The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by B2P2TOOT Tawangmangu, 2020-09-09 03:54:12

Wisata Kesehatan Jamu

Wisata Kesehatan Jamu

i



KATA PENGANTAR
Kepala Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan
Obat Tradisional

Semua orang tahu bahwa Jamu melekat erat dengan makna
kesehatan. Sebagian suka Jamu karena membuat segar bugar,
namun sebagian lagi tidak suka karena ada Jamu yang rasanya
pahiiit. So, bagaimana membuat Jamu enak dan nikmat?

Tanaman Obat dan Jamu adalah satuan makna yang tak
terpisahkan. Tanaman Obat dan Jamu adalah aset Negara yang
mampu menggedor mainstream ekonomi Indonesia. Bayangkan,
ekspor simplisia (tanaman obat yang telah dikeringkan) meningkat
terus, swasembada bahan baku obat dari tanaman obat, dan
satu lagi yaitu wisata kesehatan (Health Tourism) dengan Jamu
tradisional sebagai unggulan sumber devisa baru.

Jamu menjadi bagian penting Wisata Kesehatan Tradisional
Indonesia yang berciri budaya, ilmiah dan holistik. Wisata
Kesehatan Jamu yang membumi dan berkarakter tersebut,
merupakan nilau lebih (value Indonesia dibandingkan dengan
negara lain yang cenderung mengunggulkan teknologi/alat
kesehatan mutakhir. Wisata Kesehatan Jamu diharapkan dapat
membawa kreasi dan inovasi Traditional Indonesia Medicine (TIM)
ke level internasional.

Wisata Kesehatan Jamu (Jamu Health Tourism) Hortus Medicus
di Tawangmangu adalah paduan berbagai daya tarik. Kemasan
edukasi dan rekreasi menjadi modalitas, mulai dari pengetahuan
dan pemanfaatan tanaman obat, pengembangan Jamu berbasis
bukti ilmiah melalui Saintifikasi Jamu (Evidence-based Jamu
Development), serta rekreasi menikmati panorama Gunung Lawu
yang sejuk dengan udara yang bersih dan segar. Semakin komplit
dan menyenangkan karena di sekitar Tawangmangu terdapat
berbagai destinasi pariwisata yang alami dan sangat cantik.

iii

Buku Wisata Kesehatan Jamu memberikan gambaran lebih dalam
tentang ‘mengapa Jamu, mengapa di Tawangmangu, dan seperti
apa sih Rumah Riset Jamu Hortus Medicus?’
Salam sehat dengan Jamu yang aman, bermutu, berkhasiat.
INDAH YUNING PRAPTI

iv

SAMBUTAN
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan
Kesehatan

JAMU, kata yang pendek dan unik, mengandung makna luhur
sebagai upaya manusia Indonesia untuk mengobati, memelihara
dan meningkatkan kesehatan, sejak jaman nenek moyang bangsa
Indonesia.

Pada tanggal 27 Mei 2008, Presiden RI mencanangkan JAMU
Brand Indonesia, dilanjutkan proses dialog dan diskusi. Muncul
pemahaman bersama bahwa 1) Jamu perlu jaminan keamanan,
mutu dan khasiat melalui penelitian, 2) Jamu yang telah terbukti
secara ilmiah dan etika dapat diintegrasikan ke dalam system
pelayanan kesehatan; dan 3) meningkatkan peran industri untuk
memproduksi Jamu yang aman, berkhasiat dan bermutu.

Kementerian Kesehatan RI melalui Balai Besar Penelitian dan
Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT
atau terkenal dengan BabeTOOT) Badan Litbangkes, dirintis sejak
1948, telah melakukan upaya mengangkat harkat dan martabat
Tanaman Obat dan Jamu, melalui riset dan pengembangan.
Dengan diterbitkannya Permenkes RI No. 003/MENKES/
PER/I/2010 tentang “Saintifikasi Jamu: penelitian berbasis
pelayanan”, geliat dari kreasi dan invoasi Tanaman Obat dan
Jamu tersebut semakin berkembang pesat.

Aktivitas litbang BabeTOOT dari hulu hingga hilir semakin tertata
lebih baik dan terstruktur. Mulai dari eksplorasi tumbuhan obat,
budidaya, paska panen, riset praklinik dan klinik, hingga teknologi
formulasi dan sediaan Jamu. Semuanya itu dipromosikan kepada
masyarakat, dalam bentuk Wisata Kesehatan Jamu.

v

Kami undang Anda berwisata kesehatan di BabeTOOT
Tawangmangu yang bersih dan sejuk, sambil meraih tambahan
wawasan di bidang Tanaman Obat dan Jamu.
Bravo Jamu Brand Indonesia!
TRIHONO

vi

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR Hal.
iii
SAMBUTAN v
vii
DAFTAR ISI 3

BAB I PENDAHULUAN 7

BAB II WISATA KESEHATAN 11
(HEALTH TOURISM) DI INDONESIA 19
31
BAB III WISATA KESEHATAN TRADISIONAL 53
JAMU (JAMU HEALTH TOURISM) 61

BAB IV KLINIK SAINTIFIKASI HORTUS MEDICUS

BAB V WISATA ILMIAH TANAMAN OBAT

BAB VI WISATA KOTA SOLO DAN SEKITARNYA

BAB VII PENUTUP

vii

viii



2 JAMU HEALTH TOURISM

BAGIAN I
PENDAHULUAN

Salam SEHAT,
“Health is not everything, but without health everything is
nothing”. Sehat bukanlah segalanya, namun tanpa sehat
segalanya itu sia-sia.

Bekerja keras adalah untuk mencapai hidup layak dan sejahtera.
Capai, stress dan jenuh sering menyiksa tubuh setelah bekerja
seharian. Tubuh bukanlah mesin, yang bias disuruh bekerja
semau kita.

Kita baru sadar ketika jatuh sakit, atau seseorang yang kita cintai
meninggal karena sakit. Barulah rasa syukur terucap ketika kita
masih bisa menghirup udara segar tanpa batuk dan sesak dada;
bisa makan es krim tanpa takut gula darah meningkat; bisa makan
rending yang lezat tanpa ngeri kolestrol naik, dan masih mampu
berjalan tanpa mengaduh nyeri karena asam urat tinggi. Bahkan,
bisa flatus (kentut) dan buang air pun menjadi anugerah ketika
kita habis operasi atau “masuk angin”. Untuk itu, mari, sayangi
dan jaga tubuh kita agar tetap sehat dan produktif.

Biaya akibat sakit sangat mahal. Kita harus mengeluarkan uang
untuk berobat, baik rawat jalan maupun rawat inap. Segala aktivitas
dalam hidup pun menjadi terganggu, kehilangan kesempatan dan
merepotkan keluarga dan orang lain. Sesungguhnya, sehat itu
murah dan mudah, jika kita melaksanakan perilaku hidup sehat,
makan dan minum teratur, bekerja dan olahraga teratur, istirahat
teratur dan lebih baik lagi sesekali berwisata atau berlibur.

Siapa bilang berwisata itu hanya menghambur-hamburkan uang?
Sejatinya, rekreasi sangat bermanfaat untuk menyegarkan tubuh
dan menenangkan pikiran yang ruwet dan membuang stress.
Apalagi jika berwisata sambil mengolah jiwa dan raga dengan
kebugaran dan kesehatan.

JAMU HEALTH TOURISM 3

Wisata Kesehatan Tradisional Jamu, adalah perpaduan antara
rekreasi dan edukasi, yang kini sangat berpeluang menjadi salah
satu program utama Kementerian Kesehatan dan Kementerian
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Masyarakat dapat menikmati
keindahan alam, merasakan khasiat Jamu bagi kesehatan
sekaligus mengenal tumbuhan obat sebagai bahan baku Jamu.

4 JAMU HEALTH TOURISM



6 JAMU HEALTH TOURISM

BAGIAN II
WISATA KESEHATAN (HEALTH TOURISM)
DI INDONESIA

Pengertian
Secara sederhana Wisata Kesehatan di Indonesia (Health Tourism)
adalah berlibur sambil beristirahat untuk mencari kesembuhan
dan pemulihan kesehatan (“tetirah’) bagi yang baru sembuh
dari sakit, mencari ketenangan jiwa, kesegaran, relaksasi dan
kebugaran, termasuk medical check up dan pencarian pengobatan
sambil menikmati keindahan alam dan budaya.

Wisata Kesehatan terdiri dari Wisata Kesehatan Medis (Medical
Tourism) dan Wisata Kesehatan Tradisional Indonesia (Wellness
Tourism).

1. Wisata Kesehatan Medis (Medical Tourism), berupa pelayanan
tindakan medik pengobatan (cure), operasi atau tindakan
medik lainnya termasuk cosmetic surgery, fisioterapi,
akupunktur, pijat refleksi, dll.

2. Wisata Kesehatan Tradisional di Indonesia (Wellness
Tourism), yaitu pelayanan tradisional, dapat merupakan
komplementer (konvensional ditambah tradisional) dan
alternatif yang dilakukan oleh dokter serta alternatif yang
dilakukan oleh tenaga non-dokter. Pelayanan tradisional
tersebut antara lain Jamu, pijat nusantara (massage), pijat
kaki (foot therapy), spa dan lulur, akupunktur dan sebagainya
yang lebih diutamakan untuk upaya promotif dan preventif
serta kebugaran (wellness).

Jenis wisata kesehatan tradisional Jamu memiliki ciri khas natural
dan holistik, dengan memanfaatkan kearifan budaya lokal yang
didukung oleh data-data ilmiah. Ini dapat dikembangkan di
fasilitas pelayanan kesehatan yang terakreditasi secara nasional
dan internasional.

JAMU HEALTH TOURISM 7

Perkembangan Indonesia Health Tourism
Konferensi PBB 1963 yang membahas pariwisata dan perjalanan
mengidentifikasi bahwa kesehatan merupakan salah satu alasan
utama untuk melakukan perjalanan wisata. Dalam rangka
mengembangkan Health Tourism tersebut, World Health
Organization (WHO) dan World Trade Organization (WTO)
kemudian mengembangkan pedoman pengendalian kualitas air
minum, rekreasi dan kesehatan, transportasi udara dan sanitasi.

Pasar Health Tourism sangat besar, diperkirakan untuk Asia
sekitar 4 milyar US$ setahun mulai 2012, dan terus berkembang.
Pangsa pasar tersebut tidak saja berorientasi pada pengobatan,
tetapi juga pada pemeliharaan dan peningkatan kesehatan. Kini,
wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia mencapai
6 juta orang per tahun (0,6% telah ada ilmu yang mempelajari
dan mengaplikasikan aspek kedokteran dan kesehatan dalam
kegiatan pariwisata yang dikenal dengan Travel Medicine. Di
tingkat internasional terdapat International Society of Travel
Medicine (ISTM) yang menghimpun peminat, baik perorangan
maupun gabungan dari berbagai negara. Di tingkat regional ada
Asia Pacific Society of Travel Health (APTH). Pada 1 Agustus 1997
di Jakarta didirikan organisasi “Perhimpunan Kesehatan Wisata
Indonesia (PKWI)” atau Indonesia Travel Health Society (ITHS).
Kini rumah sakit baik RS Pemerintah maupun Swasta mulai
mempromosikan Health Tourism.

Pada saat pembukaan Bali International and Spa Wellness di Sanur,
Bali pada 9 Maret 2011, Menteri Kesehatan RI (Alm.) Dr. dr. Endang
Rahayu Sedyaningsih, MPH.PH menyatakan bahwa “Kita mau
bikin orang sakit ke sini untuk berobat. Jadi orang sakit datang
ke sini bukan hanya untuk pariwisata tapi juga untuk berobat”,
yang merupakan komitmen awal untuk mengembangkan Health
Tourism di Indonesia.

8 JAMU HEALTH TOURISM

Pertengahan Oktober 2012 di Nusa Dua, Bali, Menteri Pariwisata
Mari Elka Pangestu dan Menteri Kesehatan Dr. Nafsiah Mboi,
SpA., MPH. sepakat melakukan gerakan terpadu Indonesian
Wellness and Healthcare Tourism Movement (IWHT) untuk
mengembangkan Wisata Kesehatan Indonesia.

Pada Kamis 29 November 2012 di Jakarta telah ditandatangani
Memorandum of Understanding antara Menteri Kesehatan dan
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tentang program wisata
kesehatan (Health Tourism).

Gambar 2.1. Konferensi Internasional Health Tourism, di Jakarta
(Foto: http://thepresidentpostindonesia.com)

JAMU HEALTH TOURISM 9

Multi Benefit Indonesia Health Tourism
Pariwisata adalah salah satu jenis industri yang berkontribusi
terhadap laju perekonomian. Salah satu sektor yang sangat
menjanjikan (promising) adalah sektor kesehatan.
Indonesia Health Tourism adalah aktivitas integral dari pariwisata
dan pelayanan kesehatan Indonesia, dengan manfaat yaitu: (1)
memacu peningkatan mutu pelayanan kesehatan konvensional
dan tradisional; (2) mengembangkan teknologi kesehatan yang
tepat guna, aman, nyaman dan terjangkau; (3) meningkatkan
pemanfaatan pelayanan kesehatan tradisional Jamu yang terbukti
aman, bermutu, dan berkhasiat; (4) menambah devisa Negara;
(5) mendorong pemajuan ekonomi kerakyatan (pendapatan
keluarga); (6) mempercepat kemandirian masyarakat untuk hidup
sehat; dan (7) perekat kesatuan bangsa.

Pelatihan Petani Tanaman Obat Bekerjasama dengan Kementerian Pertanian
di Kebun Aromatik dan Subtropik Tlogodlingo (17 September 2013)

Gambar 2.2. Pembinaan Petani tanaman obat oleh BabeTOOT

10 JAMU HEALTH TOURISM



12 JAMU HEALTH TOURISM

BAGIAN III
WISATA KESEHATAN TRADISIONAL JAMU
(JAMU HEALTH TOURISM) DI TAWANGMANGU

Wisata kesehatan tradisional Jamu bermanfaat dan baik untuk
setiap individu yang mengutamakan pemeliharaan kesehatan,
juga memulihkan kondisi tubuh sehabis sakit, mencari
ketenangan jiwa, kesegaran, relaksasi dan kebugaran, termasuk
mencari pengobatan.

Menuju Tawangmangu
Perjalanan dari Solo ke Tawangmangu dapat ditempuh dengan
bis atau taksi dalam waktu kurang lebih 1,5 jam dan bebas macet.
Sepanjang perjalanan, kita dapat mampir di beberapa destinasi
wisata yang tidak jauh dari jalan utama, seperti Taman Satwa
Jurug tepatnya di sebelah barat Jembatan Sungai Bengawan
Solo. Juga melewati Sondokoro, merupakan wisata edukasi
di Pabrik Gula Tasikmadu, lengkap dengan guest house, kolam
renang, terapi ikan dan playground.

Gambar 3.1. Kampung di lereng gunung Lawu,
diambil dari kebun Tlogodlingo

JAMU HEALTH TOURISM 13

Mengapa dipilih Wisata Kesehatan JAMU?
Jamu dipilih karena Jamu merupakan salah satu budaya bangsa
Indonesia, untuk menjaga kesehatan, yang unik dan abadi, yang
tak akan hilang dimakan waktu. Jamu adalah ‘sukma” Indonesia.

Jamu juga dipilih karena Indonesia memiliki jenis/spesies
tanaman obat terkaya sebagai bahan baku jamu yang dapat
dibudidayakan oleh rakyat. Semuanya merupakan modal yang
amat menjanjikan dan berjiwa merah putih, demi Indonesia Raya.
Jamu Nusantara memiliki kekuatan perekat kesatuan bangsa dan
kekuatan maha dahsyat untuk membangun ekonomi kerakyatan.

JAMU: Unggulan Wisata Kesehatan Tradisional
Jamu adalah ramuan untuk penyembuhan dan kebugaran bangsa
Indonesia yang telah digunakan secara turun temurun. Hasil Riset
Kesehatan Dasar 2010 menyebutkan bahwa 59% rakyat Indonesia
pernah minum Jamu dan 95% merasakan khasiatnya untuk
kesehatan. Jamu telah dibuktikan dan teruji aman, bermutu, dan
berkhasiat melalui program Saintifikasi Jamu dalam penelitian
berbasis pelayanan.

Jamu dipilih karena mampu mengusung dan mempromosikan
nilai dan budaya Nusantara dan ke-Indonesiaan, dan dinilai
mampu bersaing dengan Health Tourism mancanegara yang
lebih mengutamakan Medical Tourism dan mengutamakan
kecanggihan alat kedokteran.

Mengapa di Tawangmangu?
Nilai super plus Tawangmangu adalah karena terdapat destinasi
Wisata Kesehatan Tradisional Jamu Hortus Medicus dan Wisata
Ilmiah Tanaman Obat, yang dimiliki oleh Kementerian Kesehatan
RI.

Tawangmangu adalah salah satu kecamatan di Kab. Karanganyar,
Jawa Tengah, dipilih sebagai destinasi Wisata Kesehatan Jamu
karena dikaruniai TUHAN alam yang amat cantik, sejuk, subur
dan menentramkan hati.

14 JAMU HEALTH TOURISM

Di sekitar Tawangmangu terdapat berbagai destinasi wisata yang
indah dan bersejarah, antara lain Candi Cetho, Candi Sukuh, Air
Terjun Grojogan Sewu, Air Terjun Jumog, Kebun Teh Kemuning,
track pendakian Gunung Lawu (mountain climbing), kebun
Strawberry, dan Astana Giri Bangun tempat makam Presiden
kedua Soeharto dan Ibu.

Juga tersedia wisata kuliner mak nyuus, antara lain sate kelinci,
sate landak, sop buntut, bakmi jawa, pecel komplit, berbagai
snack ubi ungu, enting-enting jahe, rambak kulit, keripik pisang,
dll.

Ada apa di HORTUS MEDICUS Tawangmangu?
Tahun 1948, nama Hortus Medicus diangkat oleh Romo Santoso
sebagai lokasi kebun koleksi tanaman obat. Melalui berbagai
pergantian “induk semang” pada tahun 1978 menjadi Unit
Pelaksana Teknis Badan Litbangkes, Kementerian Kesehatan
dengan nama Balai Penelitian Tanaman Obat (BPTO) dan
meningkat statusnya menjadi Balai Besar Penelitian dan
Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TO2T
atau dikenal dengan BabeTOOT pada tahun 2006).

Gambar 3.2. Hortus Medicus (kiri) dan kantor Balai Penelitian
Tanaman Obat (BPTO)

JAMU HEALTH TOURISM 15

Gambar 3.3. Gedung BaBeTOOT terkini

Pada bulan Oktober 2007, klinik Litbang Obat Herbal dibuka
sebagai cikal bakal Klinik Saintifikasi Jamu, yaitu penelitian
berbasis pelayanan untuk membuktikan bahwa Jamu itu aman,
berkhasiat dan bermutu.
Selain itu, sekitar 1100 spesies tanaman obat dikoleksi, baik
tanaman asli Indonesia maupun tanaman introduksi, antara lain
dari Eropa dan China. Sebagian dibudidayakan untuk memenuhi
kebutuhan Saintifikasi Jamu.
Modal semangat Jamu Health Tourism di BabeTOOT
Tawangmangu adalah “Membuat Perahu Sambil Berlayar”.
Bocor? Ayo ditambal
Dayung patah? Ayo dayung pakai tangan
Capek? So pasti lah! Menyerah? No way ….

16 JAMU HEALTH TOURISM



18 JAMU HEALTH TOURISM

BAGIAN IV
KLINIK SAINTIFIKASI JAMU HORTUS MEDICUS

Dirintis oleh BaBeTOOT pada Oktober 2007, yang “mati-matian”
meneliti agar Jamu terbukti aman, bermutu, dan berkhasiat untuk
kesehatan pencegahan (preventif), kuratif (pengobatan), paliatif
dan rehabilitatif (penyembuhan).

Waktu itu pasien hanya 3-4 orang/hari, namun evaluasi
November 2012 rerata kunjungan 150-200 pasien/hari. Sungguh
menakjubkan, artinya masyarakat mulai mempercayai (trust)
terhadap Jamu sebagai pilihan pengobatan dan pemeliharaan
kesehatan. Uniknya, semua pasien memilih Jamu dan tidak
seorang pun pasien yang meminta obat modern/konvensional.

Membangun trust masyarakat terhadap Jamu memang tidak
mudah, apalagi di kalangan praktisi/klinisi. Jamu lebih dulu harus
dibuktikan aman, bermutu, dan berkhasiat secara ilmiah dan
etika. Kini, trust itu telah menjadi kenyataan.

Gambar 4.1. Klinik Saintifikasi Jamu Hortus Medicus di Tawangmangu

JAMU HEALTH TOURISM 19

Sementara ini Kementerian Kesehatan baru memiliki satu-
satunya Klinik Saintifikasi Jamu ‘Hortus Medicus’ Tawangmangu
yang memiliki fasilitas dari hulu hingga hilir. Mulai dari tanaman
obat terstandar hingga Jamu yang siap diresepkan oleh dokter
dan diracik oleh apoteker/asisten apoteker.

Klinik Saintifikasi Jamu Hortus Medicus adalah klinik tipe A yang
meneliti Jamu itu aman, berkhasiat dan bermutu melalui riset
pre-klinik dan klinik, baik rawat jalan (out patient) maupun rawat
inap (in patient).

Fasilitas Klinik Hortus Medicus Tahun 2014
  8 orang dokter dengan kompetensi Saintifikasi Jamu
  2 orang apoteker dengan kompetensi Saintifikasi Jamu
  6 orang asisten apoteker
  1 orang sarjana farmasi dengan kompetensi Saintifikasi

Jamu
  1 orang sarjana gizi
  6 D3 farmasi (peramu Jamu)
  5 orang perawat
  2 analis kesehatan (laboran)
  4 petugas medical record
  Griya Jamu
  10 tempat tidur rawat inap

Gambar 4.2. Rawat inap Klinik Saintifikasi
Jamu Hortus Medicus

20 JAMU HEALTH TOURISM

Gambar 4.3. Pemeriksaan awal oleh perawat seperti pelayanan
kesehatan konvensional

Gambar 4.4. Pemeriksaan fisik oleh dokter Saintifikasi
Jamu sekaligus peneliti

JAMU HEALTH TOURISM 21

Griya Jamu
Merupakan apoteknya Klinik Saintifikasi Jamu Hortus Medicus,
tempat pasien menyerahkan resep dan menerima Jamu.

Gambar 4.5. Peracikan Jamu

Gambar 4.6. Penyerahan dan penjelasan cara
pemakaian Jamu

22 JAMU HEALTH TOURISM

Laboratorium Klinik
Klinik Saintifikasi Jamu Hortus Medicus juga menyediakan
pemeriksaan penunjang antara lain pemeriksaan darah rutin,
kimia darah (kolesterol, SGOT, SGPT, ureum, kreatinin, gula darah),
rekam jantung (EKG) dan USG 4 Dimensi.

Gambar 4.7. Pemeriksaan kimia darah

JAMU HEALTH TOURISM 23

Fasilitas Wellness di Klinik Saintifikasi Jamu Hortus
Medicus
Café Jamu
Tersedia minuman Jamu sehat, antara lain JKJ (Jahe Kencur
Jeruk), Jawangi (Jahe Wangi), Cengre, Kunyit Asam, Beras Kencur,
Rosela, Secang, Wedang Uwuh, dll. Selain itu juga tersedia
makanan rebusan, peyek atau keripik pegagan, bayam merah,
seledri, dll. Café Jamu merupakan salah satu promosi untuk
lebih memasyarakatkan Jamu, agar masyarakat lebih mencintai
produk lokal yang lebih bermanfaat dibandingkan soft drink dan
fast food.

Gambar 4.8. Cafe Jamu

24 JAMU HEALTH TOURISM

Gambar 4.9. Menteri Kesehatan RI,
Prof. Dr.dr. Nila Farid Moeloek Sp.M (K)
meminum Jamu di Stand B2P2TOOT
pada acara “The 2nd Health Research
and Development Symposium in Asia
Pacific Region”
Di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta
tanggal 18 - 20 November 2014.

Gambar 4.10. Ibu Menteri Kesehatan RI,
Nafsiah Mboi meminum Jamu
saat acara peresmian Rumah Riset
Jamu pada tanggal 31 Januari 2013 di
B2P2TOOT Tawangmangu.

Gift Shop
Menyediakan beragam produk buatan BabeTOOT dan masyarakat
sekitar Tawangmangu, antara lain minuman kesehatan instan
(temulawak, rosela, jahe, bandrek, dll), minyak aromaterapi, lilin
aromaterapi, sabun (hand soap dan body soap), serta antiseptic
tangan.

Gambar 4.11. Minuman instan, minyak dan lilin aromaterapi (kiri),
hand dan body soap (tengah), dan hand anticeptic (kanan)

JAMU HEALTH TOURISM 25

Wisata Kebun Sayur Organik
Pasien dapat membeli dan memetik sendiri tanaman sayur yang
dipilih. Berbagai jenis sayuran, antara lain brokoli, terung, sawi,
tomat, bawang putih, bawang merah, bloomkol, wortel, kapri, dll,
yang dibudidayakan secara organik, tanpa bahan kimia pestisida.

Gambar 4.12. Kebun Sayur Organik di belakang Klinik Saintifikasi Jamu

Gambar 4.13. Budidaya Kol organik
26 JAMU HEALTH TOURISM

Stone & Massage Therapy
Area untuk refleksi kaki, pasien atau pengunjung berjalan di atas
batu refleksi (Stone therapy) sepanjang 20 m, dengan view hutan
pinus di perbukitan Gunung Lawu. Tersedia pula terapi kebugaran
(wellness): pijat Jawa oleh tenaga terlatih dan spa Jawa.

Gambar 4.14. Pasien
melakukan refleksi
kaki, sambil menunggu
pemeriksaan

JAMU HEALTH TOURISM 27

28 JAMU HEALTH TOURISM



30 JAMU HEALTH TOURISM

BAGIAN V
WISATA ILMIAH TANAMAN OBAT

Wisata Ilmiah merupakan paduan rekreasi dan edukasi menjadi
kegiatan yang menarik, bermanfaat dan meningkatkan
pengetahuan khususnya di bidang Tanaman Obat dan Jamu.

Gambar 5.1. Wisata ilmiah konvensi: refreshing di sela-sela
Seminar atau workshop di kebun tanaman obat

Gambar 5.2. Wisata Ilmiah Tanaman Obat dan Jamu: belajar sambil berekreasi

JAMU HEALTH TOURISM 31

Etalase Tanaman Obat Kalisoro
Kebun tidak luas sih, hanya sekitar 3000 m2, berada di ketinggian
800-1100 m dpl. Kelebihannya dari taman-taman lainnya adalah
penataannya yang artistik dan harmonis dan bak showroom lebih
dari 1100 spesies tanaman obat.
Di kebun ini terdapat tanaman semusim, tanaman perdu dan
tanaman menahun. Setiap tanaman obat memiliki nama latin dan
daerah, khasiat dan bagian yang digunakan. Small but beautiful
and full of information.

Gambar 5.3 Tampak depan Etalase Tanaman Obat BoBeTOOT

Gambar 5.4. Kunjungan Director General of Traditional and Alternative
Medicine (DTAM), MoH Thailand ke Etalase Tanaman Obat BaBeTOOT
32 JAMU HEALTH TOURISM

Kebun Produksi Bahan Baku Jamu Kalisoro dan
Karangpandan
Tersedia pembibitan dan budidaya kebun tanaman obat yang
ditata sangat manis dan apik serta memenuhi kaidah Good
Agricultural Practices (GAP) untuk memproduksi simplisia (bahan
baku Jamu).

Gambar 5.5. Budidaya Temulawak (Curcuma xantorrhiza) di Kebun
Karangpandan

Gambar 5.6. Panen Hibiscus sabdariffa (Rosela) di Kebun Karangpandan

JAMU HEALTH TOURISM 33

Di atas lahan seluas 9154 m2 yang terletak di 2 lokasi yaitu Desa
Doplang dan Toh Kuning, pada ketinggian 400-500 m dpl, kebun
Karangpandan khusus ditanami empon-empon dan umbi-
umbian seperti temulawak, kunyit, jahe, temu mangga, kunir
putih, bidara upas, dll.

Gambar 5.7. Kebun Produksi Kalisoro

34 JAMU HEALTH TOURISM

Kebun produksi Kalisoro menempati lahan sekitar 4 hektar
dengan ketinggian 1000-1200 m dpl. Kebun Kalisoro khas
dengan pohon-pohon besarnya yang sudah berumur puluhan
tahun, dan tetap dipertahankan hingga kini, bahkan beberapa
termasuk kategori langka seperti Alstonia scholaris (pule), Styrax
benzoin (kemenyan), dan Dryobalanops aromatica (kapur barus).

Gambar 5.8. Kemenyan (Styrax benzoin)

JAMU HEALTH TOURISM 35

Gambar 5.9. Pulai (Alstonia scholaris)
36 JAMU HEALTH TOURISM

Selain itu juga terdapat tanaman psikotropika, yaitu Erythroxylon
coca (kokain) dan Cannabis sativa (ganja), yang pemeliharaannya
telah mendapatkan ijin khusus dari Direktorat Pengawasan
Narkotika, BPOM. BaBeTOOT wajib melaporkan perkembangan
tanaman, termasuk panen, kerusakan, dan perbanyakannya.

Gambar 5.10. Cannabis sativa (kiri) dan Erythroxylon coca (kanan)

Rumah Kaca (Green House)

Gambar 5.11. Rumah kaca sebagai tempat pelestarian dan adaptasi tumbuhan

JAMU HEALTH TOURISM 37

Nursery House (Rumah Pembibitan)
Menyediakan bibit tanaman obat untuk kebun BaBeTOOT dan
beberapa dapat dibeli oleh pengunjung, kecuali untuk tanaman
obat under research.

Gambar 5.12. Bibit tanaman obat

Kebun Subtropik dan Aromatik Tlogodlingo
Luas kebun sekitar 13 hektar di ketinggian 1700-2000 m dpl.
Sebagian besar adalah tanaman introduksi dari negara Eropa dan
negara subtropik lainnya, antara lain Thymus vulgaris, Sylibum
marianum, Valeriana officinalis, Matricaria chamomilla, Mentha
piperita, Mentha arvensis dan Artemisia annua.

Gambar 5.13. Menta (Mentha piperita) dan Purwoceng gunung (Valerian officinale)
38 JAMU HEALTH TOURISM

Gambar 5.14. Budidaya Matricaria chamomilla di Kebun Tlogodlingo

Gambar 5.15. Budidaya Adas (Foeniculum vulgare) di Kebun Tlogodlingo.

JAMU HEALTH TOURISM 39

Gambar 5.16. Budidaya Artemisia annua penghasil artemesinin
di Kebun Tlogodlingo.

Beberapa tanaman langka yang terdapat di kebun ini adalah
Litsea cubeba (krangean), Pimpinella pruatjan (purwoceng) dan
Alyxia reindwardtii (pulasari).
Di samping berfungsi sebagai etalase juga sebagai kebun
produksi bahan baku Jamu di Klinik Hortus Medicus.

Gambar 5.17. Budidaya Krangean (Litsea cubeba) di Kebun Tlogodlingo.
40 JAMU HEALTH TOURISM

Gambar 5.18. Budidaya Purwoceng (Pimpinella pruatjan).

Gedung Pascapanen
Gedung pascapanen, merupakan rintisan model “Logistik” Jamu.
Di dalam gedung 3 lantai tersebut, pengunjung dapat melihat
pengolahan bahan baku Jamu mulai dari sortasi basah, pencucian,
penirisan, pengeringan dan penyimpanan simplisia.

Gedung pascapanen yang dibangun pada tahun 2011 memproses
hasil panen tanaman obat dari kebun produksi BaBeTOOT dan
menerima hasil panen dari petani binaan BaBeTOOT.

JAMU HEALTH TOURISM 41


Click to View FlipBook Version