The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by B2P2TOOT Tawangmangu, 2020-09-18 03:38:41

Warta Hortusmed Edisi 1 2020

Warta Hortusmed Edisi 1 2020

Assalamualaikum wr wb POJOK REDAKSI

Salam Sehat

Wabah Covid-19 melanda sebagian besar negara di dunia termasuk Indonesia. Segala
upaya pencegahan dan pengendalian terhadap penyebaran virus Corona sebagai biang
keladi wabah tersebut dilakukan. Setelah melalui masa pembatasan sosial berskala
besar (PSBB) di sejumlah daerah, kini kita memasuki masa new normal. Sebuah masa
dimana masyarakat diharapkan mulai dapat beraktivitas seperti sediakala namun harus
mengikuti protokol kesehatan dan menjadikannya sebagai kebiasaan baru. Pola hidup
bersih dan sehat yang harus menjadi kebiasaan diwujudkan dalam kebiasaan mencuci
tangan, mengenakan masker, berolahraga, menjaga jarak/physical distancing, dan
mengkonsumsi makanan bergizi.

Sejalan dengan upaya konsumsi makanan bergizi, jamu juga dikonsumsi oleh masyarakat
untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Temu lawak, jahe, kunyit, pegagan, dan meniran
merupakan contoh tanaman obat bahan jamu yang dapat meningkatkan kekebalan
tubuh penggunanya. Pada awal wabah Covid-19 merebak, harga empon- empon naik
karena konsumsi empon-empon meningkat. Kejadian ini bertepatan dengan sepuluh
tahun Saintifikasi Jamu.

Warta edisi 1 tahun 2020 merangkum artikel dengan topik utama “10 Tahun Saintifikasi
Jamu”. Tulisan utama tentang konsep dasar, implementasi dan hasil saintifikasi jamu
Tokoh inspiratif yang ditampilkan dalam rubrik Sosok adalah penggagas Saintifikasi
Jamu, Prof. Agus Purwadianto. Beberapa rubrik lainnya diantaranya adalah B2P2TOOT
Terkini yang mengulas tentang Gerakan Hidup Sehat Minum Jamu di Kemenkes, dan
Tips Mengetahui Makanan Penyebab Kanker di Rubrik Seputar Kesehatan. Selanjutnya
para pembaca akan diajak berkeliling di Bumi Intanpari melalui Rubrik Travel.

Melalui kesempatan ini, tim redaksi Warta HortusMed mengajak kepada para pembaca
yang budiman untuk mengikuti anjuran kesehatan agar terhindar dari bahaya virus
Corona. Lakukan physical distancing, pakailah masker, rajinlah mencuci tangan dan
bila perlu minumlah jamu. Selanjutnya kami minta bantuan para pembaca sekalian
untuk menyampaikan kritik dan saran sebagai bahan evaluasi dan perbaikan majalah
ini dengan cara mengirimkan surel ke [email protected] atau pesan ke nomor
081327476579.

Wassalamualaikum wr. wb.

Bravo Jamu!!

Warta HortusMed Edisi 1 - 2020 11

Susunan Redaksi: DAFTAR ISI
Pengarah
Kepala B2P2TOOT 1 POJOK
REDAKSI
Pemimpin Redaksi
Awal Prichatin K.D 2 DAFTAR
ISI
Redaktur
Tri Widayat 3 TOPIK
Kristoforus Ivan PW UTAMA

Layout dan Grafis 15 SOSOK
Antonius Febrian Pulung 18 TANAMAN OBAT & OBAT

Sekretariat TRADISIONAL
Hanida Ila Ayu Fattureni
23 OPINIKU
Redaksi Bidang 26 SERBA - SERBI
Program,Kerjasama 33 SEPUTAR
dan Jaringan Informasi
Balai Besar Penelitian dan KESEHATAN
Pengembangan Tanaman
Obat dan obat tradisional 35 MOTIVASI
Jl.Raya Lawu No.11 38 TRAVEL
Tawangmangu Karanganyar 42 B2P2TOOT
Jawa Tengah 57792
Telp.0271-697010 TERKINI
Fax.0271-697451
49 RESEP KITA
2 Warta HortusMed Edisi 1 - 2020 51 SURAT

PEMBACA

52 TTS/KUIS

SATU DASAWARSA PROGRAM TOPIK UTAMA
SAINTIFIKASI JAMU

Oleh
Nita Supriyati, M.Biotech., Apt.
(Kepala Bidang Layanan dan Sarana Penelitian, B2P2TOOT)

Program Saintifikasi Jamu (SJ) resmi promotif dan paliatif melalui penggunaan
diluncurkan pada 6 Januari 2010 oleh jamu. Juga untuk meningkatkan kegiatan
Menteri Kesehatan dr. Endang Rahayu penelitian kualitatif terhadap pasien
Sedyaningsih, MPH, Dr. PH. Saintifikasi Jamu dengan penggunaan jamu. Selain itu untuk
adalah upaya dan proses pembuktian ilmiah meningkatkan penyediaan jamu yang aman,
jamu melalui penelitian berbasis pelayanan memiliki khasiat nyata yang teruji secara
kesehatan. Jamu yang telah digunakan ilmiah, dan dimanfaatkan secara luas baik
berdasarkan pengalamam turun temurun, untuk pengobatan sendiri maupun dalam
dibuktikan khasiatnya secara keilmuan fasilitas pelayanan kesehatan.
melalui penelitian. Tujuan program Sepuluh tahun perjalanan program
Saintifikasi Jamu adalah untuk memberikan Saintifikasi Jamu telah mengguratkan
landasan ilmiah (evidence base) penggunaan banyak jejak perjuangan jamu. Berbagai
jamu secara empiris melalui penelitian kegiatan telah dilakukan oleh Kementerian
berbasis pelayanan kesehatan, mendorong Kesehatan bekerjasama dengan berbagai
terbentuknya jejaring dokter atau dokter pihak untuk membangun sisi hulu-hilir
gigi dan tenaga kesehatan lainnya sebagai program Saintifikasi Jamu. Artikel ini akan
peneliti dalam rangka upaya preventif, mengupas apa saja yang telah dilakukan

Warta HortusMed Edisi 1 - 2020 3

para pejuang Saintifikasi Jamu, tantangan di berbagai wilayah di Indonesia. Dengan
dan harapan ke depan untuk pengembangan demikian, jamu sebagai kekayaan nusantara
jamu di Indonesia. dapat dikembangkan secara menyeluruh
di Indonesia. Dokter dan apoteker alumni
Pelatihan Saintifikasi Jamu bagi dokter dan pelatihan Saintifikasi Jamu selanjutnya
apoteker membentuk jejaring Saintifikasi Jamu dan
Pelatihan saintifikasi jamu pertama kali melakukan penelitian berbasis pelayanan di
dilakukan pada tahun 2011 dengan sasaran fasilitas pelayanan kesehatan masing masing
adalah dokter dan apoteker yang bertugas di dan juga praktik mandiri. Selain itu, uji klinik
fasilitas pelayanan kesehatan. Hingga tahun jamu yang selama ini dilakukan oleh Balai
2018, B2P2TOOT telah menyelenggarakan Besar Litbang TOOT juga melibatkan dokter
Pelatihan Dokter Saintifikasi Jamu sebanyak dan apoteker SJ.
18 kali dan Pelatihan Apoteker Saintifikasi Peningkatan kualitas penyelenggaraan
Jamu sebanyak empat kali, dengan jumlah pelatihan terus dilakukan sehingga pada
alumni sejumlah 519 orang dokter dan 101 tahun 2017 pelatihan dokter saintifikasi jamu
orang apoteker. Pelatihan ini bertujuan memperoleh sertifikat akreditasi pelatihan
untuk menghasilkan dokter dan apoteker dari Badan PPSDM Kesehatan. Akreditasi ini
yang mampu melakukan penelitian berbasis merupakan bukti bahwa pelatihan dokter
pelayanan kesehatan menggunakan Jamu. saintifikasi telah memperoleh jaminan atas
Dalam penjabarannya dokter dan apoteker penyelenggaraan pelatihan yang bermutu.
Saintifikasi diharapkan mampu untuk
melakukan uji klinik jamu, melakukan
terapi holistik, dan melakukan pelaporan
penggunaan jamu.
Pada tahun 2018 dilaksanakan Pelatihan
Dokter Saintifikasi Jamu Tingkat Lanjut
agar pelaksanaan penelitian berbasis
pelayanan secara optimal. Tujuannya adalah
menyadarkan dokter alumni pelatihan
yang telah melakukan penelitian mengenai
pentingnya sisi sehat dan dapat melakukan
penelitian tersebut sesuai tatalaksana
praktik holistik dalam Kesehatan Tradisional
Indonesia (Kestraindo). Dengan adanya
pelatihan tingkat lanjut ini diharapkan
terjadi percepatan perolehan jamu saintifik
(evidence base), percepatan implementasi
jamu pada fasilitas pelayanan kesehatan,
dan peningkatan pemahaman dan
keterampilan dokter dalam pelaksanaan
penelitian berbasis pelayanan
Alumni pelatihan Saintifikasi Jamu tersebar

4 Warta HortusMed Edisi 1 - 2020

Penelitian Saintifikasi Jamu yang mendasarinya.

Penelitian mendukung program Pencatatan pemanfaatan jamu

Saintifikasi Jamu meliputi proses hulu dikembangkan dalam bentuk jamu

hilir mencakup budidaya tanaman obat, registri dan website SI JA-E LILA (Sistem

standarisasi tanaman obat dan bahan Jamu Elektronik pada Penelitian Berbasis

jamu, formulasi sediaan jamu, pengujian Pelayanan). Jamu registri merupakan

secara in vitro, uji praklinik pada hewan kegiatan pencatatan pelayanan jamu

coba hingga uji klinik pada manusia. secara berkesinambungan dalam rangka

Untuk mendukung ketersediaan bahan memperoleh bukti ilmiah awal, sedangkan

baku jamu yang berkualitas diperlukan SI JA-E LILA merupakan sistem pelayanan

dukungan penyediaan bibit unggul, metode kepada dokter dan apoteker alumni

budidaya panen dan pascapanen yang baik pelatihan SJ untuk meperoleh bahan jamu

dan benar hingga diperolah bahan baku sekaligus sistem pelaporan penggunaan

terstandar. Penelitian yang mendukung sisi jamu terhadap pasien.

hulu telah dilakukan meliputi penelitian

eksplorasi pengetahuan lokal etnomedisin Publikasi dan Diseminasi Program
Saintifikasi Jamu
dan tumbuhan obat berbasis komunista Pada tahun 2011, Komisi Saintifikasi
Jamu Nasional menyusun buku Pohon
atau Riset Tumbuhan Obat dan Jamu Keilmuan Kesehatan Tradisional Indonesia
(Kestraindo) yang berfungsi sebagai
(Ristoja), penelitian standarisasi tanaman dasar pengembangan pendidikan tenaga
kesehatan tradisional Indonesia. Pohon
obat, penelitian standarisasi bahan jamu. keilmuan ini menjadi dasar baik dalam
menyusun kurikulum pendidikan profesi
Bahan jamu yang telah distandarisasi dan vokasi tenaga kesehatan tradisional
Indonesia, kerangka metodologi penelitian
kemudian digunakan sebagai bahan uji maupun aplikasi teknis dalam pelayanan
Kestraindo. Pada tahun 2016 terbit edisi 2
dalam penelitian praklinik dan klinik. Dokter yang merupakan penyempurnaan dari edisi
1.
dan apoteker SJ juga dapat menggunakan Pada tahun 2016 B2P2TOOT menerbitkan
buku tujuh ramuan jamu saintifik
bahan jamu ini di dalam kegiatan penelitian pemanfaatan Mandiri oleh Masyarakat.
Buku ini menjadi media informasi dan
berbasis pelayanan di masing-masing edukasi bagi masyarakat untuk menerapkan
tata cara budidaya tanaman obat, penyiapan
fasyankes. bahan jamu, membuat jamu dan dosis
penggunaannya dalam upaya memelihara
Sejak dicanangkannya program Saintifikasi kesehatan secara mandiri. Terdapat 7
ramuan jamu yang disajikan dalam buku
Jamu pada tahun 2010, telah diperoleh 12 ini yaitu ramuan untuk mengatasi keluhan

jamu saintifik yaitu jamu untuk mengatasi

keluhan tekanan darah tinggi, kolesterol,

radang sendi, gangguan fungsi hati, wasir,

asam urat, maag/gangguan lambung,

batu saluran kencing, kencing manis,

kebugaran, obesitas, dan alergi. Jamu

saintifik merupakan jamu hasil penelitian

program Saintifikasi Jamu berupa ramuan

yang dinyatakan aman dan berkhasiat setara

dengan obat standar berdasarkan hasil uji

klinik. Untuk itu, tidak perlu ada keraguan

lagi dalam memanfaatkan jamu saintifik

tersebut karena telah terdapat bukti ilmiah

Warta HortusMed Edisi 1 - 2020 5

tekanan darah tinggi, kolesterol, radang program Saintifikasi Jamu, pada tahun 2017
sendi, gangguan fungsi hati, wasir, asam Badan Litbang Kesehatan menerbitkan
urat dan maag/gangguan lambung. buku Pedoman Penelitian Jamu Berbasis
Dalam penyediaan acuan standar Pelayanan Kesehatan. Pedoman ini disusun
pelaksanaan Saintifikasi Jamu, Kementerian untuk memberikan landasan dan acuan
Kesehatan telah menerbitkan Vademekum pelaksanaan kegiatan penelitian berbasis
Tanaman Obat yang berfungsi sebagai buku pelayanan, meningkatkan mutu penelitian
pedoman pemanfaatan material uji tanaman berbasis pelayanan dan cara memilih
obat beserta contoh formulariumnya bagi metode standar praktis penelitian berbasis
tenaga medis dan tenaga kesehatan lainnya. pelayanan. Harapannya, pedoman ini dapat
Sejak edisi pertama diterbitkan pada tahun digunakan oleh alumni pelatihan Saintifikasi
2011, Vademekum telah terbit hingga jilid Jamu sehingga dapat mempercepat
5 di tahun 2014 di mana masing masing perolehan jamu saintifik.
buku berisi 25 spesies tumbuhan obat. Dengan bertambahnya ramuan jamu yang
Vademekum Tanaman Obat berisi informasi diteliti, maka pada tahun 2019 diterbitkan
tentang identitas botani, ekologi dan buku Sebelas Jamu Saintifik: Pemanfaatan
penyebaran, Teknik budidaya dan pedoman Mandiri oleh Masyarakat. Terdapat 4
pemanfaatannya meliputi bagian tanaman ramuan jamu yang ditambahkan dalam buku
yang digunakan, keamanan, manfaat atau meliputi ramuan jamu untuk mengatasi batu
khasiat, efek samping dan efek interaksinya. saluran kencing, kencing manis, kebugaran
Bagi kalangan dokter dan tenaga kesehatan dan obesitas. Sebagian besar ramuan
lainnya,data ilmiah hasil penelitian jamu jamu yang diteliti merupakan ramuan
saintifik disajikan dalam buku dengan judul untuk mengatasi penyakit degeneratif. Hal
Jamu Saintifik Suatu Lompatan Ilmiah ini menjadi salah satu jawaban terhadap
Pengembangan Jamu yang terbit pada permasalahan kesehatan dimana saat ini
tahun 2017. Berisi 7 ramuan jamu saintifik, terjadi peningkatan prevalensi penyakit
buku ini mengulas tentang penjelasan degeneratif di Indonesia.
penyakit, tanaman obat penyusun ramuan Program Saintifikasi Jamu juga
jamu dan hasil hasil penelitian ramuan membuahkan rekomendasi kebijakan
baik dalam fase uji praklinik maupun uji yang ditujukan kepada stakeholder terkait.
klinik. Sebagai pedoman pelaksanaan Pada tahun 2016 disusun rekomendasi

6 Warta HortusMed Edisi 1 - 2020

kebijakan “Pemanfaatan jamu saintifik oleh tersendiri di dalam pengembangan
masyarakat secara mandiri”, sedangkan di jamu saintifik. Menilik kenyataan bahwa
tahun 2017 disusun enam rekomendasi bahan jamu yang digunakan oleh jejaring
kebijakan yang diolah dari hasil penelitian saintifikasi masih berasal dari B2P2TOOT,
Jamu Saintifik. Selain itu, hasil penelitian maka masalah ketersediaan bahan jamu ini
Saintifikasi Jamu juga telah dipublikasikan menjadi hal yang harus segera dipecahkan.
dalam bentuk artikel ilmiah yang diterbitkan Pemerintah melalui Direktorat Jenderal
pada berbagai jurnal. Kefarmasian Dan Alat Kesehatan mendukung
ketersediaan dan kemandirian baku jamu
Pemanfaatan melalui Fasilitasi Pusat Pengolahan Pasca
Hasil program Saintifikasi Jamu berupa Panen Tanaman Obat (P4TO). Dengan
jamu saintifik dapat digunakan oleh fasilitasi ini diharapkan tiap daerah dapat
masyarakat secara mandiri. B2P2TOOT mengembangkan kekayaan bahan alam.
telah menerbitkan panduan tentang cara Kebutuhan jamu di masing-masing jejaring
penyiapan jamu, cara konsumsi dilengkapi SJ dapat dipenuhi dari P4TO.
dengan deskripsi masing masing tanaman Tantangan lainnya adalah sebagian besar
obat yang menyusun ramuan tersebut. alumni pelatihan Saintifikasi Jamu belum
Tahap tahap penyiapan beberapa jamu melaksanakan implementasi SJ. Berbagai
saintifik juga dapat disaksikan di kanal masalah yang dapat ditangkap adalah
youtube B2P2TOOT KEMENKES Dalam regulasi masing masing daerah yang belum
hal ini peran dokter tetap tidak boleh mendukung, ketersediaan bahan baku,
dilepaskan karena dalam penegakan dukungan SDM yang masih kurang.
diagnosis tetap memerlukan kompetensi Penggunaan jamu saintifik di fasilitas
dokter. Para pengelola program TOGA dapat pelayanan kesehatan juga masih terkendala
memanfaatkan jamu saintifik dan buku tentang bentuk sediaan. Bentuk jamu saintifik
Tujuh Ramuan Jamu Saintifik Pemanfaatan saat ini berupa simplisia rebusan, sehingga
Mandiri oleh Masyarakat untuk sosialisasi penelitian tentang perubahan bentuk yang
pemanfaatan tanaman obat kepada lebih praktis perlu dikembangkan lebih
masyarakat. lanjut. Tantangan lainnya adalah bahwa
Dokter dan tenaga kesehatan lainnya dapat obat tradisional belum dapat difasilitasi
menggunakan jamu saintifik di fasilitas melalui JKN, sehingga pelayanan jamu tidak
pelayanan kesehatan. Hasil penelitian dari dapat dibiayai dengan BPJS.
uji klinik jamu telah direviu oleh Komisi
Saintifikasi Jamu Nasional, Bukti ilmiah What’s next?
hasil penelitian telah disajikan dalam buku Program Saintifikasi Jamu ke depan
Jamu Saintifik Suatu Lompatan Ilmiah diarahkan agar hasil jamu saintifik dapat
Pengembangan Jamu dan berbagai jurnal. digunakan di pelayanan kesehatan. Untuk
itu perlu dibahas mekanisme produksi dan
Tantangan integrasinya dalam pelayanan kesehatan.
Tantangan pengembangan obat dari bahan Terkait dengan pemanfaatannya di
alam adalah kesinambungan ketersediaan fasyankes, tentunya diperlukan produk
bahan baku. Hal ini juga menjadi tantangan teregistrasi di Badan POM yang didaftarkan

Warta HortusMed Edisi 1 - 2020 7

oleh Industri Obat Tradisional. Produk jamu Indonesia, menjadi tuan rumah di negeri ini
saintifik dikelompokkan menjadi preventif/ dengan berbasis bukti yang dapat diterima
promotif dan kuratif. Kelompok jamu semua pihak. Sudah cukup banyak hasil
preventif/promotif segera disosialisasikan perjuangan Saintifikasi Jamu selama kurun
menjadi jamu komunitas yang dapat waktu tersebut. Integrasi jamu secepatnya
dipakai oleh masyarakat sebagai upaya ke dalam layanan kesehatan di fasyankes
swamedikasi, sedangkan jamu dengan adalah tantangaan paling menggoda
indikasi kuratif harus dengan pengawasan bagi para pendekar muda jamu. Namun,
dokter. beranikah para pendekar muda jamu
Penyediaan bahan baku jamu dapat menetapkan target waktu tiga, empat,
mengoptimalkan keberadaan P4TO yang atau lima tahun kedepan untuk integrasi
tersebar di beberapa kabupaten/kota, juga tersebut? Dan menuangkannya dalam
perlu jejaring P4TO sehingga bisa saling sebuah roadmap Saintifikasi Jamu dasawarsa
melengkapi stok bahan baku jamu dan kedua yang kemudian diterjemahkan
melibatkan apoteker SJ sebagai penanggung dalam rangkaian strategi yang diamini dan
jawab. didukung oleh semua stakeholder terkait.
Penelitian SJ lebih diarahkan pada produk Sampai jumpa di akhir dasawarsa kedua
dengan indikasi preventif/promotif. Saintifikasi Jamu untuk kita bersama melihat
Pelaksanaan penelitian dapat melibatkan kembali apa yang saat ini telah kita raih dan
jejaring dokter SJ, Sentra P3T, dll. Penelitian syukuri.
meliputi studi klinik, kohort serta diarahkan
pada produk yang acceptable di masyarakat
dan percepatan produk jamu saintifik.
Satu dasawarsa Saintifikasi Jamu bergulir
untuk mendudukkan jamu, obat tradisional

8 Warta HortusMed Edisi 1 - 2020

“Konsep Dasar, Implementasi dan Hasil
Saintifikasi Jamu”

Wawancara 10 Tahun Saintifikasi Jamu dengan
Prof. Dr. dr. Agus Purwadianto, DFM., SH, M.Si, Sp.F(K)

(Guru Besar Fakultas Kodokteran Universitas Indonesia, Kepala Badan Litbang

Kesehatan Periode 2009-2010)

Dalam Warta HortusMed edisi 1 tahun 2020 (bahan kimia obat). Disamping itu
ini, Prof. Dr. dr. Agus Purwadianto, DFM., untuk menghindari tragedi fitofarmaka,
SH, M.Si, Sp.F(K) menyampaikan Saintifikasi produk jamu yang mengindikasikan
Jamu dari pemikiran awal tentang Saintifikasi khasiat obat namun tidak diterima pasar
Jamu sampai kiprah dan kondisi terkini karena rendahnya dukungan dokter.
program tersebut. Secara eksklusif hasil SJ sejak awal menghindari sisi kuratif,
wawancara Prof. AP oleh Reporter Warta namun fokus ke sisi promotif, preventif
HortusMed, Kristoforus Ivan PW tertuang dan rehabilitatif, paliatif sebagaimana
dalam poin-poin Q&A berikut ini: tujuan Permenkes Nomor 03 Tahun
2010 tentang Saintifikasi Jamu.
1. Apa dasar pemikiran dan gagasan dari
program Saintifikasi Jamu? 2. Bagaimana grand design Saintifikasi
Dasar Pemikiran: Melakukan terobosan Jamu?
kebijakan sebagai awal kepedulian dan Grand Design: SJ adalah pemicu cara
kontinuitas mengangkat citra jamu berpikir (filosofis, yuridis, sosiologis)
sebagai identitas budaya bangsa di dibuatnya PP 103 Tahun 2014 tentang
sektor kesehatan, tekad mengurangi Kesehatan Tradisional yang memuat
ketergantungan impor bahan baku gagasan besar terwujudnya subsistem
obat yang saat itu sekitar 90%, apalagi Kesehatan tradisional Indonesia
menyongsong transisi epidemiologi (Kestraindo) sebagai bagian dari SKN
dengan PTM (penyakit tidak menular) dengan penguatan paradigma sehat,
semakin banyak dan bersifat katastropik adanya sinergi antara pelayanan kestrad
(sadikin, sakit sedikit menjadi miskin dengan kedokteran konvensional
karena JKN belum diundangkan). (termasuk pelayanan integratif),
Selain itu juga upaya mengubah kokohnya landasan ilmiah melalui
paradigma sakit menjadi paradigma body of knowldge/BoK Kestraindo,
sehat sebagaimana visi dan misi Depkes tervalidasinya secara obyektif ramuan
(sebutan sebelum Kemkes) menjadikan empirik/turun temurun , mendukung
masyarakat sehat, mengatasi hambatan profesionalisme praktik penyehatan
skeptisisme para dokter menggunakan tradisional dengan “kedaulatan
jamu sekaligus mengentaskan biokultural” (seperti pengakuan
rendahnya citra jamu akibat budaya pengobatan terhadap penyakit
“cespleng-isme” masyarakat sehingga yang diistilahkan masyarakat seperti
marak beredar jamu dicampuri BKO masuk angin, dll). Juga bercita-cita

Warta HortusMed Edisi 1 - 2020 9

menempatkan hubungan kemahligaian 2010 hingga saat ini. Disamping itu ada
(dyadic) praktisi pemberi layanan – “produk ikutan” yakni: terangkatnya citra
klien dimana klien dilihat sisi sehatnya Kemkes di forum lintas kementerian/
sebagai insan BPSSK (bio-psiko- sektor pasca dicanangkannya “Jamu
spirito-sosio-kultural), menyediakan Brand Indonesia 2008”, dilibatkannya
produk yang dapat dijelaskan secara Kemkes melalui penjuru Balitbangkes
ilmiah dalam rangka industri maupun dalam penyusunan PP Yankestrad
komunikasi antar sesama praktisi, (2013-2014), masuknya tenaga
masyarakat maupun pengamat. Semua kesehatan tradisional sebagai salah satu
dasar pemikiran tersebut diwujudkan tenaga kesehatan dalam UU Nomor 36
dalam subsistem Siskestraindo dengan Tahun 2014 tentang Tenaga kesehatan,
menyinergikan pelbagai kebijakan roadmap jamu nasional (2015) dan
bidang kesehatan yang terkotak-kotak RUU Jamu (2012 – 2015), penyusunan
seperti: revitalisasi “mati suri”nya TOGA, UU Pemajuan Budaya Nomor 5 Tahun
konsisten menyuarakan “jamu” (bukan 2017 (tahun 2016) dan eksisnya
“obat tradisional”), terkoordinasikannya Komnas SJ hingga saat ini. Selain itu
asuhan mandiri (“mbok jamu”, terselenggaranya Ristoja yang sinergi
kader kesehatan di desa, budaya dengan pemantapan body of knowledge
sehat/PHBS), berdayanya pengobat Kestraindo, tumbuhnya minat dokter di
tradisional dengan kelebihan maupun bidang jamu termasuk ada FK dengan
kekurangannya dalam sinergi dengan pola ilmiah jamu, sinergitas akademisi,
tenaga kesehatan tradisional dan birokrasi, komunitas pejuang jamu dan
tenaga medis, bertumbuhnya UMOT pengusaha (dikoordinasi oleh GP Jamu).
dan IKOT menjadi penghasil devisa,
termanfaatkannya ramuan teradisional 4. Dalam perkembangannya 10 tahun
pelnagai daerah untuk kesehatan ini, apakah program Saintifikasi Jamu
masyarakat. Bila jamu sudah masuk di sudah berjalan sesuai dengan tujuan
hati tenaga kesehatan, baru diupayakan yang tercantum dalam Permenkes 003
untuk modalitas kuratif. Tahun 2010?
Perkembangan 10 tahun terakhir:
3. Apa wujud implementasi program terbentuk PPKESTRAKI ((Perkumpulan
Saintifikasi Jamu? Profesi Kesehatan Tradisional dan
Wujud Implementasi program: sesuai Komplementer Indonesia) sebagai
tugas dan fungsi Balitbangkes, yakni wadah/”rumah besar” tenaga kestrad
pelatihan dan koordinasi litbang lintas praktisi maupun penyehat tradisional
sektor melalui Komnas SJ termasuk (hattra) yang. PPKESTRAKI saat ini diakui
melibatkan swasta dalam pembiayaan, oleh MTKI (Majelis Tenaga Kesehatan
koordinasi antar peneliti jamu, keluaran Indonesia) maupun KTKI (Konsil Tenaga
terbentuknya sekitar 580 dokter Kesehatan Indonesia) sebagaimana
saintifikasi jamu dan 38 orang apoteker salah satu organisasi profesi bidang
saintifikasi jamu dari 10 angkatan kesehatan. Selain itu SJ berkembang
pelatihan yang dilakukan sejak tahun dengan terbentuknya ADSJI (Asosiasi

10 Warta HortusMed Edisi 1 - 2020

Dokter Saintifikasi Jamu Indonesia), tenaga kesehatan tradisional dalam
mendukung SJ dan ketersediaan
AASJI (Asosiasi Apoteker Saintifikasi bahan baku jamu serta koordinasi
dengan GP Jamu Pusat maupun
Indonesia), diundangkannya pelbagai daerah dalam upaya menghilangkan
jamu BKO. Perlu dilanjutkan sosialisasi
regulasi yang memberikan kepastian SJ berkaitan dengan implementasi
PP Nomor 103 Tahun 2014 dengan
hukum jamu, eksisnya Klinik Hortus penguatan ketersediaan jamu saintifik
di fasyankestrad seperti Griya dan
Medicus di BBTOOT Tawangmangu Panti Sehat sebagai “outlet jamu”. Juga
upaya koordinasinya praktisi dibidang
dengan kisah kunjungan wisata ramuan (jamu), dukungan adanya
Perguruan Tinggi yang menghasilkan
kesehatan masyarakat, sahnya praktik S1 profesi jamu untuk pengembangan
riset dan keilmuan, upaya ikonisasi
nakestrad jamu lulusan D3 Poltekes jamu di Puskesmas, klinik dan RS
selain melakukan uji klinik jamu
Solo melalui Permenkes Nomor 24 saintifik dengan paradigma sehat dan
era milenial seperti masa pandemik
Tahun 2018, berbagai upaya untuk Covid-19 saat ini (untuk kelak jamu
saintifik masuk skema pembiayaan
meresmikan istilah jamu ke dalam JKN). Disamping itu terus mendorong
terintegrasinya formula jamu yang
nomenklatur lebih terhormat di diakui secara etikolegal sebagai amunisi
budaya promotif dan preventif (PHBS
BPOM, kemesraan koordinasi antara dan Germas) dan mendorong terbitnya
jurnal ilmiah khusus biokultural jamu.
Komnas SJ – Timjanas Kestrad hingga
6. Bagaimana memaksimalkan peran
ke penerbitan SE Dirjen Yankes Nomor Komnas Jamu dalam pengembangan
Saintifikasi Jamu ke depan?
HK.02.02/IV.2243/2020 tentang Memaksimalkan peran Komnas SJ:
semua rekomendasi dan policy brief
Pemanfaatan Obat Tradisional Untuk Komnas SJ dikukuhkan dalam regulasi
khususnya menuju terbentuknya
Pemeliharaan Kesehatan, Pencegahan RUU Jamu. Kemudian secara rutin utk
melakukan sinergi hilirisasi produk
Penyakit dan Perawatan Kesehatan yang secara lintas sektor, mendukung dengan
local wisdom terkait indikasi geografis
dapat ditafsirkan sebagai aturan teknis dan TOGA. Juga menginisiasi Permenkes
tentang keterjaminan pasokan produk
penjabaran kriteria jamu yang “aman”.

Disamping itu sudah ada kesepakatan

ASEAN tentang metodologi penelitian

kesehatan tradisional yang berbeda dari

obat.

5. Apabila implementasi program
Saintifikasi Jamu? belum tercapai
sepenuhnya, apa saja yang dihadapi?
Hal yang belum tercapai & hal yang
dihadapi: koordinasi lebih sistematis
unit/satker internal Kemkes untuk
mendukung jamu sebagai tuan rumah
di negara sendiri khususnya antara
Balitbangkes, Ditjen Yankes dengan
Ditjen Farmalkes dan BPPSDM dalam hal
sinergi pengaturan dan keberpihakan
program, koordinasi dan sosialisasi
SJ ke dinas kesehatan secara rutin.
Termasuk mengumpulkan umpan balik
pola praktik penyehat tradisional dan

Warta HortusMed Edisi 1 - 2020 11

jamu saintifik aman sesuai biokultural lokal/daerah, didukung keberadaan
sekaligus pelestarian paradigma terbit jurnal ilmiah jamu secara
sehat dengan mengedepankan peran kontinu sebagai bahan marketing bagi
apoteker saintifikasi jamu sebagai mitra tenaga kesehatan tradiisional bahkan
dokter saintifikasi jamu, bahkan tenaga dunia medis. Selain itu menghimpun
kesehatan tradisional di daerah-daerah. vademecum biokultural, termasuk
mempertimbangkan segmen milenial
7. Bagaimana Bapak melihat untuk pemanfaatannya secara emik
dan umpan baliknya dalam catatan
implementasi Saintifikasi Jamu di penyehatan atau rekam biokultural
melalui mekanisme “patient reported
B2P2TOOT pada khususnya dan di outcome” berkelanjutan.

tempat lain di Indonesia yang menjadi 9. Apakah penelitian dan pengembangan
fitofarmaka yang saat ini dilakukan
jejaringnya sejauh ini? oleh berbagai institusi riset termasuk
B2P2TOOT akan selaras dengan
Implementasi SJ di BBTOOT belum program Saintifikasi Jamu??
Pengembangan litbang fitofarmaka
maksimal, karena: protokol pemakaian dapat selaras dengan program SJ
sepanjang terdapat keseimbangan
jamu dan indikasi biokultural sebagai paradigma sehat dengan sakit melalui
jaminan regulasi yang kokoh dengan
cermin paradigma sehat dan indeks keberpihakan kepada jamu. Cita-cita
adanya UU Jamu beserta regulasi saat
wellness WHO perlu ditingkatkan ini serta tekad meneruskan butir 1. Dan
butir 2 sebagai prasyarat akan menjamin
dengan memanfaatkan DSJ sebagai keberlangsungan SJ berdampingan
dengan pengembangan fitofarmaka.
pelaksana saintifikasi (penelitian Kalau tidak, kenyataan pahit adanya
fitofarmaka akan tetap menjadi “sangkar
berbasis pelayanan). Kemudian penyandera” gagasan memajukan jamu.
Sejak dicanangkannya UU Kesehatan
mengkaitkan secara terprogram Nomor 23 Tahun 1992 dengan beberapa
menteri kesehatan sebelumnya yang
“kedaulatan biokultural jamu” yang secara lisan mengumandangkan “pro
jamu”, namun regulasi pula yang
mencakup pemanfaatan hasil ristoja menghambat inovasi produk dan
pemakaian jamu.
yang jumlahnya ratusan untuk
10. Apa masukan Bapak untuk B2P2TOOT
mewujudkan produk jamu dengan yang merupakan UPT Rujukan

kekhasan daerah setempat, mengarah

ke pembuatan paten sederhana atau

indikasi geografis tertentu, pembiasaan

minum jamu sebagai bagian dari upaya

kesehatan masyarakat secara jangka

panjang, termasuk untuk peningkatan

status imunologis masyarakat pada era

Covid-19.

8. Saat ini telah dihasilkan 12 Ramuan
Jamu Saintifik dari program Saintifikasi
Jamu, apa harapan Bapak kedepan?
Peningkatan 12 jamu saintifik yang
ada untuk dicarikan mitra pengusaha
yang diharapkan menjadi produsennya,
menciptakan kluster jejaring profesi
tenaga kesehatan – masyarakat tingkat

12 Warta HortusMed Edisi 1 - 2020

Saintifikasi Jamu sesuai dengan Kedokteran; d. Wujud kebersatuan
Permenkes No. 65 Tahun 2017? science – technology – society (STS)
BBTOOT sebagai UPT Rujukan SJ sesuai sebagai kunci peradaban adaptif era
Permenkes No. 65 Tahun 2017 – patut Disruptif 4.0 atau bahkan 5.0.; e.
saya utarakan rasa bangga karena hal Pengokoh upaya kesehatan masyarakat
itu merupakan pengakuan kapasitas melalui pemberdayaan masyarakat yang
kelembagaan di bidang SJ oleh pihak menggabungkan jasa – produk dan hak
berwenang dan masyarakat, termasuk kekayaan intelektual jamu.
profesi. Selain itu sebagai “mercusuar”
penyebar gagasan saintifikasi dan 12. Bagaimana Bapak melihat pemerintah
ikonisasi jamu ke masyarakat luas sekarang terhadap pemanfaatan dan
dan selaku satuan kerja pengusung pengembangan jamu di Indonesia?
mantapnya Siskestraindo kelak Pemerintah memang peduli pada jamu,
dan peletak dasar-dasar pelayanan dalam gerakan sporadis namun belum
kesehatan tradisional tipe ramuan kontinu. Masih terjebak retorika dan
kelak. BBTOOT diharapkan mampu rutinitas. Diperlukan upaya sistematis
menghasilkan banyak profesor riset dan didukung koordinasi regulasi upaya
doktor riset dalam bidang jamu selain kepemerintahan yang peduli terhadap
pencerahan dan pengawalan pelbagai meningkatnya potensi keanekaragaman
regulasi jamu di semua fasyankestrad hayati kita, mendorong inovasi pasca
maupun fasyankes. hilirisasi produk, mengalokasikan
dana untuk pengembangan dengan
11. Seperti apa peran Saintifikasi Jamu? pemberdayaan masyarakat dan
kaitannya dengan pengembangan membantu menciptakan lapangan
dunia kedokteran di Indonesia? kerja baru dengan memanfaatkan
Peran SJ kaitannya dengan jamu sebagai jatidiri budaya untuk
pengembangan dunia kedokteran: a. menyehatkan rakyat.
Inspirasi lit basis yan untuk berlomba
menemukan evidence seperti era
Covid-19 saat ini yang belum diketahui
obatnya, penelitian ttg sel punca
ataupun utk penyakit lain yang belum
diketahui obat definitifnya yang
utamanya dari jenis biosimilar di era
kedokteran masa depan; b. Tradisi
tenaga kesehatan praktisi, termasuk
dokter untuk berbudaya meneliti dan
menghargai produk dalam negeri; c.
Sumber inspirasi keilmuan bioetika dan
humaniora kesehatan sebagai salah satu
pilar ilmu kedokteran sesuai UU Nomor
20 Tahun 2013 tentang Pendidikan

Warta HortusMed Edisi 1 - 2020 13

14 Warta HortusMed Edisi 1 - 2020

SOSOK

Prof. Dr. dr. Agus Purwadianto,
DFM., SH, M.Si.Sp.F(K)

Tokoh yang hadir dalam Warta HortusMed edisi 1 tahun 2020 ini
lahir di Yogyakarta pada tanggal 9 November 1954. Prof. AP biasa
beliau akrab disapa menyelesaikan lintas disiplin ilmu mulai dari
pendidikan dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
pada tahun 1979, lalu Kedokteran Spesialis Forensik Universitas
Indonesia tahun 1983, lalu Fakultas Hukum Universitas Indonesia
pada tahun 1997. Magister di Sosio Kriminolgi, FISIPOL Universitas
Indonesia pada tahun 2000 dan Doktor Filsafat pada tahun 2003.
Selain itu pada tahun 2002 Prof. AP juga menyelesaikan pendidikan
Diplome of Forensic Medicine di Groningen University Belanda.
Prof. AP menjalani berbagai macam karir di dunia pendidikan serta
birokrasi seperti menjadi konsultan etiko-medikolegal pada tahun
2005, Guru Besar Ilmu Kedokteran Forensik & Medikolegal tahun
2007, Kepala Biro Hukum & Organisasi Depkes RI (2007-2009), Kepala
Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Kesehatan RI
(2009-2010, Ketua MKEK Pusat IDI, Dosen Ilmu Kedokteran Forensik
& Medikolegal FKUI/RSCM, Ketua Kolegium Ilmu Kedokteran
Forensik Indonesia, Ex Anggota WHO Global Advisory Vaccine Safety
Committee, Ex Anggota UNESCO Global Ethics Observatory Law,
Anggota Komisi Bioetika Nasional, Perintis/dosen S3 Kekhususan
Bioetika FKUI, dan Staf ahli Menteri Kesehatan Bidang Teknologi
Kesehatan & Globalisasi.

Warta HortusMed Edisi 1 - 2020 15

1. Bagaimana Bapak mengawali karier di Kementerian Kesehatan?
Awal karir di Kemkes (saat itu Depkes) tahun 2007 sebagai Kepala Biro Hukum &
Organisasi (Karohukor). Dipercaya oleh Bu Dr. Siti Fadilah Supari, Menkes saat itu. Beliau
selaku peneliti dan dosen FKUI sering bertemu di seputar gedung Perpustakaan di Jalan
Salemba 6. Dengan modal dosen biasa dan aktivis IDI berlatar belakang spesialis forensik
dan medikolegal serta hukum, walaupun menjelang gurubesar, saya menerima amanah
tersebut. Secara pribadi saya banyak belajar sebagai birokrat. Ternyata kedudukan
Karohukor adalah sumber pematangan 4 bidang keilmuan yang selama ini saya tekuni,
yakni kedokteran, hukum, sosio-kriminologi dan filsafat. Alhamdulillah tugas dapat
dilalui dengan selamat. Saat itu saya menyelesaikan Permenkes Nomor 1109/2007
tentang Penyelenggaraan Pengobatan Komplementer Alternatif di Fasilitas Pelayanan
kesehatan. Hampir 5 tahun konsepnya tersandera oleh para dokter yang menggunakan
pendekatan biomedik versus pendekatan “biokultural” (pengobatan kedokteran Timur)
dimana jamu terkait di dalamnya. Alhamdulillah dapat selesai dalam 3 bulan. Disitu
saya belajar sosiologi profesi dan makna kesehatan tradisional cq jamu yang mewarnai
regulasi.

2. Apa terobosan yang Bapak lakukan ketika menjadi nahkoda di Badan Litbangkes?

Terobosan di Balitbangkes: a. Memprakarsai Permenkes No. 03/2010 tentang SJ
yang masih bertahan hingga sekarang yang ditandai oleh pencanangan Klinik Jamu di
Kabupaten Kendal oleh Menkes Dr. Endang Rahayu Sedyaningsih dan pelembagaan
Komnas SJ; permenkes tersebut diselesaikan dalam 3 bulan; b). Sebelumnya
mendampingi Menkes Dr. Siti Fadilah Supari menyambut kunjungan Presiden ke
BBTOOT; c) Juga memprakarsai Permenkes Nomor 657/2009 tentang Pengiriman dan
Penggunaan Spesimen Klinik , Materi Biologik dan Muatan Informasinya yang relevan
hingga sekarang era Covid-19 dan sebelumnya era Flu Burung, SARS dan MERS-COV.
Sama seperti saintifikasi jamu, permenkes ini menjadi pendahulu dari pengaturan
serupa di kementerian lain; d) Memprakarsai Permenkes Nomor 658/2009 tentang
Jejaring Laboratorium Diagnosis Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-emerging yang
dikenal dengan istilah PINERE hingga sekarang digunakan pada nama Gedung khusus
perawatan pasien Covid-19 di RS Persahabatan; e) Merestrukturisasi Balitbangkes
dengan memasukkan Pusat 2 yang membidangi tentang Uji Klinik dan Pusat 4 yang
mengandung nama Humaniora Kesehatan yang hingga kini berkaitan dengan penelitian
tentang regulasi kesehatan; f) mempopulerkan tagline Litbang sebagai “elit dan
membanggakan” serta Litbang sebagai “lokomotif kesehatan”;

3. Apa harapan Bapak terhadap Program Saintifikasi Jamu?
Harapan terhadap program SJ: Terus diteruskan, terutama dalam “kedaulatan
biokultural” memproduksi jamu lokal berindikasi geografis disertai pemberdayaan
masyarakat dalam rangka Germas dan PHBS serta meningkatkan devisa dan merukunkan
semua tenaga kesehatan yang menyelenggarakan pelayanannya.

16 Warta HortusMed Edisi 1 - 2020

4. Apa arti keluarga, jabatan dan ibadah?
Arti keluarga. Arti jabatan. Arti ibadah. Keluarga adalah tempat berlabuh segalanya
dari semua aktivitas fisik dan non fisik pekerjaan kita. Jabatan adalah amanah
sementara untuk memberikan lebih besar penghormatan martabat, pelindungan
hak dan pemenuhan kepentingan publik terbaik dan kokohnya peradaban yang harus
dipertanggungjawabkan pada masanya. Ibadah adalah penunaian hablu minnallah dan
hablu minnanas sepanjang hayat tanpa mengharapkan imbalan atau balasan.

5. Bagaimana Bapak menjaga kebugaran?
Menjaga kebugaran: jalan santai, gerak badan, puasa rutin, belajar pengetahuan baru

6. Apa pesan Bapak kepada kaum/generasi milenial terkait pemanfaatn jamu?
Pesan ke milenial supaya cinta jamu: kreatif-energik ? rutin berjamu !!!

7. Apakah Bapak masih sering minum jamu?
Minum jamu: kapsul temulawak, kunyit dan empon-empon

8. Apa pesan Bapak untuk B2P2TOOT Tawangmangu kedepan?
Pesan ke BBTOOT: sama seperti wawancara di bab atas. Jangan lupa kaderisasi peneliti
dan menjaga kelestarian koleksi tanaman jamu nusantara

Warta HortusMed Edisi 1 - 2020 17

TANAMAN OBAT & TETAP BUGAR DENGAN TANAMAN OBAT
OBAT TRADISIONAL DI MASA PANDEMI COVID-19

Oleh Awal P. Kusumadewi, MSc.,Apt.
(Kepala Bidang Program, Kerjasama dan Jaringan Informasi B2P2TOOT)

Sudah lebih dari empat bulan, Indonesia diketemukan, masyarakat kembali mengikuti
dihadapkan dengan menyebarnya virus jejak leluhur mereka, untuk menggunakan
Corona baru, yang menimbulkan wabah tumbuhan obat sebagai “pilihan pertama”,
penyakit Covid-19. Wabah yang pertamakali untuk mengatasi gangguan virus tersebut.
muncul dari Wuhan, Cina, pertama kali Namun masyarakat perlu bijak untuk
dilaporkan ke WHO pada 31 Desember mensikapi situasi ini. Virus Corona belum ada
2019, selanjutnya menyebar ke seluruh vaksinnya. Jalan terbaik adalah mencegah
dunia. Lebih dari 200 negara, telah terjangkit agar tidak sakit, daripada mengobati paska
virus mematikan ini. Di Indonesia sendiri, sakit. Agar tidak gampang sakit, kita harus
kasus Covid-19 dilaporlan pada tanggal menjaga sistem kekebalan tubuh .
2 Maret 2020, dari Bekasi Jawa Barat. Virus corona dapat menular antar manusia
Paska masuknya laporan tersebut jumlah melalui percikan dahak atau air liur
penderita Covid-19 di Indonesia meningkat penderita Covid-19 saat sedang batuk
terus hingga hari ini. atau bersin. Percikan dahak dan air liur ini
Indonesia, bumi pertiwi kita memiliki dapat masuk ke dalam tubuh orang lain
luas 1,3% dari luas bumi, membentang 9 melalui mata, hidung, atau mulut. Selain
juta km2, dari Sabang hingga Merauke, itu, virus Corona juga bisa masuk ke dalam
dengan kekayaan 25% spesies tumbuhan tubuh seseorang melalui tangan yang sudah
berbunga yang ada di dunia, atau peringkat terkontaminasi virus ini saat menyentuh
ketujuh dunia, dan 40%-nya merupakan benda yang mengandung cipratan ludah
tumbuhan endemik/asli Indonesia. Hal ini penderita Covid-19, jika orang tersebut
merupakan potensi alam yang dapat digali menyentuh hidung atau mulutnya sebelum
dan dimanfaatkan untuk sebesar besarnya mencuci tangan.
kesejahteraan rakyat. Masyarakat Rakyat Ketika masuk ke dalam tubuh, virus Corona
Indonesia dengan kearifan yang melekat akan menempel di dinding sel-sel saluran
dalam budayanya, telah menggunakan pernapasan dan paru-paru, lalu masuk
aneka tumbuhan nusantara untuk menjaga ke dalamnya untuk berkembang biak di
kebugaran dan kesehatannya. sana. Proses tersebut akan terdeteksi oleh
Ratusan tahun silam, saat pengetahuan sistem kekebalan tubuh. Setelah itu, sistem
pengobatan belum maju seperti sekarang, kekebalan tubuh atau sistem imun akan
masyarakat menggunakan tumbuhan obat bereaksi dengan cara mengirim sel darah
yang tersebar di sekitar tempat tinggal putih dan membentuk antibodi untuk
mereka sebagai “pilihan pertama” untuk melawan dan membunuh virus tersebut.
mengatasi gangguan kesehatan. Demikian Menurut Royke, adakalanya sel darah putih
juga yang terjadi saat ini, saat vaksin dan kewalahan, melawan zat antigen (penyebab
obat untuk mengatasi Corona belum penyakit), sehingga zat tersebut lolos,

18 Warta HortusMed Edisi 1 - 2020

dan bisa menempel di sel tubuh, serta Yuli Widiyastuti, Ahli Peneliti Utama
menimbulkan sakit. Namun, tubuh memiliki B2P2TOOT, menjelaskan bahwa
mekanisme lapis kedua untuk kekebalan curcumin yang terkandung dalam
tubuh yang dikenal sebagai Adaptive Imune tananan kunyit, mampu berikatan
Respond, yaitu sel T dan sel B. Dijelaskan dengan reseptor protein SARS-CoV 2,
oleh alumnus fakultas kedokteran yaitu melalui ikatan dengan domain
Universitas Sam ratulangi Manado, Sulawesi protease (6Lu7) dan spike glikoprotein.
Utara tersebut, bahwa Sel B bertugas Ikatan tersebut berpotensi dapat
membuat antibodi khusus yag melekat ke menghambat aktivitas Covid-19) dan
zat antigen penyebab sakit, sehingga Sel T menghambat perbanyakan virus. Lebih
dapat menembak dengan jitu zat antigen jauh lagi dijelaskan bahwa kurkumin
tersebut dan melumpuhkannya sehingga pada tanaman kunyit, bersifat sebagai
tubuh terlindungi dari penyakit. imunomodulator dan anti inflamasi
Untuk menjaga dan meningkatkan dimana kurkumin mampu menghambat
kekebalan tubuh kita, ada beberapa pelepasan sitokin pro inflamasi. Dengan
kiat yang dapat kita lakukan, diantara: terhambatnya pengeluaran sitokin,
mengkonsumsi makanan yang bergizi, maka tidak akan terjadi badai sitokin
istirahat yang cukup, melakukan olahraga yang berdampak pada gangguan
secara rutin, mengendalikan penyakit pernafasan. Selain terkandung dalam
penyerta (seperti diabetes, hipertensi), tanaman Kunyit (Curcuma domestica)
serta mengkonsumsi suplemen kesehatan curcumin juga terkandung dalam
termasuk jamu. Tanaman obat apa sajakah tanaman temulawak (Curcuma
yang bisa di gunakan sebagai bahan jamu xanthorhiza).
dalam masa pandemi Covid-19? Mari kita Penggunaan curcumin sebagai senyawa
kupas bersama. tunggal tentu berbeda dengan penelitian
penggunaan kunyit atau temulawak
1. Kunyit (Curcuma domestica) sebagai bahan herbal atau jamu.
Dalam saintifikasi jamu dan di Rumah
Riset Jamu Hortus Medicus B2P2TOOT
Tawangmangu, temulawak, kunyit, dan
meniran merupakan tanaman obat yang
mampu meningkatkan kebugaran. Uji
klinik pre post pada tahun 2017 pada
formula jamu berbahan temulawak,
kunyit, dan meniran, terbukti terbukti
meningkatkan kebugaran kadiovaskuler
dan meningkatkan kualitas hidup subyek
terutama untuk dimensi peranan fisik
dan nyeri. Formula jamu kebugaran ini
aman terhadap profil darah,hati dan
ginjal.

Warta HortusMed Edisi 1 - 2020 19

2. Jahe (Zingiber officinale). Jahe juga memiliki sifat diaforetik, yang
artinya dapat mendorong keluarnya
keringat sehingga gejala “masuk angin”
yang dialami seseorang menjelang
batuk dan pilek akan mereda setelah
minum “wedang jahe”.

3. Meniran (Philanthus niruri)

Empon-empon yang satu ini, sudah Tanaman ini, sering diabaikan orang,
sangat dikenal oleh masyarakat. Jahe karena penampilannya seperti semak di
digunakan sebagai bumbu masak dan tepi jalan. Tumbuhan ini sangat mudah
bahan “wedangan/minuman”. Jahe dijumpai di sekitar kita. Meniran tumbuh
mengandung minyak atsiri dengan liar di halaman rumah, di lahan kosong
komponen utamanya adalah gingerol bersama dengan tumbuhan lain dan
dan shogaol. Senyawa gingerol dan mudah dikenali dengan bentuk daun
shogaol memiliki efek antiinflamasi dan mirip daun asam, berwarna batang hijau
antioksidan yang kuat. Senyawa tersebut dan memiliki banak buah di sepanjang
dapat membantu menurunkan risiko tangkai di bawah daun.
infeksi serta menghambat pertumbuhan Dr. Suprapto Ma’at Apt.,MS, dosen dan
berbagai jenis bakteri dan virus. peneliti obat herbal Fakultas Kedokteran
Informasi dari BPOM menyebutkan UNAIR Surabaya telah meneliti
bahwa minyak atsiri jahe berkhasiat khasiat ekstrak meniran. Uji praklinik
sebagai imunomodulator melalui pada mencit membuktikan bahwa
peningkatan produksi sel-B. BPOM juga ekstrak meniran dapat meningkatkan
menyebutkan bahwa konsumsi serbuk kekebalan tubuh. Selanjutnya ketika
jahe 2 gram/hari dapat menurunkan dilakukan uji klinik di berbagai Rumah
terjadinya inflamasi. Sakit terbukti bahwa ekstrak meniran
Jahe juga bisa diminum kala batuk dan
pilek. Hal ini karena rasa hangat yang
dihasilkan dari jahe bisa membuat
tenggorokan terasa lebih nyaman. Tidak
heran, berbagai macam jenis minuman
tradisional yang dikemas secara modern
pasti menggunakan bahan yang satu ini.

20 Warta HortusMed Edisi 1 - 2020

mampu membantu penyembuhan aktifitas makrofag dan meningkatkan
penyakit tuberkulosis, hepatitis dan proliferasi sel limposit T. Salah satu
vulvovaginitis. senyawa yang terkandung dalam
Meniran mengandung senyawa lengkuas dan mampu meningkatkan
phylantin dan hipophylantin yang antibodi adalah glikosida kuersetin.
mampu memodulasi sistem imun Disamping itu, glikosida kuersetin pada
bawaan (innate immune response). Salah lengkuas, juga memiliki efek antioksidan.
satu mekanisme sistem imun bawaan Antioksidan dalam tubuh, berfungsi
adalah fagosit. Konsumsi meniran untuk mengikat senyawa radikal bebas
secara rutin, dapat meningkatkan agar tidak reaktif menempel pada sel
kemampuan fagosit menjadi lebih tubuh, dan menimbulkan sakit.
optimal. Maria Margaretha Andjarwatie, Sari Haryanti, salah seorang peneliti
salah seorang herbalis, menuturkan B2P2TOOT menambahkan bahwa,
bahwa meniran sebaiknya dikonsumsi selain glikosida kuersetin, lengkuas juga
bersama dengan kunyit. Konsumsi mengandung galangin. Galangin, dapat
meniran cukup dilakukan selama dua menghambat inisiasi infeksi virus SARS-
pekan, lalu berhenti dua pekan, baru CoV-2 penyebab Covid-19. Doktor Ilmu
komsumsi kembali untuk menjaga farmasi alumnus Universitas Gadjah
kekebalan tubuh. Mada tersebut juga menyampaikan
bahwa, penggunaan rimpang lengkuas
4. Lengkuas (Alpinia galanga) sebaiknya dikonsumsi untuk tujuan
pencegahan atau preventif, yang berarti
mencegah masuknya agen penyakit
kedalam tubuh, dengan memperkuat
sistem kekebalan tubuh, bukan untuk
upaya kuratif atau penyembuhan.

5. Mengkudu (Morinda citrifolia)

Rimpang dari tanaman ini, sangat
mudah diperoleh dan sangat akrab
dengan para Emak. Karena aneka
masakan, pasti menyertakan rimpang
ini, sebagai bumbu. Lengkuas mampu
meningkatkan imun tubuh melalui

Warta HortusMed Edisi 1 - 2020 21

Buah yang satu ini memiliki penampilan
dan aroma yg tidak menarik, bahkan
sering dijauhi orang, namun buah
ini memiliki nama yang cantik “buah
Noni”. Buah anggota famili Rubiaceae
ini merupakan salah satu pilihan dari
ribuan jenis buah di nusantara untuk
mendongkrak imun tubuh. Jus buah
noni mampu meningkatkan produksi sel
limfosit, untuk kekebalan tubuh. Buah
Noni mampu mengaktifkan beberapa
jenis reseptor pada sel imunitas dan
mampu menekan sitokin interleukin-4.
Jika sitokin interleukin-4 jumlahnya naik
dalam tubuh, akan timbul reaksi alergi
dsn gangguan pada saluran pernafasan.
Senyawa aktif yang terkandung dalam
buah mengkudu yang berperan untuk
meningkatkan daya tahan tubuh adalah
skopoletin. Skopoletin juga berperan
memperlebar saluran pembuluh darah
dan memperlancar peredaran darah.
Jika peredaran darah lancar, maka
makin banyak sel leukosit atau zat sel
imun yang terkirim di tempat infeksi
sehingga, infeksi akan segera mereda.

Sumber Foto:
Jahe: Joseph Mucira (Pixabay)
Lengkuas: Suanpa (Pixabay)
Mengkudu: Brian Dorff (Pixabay)

22 Warta HortusMed Edisi 1 - 2020

Efek Wabah Covid 19 Terhadap Pola OPINIKU

Hidup Sehat Masyarakat

Oleh Anshary Maruzy, S.Si (Peneliti B2P2TOOT)

Pandemi Corona Virus Desease 2019 rata-rata per hari ±1000 kasus positif
(Covid-19) telah memengaruhi hampir Covid-19) dan masih jauhnya proses
seluruh aspek kehidupan masyarakat sejak penemuan vaksin untuk Covid-19, perlu ada
munculnya kasus tersebut di Indonesia perubahan cara sosialisasi dan intervensi
hingga hari ini. Dampak sakit yang dari pemerintah serta sebagian masyarakat
disebabkan dan virulensi yang sangat cepat untuk saling melindungi dan mengingatkan
dari Covid-19, mengakibatkan pemerintah, akan pola hidup sehat yang harus secara
baik pusat maupun daerah, melakukan disiplin dilakukan. Selain edukasi tentang
beberapa kebijakan terkait aspek kesehatan pencegahan penyakit dari luar tubuh, perlu
baik yang sifatnya publik atau individual. juga adanya upaya pola hidup sehat untuk
Adapun kebijakan sejak awal kasus masuk meningkatkan daya tahan tubuh dengan
ke Indonesia adalah menyesuaikan mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga
peningkatan kasus pada wilayah masing- secara rutin, beristirahat yang cukup, dan
masing di daerah, sehingga muncul adanya mencegah stres. Makanan bergizi sangat
kategori zona merah, zona kuning, dan zona menunjang kesehatan. Sayangnya, daya beli
hijau pada masing-masing daerah. Kondisi masyarakat yang melemah akibat dampak
kategori zona tersebut akan menyesuaikan wabah Covid-19 terhadap penghasilan
regulasi aspek kesehatan publik di tiap masyarakat juga akan menurunkan asupan
daerah, mulai dari regulasi ketat seperti gizi yang dapat dikonsumsi. Survei Sosial
Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Demografi Dampak Covid-19 tahun
di beberapa kota, hingga yang agak longgar 2020 oleh BPS mengungkapkan bahwa
untuk daerah seperti beberapa kabupaten. masyarakat mengalami penurunan
Namun, dari regulasi pengetatan kegiatan pendapatan akibat penjualan menurun,
publik tersebut, masih terlihat bahwa dirumahkan, atau bahkan di PHK.
sebagian masyarakat belum mematuhi Kondisi tersebut perlu ditolong dengan
secara penuh himbauan dari pemerintah, intervensi bantuan langsung tunai yang
terutama himbauan secara nasional, seperti akan membantu meningkatkan daya beli
memakai masker, sering cuci tangan, serta masyarakat. Dengan meningkatkya daya
menjaga jarak (physical distancing) atau beli diharapkan makanan bergizi dapat lebih
tidak berkerumun. Himbauan pola hidup dijangkau oleh masyarakat. Di lain hal, pada
tersebut masih belum terlaksana secara saat wabah perlu disyukuri bahwa bantuan
nasional kemungkinan disebabkan karena dari pemerintah telah turun dan sebagian
ada kepentingan dari masyarakat yang besar masyarakat berinisiatif untuk saling
masih membutuhkan kegiatan di luar membantu dan memberi.
rumah, belum terbangun disiplin, kurang
kuatnya kesadaran atas risiko penyakit, serta Selain pemenuhan gizi, rutinitas
ketidaktaatan untuk melakukan pola hidup berolahraga dan istirahat yang cukup
sehat secara ketat. perlu juga dijaga serta jika perlu ditambah
dengan mengonsumsi suplemen. Kegiatan
Terkait kasus positif Covid-19 yang masih atau aktivitas fisik sedang hingga berat
belum menunjukkan penurunan hingga dapat dijadikan sarana berolahraga dengan
Bulan Juni 2020 (saat artikel ini ditulis mengoptimalkan prinsip BBTT, yaitu Baik,

Warta HortusMed Edisi 1 - 2020 23

Benar, Terukur, dan Teratur. Aktivitas harian kebijakan new normal mengalami
yang mudah dan sering dilakukan dapat gelombang kasus positif Covid-19 kembali
lebih dioptimalkan seperti misalnya mencuci (menurut Direktur Eksekutif Center for
baju, mengepel, jalan kaki, membersihkan Clinical Epidemiology & Evidence-Based
jendela, berkebun, menyetrika, bermain
dengan anak, dan sebagainya. Selain itu, Medicine FKUI-RSCM, Tifauzia Tyassuma
konsumsi suplemen seperti jamu, vitamin, diliput oleh Kumparan), seperti Iran,
atau suplemen lainnya dapat dioptimalkan Pakistan, India, Meksiko, dan Korea Selatan.
setiap hari sebagai upaya preventif agar Hal tersebut kemungkinan disebabkan
imun masyarakat menjadi kuat. Berdasarkan pada level yang terendah dari masyarakat
hasil RISKESDAS 2018 dan survei BPS 2020 belum ketat dalam melaksanakan protokol
masing-masing menunjukkan bahwa kesehatan dalam masa new normal.
24,6% penduduk Indonesia memanfaatkan Sebagai contoh, Korea Selatan yang
TOGA untuk menjaga kesehatan dan 20% masyarakatnya memiliki kebiasaan hidup
responden mengeluarkan anggaran belanja tertib, antre, sangat menjaga kebersihan,
online untuk perlengkapan kesehatan rajin mengenakan masker pun mengalami
selain peningkatan anggaran belanja gelombang kedua wabah ketika new
bahan makanan selama wabah Covid-19. normal diterapkan. Kemudian, bagaimana
Ini menunjukkan bahwa ada upaya dari dengan kondisi masyarakat kita yang pakai
masyarakat untuk meningkatkan imun dan masker yang baik dan benar saja kadang
kesehatan dengan suplemen seperti jamu harus diingatkan, cuci tangan yang benar
atau suplemen kesehatan lainnya. saja harus ada himbauan, serta sering
berkerumun untuk hal yang bukan urgensi
New Normal hingga larut malam jika tidak ada himbauan
dari perangkat lingkungan atau keamanan?

Akhir-akhir ini mulai dilakukan penerapan Optimisme Pola Hidup Sehat
new normal pada semua aspek kehidupan,
mulai dari perkantoran, transport umum, Pendekataan kepada tokoh masyarakat
dan sarana pendidikan. Hal tersebut seperti tokoh agama, kepala lembaga,
ditempuh karena pengambil kebijakan ketua organisasi hingga ketua RT/RW
menyadari bahwa penemuan vaksin akan perlu dioptimalkan untuk memperbaiki
masih lama, dan Covid-19 tidak akan pernah keyakinan/mazhab masyarakat yang
lenyap serta kondisi ekonomi masyarakat kurang tepat terhadap protokol kesehatan.
akan terus terpuruk jika terus dilakukan Keyakinan para tokoh tersebut akan
pembatasan aktivitas. Benturan antara pentingnya protokol kesehatan akan diikuti
kesehatan dan perekonomian tersebut warga, komunitas atau bawahannya.
membuat kebijakan pemerintah membuka
akses aktivitas masyarakat dengan Selain ketokohan, perlu ada faktor
aturan new normal, yang berarti aktivitas lainnya yang harus disiapkan sehingga
masyarakat mulai “normal” kembali dengan memengaruhi meneguhkan keyakinan
syarat “kebaruan/new” dalam aspek seseorang untuk menjalankan protokol
kesehatan, yaitu memperketat protokol kesehatan. Ketersediaan masker dan hand
kesehatan di berbagai tempat dan aktivitas, sanitizer, pengaturan jarak, dan sanksi tegas
seperti wajib memakai masker, mencuci bagi pelanggar protokol kesehatan di ruang
tangan, dan physical distancing. publik, serta kecukupan fasilitas adalah
faktor-faktor yang meneguhkan seseorang
Beberapa negara yang telah melaksanakan untuk melakukan protokol kesehatan demi

24 Warta HortusMed Edisi 1 - 2020

menjaga diri dan orang lain dari infeksi virus
Corona.
Upaya kontrol perilaku sesuai aturan new
normal dapat terbangun dengan kolaborasi
pemerintah dan elemen masyarakat.
Siapkah kita bersama menjalani pola
hidup sehat di era new normal? Semoga
jawabannya “optimis” dan bukan “terserah”.
Wabah ini, selain sebagai ujian bagi kita,
juga telah memaksa kita untuk berubah
dan melakukan penyesuaian. Kejadian dan
semua perubahannya memang ketetapan
Tuhan, namun sebagai makhluk Tuhan telah
diberikan akal dan energi, kita berkewajiban
untuk melakukan usaha yang terbaik bagi
keselamatan dan kesejahteraan manusia,
wallahu a’lam. Salam sehat! (AM).

Warta HortusMed Edisi 1 - 2020 25

SERBA-SERBI

Kunjungan Univeristy of Rhode Island (URI),
Amerika Serikat

Mahasiswa Fakultas Farmasi, Kesehatan Brook selaku Direktur Bisnis dan Pendidikan
Masyarakat, MIPA, dan Keperawatan URI untuk kawasan Asia Indonesia
University of Rhode Island (URI), Amerika menyatakan bahwa riset bilogi laut yang
Serikat di B2P2TOOT pada tanggal 9 Januari dikembangkan oleh URI sangat potensial
2020 dalam rangka penjajakan kerja sama. untuk menjadi obyek kegiatan kolaborasi
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak dalam rangka menemukan senyawa
lanjut MoU antara Badan Litbangkes dan obat baru dari organisme baik tumbuhan
URI. Rombongan diterima langsung oleh maupun hewan laut. Analisis senyawa kimia
Kepala B2P2TOOT Akhmad Saikhu, pejabat yang menjadi kepakaran peneliti B2P2TOOT
struktural dan para peneliti. Kegiatan cukup memadai untuk menjadi mitra kerja
selanjutnya adalah kunjungan lapangan di sama dalam riset eksplorasi senyawa obat
Kebun Tanaman Obat Tlogodlingo, Etalase semacam itu.
Tanaman Obat Indonesia, Laboratorium
Terpadu, Laboratorium Pascapanen,
Museum Jamu dan Rumah Riset Jamu
Hortus Medicus. Agenda lain dalam kegiatan
kunjungan ini ada sharing dan diskusi para
mahasiswa tersebut dengan para peneliti
di B2P2TOOT. Kunjungan URI ke B2P2TOOT
merupakan bagian dari rangkaian lawatan
ke sejumlah institusi pendidikan dan riset di
Indonesia. Terkait kompetensi URI yang ada
benang merahnya dengan B2P2TOOT, Mr.

26 Warta HortusMed Edisi 1 - 2020

Kunjungan Kerja Komisi E DPRD Provinsi Jawa
Timur

Pada hari Selasa, tanggal 21 Januari kesehatan masyarakat, meningkatkan
2020, Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat kesejahteraan pelaku usaha obat tradisional,
Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur serta terlindunginya budaya warisan luhur
melakukan kunjungan kerja ke B2P2TOOT bangsa. Perda ini menjamin akan keamanan,
Tawangmangu. Kegiatan ini adalah dalam khasiat/manfaat dan mutu produk jadi obat
rangka berbagi informasi terkait Penyusunan tradisional yang dihasilkan daerah serta
Materi Muatan Rancangan Peraturan Daerah meningkatkan pemanfaatan obat tradisional
Usul Prakarsa Komisi E (Kesejatheraan untuk promosi, pecegahan, pengobatan,
Rakyat) DPRD Provinsi Jawa Timur terhadap perawatan, dan atau pemeliharaan
Obat Tradisional. Rombongan diterima kesehatan di daerah.
langsung oleh Kepala B2P2TOOT, Akhmad
Saikhu dan beberapa peneliti. Beberapa
fasilitas yang dikunjungi oleh rombongan
adalah Kebun Etalase Tanaman Obat dan
Rumah Riset Jamu Hortus Medicus yang
selanjutnya dilakukan sesi diskusi.

Sebagai informasi, Guna melindungi
beredarnya obat-obat tradisional termasuk
kepada produsen, Komisi E DPRD Jawa
Timur mencoba menginisiasi dengan
mengusulkan Perda tentang Perlindungan
Terhadap Obat Tradisional. Pembentukan
Perda ini adalah untuk peningkatkan derajat

Warta HortusMed Edisi 1 - 2020 27

B2P2TOOT Pameran Rapat Kerja Kesehatan Nasional
Pamerkan (Rakerkesnas) yang rutin dilaksanakan setiap
tahunnya oleh Kementerian Kesehatan
Aplikasi dengan tema yang selalu berbeda disetiap
Repository tahunnya. Pameran Rakerkesnas 2020
Tanaman Obat diselenggarakan di Jakarta International
Expo Kemayoran pada tanggal 17-21
Februari 2020. Sebagai salah satu Satker
Balitbangkes, B2P2TOOT juga berpartisipasi
dalam Pameran Rakerkesnas ini. Kegiatan
diawali dengan kegiatan Prarakerkesnas
yang berlangsung tanggal 17-18 Februari
dan Rakerkesnas dibuka pada hari Rabu 19
Februari 2020 yang dihadiri oleh Menteri
Koordinator Bidang Pembangunan Manusia
dan Kebudayaan, Menteri Pertanian,
Menteri Desa, Pembangunan Daerah
Tertinggal, dan Transmigrasi, Kepala BKKBN,
Menteri Kesehatan serta perwakilan dari
Kementerian dan Lembaga lainnya.

Pameran Rakerkesnas tahun ini mengambil
tema “Promotif, Preventif Membentuk
SDM Unggul Indonesi Maju 2045”. Peserta
yang hadir berasal dari pemerintah pusat,
pemerintah daerah, lembaga lintas sektor,
organisasi profesi, industri di bidang
kesehatan serta pihak terkait lainnya.

28 Warta HortusMed Edisi 1 - 2020

Dalam acara ini, B2P2TOOT berkolaborasi
dengan Badan Litbangkes dan B2P2VRP
Salatiga. Kami menyuguhkan aplikasi
ReposiTOI Tanaman Obat Indonesia yang
didalamnya terdapat beberapa jenis
tanaman obat serta manfaatnya yang bisa
diunduh melalui playstore ponsel android,
buku terbitan yang dapat di dibaca dalam
format digital melalui scan barcode. Respon
dari pengunjung juga banyak tertarik untuk
mengunduh aplikasi ReposiTOI karena bisa
dijadikan referensi mereka untuk menanam
dirumah atau untuk keperluan membuat
Taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA).

B2P2TOOT selalu mendapat atensi ketika
dalam pameran menyuguhkan aneka jenis
jamu instan seperti jamu jahe kencur jeruk,
beras kencur, alang-alang dan jahe. Tak
lupa juga ada aneka keripik yang dibuat
dari berbagai tanaman obat seperti keripik
pegagan, pare dan sambang colok.serta
tidak ketinggalan free drink jamu dan keripik
tanaman obat yang menjadi favorit para
pengunjung pameran.

Warta HortusMed Edisi 1 - 2020 29

“Bukan Saatnya Cari Panggung, Tapi ini Saatnya
untuk Saling Menanggung dan Mendukung ”
Pesan Menkes dalam Raker Balitbangkes

Badan Penelitian dan Pengembangan kesehatan Nasional. Apabila dilakukan
Kesehatan menyelenggarakan agenda merger dengan BRIN, maka akan ada 2
tahunan Rapat Kerja Badan Litbangkes produk, yaitu: 1) Produk untuk penguatan
tahun 2020 pada tanggal 1 s.d. 4 Maret riset dan 2)Ketahanan kesehatan Indonesia.
di Kota Depok, Jawa Barat. Kegiatan Kelembagaan akan terus berubah, namun
yang diawali dengan pra-raker tersebut tujuan tidak berubah. Menkes lebih
mengusung sejumlah agenda diantaranya condong untuk membesarkan Badan
Evaluasi Kinerja Balitbangkes 2015-2019, Litbangkes menjadi Direktorat Jenderal
Sosialisasi Badan Riset dan Inovasi (BRIN) ataupun tetap menjadi Badan tetapi dengan
dan Manajemen Big Data, Peran Litbang menghilangkan nomenklatur ‘litbang’ nya,
dalam Pembangunan Kesehatan 2020- tetapi fungsi litbang-nya tetap ada. Opsinya
2024, dan diskusi kelompok yang dibagi adalah: Dirjen Laboratorium Kesehatan
dalam tiga tema yaitu Rencana Organisasi Nasional atau Badan Laboratorium
Badan, Penataan Laboratorium, dan Konsep Kesehatan Nasional. Menteri Kesehatan
Pengembangan Manajemen Data Badan menginginkan Balitbangkes untuk rela
Litbangkes. dan tetap bersemangat jika memang
kelembagaan diharuskan berubah. Pesan
Menteri Kesehatan, Letjend. TNI (Purn.) Menteri Kesehatan di akhir arahannya
Dr. dr. Terawan Agus Putranto SP.Rad. adalah “Bukan saatnya cari panggung, tapi
(K), menyambut baik Riset Nasional yang ini saatnya untuk saling menanggung dan
dilaksanakan oleh Balitbangkes. Bukan mendukung.”
hanya riset tapi ini adalah bagian ketahanan

30 Warta HortusMed Edisi 1 - 2020

Dalam sesi pra-Raker, Kepala Badan
Litbangkes, dr. Siswanto MHP., DTM.
Menekankan bahwa penelitian yang
dilakukan oleh Badan Litbangkes tetap
menganut sistem CORA, sehingga penamaan
pusat-pusat sesuai dengan client-nya. Riset
jangan dikerjkaan hanya mengukur masalah
saja, tetapi sudah menghasilkan suatu model
intervensi. Terkait dengan personel peneliti,
Kabalitbangkes mengatakan bahwa peneliti
itu sifatnya bekerja pada zona nyaman, jadi
diperlukan kemampuan leadership yang
kuat untuk merubah pola pikir peneliti
yang lama. Contohnya di Balai Litbangkes
Magelang, yang semula fokus ke GAKI,
tapi dengan leadership yang kuat dapat
beradaptasi dengan penelitian intervensi
dengan tema yang lebih luas. Begitu juga
dengan Balai Litbangkes Donggala yang telah
menghasilkan Naskah Rekomendasi yang
diluncurkan oleh Gubernur Sulawesi Selatan
mengenai Badan Model Eradikasi Sisto.
Kemenkes berperan dalam pelaksanaan Misi
Pemerintah (2020-2024) yang No. 1, yaitu
Peningkatan Kualitas Manusia Indonesia.
Visi Kemenkes boleh dimunculkan selama
mendukung visi pemerintah: “Terwujudnya
Masyarakat Sehat, Produktif, Mandiri dan
Berkeadilan untuk Menuju Indonesia Meja
yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian
berlandaskan Gotong Royong”. Visi dan misi
Kemenkes tercantum dalam Surat Edaran
Menteri PPN/Bappenas No. B.899/M.PPN/
Ses/PP.03.02/12/2019 tanggal 20 Desember
2019. Hal yang paling menarik dari arahan
Kabalitbangkes adalah dicetuskannya
opsi nomenklatur Badan Litbangkes ke
depan yaitu sebagai (1) Badan Penelitian,
Pengembangan dan Pengkajian Kesehatan,
atau (2) Badan Pengkajian Kesehatan.

Warta HortusMed Edisi 1 - 2020 31

Kunjungan ragam laboratorium yang dimiliki oleh Balai
Korea Research Besar. Terkait dengan rencana kolaborasi,
Institute of Bioscience disampaikan bahwa tema riset obat bahan
and Biotechnology alam untuk penyakit tidak menular dan
(KRIBB) neutraceutical untuk pangan fungsional
merupakan dua tema yang sangat mungkin
Kunjungan tim dari Korea Research dikerjasamakan antara B2P2TOOT dan
Institute of Bioscience and Biotechnology KRIBB.
(KRIBB) di Balai Besar Penelitian dan
Pengembangan Tanaman Obat dan Obat
Tradisional terlaksana pada tanggal 13
Februari 2020. KRIBB merupakan institusi
riset milik pemerintah Korea Selatan yang
didirikan di Daejeon yang didedikasikan
untuk penelitian bioteknologi di berbagai
bidang keahlian, mulai dari riset dasar untuk
dasar pemahaman fenomena kehidupan
hingga studi terapan untuk penemuan obat,
biomaterial, bioteknologi terintegrasi, dan
bioinformasi. Tujuan tim KRIBB mengunjungi
Balai Besar adalah untuk menjajaki peluang
kerja sama terkait antar kedua institusi. Tim
dari KRIBB yang beranggotakan Director of
International Biological Material Research
Center (IBMRC) dan tujuh peneliti diterima
oleh Kepala, pejabat struktural dan peneliti
B2P2TOOT. Dalam kegiatan tersebut
Dr. Sangho Choi selaku direktur IBMRC
menyampaikan bahwa KRIBB memiliki
permasalah bahan baku untuk penelitian
neutraceutical. Oleh karena itu peluang kerja
sama yang ingin dijajaki adalah domestikasi
tumbuhan potensial obat menjadi tanaman
obat terkultivasi.

Menyambut kunjungan peneliti dari Korea
Selatan tersebut, peneliti B2P2TOOT
memaparkan area riset, roadmap
penelitian, Ristoja dan analisis lanjutnya,
riset pengembangan dan penyediaan bahan
baku artemisinin sebagai obat malaria, dan

32 Warta HortusMed Edisi 1 - 2020

TIPS MENGETAHUI MAKANAN SEPUTAR KESEHATAN
PENYEBAB KANKER

Oleh dr David Abiyoso
(Peneliti B2P2TOOT)

Perlu kita pahami bersama bahwa penyakit B. Gula yang diproses dan pemanis sintetis
kanker merupakan masalah kesehatan yang Ada beberapa alasan penting yang kita
sangat kompleks, terkait dengan sel – sel harus ketahui mengenai gula:
abnormal yang bertumbuh dengan tidak 1. Gula memberi makanan pada
terkendali dalam tubuh penderita. kanker
Penyebab kanker terutama karena adanya 2. Gula melemahkan sistem
zat karsinogenik, virus, maupun kimia, kekebalan tubuh dengan
adanya kondisi kekurangan gizi dan vitamin melemahkan kesanggupan tubuh
tertentu,tingkat stress, gaya hidup dan pola dalam memerangi infeksi
makan . 3. Gula adalah racun kimiawi
Disini akan sedikit dijelaskan tentang jenis Contoh spesifik gula atau pemanis yang
– jenis makanan yang dapat menyebabkan dapat menaikkan resiko kanker
kanker . 1. Gula halus
Empat macam makanan yang paling disukai 2. Pemanis buatan
sel kanker : 3. Soda pop
1. Makanan berasal dari hewan 4. Siklamat
2. Gula yang telah diproses dan pemanis
C. Biji – bijian yang telah diproses
sintetik Bila biji – bijian digiling, maka lapisan
3. Biji – bijian yang telah diproses luar, endosperm dan lapisan dalamnya
4. Lemak dan minyak. akan keluar, dan berarti lebih dari 24
5. Minuman dan makanan kaleng lainnya macam mineral, vitamin, fiber dan gizi
yang penting lainnya akan terbuang.
A. Makanan berasal dari hewan Contoh spesifik :
Bagaimana makanan dari hewan 1. Tepung putih yang diproses
memberikan kontribusi kepada 2. Keripik kentang
pengembangan kanker. Setidaknya ada 3. Makanan yang sangat asin, acar,
4 komponen yang perlu kita ingat : atau makanan yang diasap
1. Protein dan lemak hewan 4. Mie yang bercampur formalin
2. Racun kimia dan hormon sintetik 5. Popcorn microwave
3. Kurangnya serat atau fiber
4. Tingginya suhu dan lamanya D. Lemak yang terlah diproses dan minyak
memasak makanan tersebut Bagaimana lemak dan minyak yang
Contoh spesifik makanan yang dapat diproses berhubungan dengan kanker
menaikkan resiko terjadinya kanker 1. Lemak dan minyak akan
1. Daging merah menekan sistem kekebalan dan
2. Daging olahan memperhebat metastasis kanker
3. Salmon ternak
4. Diethylstilbestrol (DES)

Warta HortusMed Edisi 1 - 2020 33

2. Lemak dan minyak yang diproses sebagai upaya untuk menghindari
akan menghasilkan persenyawaan penyakit kanker, disamping tetap terus
yang karsinogenik dan bisa melakukan gerakan pola hidup sehat
mengakibatkan peradangan dengan GERMAS .

3. Lemak akan mengalirkan zat Sumber : Buku Mengenal kanker dan anti
karsinogen dalam aliran darah kanker : dr.Kathleen H Liwidjaja-Kuntaraf,
M.P.H. dan Dr.Jonathan Oey Kuntaraf, 2018
4. Lemak diketahui memberikan
pengaruh kepada hormon seks
pada pria dan wanita.

5. Lemak dan minyak memberikan
kontribusi sekitar 40% kepada
penambahan kalori

6. Lemak dan minyak adalah
kolesterol yang menyamar

E. Minuman dan makanan kaleng lainnya
Ada beberapa minuman dan makanan
kaleng lainnya yang menunjukkan
hubungan erat dengan kanker
1. Alkohol
2. Tomat kaleng ”Genetically Modified
Organism” (GMO)
3. Makanan untuk diet
4. Pola kebanyakan makan
Berikut ini informasi tentang kondisi
tubuh yang disukai sel kanker, yakni :
1. Keasaman yang tinggi
2. Sirkulasi yang buruk, dengan kadar
gizi dan oksigen yang rendah
3. Kadar gula yang tinggi dalam darah
yang berasal baik dari gula sendiri
maupun dari tepung
4. Kadar kholesterol yang tinggi dari
makanan berasal dari hewan
5. Hormon seks yang tinggi akibat
memakan makanan asal hewan,
lemak dan minyak yang telah
diproses
Demikian pembaca yang budiman
, sekiranya informasi ini dapat
membantu untuk lebih waspada dalam
mengonsumsi jenis - jenis makanan

34 Warta HortusMed Edisi 1 - 2020

MOTIVASI

BERJALAN LEBIH JAUH, JANGAN SAMPAI
TERJATUH

Oleh Amalia Damayanti, M.Si (Kepala Seksi Pelayanan Teknis, B2P2TOOT)

Halo Jamuzers, familiar dengan istilah How
‘mager’? Mager adalah akronim dari malas
gerak. Mudahnya akses informasi, hiburan • Rajin
bahkan jual beli menggunakan media daring
semakin mendukung orang untuk bergaya Tujuan orang bekerja adalah
hidup sedentari. Sedentari adalah kegiatan menghasilkan uang yang dapat
yang mengacu pada segala jenis aktivitas mencukupi kebutuhan sehari-hari,
yang dilakukan di luar waktu tidur, dengan bahkan kalau bisa penghasilan melebihi
karakteristik keluaran kalori sangat sedikit. kebutuhan atau surplus. Tetapi
Gaya hidup sedentari merupakan gaya hidup surplus penghasilan sejalan dengan
nyaman yang memicu masalah kesehatan. semangat dalam bekerja. Hasil orang
yang bermalas-malasan akan berbeda
Ingin sukses seperti orang lain, tapi sehari- dengan yang rajin. Usaha tidak akan
harinya mager, akan mengakibatkan mengkhianati hasil.
gangguan kesehatan jiwa dan raga. Setiap
orang memiliki kesempatan yang sama Ada 2 pilihan dalam bekerja: kerja
besar untuk maju dan mendapatkan nilai sampai tua atau rajin sekarang dan
lebih, terkadang malah kita sendiri yang bersantai di hari tua. Jadi, mau pilih
memberikan batasan. yang mana?

Setelah browsing dan membaca referensi • Kreatif
yang banyak berseliweran di media daring,
ada beberapa hal yang menjadi catatan dan Rajin bekerja juga bukan berarti
ingin saya bagi. Apa saja catatan itu? melakukan hal yang sama secara terus
menerus, tetapi termasuk bagaimana
kita mengoptimalkan potensi yang
ada. Ada quote dari Albert Einstein
yang cukup menarik, “Kegilaan adalah

Warta HortusMed Edisi 1 - 2020 35

melakukan hal yang sama berulang- kesuksesan.
ulang dan mengharapkan hasil yang
berbeda.” “Disiplin adalah memilih antara yang
kamu inginkan sekarang dengan apa
Jaman terus berganti dan manusia juga yang paling kamu inginkan” – Abraham
berevolusi. Kita dituntut terus berkreasi Lincoln
dan berinovasi supaya dapat bersaing
dan tidak ditinggalkan. Who

• Fokus Memiliki pertemanan yang sehat itu
penting untuk mengembangkan diri.
Ketika kita berkeinginan untuk meraih Di dalam lingkungan pertemanan
sesuatu tanpa membatasi diri dengan yang sehat, tidak ada iri hati, tidak ada
keraguan, maka alam semesta akan persaingan yang tidak sehat, gosip atau
mendukung. Perumpamaan yang bahkan saling menjatuhkan.
sesuai adalah Hukum Newton tentang
aksi-reaksi. Apapun Aksi (energi) yang Semakin dewasa diri kita, maka semakin
kita lepaskan, akan selalu memberikan kecil lingkaran pertemanan yang kita
Reaksi (balasan) yang setimpal. miliki, karena yang terpenting adalah
kenyamanan dan kecocokan dalam
Ketika kita melepaskan energi (aksi) berinteraksi. Memang seharusnya kita
untuk menggapai sesuatu, maka hasil bergaul dengan orang-orang yang cocok
(reaksi) yang diterima juga sebesar dengan masa depan kita, bukan dengan
energi yang dilepaskan. Sebaliknya, jika masa lalu atau masa sekarang yang ingin
kita tidak fokus dan setengah-setengah kita ubah.
dalam berusaha, hasilnya juga tidak
maksimal. Misalnya, jika ingin melatih disiplin diri,
maka berkumpullah dengan orang-
Kita harus selalu fokus pada tujuan dan orang yang selalu mempraktikkan
impian. sikap disiplin pada dirinya. Secara tidak
sadar, kemungkinan besar kita akan
• Disiplin terpengaruh melakukan hal yang sama.

Kunci melatih fokus adalah disiplin. “Perumpamaan teman yang baik dan
Tanpa disiplin diri, pikiran kita akan teman yang buruk ibarat seorang
terlalu teralihkan saat dalam perjalanan penjual minyak wangi dan seorang
mencapai tujuan. Disiplin dan pandai besi. Penjual minyak wangi
kesuksesan itu berjalan beriringan. mungkin akan memberimu minyak
wangi, atau engkau bisa membeli
Perencanaan sangat penting untuk minyak wangi darinya, dan kalaupun
disiplin diri. Perencanaan yang bagus tidak, engkau tetap mendapatkan bau
mencantumkan langkah-langkah atau harum darinya. Sedangkan pandai besi,
tahapan proses, disertai targetnya. bisa jadi (percikan apinya) mengenai
Perencanaan itu akan menjadi pedoman pakaianmu, dan kalaupun tidak, engkau
yang digunakan untuk mengukur tetap mendapatkan bau asapnya yang
kemajuan diri kita, sudah sampai mana tak sedap.” (H.R. Bukhori dan Muslim)
kah kita dalam perjalanan menggapai

36 Warta HortusMed Edisi 1 - 2020

Ibarat cermin, sahabat atau teman Referensi:
dapat mendefinisikan siapa diri kita. 1. http://www.p2ptm.kemkes.go.id
Salah satu cara mengenal diri sendiri 2. rintisan.id
adalah dengan melihat siapa teman
dekat kita, maka seperti itulah kita. 3. Sumber lain
Belajarlah menjadi teman yang baik dan
kelilingi diri kita dengan orang baik.

When

Sebenarnya kapan sih waktu yang
tepat untuk memulai perubahan
dalam hidup kita? Setiap orang punya
waktunya masing-masing, jadi tidak
usah memikirkan orang lain yang sukses
duluan daripada kita, karena setiap
orang “waktu mulai” nya berbeda.

Tapi perlu diingat, kita tidak akan
pernah sukses, kalau tidak ada aktifitas
yang dikerjakan. Sesuatu yang baik itu
membutuhkan waktu dan proses, jika
prosesnya belum berjalan maka tidak
ada hal baik yang dihasilkan. Jangan lagi
beralasan bahwa sekarang waktunya
belum tepat, karena kita selalu bisa
memulai sesuatu yang baru setiap pagi.

Segeralah memulai, tapi jangan terburu-
buru, karena kesuksesan yang lambat
akan membentuk karakter, sedangkan
kesuksesan yang cepat akan membentuk
ego. Dan ego yang tidak terkendali
akan membawa dampak negatif dalam
kehidupan kita.

Jadi, mari berhenti bicara dan mulai
beraktivitas yang positif untuk bisa berjalan
lebih jauh dan melompat lebih tinggi. Kalau
terasa capek tetapi kita merasa senang
artinya kita sudah berada pada jalur yang
tepat. Let’s go…!

Warta HortusMed Edisi 1 - 2020 37

TRAVEL DESTINASI

REKREASI DI

BUMI INTANPARI

Oleh Septian Citra Marini, A.Md. Kes
(Staf Seksi Kerja Sama dan Jaringan Informasi)

Karanganyar terletak pada ketinggian bahan bangunan dan kerajian. Salah
80-2000 mdpl dengan iklim tropis satu industri yang telah beroperasi
bertemperatur 22-31 ˚C. Ketinggian yang sejak lama dan memiliki skala besar
dimiliki oleh kabupaten ini mendukung yaitu pabrik gula (PG) yang berada
terciptanya bentang alam serta di Tasikmadu dan Colomadu. PG
ragam hasil bumi dan keindahannya. Tasikmadu berdiri tahun 1871 dan
Berdasarkan posisi geografis wilayah masih beroperasi sampai sekarang,
Karanganyar berbatasan dengan Kota sedangkan PG Colomadu berdiri pada
Surakarta dan Kabupaten Boyolali di sisi tahun 1861 dan berhenti memproduksi
barat, Kabupaten Magetan di sisi timur, gula pada tahun 1998. PG Tasikmadu
Kabupaten Sragen di bagian utara serta diekstensifikasi menjadi pabrik gula
Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten dan Agrowisata Sondokoro, sedangkan
Wonogiri di perbatasan selatan. bekas bangunan PG Colomadu
Keunikan geografis yang mendukung direvitalisasi menjadi De Tjolomadoe.
berbagai unsur sektor daerah
menjadikan Karanganyar memiliki
identitas Bumi Intanpari. Nama Bumi
Intanpari menggambarkan potensi
besar dari “Intanpari” yang merupakan
akronim dari industri, pertanian dan
pariwisata.

Dilihat dari sektor industri, Karanganyar
didominasi olek kelompok industri
pangan dan beberapa industri kimia,

38 Warta HortusMed Edisi 1 - 2020

De Tjolomadoe menjadi wisata Pabrik gula dan ekstensifikasinya
merupakan kombinasi sektor industri
sejarah yang menyuguhkan keindahan dan pariwisata yang dikembangkan
di Bumi Intanpari. Sektor kedua
bangunan berarsitektur unik adalah sektor pertanian. Sektor ini
berperan sebagai sumber penghasilan
dengan cerobong asap besar yang masyarakat, pelestarian lingkungan
hidup, dan sebagai penghasil bahan
menggambarkan kegagahan pabrik gula industri pengolahan seperti tebu dan
teh. Pada tahun 2017 tercatat hasil
di masa itu (pada tahun 1863-1942). utama pertanian Bumi Intanpari yaitu
produksi padi sebesar 3331781 ton,
Halaman yang luas yang berhiaskan produksi wortel sebesar 9025,9 ton,
dan produksi tanaman perkebunan
mesin-mesin produksi gula dan tempat yaitu tebu sebesar 6275,22 ton.

berfoto yang unik serta terkesan klasik. Ladang pertanian masyarakat di
wilayah perbukitan yang diselimuti
Di dalam gedung pengunjung dapat udara dingin seperti di daerah Jenawi
dan Tawangmangu ditanami berbagai
melihat koleksi arsip, foto sejarah jenis sayuran. Seledri, wortel, daun
bawang, sawi dan ragam jenis sayuran
dan artefak dari PG Colomadu yang lainnya tertanam rapi di atas lanskap
lereng, menyuguhkan pemandangan
disertai keterangan sejarah. Selain indah yang menjadi hiburan tersendiri
bagi penikmatnya. Beberapa daerah
itu terdapat pula mesin giling besar memanfaatkan lahan perhutanan
dan perkebunan sebagai agrowisata.
yang dapat mengundang takjub Perkebunan yang telah dibuka sebagai
objek wisata yaitu Kebun Teh Kemuning,
pengunjung. Berlokasi di Tasikmadu perkebunan pinus, dan perkebunan
karet.
Agrowisata Sondokoro merupakan

bagian dari pabrik gula di masa kolonial

dan sebagai pabrik gula terbesar di

Karanganyar. Fasilitas wisata yang dapat

dinikmati di Agrowisata Sondokoro

antara lain kolam renang, terapi ikan,

arena outbond (flying fox, jembatan

gantung, dan rumah pohon), wahana

permainan anak, dan yang paling

diminati wisatawan adalah kereta tua.

Kereta yang dioperasikan untuk tour

di lingkungan agrowisata ini adalah

kereta-kereta yang dulunya digunakan

untuk transportasi pegawai pabrik dan

pengangkutan tebu. Oleh karena itu,

nama-nama kereta pun mengacu pada

nama-nama terkait dengan tebu dan

pemanis yaitu Sepoor Teboe, Sepoor

Sakarosa, dan Sepoor Gula. Dengan

mengikuti tour kereta api berbahan

bakar kayu ini pengunjung dapat

melihat-lihat bangunan pabrik dan area

kebun tebu. Pengunjung juga dapat

melihat proses penggilingan tebu jika

musim giling tebu dioperasikan.

Warta HortusMed Edisi 1 - 2020 39

Bumi Intanpari adalah wilayah yang Wilayah tertinggi Bumi Intanpari adalah
dianugerahi dengan kemakmuran Tawangmangu. Kecamatan yang berada
karena sektor industri dan pertanian pada ketinggian 800-2000 mdpl ini
berpadu dengan sektor pariwisata terletak di lereng Gunung Lawu dan
dengan atau tanpa pengembangan dikelilingi oleh hutan dan perbukitan.
secara khusus. Potensi alam dengan Sebagaimana destinasi wisata di
anugerah yang dimiliki, menjadikannya pegunungan lainnya, Tawangmangu
sebagai daerah unggulan dengan menyuguhkan keindahan pemandangan
segudang tempat wisata. Destinasi alam dan udara yang sejuk. Wisata
wisata sejarah di Bumi Intanpari alam yang dapat dinikmati di wilayah
yang terkenal adalah Candi Cetha, berhawa sejuk ini sangat beragam.
Candi Sukuh, Candi Planggatan, Watu Air Terjun Grojogan Sewu menjadi
Kandang, Monumen Tanah Kritis, De favorit wisatawan yang mengunjungi
Tjolomadoe dan Astana Giribangun. Tawangmangu, dengan air terjun yang
Wisata alam yang dimilikinya pun sangat memiliki ketinggi sekitar 81 m menjadi
beragam antara lain air terjun Grojogan daya tarik tersendiri. Untuk mencapai
Sewu, Jumog, Pringgondani, Parang Ijo, Air Terjun Grojogan Sewu pengunjung
dan Sedinding Sewawar. Selain itu ada harus melewati 1250 anak tangga.
pula pemandian air panas Cumpleng, Selain Grojogan Sewu ada pula Air
Goa Trolong dan Goa Cokro. Terjun Pringgodani dengan ketinggian
sekitar 100 m, tak kalah menarik
untuk dikunjungi. Untuk mencapai
Air Terjun Pringgondani, pengunjung
harus menempuh perjalanan dengan
berjalan kaki dari gerbang utama air
terjun kurang lebih 2 km untuk sampai
lokasi. Sekitar 5 km dari Grojogan Sewu,
wisatawan dapat berkunjung ke mata
air hangat Cumpleng yang terdapat di
desa Plumbon.

Kreativitas masyarakat dalam Bumi perkemahan Sekipan di desa

mengelola alam berkontribusi besar Kalisoro Tawangmangu berkembang

pada pengembangan pariwisata di menjadi arena wisata alam yang

Bumi Intanpari. Contoh kreativitas dipadukan dengan wahana

pengembangan pariwisata dapat dilihat permainan dan kuliner. Destinasi

di area arung jeram seperti arung jeram lain yang juga semakin diminati di

Tubing Senatah dan Kali Pucung, area Tawangmangu adalah Rumah Atsiri,

outbond di hutan Bukit Sekipan dan Taman Balekambang, Lawu Park, dan

Bukit Mongkrang, dan pojok foto di Sakura Hill. Bagi pecinta kegiatan

tepian waduk Gondang yang sangat mendaki gunung, Tawangmangu dapat

indah. menjadi alternatif rute pendakian

melalui gerbang pendakian Cemoro

40 Warta HortusMed Edisi 1 - 2020

Kandang. Tak hanya wisata alam saja, Sederet destinasi wisata yang dimiliki
Bumi Intanpari juga memiliki wisata Bumi Intanpari menjadikannya
edukatif, yaitu Wisata Kesehatan Jamu sebagai salah satu unggulan tujuan
di Balai Penelitian dan Pengembangan pariwisata di Jawa Tengah. Pariwisata
Tanaman Obat dan Obat Tradisional. dikembangkan dan dipadukan dengan
Wisata berkonsep edukasi rekreasi ini sektor industri dan pertanian mampu
menyuguhkan pengenalan tanaman menyuguhkan hiburan bagi masyarakat
obat dan jamu. dan mendatangkan pendapatan
daerah. Setelah mengetahui betapa
Selain Tawangmangu wilayah dataran banyak destinasi di Bumi Intanpari,
tinggi di Kabupaten Karanganyar mari luangkan waktu dua atau tiga hari
adalah Ngargoyoso. Udara sejuk untuk berkunjung ke sini agar tidak ada
dengan kelembaban yang cocok untuk destinasi yang terlewati. Ayo piknik dan
tanaman teh, menjadikan Ngargoyoso salam Sehat!
lebih tepatnya Desa Kemuning sebagai
penghasil teh. Kemuning tak semata Sumber:
sebagai produsen daun teh tetapi juga
menjadi kawasan wisata yang semakin 1. Buku Profil Kabupaten Karanganyar
banyak dikunjungi. Berada di antara 2018
Candi Sukuh dan Candi Cetha, pesona
hamparan kebun teh menjadi daya 2. https://id.wikipedia.org/wiki/Air_
tarik wisata di Kemuning. Kekinian Terjun_Pringgodani
kawasan ini juga memiliki area foto
yang beragam seperti Bukit Ganduman, 3. http://www.karanganyarkab.
Lembah Katresnan, dan Lembah Bogor. go.id/20110104/kecamatan-
Melengkapi keindahan panorama ngargoyoso/ (Madirda)
Kemuning, puluhan cafe dan restoran
dibangun untuk memanjakan para 4. http://www.karanganyarkab.
pecinta kuliner. go.id/20101227/kecamatan-
tawangmangu/ (Grojogan Sewu)

5. http://www.karanganyarkab.go.id/
(Candi Sukuh)

Warta HortusMed Edisi 1 - 2020 41

B2P2TOOT TERKINI

Menyongsong Semangat Kerja Baru

“Jalan kesuksesan memang banyak, Namun kegiatan motivasi pembinaan pegawai di
jika tidak dibarengi dengan usaha, ketekunan aula R.M Santoso yang mentori oleh dr.
dan doa juga percuma.” Begitulah kira-kira Andri Putranto dari FK UNS Solo sebagai
kata-kata motivasi yang sering kita baca di narasumber dan motivator guna menambah
media sosial atau media daring lainnya. Kata semangat pegawai dengan penyampaian
mutiara sebagus apapun juga akan percuma materinya yang khas.
jika tidak ada tindakan nyata.
Acara dibuka oleh Kepala Balai Besar Litbang
Awal tahun baru tentunya harus dibarengi TOOT, Akhmad Saikhu, Dalam acara tersebut
dengan semangat baru, sistem dan cara Beliau juga memberikan beberapa arahan
kerja baru yang lebih efektif, efisien, output dan motivasi kepada seluruh pegawai agar
maksimal dan target tercapai begitulah kira- pencapaian positif tahun sebelumnya bisa
kira motivasi untuk meningkatkan kinerja ditingkatkan lagi di tahun 2020. Beliau
kita dikantor. berharap agar hasil karya positif yang
bermanfaat bagi masyarakat bisa tercapai
Produktif dalam bekerja memang sangat dan semakin meningkatkan pelayanan
dibutuhkan, mulai dari menyusun rencana kepada masyarakat.
kerja, membuat lingkungan kerja nyaman,
rapi, bersih serta mengatur skala prioritas
juga mempunyai andil besar untuk
capaian kinerja. Maka setiap pegawai
harus mempunyai cara kerja yang efektif,
merubah gaya kerja yang monoton untuk
meningkatkan produktifitas.

Untuk mewujudkan cita-cita diatas, maka
pada hari pertama masuk kerja tahun 2020
seluruh pegawai di B2P2TOOT mengadakan

42 Warta HortusMed Edisi 1 - 2020

Gerakan Hidup Sehat Minum Jamu

Pada tanggal 14 Februari 2020 berlangsung lebih baik bagi kesehatan dari pada produk
kegiatan minum jamu bersama di halaman kimiawi. Dunia saat ini sedang berlomba-
kantor Kementerian Kesehatan di Jakarta. lomba meningkatkan pemahaman dan
Kegiatan ini didahului oleh senam yang pengetahuan (race of knowledge) terkait
diikuti oleh para pegawai Kemenkes pemanfaatan tanaman obat, sampai ke
dilanjutkan dengan minum jamu bersama. hasil akhir berupa obat dan produk-produk
Acara yang diawali dengan senam bersama herbal.
ini diikuti juga oleh beberapa Kementerian
serta lembaga lain Menteri Kesehatan Riset Tumbuhan Obat dan Jamu (Ristoja)
Terawan Agus Putranto hadir sekaligus yang dilaksanakan oleh Balai Besar Litbang
memberikan arahan dalam kegiatan ini. Tanaman Obat dan Obat Tradisional, telah
menghasilkan database pengetahuan
Dari masa ke masa bangsa Indonesia sudah etnofarmakologi berupa informasi ramuan
mengenal bagaimana cara untuk menjaga obat tradisional sebanyak 33.000 ramuan
kebugaran tubuh. Salah satunya , yaitu yang secara empiris terbukti mampu
dengan memanfaatkan ramuan tradisional menjaga kesehatan masyarakat, yang terdiri
yang berasal dari tanaman obat asli dari 2.800 spesies tumbuhan obat.
Indonesia dan dimasyarakat biasa disebut
Jamu.

Jamu digunakan untuk pencegahan penyakit,
pemeliharaan kesehatan, pemulihan,
kebugaran bahkan kecantikan. Saat ini,
perkembangan dalam dunia pengobatan
telah mencapai pada cara pemahaman baru
yang meyakini bahwa semua yang berasal
dari alam akan memberikan manfaat yang

Warta HortusMed Edisi 1 - 2020 43

Selain identifikasi tumbuhan obat, Balai
Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat
Tradisional telah menghasilkan 12 formula
jamu saintifik. Di antaranya adalah formula
jamu saintifik untuk asam urat, tekanan
darah tinggi, wasir, radang sendi, kolesterol
tinggi, gangguan lambung, batu saluran
kencing, kencing manis, penurun berat
badan, dan pelancar ASI.

Gerakan minum jamu dapat dimulai di
keluarga. Ibu-ibu perlu diedukasi agar dapat
mengenali bahan jamu, cara meracik hingga
cara konsumsi. Anak-anak perlu dikenalkan
minum jamu untuk kesehatan.Dengan
membudayakan minum jamu, kesehatan
keluarga terjaga, dan anak-anak dapat
tumbuh menjadi generasi yang sehat, kuat,
dan cerdas.

Pada acara ini, Menkes mengajak minum
jamu bersama K/L (Kementerian/Lembaga)
di bawah Kemenko PMK (Pemberdayaan
Manusia dan Kebudayaan) sebagai salah satu
cara mengajak masyarakat memanfaatkan
jamu untuk menjaga kesehatannya.
B2P2TOOT turut berpartisipasi dalam
kegiatan ini dengan membuka pelayanan
klinik saintifikasi jamu, taman jamu dan
tanaman obat, minum jamu gratis, makanan
sehat serta pemberian buku terbitan.

44 Warta HortusMed Edisi 1 - 2020

Filosofi Hidup Jamu Gendong

Oleh Rina Indriani, A.Md. Kes (Staf Seksi Kerja Sama dan Jaringan Informasi)

Secara turun temurun masyarakat dagangannya dengan cara digendong dapat
Indonesia telah mengenal pengobatan diartikan bahwa mereka membawa barang
tradisional. Masyarakat memanfaatkan dagangan seperti membawa anaknya
tanaman berkhasiat obat sebagai bahan sendiri. Barang dagangan berupa jamu
obat tradisional atau yang disebut juga yang mereka buat sendiri adalah media
jamu. Jamu atau obat asli Indonesia adalah mencari rezeki yang harus dibawa dengan
salah satu warisan budaya Indonesia yang baik, ditawarkan dengan baik dan disajikan
sampai saat ini masih bertahan dan terus dengan baik. Dengan demikian, usaha
dilestarikan. Jamu dibuat dari bahan-bahan mencari rezeki dan rezeki yang didapat
alami dari tumbuhan, seperti daun, rimpang, diharapkan mendapat berkah dari Tuhan.
batang, buah, bunga, dan kulit batang.
Jamu memiliki khasiat untuk kesehatan Masyarakat menyukai jamu gendong karena
tubuh yaitu untuk mengurangi gangguan banyak manfaatnya untuk kesehatan dan
kesehatan dan untuk menjaga tubuh yang rasanya yang alami. Ragam rasa jamu
sehat agar tetap sehat dan bugar. dalam jamu gendong memiliki filosofi
penggambaran siklus hidup manusia. Urutan
Jamu dipasarkan dengan berbagai cara yaitu rasa dari kedelapan jamu ini adalah manis
dijual di depot jamu, toko obat, apotek dan asam, sedikit pedas-hangat, pedas, pahit,
yang paling populer adalah dijajakan dari tawar, hingga manis kembali. Urutan rasa
rumah ke rumah dengan cara digendong, tersebut melambangkan siklus kehidupan
sehingga disebut jamu gendong. Istilah jamu manusia sebagai berikut:
gendong sangat identik dengan tenggok
bambu dan ibu-ibu sebagai penjualnya, 1. Kunyit asam mempunyai rasa manis
meskipun kekinian jamu tersebut banyak asam. Rasa ini merupakan simbol dari
juga dijual oleh bapak-bapak dalam wadah kehidupan yang terasa manis waktu
yang bukan lagi tenggok. Jamu dalam wadah bayi hingga praremaja. Manfaat dari
botol kaca atau botol plastik dimasukkan jamu berbahan kunyit dan asam jawa ini
dalam tenggok dan digendong kemudian adalah antibiotik, pencegah sariawan,
dijual secara langsung kepada konsumen melancarkan haid dan mencegah nyeri
dari kampung ke kampung. haid.

Cara berjualan dengan menggendong 2. Beras kencur melambangkan kehidupan
menjadi sesuatu yang menarik. masa remaja. Pada masa remaja,
Menggendong dengan kain panjang seseorang baru sedikit mencicipi
merupakan salah satu ciri khas perempuan kehidupan yang sebenarnya yang
Jawa ketika membawa sesuatu. Ternyata ada kemudian dilambangkan dengan rasa
makna di balik membawa sesuatu dengan sedikit pedas. Beras kencur terbuat dari
cara digendong, menggendong identik beras, kencur, jahe, dan pandan. Khasiat
dengan seorang ibu yang menimang buah jamu ini adalah untuk menghilangkan
hatinya dalam gendongan. Maka dari itu, rasa kelelahan, mencegah batuk,
perempuan Jawa yang membawa barang menyaringkan suara, dan meningkatkan
nafsu makan.

Warta HortusMed Edisi 1 - 2020 45

3. Cabe puyang memiliki rasa pedas- memperlancar ASI pada Ibu yang
manis. Hal ini melambangkan kehidupan menyusui. Bahan jamu uyup-uyup
manusia yang mulai labil. Cabe puyang atau gepyokan, adalah katuk, kunyit,
berkhasiat untuk menghilangkan lelah, beluntas, kencur, temulawak dan asam
pencegah masuk angina dan penambah jawa,
nafsu makan. Jamu cabe puyang dibuat
dari cabai jawa, lempuyang, kunyit, 8. Sinom dapat diartikan sirep tanpa
kedawung, jahe dan asam jawa. nampa. Dalam bahasa Indonesia,
kalimat ini dapat bermakna diam (tidur/
4. Pahitan melambangkan fase kehidupan meninggal/moksa) tanpa meminta apa-
selanjutnya, meskipun pahit harus tetap apa. Rasa manis jamu ini melambangkan
dijalani. Jamu pahitan ini terbuat dari bahwa seseorang dilahirkan dengan
tanaman sambiloto, brotowali, serai, fitrah, harus kembali kepada Tuhan
lengkuas, pule, meniran, temulawak dengan keadaan fitrah juga. Sinom
dan temu hitam. Khasiat pahitan adalah berkhasiat untuk pencegah sariawan
untuk penyembuhan penyakit gatal- dan peluntur lemak. Daun asam, kunyit,
gatal, sebagai jamu bersih darah dan kayu manis, kapulaga adalah bahan-
anti alergi. bahan yang diperlukan untuk membuat
jamu sinom.
5. Kunci sirih merupakan simbol bahwa
setelah melewati kepahitan, kehidupan Demikian uraian singkat tentang filosofi
akan menjadi lebih baik. Jadi, kunci hidup jamu gendong, obat tradisional
sirih memiliki makna bahwa kesuksesan warisan leluhur yang bermanfaat dan
hidup seseorang diraih setelah melewati mengandung banyak hikmat. Pada
perjuangan. Jamu kunci sirih berkhasiat kandungannya terdapat senyawa berkhasiat
untuk mengobati keputihan, sehingga dan pada cita rasanya tersirat ajaran-ajaran
sangat baik untuk perempuan. Jamu ini luhur kehidupan. Mari kita biasakan minum
dibuat dengan bahan temu kunci, jahe, jamu untuk menjaga tubuh tetap sehat dan
sirih, majakani, asam jawa dan kunyit. bugar sekaligus menjaga warisan budaya
bangsa yang kaya makna. Salam sehat
6. Kudu laos merupakan jamu penghangat. dengan Jamu!!
Jamu ini melambangkan fase kehidupan
manusia harus mampu mengayomi Pustaka:
dan menjadi penghangat bagi semua
orang. Berkhasiat untuk mengurangi Sukini. 2018. Jamu Gendog Solusi Sehat
tekanan darah tinggi dan menurunkan Tanpa Obat. Kementerian Pendidikan
kolesterol. Kudu laos merupakan jamu dan Kebudayaan Badan Pengembangan
yang dibuat dari mengkudu, lengkuas, dan Pembinaan Bahasa.
bawang putih, asam jawa, cabe jamu,
kedawung dan pandan. Wulandari, Rahmy Ayu & Azrianingsih,
Rodiyati. 2014. Etnobotani Jamu
7. Jamu uyup-uyup/gepyokan bersifat Gendong Berdasarkan Persepsi
Produsen Jamu Gendong di Desa
penetral. Jamu ini melambangkan Karangrejo, Kecamatan Kromengan,
Kabupaten Malang. Jurnal Biotropika,
pengabdian diri seutuhnya seorang Vol. 2 No. 4.

hamba kepada Tuhannya. Jamu

uyup-uyup/gepyokan berkhasiat

46 Warta HortusMed Edisi 1 - 2020

Pengobatan Tradisional Keterampilan: Pijat

Oleh Ummi Hanifah, A.Md. Kes (Staf Seksi Kerjasama dan Jaringan Informasi)

Pengobatan tradisional menjadi salah abad 8-9 SM di Candi Borobudur dan Candi
satu pilihan masyarakat Indonesia untuk Prambanan yang menggambarkan raja dan
mengatasi gangguan kesehatan terlebih ratu sedang dipijat.
lagi dengan slogan “back to nature” yang
sekarang menjadi trend di negeri ini. Pijat merupakan suatu gerakan manipulasi
Pengobatan tradisional di Indonesia terbagi jaringan lunak di area seluruh tubuh untuk
menjadi dua cara penatalaksanaan, yaitu memberikan kenyamanan kesehatan. Pijat
dengan menggunakan ramuan dan terapi dilakukan dengan telapak tangan, jari-
keterampilan. Pengobatan tradisional jari tangan, alat pijat dan bantuan media
dengan menggunaan ramuan atau biasa lainnya. Terapi ini dapat dilakukan selama
disebut dengan jamu dilakukan oleh 15-90 menit tergantung kondisi tiap individu.
hampir semua suku yang ada di Indonesia. Terapi pijat bermanfaat untuk membantu
Hal ini tercermin dari jumlah informasi mengurangi gangguan kesehatan jika
ramuan hasil Riset Tumbuhan Obat dan dilakukan dengan baik dan benar. Beberapa
Jamu (Ristoja) yang dilakukan 3 kali pada manfaat pijat diantaranya adalah untuk
tahun 2012, 2015, 2017 dan menghasilkan melancarkan peredaran darah, pencernaan,
32.014 ramuan dari 405 etnis di 34 provinsi membantu mengatasi kesulitan tidur, dan
yang disurvey. Ramuan jamu tidak hanya merilekskan tubuh. Untuk meminimalkan
berasal dari tanaman saja. Ramuan dibuat terjadinya efek samping, maka dianjurkan
dari bahan tanaman, hewan, mineral dan untuk tidak melakukan terapi pijat pada
sediaan sarian (galenik) atau campuran seseorang yang sedang mengalami demam,
dari bahan-bahan. Sedangkan pengobatan menderita gangguan penyakit kulit menular,
tradisional dengan keterampilan dapat dan gangguan jantung. Terapis juga tidak
dilakukan menggunakan teknik manual, boleh memijat bagian tubuh yang terdapat
terapi energi dan terapi olah pikir. Salah luka memar, luka baru, varises dan pada
satu contoh pengobatan tradisional dengan tulang sendi yang meradang atau bergeser.
keterampilan yaitu pijat yang termasuk
dalam teknik manual. Seiring perkembangan zaman banyak jenis-
jenis pijat yang sekarng dengan mudah kita
Pijat menjadi salah satu terapi tertua di temukan. Beberapa contohnya adalah pijat
Indonesia yang sampai sekarang masih refleksi, pijat urut, pijat aromaterapi, pijat
digunakan. Catatan tertua tentang sejarah batu panas, pijat otot dan lain-lain. Pijat
pijat di terdapat pada catatan kedokteran batu panas dilakukan dengan batu panas
zaman Mesir Kuno (Papyrus Ebers) dan yang telah direndam dalam air panas. Batu
pada catatan kedokteran tentang pijat dari tersebut dilekatkkan pada titik-titik tubuh
India sekitar tahun 1800 SM. Di Indonesia yang terganggu dan diletakkan dengan
terapi pijat sudah digunakan dari zaman perlahan. Pijat aromaterapi menggunakan
dahulu dan turun temurun masih digunakan minyak esensial tertentu yang dioleskan
sampai sekarang. Penggunaan pijat dari ke tubuh. Minyak esensial yang digunakan
jaman dahulu diketahui dari adanya relief bisa berbagai jenis seperti aecalyptus dan
lavender. Minyak tersebut bisa digunakan

Warta HortusMed Edisi 1 - 2020 47

secara tunggal maupun dicampur dengan Stres dan Lelah
minyak lainnya. Penggunaan minyak https://www.cnnindonesia.com/gaya-
tersebut dapat digunakan untuk relaksasi hidup/20170225073958-255-196091/
dan mengurangi stress. pijat-seni-penyembuh-tertua-untuk-
stres-dan-lelah
Pijat otot dilakukan untuk membantu
mengatasi masalah pada jaringan otot dan
jaringan bawah otot. Pijat ini dilakukan
dengan sedikit penekanan kemudian
bergerak lambat menyusuri otot. Salah
satu manfaat pijat otot untuk membantu
mengatasi otot kaku atau nyeri otot. Pijat
urut dilakukan dengan ibu jari tangan
berputar disekitar sumbu tubuh (garis tulang
belakang) dan disertai pergerakan stimulant
dengan telapak tangan untuk melakukan
pengurutan, pemerasan dan tekanan pada
permukaan. Gerakan tersebut bertujuan
untuk memperbaiki sirkulasi aliran darah.

Pada masa milenium ini tingginya target
dan aktivitas pekerjaan, serta dan mobilitas,
memberikan beban yang lebih besar kepada
tubuh sehingga tubuh menjadi meudah
lelah. Oleh karena itu, beragam jenis pijat
dengan manfaatnya untuk merelaksasi
tubuh dan mengurangi stres sangat relevan
untuk dijadikan solusi dalam menjaga
kesehatan dan kebugaran tubuh. Mari kita
gunakan pijat secara benar untuk kesehatan
diri hari ini, esok dan nanti.

Sumber :

1. Body of Knowledge Sistem Pengobatan
Tradisional Indonesia – Badan
Penelitian dan Pengembangan
Kesehatan, Kementerian Kesehatan

2. Suranto, A. 2011. Pijat Anak. Jakarta:
Penebar Plus (Penebar Swdaya Grup).
https://books.google.co.id/s?id=CQF8C
gAAQBAJ&printsec=frontcover#v=one
page&q&f=false

3. Suarsyaf, H.Z. Sumekar, D.W. 2015.
Pengaruh Terapi pijat terhadap
Konstipasi. Majority Vol.4 (9) :98-102.

4. Pijat, ‘Seni’ Penyembuh Tertua untuk

48 Warta HortusMed Edisi 1 - 2020


Click to View FlipBook Version