PENGANTAR
RENCANA
KONTINJENSI
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENANGGULANGAN BENCANA
BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA
#tanggap #tangkas #tangguh | DIKLAT DMB 2021 Pusdiklat.bnpb.go.id
Biodata Widyaiswara :
▪ Unit Kerja : Pusdiklat PB BNPB
▪ Jabatan : Widyaiswara Ahli Muda
▪ Kantor : Ina DRTG
▪ Email : [email protected]
▪ Hp : 085693762847
▪ Diklat : TOT Dasar Managemen Bencana,
2010 DM Course, 2016 Thailand – Bangkok
GIS – 2017, Thailand
Kajian Risiko Bencana, 2018
Pusdiklat.bnpb.go.id
TUJUAN
PEMBELAJARAN
1. Peserta Memahami Definisi Rencana 3
Kontinjensi
2. Peserta Memahami Posisi Rencana
Kontinjensi
3. Peserta Memahami Manfaat Rencana
Kontinjensi
4. Peserta Memahami Prinsp Rencana
Kontinjensi
5. Peserta Memahami Proses Penyusunan
Rencana Kontinjensi
1. Definisi Rencana
Kontijensi
Pelatihan Mendahului Bencana
BAGAIMANA Siklus Manajemen Bencana?
Pelatihan Mendahului Bencana
Manajemen Bencana
Segala upaya atau kegiatan yg
dilaksanakan dalam rangka
pencegahan, mitigasi,
kesiapsiagaan, tanggap
darurat dan pemulihan
berkaitan dgn bencana yg
dilakukan pd sebelum, saat
dan setelah bencana.
Pelatihan Mendahului Bencana
Manajemen Bencana
Manajemen Risiko Manajemen Manajemen
Bencana Kedaruratan Pemulihan
Pencegahan Siaga Darurat Pemulihan
Mitigasi Saat Darurat Rehabilitasi
Transisi Darurat Rekonstruksi
Kesiapsiagaan
Pasca
Pra Bencana Saat Bencana Bencana
Pelatihan Mendahului Bencana
Apa Rencana Kontingensi?
▪ Plan B
▪ Apabila Plan A tidak berjalan, maka dipakai Plan B
▪ Rencana Darurat
▪ Rencana yg dibuat jika terjadi keadaan darurat
▪ Rencana Bahaya Spesifik
▪ Rencana yg memang dibuat khusus untuk menghadapi bahaya tertentu
▪ Rencana Evakuasi
▪ Rencana yg disusun untuk mengungsikan orang jika terjadi kondisi darurat
KONTINGENSI (Contingency )
Suatu keadaan atau situasi yg diperkirakan akan
segera terjadi, tetapi mungkin juga tidak akan
terjadi
RENCANA KONTINGENSI
Suatu proses identifikasi dan penyusunan rencana yang didasarkan
pada suatu keadaan kontingensi atau yang belum tentu tersebut.
Suatu rencana kontingensi mungkin tidak selalu pernah diaktifkan, jika keadaan yang
diperkirakan tidak terjadi.
Definisi
Perencanaan Kontingensi
Perencanaan Kontingensi adalah alat manajemen yg digunakan untuk menganalisa dampak
potensi krisis, agar dapat mengatur langkah lebih awal yg tepat untuk menghadapi secara
tepat waktu, efektif dan sesuai yg dibutuhkan oleh masyarakat yg terdampak.
Perencanaan Kontingensi adalah alat untuk mengantisipasi dan
memecahkan masalah yg khas timbul selama tanggap kemanusiaan (IASC 2007)
Rencana Kontingensi
“suatu perencanaan kedepan pada
keadaan/situasi yang tidak menentu,
dengan
• skenario dan tujuan yang disepakati;
• tindakan manajerial dan teknis
ditetapkan;
• sistem penanggulangan ditentukan
untuk meningkatkan upaya
penanggulangan bencana & kedaruratan.”
Beda Perencanaan Kontingensi dengan
Perencanaan Lainnya
Perencanaan Kontingensi dibuat sebelum kejadian bencana
terjadi. Oleh karena itu perencanaan ini harus dibuat
berdasarkan skenario atau asumsi. Jadi sangat ditentukan oleh
kemampuan perencana dalam memprediksi kemungkinan
skenario.
Ketidakpastian kejadian membuat perencana menyusun
skenario yang terburuk dan yang kemungkinan terjadi.
Rencana Kontinjensi
• dilakukan sebelum keadaan darurat berupa proses perencanaan ke
depan.
• lebih merupakan proses daripada menghasilkan dokumen. merupakan
suatu proses pembangunan konsensus untuk menyepakati skenario
dan tujuan yang akan diambil.
• merupakan suatu kesiapan untuk tanggap darurat dengan menentukan
langkah dan sistem penanganan yang akan diambil sebelum keadaan
darurat terjadi.
• mencakup upaya-upaya yang bersifat mencegah dan juga membatasi
konsekuensi yang kemungkinan akan terjadi.
2. Posisi Renkon
Dalam Tahapan PB
Pelatihan Mendahului Bencana
Penanggulangan Bencana
ACAMAN BAHAYA KEDARURATAN
Keadaan berpotensi Ketika ancaman Kegentingan akibat
merusak sungguh terjadi kejadian bencana
Alam, kegiatan
manusia, sosial, KETERPAPARAN Menyelamatkan,
pandemi, teknologi, dsb memenuhi kebutuhan
Irisan bahaya dan kerentanan dasar dan melindungi,
KEMAMPUAN menyiapkan pemulihan
KETANGGUHAN
KERENTANAN MENGELOLA RISIKO MEMBANGUN
KEMBALI
Keadaan atau ciri-ciri Tidak membuat risiko baru,
yang membuat rawan tidak memperburuk dan terus Mengembalikan fungsi,
mengurangi risiko yang ada membangun kembali,
Sosial ekonomis, berinvestasi untuk
geologis, meteorologis, ketangguhan kedepan
dsb.
MANAJEMEN
MANAJEMEN RISIKO MANAJEMEN PEMULIHAN
KEDARURATAN
PEMULIHAN YANG
KAJIAN PRB PENGELOLAAN KESIAPAN KESIAGAAN TANGGAP LEBIH BAIK
RISIKO STRUKTURAL SISA RISIKO DARURAT
DAN NON
STRUKTURAL
PEMULIHAN
PENCEGAHAN & MITIGASI
RENCANA RENCANA
PEMULIHAN MITIGASI
RENCANA RENCANA
OPERASI KONTINGENSI
Kajian Kilat Bencana
TANGGAP DARURAT
KESIAPSIAGAAN
Hierarkhi
Perencanaan Kedaruratan
Rencana Strategi
Penanganan s
Kedaruratan Bencana
(RPKB)
UU Ps 45 (2) a, PP Ps. 17
Rencana umum untuk semua ancaman
Rencana kontingensi Operasi
onal
(PP Ps. 17.3)
Taktis
Rencana tanggapan terhadap ancaman
(ancaman-ancaman) tertentu Gerakan
Rencana Operasi
(PP Ps. 50)
Perintah pelaksanaan dari Komandan
pada saat darurat
Rencana Aksi PDB
Muti- Bulan Minggu Hari Jam
tahun /
Tahun
Rencana dalam Penanggulangan Bencana
Kahoot.it
KODE:
ASPEK RPKB RENKON RENOPS RENAKSI PDB
Kapan Keadaan normal Ada indikasi ancaman atau Pada saat ditetapkan status Pada saat tanggap
Cakupan darurat
Pelibatan Semua ancaman, bahaya darurat
umum Aspek khusus dari
Durasi Semua pihak yang Satu ancaman tertentu Ancaman yang telah menjadi kejadian kedaruratan
Sifat dapat terlibat bencana
Muatan Pelaku / unit tertentu
Tataran Jangka panjang Pihak yang diperkirakan Pihak yang diperlukan untuk dan pihak-pihak yang
Perkiraan akan terlibat terlibat harus melaksanakan
Kerangka normatif tugas
Pemerintah umum Jangka waktu tertentu Sesuai keadaan
Spesifik / Tertentu Sesuai perintah,
Terukur Rencana gerak
Komandan operasi Rinci , Terbatas
Kerangka kerja
Perintah gerak
Pihak pelaksana tanggap
darurat Pelaksana Tugas
Tujuan Penyusunan
Rencana Kontijensi
Pelatihan Mendahului Bencana
23
Tujuan disusunnya dokumen rencana kontijensi ini
adalah sebagai pedoman penanganan bencana
pada saat tanggap darurat bencana yang cepat
dan efektif serta sebagai dasar untuk memobilisasi
sumber daya para pemangku kepentingan (stake
holder) pada saat tanggap darurat bencana.
3. Manfaat
Rencana
Kontijensi
Pelatihan Mendahului Bencana
Apa manfaat Renkon?
▪ Perencanaan yg lebih baik
▪ makin banyak pihak yg terlibat dlm renkon
▪ Tingkat penerimaan dan komitmen yg lebih baik
▪ Pihak yg terlibat berkomitmen dan menerima
▪ Hubungan Antar Lembaga yg Diperbaiki
▪ Hubungan yg lebih baik antar lembaga
▪ Konsensus dan Koordinasi Diperbaiki
▪ Tercapainya konsensus bersama para pelaku
4. Prinsip-Prinsip
Rencana Kontijensi
Pelatihan Mendahului Bencana
4. Prinsip-Prinsip
01 DISUSUN BERSAMA 05 TERBUKA
Berbagai parapihak yang diperkirakan Dilaksanakan secara terbuka dan partisipatif
sungguh akan terlibat dalam tanggap darurat guna mendapatkan kejelasan dan komitmen
dalam tanggap bencana
02 BERBASIS SKENARIO 06 PEMBAGIAN TUGAS
Ancaman sudah ditemukenali sebagai suatu Tugas tanggapan darurat dibagi habis
potensi kejadian yang berbahaya pada suatu diantara paraphiak, termasuk pihak-pihak
wilayah dan waktu tertentu yang tidak hadir dalam proses perencanaan
03 SATU ANCAMAN 07 RESMI
Mempersiapkan tanggapan terhadap satu Perencanaan kontinjensi mempunyai dasar
ancaman tertentu, dapat beserta bahaya resmi dan hasilnya mendasari perencanaan dan
ikutanya. penganggaran, perencanaan dan tindakan
04 PERSETUJUAN 08 ACUAN KEDARURATAN
Melibatkan kesepakatan atas skenario, tujuan Hasil penyusunan mempunyai unsur yang
dan strategi serta kegiatan kunci tanggap memadai untuk dikonversi menjadi Rencana
darurat yang menjadi obyek Renkon Operasi ketika sungguh terjadi kejadian
bencana
Waktu
Penyusunan
Pelatihan Mendahului Bencana
Kapan Renkon dibuat?
Renkon dibuat jika informasi peringatan dini menunjukkan
bahwa skenario telah menjadi lebih mendekati kenyataan dan
akan segera terjadi.
Renkon dapat juga dibuat lebih awal, agar cukup waktu untuk
melakukan perbaikan dalam mekanisme tanggap darurat.
Artinya gunakan Renkon untuk meningkatkan tingkat
kesiapsiagaan menghadapi risiko.
Kapan Renkon dibuat? Diskusikan Per
Kelompok
BAGAIMANA DENGAN
BANJIR
GEMPA BUMI
KEKERINGAN
TSUNAMI
PANDEMI
Waktu Penyusunan
Jenis Bencana Waktu Penyusunan Sumber Peringatan Dini
Banjir Pada awal musim penghujan atau ketika peringatan dini pergantian musim BMKG bidang Klimatologi, Kementrian PU
sudah dikeluarkan. Kementerian PU, PVMBG
Banjir Bandang BMKG bidang Klimatologi, PVMBG
Pada awal musim penghujan atau ketika peringatan dini pergantian musim BMKG bidang Klimatologi, Kemenhut, Kemtan
Tanah Longsor sudah dikeluarkan. BMKG bidang Klimatologi, Kemtan
Bencana Asap akibat Kebakaran PVMBG
Hutan dan Lahan Pada awal musim penghujan atau ketika peringatan dini pergantian musim
Kekeringan sudah dikeluarkan.
Letusan Gunung Api Pada awal musim kemarau atau ketika peringatan dini pergantian musim
sudah dikeluarkan.
Gempabumi/
Gempabumi dan Tsunami Pada awal musim kemarau atau ketika peringatan dini pergantian musim
sudah dikeluarkan.
Pada saat peringatan dini letusan gunung berapi mengeluarkan status
Waspada atau Siaga.
Dapat dimulai kapan saja di daerah berpotensi ancaman gempabumi BMKG bidang Geofisika, PVMBG
dan tsunami berdasarkan hasil analisa para pakar gempabumi dan
tsunami. Khusus untuk gempabumi dan tsunami, rencana kontinjensi
tidak dapat dibuat ketika peringatan dini dikeluarkan karena sempitnya
rentang waktu antara peringatan dan kejadian.
Kegagalan teknologi Jika terdapat potensi ancaman kegagalan teknologi BPPT, BAPETEN, Assosiasi Dunia Usaha Terkait
Pandemi
Konflik sosial Pada saat di daerah tersebut terdapat potensi penyebaran penyakit tertentu. Kementerian Kesehatan
Jika terdapat potensi ancaman konflik sosial Pemerintah atau Pemerintah provinsi/kabupaten/kota
5. Proses
Penyusunan
Pelatihan Mendahului Bencana
Rencana Kontinjensi
yang tidak terkordinasi
Rencana Kontingensi utk ?
ancaman bencana yg mana?
? ? ??
? ?? ?
Renkon digunakan untuk
ancaman yg mana?
Jika kita tidak mengenal ancaman bahaya yg ada di suatu wilayah,
maka kita harus mengidentifikasi dan memilihnya menggunakan
MATRIKS RISIKO.
Tetapi jika sudah ditentukan ancaman secara regional yang akan
terjadi, maka Perencanaan Kontingensi tersebut diarahkan untuk
menghadapi ancaman yang sudah ditentukan.
Rencana Kontingensi hanya untuk
Ancaman Tunggal
• Sifat Rencana Kontingensi hanya digunakan
untuk 1 (satu) jenis ancaman (single
hazard)
• Jika ingin menyusun Renkon untuk jenis-jenis
ancaman yang lain disusun Renkon tersendiri
• Proses/pola penyusunannya sama
Skenario yg diperlukan utk
Perencanaan Kontingensi
Skenario yg sangat mungkin terjadi (diuraikan secara jelas dan
segera terjadi)
Skenario itu sangat merusak, jika benar-benar terjadi.
Skenario harus relatif unik dari kejadian sehari-hari, sehingga
diperlukan tindakan khusus untuk mengatasi, yg sering belum
dipahami oleh para penanggap bencana.
Renkon harus spesifik?
Apabila skenario nya biasa-biasa saja, maka tidak diperlukan
kesiapsiagaan yg spesifik.
Beberapa skenario memerlukan kebutuhan yg spesifik, dibanding
kondisi normal biasa, itu yg menentukan tingkat kesiapsiagaan.
Perencanaan berbasis skenario sangat membantu perencana terhadap
kondisi yg nyata, sehingga dapat membuat rencana yang lebih baik.
Menggariskan Kebijakan Umum
▪ Mengacu pada kebijakan yang lebih tinggi
▪ Menentukan tujuan umum respon
emergensi
▪ Menentukan peran pemerintah, LSM,
badan-badan internasional, dsb.
▪ Meletakkan standar yang akan dipakai
bersama
▪ Sumber yang akan dimobilisasi
▪ Sedapat mungkin harus diterima oleh
semua yang terlibat
Memprediksi Kebutuhan
❖ Hitung Jumlah Penduduk yg terancam
❖ Identifikasi kegiatan tanggap darurat yang diperlukan!
❖ Hitung kebutuhan dasar penduduk yg dibutuhkan (sesuai
standard minimum)
❖ Hitung kebutuhan untuk penyelenggaraan kegiatan yang
diperlukan !
❖ Usahakan pemanfaatan sumberdaya yg telah tersedia,
bukan pengadaan baru!
Identifikasi Sumberdaya
✔ Identifikasi semua potensi sumberdaya peralatan, sumberdaya manusia
dan logistik yang dimiliki oleh setiap instansi atau organisasi.
✔ Dalam mengidentifikasi, hanya dihitung potensi sumberdaya yg dapat
dikerahkan.
✔ Identifikasi Sumberdaya juga dilakukan terhadap organisasi tetangga yang
dapat diharapkan bantuannya.
Memenuhi Kesenjangan
▪ Berdasarkan Prediksi Kebutuhan dan Identifikasi Sumberdaya
yang tersedia, maka dapat kita ketahui Kesenjangan
Sumberdaya yang masih dibutuhkan.
▪ Kesenjangan tersebut dapat dipenuhi dari:
▪ Bantuan dari Daerah Tetangga
▪ Pinjaman Peralatan dari Pihak Lain
▪ Bantuan dari Donor atau Pemerintah Pusat
▪ Hutang luar negeri
Menentukan Event
Peta Rawan, Analisis Risiko
Pengembangan Skenario
(Beberapa skala)
Penentuan Kebijakan
dan sasaran sektoral
Prediksi Kebutuhan Pengenalan Inventarisasi
Kesenjangan Sumberdaya
Penggunaan indikator
Pengaturan mekanisme respon
Sistem & Kegiatan
Formalisasi Renkon
▪ Agar RENKON dapat operasional, maka dokumen yg telah dibuat dan
disepakati harus ditetapkan dengan Keputusan Hukum yang bisa
dijadikan komitmen semua pihak.
▪ Misalnya:
▪ Ditandatangani oleh Bupati/Walikota
▪ Ditandatangani oleh semua Dinas / Badan serta Organisasi yang
terlibat dalam Penanganan Darurat.
Aktivasi Renkon
▪ Untuk dapat digunakan Renkon tersebut, maka perlu ada Prosedur Tetap
Tanggap Darurat untuk melaksanakannya.
▪ Oleh karenanya Renkon tersebut harus diubah menjadi RENCANA OPERASI.
▪ RENCANA OPERASI DARURAT disusun berdasarkan Prosedur Tetap
Penanganan Darurat yang telah dilengkapi dengan Rencana Kontingensi.
Pihak yang
Terlibat
Pelatihan Mendahului Bencana
Siapa Penyusun Renkon?
▪ Mereka yg punya otoritas menentukan risiko potensi kejadian
▪ Secara resmi yg mempunyai tanggung jawab menanggapi kejadian
▪ Mendukung proses dan mempunyai motivasi
▪ Berkomitmen terhadap kelangsungan proses
▪ Mengkomunikasikan ke organisasinya
▪ Membawa perspektif masyarakat yg terancam
▪ Membawa pengalaman lalu ke dlm proses
Siapa saja yg terlibat?
Pemerintah atau pemerintah daerah
Masyarakat lokal yg terancam
Perwakilan dari pemberi bantuan
Tenaga ahli dari luar
Perwakilan PBB
Gerakan Palang Merah/Bulan Sabit Merah
Organisasi Masyarakat Sipil