The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Standar Pelayanan Minimum (SPM) Sub-Urusan Bencana memberikan penjelasan bagaimana suatu daerah dapat menerapkan tiap - tiap Sub Kegiatan pada SPM sebagaimana mestinya, sesuai komponen - komponen yang telah digariskan dengan memperhatikan target capaian dan mutu layanan.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ruswan.bks, 2022-11-02 22:19:13

Standar Pelayanan Minimum (SPM) Sub- Urusan Bencana

Standar Pelayanan Minimum (SPM) Sub-Urusan Bencana memberikan penjelasan bagaimana suatu daerah dapat menerapkan tiap - tiap Sub Kegiatan pada SPM sebagaimana mestinya, sesuai komponen - komponen yang telah digariskan dengan memperhatikan target capaian dan mutu layanan.

Keywords: Sosialisasi Komunikasi Informasi dan Edukasi Rawan Bencana ( Per Jenis Bencana),Penyusunan Kajian Risiko Bencana

KOMPONEN URAIAN CAPAIAN YANG QTT VOL KUALIFIKASI/ KET.
DIHARAPKAN SPESIFIKASI
174
 Rencana pengintegrasian Bila ada salah satu
RPB ke dalam RPJMD dan bencana
hidrometeorologi
Renstra OPD yang dikaji, maka
ahli ini wajib
 Analisis penentuan terlibat dalam
penyusunan RPB
indikator evaluasi terpilih
Bila ada salah satu
c) Ahli Hidrologi  Identifikasi dan analisis 1 org n-1 bulan Lulusan S2 Hidrologi, bencana geologi
Akar masalah dan pengalaman minimal yang dikaji, maka
3 tahun pada ahli ini wajib
kawasannya pada elemen pekerjaan terlibat dalam
risiko hidrometeorologi penyusunan RPB
penanggulangan
 Analisis strategi penang-
gulangan bencana pada bencana; atau lulusan
S1 Ahli Madya Teknik
aspek hidrometeorologi Lingkungan/Teknik

 Analisis hasil penilaian Sipil pengalaman
ketahanan daerah pada
minimal 5 tahun
dalam
penanggulangan
Ditjen Bina Administrasi Kewilayahanaspek hidrometeorologi
 Menyusun rencana aksi
pengurangan risiko
bencana
Kementerian Dalam Negeribencana, indikator aksi,
lokasi, dan tahun
pelaksanaan aksi, pada
Copyright © 2020aspek hidrologi
d) Ahli Geologi/ Lulusan S2
Vulkanologi  Identifikasi dan analisis Geodesi/Geologi,
Akar masalah dan
1 org n-1 bulan

/Geodesi kawasannya pada elemen pengalaman minimal
3 tahun pada
risiko geologi daerah pekerjaan
penanggulangan
 Analisis strategi bencana; atau lulusan
penanggulangan bencana S1 Geodesi/Geologi
dan hasil penilaian pengalaman minimal
ketahanan daerah pada 5 tahun dalam
aspek geologi dan penanggulangan
vulkanologi bencana

 Menyusun rencana aksi
pengurangan risiko

bencana, indikator aksi,
lokasi, dan tahun
pelaksanaan aksi, pada
aspek geologi dan

vulkanologi


KOMPONEN URAIAN CAPAIAN YANG QTT VOL KUALIFIKASI/ KET.
DIHARAPKAN SPESIFIKASI

e) Ahli Kesehatan  Identifikasi dan analisis 1 org n-1 bulan Lulusan S1 di bidang Bila ada bencana
Masyarakat kesehatan; epidemi wabah
Akar masalah dan pengalaman minimal penyakit yang

175 kawasannya pada elemen 5 tahun dalam dikaji, maka ahli ini
risiko pada Kesehatan
Masyarakat penanggulangan wajib terlibat
bencana dalam penyusunan
 Analisis strategi RPB
penanggulangan bencana
pada aspek kesehatan

 Analisis hasil penilaian
ketahanan daerah pada

aspek kesehatan

 Menyusun rencana aksi

pengurangan risiko
bencana, indikator aksi,
lokasi, dan tahun
pelaksanaan aksi, pada

Ditjen Bina Administrasi Kewilayahanaspekkesehatan

Kementerian Dalam Negeri Identifikasi dan analisis
Akar masalah dan
f) Ahli Sosial 1 org n-1 bulan Lulusan S1 personil wajib
Pertanian/Sosial
Ekonomi/Sosial,
Copyright © 2020kawasannya pada elemen pengalaman minimun
5 tahun dalam
risiko Sosial Budaya dan penanggulangan
Ekonomi daerah bencana
 Analisis strategi
penanggulangan bencana
pada aspek sosial budaya
dan ekonomi

 Analisis hasil penilaian
ketahanan daerah pada
aspek sosial budaya dan

ekonomi

 Menyusun rencana aksi

pengurangan risiko
bencana, indikator aksi,
lokasi, dan tahun
pelaksanaan aksi, pada

aspek sosial budaya dan
ekonomi


KOMPONEN URAIAN CAPAIAN YANG QTT VOL KUALIFIKASI/ KET.
DIHARAPKAN SPESIFIKASI personil wajib

g) Ahli Penataan Ruang  Identifikasi dan analisis 1 org n-1 bulan Lulusan S1 Planologi;
Akar masalah dan pengalaman minimal
5 tahun di bidangnya
kawasannya pada aspek 176
penataan ruang

 Analisis strategi

penanggulangan bencana
pada aspek penataan
ruang dan lintas kawasan

 Menyusun rencana aksi
pengurangan risiko

bencana, indikator aksi,
lokasi, dan tahun
pelaksanaan aksi, pada
aspek penataan ruang

B. Tenaga Pendukung

Ditjen Bina Administrasi Kewilayahana) Fasilitator
Kesepakatan-kesepakatan 1 org n-1 bulan Memiliki pengalaman
bersama dalam rapat minimal 50 jam
Kementerian Dalam Negeridan/atau diskusi publik memfasilitasi
sesuai dengan permintaan pertemuan publik
para ahli (konsultasi publik,
workshop, dan
Copyright © 2020 Dokumen Rencana sejenisnya)
b) Penulis Dokumen 1 org n bulan
Memiliki pengalaman
Penanggulangan Bencana minimal 3 tahun
dalam
 Lampiran Rencana Aksi penanggulangan
Penanggulangan Bencana bencana. Memiliki
kemampuan yang
 Lampiran Kerangka Kerja baik dalam
Logis Monitoring dan mengoperasikan Ms.
Words, Ms. Excell,
Evaluasi RPB dan Ms. Power Point.

 Lampiran Gambar Sebaran
Lokus Aksi

Penanggulangan Bencana

c) Tenaga Administrasi Penyusunan laporan 1 org n bulan Lulusan D3 dengan

pertanggungjawaban pengalaman 3 tahun
pelaksanaan kegiatan dalam administrasi
dan pelaporan


KOMPONEN URAIAN CAPAIAN YANG QTT VOL KUALIFIKASI/ KET.
DIHARAPKAN SPESIFIKASI

C. Tim Teknis Daerah dan Tim Asistensi Daerah

177 a) Tim Asistensi Daerah  Memastikan akar masalah 1 org 1 Ls
 Kepala Daerah penanggulangan bencana

 Sekretaris Daerah dianalisa dengan baik 1 org 1 Ls

 Kalak BPBD sesuai kondisi sebenarnya 1 org 1 Ls

 Kepala Bappeda  Memastikan kualitas 1 org 1 Ls

b) Tim Teknis Daerah substansi RPB setingkat Kepala

 Ketua  Menjaga proses legalisasi 1 org 1 Ls Bidang/Kepala Seksi
 Sekretaris RPB dalam bentuk aturan 1 org 1 Ls terkait kebencanaan
 Anggota daerah z-2 org 1 Ls di instansinya

D. Pendukung

a) Dokumen Kajian Risiko Bencana 1 bh 1 rangkap soft file berwarna

b) Album Peta Kajian Risiko Bencana

 Peta bahaya
 Peta kerentanan

Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Petakapasitas
x bh 1 rangkap soft file berwarna
x bh 1 rangkap soft file berwarna
x bh 1 rangkap soft file berwarna

x bh 1 rangkap soft file berwarna
1 set 1 rangkap soft file berwarna
 Peta risiko bencana

Kementerian Dalam Negeric) Matriks risiko bencana
d) Profil kab/kota (kab/kota dalam angka) 1 set 1 rangkap hardcopy/soft file
e) Data Ekoregion kab/kota soft file
hardcopy/ soft file
Copyright © 2020f) Dokumen RPJMD kab/kota
1 set 1 rangkap
1 set 1 rangkap

g) Dokumen RPJMD provinsi 1 set 1 rangkap hardcopy/ soft file

h) Dokumen RPJMN 1 set 1 rangkap hardcopy/ soft file

i) Dokumen KLHS kab/kota 1 set 1 rangkap hardcopy/ soft file

j) Susunan SOTK kab/kota 1 set 1 rangkap hardcopy/ soft file

2. Diskusi Publik A. Persiapan Umum
terhadap RPB
yang sudah a) Akomodasi dan Sosialisasi rencana A org 1 kali Kepala BPBD/OPD
disusun untuk Konsumsi Rapat penyusunan dokumen RPB 1 pkt 1 kali dan jajaran eselon di
disempurna- kepada internal BPBD/ OPD BPBD/OPD
kan dan b) Bahan materi dan penanggungjawab
ditetapkan ATK Rapat penyusunan RPB  Dasar Hukum
menjadi  Dokumen Pagu
dokumen
yang sah/ anggaran
legal  Dokumen Kajian

Risiko Bencana
 Pedoman

penyusunan RPB


KOMPONEN URAIAN CAPAIAN YANG QTT VOL KUALIFIKASI/ KET.
DIHARAPKAN SPESIFIKASI
178
B. Diskusi Publik 1
Kepala Daerah : 1
a) Audiensi ke Kepala Daerah org
Sekretaris Daerah :
1) Akomodasi dan  Komitmen politis unsur 7 + D org 1 kali Tempat pertemuan, 1 org
Konsumsi Rapat pimpinan daerah dalam kursi, meja, sound BPBD : 3 org
Bappeda : 2 org
penyusunan dan system, perangkat BPKAD : 2 org
presentasi, dan
implementasi RPB konsumsi pertemuan BPBD : 3 org
 Dukungan dari Kepala Bappeda : 2 org
Peserta lain (B) :
2) Bahan materi Daerah untuk 1 pkt 1 kali  KAK kegiatan berasal dari
dan ATK Rapat pembentukan tim teknis institusi terkait PB
daerah  Surat atau Nota Jumlah peserta : 15
dinas pengajuan org
 Penentuan waktu audiensi
BPBD : 3 org
pelaksanaan untuk  Dokumen Kajian Bappeda : 2 org
kegiatan Rapat Koordinasi Risiko Bencana Peserta lain (B) :
Pimpinan OPD yang masih berlaku berasal dari
perwakilan DPRD,
 Materi paparan Dinas/Instansi
Ditjen Bina Administrasi Kewilayahanb) FGD Internal Persiapan Loka Karya Koordinasi Pimpinan OPD terkait PB, media,
1) Akomodasi dan 5 + B + F org 1 kali Tempat pertemuan, akademisi, wakil
masyarakat dan
Kementerian Dalam NegeriKonsumsiRapat kursi, meja, sound dunia usaha
 Analisis dan identifikasi system, perangkat Jumlah peserta :
40-45 org
stakeholders presentasi, dan
Copyright © 20202) Bahan materi dan konsumsi pertemuan
 Daftar Awal calon tim
 KAK kegiatan
teknis daerah 1 pkt 1 kali  Materi paparan

ATK Rapat

c) Loka Karya Koordinasi Pimpinan OPD

1) Akomodasi dan 5 + B + D + org 1 kali Ruangan, kursi, meja,
F 1 kali sound system,
Konsumsi Rapat 1 pkt perangkat presentasi,
1 hari dan konsumsi
2) Bahan materi dan  Sosialisasi dan Internalisasi 5 + B org
ATK Rapat Penyusunan Dokumen  KAK kegiatan
RPB kepada praktisi  Daftar Awal Calon

kebencanaan di kab/kota Tim Teknis Daerah
 Draft SK Tim Teknis
 Komitmen teknis pimpinan
OPD dalam penyusunan Daerah
dan implementasi RPB  Materi paparan

3) Transport  Draft Final SK Tim Teknis Setingkat Pimpinan
Peserta Daerah OPD pada instansi
pemerintahan


KOMPONEN URAIAN CAPAIAN YANG QTT VOL KUALIFIKASI/ KET.
DIHARAPKAN SPESIFIKASI

C. Diskusi Publik 2

a) FGD Internal Persiapan Loka Karya/ Rapat Teknis

179 1) Akomodasi dan 3 + C + F org 1 kali Ruangan, kursi, meja, BPBD : 2 org
Konsumsi Rapat sound system, Bappeda : 1 org
 Analisis dokumen Kajian 1 pkt 1 kali perangkat presentasi, Peserta (C) :
2) Bahan materi dan Risiko Bencana, dan konsumsi merupakan
ATK Rapat struktur inti Tim
 Dokumen Perencanaan  Dokumen Kajian Teknis Daerah
Pembangunan dan Risiko Bencana.
Dokumen referensi
pendukung lainnya  Dokumen

perencanaan yang Jumlah peserta : 10
telah ada di daerah org
dan masih berlaku

b) Loka Karya/ Rapat Teknis

1) Akomodasi dan 3 + C + D + org 3 kali Ruangan, kursi, meja, 3 orang peserta
Konsumsi Rapat F sound system, merupakan wakil
1 pkt perangkat presentasi, dari tim teknis
Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan2) Bahanmateridan dan konsumsi wajib, 2 orang dari
ATK Rapat BPBD, 1 orang dari
KemeCnotpeyriraignhDt a©la2m02N0egeri3) Transport  Dokumen Kajian Bappeda.
Peserta Risiko Bencana
 Analisis bencana prioritas 3 kali yang telah disusun Peserta (C) :
sebelumnya merupakan Tim
 Identifikasi dan analisis 3 + C org 3 kali Teknis Daerah
akar masalah  Materi Paparan selain 3 orang tim
teknis wajib
 Rumusan Isu Strategis Tim Teknis Daerah
 Analisis isu strategis-isu yang telah di SK kan

strategis prioritas
 Perumusan rencana aksi

 Integrasi dokumen dan
pelaku

D. Diskusi Publik 3

1) Akomodasi dan 3 + C + D + org 1 kali Ruangan, kursi, meja, 3 orang peserta,
Konsumsi Rapat F sound system, merupakan wakil
perangkat presentasi, dari tim teknis
 Perumusan rencana
dan konsumsi wajib: 2 orang dari
Monev dalam BPBD, 1 orang dari
2) Bahan materi dan implementasi RPB 1 pkt 1 kali  Dokumen KRB Bappeda.
ATK Rapat  Hasil Loka Karya/
 Perumusan rencana 3 + C org 1 kali Peserta (C) :
3) Transport pengarusutamaan dan Rapat Teknis merupakan Tim
Peserta legalisasi RPB  Materi Paparan Teknis Daerah
selain 3 orang tim
Tim Teknis Daerah
yang telah di SK kan

teknis wajib


KOMPONEN URAIAN CAPAIAN YANG QTT VOL KUALIFIKASI/ KET.
DIHARAPKAN SPESIFIKASI

E. Diskusi Publik 4

a) FGD Persiapan Loka Karya Konfirmasi

1) Akomodasi dan 6 + C org 2 kali Tempat pertemuan, 6 orang peserta 180
Konsumsi Rapat kursi, meja, sound merupakan

system, perangkat perwakilan dari: 2
presentasi, dan orang dari BPBD, 2
konsumsi pertemuan orang dari
 Penyampaian hasil Bappeda, 2 orang
2) Bahan materi dan penyusunan RPB kepada 1 pkt 2 kali  Draft Dokumen
ATK Rapat Bappeda dan BPKAD RPB dari BPKAD
setingkat pimpinan
3) Transport  Penyampaian tanggapan  Materi Paparan (diluar tim teknis
Peserta Bappeda dan BPKAD 6 + C org 2 kali daerah)
terhadap hasil penyusunan Setingkat Pimpinan
RPB OPD pada instansi Peserta (C)
pemerintahan merupakan
perwakilan dari
 Penyempurnaan RPB Tim Teknis Daerah
berdasarkan tanggapan

Ditjen Bina Administrasi KewilayahandariBappedadanBPKAD

Kementerian Dalam Negeri Jumlah peserta : 10
orang

Copyright © 2020b) Loka Karya Konfirmasi BPBD : 3 org
1) Akomodasi dan 5 + B + C+ org 1 kali Tempat pertemuan, Bappeda : 2 org
kursi, meja, sound
Konsumsi Rapat D+F system, perangkat Peserta lain (B) :
presentasi, dan berasal dari
2) Bahan materi dan  Masukan untuk 1 pkt 1 kali konsumsi pertemuan perwakilan DPRD,
ATK Rapat penyempurnaan akhir 5 + B+ C org 1 kali Dinas/Instansi
Draft Dokumen RPB  Laporan Umum terkait PB, media,
3) Transport Kegiatan akademisi, wakil
Peserta  Kesepakatan dan masyarakat dan
komitmen terhadap Draft  Draft Dokumen dunia usaha
Final Dokumen RPB RPB
Jumlah peserta :
 Materi Paparan 40-45 org

Setingkat Pimpinan
OPD pada instansi
pemerintahan


KOMPONEN URAIAN CAPAIAN YANG QTT VOL KUALIFIKASI/ KET.
DIHARAPKAN SPESIFIKASI

F. Audiensi Tim Teknis kepada Kepala Daerah

1) Akomodasi dan 5 + C + F org 1 kali Tempat pertemuan, Sebaiknya

181 Konsumsi Rapat kursi, meja, sound dilakukan sebelum
system, perangkat Diskusi Publik 4
presentasi, dan

konsumsi pertemuan 5 org peserta
terdiri dari: Kepala
2) Bahan materi dan 1 pkt 1 kali  Laporan Umum Daerah, Sekretaris
ATK Rapat Kegiatan Daerah, BPBD,
Bappeda, BPKAD
 Draft Dokumen
RPB

Tindak lanjut komitmen  Materi Paparan Peserta lain (C) :
politis unsur pimpinan daerah merupakan
dalam implementasi RPB perwakilan dari

Ditjen Bina Administrasi KewilayahanTimTeknisDaerah
Peserta lain (F) :
merupakan
Kementerian Dalam Negeri perwakilan dari
Tim Ahli

Copyright © 2020 Jumlah peserta : 10
org

G. Asistensi C + E + F org 2 kali Tempat pertemuan,
kursi, meja, sound
1) Akomodasi dan system, perangkat
Konsumsi Rapat presentasi, dan
konsumsi pertemuan
2) Bahan materi dan  Masukan untuk 1 pkt 2 kali Asistensi 1:
ATK Rapat penyempurnaan proses  KAK sebelum Diskusi
dan hasil penyusunan C + E org 2 kali  Draft Dokumen Publik 1
3) Transport Dokumen RPB Asistensi 2:
Peserta RPB sebelum Diskusi
 Kesepakatan dan  Materi Paparan Publik 3
komitmen terhadap Draft
Final Dokumen RPB Tim Asistensi Peserta (C) :
Nasional ditentukan merupakan
oleh BNPB sesuai perwakilan dari
aturan yang berlaku Tim Teknis Daerah


KOMPONEN URAIAN CAPAIAN YANG QTT VOL KUALIFIKASI/ KET.
DIHARAPKAN SPESIFIKASI

H. Finalisasi dan Legalisasi

1) Akomodasi dan  Draft Final Dokumen RPB 5 + C + F org 1 kali Tempat pertemuan, BPBD : 2 org
Konsumsi Rapat 1 pkt 1 kali kursi, meja, sound Bappeda : 1 org
 Draft Peraturan system, perangkat Peserta lain (C) : 182
2) Bahan materi dan Daerah/Peraturan Kepala presentasi, dan
ATK Rapat Daerah untuk pengesahan konsumsi pertemuan merupakan
Dokumen RPB struktur inti Tim
 Draft Dokumen Teknis Daerah
 Draft Naskah Akademis RPB
Dokumen RPB Jumlah peserta : 10
 Materi Paparan org

I. Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi Pemanfaatan RPB

1) Akomodasi dan 5 + C + F org 1 kali Tempat pertemuan, BPBD : 2 org
Konsumsi Rapat kursi, meja, sound Bappeda : 1 org
system, perangkat Peserta lain (C) :
Laporan evaluasi RPB tahun presentasi, dan merupakan
struktur inti Tim
berjalan konsumsi pertemuan Teknis Daerah
Materi Paparan Jumlah peserta : 10
2) Bahan materi dan org

Ditjen Bina Administrasi KewilayahanATKRapat
1 pkt 1 kali

Kementerian Dalam Negeri
KETERANGAN

A = jumlah pejabat di lingkungan BPBD

Copyright © 2020B = jumlah undangan lain yang berasal di luar BPBD dan Bappeda

C = tim teknis daerah
D = panitia yang ikut dalam kegiatan di luar peserta undangan
E = jumlah tim Asistensi
F = jumlah tim ahli yang terlibat
x = jumlah bencana yang dikaji
z = jumlah tim teknis daerah (disesuaikan dengan hasil identifikasi)
n = lama waktu penyusunan RPB = 6 bulan


183

Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam Negeri
Copyright © 2020


Sub Kegiatan 2.2.

Penyusunan
Rencana Kontinjensi

Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan

Kementerian Dalam Negeri

Copyright © 2020Sifat
Struktur Komponen
: LAYANAN POKOK
: KOMPONEN TERPADU
Syarat Pelaksanaan : Disusun untuk setiap jenis bencana yang menjadi prioritas

penanganan di daerah
Pedoman Teknis Pelaksanaan : Peraturan Kepala dan NSPK yang dikeluarkan oleh BNPB

Sasaran: Indikator:
Tersedianya data/informasi tentang rencana Persentase (%) penyelesaian dokumen sampai
kontinjensi dalam bentuk dokumen resmi dengan dinyatakan sah/legal.


A. GAMBARAN UMUM SUB KEGIATAN

Rencana Kontinjensi adalah suatu proses Rencana Kontinjensi disusun oleh BPBD dengan Sub Kegiatan Penyusunan Rencana Kontijensi
perencanaan ke depan terhadap keadaan yang melibatkan seluruh pihak terkait merupakan layanan pokok yang memberikan
185 tidak menentu untuk mencegah, atau penanggulangan bencana baik dari instansi dasar bagi pelaksanaan Sub Kegiatan Gladi

menanggulangi secara lebih baik dalam situasi pemerintah, mau pun non pemerintah. Kesiapsiagaan terhadap Bencana; Pengendalian
darurat atau kritis dengan menyepakati skenario Operasi dan Penyediaan Sarana Prasarana
dan tujuan, menetapkan tindakan teknis dan Bagi daerah yang telah menetapkan dokumen Kesiapsiagaan terhadap Bencana; Penyediaan
manejerial, serta tanggapan dan pengerahan Rencana Kontinjensi, maka kegiatannya dapat Peralatan Perlindungan dan Kesiapsiagaan
yang telah disetujui bersama. berupa pemutakhiran dokumen Rencana Terhadap Bencana, serta Aktivasi Sistem
Kontinjensi. Komando Penanganan Darurat Bencana.

B. KOMPONEN DAN TARGET CAPAIAN

Sub Kegiatan Penyusunan Rencana Kontinjensi Setiap komponen memiliki target capaian dalam Sedangkan jika daerah Anda telah memiliki

satuan paket dengan bobot kepentingannya
masing-masing. Bobot kepentingan berguna
pada saat melakukan penilaian kinerja dan
(Renkon) merupakan komponen terpadu, yang
antar komponennya saling terkait dan harus

Ditjen Bina Administrasi Kewilayahandilaksanakan secara bersamaan. Komponen
dokumen Renkon yang legal, maka target
capaian implementasi sub kegiatan Penyusunan
Renkon di daerah Anda adalah dalam bentuk

Renkon terdiri atas: laporan efektivitas pemanfaatan Renkon di
daerah Anda. Dengan demikian, meskipun
Kementerian Dalam Negeri1. Penyediaan tenaga ahli yang kompeten daerah Anda telah memiliki dokumen Renkon
dalam penyusunan Dokumen Rencana yang legal, namun daerah Anda tetap memiliki
Kontinjensi kewajiban memberikan laporan efektivitas
pemanfaatan dokumen Renkon untuk
Copyright © 20202. Diskusi Publik terhadap Dokumen Rencana memenuhi target capaian SPM setiap tahunnya.
Kontinjensi yang sudah disusun untuk
disempurnakan dan ditetapkan menjadi
capaian pelaksanaan sub kegiatan Penyusunan
Renkon. Jika pada tahun berjalan daerah Anda
belum menyusun dokumen Renkon, maka
ketersediaan dokumen Renkon dan Legalitas
Dokumen Renkon merupakan target yang harus
dicapai oleh daerah Anda pada masa
penyusunan Renkon.

dokumen yang sah/legal..

Tabel 20. Komponen dan Target Capaian pada Sub Kegiatan 2.2. Penyusunan Rencana Kontinjensi

NO KOMPONEN SPM TARGET CAPAIAN SATUAN BOBOT KETERANGAN
Paket KEPENTINGAN Penghitungan Target Capaian pada
1 Penyediaan Tenaga Ahli yang 1. Penyediaan Dokumen masa penyusunan Renkon
Kompeten dalam Penyusunan Renkon Paket 40% 100%
Dokumen Rencana Kontinjensi Paket 60% Penghitungan Target Capaian pada
2. Legalitas Dokumen Renkon masa pemanfaatan Renkon
2 Diskusi Publik terhadap Dokumen 3. Laporan Efektivitas 100%
Rencana Kontinjensi yang sudah
disusun untuk disempurnakan dan Pemanfaatan Renkon
ditetapkan menjadi dokumen yang
sah/legal


C. MUTU LAYANAN Setiap mutu layanan pada target capaian Nilai maksimum jumlah bobot mutu layanan 186
tersebut memiliki nilai bobot yang berguna adalah sama dengan nilai maksimum bobot
Sub Kegiatan Penyusunan Rencana Kontinjensi untuk menilai ketercapaian komponen kepentingan pada target capaian komponennya.
memiliki 3 target capaian yang masing-masing penyusun sub kegiatan.
memiliki mutu layanan sebagai kualitas
minimum yang harus dicapai.

1. Mutu Layanan untuk Target Capaian 1

Komponen : Penyediaan Tenaga ahli yang kompeten dalam penyusunan dokumen
Capaian Rencana Kontinjensi
Total Bobot Maks
: Dokumen Rencana Kontinjensi
: 40%

Tabel 21. Mutu Layanan untuk Target Capaian 1 pada Sub Kegiatan 2.2. Penyusunan Rencana Kontinjensi
MUTU LAYANAN
Ditjen Bina Administrasi KewilayahanLINGKUP BOBOT
Periode Penyusunan 2%

Kementerian Dalam NegeriSkenario Kejadian 2%
Sesuai dengan kerangka acuan kerja dan rencana biaya 2%
1%
Skenario kejadian untuk satu bencana yang telah teridentifikasi sedang mengancam kabupaten/kota yang
menimbulkan dampak terparah berdasarkan: 1%
1%
Skenario dampak Copyright © 20201) Sejarah kejadian 1%
1%
2) Analisa dan referensi ahli 1%
1) Berdasarkan Kajian Risiko Bencana dan Sejarah Kejadian 1%
2) Untuk dampak utama dan turunannya pada komponen : 1%

a) penduduk 2%
2%
b) sarana prasarana transportasi 2%
2%
c) sarana prasarana air bersih 2%
2%
d) sarana prasarana perekonomian daerah

e) sarana prasarana energi dan listrik

f) sarana prasarana domestik

g) sarana prasarana pemerintahan

Sasaran dan Strategi Strategi-strategi disusun untuk mengatasi dampak bencana dalam skala prioritas untuk:
operasi Penanganan 1) menyelamatkan nyawa
Darurat Bencana
2) stabilitas keadaan darurat

3) pengamanan properti dan aset di kawasan terdampak

Keorganisasian 1) Unit-unit operasi pelaksana strategi operasi
penanganan darurat 2) Lembaga-lembaga yang terlibat dalam unit operasi
bencana
3) Struktur organisasi yang disusun dengan prinsip kesatuan komando dan rentang kendali


LINGKUP MUTU LAYANAN BOBOT
2%
Fasilitas operasi 1) Fasilitas operasi yang diaktifkan 2%
2%
penanganan darurat 2) Peta penempatan fasilitas operasi 2%
bencana 2%
3) Fungsi fasilitas operasi aktif
1%
187 Pengelolaan sumber 1) Ketersediaan sumber daya 1%
daya 2) Kebutuhan sumber daya pada tiap-tiap unit operasi untuk melaksanakan strategi operasi 1%
1%
3) Rencana pemenuhan kebutuhan sumber daya, terkait :

a) Kerjasama dengan daerah tetangga

b) Bantuan mandiri masyarakat dan lembaga non pemerintah

c) Bantuan pemerintah vertikal

d) Pengadaan sumber daya

2. Mutu Layanan untuk Target Capaian 2

Komponen : Diskusi publik terhadap dokumen Rencana Kontinjensi yang sudah disusun

untuk disempurnakan dan ditetapkan menjadi dokumen yang sah/legal
Ditjen Bina Administrasi KewilayahanTotalBobotMaks : 60%
Capaian : Legalitas Dokumen Rencana Kontinjensi

LINGKUP Kementerian Dalam NegeriTabel 22. Mutu Layanan untuk Target Capaian 2 pada Sub Kegiatan 2.2. Penyusunan Rencana Kontinjensi BOBOT
Keterwakilan Copyright © 2020MUTULAYANAN
Komitmen operasi 10%
gabungan Peserta diskusi publik minimal setingkat kepala seksi di pemerintahan atau sederajat, berasal dari elemen :
Berita acara 1. Pemerintah; 2.masyarakat; 3.Dunia Usaha; 4. Akademisi; 5.Jurnalis. 10%
1) Kontribusi sumber daya operasi penanganan darurat bencana 10%
Dokumen Legal 2) Satu komando operasi dan rentang kendali operasi penanganan darurat yang ditetapkan oleh kepala daerah 5%
1) Kesepakatan berbagi sumber daya dalam operasi penanganan darurat bencana 5%
2) Kesepakatan rantai komando 5%
3) Kesepakatan rencana kontinjensi sebagai dasar penetapan status keadaan darurat 5%
4) Kesepakatan rencana kontinjensi sebagai dasar penyusunan rencana operasi penanganan darurat bencana 10%
Dokumen legal Renkon Bencana yang disepakati oleh seluruh komponen pemerintah dan non pemerintah

3. Mutu Layanan untuk Target Capaian 3

Komponen : Diskusi publik terhadap dokumen Rencana Kontinjensi yang sudah disusun

Capaian untuk disempurnakan dan ditetapkan menjadi dokumen yang sah/legal
: Laporan Efektivitas Pemanfaatan Rencana Kontinjensi
Total Bobot Maks : 100%


LINGKUP Tabel 23. Mutu Layanan untuk Target Capaian 3 pada Sub Kegiatan 2.2. Penyusunan Rencana Kontinjensi BOBOT 188
30%
Rapat Koordinasi MUTU LAYANAN 20%
Monitoring dan 1) Capaian target Sub Kegiatan Gladi Kesiapsiagaan terhadap Bencana dalam tahun berjalan
Evaluasi 2) Capaian target Sub Kegiatan Pengendalian Operasi dan Penyediaan Sarana Prasarana Kesiapsiagaan Terhadap 20%
Pemanfaatan
Rencana Bencana dalam tahun berjalan 30%
Kontinjensi 3) Capaian target Sub Kegiatan Penyediaan peralatan perlindungan dan kesiapsiagaan terhadap bencana dalam

tahun berjalan
4) Capaian target Sub Kegiatan Aktivasi Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana jika terjadi bencana dalam

tahun berjalan

D. KERANGKA PENGANGGARAN

Komponen-komponen biaya yang terdapat Kerangka penganggaran ini dapat disesuaikan Namun demikian, untuk personil dan rangkaian

pada tabel kerangka penganggaran dapat dengan kondisi dan standar biaya harga yang pekerjaan yang bersifat wajib, hendaklah
mempermudah Anda dalam merancang

Ditjen Bina Administrasi KewilayahanKerangka Acuan Kerja dan RAB.
berlaku di daerah Anda. mengikuti kerangka pendanaan ini.

Kementerian Dalam NegeriTabel 24. Kerangka Penganggaran pada Sub Kegiatan 2.2. Penyusunan Rencana Kontinjensi
Copyright © 2020CAPAIANYANG KUALIFIKASI/
KOMPONEN URAIAN DIHARAPKAN QTT VOL SPESIFIKASI KETERANGAN
personil wajib
1. Penyediaan A. Tenaga Ahli  Skenario dampak dan 1 org n bulan Lulusan S2
Tenaga Ahli a) Team Leader/ kejadian untuk satu jenis Manajemen
yang bencana yang telah Penanggulangan
Kompeten Manajemen teridentifikasi sedang Bencana;
dalam Penanggulangan mengancam kabupaten/ Pengalaman minimal
Penyusunan Bencana kota yang menimbulkan 5 tahun pada
Dokumen dampak terparah pekerjaan
Rencana berdasarkan sejarah penanggulangan
Kontinjensi kejadian bencana serta bencana; atau
analisa dan referensi ahli Lulusan S1 Ahli
Madya Teknik
 Menyusun Briefing Lingkungan/Teknik
keselamatan petugas Sipil/Geografi/
pengalaman minimal
 Menganalisa sasaran dan 7 tahun dalam PB
strategi penanganan
darurat bencana
komprehensif


KOMPONEN URAIAN CAPAIAN YANG QTT VOL KUALIFIKASI/ KETERANGAN
DIHARAPKAN SPESIFIKASI

 Menganalisa
keorganisasian dan
skenario kebutuhan
189 sumber daya

komprehensif

b) Ahli Kebijakan Publik  Menyusun sasaran dan 1 org n bulan Lulusan S1 semua personil wajib
strategi untuk mengatasi
jurusan; pengalaman
minimum 5 tahun
dampak bencana dalam dalam kebencanaan.

skala prioritas untuk: Diutamakan memiliki
1. menyelamatkan nyawa
2. stabilitas keadaan pengalaman dibidang
darurat Incident Command
System (ICS) atau
3. pengamanan properti
dan aset di kawasan sejenis.

terdampak
 Menyusun keorganisasian

Ditjen Bina Administrasi Kewilayahanpenanganandarurat
bencana:
1. unit-unit operasi

Kementerian Dalam Negeripelaksana strategi
Copyright © 2020operasi

2. lembaga-lembaga
yang terlibat dalam
unit operasi
3. struktur organisasi
yang disusun dengan

prinsip kesatuan
komando dan rentang
kendali

 Menyusun rencana
kebutuhan fasilitas operasi:
1. Fasilitas operasi yang

diaktifkan
2. Peta penempatan
fasilitas operasi
3. Fungsi fasilitas operasi

aktif


KOMPONEN URAIAN CAPAIAN YANG QTT VOL KUALIFIKASI/ KETERANGAN
DIHARAPKAN SPESIFIKASI personil wajib jika
Renkon yang
c) Ahli Hidrologi Skenario dampak utama dan 1 org n-1 bulan Lulusan S2 Hidrologi, disusun adalah
turunannya berdasarkan pengalaman minimal untuk menghadapi 190
Kajian Risiko Bencana 3 tahun pada ancaman bencana
Hidrorologi (banjir, pekerjaan Hidrologi

kekeringan, tanah longsor, penanggulangan personil wajib jika
kebakaran hutan dan lahan) bencana; atau lulusan Renkon yang
dan Skenario Kejadian: S1 Ahli Madya Teknik disusun adalah
1. Penduduk Lingkungan/Teknik untuk menghadapai
ancaman bencana
2. sarana prasarana Sipil pengalaman Geologi/
transportasi minimal 5 tahun Vulkanologi
3. sarana prasarana air dalam
bersih penanggulangan

4. sarana prasarana bencana
perekonomian daerah
5. sarana prasarana energi
Ditjen Bina Administrasidan listrik Kewilayahan
6. sarana prasarana
domestik
7. sarana prasarana

Kementerian Dalam Negeripemerintahan
d) Ahli Geologi/ Skenario dampak utama dan 1 org n-1 bulan Lulusan S2
Vulkanologi/ Copyright © 2020turunannya berdasarkan KRB Geodesi/Geologi,
Geodesi pengalaman minimal
Geologi (gempabumi, tanah
longsor, letusan gunung api, 3 tahun pada
tsunami) dan Skenario pekerjaan
Kejadian, pd komponen: penanggulangan

1. penduduk bencana; atau lulusan
2. sarana prasarana S1 Geodesi/Geologi
transportasi pengalaman minimal
3. sarana prasarana air 5 tahun dalam

bersih penanggulangan
4. sarana prasarana bencana
perekonomian daerah

5. sarana prasarana energi
dan listrik
6. sarana prasarana
domestik

7. sarana prasarana
pemerintahan


KOMPONEN URAIAN CAPAIAN YANG QTT VOL KUALIFIKASI/ KETERANGAN
DIHARAPKAN SPESIFIKASI

e) Ahli Kesehatan Skenario dampak utama dan 1 org n-1 bulan Lulusan S1 di bidang personil wajib jika
Masyarakat turunannya berdasarkan kesehatan; Renkon yang
Kajian Risiko Bencana pengalaman minimal disusun adalah
191 Epidemi wabah penyakit dan 5 tahun dalam untuk menghadapai

Skenario Kejadian, pada penanggulangan ancaman bencana
komponen : bencana Epidemi wabah
1. Penduduk penyakit
2. sarana prasarana

transportasi
3. sarana prasarana air
bersih
4. sarana prasarana

perekonomian daerah
5. sarana prasarana energi
dan listrik
Ditjen Bina Administrasi6. sarana prasarana Kewilayahan
domestik
7. sarana prasarana
Kementerian Dalam Negerif) Ahli Manajemen
Sumber Daya pemerintahan 1 org n bulan Lulusan S1 Teknik
 Ketersediaan sumber daya Sipil/Arsitektur/Plan
ologi. Pengalaman
Copyright © 2020 Menyusun keorganisasian minimal 5 tahun di
penanganan darurat bidang
bencana:
1. unit-unit operasi
pelaksana strategi penanggulangan
operasi bencana

2. lembaga-lembaga

yang terlibat dalam
unit operasi
3. struktur organisasi
yang disusun dengan

prinsip kesatuan
komando dan rentang
kendali

 Menyusun kebutuhan
sumber daya pada tiap-
tiap unit operasi untuk

melaksanakan strategi
operasi


KOMPONEN URAIAN CAPAIAN YANG QTT VOL KUALIFIKASI/ KETERANGAN
DIHARAPKAN SPESIFIKASI 192

 Menyusun rencana
pemenuhan kebutuhan
sumber daya, terkait :

1. Kerjasama dengan
daerah tetangga
2. Bantuan mandiri
masyarakat dan

lembaga non
pemerintah
3. Bantuan pemerintah

vertical
4. Pengadaan sumber
daya

g) Ahli Prasarana  Menyusun rencana 1 org n-1 bulan Lulusan S2
Wilayah Manajemen Sumber
kebutuhan fasilitas operasi:
Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan1. Fasilitas operasi yang
diaktifkan
Daya Manusia
dengan pengalaman

Kementerian Dalam Negeri2. Peta penempatan minimal 3 tahun di
fasilitas operasi bidang
3. Fungsi fasilitas operasi penanggulangan
bencana; atau
Copyright © 2020aktif Lulusan S1 Teknik
Sipil/Arsitektur/Plan
 Strategi pemenuhan ologi/ Manajemen,
kebutuhan dan pengalaman minimal
keberfungsian: 5 tahun di bidang
1. sarana prasarana penanggulangan
transportasi bencana
2. sarana prasarana air
bersih

3. sarana prasarana
perekonomian daerah
4. sarana prasarana
energi dan listrik

5. sarana prasarana
domestik
6. sarana prasarana
pemerintahan


KOMPONEN URAIAN CAPAIAN YANG QTT VOL KUALIFIKASI/ KETERANGAN
DIHARAPKAN SPESIFIKASI

B. Tenaga Pendukung

a) Fasilitator  Kesepakatan-kesepakatan 1 org n bulan Memiliki pengalaman personil wajib
minimal 50 jam
193 bersama dalam rapat memfasilitasi
dan/atau diskusi publik
sesuai dengan permintaan pertemuan publik
(konsultasi publik,
para ahli workshop, dan
sejenisnya)
 Penyusunan dokumen
Rencana Kontinjensi

b) Tenaga Administrasi  Penyusunan laporan 1 org n bulan Lulusan D3 dengan personil wajib
pengalaman 3 tahun
pertanggungjawaban dalam

pelaksanaan kegiatan pengadministrasian

laporan

C. Materi Pendukung

a) Dokumen Kajian Risiko Bencana 1 bh
b) Album Peta Kajian Risiko Bencana 1 bh

Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan1) Petabahaya
1 rangkap soft file berwarna sesuai jenis
1 rangkap soft file berwarna bencana yang
disusun Renkon
2) Peta kerentanan 1 bh nya
3) Peta kapasitas 1 bh
1 bh
Kementerian Dalam Negeri4) Peta risiko bencana
1 rangkap soft file berwarna
1 rangkap soft file berwarna
1 rangkap soft file berwarna

1 set 1 rangkap soft file berwarna
1 set 1 rangkap hardcopy/sof file
5) Matriks risiko bencana Kab/Kota dalam
angka
Copyright © 2020c) Profil kab/kota

d) Daftar sumber daya dan aset kab/kota 1 set 1 rangkap hardcopy/sof file

2. Diskusi Publik A. Persiapan Umum
terhadap
Dokumen a) Akomodasi dan Sosialisasi rencana A org 1 kali Kepala BPBD/OPD

Renkon yang Konsumsi Rapat penyusunan dokumen dan jajaran eselon di
Renkon kepada internal BPBD/OPD
sudah BPBD/ OPD
disusun untuk b) Bahan materi dan penanggungjawab 1 pkt 1 kali a) Dasar Hukum
disempurna- ATK Rapat penyusunan Rencana b) Dokumen Pagu

kan dan Kontinjensi anggaran dan
ditetapkan Kerangka Acuan
menjadi Kerja
dokumen
yang c) Dokumen Kajian
Risiko

sah/legal


KOMPONEN URAIAN CAPAIAN YANG QTT VOL KUALIFIKASI/ KETERANGAN
DIHARAPKAN SPESIFIKASI

B. Loka Karya Koordinasi Pimpinan OPD/Instansi terkait Penanganan Darurat Bencana

a) Akomodasi dan  Sosialisasi kegiatan 5 + B + D + org 1 kali Tempat pertemuan,
Konsumsi Rapat F kursi, meja, sound
penyusunan Rencana 194
Kontinjensi system, perangkat
presentasi, dan
 Komitmen para konsumsi pertemuan BPBD : 3 org
stakeholders untuk TNI/POLRI : 2 org
b) Bahan materi dan berkontribusi terhadap 1 pkt 1 kali a) KAK kegiatan Peserta lain (B) :
berasal dari
ATK Rapat pemenuhan sumber daya b) Daftar Awal
Calon Tim Teknis perwakilan DPRD,
operasi penanganan Daerah Dinas/Instansi
darurat bencana terkait PB, media,
c) Draft SK Tim akademisi, wakil
 Komitmen para Teknis Daerah masyarakat dan
stakeholders untuk satu d) Materi paparan dunia usaha
komando operasi dan Jumlah peserta :
c) Transport Peserta rentang kendali dalam 5 + B org 1 hari Setingkat Pimpinan 40-45 org
OPD pada instansi
pemerintahan
Ditjen Bina Administrasi Kewilayahanoperasipenanganan
darurat yang ditetapkan
oleh kepala daerah
 Pembentukan Tim Teknis
Daerah
Kementerian Dalam NegeriC. RapatTeknis
a) Akomodasi dan 3 + C + D + org 5 kali Tempat pertemuan, 3 orang peserta
Konsumsi Rapat F kursi, meja, sound merupakan wakil
Copyright © 2020 Analisis skenario kejadian system, perangkat dari tim teknis
bencana presentasi, dan wajib, 1 orang dari
 Pendetailan skenario BPBD, 1 orang dari
dampak kejadian bencana TNI, 1 org dari
konsumsi pertemuan POLRI.
b) Bahan materi dan  Breifing keselamatan 1 pkt 5 kali a) KAK
petugas Peserta (C) :
ATK Rapat. b) Materi Paparan merupakan Tim
c) Transport Peserta  Sasaran dan Strategi c) Peta Risiko Teknis Daerah
Penanganan Darurat selain 3 orang tim
Bencana Bencana terkait teknis wajib
d) Matriks risiko
 Pemetaan Fasilitas Operasi 3 + C org 5 kali
bencana terkait
 Struktur Fungsional e) Daftar Sumber
Keorganisasian Komando
tanggap darurat bencana Daya yang
tersedia
 Analisis kesenjangan
sumber daya Tim Teknis Daerah
yang telah di SK kan


KOMPONEN URAIAN CAPAIAN YANG QTT VOL KUALIFIKASI/ KETERANGAN
DIHARAPKAN SPESIFIKASI

D. Diskusi Publik

a) Akomodasi dan  Kesepakatan rantai 3 + B + C+ org 1 kali Tempat pertemuan, 3 orang peserta
Konsumsi Rapat D+F kursi, meja, sound merupakan wakil
195 komando system, perangkat dari tim teknis
 Masukan untuk presentasi, dan wajib, 1 orang dari
penyempurnaan akhir
konsumsi pertemuan BPBD, 1 orang dari
Draft Dokumen Rencana TNI, 1 org dari
b) Bahan materi dan Kontinjensi 1 pkt 1 kali a) Materi Paparan
POLRI.
ATK Rapat  Kesepakatan dan b) Draft Rencana
komitmen terhadap Kontinjensi: Peserta lain (B) :
Dokumen Rencana  Skenario berasal dari
Kontinjensi yang disusun Kejadian dan perwakilan DPRD,
dampak
 Briefing Dinas/Instansi
terkait PB, media,
keselamatan akademisi, wakil

petugas
Ditjen Bina Administrasi KewilayahanSasarandan masyarakat dan
Strategi dunia usaha

 Pengelolaan
Kementerian Dalam Negerisumberdaya Jumlah peserta :
 Struktur 40-45 org

Copyright © 2020 Komando
Penanganan
Darurat
Bencana
Peta Operasi

c) Transport Peserta 3 + B+ C org 1 kali Setingkat Kepala
Bidang pada instansi
pemerintahan

E. Audiensi dengan Unsur Pimpinan Daerah

a) Akomodasi dan  Komitmen politis unsur 7 + C + F org 1 kali Ruangan, kursi, meja, 7 org peserta terdiri
Konsumsi Rapat sound system, dari: Unsur
pimpinan daerah
perangkat presentasi, Forkopimda, Ketua
b) Bahan materi dan  Kesepakatan sistem dasar 1 pkt 1 kali dan konsumsi. DPRD, Sekretaris
penanggulangan a) Materi Paparan Daerah
kedaruratan bencana
ATK Rapat kab/kota b) Draft Rencana
Kontinjensi: Peserta lain (C) :
 Kesepakatan berbagi  Skenario merupakan
sumber daya dalam perwakilan dari Tim
operasi penanganan Kejadian dan Teknis Daerah
darurat bencana dampak


KOMPONEN URAIAN CAPAIAN YANG QTT VOL KUALIFIKASI/ KETERANGAN
DIHARAPKAN SPESIFIKASI Peserta lain (F) :
merupakan
 Kesepakatan rencana  Briefing perwakilan dari Tim 196
keselamatan Ahli
kontinjensi sebagai dasar petugas Jumlah peserta : 15
penetapan status darurat org
Sasaran dan
 Kesepakatan rencana Strategi 3 orang peserta
kontinjensi sebagai dasar  Pengelolaan merupakan wakil
sumber daya dari tim teknis
penyusunan rencana wajib, 1 orang dari
operasi penanganan  Struktur BPBD, 1 orang dari
darurat bencana TNI, 1 org dari
Komando POLRI.
Tanggap Peserta lain (B) :
Darurat berasal dari
Bencana perwakilan DPRD,
Dinas/Instansi
c) Draft Berita Acara terkait PB, media,
Kesepakatan akademisi, wakil
masyarakat,dll
F. Loka Karya Sosialisasi Akhir (dapat dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Gladi Kesiapsiagaan) Jumlah peserta :
a) Akomodasi dan 40-45 org

Ditjen Bina Administrasi KewilayahanKonsumsiRapat
 Komitmen untuk 3 + B + C+ org 1 kali Tempat pertemuan,
berkontribusi terhadap D+F kursi, meja, sound
system, perangkat
Kementerian Dalam Negeripemenuhan sumber daya presentasi, dan
operasi penanganan konsumsi pertemuan
darurat bencana
b) Bahan materi dan 1 pkt 1 kali a) Materi Paparan
ATK Rapat Copyright © 2020 Komitmen satu komando b) Draft Rencana
operasi dan rentang
kendali operasi Kontinjensi:
 Skenario
penanganan darurat yang Kejadian dan
ditetapkan oleh kepala
daerah dampak
 Briefing
keselamatan

petugas
Sasaran dan
Strategi
 Pengelolaan

sumber daya
 Struktur
Komando
Penanganan

Darurat
Bencana


KOMPONEN URAIAN CAPAIAN YANG QTT VOL KUALIFIKASI/ KETERANGAN
DIHARAPKAN SPESIFIKASI

c) Transport Peserta 3 + B+ C org 1 kali Setingkat Kepala
Bidang pada instansi
pemerintahan
197 G. Finalisasi dan Legalisasi

a) Akomodasi dan Dokumen legal Renkon 3 + C + D + org 1 kali Ruangan, kursi, meja, 3 orang peserta dari
Konsumsi Rapat Bencana yang disepakati F sound system, tim teknis wajib: 1
oleh seluruh komponen perangkat presentasi, orang dari BPBD, 1

pemerintah dan non dan konsumsi. orang dari TNI, 1
pemerintah org dari POLRI.
b) Bahan materi dan 1 pkt 1 kali Tim Teknis Daerah
ATK Rapat yang telah di SK kan
Peserta (C) :
merupakan Tim
Teknis Daerah
selain 3 orang tim

Ditjen Bina Administrasi Kewilayahana) Akomodasidan teknis wajib

H. Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi Pemanfaatan Renkon

Laporan Evaluasi Rencana 3 + C + D + org 1 kali Ruangan, kursi, meja, 3 orang peserta dari

Kontinjensi tahun berjalan F sound system, tim teknis wajib, 1
perangkat presentasi, orang dari BPBD, 1
dan konsumsi. orang dari TNI, 1
Kementerian Dalam NegeriKonsumsiRapat
b) Bahan materi dan Copyright © 20201 pkt Materi Paparan org dari POLRI.
ATK Rapat 1 kali Peserta (C) :

merupakan Tim

Teknis Daerah
selain 3 orang tim
teknis wajib

KETERANGAN

A = jumlah pejabat di lingkungan BPBD
B = jumlah undangan lain yang berasal di luar BPBD dan Bappeda
C = jumlah tim teknis daerah
D = panitia yang ikut dalam kegiatan di luar peserta undangan
E = jumlah tim Asistensi
F = jumlah tim ahli yang terlibat
n = lama waktu penyusunan Rencana Kontinjensi = 5 bulan


Sub Kegiatan 2.3.

Pelatihan

Pencegahan dan Mitigasi

Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan

Kementerian Dalam Negeri

Copyright © 2020
Sifat : LAYANAN LANGSUNG
Struktur Komponen : KOMPONEN PILIHAN
Syarat Pelaksanaan :-

Pedoman Teknis Pelaksanaan : -

Sasaran: Indikator:

Terlatihnya aparatur yang menangani sub Persentase (%) jumlah aparatur dan warga
urusan bencana dan warga negara yang berada negara yang ikut pelatihan.
di kawasan rawan bencana


A. GAMBARAN UMUM SUB KEGIATAN

Pelatihan pencegahan dan mitigasi merupakan Penyelenggaraan pelatihan pencegahan dan Sasaran penerima pelatihan pencegahan dan
tahapan penerapan SPM berupa peningkatan mitigasi bencana bertujuan untuk meningkatkan mitigasi adalah aparatur yang menangani sub
199 kapasitas, baik skill maupun pengetahuan kesadaran, kepedulian, kemampuan, urusan bencana dan warga negara yang berada
di daerah rawan bencana.
tentang pencegahan dan mitigasi bencana yang keterampilan, serta sikap masyarakat dan
ditujukan bagi warga negara maupun aparatur. aparatur dalam menghadapi bencana.

B. KOMPONEN DAN TARGET CAPAIAN

Komponen Sub Kegiatan Pelatihan Pencegahan Pelatihan bagi aparatur dilaksanakan sesuai Setiap komponen memiliki target capaian dalam
dan Mitigasi terdiri atas: banyaknya aparat terkait penanggulangan satuan orang dengan bobot kepentingannya

bencana yang ada di daerah, sedangkan masing-masing. Bobot kepentingan berguna
pelatihan bagi warga negera dilaksanakan pada saat melakukan penilaian kinerja dan
sesuai banyaknya KK (Kepala Keluarga) yang capaian pelaksanaan sub kegiatan Pelatihan
ada di daerah Anda Pencegahan dan Mitigasi.
1. Pelatihan penanggulangan bencana bagi
aparatur

Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan2. Pelatihan penanggulangan bencana bagi
warga negara
. Kementerian Dalam Negeri
Tabel 25. Komponen dan Target Capaian pada Sub Kegiatan 2.3. Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi
Copyright © 2020NO KOMPONEN SPM
TARGET CAPAIAN SATUAN BOBOT KETERANGAN
KEPENTINGAN

1 Pelatihan Penanggulangan Bencana 1. Sertifikat Pelatihan Pengkajian Orang 12,5%
bagi Aparatur Risiko Bencana

2. Sertifikat Pelatihan Rencana Orang 12,5%

Penanggulangan Bencana 50%

3. Sertifikat Pelatihan Forum PRB Orang 12,5%

4. Sertifikat Pelatihan Destana & Orang 12,5%
Katana

2 Pelatihan Penanggulangan Bencana 5. Sertifikat peserta pelatihan Orang 15%

bagi Warga Negara pengenalan risiko bencana

6. Sertifikat Peserta Pelatihan Orang 15% 50%
Penanggulangan Bencana

7. Sertifikat peserta pelatihan Orang 20%
Destana dan Katana


C. MUTU LAYANAN Setiap mutu layanan pada target capaian Nilai maksimum jumlah bobot mutu layanan 200
tersebut memiliki nilai bobot yang berguna adalah sama dengan nilai maksimum bobot
Sub Kegiatan Pelatihan Pencegahan dan untuk menilai ketercapaian komponen kepentingan pada target capaian komponennya
Mitigasi memiliki 7 target capaian yang masing- penyusun sub kegiatan.
masing memiliki mutu layanan sebagai kualitas
minimum yang harus dicapai.

1. Mutu Layanan untuk Target Capaian 1

Komponen : Pelatihan Penanggulangan Bencana Bagi Aparatur

Capaian : Sertifikat Pelatihan Pengkajian Risiko Bencana
Total Bobot Maks : 12,5%

Tabel 26. Mutu Layanan untuk Target Capaian 1 pada Sub Kegiatan 2.3. Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi

LINGKUP MUTU LAYANAN BOBOT
Pelatihan Dasar 8%

Ditjen Bina Administrasi KewilayahanPengkajianRisiko 4,5%
1) Prinsip dan konsep kajian risiko bencana dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana daerah
2) Fungsi dan penggunaan kajian risiko bencana dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana daerah

Bencana Kementerian Dalam Negeri3) Mekanisme pencatatan perubahan dan pembaruan data risiko ke sistem informasi bencana nasional
Pelatihan Lanjut
Pengkajian Risiko 1) Penyusunan Peta Bahaya
2) Penyusunan Peta Kerentanan
Bencana 3) Penyusunan Peta Kapasitas
4) Penyusunan Peta Risiko Bencana

Copyright © 20205) Penyusunan Peta Risiko Multi Bahaya

2. Mutu Layanan untuk Target Capaian 2

Komponen : Pelatihan Penanggulangan Bencana Bagi Aparatur
Capaian : Sertifikat Pelatihan Rencana Penanggulangan Bencana
Total Bobot Maks : 12,5%

LINGKUP Tabel 27. Mutu Layanan untuk Target Capaian 2 pada Sub Kegiatan 2.3. Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi BOBOT
8%
Pelatihan Dasar MUTU LAYANAN
Rencana 1) Prinsip dan konsep rencana penanggulangan bencana daerah berbasis kajian risiko bencana
Penanggulangan 2) Fungsi dan penggunaan rencana penanggulangan bencana daerah
Bencana 3) Strategi pengarusutamaan untuk implementasi rencana penanggulangan bencana daerah
4) Strategi Monitoring dan Evaluasi implementasi Rencana Penanggulangan Bencana


LINGKUP MUTU LAYANAN BOBOT
4,5%
Pelatihan Lanjut 1) Identifikasi akar masalah

Rencana 2) Identifikasi aksi
Penanggulangan 3) Korelasi antar perencanaan
Bencana 4) Penyusunan Rencana Aksi Penanggulangan Bencana
201 5) Penyusunan Strategi Pengarusutamaan

6) Penyusunan Strategi Monitoring dan Evaluasi
7) Penyusunan Peta Risiko Multi Bahaya

3. Mutu Layanan untuk Target Capaian 3

Komponen : Pelatihan Penanggulangan Bencana Bagi Aparatur

Capaian : Sertifikat Pelatihan Forum PRB
Total Bobot Maks : 12,5%

Tabel 28. Mutu Layanan untuk Target Capaian 3 pada Sub Kegiatan 2.3. Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi
MUTU LAYANAN
Ditjen Bina Administrasi KewilayahanLINGKUP BOBOT
Pelatihan Dasar 1) Fungsi Forum PRB 8%
Forum PRB 2) Pembentukan Forum PRB 4,5%

Pelatihan Lanjut Kementerian Dalam Negeri1) Advokasi mobilisasi sumberdaya forum PRB BOBOT
Forum PRB Copyright © 20202) Forum PRB sebagai mitra sejajar sebagai mekanisme kontrol penyelenggaraan penanggulangan bencana 8%
4,5%
4. Mutu Layanan untuk Target Capaian 4

Komponen : Pelatihan Penanggulangan Bencana Bagi Aparatur
Capaian : Sertifikat Pelatihan Destana & Katana
Total Bobot Maks : 12,5%

Tabel 29. Mutu Layanan untuk Target Capaian 4 pada Sub Kegiatan 2.3. Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi

LINGKUP MUTU LAYANAN

Pelatihan Dasar 1) Pengenalan Destana
Destana dan Katana 2) Mekanisme pembentukan Destana

Pelatihan Lanjut 1) Pelatihan untuk instruktur Pembentukan Destana
Destana dan Katana 2) Monitoring dan Evaluasi Destana
3) Advokasi dan Pengembangan Destana


5. Mutu Layanan untuk Target Capaian 5

Komponen : Pelatihan Penanggulangan Bencana Bagi Warga Negara

Capaian : Sertifikat Pelatihan Pengenalan Risiko Bencana
Total Bobot Maks : 15%
202
LINGKUP Tabel 30. Mutu Layanan untuk Target Capaian 5 pada Sub Kegiatan 2.3. Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi BOBOT

Pelatihan Dasar MUTU LAYANAN 9%
Pengenalan Risiko 1) Pengenalan prinsip dan konsep risiko bencana 6%
Bencana 2) Fungsi pengenalan risiko bencana dalam mengurangi dan/atau mengantisipasi risiko bencana
3) Mengenali tingkat risiko bencana kawasan BOBOT
Pelatihan Lanjut 1) Penyusunan peta risiko bencana partisipatif 9%
Pengenalan Risiko 2) Pelatihan untuk instruktur pengenalan risiko bencana pada komuitas 6%
Bencana

6. Ditjen Bina AdministrasiMutu Layanan untuk Target Capaian 6 Kewilayahan
Komponen : Pelatihan Penanggulangan Bencana Bagi Warga Negara
Kementerian Dalam NegeriTotal Bobot Maks : 15%
Capaian : Sertifikat Pelatihan Penanggulangan Bencana

LINGKUP Copyright © 2020Tabel 31. Mutu Layanan untuk Target Capaian 6 pada Sub Kegiatan 2.3. Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi
MUTU LAYANAN
Pelatihan Dasar
Rencana 1) Pengenalan prinsip dan konsep rencana penanggulangan bencana dan hubungannya dengan kajian risiko
Penanggulangan bencana
Bencana
2) Pengenalan arah kebijakan dan program pemerintah
Pelatihan Lanjut 3) Pengenalan aksi atau kegiatan yang akan dilaksanakan oleh pemerintah daerah pada daerahnya
Rencana
Penanggulangan 1) Penyusunan Rencana Aksi Komunitas berdasarkan kajian risiko bencana partisipatif
Bencana 2) Strategi advokasi menggalang kontribusi sumber daya untuk pelaksanaan aksi secara partisipatif
3) Penyelarasan rencana penanggulangan bencana antar desa dalam satu kawasan

7. Mutu Layanan untuk Target Capaian 7

Komponen : Pelatihan Penanggulangan Bencana Bagi Warga Negara
Capaian : Sertifikat Pelatihan Destana dan Katana
Total Bobot Maks : 20%


Tabel 32. Mutu Layanan untuk Target Capaian 7 pada Sub Kegiatan 2.3. Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi

LINGKUP MUTU LAYANAN BOBOT
10%
Pelatihan Dasar Pengenalan konsep dan prinsip Destana dan Katana
Destana dan Katana 10%

203 Pelatihan Lanjut 1) Seluruh indikator Destana yang ditujukan untuk peningkatan kapasitas masyarakat desa dan kelurahan

Destana dan Katana 2) Latihan Fasilitator dasar bagi anggota kelompok untuk mengembangkan Destana
3) Penyusunan Kajian Risiko Bencana Desa
4) Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana Desa
5) Penyusunan Rencana kontinjensi Bencana Tingkat Desa

D. KERANGKA PENGANGGARAN

Kerangka penganggaran merupakan detail Kerangka penganggaran ini dapat disesuaikan Namun demikian, untuk substansi pada capaian

dengan kondisi dan standar biaya harga yang dan kualifikasi/spesifikasi hendaklah tetap
berlaku di daerah Anda. Jika daerah Anda masih mengikuti kerangka pendanaan ini dengan
belum memiliki standar biaya, dapat mengacu memperhatikan keterangan-keterangan yang
spesifikasi komponen biaya dalam pelaksanaan
kegiatan Komponen-komponen biaya yang

Ditjen Bina Administrasi Kewilayahanterdapat pada tabel kerangka penganggaran
kepada standar biaya di tingkat provinsi maupun terdapat pada tabel ini.
yang dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan.
dapat mempermudah Anda dalam merancang

Kementerian Dalam NegeriKerangka Acuan Kerja dan RAB.

Copyright © 2020Tabel 33. Kerangka Penganggaran pada Sub Kegiatan 2.3. Pelatihan Pencegahan dan MitigasiKUALIFIKASI/
KOMPONEN URAIAN CAPAIAN YANG QTT VOL SPESIFIKASI KETERANGAN
DIHARAPKAN minimal 1 orang
1. Pelatihan
Penanggu- A. Pelatihan Pengkajian Risiko Bencana Tingkat Dasar
langan
Bencana a) Pelatih 1) Prinsip dan konsep kajian Memiliki pengalaman
bagi risiko dalam penanggu- dalam penyelengga-
Aparatur 1) Transportasi langan bencana daerah N org 1 PP raan pendataan

2) Uang Harian 2) Fungsi dan penggunaan N org 1 hari bencana dan peng-

3) Honor kajian risiko benacana N org 1 hari kajian risiko bencana

b) Transport Peserta dalam penyelenggaraan O org 1 hari Minimal seluruh
penanggulangan bencana
Kepala Bidang/
daerah
c) Perbanyakan Materi 3) Mekanisme pencatatan Kepala Seksi BPBD

Lokakarya perubahan dan O pkt 1 kali Materi Paparan

d) Akomodasi dan pembaruan data risiko ke N + O pkt 1 hari Ruangan, kursi, meja,
Konsumsi sistem informasi bencana sound system,
nasional
perangkat presentasi,

dan konsumsi


KOMPONEN URAIAN CAPAIAN YANG QTT VOL KUALIFIKASI/ KETERANGAN
DIHARAPKAN SPESIFIKASI

B. Pelatihan Pengkajian Risiko Bencana Tingkat Lanjut

a) Pelatih 1) Penyusunan Peta Bahaya Memiliki pengalaman minimal 1 orang
2) Penyusunan Peta dalam
1) Transportasi N org 1 PP 204
Kerentanan 3 malam penyelenggaraan
2) Penginapan 3) Penyusunan Peta N org pendataan bencana
Pelatih
Kapasitas dan pengkajian risiko
3) Uang Harian 4) Penyusunan Peta Risiko N org 3 hari bencana
4) Honor N org 3 hari
b) Transport Peserta Bencana O org 3 hari Minimal seluruh
5) Penyusunan Peta Risiko Kepala Bidang/
Kepala Seksi BPBD
Multi Bahaya

c) Perbanyakan Materi O pkt 1 kali Materi Paparan

Lokakarya

d) Akomodasi dan N + O pkt 3 hari Ruangan, kursi, meja,
Konsumsi sound system,

perangkat presentasi,
dan konsumsi
Ditjen Bina Administrasi KewilayahanC. Pelatihan Rencana Penanggulangan Bencana Tingkat Dasar
a) Pelatih Memiliki pengalaman minimal 1 orang
1) Transportasi dalam penyusunan
Rencana Penanggu-
Kementerian Dalam Negeri2) UangHarian
1) Prinsip dan konsep N org 1 PP langan Bencana
rencana penanggulangan N org 1 hari
bencana daerah berbasis Minimal seluruh
3) Honor Copyright © 2020kajian risiko bencana 1 hari Kepala Bidang/
b) Transport Peserta 1 hari
2) Fungsi dan penggunaan
rencana penanggulangan
N org
O org

bencana daerah Kepala Seksi BPBD
3) Strategi pengarusutamaan
untuk implementasi dan Bidang Program

rencana penanggulangan BAPPEDA

c) Perbanyakan Materi bencana daerah O pkt 1 kali Materi Paparan
Lokakarya 4) Strategi Monitoring dan
d) Akomodasi dan N + O pkt 1 hari Ruangan, kursi, meja,
Evaluasi implementasi sound system,
Konsumsi Rencana Penanggulangan perangkat presentasi,
Bencana dan konsumsi

D. Pelatihan Rencana Penanggulangan Bencana Tingkat Lanjut

a) Pelatih 1) Identifikasi akar masalah Memiliki pengalaman minimal 1 orang

1) Transportasi 2) Identifikasi aksi N org 1 PP dalam penyusunan
3) Korelasi antar Rencana
2) Penginapan perencanaan N org 3 malam Penanggulangan
3) Uang Harian pembangunan N org 3 hari Bencana
4) Honor N org 3 hari


KOMPONEN URAIAN CAPAIAN YANG QTT VOL KUALIFIKASI/ KETERANGAN
DIHARAPKAN SPESIFIKASI

b) Transport Peserta 4) Penyusunan Rencana Aksi O org 3 hari Minimal seluruh
Penanggulangan Bencana Kepala
5) Penyusunan Strategi Bidang/Kepala Seksi
205 Pengarusutamaan BPBD dan Bidang

6. Penyusunan Strategi Program BAPPEDA
Monitoring dan Evaluasi
c) Perbanyakan Materi O pkt 1 kali Materi Paparan
Lokakarya

d) Akomodasi dan N + O pkt 3 hari Ruangan, kursi, meja,
Konsumsi sound system,
perangkat presentasi,

dan konsumsi

E. Peningkatan Kapasitas Forum PRB

a) Pelatih/Narasumber TINGKAT DASAR: Memiliki pengalaman minimal 1 orang

1) Transportasi 1) Fungsi Forum PRB N org 1 PP dalam pengurangan
2) Pembentukan Forum PRB risiko bencana
TINGKAT LANJUT: N org 3 hari berbasis komunitas
N org 3 hari Anggota Forum PRB
O org 3 hari
2) Uang Harian
3) Honor

Ditjen Bina Administrasi Kewilayahanb) TransportPeserta
1) Advokasi mobilisasi aktif
sumberdaya forum PRB Materi Paparan

2) Forum PRB sebagai mitra
c) Perbanyakan Materi

Kementerian Dalam NegeriLokakarya
O pkt 1 kali

Copyright © 2020sejajar sebagai mekanisme3 hari Ruangan, kursi, meja,
sound system,
kontrol penyelenggaraan perangkat presentasi,
penanggulangan bencana
d) Akomodasi dan N + O pkt
Konsumsi

dan konsumsi

F. Pelatihan Desa Tangguh Bencana Tingkat Dasar

a) Pelatih/Narasumber 1) Pengenalan Destana Memiliki pengalaman minimal 1 orang
dalam pengurangan
1) Transportasi 2) Mekanisme pembentukan N org 1 PP risiko bencana
Destana N org 1 hari berbasis komunitas
2) Uang Harian N org 1 hari
O org 1 hari Calon pengelola dan
3) Honor pelaksana Destana
O pkt 1 kali Materi Paparan
b) Transport Peserta
N + O pkt 1 hari
c) Perbanyakan Materi Ruangan, kursi, meja,
Lokakarya sound system,
perangkat presentasi,
d) Akomodasi dan dan konsumsi
Konsumsi


KOMPONEN URAIAN CAPAIAN YANG QTT VOL KUALIFIKASI/ KETERANGAN
DIHARAPKAN SPESIFIKASI

G. Pelatihan Desa Tangguh Bencana Tingkat Lanjut

a) Pelatih 1) Pelatihan untuk instruktur Memiliki pengalaman minimal 1 orang
Pembentukan Destana dalam pengurangan
1) Transportasi N org 1 PP 206
2) Monitoring dan Evaluasi 3 malam risiko bencana
2) Penginapan Destana N org berbasis komunitas
Pelatih
3) Advokasi dan
3) Uang Harian Pengembangan Destana N org 3 hari
4) Honor N org 3 hari

b) Transport Peserta O org 3 hari Pengelola dan

pelaksana kegiatan
Desa Tangguh
Bencana

c) Perbanyakan Materi O pkt 1 kali Materi Paparan
Lokakarya

d) Akomodasi dan N + O pkt 3 hari Ruangan, kursi, meja,

Ditjen Bina Administrasi KewilayahanKonsumsi
sound system,
perangkat presentasi,
dan konsumsi

2. Pelatihan A. Pelatihan Pengenalan Risiko Bencana dan Rencana Penanggulangan Bencana
Penanggulan Kementerian Dalam Negeri1) Transportasi
gan Bencana a) Pelatih/Narasumber 1) Pengenalan prinsip dan Memiliki pengalaman minimal 1 orang utk
bagi Warga konsep risiko bencana dalam penyusunan Kajian Risiko
Negara N org 1 PP Bencana dan 1
Copyright © 20202) Fungsi pengenalan risiko Kajian Risiko Bencana orang untuk
bencana dalam 1 hari dan Rencana Rencana
mengurangi dan/atau 1 hari Penanggulangan Penanggulangan
2) Uang Harian N org Bencana
3) Honor N org

mengantisipasi risiko Bencana

bencana
b) 2.Transport Peserta 3) Mengenali tingkat risiko
bencana kawasan D + K org 1 hari Aparat
Desa/Kecamatan
4) Pengenalan prinsip dan
terkait
konsep rencana Penanggulangan
penanggulangan bencana
dan hubungannya dengan Bencana

c) Perbanyakan Materi kajian risiko bencana D + K pkt 1 kali Materi Paparan
Lokakarya
5) Pengenalan arah kebijakan
d) Akomodasi dan dan program pemerintah D + K pkt 1 hari Tempat pertemuan,
Konsumsi kursi, meja, sound
6) Pengenalan aksi atau system, perangkat
kegiatan yang akan presentasi, dan
dilaksanakan oleh konsumsi pertemuan
pemerintah daerah pada
daerahnya


KOMPONEN URAIAN CAPAIAN YANG QTT VOL KUALIFIKASI/ KETERANGAN
DIHARAPKAN SPESIFIKASI

B. Pelatihan Risiko Bencana Tingkat Lanjut

a) Pelatih/Narasumber 1) Penyusunan peta risiko Memiliki pengalaman minimal 1 orang
bencana partisipatif dalam penyusunan
207 1) Transportasi 2) Pelatihan untuk instruktur N org 1 PP Kajian Risiko Bencana
2) Uang Harian N org 2 hari
pengenalan risiko bencana secara partisipatif
3) Honor pada komunitas N org 2 hari Aparat
b) Transport Peserta D + K org 2 hari
Desa/Kecamatan
terkait

Penanggulangan
Bencana

c) Perbanyakan Materi D + K pkt 1 kali Kumpulan materi
Lokakarya sedapat mungkin

dijilid dengan ukuran
A4

D + K pkt
d) Akomodasi dan 2 hari

Ditjen Bina Administrasi KewilayahanKonsumsi
Tempat pertemuan,
kursi, meja, sound
system, perangkat
presentasi, dan
konsumsi pertemuan
Kementerian Dalam NegeriC. Pelatihan Rencana Penanggulangan Bencana Tingkat Lanjut
a) Pelatih/Narasumber Copyright © 20201) Penyusunan Rencana Aksi Memiliki pengalaman minimal 1 orang
1) Transportasi Komunitas berdasarkan dalam penyusunan
2) Uang Harian kajian risiko bencana Rencana
3) Honor partisipatif N org 1 PP Penanggulangan
N org 2 hari Bencana

2) Strategi advokasi N org 2 hari

b) Transport Peserta menggalang kontribusi D + K org 2 hari Aparat
sumber daya untuk
pelaksanaan aksi secara Desa/Kecamatan
terkait
partisipatif
3) Penyelarasan rencana Penanggulangan
Bencana
penanggulangan bencana
c) Perbanyakan Materi antar desa dalam satu D + K pkt 1 kali Kumpulan materi
Lokakarya sedapat mungkin
kawasan dijilid dengan ukuran

A4

d) Akomodasi dan D + K pkt 2 hari Tempat pertemuan,
Konsumsi kursi, meja, sound
system, perangkat
presentasi, dan

konsumsi pertemuan


KOMPONEN URAIAN CAPAIAN YANG QTT VOL KUALIFIKASI/ KETERANGAN
DIHARAPKAN SPESIFIKASI

D. Pelatihan Desa Tangguh Bencana

a) Pelatih 1) Pengenalan konsep dan Memiliki pengalaman minimal 1 orang
prinsip Destana dalam pengurangan
1) Transportasi N org 1 PP 208
2) Seluruh indikator Destana 3 malam risiko bencana
2) Penginapan yang ditujukan untuk N org berbasis komunitas
Pelatih
peningkatan kapasitas
3) Uang Harian masyarakat desa dan N org 3 hari

4) Honor kelurahan N org 3 hari

b) Transport Peserta 3) Latihan Fasilitator dasar D + K org 3 hari Pengelola dan
bagi anggota kelompok
untuk mengembangkan pelaksana kegiatan
Desa Tangguh
Bencana
Destana
4) Penyusunan Kajian Risiko 1 kali
3 hari
Bencana Desa
5) Penyusunan Rencana

Penanggulangan Bencana
Desa
6) Penyusunan Rencana
kontinjensi Bencana
Tingkat Desa
c) Perbanyakan Materi D + K pkt Materi Paparan
Lokakarya D + K pkt
Tempat pertemuan,
d) Akomodasi dan kursi, meja, sound
system, perangkat
DitjenKBemineanAtedrmiainnisDtaralasmi KNewegilearyiahanKonsumsi presentasi, dan
konsumsi pertemuan

KETERANGAN Copyright © 2020

N = jumlah Pelatih/ Narasumber
O = jumlah Peserta Pelatihan
D = jumlah aparat desa
K = jumlah aparat kecamatan


209

Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam Negeri
Copyright © 2020


Sub Kegiatan 2.4.

Gladi Kesiapsiagaan
terhadap Bencana

Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan

Kementerian Dalam Negeri

Copyright © 2020Sifat
: LAYANAN LANGSUNG
Struktur Komponen : KOMPONEN TERPADU
Syarat Pelaksanaan :-

Pedoman Teknis Pelaksanaan : Pedoman Latihan Kesiapsiagaan yang dikeluarkan oleh Pusat
Pendidikan dan Pelatihan Badan Nasional Penanggulangan
Bencana (Pusdiklat BNPB)

Sasaran: Indikator:
Terlatihnya warga negara dalam rangka Persentase (%) jumlah aparatur dan warga
kesiapsiagaan terhadap bencana. negara yang ikut pelatihan.


A. GAMBARAN UMUM SUB KEGIATAN

Gladi Kesiapsiagaan terhadap Bencana Tujuan utama dilakukannya Gladi Kesiapsiagaan Sasaran penerima Gladi Kesiapsiagaan terhadap
merupakan tahapan penerapan SPM berupa uji terhadap Bencana adalah: terbentuknya Bencana adalah :
211 sistem kesiapsiagaan daerah yang dilakukan sinergitas antar aparat pemerintah daerah
1. Petugas operasi tanggap darurat bencana di
secara berjenjang, bertingkat, dan berlanjut. maupun antara aparat dengan masyarakat daerah rawan bencana berdasarkan wilayah,
untuk upaya penanganan bencana terutama
Teknis pelaksanaan gladi kesiapsiagaan dapat pada saat tanggap darurat, agar penanganan 2. Kelompok warga negara di daerah rawan
merujuk kepada Pedoman Latihan Kesiap- darurat bencana dapat berjalan lebih optimal. bencana berdasarkan wilayah.
siagaan yang dikeluarkan oleh Pusdiklat BNPB.

B. KOMPONEN DAN TARGET CAPAIAN

Komponen Sub Kegiatan Gladi Kesiapsiagaan Setiap komponen pada Sub Kegiatan Gladi
terdiri atas : Kesiapsiagaan terhadap Bencana, memiliki
target capaian dalam satuan orang, dengan
1. Simulasi dalam ruang (table top exercise) bobot kepentingannya masing-masing. Bobot
2. Gladi lapang kepentingan berguna pada saat melakukan
penilaian kinerja dan capaian pelaksanaan sub
Kedua komponen tersebut saling berkaitan dan kegiatan Gladi Kesiapsiagaan terhadap
dikerjakan secara berurutan. Bencana.
Sub Kegiatan Gladi Kesiapsiagaan terhadap
Bencana merupakan komponen terpadu, yang

Ditjen Bina Administrasi Kewilayahanantar komponennya saling terkait dan harus

dilaksanakan/dicapai secara keseluruhannya.

Gladi kesiapsiagaan diarahkan terhadap

Kementerian Dalam Negeribencana-bencana dengan risiko tinggi atau
Copyright © 2020sering terjadi di daerah

Tabel 34. Komponen dan Target Capaian pada Sub Kegiatan 2.4. Gladi Kesiapsiagaan terhadap Bencana

NO KOMPONEN SPM TARGET CAPAIAN SATUAN BOBOT KETERANGAN
1 Simulasi Dalam Ruangan (table top Orang KEPENTINGAN
exercise) 1. Sertifikat warga negara dan 50%
petugas yang menjadi Orang
2 Gladi Lapang peserta Simulasi dalam 100%
Ruangan (table top exercise) 50%

2. Sertifikat warga negara dan
petugas yang menjadi
peserta Geladi lapang


C. MUTU LAYANAN Setiap mutu layanan pada target capaian Nilai maksimum jumlah bobot mutu layanan 212
tersebut memiliki nilai bobot yang berguna adalah sama dengan nilai maksimum bobot
Sub Kegiatan Gladi Kesiapsiagaan Terhadap untuk menilai ketercapaian komponen kepentingan pada target capaian komponennya.
Bencana memiliki 2 target capaian yang penyusun sub kegiatan.
masing-masing memiliki mutu layanan sebagai
kualitas minimum yang harus dicapai.

1. Mutu Layanan untuk Target Capaian 1

Komponen : Simulasi Dalam Ruangan (table top exercise)

Capaian : Sertifikat warga negara dan petugas yang menjadi peserta Simulasi dalam
Ruangan (table top exercise)
Total Bobot Maks : 50%

Tabel 35. Mutu Layanan untuk Target Capaian 1 pada Sub Kegiatan 2.4. Gladi Kesiapsiagaan terhadap Bencana

LINGKUP BOBOT
5%
Ditjen Bina Administrasi KewilayahanPeserta 3%
MUTU LAYANAN 3%
Multi Institusi, pemerintah dan non pemerintah, TNI, POLRI 3%
3%
1) Seminar 2%
2) Workshop
Kementerian Dalam NegeriJenis danTingkatan 2%
Latihan yang diikuti 3) Gladi Ruangan 2%
2%
Copyright © 20204) Permainan 2%
4%
1) Kelompok berbeda dari peserta dan penilai latihan 4%
2) Produk perancangan : 3%
3%
Perancangan Latihan a. Pedoman Latihan untuk Pelaku/Peserta 3%
b. Pedoman Latihan untuk Perancang dan Pengedali 3%
3%
c. Silabus latihan

d. Pedoman Penilaian latihan

Produk Latihan 1) Rekomendasi Perbaikan Prosedur
2) Rekomendasi perbaikan sarana prasarana penanganan darurat bencana

1) Uji dan/atau perbaikan Prosedur peringatan dini bencana

2) Uji dan/atau perbaikan Prosedur pengelolaan masa krisis

Konten Latihan 3) Uji dan/atau perbaikan prosedur penetapan status dan tingkat kedaruratan

4) Uji dan/atau perbaikan prosedur pengelolaan operasi penanganan darurat bencana

5) Uji dan/atau perbaikan prosedur penghentian status darurat bencana


2. Mutu Layanan untuk Target Capaian 2

Komponen : Simulasi Gladi Lapang

Capaian : Sertifikat warga negara dan petugas yang menjadi peserta Geladi lapang
Total Bobot Maks : 50%
213

Tabel 36. Mutu Layanan untuk Target Capaian 2 pada Sub Kegiatan 2.4. Gladi Kesiapsiagaan terhadap Bencana

LINGKUP MUTU LAYANAN BOBOT
5%
Peserta Multi Institusi, pemerintah dan non pemerintah, TNI, POLRI 4%
4%
Jenis dan Tingkatan 1) Uji coba hingga berhasil (drill) 4%
2%
Latihan yang diikuti 2) Gladi Posko
2%
3) Gladi Lapang 2%
2%
Perancangan Latihan 1) Kelompok berbeda dari peserta dan penilai latihan 2%
4%
2) Produk perancangan : 4%
2%
a. Pedoman Latihan untuk Pelaku/Peserta 2%
3%
b. Pedoman Latihan untuk Perancang dan Pengedali 3%
3%
Ditjen Bina Administrasi Kewilayahanc. Silabuslatihan 2%
d. Pedomoan Penilaian latihan
Produk latihan 1) Rekomendasi Perbaikan Prosedur

Kementerian Dalam Negeri2) Rekomendasi perbaikan sarana prasarana penanganan darurat bencana

Konten Latihan Copyright © 20203) Daftar Nilai Kelulusan Peserta

1) Uji dan/atau perbaikan Prosedur peringatan dini bencana
2) Uji dan/atau perbaikan Prosedur pengelolaan masa krisis

3) Uji dan/atau perbaikan prosedur penetapan status dan tingkat kedaruratan

4) Uji dan/atau perbaikan prosedur pengelolaan operasi penanganan darurat bencana

5) Uji dan/atau perbaikan prosedur penghentian status darurat bencana

D. KERANGKA PENGANGGARAN Kerangka penganggaran ini dapat disesuaikan Namun demikian, untuk substansi pada capaian
dengan kondisi dan standar biaya harga yang dan kualifikasi/spesifikasi hendaklah tetap
Kerangka penganggaran merupakan detail berlaku di daerah Anda. Jika daerah Anda masih mengikuti kerangka pendanaan ini dengan
spesifikasi komponen biaya dalam pelaksanaan belum memiliki standar biaya, dapat mengacu memperhatikan keterangan-keterangan yang
kegiatan Komponen-komponen biaya yang kepada standar biaya di tingkat provinsi maupun terdapat pada tabel ini.
terdapat pada tabel kerangka penganggaran yang dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan.
dapat mempermudah Anda dalam merancang
Kerangka Acuan Kerja dan RAB.


Tabel 37. Kerangka Penganggaran pada Sub Kegiatan 2.4. Gladi Kesiapsiagaan terhadap Bencana

KOMPONEN URAIAN CAPAIAN YANG QTT VOL KUALIFIKASI/ KETERANGAN
DIHARAPKAN SPESIFIKASI
214
1. Simulasi A. Rapat Perancang Latihan.
Perancang Latihan
dalam a) Akomodasi dan 1) Direktif Latihan P org 3 kali Tempat pertemuan, minimal terdiri dari:
Ruangan Konsumsi Rapat 2) Kepanitiaan latihan 1 pkt kursi, meja, sound Ketua
(table top system, perangkat Penyelenggara
exercise) b) Bahan materi dan RGB presentasi, dan Latihan, Bidang
ATK Rapat 3) Silabus konsumsi pertemuan. Teknis Latihan,
Bidang Pendukung
4) Rencana Induk Latihan 3 kali a) KAK Kegiatan Latihan, dan
5) Rencana Operasi Latihan Sekretariat Latihan
b) Materi paparan
6) Buku Dokumen Latihan
c) Flipchart/Kertas
Plano

d) Spidol

c) Transport Peserta P org 3 kali Panitia yang telah di
Ditjen BinaB. Latihan Dalam Ruangan Administrasi KewilaSyK kaan han
a) Biaya Narasumber 1) Menjelaskan konsep dan Memiliki pengalaman
1) Transportasi

Kementerian Dalam Negeri2) Penginapan

3) Uang Harian

Copyright © 20204) Honor
prinsip penanggulangan N org 1 PP dalam
kedaruratan bencana N org penyelenggaraan
2) Menjelaskan lingkup dan N org 1 malam latihan kesiapsiagaan
ketangguhan sistem N org 1 hari dan penanggulangan
maupun sub-sistem 2 jam kedaruratan bencana

penanggulangan
kedaruratan bencana

3) Menjelaskan hubungan

antar sub sistem
penanggulangan
kedaruratan bencana

b) Biaya Fasilitator 1) Sebagai moderator pada Memiliki pengalaman
1) Transportasi saat paparan oleh
2) Penginapan Narasumber F org 1 PP minimal 50 jam
3) Uang Harian F org memfasilitasi
4) Honor 2) Sebagai Fasilitator pada F org 3 malam pertemuan publik
saat diskusi dan Simulasi F org 3 hari (konsultasi publik,
dalam ruangan 3 hari workshop, dan

sejenisnya)


KOMPONEN URAIAN CAPAIAN YANG QTT VOL KUALIFIKASI/ KETERANGAN
DIHARAPKAN SPESIFIKASI

c) Biaya Kepanitiaan Panitia yang telah di Perancang Latihan,
1 PP SK kan ditambah dengan
1) Transportasi P+Q org 3 malam Tim Pengendali dan
215 2) Penginapan P+Q org 3 hari Tim Evaluasi
P+Q org
3) Uang Harian

4) Honor P + Q org 3 hari

d) Biaya Peserta Penyelenggaraan Simulasi 2*D org Setingkat Kepala
1) Transportasi dalam ruangan yang dapat 2*D org 3 hari Bidang pada instansi
2) Penginapan menguji coba dan 2*D org 3 hari pemerintahan
3) Uang Harian menyempurnakan pkt
ketangguhan sistem 1 3 hari
e) Biaya Gedung penanggulangan
kedaruratan bencana 3 hari Tempat pertemuan,
kursi, meja, sound
system, dan
perangkat presentasi

P + Q + F + org 3 hari Makan dan
N + (2 * D) Snack/Coffee Break
Ditjen Bina Administrasi Kewilayahanf) Konsumsi
g) Bahan materi dan P + Q + F + org 1 paket Seminar Kit, ATK,
ATK Rapat

Kementerian Dalam NegeriC. Laporan Pelaksanaan Latihan
N + (2 * D) Bahan Materi, dll

a) Laporan Kegiatan L pkt 1 kali
L pkt 1 kali
b) Laporan Hasil Copyright © 20201) Proses pelaksanaan
Evaluasi Simulasi kegiatan
2) Pembelajaran
3) Perbaikan sistem
kedaruratan bencana

2. Gladi Lapang A. Rapat Perancang Latihan

a) Akomodasi dan P org 3 kali Tempat pertemuan,

Konsumsi Rapat kursi, meja, sound Perancang Latihan
system, perangkat
b) Bahan materi dan 1) Direktif Latihan minimal terdiri dari:
ATK Rapat 2) Kepanitiaan latihan presentasi, dan
3) RGB konsumsi pertemuan Ketua
c) Transport Peserta 4) Silabus Penyelenggara
5) Rencana Induk Latihan 1 pkt 3 kali a) KAK Kegiatan Latihan, Bidang
6) Rencana Operasi Latihan P org Teknis Latihan,
7) Buku Dokumen Latihan b) Materi paparan Bidang Pendukung
Latihan, dan
c) Flipchart/Kertas Sekretariat Latihan
Plano

d) Spidol

3 kali Panitia yang telah di

SK kan


KOMPONEN URAIAN CAPAIAN YANG QTT VOL KUALIFIKASI/ KETERANGAN
DIHARAPKAN SPESIFIKASI 216

B. Pelaksanaan Latihan Perancang Latihan,
ditambah dengan
a) Biaya Fasilitator 1) Memfasilitasi jalannya Memiliki pengalaman Tim Pengendali,
1) Transportasi Simulasi dan Geladi Tim Evaluasi, dan
2) Penginapan N org 1 PP minimal 50 jam Tim Penilai
3) Uang Harian 2) Memfasilitasi Briefing N org memfasilitasi
4) Honor Pengendali, Breifing Tim N org 3 malam pertemuan publik
Evaluasi dan Penilai, serta N org 3 hari (konsultasi publik,
Briefing Pelaku workshop, dan
3 hari sejenisnya)
3) Mendukung Tim
Pengendali, Tim Evaluasi,
dan Tim Penilai dalam
menyelenggarakan
Latihan

b) Biaya Kepanitiaan Panitia yang telah di

1 PP SK kan
3 malam
1) Transportasi

Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan2) Penginapan
P + Q org
P + Q org

3) Uang Harian

Kementerian Dalam Negeri4) Honor
P + Q org 3 hari
P + Q org 3 hari

c) Biaya Peserta Copyright © 2020Penyelenggaraan Latihan hari Setingkat Kepala
1) Transportasi hari Bidang pada instansi
2) Penginapan yang dapat menguji coba hari pemerintahan
3) Uang Harian 2 * D org 3 hari
Tempat pertemuan,
d) Biaya Gedung dan menyempurnakan 2 * D org 3 kursi, meja, sound
ketangguhan sistem system, perangkat
penanggulangan 2 * D org 3 presentasi

kedaruratan bencana 1 pkt 3

e) Konsumsi P + Q + F + org 3 hari Makan dan
N + (2 * D) Snack/Coffee Break

f) Bahan materi dan P + Q + F + org 1 paket Seminar Kit, ATK,
ATK Rapat N + (2 * D) Bahan Materi, dll

g) Mobilisasi Peralatan 1 pkt 1 kali BBM, Peralatan,
dan Perlengkapan Kendaraan Taktis, dll
Latihan Geladi
Lapang


KOMPONEN URAIAN CAPAIAN YANG QTT VOL KUALIFIKASI/ KETERANGAN
DIHARAPKAN SPESIFIKASI
L pkt 1 kali
C. Laporan Pelaksanaan Latihan L pkt 1 kali

a) Laporan Kegiatan 1) Proses pelaksanaan
kegiatan
217 b) Laporan Hasil 2) Pembelajaran
Evaluasi Simulasi 3) Perbaikan sistem

kedaruratan bencana

KETERANGAN
P = jumlah Perancang Latihan (biasanya berjumlah 10-15 orang)
Q = jumlah total Tim Evaluasi, Tim Penilai, dan Tim Pengendali (biasanya berjumlah 5-10 orang)
N = jumlah Narasumber (tergantung pada kebutuhan sesuai Silabus latihan)
F = jumlah Fasilitator (tergantung pada kebutuhan sesuai Silabus latihan)
D = jumlah stakeholders terkait penanggulangan kedaruratan bencana

Ditjen Bina Administrasi KewilayahanL = jumlah penggandaan Laporan Pelaksanaan Latihan (sesuai kebutuhan)

Kementerian Dalam Negeri

Copyright © 2020


Sub Kegiatan 2.5.

Pengendalian Operasi dan
Penyediaan Sarana Prasarana

Ditjen Bina AdKmeisniaisptsriaasgiaKanetwerilhaaydaahpaBnencana

Kementerian Dalam Negeri

Copyright © 2020

Sifat : LAYANAN LANGSUNG
Struktur Komponen : KOMPONEN PILIHAN
Syarat Pelaksanaan :-
Pedoman Teknis Pelaksanaan : Peraturan Kepala BNPB No. 3 Tahun 2016

Sasaran: Indikator:

Tersedianya layanan Pusdalops penanganan Persentase (%) jumlah warga negara yang
bencana dan sarana prasarana kesiapsiagaan mendapat layanan Pusdalops dan sarana
terhadap bencana prasarana kesiapsiagaan bencana.


A. GAMBARAN UMUM SUB KEGIATAN

Pengendalian operasi dan penyediaan sarana Pengendalian operasi dan penyediaan sarana Untuk menjamin efektivitas penyelenggaraan
prasarana kesiapsiagaan terhadap bencana prasarana kesiapsiagaan terhadap bencana penanggulangan bencana, maka implementasi
219 merupakan tahapan penerapan SPM dalam dibutuhkan sebagai upaya untuk mengurangi sub kegiatan ini diarahkan kepada perkuatan
terhadap sistem prosedur kerja maupun
memberikan kepastian pengendalian operasi dampak bencana terutama korban jiwa manusia kelengkapan sarana dan prasarana.
untuk mendukung kesiapsiagaan bencana. pada suatu wilayah dan waktu tertentu.

B. KOMPONEN DAN TARGET CAPAIAN

Sub Kegiatan Pengendalian Operasi dan 1. Koordinasi Teknis Pemantapan 9. Penyediaan Sarana Prasarana Berupa Alat

Penyediaan Sarana Prasarana Kesiapsiagaan Kesiapsiagaan terhadap Bencana Komunikasi Dan Sistem Peringatan Dini
terhadap Bencana merupakan komponen 2. Penyediaan Sarana Prasarana Operasional Kebencanaan Berbasis Masyarakat
pilihan yang meskipun saling berkaitan, namun
penerapan tiap-tiap komponennya tidak harus

Ditjen Bina Administrasi Kewilayahanberurutan dan dapat dibagi dalam beberapa

tahun anggaran.
Sub Kegiatan Pengendalian Operasi dan

Kementerian Dalam NegeriPenyediaan Sarana Prasarana Kesiapsiagaan

terhadap Bencana terdiri atas 9 (sembilan)

Copyright © 2020komponen, yaitu:
dan Kesiapsiagaan Bencana Setiap komponen memiliki target capaian dalam
3. Penyediaan Layanan Pesan Singkat secara satuan paket, orang, unit, dan buah, dengan
bobot kepentingannya masing-masing. Bobot
broadcast kepentingan berguna untuk menghitung kinerja
4. Penyediaan Obat-obatan dan Vaksin dan capaian pelaksanaan Sub Kegiatan
5. Tata Laksana/ Pengobatan dan Vaksinasi Pengendalian Operasi dan Penyediaan Sarana
6. Penyediaan Peralatan Kesehatan Prasarana Kesiapsiagaan terhadap Bencana.
7. Penyediaan Peralatan Laboratorium
8. Penyediaan Layanan Biosekuriti

Tabel 38. Komponen dan Target Capaian pada Sub Kegiatan 2.5. Pengendalian Operasi dan Penyediaan Sarana Prasarana Kesiapsiagaan terhadap Bencana

NO KOMPONEN SPM TARGET CAPAIAN SATUAN BOBOT KETERANGAN
Paket KEPENTINGAN
1 Koordinasi Teknis Pemantapan 1. Prosedur operasi standar Paket 25%
Kesiapsiagaan Terhadap Bencana kesiapsiagaan bencana 25%
Paket
2. Strategi antisipasi bencana Paket 25% 100%
yang terdeteksi berpotensi 25%
terjadi

3. Rencana evakuasi
masyarakat

4. Jejaring sumberdaya
sarana prasarana logistik
untuk kesiagaan darurat


NO KOMPONEN SPM TARGET CAPAIAN SATUAN BOBOT KETERANGAN
KEPENTINGAN

2 Penyediaan Sarana Prasarana 5. Sarana prasarana Unit 15%
Operasional dan Kesiapsiagaan penerima informasi
Bencana peringatan dini dari
kementerian/lembaga 220

penyedia layanan
peringatan dini

6. Sarana prasarana analisa Unit 15%

rekomendasi arahan
evakuasi

7. Sarana prasarana Unit 15%

komunikasi langsung ke
rantai pimpinan daerah
8. Sarana prasarana Unit 15% 100%

penyebaran arahan
evakuasi ke masy.
Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan9. Saranaprasarana
penerimaan informasi
Unit 10%

Kementerian Dalam Negeripelaporan dan pengaduan
dari masyarakat (hotline)
10. Sarana prasarana rapat
Unit 15%

Copyright © 2020pimpinan
11. Sarana prasarana istirahat Unit 15%
petugas jaga Pusdalops

3 Penyediaan Layanan Pesan Singkat 12. Jumlah akses kepada Orang 100%
secara broadcast media Orang 20%

4 Penyediaan Obat-obatan dan Vaksin 13. Jumlah masyarakat yang Orang 20%
memiliki kapabilitas untuk Orang 100%
5 Tata Laksana/ Pengobatan dan mengakses obat-obatan Orang
Vaksinasi dan vaksin 20%

6 Penyediaan Peralatan Kesehatan 14. Jumlah warga negara yang 20%
menerima pengobatan dan
7 Penyediaan Peralatan Laboratorium vaksinasi

15. Jumlah warga negara yang
memanfaatkan peralatan
kesehatan

16. Jumlah warga negara yang
memanfaatkan peralatan
laboratorium


NO KOMPONEN SPM TARGET CAPAIAN SATUAN BOBOT KETERANGAN
KEPENTINGAN

8 Penyediaan Layanan Biosekuriti 17. Jumlah warga negara yang Orang 20%
memanfaatkan layanan
biosekuriti
221
9 Penyediaan Sarana Prasarana Berupa 18. Sarana Penerima Unit 20%
Alat Komunikasi Dan Sistem Peringatan Peringatan Dini
Dini Kebencanaan Berbasis Masyarakat 19. Moda Penyebaran Arahan Unit 20%

20. Frekuensi Radio buah 20% 100%
Komunikasi

21. Jalur Evakuasi buah 20%

22. Tempat Pengungsian buah 20%

C. MUTU LAYANAN

Sub Kegiatan Pengendalian Operasi dan

Ditjen Bina Administrasi KewilayahanPenyediaan Sarana Prasarana Kesiapsiagaan
Setiap mutu layanan pada target capaian Nilai maksimum jumlah bobot mutu layanan
tersebut memiliki nilai bobot yang berguna adalah sama dengan nilai maksimum bobot
terhadap Bencana memiliki 22 target capaian untuk menilai ketercapaian komponen kepentingan pada target capaian komponennya
yang masing-masing memiliki mutu layanan

Kementerian Dalam Negerisebagai kualitas minimum yang harus dicapai.
penyusun sub kegiatan.

Copyright © 20201. Layanan untuk Target Capaian 1, 2, 3, dan 4

Komponen : Koordinasi Teknis Pemantapan Kesiapsiagaan Terhadap Bencana
Capaian : 1) Prosedur operasi standar kesiapsiagaan bencana
2) Strategi antisipasi bencana yang terdeteksi berpotensi terjadi

3) Rencana evakuasi masyarakat
4) Jejaring sumberdaya sarana prasarana logistik untuk kesiagaan darurat
Total Bobot Maks : 100%

LINGKUP Tabel 39. Mutu Layanan untuk Target Capaian 1, 2, 3, dan 4, BOBOT
Regulatif pada Sub Kegiatan 2.5. Pengendalian Operasi dan Penyediaan Sarana Prasarana Kesiapsiagaan terhadap Bencana 5%
10%
MUTU LAYANAN 10%
1) Status siaga darurat bencana
2) Pengesahan prosedur prosedur operasi standar
3) Pengesahan pembaruan prosedur operasi standar


LINGKUP MUTU LAYANAN BOBOT
Antisipasi Bencana 1) Strategi antisipasi bencana yang terdeteksi berpotensi terjadi 25%
2) Rencana evakuasi masyarakat 25%
3) Jejaring sumberdaya sarana prasarana logistik untuk kesiagaan darurat 25%

2. Mutu Layanan untuk Target Capaian 5, 6, ,7, 8, 9, 10, dan 11 222

Komponen : Penyediaan Sarana Prasarana Operasional dan Kesiapsiagaan Bencana

Capaian : 1) Sarana prasarana penerima informasi peringatan dini dari kementerian/lembaga penyedia layanan peringatan dini
2) Sarana prasarana analisa rekomendasi arahan evakuasi
3) Sarana prasarana komunikasi langsung ke rantai pimpinan daerah

4) Sarana prasarana penyebaran arahan evakuasi ke masyarakat
5) Sarana prasarana penerimaan informasi pelaporan dan pengaduan dari masyarakat (hotline)
6) Sarana prasarana rapat pimpinan
7) Sarana prasarana istirahat petugas jaga Pusdalops

Total Bobot Maks : 100%

Ditjen Bina Administrasi KewilayahanTabel40. Mutu Layanan untuk TargetCapaian5, 6, ,7, 8,9, 10, dan11,
pada Sub Kegiatan 2.5. Pengendalian Operasi dan Penyediaan Sarana Prasarana Kesiapsiagaan terhadap Bencana

LINGKUP Kementerian Dalam NegeriMUTULAYANAN BOBOT
Ruang Operator 1) Sarana prasarana penerima informasi peringatan dini dari kementerian/lembaga penyedia layanan peringatan 12.5%
12.5%
Pusdalops Copyright © 2020dini 12.5%
12.5%
2) Sarana prasarana analisa rekomendasi arahan evakuasi 12.5%
3) Sarana prasarana komunikasi langsung ke rantai pimpinan daerah 12.5%

4) Sarana prasarana penyebaran arahan evakuasi ke masyarakat 12.5%

5) Sarana prasarana penerimaan informasi pelaporan dan pengaduan dari masyarakat (hotline) 12.5%

Ruang Krisis Sarana prasarana rapat pimpinan
Pusdalops

Waktu Operasi 24/7 (24 jam setiap harinya, 7 hari setiap minggunya)
Pusdalops

Ruang Istirahat Sarana prasarana istirahat petugas jaga pusdalops
Pusdalops

3. Mutu Layanan untuk Target Capaian 12

Komponen : Penyediaan Layanan Pesan Singkat secara broadcast
Capaian : Jumlah akses kepada media
Total Bobot Maks : 100%


Tabel 41. Mutu Layanan untuk Target Capaian 12
pada Sub Kegiatan 2.5. Pengendalian Operasi dan Penyediaan Sarana Prasarana Kesiapsiagaan terhadap Bencana

LINGKUP MUTU LAYANAN BOBOT
25%
Jenis Informasi 1) Informasi daerah rawan bencana 25%
223 2) Informasi peringatan dini bencana dan klarifikasinya 25%
25%
3) Informasi perintah evakuasi

Distribusi informasi Minimal 2 operator telepon seluler

4. Mutu Layanan untuk Target Capaian 13

Komponen : Penyediaan Obat-obatan dan Vaksin
Capaian : Jumlah masyarakat yang memiliki kapabilitas untuk mengakses obat-obatan
dan vaksin

Total Bobot Maks : 20%

Tabel 42. Mutu Layanan untuk Target Capaian 13

Ditjen Bina Administrasi Kewilayahanpada Sub Kegiatan 2.5. Pengendalian Operasi dan Penyediaan Sarana Prasarana Kesiapsiagaan terhadap Bencana

LINGKUP Kementerian Dalam NegeriMUTULAYANAN BOBOT
Penyediaan obat dan 4%
vaksin 1) Memenuhi standar minimal ketersediaan obat-obatan dan vaksin pada daerah endemik wabah/zoonosis 4%
4%
Pemeliharaan obat Copyright © 20202) Ketersediaan vaksin dan obat-obatan untuk kelompok usia rentan di daerah endemic wabah/zoonosis 4%
dan vaksin
1) Memenuhi standar pemeliharaan obat dan vaksin 4%
Sosialisasi 2) Check berkala batas kadaluarsa serta kelaikan obat dan vaksin
pendistribusian vaksin
Ketersediaan obat dan vaksin di Puskesmas/Pustu di daerah endemic wabah/zoonosis

5. Mutu Layanan untuk Target Capaian 14

Komponen : Tata Laksana/Pengobatan dan Vaksinasi
Capaian : Jumlah warga negara yang menerima pengobatan dan vaksinasi
Total Bobot Maks : 20%

Tabel 43. Mutu Layanan untuk Target Capaian 14
pada Sub Kegiatan 2.5. Pengendalian Operasi dan Penyediaan Sarana Prasarana Kesiapsiagaan terhadap Bencana

LINGKUP MUTU LAYANAN BOBOT
10%
Sumber Daya 1) Tenaga pelaksana terlatih 10%
Manusia 2) Ketersediaan bahan dan alat pendukung


Click to View FlipBook Version