The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku ini beisikan tentang segala aspek mengenai Landasan Psikologi dan Pedagogik Layanan Bimbingan dan Konseling

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by , 2022-04-03 02:53:22

Buku Bimbingan dan Konseling

Buku ini beisikan tentang segala aspek mengenai Landasan Psikologi dan Pedagogik Layanan Bimbingan dan Konseling

Keywords: Bimbingan konesling,psikologi,pedagogik

(9)Bertengkar/berdebat,

(10) Membenarkan diri,

(11) Mengalihkan topik,

(12) Menghibur untuk mengalihkan pembicaraan.

11) Keterampilan Meringkas
Menurut Kathryan Geldard & David Geldard

(2011:133) merangkum adalah merefleksikan inti dari
percakapan. Rangkuman berfungsi mengumpulkan poin-poin
penting dari isi pembicaraan, serta melibatkan perasaan-
perasaan yang telah di utarakan konseli. Sering kali konseli
dalam berbicara kurang sistematis, banyak ide dan
perasaannya yang bertebar, sehingga jika dibiarkan konselor
sendiri akan kehilangan fokus pembicaraan, oleh karena itu
konselor dituntut untuk dapat meringkaskan pembicaraan
konseli. Meringkas pembicaraan akan berguna baik bagi
konselor maupun bagi konseli, yaitu adanya kejelasan fokus
pembicaraan serta membantu dalam menentukan arah
wawancara. Ringkasan ini dapat dilakukan secara pereodik,
dapat pula dilakukan diakhir wawancara. Membuat ringkasan
atau rangkuman adalah sesuatu yang perlu dilakukan dari
waktu ke waktu selama sesi konseling supaya konseli dapat
mengutarakan gagasan mereka. Keterampilan meringkas
pembicaraan ini banyak bergantung pada keterampilan
parafrase dan refleksi perasaan. Tujuan dari meringkas adalah
supaya konseli merasa ada kemampuan dalam mengadakan
eksplorasi tentang ide dan perasaan, serta menyadari adanya

45
Landasan Psikologi dan Pedagogik Layanan BK

kemajuan dalam belajar dan memecahkan masalah. Bagi
konselor meringklas berfungsi sebagai bukti yang efektif
tentang ketepatan pengamatan konselor.
Keterampilan meringkas ini dinyatakan dalam bentuk
pemberian respon dengan membuat rangkuman secara tepat
terhadap semua pembicaraan yang diungkapkan. Untuk itu
konselor harus mampu menyimak seluruh pembicaraan
bersama konseli dengan baik dan kemudian membuat
rangkumannya untuk selanjutnya disampaikan sebagai respon
konselor terhadap konseli. Keterampilan merangkum yang
baik dan tepat dapat memberikan dampak psikologis adanya
rasa diterima, dihargai, dan diakui yang pada gilirannya dapat
menunjang proses konseling selanjutnya.

F. PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK MENUJU
KEDEWASAAN DARI SEGI PSIKOLOGIS
Secara umum, dapat diartikan bahwa perkembangan
merupakan pola perubahan yang dimulai pada saat konsepsi
(pembuahan) dan berlanjut di sepanjang rentang kehidupan.
Kebanyakan perkembangan melibatkan pertumbuhan, meskipun
perkembangan juga meliputi penurunan. (Purnomo 2010)
menyebutkan bahwa perkembangan manusia merupakan suatu studi
ilmiah tentang pola- pola perubahan dan stabilitas di sepanjang
rentang kehidupan manusia. Hal itu menunjukkan bahwa manusia
mengalami perubahan dalam beberapa hal, misalnya dalam hal tinggi
dan berat badan, perbendaharaan kata, dan kematangan berpikir. Akan
tetapi, ada pula hal-hal yang cenderung menetap, seperti temperamen
dan kepribadian.

46
Landasan Psikologi dan Pedagogik Layanan BK

Lebih lanjut, perkembangan bersifat sistematis, artinya
perkembangan bersifat berkesinambungan dan terorganisir (Papalia
dkk, 2009). Kita ambil saja contohnya perkembangan bicara pada
anak. Kemampuan bicara diperoleh melalui perkembangan yang
bertahap dan saling berhubungan, mulai dari membuat bunyi-bunyi
suara, misalnya “aaa... ooo ... uuu”; berceloteh, misalnya “mamama ...
tatata”; berbicara dengan satu kata, misalnya “mama ... papa” hingga
berbicara dengan dua sampai banyak kata. Tidak ada perkembangan
bicara yang dimulai dari berbicara dengan satu kata terlebih dahulu,
baru kemudian membuat bunyi-bunyi suara!

Perkembangan juga bersifat adaptif, artinya perkembangan
terjadi untuk menghadapi kondisi-kondisi dalam kehidupan (Papalia
dkk., 2009). Misalnya, mengapa bayi kemudian bisa berjalan? Hal itu
tentulah untuk mendukung proses mobilitas si bayi karena sejalan
dengan bertambahnya.

1) Psikologi Perkembangan Anak
usia, keinginan eksplorasi seseorang akan semakin

meningkat dan tidak mungkin baginya untuk terus
mengandalkan orang lain untuk berpindah dari satu tempat ke
tempat yang lain.

Selain adanya proses yang bersifat universal dalam
perkembangan, setiap orang juga memiliki perbedaan
individual. Perbedaan-perbedaan tersebut akan mempengaruhi
perkembangan dan hasil perkembangan. Sebagai contoh,
manusia bisa berbeda dalam jenis kelamin, tinggi dan berat
badan, kesehatan dan tingkat energi, inteligensi, kepribadian,
temperamen, dan reaksi emosional. Konteks di mana
seseorang tinggal juga berbeda, seperti rumah, masyarakat
tempat kita tinggal, hubungan yang kita punya, jenis sekolah

47
Landasan Psikologi dan Pedagogik Layanan BK

yang dimasuki, serta cara seseorang menggunakan waktu
luang (Papalia, dkk., 2009).

Mengapa satu orang dapat berbeda dari orang yang lain?
Jawabannya adalah karena perkembangan bersifat kompleks
dan faktor-faktor yang mempengaruhi tidak dapat selalu
diukur secara tepat atau bahkan ditemukan. Ilmuwan sekalipun
tidak dapat menjawab pertanyaan itu sepenuhnya.
Bagaimanapun, para ilmuwan belajar banyak tentang apa yang
orang butuhkan untuk berkembang secara normal, bagaimana
mereka bereaksi terhadap berbagai pengaruh yang ada di luar
dan di dalam dirinya, serta bagaimana mereka dapat mencapai
potensi mereka sebaik-baiknya. Berikut ini akan dipaparkan
sejumlah faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan
seseorang.

Manusia adalah makhluk sosial. Sejak awal, mereka
berkembang dalam konteks sosial. Secara umum, konteks
yang langsung berhubungan dengan seorang bayi adalah
keluarga. Pada gilirannya, keluarga adalah bagian dari
pengaruh perubahan yang lebih besar, yang meliputi
lingkungan tempat tinggal dan masyarakat luas (Papalia, dkk.,
2009).

2) Pengertian Psikologi Perkembangan peserta Didik
Dewasa ini psikologi merupakan suatu disiplin ilmu yang

sangat besar manfaatnya bagi kehidupan manusia. Memang,
semua disiplin ilmu ada manfaatnya, tetapi tidak ada suatu
disiplin ilmu seperti psikologi yang mampu menyentuh hampir
seluruh dimensi kehidupan manusia (Samio 2018).

48
Landasan Psikologi dan Pedagogik Layanan BK

Betapa tidak, teori-teori dan riset psikologi telah digunakan
dan diaplikasikan secara luas dalam berbagai lapangan
kehidupan, seperti ekonomi, kesehatan, pendidikan dan proses
pembelajaran, industri, perdagangan, sosial-kemasyarakatan,
politik, kesehatan, dan bahkan agama. Karena itu, tidak
berlebihan kiranya kalau Bapak prof. Dr. H. Kadirun Yahya,
M.sc., seorang ahli tasawuf (dalam Hanna Djumhana
Bastaman, 1997), menyatakan bahwa “psikologi di mana saja
terpakai, walaupun engkau sebagai apa saja di atas dunia ini
....”

Psikologi menempatkan manusia sebagai objek kajiannya.
Manusia sendiri adalah makhluk individu sekaligus makhluk
sosial. Menyadari posisi manusia yang demikian, maka secara
lebih jelas ,yang menjadi objek kajian psikologi modern
adalah manusia serta aktivitas-aktivitas mentalnya dalam
interaksi dengan Makna Psikologis Perkembangan Peserta
Didik (Drs. Mamin Suparmin, M.Kes.)

lingkungan. Interaksi dengan lingkungannya mencakup
wilayah yang sangat luas dan beragam.

Sesuai dengan keragaman wilayah interaksi manusia
dengan lingkungan itu, maka muncullah cabang-cabang
psikologi. Secara umum, psikologi dapat dibedakan menjadi
dua cabang, yaitu psikologi teoretis dan psikologi terapan.
Psikologi teoretis dapat pula dibedakan atas dua bagian, yaitu
psikologi umum dan psikologi khusus.
1) Psikologi umum adalah psikologi teoretis yang

mempelajari aktivitas- aktivitas mental manusia yang
bersifat umum dalam rangka mencari dalil-dalil umum
dan teori-teori psikologi.

49
Landasan Psikologi dan Pedagogik Layanan BK

2) psikologi khusus adalah psikologi teoretis yang
menyelidiki segi-segi khusus aktivitas mental manusia.
Psikologi khusus ini terdiri dari:

- Psikologi perkembangan, mengkaji perkembangan
tingkah laku dan aktivitas mental manusia sepanjang
rentang kehidupannya, mulai dari masa konsepsi hingga
meninggal dunia.

- Psikologi sosial, mengkaji aktivitas mental manusia dalam
kaitannya dengan situasi sosial.

- Psikologi kepribadian, mengkaji struktur kepribadian
manusia sebagai satu kesatuan utuh.

- Psikologi abnormal, mengkaji aktivitas mental individu
yang tergolong abnormal.

- Psikologi diferensial, menguraikan tentang perbedaaan-
perbedaan antar individu.

Psikologi khusus kemungkinan akan terus
berkembang sesuai dengan situasi dan kebutuhan. Karena
itu tidak tertutup kemungkinan akan bermunculan cabang-
cabang psikologi khusus lainnya, seperti psikologi
perkembangan peserta didik

Mengacu pada pengertian dan pembagian psikologi
sebagaimana diuraikan di atas, maka dapat dipahami
bahwa psikologi perkembangan peserta didik adalah
bidang kajian psikologi perkembangan peserta didik
adalah bidang kajian psikologi perkembangan yang secara
khusus mempelajari aspek-aspek perkembangan individu
yang berada pada tahap usia sekolah dasar dan sekolah
menengah.”

50
Landasan Psikologi dan Pedagogik Layanan BK

3) Tujuan Psikologi Perkembangan Peserta Didik
Sebagai sebuah disiplin ilmu dan mata kuliah kelompok

dasar keguruan (MKDK) yang diberikan kepada mahasiswa
calon pendidik di LPTK, maka psikologi perkembangan
peserta didik bertujuan:
1) Memberikan, mengukur dan menerangkan perubahan

dalam tingkah laku serta kemampuan yang sedang
berkembang sesuai dengan tingkat usia dan yang
mempunyai ciri-ciri universal, dalam artian yang berlaku
bagi anak-anak di mana saja dan dalam lingkungan sosial-
budaya mana saja.
2) Mempelajari karakteristik umum perkembangan peserta
didik, baik secara fisik, kognitif, maupun psikososial.
3) Mempelajari perbedaan - perbedaanya yang bersifat
pribadi pada tahapan atau masa perkembangan tertentu.
4) Mempelajari tingkah laku anak pada lingkungan tertentu
yang menimbulkan reaksi yang berbeda.
5) Mempelajari penyimpangan tingkah laku yang dialami
seseorang, seperti kenakalan-kenakalan, kelainan-kelainan
dalam fungsionalitas inteleknya, dan lain-lain.

4) Manfaat Psikologi Perkembangan Peserta Didik
Sebagaimana telah disebutkan di atas, psikologi

perkembangan peserta didik adalah sebuah disiplin ilmu yang
secara khusus mempelajari tentang perkembangan tingkah
peserta didik dalam interaksinya dengan lingkungan. Oleh
sebab itu, banyak manfaat yang akan diperoleh guru atau calon
guru dalam mempelajari perkembangan peserta didik ini, di
antaranya:

51
Landasan Psikologi dan Pedagogik Layanan BK

1) Dengan pengetahuan tentang perkembangan peserta didik,
seorang guru akan dapat memberikan harapan yang
realistis terhadap anak dan remaja. Ini adalah penting,
karena jika terlalu banyak yang diharapkan pada anak usia
tertentu, anak mungkin akan mengembangkan perasaan
tidak mampu jika ia tidak mencapai standar yang
ditetapkan orangtua atau guru. Sebaliknya, jika terlalu
sedikit yang diharapkan dari mereka, mereka akan
kehilangan rangsangan untuk lebih mengembangkan
kemampuannya. Di samping itu, ia juga akan merasa tidak
senang terhadap orang yang menilai rendah kemampuan
mereka. Dari psikologi perkembangan kita akan
mengetahui pada usia berapa anak mulai berbicara dan
kapan anak sekolah mulai mampu berpikir abstrak.
Meskipun psikologi perkembangan hanya memberikan
gambaran umum tentang perkembangan anak. Tetapi
bagaimanapun pengetahuan ini akan sangat membantu
kita mengetahui apa yang diharapkan dari kekhasan
masing-masing anak secara pribadi.

2) Pengetahuan tentang perkembangan dapat membantu kita
dalam memberikan respons yang tepat terhadap perilaku
tertentu seorang anak. Psikologi perkembangan dapat
membantu menjawab pertanyaan- pertanyaan yang
berkaitan dengan arti dan sumber pola berpikir perasaan,
dan tingkah laku anak.

3) Pengetahuan tentang perkembangan peserta didik dapat
membantu guru mengenali kapan perkembangan normal
yang sesungguhnya dimulai. Dengan pengetahuan tentang
perkembangan normal ini, guru bisa menyusun pedoman

52
Landasan Psikologi dan Pedagogik Layanan BK

dalam bentuk skala tinggi-berat, skala usia-berat, skala
usia-mental, dan skala perkembangan sosial atau
emosional. Karena pola perkembangan untuk semua anak
nor mal hampir sama, ada kemungkinan untuk
mengevaluasi setiap anak menurut norma usia anak
tersebut. Jika perkembangan itu khas, berarti anak itu
menyesuaikan diri secara normal terhadap harapan
masyarakat. Sebaliknya, jika terdapat penyimpangan dari
pola yang normal, hal ini dapat dianggap sebagai tanda
bahaya adanya penyesuaian kepribadian, emosional atau
sosial yang buruk. Kemudian dapat diambil langkah-
langkah tertentu untuk menemukan penyebab
penyimpangan ini dan menyembuhkannya.
4) Dengan mengetahui pola nornal perkembangan,
memungkinkan para guru untuk sebelumnya
mempersiapkan anak menghadapi perubahan yang akan
terjadi pada tubuh, perhatian dan perilakunya.
5) Pengetahuan tentang perkembangan memungkinkan para
guru memberikan bimbingan belajar yang tepat kepada
anak. Bayi yang siap untuk belajar berjalan misalnya,
dapat diberikan kesempatan untuk melakukannya dan
dorongan untuk tetap berusaha hingga kepandaian
berjalan dapat dikuasai. Tidak adanya kesempatan dan
dorongan akan menghambat perkembangan yang normal.
6) Studi prkembangan dapat membantu kita memahami diri
sendiri. Melalui psikologi perkembangan kita akan
mendapatkan wawasan dan pemahaman perjalanan hidup
kita sendiri (sebagai bayi, anak, remaja atau dewasa),
seperti bagaimana hidup kitta kelak ketika kita bertumbuh

53
Landasan Psikologi dan Pedagogik Layanan BK

sepanjang tahun-tahun dewasa (sebagai orang dewasa
tengah baya, sebagai orang dewasa tua). Singkatnya,
mempelajari psikologi perkembangan akan memberikan
banyak informasi tentang siapa kita, bagaimana kita dapat
seperti ini, dan kemana masa depan akan membawa kita.
Dengan demikian jelas betapa besar kegunaan
mempelajari psikologi perkembangan peserta didik bagi
guru. Dengan psikologi perkembangan peserta didik
memungkinkan guru memberikan bantuan dan pendidikan
yang tepat sesuai dengan pola-pola dan tingkat-tingkat
perkembangan anak. Lebih dari itu pengetahuan mengenai
psikologi perkembangan peserta didik akan dapat
menimbulkan kesadaran terhadap diri sendiri, sehingga
dapat melaksanakan tugas-tugas perkembangan dengan
baik.

G. HAKIKAT LANDASAN PEDAGOGIK
Pedagogik merupakan suatu ilmu yang bersifat fundamental

yang dijadikan sebagai dasar dalam melaksanakan pendidikan. Dalam
perkembangannya pedagogik saat ini sudah tidak lagi dipandang
suatu ilmu yang hanya terbatas pada hal yang bersifat praksis dan
pembahasan sempit lainnya yang akan membuat pedagogik sebagai
suatu ilmu lepas dari esensinya, melainkan lebih jauh dan lebih dalam
dipandang suatu ilmu yang memiliki prinsip-prinsip secara teoritis
dan bernuansa filosofis dalam membangun pilar-pilar kehidupan umat
manusia. Artinya, bahwa pedagogik sebagai suatu ilmu terikat dengan
manusia dan seluruh dimensi didalamnya, sehingga berdasarkan hal
tersebut, persoalan manusia merupakan tema sentral dan titik tolak
dalam memaknai pendidikan. Selain itu, pedagogik sebagai suatu

54
Landasan Psikologi dan Pedagogik Layanan BK

ilmu, dibangun berdasarkan struktur fundamental yang jelas dengan
didasarkan pada landasan yang tidak hanya bersifat konseptual,
melainkan kontekstual dan filosofis serta dimensi-dimensi lain
didalamnya. Dalam konteks ke Indonesiaan, pedagogik Indonesia
didasarkan pada fundamen yang bersifat prinsipal bagi
pengembangannya, yaitu didasarkan pada nilai-nilai yang berakar dari
filsafat pancasila sebagai filsafat bangsa Indonesia (Abarca 2021).

Kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola
pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap
peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi
hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk
mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya .

Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan guru dalam
pengelelolaan pembelajaran peserta didik, meliputi:
1) Pemahaman wawasan atau landasan pendidikan,
2) Pemahaman terhadap peserta didik,
3) Pengembangan kurikulum/silabus,
4) Perancangan pembelajaran,
5) Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis,
6) Pemanfaatan teknologi pembelajaran,
7) Evaluasi hasil belajar (EHB),
8) Pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai

potensi yang dimilikinya.

Dengan demikian tampak bahwa kemampuan pedagogik bagi
guru bukanlah hal yang sederhana, karena kualitas guru haru di atas
rata-rata. Kualitas ini dapat dilihat dari aspek intelektual yang
meliputi :
1) Logika

55
Landasan Psikologi dan Pedagogik Layanan BK

2) Etika
3) Estetika

Guru secara terus menerus belajar sebagai upaya melakukan
pembaharuan atas ilmu yang dimilikinya, yaitu dengan cara sering
melakukan penelitian baik melalui kajian pustaka, maupun melakukan
penelitian seperti penelitian tindakan kelas. Sehingga guru dapat
dikatakan profesional apabila dapat menjalankan tugas dan
kewajibannya dengan baik.

H. PELAYANAN PROFESIONAL SEPERTI PEDAGOGIK
DAPAT MEMINIMALISIR KESALAHPAHAMAN TENTANG
BK DI SEKOLAH
Dalam pelayanan profesional seperti pedagogik, guru
bimbingan konseling merupakan seorang konselor yang akan dituntut
untuk profesional dalam mengerjakan pelayanan konseling kepada
kliennya. Hal tersebut merupakan wujud motivasi altruistic yang
dimiliki guru bimbingan konseling tersebut. Klien yang menjadi
sasaran pelayanan bimbingan konseling di sekolah adalah siswa-siswi
yang berada di sekolah tersebut. Hal tersebut dilakukan oleh guru
bimbingan konseling karena siswa sangat membutuhkan arahan
seperti apa baiknya ke depan, begitu juga dengan siswa yang sedang
mencari jati diri, dan siswa yang memang belum memahami dirinya
secara utuh. Siswa-siswa seperti inilah yang layak mendapatkan
bantuan dari seorang guru bimbingan konseling untuk menyelesaikan
masalah belajarnya baik di rumah maupun di sekolah dan masalah
yang berkaitan dengan kehidupannya (Yeni Karneli 2021).
Akan tetapi, dalam pelaksanaannya guru-guru bimbingan
konseling banyak menerima persepsi yang kurang baik. Siswa siswi
56

Landasan Psikologi dan Pedagogik Layanan BK

banyak yang tidak mau memahami dan mengerti tentang BK yang
sebenarnya dan seberapa pentingnya BK ada di sekolah. Karena
banyak siswa yang sudah menerima informasi-informasi negatif yang
sudah membudaya di kalangan para siswa. Hal tersebut terjadi karena
kemungkinan guru BK saat bersosialisasi tampil dengan gayanya
yang kurang familiar dan kurang komunikatif. Padahal inti dari proses
konseling yang dilakukan di sekolah bertujuan untuk membantu
menangani masalah psikologis siswa dan siswi yang ada di sekolah
tersebut. Seperti siswa yang tidak tenang, stress, trauma, frustasi,
konflik, depresi, dan segala hal yang menyangkut kondisi mental para
siswa. Namun, yang menjadi objek utama konseling guru BK hanya
tertuju kepada kenakalan para siswa. Kemudian gaya guru BK yang
kurang familiar dan terkesan tidak ramah membuat para siswa takut
untuk konseling. Karena itu perlu adanya pemahaman yang jelas
mengenai makna Bimbingan Konseling yang sebenarnya. Agar setiap
siswa bisa mendapat bantuan dalam menangani masalah
psikologisnya dan proses pembelajaran dapat dilakukan dengan
maksimal.

Kemudian anggapan negatif lainnya adalah siswa yang
didatangkan kepada guru BK hanya siswa yang bermasalah saja.
Karena siswa yang sering bermasalah dengan peraturan sekolah
sering menjadi bulan-bulanan guru BK. Ketika seorang siswa
melakukan pelanggaran di sekolah, maka siswa tersebut akan
langsung dihukum oleh guru BK dan jika siswa tersebut kembali
mengulanginya maka ia akan menjadi langganan guru BK. Padahal
bukan hanya siswa yang bermasalah saja yang dapat didatangkan
kepada guru BK. Tohirin (2007 : 3), mengatakan bahwa secara umum
masalah-masalah yang dihadapi oleh siswa adalah masalah-masalah
pribadi, masalah belajar, masalah pendidikan, masalah karir atau

57
Landasan Psikologi dan Pedagogik Layanan BK

pekerjaan, penggunaan waktu luang dan masalah-masalah sosial.
Guru BK tentu harus memahami bidang apa permasalahan siswa
tersebut. Guru BK membantu penyelesaian masalah siswa sesuai
dengan bidang masalah tersebut. Konseling yang dilakukan oleh
sekolah tidak hanya untuk siswa yang melanggar peraturan, tetapi
juga untuk membantu menyelesaikan masalah-masalah lain yang
dialami siswa seperti masalah hubungan dengan guru kelas, masalah
hubungan dengan teman, sampai masalah pribadi yang dapat
menghambat kelancaran proses pembelajaran di sekolah.

Kompetensi pedagogik adalah kemampuan guru dalam
mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman
terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran,
evaluasi hasil belajar dan pengembangan peserta didik untuk
mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Dalam
pelayanan profesional seperti pedagogik ini, guru dapat
meminimalisisr kesalahpahaman tentang BK adalah yang pertama,
dengan cara menguasai teori dan praksis pendidikan. Untuk dapat
menguasai teori dan praksis pendidikan ini ada tiga hal yang harus
dilakukan, yaitu menguasai ilmu pendidikan dan landasan
keilmuannya. Kemudian, mengimplementasikan prinsip-prinsip
pendidikan dan proses pembelajaran. Lalu, menguasai landasan
budaya dalam praksis pendidikan.

Dalam meminimalisir kesalahpahaman tentang BK yang
kedua adalah dengan mengaplikasikan perkembangan fisiologis dan
psikologis serta perilaku. Untuk dapat mengaplikasikan
perkembangan fisiologis dan psikologis serta perilaku tersebut perlu
mengaplikasikan kaidah-kaidah perilaku manusia, perkembangan
fisik, dan psikologis individu terhadap peserta didik. Kemudian,
mengaplikasikan kaidah-kaidah keperibadian, individualistis, dan

58
Landasan Psikologi dan Pedagogik Layanan BK

perbedaan guru terhadap peserta didik dalam upaya pendidikan. Lalu,
mengaplikasikan kaidah-kaidah belajar terhadap peserta didik dalam
upaya pendidikan. Selain itu, perlu juga mengaplikasikan kaidah-
kaidah keberbakatan terhadap peserta didik dalam upaya pendidikan.
Dan yang terakhir, mengaplikasikan kaidah-kaidah kesehatan mental
terhadap peserta didik dalam upaa pendidikan.

Kemudian yang ketiga, dalam meminimalisir kesalahpahaman
tentang BK, yaitu dengan Menguasai esensi pelayanan bimbingan
konseling dalam jalur, jenis dan satuan pendidikan. Untuk menguasai
esensi pelayanan bimbingan konseling dalam jalur, jenis, dan satuan
pendidikan, perlu menguasai esensi pembelajaran pada satuan jalur
pendidikan formal, nonformal dan informal. Lalu, menguasai esensi
pembelajaran pada satuan jalur pendidikan umum, kejuruan,
keagamaan, dan khusus. Selain itu, perlu juga menguasai esensi
pembelajaran pada satuan jalur pendidikan usia dini, dasar,
menengah, dan tinggi.

I. PENERAPAN KOMPETENSI PEDAGOGIK AGAR
PENGELOLAAN PROSES PELAYANAN BIMBINGAN DAN
KONSELING YANG DIBERIKAN KEPADA SISWA
BERJALAN DENGAN BAIK
Dalam penerapan kompetensi pedagogik guru bimbingan
konseling di dunia pendidikan berperan kompleks. Karena seorang
guru BK diharapkan dapat membantu konseli merubah perilaku dan
persepsi dirinya untuk memenuhi keseimbangan aspek pribadi, sosial,
pendidikan, dan karirnya. Dalam membantu konseli untuk
mengembangkan potensi secara optimal membutuhkan guru BK yang
memahami akan kompetensi dan kualitas yang dimilikinya. Selain itu,
dapat menjalankan teori dan praksis pendidikan terutama pada esensi

59
Landasan Psikologi dan Pedagogik Layanan BK

layanan bimbingan dan konseling. Para konselor seperti guru BK
dituntut untuk bekerja lebih profesional dan maksimal, mengingat
tantangan dan permasalahan pendidikan dewasa ini semakin
kompleks dan berat.

Menurut Anisah (2016, p. 59), kompetensi pedagogik
berkaitan dengan pengelolaan proses pelayanan bimbingan dan
konseling yang diberikan kepada siswa. Jika kompetensi pedagogik
dan profesional dari guru BK dilakukan kurang optimal, maka akan
menimbulkan kesenjangan antara harapan siswa dan kenyataan dalam
layanan Guru BK di lapangan. Layanan bimbingan dan konseling
yang diharapkan dalam pelaksanaannya juga tidak berjalan dengan
optimal. Kemudian guru BK juga akan kehilangan eksistensi konteks
kinerja di sekolah karena tugas dan kewajiban guru BK akan
terbengkalai. Pelayanan yang dilakukan konselor tidak berada dalam
konteks tugas kawasan yang memandirikan individu dalam
pengambilan keputusan guna mencapai perkembangan secara
optimal, mewujudkan kehidupan yang produktif dan sejahtera, serta
untuk menjadi warga masyarakat yang peduli pada kemaslahatan
umum melalui pendidikan (Anisah, 2016, p. 60).

Kompetensi pedagogik dan profesional guru bimbingan dan
konseling dapat dilihat dari kategori kompeten yang dimiliki seorang
guru BK tersebut. Seorang yang memiliki kategori kompeten berarti
sudah mengimplementasikan prinsip-prinsip pendidikan dan proses
pembelajaran, kinerja guru BK dalam menguasai ilmu pendidikan dan
landasan keilmuannya, serta menguasai landasan budaya dalam
praksis pendidikan sudah dikuasai dengan baik dalam
mengimplementasikan layanan bimbingan dan konseling di sekolah
sesuai dengan Permendiknas no. 27 tahun 2008.

60
Landasan Psikologi dan Pedagogik Layanan BK

Selain itu, kompetensi pedagogik dan profesional guru
bimbingan dan konseling dapat dilihat dari kategori diambang. Yang
dimaksud dengan kategori diambang ini adalah kinerja guru BK
dalam mengaplikasikan kaidahkaidah perilaku manusia,
perkembangan fisik dan psikologis individu, kepribadian,
individualitas dan perbedaan konseli, belajar, keberbakatan, serta
kesehatan mental terhadap sasaran pelayanan bimbingan dan
konseling dalam upaya pendidikan sudah cukup dikuasai dalam
mengimplementasikan layanan bimbingan dan konseling di sekolah
sesuai dengan Permendiknas no. 27 tahun 2008.

Kemudian, kompetensi pedagogik dan profesional guru
bimbingan dan konseling dapat dilihat dari kategori berkembang.
Yang dimaksud dengan kategori berkembang ini adalah guru BK
perlu meningkatkan kinerjanya dalam menguasai esensi bimbingan
dan konseling pada satuan jalur pendidikan formal, nonformal
maupun informal, pada satuan jenis pendidikan umum, kejuruan,
keagamaan, dan khusus, serta satuan jenjang pendidikan usia dini,
dasar dan menengah, serta tinggi karena aspek ini berada paling
rendah di antara lainnya dan dinyatakan belum sesuai dengan standar
kompetensi pada Permendiknas no. 27 tahun 2008.

Seseorang yang dapat menguasai kompetensi pedagogik yang
baik adalah seorang yang dapat mencerminkan bahwa seorang
konselor dapat menguasai dan mengimplementasikan asas dan prinsip
bimbingan dan konseling dalam menjalankan layanan bimbingan dan
konseling kompherensif. Untuk itu seorang guru BK perlu lebih
banyak lagi menguasai mengenai penggunaan instrumen sesuai
dengan kebutuhan peserta didik saat ini, menggunakan jenis
instrumen/alat pengumpul data untuk memperoleh informasi
mengenai peserta didik dan menentukan teknik asesmen tes dan non

61
Landasan Psikologi dan Pedagogik Layanan BK

tes pada data yang akan diungkap. Guru BK yang menyusun program
bimbingan dan konseling haruslah berdasarkan fakta dan kesesuaian
antara kebutuhan dan karakteristik konselinya.

Guru bimbingan dan konseling juga perlu melakukan evaluasi
dalam pembuatan program maupun pelaksanaan layanan ataupun
menggunakan hasil evaluasi tersebut sebagai upaya untuk perbaikan.
Karena evaluasi itu sangat penting sebagai bahan intropeksi kelebihan
dan kekurangan atas pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling
agar guru bimbingan dan konseling dapat melakukan pengembangan
program bimbingan dan konseling yang lebih baik.

Seorang guru bimbingan dan konseling juga harus memiliki
komitmen serta menguasai kode etik profesional sebagai guru
bimbingan dan konseling untuk mencapai tujuan, yaitu membantu
mengembangkan potensi konseli secara optimal, mampu memahami
pengembangan metode penelitian, melakukan penelitian dan
memanfaatkan hasil penelitian tersebut sebagai bahan dasar dan
bahan ajar dalam merancang program bimbingan dan konseling.

62
Landasan Psikologi dan Pedagogik Layanan BK

BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN
a. Hakikat Belajar
Sedangkan Hitepeuw (2009) menjelaskan bahwa belajar
merupakan proses perubahan perilaku yang relatif menetap
sebagai hasil dari pengalaman. Perubahan perilaku yang dimaksud
adalah berkaitan dengan dengan perubahan dari sisi kognitif,
afektif, dan psikomotor.

b. Hakikat belajar BK
Bimbingan dan Konseling Belajar merupakan bagian dari BK

perkembangan yang memiliki spesifikasi dan kapasitas untuk
memfasilitasi perkembangan aspek belajar seseorang. Bimbingan
dan Konseling Belajar adalah segala layanan Bimbingan dan
Konseling yang memungkinkan konseli untuk dapat
mengembangkan aspek fisik, psikis & lingkungan belajarnya
sehingga dapat belajar dan berkembang dengan optimal.

c. Hakikat landasan psikologis
Thalib (2010) menjelaskan bahwa psikologi adalah suatu ilmu

mengenai deskripsi dan aplikasi yang digunakan untuk melakukan
interpretasi, prediksi, pengembangan dan peningkatan perilaku
manusia. Mengadakan deskripsi berarti menggambarkan secara
jelas fenomena yang dipersoalkan, menerangkan keadaan atau
kondisi-kondisi yang mendasari terjadinya suatu peristiwa dengan
menggunakan data empiris sebagai basis suatu deskripsi.

63
Landasan Psikologi dan Pedagogik Layanan BK

d. Kajian psikologi yang perlu dikuasai oleh konselor menjadi
1) Konseling Individual
2) Keterampilan konseling
3) Keterampilan komunikasi
4) Keterampilan diagnostic
5) Keterampilan memotivasi
6) Keterampilan manajemen
7) Keterampilan paraphrase
8) Keterampilan mengajukan pertanyaan
9) Keterampilan merefleksikan perasaan
10) Keterampilan mendengarkan konselor harus
pendengar yang aktif
11) Keterampilan meringkas

e. Perkembangan peserta didik menuju kedewasaan dari segi
psikologis
1) Psikologi perkembangan anak
2) Pengertian psikologi perkembangan peserta didik
3) Tujuan psikologi perkembangan pesertaa didik
4) Manfaat psikologi perkembangan peserta didik

f. Hakikat Landasan Pedagogik
Pedagogik merupakan suatu ilmu yang bersifat fundamental

yang dijadikan sebagai dasar dalam melaksanakan pendidikan.
Dalam perkembangannya pedagogik saat ini sudah tidak lagi
dipandang suatu ilmu yang hanya terbatas pada hal yang bersifat
praksis dan pembahasan sempit lainnya yang akan membuat
pedagogik sebagai suatu ilmu lepas dari esensinya, melainkan

64
Landasan Psikologi dan Pedagogik Layanan BK

lebih jauh dan lebih dalam dipandang suatu ilmu yang memiliki
prinsip-prinsip secara teoritis dan bernuansa filosofis dalam
membangun pilar-pilar kehidupan umat manusia. Artinya, bahwa
pedagogik sebagai suatu ilmu terikat dengan manusia dan seluruh
dimensi didalamnya, sehingga berdasarkan hal tersebut, persoalan
manusia merupakan tema sentral dan titik tolak dalam memaknai
pendidikan.

g. Pelayanan profesional seperti pedagogik dapat meminimalisir
kesalahpahaman tentang BK di sekolah
Dalam pelayanan profesional seperti pedagogik, guru
bimbingan konseling merupakan seorang konselor yang akan
dituntut untuk profesional dalam mengerjakan pelayanan
konseling kepada kliennya. Hal tersebut merupakan wujud
motivasi altruistic yang dimiliki guru bimbingan konseling
tersebut. Klien yang menjadi sasaran pelayanan bimbingan
konseling di sekolah adalah siswa-siswi yang berada di sekolah
tersebut. Hal tersebut dilakukan oleh guru bimbingan konseling
karena siswa sangat membutuhkan arahan seperti apa baiknya ke
depan, begitu juga dengan siswa yang sedang mencari jati diri,
dan siswa yang memang belum memahami dirinya secara utuh.
Siswa-siswa seperti inilah yang layak mendapatkan bantuan dari
seorang guru bimbingan konseling untuk menyelesaikan masalah
belajarnya baik di rumah maupun di sekolah dan masalah yang
berkaitan dengan kehidupannya

B. SARAN
Landasan psikologi dan pedagogik layanan BK tentunya harus

dapat memberikan manfaat yang baik pada siswa dan menghasilkan
sifat dan sikap siswa yang baik pula terlepas dari semua permasalahan

65
Landasan Psikologi dan Pedagogik Layanan BK

yang ada. Kami menyadari bahwa makalah ini masih memiliki banyak
kekurangan, sehingga saran dari pembaca sangat dibutuhkan agar
tulisan ini dapat lebih baik lagi kedepannya.

66
Landasan Psikologi dan Pedagogik Layanan BK

DAFTAR PUSTAKA

Abarca, Roberto Maldonado. 2021. “FILOSOFI LANDASAN PEDAGOGIK
BAGI GURU.” Nuevos Sistemas de Comunicación e Información 2013–
15.

Henricus Suparlan, Tin Dels Marce, Welius Purbonuswanto, Utari Sumarmo,
Ahmad Syaikhudin, Tri Andiyanto, Imam Gunawan, Arba’iyah Yusuf,
Nik Muniyati Murshidah Nik Din, Najihah Abd Wahid, Nooreliza Abd
Rahman, Khazri Osman, Nik Muniyati Murshidah Nik Din, Ilmu
Pendidikan, M. E. Kakok Koerniantono2, Fathul Jannah, Suwarto
Stmik, Raharja Tangerang, Jendral Sudirman No, Tut Wuri Handayani,
Ing Madyo, Mangun Karso, Ing Ngarso, Sung Tuladho, Tri Pusat
Pendidikan, Trikon Teori, Pendahuluan Kemampuan, Ki Hajar
Dewantoro, Ki Hajar Dewantoro, Tut Wuri Handayani, Ing Mandyo,
Mangun Karso, Ing Ngarso, Sung Thulodho, Departemen Pendidikan
Indonesia, Tut Wuri Handayani, Metode Penelitian, Munirah Ira,
Berliana Heni Cahyani, Hamzah Junaid, Machful Indra Kurniawan, and
Pepen Supendi. 2015. “METODE PENELITIAN KUALITATIF.”
PEDAGOGIA: Jurnal Pendidikan 2(1):59–70.

Konseling, D. A. N., D. I. Era, and Nurussakinah Daulay. 2019. “Urgensi
Landasan Psikologi.” 9(1):76–88.

KURNIATI, ERISA. 2018. “Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah; Prinsip
Dan Asas.” RISTEKDIK : Jurnal Bimbingan Dan Konseling 3(2):54.
doi: 10.31604/ristekdik.2018.v3i2.54-60.

Nora Yuniar Setyaputri, M. P. n.d. BIMBINGAN DAN KONSELING
BELAJAR (Teori Dan Aplikasnya). 1st ed. BANDUNG.

Pgri, Universitas, and Adi Buana. 2017. “Implementasi Keterampilan
Konseling Dalam Layanan Konseling Individual Ayong Lianawati.”
3:85–92.

Purnomo, Halim. 2010. “Makna Psikologi.”

Samio, Samio. 2018. “Aspek – Aspek Pertumbuhan Dan Perkembangan
Peserta Didik.” Best Journal (Biology Education, Sains and Technology)
1(2):36–43. doi: 10.30743/best.v1i2.791.

Wardhani, Nurnaifah Selvia, Euis Farida, and Eka Sakti Yudha. 2019. “Profil

67

Landasan Psikologi dan Pedagogik Layanan BK

Kompetensi Pedagogik Dan Profesional Guru Bimbingan Dan
Konseling SMA Di Kota Bandung.” Indonesian Journal of Educational
Counseling 3(2):147–54. doi: 10.30653/001.201932.63.
Yeni Karneli, Azmatul Khairiah Sari, Prayitno,. 2021. “Pelayanan
Profesional Guru Bimbingan Konseling Dalam Meminimalisir
Kesalahpahaman Tentang Bimbingan Konseling Di Sekolah.” Journal
Of Education And Teaching Learning (JETL) 3(1):36–49. doi:
10.51178/jetl.v3i1.117.

68
Landasan Psikologi dan Pedagogik Layanan BK


Click to View FlipBook Version
Previous Book
Checking - in
Next Book
PAMERAN BERTEMA - BULAN RAMADHAN