The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Standar Pelayanan Minimum (SPM) Sub-Urusan Bencana memberikan penjelasan bagaimana suatu daerah dapat menerapkan tiap - tiap Sub Kegiatan pada SPM sebagaimana mestinya, sesuai komponen - komponen yang telah digariskan dengan memperhatikan target capaian dan mutu layanan.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ruswan.bks, 2022-11-02 22:19:13

Standar Pelayanan Minimum (SPM) Sub- Urusan Bencana

Standar Pelayanan Minimum (SPM) Sub-Urusan Bencana memberikan penjelasan bagaimana suatu daerah dapat menerapkan tiap - tiap Sub Kegiatan pada SPM sebagaimana mestinya, sesuai komponen - komponen yang telah digariskan dengan memperhatikan target capaian dan mutu layanan.

Keywords: Sosialisasi Komunikasi Informasi dan Edukasi Rawan Bencana ( Per Jenis Bencana),Penyusunan Kajian Risiko Bencana

6. Mutu Layanan untuk Target Capaian 15

Komponen : Penyediaan Peralatan Kesehatan

Capaian : Jumlah warga negara yang memanfaatkan peralatan kesehatan
Total Bobot Maks : 20%
224
LINGKUP Tabel 44. Mutu Layanan untuk Target Capaian 15
Alat kesehatan pada Sub Kegiatan 2.5. Pengendalian Operasi dan Penyediaan Sarana Prasarana Kesiapsiagaan terhadap Bencana BOBOT
8%
MUTU LAYANAN 6%
1) Perlengkapan perlindungan diri tenaga pelaksana/petugas 6%
2) Ketersediaan bahan kesehatan habis pakai
3) Ketersediaan dan perawatan alat kesehatan BOBOT
5%
7. Mutu Layanan untuk Target Capaian 16 5%
5%
Komponen : Penyediaan Peralatan Laboratorium 5%
Ditjen Bina Administrasi KewilayahanTotalBobotMaks : 20%
Capaian : Jumlah warga negara yang memanfaatkan peralatan laboratorium BOBOT
20%
Kementerian Dalam NegeriTabel45.MutuLayananuntukTargetCapaian16

pada Sub Kegiatan 2.5. Pengendalian Operasi dan Penyediaan Sarana Prasarana Kesiapsiagaan terhadap Bencana

LINGKUP Copyright © 2020MUTULAYANAN
Pengambilan,
pengepakan, 1) Efektivitas jumlah spesimen yang diambil
pengiriman specimen 2) Prosedur pengambilan, pengepakan, dan pengiriman spesimen
Pemeriksaan
specimen 1) Jangka waktu pemeriksaan
2) Akurasi hasil pemeriksaan

8. Mutu Layanan untuk Target Capaian 17

Komponen : Penyediaan Layanan Biosekuriti
Capaian : Jumlah warga negara yang memanfaatkan layanan biosekuriti
Total Bobot Maks : 20%

Tabel 46. Mutu Layanan untuk Target Capaian 17
pada Sub Kegiatan 2.5. Pengendalian Operasi dan Penyediaan Sarana Prasarana Kesiapsiagaan terhadap Bencana

LINGKUP MUTU LAYANAN
Layanan biosekuriti Optimalitas penggunaan alat dan bahan pengendali faktor risiko (spray, disinfektan, dll)


9. Mutu Layanan untuk Target Capaian 18

Komponen : Penyediaan Sarana Prasarana Berupa Alat Komunikasi Dan

Capaian Sistem Peringatan Dini Kebencanaan Berbasis Masyarakat
: Sarana Penerima Peringatan Dini
225 Total Bobot Maks : 20%

Tabel 47. Mutu Layanan untuk Target Capaian 18
pada Sub Kegiatan 2.5. Pengendalian Operasi dan Penyediaan Sarana Prasarana Kesiapsiagaan terhadap Bencana

LINGKUP MUTU LAYANAN BOBOT
Rentang Komunikasi Seluruh wilayah kabupaten/kota 10%
Deteksi Dini Potensi awal kemungkinan terjadinya bencana 10%

10. Mutu Layanan untuk Target Capaian 19

Ditjen Bina Administrasi KewilayahanKomponen
: Penyediaan Sarana Prasarana Berupa Alat Komunikasi Dan Sistem Peringatan
Dini Kebencanaan Berbasis Masyarakat
Capaian : Moda Penyebaran Arahan
Kementerian Dalam NegeriTotal Bobot Maks : 20%
Copyright © 2020Tabel 48. Mutu Layanan untuk Target Capaian 19
LINGKUP BOBOT
Target Diseminasi pada Sub Kegiatan 2.5. Pengendalian Operasi dan Penyediaan Sarana Prasarana Kesiapsiagaan terhadap Bencana 2%
informasi 2%
MUTU LAYANAN 2%
Moda Penyebaran 1) Petugas unit operasi penanganan darurat bencana 2%
Arahan Evakuasi 2) Kawasan hunian domestik 2%
3) Kawasan industri
4) Kawasan pariwisata 2%
5) Tempat yang telah dialokasikan untuk tempat pengungsian 2%
6) Kelompok masyarakat: 2%
2%
a. Nelayan
b. Petani 2%
c. Disabilitas
d. Turis
7) Seluruh kawasan dan kelompok layanan target diseminasi informasi mendapat informasi penyebaran arahan
minimal dari 2 moda berbeda


11. Mutu Layanan untuk Target Capaian 20

Komponen : Penyediaan Sarana Prasarana Berupa Alat Komunikasi Dan Sistem Peringatan

Capaian Dini Kebencanaan Berbasis Masyarakat
: Frekuensi Radio Komunikasi
Total Bobot Maks : 20% 226
BOBOT
LINGKUP Tabel 49. Mutu Layanan untuk Target Capaian 20
Frekuensi Darurat pada Sub Kegiatan 2.5. Pengendalian Operasi dan Penyediaan Sarana Prasarana Kesiapsiagaan terhadap Bencana 5%
5%
MUTU LAYANAN 10%
1) Frekuensi Khusus untuk Laporan Kondisi Harian
2) Frekuensi khusus untuk penyebaran perintah evakuasi BOBOT
3) Frekuensi khusus untuk operasi penanganan darurat bencana 20%

12. Mutu Layanan untuk Target Capaian 21 BOBOT
20%
Ditjen Bina Administrasi KewilayahanKomponen
Capaian : Penyediaan Sarana Prasarana Berupa Alat Komunikasi Dan Sistem Peringatan
Dini Kebencanaan Berbasis Masyarakat
: Jalur Evakuasi
Kementerian Dalam NegeriTotal Bobot Maks : 20%
Copyright © 2020Tabel 50. Mutu Layanan untuk Target Capaian 21
LINGKUP
Jalur evakuasi pada Sub Kegiatan 2.5. Pengendalian Operasi dan Penyediaan Sarana Prasarana Kesiapsiagaan terhadap Bencana

MUTU LAYANAN
Masyarakat yang mengungsi tiba di daerah aman/pengungsian sebelum bencana terjadi dengan aman

13. Mutu Layanan untuk Target Capaian 22

Komponen : Penyediaan Sarana Prasarana Berupa Alat Komunikasi Dan Sistem Peringatan
Dini Kebencanaan Berbasis Masyarakat
Capaian : Tempat Pengungsian

Total Bobot Maks : 20%

Tabel 51. Mutu Layanan untuk Target Capaian 22
pada Sub Kegiatan 2.5. Pengendalian Operasi dan Penyediaan Sarana Prasarana Kesiapsiagaan terhadap Bencana

LINGKUP MUTU LAYANAN

Tempat Pengungsian Memberikan perlindungan kepada pengungsi selama bencana masih berpotensi terjadi atau sedang terjadi


D. KERANGKA PENGANGGARAN

Kerangka penganggaran merupakan detail Kerangka penganggaran ini dapat disesuaikan Namun demikian, untuk substansi pada capaian

spesifikasi komponen biaya dalam pelaksanaan dengan kondisi dan standar biaya harga yang dan kualifikasi/spesifikasi hendaklah tetap
227 kegiatan Komponen-komponen biaya yang berlaku di daerah Anda. Jika daerah Anda masih mengikuti kerangka pendanaan ini dengan
terdapat pada tabel kerangka penganggaran belum memiliki standar biaya, dapat mengacu memperhatikan keterangan-keterangan yang
dapat mempermudah Anda dalam merancang kepada standar biaya di tingkat provinsi maupun terdapat pada tabel ini.

Kerangka Acuan Kerja dan RAB. yang dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan.

Tabel 52. Kerangka Penganggaran pada Sub Kegiatan 2.5. Pengendalian Operasi dan Penyediaan Sarana Prasarana Kesiapsiagaan terhadap Bencana

KOMPONEN URAIAN CAPAIAN YANG QTT VOL KUALIFIKASI/ KETERANGAN
DIHARAPKAN SPESIFIKASI
1. Koordinasi
Teknis A. Penyusunan SOP
Pemantapan
Kesiap- a) Tenaga Ahli dan Pendukung
siagaan
Terhadap 1) Ahli 1) Referensi dan analisa 1 org n bulan Lulusan S2; Personil wajib
Bencana Manajemen
Penanggulang

Ditjen Bina Administrasi KewilayahananBencana
Sistem Penanggulangan Pengalaman minimal
Kedaruratan Bencana 5 tahun pada
secara komprehensif pekerjaan
Kementerian Dalam Negeri2) Analisa mekanisme masa
krisis dan peralihan dari
masa krisis ke tanggap
Copyright © 2020darurat bencana penanggulangan
bencana; atau
3) Analisa peralihan rencana Lulusan S1 Ahli
kontinjensi menjadi Madya Teknik
rencana operasi Lingkungan/Teknik
Sipil/Geografi/
pengalaman minimal
7 tahun dalam
penanggulangan

bencana

2) Ahli 1) Referensi sistem 1 org n bulan Lulusan S1 semua Personil wajib
Manajemen penanganan darurat jurusan; pengalaman

Darurat bencana minimum 5 tahun
Bencana 2) Struktur Komando dalam
Penanganan Darurat penanggulangan
Bencana bencana. Diutamakan

3) Rantai Komando memiliki pengalaman
a. Prosedur Tanggap dibidang Incident
Darurat Bencana Command System

b. Prosedur SAR dan (ICS) atau sejenis.
Evakuasi
c. Prosedur Kaji Cepat


KOMPONEN URAIAN CAPAIAN YANG QTT VOL KUALIFIKASI/ KETERANGAN
DIHARAPKAN SPESIFIKASI
228
d. Prosedur Penetapan
Status Darurat Bencana S1 Geologi/
e. Prosedur Operasi Geofisika/ Geodesi,
Tanggap Darurat jika SOP terkait
bencana Geologi;
(Pemenuhan Kebutuhan S1 Teknik
Dasar, Perlindungan Sipil/Hidrologi, jika
Kelompok Rentan, SOP terkait
Pemulihan Fasilitas bencana
Hidrometeorologi
Kritis, dsb) S1 di bidang
f. Prosedur Pengakhiran kesehatan, jika SOP
Status Tanggap Darurat terkait bencana
Bencana Epidemi.

3) Ahli Sistem 1) Referensi sistem 1 org n bulan Lulusan S1;
Peringatan Dini peringatan dini bencana pengalaman
2) Analisa model sistem minimum 5 tahun
Ditjen Bina Administrasi Kewilayahanperingatandini
3) Rantai peringatan dini
bencana dalam
penanggulangan
bencana
4) Prosedur peringatan dini:

Kementerian Dalam Negeria. Prosedur deteksi dini
b. Prosedur penerimaan

Copyright © 2020informasi peringatan

c. Prosedur analisa
informasi dan legitimasi
arahan
d. Prosedur penyebaran

arahan
e. Prosedur respon
terhadap arahan
f. Prosedur pengakhiran

peringatan dini

4) Ahli 1) Referensi dan analisa 1 org n bulan Lulusan S1 Teknik
Manajemen mekanisme pengelolaan Sipil/Arsitektur/Plan

Sumber Daya sumber daya darurat ologi. Pengalaman
2) Kesatuan Komando dan minimal 5 tahun di
Rentang Kendali bidang
3) Prosedur check list penanggulangan

bencana


KOMPONEN URAIAN CAPAIAN YANG QTT VOL KUALIFIKASI/ KETERANGAN
DIHARAPKAN SPESIFIKASI

5) Fasilitator Kesepakatan-kesepakatan 1 org n bulan Memiliki pengalaman
bersama dalam rapat minimal 50 jam
dan/atau diskusi publik memfasilitasi
229 sesuai dengan permintaan pertemuan publik

para ahli (konsultasi publik,
workshop, dan
sejenisnya)

6) Penyusun 1) Dokumen SOP 1 org n bulan Memiliki pengalaman Personil wajib
Dokumen Penanganan Darurat minimal 3 tahun
Bencana dalam kebencanaan..
2) Naskah Hukum SOP Memiliki kemampuan

yang baik dalam
mengoperasikan Ms.
Words, Ms. Excell,
dan Ms. Power Point.
b) Diskusi Publik 1

Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan1) Narasumber
1) Menjelaskan konsep dan Memiliki pengalaman

prinsip penanggulangan N org 1*R PP dalam operasi
kedaruratan bencana N org 1*R malam penanggulangan
2) Menjelaskan praktik- N org 1*R hari kedaruratan bencana
praktik penerapan SOP N org 2*R jam
pada peringatan dini, masa
krisis, maupun operasi
 Transportasi
 Penginapan

Kementerian Dalam Negeri UangHarian
Copyright © 2020 Honor
tanggap darurat bencana

2) Transport 3 + B + C+ org R kali Minimal setingkat 3 orang dari tim
Peserta D+F Kepala Seksi pada teknis wajib, 1 orang
instansi pemerintahan dari BPBD, 1 orang
3) Perbanyakan 1) Kerangka sistem 3 + B + C+ pkt R kali Materi Paparan dari TNI, 1 org dari
Materi peringatan dini dan D+F pkt R kali POLRI.
penanganan darurat Tempat pertemuan,
4) Akomodasi dan bencana 3 + B + C+ kursi, meja, sound Peserta lain (B) : dari
Konsumsi D+F system, perangkat perwakilan DPRD,
2) Rantai Komando dan presentasi, dan Dinas/Instansi
konsumsi pertemuan terkait PB, media,
Rantai Peringatan akademisi, dunia
3) Kerangka Umum Prosedur usaha, masyarakat .

Peringatan Dini
4) Kerangka Umum Prosedur

Tanggap Darurat

Jumlah peserta :
40-45 org


KOMPONEN URAIAN CAPAIAN YANG QTT VOL KUALIFIKASI/ KETERANGAN
DIHARAPKAN 3 + C org 5 kali SPESIFIKASI
c) Diskusi Publik 2 3 + C pkt 5 kali 230
1) Transport 1) Prosedur Operasi Standar Tim Teknis Daerah
Peserta Tanggap Darurat Bencana 3 + C pkt 5 kali yang telah di SK kan 3 orang peserta
2) Perbanyakan a. Prosedur SAR dan a) KAK kegiatan merupakan wakil
Materi Evakuasi b) Draft SK Tim Teknis dari tim teknis
Lokakarya b. Prosedur Kaji Cepat wajib, 1 orang dari
c. Prosedur Penetapan Daerah BPBD, 1 orang dari
3) Akomodasi dan Status Darurat Bencana c) Materi paparan TNI, 1 org dari
Konsumsi d. Prosedur Operasi Tempat pertemuan, POLRI.
Tanggap Darurat kursi, meja, sound Peserta (C) :
e. Prosedur Pengakhiran system, perangkat merupakan Tim
Status Tanggap Darurat presentasi, dan Teknis Daerah
konsumsi pertemuan selain 3 orang tim
teknis wajib
2) Prosedur Operasi Standar
Peringatan Dini Bencana
a. Prosedur deteksi dini

Ditjen Bina Administrasi Kewilayahanb. Prosedur penerimaan
informasi peringatan
Kementerian Dalam Negeric. Prosedur analisa
informasi dan legitimasi
arahan
Copyright © 2020d. Prosedur penyebaran
arahan
e. Prosedur respon
terhadap arahan
f. Prosedur pengakhiran
peringatan dini

d) Diskusi Publik 3 1) Menjelaskan lingkup dan N org 1*R PP Memiliki pengalaman
1) Narasumber fitur ketangguhan sistem N org 1*R malam dalam
 Transportasi maupun sub-sistem N org 1*R hari penyelenggaraan
 Penginapan penanggulangan N org 2*R jam penanggulangan
 Uang Harian kedaruratan bencana kedaruratan bencana
 Honor
2) Menjelaskan hubungan
antar sub sistem
penanggulangan
kedaruratan bencana


KOMPONEN URAIAN CAPAIAN YANG QTT VOL KUALIFIKASI/ KETERANGAN
DIHARAPKAN SPESIFIKASI

2) Transport 3 + B + C+ org R kali Setingkat Kepala 3 peserta adalah
Peserta D+F Bidang/Kepala Seksi wakil dari tim teknis
pada instansi wajib, 1 orang dari
231 pemerintahan BPBD, 1 orang dari

3) Perbanyakan 1) Sosialisasi sistem 3 + B + C+ pkt R kali Materi Paparan TNI, 1 org dari
POLRI.
Materi peringatan dini dan D+F
Lokakarya
penanganan darurat Tempat pertemuan, Peserta lain (B) :
4) Akomodasi dan 3 + B + C+ pkt R kali
Konsumsi bencana D+F kursi, meja, sound berasal dari
2) Sosialisasi Prosedur perwakilan DPRD,
Peringatan Dini system, perangkat Dinas/Instansi
3) Sosialisasi Prosedur presentasi, dan
Tanggap Darurat konsumsi pertemuan terkait PB, media,
akademisi, wakil
masyarakat dan
dunia usaha
Ditjen Bina Administrasi KewilayahanJumlahpeserta:
40-45 org
e) Legalisasi SOP

Kementerian Dalam Negeri1) Akomodasidan
Konsumsi 3 + C pkt 1 kali Tempat pertemuan,
Rapat kursi, meja, sound
Copyright © 20201) Draft Akhir SOP system, perangkat
presentasi, dan
2) Naskah Hukum SOP konsumsi pertemuan

2) Bahan materi 3 + C pkt 1 kali a) Draft Akhir SOP

dan ATK Rapat b) Bahan Paparan

B. Penguatan antisipasi kesiapsiagaan bencana

a) Fasilitator 1 org d desa Memiliki pengalaman
minimal 15 jam
memfasilitasi
pertemuan

partisipatif di tingkat
komunitas
Penyusunan Rencana
Evakuasi Masyarakat
b) Transport Peserta G+H+I=30 org d desa Tokoh masyarakat Jumlah peserta

desa yang dapat (G+H+I):
menjadi simpul- optimum 30 orang
simpul dalam
evakuasi masyarakat


KOMPONEN URAIAN CAPAIAN YANG QTT VOL KUALIFIKASI/ KETERANGAN
DIHARAPKAN SPESIFIKASI 232

c) Perbanyakan Materi G+H+I=30 org d desa Bahan materi

d) Akomodasi dan D+F+G+H+I org d desa Tempat pertemuan,
Konsumsi Rapat kursi, meja, sound

system, perangkat
presentasi, dan
konsumsi pertemuan

C. Koordinasi Perkuatan jaringan sumber daya sarana prasarana logisitik darurat bencana

a) Akomodasi dan Rapat koordinasi dan S org 12 bulan Tempat pertemuan,
Konsumsi Rapat silaturrahmi gabungan kursi, meja, sound
system, perangkat

presentasi, dan
konsumsi pertemuan

2. Penyediaan a) Perkuatan Sarana 1) Ruangan Operasi U unit P pkt a) Minimal 3 peralatan

Sarana Prasarana Ruang Pusdalops pberbeda yang
Prasarana
Operasional

Ditjen Bina Administrasi KewilayahandanKesiap-
Operator Pusdalops 2) Ruang Istirahat Petugas berfungsi baik 24/7
Pusdalops untuk penerimaan
dan penyebaran
3) Sarana prasarana

siagaan Kementerian Dalam Negeripenerima informasi arahan evakuasi
Bencana peringatan dini b) Minimal 3 peralatan
4) Sarana prasarana
berbeda untuk

Copyright © 2020komunikasi langsung ke komunikasi
langsung ke rantai
rantai pimpinan daerah pimpinan daerah
5) Sarana prasarana c) Minimal 2 hotline
penyebaran arahan

evakuasi ke masyarakat berfungsi 24/7
6) Sarana prasarana
penerimaan informasi
pelaporan dan pengaduan

dari masyarakat (hotline)
7) Sarana prasarana istirahat
petugas Pusdalops

b) Perkuatan Sarana 1) Ruangan Rapat U unit P pkt Ruangan rapat
Prasarana Ruang Pimpinan/Ruang Krisis standar pimpinan
Kirisis Pusdalops 2) Sarana prasarana rapat
pimpinan


KOMPONEN URAIAN CAPAIAN YANG QTT VOL KUALIFIKASI/ KETERANGAN
DIHARAPKAN SPESIFIKASI

3. Penyediaan a) Pengadaan Sarana U unit P pkt Mampu menyebar-
Layanan Teknologi Informasi kan pesan broadcast
Pesan Komunikasi informasi daerah
233 Singkat rawan bencana,

secara Sarana Teknologi Informasi peringatan dini, dan
broadcast Komunikasi untuk perintah evakuasi
penyebaran informasi : kepada stakeholder
1) Informasi daerah rawan utama dalam
penanganan darurat
bencana
b) Operasional 2) Informasi peringatan dini P pkt 12 bulan Jaringan internet
Teknologi Informasi untuk operasional
Komunikasi bencana dan klarifikasinya
3) Informasi perintah
1) Data Internet
evakuasi

Teknologi Informasi
Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan2) PulsaSeluler
P pkt 12 bulan Komunikasi
Minimal 2 operator

telepon seluler
a) Penyediaan obat
4. Penyediaan P pkt n bulan
obat-obatan Kementerian Dalam Negeridanvaksin P pkt n bulan
dan vaksin P pkt n bulan
b) Pemeliharaan obat
dan vaksin

Copyright © 2020c) Sosialisasi dan
pendistribusian
Ketersediaan obat-obatan
dan vaksin untuk mencegah
penularan penyakit/wabah
zoonosis pada daerah-
daerah endemik

5. Tatalaksana/ a) Pelatihan Tenaga Pelaksana
pengobatan
1) Narasumber 1) Menjelaskan konsep dan
dan vaksinasi prinsip penatalaksanaan
 Transportasi medis pada kasus N org 1*R PP Memiliki pengalaman
 Penginapan endemik wabah/zoonosis N org 1*R malam dalam
 Uang Harian 2) Menjelaskan praktik- N org 1*R hari penatalaksanaan
 Honor praktik penerapan dan N org 1*R jam pengobatan/vaksin
SOP pada peringatan dini, pada daerah endemik
masa krisis, maupun wabah/zoonosis
keadaan darurat Kejadian prioritas

Luar Biasa

2) Transport F org R kali

Peserta

3) Perbanyakan F pkt R kali
Materi


KOMPONEN URAIAN CAPAIAN YANG QTT VOL KUALIFIKASI/ KETERANGAN
DIHARAPKAN SPESIFIKASI 234

4) Akomodasi dan F pkt R kali
Konsumsi

b) Bahan dan Alat P unit n pkt

Pendukung

c) Biaya Perjalanan F org R kali

d) Operasional P unit n pkt

6. Penyediaan a) Penyediaan F org R kali
alat peralatan keadaan
kesehatan darurat

b) Penyediaan alat F org R kali
pelindung

c) Pelatihan

penggunaan alat

1) Narasumber
 Transportasi
 Penginapan

Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan UangHarian

 Honor

Kementerian Dalam Negeri2) Transport
Copyright © 2020Peserta
1) Menjelaskan konsep dan N org 1 * R PP Memiliki pengalaman
prinsippenggunaan alat N org 1 * R malam dalam
medis pada kasus N org 1 * R hari penatalaksanaan
endemik wabah/zoonosis N org 1 * R jam pengobatan/vaksin
pada daerah endemik
2) Menjelaskan praktik- F org R kali wabah/zoonosis
praktik penerapan dan prioritas
SOP pada keadaan darurat
Kejadian Luar Biasa

3) Perbanyakan F pkt R kali
Materi

Lokakarya

4) Akomodasi dan F pkt R kali
Konsumsi

7. Penyediaan a) Pengambilan, U pkt R kali
peralatan pengepakan,
laboratorium pengiriman

spesimen

b) Pemeriksaan U pkt R kali
spesimen

8. Penyediaan a) Penyediaan alat dan bahan pengendalian faktor risiko
layanan bio
sekuriti 1) Sprayer U pkt R kali

2) Disinfektan U pkt R kali

3) Kaporit U pkt R kali

4) Lain-lain U pkt R kali


KOMPONEN URAIAN CAPAIAN YANG QTT VOL KUALIFIKASI/ KETERANGAN
DIHARAPKAN SPESIFIKASI

b) Pelatihan Petugas pelaksana

1) Narasumber 1) Menjelaskan konsep dan
prinsip penggunaan alat Memiliki pengalaman
235  Transportasi pengendalian faktor risiko N org 1 * R PP dalam
 Penginapan N org 1 * R malam
pada kasus endemik penatalaksanaan
 Uang Harian wabah/zoonosis N org 1 * R hari pengobatan/vaksin
 Honor 2) Menjelaskan praktik- N org 1 * R jam pada daerah endemik

praktik penerapan dan wabah/zoonosis
SOP pada keadaan darurat prioritas
Kejadian Luar Biasa

2) Transport F org R kali
Peserta

3) Perbanyakan F pkt R kali

Materi
Lokakarya
4) Akomodasi dan

Ditjen Bina Administrasi KewilayahanKonsumsi
F pkt R kali

9. Penyiapan Peralatan penyebaran arahan a) Mampu
Sarana evakuasi yang mampu menjangkau
Prasarana menjangkau petugas operasi petugas operasi
a) Pengadaan U unit P pkt
Peralatan

Kementerian Dalam NegeriPenyebaran
Berupa Alat Perintah Evakuasi dan komunitas di daerah b) Mampu
Komunikasi Copyright © 2020kepada Masyarakat rawan bencana menjangkau
Dan Sistem komunitas di

Peringatan daerah rawan:
Dini  Kawasan hunian
Kebencanaan domestik
Berbasis
Masyarakat  Kawasan industry
 Kawasan

pariwisata

 Tempat yang

telah
dialokasikan
untuk tempat

pengungsian

 Kelompok

masyarakat
petani, nelayan,
disabilitas, turis,
dsb.


KOMPONEN URAIAN CAPAIAN YANG QTT VOL KUALIFIKASI/ KETERANGAN
DIHARAPKAN SPESIFIKASI 236

c) Seluruh kawasan
dan kelompok
layanan target
mendapat

informasi
penyebaran arahan
minimal dari 2
moda berbeda

b) Pengadaan Alat Alat komunikasi khusus U unit P pkt a) Frekuensi Khusus
Komunikasi Darurat untuk petugas operasi untuk Laporan
Bencana Kondisi Harian

b) Frekuensi khusus
untuk penyebaran
perintah evakuasi
c) Frekuensi khusus
Ditjen Bina Administrasi Kewilayahanuntuk operasi
penanganan
darurat bencana
c) Penyediaan Jalur

Kementerian Dalam NegeriEvakuasi
Masyarakat yang mengungsi L km P pkt a) Jalur evakuasi
tiba di daerah aman/ b) Rambu/petunjuk
sebelum bencana terjadi arah evakuasi
dengan aman a) Tempat evakuasi

Copyright © 2020d) Penyediaan Tempat Memberikan perlindungan
Evakuasi Sementara kepada pengungsi selama U unit P pkt b) Petunjuk tempat

bencana masih berpotensi evakuasi

terjadi atau sedang terjadi

KETERANGAN L = panjang jalur evakuasi yang dibutuhkan
N = jumlah Pelatih/ Narasumber
A = jumlah tim ahli yang terlibat U = jumlah unit sarana prasarana
B = jumlah undangan lain yang berasal di luar Tim wajib/inti P = jumlah jenis sarana prasarana
C = jumlah tim teknis daerah R = jumlah rapat/pertemuan/pelatihan
D = panitia yang ikut dalam kegiatan di luar peserta undangan S = jumlah seluruh unsur stakeholders penanggulangan bencana di
F = jumlah Fasilitator/tenaga teknis yang terlibat
H = Unsur pemerintah desa/kelurahan (Aparat Desa, daerah
d = jumlah desa yang berada di daerah rawan bencana
Babinsa/Babinkamtibmas) n = jumlah bulan pelaksanaan kegiatan
G = Unsur pemerintah daerah
I = Kepala keluarga di desa/kelurahan


237

Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam Negeri
Copyright © 2020


Sub Kegiatan 2.6.

Penyediaan Peralatan Perlindungan
dan Kesiapsiagaan terhadap Bencana

Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan

Kementerian Dalam Negeri

Copyright © 2020Sifat
: LAYANAN LANGSUNG
Struktur Komponen : KOMPONEN PILIHAN
Syarat Pelaksanaan :-

Pedoman Teknis Pelaksanaan : -

Sasaran: Indikator:

Tersedianya peralatan perlindungan terhadap Persentase (%) jumlah warga negara yang
bencana mendapat peralatan perlindungan.


A. GAMBARAN UMUM SUB KEGIATAN

239 Sub Kegiatan Penyediaan Peralatan Penyediaan peralatan perlindungan dan Pemenuhan penyediaan peralatan perlindungan
Perlindungan dan Kesiapsiagaan terhadap kesiapsiagaan terhadap bencana dibutuhkan kesiapsiagaan terhadapa bencana dilakukan
Bencana difokuskan kepada penyediaan sebagai upaya untuk mengurangi dampak berdasarkan analisis kebutuhan pada
peralatan perlindungan dan penyelamatan diri bencana terutama korban jiwa manusia pada Perencanaan Kontinjensi.

bagi warga negara di daerah rawan bencana.. suatu wilayah dan waktu tertentu.

B. KOMPONEN DAN TARGET CAPAIAN

Sub Kegiatan Penyediaan Peralatan Hanya terdapat 1 (satu) komponen pada Sub Bobot kepentingan berguna pada saat
Perlindungan dan Kesiapsiagaan terhadap Kegiatan Penyediaan Peralatan Perlindungan melakukan penilaian kinerja dan capaian

Bencana memiliki struktur komponen pilihan dan Kesiapsiagaan terhadap Bencana ini, yaitu: pelaksanaan Sub Kegiatan Penyediaan
yang meskipun saling berkaitan namun Penyediaan Peralatan Penyelamatan Diri. Peralatan Perlindungan dan Kesiapsiagaan
Komponen tersebut memiliki target capaian
dalam satuan unit dan paket dengan bobot
penerapan tiap-tiap komponennya tidak harus

Ditjen Bina Administrasi Kewilayahanberurutan dan dapat dibagi dalam beberapa
terhadap Bencana..

tahun anggaran. kepentingannya masing-masing.

Kementerian Dalam Negeri
Tabel 53. Komponen dan Target Capaian pada Sub Kegiatan 2.6. Penyediaan Peralatan Perlindungan dan Kesiapsiagaan terhadap Bencana
Copyright © 2020NO KOMPONEN SPM
TARGET CAPAIAN SATUAN BOBOT KETERANGAN
KEPENTINGAN

1 Penyediaan Peralatan Penyelamatan Diri 1. Peralatan Keselamatan Unit 40%
Pribadi

2. Peralatan Keselamatan Paket 30% 100%
Keluarga

3. Peralatan Petugas Paket 30%

C. MUTU LAYANAN Setiap mutu layanan pada target capaian Nilai maksimum jumlah bobot mutu layanan
tersebut memiliki nilai bobot yang berguna adalah sama dengan nilai maksimum bobot
Sub Kegiatan Penyediaan Peralatan Per- untuk menilai ketercapaian komponen kepentingan pada target capaian
lindungan dan Kesiapsiagaan terhadap Bencana penyusun sub kegiatan. komponennya..
memiliki 3 target capaian yang masing-masing
memiliki mutu layanan sebagai kualitas
minimum yang harus dicapai.


1. Mutu Layanan untuk Target Capaian 1

Komponen : Penyediaan Peralatan Penyelamatan Diri
Capaian : Peralatan Keselamatan Pribadi
240
Total Bobot Maks : 40%
BOBOT
LINGKUP Tabel 54. Mutu Layanan untuk Target Capaian 1 40%
pada Sub Kegiatan 2.6. Penyediaan Peralatan Perlindungan dan Kesiapsiagaan terhadap Bencana
Peralatan BOBOT
Keselamatan Pribadi MUTU LAYANAN 3%
Moda pemanggil tim pencari saaat terperangkap 3%
6%
2. Mutu Layanan untuk Target Capaian 2 6%
3%
Komponen : Penyediaan Peralatan Penyelamatan Diri 3%
Ditjen Bina Administrasi KewilayahanTotalBobotMaks : 30% 6%
Capaian : Peralatan Keselamatan Keluarga

Kementerian Dalam NegeriTabel55.MutuLayananuntukTargetCapaian2
pada Sub Kegiatan 2.6. Penyediaan Peralatan Perlindungan dan Kesiapsiagaan terhadap Bencana

LINGKUP Copyright © 2020MUTULAYANAN

1) Ruang Panik

2) Cadangan sumber energi

Peralatan 3) Cadangan makanan siap saji
Keselamatan 4) Radio transistor
Keluarga 5) Radio komunikasi UHF/VHF

6) Pakaian ganti

7) Obat-obatan

3. Mutu Layanan untuk Target Capaian 3

Komponen : Penyediaan Peralatan Penyelamatan Diri

Capaian : Peralatan Keselamatan Petugas
Total Bobot Maks : 30%


Tabel 56. Mutu Layanan untuk Target Capaian 3
pada Sub Kegiatan 2.6. Penyediaan Peralatan Perlindungan dan Kesiapsiagaan terhadap Bencana

LINGKUP MUTU LAYANAN BOBOT
241 1) Pelindung Kepala 5%
5%
2) Pelindung Mata 4%
4%
Peralatan 3) Pelindung Tangan 4%
Keselamatan Petugas 4) Pelindung Kaki 4%
5) Pelampung 4%

6) Alat Penerangan

7) Rain Coat

D. KERANGKA PENGANGGARAN

Kerangka penganggaran merupakan detail Kerangka penganggaran ini dapat disesuaikan Namun demikian, untuk substansi pada capaian
spesifikasi komponen biaya dalam pelaksanaan
kegiatan Komponen-komponen biaya yang

Ditjen Bina Administrasi Kewilayahanterdapat pada tabel kerangka penganggaran
dengan kondisi dan standar biaya harga yang dan kualifikasi/spesifikasi hendaklah tetap
berlaku di daerah Anda. Jika daerah Anda masih mengikuti kerangka pendanaan ini dengan
belum memiliki standar biaya, dapat mengacu memperhatikan keterangan-keterangan yang
kepada standar biaya di tingkat provinsi maupun
yang dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan.
dapat mempermudah Anda dalam merancang

Kementerian Dalam NegeriKerangka Acuan Kerja dan RAB.
terdapat pada tabel ini.

Copyright © 2020KOMPONEN
Tabel 57. Kerangka Penganggaran pada Sub Kegiatan 2.6. Penyediaan Peralatan Perlindungan dan Kesiapsiagaan terhadap Bencana

URAIAN CAPAIAN YANG QTT VOL KUALIFIKASI/ KETERANGAN
DIHARAPKAN SPESIFIKASI

1. Penyediaan a) Pengadaan Moda pemanggil tim pencari U unit S titik a) Sederhana
Peralatan perlengkapan saat terperangkap, baik yang
Penyelamatan keselamatan bersifat manual maupun b) Dapat diakses oleh
Diri personal di ruang berbasis teknologi korban
publik tertentu
c) Memiliki prosedur
penggunaan yang
jelas

b) Penyediaan Penduduk di daerah rawan P pkt K buah a) Cadangan sumber
perlengkapan bencana mendapatkan akses energi
keselamatan terhadap perlengkapan
keluarga keselamatan keluarga b) Cadangan
makanan siap
santap

c) Radio transistor

d) Pakaian ganti

e) Obat-obatan, dsb...


KOMPONEN URAIAN CAPAIAN YANG QTT VOL KUALIFIKASI/ KETERANGAN
DIHARAPKAN SPESIFIKASI
Sesuai SNI 242
c) Pengadaan perlengkapan keselamatan petugas operasi tanggap darurat bencana
Sesuai briefing
1) Pelindung J org L kali keselamatan
Kepala petugas pada
Rencana
2) Pelindung Mata J org L kali Kontinjensi/
Rencana Operasi
3) Pelindung Petugas menggunakan J org L kali
Tangan peralatan keselamatan
standar pada saat operasi di J org L kali
4) Pelindung Kaki lapangan J org L kali
J org L kali
5) Pelampung

6) Alat
Penerangan

7) Rain Coat J org L kali

8) Lain-lain J org L kali

DitjenKETERANGAN Bina Administrasi Kewilayahan
U = jumlah unit perlengkapan
S = jumlah fasilitas publik/titik penempatan unit perlengkapan
Kementerian Dalam NegeriP = jumlah jenis perlengkapan keselamatan keluarga
K = jumlah Kepala Keluarga (KK) di daerah rawan bencana
J = jumlah petugas operasi tanggap darurat
Copyright © 2020L = jumlah penugasan


243

Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam Negeri
Copyright © 2020


Sub Kegiatan 3.1

Respon Cepat Kejadian Luar
Biasa (KLB) Penyakit/

Ditjen Bina AdministrWasaibKaehwZiolaoynaoshias nPrioritas

Kementerian Dalam Negeri

Copyright © 2020

Sifat : LAYANAN LANGSUNG
Struktur Komponen : KOMPONEN TERPADU
Syarat Pelaksanaan : Berdasarkan Hasil Informasi Peringatan
Pedoman Teknis Pelaksanaan :-

Sasaran: Indikator:
Teresponnya secara cepat setiap hasil Persentase (%) kecepatan respon kurang dari
penetapan status KLB kurang dari 24 jam 24 jam untuk setiap kasus KLB.


A. GAMBARAN UMUM SUB KEGIATAN

Upaya respon cepat KLB penyakit/wabah Layanan respon cepat kejadian luar biasa (KLB) Respon cepat kejadian luar biasa (KLB)
245 zoonosis melingkupi; investigasi/ penyelidikan penyakit/wabah zoonosis prioritas dilakukan penyakit/wabah zoonosis prioritas perlu
penyebab dan dampak kejadian, penetapan secara terpadu. Tiap komponen penyusun dilakukan untuk melindungi segenap warga
status keadaan darurat epidemi, dan tindakan layanan harus dilakukan secara tuntas untuk negara dari dampak keterpaparan wabah di
cepat untuk penanganan epidemi. menjamin optimalitas layanan. wilayah endemik penyakit/wabah zoonosis.

B. KOMPONEN DAN TARGET CAPAIAN

Sub Kegiatan Respon Cepat Kejadian Luar Biasa 1. Investigasi/penyelidikan epidemiologi isolasi/pengebalan/pengobatan/komunika
(KLB) Penyakit/Wabah Zoonosis Prioritas terpadu/wabah (zoonosis prioritas) untuk si risiko)
merupakan komponen terpadu yang antar
komponennya saling berkaitan. Setiap
komponen memiliki target capaian dengan
bobot kepentingannya masing-masing. yang

Ditjen Bina Administrasi Kewilayahanberguna untuk menghitung kinerja

implementasi Sub Kegiatan ini.

Komponen penyusun Sub Kegiatan Respon

Kementerian Dalam NegeriCepat Kejadian Luar Biasa (KLB)

Penyakit/Wabah Zoonosis Prioritas adalah:
penemuan faktor risiko, penemuan kasus Sub Kegiatan ini hanya dilakukan pada saat
baru, penemuan kontak, pengambilan, kejadian KLB Penyakit/Wabah Zoonosis. Oleh
pengepakan, pengiriman dan pengujian karena itu, jika pada tahun berjalan daerah Anda
spesimen serta konfirmasi laboratorium. tidak mengalami kejadian KLB Penyakit/Wabah
2. Penetapan status keadaan darurat Zoonosis, maka kinerja untuk Sub Kegiatan ini
epidemi/wabah (zoonosis prioritas) tetap dihitung 100%, dengan catatan telah ada
3. Tindakan cepat penanganan epidemi/ alokasi penanganan KLB Penyakit/Wabah
wabah penyakit (zoonosis prioritas), yang Zoonosis pada Biaya Tak Terduga (BTT) di
direspon 24 jam setelah laporan, deteksi daerah Anda.
dini, dan tindakan teknis (tata laksana kasus/
Copyright © 2020.
Tabel 58. Komponen dan Target Capaian pada Sub Kegiatan 3.1. Respon Cepat Kejadian Luar Biasa (KLB) Penyakit/Wabah Zoonosis Prioritas

NO KOMPONEN SPM TARGET CAPAIAN SATUAN BOBOT KETERANGAN
KEPENTINGAN Dianggap tercapai 100% jika BTT
1 Investigasi/penyelidikan 1. Jumlah Petugas TRC KLB Orang 10% telah dianggarkan namun tidak
epidemiologi terpadu/ wabah yang ditugaskan Hari 10% terjadi bencana pada tahun
(zoonosis prioritas) untuk penemuan 2. Dokumen Laporan investigasi Set berjalan
faktor risiko, penemuan kasus baru,
epidemiologi terpadu/
penemuan kontak, pengambilan, wabah (zoonosis prioritas)
pengepakan, pengiriman dan
pengujian spesimen serta konfirmasi untuk penemuan faktor risiko, 30%
penemuan kasus baru,
laboratorium
penemuan kontak,
pengambilan, pengepakan,
pengiriman dan pengujian

spesimen serta konfirmasi
laboratorium


NO KOMPONEN SPM TARGET CAPAIAN SATUAN BOBOT KETERANGAN
KEPENTINGAN

3. Surat Pernyataan Set 10%

Rekomendasi status keadaan 246
darurat bencana

2 Penetapan status keadaan darurat 4. SK Status dan Tingkat Set 15% Dianggap tercapai 100% jika BTT

epidemi/wabah (zoonosis prioritas) Kedaruratan Bencana telah dianggarkan namun tidak
30% terjadi bencana pada tahun
5. SK Struktur Komando Set 15% berjalan
Penanganan Darurat
Bencana

3 Tindakan cepat penanganan 6. Jumlah Petugas PPE KLB Orang 20% Dianggap tercapai 100% jika BTT

epidemi/ wabah penyakit (zoonosis yang ditugaskan Hari telah dianggarkan namun tidak
prioritas), yang direspon 24 jam terjadi bencana pada tahun
setelah laporan, deteksi dini, dan 7. Alat, Bahan dan Fasilitas yang Paket 20% 40% berjalan
digunakan untuk tindakan
tindakan teknis (tata laksana kasus/
isolasi/pengebalan/ cepat penanganan epidemi/
wabah penyakit (zoonosis
Ditjen Bina Administrasi Kewilayahanpengobatan/komunikasi risiko)
prioritas)

C. MUTU LAYANAN Kementerian Dalam Negeri

Sub Kegiatan Respon Cepat Kejadian Luar Biasa

Copyright © 2020(KLB) Penyakit/Wabah Zoonosis Prioritas
Setiap mutu layanan pada target capaian Nilai maksimum jumlah bobot mutu layanan
tersebut memiliki nilai bobot yang berguna adalah sama dengan nilai maksimum bobot
kepentingan pada target capaian
memiliki 7 target capaian yang masing-masing untuk menilai ketercapaian komponen
memiliki mutu layanan sebagai kualitas penyusun sub kegiatan.
minimum yang harus dicapai.

1. Mutu Layanan untuk Target Capaian 1

Komponen : Investigasi/penyelidikan epidemiologi terpadu/ wabah (zoonosis prioritas)
untuk penemuan faktor risiko, penemuan kasus baru, penemuan kontak,
pengambilan, pengepakan, pengiriman dan pengujian spesimen serta
konfirmasi laboratorium

Capaian : Jumlah Petugas TRC KLB yang ditugaskan
Total Bobot Maks : 10%


Tabel 59. Mutu Layanan untuk Target Capaian 1
pada Sub Kegiatan 3.1. Respon Cepat Kejadian Luar Biasa (KLB) Penyakit/Wabah Zoonosis Prioritas

LINGKUP MUTU LAYANAN BOBOT
247 1) Petugas penanganan awal 2.5%
2.5%
Mobilisasi sumber 2) Petugas pengambil sampel spesimen 2.5%
2.5%
daya TRC 3) Petugas pendukung

4) Peralatan pendukung

2. Mutu Layanan untuk Target Capaian 2

Komponen : Investigasi/penyelidikan epidemiologi terpadu/ wabah (zoonosis prioritas)
untuk penemuan faktor risiko, penemuan kasus baru, penemuan kontak,
pengambilan, pengepakan, pengiriman dan pengujian spesimen serta
konfirmasi laboratorium

Ditjen Bina Administrasi KewilayahanCapaian
: Dokumen laporan investigasi epidemiologi terpadu/ wabah (zoonosis
prioritas) untuk penemuan faktor risiko, penemuan kasus baru, penemuan
kontak, pengambilan, pengepakan, pengiriman dan pengujian spesimen serta
konfirmasi laboratorium

Kementerian Dalam NegeriTotal Bobot Maks : 10%
Copyright © 2020Tabel 60. Mutu Layanan untuk Target Capaian 2
LINGKUP BOBOT
Investigasi dan kajian pada Sub Kegiatan 3.1. Respon Cepat Kejadian Luar Biasa (KLB) Penyakit/Wabah Zoonosis Prioritas 2.5%
awal kasus epidemic 2.5%
MUTU LAYANAN 2.5%
1) Penemuan faktor risiko 2.5%
2) Penemuan kasus baru
3) Penemuan kontak
4) Pengambilan, pengepakan, pengiriman, dan pengujian spesimen

3. Mutu Layanan untuk Target Capaian 3

Komponen : Investigasi/penyelidikan epidemiologi terpadu/ wabah (zoonosis prioritas)
untuk penemuan faktor risiko, penemuan kasus baru, penemuan kontak,

pengambilan, pengepakan, pengiriman dan pengujian spesimen serta
konfirmasi laboratorium
Capaian : Rekomendasi status keadaan darurat bencana

Total Bobot Maks : 10%


LINGKUP Tabel 61. Mutu Layanan untuk Target Capaian 3 BOBOT 248
Analisis hasil pada Sub Kegiatan 3.1. Respon Cepat Kejadian Luar Biasa (KLB) Penyakit/Wabah Zoonosis Prioritas 2%
investigasi 4%
MUTU LAYANAN 4%
1) Luas paparan
2) Rekomendasi status keadaan darurat
3) Rekomendasi kebijakan dan tindak darurat

4. Mutu Layanan untuk Target Capaian 4

Komponen : Penetapan status keadaan darurat epidemi/wabah (zoonosis prioritas)
Capaian : SK Status dan Tingkat Kedaruratan Bencana

Total Bobot Maks : 15%

Tabel 62. Mutu Layanan untuk Target Capaian 4
pada Sub Kegiatan 3.1. Respon Cepat Kejadian Luar Biasa (KLB) Penyakit/Wabah Zoonosis Prioritas
MUTU LAYANAN
Ditjen Bina Administrasi KewilayahanLINGKUP BOBOT
1) Jangka waktu penetapan status dan tingkat kedaruratan 5%
Status keadaan 2) Kekuatan hukum penetapan status dan tingkat kedaruratan 5%
darurat epidemi 5%
Kementerian Dalam Negeri3) Aksesibilitas terhadap dana darurat (BTT maupun DSP)

Copyright © 2020

5. Mutu Layanan untuk Target Capaian 5

Komponen : Penetapan status keadaan darurat epidemi/wabah (zoonosis prioritas)
Capaian : SK Struktur Komando Penanganan Darurat Bencana
Total Bobot Maks : 15%

LINGKUP Tabel 63. Mutu Layanan untuk Target Capaian 5 BOBOT
pada Sub Kegiatan 3.1. Respon Cepat Kejadian Luar Biasa (KLB) Penyakit/Wabah Zoonosis Prioritas 7.5%
Pengendalian dan 7.5%
pelaksanaan operasi MUTU LAYANAN
tanggap darurat 1) Aktivasi Struktur Komando Penanganan Darurat Bencana Epidemi
epidemi 2) Aktivasi Fasilitas operasi penanganan darurat bencana epidemi


6. Mutu Layanan untuk Target Capaian 6

Komponen : Tindakan cepat penanganan epidemi/ wabah penyakit (zoonosis prioritas),
yang direspon 24 jam setelah laporan, deteksi dini, dan tindakan teknis (tata
249 laksana kasus/ isolasi/pengebalan/ pengobatan/komunikasi risiko)

Capaian : Jumlah Petugas PPE KLB yang ditugaskan
Total Bobot Maks : 20%

Tabel 64. Mutu Layanan untuk Target Capaian 6
pada Sub Kegiatan 3.1. Respon Cepat Kejadian Luar Biasa (KLB) Penyakit/Wabah Zoonosis Prioritas

LINGKUP MUTU LAYANAN BOBOT
Tindakan 10%
penanganan 1) Pilihan tindakan yang diambil 10%
2) Durasi keadaan darurat epidemi

7. Mutu Layanan untuk Target Capaian 7

Ditjen Bina Administrasi KewilayahanKomponen
: Tindakan cepat penanganan epidemi/ wabah penyakit (zoonosis prioritas),
yang direspon 24 jam setelah laporan, deteksi dini, dan tindakan teknis (tata
laksana kasus/ isolasi/pengebalan/ pengobatan/komunikasi risiko)
Capaian : Alat, Bahan dan Fasilitas yang digunakan untuk tindakan cepat penanganan

Kementerian Dalam Negeriepidemi/ wabah penyakit (zoonosis prioritas)
Total Bobot Maks : 20%
Copyright © 2020Tabel 65. Mutu Layanan untuk Target Capaian 7
pada Sub Kegiatan 3.1. Respon Cepat Kejadian Luar Biasa (KLB) Penyakit/Wabah Zoonosis Prioritas

LINGKUP MUTU LAYANAN BOBOT
Penatalaksanaan 20%
kasus Optimalitas penatalaksanaan kasus

D. KERANGKA PENGANGGARAN Penggunaan anggaran tersebut mengacu Oleh karena itu, Anda perlu memastikan bahwa
kepada persyaratan dan ketentuan yang diatur daerah Anda telah menyatakan status keadaan
Sub Kegiatan Respon Cepat Kejadian Luar Biasa oleh aturan perundang-undangan, melalui darurat bencana sebelum menggunakan pos
(KLB) Penyakit/Wabah Zoonosis Prioritas mekanisme penetapan status keadaan darurat anggaran untuk Biaya Tak Terduga maupun
merupakan jenis kegiatan yang dapat dibiayai yang dikeluarkan oleh daerah terkait. mengajukan penggunaan Dana Siap Pakai ke
melalui mekanisme penganggaran darurat tingkat nasional
bencana, baik melalui Belanja Tak Terduga
(BTT) di daerah maupun Dana Siap Pakai (DSP)
di nasional.


250

Sub Kegiatan 3.2

Respon Cepat

Ditjen Bina Administrasi KewDilaaryuarahtaBnencana

Kementerian Dalam Negeri

Copyright © 2020

Sifat : LAYANAN LANGSUNG
Struktur Komponen : KOMPONEN TERPADU
Syarat Pelaksanaan : Berdasarkan Hasil Informasi Peringatan
Pedoman Teknis Pelaksanaan : Sesuai Rencana Kontinjensi tiap-tiap jenis bencana

Sasaran: Indikator:
Teresponnya secara cepat setiap hasil Persentase (%) kecepatan respon kurang dari
penetapan status darurat bencana kurang dari 24 jam untuk setiap status darurat bencana.
24 jam


A. GAMBARAN UMUM SUB KEGIATAN

Respon Cepat Darurat Bencana adalah bencana dan sebelum diaktivasinya Struktur situasi dan dampak kejadian bencana. Hasil kaji
penerapan SPM untuk memberikan layanan Komando Penanganan Darurat Bencana cepat akan menjadi salah satu bahan
251 sesegera mungkin penanganan bagi warga (SKPDB). Oleh karena itu, efektivitas respon rekomendasi penetapan status keadaan darurat
bencana oleh pemerintah daerah, Penetapan
negara terpapar kejadian bencana untuk cepat sebagai bagian dari penanganan masa status keadaan darurat bencana memiliki
melindungi segenap warga negara dari dampak krisis bencana perlu didukung dengan implikasi diaktifkannya penggunaan Dana Siap
bencana yang sedang terjadi. pengaktifan Rencana Kontinjensi. Pakai (DSP) di tingkat nasional maupun Biaya
Tak Terduga (BTT) di daerah.
Respon cepat dilakukan pada masa krisis Respon cepat dimulai dengan penyelenggaraan
sebelum ditetapkannya status keadaan darurat kaji cepat untuk mendapatkan analisa awal
.

B. KOMPONEN DAN TARGET CAPAIAN

Sub Kegiatan Respon Cepat Darurat Bencana Komponen pada Sub Kegiatan ini memiliki 4 Sub Kegiatan ini hanya dilakukan pada saat
merupakan komponen terpadu yang antar (empat) target capaian dalam satuan orang hari, kejadian bencana di daerah Anda. Oleh karena

unit, dan set. Setiap target capaian mempunyai
dengan bobot kepentingan yang berguna pada
saat melakukan penilaian kinerja dan capaian
pelaksanaan Sub Kegiatan Respon Cepat
Darurat Bencana..
komponennya saling berkaitan.

Ditjen Bina Administrasi KewilayahanKomponen penyusun layanan respon cepat

darurat bencana adalah: berupa penyediaan
dokumen kaji cepat dan penetapan status

Kementerian Dalam Negeridarurat bencana.
itu, jika pada tahun berjalan daerah Anda tidak
mengalami kejadian bencana, maka kinerja
untuk Sub Kegiatan ini tetap dihitung 100%,
dengan catatan telah ada alokasi penanganan
darurat bencana pada Biaya Tak Terduga (BTT)
di daerah Anda.

Copyright © 2020
Tabel 66. Komponen dan Target Capaian pada Sub Kegiatan 3.2. Respon Cepat Darurat Bencana

NO KOMPONEN SPM TARGET CAPAIAN SATUAN BOBOT KETERANGAN
1 Penyediaan dokumen kaji cepat dan Orang KEPENTINGAN Dianggap tercapai 100% jika BTT
penetapan status darurat bencana 1. Personil TRC aktif Hari 25% telah dianggarkan namun tidak
Unit terjadi bencana pada tahun berjalan
2. Peralatan kaji cepat untuk 25%
setiap personil TRC
100%
3. Laporan kaji cepat sebagai Set 25%
rekomendasi untuk
penetapan status keadaan Set 25%
darurat bencana

4. SK Penetapan Status
Keadaan Darurat Bencana


C. MUTU LAYANAN Setiap mutu layanan pada target capaian Nilai maksimum jumlah bobot mutu layanan 252
tersebut memiliki nilai bobot yang berguna adalah sama dengan nilai maksimum bobot
Sub Kegiatan Respon Cepat Darurat Bencana untuk menilai ketercapaian komponen kepentingan pada target capaian
memiliki 4 (empat) target capaian yang masing- penyusun sub kegiatan.
masing memiliki mutu layanan sebagai kualitas
minimum yang harus dicapai.

1. Mutu Layanan untuk Target Capaian 1

Komponen : Penyediaan dokumen kaji cepat dan penetapan status darurat bencana
Capaian : Personil TRC aktif
Total Bobot Maks : 25%

Tabel 67. Mutu Layanan untuk Target Capaian 1 pada Sub Kegiatan 3.2. Respon Cepat Darurat Bencana

LINGKUP MUTU LAYANAN BOBOT
12.5%
Satu orang hanya menerima arahan dari satu atasan 12.5%
Satu orang maksimal menerima laporan dari 7 orang, minimal 3 orang, optimal 5 orang
Kesatuan Komando BOBOT
8%
Ditjen Bina Administrasi KewilayahanRentangKendali 8%
9%
Kementerian Dalam Negeri2. Mutu Layanan untuk Target Capaian 2

Komponen Copyright © 2020: Penyediaan dokumen kaji cepat dan penetapan status darurat bencana
Capaian
: Peralatan kaji cepat untuk setiap personil TRC
Total Bobot Maks : 25%

LINGKUP Tabel 68. Mutu Layanan untuk Target Capaian 2 pada Sub Kegiatan 3.2. Respon Cepat Darurat Bencana
Penanganan masa
krisis MUTU LAYANAN
1) Penerimaan informasi kejadian
2) Analisis informasi kejadian
3) Keberfungsian Renkon untuk pengendalian masa krisis

3. Mutu Layanan untuk Target Capaian 3

Komponen : Penyediaan dokumen kaji cepat dan penetapan status darurat bencana
Capaian : Laporan kaji cepat sebagai rekomendasi untuk penetapan status keadaan

darurat bencana
Total Bobot Maks : 25%


Tabel 69. Mutu Layanan untuk Target Capaian 3 pada Sub Kegiatan 3.2. Respon Cepat Darurat Bencana

LINGKUP MUTU LAYANAN BOBOT
4%
253 Laporan Kaji cepat 1) Estimasi dampak bencana 4%

kepada unsur 2) Estimasi kemampuan sumber daya daerah untuk menangani dampak bencana yang ada 2%
pimpinan daerah 2%
3%
3) Estimasi perkembangan dampak bencana 2.5%

Ikhtisar situasi awal 4) Tindakan yang telah dilakukan 2.5%
2.5%
5) Rekomendasi tindakan yang harus dilakukan 2.5%

6) Penggunaan Renkon dalam menentukan sasaran awal operasi

7) Sasaran operasi berdasarkan prioritas

Sasaran awal operasi a) Keselamatan nyawa (petugas dan korban)

b) Stabilitas keadaan darurat

c) Pemeliharaan properti

4. Mutu Layanan untuk Target Capaian 4
Ditjen Bina Administrasi KewilayahanKomponen
Capaian : Penyediaan dokumen kaji cepat dan penetapan status darurat bencana
: SK Penetapan Status Keadaan Darurat Bencana
Kementerian Dalam NegeriTotal Bobot Maks : 25%

LINGKUP Copyright © 2020Tabel 70. Mutu Layanan untuk Target Capaian 4 pada Sub Kegiatan 3.2. Respon Cepat Darurat Bencana BOBOT
MUTU LAYANAN 8%
Penetapan status 1) Jangka waktu penetapan status dan tingkat kedaruratan 8%
keadaan darurat 2) Kekuatan hukum penetapan status dan tingkat kedaruratan 9%
bencana 3) Aksesibilitas terhadap dana darurat (BTT maupun DSP)

D. KERANGKA PENGANGGARAN Penggunaan anggaran tersebut mengacu darurat bencana sebelum menggunakan pos
kepada persyaratan dan ketentuan yang diatur anggaran untuk Biaya Tak Terduga maupun
Sub Kegiatan Respon Darurat Bencana oleh aturan perundang-undangan, melalui mengajukan penggunaan Dana Siap Pakai ke
merupakan jenis kegiatan yang dapat dibiayai mekanisme penetapan status keadaan darurat tingkat nasional
melalui mekanisme penganggaran darurat yang dikeluarkan oleh daerah terkait.
bencana, baik melalui Belanja Tak Terduga
(BTT) di daerah maupun Dana Siap Pakai (DSP) Oleh karena itu, Anda perlu memastikan bahwa
di nasional. daerah Anda telah menyatakan status keadaan


Sub Kegiatan 3.3

Aktivasi Sistem Komando
Penanganan Darurat Bencana

Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan

Kementerian Dalam Negeri

Copyright © 2020Sifat
Struktur Komponen : LAYANAN POKOK
: KOMPONEN TERPADU
Syarat Pelaksanaan : Setelah status keadaan darurat bencana ditetapkan

Pedoman Teknis Pelaksanaan : Perka BNPB Nomor 3 tahun 2016

Sasaran: Indikator:

Terlaksananya koordinasi sistem komando oleh Persentase (%) jumlah petugas yang aktif
Pusdalops Penanggulangan Bencana dalam dalam penanganan darurat bencana.
penyiapan petugas penanganan darurat
bencana


A. GAMBARAN UMUM SUB KEGIATAN

Aktivasi Sistem Komando Penanganan Darurat bencana dan menanggulangi dampak pada saat Aktivasi SKPDB dilakukan sejalan dengan
255 Bencana (SKPDB) adalah penerapan SPM untuk keadaan darurat bencana. penetapan status keadaan darurat bencana.
memberikan layanan pokok untuk pengelolaan Pengaktivan SKPDB bertujuan agar pengelolaan
operasi penanganan darurat bencana. SKPDB bersifat fungsional yang terdiri dari multi operasi tanggap darurat bencana dapat berjalan
stakeholders terkait penanggulangan secara optimal. Oleh karena itu penyusunan
SKPDB merupakan satu kesatuan upaya kedaruratan bencana, yang dipimpin oleh SKPDB harus memperhatikan aspek kesatuan
komando dan rentang kendali, agar arahan
terstruktur dalam satu komando yang seorang Komandan. Dalam menjalankan dapat diterima dan dikendalikan secara cepat
digunakan untuk mengintegrasikan kegiatan fungsinya, Komandan dbantu oleh beberapa dan akurat.
penanganan darurat secara efektif dan efisien bidang sesuai kebutuhan dan perkembangan
dalam mengendalikan ancaman/ penyebab situasi

B. KOMPONEN DAN TARGET CAPAIAN

Komponen pada Sub Kegiatan ini memiliki 2 Sub Kegiatan ini hanya dilakukan pada saat
(dua) target capaian dalam satuan orang hari, kejadian bencana di daerah Anda. Oleh karena
dan paket. Setiap target capaian mempunyai itu, jika pada tahun berjalan daerah Anda tidak
Sub Kegiatan Aktivasi Sistem Komando
Penanganan Darurat Bencana (SKPDB)

Ditjen Bina Administrasi Kewilayahanmerupakan komponen terpadu yang antar
dengan bobot kepentingan yang berguna pada mengalami kejadian bencana, maka kinerja
saat melakukan penilaian kinerja dan capaian untuk Sub Kegiatan ini tetap dihitung 100%,
pelaksanaan Sub Kegiatan Aktivasi Sistem dengan catatan telah ada alokasi penanganan
komponennya saling berkaitan. Komponen
penyusun layanan pada sub kegiatan ini adalah

Kementerian Dalam Negeriberupa koordinasi teknis pelaksanaan lapangan
dalam penanganan darurat bencana (aktivasi darurat bencana pada Biaya Tak Terduga (BTT)
di daerah Anda.
Copyright © 2020posko tanggap darurat).
Komandoo Penanganan Darurat Bencana
(SKPDB).

Tabel 71. Komponen dan Target Capaian pada Sub Kegiatan 3.3. Aktivasi Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana

NO KOMPONEN SPM TARGET CAPAIAN SATUAN BOBOT KEPENTINGAN KETERANGAN
1. Jumlah Petugas Posko
1 Koordinasi teknis pelaksanaan lapangan Orang 50% 100%
dalam penanganan darurat bencana 2. Peralatan Posko Hari 50%
(aktivasi posko tanggap darurat)
Paket

C. MUTU LAYANAN Setiap mutu layanan pada target capaian Nilai maksimum jumlah bobot mutu layanan
tersebut memiliki nilai bobot yang berguna adalah sama dengan nilai maksimum bobot
Sub Kegiatan Aktivasi Sistem Komando untuk menilai ketercapaian komponen kepentingan pada target capaian
Penanganan Darurat Bencana (SKPDB) memiliki penyusun sub kegiatan.
2 (dua) target capaian yang masing-masing
memiliki mutu layanan sebagai kualitas
minimum yang harus dicapai.


1. Mutu Layanan untuk Target Capaian 1

Komponen : Koordinasi teknis pelaksanaan lapangan dalam penanganan darurat bencana
Capaian : Jumlah petugas Pos Komando (Posko)
256
Total Bobot Maks : 50%

Tabel 72. Mutu Layanan untuk Target Capaian 1 pada Sub Kegiatan 3.3. Aktivasi Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana

LINGKUP MUTU LAYANAN BOBOT
Pengelolaan Pos 1) Jumlah shift dan mekanisme pergantian shift di Pos Lapangan 15%
Lapangan 2) Pengerahan sumber daya ke lokasi terdampak 15%
3) Penghitungan, penyiapan, pengerahan, pelacakan, pemulihan sumber daya operasi tanggap darurat bencana 20%

2. Mutu Layanan untuk Target Capaian 2 BOBOT
10%
Komponen : Koordinasi teknis pelaksanaan lapangan dalam penanganan darurat bencana 10%
10%
Capaian : Peralatan Posko 10%
Ditjen Bina Administrasi KewilayahanTotalBobotMaks : 50% 10%

Kementerian Dalam NegeriTabel 73. Mutu Layanan untuk Target Capaian 2 pada Sub Kegiatan 3.3. Aktivasi Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana
LINGKUP MUTU LAYANAN

Pengelolaan Pos Copyright © 20201) Aktivasi Fasilitas Operasi
Komando
2) Perlengkapan dan peralatan Pos Komando
1) Penentuan sasaran operasi berdasarkan prioritas::
a) Keselamatan nyawa (petugas dan korban)

Penyusunan Rencana b) Stabilitas keadaan darurat
c) Pemeliharaan properti
Operasi
2) Penyusunan Strategi dan taktik operasi berdasarkan ketersediaan sumber daya

3) Pemberian arahan kepada setiap petugas operasi dalam kerangka kesatuan komando dan rentang kendali

D. KERANGKA PENGANGGARAN Penggunaan anggaran tersebut mengacu Oleh karena itu, Anda perlu memastikan bahwa
kepada persyaratan dan ketentuan yang diatur daerah Anda telah menyatakan status keadaan
Sub Kegiatan Aktivasi Sistem Komando oleh aturan perundang-undangan, melalui darurat bencana sebelum menggunakan pos
Penanganan Darurat Bencana (SKPDB) mekanisme penetapan status keadaan darurat anggaran untuk Biaya Tak Terduga maupun
merupakan jenis kegiatan yang dapat dibiayai yang dikeluarkan oleh daerah terkait. mengajukan penggunaan Dana Siap Pakai ke
baik melalui Belanja Tak Terduga (BTT) di tingkat nasional
daerah maupun Dana Siap Pakai (DSP) di
nasional.


257

Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam Negeri
Copyright © 2020


Sub Kegiatan 3.4

Pencarian, Pertolongan, dan
Evakuasi Korban Bencana

Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan

Kementerian Dalam Negeri

Copyright © 2020Sifat
Struktur Komponen : LAYANAN LANGSUNG
: KOMPONEN TERPADU
Syarat Pelaksanaan : Berdasarkan Hasil Aktivasi SKPDB

Pedoman Teknis Pelaksanaan : -

Sasaran: Indikator:

Terlaksananya pencarian, pertolongan dan Persentase jumlah korban berhasil dicari,
evakuasi korban bencana ditolong dan dievakuasi.


A. GAMBARAN UMUM SUB KEGIATAN

259 Pencarian, pertolongan dan evakuasi korban Pencarian, pertolongan dan evakuasi korban Sebagai bagian dari operasi penanganan
bencana adalah tahapan penerapan SPM untuk bencana dibutuhkan sebagai upaya darurat bencana, maka pelaksanaan pencarian,
memberikan layanan pencarian, pertolongan, penyelamatan dan evakuasi korban bencana pertolongan, dan evakuasi korban bencana
dan memindahkan korban ke tempat aman sesegera mungkin dalam proses penanganan tetap dilakukan dibawah komando dan kendali

pada saat tanggap darurat bencana. darurat bencana. SKPDB.

B. KOMPONEN DAN TARGET CAPAIAN

Komponen penyusun layanan pada sub Sub Kegiatan Pencarian, Perotolongan, dan Sub Kegiatan ini hanya dilakukan pada saat
kegiatan ini adalah: Evakuasi Korban merupakan komponen terpadu kejadian bencana di daerah Anda. Oleh karena
yang antar komponennya saling berkaitan. itu, jika pemerintah daerah Anda telah
mengalokasikan Biaya Tak Terduga (BTT) untuk
Komponen pada Sub Kegiatan ini memiliki 12 penanganan darurat bencana pada tahun
target capaian dalam satuan orang hari, paket, berjalan, sementara daerah Anda tidak
dan shift. Setiap target capaian mempunyai mengalami kejadian bencana pada tahun
dengan bobot kepentingan yang berguna pada tesebut, maka kinerja daerah Anda untuk Sub
saat melakukan penilaian kinerja dan capaian Kegiatan Pencarian, Perotolongan, dan Evakuasi
pelaksanaan Sub Kegiatan Kegiatan Pencarian, Korban tetap dihitung 100%..
Perotolongan, dan Evakuasi Korban.
1. Koordinasi pembagian zona/wilayah
pencarian, pertolongan dan evakuasi

Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan2. Penyediaan sarana dan prasarana
pertolongan dan evakuasi dan pembuatan
jalur pertolongan dan evakuasi.

Kementerian Dalam Negeri3. Operasional penyelamatan melalui
pencarian, pertolongan dan evakuasi korban
Copyright © 2020bencana

Tabel 74. Komponen dan Target Capaian pada Sub Kegiatan 3.4. Pencarian, Perotolongan, dan Evakuasi Korban Bencana

NO KOMPONEN SPM TARGET CAPAIAN SATUAN BOBOT KETERANGAN
1 Koordinasi pembagian zona/wilayah Orang KEPENTINGAN
pencarian, pertolongan dan evakuasi 1. Jumlah Petugas Pos Lapangan Hari 10%
korban bencana Paket
2. Peralatan pendukung operasional 10% 20%
2 Penyediaan sarana dan prasarana Pos Lapangan Paket
pertolongan dan evakuasi dan 7.5%
pembuatan jalur pertolongan dan 3. Peralatan pencarian dan fasilitas Paket
evakuasi penanganan orang hilang 7.5% 30%
Paket 7.5%
4. Peralatan pencarian dan fasilitas
penanganan orang meninggal Paket 7.5%

5. Peralatan dan fasilitas penanganan
medis

6. Peralatan dan fasilitas pengungsian


NO KOMPONEN SPM TARGET CAPAIAN SATUAN BOBOT KETERANGAN
3 Operasional penyelamatan melalui KEPENTINGAN
7. Jumlah petugas PPE yang Orang
pencarian, pertolongan dan evakuasi ditugaskan dalam operasi Hari 8%
korban bencana penyelamatan melalui pencarian,
pertolongan dan evakuasi korban 260
4 Laporan akhir pertolongan, bencana
penyelamatan, evakuasi korban dan Orang 8% 40%
dampak bencana 8. Jumlah korban meninggal Orang 8%
9. Jumlah korban hilang 8%
10. Jumlah korban butuh perawatan Orang 8%
Hari
medis 10%
11. Jumlah pengungsi Orang
Hari
12. Dokumen Laporan operasi PPE
set shift

C. DitjenMUTU LAYANAN Bina Administrasi Kewilayahan

Sub Kegiatan Pencarian, Perotolongan, dan

Kementerian Dalam NegeriEvakuasi Korban Bencana memiliki 12 target
Setiap mutu layanan pada target capaian Nilai maksimum jumlah bobot mutu layanan
tersebut memiliki nilai bobot yang berguna adalah sama dengan nilai maksimum bobot

capaian yang masing-masing memiliki mutu kepentingan pada target capaian
layanan sebagai kualitas minimum yang harus

Copyright © 2020dicapai.
untuk menilai ketercapaian komponen
penyusun sub kegiatan.

1. Mutu Layanan untuk Target Capaian 1

Komponen : Koordinasi pembagian zona/wilayah pencarian, pertolongan dan evakuasi

korban bencana
Capaian : Jumlah Petugas Pos Lapangan
Total Bobot Maks : 10%

Tabel 75. Mutu Layanan untuk Target Capaian 1 pada Sub Kegiatan 3.4. Pencarian, Perotolongan, dan Evakuasi Korban Bencana

LINGKUP MUTU LAYANAN BOBOT
Pembagian zona pengelolaan operasi untuk seluruh daerah di suatu kabupaten/kota 2.5%
Zonasi 1) Sarana prasarana pembangunan jembatan darurat 2.5%
2) Sarana prasarana pembuka jalan alternatif 2.5%
Aksesibilitas 3) Sarana prasarana transportasi bantuan 2.5%
pencarian orang
hilang


2. Mutu Layanan untuk Target Capaian 2

Komponen : Koordinasi pembagian zona/wilayah pencarian, pertolongan dan evakuasi
korban bencana
261 Capaian : Peralatan pendukung operasional Pos Lapangan

Total Bobot Maks : 10%

Tabel 76. Mutu Layanan untuk Target Capaian 2 pada Sub Kegiatan 3.4. Pencarian, Perotolongan, dan Evakuasi Korban Bencana

LINGKUP MUTU LAYANAN BOBOT
Komunikasi Darurat 1) Saluran dan/atau Frekuensi khusus komunikasi antar komando penanganan darurat 2%
2) Saluran dan/atau Frekuensi khusus komunikasi antar pengelola operasi penanganan darurat bencana 2%
3) Saluran dan/atau Frekuensi khusus komunikasi antar unit operasi penanganan darurat bencana 2%
4) Fasilitas utama peralatan komunikasi darurat 2 arah 2%
5) Fasilitas cadangan peralatan komunikasi darurat 2 arah 1%
6) Pencatatan komunikasi darurat tertentu 1%

Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan
3. Mutu Layanan untuk Target Capaian 3
Kementerian Dalam NegeriKomponen
: Penyediaan Sarana dan Prasarana Pertolongan dan evakuasi dan Pembuatan
Jalur Pertolongan dan Evakuasi
Copyright © 2020Total Bobot Maks : 7,5%
Capaian : Peralatan pencarian dan fasilitas penanganan orang hilang

Tabel 77. Mutu Layanan untuk Target Capaian 3 pada Sub Kegiatan 3.4. Pencarian, Perotolongan, dan Evakuasi Korban Bencana

LINGKUP MUTU LAYANAN BOBOT
1) Sarana dan prasarana pencarian korban 4.0%
Fasilitas pencarian 2) Sarana prasarana penyelamatan korban terjebak di lokasi bencana 3.5%
korban hilang

4. Mutu Layanan untuk Target Capaian 4

Komponen : Operasional penyelamatan melalui pencarian, pertolongan dan evakuasi

Capaian korban bencana
: Peralatan pencarian dan fasilitas penanganan orang meninggal
Total Bobot Maks : 7,5%


Tabel 78. Mutu Layanan untuk Target Capaian 4 pada Sub Kegiatan 3.4. Pencarian, Perotolongan, dan Evakuasi Korban Bencana

LINGKUP MUTU LAYANAN BOBOT
7.5%
Fasilitas penanganan Peratalan Rescue 262
korban meninggal

5. Mutu Layanan untuk Target Capaian 5

Komponen : Operasional penyelamatan melalui pencarian, pertolongan dan evakuasi
korban bencana
Capaian : Peralatan dan fasilitas penanganan medis

Total Bobot Maks : 7,5%

Tabel 79. Mutu Layanan untuk Target Capaian 5 pada Sub Kegiatan 3.4. Pencarian, Perotolongan, dan Evakuasi Korban Bencana

LINGKUP MUTU LAYANAN BOBOT
3%
Fasilitas penanganan 2.5%
2%
Ditjen Bina Administrasi Kewilayahanmedis
1) Peralatan dan fasilitas penanganan medis lapangan
2) Peralatan Medis Gawat Darurat

3) Transportasi darurat medis (Ambulans)

Kementerian Dalam Negeri6. Mutu Layanan untuk Target Capaian 6

Komponen Copyright © 2020: Operasional penyelamatan melalui pencarian, pertolongan dan evakuasi
korban bencana
Capaian : Peralatan dan fasilitas pengungsian
Total Bobot Maks : 7,5%

Tabel 80. Mutu Layanan untuk Target Capaian 6 pada Sub Kegiatan 3.4. Pencarian, Perotolongan, dan Evakuasi Korban Bencana

LINGKUP MUTU LAYANAN BOBOT
Sarana prasarana Sarana dan prasarana evakuasi untuk pengungsian masyarakat dari lokasi bencana 1.5%
evakuasi
1) Ruang hidup pengungsi 1%
Fasilitas Tempat 2) Bantuan Pangan 1%
Pengungsian 3) Bantuan Non Pangan 1%
4) Bantuan Sandang 1%
5) Bantuan Air Bersih dan Sanitasi 1%
6) Bantuan Layanan Kesehatan 1%


7. Mutu Layanan untuk Target Capaian 7

Komponen : Operasional penyelamatan melalui pencarian, pertolongan dan evakuasi
korban bencana
263 Capaian : Jumlah petugas PPE yang ditugaskan dalam operasi penyelamatan melalui

pencarian, pertolongan dan evakuasi korban bencana
Total Bobot Maks : 8%

Tabel 81. Mutu Layanan untuk Target Capaian 7 pada Sub Kegiatan 3.4. Pencarian, Perotolongan, dan Evakuasi Korban Bencana

LINGKUP MUTU LAYANAN BOBOT
Aktivasi unit operasi Pembagian unit operasi pencarian pertolongan dan evakuasi di zona-zona terdampak 8%

8. Mutu Layanan untuk Target Capaian 8

Ditjen Bina Administrasi KewilayahanKomponen
: Laporan akhir pertolongan, penyelamatan, evakuasi korban dan dampak
bencana

Capaian : Jumlah korban meninggal
Total Bobot Maks : 8% Kementerian Dalam Negeri
Tabel 82. Mutu Layanan untuk Target Capaian 8 pada Sub Kegiatan 3.4. Pencarian, Perotolongan, dan Evakuasi Korban Bencana
Copyright © 2020LINGKUP
MUTU LAYANAN BOBOT
8%
Pendataan Pendataan korban meninggal

9. Mutu Layanan untuk Target Capaian 9

Komponen : Laporan akhir pertolongan, penyelamatan, evakuasi korban dan dampak
bencana

Capaian : Jumlah korban hilang
Total Bobot Maks : 8%

Tabel 83. Mutu Layanan untuk Target Capaian 9 pada Sub Kegiatan 3.4. Pencarian, Perotolongan, dan Evakuasi Korban Bencana

LINGKUP MUTU LAYANAN BOBOT
Pendataan 8%
Pendataan korban hilang


10. Mutu Layanan untuk Target Capaian 10

Komponen : Laporan akhir pertolongan, penyelamatan, evakuasi korban dan dampak
bencana
264
Capaian : Jumlah korban butuh perawatan medis
Total Bobot Maks : 8% BOBOT
8%
Tabel 84. Mutu Layanan untuk Target Capaian 10 pada Sub Kegiatan 3.4. Pencarian, Perotolongan, dan Evakuasi Korban Bencana
BOBOT
LINGKUP MUTU LAYANAN 8%
Pendataan
Pendataan korban butuh perawatan medis BOBOT
2.5%
11. Mutu Layanan untuk Target Capaian 11 2.5%
2.5%
Komponen : Laporan akhir pertolongan, penyelamatan, evakuasi korban dan dampak 2.5%
bencana
Ditjen Bina Administrasi KewilayahanTotalBobotMaks : 8%
Capaian : Jumlah pengungsi

Kementerian Dalam NegeriTabel 85. Mutu Layanan untuk Target Capaian 11 pada Sub Kegiatan 3.4. Pencarian, Perotolongan, dan Evakuasi Korban Bencana
LINGKUP MUTU LAYANAN
Copyright © 2020Pendataan pengungsi
Pendataan

12. Mutu Layanan untuk Target Capaian 12

Komponen : Laporan akhir pertolongan, penyelamatan, evakuasi korban dan dampak
bencana
Capaian : Dokumen Laporan operasi PPE

Total Bobot Maks : 10%

Tabel 86. Mutu Layanan untuk Target Capaian 12 pada Sub Kegiatan 3.4. Pencarian, Perotolongan, dan Evakuasi Korban Bencana

LINGKUP MUTU LAYANAN
Laporan operasi 1) Data korban terpilah
2) Data pengungsi terpilah
3) Data koordinat lokasi pengungsian
4) Data kebutuhan tiap-tiap titik pengungsian


D. KERANGKA PENGANGGARAN

Sub Kegiatan Pencarian, Perotolongan, dan Penggunaan anggaran tersebut mengacu Oleh karena itu, Anda perlu memastikan bahwa
Evakuasi Korban Bencana merupakan jenis kepada persyaratan dan ketentuan yang diatur daerah Anda telah menyatakan status keadaan
265 kegiatan yang dapat dibiayai melalui oleh aturan perundang-undangan, melalui darurat bencana sebelum menggunakan pos
mekanisme penetapan status keadaan darurat anggaran untuk Biaya Tak Terduga maupun
mekanisme penganggaran darurat bencana, yang dikeluarkan oleh daerah terkait. mengajukan penggunaan Dana Siap Pakai ke
baik melalui Belanja Tak Terduga (BTT) di tingkat nasional
daerah maupun Dana Siap Pakai (DSP) di

nasional.

Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam Negeri
Copyright © 2020


Click to View FlipBook Version