes akut, dan datang ke tempat ini lalu dibawakan ramuan obat. Dan alhamdulillah
sembuh.

Untuk membeli ramuan tersebut maka harus menjadi pasien di Rumah Riset
Jamu Hortus Medicus terlebih dahulu serta mengikuti prosedur pemeriksaan dan
pemberian resep jamu yang telah berlaku

Warta HortusMed Edisi 2 2019 59

TTS/KUIS QUIZ

1. Siapakah Nama Menteri Kesehatan RI Periode 2019-2024 dalam
Kabinet Indonesia Maju Presiden Joko Widodo?

2. Apa nama program wisata kesehatan yang ada B2P2TOOT?
3. Tanaman obat jenis apa sajakah yang digunakan sebagai

komposisi Ramuan Jamu Saintifik Asam Urat?
4. Berapakah jumlah Ramuan Jamu Saintifik yang telah dihasilkan

B2P2TOOT sampai dengan tahun 2019?
5. Di ketinggian berapa meter diatas permukaan lautkah Kebun

Tanaman Obat Tloglodlingo B2P2TOOT berada?

Format jawaban:

Quiz Warta Hortusmed 2019 Jilid 2

Nama :

No. HP :

Alamat lengkap :

Jawaban : 1.

2.

3.

4.

5.

Jawaban dapat dikirimkan melalui email: [email protected].

Dapatkan souvenir menarik dari kami bagi 3 pengirim jawaban yang

paling cepat dan tepat! Quiz ini tidak diperuntukkan bagi seluruh Pegawai

B2P2TOOT Tawangmangu.

60 Warta HortusMed Edisi 2 2019

Warta HortusMed Edisi 2 2019 61

62 Warta HortusMed Edisi 2 2019

Warta HortusMed Edisi 2 2019 63

64 Warta HortusMed Edisi 2 2019




Click to View FlipBook Version