The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Panduan Melatih Mental Skill Atlet

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by donny.herdianto.dh, 2024-05-17 05:01:35

Mental Arena Play Book

Panduan Melatih Mental Skill Atlet

Bagian 1. Insight Bagian 2. Kenapa Penting Atlet Harus Melatih Keterampilan Mental Bagian 5. Panduan Melatih Arena Thinking Pattern Bagian 3. Fenomena Mental Atlet 01 10 03 12 08 DAFTAR ISI Bagian 6. Panduan Melatih Arena Perception 22 Bagian 7. Panduan Melatih Arena Belief 30 Bagian 8. Panduan Melatih Value 37 Bagian 9. Goals Setting 41 Bagian 10. Panduan Melatih Konsentrasi 47 Bagian 4. Mengenal dan Menguasai Mental Arena Bagian 12. Penutup 57 Bagian 11. Donny Herdianto Mental Game Coach 54 X


Cerita pengalaman Pelatih waktu mendampingi atletnya di ASIAN GAMES 2023 Hangzhou : INSIGHT 1 Atletnya saat berlatih di PELATNAS sudah sangat percaya diri dan memiliki catatan yang meyakinkan mampu meraih medali, bahkan saat berlatih mencoba lapangan di arena ASIAN GAMES tempat bertanding, hasil latihan sangat memuaskan dan mempunyai catatan terbaik sesuai harapan untuk meraih medali. Namun apa yang terjadi dalam pertandingan sesungguhnya? Yang terjadi adalah, hasil yang di dapat tidak sesuai harapan, bahkan terperosok ke peringkat 20. Sangat jauh perbedaanya! Pengalaman seperti yang diceritakan pelatih tersebut, sangat umum terjadi di dunia olahraga dan mewakili cerita-cerita pengalaman yang sama dari atlet lainnya dan para orang tua yang mendampingi putra-putrinya sebagai atlet. 01


Apa yang terjadi dengan atlet tersebut? Banyak faktor yang menjadi penyebabnya, namun ada satu faktor yang paling signifikan mempengaruhinya. Menurut teman-teman faktor apa yang paling signifikan mempengaruhinya? Pertanyaan seperti ini sering saya lemparkan ke kalangan pelaku olahraga, dan jawabannya hampir 90% adalah faktor MENTAL, atau istilah anak muda sekarang kena MENTAL! Memang kenapa dan bagaimana saat atlet dilanda faktor kena Mental tersebut? 02 "The best motivation always comes from within." - Michael Johnson (Gold Medal Sprinter)


Dalam menghadapi pertandingan yang krusial, seorang atlet seringkali tiba-tiba dan tanpa disadari terjebak merasa cemas, emosi dan gagal fokus selama pertandingan. Dampaknya, hasil pertandingan tidak sesuai harapan, padahal secara kapabilitas fisik, teknik dan strategi bertanding sudah merasa percaya diri dan dalam persiapan latihan sudah dilakukan dengan kerja keras. Fenomena apa yang terjadi pada atlet tersebut? Dalam perspektif NLP Sport Performance: Seorang atlet dalam setiap pertandingan akan menghadapi 2 game, yaitu Mental Game dan Physical Game. Apa maksudnya? KENAPA PENTING ATLET HARUS MELATIH KETERAMPILAN MENTAL 03 2


Mental Game, yaitu arena pertandingan yang terjadi di dalam pikiran atlet, pertandingan dalam usaha atlet untuk mengalahkan rasa cemas, grogi, takut kalah, takut kalah, gagal konsentrasi dan mengalahkan emosi negatif lainnya. Physical Game, adalah arena pertandingan yang secara fisik, teknik dan strategi terjadi di lapangan nyata, pertandingan dalam usaha atlet memenangkan hasil terbaik sesuai jenis cabornya. Selanjutnya dalam perspektif NLP Sport performance, ada 2 hal penting yang perlu menjadi perhatian: Pertama: Seorang atlet bila sudah kalah dalam arena Mental Game atau Kena Mental , maka seorang atlet akan kesulitan menampilkan kinerja maksimal di arena Physical Game, meskipun sudah kerja keras berlatih. Kedua: Seorang atlet bila bertanding dengan lawan yang sudah mempunyai keterampilan fisik, teknik dan strategi yang seimbang, maka faktor penguasaan keterampilan Mental sangat menentukan. Satu hal yang sangat prinsip dalam NLP Sport Performance, seorang atlet untuk meraih prestasi maksimal, langkah kuncinya adalah mengenal dan menguasai Mental Game Arena! Maka bagi seorang atlet prestasi, tidak ada pilihan bahwa keterampilan mental harus dilatih secara konsisten, sama seperti halnya para atlet kerja keras melatih keterampilan fisik, teknik dan strategi. 04


Dari pengalaman saya sejak sebagai atlet dan sampai sekarang, Observasi saya terhadap budaya olahraga Indonesia; Pada umumnya atlet dan pelatih, bobot latihan masih dominan pada aspek fisik, teknik, strategi. Aspek mental masih belum mendapat perhatian khusus! Menurut saya, tingkat pengetahuan mengenai Sport Science perlu ditingkatkan! Setidaknya bisa memahami Sport Science secara praktis akan banyak manfaatnya. Pada umumnya seorang atlet dalam berlatih keterampilan fisik, teknik dan strategi, sudah sangat memahami dan menguasai alat-alat apa yang harus digunakan dan metode apa yang perlu diterapkan sesuai cabornya? Nah dalam melatih keterampilan mental! Apa alat-alat yang perlu digunakan untuk melatihnya? Dan bagaimana metode melatihnya? Sementara teman-teman mencari jawabannya; Saya Donny Herdianto sebagai Mental Game Coach menyambut teman-teman atlet, dengan kabar baik, untuk semua jawabannya akan dibahas secara rinci di “Mental Arena Play Book” ini. Mental Arena Play Book, adalah Sport Science Praktis, namun cukup komprehensif yang saya rancang khusus untuk membantu para atlet melatih keterampilan mental. Mental Arena Play Book, adalah panduan praktis untuk mengoptimalkan kinerja atlet yang berisi beragam teknik dan metode melatih keterampilan mental berdasarkan study Neuro Linguistic Programming (NLP). 05


Secara singkat, NLP adalah teknik mempengaruhi pikiran atau mental dengan menggunakan linguistic atau bahasa, baik bahasa secara verbal dan non verbal. Tujuannya adalah memprogram perilaku unggul untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan. Dalam istilah lain: NLP is a set of communication techniques. Definisi NLP dalam konteks NLP Sport Performance, adalah teknik mempengaruhi pikiran atau mental dengan menggunakan linguistic verbal dan non verbal untuk memprogram performance mencapai prestasi yang diinginkan. Tujuan dari Mental Arena Play Book ini adalah memberdayakan atlet memiliki keterampilan untuk Memahami dan Menguasai mental arena, yang diperlukan untuk meraih kesuksesan dalam karir olahraganya. 06 Apa itu NLP?


Mempelajari “Mental Arena Play Book”, merupakan langkah kunci bagi para atlet, untuk meraih prestasi. Atlet akan memahami cara bagaimana melatih keterampilan mental secara mandiri, dengan metode Self Coaching. Kabar baiknya, dalam “Mental Arena Play Book” ini, atlet akan dipandu praktek dan berlatih keterampilan mental melakukan Self Coaching dengan worksheet yang menjelaskan langkahlangkahnya secara terperinci. Dengan menerapkan prinsip-prinsip NLP Sport Performance yang dipandu dalam Mental Arena Play Book ini, bersiaplah kamu untuk mengubah diri menjadi atlet penuh prestasi dan percaya pada potensi diri dalam menghadapi setiap tantangan mental di lapangan nyata saat bertanding. Apakah Mental Arena Play Book ini hanya untuk para atlet? Tentu buku ini diperlukan juga olah para pelatih, pengurus organisasi olahraga, guru olahraga dan bahkan orang tua atlet, yang ingin mengantar atletnya mencapai puncak prestasi. Kata lainnya, Mental Arena Play Book ini justru bisa dijadikan sebagai asisten pelatih mental, bagi pelatih yang sudah memiliki jadwal yang padat melatih keterampilan fisik dan teknik. Apakah Mental Arena Play Book ini hanya untuk bidang olahraga? Konteks dan konten cara melatih keterampilan mental dalam berbagai kehidupan memiliki struktur relatif sama, dengan kata lain, Mental Arena Play Book ini, dapat digunakan untuk mencapai sukses di bidang kehidupan selain bidang olahraga. 07


Kapan seorang atlet harus melatih keterampilan mental? Untuk mengetahuinya, silahkan menjawab pertanyaanpertanyaan di bawah ini: Apakah atlet tidak punya tujuan yang jelas atau takut menentukan tujuan? Apakah performance atlet pasang surut dalam latihan dan berbagai kompetisi? Apakah performance atlet tidak ada perubahan, meskipun sudah sering mengikuti pertandingan dan kerjakeras latihan rutin? Apakah intervensi pelatih atau orang tua dirasakan sebagai beban dan mengganggu performance dalam pertandingan? FENOMENA MENTAL ATLET 08 3


Apakah performance atlet sering gagal fokus dan punya kebiasaan berpikir negatif saat mendapat tekanan dalam pertandingan? Apakah atlet merasa frustasi karena dalam pertandingan sering gagal menampilkan potensi maksimal seperti dalam latihan? Apakah atlet merasa tertekan oleh berbagai tuntutan dari luar dirinya dalam menjalani karir olahraganya? Apakah atlet ingin menjadi atlet yang “Complete Player”, menguasai keterampilan teknis dan keterampilan mental dalam pertandingan? Bila jawabannya “YA”, salah satu atau lebih, maka atlet tersebut perlu melatih keterampilan mental. (Sumber USTA, United State Tennis Association) 09 "Champions aren't made in the gyms. Champions are made from something they have deep inside them -- a desire, a dream, a vision." Muhammad Ali (World HeavyWeight Champion Boxer)


Atlet tuan rumah, dalam dunia olahraga sudah jadi mitos yang sudah dikenal secara universal, yaitu meyakini bahwa dalam suatu pertandingan olahraga, akan lebih diuntungkan untuk memenangkan pertandingan. Kenapa atlet tuan rumah lebih diuntungkan? Karena asumsinya atlet tuan rumah secara fisik sudah sangat mengenal dan menguasai lapangan dengan baik. Dan atlet tuan rumah pasti mendapat dukungan langsung dari penonton yang fanatik. Arena pertandingan fisik jelas strukturnya berada di lapangan nyata atau di suatu stadion, dan bisa dilihat secara kasat mata situasi dan kondisinya, sehingga sifat dan karakter lapangan secara fisik bisa langsung dirasakan, maka atlet bisa relative lebih mudah menguasai lapangan karena merupakan tempat latihan sehari- harinya . MENGENAL DAN MENGUASAI MENTAL ARENA 10 4


Berbeda dengan arena pertandingan fisik, Mental Arena tidak terlihat namun pengaruhnya sangat kuat terhadap performance. Mental Arena, analoginya terletak di dasar gunung es yang sangat kokoh terdiri dari aspek Thinking Pattern atau pola pikir, Perception atai persepsi, Belief atau keyakinan, dan Value atau nilai. Dikatakan sebelumnya, bila seorang atlet sudah kalah dalam mental arena, atau kena mental, cenderung dalam pertandingan secara fisik, atlet akan kesulitan menampilkan performance secara maksimal, meskipun sudah kerja keras berlatih. Maka seorang atlet untuk memenangkan mental arena sangat krusial untuk mengenal dan menguasai Mental Arena, seperti halnya seorang atlet tuan rumah mengenal lapangan secara fisik. Bagaimana cara melatih untuk menguasai Mental Arena? Silahkan pelajari lebih lanjut, lakukan praktek dan latihan menggunakan panduan worksheet yang sudah disiapkan. 11


ARENA THINKING PATTERN Thinking pattern merupakan pola berpikir seseorang yang terjadi secara otomatis karena sudah menjadi kebiasaan berpikirnya. Pada umumnya ada 2 pola pikir, yaitu Pola Problem Thinking dan Pola Outcome Thinking PANDUAN MELATIH ARENA THINKING PATTERN 12 5 Apa itu Thinking Pattern?


Pola Problem Thinking, yaitu seseorang yang dalam pola berpikirnya fokus pada problem atau kelemaham dirinya! Seorang atlet yang memiliki pola problem thinking, polanya bisa muncul saat bertanding dan pola ini sangat merugikan! Contoh, ketika mendapat stimulus melihat, mendengar dan merasakan lawannya lebih unggul di lapangan, dalam pikirannya seringkali memberikan respon seperti mengatakan; Waduh, lawan saya lebih jago! Waduh saya takut salah! Waduh pasti sulit mengalahkannya! Dalam pikirannya terjadi selftalk negatif. Semua apa yang dia lihat, dia dengar dan dia rasakan merupakan ancaman bagi dirinya. Pola Problem Thinking inilah penyebab utama munculnya emosi negatif pada atlet dan sangat signifikan mempengaruhi performance! Pola Outcome Thinking adalah seseorang yang memusatkan perhatian pada tujuan akhir yang ingin dicapai! Ini bukan sekedar usaha mengatasi kesulitan di lapangan, namun merupakan proses perjalanan mencapai visi kesuksesan, dengan kata lain, mencapai sukses itu perlu dipersiapkan. Seseorang yang memiliki Pola Outcome Thinking, biasanya terlatih memiliki Goals Setting yang jelas dan memiliki kesadaran yang kuat terhadap potensi dirinya. Seorang atlet yang memiliki Pola Outcome Thinking, polanya akan terlihat saat menghadapi pertandingan. 13


Contoh, ketika mendapat stimulus melihat, mendengar dan merasakan lawannya lebih unggul di lapangan, dalam pikirannya terlatih memberikan respon seperti mengatakan; Saya mampu mencapai garis finis lebih cepat! Setiap latihan kerja keras saya akan terbayar di pertandingan ini! Setiap lawan mempuyai kemampuan seimbang, saya mampu menciptakan rekor terbaik! Seorang atlet yang memiliki Pola Outcome Thinking, terlatih menggunakan Self Talk Positive. Problem yang dia lihat, dia dengar dan yang dia rasakan akan dijadikan tantangan untuk dihadapi dan melihat tantangan adalah merupakan kesempatan untuk meraih yang terbaik. Pola Outcome Thinking inilah memiliki manfaat membentuk emosi positif seperti senang, bahagia, percaya diri, motivasi dan emosi positif lainnya. Kamu sebagai atlet, coba renungkan? Mempunyai pola pikir seperti apa sekarang? Apa yang akan terjadi bila kamu memiliki pola Problem Thinking? Apa yang akan terjadi bila kamu memiliki pola Outcome Thinking? Bagaimana cara melatih atlet yang memiliki pola Problem Thinking menjadi atlet yang memiliki pola Outcome Thinking? Bagaimana cara melatih atlet yang memiliki Pola Problem Thinking menjadi atlet yang memiliki Pola Outcome Thinking? 14


Dalam study NLP Sport Performance, cara yang paling dasar adalah latihan melakukan visioning dengan menggunakan “NLP Sport Performance Model PSP - DSP” 15 NLP Sport Performance Model PSP-DSP, merupakan panduan tahap-tahap visioning melakukan refleksi untuk menyadari apa yang dipikirkan dan dirasakan sekarang (Present State Performance)? Dan kemudian intervensi untuk transformasi fokus melihat ke masa depan untuk menentukan visi atau goal apa yang ingin diwujudkan (Desired State Performance)? PSP adalah Present State Performnce: Kondisi gejala dan problem apa yang dipikirkan dan dirasakan sekarang? Intervensi adalah: Teknik melakukan transformasi dari PSP ke DSP DSP adalah Desired State Performance: Kondisi goal yang betul-betul ingin diwujudkan di masa depan? NLP SPORT PERFORMANCE PSP-DSP


Dalam study NLP, latihan ini disebut dengan “Transformational Coaching”, intervensi memindahkan dari problem fokus ke outcome fokus. Salah satu cara intervensi yang praktis dapat menggunakan teknik dasar “5 Essential Questions” yang merupakan kombinasi “Outcome Question dan Planning Question”. Praktek & Berlatih : Berikut ini 2 contoh, yang sangat umum sering menjadi tantangan dalam koteks sebagai atlet. Contoh (1) dalam konteks; Seorang atlet saat jelang bertanding kena mental dilanda pola problem thinking. Kebiasaan melihat dan membandingkan kelemahan dirinya dengan lawan, kemudaian dampaknya atlet merasa grogi dan selftalk negatif mengatakan pada dirinya “mana mungkin saya bisa menang”. Silahkan latihan transformasi dari problem fokus, ke outcome fokus, menggunakan worksheet 5 Essential questions (Contoh 1) terlampir : 16 "If you can't accept losing, you can't win." Vince Lombardi (Legendary Football Coach)


17


Rasional dari 5 pertanyaan tersebut: Question ke satu, mengalihkan fokus, dari fokus problem ke fokus outcome. 1. Question ke dua, memunculkan motivasi kuat untuk melakukan tindakan. 2. Question ke tiga, menyadari dirinya sudah punya potensi yang sudah dilatih. 3. Question ke empat, menyadari manfaat apa yang didapat dan memperkuat motivasi. 4. 5.Question ke lima, dengan percaya diri mengambil tindakan . Contoh (2) dalam konteks; Seringkali atlet merasa dalam latihan mampu menampilkan potensi maksimal, namun saat bertanding kesulitan menampilkan potensi seperti dalam latihan dan malah terjebak melakukan kesalahan-kesalahan berikutnya. Problem utamanya adalah saat bertanding atlet kesulitan mengakses memori potensinya yang sebetulnya sudah terprogram dalam pikiran saat menjalani latihan rutin. Bagaimana melatih atlet mampu dengan cepat mengakses memori potensi dalam pikiran saat bertanding, meskipun dalam keadaan mental tertekan? Salah satu tekniknya adalah dimulai dengan mengaplikasikan pola outcome thinking saat melakukan latihan rutin. Langkahnya, setiap saat melakukan latihan rutin biasakan sebelum latihan melakukan visioning untuk menentukan apa spesifik goal yang ingin diwujudkan dalam latihan hari ini. 18


Kemudian perkuat setelah selesai latihan melakukan refleksi, yaitu mengevaluasi hasil latihan dengan afirmasi teknik apa yang sudah dikuasain dengan baik?, dan teknik mana yang perlu diperbaiki? Melakukan visioning ini akan meningkatkan kesadaran tinggi pada potensi diri dan terlatih menjaga fokus. Saat keterampilan menjaga fokus terlatih dengan baik, maka akan terlatih mengakses potensi dengan cepat, dan dampak lainnya akan memperkuat atlet memiliki pola outcome thinking. Praktek & Berlatih Silahkan praktek berlatih, panduan latihan visioning, menggunakan worksheet : 5 Essential questions (Contoh 2) terlampir : 19 "The secret of winning football games is working more as a team, less as individuals. I play not my 11 best, but my best 11." Knute Rockne (College Football Hall of Fame Coach)


20


Tip & Trik : Dalam merilis sport anxiety, untuk lebih powerful dikombinasikan dengan Imagery SCORE yang akan dibahas di arena Belief. 1. Dapat digunakan saat menyusun periodesasi latihan bersama pelatih. 2. Dapat digunakan untuk problem solving dinamika dalam sebuah team 3. 21 "Experience is a hard teacher because she gives the test first, the lesson afterward." Vernon Law (Former Pirates pitcher)


ARENA PERCEPTION Perception atau persepsi, merupakan pengalaman subjektif seseorang dalam menafsirkan atau memberi makna terhadap stimulus berupa subjek yang dilihat/Visual, didengar/Auditory dan dirasa/Kinestetik (VAK)) PANDUAN MELATIH ARENA PERCEPTION 22 6 Apa itu Perception?


Stimulus bisa berupa pesan yang datang dari luar dirinya, dan juga bisa datang dari apa yang dilihat, didengar dan dirasakan dari dalam dirinya sendiri. Dalam NLP Presupposition, meyakini bahwa : Perception is Projection. Perilaku seseorang adalah berdasarkan persepsinya Apa maksudnya? Maksudnya adalah persepsi seseorang baik terhadap dirinya atau terhadap orang lain, sangat menentukan projeksi perilakunya. Persepsi positif akan menghasilkan perilaku positif dan sebaliknya persepsi negatif akan menghasilkan perilaku negatif. Contoh; Dalam konteks seorang atlet, saat menerima stimulus berupa informasi teknik dalam proses latihan, akan membentuk persepsi terhadap potensi dirinya. Kekuatan persepsi terhadap potensi dirinya mengenai keterampilan fisik, teknik dan strategi akan menentukan output performance dirinya secara fisik, teknik dan strategi saat bertanding. Apa yang akan terjadi, bila seorang atlet memiliki persepsi negatif terhadap potensi dirinya sendiri? Contoh seorang atlet yang sudah berlatih kerja keras, tapi dalam pikirannya mengatakan “saya sih atlet biasa-biasa saja”, maka kemungkinan besar performance dirinya akan biasa-biasa saja sesuai dengan persepsi terhadap potensi dirinya, padahal dibalik persepsi itu atlet tersebut sudah kerja keras berlatih! 23


Dan sebaliknya atlet yang sudah berlatih kerja keras, dalam pikirannya betul-betul menyadari potensi hasil kerja kerasnya dan dalam pikirannya mengatakan “Saya adalah atlet yang memiliki kualitas hasil kerja keras”, maka kemungkinan besar performance dirinya akan sesuai dengan persepsi dirinya. Persepsi positif inilah yang perlu dibangun oleh serorang atlet terhadap potensi dirinya. Perlu dipahami kondisi ini, karena dampaknya persepsi atlet terhadap potensi dirinya akan terprojeksi dalam pertandingan nyata. Sering terjadi pada Atlet yang sudah punya potensi luar biasa hasil dari proses berlatih, tapi dia tidak merasa puas terhadap potensi dirinya, menyebabkan dirinya tidak yakin membuat persepsi positif terhadap potensinya, dampaknya menyebabkan hasil tidak sesuai harapan dalam pertandingan! Faktanya, banyak para pelatih menceritakan, bahwa atletnya dalam latihan mampu menampilkan potensi terbaiknya, tapi dalam pertandingan kesulitan menampilkan potensi terbaiknya. Praktek & Berlatih : Untuk mencapai maksimal performance, membangun perespsi positif terhadap potensi mental dan potensi teknik perlu dilatih. Berlatih membangun persepsi positif terhadap potensi Mental : Panduan langkah-langkah praktek berlatih, silahkan menggunakan worksheet Self Coaching Identity terlampir. 24


25


26 Saat atlet mampu menjawab dengan percaya diri terhadap rangkaian pertanyaan provokatif dalam proses latihan self coaching identity, akan merupakan afirmasi keyakinan terhadap potensi dirinya, akan lebih powerful lagi bila atlet mampu menemukan core value dirinya yang akan dibahas pada panduan berlatih arena value. Berlatih membangun persepsi positif terhadap potensi Teknik: Caranya secara berkala melakukan Self Profiling Skill coaching, yaitu mengidentifikasi dan mengukur tingkat penguasaan terhadap rangkaian keterampilan teknik motorik dirinya, sesuai cabor masing-masing untuk tampil maksimal? Contoh Profiling Skill Motorik cabor Soft Ball: Offence: Memukul bola tipe panjang (long hit) Memukul bola tipe pendek (single fit) Running bunt Sacrifice Fly Styling base Running base to base Sliding Stilling base dst Deffence : Menangkap bola Melempar bola Reaksi dst


27 Langkah-Langkah Berlatih: Buatlah rangkaian profiling skill motorik sesuai cabor masing masing Ukur tingkat penguasaan kondisi present performance dengan skala 1 – 10. Skala 1 penguasaan skill sangat kurang, gradual sampai Skala 10 penguasaan skill tinggi. Menurut persepsi kamu ada di skala berapa? Indikator atau ciri-cirinya apa saja (lakukan dengan imagery)? Pilih untuk benchmark/perbandingan dengan salah satu dari kompetitor kamu. Persepsikan menurut kamu benchmark kamu ada di skala berapa? Ukur tingkat penguasaan kondisi desired performance dengan skala 1 – 10. Skala 1 penguasaan skill sangat kurang gradual sampai Skala 10 penguasaan skill tinggi. Menurut persepsi kamu mau berubah ke skala berapa? Indikator ciricirinya apa saja (lakukan dengan imagery)? Untuk memperkuat percaya diri desired performance, lakukan imagery positif secara rutin. Praktek & Berlatih Silahkan gunakan worksheet Profiling of The Best My Motoric Skill terlampir:


Note : Untuk memudahkan tanda atau identifikasi skala, gunakan spidol warna merah untuk benchmark, spidol warna hijau untuk present motoric dan warna biru untuk desired motorik 28


29 Tip & Trik Untuk memperkuat persepsi positif terhadap potensi mental dan potensi teknik, lakukan secara berkala latihan Imagery Positive Saat atlet terlatih Imagery positif, seorang atlet akan memiliki kesadaran tinggi terhadap proses dan prosedur (sequence) cara mengerahkan potensi menjadi body performance. Manfaat memiliki kesadaran tinggi terhadap proses dan prosedur mengerahkan potensi, saat bertanding akan terlatih meraih goal dengan konsentrasi ke proses dan prosedur, bertanding akan lebih enjoy dan percaya diri "Concentration is a fine antidote to anxiety." Jack Nicklaus (Golf Great)


ARENA B E L I E F Belief merupakan keyakinan seseorang terhadap apa yang dia pikirkan. Apakah seseorang itu berpikir positif yang berkata pada dirinya: Saya bisa melakukannya . Atau sebaliknya berpikir negatif yang berkata pada dirinya Saya tidak bisa melakukannya. Keduanya adalah belief, dan keduanya benar. PANDUAN MELATIH ARENA BELIEF 30 7 Apa itu Belief?


31 Belief sangat signifikan menentukan perilaku seseorang. Dalam konteks seorang atlet, kekuatan belief sangat menentukan keyakinan terhadap potensi dirinya. Dalam studi NLP, belief dikelompokan pada 2 pola: Pola Empowering Belief yaitu keyakinan yang memberdayakan 1. Pola Limiting Belief yaitu keyakinan yang tidak memberdayakan, kata populernya adalah Mental Block 2. Contoh Limiting Belief: Seorang atlet saat mau bertanding mendapat stimulus melihat lawan-lawannya, kemudian muncul respon dalam pikirannya mengatakan : “Saya tidak mungkin menang, pengalaman beberapa kali bertanding dengan dia, saya kalah”. Saat respon tersebut berulang dikatakan dalam pikirannya, maka dampaknya secara otomatis tombol YES aktif dalam pikirannya, memberi afirmasi bahwa dirinya percaya tidak mungkin menang! Dapat dipastikan, hasil akan sesuai dengan apa yang dipercayainya. Contoh Empowewring Belief: Saat mau bertanding mendapat stimulus melihat lawan-lawannya, kemudian muncul respon dalam pikirannya mengatakan : “Tujuan saya meraih kemenangan dan Saya punya potensi untuk mengatasi semua tantangan di lapangan”.


32 Saat respon tersebut berulang dikatakan dalam pikirannya, maka dampaknya secara otomatis tombol YES aktif dalam pikirannya, memberi afirmasi bahwa dirinya percaya pada potensi dirinya mampu mengatasi segala tantangan di lapangan. Sering terjadi atlet yang sudah punya potensi maksimal seperti dalam latihan, tapi saat bertanding diterpa limiting belief tidak yakin terhadap potensi dirinya, hasilnya pasti tidak sesuai harapan. Teman-teman para atlet, dengan metode NLP, belief seseorang bisa dirubah dari limiting belief menjadi empowering belief dan empowering belief selanjutnya bisa dilatih, untuk semakin powerful Bagaimana cara merubah belief dan melatihnya? Dalam metode NLP banyak caranya dan banyak teknik yang bisa digunakan... Dalam buku panduan ini saya akan menggunakan “NLP SCORE Model”, salah satu pola langkah-langkah yang kreatif merubah limiting belief menjadi empower belief.


33 Apa itu “NLP SCORE Model” ? S : Symptoms/Grejala. Symptoms adalah tanda yang memberi isyarat bahwa anda ada masalah. C : Causes/Penyebab: Causes adalah kondisi atau alasan yang menyebabkan gejala pertama kali muncul. O : Outcomes/Hasil: Outcomes adalah tujuan yang betul-betul ingin diwujudkan. R : Resources/Sumber Daya: Resources adalah kemampuan atau kualitas yang dimiliki individu, untuk mencapai hasil atau memecahkan masalah. E : Effects/Efek: Effects adalah hasil akhir yang didapat, biasanya bersifat jangka panjang, sistematis, dan merupakan solusi. Praktek & Berlatih Dalam play book ini, panduan berlatih dan praktek akan menggunakan teknik Imagery SCORE. Latihan silahkan menggunakan worksheet Imagery SCORE terlampir


34


Tip & Trik Untuk efektifitas hapus/hancurkan visual emosi negative, aktifkan tombol NO dengan emosi yang kuat (Un-Instal Emosi Negatif). 1. Untuk efektifitas perjelas/perkuat visual emosi positif, aktifkan tombol YES dengan emosi yang kuat (Instal Emosi Positif). 2. Latih secara konsisten aplikasi tombol YES dan tombol NO dalam pikiran! 3. Untuk memperkuat efektifitas imagery, lakukan Visual Sub-modalities checklist dengan worksheet Sub- Modalities Checklist terlampir. 4. 35 "Toughness is in the soul and spirit, not in muscles." Alex Karras (Football Player)


36


ARENA VALUE Apa itu Value? Value merupakan motivasi yang mendahului semua tindakan atau perilaku seseorang. Value merupakan alasan kuat atau strong why bagi seseorang dalam mencapai goal. PANDUAN MELATIH ARENA VALUE 37 8


Value sifatnya selalu memiliki mental state positif, berbeda dengan area thinking pattern, perception dan belief yang bisa memiliki mental state negatif atau bisa positif. Kenapa penting seorang atlet perlu menemukan value dalam konteks karir olahraganya? Alasan kuatnya adalah : Saat terjadi synergy antara value dan empowering belief dalam diri seorang atlet, strong why atau motivasi positif akan semakin kuat dan akan membentuk inner motivation yang dapat membentuk inner energy signifikan dalam mencapai goal! Inilah jawaban terhadap pertanyaan dari para pelatih dan para orang tua, mengenai bagaimana cara memotivasi atlet yang powerful ? Bagaimana caranya seorang atlet menemukan value dirinya? Langkah mudah dan terbaik adalah menemukan personal core value. Dalam teknik NLP, disebutnya Eliciting Value. Praktek & Berlatih Cara menemukan core value silahkan menggunakan worksheet Eliciting Value terlampir. 38


39


Tip & Trik Saat sudah memilih 10 value terpenting, satu-persatu value lakukan eksplorasi sadari, pahami dan maknai, hingga menemukan makna yang betul-betul mencerimkan diri kamu (Bila tidak menemukan dalam 100 value, siahkan menentukan sendiri sesuai cerminan diri yang sesuai). 1. Untuk memperkuat motivasi lakukan visualisasi meraih prestasi ke masa depan dengan value-velue tersebut. 2. Value setiap waktu bisa berubah sesuai perkempbangan potensi dirinya 3. 40 "Know yourself and you will win all battles." Lao Tzu (Chinese Philosopher)


Kenapa seorang atlet penting memiliki goal setting dalam meraih prestasinya? Antony Robbin seorang motivator kelas dunia salah satu founder NLP, mengatakan bahwa goal setting adalah alat untuk membuat hal-hal yang invisible menjadi visible . Selanjutnya menurut Antony Robbin, seseorang ketika melakukan goal setting, dia sedang menciptakan atau memprogram impian di masa depan dalam pikiran, yang betul-betul merencanakan langkah - langkah mengurai proses dan prosedur bagaimana impiannya dapat terwujud dalam hidupnya . PANDUAN MELATIH GOALS SETTING 41 9


Goal setting dalam pikiran bisa jadi merupakan imagination. Menurut Einstain “Your imagination is your preview atau vision to life’s coming attraction” yang maknanya meyakini bahwa : ”Apa yang kita pikirkan akan menarik menjadi kenyataan”. Itulah alasan kuat, kenapa seorang atlet penting untuk melakukan goal setting. Untuk betul-betul suatu goal setting menjadi instrument peta menuju sukses, merumuskan goal setting dari perspektif NLP Sport Performance memiliki prinsip-prinsip dan panduannya. Berikut prinsip-prinsipnya : Memiliki Outcome yang Jelas! Dalam study NLP dikenal dengan istilah Well Formed Outcome (WFO). Bagaimana merumuskan Goal Setting dengan rumusan well formed outcome? A . Spesifik. Maksudnya tentukan outcome atau hasil dengan spesifik dan menggunakan kalimat positif. Contoh menentukan outcome yang spesifik dengan kalimat positif: “Target saya meraih medali emas dengan skor mencapai catatan waktu 10 detik” . “Target saya meraih medali emas dengan skor mencapai nilai poin 100” . 42


Contoh menentukan hasil tidak spesifik dan menggunakan kalimat negative: “Target saya bertanding tidak melakukan kesalahan dengan meraih skor tidak jelek” . “Target saya bertanding tidak kalah dan mencapai nilai tidak jelek” . Kenapa penting menentukan outcome harus spesifik dan dengan kalimat positif? Alasan pentingnya adalah, saat outcome memiliki rumusan spesifik dengan kalimat positif, maka otak Cortext akan mudah mengidentifikasi visualisasinya dan nyambung ke otak Mamalian atau otak Limbik yang akan memunculkan emosi positif seperti menumbuhkan rasa percaya diri dan motivasi positif dan kemudian nyambung ke otak Reptile yang akan memberikan respon untuk Action atau figth! Dengan kata lain saat tujuan dapat dengan mudah divisualkan, dirasakan dan ditindak lanjut oleh otak, maka latihan dengan teknik visualisasi dan teknik selftalk positif akan lebih powerful dan dampaknya akan meningkatkan percaya diri mengatasi sport anxiety, mengendalikan emosi negatif dan menjaga fokus saat bertanding. Manfaat lainnya, dengan memiliki outcome yang spesifik, maka saat bertanding untuk menjaga konsentrasi dengan strategi fokus pada motorik proses dan prosedur akan lebih mudah. Strategi ini akan efektif mengakses Muscle Memory gerakan teknik yang sudah dilatih dalam latihan secara maksimal. 43


B . Terukur Dengan rumusan outcome yang jelas, spesifik dan terukur, maka seorang atlet dapat memiliki acuan atau ukuran terhadap perkembangan hasil latihan dan lebih efektif dalam menyusun periodesasi latihan . C . Terjangkau Dengan rumusan outcome yang jelas, spesifik dan terjangkau, maka seorang atlet akan lebih percaya diri menggunakan potensi-potensi dalam dirinya untuk mencapai hasil . D. Realistik Dengan rumusan outcome yang jelas, spesifik, realistik, maka seorang atlet dapat menemukan cara yang lebih realistik dan terbaik untuk mencapainya. E . Waktu Dengan rumusan outcome yang jelas, spesifik dan batasan waktu, maka untuk memprogram dan menyusun periodesasi latihan akan memiliki batasan waktu yang tepat untuk mencapai puncak performance. Praktek & Berlatih Silahkan latihan dan praktek menggunakan template vision board “Goal Setting Arrow” dan langkah-langkahnya menggunakan Worksheet Goal Setting terlampir . 43


44 "I have my goals somewhere I can see them, so when I get out of bed I know I’m waking up to work on what I’m trying to achieve.” Michael Phelps (He’s won a stunning 22 Olympic medals) Untuk mendapatkan template goal setting arrow, silahkan email ke: :[email protected]


45


Tip & Trik Silahkan template Goal Setting Arrow anda unduh dan print untuk dijadikan vision board. Jawaban dari coaching question worksheet goal setting, tulis di sticky note warna warni dan masing-masing tempelkan pada vision board sesuai tempatnya Vision board yang sudah terisi lengkap, tempelkan sebagai poster ditempat yang setiap hari bisa terlihat missal di kamar. Perkuat motivasi dan komitment! Caranya setiap bangun pagi sempatkan menatap vision board beberapa menit melakukan visualisasi. Visualisasikan dengan jelas seolah outcome sudah terjadi sesuai proses dan prosedurnya dan rasakan sensasi apa yang dirasakan dalam badan. Afirmasi : YES saya punya potensi untuk mewujudkannya! YES saya pantas untuk mendapatkannya! YES saya punya komitment untuk mempersiapkannya! 46


Menjaga konsentrasi saat bertanding. Apa maksudnya? Seperti apa contohnya? dan Kenapa penting? Menjaga Konsentrasi dalam konteks seorang atlet adalah kemampuan menggunakan pikiran sepenuhnya dengan konsisten menjaga fokus dalam mengendalikan potensi fisik dan mental pada tugas mencapai tujuan yang yang diinginkan, baik dalam konteks latihan dan pertandingan. Contoh : Seorang pemain sepak bola yang sedang menggiring bola: Fokus penuh pada bola dan pemain lawan di depannya, sambil mengabaikan sorakan penonton. Pemain ini memperhatikan gerakan lawan dan rekan setimnya untuk menentukan langkah selanjutnya, baik itu mengoper bola, menembak ke gawang, atau melakukan dribbling. PANDUAN MELATIH MENJAGA KONSENTRASI 47 10


Click to View FlipBook Version