PEDOMAN INOVASI TEBAR JALA TB PUSKESMAS KOTA JAWA TAHUN 2023
i KATA PENGANTAR Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat. Puskesmas mengedepankan pelayanan kesehatan promotif preventif guna mencapai derajat kesehatan yang optimal. Dalam rangka mewujudkan Good Govermance (pemerintahan yang baik) dan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas, pemerintah membuat sasaran prioritas Rencana Pembangunan Jangka Panjang Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, Pembangunan bidang Kesehatan termasuk pencegahan penyakit menular seperti Tuberkulosis adalah bagian dari langah untuk meningkatkan manusia Indonesia yang berkualitas. Tuberkulosis atau TB masih merupakan masalah kesehatan masyarakat dan menjadi tantangan global. Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai beban TB terbesar, urutan ke 2 (dua) di dunia setelah India. Sebagai unit pelayanan publik di bidang kesehatan, UPTD Puskesmas Kota Jawa turut serta mengedepankan pelayanan di bidang SPM terutama masalah TBC. Melalui proses identifikasi masalah ditentukan upaya-upaya perbaikan pelayanan kesehatan yang akhirnya menjadi inovasi di bidang pelayanan kesehatan. Inovasi UPTD Puskesmas Kota Jawa Bertujuan untuk meningkatkan capaian suspek dan terduga TB di wilayah kerja puskesmas Kota Jawa Inovasi ini bernama TEBAR JALA TB (Temukan Bersama Gejala TB). Akhir kata, kami bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak yang telah ikut membantu baik secara langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan dan pelaksaan inovasi. Kepala Puskesmas Kota Jawa dr. Abimanyu Nur Muhammad Syah NIP.199307062020121002
ii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR….................................................................................................... i DAFTAR ISI.............................................................................................................ii BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang...........................................................................................1 B. Tujuan Pedoman........................................................................................2 C. Sasaran Pedoman .....................................................................................2 D. Ruang Lingkup Pedoman...........................................................................2 BAB II. TATA LAKSANA PELAYANAN A. Tebar Jala TB............................................................................................3 B. Tujuan Kegiatan.........................................................................................3 C. Sasaran Kegiatan.......................................................................................3 D. Langkah-Langkah Kegiatan .......................................................................3 E. Monitoring dan Evaluasi.............................................................................4 BAB IV. PENUTUP A. Kesimpulan ................................................................................................5 B. Saran .........................................................................................................5
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Permasalahan Tuberkolosis Paru ( TBC ) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman mycobacterium tuberculosis yang menyerang paru dan dapat juga menyerang organ tubuh lain nya. Tuberkolosis ditularkan melalui udara dari pasien TBC yang infeksius ke orang – orang di sekitarnya. Berbagai terobosan telah dilakukan oleh Program Penanggulangan TB Nasional (P2-TB): intensifikasi, akselerasi, ekstensifikasi maupun inovasi program untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah TB di Indonesia, dengan pembiayaan yang sampai dengan saat ini masih signifikan di dukung oleh pendanaan dari luar negeri. Kementerian Kesehatan RI telah menyusun Rencana Aksi Nasional Penanggulangan TB Tahun 2016–sekarang, yang selanjutnya perlu diikuti dan dijabarkan menjadi Rencana Aksi Daerah Penanggulangan TB bagi Provinsi dan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Seperti yang kita ketahui bersama kasus TB paru yang ada di masyarakat seperti penomena gunung es, kelihatan kecil diatas tapi dibawah sangat besar. Untuk membantu program pemerintah dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit TBC maka UPTD Puskesmas Kota Jawa membuat inovasi di bidang kesehatan untuk meningkatkan screning terduga TB paru bersama kader kesehatan. Menurut data di UPTD Puskesmas Kota Jawa tahun 2023 pencapaian penemuan orang terduga TBC yang diperiksa sesuai standar masih rendah. Berdasarakan permasalahan tersebut maka UPTD Puskesmas Kota Jawa membuat inovasi yaitu “TEBAR JALA TB “. Tebar Jala TB merupakan wujud kegiatan Program Pengendalaian Penyakit Menular UPTD Puskemsas Kota Jawa dalam pendekatan pelayanan kepada masyarakat khususnya penderita tuberkulosis di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kota Jawa.
2 B. Tujuan Pedoman Tujuan dari Pedoman TEBAR JALA TB ini adalah : 1. Sebagai pedoman untuk pelaksanaan upaya meningkatkan angka cakupan temuan terduga TB Paru 2. Sebagai pedoman agar ada standar dalam pengelolaan TEBAR JALA TB . C. Sasaran Pedoman Sasaran dari Pedoman TEBAR JALA TB adalah : 1. Tim inovasi TEBAR JALA TB 2. Seluruh tenaga medis yang terlibat dalam penanganan TB di UPTD Puskesmas Kota Jawa. D. Ruang Lingkup Pedoman Secara garis besar ruang lingkup pedoman TEBAR JALA TB ini adalah : 1. Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Esensial berupa Pelayanan promosi kesehatan, pelayanan kesehatan lingkungan, pelayanan kesehatan ibu dan anak dan keluarga berencana, pelayanan gizi, pelayanan pencegahan dan pengendalian penyakit. 2. Upaya Kesehatan Perseorangan yang selanjutnya disingkat UKP adalah suatu kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk peningkatan, pencegahan, penyembuhan penyakit, pengurangan penderitaan akibat penyakit dan memulihkan kesehatan perseorangan.
3 BAB II TATA LAKSANA PELAYANAN A. TEBAR JALA TB Tebar Jala TB (Temukan Bersama Gejala Tuberkulosis) merupakan kegiatan Program Pengendalaian Penyakit Menular UPTD Puskemsas Kota Jawa dalam pendekatan pelayanan kepada masyarakat khususnya penderita tuberkulosis di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kota Jawa. Inovasi ini memberdayakan kader pilihan di wilayah kerja Puskesmas Kota Jawa. Salah satu kegiatan Tebar Jala TB di antaranya kader memberikan penyuluhan tentang bahaya Tb dan melakukan scrining TB dengan mengunjungi atau mendatangi pasien yang terduga TB kemudian melaporkan ke petugas TB dan akan di lakukan tindakan lebih lanjut. Secara periodik Penanggung jawab Program TB UPTD Puskesmas kota jawa akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan Tebar Jala TB yang sudah dilaksanakan apakah sudah sesuai ketentuan saat ini Tebar Jala TB diadakan di 5 desa Wilayah Kerja Puskesmas Kota Jawa Untuk lebih memaksimalkan kegiatan ini diperlukan sosialisasi kegiatan sampai tingkat RT di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kota Jawa. B. TUJUAN a. Tujuan Umum Meningkatkan capaian kasus terduga TB dan menurunkan kasus positif TB di wilayah kerja Puskesmas Kota jawa b. Tujuan Khusus Meningkatkan capaian penemuan suspek TB dan kasus TB di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kota Jawa. C. SASARAN Sasaran dalam kegiatan Tebar Jala TB adalah, orang dengan TB, orang yang kontak erat dengan penderita TB, orang dengan faktor risiko tinggi untuk terkena TB. D. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN a. Persiapan i. Mendata sasaran oleh petugas kesehatan maupun kader
4 ii. Menyiapkan masker untuk diberikan kepada pasien, pot dahak, tanda pengenal, materi edukasi TB b. Pelaksanaan i. Memberikan informasi dasar kepada target sasaran tentang inforasi dasar TB yang mencakup gejala, cara penularan, pencegahan, pemeriksaan, dan pengobatan TB ii. Melakukan penjaringan /skrining TB pada kegiatan-kegiatan posyandu lansia maupun mendatangi rumah orang yang dianggap memiliki resiko penyakit TB (DM, lansia, HIV, perokok, ibu hamil, malnutrisi, anak usia 5- 14 tahun) iii. Pembagian brosur informasi TB iv. Pasien dengan gejala sebagai dibawah ini harus dianggap sebagai seorang terduga TB: 1. Batuk terus menerus > 2 minggu 2. Batuk berdahak, kadang bisa disertai darah 3. Demam meriang > 1 bulan 4. Nafsu makan menurun 5. Berat badan menurun 6. Berkeringat di malam hari tanpa kegiatan c. Jika menemukan terduga TB, petugas/kader memberikan edukasi tentang cara penampungan dahak yang benar dan merujuk terduga ke puskesmas untuk melakukan pemeriksaan dahak keesokan harinya d. Apabila keesokan harinya pasien tidak datang ke puskesmas, maka dilakukan kunjungan ulang ataupun penjemputan sampel dahak. e. Jika sudah di lakukan pengecekan dengan hasil postif maka akan di lakukan pengobatan seracra tuntas. E. MONITORING DAN EVALUASI Kegiatan monitoring dilakukan oleh Penanggung Jawab UKM Puskesmas Kota Jawa dalam hal ketepatan pelaksanaan kegiatan, ketepatan pencapaian target sasaran, dan pencapaian indikator mutu. Ketepatan pelaksanaan kegiatan dibandingkan dengan rencana kegiatan (RPK) yang telah dibuat di awal tahun, sedangkan ketepatan pencapaian target sasaran dibandingkan dengan indikator yang sudah ada.
5 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Pedoman TEBAR JALA TB disusun sebagai panduan pelaksanaan inovasi agar dapat dikelola dan dijalankan oleh Tim Inovasi di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kota Jawa sehingga pelaksanaan inovasi dapat optimal. B. Saran Inovasi Tebar Jala TB ini masih belum sempurna sehingga masih perlu banyak masukan dari pelaksanan agar dapat menjadi lebih baik lagi. Diharapkan dengan adanya Tebar Jala TB ini dapat meningkatkan angka cakupan temuan terduga TB paru di wilayah kerja UPTD Kota Jawa.