The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

PERANGKAT AJAR UKIN B. INDONESIA FASEC KELAS VI

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by mahmudah714, 2022-10-18 09:07:46

PERANGKAT AJAR UKIN B. INDONESIA FASEC KELAS VI

PERANGKAT AJAR UKIN B. INDONESIA FASEC KELAS VI

MODUL AJAR
BAHASA INDONESIA

FASE C
KELAS VI SEMESTER I
UPT SATUAN PENDIDIKAN SDN PUCANGSARI II KEC. PURWOSARI

Disusun Oleh:
MAHMUDAH

PENDIDIKAN PROFESI GURU (PPG)
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG (UMM)

1

MODUL AJAR BAHASA INDONESIA

INFORMASI UMUM PERANGKAT AJAR

1. Nama Penulis : MAHMUDAH

Instansi : UPT SATUAN PENDIDIKAN SDN PUCANGSARI II

Tahun : 2022

2. Jenjang Sekolah : SEKOLAH DASAR

3. Kelas : VI

4. Alokasi Waktu : 2 X 35 Menit (1 x pertemuan)

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Elemen: Menulis
Peserta didik mampu menulis (membuat) teks eksplanasi, laporan, dan eksposisi persuasif dari
gagasan, hasil pengamatan, pengalaman, dan imajinasi; menjelaskan hubungan kausalitas, serta
menuangkan hasil pengamatan untuk meyakinkan pembaca. Peserta didik mampu menggunakan
kaidah kebahasaan dan kesastraan untuk menulis teks sesuai dengan konteks dan norma budaya;
menggunakan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan.
Peserta didik menyampaikan perasaan berdasarkan fakta, imajinasi (dari diri sendiri dan orang
lain) secara indah dan menarik dalam bentuk prosa dan puisi dengan penggunaan kosakata secara
kreatif.
TUJUAN PEMBELAJARAN

 Fase: C

 Elemen: Menulis

 Tujuan Pembelajaran:
4.1 Siswa menjelaskan konsep, ciri, struktur teks eksplanasi dan langkah-langkah membuat teks
eksplanasi dengan baik
4.2 Siswa membuat teks eksplanasi yang berkaitan dengan fenomena alam atau sosial dengan
baik

 Indikator Pencapaian Tujuan Pembelajaran:
4.1.1 Siswa dapat menjelaskan pengertian teks eksplanasi (C1: Mengingat)
4.1.2 Siswa dapat menentukan langkah-langkah membuat teks eksplanasi (C3:
Mengaplikasikan)
4.1.3 Siswa dapat menganalisis ciri-ciri teks eksplanasi dalam sebuah bacaan (C4: Menganalisis)
4.1.4 Siswa dapat menganalisis struktur teks eksplanasi dalam sebuah bacaan (C4: Menganalisis)
4.2.1 Siswa dapat menulis teks eksplanasi yang berkaitan dengan fenomena alam atau social (C6:
Mencipta/membuat)

 Konsep Utama: Teks eksplanasi
KOMPETENSI AWAL

2

1) Siswa sudah mampu memahami ide pokok bacaan
2) Siswa sudah menentukan isi bacaan
PROFIL PELAJAR PANCASILA

 Bernalar kritis : Perilaku selalu mengedepankan kebenaran, (mengidentifikasi dan

menganalisis terlebih dahulu informasi yang diterima)

 Mandiri : Mampu menyelesaikan tugas sendiri/tidak tergantung pada orang

lain

 Bergotong royong : Bisa bekerjasama dan berbagi tugas kerja dengan anggota kelompok

 Kreatif : mampu menghasilkan daya cipta atau gagasan baru

SARANA DAN PRASARANA

a) Materi atau sumber belajar yang utama:

 Flipbool Materi https://anyflip.com/yakpl/rrbc/

 Gambar-gambar/ilustrasi kondisi lingkungan (fenomena alam)

 Powerpint (PPT)

 Buku, internet, wordwall

 Video https://youtu.be/vsLPEutCqpA

b) Alat dan bahan yang diperlukan:

 Proyektor, laptop, papan tempel

TARGET PESERTA DIDIK

 Peserta didik regular (20 anak)

MODEL PEMBELAJARAN:

PjBL

METODE PEMBELAJARAN:

 Ceramah

 Diskusi, Tanya jawab

 Bermain Kuis

 Penugasan

MODA PEMBELAJARAN :

LURING

KOMPONEN INTI

 Teks Eksplanasi

PEMAHAMAN BERMAKNA

 Siswa mampu memahami konsep dan struktur teks eksplanasi

 Siswa mampu menulis teks eksplanasi

3

PERTANYAAN PEMANTIK
1. Anak-anak siapa yang pernah melihat atau mendengar berita tentang peristiwa alam atau

sosial?
2. Berita tentang apa yang kalian lihat atau dengar?
URUTAN KEGIATAN PEMBELAJARAN (Pertemuan/ Hari Pertama )
Kegiatan Awal ( 5 menit)
1. Salam pembuka, guru menanyakan kabar dan melakukan pengecekan kehadiran siswa
2. Doa dipimpin oleh ketua kelas
3. Menyanyikan lagu” Indonesia Raya” untuk menumbuhkan dan meningkatkan rasa

nasionalisme
4. Siswa dan guru melakukan ice breaking untuk meningkatkan motivasi belajar

Guru: “ Semangat Pagi”
Siswa: “Pagi-pagi”
Guru: “ Siapa Kita?”
Siswa: Siswa-Siswi SDN Pucangsari II Berjaya, Sukses, Yes-yes
5. Appersepsi “ Anak-anak kemarin kita sudah mempelajari tentang menentukan ide pokok
suatu bacaan? Apa yang dimaksud ide pokok? Apa sebutan lain dari ide pokok?
(Communication/C4)
6. Guru menyampaikan tujuan yang akan dicapai dari kegiatan pembelajaran hari ini.
7. Siswa dan guru membuat kesepakatan kelas sebelum pembelajaran dimulai
Kegiatan inti ( 50 menit)
1. Guru menyampaikan pertanyaan pemantik kepada siswa
a) Anak-anak siapa yang pernah membaca, melihat,mendengar berita tentang fenomena

alam atau sosial?
2. Siswa diajak bertanya jawab tentang berita yang pernah dibaca di koran atau internet.

b) Berita apa yang kalian baca atau kalian lihat?

a) Menentukan pertanyaan atau masalah utama
1) Siswa ditunjukkan gambar tentang fenomena alam dan sosial yang diberitakan di koran
atau media massa online

4

2) Untuk mengorientasikan masalah siswa diminta untuk menyimak PPT dan video tentang
bullying (C1: Mengingat & C4: Menganalisis), (Crithical Thinking/C4), TPACK

3) Siswa diajak untuk mengidentifikasi dan menganalisis contoh teks eksplanasi pada
video. (C1: Mengingat & C4: Menganalisis), (Crithical Thinking/C4), TPACK

4) Siswa diberi beberapa pertanyaan-pertanyaan yang harus dipecahkan dalam diskusi
kelompok (Communication/C4)
 Dari contoh dan arahan tersebut coba diskusikan ciri-ciri teks eksplanasi!
 Dari contoh dan arahan tersebut coba analisis dan tentukan struktur-struktur teks
eksplanasi!
 Apa saja langkah-langkah membuat teks eksplanasi?
Pertanyaan-pertanyaan itu sebagai peangarahan pada proyek “membuat teks
eksplanasi”

5) Siswa diberi beberapa referensi untuk memecahkan permasalahan (bisa browsing,
menemukan jawaban dari bahan ajar atau buku paket)

b) Merencanakan Proyek
1) Siswa sudah terbagi menjadi 4 kelompok heterogen. Kelompok dibuat ketika awal
pembelajaran pada hari sebelumnya. Dan kelompok akan di rolling dua minggu sekali.

5

2) Siswa mendengarkan dan memperhatikan penjelasan guru tentang apa yang harus
diselesaikan pada LKPD

3) Dari arahan atau giringan contoh dan pertanyaan-pertanyaan di atas, siswa diarahkan
menyelesaikan LKPD dan menulis atau membuat teks eksplanasi berdasarkan gambar
yang disediakan guru (C4: Menganalisis, C6: Membuat), (crithical Thinking/C4)

4) Setiap kelompok mengidentifikasi apa yang mereka butuhkan untuk menyelesaikan
masalah serta apa yang tidak mereka ketahui (C1:Mengidentifikasi)

5) Setiap kelompok menentukan gambar dan fenomena alam atau fenomena social yang
akan dijadikan teks eksplanasi (C4: Menganalisis), (Collaboration), (crithical Thinking/C4)

c) Membuat Jadwal Penyelesaian Proyek
1) Setiap kelompok bersama guru membuat jadwal penyelesaian proyek
 Setiap kelompok harus berdiskusi menyelesaikan kegiatan/proyek tentang teks
eksplanasi yang sudah tercantum pada LKPD (C4: Menganalisis & C6: Mencipta),
(Communication, collaboration, crithical thinking, creativity/C4)
6) Setiap kelompok harus menyelesaikan proyek membuat teks eksplanasi sebelum
kegiatan penutup dalam pembelajaran (waktu berdiskusi menyelesaikan permasalahan
dan membuat teks eksplanasi selama 40 menit) (C4: Menganalisis & C6: Mencipta),
(Collaboration), (crithical Thinking/C4), Saintifik

d) Memonitor Kemajuan Penyelesaian Proyek
1) Guru memantau kegiatan penyelesaian kegiatan/proyek yang dilakukan siswa
2) Dalam tahap ini guru menjadi fasilitator agar siswa semangat dalam menyelesaikan
proyeknya. TPACK
3) Siswa bersama kelompoknya membuat proyek “ membuat (menulis) teks eksplanasi.
(C6: Mencipta), C4 & (P5:Naturalisasi)

e) Mempresentasikan dan Menguji Hasil Penyelesaian Proyek
1) Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi tentang teks eksplanasi pada kegiatan
“ Ayo Menulis” (Communication/C4)
2) Untuk menentukan kelompok yang maju presentasi menggunakan random wheel
(TPACK)
3) Kelompok yang tidak presentasi diharapkan menyimak dan memperhatikan dengan
seksama dan mencatat kekurangan kelompok yang presentasi. (C5: Mengevaluasi)

f) Mengevaluasi dan refleksi proses dan hasil proyek

6

1) Setiap kelompok menyampaikan evaluasi untuk kelompok lain dan melakukan refleksi
2) Guru memberikan umpan balik hasil presentasi siswa
3) Guru memberikan penguatan atas hasil proyek siswa
4) Setiap kelompok diajak untuk bermain kuis dengan memanfaatkan wordwall dan

bermain “Kartu Estafet” menyusun potongan-potongan teks eksplanasi. Hal itu
dilakukan untuk membangun pemahaman bermakna pada siswa tentang teks
eksplanasi.
5) Guru memberikan reward/apresiasi atas hasil proyek siswa
Kegiatan Akhir (15 menit)
1. Dengan arahan guru siswa diajak untuk membuat kesimpulan pembelajaran
2. Siswa bersama guru melakukan refleksi pembelajaran
3. Setiap siswa diberi soal evaluasi berkaitan dengan materi yang telah dipelajari
4. Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya
5. Berdoa
REFLEKSI PENDIDIK
1. Apakah kegiatan pendahuluan seperti apersepsi, memberikan motivasi, penyampaian tujuan
pembelajaran dapat meningkatkan semangat peserta didik dalam mengikuti proses
pembelajaran?
2. Berapa prosentase siswa yang sudah mencapai tujuan pembelajaran?
3. Apakah penyampaian materi pembelajaran mudah dipahami oleh peserta didik?
4. Apakah penerapan model pembelajaran sudah terlaksana sesuai dengan rencana
pembelajaran?
5. Bagaimana pemanfaatan media dan sumber belajar dalam proses pembelajaran?
6. Bagaimanakah keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran?
7. Bagaimanakah tanggapan siswa terhadap pengelolaan kelas saat proses pembelajaran
berlangsung?
LAMPIRAN-LAMPIRAN
1. Bahan Ajar
2. LKPD
3. Media Pembelajaran
4. Alat Evaluasi
PENGAYAAN DAN REMEDIAL
1. Lembar Kerja “ Materi dan tugas pengayaan”

7

2. Lembar Kerja “Materi dan tugas remedial”

BAHAN BACAAN PENDIDIK

A. Pengertian Teks Eksplanasi
Teks eksplanasi adalah teks yang berisi penjelasan tentang fenomena alam atau fenomena social

yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
Fenomena alam yang dimaksud bisa berupa tanah longsor, gempa bumi, gunung meletus,

kebakaran hutan, proses terbentuknya pelangi, dan sebagainya. Sedangkan fenomena sosial yang dapat
dijelaskan oleh teks eksplanasi antara lain; aksi demonstrasi, tawuran, peperangan, dan lain-lain.

Teks eksplanasi bertujuan memberikan pemahaman dan wawasan secara jelas kepada pembaca.
Itulah mengapa, di dalam teks eksplanasi harus memuat proses, sebab, dan akibat suatu kejadian.
B. Ciri-Ciri Teks Eksplanasi

1. Faktual
Informasi yang dimuat berdasarkan fakta (faktual).

2. Bersifat keilmuan
Hal yang dibahas, yaitu suatu fenomena yang bersifat keilmuan atau berhubungan dengan ilmu
pengetahuan.

3. Informatif
Sifatnya informatif dan tidak berusaha memengaruhi pembaca untuk percaya terhadap hal yang
dibahas.

4. Membahas hal yang bersifat umum
Fokus pada hal umum (generik), bukan partisipan manusia. Contoh: tsunami, banjir, gempa bumi,
hujan, dan lainnya.

C. Struktur Teks Eksplanasi
1. Identifikasi Fenomena
Adalah gambaran awal tentang fenomena yang disampaikan. Di tahap ini, kamu bisa memilih
topik yang ingin kamu bahas. Misalnya, kebakaran hutan. Pada tahap identifikasi fenomena, kamu
akan menjelaskan definisi tentang apa itu kebakaran hutan dan dampaknya. Definisi ini kamu
letakkan di paragraf pertama, ya.
2. Penggambaran Rangkaian Kejadian
Struktur yang kedua memuat proses terjadinya fenomena tersebut. Kamu bisa menjelaskan
penyebab atau tahapan-tahapan bagaimana kebakaran hutan itu berlangsung.
3. Ulasan
Struktur teks eksplanasi yang terakhir yaitu ulasan. Berisi komentar atau penilaian penulis
mengenai dampak fenomena yang dibahas.

D. Kaidah Kebahasaan
Kaidah kebahasaan adalah pedoman atau aturan kebahasaan untuk membuat suatu teks. Seperti
teks lainnya, teks eksplanasi juga mengandung beberapa kaidah yang terdiri dari konjungsi,
pronomina penunjuk, kata pasif, kata denotatif, dan yang terakhir kata teknis.
1. Konjungsi (Kata Sambung)
 Konjungsi Kausalitas

8

Konjungsi kausalitas adalah kata sambung yang menghubungkan dua klausa atau
lebih untuk menjelaskan sebab akibat. Contoh konjungsi kausalitas, yaitu: karena, akibat,
oleh sebab itu, dan oleh karena itu. Misalnya, pada kalimat “Hujan terjadi karena proses
penguapan air laut.”

 Konjungsi Kronologis
Konjungsi kronologis adalah kata sambung yang menghubungkan dua klausa

atau lebih untuk menjelaskan urutan waktu kejadian. Contoh konjungsi kronologis,
yaitu: kemudian, lalu, setelah itu, pada akhirnya, dan sebelumnya. Misalnya, pada kalimat
"Setelah mendapat kemenangan itu, pasukan Pangeran Diponegoro dengan secepat kilat
menghilang dari Daksa.”
2. Pronomina penunjuk adalah kata yang digunakan untuk menggantikan penyebutan benda.
Contoh pronomina penunjuk yang biasa digunakan dalam teks eksplanasi, antara lain: ini, itu,
dan tersebut. Misalnya, pada kalimat "Tawuran pelajar menjadi fenomena yang sering
muncul di ibukota. Penyimpangan sosial tersebut biasanya dilakukan selepas pulang
sekolah." Kata tersebut digunakan untuk menjelaskan nomina di depannya, yaitu tawuran
pelajar.
3. Kata Pasif
Kata pasif diawali dengan imbuhan di- atau ter-. Contohnya pada kalimat "Para buruh yang
tergabung dalam organisasi Ikatan Buruh Indonesia menyampaikan aspirasi mereka di depan
Istana Presiden." Kata tergabung merupakan bentuk kata kerja pasif.
4. Kata Denotatif
Kata denotatif adalah kata yang memiliki makna sebenarnya. Wah, maksudnya gimana,
sih? Eits, jangan bingung. Kata denotatif adalah kata yang sesuai dengan observasi
berdasarkan penglihatan, penciuman, pendengaran, atau pengalaman. Jadi, kata denotatif
bersifat faktual dan objektif.
5. Kata Teknis
Kata teknis adalah kata atau gabungan kata yang mengungkapkan konsep, proses,
keadaan, atau sifat dalam bidang tertentu. Singkatnya, kata teknis dapat disebut sebagai
istilah. Contohnya nih, kamu sedang membaca teks eksplanasi mengenai kebakaran hutan.
Kamu menemukan istilah firespot, yang berarti titik awal penyebaran api.
Contoh Teks Eksplanasi
Tsunami atau secara etimologi berarti “ombak besar di pelabuhan”, adalah gelombang air besar
yang diakibatkan oleh gangguan di dasar laut, seperti gempa bumi. Gangguan ini membentuk gelombang
yang menyebar ke segala arah dengan kecepatan gelombang mencapai 600–900 km/jam. Awalnya
gelombang tersebut memiliki amplitudo kecil (umumnya 30–60 cm) sehingga tidak terasa di laut lepas,
tetapi amplitudonya membesar saat mendekati pantai.

9

Saat mencapai pantai, tsunami kadang menghantam daratan berupa dinding air raksasa (terutama
pada tsunami-tsunami besar), tetapi bentuk yang lebih umum adalah naiknya permukaan air secara tiba-
tiba. Kenaikan permukaan air dapat mencapai 15–30 meter, menyebabkan banjir dengan kecepatan arus
hingga 90 km/jam, menjangkau beberapa kilometer dari pantai, dan menyebabkan kerusakan dan korban
jiwa yang besar.

Sebab tsunami yang paling umum adalah gempa bumi bawah laut, terutama yang terjadi di zona
penunjaman dengan kekuatan 7,0 skala magnitudo momen atau lebih. Penyebab lainnya adalah longsor,
letusan gunung, dan jatuhnya benda besar seperti meteor ke dalam air.

Secara geografis, hampir seluruh tsunami terjadi di kawasan Lingkaran Api Pasifik dan kawasan
Palung Sumatra di Samudra Hindia. Risiko tsunami dapat dideteksi dengan sistem peringatan dini tsunami
yang mengamati gempa-gempa berkekuatan besar dan melakukan analisis data perubahan air laut yang
terjadi setelahnya. Jika dianggap ada risiko tsunami, pihak berwenang dapat memberi peringatan atau
mengambil tindakan seperti evakuasi. Risiko kerusakan juga dapat dikurangi dengan rancangan tahan
tsunami, seperti membuat bangunan dengan ruang luas, serta penggunaan bahan beton bertulang,
maupun dengan penyuluhan kepada masyarakat tentang cara menyelamatkan diri dari tsunami, seperti
pentingnya mengungsi dan menyiapkan rencana darurat dari jauh-jauh hari.

BAHAN BACAAN PESERTA DIDIK

A. Pengertian Teks Eksplanasi
Teks eksplanasi adalah teks yang berisi penjelasan tentang fenomena alam atau fenomena social

yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
Fenomena alam yang dimaksud bisa berupa tanah longsor, gempa bumi, gunung meletus,

kebakaran hutan, proses terbentuknya pelangi, dan sebagainya. Sedangkan fenomena sosial yang dapat
dijelaskan oleh teks eksplanasi antara lain; aksi demonstrasi, tawuran, peperangan, dan lain-lain.

Teks eksplanasi bertujuan memberikan pemahaman dan wawasan secara jelas kepada pembaca.
Itulah mengapa, di dalam teks eksplanasi harus memuat proses, sebab, dan akibat suatu kejadian.
B. Ciri-Ciri Teks Eksplanasi

1. Faktual
Informasi yang dimuat berdasarkan fakta (faktual).

2. Bersifat keilmuan
Hal yang dibahas, yaitu suatu fenomena yang bersifat keilmuan atau berhubungan dengan ilmu
pengetahuan.

3. Informatif
Sifatnya informatif dan tidak berusaha memengaruhi pembaca untuk percaya terhadap hal yang
dibahas.

4. Membahas hal yang bersifat umum
Fokus pada hal umum (generik), bukan partisipan manusia. Contoh: tsunami, banjir, gempa bumi,
hujan, dan lainnya.

C. Struktur Teks Eksplanasi
1. Identifikasi Fenomena

10

Adalah gambaran awal tentang fenomena yang disampaikan. Di tahap ini, kamu bisa memilih
topik yang ingin kamu bahas. Misalnya, kebakaran hutan. Pada tahap identifikasi fenomena, kamu
akan menjelaskan definisi tentang apa itu kebakaran hutan dan dampaknya. Definisi ini kamu
letakkan di paragraf pertama, ya.
2. Penggambaran Rangkaian Kejadian

Struktur yang kedua memuat proses terjadinya fenomena tersebut. Kamu bisa menjelaskan
penyebab atau tahapan-tahapan bagaimana kebakaran hutan itu berlangsung.
3. Ulasan

Struktur teks eksplanasi yang terakhir yaitu ulasan. Berisi komentar atau penilaian penulis
mengenai dampak fenomena yang dibahas.
D. Kaidah Kebahasaan
Kaidah kebahasaan adalah pedoman atau aturan kebahasaan untuk membuat suatu teks. Seperti
teks lainnya, teks eksplanasi juga mengandung beberapa kaidah yang terdiri dari konjungsi,
pronomina penunjuk, kata pasif, kata denotatif, dan yang terakhir kata teknis.
1. Konjungsi (Kata Sambung)
 Konjungsi Kausalitas

Konjungsi kausalitas adalah kata sambung yang menghubungkan dua klausa atau
lebih untuk menjelaskan sebab akibat. Contoh konjungsi kausalitas, yaitu: karena, akibat,
oleh sebab itu, dan oleh karena itu. Misalnya, pada kalimat “Hujan terjadi karena proses
penguapan air laut.”

 Konjungsi Kronologis
Konjungsi kronologis adalah kata sambung yang menghubungkan dua klausa

atau lebih untuk menjelaskan urutan waktu kejadian. Contoh konjungsi kronologis,
yaitu: kemudian, lalu, setelah itu, pada akhirnya, dan sebelumnya. Misalnya, pada kalimat
"Setelah mendapat kemenangan itu, pasukan Pangeran Diponegoro dengan secepat kilat
menghilang dari Daksa.”
2. Pronomina penunjuk adalah kata yang digunakan untuk menggantikan penyebutan benda.
Contoh pronomina penunjuk yang biasa digunakan dalam teks eksplanasi, antara lain: ini, itu,
dan tersebut. Misalnya, pada kalimat "Tawuran pelajar menjadi fenomena yang sering
muncul di ibukota. Penyimpangan sosial tersebut biasanya dilakukan selepas pulang
sekolah." Kata tersebut digunakan untuk menjelaskan nomina di depannya, yaitu tawuran
pelajar.
3. Kata Pasif
Kata pasif diawali dengan imbuhan di- atau ter-. Contohnya pada kalimat "Para buruh yang
tergabung dalam organisasi Ikatan Buruh Indonesia menyampaikan aspirasi mereka di depan
Istana Presiden." Kata tergabung merupakan bentuk kata kerja pasif.

11

4. Kata Denotatif
Kata denotatif adalah kata yang memiliki makna sebenarnya. Wah, maksudnya gimana,

sih? Eits, jangan bingung. Kata denotatif adalah kata yang sesuai dengan observasi
berdasarkan penglihatan, penciuman, pendengaran, atau pengalaman. Jadi, kata denotatif
bersifat faktual dan objektif.
5. Kata Teknis

Kata teknis adalah kata atau gabungan kata yang mengungkapkan konsep, proses,
keadaan, atau sifat dalam bidang tertentu. Singkatnya, kata teknis dapat disebut sebagai
istilah. Contohnya nih, kamu sedang membaca teks eksplanasi mengenai kebakaran hutan.
Kamu menemukan istilah firespot, yang berarti titik awal penyebaran api.
Contoh Teks Eksplanasi

Tsunami atau secara etimologi berarti “ombak besar di pelabuhan”, adalah gelombang air besar
yang diakibatkan oleh gangguan di dasar laut, seperti gempa bumi. Gangguan ini membentuk gelombang
yang menyebar ke segala arah dengan kecepatan gelombang mencapai 600–900 km/jam. Awalnya
gelombang tersebut memiliki amplitudo kecil (umumnya 30–60 cm) sehingga tidak terasa di laut lepas,
tetapi amplitudonya membesar saat mendekati pantai.

Saat mencapai pantai, tsunami kadang menghantam daratan berupa dinding air raksasa (terutama
pada tsunami-tsunami besar), tetapi bentuk yang lebih umum adalah naiknya permukaan air secara tiba-
tiba. Kenaikan permukaan air dapat mencapai 15–30 meter, menyebabkan banjir dengan kecepatan arus
hingga 90 km/jam, menjangkau beberapa kilometer dari pantai, dan menyebabkan kerusakan dan korban
jiwa yang besar.

Sebab tsunami yang paling umum adalah gempa bumi bawah laut, terutama yang terjadi di zona
penunjaman dengan kekuatan 7,0 skala magnitudo momen atau lebih. Penyebab lainnya adalah longsor,
letusan gunung, dan jatuhnya benda besar seperti meteor ke dalam air.

Secara geografis, hampir seluruh tsunami terjadi di kawasan Lingkaran Api Pasifik dan kawasan
Palung Sumatra di Samudra Hindia. Risiko tsunami dapat dideteksi dengan sistem peringatan dini tsunami
yang mengamati gempa-gempa berkekuatan besar dan melakukan analisis data perubahan air laut yang
terjadi setelahnya. Jika dianggap ada risiko tsunami, pihak berwenang dapat memberi peringatan atau
mengambil tindakan seperti evakuasi. Risiko kerusakan juga dapat dikurangi dengan rancangan tahan
tsunami, seperti membuat bangunan dengan ruang luas, serta penggunaan bahan beton bertulang,
maupun dengan penyuluhan kepada masyarakat tentang cara menyelamatkan diri dari tsunami, seperti
pentingnya mengungsi dan menyiapkan rencana darurat dari jauh-jauh hari.

DAFTAR PUSTAKA

12

 Nukman Eva Nukman.dkk. 2021. Bahasa Indonesia Lihat Sekitar. Pusat Kurikulum dan
Perbukuan

 Kusumawati, Indah. 2021. Buku Pegangan Guru Zamrud. Surakarta: Putra Nugraha.
 https://www.ruangguru.com/blog/contoh-teks-eksplanasi-beserta-strukturnya
 https://www.sonora.id/read/423433175/9-contoh-teks-eksplanasi-fenomena-alam-beserta-

strukturnya-lengkap
 https://www.brainacademy.id/blog/teks-eksplanasi

Mengetahui, Purwosari, 4 Oktober 2022
Kepala Sekolah Guru Kelas VI

SAMSUL MAARIF, S.Pd. MAHMUDAH, S.Pd
NIP. 19640303 199003 1 011 NIP. 19861107 200902 2 006

13

BAHAN AJAR

FASE C
KELAS VI SEMESTER I
UPT SATUAN PENDIDIKAN SDN PUCANGSARI II
KECAMATAN PURWOSARI KABUPATEN PASURUAN

Disusun Oleh:
MAHMUDAH

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU DALAM JABATAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

Fase : C
Kelas : VI (Enam)
Sekolah : UPT Satuan Pendidikan SDN Pucangsari II
Mapel : B. Indonesia

Materi

Teks Eksplanasi

Tujuan Pembelajaran

4.1 Siswa Siswa menjelaskan konsep, struktur dan langkah-
langkah membuat teks eksplanasi

4.2 Siswa membuat teks eksplanasi yang berkaitan dengan
fenomena alam atau sosial

Indikator Tujuan Pembelajaran

4.1.1 Siswa dapat menjelaskan pengertian teks eksplanasi
(C1: Mengingat)

4.1.2 Siswa dapat menentukan langkah-langkah membuat teks eksplanasi
(C3: Mengaplikasikan)

4.1.3 Siswa dapat menganalisis struktur teks eksplanasi dalam sebuah
bacaan
(C4: Menganalisis)

4.2.1 Siswa dapat membuat teks eksplanasi yang berkaitan dengan fenomena
alam atau sosial (C6: Mencipta/membuat)

Pengertian Teks Eksplanasi

A. Pengertian

Teks eksplanasi adalah teks yang berisi penjelasan tentang fenomena alam
atau fenomena social yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Fenomena alam yang dimaksud bisa berupa tanah longsor, gempa bumi,
gunung meletus, kebakaran hutan, proses terbentuknya pelangi, dan sebagainya.
Sedangkan fenomena sosial yang dapat dijelaskan oleh teks eksplanasi antara
lain; aksi demonstrasi, tawuran, peperangan, dan lain-lain.

Teks eksplanasi bertujuan memberikan pemahaman dan wawasan secara
jelas kepada pembaca. Itulah mengapa, di dalam teks eksplanasi harus memuat
proses, sebab, dan akibat suatu kejadian.

Ciri-Ciri Teks Eksplanasi

1. Faktual

Informasi yang dimuat berdasarkan fakta (faktual).
2. Bersifat keilmuan

Hal yang dibahas, yaitu suatu fenomena yang bersifat keilmuan atau
berhubungan dengan ilmu pengetahuan.
3. Informatif
Sifatnya informatif dan tidak berusaha memengaruhi pembaca untuk
percaya terhadap hal yang dibahas.
4. Membahas hal yang bersifat umum
Fokus pada hal umum (generik), bukan partisipan manusia. Contoh: tsunami,
banjir, gempa bumi, hujan, dan lainnya.

Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi

Kaidah kebahasaan adalah pedoman atau aturan kebahasaan untuk membuat
suatu teks. Seperti teks lainnya, teks eksplanasi juga mengandung beberapa
kaidah yang terdiri dari konjungsi, pronomina penunjuk, kata pasif, kata
denotatif, dan yang terakhir kata teknis.

1. Konjungsi (Kata Sambung)
 Konjungsi Kausalitas
Konjungsi kausalitas adalah kata sambung yang menghubungkan dua
klausa atau lebih untuk menjelaskan sebab akibat. Contoh konjungsi
kausalitas, yaitu: karena, akibat, oleh sebab itu, dan oleh karena itu.
Misalnya, pada kalimat “Hujan terjadi karena proses penguapan air laut.”

 Konjungsi Kronologis
Konjungsi kronologis adalah kata sambung yang menghubungkan dua

klausa atau lebih untuk menjelaskan urutan waktu kejadian. Contoh
konjungsi kronologis, yaitu: kemudian, lalu, setelah itu, pada
akhirnya, dan sebelumnya. Misalnya, pada kalimat "Setelah mendapat
kemenangan itu, pasukan Pangeran Diponegoro dengan secepat kilat
menghilang dari Daksa.”

2. Pronomina penunjuk
Pronomina penunjuk adalah kata yang digunakan untuk menggantikan

penyebutan benda. Contoh pronomina penunjuk yang biasa digunakan dalam
teks eksplanasi, antara lain: ini, itu, dan tersebut. Misalnya, pada kalimat
"Tawuran pelajar menjadi fenomena yang sering muncul di ibukota.
Penyimpangan sosial tersebut biasanya dilakukan selepas pulang sekolah."
Kata tersebut digunakan untuk menjelaskan nomina di depannya, yaitu
tawuran pelajar.
3. Kata Pasif

Kata pasif diawali dengan imbuhan di- atau ter-. Contohnya pada kalimat
"Para buruh yang tergabung dalam organisasi Ikatan Buruh Indonesia
menyampaikan aspirasi mereka di depan Istana Presiden." Kata tergabung
merupakan bentuk kata kerja pasif.
4. Kata Denotatif

Kata denotatif adalah kata yang memiliki makna sebenarnya. Wah,
maksudnya gimana, sih? Eits, jangan bingung. Kata denotatif adalah kata yang
sesuai dengan observasi berdasarkan penglihatan, penciuman, pendengaran,
atau pengalaman. Jadi, kata denotatif bersifat faktual dan objektif.
5. Kata Teknis

Kata teknis adalah kata atau gabungan kata yang mengungkapkan konsep,
proses, keadaan, atau sifat dalam bidang tertentu. Singkatnya, kata teknis
dapat disebut sebagai istilah. Contohnya nih, kamu sedang membaca teks
eksplanasi mengenai kebakaran hutan. Kamu menemukan istilah firespot, yang
berarti titik awal penyebaran api.

Struktur Teks Eksplanasi

1. Identifikasi Fenomena
Adalah gambaran awal tentang fenomena yang disampaikan. Di tahap ini, kamu

bisa memilih topik yang ingin kamu bahas. Misalnya, kebakaran hutan. Pada tahap
identifikasi fenomena, kamu akan menjelaskan definisi tentang apa itu kebakaran
hutan dan dampaknya. Definisi ini kamu letakkan di paragraf pertama, ya.
2. Penggambaran Rangkaian Kejadian

Struktur yang kedua memuat proses terjadinya fenomena tersebut. Kamu
bisa menjelaskan penyebab atau tahapan-tahapan bagaimana kebakaran hutan itu
berlangsung.
3. Ulasan

Struktur teks eksplanasi yang terakhir yaitu ulasan. Berisi komentar atau
penilaian penulis mengenai dampak fenomena yang dibahas.

Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam

Tsunami atau secara etimologi berarti “ombak besar di pelabuhan”, adalah
gelombang air besar yang diakibatkan oleh gangguan di dasar laut, seperti gempa
bumi. Gangguan ini membentuk gelombang yang menyebar ke segala arah dengan
kecepatan gelombang mencapai 600–900 km/jam. Awalnya gelombang tersebut
memiliki amplitudo kecil (umumnya 30–60 cm) sehingga tidak terasa di laut lepas,
tetapi amplitudonya membesar saat mendekati pantai.

Saat mencapai pantai, tsunami kadang menghantam daratan berupa dinding
air raksasa (terutama pada tsunami-tsunami besar), tetapi bentuk yang lebih umum
adalah naiknya permukaan air secara tiba-tiba. Kenaikan permukaan air dapat
mencapai 15–30 meter, menyebabkan banjir dengan kecepatan arus hingga 90
km/jam, menjangkau beberapa kilometer dari pantai, dan menyebabkan kerusakan
dan korban jiwa yang besar.

Sebab tsunami yang paling umum adalah gempa bumi bawah laut, terutama
yang terjadi di zona penunjaman dengan kekuatan 7,0 skala magnitudo momen atau
lebih. Penyebab lainnya adalah longsor, letusan gunung, dan jatuhnya benda besar
seperti meteor ke dalam air.

Secara geografis, hampir seluruh tsunami terjadi di kawasan Lingkaran Api
Pasifik dan kawasan Palung Sumatra di Samudra Hindia. Risiko tsunami dapat
dideteksi dengan sistem peringatan dini tsunami yang mengamati gempa-gempa
berkekuatan besar dan melakukan analisis data perubahan air laut yang terjadi
setelahnya. Jika dianggap ada risiko tsunami, pihak berwenang dapat memberi
peringatan atau mengambil tindakan seperti evakuasi. Risiko kerusakan juga dapat
dikurangi dengan rancangan tahan tsunami, seperti membuat bangunan dengan ruang
luas, serta penggunaan bahan beton bertulang, maupun dengan penyuluhan kepada
masyarakat tentang cara menyelamatkan diri dari tsunami, seperti pentingnya
mengungsi dan menyiapkan rencana darurat dari jauh-jauh hari.

Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Sosial

“BULLYING”

Penindasan (Bullying) adalah penggunaan kekerasan, ancaman, atau paksaan untuk
menyalahgunakan atau mengintimidasi orang lain. Perilaku ini dapat menjadi suatu
kebiasaan dan melibatkan ketidakseimbangan kekuasaan sosial atau fisik. Hal ini dapat
mencakup pelecehan secara lisan atau ancaman, kekerasan fisik atau paksaan dan dapat
diarahkan berulang kali terhadap korban tertentu, mungkin atas dasar ras, agama,
gender, seksualitas, atau kemampuan. Tindakan penindasan terdiri atas empat jenis,
yaitu secara emosional, fisik, verbal, dan cyber. Budaya penindasan dapat berkembang
dimana saja selagi terjadi interaksi antar manusia, dari mulai di sekolah, tempat kerja,
rumah tangga, dan lingkungan.

Bully biasanya muncul di usia sekolah. Pelaku Bully memiliki karakteristik tertentu.
Umumnya mereka adalah anak-anak yang berani, tidak mudah takut, dan memiliki motif
dasar tertentu. Motif utama yang biasanya ditenggarai terdapat pada pelaku Bully
adalah adanya agresifitas. Padahal, ada motif lain yang juga bisa dimiliki pelaku Bully,
yaitu rasa rendah diri dan kecemasan. Bully menjadi bentuk pertahanan diri (defence
mechanism) yang digunakan pelaku untuk menutupi perasaan rendah diri dan
kecemasannya tersebut. “Keberhasilan” pelaku melakukan tindakan bully bukan tak
mungkin berlanjut ke bentuk kekerasan lainnya, bahkan yang lebih dramatis.

Selanjutnya, bukan tak mungkin, korban Bully, menjadi pelaku Bully pada anak lain
yang ia pandang sesuai dengan tujuannya, yaitu untuk mendapat kepuasan dan
membalaskan dendam. Ada proses belajar yang sudah ia jalani dan ada dendam yang tak
terselesaikan. Kasus di sekolah-sekolah, dimana kakak kelas melakukan Bully pada adik
kelas, dan kemudian Bully berlanjut ketika si adik kelas sudah menjadi kakak kelas dan
ia kemudian melakukan Bully pada adik kelasnya yang baru, adalah contoh dari pola Bully
yang dijelaskan di atas.

Alasan bullying di sekolah saat ini semakin meluas salah satunya adalah karena
sebagian besar korban enggan menceritakan pengalaman mereka kepada pihak yang
mempunyai kekuatan untuk mengubah cara berfikir mereka dan menghentikan siklus
bullying, yaitu pihak sekolah dan orangtua. Korban merahasiakan bullying yang mereka
derita karena takut pelaku akan semakin mengintensifkan bullying mereka. Akibatnya
korban bisa semakin menyerap ”falsafah” bullying yang didapat dari seniornya.

Struktur tekas eksplanasi bacaan “ Paraghrap Ke
No Struktur teks
1 Pernyataan Umum 1
2 Deret Penjelas 2 dan 3
3 Ulasan atau Interpretasi 4

MEDIA AJAR

FASE C
KELAS VI SEMESTER I
UPT SATUAN PENDIDIKAN SDN PUCANGSARI II
KECAMATAN PURWOSARI KABUPATEN PASURUAN

Disusun Oleh:
MAHMUDAH

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU DALAM JABATAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

Fase : C
Kelas : VI (Enam)
Sekolah : UPT Satuan Pendidikan SDN Pucangsari II
Mapel : B. Indonesia

Materi

Teks Eksplanasi

Tujuan Pembelajaran

4.1 Siswa menjelaskan konsep, struktur dan langkah-
langkah membuat teks eksplanasi

4.2 Siswa membuat teks eksplanasi yang berkaitan dengan
fenomena alam atau sosial

Indikator Tujuan Pembelajaran

4.1.1 Siswa dapat menjelaskan pengertian teks eksplanasi
(C1: Mengingat)

4.1.2 Siswa dapat menentukan langkah-langkah membuat teks eksplanasi
(C3: Mengaplikasikan)

4.1.3 Siswa dapat menganalisis struktur teks eksplanasi dalam sebuah
bacaan
(C4: Menganalisis)

4.2.1 Siswa dapat membuat teks eksplanasi yang berkaitan dengan fenomena
alam atau sosial (C6: Mencipta/membuat)

MEDIA INOVATIF BERBASIS TIK

1. Media berbasis IT
a) PPT (Powerpoint)

b) Proyektor, laptop
c) Pemanfaatan canva

d) Wordwall (Media game edukasi)
Media ini digunakan pembelajaran ini untuk mengajak siswa bermain kuis dan memberikan
pemahaman lebih lanjut tentang materi yang dipelajari.
Link wordwall:
https://wordwall.net/resource/36314525
https://wordwall.net/resource/36314525

Link random wheel untuk menentukan urutan kelompok yang presentasi:
https://wordwall.net/resource/34917951

Media Inovatif Non IT

2. Media Inovatif non IT
a) Papan
Papan ini nanti akan digunakan anak-anak dalam bermain kuis “Mengurutkan teks eksplanasi
berdasarkan strukturnya.”

b) Gambar-Gambar fenomena alam dan fenomena social
 Fenome Sosial

 Fenomena Alam

c) Kartu teks eksplanasi
Kartu ini nanti digunakan untuk bermain kartu estafet. Kartu-kartu ini nanti harus
ditata/diurutkan menjadi teks eksplanasi yang runtut sesuai dengan struktur teks
eksplanasi dan menjadi teks eksplanasi yang padu

Memasuki puncak arus balik H +7 atau Kondisi ini terjadi akibat adanya
Minggu (21/11) sekira pukul 14.00 WIB, arus kecelakaan yang menimpa bus pariwisata
lalu lintas kendaraan yang melalui jalur tujuan Bandung nopol Z 768 TA menghantam
selatan, yang melintas di wilayah Tasikmalaya tebing. Pasalnya, bus itu tidak kuat melalui
sempat terhambat sekira dua jam. Sumber tanjakan di daerah tersebut, sehingga
kemacetan berada di tanjakan Gentong menyebabkan lajunya terhenti dan langsung
kilometer 75 atau ruas jalan sekitar Kampung terseret mundur. Bus baru bisa berhenti
Cingere, Desa Cirahayu, Kecamatan setelah bagian belakangnya menghantam
Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya. tebing.

Demikian, dalam kejadian itu tidak
ada korban jiwa. Akan tetapi, ada sebuah
sepeda motor bernopol B 6765 CBO yang
ditumpangi dua orang, saat kejadian berada
di belakang bus sehingga keduanya terjatuh.
Akibat terjatuh dua penumpang sepeda
motor mengalami luka-luka dan langsung
dilarikan ke puskesmas terdekat.

Hutan merupakan wilayah yang luas Salah satunya disebabkan oleh faktor
dan ditumbuhi oleh berbagai jenis tumbuhan manusia yang merusak hutan tanpa
sehingga memiliki daya serap karbon dioksida memikirkan akibat yang ditimbulkan.
yang tinggi. Hutan juga merupakan penghasil Kebutuhan manusia untuk membuka lahan
oksigen terbesar di bumi. Oksigen yang pertanian dan perkebunan Banyak orang-
dihasilkan oleh hutan sangat bermanfaat bagi orang melakukan penebangan liar dan
manusia dan hewan untuk bernafas. Itulah membakar hutan untuk bercocok tanam.
sebabnya hutan mendapat julukan sebagai
paru-paru dunia. Luas hutan dunia semakin
hari semakin berkurang.

Pohon-pohon hutan hujan tropis
membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk
tumbuh kembali. Manusia harus saling bantu-
membantu dalam menjaga kelestarian alam.
Hutan yang diberikan sang Pencipta harus
dijaga dan dimanfaatkan tanpa merusak
hutan tersebut. Hutan yang terjaga
kelestariannya akan berguna untuk
kelangsungan hidup manusia.

LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK
BAHASA INDONESIA

FASE C
KELAS VI
SEMESTER I
UPT SATUAN PENDIDIKAN SDN PUCANGSARI II
KECAMATAN PURWOSARI

Disusun Oleh:
MAHMUDAH

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU DALAM JABATAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

KELAS : …………………………………………………………..

NAMA KELOMPOK : …………………………………………………………..

ANGGOTA : …………………………………………………………..

…………………………………………………………..

………………………………………………………….

………………………………………………………….

………………………………………………………….

…………………………………………………………..

1. Bacalah doa sebelum mengerjakan LKPD
2. Bacalah dan pahamilah dengan baik rangkaian kerja yang telah

disajikan pada LKPD.

3. Jika ada kesulitan dalam pemahaman atau langkah kegiatan,
tanyakan pada guru hingga jelas.

4. Kerjakan setiap langkah kegiatan dengan r u n t u t d a n teliti

5. Tuliskan hasil kerja kelompok (jawaban) pada kolom yang
tersedia pada LKPD.

6. Setelah selesai berdiskusi dan mengerjakan, kumpulkan hasilnya
kepada guru

Tujuan Pembelajaran
4.1 Siswa menjelaskan konsep, struktur dan langkah-langkah membuat teks

eksplanasi
4.2 Siswa membuat teks eksplanasi yang berkaitan dengan fenomena alam

atau sosial

Indikator Pencapaian Tujuan Pembelajaran:
4.1.1 Siswa dapat menjelaskan pengertian teks eksplanasi (C1: Mengingat)
4.1.2 Siswa dapat menentukan langkah-langkah membuat teks eksplanasi

(C3: Mengaplikasikan)
4.1.3 Siswa dapat menganalisis struktur teks eksplanasi dalam sebuah bacaan

(C4: Menganalisis)
4.2.1 Siswa dapat membuat teks eksplanasi yang berkaitan dengan fenomena alam atau

sosial (C6: Mencipta/membuat)

KEGIATAN 1

a) Diskusikan dengan teman sekelompokmu beberapa pertanyaan di bawah ini!
b) Silahkan kalian mencari referensi untuk menemukan jawaban atas pertanyaan-

pertanyaan di bawah ini! (browsing, membaca bahan ajar, membaca buku paket dan
lain-lain)
c) Tuliskan jawaban soal no 1-3 pada lembar infografis “teks eksplanasi” yang sudah
disiapkan guru!
1. Setelah mencari informasi dari membaca bahan ajar, buku paket atau browsing,

jelaskan apa yang dimaksud teks eksplanasi dan tuliskan struktur-struktur teks
eksplanasi !
2. Agar kita bisa menentukan apakah teks bacaan itu termasuk teks eksplanasi atau
bukan, kita harus paham terlebih dahulu ciri-ciri teks eksplanasi. Tuliskan 4 ciri
teks eksplanasi!
3. Sebelum membuat teks eksplanasi kita harus tau dan paham langkah-langkah
dalam membuat teks eksplanasi. Tuliskan langkah-langkah apa saja yang harus
kita lakukan dalam membuat teks eksplanasi
4. Bacalah teks berikut ini!
Mencairnya es di kutub utara dan selatan, kenaikan permukaan laut, dan kenaikan
suhu secara global adalah beberapa akibat atau dampak yang ditimbulkan oleh
pemanasan global. Adapun pemanasan global sendiri disebabkan oleh gas rumah
kaca yang terbentuk dari komponen-komponen gas berbahaya seperti CO2, N2O,
dan CH4.
Pola penulisan apa yang digunakan untuk menulis teks tersebut. Jelaskan alasanmu!
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

5. Bacalah teks bacaan berjudul “ Kecelakaan di Tasikmalaya” di bawah ini!

Kecelakaan Lalu Lintas di Tasikmalaya

Memasuki puncak arus balik H +7 atau sehingga menyebabkan lajunya terhenti dan
Minggu (21/11) sekira pukul 14.00 WIB, arus langsung terseret mundur. Bus baru bisa
lalu lintas kendaraan yang melalui jalur berhenti setelah bagian belakangnya
selatan, yang melintas di wilayah menghantam tebing.
Tasikmalaya sempat terhambat sekira dua
jam. Sumber kemacetan berada di tanjakan Demikian, dalam kejadian itu tidak ada
Gentong kilometer 75 atau ruas jalan sekitar korban jiwa. Akan tetapi, ada sebuah sepeda
Kampung Cingere, Desa Cirahayu, motor bernopol B 6765 CBO yang ditumpangi
Kecamatan Kadipaten, Kabupaten dua orang, saat kejadian berada di belakang
Tasikmalaya. bus sehingga keduanya terjatuh. Akibat
terjatuh dua penumpang sepeda motor
Kondisi ini terjadi akibat adanya mengalami luka-luka dan langsung dilarikan
kecelakaan yang menimpa bus pariwisata ke puskesmas terdekat.
tujuan Bandung nopol Z 768 TA
menghantam tebing. Pasalnya, bus itu tidak
kuat melalui tanjakan di daerah tersebut,

Kemudian tentukan dan tuliskan struktur teks eksplanasi tersebut pada tabel

berikut! Dan tentukan bagian parghrap yang ada konjungsi kausalitasnya!

No Struktur teks Paraghrap Ke Kalimat

1 Pernyataan

umum/identifikasi

fenomena

2 Deretan penjelas

3 Ulasan/Interpretasi

Paraghrap yang menununjukkan adanya Konjungsi Kausalitas:
Paraghrap Ke….
Kalimat …..



1. Berdiskusilah dengan teman sekelompokmu untuk menentukan teks eksplanasi tentang
fenomena alam atau fenome sosial yang akan kalian jadikan tema dalam membuat teks
eksplanasi!

2. Pilihlah satu gambar yang telah disediakan guru untuk memudahkan kalian dalam membuat teks
eksplanasi!

3. Buatlah teks eksplanasi sesuai dengan ciri-ciri dan struktur teks eksplanasi yang sudah kalian
tentukan di kegiatan 1!

4. Tuliskan teks eksplanasi kalian pada lembar jawaban yang telah disediakan guru!
Nama Kelompok:

1. Pedoman penskoran Menulis (Membuat) teks bacaan Eksplanasi

Kiteria Penilaian Skor 4 Skor 3 Skor 2 Skor 1

Kelengkapan Tiga unsur strukturDua unsur struktur Satu unsur struktur
struktur
1. Pernyataan umum terpenuhi terpenuhi terpenuhi
2. Pernyataan
penjelas
3. interpretasi

Ketepatan Penggunaan kata Terdapat satuTerdapat dua Terdapat tiga
penggunaan emotif, kata depan di penggunaan unsur
bahasa dan ke, dan konjungsi penggunaan unsurpenggunaan unsur Bahasa yang tidak
tepat tepat
Bahasa yang tidakBahasa yang tidak

tepat tepat

Ketepatan isi pada Semua gambaran Terdapat satuTerdapat dua bagian Semua bagian
setiap struktur umum
objek,gambaran bagian gambarangambaran umum struktur yang
rincian objek pada
setiap bagian struktur umum dan rinciandan rincian objeknya gambaran dan
teks tepat
objeknya tidaltidal tepat. rincianobjeknya tidak

tepat. tepat.

2. Pedoman penskoran presentasi NILAI MEMBUAT TEKS= ℎ x 100
kelompok

No Indikator Skor 4 Skor 3 Skor 2 Skor 1
Penilaian
Menggunaan bahasa Menggunaan Menggunaan Menggunaan
1 Penggunaan yang baik, kurang bahasa yang
Bahasa baku dan tidak bahasa yang bahasa yang baik, baik, baku dan
terstruktur terstruktur
2 Kejelasan baik, kurang baku tetapi
menyampaikan
baku dan terstruktur
3 Komunikatif
terstruktur

Artikulasi jelas, Artikulasi jelas, Artikulasi jelas, Artikulasi kurang

suara terdengar suara terdengar suara terdengar, jelas, suara tidak

dan tidak bertele- dan tidak bertele- namun bertele- terdengar dan

tele tele tele bertele-tele

Pandangan lebih Pandangan lebih Pandangan lebih Membaca catatan

banyak menatap banyak menatap banyak terus selama

audiens daripada audiens daripada memandang presentasi

memandang catatan memandang catatan daripa

dengan catatan saat audiens

menggunakan presentasi tanpa

gesture tubuh saat gesture tubuh

presentasi

Teknik Penilaian Sikap : Angket
Instrumen : Lembar Angket

Lembar Penilaian Sikap/Afektif

Sikap Yang Dinilai

No Nama Kerjasama Keaktifan Jumlah
Peserta Didik Skor

1 2 341 2 3 4

1 Abdul Haris
2 Adelia Azzahra
3 Adibatuz Zahrah
4 Ais Setyaningrum
5 Andika Firman EL Huda
6 Aura Adila Eka Putri
7 Brian Vernanda Nesta. I
8 Desi Ayunda Sari
9 Dwi Artikasari
10 Fathur Rizki Ramaditian
11 Fitriansyah Eka Putra
12 Lailatul Fitriyah
13 Ledis Kariska Putri
14 M. Khoirul
15 M. Nurul Samsul Huda
16 M. Radit Dava Pratama
17 M. Ridho
18 M. Rizki Hidayatullah
19 Nurul Azizah
20 Rindi Astutik
21 Sevi Wijayanti
22 Widi Maharani
23 Yanuarinda Uswatun. KH

Keterangan:
Lembar penilaian ini dinilai dengan memberikan centang (√) pada kolom dengan ketentuan:
1. Belum terlihat
2. Cukup terlihat
3. Terlihat
4. Sangat Terlihat

INSTRUMEN EVALUASI

FASE C
KELAS VI SEMESTER I
UPT SATUAN PENDIDIKAN SDN PUCANGSARI II
KECAMATAN PURWOSARI KABUPATEN PASURUAN

Disusun Oleh:
MAHMUDAH

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU DALAM JABATAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

IDENTITAS SISWA

NAMA : ………………………………………….

NO ABSEN : ……………………………………………

KELAS : ……………………………………………

MAPEL :…………………………………………….

Tujuan Pembelajaran
4.1 Siswa menjelaskan konsep, struktur dan langkah-langkah membuat teks

eksplanasi
4.2 Siswa membuat teks eksplanasi yang berkaitan dengan fenomena alam

atau sosial

Indikator Pencapaian Tujuan Pembelajaran:
4.1.1 Siswa dapat menjelaskan pengertian teks eksplanasi (C1: Mengingat)
4.1.2 Siswa dapat menentukan langkah-langkah membuat teks eksplanasi

(C3: Mengaplikasikan)
4.1.3 Siswa dapat menganalisis ciri-ciri teks eksplanasi dalam sebuah bacaan

(C4: Menganalisis)
4.1.4 Siswa dapat menganalisis struktur teks eksplanasi dalam sebuah bacaan

(C4: Menganalisis)
4.2.1 Siswa dapat membuat teks eksplanasi yang berkaitan dengan fenomena alam atau

sosial (C6: Mencipta/membuat)

AYO KERJAKAN

A. Berilah Tanda Silang (x) Pada Jawaban yang Tepat!
1. Pernyataan berikut yang merupakan pengertian teks eksplanasi adalah…
a. Karangan atau cerita yang berisi hayalan penulis
b. Penjelasan mengenai fenomena alam atau fenomena sosial dalam kehidupan sehari-hari
c. Teks bacaan yang mendeskripsikan suatu benda
d. Penjelasan mengenai fenomena berdasarkan opini seseorang
2. Teks eksplanasi memiliki beberapa ciri yang harus dipahami, diantara ciri-ciri teks eksplanasi
adalah…
a. Bersifat factual, bersifat keilmuan, membahas hal yang umum
b. Bersifat keilmuan, informatif dan bersifat fiksi
c. bersifat semu, membahas hal yang umum, isi teks merupakan pendapat penulis
d. Bersifat keilmuan, informatif dan isinya berupa hayalan penulis
3. Hutan merupakan wilayah yang luas dan ditumbuhi oleh berbagai jenis tumbuhan sehingga
memiliki daya serap karbon dioksida yang tinggi. Hutan juga merupakan penghasil oksigen
terbesar di bumi. Oksigen yang dihasilkan oleh hutan sangat bermanfaat bagi manusia dan hewan
untuk bernafas. Itulah sebabnya hutan mendapat julukan sebagai paru-paru dunia. Luas hutan
dunia semakin hari semakin berkurang. Bagian teks di atas disebut sebagai pernyataan umum
karena…
a. Mengandung suatu definisi
b. Berupa penjelasan awal atau penjelasan umum tentang suatu peristiwa
c. Mengandung hubungan sebab akibat peristiwa
d. Mengandung pendapat penulis

AYO KERJAKAN

4. Salah satu penyebab kebakaran hutan adalah faktor manusia yang merusak hutan tanpa
memikirkan akibat yang ditimbulkan. Kebutuhan manusia untuk membuka lahan pertanian dan
perkebunan membutuhkan biaya yang tinggi dalam persiapan lahan. Lalu, mereka mengambil
jalan pintas dengan membakar hutan karena murah dari segi biaya dan efektif dari segi waktu.
Banyak orang-orang melakukan penebangan liar dan membakar hutan untuk bercocok tanam.
Teks di atas merupakan struktur teks eksplanasi bagian….
a. Ulasan atai interpretasi
b. Kejadian yang faktual
c. Pernyataan umum
d. Deret penjelas atau gambaran rangkaian kejadian

5. Perhatikan langkah-langkah membuat teks eksplanasi di bawah ini!
1) Mengembangkan teks eksplanasi
2) Menentukan topik
3) Membuat kerangka berdasarkan struktur
4) Melakukan wawancara

Urutan langkah-langkah menyusun teks eksplanasi yang benar adalah…
a. 1 – 2 - 3
b. 1 – 2 - 4
c. 2 – 3 – 1
d. 3 – 4 - 1


Click to View FlipBook Version