The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by B2P2TOOT Tawangmangu, 2021-01-04 22:58:09

Warta Hortusmed 2020 Edisi 2

Warta Hortusmed 2020 Edisi 2

Assalamualaikum wr wb POJOK REDAKSI

Salam Sehat

Selamat bertemu kembali dengan Warta HortusMed, majalah enam bulanan yang
diterbitkan oleh Balai Besar Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional. Di
penghujung warsa 2020 ini WHM menyapa semua pecinta tanaman obat dan jamu di
nusantara yang telah setia mengikuti informasi di beragam media yang dikelola oleh
B2P2TOOT. Pada volume ini WHM mengusung tema penanganan Covid-19 di Badan
Litbangkes.

Pandemi Covid-19 dihadapi oleh hampir semua negara di dunia termasuk Indonesia
dengan kesiapan dan strategi yang berbeda-beda. Dalam hal penanganan pandemi, hal
pertama yang dibutuhkan di negeri ini adalah komitmen pemerintah dalam menjalankan
kebijakan penanganan pandemi yang telah diputuskan. Selanjutnya komitmen tersebut
akan efektif jika seluruh lapisan masyarakat peduli dan mematuhi protokol kesehatan
pencegahan Covid-19.

Warta edisi 2 tahun 2020 merangkum artikel dengan topik utama “Penanganan Covid-19”.
Tulisan utama tentang pengelolaan laboratorium Biomedis sebagai laboratorium
rujukan nasional sekaligus koordinator laboratorium pengujian sampel Covid-19. Tokoh
inspiratif yang ditampilkan dalam rubrik Sosok adalah Kepala Puslitbang Biomedis dan
Teknologi Dasar Kesehatan, Badan Litbang Kesehatan. Pembentukan Satgas Covid-19
dan kiprahnya di B2P2TOOT juga menjadi tulisan menarik sebagai bagian dari topik
utama tersebut. Rubrik-rubrik lain semacam Opiniku, Serba-serbi, dan Travel disajikan
dengan ringan namun diharapkan tetap menjadi informasi yang bermanfaat. Dalam
rubrik motivasi, pembaca diajak mengistirahatkan sejenak pikiran dan rasa bersalah,
menjadikan momen nol detik untuk berkontemplasi dan muhasabah. Tulisan singkat
ini sangat cocok dengan momen akhir tahun yang dimaknai oleh banyak orang sebagai
waktu untuk melakukan kilas balik sekaligus menyiapkan perjalanan di tahun baru.

Tim redaksi Warta HortusMed mengucapkan terima kasih atas kesetiaan para pecinta
tanaman obat dan jamu dalam mengikuti perjalanan WHM hingga edisi ini. Kami juga
mengajak pembaca yang budiman untuk mengikuti anjuran kesehatan agar terhindar
dari bahaya virus Corona. Mari lakukan physical distancing, pakailah masker, rajinlah
mencuci tangan dan bila perlu minumlah jamu. Selanjutnya kami minta bantuan para
pembaca sekalian untuk menyampaikan kritik dan saran sebagai bahan evaluasi dan
perbaikan majalah ini dengan cara mengirimkan surel ke [email protected]
atau pesan ke nomor 081392910500.

Wassalamualaikum wr. wb.

Bravo Jamu!!

Warta HortusMed Edisi 2 - 2020 1

Susunan Redaksi: DAFTAR ISI
Pengarah
Kepala B2P2TOOT 1 POJOK
REDAKSI
Pemimpin Redaksi
Awal Prichatin K.D 2 DAFTAR
ISI
Redaktur
Tri Widayat 3 TOPIK
Kristoforus Ivan PW UTAMA

Layout dan Grafis 9 SOSOK
Antonius Febrian Pulung 12 TANAMAN OBAT & OBAT

Sekretariat TRADISIONAL
Hanida Ila Ayu Fattureni
16 OPINIKU
Redaksi Bidang 19 SERBA - SERBI
Program,Kerjasama 29 SEPUTAR
dan Jaringan Informasi
Balai Besar Penelitian dan KESEHATAN
Pengembangan Tanaman
Obat dan obat tradisional 32 MOTIVASI
Jl.Raya Lawu No.11 34 TRAVEL
Tawangmangu Karanganyar 40 B2P2TOOT
Jawa Tengah 57792
Telp.0271-697010 TERKINI
Fax.0271-697451
49 RESEP KITA
2 Warta HortusMed Edisi 2 - 2020 51 SURAT

PEMBACA

52 TTS/KUIS

“Jejaring TOPIK UTAMA
Laboratorium
Pemeriksaan
COVID-19”

Wawancara dengan

Dr. dr. Vivi Setiawaty, M.Biomed

(Kepala Pusat Penelitian dan
Pengembangan Biomedis dan
Teknologi Dasar Kesehatan, Badan
Litbangkes - Kemenkes RI)

Dalam Warta HortusMed edisi 2 tahun 2. Bagaimana peran laboratorium Badan
2020 ini, Dr. dr. Vivi Setiawaty, M.Biomed Litbangkes sebagai laboratorium
menyampaikan tentang proses pemeriksaan rujukan nasional untuk pemeriksaan
spesimen COVID-19 serta laboratorium spesimen COVID-19?
jejaringnya. Secara eksklusif hasil wawancara
Bu Vivi oleh Repoter Warta HortusMed, Sesuai dengan Keputusan Menteri
Kristoforus Ivan PW tertuang dalam poin-
poin Q&A berikut ini: Kesehatan Nomor HK.01.07/

1. Mohon penjelasan singkat tentang MENKES/405/2020 tentang Jejaring
laboratorium nasional yang dikelola
Puslitbang Biomedis dan Teknologi Laboratorium Pemeriksaan CORONA
Dasar Kesehatan
VIRUS DISEASE 2019 (COVID-19),
Laboratorium Puslitbang Biomedis
dan Teknologi Dasar Kesehatan adalah maka tugas dari Laboratorium rujukan
laboratorium penyakit infeksi yang
mempunyai fasilitas BSL-2 dan BSL- nasional pemeriksaan COVID-19 yaitu:
3. Laboratorium telah terakreditasi
WHO untuk beberapa penyakit infeksi a. Menerima spesimen untuk
dan menjadi laboratorium rujukan
nasional untuk penyakit-penyakit infeksi pemeriksaan COVID-19atau
penyebab KLB.
konfirmasi hasil pemeriksaan dari

laboratorium pemeriksa COVID-19;

b. Menyusun standar operasional

prosedur mengenai pengambilan,

pengelolaan, dan pemeriksaan

spesimen COVID-19;

c. Melakukan rekapitulasi hasil

pemeriksaan dariseluruh

laboratorium pemeriksa COVID-19

danmelaporkan kepada Kepala

Warta HortusMed Edisi 2 - 2020 3

Badan Penelitian danPengembangan menerima sampel dengan kisaran
antara 600 s.d 1000 sampel per hari.
Kesehatan dan Direktur Jenderal Terkait SDM COVID-19, laboratorium
mempunyai 3 tim inti yaitu Tim
Pencegahan dan Pengendalian Penerima Spesimen (dengan anggota
sebanyak 4-5 orang per hari), Tim Entry
Penyakit dengan tembusan kepada Data Allrecord (anggota sebanyak 4-5
orang per hari) dan juga Tim Pemeriksa
Menteri Kesehatan; Laboratorium (sebagai tenaga Ekstraksi
dan PCR) sebanyak 8-10 orang per hari.
d. Melakukan uji pemantapan mutu Mulai September kami juga
mendapatkan tenaga bantuan Tim
secara samplingterhadap spesimen Pemeriksa tenaga ATLM dari PPSDM
sebanyak 6 orang.
positif dan negatif berdasarkanhasil
5. Berapa banyak jejaring laboratorium
pemeriksaan yang dilakukan oleh yang dilibatkan dalam pemeriksaan
ini?
laboratoriumpemeriksa COVID-19;

e. Mengirimkan tes panel pemeriksaan

COVID-19 kelaboratorium pemeriksa

COVID-19 dalam rangka pemantauan

mutu eksternal (Quality Assurance/

Quality Control); dan Melakukan

supervisi dan pembinaan teknis

kelaboratorium pemeriksa

COVID-19.”

3. Seperti apakah proses pemeriksaan Hingga saat ini sebanyak 466
spesimen dari pasien hingga sampai laboratorium telah menjadi bagian
laboratorium? jejaring laboratorium pemeriksa
COVID-19. Jejaring laboratorium ini
Laboratorium Puslitbang Biomedis terdiri dari laboratorium yang berada
dan Teknologi Dasar Kesehatan hanya di bawah Kementerian Kesehatan dan
menerima spesimen dari Fasyankes Kementerian lain, serta laboratorium
dan Laboratorium lainnya. Proses swasta.
pemeriksaan dilaksanakan dari tahap
Registrasi Spesimen, dilanjutkan 6. Kendala apa yang dihadapi dalam
dengan Isolasi/Ekstraksi RNA sebelum pemeriksaan spesimen COVID-19 ini?
dilanjutkan dengan pemeriksaan
realtime PCR. Selanjutnya hasil Alhamdulillah, hingga saat ini tidak
pemeriksaan akan dilaporkan secara
tertulis (hardcopy dengan tanda tangan ada kendala yang berarti terkait teknis
dan cap resmi) dan juga hasil dilaporkan
(di-entry) melalui aplikasi Allrecord. pemeriksaan Laboratorium. Kendala

4. Berapa jumlah spesimen COVID-19 yang umum dihadapi justru dari
yang diperiksa setiap hari?
spesimen yang dikirim dari Dinkes/
Saat ini Laboratorium Puslitbang
Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Fasyankes/Laboratorium lainnya.

4 Warta HortusMed Edisi 2 - 2020 Beberapa waktu lalu masih ada beberapa

spesimen yang dikirim masih tidak sesuai

pedoman penanganab COVID-19 (sesuai

Permenkes No. 413/2020), termasuk

juga di dalamnya kelengkapan kuesioner

pasien yang sering tidak lengkap. Tetapi

saat ini dengan adanya komunikasi yang dalam pengembangan vaksin COVID-19
efektif antara Laboratorium Litbangkes dalam berbagai aspek, terutama
dan pengirim spesimen, permasalahan dalam pelaksanaan uji klinis vaksin
terkait spesimen sudah jauh berkurang COVID-19. Keterlibatan ini baik sebagai
dari sebelumnya. penyelenggara uji klinis maupun
dalam hal pemeriksaan pengujian
7. Apakah yang dilakukan agar proses laboratorium sampel uji klinis vaksin
pemeriksaan berjalan dengan yaitu uji netralisasi yang membutuhkan
maksimal serta seusai dengan fasilitas laboratorium BSL 3. Uji
standar pemeriksaan spesiemen yang netralisasi ini merupakan uji serologi
diberlakukan? untuk mengetahui respon imun dari
partisipan uji klinis dengan mereaksikan
Pemeriksaan harus mengikuti kaidah virus COVID-19 dengan antibodi peserta
uji klinis.
standar pemeriksaan Biomolekuler, Selain itu, Badan Litbangkes turut
berperan serta untuk mensekuens
dengan mengedepankan aspek keseluruhan genom Virus SARS-CoV-2.
Data genom bias digunakan sebagai data
Biosafety (Keselamatan Hayati) dan dan informasi dasar bagi pengembangan
vaksin. Genom tersebut sudah diupload
Biosecurity (Keamanan Hayati). di GISAID.

Kaidah standar pemeriksaan Warta HortusMed Edisi 2 - 2020 5

biomolekuler diberlakukan secara

komprehensif, mulai dari Persyaratan

Gedung/Ruangan, Persyaratan

Peralatan, Persyaratan SDM, dan juga

Persyaratan yang berkaitan dengan

Good Laboraty Practise. Persyaratan

Laboratorium dapat dirujuk ke

Kepmenkes No. 405/2020.

8. Adakah target-target yang dicapai
dalam pemeriksaan spesimen
COVID-19 ini?

Target pastinya adalah spesimen
yang diterima segera dapat diketahui
hasilnya. Mengingat hasil Laboratorium
digunakan sebagai dasar tracing dan
pencegahan penularan lainnya.

9. Lalu Bagaimana dengan peran Badan
Litbangkes dalam pengembangan
vaksin Covid-19?

Badan Litbangkes turut berperan di

Beberapa fakta penggunaan jamu oleh
masyarakat selama pandemi Covid 19

Oleh: Fanie Indrian Mustofa, M.Ph
(Peneliti B2P2TOOT)

Pandemi Covid 19 masih harus dihadapi kesehatan yang ditujukan kepada para
hingga kini. Dengan menerapkan adaptasi Gubernur dan Bupati/Walikota di seluruh
kebiasaan baru (new normal), masyarakat Indonesia. SE tersebut diterbitkan dengan
kembali beraktivitas untuk memulihkan mempertimbangkan Peraturan Menteri
kondisi perekonomiannya. Selain mematuhi Kesehatan No 109 tahun 2016 tentang
potokol kesehatan pencegahan Covid Upaya Pengembangan Kesehatan Tradisional
19, meningkatkan imunitas merupakan Melalui Asuhan Mandiri Pemanfaatan
hal yang penting untuk dilakukan. Obat Taman Obat Keluarga dan Keterampilan
tradisional dapat menjadi alternatif upaya dan Peraturan Pemerintah Nomor 103
preventif untuk meningkatkan pertahanan tahun 2014 tentang Pelayanan Kesehatan
tubuh terhadap virus. Jamu merupakan Tradisional.
obat tradisional Indonesia yang telah lama
dikenal dan digunakan secara empiris oleh Fakta penggunaan jamu oleh masyarakat
masyarakat untuk mencegah dan mengatasi untuk meningkatkan daya tahan tubuh
berbagai masalah kesehatan. Jamu adalah selama wabah covid-19 │ B2P2TO2T telah
kearifan lokal bangsa yang dapat berperan melakukan suarvei penggunaan jamu pada
untuk mencegah Covid 19 secara mandiri masyarakat untuk meningkatkan daya tahan
tanpa tergantung pada negara lain. tubuh selama pandemi Covid 19. Sebanyak
1524 responden berpartisipasi dalam studi
Pada awal pandemi di Indonesia, media ini, 72% berasal dari Pulau Jawa, terutama
mengabarkan adanya kelangkaan beberapa dari Provinsi Jawa Tengah (29,7%), sisanya
jenis bahan jamu, terutama jahe dan kunyit. berasal dari 4 provinsi lainnya. Sebagian
Hal tersebut dipicu oleh meningkatnya besar responden adalah wanita (68%),
minat masyarakat terhadap jamu untuk berumur 30-42 tahun. memiliki latar
meningkatkan imunitas tubuh. Tak hanya belakang pendidikan tinggi, yaitu minimal
di Indonesia, di USA dan China juga terjadi Diploma 4 (74,7%), dan merupakan pekerja
peningkatan permintaan herbal untuk tetap (62,07%). Gambaran umum tingkat
meningkatkan imunitas. pengetahuan, sikap dan praktik responden
terhadap penggunaan jamu termasuk dalam
Untuk mendorong peran aktif masyarakat kategori sedang/cukup. Poin penting yang
dalam menjaga kesehatannya, terutama perlu menjadi catatan adalah pengetahuan
pada masa kedaruratan pandemi Covid 19, responden terhadap keamanan jamu dirasa
Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan masih kurang.
menerbitkan SE Nomor HK.02.02/
IV/243/2020 tentang pemanfaatan obat Terdapat kecenderungan umum masyarakat
tradisional untuk pemeliharaan kesehatan, mempercayai bahwa jamu aman dikonsumsi
pencegahan penyakit dan perawatan karena terbuat dari bahan alami, dan fokus

6 Warta HortusMed Edisi 2 - 2020

masyarakat lebih pada

manfaat, bukan pada

risiko yang mungkin

meyertainya. Hal

tersebut sesuai

dengan temuan

dalam studi ini bahwa

terdapat sebanyak

28,96% responden

menyatakan bahwa

jamu tidak memiliki efek

samping sama sekali,

dan sebanyak 19,52%

menyatakan tidak tahu.

Temuan lain adalah sebanyak

64,9% responden menyatakan

bahwa semakin sering minum

jamu, daya tahan tubuh akan makin

kuat untuk mencegah Covid 19.

Penggunaan jamu oleh masyarakat untuk Di
meningkatkan daya tahan tubuh selama masa
masa pandemi Covid-19 adalah sebanyak pandemi Covid
79%, dan sisanya tidak melakukan. Sebanyak 19, pemanfaatan TOGA merupakan cara
97,9% responden mengaku pernah minum memperoleh bahan baku jamu yang paling
jamu sebelum pandemi, namun hanya murah dan aman, karena tidak terpengaruh
45,9% yang minum secara rutin. Sebanyak permintaan pasar, mudah diperoleh tanpa
55,7% menyataan lebih sering minum harus ke pasar, terhindar dari pemalsuan
jamu dibandingkan sebelumnya, dan bahan (adulterasi) dan lebih higienis.
sebanyak 39,2% menambah jenis jamu yang
diminumnya selama wabah Covid 19. Masyarakat telah memiliki pengetahuan,
sikap dan praktik penggunaan jamu yang
Terkait dengan informasi kelangkaan cukup/sedang, namun demikian keamanan
beberapa bahan baku jamu pada awal jamu nampaknya belum menjadi perhatian.
pandemi Covid 19, studi ini mengungkapkan Dengan adanya SE Ditjen Yankes yang
bahwa lebih dari 50% responden menyatakan memberikan petunjuk pemanfaatan obat
tidak sulit mendapatkan bahan jamu selama tradisional secara aman dan beberapa
pandemi. Lima besar bahan jamu yang rekomendasi ramuan untuk meningkatkan
paling banyak digunakan oleh responden daya tahan tubuh, diharapkan pemerintah
adalah jahe, kunyit, serai, temulawak dan daerah semakin mendorong masyarakat
kayu manis. Sebanyak 986 responden untuk menggunakan jamu dengan bijak di
membuat sendiri jamu yang dikonsumsinya. masa pandemi Covid 19.

Warta HortusMed Edisi 2 - 2020 7

Referensi the treatment of COVID-19 through
Antonelli M, Donelli D, Maggini V, Firenzuoli
improving immune system function?
F. 2020. Phytotherapic compounds
against coronaviruses: possible streams Journal of Infection and Public Health
for future research. Phytotherapy
Research; Hoboken. http://dx.doi. 13: 893–896. https://doi.org/10.1016/j.
org/10.1002/ptr.6712
Chen L, Hu C, Hood M, Zhang X, Zhang L, jiph.2020.05.009
Kan J, Du J. 2020. A Novel Combination
of Vitamin C, Curcumin and Glycyrrhizic Torri MC. 2013. Knowledge and Risk
Acid Potentially Regulates Immune and
Inflammatory Response Associated with Perceptions of Traditional Jamu
Coronavirus Infections: A Perspective
from System Biology Analysis Liang Medicine among Urban Consumers.
Chen 1 , Chun Hu 2, Molly Hood 3, Xue
Zhang 1, Lu Zhang 1, Juntao Kan 1 and European Journal of Medicinal Plants:
Jun Du 1,. Nutrients 12: 1–17. Available
from: https://search.proquest.com/w/2 25–39. https://doi.org/10.9734/
395447087/89647E99C60B4C94PQ/4?a
ccountid=169732 (May 12, 2020). EJMP/2013/1813
Elfahmi, Woerdenbag HJ, Kayser O.
2014. Jamu: Indonesian traditional Vandebroek I, Pieroni A, Stepp JR, Hanazaki
herbal medicine towards rational
phytopharmacological use. Journal of N, Ladio A, Alves RRN, Picking D, Delgoda
Herbal Medicine 4: 51–73. https://doi.
org/10.1016/j.hermed.2014.01.002 R, Maroyi A, van Andel T, Quave CL,
Lim MA, Pranata R. 2020. The insidious
threat of jamu and unregulated Paniagua-Zambrana NY, Bussmann RW,
traditional medicines in the COVID-19
era. Diabetes & Metabolic Syndrome Odonne G, Abbasi AM, Albuquerque
14: 895. https://doi.org/10.1016/j.
dsx.2020.06.022 UP, Baker J, Kutz S, Timsina S, Shigeta
Media KC. 2020. Virus Corona Merebak,
Omzet Pedagang Empon-empon Naik M, Oliveira TPR, Hurrell JA, Arenas PM,
200 Persen. KOMPAS.com. Available
from: https://regional.kompas.com/ Puentes JP, Hugé J, Yeşil Y, Pierre LJ,
read/2020/03/04/17123081/virus-
corona-merebak-omzet-pedagang- Olango TM, Dahdouh-Guebas F. 2020.
empon-empon-naik-200-persen (April
3, 2020). Reshaping the future of ethnobiology
Nilashi M, Samad S, Yusuf SYM, Akbari
E. 2020. Can complementary and research after the COVID-19 pandemic.
alternative medicines be beneficial in
Nature Plants 6: 723–730. https://doi.
8 Warta HortusMed Edisi 2 - 2020
org/10.1038/s41477-020-0691-6

WHO. 2020. WHO announces COVID-19

outbreak a pandemic. WHO announces

COVID-19 outbreak a pandemic.

Available from: https://www.euro.

who.int/en/health-topics/health-

emergencies/coronavirus-covid-19/

news/news/2020/3/who-announces-

covid-19-outbreak-a-pandemic (July 13,

2020).

Yunita NW. 2020. Tentang Empon-empon

yang Disebut Bisa Tangkal Virus Corona

di Indonesia. detiknews. Available

from: https://news.detik.com/

berita/d-4929528/tentang-empon-

empon-yang-disebut-bisa-tangkal-virus-

corona-di-indonesia (April 3, 2020).

SOSOK

Dr. dr. Vivi Setiawaty, M.Biomed

Tokoh yang hadir dalam Warta HortusMed Edisi 2 Tahun 2020 ini adalah Dr. dr. Vivi Setiawaty,
M.Biomed. Sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi
Dasar Kesehatan, Badan Litbangkes - Kemenkes RI, Bu Vivi (akrab disapa) bertugas mengawal
jalannya pemeriksaan spesimen COVID-19 di Badan Litbangkes yang menjadi Laboratorium
Rujukan Nasional serta jejaring laboratorium yang ada di seluruh Indonesia. Wanita kelahiran
Bengkulu 25 Januari 1971 ini menyelesaikan pendidikan sarjana hingga doktoralnya di
Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia di Jakarta dan mengawali karir sebagai peneliti di
Badan Litbang Kesehatan.

1. Bagaimana Ibu mengawali karier di Kementerian Kesehatan?
Saya bergabung di Kemenkes pada tahun 2005, di Puslitbang Penyakit Menular, menjadi
peneliti dibawah bimbingan alm Dr. Endang R Sedyaningsoh, MPH, Dr.PH.

2. Dalam masa pandemi ini bagaimana peran Ibu dalam mengawal laboratorium
pemeriksaan spesimen COVID-19?
Laboratorium Penelitian Penyakit Infeksi, Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar
Kesehatan sudah menjadi laboratorium penyakit infeksi emerging. Sebagai laboratorium
EID, harus selalu siap dengan segala macam penyakit yang menjadi public health
emergency of international concern (pheoc).

3. Bagaimana Ibu dan para peneliti membangun semangat untuk terus bekerja menerima
sampel yang tidak sedikit untuk diteliti setiap hari?
Ikhlas dan berharap ridho Allah SWT, bahwa melakukan pemeriksaan adalah membantu
masyarakat dan Allah SWT pasti akan menjaga kita dan keluarga.

Warta HortusMed Edisi 2 - 2020 9

4. Bagaimana Ibu terus menjaga kesehatan terutama di masa pandemi ini?
Selalu berusaha untuk bahagia… dengan berusaha dan berdoa. In syaa Allah

5. Apa arti keluarga, jabatan dan ibadah?
Semua adalah amanah dan menjadi bagian ibadah. In syaa Allah

6. Apakah Ibu sering minum jamu?
Akan sering bila disiapkan jamu nya…. hehehehe

7. Adakah pesan Ibu untuk B2P2TOOT Tawangmangu?
B2P2TOOT Tawangmangu agar terus berinovasi dan berkembang menjadi yang
diandalkan untuk pusat ilmu pengetahuan tanaman obat.

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama Lengkap : Dr. dr. Vivi Setiawaty, M.Biomed

NIP : 197101252005012001

Pangkat dan Golongan Ruang: Pembina Utama Muda, IV/c

Tempat Lahir/Tgl. Lahir : Bengkulu, 25 Januari 1971

Alamat Rumah : Mampang Prapatan XV No. 19-R RT 002 RW 004, Tegal
Parang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan – 12790

E-mail : Pribadi :

[email protected] / [email protected]oo.com /

[email protected]

Kantor :
[email protected] / [email protected]
gmail.com / [email protected]
(administrasi) / [email protected]
(laboratorium)

Pendidikan Formal di Dalam dan Luar Negeri

• SDN 05 PAGI JAKARTA- 1983

• SMPN 431 JAKARTA - 1986

• SMAN 8 JAKARTA – 1989

• SI FK UI DOKTER JAKARTA - 1995

• S2 FK UI PROGRAM STUDI ILMU BIOMEDIK - MAGISTER BIOMEDIK (M.Biomed)
JAKARTA - 2008

• S3 FK UI PROGRAM STUDI ILMU BIOMEDIK – DOKTOR JAKARTA 2013

10 Warta HortusMed Edisi 2 - 2020

Diklat Teknis di Dalam dan Luar Negeri
- Pendidikan & Pelatihan Pra Jabatan (Diklat Prajab) Gol. III Balai Pelatihan
Kesehatan Cilandak - 2006
- Pendidikan & Pelatihan Fungsional Peneliti Tingkat Pertama Angkatan XXIX LIPI
Tahun 2006 Pusbindiklat Peneliti LIPI Cibinong - 2006
- Pendidikan & Pelatihan Jabatan Fungsional Peneliti LIPI Tingkat Lanjutan Gel. XII
Tahun 2014 Pusbindiklat Peneliti LIPI Cibinong - 2014
- Pelatihan Reviewer Penelitian Angkatan II Tahun 2019 Hotel Sari Pacific Jakarta
(Pusat Pendidikan & Pelatihan, Ditjen Penguatan Riset dan Pengembangan,
Kemenristekdikti RI) - 2019

Riwayat Kepangkatan Golongan Ruang dan Penggajian
- Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Menkes RI (Ka Biro Kepegawaian) – 2005
- Pegawai Negeri Sipil (PNS) Menkes RI (Ka Biro Kepegawaian) – 2006
- Penata Muda Tk. I (Jabfung Peneliti sebagai Peneliti Muda) Menkes RI (Ka Bag
Pengembangan Pegawai) – 2008
- Penata Muda Tk. I (Jabfung Peneliti sebagai Peneliti Muda) Menkes RI (Ka Biro
Kepegawaian) – 2010
- Penata Menkes RI (Ka Biro Kepegawaian) – 2010
- Penata (Jabfung Peneliti sebagai Peneliti Muda) Menkes RI (Ka Biro Kepegawaian)
– 2012
- Penata Tk. I Menkes RI (Ka Biro Kepegawaian) – 2013
- Pembina Menkes RI (Ka Biro Kepegawaian) – 2013
- Pembina Tk. I Menkes RI (Ka Biro Kepegawaian) – 2017
- Pembina Utama Muda Presiden RI (Kepala Badan Kepegawaian Negara) – 2019

Pengalaman Jabatan/ Uraian Pekerjaan
- Peneliti (2005-2018)
- Penanggung Jawab Lab.Virologi (2009-2017)
- Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Upaya Kesehatan Masyarakat
Menteri Kesehatan RI (10 September 2018-31 Juli 2019)
- Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar
Kesehatan Menteri Kesehatan RI (1 Agustus 2019)

Warta HortusMed Edisi 2 - 2020 11

TANAMAN OBAT & Serupa Tapi Tak Sama
OBAT TRADISIONAL Pegagan vs Viola

Oleh: Prambayu Brenda Herera, A,Md
(Teknisi Litkayasa B2P2TOOT)

Sejak zaman dahulu masyarakat Indonesia lebih jauh tentang tanaman ini, terutama
telah mengenal dan menggunakan dari segi morfologi dan kelengkapan
tanaman berkhasiat obat sebagai upaya bagian tanamannya. Hal ini perlu dilakukan
menanggulangi masalah kesehatan. mengingat ada tanaman jenis lain yang
Masyarakat masih mempertahankan sangat mirip dengan pegagan, sehingga
penggunaan obat tradisional walaupun bisa salah mengidentifikasi. Terkait manfaat
telah terdapat fasilitas kesehatan serta obat yang ingin diperoleh dalam mengkonsumsi
modern karena dinilai memiliki efek samping tanaman obat, kebenaran bahan sangat
yang rendah dan harga yang lebih ekonomis. penting. Hal ini berkaitan dengan kandungan
Masyarakat Indonesia banyak menggunakan kimia masing-masing jenis tanaman
obat tradisional berbahan dasar tanaman, berbeda sehingga khasiatnya pada tubuh
salah satunya adalah pegagan (Centella juga berbeda. Salah satu tanaman yang
asiatica Urb.). sangat mirip terutama pada bagian daunnya
Pegagan sangat mudah dikenali terutama adalah tanaman viola yang dalam bahasa
bagi yang sudah terbiasa menggunakannya latin disebut dengan Viola odorata L. Oleh
sebagai tanaman obat. Akan tetapi, bagi yang karena itu, perlu diinformasikan perbedaan
belum mengetahui tentu perlu mengenal antara pegagan dan viola

Pegagan (Koleksi B2P2TOOT) Viola (Koleksi B2P2TOOT)

12 Warta HortusMed Edisi 2 - 2020

PEGAGAN VIOLA
Persebaran
Persebaran
Asia Tropik seperti Indonesia, India hingga Eropa dan Asia, tetapi sudah tersebar ke
Tiongkok dan berkembang dengan baik di Amerika dan Australia
kawasan panas lainnya.
Nama Lokal
viola, bunga violet
Nama Lokal
Morfologi
antanan (Sunda), kaki kuda (Sumatra), • Tanaman semak tahunan dengan tinggi
tikusan (Madura), gagan-gagan (Jawa), ±20 cm.
piduh (Bali) • Berbatang tegak, lunak berbentuk
silindris berwarna hijau keputih-putihan.
Morfologi • Daun tersusun dalam roset akar,
• Tanaman herba tahunan berimpang bentuk lonjong, ujung tumpul, pangkal
pendek dan stolon yang merayap bertorek, tepi beringgit, permukaan
sepanjang 10–80 cm. atas dan bawah berbintik, hijau tua
• Tergolong tanaman berbatang pendek • Bunga viola berbentuk corong dengan
sehingga sering dianggap tidak mahkota lonjong, muncul dari ketiak
berbatang. Geragih atau stolon tumbuh daun, berwarna ungu kebiruan.
berbuku-buku secara horizontal di atas • Bentuk buah viola kotak, bulat, warna
tanah dari batang tersebut. putih
• Daunnya berbentuk ginjal dengan • Biji viola berbentuk bulat, berwarna
pangkal membulat dan tepi beringgit, putih
hijau
• Bunga pegagan termasuk bunga Fitokimia
majemuk, bentuknya bulat telur dan Akar, daun dan tangkai daun mengandung
mahkota bunganya berwarna merah saponin dan polifenol
lembayung. Bunganya muncul dari
ketiak daun Farmakologi
• Bentuk buah pegagan kecil bergantung, obat bronkitis, batuk, kanker, demam,
lonjong dengan panjang 2-2,5 mm. infeksi saluran kencing, rematik, bersin,
• Biji buahnya berwarna coklat tua diuretik, gangguan ginjal dan hati, sakit
kepala, insomnia, pusing, kelelahan dan
Fitokimia juga dapat digunakan sebagai penangkal
Daun mengandung flavonoid, alkaloid, nyamuk dan obat pencahar.
polifenol dan soponin
Warta HortusMed Edisi 2 - 2020 13
Farmakologi
obat penyembuh luka, radang,
reumatik, asma, wasir, tuberkolosis,
lepra, disentri, demam dan penambah
darah, mempertajam daya ingat,
diuretik, insomnia, obat penenang, obat
penghilang sakit

Daun Pegagan (Koleksi B2P2TOOT) Bunga Pegagan (Koleksi B2P2TOOT)

Daun Viola (Koleksi B2P2TOOT) Bunga Viola (Koleksi B2P2TOOT)

Ramuan pegagan sebagai peluruh air seni perbedaan yaitu bagian pangkal daun yang
Siapkan ± 15gram serbuk daun pegagan tumpang tindih sedangkan pada pegagan
kering, diseduh dengan ½ gelas air matang pangkal daun memisah. Informasi tersebut
panas kemudian setelah dingin disaring, dapat dijadikan sebagai dasar pemanfaatan
hasil saringan tersebut diminum sekaligus. pegagan maupun viola yang sesuai dengan
kebutuhan.
Ramuan viola sebagai urus-urus
Siapkan ± 8gram akar segar viola, dicuci, Referensi
diparut dan diperas. Hasil perasan tersebut Bunga Violet: Manfaat-Efek Samping dan
ditambah dengan ½ gelas air matang panas,
diminum sekaligus pada waktu akan tidur. Cara Penggunaan. (2020, Oktober 22).
Retrieved from idnmedis.com: https://
Tanaman pegagan dan viola sepintas terlihat idnmedis.com/bunga-violet
mirip, sehingga dalam pemanfaatannya Harwoko., Pramono, S., & Nugroho, A.E.
perlu diketahui perbedaannya secara (2014). Triterpenoid-rich fraction of
spesifik. Perbedaan yang paling mencolok Centella asiatica leaves and in vivo
yaitu bentuk dan warna bunga. Pada daun antihypertensive activity. International
viola, jika diperhatikan secara seksama ada Food Research Journal, 21(1), 149-154.
Hutapea, J.R., dkk. (2000). Inventaris

14 Warta HortusMed Edisi 2 - 2020

Tanaman Obat Indonesia (I) Jilid 1. Retrieved from www.jitunews.
Badan Penelitian dan Pengembangan
Kesehatan. Jakarta. com: https://www.jitunews.com/
Mittal, P., Gupta, V., Goswami, M., Thakur,
N., & Bansal, P. (2015). Phytochemical read/24639/selain-jadi-tanaman-
and Pharmacological Potential of
Viola odorata. International Journal of hias-violet-pun-berkhasiat-herbal-ini-
Pharmacognosy, 2(5), 215-220.
Musyarofah, N., Susanto, S., Aziz, S.A., langkah-menanamnya
& Kartosoewarno, S. (2007). Respon
Tanaman Pegagan (Centella asiatica Wientarsih, I., Sjarif, S. Hr., & Hamzah, I.
L. Urban) Terhadap Pemberian Pupuk
Alami di Bawah Naungan. Buletin M. (2013). Aktivitas Antioksidan Fraksi
Agronomi, 35(3), 217-224.
Kusuma, A. M., Wahyuningrum, R., Metanol Daun Pegagan (Centella
& Widyati, T. (2014). Aktivitas
Antihiperurisemia Ekstrak Etanol Herba asiatica (L.) Urban). Fitofarmaka, 3(2),
Pegagan pada Mencit Jantan dengan
Induksi Kafein. Pharmacy, 11(1), 62-74. 2087-9164.
Pegagan, Herba Mungil Pemberi Asupan
Otak. (2020, Oktober 22). Retrieved from
greeners.co: https://www.greeners.
co/flora-fauna/pegagan-herba-mungil-
pemberi-asupan-otak/
Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban.).
(2020, Oktober 22). Retrieved from
pkht.ipb.ac.id: http://pkht.ipb.ac.id/
index.php/2018/03/23/pegagan-
centella-asiatical-urban/
Qureshi, M., Ahmadi, M., Mahjabeerr.,
Jahan, N., Baig, I. A., Fatima, N., Sharif,
H., Khan, Z., & Kiran, S. (2017). Diuretic
Activity of Centella asiatica (L.) Urban.
Hamdard Medicus, 60(3), 15-18.
Salmiwanti., Ilyas, A., & Saleh, A. (2016).
Isolasi Senyawa Metabolit Sekunder
Fraksi n-Heksana dari Daun Pegagan
(Centella asiatica L.) dan Uji Antibakteri
terhadap Mycobacterium tuberculosis.
Al-Kimia, 4(2), 52-63.
Selain Jadi Tanaman Hias, Violet pun
Berkhasiat Herbal. Ini Langkah
Menanamnya. (2020, Oktober 22).

Warta HortusMed Edisi 2 - 2020 15

OPINIKU Lindungi Tumbuhan Obat Indonesia !!

Oleh: Dian Susanti, SP
(Peneliti B2P2TOOT)

Indonesia, terkenal sebagai negara maritim Australia dan Asia. Persebaran flora di
dengan wilayah perairan yang sangat Indonesia secara umum terdiri dari flora
luas. Berdasarkan data BPS tahun 2019, Sumatra-Kalimantan, flora Jawa-Bali, flora
Indonesia memiliki 16.056 pulau baik besar Wallace dan flora Papua. Banyaknya jumlah
dan kecil dengan total wilayah seluas 1 916 pulau dengan letak geografis yang berbeda
906,77 km2. Indonesia menjadi salah satu dan dipisahkan oleh samudra menyebabkan
negara dengan tingkat keragaman flora dan beragam perbedaan meliputi perbedaan
fauna yang tinggi di Dunia. Jauh lebih tinggi iklim yang dipengaruhi oleh unsur suhu,
dibandingkan dengan Amerika Selatan kelembaban udara, angin, curah hujan, dan
dan Afrika yang memiliki iklim tropis. Flora sinar matahari; perbedaan edafik (tanah)
dan fauna yang beragam dipengaruhi oleh yang dipengaruhi oleh unsur-unsur kimiawi
banyak faktor fisik, yaitu curah hujan, serta sirkulasi air dan udara yang berbeda;
garis lintang, dan ketinggian. Jenis flora di perbedaan topografi yang dipengaruhi oleh
Indonesia kurang lebih sebanyak 25.000 unsur ketinggian tempat dari permukaan
jenis atau lebih dari 10% jenis tumbuhan di laut; perbedaan biologis yang terdiri atas
seluruh dunia. unsur makhluk hidup yang menempati suatu
Letak geografis sangat mempengaruhi pulau baik manusia, hewan, tumbuhan, dan
persebaran flora dan fauna di Indonesia. organisme lainnya.
Persebaran flora negara Indonesia Hutan di Indonesia menduduki urutan ketiga
dipengaruhi oleh letaknya di daerah tropis terluas di dunia, yang mencakup hutan tropis
dan letaknya diantara dua benua yaitu dan hutan hujan yang terletak di Kalimantan

16 Warta HortusMed Edisi 2 - 2020

dan Papua. Data Forest Watch Indonesia masyarakat sebagai bahan baku obat herbal
(FWI) tahun 2013 menyatakan bahwa 82 terstandar/fitofarmaka .
hektar luas daratan Indonesia yang masih Pengetahuan tradisional suatu negara
tertutup oleh hutan. Hutan di Indonesia yang didalamnya mencakup pengetahuan
umumnya adalah jenis hutan hujan tropis tradisional terkait keanekaragaman
yang terdiri dari pohon-pohon tinggi, iklim hayati dan ekspresi budaya tradisional.
yang hangat, curah hujan yang tinggi (lebih Keanekaragaman hayati meliputi
dari 1.200 mm/tahun) dan memiliki musim Sumber Daya Genetik (SDG) berupa
kering yang pendek. Persebaran hutan hujan tumbuhan, hewan, mikrobiologi yang
tropis terbagi menjadi tiga wilayah, yaitu dapat diwariskan, dimanfaatkan atau
hutan hujan tropis wilayah barat mencakup berpotensi untuk dimanfaatkan oleh
Pulau Kalimantan, Pulau Sumatra, dan manusia dan memberikan nilai ekologi,
Pulau Jawa, dengan spesies pohon dominan genetik, sosial, ekonomi, ilmu pengetahuan
family Dipterocarpaceae; hutan hujan tropis pendidikan, budaya, rekreasi, dan estetika
wilayah timur mencakup Papua, Maluku, keanekaragaman hayati bagi manusia.
serta pulau-pulau kecil sekitarnya; dan Kekayaan SDG yang dikombinasikan
hutan hujan tropis wilayah peralihan yang dengan pengetahuan tradisional dapat
merupakan perpaduan dari wilayah barat menghasilkan suatu produk atau proses
yang dipengaruhi Asia dan wilayah timur tertentu yang memiliki nilai komersial yang
yang dipengaruhi Australia tinggi. Maraknya klaim SDG negara Indonesia
Indonesia juga memiliki masyarakat dari yang dilakukan oleh negara lain, contohnya
berbagai etnis dengan ragam kebudayaan kasus pematenan beras basmati India oleh
dan pengetahuan tradisional yang sangat salah satu perusahaan Amerika, pematenan
menarik. Salah satu pengetahuan lokal pohon neem dari India sebagai obat anti
yang menjadi kekayaan budaya Indonesia serangga yang dilakukan oleh perusahaan
adalah pengetahuan pengobatan tradisional Jepang, dan pematenan tumbuh-tumbuhan
dengan memanfaatkan tumbuhan dan asli Indonesia seperti brotowali, cabe jawa,
hewan yang terdapat di sekitar masyarakat. sambiloto dan lain-lain sebagai bahan
Riset Tanaman Obat dan Jamu (Ristoja) yang kosmetik yang pernah dilakukan oleh
dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan perusahaan Shiseido-Jepang, menjadi
pada tahun 2012, 2015 dan 2017 yang gambaran bahwa tindakan “biopiracy”
mengangkat mengenai pengetahuan lokal atau pembajakan pengetahuan tradisional
yang dimiliki oleh etnis-etnis besar di berbasis SDG memberikan kerugian
Indonesia menghasilkan informasi terkait berlipat ganda bagi pemilik pengetahuan
jenis tumbuhan obat yang biasa digunakan (masyarakat pemangku pengetahuan).
secara lokal. Jumlah informasi tumbuhan Pengetahuan obat tradisional adalah bagian
berkhasiat obat yang digunakan oleh etnis- dari lingkup kekayaan intelektual yang
etnis di Indonesia sekitar 47.466 dan baru secara konseptual timbul dari kemampuan
sekitar 4.479 spesies tumbuhan obat yang intelektual manusia dengan pengorbanan
teridentifikasi. Dari jumlah keseluruhan waktu, tenaga, dan dana. Kekayaan
tumbuhan berkhasiat obat yang berhasil intelektual pada pengobatan tradisional
diidentifikasi belum semua dikembangkan terbentuk melalui proses mencipta atau
dan dimanfaatkan untuk kepentingan mengkreasikan bahan-bahan yang berasal

Warta HortusMed Edisi 2 - 2020 17

dari sumberdaya alam untuk menjadi obat kesejahteraan masyarakat lokal di Indonesia
atau media penyembuhan. sebagai pemilik komunal atas varietas
Upaya perlindungan terhadap pengetahuan lokal dan menjadi bentuk penghargaan
obat tradisional ini harus dimulai dengan terhadap masyarakat atas perannya dalam
kesadaran masyarakat untuk menjaga dan melestarikan varietas lokal sebagai salah
mengeksplorasi pengetahuan tanaman satu bagian dari kekayaan negara Indonesia.
tradisional. Tanpa adanya kesadaran Perlindungan varietas tanaman obat perlu
masyarakat, pengetahuan masyarakat dilakukan dengan peningkatan jalinan
lokal tentang tanaman obat akan mudah kerjasama antara Kementerian Kesehatan
di bajak dan dikomersilkan secara industri, selaku “stakeholder” dan Kementerian
dan berdampak kerugian bagi daerah serta Pertanian selaku instansi pelaksana
negara. PVT dalam hal pendaftaran tumbuhan
Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) berkhasiat obat dan pemanfaatannya. Hal
merupakan salah satu upaya untuk ini perlu dilakukan karena selain sebagai
memberikan perlindungan yang diberikan salah satu bentuk upaya perlindungan SDG
negara yang diwakili oleh Pemerintah tumbuhan berkhasiat obat lokal Indonesia,
dan pelaksanaannya dilakuan oleh Kantor pendaftaran PVT bermanfaat untuk
Perlindungan Varietas Tanaman atas produk memberikan jaminan bahan baku tanaman
berupa bibit/benih hasil proses alami obat bagi industri dan “stakeholder”
maupun hasil pemuliaan tanaman dalam lainnya terkait dengan autentifikasi varietas
bentuk varietas lokal ataupun varietas tanaman obat yang digunakan, memberikan
tanaman baru. Perlindungan ini penting jaminan bagi petani pembudidaya tanaman
mengingat fakta bahwa Indonesia memiliki obat terkait kejelasan varietas, produktivitas
puluhan ribu jenis tumbuhan berkhasiat dan kestabilan varietas tanaman obat yang
obat dan baru sekitar sepersekian persen ditanam, serta memberikan legalitas pada
yang teridentifikasi serta dimanfaatkan kegiatan komersialisasi bahan benih/bibit
oleh masyarakat. Undang-Undang Nomor tanaman obat guna mendukung industri
29 Tahun 2000 (UU-PVT) mengatur obat herbal terstandar/fitofarmaka.
mengenai penguasaan varietas lokal yaitu
bahwa varietas lokal milik masyarakat
dikuasai oleh Negara dan mengatur
mengenai penguasaan varietas tanaman
yang dihasilkan dari kegiatan pemuliaan
tanaman.
Upaya perlindungan terhadap varietas
tanaman lokal dalam pemanfaatannya,
juga dilakukan dengan adanya perjanjian
“Benefit Sharing” yang mengacu pada pasal
1313 KUH Perdata dan PP No. 13 Tahun
2004. Dengan adanya upaya perlindungan
melalui PVT dan perjanjian “Benefit
Sharing” dalam pemanfaatan varietas
lokal, diharapkan dapat meningkatkan

18 Warta HortusMed Edisi 2 - 2020

SERBA-SERBI

Obat Tradisional Sangat Penting Cegah Stunting

Oleh: Ahdiyat Firmana, S.Sn
(Pranata Humas Ahli Pertama Sekretariat Badan Litbang Kesehatan)

Tawangmangu, Menteri Koordinator Bidang kembali serta mendukung upaya riset
Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, dan pengembangan tanaman obat dan
Prof. Muhadjir Effendy menyinggung masalah obat tradisional agar dapat diperkaya dan
stunting dalam sambutan kunjungan kerja di dimoderinsasi atau bahkan menjadi produk
Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat fitofarmaka melalui peran Badan POM.
Tradisional (B2P2TOOT), Tawangmangu, 8
Oktober 2020. Pada kesempatan ini, Menko bersama
Kepala Badan POM, Kepala Puslitbang
Dijelaskan bahwa tugas Menko PMK Sumberdaya dan Pelayanan Kesehatan dan
memastikan pembangunan manusia Kepala B2P2TOOT, mengunjungi kebun
berjalan dengan baik dimulai dari 1000 percobaan dan produksi Tlogodlingo dan
hari pertama kehidupan hingga memasuki turut serta memanen tanaman obat jenis
dunia kerja. Oleh karena itu, pemerintah Thyme dan Chamomile.
fokus mengatasi masalah stunting dan obat
tradisional berperan sangat penting. Khasiat Thyme mampu melawan infeksi
penyakit yang disebabkan bakteri dan
“Jadi sebetulnya sejak jaman dulu peranan jamur, juga digunakan sebagai aroma terapi,
obat tradisional itu sangat penting, biasanya pencuci mulut (mouth wash) dan bumbu.
dulu seorang istri atau suami sebelum Sedangkan Chamomile mampu mengobati
berumah tangga sudah menguasai berbagai sakit perut, penenang ringan, penyembuhan
jenis tanaman untuk menjaga agar bayi luka dan iritasi kulit.
dikandungnya dapat tumbuh baik”, ujar
Muhadjir. Sebelum bertolak, Menko menyempatkan
diri meninjau laboratorium pasca panen
Muhadjir kemudian meminta warisan melihat proses awal pengolahan tanaman
leluhur yang sudah ada ini dihidupkan obat sebelum menjadi simplisia. (AF)

Warta HortusMed Edisi 2 - 2020 19

Pemberian Bantuan Masker kepada 21 Puskesmas
di Kabupaten Karanganyar

Bertempat di kantor Dinas Kesehatan Kebakkramat, Puskemas Karanganyar,
Kabupaten Karanganyar, pada hari Rabu 29 Puskesmas Gondangrejo, Puskesmas
Juli 2020 B2P2TOOT memberikan bantuan Karangpandan, Puskesmas Tasikmadu,
masker untuk Puskesmas yang berada di Puskesmas Colomadu, Puskesmas
wilayah Kabupaten Karanganyar. Kepala Ngargoyoso dan Puskesmas Jenawi.
B2P2TOOT, Akhmad Saikhu, M.SC.PH
menyerahkan langsung bantuan tersebut
secara simbolis kepada Plt. Kepala Dinas
Kesehatan Kabupaten Karanganyar, dr.
Purwati, SKM, M. Kes.

Kegiatan pemberian bantuan masker oleh
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan
Tanaman Obat dan Obat Tradisional
Tawangmangu kepada 21 Puskesmas yang
ada di 17 Kecamatan di wilayah Kabupaten
Karanganyar ini dilakukan dalam rangka
pencegahan penyebaran Covid-19.

3 Tim dari B2P2TOOT bergerak memberikan
bantuan masker ke Puskemas yang ada
di Wilayah Kabupaten Karanganyar yaitu
Puskesmas Tawangmangu, Puskesmas
Kerjo, Puskesmas Matesih, Puskesmas
Jaten, Puskesmas Jatiyoso, Puskesmas
Jumapolo, Puskesmas Jatipuro, Puskesmas

20 Warta HortusMed Edisi 2 - 2020

Advokasi Naskah Rekomendasi ke Dinkes Provinsi
Jawa Tengah

Pandemi Covid-19 memaksa semua orang Pemanfaatan Taman Obat Keluarga dan
untuk bersikap bijak terhadap upaya Keterampilan dan Peraturan Pemerintah
pencegahan penyakit yang ditimbulkan Nomor 103 tahun 2014 tentang Pelayanan
oleh virus SARS-CoV-2 tersebut. Salah satu Kesehatan Tradisional. Oleh karena itu
upaya pencegahan yang dilakukan oleh pemerintah daerah perlu memberikan
masyarakat dengan penuh kesadaran adalah arahan kepada masyarakat untuk mandiri
meningkatkan daya tahan tubuh dengan menjaga kesehatan selama pandemi
cara mengonsumsi tanaman obat atau jamu. Covid-19 dengan memanfaatkan tanaman
Obat tradisional dapat menjadi alternatif obat secara aman dan tepat.
upaya preventif untuk meningkatkan daya
tahan tubuh, selama vaksin dan antivirus B2P2TO2T telah melakukan studi
yang terbukti secara klinis belum dapat penggunaan jamu pada masyarakat
diproduksi secara resmi. untuk meningkatkan daya tahan tubuh
selama pandemi Covid-19. Sebanyak 1524
Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan responden berpartisipasi dalam studi ini,
menerbitkan SE Nomor HK.02.02/ 72% berasal dari Pulau Jawa, terutama
IV/243/2020 tentang pemanfaatan obat dari Provinsi Jawa Tengah (29,7%), sisanya
tradisional untuk pemeliharaan kesehatan, berasal dari 4 provinsi lainnya. Sebagian
pencegahan penyakit dan perawatan besar responden adalah wanita (68%),
kesehatan yang ditujukan kepada para berumur 30-42 tahun, memiliki latar
gubernur dan bupati/walikota di seluruh belakang berpendidikan tinggi, yaitu
Indonesia. SE tersebut diterbitkan minimal Diploma 4 (74,7%), dan merupakan
dengan mempertimbangkan Peraturan pekerja tetap (62,07%).
Menteri Kesehatan No. 109 tahun 2016
tentang Upaya Pengembangan Kesehatan Hasil studi menunjukkan bahwa penggunaan
Tradisional melalui Asuhan Mandiri jamu oleh masyarakat untuk meningkatkan
daya tahan tubuh selama masa pandemi

Warta HortusMed Edisi 2 - 2020 21

Covid-19 adalah sebanyak 79%, dan edaran (SE) yang ditujukan kepada bupati/
sisanya tidak melakukan. Sebanyak 97,9% wali kota di Provinsi Jawa Tengah dengan isi
responden mengaku pernah minum jamu sebagai berikut:
sebelum pandemi, namun hanya 45,9%
yang minum secara rutin. Sebanyak 55,7% 1. Menetapkan kebijakan daerah
menyataan lebih sering minum jamu di tingkat kabupaten/kota dalam
dibandingkan sebelumnya, dan sebanyak penyelenggarakan kestrad di
39,2% menambah jenis jamu yang wilayahnya, terutama untuk
diminumnya selama wabah Covid-19. pencegahan Covid-19.

Terkait dengan informasi kelangkaan 2. Mengusulkan kajian tanaman obat
beberapa bahan baku jamu pada awal
pandemi Covid-19, studi ini mengungkapkan yang spesifik di tiap daerah untuk
bahwa lebih dari 50% responden menyatakan
tidak sulit mendapatkan bahan jamu selama meningkatkan daya tahan tubuh, yang
pandemi. Lima besar bahan jamu yang
paling banyak digunakan oleh responden manfaat dan keamanannya dapat
adalah jahe, kunyit, serai, temulawak
dan kayu manis. Sebanyak 986 partisipan dipertanggungjawabkan, kepada
membuat sendiri jamu yang dikonsumsinya.
Berdasarkan Riskesdas 2018, proporsi pemerintah pusat melalui pemerintah
penggunaan TOGA oleh masyarakat di 4
provinsi berada dibawah angka nasional provinsi.
(24,6%). Terdapat kemungkinan masyarakat
memperoleh bahan baku yang sudah siap 3. Mendorong dan memberdayakan
pakai, karena pemanfaatan TOGA di Pulau peran aktif masyarakat dalam upaya
Jawa tergolong rendah. pengembangan kestrad dengan
melakukan perawatan kesehatan
Masyarakat telah memiliki pengetahuan, mandiri terhadap masalah kesehatan
sikap dan praktik penggunaan jamu yang ringan dengan memanfaatkan TOGA
cukup/sedang, namun dengan demikian secara tepat, terutama di masa
keamanan jamu nampaknya belum menjadi pandemi Covid-19.
perhatian. Dengan adanya SE Ditjen Yankes
yang memberikan petunjuk pemanfaatan
obat tradisional secara aman dan beberapa
rekomendasi ramuan untuk meningkatkan
daya tahan tubuh, diharapkan pemerintah
daerah semakin mendorong masyarakat
untuk menggunakan jamu dengan bijak
di masa pandemi Covid-19. Sehubungan
dengan hal tersebut, rekomendasi
B2P2TOOT kepada Kepala Dinas Kesehatan
Provinsi di Pulau Jawa mengusulkan kepada
para gubernur agar menerbitkan surat

22 Warta HortusMed Edisi 2 - 2020

Kesimpulan provinsi.

Mengacu pada proses advokasi yang 4. Mendorong dan memberdayakan
diselenggarakan oleh B2P2TOOT pada peran aktif masyarakat dalam upaya
tanggal 18 September 2020 diketahui bahwa pengembangan kestrad dengan
4 (empat) rekomendasi yang disampaikan memanfaatkan TOGA secara tepat.
kepada Pemerintah Daerah Provinsi Jawa
Tengah melalui Dinas Kesehatan Provinsi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa
adalah sebagai berikut: Tengah menerima rekomendasi kebijakan
yang disampaikan dengan menyatakan
1. Menetapkan kebijakan daerah bahwa:
di tingkat kabupaten/kota dalam
penyelenggarakan kestrad di 1. Gubernur memiliki komitmen yang
wilayahnya, terutama untuk kuat terhadap kesehatan tradisional
pencegahan Covid-19.
2. Istilah kesehatan tradisional dapat
2. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota diganti dengan pengobatan nusantara
melakukan edukasi khasiat dan untuk menghilangkan stigma kuno dan
keamanan jamu pada masyarakat tidak ilmiah terhadap obat tradisional.
selama masa pandemi.
3. Mari tumbuhkan komitmen bersama
3. Mengusulkan kajian tanaman obat untuk melakukan riset, menghasilkan
produk obat tradisional, hingga
yang spesifik di tiap daerah untuk menggunakan produk tersebut dalam
fasilitas pelayanan kesehatan.
meningkatkan daya tahan tubuh, yang
4. Minum jamu jangan hanya saat terjadi
manfaat dan keamanannya dapat pandemi.

dipertanggungjawabkan, kepada 5. Mari perkuat pengembangan bahan
baku jamu karena masih banyak bahan
pemerintah pusat melalui pemerintah jamu yang diadakan melalui impor dari
luar negeri.

Tindak Lanjut

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah
mengajak semua pihak untuk bersinergi
dalam kerangka jejaring penta helix untuk
memperkuat riset dan pengembangan obat
tradisional agar diperoleh produk yang dapat
dimanfaatkan dalam pelayanan kesehatan
formal. Penggunaan produk obat tradisional
(misal fitofarmaka) membutuhkan
komitmen dari provider khususnya IDI.

Warta HortusMed Edisi 2 - 2020 23

Selintas Sinta 2
Jurnal Tumbuhan Obat Indonesia

Oleh : Fitri Handayani, S.IP

(Pustakawan Ahli Muda B2P2TOOT)

Siang itu, tanggal 16 September 2020 anak negeri, yang meliputi kinerja peneliti,
bertepatan dengan acara Workshop Jurnal kinerja jurnal, serta kinerja institusi selain
Daring yang menghadirkan salah satu sebagai alat pengukur IPTEK, juga menjadi
narasumber dari Direktur Pengelolaan alat pengindeks internasional sebagai arsip
Kekayaan Intelektual Kemristek Dikti, Dirjen jurnal, dan karya ilmiah lainnya.
yang membawahi publikasi ilmiah, jurnal
umbuhan Obat Indonesia (Jurnal TOI) Kenapa harus SINTA?
mendapat kabar gembira dengan keluarnya
hasil reakreditasi dari peringkat 3 menjadi Sinta merupakan alat pengindeks Sistem
peringkat 2. Peningkatan peringkat tersebut informasi penelitian berbasis web
tertuang dalam SK Menteri Riset dan ini diprakarsai oleh Direktur Jenderal
Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional Penguatan Penelitian dan Pengembangan,
Nomor 148/M/KPT/2020 tanggal 3 Agustus Kementerian Riset Teknologi dan Dikti
2020. SINTA (Science and Technology Republik Indonesia pada 2016 yang lalu,
Index), pahatan kata peringkat akreditasi dan diluncurkan pada awal tahun 2017.
dalam publikasi ilmiah, merupakan portal SINTA mengindeks peringkat seluruh jurnal
yang dikembangkan oleh Kementerian nasional terakreditasi yang telah diterbitkan
Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi oleh ARJUNA, lembaga yang ditunjuk untuk
(Kemristekdikti) sebagai sarana untuk melakukan penilaian untuk penjaminan
mengkomunikasikan karya IPTEK anak- mutu jurnal ilmiah melalui kewajaran
penyaringan naskah, kelayakan pengelolaan,

24 Warta HortusMed Edisi 2 - 2020

dan ketepatan waktu penerbitan Jurnal diri dengan submit di Arjuna dikarenakan
Ilmiah, ke dalam enam kategori, yang terdiri jurnal TOI hendak mensubmit di DOAJ,
dari SINTA 1 s/d SINTA 6 (Riset Teknologi dan sama halnya dengan Sinta, DOAJ merupakan
Pendidikan Tinggi, 2018). lembaga pengindeks yang sudah bereputasi
internasional. Selang tiga bulan kemudian
Perjalanan Jurnal Tumbuhan Obat hasil yang diharapkan telah datang, Jurnal
Indonesia (TOI) dalam pengajuan akreditasi TOI mendapat peringkat Sinta 2.
jurnal diawali tanggal 14 September 2017,
mendaftar ke ARJUNA serta submit ke DOAJ Faktor penentu keberhasilan dalam
namun dalam proses yang berjalan hasil dari meningkatkan peringkat antara lain:
pengajuan akreditasi mendapat peringkat 3
terhitung Volume 9, Nomor 1 Tahun 2016 1. Penamaan Terbitan Jurnal
dan DOAJ mendapatkan feedback untuk
mensubmit ulang. Dalam Undang-undang 2. Kelembagaan Penerbit
keberkalaan ilmiah peringkat 3 bukanlah
termasuk yang diperhitungkan dalam 3. Manajemen penerbitan
pemenuhan angka kredit atau dengan kata Bahwa dalam proses keseluruhan
lain belum terakreditasi nasional. Berangkat dari submit sampai dengan publish
dari situlah tim jurnal TOI memacu semangat semua sudah melalui sistem OJS
untuk terus berusaha memperbaiki kualitas
baik secara substansi artikel maupun 4. Substansi artikel
manajemen penerbitan. Langkah yang
ditempuh untuk meningkatkan kapasitas Nilai tertinggi ditentukan oleh substansi
pengelola melalui workshop, seminar dan artikel dan manajemen penerbitan
untuk kualitas artikel, penyaringan semakin
diperketat dengan tujuan mendapatkan Selain faktor penentu di atas ada yang hal
artikel yang baik dan sesuai dengan menarik juga dalam penilaian reakreditasi
focus and scope jurnal TOI, timeline pun ini, namanya kunjungan unik (uniqiue visit)
disusun untuk memantau perkembangan sebuah kunjungan yang menggambarkan
distribusi artikel yang kemudian tertuang aktivitas pengguna dalam memanfaatkan
dalam SOP untuk menjadi acuan dari artikel jurnal dengan cara membukanya.
dan ke mitra bestari ataupun sebaliknya, Kunjungan unik diperoleh dengan kerja
upaya membenahi diri terus dilakukan dan keras tim dan dukungan stake holder, dari
diupayakan, kordinasi antar tim semakin nilai dan status yang telah diperoleh semoga
ditingkatkan, hingga akhirnya tibalah jurnal TOI semakin berjaya dan dapat
dipenghujung masa akreditasi habis dan menembus reputasi internasional.
pengelola jurnal TOI melakukan rekareditasi,
setelah sebelumnya melakukan evaluasi Dengan peringkat Sinta 2 ini, jurnal TOI
diri pada tanggal 9 Maret 2020, mendapat telah masuk dalam kluster Jurnal Nasional
nilai 75, seolah mendapat kepercayaan diri, bereputasi semoga menjadi pelecut
akhirnya tim Jurnal TOI submit di Arjuna semangat bagi tim pengelola jurnal TOI
pada tanggal 19 Juni 2020, terdapat jeda untuk terus berbenah, mengukuhkan
yang cukup lama antara penilaian evaluasi kesolidan dalam tim, cermat menyaring
artikel, dapat publish tepat waktu serta
dapat menambah jumlah artikel dalam
terbitannya. Tabik

Warta HortusMed Edisi 2 - 2020 25

Pengukuhan Profesor Riset Badan Litbangkes

Ketua Majelis Pengukuhan Profesor Riset wanita yang dapat melakukan multi peran.
mengukuhkan lima profesor riset asal Badan Menurutnya hasil pemikiran yang digagas
Penelitian dan Pengembangan Kesehatan kelima profesor riset dalam orasi sangat
(Badan Litbangkes) pada Kamis, 3 Desember relevan dengan upaya dalam membangun
2020 di Aula Siwabessy, Kementerian kesehatan ke depan. Seperti diketahui
Kesehatan. Indonesia masih menghadapi beban ganda
penyakit. Disaat penyakit menular belum
Lima Profesor Riset tersebut adalah dituntaskan, penyakit tidak menular terus
Sri Irianti, SKM, M.Phil, Ph.D di bidang meningkat.
kesehatan lingkungan, Dr. Ekowati Rahajeng,
S.K.M., M.Kes di bidang epidemiologi dan Lebih lanjut, Sekjen Kemenkes turut
biostatistik, Dr. Rustika, SKM., MKes di menyampaikan harapan Menteri Kesehatan
bidang epidemiologi dan biostatistik, Dr. kepada Badan Litbangkes, bahwa agar Badan
Ir. Yuli Widiyastuti, M.P di bidang tanaman Litbangkes dapat memberikan kontribusi
obat dan obat tradisional, serta Dr. drg. dalam merekomendasikan inovasi intervensi
Indirawati Tjahja Notohartojo., Sp. Perio di kesehatan untuk menjawab berbagai
bidang epidemiologi dan biostatistik.. tantangan dan permasalahan kesehatan.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Menutup sambutannya, Sekjen berharap
drg. Oscar Primadi mewakili Menteri pengukuhan tersebut memacu semangat
Kesehatan menyampaikan apresiasi serta motivasi bagi peneliti lain di
terhadap orasi profesor riset sebagai salah Kementerian Kesehatan untuk terus
satu pembuktian konsistensi, komitmen, berkarya dan berkontribusi nyata bagi
kerja keras, dan karya nyata dari SDM pembangunan kesehatan serta memberikan
kementerian Kesehatan. Tak hanya itu, Oscar karya terbaiknya bagi bangsa, negara serta
juga mengungkapkan lebih membanggakan masyarakat.
lagi karena kelima profesor adalah para

26 Warta HortusMed Edisi 2 - 2020

Dr. Ir. Yuli Widyastuti, M.P, Peneliti Ahli
Utama di B2P2TOOT Tawangmangu yang
turut dikukuhkan menjadi Profesor Riset
tersebut dalam orasinya menyampaikan
topik tentang “Pengembangan Parameter
Standar Simplisia Untuk Menjamin
Mutu dan Keamanan Obat Tradisional”.
Dalam penjelasannya, jaminan mutu dan
keamanan obat tradisional sangat penting
untuk otentifikasi simplisia dalam mencegah
praktik pemalsuan bahan baku obat
tradisional di masyarakat. Pengembangan
parameter standar simplisia dapat menjadi
acuan bagi industri obat tradisional
dan memicu industri bahan baku obat
tradisional.

Lima peneliti Badan Litbang Kesehatan
yang dikukuhkan menjadi Profesor Riset
tersebut telah mencapai jenjang tertinggi
karir peneliti bidang kesehatan. Kepada para
putri terbaik bangsa kami haturkan selamat
dan sukses atas pencapaiannya menjadi
profesor riset . Semoga hal ini menjadi
motivasi bagi para peneliti untuk terus
berkarya dan memberikan karya terbaiknya
untuk bangsa, negara, dan masyarakat.

Warta HortusMed Edisi 2 - 2020 27

Rapat Koordinasi Badan Litbangkes dan
Penandatanganan Perjanjian Kinerja 2020

Pada hari Jumat, 11 Desember 2020 (Kepala Badan Litbangkes Sebelumnya)
berlangsung kegiatan Rapat Koordinasi menyampaikan materi tentang “Kesiapan
Badan Penelitian dan Pengembangan dan Transformasi Badan Litbangkes menjadi
Kesehatan bertempat di B2P2TOOT Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan”.
Tawangmangu. Kegiatan yang dibuka Selanjutnya dilakukan Penandatangan
oleh Kepala Badan Litbangkes, dr. Slamet, Perjanjian Kinerja Tahun 2021 antara Kepala
MHP ini melibatkan seluruh satuan kerja Badan Litbangkes dan Satuan Kerja yang ada
di Badan Litbangkes seperti Sekretariat dibawahnya, beserta Puslitbang-Puslitbang
Badan Litbangkes, Puslitbang Biomedis dengan satuan kerja didaerah yang menjadi
dan Teknologi Dasar Kesehatan, Puslitbang ampuannya.
Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan,
Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat, Kegiatan ini ditutup dengan ramah tamah
Pulitbang Humaniora dan Manajemen serta pelepasan Kepala Puslitbang Sumber
Kesehatan, B2P2VRP Salatiga, B2P2TOOT Daya dan Pelayanan Kesehatan (Dr. dr.
Tawangmangu, Balai Litbangkes Magelang, Irmansyah, Sp.KJ(K)) yang mendapat
Balai Litbangkes Banjarnegara, Balai amanah baru untuk menjadi Sekretaris
Litbangkes Donggala, Balai Litbangkes Konsili Tenaga Kesehatan Indonesia dan dr.
Papua, Balai Litbangkes Tanah Bumbu, Balai Siswanto, MHP, DTM yang akan memulai
Litbangkes Baturaja, Balai Litbangkes Aceh, tugas di kantor WHO SEARO di New Delhi
Loka Litbangkes Pangandaran dan Loka India.
Litbangkes Waikabubak.

Agenda kegiatan dalam Rapat Koordinasi
ini adalah evaluasi kinerja tahun 2020
dan rencana kerja tahun 2021. Dalam
kesempatan lain, dr. Siswanto, MHP., DTM

28 Warta HortusMed Edisi 2 - 2020

TIPS DETOKSIFIKASI TUBUH SEPUTAR KESEHATAN
YANG MUDAH DILAKUKAN

Oleh: Hanida Ila Ayu Fattureni, A.Md

(Staf Seksi Kerjasama dan Jaringan Informasi, B2P2TOOT)

Kehidupan modern yang serba cepat sering latihan fisik dapat membantu mengeluarkan
kali membuat kita letih fisik, emosional dan zat-zat sisa yang tidak dibutuhkan oleh
mental. Pada akhirnya kita terjebak dalam tubuh.
kebiasan yang tidak sehat. Kehidupan serba Petunjuk bahwa setiap hari tubuh kita
modern ini membuat adanya pergeseran ke sudah melakukan detoksifikasi secara
pola makan siap saji dan olahan atau instan teratur adalah dengan siklus buang air
serta rendahnya aktivitas fisik. besar atau buang air kecil. Berkeringat, serta
Yang terbaik yang bisa kita lakukan pada bernafas mengeluarkan karbondioksida.
saat ini adalah memilih gaya hidup yang Namun, proses ini ada kalanya tidak
sehat, menjaga pola makan, dan perlu memadai, terutama jika jumlah toksik
diseimbangkan dengan detoksifikasi. yang terbentuk lebih banyak daripada yang
Detoksifikasi adalah suatu proses untuk dapat dikeluarkan. Detok juga digunakan
menghilangkan substansi racun di dalam sebagai terapis medis untuk peminum atau
tubuh dan merupakan proses alamiah tubuh pengguna obat-obatan terlarang.
untuk menetralkan atau mengeluarkan Cara – cara yang bisa dilakukan untuk
racun. Detoksifikasi juga mempunyai fungsi membantu detoksifikasi tubuh adalah
dalam membantu menurunkan berat sebagai berikut:
badan karena detoks terjadi pembatasan 1. Puasa
asupan energi. Namun, beberapa metode
detoksifikasi tidak dianjurkan untuk Detoksifikasi bisa dilakukan dengan
digunakan dalam waktu yang lama karena cara berpuasa. Dengan catatan, puasa
beresiko defisiensi zat gizi makro, seperti dilakukan dengan benar. Artinya,
protein dan lebih lanjut akan terjadi makanan yang dikonsumsi ketika sahur
penurunan massa otot. dan berbuka adalah makanan yang sehat
Pada dasarnya tubuh mempunyai dan jumlahnya tidak berlebihan. Puasa
kemampuan dalam menghilangkan racun dari makanan dan minuman dalam kurun
racun yang ada di dalam tubuh, baik itu waktu tertentu. Terutama makanan
yang berasal dari luar maupun dari dalam yang memerlukan proses metabolisme
tubuh sendiri. Organ yang berperan adalah panjang dalam tubuh dan makanan yang
kulit, paru-paru, saluran pencernaan (usus), mengandung senyawa-senyawa sintesis.
hati, dan ginjal. Sebagai alat eksresi, kulit Puasa adalah upaya tubuh untuk
mengeluarkan keingat. Keringat dikeluarkan memperbaiki diri secara holistik secara
tubuh dalam jumlah besar ketika melakukan spriritual dan secara fisikal menyehatkan
aktivitas berat dan berada di lingkungan diri. Puasa dengan pelaksanaan yang
yang panas. Pengeluaran keringat juga benar dan baik akan menjadikan daya
dipengaruhi oleh makanan, keadaan tubuh prima, penyakit yang menghantui
kesehatan, dan emosi. Berkeringat melalui kesehatan menghilang, berat tubuh ideal,
serta mampu menghambat penuaan dini

Warta HortusMed Edisi 2 - 2020 29

dan selalu terlihat lebih muda dari usia buah pada seseorang menyebabkan
sesungguhnya. kurangnya asupan serat sehari. Serat
2. Food Detoxs diperlukan untuk mempermudah
a. Air Putih/ Infused water pengeluaran kotoran dari usus besar.
Jika kotoran dari usus tidak tuntas
Upaya detox yang paling umum dan dibersihkan, akan semakin membusuk
efektif adalah dengan minuman dan menghasilkan gas beracun. Gas
dan atau makanan, Karena detox ini akan lebih mudah terserap melalui
dengan minuman - makanan mudah pori-pori halus pada dinding usus,
dilakukan, mudah didapatkan, mengalir dalam darah, dan masuk ke
enak, dan biasanya membuahkan sel-sel tubuh serta sewaktu-waktu
hasil maksimal dan cepat. Selama dapat menimbulkan penyakit. Cara
dilakukan dengan baik dan benar. detoksifikasi yang paling popular dan
Mengkonsumsi makanan tinggi serat, menyehatkan adalah menggunakan
contohnya buah segar diberi taburan jus buah dan sayuran. Detoksifikasi
Chia seed, Air/Infused water. Air secara intensif menggunakan jus
sejatinya juga ikut berperan dalam membutuhkan persiapan, misalnya
detoksifikasi yang befungsi untuk membiasakan diri lebih banyak
membantu pencernaan, mengatur mengonsumsi buah dan sayuran.
suhu tubuh, melumasi tulang dan Pasalnya, selama detoksifikasi hanya
persendian, membantu mengatur diperbolehkan mengonsumsi jus
metabolisme, serta membawa oksigen dan sayuran, misalnya pagi minum
dan nutrisi ke dalam sel. Karenanya, jus buah, siang harinya minum jus
minum air putih adalah hal terpenting sayuran. Detoksifikasi biasanya
yang dapat dilakukan untuk menjaga berlangsung sekitar tiga hari,
kesehatan tubuh. Bila kadar air dalam bergantung pada kondisi setiap
tubuh berkurang maka seseorang individu.
akan merasakan gejala seperti c. Membatasi makanan dan minuman
dehidrasi, dan keletihan. Sudah seperti gula, makanan berbahan
menjadi pengetahuan umum bahwa dasar tepung tepungan, garam dan
manusia memelukan asupan air putih lemak terutama lemak enuh dan
setidaknya 8 gelas setiap hari. Namun, lemak trans, serta rendah serat dan
pada praktiknya hal tersebut amat mikronutrien.
sulit untuk dilakukan. Sudah menjadi 3. Latihan Fisik
rahasia umum pula bahwa minum air Latihan fisik memang merupakan salah
putih dapat menambah energi tubuh satu hal yang membuat tubuh menjadi
sekaligus menurunkan berat badan. kembali bugar dan semakin fit. Namun,
Akan tetapi, rasa dari air putih kerap untuk memulainya sebagian orang
tak disukai. Sekarang sudah banyak seringkali merasa malas untuk melakukan
dikenalkan cara cara Menikmati rasa beberapa olahraga fisik tersebut.
air putih yang berbeda setiap hari. Padahal selain dapat meningkatkan daya
b. Terapi Jus tahan tubuh agar terhindar dari berbagai
Rendahnya konsumsi sayuran dan

30 Warta HortusMed Edisi 2 - 2020

gangguan kesehatan, latihan fisik juga Daftar pustaka :
dapat membuat bentuk tubuh menjadi Labibah zulfa dkk. 2019. Diet Detox –
semakin ideal. Hal ini lantaran latihan
fisik akan membakar kalori dan lemak Apakah sudah terbukti secara klinis. J
yang membuat tubuh terlihat gemuk Agromedicine. 6 (2):358
dan tak menarik. Latihan fisik untuk Ramayulis R. 2014. Detox is Easy. Jakarta:
meningkatkan daya tahan tubuh tersebut Penerbar Plus
juga harus diimbangi dengan berbagai Gunawan, Andang W. 2015. DETOKSIFIKASI:
gaya hidup sehat. Di antaranya yakni Membuang Tumpukan Racun Tubuh
dengan mengonsumsi berbagai makanan Secara Holistik. Bandung: Qanita
sehat hingga mengatur kebiasaan sehari- Bangun, A. Mengatasi Problem Pencernaan
hari. Latihan fisik bisa dilakukan dengan dengan Terapi Jus. Agromedia Pustaka
sit up, push up dan plank.
Berikut contoh resep detoksifikasi yang
dengan mudah diterapkan setiap hari :
Minuman Antilnflamasi
Bahan:
1. Chia seeds 1 sdm
2. Madu secukupnya
3. Jahe sejempol (optinal)
Caranya:
Rendam sebentar dalam air panas kurang
lebih 250-300 ml tunggu hangat baru dikasih
madu.
Minum selagi hangat

SEHAT DIMULAI DARI SAYA

Warta HortusMed Edisi 2 - 2020 31

MOTIVASI

Zero O’Clock

Oleh: Septian Citra Marini, A.Md. Kes

(Staf Seksi Kerjasama dan Jaringan Informasi B2P2TOOT)

Halo Jamuzers, Apa kabar? Bagaimana hari Anda? Anda menjalani hari yang berat,
ini? banyak “polisi tidur” dan kehidupan terasa
Dewasa ini, semakin bertambah usia kompetitif. Hari itu terasa tidak berjalan
semakin besar pula tanggung jawab kita, dengan semestinya dan dunia terasa
Right? Muncul pula rasa ingin mendapatkan menyebalkan.
pengakuan dari orang lain. Kita sering kali Di malam harinya saat Anda akan mulai
memikirkan pandangan orang lain terhadap beristirahat timbul pertanyaan “Apa yang
apa yang telah kita lakukan, sehingga kita telah aku lakukan hari ini?” dan mulai
berpikir keras dan sangat berhati-hati membandingkan diri sendiri dengan orang
dengan apa yang kita lakukan. Tidak dapat lain. Tiba-tiba muncul juga rasa khawatir
dipungkiri, hal tersebut kita alami karena tentang hari yang telah terlewati dan
hakikatnya kita adalah makhluk sosial yang tentang hari yang akan datang, merasa telah
ingin membuat makhluk sosial lain merasa melakukan kesalahan dan berpikir ada orang
nyaman akan kehadiran kita. lain yang bebicara buruk mengenani Anda.
Jamuzers, pernahkah Anda mengalami satu Terasa tidak ada harapan bahwa besok akan
hari Anda merasa semua orang sibuk kecuali menjadi berbeda, ingin melakukan sesuatu

32 Warta HortusMed Edisi 2 - 2020

atau melakukan pekerjaan lebih keras tetapi Man can live about forth days without food
tidak memiliki kesampatan dan semakin
menyesal saat melihat orang lain yang About three days without water
terlihat sibuk dan lancar dengan apa yang
mereka lakukan. Hati dan pikiran terasa About eight minute without air
tidak berhenti bergejolak, kantukpun tidak
kunjung datang. But only for one second without hope
Tak terasa waktu menunjukkan pukul 00.00
dan Anda masih dalam perasaan buruk (Hal Lindsey)
mengenai diri sendiri dan hari yang telah
dilewati, hari terasa berakhir dan tidak akan Sumber:
ada harapan lagi. Tapi saat ada hari yang Fita, Luvita. “Terjemahan dan Makana Lagu
berakhir akan ada pula hari yang baru, kan?
Dengan analogi bahwa saat kedua jarum Zero O’clock BTS” Youtube. Diunggah
jam bertemu saat itulah bumi akan me- oleh Chanel Luvita Fita 8 Mei 2020.
reset dan berputar kembali untuk menjadi https://youtu.be/ARNtL1ofykU diakses
hari baru dengan harapan baru untuk kita pada 18 September 2020
semua. Meskipun hal yang telah terjadi Woo, Changyun. Et all. “reaksi psikiater
tidak dapat diubah dan hari ini begitu berat, terhadap BTS 00.00” Youtube. Diunggah
berhentilah untuk menyesal dan janganlah oleh Dr. Friends30 Juli 2020. https://
berpikir terus menerus akan hal buruk yang youtu.be/Bw1UpeiTaGO diakses pada
telah terlewati. Mari berdo’a berharap 18 September 2020
besok akan menjadi hari yang lebih baik,
menepuk dirimu sendiri dan mengatakan
bahwa kamu telah bekerja keras hari ini.
Saat masih usia anak-anak kita merasa akan
ada “hal ajaib” terjadi, menjadikan suatu hal
akan berbeda dan lebih indah dari apa yang
telah terjadi. Kita menginginkan “hal ajaib”
terjadi namun kita juga tahu bahwa hal-hal
yang dramatis cukup sulit terjadi. Mari kita
tarik nafas dan mulai beristirahat agar tidur
dengan nyenyak dan bangun dengan segar
karena akan ada hari baru yang akan kita
hadapi. Selama 24 jam dalam 365 hari tidak
akan ada hari yang sama, jika itu terjadi akan
terasa aneh bukan? Saat hari telah melewati
pukul 00.00 mari bersiap untuk berpamitan
pada semua kekecewaan di hari itu dan
melangkah bersama jarum jam menuju hari
baru yang lebih baik.

Warta HortusMed Edisi 2 - 2020 33

TRAVEL

MUSEUM ATSIRI

DI KAKI LAWU

Oleh: Rina Indriani, A.Md. Kes
(Staf Seksi Kerjasama dan Jaringan Informasi
B2P2TOOT)

Indonesia merupakan negara Tawangmangu, Karanganyar. Sejarah
yang kaya raya akan berbagai tanaman. berdirinya Rumah Atsiri Indonesia
Salah satu jenis tanaman yang cukup diawali pada tahun 1963 dimana
unik adalah tanaman penghasil minyak Bulgaria mengirimkan beberapa staf
atsiri. Di Indonesia sendiri ada sebuah ahli untuk membuat pabrik penyulingan
pabrik bekas pengolahan minyak atsiri yang diprakarsai oleh Ir. Soekarno,
dari tanaman serai yang sekarang namun pada tahun 1965 terdapat
sudah dikelola menjadi tempat rekreasi suatu peristiwa yang mengakibatkan
yang sangat menarik, yaitu Rumah staf dari Bulgaria untuk dipulangkan,
Atsiri Indonesia. Nah sebelum mengulik pembangunan belum selesai 100% pada
lebih dalam lagi tentang Rumah Atsiri tahun 1967. Di era orde baru tepatnya
Indonesia, simak sedikit penjelasan pada tahun 1970 dilakukan uji coba
tentang minyak atsiri yukk… pada pabrik tersebut namun dinilai tidak
Minyak atsiri dikenal dengan menguntungkan dan akhirnya pada
berbagai nama, diantaranya minyak tahun 1986 bangunan tersebut dijual
eteris (ethereal oils) karena bersifat eter, ke pihak swasta PT. Intan Purnamasari,
minyak terbang (volatile oils) karena namun pada tahun 2010 pabrik ini
bersifat mudah menguap dalam suhu dinyatakan tutup karena mengalami
ruang, minyak aromaterapi (aromatic kebangkrutan sehingga terbengkalai.
oils) karena sering digunakan untuk Akhirnya tahun 2015 bangunan tua
minyak aromaterapi atau essential tersebut diambil alih oleh PT. Minyak
oils karena minyak atsiri mengandung Atsiri dan didirikanlah Rumah Atsiri
intisari dari tanaman tertentu. Indonesia. Kini Rumah Atsiri Indonesia
Rumah Atsiri Indonesia terletak menjadi kawasan edukasi-rekreasi,
di Dukuh Watusambang, Plumbon, penelitian & pengembangan minyak

34 Warta HortusMed Edisi 2 - 2020

atsiri. Rumah Atsiri Indonesia telah langsung dari Bulgaria yang sampai
melayani beberapa kunjungan dari sekarang masih terawat di Rumah Atsiri
dalam maupun luar negeri sejak tahun Indonesia. Tanaman mawar ini memiliki
2018. aroma yang sangat harum, diceritakan
Berkunjung ke Rumah Atsiri Mawar Bulgaria merupakan komoditas
Indonesia tidak perlu merogoh kocek atsiri penting di Bulgaria dan Turki.
yang terlalu banyak, cukup sebesar Rp Minyak yang dihasilkan bernama Rose
50.000 untuk biaya masuk yang berlaku otto, salah satu sumber menyampaikan
sebagai voucher. Di dalamnya terdapat jumlah rendemen dari kuntum mawar
beberapa fasilitas yaitu Rumah Atsiri ini 0,05% yang artinya dari 1.000 kg
Taman Koleksi, Rumah Atsiri Museum, kuntum dihasilkan 0,5 kg minyak
Rumah Atsiri Restaurant, Plaza Marigold, atsiri. Di dalam Rumah Atsiri Taman
Rumah Kaca, Laboratorium dan Toko Koleksi terdapat Rumah Kaca yang
Suvenir. Untuk memasuki beberapa dirancang sebagai taman dan sangat
fasilitas di Rumah Atsiri Indonesia, menarik untuk dijadikan spot foto.
pengunjung cukup menggunakan Setelah puas berkeliling Taman Koleksi
voucher tersebut dengan ketentuan pengunjung akan melewati jembatan
biaya memasuki Rumah Atsiri Taman yang terhubung ke Gedung Utama,
Koleksi sebesar Rp 20.000 dan Rumah ketika melewati jembatan pengunjung
Atsiri Museum sebesar Rp 35.000. akan disuguhkan area seluas 2,5 hektar
Jika ingin menambah wawasan kebun di Desa Plumbon yang disewa
tentang tanaman minyak atsiri, Rumah Atsiri Indonesia sebagai tempat
pengunjung dapat memasuki area penanaman palmarosa, lemon grass
Rumah Atsiri Taman Koleksi atau yang dan citronella.
sering disebut dengan “The Gardens”. Lokasi lain yang wajib
Taman Koleksi ini memiliki kurang dikunjungi adalah Rumah Atsiri Museum.
lebih 103 jenis tanaman penghasil Di dalam Museum pengunjung akan
minyak atsiri dengan cerita, aroma dijelaskan tentang sejarah minyak atsiri
dan karakteristik tersendiri. Para yang menceritakan perjalan minyak
pengunjung dapat mencicipi ataupun atsiri sejak pertama kali ditemukan
mencium beberapa tanaman dengan dan penyebarannya ke seluruh dunia.
izin pemandu. Pemandu juga akan Terdapat juga penggunaan minyak atsiri
membantu pengunjung untuk memilih yang diterapkan oleh beberapa negara
bagian tanaman yang bisa dipetik. seperti Mesir, China, Rusia, Romawi
Beberapa contoh tanaman yang dapat Yunani dan juga Arab. Hal lain yang tak
dilihat adalah cendana (Santalum album kalah menyita perhatian pengunjung
L.), rosemary (Rosmarius officinalis adalah dapat melihat boiler yang
L.), tarragon Meksiko (Tegetes lucida digunakan untuk memproduksi minyak
Cav.), gaharu (Aquilaria malaccensis) atsiri pada zaman dahulu pada saat
dan yang paling menarik perhatian pabrik Citronella masih beroperasi
pengunjung adalah tanaman Mawar dimana batu bata yang digunakan
Bulgaria 1963 (Rosa damascene P. Mill) dibawa langsung oleh bangsa Bulgaria
dimana tanaman mawar ini dibawa pada tahun 1963. Museum ini juga

Warta HortusMed Edisi 2 - 2020 35

menyimpan koleksi alat-alat lama yang
digunakan saat penyulingan di pabrik
tersebut pada tahun 1963, tidak hanya
itu namun juga terdapat beberapa
dokumentasi foto-foto bangunan
lama serta terdapat video penjelasan
mengenai cara proses pengambilan
minyak atsiri, yaitu secara destilasi, cold
press, ekstraksi dan enflurasi.
Setelah pengunjung puas
berkeliling di Museum, pengunjung
dapat membeli beberapa buah tangan
seperti produk dengan campuran minyak
atsiri, keripik, bibit tanaman dan juga
suvenir lainnya. Tak perlu khawatir, jika
merasa perut keroncongan pengunjung
dapat mencicipi berbagai pilihan menu
dengan sentuhan tanaman atsiri dan
rempah-rempah yang langsung dipetik
dari kebun, pengunjung juga akan
dihadapkan langsung dengan Plaza
Marigold yang memanjakan mata.
Tak lengkap jika berkunjung ke
Rumah Atsiri Indonesia tidak berkunjung
ke Plaza Marigold, area ini merupakan
meeting point yang berlokasi tepat di
tengah area Rumah Atsiri Indonesia.
Plaza Marigold dipenuhi dengan bunga
marigold (Tagetes erecta L.) yang
berwarna kuning cantik yang akan
mekar pada waktu-waktu tertentu.
Nah, diatas merupakan sedikit ulasan
mengenai Rumah Atsiri Indonesia yang
menarik dikunjungi bersama keluarga
tercinta, jika masih merasa penasaran
pembaca dapat berkunjung ke Rumah
Atsiri Indonesia yang buka setiap hari
dari pukul 10.00 – 17.00 WIB. Sampai
jumpaaa…

36 Warta HortusMed Edisi 2 - 2020

SONDOKORO, WISATA

EDUKASI KARANGANYAR

Oleh: Fitriana, S.Farm
(Teknisi Litkayasa B2P2TOOT)

Karanganyar disebut juga ‘bumi dari Pabrik Gula Tasikmadu yang
intanpari’ yang sayang untuk beroperasi sejak tahun 1871 di masa
dilewatkan sebagai destinasi wisata kolonial. Sisa-sisa sejarah dari pabrik
keluarga Anda. Panorama alam yang gula tetap bisa diamati. Bahkan pabrik
indah memanjakan mata dapat anda gula Tasikmadu adalah pabrik gula
temukan di kaki Gunung Lawu ada terbesar di Karanganyar yang masih
Air Terjun Grojogan Sewu, Kebun Teh berfungsi hingga saat ini, terutama
Kemuning dan Air Terjun Jumog. Tak ketika masa panen raya tebu tiba.
hanya populer dengan wisata alamnya, Namun sejak dibuka sebagai tempat
Karanganyar menawarkan varian wisata wisata, pabrik gula ini semakin terkenal
yang beragam. Wisata ilmiah, kuliner, dan ramai dikunjungi wisatawan dari
religi, ziarah, kesehatan, dan edukasi berbagai daerah. Wisatawan juga
dapat Anda dapatkan di Kabupaten yang bisa mempelajari mengenai proses
pusat kotanya hanya berjarak 14 km pembuatan gula secara langsung
dari Kota Solo. Salah satu tujuan wisata jika sedang berproduksi. Didalamnya
edukasi di Karanganyar yang layak Anda terdapat bangunan kuno yang masih
kunjungi bersama putra putri Anda kokoh dengan desain arsitektur
adalah Agrowisata Sondokoro. Belanda. Agrowisata ini tergolong luas
Terletak di Desa Ngijo Kecamatan dengan berbagai macam bangunan,
Tasikmadu Kabupaten Karanganyar, fasilitas pendukung dan tentu saja
objek wisata ini menyediakan arena kebun tebu yang tersebar di beberapa
untuk belajar dan bermain. Agrowisata lokasi sebagai bahan baku utama untuk
Sondokoro dibangun sejak 2005 dan membuat gula.
resmi dibuka sebagai objek wisata
di tahun 2006. Kawasan ini bermula

Warta HortusMed Edisi 2 - 2020 37

Sondokoro berasal dari nama sebuah bisa dinikmati di agrowisata Sondokoro,
desa yang mempunyai legenda. antara lain:
Masyarakat sekitar menyebutkan
bahwa jaman dahulu ada dua orang 1. Kereta lokomotif mesin uap (spoor
yang bernama Kyai Sondo dan Kyai teboe, spoor classic, Spoor Sakarosa
Koro yang bertarung selama 40 hari dan spoor gula) yang bahan
dan 40 malam. Tujuan pertarungan bakarnya menggunakan kayu yang
adalah untuk mendapatkan menantu melewati proses pembuatan gula
yang sama-sama mereka incar, yaitu atau penggilingan tebu yang akan
Tumenggung Joyo Lelono. Namun diolah menjadi gula
kedua orang itu pada akhirnya tidak
ada yang menang, alias seri. Dari kisah 2. Monumen Mesin Giling
inilah nama Sondokoro diambil. Untuk 3. Tambang 1871 Galeri
menuju ke lokasi wisata Sondokoro 4. Sacchacinema (Film Proses
sangat mudah ditempuh wisatawan
dari luar kota bagian barat dengan Pembuatan Gula)
melewati jalan tol Karanganyar yang 5. Jalan refleksi
sudah beroperasi mulai Mei 2019. Jarak 6. Akuarium air tawar
tempuh dari gerbang tol Karanganyar 7. Arena berenang/ Waterboom
menuju agrowisata Sondokoro sekitar 8. Arena bermain pasir
8,2 Km selama 15 menit. 9. Dunia Kreasi
Agrowisata Sondokoro mempunyai 10. Flying Fox
wahana dan fasilitas wisata yang 11. Jembatan Gantung
cukup lengkap. Selain bisa masuk ke 12. Motor Listrik
area pabrik gula, pengunjung juga bisa 13. Panjat dinding
menikmati berbagai fasilitas permainan 14. Rumah pohon
baik untuk anak maupun dewasa. Selain
itu, lokasi wisata dihiasi dengan pohon
yang rindang sehingga menciptakan
hawa sejuk dan nyaman untuk berwisata
di sana. Beberapa jenis wahana yang

38 Warta HortusMed Edisi 2 - 2020

Fasilitas umum yang disediakan di area Referensi
Agrowisata Sondokoro meliputi : live 1. https://perpus.jatengprov.go.id/
music, homestay, gazebo, restoran,
musholla, toilet dan area parkir yang deposit/artikel/wisatajateng /37-
luas. Jadi selain menyuguhkan wisata tempat-wisata-jateng /1589-
edukasi bagi wisatawan, agrowisata agrowisata-sondokoro-tasikmadu
Sondokoro juga menyediakan arena 2. https://www.karanganyarkab.
bermain bagi anak. Jika berkunjung go.id/20110704/taman-wisata-
ke Agrowisata Sondokoro jangan lupa sondokoro/
mengajak anak-anak agar bertambah 3. h t t p s : / / d i s p a r p o r a .
pengetahuannya tentang proses karanganyarkab.
pembuatan gula dan menikmati wahana go.id/2017/05/08/sondokoro/
bermain yang sudah disediakan. 4. https://solo.co.id/tourism-object/
Setelah puas berwisata edukasi, agrowisata-sondokoro/
silakan manjakan lidah Anda dengan
kuliner khas karanganyar seperti ayam
panggang kreweng, sop iga, sate kelinci
dan durian beserta olahannya.

Warta HortusMed Edisi 2 - 2020 39

B2P2TOOT TERKINI

Telemedicine di Rumah Riset Jamu (RRJ) Hortus
Medicus selama masa Pandemi

Oleh: dr. Ulfa Fitriani
(Peneliti B2P2TOOT)

Memasuki tahun 2020 dunia tinggi seperti DKI Jakarta, Jawa Barat,
dikejutkan dengan munculnya Coronavirus dan Jawa Timur. Dan salah satu dampak
Disease 2019 (Covid 19). Virus ini menyerang kondisi tersebut pelayanan pasien dengan
hampir seluruh negara di dunia sehingga menggunakan teknologi (telemedicine)
oleh World Health Organization (WHO) mulai banyak digunakan di pusat-pusat
dinyatakan sebagai pandemi. Di Indonesia kesehatan di Indonesia.
virus ini muncul pada bulan Maret 2020.
Menurut data satgas Covid 19 Indonesia, Pengertian telemedicine menurut
kasus positif Covid 19 per tanggal 23 Agustus Ariyanti dan Kautsarina adalah suatu bentuk
2020 mencapai 153.535, 107.500 sembuh layanan kesehatan jarak jauh dengan
dan 6.680 meninggal dunia. menggunakan teknologi komunikasi dan
informasi. Menurut WHO, telemedicine
Salah satu dampak adanya adalah pengiriman layanan perawatan
pandemi ini adalah hubungan antara dokter kesehatan dengan mempertimbangkan
dengan pasien. Selama masa pandemi jarak dan menggunakan teknologi informasi
Covid 19, banyak pasien yang memiliki serta komunikasi, meliputi: 1) pertukaran
rasa khawatir untuk datang berobat ke informasi diagnosis, 2) pengobatan dan
fasilitas kesehatan. Sebagian besar negara pencegahan penyakit dan cedera, 3)
di dunia menerapkan kebijakan pembatasan penelitian dan evaluasi, dan 4) pendidikan
sosial (social distancing) untuk menekan berkelanjutan penyedia layanan kesehatan.
penularan Covid 19. Di Indonesia sendiri Di Indonesia pelayanan kesehatan secara
terdapat aturan pembatasan sosial berskala telemedicine diatur oleh Peraturan Menteri
besar (PSBB) di beberapa daerah yang Kesehatan Nomor 20 Tahun 2019 tentang
memiliki angka positif Covid 19 cukup penyelenggaraan pelayanan telemedicine

40 Warta HortusMed Edisi 2 - 2020

antar fasilitas pelayanan kesehatan (RI menyertakan hasil pemeriksaan yang pernah
dilakukan di fasilitas kesehatan sebelumnya.
2019). Selama menghadapi pandemi Untuk pasien baru akan difasilitasi layanan
Whatsapp video call. Pasien dan dokter
Covid 19 diterbitkan juga peraturan Konsil dapat saling berbicara secara langsung.

Kedokteran Indonesia Nomor 74 Tahun Menurut Ghost et al, terdapat
empat klasifikasi telemedicine yaitu bentuk
2020 tentang kewenangan klinis dan komunikasi, waktu, tujuan komunikasi
serta individu yang terlibat. Berdasarkan
praktik kedokteran melalui telemedicine. data yang diperoleh dari rekam medis
pasien RRJ Hortus Medicus Tawangmangu
Selain itu dalam rangka pencegahan yang melakukan telemedicine pada tanggal
pertengahan bulan Juni hingga akhir bulan
penyebaran Covid 19 diterbitkan pula Juli 2020 menunjukkan bentuk telemedicine
yang digunakan di RRJ Hortus Medicus
surat edaran Menteri Kesehatan Nomor Tawangmangu ada dua yakni tertulis (aplikasi
whatsapp text) dan video (aplikasi whatsapp
HK.02.01/MENKES/303/2020 tentang video call). Bentuk tertulis ditujukan untuk
pasien kontrol (pasien lama), sedangkan
penyelenggaraan pelayanan kesehatan bentuk video untuk pasien baru. Waktu
pelaksanaan telemedicine adalah real time
melalui pemanfaatan teknologi informasi dengan menggunakan video dan tertulis.
Di RRJ Hortus Medicus sendiri belum
dan komunikasi. menerima pelayanan telemedicine via email.
Tujuan dari telemedicine yang dilakukan
Rumah Riset Jamu (RRJ) Hortus di RRJ Hortus Medicus yakni konsultasi
Medicus Tawangmangu merupakan pertama (pasien baru) serta kontrol (pasien
salah satu fasilitas pelayanan kesehatan lama). Adapun individu yang terlibat dalam
tradisional berbasis penelitian. Selama telemedicine ini adalah pasien kepada
pandemi Covid 19, pelayanan kesehatan dokter.
dialihkan melalui telemedicine. Hal ini
dilakukan untuk menekan angka penularan Penggunaan telemedicine pada
Covid 19. umumnya sangat berguna bagi pelayanan
kesehatan pasien di RRJ Hortus Medicus
Alur telemedicine di RRJ sebagai berikut: di masa pandemi Covid 19 ini. Walaupun
tentunya masih terdapat kekurangan pada
Pasien mendaftar lewat Whatsapp pelayanan telemedicine seperti sinyal
text yang sudah ditentukan. pendaftaran internet yang terputus-putus saat pelayanan
hanya dapat dilakukan saat hari dan jam video call berlangsung. Kedepannya semoga
kerja. Bagi pasien baru, wajib menyebutkan telemedicine ini bisa menjangkau seluruh
identitas lengkap, sedangkan pasien lama, pasien RRJ Hortus Medicus yang ada di
kartu berobat harus ditunjukkan. Setelah Indonesia dengan lebih baik lagi.
pendaftaran berhasil, akan diberikan
nominal biaya yang harus ditransfer ke
nomor rekening RRJ. Jika pembayaran
berhasil, selanjutnya pasien akan dihubungi
oleh perawat untuk dimintai keterangan
seperti keluhan dan pemeriksaan tanda
vital yang sudah dilakukan (tekanan darah,
suhu tubuh). Bagi pasien kontrol, wajib
menyertakan keluhan tertulis secara
lengkap atau hasil laboratorium terbaru (jika
ada) untuk selanjutnya dapat ditindaklanjuti
oleh dokter yang akan memberikan resep.
Sedangkan pasien baru, wajib untuk

Warta HortusMed Edisi 2 - 2020 41

Kunjungan Kerja Menteri Kesehatan RI di
Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat

Tradisional

Menteri Kesehatan RI, Letjen.TNI (Purn.) di B2P2TOOT adalah Etalase Tanaman Obat
Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad.(K.) Indonesia. Di tengah taman koleksi tanaman
R.I. melakukan kunjungan ke Balai Besar obat tersebut, Kepala B2P2TOOT, Akhmad
Penelitian dan Pengembangan Tanaman Saikhu MSc.PH. memaparkan tugas pokok
Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) dan fungsi serta capaian B2P2TOOT dalam
Tawangmangu pada hari Jumat tanggal 3 melaksanakan riset tanaman obat dan obat
Juli 2020. Lawatan kerja Menteri Kesehatan tradisional. Sebanyak 32.000 informasi
yang turut dampingi oleh Walikota ramuan jamu berhasil dicatat dari hasil
Surakarta, FX. Hadi Rudyatmo ke salah Riset Tumbuhan Obat dan Jamu (Ristoja)
satu unit pelaksana teknis di lingkungan yang dilakukan di seluruh wilayah Indonesia
Kementerian Kesehatan ini merupakan pada 405 etnis. Selain itu, disampaikan
lanjutan dari rangkaian kunjungan kerja ke juga bahwa penelitian Saintifikasi Jamu
RS Oen dan RSUD Bung Karno Surakarta. untuk memperoleh bukti ilmiah jamu yang
Bukan tanpa alasan B2P2TOOT dikunjungi dilakukan di B2P2TOOT telah berhasil
secara maraton setelah RSUD Bung Karno membuktikan keamanan dan khasiat jamu.
Surakarta. Menteri Kesehatan memberikan
arahan agar B2P2TOOT sebagai institusi riset Selanjutnya Menteri Kesehatan
yang menggawangi penelitian Saintifikasi
Jamu bermitra dengan RSUD Bung Karno mengunjungi Rumah Riset Jamu (RRJ)
Surakarta dan Pemerintah Kota untuk
mewujudkan RSUD Bung Karno menjadi RSU Hortus Medicus. Di lokus penelitian berbasis
Daerah Pusat Pengobatan Tradisional.
pelayanan menggunakan jamu tersebut
Lokus pertama kunjungan Menteri Kesehatan
Menteri Kesehatan dalam diskusinya dengan
42 Warta HortusMed Edisi 2 - 2020
koordinator RRJ, dr. Danang Ardiyanto,

memberikan tiga pesan penting yaitu:

1. M embuat formularium obat
tradisional

2. Permenkes terkait Litbang TOOT
3. Kerjasama membuat RS Tradisional

di RSUD Bung Karno Surakarta
Pesan tersebut menunjukkan bahwa
Menteri Kesehatan menilai riset hulu-hilir
Saintifikasi Jamu di B2P2TOOT sudah on
the track. Hal ini tentu menjadi pemicu
semangat peneliti di B2P2TOOT untuk
terus melakukan riset hulu-hilir Saintifikasi
Jamu sesuai kepakaran masing-masing
dan mensinergikannya agar menghasilkan
formularium jamu yang terbukti aman dan
berkhasiat sehingga dapat dipergunakan
oleh stakeholder pengguna hasil riset salah
satunya RSUD Bung Karno Surakarta yang
sedang diarahkan menjadi RSUD Pusat
Pengobatan Tradisional.

Selain pesan kepada RRJ Hortus Medicus,
Menteri Kesehatan juga menyampaikan
pesan istimewa kepada B2P2TOOT. Dalam
pesan tertulisnya, Menteri Kesehatan
menyuratkan tentang Sumber Penyembuhan
Tradisional Tawangmangu mengintegrasikan
tanaman obat nusantara menjadi sesuatu
yang saintifik dan diaplikasikan dalam
pengobatan di zaman modern di masyarakat
baik nasional maupun internasional. Jadikan
B2P2TOOT sebagai pusat suplai obat atau
bahan obat tradisional dalam pengobatan
modern. Obat Modern Asli Indonesia
(OMAI) menjadi tujuan untuk dicapai demi
lestarinya kearifan lokal nusantara dalam
memberikan pelayanan pengobatan medis
tradisional. Bersyukur, bersyukur, bersyukur!

Warta HortusMed Edisi 2 - 2020 43

Menko PMK dan Kepala BPOM Kunjungi
B2P2TOOT

Tawangmangu, 8 Oktober 2020. Pemerintah pembangunan kesehatan di Kementerian
akan membentuk korporasi petani tanaman Kesehatan melalui program-program yang
obat dan memperbaiki tata niaga tanaman bersifat preventif, promotif dan kuratif.
obat. Dukungan berbagai pihak untuk
memajukan jamu juga akan didorong Hadir bersama Menko PMK, 10 pejabat
oleh pemerintah salah satunya dengan eselon 1 di Kemenko PMK diantaranya yaitu
mempromosikan pemanfatan obat asli Sekretaris Kemenko PMK, Deputi Bidang
Indonesia secara masiv. Dukungan kuat Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan
terhadap pengembangan tanaman obat Sosial, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan
dan jamu tersebut disampaikan oleh Kualitas Kesehatan dan Pembangunan
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Kependudukan, dan Deputi Bidang
Manusia dan Kebudayaan Republik Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan
Indonesia, Prof. Dr. Muhadjir Effendy dalam Kebudayaan dan Prestasi Olahraga. Selain
kunjungan kerja ke Balai Besar Penelitian rombongan dari Kemenko PMK, Bupati
dan Pengembangan Tanaman Obat dan Karanganyar, Drs. H. Yuliatmono, M.M.
Obat Tradisional (B2P2TOOT). B2P2TOOT dan Kepala Badan Pengawasan Obat dan
merupakan satuan kerja di bawah Badan Makanan, Dr. Ir. Penny Lukito, MCP , dan
Litbangkes mempunyai tugas melaksanakan Kapuslitbang Sumber daya dan Pelayanan
penelitian dan pengembangan tanaman Kesehatan, Dr. dr. Irmansyah Sp.K.J.(K.)
obat dan obat tradisional, dari hulu ke hilir. juga hadir di Satker Badan Litbangkes yang
Jamu, sebagai warisan budaya nusantara, berlokasi di Tawangmangu tersebut.
turun temurun dari nenek moyang,
diberikan bukti ilmiah keamanan, mutu Dalam kunjungan kerja ini Menko PMK
dan khasiat melalui penyelenggaraan riset- bermaksud menyerap aspirasi masyarakat
riset. Hasil riset mendukung perencanaan khususnya petani tanaman obat sebagai
ujung tombak penyediaan bahan baku obat

44 Warta HortusMed Edisi 2 - 2020

tradisional. Petani tanaman obat menjadi Kemenko PMK adalah Kemendikbud,
perhatian Prof Muhadjir karena dipahami Kemenag, Kemnkes, Kemensos, Kemenpira,
bahwa Indonesia masih melakukan impor Kemendes, dan Kementerian Pemberdayaan
bahan baku obat tradisional. Mencoba Wanita. Selain kementerian, lembaga yang
mengurai permasalahan tersebut, Kemenko berada dalam koordinatornya adalah BNPB,
PMK memulai dengan mengidentifikasi BPOM, BKKBN, dan BPJS.
permasalahan di tingkat produsen tanaman
obat yaitu mereka para petani. Dialog yang Menyinggung isu yang sedang memanas
diikuti perwakilan petani tanaman obat saat ini, Menko PMK mengatakan bahwa
binaan B2P2TOOT mengungkap sejumlah omnibus law dimaksudkan untuk memotong
permasalahan yang dihadapi para petani birokrasi, memperluas lapangan kerja,
antara lain fluktuasi harga jual hasil pnanen dan memperluas usaha. Di Indonesia saat
tanaman obat, belum terbukanya pasar ini terdapat 137 juta angkatan kerja dan 7
untuk jenis-jenis tanaman obat tertentu, juta diantaranya pengangguran. UU Cipta
banyaknya hama dan penyakit sebagai Kerja ditujukan untuk mempermudah izin
kendala budidaya, dan masih rendahnya usaha termasuk UMKM sehingga akan
kualitas sejumlah komoditas tanaman memperbanyak lapangan kerja yang terbuka.
obat. Terkait permasalah tersebut para Diperlukan peraturan turunan dari undang-
petani menyampaikan permohonan adanya undang tersebut agar implementasinya
kepastian harga, dan pembukaan pasar dapat mencapai tujuan yang diharapkan
misal dengan diterbitkannya peraturan yaitu menciptakan kesejahteraan
yang mewajibkan masyarakat untuk minum masyarakar melalu pembukaan usaha dan
jamu; bantuan teknis pelatihan budidaya, lapngan kerja seluas-luasnya.
pascapanen, dan pembuatan produk
olahan tanaman obat; serta kemudahan Terkait tugas Kemenko PMK untuk
perizinan untuk membuka usaha mikro Memastikan pembangunan manusia
obat tradisional, hon ada aturan minum berjalan baik, diterangkan bahwa
jamu. Harapan para petani itu diperkuat pembangunan manusia dilakukan sejak
dengan pernyataan Bupati Yuliatmono manusia ada dalam kandungan. Pemenuhan
tentang perlunya sebuah sistem bulog yang kesehatan janin, ibu, dan anak sampai
diberlakukan untuk produk tanaman obat lapangan kerja dan penangann bencana
yang tetap menjaga harga beli hasil panen alam adalah tugas besar yang diemban oleh
dari petani dengan cara memberlakukan Kemenko PMK.
keanggotaan yang ketat dan permodalan
dari pemerintah non pinjaman. Dr. Ir. Penny K. Lukito, MCP mengatakan
bahwa BPOM mendukung perizinan industri
Menko PMK menjelaskan Kemenko PMK jamu. Kepala BPOM juga menyampaikan
concern terhadap jamu karena lingkup apresiasi kepada B2P2TOOT yang telah
tanggung jawab dan wewenang Kemnko PMK membantu pengembangan jamu/obat
sangat luas meliputi koordinasi, sinkronisasi, tradisional yang berkualitas dan mendukung
mengendalikan program pembangunan penelitian bahan baku yang terstandar.
manusia dan kebudayaan. Kementerian Perwakilan dari Kementerian Pertanian
yang berada dalam lingkup koordinasi mengatakan bahwa permasalahan yang
muncul dan harus diatasi dalam produksi

Warta HortusMed Edisi 2 - 2020 45

bahan baku obat tradisional adalah Kepala Puslitbang Sumber Daya dan
produktifitas, kualitas, dan kontinuitas. Pelayanan Kesehatan dalam sambutannya
menyampaikan bahwa hasil riset bidang
Sebelum berdialog dengan petani, Menko tanaman obat dan obat tradisional yang
PMK meninjau kebun tanaman obat disebut riset hulu-hilir Saintifikasi Jamu
Tlogodlingo B2P2TOOT yang berada di di B2P2TOOT menunjukkan eksistensi
ketinggian 1.800 mdpl. Di kebun tanaman B2P2TOOT dalam mendukung program
subtripis dan aromatis tersebut Menko PMK pembangunan kesehatan melalui aktivitas
melakukan panen Thymus vulgaris (timi, litbang tanaman obat dan obat tradisional.
untuk obat batuk) dan kamilen (Matricaria Sebagai bagian dari Badan Litbang
chamomila, untuk antioksidan). Kegiatan Kesehatan, B2P2TOOT berkontribusi
Menko PMK setelah dialog dengan petani dalam penyediaan data, informasi, dan
di Aula RM Santoso Soerjokoesoemo adalah produk yang dapat direkomendasikan
mengunjungi Laboratorium Pascapanen. kepada pemegang kebijakan di tingkat
Laboratorium pascapanen berfungsi sebagai pemerintahan pusat dan daerah. Hal
tempat pengolahan pascapanen untuk tersebut diperkuat oleh Kepala B2P2TOOT,
menghasilkan bahan jamu yang berkualitas Akhmad Saikhu M.Sc.PH.menyatakan bahwa
melalui alur pengolahan: sortasi basah, B2P2TOOT bermitra dengan pemerintah
pencucian, pengubahan bentuk, pelayuan, daerah dan petani di wilayah Kabupaten
pengeringan, pengepakan, pelabelan, dan Karanganyar dalam penyediaan bahan
penyimpanan. Bahan jamu yang dihasilkan baku jamu melalui kegiatan pembinaan
di laboratorium pascapanen selanjutnya petani tanaman obat. Diharapkan sinergi
digunakan di RRJ. Bahan jamu diramu ini mampu secara langsung meningkatkan
menjadi jamu dan diberikan kepada pasien kesehatan dan sejahteraan petani tanaman
yang merupakan subyek penelitian jamu obat di Tawangmangu dan sekitarnya.
berbasis pelayanan. Penelitian jamu
berbasis pelayanan di RRJ Hortus Medicus Sebagai informasi, hingga tahun 2020,
dan jejaringnya B2P2TOOT telah menghasilkan 12 ramuan

46 Warta HortusMed Edisi 2 - 2020

jamu saintifik yaitu ramuan jamu saintifik
untuk asam urat, tekanan darah tinggi,
radang sendi, kolesterol, wasir, gangguan
fungsi hati, pelancar asi, batu saluran
kemih, penurun berat badan, penurun
kadar gula darah, maag/gangguan lambung
dan kebugaran jasmani. Pada sisi hulu,
B2P2TOOT melakukan kegiatan eksplorasi
pengetahuan etnomedisin dan tumbuhan
obat berbasis komunitas yang dilakukan
dalam skala nasional. Riset khusus tersebut
dikenal dengan nama Riset Tumbuhan Obat
dan Jamu (Ristoja). Kegiatan ini dilaksanakan
pada 405 etnis di 34 provinsi di Indonesia
pada tahun 2012, 2015 dan 2017 dan
berhasil menginventaris 32.014 informasi
ramuan, 47.466 informasi tumbuhan
obat dan mengkoleksi 27.743 herbarium
spesimen tanaman obat

Warta HortusMed Edisi 2 - 2020 47

Kunjungan Dharma Wanita Persatuan
Kemenkes RI

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP)
Kemenkes RI Ibu Ester Terawan bersama
anggota DWP Kemenkes RI melakukan
peninjauan ke Balai Besar Penelitian dan
Pengembangan Tanaman Obat dan Obat
Tradisional Tawangmangu pada hari Kamis,
10 Desember 2020. Kedatangan rombongan
disambut langsung oleh Kepala B2P2TOOT
Akhmad Saikhu, Ketua Dharma Wanita
B2P2TOOT Rosda Cita Yuliani serta beberapa
peneliti dan staf B2P2TOOT.

Dalam kegiatan kali ini Ibu Ester Terawan
dan rombongan mengunjungi lokasi antara
lain Kebun Etalase Tanaman Obat Indonesia,
Laboratorium Pasca Panen dan Museum
Jamu Hortus Medicus.

Di akhir kunjungannya Ibu Ester Terawan
memberikan apresiasinya kepada
B2P2TOOT yang telah mengelola kebun
tanaman obat dengan baik dan berharap
dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

48 Warta HortusMed Edisi 2 - 2020


Click to View FlipBook Version
Previous Book
BAHASA MALAYSIA
Next Book
KO-KURIKULUM