Sumber: https://www.slideshare.net/
Gambar 7.6 (a) Reaksi normal (b) Inhitor menghambar reaksi
Cara mencegah inhibitor menghambat pembentukan produk adalah dengan
meningkatkan konsentrasi enzim, kofaktor dan substrat. Suhu berpengaruh terhadap kerja
enzim, yaitu:
1. Semakin tinggi suhu, maka energi kinetik substrat dan enzim meningkat, sehingga
mempermudah keduanya saling berikatan.
2. Aktivitas enzim meningkat pada suhu optimum sampai suatu suhu maksimum (sekitar
40oC).
3. Suhu yang terlalu tinggi (> 40oC) menyebabkan enzim tidak bekerja karena struktur
enzim rusak akibat mengalami denaturasi protein. Enzim yang mengalami denaturasi
tidak dapat digunakan kembali.
4. Suhu yang terlalu rendah (< 30) menyebabkan enzim tidak bekerja karena enzim
mengalami inaktivasi. Enzim yang mengalami inaktivasi masih dapat digunakan jika
suhu kembali normal.
pH dapat mempengaruhi struktur protein pada sisi aktif, sehingga substrat untuk
berikatan.
pH optimum enzim berbeda-beda, dan jika tidak pada pH optimum, enzim dapat
mengalami denaturasi protein.
Contoh: enzim amilase bekerja pada pH netral agak basa, enzim pepsinogen bekerja
pada pH sangat asam, dan maltase bekerja pada pH basa.
Sebelum ada tata nama, enzim diberi nama dengan:
1. Secara sembarangan saat ditemukan.
Contoh: tripsin, pepsin, renin.
137
2. Menambahkan -ase pada nama substratnya.
Contoh: urease (urea), lipase (lipid/lemak), amilase (amilum), protease (protein), lactase
(laktat).
3. Berdasarkan jenis reaksi yang dikatalisis.
Contoh: dehidrogenase mengkatalisis reaksi pelepasan hidrogen.
Tata nama enzim diatur oleh International Union of Biochemistry (IUB) mulai
tahun 1961, dan enzim digolongkan menjadi 6 kelompok:
1. Oksidoreduktase
Oksidoreduktase adalah enzim yang mengkatalisis reaksi redoks biologis.
Contoh: berakhiran oxidase, reductase dan dehydrogenase, seperti sulfit oksidase, nitrat
reduktase, alkohol dehidrogenase.
2. Transferase
Transferase adalah enzim yang memindahkan gugus fungsi suatu substrat ke substrat
lain.
Contoh: transglutaminase, alanin trans-minase, DNA metiltransferase.
3. Hidrolase
Hidrolase adalah enzim yang mengkatalisis reaksi hidrolisis biologis.
Contoh: enzim-enzim pencernaan seperti amilase, sukrase, tripsin, renin, lisozim, dll.
4. Liase
Liase adalah enzim yang memutuskan ikatan rangkap kimia pada substrat.
Contoh: karbonik anhidrolase, ornitin dekarboksilase.
5. Isomerase
Isomerase adalah enzim yang mengkatalisis pembentukan isomer suatu senyawa
tunggal.
Contoh: protein disulfida isomerase.
6. Ligase/sintetase
Ligase/sintetase adalah enzim yang menggabungkan dua buah molekul secara kovalen.
Contoh: piruvat karboksilase, asetil KoA karboksilase.
B. Hormon
Asal kata hormon dari bahasa Yunani yakni hormaen yang berarti menggerakkan.
Hormon merupakan suatu zat yang dihasilkan oleh suatu bagian dalam tubuh. Organ yang
berperan dalam sekresi hormon dinamakan kelenjar endokrin. Disebut demikian karena
hormon yang disekresikan diedarkan ke seluruh tubuh oleh darah dan tanpa melewati
138
saluran khusus. Di pihak lain, terdapat pula kelenjar eksokrin yang mengedarkan hasil
sekresinya melalui saluran khusus.
Walaupun jumlah yang diperlukan sedikit, namun keberadaan hormon dalam tubuh
sangatlah penting. Ini dapat diketahui dari fungsinya yang berperan antara lain dalam
proses pertumbuhan dan perkembangan tubuh, proses reproduksi, metabolisme zat, dan
lain sebagainya.
Hormon akan dikeluarkan oleh kelenjar endokrin bila ada rangsangan (stimulus).
Hormon tersebut akan diangkut oleh darah menuju kelenjar yang sesuai. Akibatnya, bagian
tubuh tertentu yang sesuai akan meresponnya. Sebagai contoh, hormone insulin
disekresikan pankreas saat ada rangsangan gula darah yang tinggi, hormon adrenalin
disekresikan medula adrenal oleh stimulasi saraf simpatik, dan lain-lain.
Tabel 7.1 Hormon Penting bagi Tubuh Manusia
Nama dan Deskripsi Asal Fungsi Utama
Adiponektin (Acrp30) Jaringan adiposa atau Dia mengontrol beberapa proses metabolisme
(Suatu jenis protein) lemak tubuh seperti regulasi glukosa dan katabolisme lipid,
membantu mencegah penyakit seperti
aterosklerosis, obesitas, diabetes tipe 2,
penyakit hati berlemak non-alkohol (NAFLD),
dll
Hormon (Komponen penting Hal ini meningkatkan penyerapan lipoprotein
adrenokortikotropik dari sumbu ke dalam sel kortikal sehingga lebih banyak
(ACTH) hipotalamus-hipofisis- kolesterol yang tersedia untuk sel-sel dari
adrenal) korteks adrenal. Hal ini mendorong
hipofisis anterior pengangkutan kolesterol ke dalam mitokondria
dan merangsang hidrolisis tersebut. Hal ini
memainkan peran penting dalam sintesis dan
sekresi gluco-dan mineralo-kortikosteroid dan
steroid androgenik.
Aldosteron Bagian luar dari Ini mendorong reabsorpsi natrium di ginjal dan
(Hormon steroid) korteks adrenal di peningkatan volume darah, pelepasan kalium
kelenjar adrenal dan hidrogen melalui ginjal, meningkatkan
retensi air dan kenaikan tingkat tekanan darah.
Androstenedion Kelenjar adrenal dan Hal ini mendorong produksi estrogen dalam sel
(4-androstenedion dan 17- gonad granulosa dengan menyediakan substrat
ketoestosterone) androstenedion.
Angiotensinogen dan Hati Ini mengeluarkan aldosteron dari korteks
angiotensin adrenal dipsogen, dan menyebabkan
(AGT) vasokonstriksi atau penyempitan pembuluh
darah.
Hormon antidiuretik hipofisis posterior Ini mengeluarkan ACTH di hipofisis anterior,
(ADH) menyebabkan vasokonstriksi sampai tingkat
(vasopresin arginine menengah, dan menyebabkan retensi air dalam
vasopressin atau) ginjal.
Antimullerian hormone Testis Ini pembatasan sekresi prolaktin dan TRH dari
(AMH) hipofisis anterior, dan menghambat
139
Nama dan Deskripsi Asal Fungsi Utama
(sejenis protein, juga perkembangan saluran Mullerian ke dalam
dikenal sebagai faktor Jantung
penghambat Mullerian Jantung rahim.
Kulit / tubulus
(MIF)) proksimal ginjal Hal ini meningkatkan laju filtrasi glomerulus
Atrial-natriuretic peptide kelenjar tiroid (GFR), yang mengarah ke ekskresi besar
(ANP) (Atriopeptin) Kulit / tubulus natrium dan air, dan meningkatkan pelepasan
proksimal ginjal asam lemak bebas dari jaringan adiposa.
Brain natriuretic peptide Ini membantu untuk menurunkan tekanan
(BNP) Duodenum (bagian
pertama dari usus darah karena membantu mengurangi resistensi
(tipe B peptida natriuretik) pembuluh darah sistemik. Ini juga menurunkan
kecil)
Calcidiol Hipotalamus tingkat darah air, sodium dan lemak.
(25-hidroksivitamin D3 Hal ini berguna untuk mengetahui status
atau bentuk tidak aktif dari korteks adrenal vitamin D, dan mendorong penyerapan
vitamin D3) kalsium dari usus.
Kalsitonin (CT)
(Bentuk aktif dari vitamin Ini menurunkan kadar kalsium darah dengan
menghambat penyerapan kalsium di usus, dan
D3)
juga menghambat penyerapan kalsium oleh
Calcitriol ginjal dan dengan demikian mempromosikan
(1,25-dihydroxy vitamin ekskresi kalsium melalui urin. Ini mencegah
D3) aktifitas osteoklas dalam tulang dan
memainkan peran penting dalam regulasi
Cholecystokinin (CCK)
(hormon peptida) vitamin D.
Dia mengontrol transfer kalsium dari darah ke
Hormon corticotropin-
releasing (CRH) urin oleh ginjal, meningkatkan penyerapan
kalsium dari usus ke dalam darah dan
(corticoliberin, hormon
polipeptida dan mempromosikan pelepasan kalsium ke dalam
neurotransmiter) darah dari tulang. Hal ini juga menghambat
Kortisol (hormon steroid) pelepasan kalsitonin.
(Glukokortikoid) Hal ini mendorong pelepasan enzim
pencernaan dari pankreas dan empedu dari
kantong empedu, memainkan peran penekan
kelaparan, hal ini terkait dengan toleransi obat.
Hal ini bertanggung jawab untuk pencernaan
dan kenyang yang tepat.
Hal ini dirilis dalam respon terhadap stres,
mempromosikan pelepasan ACTH dari
hipofisis anterior, menentukan periode
kehamilan dan memicu terjadinya nifas dan
waktu pengiriman.
Hal ini dihasilkan dalam respon terhadap stres
dan tingkat glukokortikoid darah menurun. Ini
mengatur metabolisme glukosa, dan menekan
sistem kekebalan tubuh. Hal ini mendorong
metabolisme lemak, protein dan karbohidrat,
mengurangi pembentukan tulang. Hal ini juga
mempromosikan pematangan paru-paru janin.
Dia mengontrol kehilangan natrium melalui
usus kecil dan membantu menjaga pH. Ini
adalah hormon diuretik yang membantu
meningkatkan sekresi asam lambung dan
pelepasan enzim tembaga.
140
Nama dan Deskripsi Asal Fungsi Utama
Dehydroepiandrosterone Testis, ovarium, ginjal Hal ini memainkan peran penting dalam
(DHEA) virilisasi (perubahan prenatal yang menentukan
(hormon steroid) jenis kelamin, perubahan postnatal
menyebabkan pubertas laki-laki normal, dan
efek dari terlalu banyak androgen pada anak
perempuan atau perempuan) dan anabolisme
(melibatkan proses yang mengarah pada
perkembangan organ dan jaringan).
Dihidrotestosteron (DHT) Enzim 5α-reduktase Ini bertanggung jawab untuk pola kebotakan
(hormon seks androgen meningkatkan laki-laki. Hal ini memainkan peran penting
atau laki-laki) produksi hormon di dalam pertumbuhan prostat (benign prostatic
prostat, testis, folikel hyperplasia dan kanker prostat) dan
rambut, dan kelenjar diferensiasi.
adrenal.
Dopamin (DPM / PIH / Ginjal dan Ini menentukan perilaku Anda, kognisi dan
DA) hipotalamus. gerakan sadar. Ini meningkatkan denyut
(Prolaktin penghambat jantung dan tekanan darah. Hal ini memainkan
hormon) peran penting dalam fitur psikologis seperti
motivasi, hukuman dan imbalan. Ini
mengontrol pola tidur, mood, konsentrasi,
memori kerja, dan keterampilan belajar.
Endotelin Sel X perut Ini mendorong kontraksi halus otot-otot perut.
(Suatu jenis protein)
Enkephalin Ginjal Hal ini terkait dengan pengaturan nyeri.
(Endorfin) medula adrenal Ini menentukan ‘lari atau melawan’ respon,
Epinefrin (EPI)
(Adrenalin, hormon dan meningkatkan pasokan oksigen dan glukosa ke
neurotransmiter) otak dan otot dengan meningkatkan denyut
jantung dan volume stroke, dan meningkatkan
katalisis dari glikogen dalam hati, dll
mendorong relaksasi / kontraksi otot polos
tergantung pada jaringan ia bertindak atas. Hal
ini juga merangsang pemecahan lipid dalam sel
lemak. Ini menekan aktivitas sistem kekebalan
tubuh.
Erythropoietin (EPO) Ginjal Hal ini meningkatkan produksi eritrosit (sel
(hormon glikoprotein) darah merah).
Estradiol (E2) Pada laki-laki: Testis; Pada laki-laki, mencegah apoptosis (kematian
(Hormon seks) Pada wanita: Ovarium sel diprogram) dari sel germinal. Pada wanita,
memainkan peran penting dalam pembekuan
darah, keseimbangan cairan, beberapa jenis
kanker payudara, paru-paru berfungsi,
kesehatan pembuluh darah dan kulit, dll
meningkatkan aktivitas pembakaran lemak,
pertumbuhan rahim dan endometrium,
pembentukan tulang, dll. Hal ini menentukan
tinggi badan Anda, membantu massa otot yang
lebih rendah, dan mengurangi gerakan usus.
Hal mempromosikan sintesis protein dan
meningkatkan kolesterol baik, trigliserida,
kortisol, hormon pertumbuhan, dll
141
Nama dan Deskripsi Asal Fungsi Utama
Estriol (E3) Plasenta selama Ini membantu menjaga rahim diam selama
(hormon seks, jenis kehamilan kehamilan.
estrogen)
Estron (E1) Ovarium dan jaringan Ini membantu menjaga kesehatan secara
(hormon seks, jenis adiposa keseluruhan, khususnya kesehatan wanita
estrogen) menopause dan membuat penyakit tertentu
pergi.
Follicle-stimulating Kelenjar hipofisis Follicle-stimulating fungsi hormon melibatkan
hormone (FSH) anterior pematangan folikel Graafian dalam ovarium.
Itu mempromosikan spermatogenesis dan
merangsang produksi protein androgen-
mengikat dalam testis, pada pria. Ini mengatur
pertumbuhan, pubertas dan proses reproduksi
tubuh lainnya.
Growth hormone-releasing Hipotalamus Ini memicu pelepasan hormon pertumbuhan
hormone (GHRH) dari kelenjar hipofisis anterior.
(faktor pertumbuhan
hormon-pelepas (GRF atau
GHRF))
Insulin Sel beta pankreas Ini mengatur metabolisme karbohidrat dan
lemak, membantu menjaga kadar glukosa
darah dengan meningkatkan penyerapan
glukosa dalam sel-sel hati, otot, dan jaringan
lemak. Glukosa disimpan dalam bentuk
glikogen di otot dan hati. Insulin menghambat
pelepasan glukagon dan tidak memungkinkan
tubuh untuk menggunakan lemak sebagai
sumber energi. Hal ini terlibat dalam beberapa
proses metabolisme.
Luteinizing hormone (LH) hipofisis anterior Ini mengatur ovulasi pada wanita. Pada laki-
(lutropin) laki, testosteron diproduksi di testis dengan
adanya hormon ini.
Testosteron (hormon seks Testis pada laki-laki Ini menentukan kepadatan tulang, kekuatan
laki-laki) dan ovarium pada dan massa otot. Hal ini memainkan peran
(Hormon steroid) wanita, kelenjar penting dalam pertumbuhan jakun, jenggot dan
adrenal. rambut ketiak, bulu dada, rambut kaki, dll, dan
dalam perubahan terkait seperti pendalaman
suara, pubertas (pematangan organ generatif),
pengembangan skrotum, libido , dll
Thyroid-stimulating Kelenjar hipofisis Ini mengatur pelepasan tiroksin (T4) dan
hormone (TSH) anterior triiodothyronine (T3).
(Thyrotropin)
Di dalam tubuh manusia ada beberapa jenis kelenjar endokrin, yakni kelenjar
hipofisis, tiroid, paratiroid, timus, pankreas, adrenal, ovarium, testis, dan kelenjar
pencernaan. Simak dan pahami uraian berikut.
142
1. Kelenjar Hipofisis (Pituitari)
Kelenjar hipofisis terletak pada dasar otak dan di bawah kendali hipotalamus. Di
dalam tubuh, ukurannya lebih kurang sebesar kacang ercis. Kelenjar ini seringkali disebut
pula sebagai master of gland, sebab hormon yang dihasilkan dapat memengaruhi fungsi
endokrin yang lain. Berdasarkan strukturnya, kelenjar hipofisis terdiri atas tiga bagian,
yaitu bagian depan (lobus anterior), bagian tengah (intermediet), dan bagian belakang
(posterior). Bagian tengahnya hanya dimiliki oleh bayi, sementara pada orang dewasa telah
hilang atau tinggal sisanya aja. Oleh karena itu, pada orang dewasa, kelenjar hipofisis hanya
tersusun dua bagian saja yakni bagian depan dan bagian belakang. Berikut dibahas dua
bagian kelenjar hipofisis tersebut.
Sumber: http://heningteem-fk12.web.unair.ac.id/
Gambar 7.7 Hormon pituitari
2. Kelenjar Hipofisis Anterior
Kelenjar hipofisis anterior berkembang dari lipatan langit-langit mulut yang tubuh ke
arah otak. Lipatan tersebut akhirnya kehilangan persambungan dengan saluran pencernaan.
Bagian depan kelenjar hiposifis ini menghasilkan banyak hormon. Selain itu, berpengaruh
juga terhadap berbagai macam organ. Perhatikan dan pahami Tabel berikut.
Hormon yang Disekresikan Kelenjar Hipofisis Anterior dan Fungsinya
Hormon yang Bentuk senyawa Fungsi Diatur oleh
disekresikan Organik
Hormon pertumbuhan Protein Merangsang pertumbuhan Hormon
(somatotrop hormone tulang hipotalamus
Protein
=STH) dan fungsi metabolisme Hormon
Prolaktin (luteotrophic Glikoprotein Merangsang kelenjar susu hipotalamus
hormone = LTH) mengekskresikan susu Hormon
Hormon perangsang Merangsang pertumbuhan hipotalamus
folikel (follicle dan
stimulating pematangan folikel pada
hormone= FSH) ovarium
143
Hormon yang Bentuk senyawa Fungsi Diatur oleh
disekresikan Organik
Memulai pembentukan Hormon
Luteinizing hormone Glikoprotein sperma hipotalamus
(LH)
Glikoprotein pada testis Tiroksin dalam
Hormon perangsang Peptida Menyebabkan folikel yang darah,
tiroid=hormon hormon
sudah
theotrop (Thyroid matang pecah, sehingga hipotalamus
stimulating hormone =
ovum
TSH) keluar (ovulasi)
Hormon Merangsang sekresi
adrenokortikotropik
(adrenocorticotrophic tetosteron
hormone) dari testis
Merangsang sekresi kelenjar
tiroid Merangsang sekresi
kelenjar tiroid
Merangsang dan Glukokortikoid,
mengendalikan hormon
sekresi kelenjar korteks
hipotalamus
adrenal
C. Perbedaan Enzim dan Hormon
1. Semua enzim adalah protein tetapi tidak semua hormon.
2. Enzim disekresikan dan bertindak pada tempat yang sama sedangkan sekresi dan
aktivasi hormon berlangsung di lokasi yang berbeda.
3. Enzim mengontrol semua reaksi biokimia sel, sedangkan beberapa reaksi biokimia dari
sistem dikendalikan oleh hormon.
4. Enzim mengambil bagian dalam metabolisme sementara hormon mengatur kegiatan
metabolisme.
5. Enzim adalah substrat khusus, sedangkan hormon yang khusus untuk sel target,
jaringan, atau sistem.
6. Laju reaksi tergantung pada banyak faktor, termasuk konsentrasi aktivitas enzimatik
sedangkan konsentrasi tidak selalu penting dalam kegiatan hormonal.
7. Enzim tidak berubah setelah reaksi dan dapat digunakan kembali, sedangkan hormon
akan merosot setelah reaksi.
8. molekul Inhibitor mengontrol dan menurunkan aktivitas enzim sedangkan inhibitor
hormon menghambat aktivitas hormonal.
144
D. RANGKUMAN
• Enzim adalah protein tunggal atau gabungandari protein dan senyawa non-protein yang
hanya dapat dihasilkan makhluk hidup.
• Strktur enzim:
1. Apoenzim adalah bagian enzim yang berupa senyawa protein yang mengandung
binding site: sisi aktif dan sisi alosterik
2. Kofaktor/aktivator enzim adalah bagian enzim berupa senyawa nonprotein. Kofaktor
dapat mengubah-ubah bentuk sisi aktif sehingga dapat ditempeli substrat tertentu.
Macam-macam kofaktor enzim:
a. Koenzim
b. Gugus prostetik
• Sifat-sifat enzim sebagai katalis:
1. Terlibat dalam jalannya reaksi, namun jumlahnya tidak berubah.
2. Mempercepat laju reaksi, namun tidak mengubah komposisi produk.
3. Menurunkan energi aktivasi.
4. Hanya dapat mengkatalisis reaksi tertentu.
5. Dibutuhkan dalam jumlah sedikit.
6. Dapat dihambat zat tertentu.
7. Dapat bekerja dalam reaksi bolak-balik.
• Cara kerja enzim dijelaskan dalam dua teori, yaitu teori gembok dan kunci (lock and
key) dan teori kecocokan terinduksi (induced fit).
• Hormon merupakan suatu zat yang dihasilkan oleh suatu bagian dalam tubuh.
• Organ yang berperan dalam sekresi hormon dinamakan kelenjar endokrin.
• Di dalam tubuh manusia ada beberapa jenis kelenjar endokrin, yakni kelenjar hipofisis,
tiroid, paratiroid, timus, pankreas, adrenal, ovarium, testis, dan kelenjar pencernaan.
UJI KOMPETENSI
I. Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b, c, d, atau e di depan jawaban yang tepat!
1. Bagian enzim yang berupa senyawa protein yang mengandung binding site:sisi aktif
dan sisi alosterik adalah … .
145
a. koenzim
b. apoenzim
c. kofaktor
d. gugus protestik
e. hormon
2. Cara kerja enzim dijelaskan dalam dua teori, yaitu salah satunya teori … .
a. konsentrasi molekul
b. koenzim
c. sistem pencernaan
d. penyempurnaan
e. gembok dan kunci
3. Keseluruhan enzim lengkap yang terdiri dari komponen protein dan komponen non
protein disebut . . . .
a. apoenzim
b. koenzim
c. kofaktor
d. holoenzim
e. gugus prostetik
4. Bagian dari enzim yang merupakan komponen non protein berupa molekul anorganik
disebut . . . .
a. apoenzim
b. koenzim
c. kofaktor
d. holoenzim
e. gugus prostetik
5. Berikut yang merupakan salah satu sifat enzim adalah . . . .
a. enzim dapat menaikkan energi aktivasi
b. enzim dapat berikatan dan dapat mengenal bermacam-macam substrat
c. enzim dapat menurunkan energi aktivasi
d. enzim ikut bereaksi dan terlibat langsung dengan substrat untuk membentuk
senyawa produk
e. enzim merupakan reaktan dalam reaksi kimia metabolism
146
6. Enzim Oksidase terdiri dari ...
a. Sitokrom oksidase & Oksidase dengan Flavoprotein
b. Oksidase dengan Flavoprotein & Asam L- amio oksidase
c. Asam L-amino oksidase & Xantin oksidsase
d. Xantin oksidase & Glukosa oksidase
e. Oksidase dengan Flavoprotein & Glukosa oksidase
7. Enzim katalase terdapat dalam, kecuali ...
a. Darah
b. sumsum tulang
c. ginjal
d. hepar
e. jantung
8. Katalase dan oksidase terdapat dalam ...
a. Membran mukosa d. Perksisom
b. Hepar e. eroksidase
c. Sumsum tulang
9. PInhibitor kompetitif dalam enzim mempunyai sifat . . . .
a. berikatan lemah dengan enzim pada sisi aktifnya
b. irreversible
c. merupakan zat yang mempercepat reaksi enzimatis
d. salah satu contohnya adalah pestisida DDT
e. strukturnya sangat berbeda dengan substrat
10. Orang yang sedang marah detak jantung, pernafasan, dan gerakannya cepat. Hal ini
disebabkan oleh pengeluaran hormon yang berasal dari kelenjar . . .
a. Tiroid d. Hipofisa
b. Langerhans e. Anak Ginjal
c. Epifisa
11. Hormon paratiroid menyebabkan peningkatan . . . .
a. kadar gula darah
b. badan dalam mengatasi stress
c. permeabilitas tubulus ginjal terhadap air
d. kadar kalsium darah
e. absorbsi asam amino
147
12. Bila kelenjar paratiroid tidak berfungsi, maka tubuh akan berpotensi terjadi...
a. batu ginjal
b. akromegali
c. obesitas
d. kretinisme
e. tetanus
13. Hormon berikut yang dapat mengubah glikogen menjadi glukosa adalah...
a. adrenalin
b. antidiuretik
c. prolaktin
d. insulin
e. tiroksin
14. Tipe penghambat kerja enzim ada berapa jumlahnya
a. 1 tipe
b. 2 tipe
c. 3 tipe
d. 4 tipe
e. 5 tipe
15. Tipe penghambat enzim dengan cara merusak enzim adalah ...
a. Kompetitif
b. Nonkompetitif
c. Feed back efect
d. Menyerupai substrat
e. Bergabung dengan sisi aktif enzim
II. Kerjakan soal-soal berikut dengan benar!
1. Jelaskan pengertian enzim dan hormon!
2. Jelaskan struktur enzim!
3. Mengapa hormon digunakan pada saat tertentu saja, berikan contoh?
4. Seberapa penting hormon bagi tubuh? dan bagaimana jika tidak ada hormon?
5. Hormon apa saja yang berperan dalam metabolisme? jelaskan!
148
BAB 8
DIFUSI DAN OSMOSIS
A. Difusi
Difusi merupakan perpindahan partikel zat dari larutan berkonsentrasi tinggi ke
larutan berkonsentrasi rendah. Contoh yang sederhana adalah pemberian gula pada cairan
teh tawar, lambat laun cairan teh menjadi manis. Peristiwa difusi pada tumbuhan sangat
penting untuk keseimbangan hidup tumbuhan. Karbon dioksida (CO2) dan oksigen (O2)
diambil oleh tumbuhan dari udara melalui proses difusi. Pengambilan air dan garam
mineral oleh tumbuhan dari dalam tanah, salah satunya melalui proses difusi.
Sumber: http://segerahamil.blogspot.co.id/
Gambar 8.1 Difusi
Difusi zat dari dalam tanah ke dalam tubuh tumbuhan disebabkan konsentrasi garam
mineral di tanah lebih tinggi daripada didalam sel. Demikian juga gas CO2 di udara masuk
ke dalam tubuh tumbuhan karenakonsentrasi CO2 di udara lebih tinggi daripada di dalam
sel tumbuhan. Sebaliknya, O2 dapat berdifusi keluar tubuh tumbuhan jika konsentrasi O2
dalam tubuh tumbuhan lebih tinggi akibat adanya fotosintesis dalam sel (Loveless, 1991).
Difusi merupakan peristiwa mengalirnya atau berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari
bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang bersentrasi rendah, sedangkan osmosis adalah
perpindahan air melalui membran permeabel selektif dari bagian yang lebih encer ke bagian
yang lebih pekat (Kustiyah, 2007). Contoh peristiwa difusi yang sederhana adalah
149
pemberian gula pada cairan teh tawar dan contoh peristiwa osmosis adalah kentang yang
dimasukkan ke dalam air garam.
Kecepatan difusi ditentukan oleh: Jumlah zat yang tersedia, kecepatan gerak kinetik
dan jumlah celah pada membran sel. Difusi sederhana ini dapat terjadi melalui dua cara:
a. Melalui celah pada lapisan lipid ganda, khususnya jika bahan berdifusi terlarut lipid.
b. Melalui saluran licin pada beberapa protein transpor.
Tekanan osmotik merupakan sifat koligatif, yang berarti bahwa sifat ini bergantung
pada konsentrasi zat terlarut, dan bukan pada sifat zat terlarut itu sendiri.
1. Mekanisme Difusi
Difusi merupakan proses perpindahan atau pergerakan molekul zat atau gas dari
konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Difusi melalui membran dapat berlangsung
melalui tiga mekanisme, yaitu difusi sederhana (simple difusion), difusi melalui saluran
yang terbentuk oleh protein transmembran (simple difusion bychanel formed), dan difusi
difasilitasi (fasiliated difusion).
Difusi sederhana melalui membrane berlangsung karena molekul-molekul yang
berpindah atau bergerak melalui membran bersifat larut dalam lemak (lipid) sehingga dapat
menembus lipid bilayer pada mmembran secara langsung. Membran sel permeabel
terhadap molekul larut lemak seperti hormon steroid, vitamin A, D, E, dan K serta bahan
bahan organik yang larut dalam lemak, Selain itu, membran sel juga sangat permeable
terhadap molekul anorganik seperti O, CO2, HO, dan H2O. Beberapa molekul kecil khusus
yang terlarut dalam serta ion-ion tertentu, dapat menembus membran melalui saluran atau
chanel. Saluran ini terbentuk dari protein transmembran, semacam pori dengan diameter
tertentu yang memungkinkan molekul dengan diameter lebih kecil dari diameter pori
tersebut dapat melaluinya. Sementara itu, molekul-molekul berukuran besar seperti asam
amino, glukosa, dan beberapa garam-garam mineral, tidak dapat menembus membrane
secara langsung, tetapi memerlukan protein pembawa atau transporter untuk dapat
menembus membran. Proses masuknya molekul besar yang melibatkan transporter
dinamakan difusi difasilitasi.
2. Mekanisme Difusi dan Difasilitasi
Difusi difasilitasi (facilitated diffusion) adalah perlaluan zat melalui membran
plasma yang melibatkan protein pembawa atau protein transporter. Protein transporter
tergolong protein transmembran yang memliki tempat perlekatan terhadap ion atau
molekul yang akan ditransfer ke dalam sel. Setiap molekul atau ion memiliki protein
transforter yang khusus, misalnya untuk perlaluan suatu molekul glukosa diperlukan
150
protein transforter yang khusus untuk mentransfer glukosa ke dalam sel. Protein transporter
untuk grukosa banyak ditemukan pada sel-sel rangka, otot jantung, sel-sel lemak dan sel-
sel hati, karena sel-sel tersebut selalu membutuhkan glukosa untuk diubah menjadi energi.
Faktor yang mempengaruhi difusi :
1. Suhu, makin tinggi difusi makin cepat
2. BM makin besar difusi makin lambat
3. Kelarutan dalam medium, makin besar difusi makin cepat
4. Perbedaan konsentrasi, makin besar perbedaan konsentrasi antara dua bagian,makin
besar proses difusi yang terjadi.
5. Jarak tempat berlangsungnya difusi, makin dekat jarak tempat terjadinya
difusi, makin cepat proses difusi yang terjadi.
6. Area tempat berlangsungnya difusi, makin luas area difusi, makin cepat proses difusi.
B. Osmosis
Osmosis adalah difusi pelarut melalui membran. Jika terdapat dua larutan yang tidak
sama konsentrasinya, maka molekul air melewati membran sampai kedua larutan
seimbang. Jika sel dimasukkan ke dalam larutan isotonis bentuk sel tetap karena keadaan
seimbang. Akan tetapi, jika sel tumbuhan berada dalam larutan hipertonis (konsentrasi
larutan lebih tinggi daripada cairan sel), air dalam plasma selakan berosmosis keluar
sehingga sel mengerut/menyusut. Protoplasma yang kekurangan air menenyusut
volumenya mengakibatkan membran sel terlepas dari dinding sel, sehingga terjadi
plasmolysis.
Sumber: http://biologipedia.blogspot.co.id/
Gambar 8.2 Omosis
Sebaliknya, jika sel berada dalam larutan hipotonis (konsentrasi larutan lebih rendah
daripada cairan sel), air dari luar akan masuk ke dalam sel sehingga sel membengkak. Pada
151
larutan hipertonik, sebagian besar molekul air terikat (tertarik) ke molekul gula (terlarut),
sehingga hanya sedikit molekul air yang bebas dan bisa melewati membran. Sedangkan
pada larutan hipotonik, memiliki lebih banyak molekul air yang bebas (tidak terikat oleh
molekul terlarut), sehingga lebih banyakmolekul air yang melewati membran (Kustiyah,
2007).
Osmosis merupakan difusi air dari daerah yang memiliki potensial air lebih tinggi ke
daerah yang potensial airnya lebih rendah, melalui suatu membran semi permeabel.
Potensial osmotik suatu larutan selalu negatif yang ekuivalen dengan nilai tekanan
osmotiknya yang sebenarnya. Plasmolisis adalah peristiwa melepasnya plasmalemma atau
membran plasma dari dinding sel karena dehidrasi (hilangnya airsel) bila sel berada
dilingkungan larutan yang hipertonis.
Untuk memenuhi kebutuhan materi dan mempertahankan keseimbangan fisiologi di
dalam tubuhnya, tumbuhan melakukan beberapa aktivitas, di antaranya adalah absorbsi
(penyerapan), transportasi (pengangkutan) atau translokasi (pemindahan) dan transpirasi
(pelepasan air melalui stomata). Beberapa prinsip yang berhubungan dengan proses
penyerapan pada akar:
1. Penyerapan air tanah oleh akar dapat terjadi melalui mekanisme imbibisi, difusi,
osmosis dan transpor aktif.
2. Pada tumbuhan darat, penyerapan gas-gas (O2 dan CO2) lebih banyak
melalui sedangkan ion-ion dalam larutan tanah melalui akar.
Pada tumbuhan air hampir seluruh permukaan tubuhnya dapat melakukan penyerapan
air beserta gas-gasdan ion-ion yang terlarut di dalamnya. Osmosis adalah proses
perpindahan atau pergerakan molekul zat pelarut,dari larutan yang konsentrasi zat
pelarutnya tinggi menuju larutan yang konsentrasizat pelarutya rendah melalui selaput atau
membran selektif permeabel atau semi permeabel.
Jika di dalam suatu bejana yang dipisahkan oleh selaput semipermiabel, jika dalam
suatu bejana yang dipisahkan oleh selaput semipermiabel ditempatkan dua larutan glukosa
yang terdiri atas air sebagai pelarut dan glukosa sebagai zat terlarut dengan konsentrasi
yang berbeda dan dipisahkan oleh selaput selektif permeabel, maka air dari larutan yang
berkonsentrasi rendah akan bergerak atau berpindah menuju larutan glukosa yang
konsentrainya tinggi melalui selaput permeabel. Semi permeabel harus dapat ditembus oleh
pelarut, tapi tidak oleh zat terlarut, mengakibatkan gradien tekanan sepanjang membran.
Osmosis merupakan suatu fenomena alami, tapi dapat dihambat secara buatan dengan
meningkatkan tekanan pada bagian dengan konsentrasi pekat
152
menjadi melebihi bagian dengan konsentrasi yang lebih encer. Gaya per unit luas yang
dibutuhkan untuk mencegah mengalirnya pelarut melalui membran permeabel selektif
dan masuk ke larutan dengan konsentrasiyang lebih pekat sebanding dengan tekanan turgor
(Keenan, et al,. 1984). Osmosis adalah suatu topik yang penting dalam biologi karena
fenomena ini dapat menjelaskan mengapa air dapat ditransportasikan ke dalam dan ke
luar sel. Pada hewan, untuk bisa bertahan dalam lingkungan yang hipotonik atau
hipertonik, maka diperlukan pengaturan keseimbangan air, yaitu dalam proses
osmoregulasi. Faktor–faktor yang mempengaruhi terjadinya osmosis pada sel hidup:
1. Ukuran molekul yang meresap: Molekul yang lebih kecil daripada garis pusat
lubang membran akan meresap dengan lebih mudah.
2. Keterlarutan lipid: Molekul yang mempunyai keterlarutan yang tinggi meresap lebih
cepat daripada molekul yang kelarutan yang rendah seperti lipid.
3. Luas permukaan membran: Kadar resapan menjadi lebih cepat jika luas permukaan
membran yang disediakan untuk resapan adalah lebih besar.
4. Ketebalan membran: Kadar resapan sesuatu molekul berkadar songsang dengan
jarak yang harus dilaluinya. Berbanding dengan satu membran yang tebal, kadar
resapan melalui satu membran yang tipis adalah lebih cepat.
5. Suhu: Pergerakan molekul dipengaruhi oleh suhu. Kadar resapan akan menjadi lebih
cepat pada suhu yang tinggi dibandingkan dengan suhu yang rendah.
C. RANGKUMAN
• Difusi merupakan perpindahan partikel zat dari larutan berkonsentrasi tinggi ke larutan
berkonsentrasi rendah. Contoh yang sederhana adalah pemberian gula pada cairan teh
tawar, lambat laun cairan teh menjadi manis.
• Difusi sederhana ini dapat terjadi melalui dua cara:
a. Melalui celah pada lapisan lipid ganda, khususnya jika bahan berdifusi terlarut lipid.
b. Melalui saluran licin pada beberapa protein transpor.
• Faktor yang mempengaruhi difusi :
1. Suhu, makin tinggi difusi makin cepat
2. BM makin besar difusi makin lambat
3. Kelarutan dalam medium, makin besar difusi makin cepat
4. Perbedaan konsentrasi, makin besar perbedaan konsentrasi antara dua bagian, makin
besar proses difusi yang terjadi.
153
5. Jarak tempat berlangsungnya difusi, makin dekat jarak tempat terjadinya
difusi, makin cepat proses difusi yang terjadi.
6. Area tempat berlangsungnya difusi, makin luas area difusi, makin cepat proses
difusi.
• Osmosis adalah difusi pelarut melalui membran.
• Faktor–faktor yang mempengaruhi terjadinya osmosis pada sel hidup:
1. Ukuran zat terlarut: semakin banyak zat terlarut maka peristiwa terjadinya osmosis
akan semakin cepat. Karena zat terlarut memiliki tekanan osmotik yang berfungsi
untuk memecah zat pelarut bergerak melalui membran semi permeable.
2. Tebal membran: semakin tebal suatu membran akan memperhambat terjadinya
osmosis. Karena dapat menyebabkan semakin sulitnya zat terlarut menembus
membran tersebut.
3. Luas permukaan
4. Jarak zat pelarut dan zat terlarut
5. Suhu
UJI KOMPETENSI
I. Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b, c, d, atau e di depan jawaban yang tepat!
1. Berikut yang bukan termasuk faktor yang memengaruhi proses difusi adalah...
a. konsentrasi zat d. tempat terjadinya difusi
b. ukuran zat e. wujud zat
c. suhu
2. Osmosis merupakan perpindahan zat pelarut berkonsentrasi tinggi menuju zat pelarut
berkonsentrasi rendah, melalui membran yang bersifat ….
a. selektif permeable d. tipis
b. fertilisasi e. bisa dikontrol
c. tembus pandang
3. Apabila sel dimasukan ke dalam suatu larutan yang hipertonis akan terjadi peristiwa
plasmolisis, yaitu…
a. mengembangnya inti sel
b. rusaknya inti sel
c. mengecilnya sebuah sel
d. mengecilnya ribosom
e. membelahnya sel
154
4. Masuknya garam-garam mineral dan air dari tanah ke dalam sel-sel akar merupakan
suatu contoh proses…
a. Imbisisi d. Adsorpsi
b. Osmosis e. plasmolisis
c. Difusi
5. Gas O2, CO2, dan N2 melewati membran sel dengan cara…
a. transport aktif d. transport pasif
b. osmosis e. mbibisi
c. difusi
d. i6. Transpor molekul melalui membran plasma yang melibatkan dua protein membran
adalah...
a. osmosis d. kontraspor
b. difusi e. pompa ion
c. endositosis
7. Transpor makromolekul seperti polisakarida keluar sel dilakukan dengan cara....
a. osmosis d. ekositosis
b. difusi e. transpor aktif
c. endositosis
8. Apabila larutan gula dan air dimasukkan ke dalam wadah dan dibatasi dengan selaput
yang bersifat permeabel, akan terjadi peristiwa....
a. difusi d. imbibisi
b. osmosis e. tidak ada perpindahan zat
c. difusi dan osmosis
9. Osmosis disebut juga dengan difusi air karena .....
a. hanya air yang melewati selaput permeable
b. hanya air yang berpindah melewati selaput semi permeable
c. hanya air yang berpindah melewati selaput impermeable
d. hanya air yang dapat melarutkan gula
e. air akan menghancurkan dinding sel
10. Konsentrasi larutan lebih tinggi daripada cairan sel terjadi pada larutan … .
a. hipotonis d. asam
b. hipertonis e. basa
c. gula
155
11. Berikut yang bukan termasuk faktor yang memengaruhi proses difusi adalah...
a. konsentrasi zat d. tempat terjadinya difusi
b. ukuran zat e. wujud zat
c. suhu
12. Osmosis merupakan perpindahan zat pelarut berkonsentrasi tinggi menuju zat pelarut
berkonsentrasi rendah, melalui membran yang bersifat ….
a. selektif permeable d. tipis
b. fertilisasi e. bisa dikontrol
c. tembus pandang
13. Apabila sel dimasukan kedalam suatu larutan yang hipertonis akan terjadi peristiwa
plasmolisis, yaitu…
a. mengembangnya inti sel d. mengecilnya ribosom
b. rusaknya inti sel e. membelahnya sel
c. mengecilnya sebuah sel
14. Transpor membran yang tergolong transport pasif adalah ….
a. Pinositosis d. eksositosis
b. Osmosis e. endositosis
c. Fagosi tosis
15. Peristiwa difusi terjadi pada hal-hal berikut, kecuali ….
a. potongan umbi kentang dalam air
b. parfum yang disemprotkan dalam ruangan
c. tinta yang diteteskan dalam air
d. teh celup dalam air panas
e. asap rokok dalam ruangan
II. Kerjakan soal-soal berikut dengan benar!
1. Jelaskan pengertian difusi dan osmosis!
2. Difusi sederhana dapat terjadi melalui dua cara. Sebutkan!
3. Sebutkan faktor yang mempengaruhi difusi!
4. Sebutkan faktor yang mempengaruhi osmosis!
5. Jelaskan proses difusi pada tumbuhan!
156
BAB 9
METODE ILMIAH
A. Hakikat Ilmu Pengetahuan Alam
IPA adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang alam sekitar beserta isinya. Hal ini
berarti IPA mempelajari semua benda yang ada di alam, peristiwa, dan gejala-gejala yang
muncul di alam. Ilmu dapat diartikan sebagai suatu pengetahuan yang bersifat objektif. Jadi
dari sisi istilah IPA adalah suatu pengetahuan yang bersifat objektif tentang alam sekitar
beserta isinya.
Istilah Ilmu Pengetahuan Alam atau IPA dikenal juga dengan istilah sains. Kata sains
ini berasal dari bahasa latin yaitu scienta yang berarti “saya tahu”. Dalam bahasa Inggris,
kata sains berasal dari kata science yang berarti “pengetahuan”. Science kemudian
berkembang menjadi social science yang dalam bahasa Indonesia dikenal dengan ilmu
pengetahuan sosial (IPS) dan natural science yang dalam bahasa Indonesia dikenal
dengan ilmu pengetahuan alam (IPA). Dalam kamus fowler (1951), natural science
didefinisikan sebagai: systematic and formulated knowledge dealing with material
phenomena and based mainly on observation and induction (yang diartikan bahwa ilmu
pengetahuan alam didefinisikan sebagai: pengetahuan yang sistematis dan disusun dengan
menghubungkan gejala-gejala alam yang bersifat kebendaan dan didasarkan pada hasil
pengamatan dan induksi). Sumber lain menyatakan bahwa natural science didefinisikan
sebagai piece of theoretical knowladge atau sejenis pengetahuan teoritis
IPA merupakan cabang pengetahuan yang berawal dari fenomena alam. IPA
didefinisikan sebagai sekumpulan pengetahuan tentang objek dan fenomena alam yang
diperoleh dari hasil pemikiran dan penyelidikan ilmuwan yang dilakukan dengan
keterampilan bereksperimen dengan menggunakan metode ilmiah. Definisi ini memberi
pengertian bahwa IPA merupakan cabang pengetahuan yang dibangun berdasarkan
pengamatan dan klasifikasi data, dan biasanya disusun dan diverifikasi dalam hukum-
hukum yang bersifat kuantitatif, yang melibatkan aplikasi penalaran matematis dan analisis
data terhadap gejala-gejala alam. Dengan demikian, pada hakikatnya IPA merupakan ilmu
pengetahuan tentang gejala alam yang dituangkan berupa fakta, konsep, prinsip dan hukum
yang teruji kebenaranya dan melalui suatu rangkaian kegiatan dalam metode ilmiah .
157
Untuk memperjelas pengetahuan kita tentang hakekat IPA perlu dikemukakan istilah-
istilah ”fakta, konsep, prinsip, dan teori” sebagai berikut:
1. Fakta dalam IPA adalah pernyataan-pernyataan tentang benda-benda yang benar-benar
ada, atau peristiwa yang betul-betul terjadi dan sudah dikonfirmasi secara objektif.
Contohnya fakta; Atom hidrogen mempunyai satu elektron.; markuri adalah planet
terdekat dengan matahari; dan air membeku pada suhu 00C.
2. Konsep IPA adalah suatu ide yang mempersatukan fakta-fakta. Konsep merupakan
penggabungan antara fakta-fakta yang ada hubungannya satu sama lain. Contoh: semua
zat tersusun atas partikel-partikel; benda-benda hidup dipengaruhi oleh lingkungan;
materi akan berubah tingkat wujudnya bila menyerap atau melepaskan energi.
3. Prinsip IPA adalah generalisasi tentang hubungan antara konsep-konsp IPA.
Contohnya: udara yang dipanaskan memuai, adalah prinsip menghubungkan konsep
udara, panas, pemuaian. Artinya udara akan memuai jika udara tersebut dipanaskan.
4. Teori ilmiah merupakan karangka yang lebih luas dari fakta-fakta, konsep-konsep, dan
prinsip-prinsip yang saling berhubungan. Teori bisa juga dikatakan sebagai model, atau
gambar yang dibuat oleh ilmuan untuk menjelaskan gejala alam. Contoh, teori
meteorologi membantu para ilmuan untuk memahami mengapa dan bagaimana kabut
dan awan terbentuk.
B. Keterampilan Proses Sains
1. Ilmu Pengetahuan Alam Sebagai Disiplin Ilmu
Berbagai disiplin ilmu yang dipelajari manusia secara garis besar dapat dikelompokan
menjadi 3, yaitu:
a. Ilmu alam (natural sciences), misalnya kimia, fisika, bilogi.
b. Ilmu sosial (social sciences), misalnya sosiologi, ekonomi, dan manajemen.
c. Humanitas (ilmu budaya), misalnya agama, bahasa, kewarganegaraan.
2. Ciri Ilmu Pengetahuan Alam
Ilmu pengetahuan alam memiliki ciri sebagai berikut:
a. Konkret
Ilmu pengetahuan alam memiliki objek kajian berupa benda-benda atau gejala-gejala
alam yang nyata dan dapat ditangkap oleh indra, Contoh : tumbuhan, benda langit, dan
hujan.
158
b. Logis
Ilmu pengetahuan alam dikembangkan berdasarkan cara berfikir logis. Cara berpikir
logis adalah berpikir dengan menggunakan logika dan ajek. kesimpulan yang diambil
berdasarkan logika-logika tertentu, baik seccara induktif atau deduktif.
c. Objektif
Hasil dari ilmu pengetahuan alam merupakan suatu produk yang terhindar dari
maksud-maksud tertentu pelaku (Subjektif), baik itu berupa kepentingan seseorang
maupun golongan, Hasil dari kajian ilmu pengetahuan alam harus sesuai dengan fakta dan
bukti kebenaran ilmiah secara apa adanya tanpa ditambah ataupun ditutup dengan mitos
dan perasaan.
d. Empiris
Ilmu pengetahuan alam atau sains dikembangkan berdasarkan pengalaman empiris,
yaitu suatu pengalaman konkret yang dapat dirasakan oleh semua orang dan dapat
dibuktikan secara ilmiah.
e. Sistematis
Hasil kajian ilmu pengetahuan alam, baik hasil penelitian atau kajuan ilmiah,
didasarkan pada langkah-langkah yang sistematis dan berurutan. Urutan tersebut berupa
langkah-langkah metode ilmiah sehingga ketika orang lain ingin melakukan hal yang sama,
akan mendapatkan hasil yang sama pula.
f. Teori-teorinya berlaku umum
Begitu banyak teori-teori sain yang lahir dari ilmuwan yang mengkaji gejala-gejala
alam. Teori -teori itu berlaku umum dan dapat diketahui oleh orang lain tanpa batas. ketika
seorang ilmuwan mengeluarkan terori tertentu, orang lain dapat mengoreksi atau mengkaji
ulang kesesuaian teori tersebut. Bahkan ilmuwan lain yang tidak sependapat dapat
mengeluarkan teori baru yang melengkapi atau membantah teori yang tidak sesuai tersebut.
3. Keterampilan Proses Sains
Keterampilan proses sains (KPS) adalah perangkat kemampuan kompleks yang biasa
digunakan oleh para ilmuwan dalam melakukan penyelidikan ilmiah ke dalam rangkaian
proses pembelajaran. KPS sangat penting bagi setiap siswa sebagai bekal untuk
menggunakan metode ilmiah dalam mengembangkan sains serta diharapkan memperoleh
pengetahuan baru atau mengembangkan pengetahuan yang telah dimiliki.
159
Menurut Dimyati (2009), kelebihan KPS adalah:
1. KPS dapat memberikan rangsangan ilmu pengetahuan, sehingga siswa dapat memahami
fakta dan konsep ilmu pengetahuan dengan baik.
2. Memberikan kesempatan kepada siswa bekerja dengan ilmu pengetahuan, tidak sekedar
menceritakan atau mendengarkan cerita tentang ilmu pengetahuan. Hal ini
menyebabkan siswa menjadi lebih aktif.
3. KPS membuat siswa menjadi belajar proses dan produk ilmu pengetahuan sekaligus.
KPS terdiri dari sejumlah keterampilan tertentu. Klasifikasi KPS adalah sebagai berikut:
a. Mengamati
Mengamati adalah proses pengumpulan data tentang fenomena atau peristiwa dengan
menggunakan inderanya. Untuk dapat menguasai keterampilan mengamati, siswa harus
menggunakan sebanyak mungkin inderanya, yakni melihat, mendengar, merasakan,
mencium, dan mencicipi. Dengan demikian dapat mengumpulkan fakta-fakta yang relevan
dan memadai.
b. Mengelompokkan/Klasifikasi
Mengelompokkan adalah suatu sistematika yang digunakan untuk menggolongkan
sesuatu berdasarkan syarat-syarat tertentu. Proses mengklasifikasikan tercakup beberapa
kegiatan seperti mencari kesamaan, mencari perbedaan, mengontraskan ciri-ciri,
membandingkan, dan mencari dasar penggolongan.
c. Menafsirkan
Menafsirkan hasil pengamatan ialah menarik kesimpulan tentatif dari data yang
dicatatnya. Hasil-hasil pengamatan tidak akan berguna bila tidak ditafsirkan. Karena itu,
dari mengamati langsung, lalu mencatat setiap pengamatan secara terpisah, kemudian
menghubung-hubungkan hasil-hasil pengamatan itu. Selanjutnya siswa mencoba
menemukan pola dalam suatu seri pegamatan, dan akhirnya membuat kesimpulan.
d. Meramalkan/ memprediksi
Meramalkan adalah memperkirakan berdasarkan pada data hasil pengamatan yang
reliabel (Firman, 2000). Apabila siswa dapat menggunakan pola-pola hasil pengamatannya
untuk mengemukakan apa yang mungkin terjadi pada keadaan yang belum diamatinya,
maka siswa tersebut telah mempunyai kemampuan proses meramalkan.
e. Mengajukan pertanyaan
Keterampilan proses mengajukan pertanyaan dapat diperoleh siswa dengan
mengajukan pertanyaan apa, mengapa, bagaimana, pertanyaan untuk meminta penjelasan
atau pertanyaan yang berlatar belakang hipotesis.
160
f. Merumusakan hipotesis
Hipotesis adalah suatu perkiraan yang beralasan untuk menerangkan suatu kejadian
atau pengamatan tertentu.
g. Merencanakan percobaan
Agar siswa dapat memiliki keterampilan merencanakan percobaan, maka siswa
tersebut harus dapat menentukan alat dan bahan yang akan digunakan dalam percobaan.
Selanjutnya, siswa harus dapat menentukan variabel-variabel, menentukan variabel yang
harus dibuat tetap, dan variabel mana yang berubah. Demikian pula siswa perlu untuk
menentukan apa yang akan diamati, diukur, atau ditulis, menentukan cara dan langkah-
langkah kerja. Selanjutnya siswa dapat pula menentukan bagaimana mengolah hasil-hasil
pengamatan.
h. Menggunakan alat dan bahan
Untuk dapat memiliki keterampilan menggunakan alat dan bahan, dengan sendirinya
siswa harus menggunakan secara langsung alat dan bahan agar dapat memperoleh
pengalaman langsung. Selain itu, siswa harus mengetahui mengapa dan bagaimana cara
menggunakan alat dan bahan.
i. Menerapkan konsep
Keterampilan menerapkan konsep dikuasai siswa apabila siswa dapat menggunakan
konsep yang telah dipelajarinya dalam situasi baru atau menerapkan konsep itu pada
pengalaman-pengalaman baru untuk menjelaskan apa yang sedang terjadi.
j. Berkomunikasi
Keterampilan ini meliputi keterampilan membaca grafik, tabel, atau diagram dari hasil
percobaan. Menggambarkan data empiris dengan grafik, tabel, atau diagram juga termasuk
berkomunikasi. Menurut Firman (2000), keterampilan berkomunikasi adalah keterampilan
menyampaikan gagasan atau hasil penemuannya kepada orang lain.
C. Metode Ilmiah
Sebelum ditemukan yang namanya metode ilmiah, pengetahuan diperoleh dengan
berbagai cara yaitu intuisi, prasangka, dan coba-coba (trial and error). Intuisi adalah
pengetahuan yang didasarkan pada pengetahuan seseorang yang terdahulu melalui proses
yang tidak disadari atau muncul begitu saja, istilah orang jawa mengatakan “wangsit” atau
ada juga yang menyebutnya “ilham”.
161
Pengetahuan semacam ini kadang-kadang memang ada yang benar, namun biasanya
sangat sulit untuk dibuktikan. Sedangkan prasangka merupakan pengetahuan yang
didasarkan pada anggapan yang diyakini namun masih belum tentu kebenarannya. Namun
kadang juga salah, dan pastinya masih belum bisa dibuktikan secara logis dan ilmiah.
Sedangkan trial and error merupakan pengetahuan yang diperoleh dari jalan melakukan
coba-coba atau untung-untungan. Jadi sama saja, kadang-kadang menemukan hal yang
benar, dan sebaliknya kadang juga salah.
Pengetahuan yang diperoleh dari cara-cara di atas tentunya sudah tidak relevan lagi
dengan keadaan zaman sekarang, karena kebenarannya tidak dapat dibuktikan secara
ilmiah. Karena pengetahuan dikatakan ilmiah bila memenuhi beberapa syarat, di antaranya:
• Memiliki objek kajian
• Memiliki metode
• Bersifat sistematis
• Bersifat universal (berlaku umum)
• Bersifat objektif (apa adanya)
• Bersifat analitis
• Bersifat verifikatif
Sikap-sikap ilmiah yang harus dimiliki seorang peneliti yaitu :
• Berani dan bersikap santun dalam mengajukan pertanyaan dan argumentasi
• Mengembangkan keingintahuan pada sesuatu
• Memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan
• Berpendapat secara ilmiah dan kritis
• Berani mengusulkan perbaikan dan bertanggung jawab terhadap usulan-usulan yang
diajukan
• Mau bekerja sama
• Jujur terhadap fakta
• Disiplin dan tekun
162
Langkah-langkah metode ilmiah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:
Sumber : https://dhaniguci.wordpress.com/
Gambar 9.1 Sikuls metode ilmiah
1. Mengidentifikasi Masalah
Melakukan pengamatan di sekitar kita, dan menemukan masalah yang memang benar-
benar ada atau memunculkan permasalah yang awalnya tidak ada.
2. Rumusan Masalah
Masalah yang diperoleh dirumuskan dalam sebuah pertanyaan, seperti apakah,
mengapa, bagaimana, tentang permasalahan yang ingin diteliti.
3. Hipotesis
Hipotesis merupakan dugaan (jawaban) sementara dari rumusan masalah yang diteliti.
Hipotesis ini masih sebatas kemungkinan-kemungkinan yang belum pasti dan perlu diteliti
lebih lanjut nantinya.
4. Rancangan Penelitian
Dalam rancangan penelitian perlu ditentukan secara detail mengenai metode
penelitian yang digunakan, variabel penelitian (kontrol & bebas), alat dan bahan, teknik
analisis data, waktu dan tempat, dan hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum penelitian
dilaksanakan
163
5. Eksperimen
Eksperimen atau percobaan yang dilakukan harus sesuai dengan rancangan atau
langkah-langkahnya. Dalam prosesnya juga akan diperoleh data-data percobaan.
6. Analisis
Data-data eksperimen yang telah diperoleh bisa berupa data kuantitatif (berupa angka-
angka) seperti berat, tinggi, dst. Atau juga dapat berupa data kualitatif seperti warna,
tekstur, dan seterusnya. Data-data tersebut kemudian diolah dan dianalisis secara statistik.
7. Kesimpulan
Kesimpulan yang diambil adalah berdasar dari data yang telah dianalisis, apakah
mendukung hipotesis ataukah menolak hipotesis.
8. Laporan
Semua proses dari awal hingga akhir penelian disusun dalam sebuah format laporan
penelitian atau percobaan yang nantinya dapat digunakan untuk publikasi atau
penyampaian data ke masyarakat.
D. RANGKUMAN
• IPA didefinisikan sebagai sekumpulan pengetahuan tentang objek dan fenomena alam
yang diperoleh dari hasil pemikiran dan penyelidikan ilmuwan yang dilakukan dengan
keterampilan bereksperimen dengan menggunakan metode ilmiah.
• Fakta dalam IPA adalah pernyataan-pernyataan tentang benda-benda yang benar-benar
ada, atau peristiwa yang betul-betul terjadi dan sudah dikonfirmasi secara objektif.
• Konsep IPA adalah suatu ide yang mempersatukan fakta-fakta. Konsep merupakan
penggabungan antara fakta-fakta yang ada hubungannya satu sama lain.
• Prinsip IPA adalah generalisasi tentang hubungan antara konsep-konsp IPA.
• Teori ilmiah merupakan karangka yang lebih luas dari fakta-fakta, konsep-konsep, dan
prinsip-prinsip yang saling berhubungan.
• Ciri-ciri Ilmu Pengetahuan Alam
a. Konkret
b. Logis
c. Objektif
d. Empiris
e. Sistematis
f. Teori-teorinya berlaku umum
164
• Keterampilan proses sains
a. Mengamati
b. Mengelompokkan/Klasifikasi
c. Menafsirkan
d. Meramalkan/ memprediksi
e. Mengajukan pertanyaan
f. Merumusakan hipotesis
g. Merencanakan percobaan
h. Menggunakan alat dan bahan
i. Menerapkan konsep
j. Berkomunikasi
• Pengetahuan dikatakan ilmiah bila memenuhi beberapa syarat, di antaranya:
a. Memiliki objek kajian
b. Memiliki metode
c. Bersifat sistematis
d. Bersifat universal (berlaku umum)
e. Bersifat objektif (apa adanya)
f. Bersifat analitis
g. Bersifat verifikatif
UJI KOMPETENSI
I. Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b, c, d, atau e di depan jawaban yang tepat!
1. Lima pokok data ilmiah: 1). Hasil eksperimen 2). Merumuskan masalah 3). Menyusun
hipotesis 4). Mengadakan eksperimen 5). Menarik kesimpulan.
Dari data di atas urutan metode ilmiah yang benar adalah ….:
a. 2, 1,4,3,dan 5
b. 2,3,4,1.dan 5
c. 3.4,1,2,dan 5
d. 5,4,1,2,dan 3
e. 2 1,3, 5,dan 4
2. Seorang siswa kelas X hendak meneliti pengaruh suhu terhadap kecepatan reaksi suatu
enzim. Yang tergolong variabel bebas adalah…
165
a. kecepatan reaksi
b. jenis enzim
c. tabung reaksi
d. banyak enzim
e. suhu
3. Manakah yang merupakan hasil observasi kuantitatif?
a. apel malang berwarna hijau
b. kain sutra halus
c. jeruk keprok rasanya manis
d. kadar gula 5%
e. suara kokok ayam jantan nyaring
4. Perkembangan makhluk hdup mulai dan zigot sampai tahapan tertentu dalam
perkembangannya dipelajari dalam ….
a. Entomologi
b. Embriologi
c. Zoologi
d. Genetika
e. Sitologi
5. Omne vivum ex vivo, berarti...
a. makhluk hidup berasal dan telur
b. makhluk hidup berasal dari benda mati
c. telur berasal dari makhluk hidup
d. makhluk hidup terjadi secara spontan
e. makhluk hidup berasal dan makhluk hidup
6. Teori abiogenesis runtuh karena percobaan yang diakukan oleh…
a. Aristoteles
b. Harold Urey
c. Louis Pasteur
d. Alexander Oparin
e. Anthonie van Leeuwenhoek
7. Ciri-ciri berikut, yang menentukan bahwa suatu benda termasuk makhluk hidup
adalah….
a. memiliki bahan genetik
b. mampu pindah tempat
166
c. memiliki mitokondra
d. mampu bereaksi
e. memiliki bentuk
8. Charles Laveren secara tekun dan terus menerus memeriksa darah penderita penyakit
demam tinggi. Gejala aneh tersebut diperkirakan ada hubungannya dengan penyakit
malaria. Perkiraan ini merupakan….
a. hasil observasi
b. hasil eksperimen
c. suatu hipotesa
d. suatu teori
e. hasil penelitian
9. Ronald Ross memastikan bahwa anopheles merupakan vektor penyakit malaria.
Kepastian tersebut diambil berdasarkan …..
a. Teori
b. Hipotesa
c. Observasi
d. Eksperimen
e. Pengenalan
10. Jawaban atau kesimpulan sementara dari rumusan masalah yang perlu diuji
kebenarannya adalah …..
a. Identifikasi masalah
b. Observasi di lapangan
c. Hipotesa
d. Melakukan percobaan
e. Menganalisis kesimpulan
11. Pengaruh pupuk urea terhadap pertumbuhan tanaman Leguminoca, sebagai variabel
bebasnya adalah …..
a. Kadar pupuk urea
b. Pertumbuhan tanaman
c. Perlakuan di tempat terang
d. Perlakuan di tempat gelap
e. Perlakuan tanpa pupuk urea
167
12. Pengetahuan tentang makhluk hidup mulai dikenal sejak …..
a. Sejak jaman purba d. Sejak manusia dilahirkan
b. Sejak manusia mengenal kehidupan e. Sejak jaman peradaban Yunani kuno
c. Sejak manusia dihadapkan pada masalah
13. Langkah awal yang dilakukan seorang ilmuwan bila akan mengadakan penelitian
adalah ….
a. mengambil kesimpulan d. mencari literatur
b. merumuskan masalah e. membuat desain penelitian
c. membuat hipotesa
14. Kegiatan dengan menggunakan panca indera untuk mendapatkan informasi tentang
sesuatu disebut....
a. Observasi d. mencari literatur
b. mengumpulkan informasi e. meramal
c. bertanya
15. Seseorang siswa mampu mengedit obyek gambar dengan mengunakan program
komputer. Ia membuat gambar orang di mana badannya diambilkan dari seorang foto
model sedangkan wajahnya ia ganti dengan wajah temannya. Hasilnya adalah foto
temannya yang mirip foto model. Sikap siswa tadi tidak ilmiah karena........
a. tidak teliti d. Tidak konsisten
b. tidak fantastis e. tidak jujur
c. tidak tekun
II. Jawab soal berikut dengan singkat dan jelas!
1. Salah satu tahapan dalam merencanakan percobaan adalah menulis suatu rumusan
masalah. Apa saja ciri-ciri suatu rumusan masalah yang baik?
2. Bagaimana tahapan dalam melakukan percobaan?
3. Jelaskan yang dimaksud dengan metode penelitian! Berisi tentang apakah metode
penelitian itu?
4. Ada informasi bahwa air merupakan zat yang dapat menghentikan masa dormansi
biji. Petani melakukan perendaman biji selama satu malam sebelum menanamnya.
Dari permasalahan ini tentukan tema Pengaruh Lama Perendaman Biji terhadap
perkecambahan Biji Kacang. Tentukan judul penelitian, rumusan masalah,
hipotesis, variable bebas, variable terikat, dan variable kontrolnya!
5. Apakah perbedaan isi proposal penelitian dengan laporan penelitian ?
168
GLOSARIUM
Atom: partikel terkecil penyusun materi, terdiri atas beberapa partikel dasar: elektron,
proton, dan neutron
Muatan atom: elektron bermuatan negatif, proton bermuatan positif, dan neutron tidak
bermuatan
Sistem periodik Mendeleev: merupakan tabel sistem periodik unsur pendek yang disusun
berdasarkan kenaikan massa atom dan kemiripan sifat
Periode: lajur-lajur horizontal pada tabel periodik
Golongan pada sistem periodik unsur modern: terdiri atas 8 golongan, dan setiap
golongan dibagi atas Golongan Utama (A) dan Golongan Transisi (B)
Penomoran golongan: berdasarkan elektron valensi yang dimiliki oleh suatu unsur yang
memiliki elektron valensi sama dan menempati golongan yang sama
Jari-jari atom: jarak elaktron terluar ke inti atom dan menunjukan ukuran suatu atom
Pengukuran jari-jari atom: dilakukan dengan cara mengukur jarak inti antar dua atom
yang berikatan sesamanya
Energi ionisasi: energi minimum yang diperlukan atom netral dalam bentuk gas untuk
melepaskan satu elektron membentuk ion bermuatan +1
Afinitas Elektron: negatif dari perubahan energi yang terjadi ketika satu elektron diterima
oleh atom suatu unsur dalam keadaan gas
Keelektronegatifan: suatu bilangan yang menyatakan kecenderungan suatu unsur menarik
elektron dalam suatu molekul senyawa
Konfigurasi elektron: susunan elektron-elektron pada sebuah atom, molekul, atau struktur
fisik lainnya
Orbital: digambarkan berupa awan, yang tebal tipisnya menyatakan besar kecilnya
kemungkinan ditemukan elektron di daerah tersebut
Mekanika kuantum: energi itu tidak kontinyu, tetapi diskrit-berupa 'paket' atau 'kuanta'
Bilangan kuantum: bilangan yang menyatakan kedudukan atau posisi elektron dalam
atom yang diwakili oleh suatu nilai yang menjelaskan kuantitas kekal dalam sistem
dinamis
Bilangan kuantum azimut: ukuran momentum sudut orbital elektron yang menunjukkan
di subkulit/sublintasan mana elektron bergerak dan menentukan bentuk orbital
169
Kuantum Magnetik: menyatakan orbital mana yang ditempati elektron pada suatu
subkulit dan menyatakan orbital khusus yang ditempati elektron pada suatu
subkulit
Bilangan kuantum spin: menyatakan momentum sudut suatu partikel
Zat tunggal: jenis zat yang memiliki satu identitas (murni)
Penggolongan unsur: logam, nonlogam, dan semilogam
Larutan: campuran homogen dari dua atau lebih zat (unsur/molekul)
Koloid: suatu bentuk campuran yang keadaannya terletak antara larutan dan suspensi
(campuran kasar)
Destilasi: pemisahan zat berdasarkan perbedaan titik didihnya
Penyaringan: proses pemisahan dari campuran heterogen yang mengandung cairan dan
partikel-partikel padat dengan menggunakan media filter yang hanya meloloskan
cairan dan menahan partikel-partikel padat
Ikatan ion: ikatan antara dua macam ion (kation dan anion) oleh gaya-gaya elektrostatik
Coulomb
Larutan yang dapat menghantarkan arus listrik: larutan elektrolit
Larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik: larutan nonelektrolit
Reaksi ionisasi atau proses ionisasi: suatu proses perubahan atom atau kelompok atom
netral menjadi atom bermuatan listrik (ion) akibat dari penambahan atau
pengurangan elektron dari atom tersebut
Atom bermuatan negatif: jika suatu atom menangkap sejumlah elektron dari atom lain
(ion negatif = anion)
Atom bermuatan positif: atom melepaskan sejumlah elektron yang dimilikinya (ion
positif = kation)
Molalitas: satuan dari konsentrasi yang menyatakan jumlah mol zat yang terdapat pada
1000 gram pelarut
Molaritas: jumlah mol zat terlarut dalam 1 liter larutan
Fraksi mol: menyatakan perbandingan mol salah satu komponen dengan jumlah mol
semua komponen-komponen
Asam: suatu zat yang jika dilarutkan ke dalam air akan menghasilkan ion hidronium (H+)
Basa: suatu senyawa yang jika dilarutkan ke dalam air akan menghasilkan ion OH
Garam: adalah suatu senyawa yang terbentuk dari reaksi antara asam dan basa dan
reaksinya disebut reaksi netralisasi
170
pH: derajat keasaman yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman atau kebasaan
yang dimiliki oleh suatu larutan
vakuola: merupakan organel dalam sel yang berisi cairan
Mikrotubulus: tabung berongga dengan diameter 25 nm dengan panjang tubuh antara 200
nm sampai 25 μm
Enzim: protein tunggal atau gabungan dari protein dan senyawa non-protein yang hanya
dapat dihasilkan makhluk hidup
Hormon: hormaen yang berarti menggerakkan. Hormon merupakan suatu zat yang
dihasilkan oleh suatu bagian dalam tubuh. Organ yang berperan dalam sekresi
hormon dinamakan kelenjar endokrin
Difusi: merupakan perpindahan partikel zat dari larutan berkonsentrasi tinggi ke larutan
berkonsentrasi rendah
Osmosis: adalah perpindahan air melalui membrane permeabel selektif dari bagian yang
lebih encer ke bagian yang lebih pekat
171
DAFTAR PUSTAKA
Kamaludin, Agus. Cara Cepat Kuasai Konsep KIMIA dalam 8 Jam SMA Kelas X.
Yogyakarta: Penerbit Andi.
Rahayu, I. 2009. Praktis Belajar Kimia, Untuk Kelas X Sekolah Menengah Atas/Madrasah
Aliyah. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p 210.
Setyawati, A. A. Kimia: Mengkaji Fenomena Alam Untuk Kelas X SMA/MA. Pusat
Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 186.
Utami, B. A. N. Catur Saputro, L. Mahardiani, dan S. Yamtinah, Bakti Mulyani. 2009.
Kimia : Untuk SMA/MA Kelas X. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan
Nasional, Jakarta, p. 250.
http://www.softilmu.com/2013/04/pengertian-unsur-kimia.html
https://medlinkup.wordpress.com/2011/10/09/pengertian-perbedaan-atom-molekul-ion-
unsur-senyawa-campuran/
https://zonaliakimiapasca.wordpress.com/kimia-kelas-x/semester-2/1-larutan-elektrolit-
dan-non-elektrolit/3-teori-ionisasi/
http://safi-tri.blogspot.co.id/2011/08/struktur-atom-bilangan-kuantum-dan.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Model_Bohr
http://www.nafiun.com/2013/03/teori-hukum-triade-dobereiner-sistem-periodik-
kelemahan.html
http://kelompok11kimia.blogspot.co.id/2012/08/penyaringan-dan-pengkristalan.html
http://fandy-irfan99.blogspot.co.id/2013/02/pengertian-dan-bagian-bagian-sel.html
http://images.foobar.cd/gallery/galliumcrystals/dscn0236.png
http://kliksma.com/2015/04/proses-penyulingan-air.html
http://www.maribelajarbk.web.id/2015/03/jenis-jenis-koloid-dan-contohnya.html
http://dynamic-expansion.blogspot.co.id/2016/04/perkembangan-sistem-perodik-
unsur.html
http://sapakabar.blogspot.co.id/2015/01/reaksi-ionisasi-dan-rumus-umum-reaksi-
ionisasi.html
http://xsact.blogspot.co.id/2011/12/unsur-logam-non-logam-semi-logam.html
https://www.naturamediterraneo.com/forum/topic.asp?TOPIC_ID=159260
172
http://www.pelajaransekolah.net/2016/05/pengertian-campuran-dan-macam-macam-
jenis-campuran-serta-contoh-campuran-dalam-kehidupan-sehari-hari.html
http://hisham.id/2015/08/pengertian-mitokondria.html
http://www.ilmudasar.com/2017/04/Pengertian-Struktur-Fungsi-Bagian-Inti-Sel-Nukleus-
adalah.html
http://woocara.blogspot.co.id/2015/10/pengertian-badan-golgi-dan-fungsi-badan-
golgi.html
http://www.biologi-sel.com/2013/02/retikulum-endoplasma-re.html
http://www.nafiun.com/2012/11/struktur-dan-fungsi-membran-sel-plasma.html
http://www.perpusku.com/2015/12/pengertian-sel-dan-bagian-bagiannya.html
http://www.pintarbiologi.com/2014/11/sejarah-penemuan-sel.html
http://www.nafiun.com/2012/11/struktur-dan-fungsi-badan-mikro-gambar.html
Atkins' Physical Chemistry, 7th Ed. by Julio De Paula, P.W. Atkins ISBN 0-19-879285-9
http://gracertrgg.blogspot.co.id/2014/11/retikulum-endoplasma.html
http://newpcairport.com/study/chromosome-worksheet.html
http://thekingslau.blogspot.co.id/2016/05/pengertian-dan-macam-macam-campuran.html
https://melajr.wordpress.com/page/3/
https://konsep-kimia.blogspot.co.id/2016/08/penggolongan-larutan-berdasarkan-daya-
hantar-listrik.html
https://www.slideshare.net/rilika/biologi-organel-sel-11-sma-semester-1
http://www.firdaus45.com/2015/11/pengertian-dan-fungsi-ribosom-menurutu.html
http://www.nafiun.com/2012/11/struktur-sel-eukariotik-gambar-fungsi-organel.html
https://www.plengdut.com/ikatan-ion/854/contoh-contoh-lambang-titik-elektron-lewis/
https://id.aliexpress.com/popular/buchner-funnel-filtration-filter.html
http://miftakhulriska.blogspot.co.id/p/sublimasi.html
http://marlisadarwi.blogspot.co.id/2015/08/
173
http://segerahamil.blogspot.co.id/2012/11/transpor-pasif-difusi-osmosis.html
http://biologipedia.blogspot.co.id/2010/12/osmosis.html
174
BIODATA PENULIS
Noor Hudallah Lahir di Jepara Oktober 1964. Menjadi dosen di
Program Studi S-1 Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri
Semarang (Unnes) sejak 1 Januari 1989 dan Program Pascasarjana
Unnes.
Pendidikan Sekolah Dasar (SD) ditempuh di SDN Gemulung
Pecangaan Jepara, lulus 1976. Lulus dari Sekolah Menengah Pertama
(SMP) Negeri Krasak Pecangaan Jepara pada tahun 1980. Sekolah Menengah Atas (SMA)
ditempuh di SMA Pemda Pecangaan, lulus tahun 1983.
Jenjang S1 diselesaikan pada tahun 1988 dari IKIP Semarang (sekarang Unnes) dari
Jurusan Pendidikan Teknik Elektro. Jenjang S2 ditempuh di jurusan Teknik Elektro
Universitas Gadjah Mada (UGM), lulus tahun 2002. Selanjutnya jenjang S3 diselesaikan
di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengambil program studi Administrasi
Pendidikan.
Cukup banyak pengalaman mengajarnya selain di Unnes, di antaranya pernah mengajar di
SMA Taman Siswa (Taman Madya) Semarang, STM Negeri Kendal, SMTIK PIKA, LPDI
PIKA, Universitas Raden Fattah (Unisfat) Demak, Universitas Wahid Hasyim (Unwahas)
Semarang dan Magistes Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga.
Selain buku IPA Terapan, buku lain yang sudah ditulis adalah Teknik Penerangan yang
diterbitkan oleh Unnes Press.
Agus Suryanto Lahir di Semarang 1967. Menjadi dosen di Program
Studi S-1 Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Semarang
(Unnes) sejak 1992.
Pendidikan Sekolah Dasar (SD) Sekolah Menengah Pertama (SMP)
dan Sekolah Menengah Atas (SMA) ditempuh di Semarang.
Lulus S1 dari IKIP Semarang (sekarang Unnes) dari Jurusan
Pendidikan Teknik Elektro dan S2 lulus dari di Jurusan Teknik
Elektro Universitas Gadjah Mada (UGM). Saat ini sedang menempuh jenjang S3 di
Universitas Negeri Semarang mengambil Program Studi Manajemen Pendidikan.
175
Rusiyanto Lahir di Banyumas 1974. Menjadi dosen di Program Studi
S-1 Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Semarang (Unnes)
sejak 1999.
Pendidikan Sekolah Dasar (SD) Sekolah Menengah Pertama (SMP)
dan Sekolah Menengah Atas (SMA) ditempuh di Banyumas.
Lulus S1 dari Teknik Mesin Universitas Negeri Semarang tahun 1998
dan lulus S2 dari di Jurusan Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada
(UGM) tahun 2005.
176
177