The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

modul ipa lissalmi

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Ica Ica, 2020-10-22 03:50:04

modul

modul ipa lissalmi

Keywords: Klasifikasi Makhluk Hidup

MODUL IPA KELAS 7

IPA KLASIFIKASI
TERPADU MAKHLUK HIDUP

SMP

LISSALMI, S.Pd

KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
modul ini dengan baik.
Tujuan penulisan modul ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas bahan
ajar PPG dan sebagai bentuk profesionalitas guru dalam melaksanakan PBM.
Terimakasih penulis sampaikan kepada :
1. Ibu Miemie, S.Pd. selaku Kepala SMPN 2 Simpang Teritip yang telah
memberikan bimbingan dan arahan.
2. Rekan-rekan guru SMPN 2 Simpang Teritip yang banyak memberikan
motivasi, masukan dan bantuan kepada penulis.
3. Keluargaku tercinta, Suami dan anak-anakku Furqon, Najwa dan Rizqi peluk
sayang untuk cinta dan pengertiannya.
4. Ayahanda, Kakanda dan Adinda tercinta terimakasih do’anya.
Semoga Allah SWT membalas kebaikan bapak/ibu dan rekan-rekan.
Penulis menyadari sepenuhnya keterbatasan ilmu yang dimiliki, sehingga
mungkin terdapat kesalahan dan kekurangan dalam penulisan modul ini. Untuk itu
kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca sangat diharapkan.
Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian. Amin.

Simpang Teritip, 19 Oktober 2020

Penulis

1

DAFTAR ISI

Kata Pengantar………………………………………………………………………………………………………… 1

Daftar isi....................................................................................................................... 2

Pendahuluan, KI, KD dan IPK ……………………………………………………………………………… 3

Peta Konsep………………………………………………………………………………………………………………. 4

Uraian Materi................................................................................................................ 5

1. Pengertian Klasifikasi ……………………………………………………………………………… 5
2. Taksonomi …………………………………………………………………………………………………. 5
3. Kingdom Monera …………………………………………………………………………………….. 6
4. Kingdom Protista …………………………………………………………………………………… 7
5. Kingdom Fungi………………………………………………………………………………………….. 8
6. Kingdom Plantae……………………………………………………………………………………… 9
7. Kingdom Animalia ………………………………………………………………………………….. 16

Uji Kompetensi…………………………………………………………………………………………………….. 20

Daftar Pustaka

2

PENDAHULUAN

Apa kabarnya siswa-siswa Hebatku ibuk do’akan sehat selalu ya, dan jangan lupa tetap
semangat belajar meskipun kita tidak bertatap muka. Bismillah….Modul sederhana ini akan
membantu kalian dalam mempelajari klasifikasi makhluk hidup yang ada di sekitar lingkungan kita.
Modul ini berisi bahan materi, aplikasi dan evaluasi yang mengukur sejauh mana kalian menguasai
materinya. Di akhir modul, kalian bisa melihat kunci jawaban apakah sudah sesuai atau belum.
Kalau kalian sudah menguasai materi, silahkan lanjut untuk pembuatan kartu klasifikasinya ya
semangat…..
Sebelum lanjut lihat video di link ini ya ?
https://www.youtube.com/watch?v=IYxfz1PSfZ0

KI, KD DAN IPK

A. Kompetensi Inti:

1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong),

santun, dan percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan
alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
3. Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan
metakognitif pada tingkat teknis dan spesifik sederhana berdasarkan rasa ingin tahunya
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, dan kenegaraan terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
4. Mencoba, mengolah dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai,
memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung,
menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain
yang sama dalam sudut pandang/teori.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

3.2 Mengklasifikasikan 3.2.1 Peserta didik dapat menganalisis ciri-ciri makhluk hidup dan perbedaannya

makhluk hidup dan dengan benda mati dengan tepat.

benda 3.2.2 Peserta didik dapat mendeteksi nama spesies makhluk hidup berdasarkan kunci

berdasarkan identifikasi dengan tepat

karakteristik yang 3.2.3 Peserta didik dapat menguraikan ciri khas dan anggota Kingdom Monera,

diamati Protista dan Fungi dengan seksama

3.2.4 Peserta didik dapat menguraikan ciri khas dan anggota Kingdom Plantae dengan

seksama

3.2.5 Peserta didik dapat mengidentifikasi Kingdom Plantae dengan benar

3.2.6 Peserta didik dapat membuat nama ilmiah tumbuhan dengan benar

3.2.7 Peserta didik dapat membuat dasar pengelompokan Kingdom Plantae dengan

tepat

3.2.8 Peserta didik dapat menguraikan ciri khas dan anggota Kingdom Animalia dengan

lengkap

4. 2 Menyajikan hasil 4.2.1 Peserta didik dapat menyajikan contoh ciri-ciri makhluk hidup yang ada di

pengklasifikasian lingkungannya dengan benar

makhluk hidup dan 4.2.2 Peserta didik dapat melakukan Studi literasi terhadap Kingdom Monera,

benda di lingkungan Protista dan Fungi dengan tepat

sekitar 4.2.3 Peserta didik dapat menyajikan contoh Kingdom Plantae yang ada di

berdasarkan lingkungannya dengan tepat

karakteristik yang 4.2.4 Peserta didik dapat menyajikan contoh Kingdom Animalia yang ada di

diamati lingkungannya dengan tepat

4.2.5 Peserta didik dapat merancang kartu klasifikasi tumbuhan dengan benar

4.2.6 Peserta didik dapat merancang kartu klasifikasi hewan dengan benar

3

PETA KONSEP
4

URAIAN MATERI

1. Definisi Klasifikasi

Pengertian

Klasifikasi merupakan suatu cara pengelompokan (penggolongan) dan pemberian nama
makhluk hidup berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri-cirinya. Tujuan klasifikasi
makhluk hidup adalah sebagai berikut:

1) mempermudah dalam mempelajari dan mengenal berbagai macam makhluk hidup;
2) mengetahui hubungan kekerabatan antar makhluk hidup;
3) mengetahui manfaat makhluk hidup untuk kepentingan manusia;
4) mengetahui adanya saling ketergantungan antara makhluk hidup.

1. Taksonomi

Dalam taksonomi terdapat tingkatan takson (hirarki) yang disebut unit taksonomi.
Urutan takson dari yang tertinggi hingga yang terendah adalah sebagai berikut :

Kingdom (Kerajaan/dunia)
Filum (hewan) atau Devisio (tumbuhan)
Classis (kelas)
Ordo (bangsa)
Familia (suku)
Genus (marga)
Species (jenis)

Klasifikasi makhluk hidup ke dalam lima kingdom didasarkan atas ada atau tidaknya
selaput inti, tubuh tersusun atas satu sel atau beberapa sel, cara memperoleh makanan,
dan cara bergerak. Sistem klasifikasi 5 kingdom yaitu Monera, Protista, Fungi (jamur),
Plantae (tumbuhan), dan Animalia (hewan).

5

1. Kingdom Monera

Monera
Ciri khas kingdom ini adalah selnya tidak memiliki membran inti sehingga

disebut organisme prokariotik meliputi berbagai jenis bakteri dan ganggang
hijau-biru.
1) Bakteri. Bakteri berukuran mikroskopis sehingga kamu hanya dapat

mengamatinya dengan mikroskop. Selnya bersifat prokariotik (inti sel tidak
diselubungi oleh membran inti, sehingga hanya disebut daerah inti). Bakteri
dapat hidup hampir di semua lingkungan. Perkembangbiakannya dengan
membelah diri. Pada kondisi yang ideal setiap sel bakteri akan membelah
menjadi dua setiap 20 menit. Bentuk bakteri bermacam-macam, ada yang
berbentuk batang (basil), berbentuk bulat (kokus), dan ada yang berbentuk
lengkung atau seperti spiral (spirilum). Beberapa contoh bakteri adalah
sebagai berikut.
a. Salmonella typosa, penyebab penyakit tipus.
b. Mycobacterium tuberculosis, penyebab TBC.
c. Escherichia coli, hidup di usus besar manusia yang membantu

membusukkan sisa makanan.

2) Ganggang hijau-biru. Ganggang hijau-biru mempunyai ciri-ciri seperti bakteri,
namun mempunyai klorofil a yang digunakan untuk fotosintesis. Klorofil ini
tidak terletak di dalam kloroplas, tetapi tersebar di dalam sitoplasma dan
disebut bakterioklorofil. Ganggang biru (Chyanophyta) merupakan ganggang
bersel satu, berbentuk koloni atau multisel. Selain mempunyai klorofil
6

karotenoid juga mempunyai pigmen yang tergolong fibobilin yaitu fikosianin
berwarna biru dan fikoeritrin berwarna merah. Beberapa contoh ganggang
hijau-biru adalah sebagai berikut :
a. Anabaena cycadae, hidup bersimbiosis pada akar pakis haji.
b. Anabaena azolla, hidup bersimbiosis di akar paku air Azolla piñata sehingga

dapat menyuburkan perairan.

2. Kingdom Protista

Kingdom Protista meliputi berbagai jenis makhluk hidup yang mempunyai sel
eukariotik (mempunyai inti sel yang diselubungi membran inti).
1) Protozoa. Protozoa merupakan mikroorganisme yang mempunyai ciri-ciri

seperti hewan, yaitu dapat bergerak bebas dan tidak mempunyai klorofil.
Protozoa mempunyai alat gerak berupa kaki semu, silia (rambut getar), dan
flagela (rambut cambuk), sehingga Protozoa dibagi menjadi empat kelompok
berdasarkan alat geraknya yaitu Rhizopoda, Flagelata, Ciliata, dan Sporozoa.
Contohnya adalah Amoeba proteus (Rhizopoda), Trypanosoma gambiense
(Flagellata), dan Paramecium caudatum (Ciliata).
2) Ganggang (alga), hidup di perairan air tawar, ganggang juga dapat ditemukan
di air laut dan di tempat-tempat lembab seperti tanah, tembok, dan kulit
pepohonan. Berdasarkan pigmen utamanya, alga dapat dikelompokkan menjadi
ganggang hijau, ganggang cokelat, ganggang merah, dan ganggang
keemasan/pirang.

7

3. Kingdom Fungi

Kingdom Fungi meliputi berbagai jamur yang mempunyai ciri-ciri tidak
berklorofil, selnya eukariotik, berdinding sel dari zat kitin, dan semua bersifat
heterotrof (tidak dapat membuat makanan sendiri). Anggota fungi umumnya
bersifat saprofit, artinya memperoleh makanan dengan cara mengabsorbsi
(menyerap) sisa-sisa makhluk hidup yang mati. Jamur ada yang bersifat
mikroskopis dan ada yang makroskopis. Jamur tersusun atas benang-benang hifa.
Hifa bercabang-cabang membentuk miselium yang membentuk tubuh jamur.
Jamur berkembang biak dengan membentuk spora. Jamur dibagi menjadi empat
divisi, yaitu:
1) Ascomycota, contohnya Saccharomyces cerevisiae, dimanfaatkan untuk

membuat bir dan anggur sari buah
2) Basidiomycota, contohnya Volvariella volvacea , dikenal sebagai jamur merang

yang enak dimakan
3) Deuteromycota, contohnya Malassezia furfur, dikenal sebagai jamur yang

menyebabkan panu
4) Zygomycota, contohnya Rhyzopus oryzae, dimanfaatkan untuk membuat

tempe

8

4. Kingdom Plantae

Kingdom Plantae merupakan salah satu organisme eukariotik multiseluler yang
mempunyai klorofil dan sebuah dinding sel. Warna hijau yang ada pada tumbuhan
dihasilkan oleh klorofil, klorofil didalam tumbuhan berfungsi sebagai proses fotosintesis
dan menghasilkan cadangan makanannya sendiri atau di sebut dengan autotrof. Terdapat
sekitar 400.000 jenis dalam sebuah Kingdom Plantae, pada sebuah rantai makanan
Kingdom Plantae berperan sebagai produsen. Kingdom Plantae atau disebut dengan
tumbuhan memiliki beberapa ciri yang dapat membedakan Kingdom Plantae dengan
Kingdom Fungi atau dengan beberapa jenis Alga. Ciri-ciri tersebut diantaranya yaitu
sebagai berikut :

 Bersifat multiseluler atau tumbuhan yang memiliki banyak sel.
 Bersifat autrotrof atau dapat membuat makanannya sendiri.
 Bersifat Eukariotik.
 Tumbuhan memiliki dinding sel yang terbentuk dari selulosa.
 Hidupnya bisa di daratan atau di daerah perairan.
 Kingdom ini memperoleh bahan makanan dengan cara fotosintesis yang dibantu

oleh sinar matahari.
 Tumbuhan dapat bereproduksi dengan 2 cara yaitu secara seksual atau melalui

putik dan benang sari dan dengan cara aseksual atau cangkok, tunas, setek, dan
lain sebagainya.

Klasifikasi Tumbuhan (Kingdom Plantae)
A. Divisi Bryophyta (Tumbuhan Lumut)
Tumbuhan lumut sangat mudah unruk ditemukan disekitar kita. Terutama di tempat-
tempat yang memiliki kelembaban yang cukup tingi seperti tembok, tanah, bebatuan
lapuk atau bahkan melekat pada kulit pohon. Tumbuhan lumut sangat menyukai tempat
yang lembab, dikarenakan saat lumut bereproduksi membutuhkan air untuk melakukan
suatu proses pembuahan. Jika tidak ada air, akan menyebabkan sel kelamin jantan tidak
bisa membuahi sel kelamin betina. Bagian tubuh yang ada pada lumut yang hampir mirip
dengan sebuah akar disebut sebagai Rizoid. Rizoid berfungsi untuk menyerap air dan

9

garam mineral serta sebagai alat untuk tumbuhan lumut melekat pada habitatnya,
contohnya pada sebuah tembok. Tumbuhan lumut terbagi menjadi 3 jenis yaitu
diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Lumut Hepaticopsida (Lumut Hati)

Lumut Hati banyak ditemukan melekat pada Bebatuan, Tanah, atau Tembok yang
sudah tua dan lembab. Bentuk tubuhnya berupa lembaran yang berbentuk seperti hati
dan memiliki banyak lekukan.
2. Lumut Anthocerotopsida (Lumut Tanduk)

Lumut Tanduk merupakan tumbuhan yang memiliki bentuk kecil, pendek, tidak
berbunga, dan termasuk tanaman Nonvaskuler atau tananaman yang dapat hidup baik
di darat dan di air. Tanaman ini mewakili sebuah kelompok tanaman darat awal dan
mempunyai kurang lebih 300 spesies dalam sebuah ordo Bryophyta. Salah satu
manfaat dari Lumut Tanduk adalah dapat ditanam didalam akuarium. Cukup dengan
cara menempelkan tunas atau potongan lumut yang terdapat Rhizoid pada sebuah
kerikil dibagian dalam akuarium. Lumut ini akan tumbuh dengan cepat hingga
mencapai kepermukaan air dan membentuk rumpun yang tebal. Lumut tanduk ini
berfungsi untuk memberikan perlindungan bagi benih ikan dan juga dapat
mengoksidasi air dan badan air di mana mereka terendam.

10

3. Lumut Bryopsida (Lumut Daun)

Bentuk Lumut Daun berupa lembaran yang tersusun secara spiral, berwarna hijau
muda hingga kecoklatan jika sudah mati atau sudah mulai mengering. Sehingga sangat
sulit untuk membedakan mana yang bagian akar, batang dan juga daun. Batang lumut
ini berwarna hijau muda, hijau tua hingga kecoklatan ketika kering atau sudah mati.
B. Divisi Pteridophyta (Tumbuhan Paku)
Tumbuhan Paku atau dengan nama lain adalah Pakis merupakan salah satu jenis
Kingdom Plantae yang tubuhnya sudah memiliki sebuah akar, batang dan juga daun sejati.
Susunan daun dari tumbuhan paku yaitu, menyirip seperti bulu. Berbeda dengan Lumut,
tumbuhan paku sudah memiliki pembuluh angkut yaitu Xylem dan Floem. Selain itu
tumbuhan paku bisa hidup dimana saja terutama di tempat yang lembab, permukaan batu,
tanah, dan termasuk hutan hujan tropis serta dapat menempel di kulit pohon. Tumbuhan
Paku memiliki bentuk yang bervariasi seperti lembaran, perdu ataupun berbentuk seperti
sebuah tanduk rusa. Tumbuhan Paku terbagi menjadi 4 jenis yaitu diantaranya sebagai
berikut :
1. Psilopsida (Paku Purba)

11

Psilopsida adalah tumbuhan paku yang memiliki struktur sederhana dan juga
mempunyai susunan yang cukup sederhana. Tanaman ini berupa ranting yang
bercabang, memiliki bulu-bulu halus yang menyelimuti bagian batangnya, dan memiliki
akar berupa serabut halus yang biasa di sebut akar semu yang berfungsi sebagai
perekat pada tumbuhan lain.
2. Lycopsida (Paku Kawat)

Lycopsida adalah tumbuhan paku yang berjenis Heterospora yang dapat menghasilkan
dua jenis spora seperti, Mikrospora dan Makrospora. Tumbuhan ini biasanya di sebut
dengan Paku Kawat atau Paku Rambut karena mempunyai daun yang berukuran sangat
kecil.
3. Spenopsida (Paku Ekor Kuda)

12

Spenopsida atau juga dinamakan dengan paku ekor kuda yang berjenis Horsetail
karena mempunyai cabang yang seperti bentuk ular dan mirip dengan ekor kuda.
Sebagian besar tanaman ini hidup di lingkungan yang berpasir. Dalam Sporofit paku
ekor kuda terdapat daun kecil yang berupa sisik transparan, dan terangkai dari silika.
Di sejumlah bagian terutama pada ujung batang terdapat Sporangium yang berfungsi
dalam memproduksi sebuah Spora. Spora yang dihasilkan memiliki ukuran yang sama
tetapi berbeda dari setiap jenisnya.
4. Pteriopsida (Paku Sejati)

Pteropsida merupakan tumbuhan paku sejati yang biasa disebut dengan tumbuhan
Pakis. Tumbuhan ini bisa hidup di daerah tropis dan juga sub tropis. Tumbuhan ini
memiliki daun yang cukup lebar di bandingkan dengan tumbuhan paku yang lainnya.
C. Spermatophyta (Tumbuhan Berbiji)
Tumbuhan Biji merupakan salah satu jenis Kingdom Plantae yang memiliki tingkat
tertinggi. Tumbuhan Biji sudah mempunyai sebuah akar, batang dan juga daun sejati.
Tumbuhan Biji menghasilkan sebuah biji sebagai alat untuk proses perkembang biakan.
Selain itu juga, tumbuhan biji mempunyai suatu ketinggian dan bentuk yang sangat
bervariasi dari jenis kingdom plantae yang sebelumnya.

13

Tumbuhan biji hidupnya di darat dan ada sebagian yang di air contohnya adalah
teratai yang mengapung di permukaan air. Sistem Reproduksi pada tumbuhan berbiji
dengan cara penyerbukan dan pembuahan. Spermatophyta terbagi menjadi dua jenis
yaitu Gymnospermae atau tumbuhan berbiji terbuka dan Angiospermae atau tumbuhan
berbiji tertutup.
Gymnospermae

Pada Tumbuhan Berbiji Terbuka tidak memiliki pembungkus pada biji. Berarti
bijinya terbuka dan terdapat di permukaan daun buah. Tumbuhan Berbiji Terbuka terdiri
dari tumbuhan yang berkayu dan berakar tunggang yang mempunyai bentuk dan ukuran
yang sangat bervariasi. Tumbuhan berbiji terbuka memiliki 2 jenis alat kelamin yaitu
betina dan jantan pada satu pohon tetapi letaknya saja yang terpisah.

14

Angiospermae
Angiospermae mempunyai biji yang tertutup oleh daun, buah serta mempunyai

bunga yang berfungsi sebagai alat untuk proses perkembangbiakan. Tumbuhan berbiji
tertutup berupa pohon besar, perdu, dan tumbuhan rambat serta jenis tumbuhan tidak
berkayu. Bentuk daun pada tumbuhan ini pada umumnya berbentuk pipih dan relative
lebih lebar dengan bentuk dan ukuran yang sangat bervariasi.
Berdasarkan jumlah keping bijinya Tumbuhan Berbiji Tertutup atau Angiospermae dapat
dibedakan menjadi dua jenis yaitu sebagai berikut :
1.Tumbuhan Berkeping Satu (Monokotil)

Tumbuhan berkeping satu merupakan salah satu jenis tumbuhan yang pada bagian
bijinya hanya memiliki satu daun lembaga atau Kotiledon. Kotiledon merupakan organ
pada bagian biji yang berfungsi sebagai cadangan makanan. Saat tumbuhan mulai
berkecambah, daun lembaga akan menjadi suatu tempat yang pertama untuk
melakukan sebuah proses fotosintesis meskipun daun ini tidak mempunyai struktur
tubuh yang lengkap seperti daun sejati. Contoh dari tumbuhan monokotil yaitu,
keluarga rerumputan, pinang-pinangan, jahe, pisang, anggrek dan lain sebagainya.

15

2. Tumbuhan Berkeping Dua (Dikotil)

Tumbuhan berkeping dua atau Dikotil merupakan salah satu jenis tumbuhan yang
pada bijinya terdapat dua daun lembaga atau kotiledon. Ciri umum dari sebuah
tumbuhan Dikotil yaitu memiliki akar yang berupa Akar Tunggang, tidak terlihat
ruas pada bagian batang, memiliki batang yang bercabang, mempunyai sebuah
kambium, daunnya memiliki bentuk yang menyirip atau menjari dan juga
mempunyai tulang daun serta pada bagian bunga berjumlah 2, 4, dan 5 atau
kelipatan lainnya. Contoh dari tanaman Dikotil yaitu, kacang hijau, tomat, apel
buah pir dan lain sebagainya.

5. Kingdom Animalia

Kingdom Animalia meliputi berbagai jenis hewan. Ciri khas hewan adalah
tidak mempunyai klorofil, mempunyai alat gerak aktif, eukariotik, dan bersel
banyak. Kingdom Animalia dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan ada atau
tidak adanya tulang belakang (vertebrae).

16

a. Avertebrata atau invertebrata,
Invertebrata yaitu kelompok hewan yang tidak memiliki ruas tulang

belakang. Hewan yang termasuk dalam kelompok Invertebrata merupakan
hewan sederhana. Hewan Avertebrata dikelompokkan pada tabel berikut :
Tabel 2. Ciri-ciri umum hewan invertebrata beserta contohnya

Filum Ciri-ciri Contoh

Porifera (hewan  Tubuh tersusun atas banyak sel Callyspongia
Spons merah
berpori)  Sebagian besar hidup di laut, biasanya hidup Spons caribbean

berkelompok membentuk koloni Koral
Ubur-ubur
 Tubuhnya melekat pada suatu dasar sehingga Mawar laut

tidak dapat bergerak bebas Cacing hati
Cacing pita
 Seluruh tubuhnya terdapat pori. Prostheceraeus
vitattus
 mempunyai rangka dari zat tanduk, zat spons

yang sering digunakan untuk alat gosok pada

waktu mandi

Coelenterata/  Tubuh tersusun atas banyak sel

cnidaria (hewan  Tubuhnya berongga

berongga  Ada yang hidup di air tawar dan sebagian
besar hidup di laut.

 Hidup menetap dan melayang-layang di air.

Plathelminthes  Tubuhnya pipih

(cacing pipih)  Kebanyakan hidup sebagai parasit di dalam

tubuh hewan lain dan manusia.

 Tidak mempunyai ringga dan anus

17

Filum Ciri-ciri Contoh

Nemathelminthe  Tubunya berbentuk gilig (bulat panjang), Cacing ascaris
Cacing kremi
s (cacing gilig) tidak beruas-ruas Cacing tambang

 Kulitnya licin dan tidak berwarna Nereis
Cacing tanah
 Umumnya hidup parasit di dalam tubuh Lintah

manusia Bekicot
Gurita
 memiliki mulut dan anus Tiram
Luing
Annelida (cacing  tubuh berbentuk bulat panjang dan beruas- Kalajengking
Laba-laba
gelang/cacing ruas
beruas)  ruas-ruas tubuhnya berbentuk seperti gelang- Bintang laut
Bulu babi
gelang yang saling berhubungan Lili laut

 memiliki mulut dan anus

Mollusca (hewan  tubuhnya lunak, tidak beruas-ruas, umumnya

bertubuh lunak) dilindungi cangkang. cangkang dari zat kapur

 Mempunyai kelenjar lendir

Arthropoda  Tubuhnya terbagi menjadi kepala, dada, dan

(hewan perut banyak
berkaki/beruas-  Memiliki kaki yang beruas-ruas
ruas)  Merupakan hewan yang paling

jenisnya di bumi

 Ada yang hidup di air, darat, dan udara

Echinodermata  Tubuh dilindungi duri-duri pada

(hewan berkulit permukaannya

berduri)  Hidup di laut

 Gerakannya lamban

 Sistem syaraf menyebar ke seluruh tubuh.

 Alat pencernaan dari mulut, usus anus.

 Pernafasan insang tersebar di seluruh

permukaan tubuh

b. Vertebrata
Apakah kamu memiliki hewan periharaan? Pada umumnya hewan

periharaan termasuk kelompok vertebrata, yaitu kelompok hewan yang
memiliki ruas tulang belakang. Hewan vertebrata dibagi menjadi lima kelas,
yaitu:
1. Pisces (ikan). Hidup di air, Pernafasan dengan insang, memiliki sirip untuk

menentukan arah gerak di dalam air, memiliki gurat sisi untuk mengetahui
tekanan di air. Suhu badan poikiloterm atau berdarah dingin yaitu suhu
tubuh disesuaikan dengan lingkungan. Perkembangbiakan dengan cara
bertelur. Contoh: ikan bertulang rawan (chondrichyes); ikan cucut, ikan
pari, ikan hiu. Ikan bertulang sejati (osteichtyes); ikan merah, ikan salem.

18

2. Amphibia (amfibi). Hidup di dua tempat, bernafas dengan insang dan paru–
paru, suhu badan poikiloterm, berkembangbiak bertelur dan pembuahan di
luar tubuh (eksternal). Contoh: katak pohon, salamander.

3. Reptillia (reptil). Reptil merupakan kelompok hewan vertebrata yang
melata. Berkulit keras, kering dan bersisik. Pada ular sisiknya sering
mengelupas. Suhu badan poikiloterm, berkembangbiak dengan bertelur,
pembuahan di dalam tubuh betina. Contoh : kadal, buaya, ular.

4. Aves (burung). Tubuh berbulu untuk terbang dan melindungi tubuh,tulang
berongga supaya ringan, suhu badan homoioterm atau berdarah panas yaitu
suhu tubuh tetap. Berkembangbiak dengan bertelur dan pembuahan di
dalam tubuh (internal). Contoh: burung kasuari, burung kutilang, burung
walet dan sebagainya.

5. Mammalia (hewan menyusui). Memiliki kelenjar susu, berkembangbiak biak
dengan melahirkan anak ada beberapa yang bertelur, berambut, suhu
badan homoioterm dan bernafas dengan paru-paru. Contoh Sebangsa kera
misalnya: monyet, beruk, kutung dan orang utan; Sebangsa hewan buas
misalnya: harimau dan singa; Sebangsa pemakan serangga misalnya: tikus,
celurut, dan tregiling; Sebangsa hewan pengerat misalnya: marmut, bajing
dan tikus; Sebangsa kelelawar: kalong dan kampret; Sebangsa hewan
berbelalai misalnya: gajah; Sebangsa ikan paus misalnya: lumba–lumba dan
ikan paus; Sebangsa hewan berkantong misalnya: kanguru

19

Uji Kompetensi

Berilah tanda silang (x) pada salah satu huruf a, b, c, d, atau e di depan jawaban yang
paling tepat !
1. Dibawah adalah ciri-ciri dari plantae kecuali..

A. Eukariotik
B. Prokariotik
C. Berfotosintesis
D. memiliki dinding sel
E. Multiseluler

2. Nama lain dari tumbuhan lumut adalah..
A. Pteridophyta
B. Byrophyta
C. Spermatophyta
D. Gymnospermae
E. Angiospermae

3. Perhatikan ciri tumbuhan berikut!
1) Terjadi pembuahan ganda
2) Bakal biji terbungkus oleh daun buah
3) Berkeping biji
4) Daun kaku dan sempit
Berdasarkan ciri di atas, yang termasuk ciri tumbuhan biji tertutup yaitu nomor...
A. 3 dan 4
B. 1,2, dan 3
C. 1 dan 3
D. 1,2, dan 4
E. 2 dan 4

4. Berikut ini yang bukan merupakan ciri-ciri tumbuhan angiospermae yaitu....
A. mempunyai pembuluh angkut
B. mempunyai bunga sejati
C. bakal biji terbungkus daun buah
D. berakar tunggang atau serabut
E. mempunyai strobilus

5. Di bawah ini yang merupakan contoh dari kingdom plantae yang pada umumnya
dijadikan sebagai sumber pangan karbohidrat ialah …
A. Ficus benjamina
B. Cocos nucifera
C. Oryza sativa
D. Salacca sp
E. Psidium guajaya

20

Rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan
Belajar.

Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban yang benar x 100%
Jumlah soal

90 - 100% = baik sekali
80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang
 Apabila mencapai tingkat penguasaan 75% atau lebih, Anda dapat meneruskan
dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. Bagus!
 Jika masih di bawah 75%, Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar,
terutama bagian yang belum dikuasai

Kunci Jawaban

Soal nomor 1 Kunci jawaban : B
Soal nomor 2 Kunci jawaban : B
Soal nomor 3 Kunci jawaban : B
Soal nomor 4 Kunci jawaban : E
Soal nomor 5 Kunci jawaban : C

21

DAFTAR PUSTAKA
Wasis dan sugeng yuli. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam Jilid I untuk SMP / MTS Kelas

VII. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Winarsih, Any, dkk. 2008. IPA Terpadu untuk SMP / MTS Kelas VII. Jakarta : Pusat

Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Sugiyarto, Teguh dan Eny Ismawati. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP / MTS

Kelas VII. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Sulistyono, Agung, dkk. 2007. Inspirasi Sains Biologi Pelajaran IPA Terpadu untuk SMP

Kelas VII. Jakarta : Ganeca Exact
Rusyati Lilit, 2019. Modul 3 Keanekaragaman Makhluk Hidup dan Ekologi. Kementrian

Pendidikan dan Kebudayaan.
https://rumusbilangan.com/klasifikasi-tumbuhan-kingdom-plantae/

22


Click to View FlipBook Version