The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Nama : Ayu Lestari
Npm : 190202008

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by lestariayu81880, 2021-06-30 09:12:00

PORTOFOLIO MIKROBIOLOGI

Nama : Ayu Lestari
Npm : 190202008

Sampai munculnya gigi, kebanyakan mikroorganisme di dalam mulut
adalah aerob atau anaerob fakultatif. Ketika gigi pertama muncul, anaerob
obligat seperti Bacteroides dan bakteri fusiform (Fusiobacterium sp.), menjadi
lebih jelas karena jaringan di sekitar gigi menyediakan lingkungan anae robik.
(Michael J. Pelczar, Jr. dan E.C.S Chan, Dasar-Dasar Mirobiologi, 2008: 552)

Gigi itu sendiri merupakan tempat bagi menempelnya mikrobe. Ada dua
spesies bakteri yang dijumpai berasosiasi dengan permukaan gigi: Streptococcus
sanguis dan S. mutans (penyebab) utama kerusakan gigi, atau pembusuk gigi.
Tertahannya kedua spesies ini pada permukaan gigi merupakan akibat sifat
adhesif baik dari glikoprotein liur maupun polisakaride bakteri. Sifat menempel
ini sangat penting bagi kolonialisasi bakteri di dalam mulut. Glikoprotein liur
mampu menyatukan bakteri bakteri tertentu dan mengikat mereka pada
permukaan gigi.
Plak adalah sebuah film/lapisan sel bakteri, yang berlabuh di sebuah matriks
polisakarida disekresi oleh mikroorganisme. Apabila gigi tidak dibersihkan
secara teratur, plak dapat terbentuk dengan cepat dan aktivitas bakteri tertentu,
terutama Streptococcus mutans, dapat menyebabkan kerusakan gigi (rongga).

Karies merupakan suatu kerusakan gigi yang dimulai dari permukaan dan
berkembang ke arah dalam. Terjadinya karies juga tergantung pada faktor-faktor
genetik, hormonal, gizi, dan faktor lainnya. Pengendali karies gigi meliputi
pembuangan plak, pembatasan ma kanan yang mengandung sukrosa, gizi yang
baik mengandung cukup protein dan pengurangan pembentukan asam dalam
mulut dengan cara membatasi keberadaan karbohidrat dan pembersihan mulut
yang sering. Pemakaian flourida pada gigi atau peningkatan jumlah fluor pada
air mengakibatkan peningkatan resistensi email terhadap asam. Pengendalian
penyakit periodontal memerlukan pembuangan karang gigi dan kebersihan
mulut. 4. Orofaring (oropharinx)

48

Gambar 2.10 Flora Normal Orofaring (Staphylococcus epidermidis)

Orofaring (bagian belakang mulut) juga dihuni sejumlah besar bakteri
Staphylococcus aureus dan S. epidermidis dan juga difteroid. Tetapi kelompok
bakteri terpenting yang merupakan penghuni asli orofaring ialah streptokokus
hemolitik, yang juga dinamakan Streptokokus viridans. Biakan yang
ditumbuhkan dari orofaring juga akan memperlihatkan adanya Branchamella
catarrhalis, spesies Haemophilus, serta gular-galur pneumokokus avirulen
(Streptococcus pneumonia)

Bagian terdalam saluran pernapasan (ranting tenggorok atau bronkiole yang

lebih halus serta alveoli atau gelembung paru -paru) tidak mengandung

mikroorganisme. Hal ini disebabkan karena saluran pernapasan berlapiskan

silia, yaitu embel-embel seperti rambut, yang menyapu mikroorganisme dan

bahan bahan lain dari bagian sebelah dalam saluran ke bagian sebelah atas untuk

dibuang. Rambut bersama dengan lendir di dalam lubang hidung itulah yang

pertama-tama membantu melindungi saluran pernapasan dengan cara menyaring

bakteri dari udara yang dihirup.

5. Perut

Gambar 2.11 Flora Normal Perut

Isi perut yang sehat pada praktisnya steril karena adanya asam hidroklorat
di dalam sekresi lambung. Setelah ditelannya makanan, jumlah bakteri
bertambah tetapi segera menurun kembali dengan disekresikannya getah
lambung dan pH zat alir perut pun menurun.

6. Usus Kecil

49

Gambar 2.12 Flora Normal Usus Kecil (Lactobacillus sp)
Usus kecil bagian atas (atau usus dua belas jari) mengandung beberapa
bakteri. Di antara yang ada, sebagian besar adalah kokus dan basilus gram
positif. Di dalam jejunum atau usus halus kosong (bagian kedua usus kecil, di
antara usus dua belas jari dan ileum atau usus halus gelung) kadang kala
dijumpai spesiesspesies enterokokus, laktobasilus, dan difteroid. Khamir
Candida albicans dapat juga dijumpai pada bagian usus kecil ini. Pada bagian
usus kecil yang jatuh (ileum), mikrobiota mulai menyerupai yang dijumpai pada
usus besar. Bakteri anaerobik dan enterobakteri mulai nampak dalam jumlah
besar.
7. Usus Besar

Gambar 2.13 Flora Normal Usus Besar (Bacteroides fragilis)
Di dalam tubuh manusia, kolon atau usus besar, mengandung populasi
mikrobe yang terbanyak. Telah diperkirakan bahwa jumlah mikroorganisme di
dalam spesimen tinja adalah kurang lebih 1012 organisme per gram. Basilus gram
negatif anaerobik yang ada meliputi spesies Bacteroides (B. fragilis, B.
melaninogenicus, B. oralis) dan Fusobacterium.Basilus gram positif diwakili oleh
spesies-spesies Clostridium serta spesies-spesies Lactobacillus. Flora saluran
pencernaan berperan dalam sintesis vitamin K, konversi pigmen empedu dan asam
empedu, absorpsi zat makanan serta antagonis mikroba patogen.
8. Uretra

50

Gambar 2.14 Flora Normal Uretra (Mycobacterium sp)
Pada orang sehat, ginjal, ureter (saluran dari ginjal ke kandung kemih), dan
kandung kemih bebas dari mikroorganisme, namun bakteri pada umunya
dijumpai pada uretra (saluran dari kandung kemih ke luar) bagian bawah baik
pada pria maupun wanita. Tetapi jumlahnya berkurang di dekat kandung kemih,
agaknya disebabkan efek antibakterial yang dilancarkan oleh selaput lendir
uretra dan seringnya epitelium terbilas oleh air seni. Ciri populasi ini berubah
menurut variasi daur haid. Penghuni utama vagina dewasa adalah laktobasilus
yang toleran terhadap asam. Bakteri ini mengubah glikogen yang dihasilkan epi
telium vagina, da n di dalam proses tesebut menghasilkan asam. Penumpukan
glikogen pada dinding vagina disebakan oleh kegiatan indung telur; hal ini tidak
dijumpai sebelum masa akil balig ataupun setelah menopause (mati haid).
Sebagai akibat perombakan glikogen, maka pH di dalam vagina terpelihara pada
sekitar 4.4 sampai 4,6.
Mikrooganisme yang mampu berkembang baik pada pH rendah ini
dijumpai di dalam vagina dan mencakup enterokokus, Candida albicans , dan
sejumlah besar bakteri anaerobik. Sistem urinari dan genital secara anatomis
terletak berdekatan, suatu penyakit yang menginfeksi satu sistem akan
mempengaruhi siste m yang lain khususnya pada laki-laki. Saluran urin bagian
atas dan kantong urine steril dalam keadaan normal. Saluran uretra mengandung
mikroorganisme seperti Streptococcus, Bacteriodes, Mycobacterium, Neisseria
dan enterik. Sebagian besar mikroorganisme yang ditemukan pada urin
merupakan kontaminasi dari flora normal yang terdapat pada kulit. Keberadaan
bakteri dalam urine belum dapat disimpulkan sebagai penyakit saluran urine
kecuali jumlah mikroorganisme di dalam urine melebihi 105 sel/ml
(universitasmuhammadiyahyogyakarta.ac.id).
9. Mata

51

Gambar 2.15 Flora Normal Mata (Corynebacterium xerosis)
Mikroorganisme konjungtiva terutama adalah difteroid (Corynebacterium
xerosis), S.epidermidis dan streptokukus non hemolitik. Neiseria dan basil gram
negatif yang menyerupai spesies Haemophilus (Moraxella) seringkali juga ada.
Flora konjungtiva dalam keadaan normal dikendalikan oleh aliran air mata, yang
mengandung lisozim.
10. Telinga

Gambar 2.16 Flora Normal Telinga (Pseudomonas aeruginosa)
Flora liang telinga luar biasanya merupakan gambaran flora kulit. Dapat
dijumpai Streptococcus pneumonia, batang gram negatif termasuk Pseudomonas
aeruginosa, Staphylococcus aureus dan kadang-kadang Mycobacterias aprofit.
Telinga bagian tengah dan dalam biasanya steril.
11. Bakteri di Darah dan Jaringan

Gambar 2.17 Flora Normal Darah
Pada keadaan normal darah dan jaringan adalah steril. Kadang-kadang
karena manipulasi sederhana seperti mengunyah, menyikat gigi, ekstraksi gigi,
flora komensal dari mulut dapat masuk ke jaringan atau darah. Dalam keadaan
normal mikroorganisme tersebut segera dimusnahkan oleh sistem kekebalan
tubuh. Hal seperti itu dapat terjadi pula dengan flora faring, saluran cerna dan
saluran kemih. Pada keadaan abnormal seperti adanya katup jantung abnormal,

52

atau protesa lain, bakteremia di atas dapat mengarah pada pembentukan koloni
dan infeksi.
12. Vagina

Gambar 2.18 Flora Normal Vagina (Doderlein bacillus)
Vagina tidak memiliki mekanisme pembersihan alami (cleansing
mechanism). Kehidupan mikroorganisme di lokasi ini tidak ada hambatan dan
merupakan area yang subur bagi pertumbuhan mikroorganisme komensal.
Selama masa reproduksi, sejak masa pubertas sampai menupouse, epitel vagina
mengandung glikogen karena aktivitas estrogen. Doderlein bacillus
(laktobasillus) berkoloni di vagina, memetabolisasi glikogen tersebut dengan
hasil disamping berupa asam laktat. Asam laktat menimbulkan suasana asam di
vagina (sekitar 5), dan bersama produk lain akan menyebabkan hambatan bagi
kolonisasi bakteri selain Doderlein basilus.
Keadaan tersebut menyebabkan seleksi sejumlah bakteri streptococcus dan
difteroid. Vagina normal mengandung 108 per ml. Mikroorganisme tidak akan
mampu bertahan hidup pada keadaan tersebut kecuali penyebab penyakit STD
(sexual transmitted diseases).
H. Cara Masuk Mikroba ke Dalam Tubuh Melalui Saluran Pernafasan

Mikroba dapat masuk kedalam saluran pernapasan melalui berbagai cara,
diantaranya bersin, kontak dengan penderita, dan udara. Mengenai saluran
pernafasan, saluran pernapasan ini bisa dibagi menjadi dua yaitu saluran
pernapasan atas dan juga saluran pernapasan bawah. Saluran pernapasan atas
dimulai dari saluran hidung hingga faring. Ujung atas saluran berhubungan
langsung dengan udara, sedangkan ujung bawah saluran pernapasan mempunyai
permukaan yang luas dengan dinding yang sangat tipis yang berhubungan erat
dengan pembuluh darah.Walaupun mempunyai sistem pertahanan tersendiri pada
saluran pernapasan, namun saluran pernapasan ini juga rentan terhadap berbagai

53

macam penyakit, misalnya saja yang sering kita kenal sebagai infeksi saluran
pernapasan.

Saluran pernapasan merupakan jalan termudah bagi mikroorganisme
infeksius. Mikroorganisme terhirup melalui hidung atau mulut dalam bentuk
partikel debu. Saluran pernafasan sering terinfeksi patogen, karena kontak
langsung dengan lingkungan dan secara terus menerus terpapar oleh
mikroorganisme yang terdapat dalam udara yang dihirup. Beberapa
mikroorganisme sangat virulen dapat menyebabkan infeksi, minimal pada orang
yang rentan. Lingkungan saluran pernafasan yang lembab dan hangat, merupakan
tempat yang ideal untuk pertumbuhan mikroorganisme. Saluran pernapasan
bagian bawah sering terbebas dari mikroorganisme karena adanya lendir dan silia.

Gambar 2.19 Silia yang ada pada saluran pernapasan yang menyebabkan
saluran pernapasan bagian bawah sering terbebas dari mikroorganisme

Penyebab infeksi pada saluran pernafasan bisa bermacam-macam dan
salah satunya adalah bakteri. Ada berbagai macam bakteri yang bisa menyebabkan
infeksi pada saluran pernapasan. Bakteri-bakteri ini bisa menular melalui berbagai
cara seperti melalui udara, droplet, air, dan lain-lain. Terdapat beberapa bakteri
penyebab infeksi saluran pernapasan, diantaranya Streptococcus pneumoniae,
Mycobacterium tuberculosis, Haemophilus influenzae, Corynebacterium
diphtheriae, dan Bordetella pertussis.

I. Cara Masuk Mikroba ke Dalam Tubuh Melalui Pencernaan
Mikroorganisme dapat memasuki saluran pencernaan melalui bahan

makanan atau minuman dan melalui jari–jari tangan yang terkontaminasi
mikroorganisme pathogen. Mayoritas mikroorganisme tersebut akan dihancurkan
oleh asam klorida (HCL) dan enzim – enzim di lambung, atau oleh empedu dan
enzim di usus halus. Mikroorganisme yang bertahan dapat menimbulkan penyakit.
Misalnya, demam tifoid, disentri amoeba, hepatitis A, dan kolera. Patogen ini

54

selanjutnya dikeluarkan malalui feses dan dapat ditransmisikan ke inang lainnya
melalui air, makanan, atau jari – jari tangan yang terkontaminasi.

Gambar 2.20 Sistem Pencernaan

J. Cara Masuk Mikroba melalui Saluran Genitouriner
Sistem genitouriner merupakan sistem yang terdiri dari sistem urinarius

dan sistem genitalia. Dimana sistem urinarius dibagi menjadi traktus urinarius
bagian atas dan bagian bawah. Traktus urinarius bagian atas terdiri dari ginjal,
pelvis renalis dan ureter, sedangkan traktus urinarius bagian bawah terdiri dari
vesika urinaria dan uretra. Untuk sistem genitalia eksterna pada pria dan wanita
berbeda, pada pria terdiri dari penis, testis dan skrotum; sedangkan wanita berupa
vagina, uterus dan ovarium. Mikroba dapat masuk kedalam saluran geitouriner
melalui berbagai cara, diantaranya melalui jalur asenden, desenden, dan limfatik.

Menurut Departemen Farmakologi dan Terapeutik (2007) infeksi saluran
kemih adalah sebuah kondisi medis umum yang mengakibatkan angka morbiditas

55

dan mortalitas yang signifikan. 50 - 60% dari wanita akan mengalami ISK
setidaknya satu kali dalam hidup mereka. Mencapai 10% dari wanita menopause
mengalami sekali ISK setiap tahun. Sedangkan pria memiliki insidensi ISK yang
jauh lebih rendah (5 per 10.000 per tahun).

BAB III KESIMPULAN
1.Pemindahakan DNA pada bakteri terjadi melalui 3 tahap yaitu konjugasi,

tranformasi, dan transduksi.

2.Ras dan species mempengaruhi seberapa kuat makhluk hidup mampu
menangkis beberapa penyakit. Adanya pengaruh ras terhadap kekebalan
dibuktikan dengan hasil statistik yang mengatakan bahwa orang berkulit
berwarna lebih peka terhadap penyakit TB dari pada kulit putih. Sedangkan,
adanya pengaruh species terhadap kekebalan dibuktikan dengan suatu penelitian
dimana penyakit lepra dan gonorea secara alam hanya terdapat pada manusia
dan tidak ditemukan pada hewan, selain itu penyakit tetanus yang terdapat pada
manusia tidak terdapat pada burung.

3.Pertahanan mekanis dilakukan oleh rambut dan silia. Sedangkan, pertahanan
kimiawi dilakukan oleh cairan sekret yang dihasilkan oleh kulit dan membrane
mukosa.

4.Pada umumnya, mekanisme system kekebalan tubuh digolongkan menjadi 2
yaitu, pertahanan nonspesifik dan pertahanan spesifik.

5.Flora normal tubuh manusia berdasarkan bentuk dan sifat kehadirannya
digolongkan menjadi 2 jenis, yaitu : mikroorganisme tetap/normal
(resident/indigenous) dan mikroorganisme sementara (transient flora).

6.Kekhususan Mikroorganisme yang secara tetap terdapat pada permukaan tubuh
bersifat komensal. Pertumbuhan pada bagian tubuh tertentu bergantung pada
faktorfaktor biologis seperti suhu,pH, kelembapan dan ada tidaknya nutrisi
tertentu serta zat-zat penghambat. Keberadaan flora tersebut tidak mutlak
dibutuhkan untuk kehidupan karena hewan yang dibebaskan (steril) dari flora
tersebut, tetap bisa hidup.

Mekanisme bakteri dalam menentukan kekhususan pada hostnya yaitu :

• Tropisme jaringan

56

• Spesifik kepatuhan
• Pembentukan Biofilm
7.Flora normal biasanya ditemukan di bagian-bagian tubuh manusia yang kontak
langsung dengan lingkungan misalnya kulit, hidung, mulut, usus, saluran
urogenital, mata, dan telinga.
8.Mikroba dapat masuk kedalam saluran pernapasan melalui berbagai cara,
diantaranya bersin, kontak dengan penderita, dan udara.
9.Mikroba dapat masuk kedalam saluran pencernaan melalui berbagai cara,
diantaranya melalui bahan makanan atau minuman dan melalui jari–jari tangan
yang terkontaminasi mikroorganisme pathogen.
10. Mikroba dapat masuk kedalam saluran geitouriner melalui berbagai cara,
diantaranya melalui jalur asenden, desenden, dan limfatik.

57

DAFTAR PUSTAKA
Dwijoseputro, 1990. Dasar-dasar Mikrobiologi. Jakarta: Djambatan.
Michael J. Pelczar, Jr. dan E.C.S Chan,2008. Dasar-Dasar Mikrobiologi.Jakarta:
PT. Gramedia Pustaka Utama.
Jawetz, Melnick, dan Adelbergs, 2005. Mikrobiologi Kedokteran (Medical
Microbiology).Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

58

PRESENTASI KELOMPOK TUJUH :

Pertanyaan kelompok 1 ( Dewi Sartika ) :

 Faktor apa yang dapat mempengaruhi kehadiran flora normal tersebut pada tubuh manusia?
Jawab: faktor yang dapat mempengaruhi kehadiran flora normal pada manusia terdiri atas
empat yaitu:
Dijawab oleh : Ayu Lestari
1. Nutrisi yang biasa disebut dengan gizi . nutrisi merupakan subtansi organik yang
dibutuhkan organisme untuk fungsi normal dari sistem tubuh.
2. Kebersihan seseorang dilihat dari bagaimana seseorang tersebut membersihkan tubuhnya
atau berapa seringnya tubuhnya dibersihkan.
3. Kondisi hidup artinya bagaimana kondisi hidup seseorang terhadap lingkungannya,
apakah mereka hidup bersih atau tidak.
4. Penerapan prinsip-prinsip kesehatan dapat dilakukan dengan cara memakai masker,
mencuci tangan dengan air bersih dengan menggunakan sabun, dan menjaga jarak.

Pertanyaan kelompok 10 ( Nurul Hikmah Fajar ) :

 Penggolongan flora normal terbagi menjadi dua yaitu mikroorganisme tetap/normal dan
mikroorganisme sementara. Sebutkan masing-masing contoh dari kedua jenis flora normal
tersebut?
Dijawab oleh : Rani Sengka
Jawab: seperti yang telah tercantum dalam ppt kami, adapun contoh dari mikroorganisme
tetap yaitu Streptococus viridans, Streptococcus faecalis, Pityrosporum ovale, Candida
albicans, sedangkan contoh dari mikroorganisme sementara yaitu Escheria Coli, Clostridium
sp., Giardia lamblia, virus norwalk, dan Hepatitis A.

Pertanyaan kelompok 5 ( Nurindah Sari ) :

 Saluran manakah yang paling mudah bakteri masuki dalam tubuh kita dan apa penyebabnya?
Dijawab oleh : Rani Sengka
Jawab: menurut kelompok kami, saluran tubuh manusia yang paling mudah dimasuki bakteri
adalah saluran pernapasan dan saluran pencernaan. Hal itu disebabkan, karena melalui saluran
itu bakteri langsung masuk ke dalam tubuh. Dengan sistem pernapasan, setiap hari kita
menghirup udara dimana pun dan kapanpun yang kemungkinan bakteri tersebut masuk ke
dalam tubuh bersama dengan udara yang kita hirup. Seperti halnya dengan sistem pencernaan
, bakteri dapat masuk bersama makanan yang kita komsumsi.

Pertanyaan kelompok 2 ( Dian Ramadhani ) :

 Jelaskan mekanisme bakteri dalam menentukan kekhususan pada hostnya?
Dijawab oleh : Rani Sengka
Jawab: mekanisme bakteri dalam menentukan kekhususan pada hostnya:
1. Tropisme jaringan adalah bakteri preferensi atau kesukaan bakteri pada jaringan tertentu
untuk pertumbuhannya. Salah satu penjelasan untuk jaringan tropisme ini adalah bahwa
tuan rumah atau host menyediakan nutrisi penting untuk faktor pertumbuhan bakteri,
selain itu kesesuaian akan oksigen,pH, dan suhu juga merupakan faktor penting yang
untuk pertumbuhan juga dapat dijadikan faktor kekhususan.

59

2. Spesifik kepatuhan. Kebanyakan bakteri dapat menjajah suatu jaringan tertentu yang
melibatkan interaksi kimia yang saling melengkapi antara dua permukaan. Pada biokimia,
kepatuhan melibatkan interaksi antara komponen permukaan bakteri (ligan atau adhesins)
dan molekul reseptor sel inang. Komponen bakteri yang menyediakan molekul adhesins
adalah bagian dari kapssul, fimbriae, atau dinding sel mereka. Reseptor pada sel manusia
atau jaringan molekul glikoprotein biasanya terletak pda host permukaan sel atau
jaringan. Khusus kepatuhan melibatkan interaksi kimia yang saling melengkapi antara sel
inang dan permukaan bakteri.

3. Pembentukan biofilm. Biofilm adalah kumpulan sel mikrorganisme, khususnya bakteri,
yang melekat di suatu permukaan dan diselimuti oleh pelekat karbohidrat yang
dikeluarkan oleh bakteri. Biofilm terbentuk karena mikroorganisme cenderung
menciptakan lingkungan mikro dan relung (niche) mereka sendiri. Biofilm memerangkap
nutrisi untuk pertumbuhan populasi mikroorganisme dan membantu mencegah lepasnya
sel-sel dari permukaan pada sistem yang mengalir .

Pertanyaan kelompok 6 ( Reski Hamdiah ) :
 Bagaimana cara kerja sistem kekebalan tubuh, jika ada virus atau bakteri yang masuk ke
dalam tubuh kita?
Dijawab oleh : Ayu Lestari
Jawab: mikroorganisme dan zat-zat asing yang menyerang tubuh disebut antigen. Saat antigen
terdeteksi, serangkaian respon imun atau sistem kekebalan tubuh akan terjadi untuk
melindungi tubuh dari terinfeksi. Pada proses tersebut, beberapa macam sel bekerja sama
untuk mengenali antigen dan memberikan respon. Sel-sel ini kemudian merangsang limfosit
B untuk menghasilkan antibodi. Antibodi adalah protein yang didesain khusus untuk
menempel pada antigen tersebut. setelah it, sel T mencari antigen yang telah ditumpangi
untuk menghancurkannya. Sel T juga membantu memberikan sinyal pada sel lain seperti
fagosit untuk melakukan tugasnya. Begitu dihasilkan antibodi akan berada dalam tubuh
seseorang selama beberapa waktu sehingga apabila antigen kembali maka antibodi sudah siap
untuk menetralkan racun yang dihasilkan oleh organisme dan mengaktifkan sekelompok
protein yang disebut dengan komplemen.

60

d

Genetika Mikroba,
Immunologi, Flora
Normal Tubuh Manusia,
dan Cara Masuk Mikroba
ke Dalam Tubuh

Manusia

61

DISUSUN OLE
TUJ

1. RANI SENGKA
2. AYU LESTARI
3. MUH.

FADRYANSAH

EH KELOMPOK
JUH:

62

Pembah

Genetika Mikroba Immunologi F

• Pemindahan • Kekebalan spesies
DNA pada atau ras
bakteri
• Pertahanan
mekanis dan

kimiawi
• Mekanisme

system kekebalan

tubuh

hasan

Flora Normal Tubuh Cara Masuk Mikroba
Kedalam Tubuh

• Penggolongan • Melalui saluran
flora normal
pernafasan
• Kehususan • Melalui saluran
flora normal
pencernaan
• Macam- • Melalui saluran
macam flora
genitouriner
normal • Melalui kulit

berdasarkan

tempatnya

63

Pemindahan DN

Konjugasi Konjugasi merupakan mekanism
(DNA) dari sel donor ke sel re
kontak sel dengan sel.

Transformasi ialah proses pemind
mengandung sejumlah informasi gen
lainnya.

Transduksi Transduksi adalah proses perpin

bakteri lain oleh bakteriofage lalu
ditransfer ke populasi bakteri.

NA Pada Bakteri

me perpindahan informasi genetik
esipien yang terjadi akibat adanya

dahan DNA bebas sel yang Transformasi

netik (DNA) dari satu sel ke sel

ndahan gen dari suatu bakteri ke
oleh bakteriofage tersebut plasmid

64

Konjugasi

Konjugasi bakteri pertama kali ditem
pada tahun 1946. Mereka menggabungkan
yang berbeda yang tidak mampu mensint
esensiil dan memberinya kesempatan untu

Jika suatu sel E
berupa badan terpisah dari kromosom utam
jantan. Namun, jika tak mengandung F p
berkelamin betina. Transfer materi genetik
betina didahului terbentuknya pasangan ko
konjugasi ini terbentuk melalui perlekata
permukaan suatu sel kelamin betina.

mukan oleh Lederberg dan Tatum
n dua galur mutan Escherichia coli
tesis satu atau lebih faktor tumbuh
uk kawin.

E.coli mengandung faktor F yang
ma, maka ia dinyatakan berkelamin
pada sel tersebut, maka dinyatakan
k dari sel E.coli jantan ke sel E.coli
onjugasi antara kedua sel. Pasangan
an suatu pilus kelamin jantan pada

65

Transformasi

Transformasi pertama kali d
tahun 1928. Dia mempelajari
pneumoniae menjadi tipe yang b
100 tipe lain yang berbeda atas
Jadi, tipe 1 menghasilkan kaps
seterusnya.

Pada proses ini DNA dipe
alamiah atau dengan cara ekstraks
donor tertangkap oleh sel resipien,

ditemukan oleh Frederick Griffith pada
transformasi satu tipe Streptococcus
berbeda. S. Pneumoniae dibagi menjadi
dasar perbedaan kimia pada kapsulnya.
sul yang berbeda dengan tipe 2, dan

eroleh dari sel donor melalui lisis sel
si kimiawi. Begitu fragmen DNA dari sel
, maka terjadilah rekombinasi.

66

Transduksi

Transduksi ditemukan oleh Nort
tahun 1952. Pada waktu DNA fage di
membentuk bakteri-bakteri fage baru
sebagian dari DNA bakteri yang tela
fage menginfeksi bakteri lainnya, ma
yang mengandung sebagian dari DN
demikian, fage tidak hanya memasu
bakteri yang diinfeksinya, tetapi juga
yang ikut terbawa pada DNA fage.
DNA dari satu sel bakteri ke bakteri la

ton Zinder dan Joshua Lederberg pada
ikemas di dalam pembungkusnya untuk
u, DNA fage tersebut dapat membawa
ah menjadi inangnya. Selanjutnya, bila
aka fage akan memasukkan DNA-nya
NA bakteri inang sebelumnya. Dengan
ukkan DNA-nya sendiri ke dalam sel
a memasukkan DNA dari bakteri lain
Jadi, secara alami fage memindahkan
ainnya.

67

—Kekebalan S
Ra

Kekebalan Spesies:
“Statistik membuktikan bahwa orang
berkulit berwarna lebih peka terhadap
penyakit TB dari pada kulit putih”

Species dan
as

Kekebalan Ras:
“Penyakit lepra dan gonorea secara
alam hanya terdapat pada manusia dan
tidak ditemukan pada hewan”
“Penyakit tetanus yang terdapat pada
manusia tidak terdapat pada burung”

68

Pertahanan Mekan

Pertaha
oleh k
mengan
pertumb
membe
mikroo
dan sek
membu
patogen

Pertahanan mekanis dilakukan oleh rambut dan silia.
hidung berfungsi menyaring udara yang dihirup dari
partikel berbahaya maupun mikroorganisme. Sementara
yang terdapat pada trakea berfungsi menyapu partikel
berbahaya yang terperangkap dalam lendir agar keluar
ludah.

nis dan Kimiawi

anan kimiawi dilakukan oleh cairan sekret yang dihasilkan
kulit dan membran mukosa. Cairan sekret tersebut
ndung zat-zat kimia yang dapat menghambat
buhan mikroorganisme. Kedua cairan sekret tersebut
erikan suasana asam sehingga mencegah pertumbuhan
organisme di kulit. Sementara itu, air liur (Saliva), air mata,
kresi mukosa mengandung enzim lisozim yang dapat
unuh bakteri. Enzim tersebut menghidrolisis dinding sel
n sehingga sel kemudian pecah dan mati

Rambut
partikel-
a itu, silia
l-partikel
bersama

69

Mekanisme Sistem

Non-
Spesifik

Pertahanan Nonspesifik merupakan
imunitas bawaan sejak lahir, berupa
komponen normal tubuh yang selalu
ditemukan pada individu sehat dan
siap mencegah serta menyingkirkan
dengan cepat antigen yang masuk ke
dalam tubuh. Pertahanan nonspesifik
meliputi pertahanan fisik, kimia, dan
mekanis terhadap agen infeksi;
fagotosit; inflamasi; serta zat
antimikroba nonspesiif yang
diproduksi tubuh.

m Kekebalan Tubuh

Pertahanan Spesifik merupakan
sistem kompleks yang memberikan
respon imun terhadap antigen
spesifik. Pertahanan spesifik mampu
mengenal benda asing bagi dirinya
dan memiliki memori terhadap
kontak sebelumnya dengan suatu
aagen tertentu. Sistem ini bekerja
apabila antigen asing telah melewati
pertahanan tubuh nonspesifik.
Sistem pertahanan tubuh spesifik
disebut juga sistem kekebalan tubuh
dan menjadi garis pertahanan yang
ketiga dari tubuh.

Spesifik
70

Penggolonga

Normal

Flora normal tubuh manusia berda

Mikroorganisme tetap/normal (resident
flora/indigenous)

Mikroorganisme jenis tertentu yang biasanya
ditemukan pada bagian tubuh tertentu pada
usia tertentu. Keberadaan mikroorganisme
akan selalu tetap, baik jenis ataupun
jumlahnya, jika ada perubahan akan kembal
seperti semula. Flora normal lainnya bersifat
mutualisme. Flora normal ini akan
mendapatkan makanan dari sekresi dan
produk-produk buangan tubuh manusia, dan
butuh memperoleh vitamin atau zat hasi
sintesis dari flora normal. Mikroorganisme in
umumnya dapat lebih bertahan pada kondis
buruk dari lingkungannya.

an Flora

asarkan bentuk dan sifat kehadirannya

Mikroorganisme sementara (trasient flora)

a Yaitu mikroorganisme nonpatogen atau
a potensial patogen yang berada di kulit dan
e selaput lendir/mukosa selama kurun waktu
n beberapa jam, hari, atau minggu.
li Keberadaan mikroorganisme ini ada secara
at tiba-tiba (tidak tetap) dapat disebabkan oleh
n pengaruh lingkungan, tidak menimbulkan
n penyakit dan tidak menetap. Flora sementara
n biasanya sedikit asalkan flora tetap masih
il utuh, jika flora berubah, maka flora normal
ni akan melakukan kolonisasi, berbiak dan
si menimbulkan penyakit.

71

Kekhususan

Kekhususan Mikroorganisme yang secar
permukaan tubuh bersifat komensal. Pert
tubuh tertentu bergantung pada faktorf
suhu,pH, kelembapan dan ada tidaknya nu
zat penghambat. Keberadaan flora te
dibutuhkan untuk kehidupan karena he
(steril) dari flora tersebut, tetap bisa hidup.

Flora Normal

ra tetap terdapat pada
tumbuhan pada bagian
faktor biologis seperti
utrisi tertentu serta zat-
ersebut tidak mutlak
ewan yang dibebaskan
.

Mekanisme bakteri dalam menentukan
kekhususan pada hostnya yaitu :
• Tropisme jaringan
• Spesifik kepatuhan
• Pembentukan Biofilm

72

Macam-Macam

Flora normal biasanya ditemukan di
bagian-bagian tubuh manusia yang kontak
langsung dengan lingkungan









m Flora Normal

• Kulit • Uretra
• Hidung • Mata
• Mulut • Telinga
• Orofaring • Darah
• Perut • Vagina
• Usus Halus
• Usus Besar

73

Berikut macam-macam flora normal

Kulit

Propionibacterium

Hidung

Staphylococcus au

m acnes
ureus

74

Mulut Streptococccus sp.
Orofaring
Staphylococcus epi
Perut Isi perut yang seh
Usus Kecil asam hidroklorat d

Lactobacillus sp

idermidis
hat pada praktisnya steril karena adanya

di dalam sekresi lambung.

75

Usus Besar Bacteroides frag
Uretra Mycobacterium s
Mata Corynebacterium

gilis
sp
m xerosis

76

Telinga Pseudomonas aeru
Darah Pada keadaan norm
Vagina Doderlein bacillus

uginosa )

2.4.1Gambar Flora Normal (
0 Telinga

mal darah dan jaringan adalah steril

s
77

Cara Masu
Kedalam

Saluran Pernafasan Saluran P

Mikroba dapat masuk Mikroba da
melalui berbagai cara, melalui bah
diantaranya bersin, atau minum
kontak dengan melalui jari–
penderita, dan udara. yang terkon
mikroorgan
pathogen.

uk Mikroba
m Tubuh

Pencernaan Saluran Gernitour

apat masuk Mikroba dapat masuk
han makanan kedalam saluran
man dan geitouriner melalui
–jari tangan berbagai cara,
ntaminasi diantaranya melalui
nisme jalur asenden,
desenden, dan limfatik.

78


Click to View FlipBook Version