The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Nama : Ayu Lestari
Npm : 190202008

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by lestariayu81880, 2021-06-30 09:12:00

PORTOFOLIO MIKROBIOLOGI

Nama : Ayu Lestari
Npm : 190202008

79

Refleksi Diri Tentang Makalah
Setelah kelompok kami menyelesaikan makalah presentse ini , kelompok kami mendapatkan beberapa
koreksi yang diberikan oleh Bapak Ahmad Yani, S..Pd., M.Pd diantaranya terkait prosedur
penyusunan makalah. Dengan adanya koreksi yang diberikan saya dan anggota kelompok saya dapat
membuat makalah yang baik dan benar kedepannya.

80

SCEDULE JOURNAL: SCIENCES, EDUCATION AND LEARNINGe-ISSN:

Vol. A No. B, Bulan Tahun, page. x-y XXXXX

http://ojs.lppmuniprima.org/index.php/scedule p-ISSN:
doi: 10.23960/jbt.vx.ix.date

PEMBUATAN MEDIUM PERTUMBUHAN MIKROBA PDA
( POTATO DEKSTROSE AGAR )

Ahmad Yani*, Ayu Lestari
Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Puangrimaggalatung, Wajo,

Indonesia

* e-mail: [email protected]

Received: Month date, year Accepted: Month date, year Online Published: Month date, year

ABSTRAK
Telah dilakukan praktikum mengenai pembuatan medium pertumbuhan mikroba PDA (Potato

Dekstrose Agar). Potato Dekstrose Agar (PDA) merupakan salah satu media yang digunakan untuk
pertumbuhan jamur atau bakteri seperti jamur Aspergillus flavus). Dilakukan praktikum media
pertumbuhan mikroba dengan menggunakan air rebusan kentang, ekstrak ragi dan agar. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui pertumbuhan mikroba pada medium PDA (Potato Dekstrose Agar)
dan mengetahui cara pembuatan medium pertumbuhan mkroba. Praktikum ini merupakan suatu
praktikum atau penelitian eksperimen. Pengamatan dilakukan selama lima hari. Hasil praktikum atau
pengamatan menunjukkan bahwa setiap wadah yang didiamkan selama 5 hari di wadah yang tertutup
terdapat jamur yang tumbuh setelah dilakukan perlakuan yang berbeda-beda. Setiap perlakuan yang
berbeda-beda juga menunjukkan pertumbuhan mikroba yang berbeda-beda pula. Dapat disimpulkan
bahwa medium PDA merupakan medium alternatif yang cukup optimal sebagai medium pertumbuhan
mikroba.

Kata Kunci: Potato dekstrose agar, mikroba jamur

PENDAHULUAN
Media pertumbuhan merupakan hal penting untuk mempelajari sifat mikroba seperti jamur

yang dapat mencukupu nutrisi, sumber energi dan kondisi lingkungan tertentu. Suatu media untuk
dapat menumbuhkan mikroorganisme dengan baik diperlukan persyartan antara lain media harus
mempunyai pH yang sesuai, media tidak mengandung zat-zat penghambat, media harus steril, dan
media harus mengandung semua nutrisi yang mudah digunakan mikroorganisme. Salah satu
mikroorganisme yang sering dibiakkan dalam ilmu mikrobiologi baik dalam bidang industri pangan
maupun industri pertanian adalah jamur. Jamur merupakan salah satu mikroorganisme yang sering
ditumbuhkan menggunakan media PDA (Potato Dekstrose Agar). Potato dekstrose agar merupakan
paduanyang sesuai untuk menumbuhkan biakan (Winda,2009). Berdasarkan komposisinya PDA
termaksud dalam media semi sintetik karena tersusun atas bahan alami (kentang) dan bahan sintesis
(dekstrose dan agar). Kentang merupakan sumber karbohidrat, vitamin, dan energi. Dekstrose sebagai
sumber gula dan energi, selain itu, komponen agar berfungsi untuk memadatkan medium PDA.
Adapun nutrisi-nutrisi yang dibutuhkan mikroorganisme untuk pertumbuhan meliputi karbon,
nitrogen, unsur non logam seperti sulfur dan fosfor, unsur logam seperti Ca, Zn, Na, K, Cu, Mn, Mg,
dan Fe, vitamin, air, dan energi (Cappucino, 2014). Selain itu juga, Pertumbuhan serta perkembangan
bakteri jamur umumnya sangat dipengaruhi oleh sejumlah faktor diantaranya ialah suhu, cahaya,
udara, pH serta nutrisi seperti karbon dan nitrogen (Octavia &Wantini, 2017).

81

Masing-masing dari ketiga komponen tersebut sangat diperlukan bagi pertumbuhan dan
perkembangbiakan mikroorganismeteruta jamur (Arifah, 2019). Pertumbuhan serta pembiakan jamur
umumnya sangat dipengaruhi oleh sejumlah faktor diantaranya ialah suhu, cahaya, udara, pH, serta
nutrisi seperti karbon dan nitrogen (Octavia & Wantini, 2017).

Media adalah suatu bahan yang terdiri dari campuran zat-zat makanan atau nutrisi yang
diperlukan oleh mikroorganisme untuk pertumbuhannya.(Farmawan, 2014). Media semi sintetik
seperti PDA memiliki kandungan karbohidrat yang cukup sehingga baik digunakan untuk
pertumbuhan jamur. Media ini cukup banyak dibutuhkan dalam pembiakan jamur baik di dalam
laboratorium maupun di bidang pertanian. Namun harga dari media ini cukup mahal selain itu tidak
semua tokoh bahan kimia menyediakan, sehingga diperlukan alternatif lin seperti pembuatan medium
PDA untuk media biakan jamur. Bahan yang digunakan harus mengandung nutrisi yang dibutuhkan
untuk pertumbuhan seperti dari bahan yang kaya akan karbohidrat dan protein (Aini, 2015).

Beberapa peneliti berhasil melakukan penelitian dalam menemukan media alternatif untuk
pertumbuhan jamur menggunakan sumber karbohidrat seperti potato atau kentang (Martyniuk et al,
2011). Sumber karbohidratlain yang mudah di temukan yaitu sagu, singkong dan sukun. Karbohidrat
tersebut memiliki berbagai nutrisi yang cukup seperti halnya kentang sehingga memungkinkan untuk
digunakan sebagai media pertumbuhan jamur. Potato dekstrose agar dilengkapi nutrisi yang cukup
dengan harga yang relatif murah sehingga dapat digunakan sebagai media pertumbuhan jamur.
Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti bermaksud mengkaji sumber karbohidrat yang digunakan
sebagai media pertumbuhan mikroba yaitu PDA (Potato Dekstrose Agar).

METODE PENELITIAN
Waktu dan Lokasi

Praktikum dilakukan pada hari Rabu, 19 Mei 2021, di rumah Desa Salotengnga, Kecamatan
Sabbag Paru, Kabupaten Wajo. Pengamatan atau penelitian dilakukan pada hari Senin, 24 Mei 2021
di rumah Desa Salotengnga, Kecamatan Sabbag Paru, Kabupaten Wajo. Praktikum ini merupakan
praktikum yang berupa metode eksperimen dengan melakukan empat perlakukan.

Metode yang digunakan
Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Sedangkan, Teknik pengumpulan

data dilakukan dengan cara observasi yaitu dengan mengamati pertumbuhan jamur yang di inkubasi
selama 5 hari. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer yang diperoleh dari
penelitian sampel langsung dengan menggunakan jamur yang ditanam pada media PDA.

Alat dan Bahan
Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah tiga buah kentang, 20 gram agar, 5 gram

ekstrak ragi, 20 gram gula pasir, 1 liter air. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah panci,
kompor, sendok pengaduk, gelas ukur, wadah pengganti cawan petri, pisau, cotton budds, mangkok,
saringan, dan handphone sebagai stopwatch.

Prosedur Kerja
Praktikum ini diawali dengan menyiapkan semua alat dan bahan. Terlebih dahulu kupas tiga

buah kentang kemudian masing-masing dipotong dengan ukuran 3 cm. Setelah itu, kentang terebut
direbus dengan air sebanyak 1 liter selama 30 menit. Setelah 30 menit, kentang ditiriskan dan yang
diambil airnya saja. Kemudian ragi dicampur air lalu dihaluskan yang kemudian dimasak hingga
mendidih. Setelah mendidih ragi tesebut disaring menggunakan saringan. Setelah itu, semua bahan
dicampur dan dimasak kembali dengan volume air 1 liter. Bahan yang sudah tercampur rata
dimasukkan ke dalam lima wadah pengganti cawan petri secara merata. Masing-masing wadah diberi
label A,B,C,D, dan E. Kemudian dilakukan metode pertumbuhan mikroba dengan empat perlakuan.
Pada wadah A , perlakuan yang dilakukan yaitu dengan mengusapkan telapak tangan yang belum
dicuci. Pada wadah B, perlakuan yang dilakukan yaitu dengan mencuci tangan terlebih dahulu
menggunakan sabun lalu mengusapkan telapak tangan pada media B. Pada media C, perlakuan yang
dilakukan yaitu mengusapkan cotton budds pada mulut lalu mengusapkannya pada media C. Pada
media D, perlakuan yang dilakukan yaitu cotton budds yang steril diolesi sabun seccukupnya lalu

82

diusapkan padda media D. Pada media E, tidak diberi perlakuan karena media tersebut sebagai
kontrol. Kelima wadah tersebu ditutup dan didiamkan selama 5 hari. Setelah 5 hari dilakukan
pengamatan dan dokumentasi.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil pengamatan media alternatif untuk pertumbuhan mikroba selama 5 hari

dapat diperoleh data-data sebagaimana ditampilkan dalam tabel sebagai berikut:

Wadah Perlakuan yang Diberikan Warna Jamur Bentuk Jamur
A Mengusapkan telapak tangan yang Putih, kecoklatan, dan
belum dicuci pada media A hitam Menyerupai kapas dan
B terdapat koloni jamur
Mencuci tangan terlebih dahulu Putih kecoklatan yang berleendir
menggunakan sabun lalu diusaokan Menyerupai kapas
pada media B

C Terlebih dahulu mengusapkan cotton Agak kecoklatan Terdapat koloni jamur
budds pada mulut kemudian yang berlendir dan
diusapkan pada wadah C sedikit menyerupai
kapas

D Cotton budds yang steril diolesi Putih Hanya terdapat banyak

sabun secukupnya lalu diusapkan koloni jamur yang

pada wadah E menyerupai kapas

E Tidak diberi perlakuan Putih, coklat dan agak Menyerupai kapas dan

berwarna abu-abu sedikit berlendir

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa pertumbuhan jamur dari kelima media
alternatif tersebut berbeda. Pada media A, terdapat koloni jamur yang berbentuk tidak beraturan dan
berwarna putih, coklat dan hitam. Selain itu juga terdapat koloni jamur yang menyerupai kapas serta
terdapat jamur yang berlendir. Pada media B, terdapat koloni jamur yang menyerupai kapas dan
berwarna putih kecoklatan. Pada media C, terdapat koloni jamur yang berlendir berwarna
kecoklatandan hanya sedikit yang menyerupai kapas. Pada media D, terdapat lebih banyak koloni
jamur yang menyerupai kapas berwarna putih dibandingkan media yang lain. Kemudian pada media
E, terdapat koloni jamur yang berlendir dan ada yang berwarna putih, coklat dan agak berwarna abu-
abu serta ada yang menyerupai kapas. Setelah dilakukan penelitian, media yang paling banyak
ditumbuhi oleh koloni jamur yaitu media A dan media E. Media A banyak ditumbuhi jamur dapat
disebabkan oleh keadaan telapak tangan yang masih dalam keadaan kotor menjadikan keadaan
telapak tangan tersebut menjadi tidak steril sehingga banyak bakteri yang menempel pada media
setelah telapak tangan diusapkan. Seadangkan media E, meskipun tidak diberikan perlakuan apapun,
bakteri jamur dapat tetap tumbuh. Hal tersebut dikarenakan, pada saat proses pembuatan kurang steril
sehingga aliran udara dapat masuk yang membuat koloni jamur bisa tumbuh.

83

Media semi sintetik seperti PDA menggunakan kentang sebagai sumber karbohidrat karena
memiliki kandungan karbohidrat yang cukup tinggi sehingga baik digunakan untuk pertumbuhan
jamur (Jannah, 2020). Menurut Direktorat Gizi Departemen Kesehatan RI (1996), dalam 100 g
kentang mengandung 19,1 g karbohidrat, 2 g protein, 0,1 g lemak, 11 mg kalsium, 56 mg fosfor, 1 mg
besi, 0,11 mg vitamin B dan 17 mg vitamin C.

Sumber karbon yang umum digunakan oleh jamur adalah karbohidrat (polisakarida,
disakarida, monosakarida), asam amino, asam organik, dan produk natural seperti lignin (Riyanto,
2010). Sumber karbon adalah nutrisi esensial bagi pertumbuhan jamur dan harus tersedia dalam
jumlah yang lebih besar dari nutrisi yang lain. Sumber karbon pada jamur berguna sebagai energi
untuk membentuk struktur sel. Jamur memerlukan sumber nutrisi dalam bentuk senyawa sederhana
agar dengan mudah diserap oleh miselium untuk pertumbuhannya. Miselium akan mengeluarkan
enzim ekstraseluler (karbohidrase dan protease) ke dalam substrat untuk mendegradasi senyawa
kompleks menjadi senyawa sederhana.

Adapun faktor utama yang harus diperhatikan dalam proses pembuatan media PDA alami
yaitu faktor pemanasan. Apabila proses pemanasan terlalu lama maka akan menyebabkan komponen
dalam air rebusan kentang seperti,karbohidrat, protein, vitamin dan mineral lebih sedikit sehingga
pertumbuhan jamur yang baik belum terpenuhi. Hal ini terjadi karena proses perebusan yang lama,
suhu yang tinggi dan waktu pemanasan yang lama menyebabkan terjadinya perubahan mutu bahan
(Lidiasari, E.et al., 2006). Meilisa (2013) menyatakan bahwa dengan adanya pemanasan terjadi
penurunan kandungan senyawa seperti protein, vitamin, lemak, dan senyawa lainnya.

Dari hasil penelitian kelima media PDA alami tersebut, menunjukkan bahwa ekstrak kentang
dapat menjadi nutrisi utama untuk pertumbuhan bakteri jamur. Kelima media Potato Dekstrose Agar
(PDA) memperlihatkan adanya perbedaan jamur yang tumbuh baik dari segi jumlah, bentuk, maupun
warnanya. Perbedaan tersebut dikarenakan adanya factor yang mempengaruhi. Adapun faktor yang
mempengaruhi pertumbuhan jamur pada media PDA alami yaitu faktor lingkungan, faktor suhu, dan
faktor nutrisi yang ada di dalam medium.

SIMPULAN

Dari hasil penelitian kelima media PDA alami tersebut, menunjukkan bahwa ekstrak kentang
dapat menjadi nutrisi utama untuk pertumbuhan bakteri jamur. Media yang paling banyak ditumbuhi
oleh koloni jamur yaitu media A dan media E. Media A banyak ditumbuhi jamur dapat disebabkan
oleh keadaan telapak tangan yang masih dalam keadaan kotor menjadikan keadaan telapak tangan
tersebut menjadi tidak steril sehingga banyak bakteri yang menempel pada media setelah telapak
tangan diusapkan. Seadangkan media E, meskipun tidak diberikan perlakuan apapun, bakteri jamur
dapat tetap tumbuh. Hal tersebut dikarenakan, pada saat proses pembuatan kurang steril sehingga
aliran udara dapat masuk yang membuat koloni jamur bisa tumbuh.

84

DAFTAR RUJUKAN
Nurdin, E., Nurdin, G. M. (2020). Perbandingan Variasi Media Alternatif dengan Berbagai Sumber
Karbohidrat Terhadap Pertumbuhan Candida albicans. Bionature, 21(1).
Aini, N .2015.Media alternatif untuk pertumbuhan jamur menggunakan sumber karbohidrat yang

berbeda.Fakultas Keguruan dan Ilmu PendidikanUniversitas Muhammadiyah, Surakarta.
Cappuccino, J.G., Sherman, N. (2014). Manual Laboratorium Mikrobiologi. Jakarta: EGC.Chang, S.,

& Miles, P. G. (2004). Mushroom. Cultivation, National Value, Medicinal Effect, and
Enviromental Impact.Boca Rotan.CRC Press.
Octavia,A., & Wantini, S. (2017). Perbandingan Pertumbuhan Jamur Aspergillus flavus Pada Media
PDA (Potato Dextrose Agar) dan Media Alternatif dari Singkong (Manihot esculenta Crantz).
Jurnal Analis Kesehatan, 6(2), 625-631.
Riyanto, F. (2010). Pembibitan Jamur Tiram. Sleman. Yogyakarta.
Martyniuk , Stefan O., & Jadwiga. (2011). Use of Potato Extract Broth for Culturing Root-Nodule
Bacteria. Polish Journal of Microbiology, 60 (4), 323–327.
Jannah, A. M. (2020). PEMANFAATAN UBI JALAR (Ipomoea batatas (L). Lam) cv. CILEMBU
SEBAGAI PENGGANTI KARBOHIDRAT PADA MEDIA Potato Dextrose Agar (PDA) UNTUK
PERTUMBUHAN JAMUR Trichophyton rubrum (Doctoral dissertation, Poltekkes Kemenkes
Yogyakarta).
Farmawan, R. (2014). PEMANFAATAN LIMBAH KULIT SINGKONG (Manihot esculenta Pohl)
SEBAGAI MEDIA PENGGANTI POTATO DEXTROSE AGAR (PDA) BAGI PERTUMBUHAN
MIKROORGANISME (Doctoral dissertation, University of Muhammadiyah Malang).
Lidiasari, E., et al. 2006. Pengaruh Suhu Pengeringan Tepung Tapai Ubi Kayu Terhadap Mutu Fisik
dan Kimia Yang Dihasilkan. Jurnal Teknologi Pertanian.Sumatera Selatan: Universitas Sriwijaya.
Meilisia, R, 2013, Analisis PertumbuhanJamur Aspergillus flavus Pada Modifikasi Media Sabouraud
Dextrose Agar (SDA) Dari Tanaman Ubi Jalar (Ipomomeabatatas L), Laporan Tugas Akhir,
SekolahTinggi Bakti Asih, Bandung.

85

Video Praktikum WFH (Screenshot)

86

Refleksi Diri Tentang Praktikum
Jenis praktikum yang saya pilih adalah praktikum pembuatan media pertumbuhan mikroba
PDA (Potato Dekstrose Agar). Saya memilih praktikum tersebut karena menggunakan alat –alat
sederhana dan bahan yang digunakan pun sangat mudah dijangkau dan dapat ditemukan di area
sekitar. Selain itu, bahan yang digunakan relatif murah. Media PDA merupakan media alternatif yang
memanfaatkan sumber karbohidrat yaitu kentang yang dibuat dengan cara direbus. Medium ini telah
umum digunakan dalam menumbuhkan mikroba
Setelah dilakukannya praktikum WFH, saya dapat mengetahui dan memahami prosedur
pembuatan media pertumbuhan mikroba dengan memanfaatkan media sederhana yaitu kentang.
Selain itu, saya dapat mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan mikroba dalam
media tersebut. Adapun kendala saya dalam praktikum tersebut yaitu saya belum bisa
mengidentifikasi jenis-jenis mikroba atau jamur apa saja yang tumbuh pada media yang telsh dibuat.

87

Refleksi Diri Akhir Semester
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu
Setelah menjalani perkuliahan selama satu semester di mata kuliah Mikrobiologi, sekarang saya akan
merefleksikan diri. Menjelaskan apa yang saya petik dari pelajaran mikrobiologi, kelebihan atau
perlunya mempelajari mikrobiologi dan bagaimana rencana kedepannya
Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa mikrobiologi merupakan suatu ilmu yang mempelajari
organisme-organisme kecil yang tidak dapat diamati dengan kasat mata akan tetapi dapat diamati
dengan menggunakan mikroskop atau secara mikroskopis. Adapun yang saya dapatkan setelah
mengikuti perkuliahan mata kuliah mikrobiologi yaitu saya dapat melakukan praktikum sederhana
pembuatan medium pertumbuhan mikroba PDA dengan memanfaatkan medium yang bersumber dari
karbohidrat yaitu kentang, cara menganalisis artikel, cara menyusun makalah dan dapat mengetahui
dan memahami materi yang berhubungan dengan mikrobiologi seperti peranan mikroorganisme
dalam kehidupan sehari-hari, cara masuknya mikroba dalam tubuh manusia, mikrobiologi lingkungan,
mikrobiologi pangan dan lain sebagainya. Oleh karena itu, saya ucapkan terima kasih kepada dosen
pengampu mata kuliah mikrobiologi, Bapak Ahmad Yani, S,Pd., M.Pd., yang telah membimbing dan
memberikan arahan kepada kami.
Mikrobiologi sangat penting untuk dipelajari karena mikroorganisme tidak lepas dari kehidupan
manusia seperti mikroorganisme ada yang dapat menyebabkan penyakit dan ada juga yang
bermanfaat untuk pangan seperti fermentasi atau pengawetan makanan selain itu bermanfaat untuk
lingkungan seperti bioremediasi.
Harapan saya kedepannya, semoga saya dapat mengajarkan pengetahuan dan pengalaman yang saya
dapatkan di mikrobiologi nantinya. Selain itu, semoga kedepannya lebih baanyak praktikum karena
dengan adanya metode praktikum dalam pelajaran mikrobiologi ini maka saya akan lebih mudah
memahaminya.
Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada dosen pengampu mata kuliah mikrobiologi, Bapak
Ahmad Yani, S.Pd., M.Pd., yang telah memberikan ilmu pengetahuan.
Wassalamulaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

88


Click to View FlipBook Version