Untuk SMP Kelas IX ARIMBI Aneka Ringkasan Materi Bahasa Indonesia oLEh : Fransiska Sulami
Untuk SMP Kelas IX ARIMBI Rangkuman Materi Bahasa Indonesia oLEh : Fransiska Sulami
Teks Laporan Percobaan BAB I
Teks Laporan Percobaan PENGERTIAN Laporan adalah segala sesuatu yang disampaikan seseorang, baik berupa lisan atau tulisan, yang berisi kegiatan yang sudah dilakukan pada pihak yang meminta hasil kegiatan tersebut. Sedangkan percobaan ialah suatu bentuk kegiatan penelitian untuk menguji atau membuktikan suatu teori. Jadi, jika digabungkan, teks laporan percobaan ialah bentuk teks atau tertulis yang berfungsi untuk menyampaikan hasil kegiatan percobaan yang tujuannya menguji atau membuktikan teori. Teks laporan percobaan sering juga disebut sebagai teks laporan eksperimen. Biasanya, kelompok yang melakukan percobaan punya dugaan hasil atau hipotesis. Dugaan hasil inilah yang harus diuji dan dibuktikan dalam kegiatan percobaan. MODEL TEKS LAPORAN Teks laporan memiliki dua model yaitu : 1.Teks Laporan Hasil Pengamatan/Observasi (LHO) 2.Teks Laporan Percobaan FUNGSI TEKS LAPORAN PERCOBAAN 1. Memberitahukan atau menjelaskan laporan pertanggung jawaban dari sebuah tugas atau kegiatan pengamatan (observasi). 2. Memberitahukan atau menjelaskan dasar penyusunan kebijaksanaan, keputusan atau pemecahan masalah dalam pengamatan. 3. Menjadikan sumber informasi yang akurat dan terpercaya karena disusun berdasarkan dengan data dan fakta. 4. Menjadikan sarana untuk mendokumentasikan hasil kegiatan observasi.
CIRI-CIRI TEKS LAPORAN PERCOBAAN Ketika menulis teks laporan percobaan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebagai ciri-ciri laporan. 1. Objektif Menyampaikan informasi atau data sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya. Apabila hasil tidak sesuai hipotesis, sampaikan apa adanya sesuai hasil percobaan yang dilakukan. Misalnya, kamu sedang menguji perbandingan vitamin C pada buah jeruk dan stroberi. Kamu menduga buah jeruk punya vitamin C lebih tinggi daripada stroberi. Ternyata, setelah dilakukan percobaan, hasilnya tidak sesuai dugaan. Nah, jika hipotesis tidak sesuai hasil, sampaikanlah hasil percobaan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. 2. Berupa Fakta Hasil yang disampaikan dalam teks laporan percobaan benarbenar sudah dilakukan. Penyampaian kalimat pun harus berupa fakta. Coba bandingkan kedua kalimat di bawah ini: 1.Kandungan vitamin C stroberi sekitar 29 mg tiap 100 mg. 2.Terkandung 54 mg vitamin C dalam setiap 100 mg jeruk. Kalimat 1) bukanlah fakta karena informasinya belum pasti dan terkesan masih berupa dugaan karena penggunaan kata “sekitar.” Sedangkan kalimat 2) berupa fakta karena menyampaikan informasi secara pasti dan bisa dibuktikan. 3. Lengkap Kamu harus menyampaikan semua informasi dalam teks laporan percobaan. Tulis selengkap-lengkapnya supaya pembaca bisa mengerti laporan secara utuh dan bisa bermanfaat. 4.Sistematis Laporan yang disusun harus sistemati atau harus secara teratur dan beraturan. Laporan juga harus sesuai dengan standar penulisan teks laporan hasil percobaan itu sendiri.
CIRI-CIRI KEBAHASAAN TEKS LAPORAN PERCOBAAN Kemudian, untuk ciri-ciri kebahasaannya ialah sebagai berikut: 1. Menggunakan kaidah bahasa Indonesia yang baku 2.Menggunakan kalimat simpleks dan kalimat kompleks 3. Menggunakan konjungsi 4. Menggunakan istilah teknis 5. Menggunakan kata bilangan 6.Memperhatikan kata depan STRUKTUR TEKS LAPORAN PERCOBAAN Percobaan dilakukan untuk mencoba suatu kegiatan baru yang belum pernah dilakukan orang lain atau membuktikan kebenaran dari suatu teori dan ilmu yang telah ada. Struktur teks laporan percobaan ada yang ditulis dengan struktur yang lengkap namun ada kalanya ditulis dengan menghilangkan sebagian strukturnya. Hal itu bergantung pada jenis percobaan yang dilakukan. Teks laporan sederhana menghilangkan beberapa bagian struktur. Teks laporan yang lengkap ditulis dengan lengkap struktur bagiannya. Adapun teks laporan secara lengkap meliputi : 1. Judul 2. Tujuan 3. Kajian Teori 4. Alat dan bahan 5. Langkah-langkah 6. Hasil 7. Pembahasan 8. Simpulan 9. Daftar Pustaka
1. . Judul Judul adalah nama sebuah karangan yang menggambarkan isi karangan. Di dalam teks rekaman percobaan, judul dapat diambil dari percobaab yang dilakukan. Tujuan Tujuan berisi keinginan atau maksud yang ingin dicapai dari percobaan yang dilakukan. 2. 3. Kajian Teori Berisi uraian teori yang mendasari percobaan yang dilakukan. Kajian teori didapat dari sumber belajar atau buku-buku peljaran, buku referensi, atau diakses di internet yang berkaitan dengan percobaan yang dilakukan. 4. Alat dan Bahan Alat dan bahan berisi alat atau benda yang diperlukan dalam melakukan percobaan. 5. Langlah-langkah Kerja/Cara Kerja Struktur langkah-langkah kerja berisi tahap-tahap melaksanakan percobaan atau proses melakukan percobaan. 6. Hasil Berisi uraian hasil pengamatan sesuai dengan apa yang didapatkan saart percobaan. Data dapat ditulis dalam bentuk tabel atau hasil pengamatan. 7. Pembahasan Hasil pengamatan dibahas secara deskriptif. 8. Simpulan Berisi uraian pendapat penulis terhadap percobaan yang telah dilakukan. Simpulan disajikan secara ringkas sesuai dengan tujuan percobaan. Apa yang ingin dicapai saat percobaan. 9. Daftar Pustaka Berisi pustaka atau buku/sumber lain yang telah dibaca sebagai sumber bacaan atau belajar (buku/sumber yang sudah diuraikan dalam kajian teori). Penulisan daftar pustaka mengikuti pedoman yang telah ditentukan.
. Langkah-langkah membuat teks laporan percobaan Langkah-langkah dalam membuat teks laporan percobaan : 1.Membuat judul 2.Menyusun kalimat pembuka 3.Menyusun isi laporan 4.Menyusun kalimat penutup 5.Merangkai dan meninjau kembali 6.Menyunting
. MEMBUAT HAND SANITIZER TUJUAN Pembuatan hand sanitizer ini bertujuan untuk mengurangi kelangkaan cairan pembunuh virus yang saat ini marak diserbu oleh kalangan masyarakat mulai dari kelas bawah sampai kelas atas. KAJIAN TEORI Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menjelaskan salah satu cara pencegahan penyebaran virus Corona adalah dengan membersihkan tangan secara teratur memakai cairan antiseptik pembersih tangan (hand sanitizer) yang mengandung alkohol atau mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Hand sanitizer mengandung antiseptik yang bisa membunuh kuman atau virus. Dalam situasi saat ini hand sanitizer sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Karena banyak yang membutuhkan, kini barang itu menjadi langka. Dengan bahan yang tersedia di tokotoko kimia masyarakat tidak perlu panik dan khawatir akan kehabisan karena cairan tersebut dapat dibuat sendiri ALAT DAN BAHAN Untuk mendapatkan 250 mili liter hand sanitizer berkadar 63 persen dibutuhkan : 1. 50 mili liter air 2. 200 mili liter Ethanol berkadar alkohol 95 persen 3. 1 sendok tek Carbomer 4. 33 mili liter Propylene glycol 5. 3 tetes Triethanilamine Contoh Teks laporan percobaan
. LANGKAH-LANGKAH 1. Campur air dan Propylene glycol ke dalam wadah bersih (panci alumunium atau pinggan pyrex) sambil dipanaskan dan diaduk. 2. Lalu tambahkan Crbomer sedikit demi sedikit sampai temperatur mencapai 80-90 derajat dan semua bahan tercampur dan larut sempurna. 3. Tambahkan Triethanolamine agar campuran tersebut berubah menjadi gel. (lakukan tanpa pemanasan) 4. Aduk selama ± 15 menit hingga hand sanitizer yang berbentuk gel. HASIL Dengan bahan dan langkah di atas kini hand sanitizer dapat dihasilkan. Dengan terbentuknya gel atas campuran bahan-bahan tersebut hand sanitizer siap digunakan. KESIMPULAN Hand sanitizer bisa dibuat oleh siapa saja, asal dengan ukuran yang sudah ditentukan. Tentu saja pembuatannya harus dilakukan dengan pengawasan orang dewasa. Dan hindarkan bahan-bahan tersebut dari jangkauan anak-anak. Bahan-bahan tersebut termasuk bahan kimia berbahaya. DAFTAR PUSTAKA http://lipi.go.id/berita/membuat-hand-sanitizer-sederhana-untuk-cegah-viruscorona/21969
. Kalimat aktif Kata benda Kata bilangan Kata kerja Istilah teknis Aspek kebahasaan yang akan dibahas dalam teks ini adalah : 1. 2. 3. 4. 5. 1. KALIMAT AKTIF Kalimat aktif adalah seb berperan sebuah kalimat yang subjeknya (S) berperan sebagai pelaku yang secara aktif malakukan tindakan yang dikemukakan dalam predikat (P) kepada objek (O). Contoh: Ani menyirami bunga. Ayah membeilkanku sebuah sepeda. John merusak bukunya Andi. Ciri-ciri kalimat aktif: 1. Pada kalimat aktif subjek melakukan suatu tindakan yang langsung mengenai objeknya. 2. Predikat kalimat aktif selalu diawali dengan imbuhan me- atau ber3. Ada kalimat aktif yang memerlukan objek 4. Ada kalimat aktif yang tidak memerlukan objek. Setelah mendapat predikat subjek ditambah pelengkap atau keterangan. 5. Kalimat Aktif memiliki pola S-P-O-K atau S-P-K ASPEK KEBAHASAAN TEKS LAPORAN PERCOBAAN
. 1. KATA KERJA PENGERTIAN Kata kerja atau verba adalah jenis kata yang menyatakan suatu tindakan, perbuatan, atau keberadaan yang bukan kata sifat. 2. CIRI-CIRI KATA KERJA Ciri-ciri verba (kata kerja) adalah : 1. Mengandung makna perbuatan. Contoh : menulis, membaca. 2. Mengandung makna proses. Contoh meledak, meletus. 3. Dapat diikuti kata sifat atau kata keterangan. 4. Kata kerja sering diikuti oleh kata benda. 5. Kata kerja yang bermakna keadaan tidak dapat diberi prefiks teryang berarti paling. Contoh : suka. 6. Dapat diberi kata penyangkalan. Contoh : tidak menangis 7. Sering dibentuk dengan imbuhan me-,di-ber-,ter-, me-kan, di-kan, ber-an, memper-an, dan memper-i. 8. Kata dapat didahului kata pernyataan waktu, seperti telah, sedang, akan, hampir, segera 3. JENIS KATA KERJA Jenis kata kerja dibedakan berdasarkan : 1. bentuk 2. objek 3. subjek 4. makna Berdasarkan bentuknya keta kerja dibedakan menjadi : 1. Kata kerja dasar Contoh : makan, tidur, pergi. 2. Kata kerja turunan Contoh : mengungsi, mengering, melebar, berjemur
. Berdasarkan objeknya kata kerja dibedakan menjadi : 1. Kata kerja transitif (kata kerja yang memerlukan objek) Contoh : memetik, membuat, mengangkut 2. Kata kerja intransitif (kata kerja yang tidak memerlukan objek) Contoh : duduk, tidur Berdasarkan subjeknya kata kerja dibedakan menjadi : 1. Kata kerja aktif (subjek sebagai pelaku) Contoh : memesak, membeli, memperbaiki 2. Kata kerja pasif (subjek sebagai korban/penderita) Contoh : dibawa, dilihat, dimakan Berdasarkan maknanya kata kerja dibedakan menjadi : 1. Kata kerja benefaktif /tindakan adalah kata kerja yang berarti melakukan pekerjaan untuk orang lain. Contoh: meyeberangkan, membuatkan 2. Kata kerja refleksif /proses adalah kata kerja yang berarti melakukan pekerjaan untuk diri sendiri. Contoh: berhias, bersembunyi. 3. Kata kerja resiprok adalah kata kerja yang berarti melakukan pekerjaan untuk dua belah pihak dan tidak boleh diikuti kata "saling". Contoh: berpandangan, bersalaman. 4. Kata kerja yang menyatakan keadaan Contoh : termenung, terjebak
. PENGERTIAN Kata benda atau nomina adalah jenis kata yang menyatakan sesuatu jenis benda, baik benda yang nyata/terlihat maupun tidak terlihat (abstrak), seperti nama orang, nama tumbuhan, nama tempat, sebuah kegiatan, sifat/perilaku, dan lain-lain. KATA BENDA 1. 2. Rumah mewah itu bergaya arsitektur eropa. Payung hitam ibu hilang. CIRI-CIRI KATA BENDA Berdasarkan pengertiannya, kata benda memiliki ciri ciri sebagai berikut : 1. Di dalam susunan sebuah kalimat, kata benda dapat berfungsi sebagai subjek dan objek. Contoh : Ayah sedang mencuci mobil di garasi. Ayah : kata benda (S), sedang mencuci (P), mobil : kata benda (O), di garasi (Ket) 2. Kata benda dapat diikuti dengan kata ingkar “bukan”. Contoh : Bapak yang bertanya di depan mesjid tadi bukan warga sini. (Warga : kata benda) 3. Membentuk makna linguistik apabila diikuti kata sifat. Makna linguistik artinya makna yang tidak memiliki predikat dalam strukturnya. Contoh : (Rumah : kata benda + mewah: kata sifat) (Payung : kata benda + hitam : kata sifat) 3. kata benda dasar JENIS-JENIS KATA BENDA Berdasarkan proses pembentukannya, kata benda dibagi menjadi 2 jenis, yaitu : 1. 2. kata benda turunan.
. Kata benda turunan adalah kata benda yang mendapat penambahan imbuhan, baik berupa awalan, akhiran, sisipan, atau awalan-akhiran, yang disebut dengan afiksasi. Berikut beberapa proses pembentukan kata benda turunan. Pe + verba, contoh : (Pe + lukis = pelukis) Verba + an, contoh : (Masak + an = masakan) Pe + Adjektiva, contoh : (Pe + riang = periang) Per + Nomina + an, contoh : (Per + rumah + an = perumahan) 4. PEMBENTUKAN KATA BENDA DENGAN AFIKSASI Kata penda turunan dapat dibentu dengan proses imbuhan. Imbuhan yang dapat membentuk kata benda adalah : 1. awalan (prefiks) a. keContoh : ketua, kehendak, kekasih b. peNContoh : pembicara, pelamar, penari, pelatih, pelupa, pertapa 2. akhiran –an Contoh : minuman, anjuran, kiriman, belokan 3. awalan-akhiran (konfiks) a. ke-an Contoh : kemenangan, kepergian, kemarahan, kebimbangan, kecepatan, kenaikan b. peN-an Contoh : pemberontakan, penyelesaian, pelatihan
. Kata bilangan (numeralia) merupakan kata yang digunakan untuk menghitung banyaknya sesuatu (baik berupa benda, orang, binatang, barang maupun konsep). Dalam bahasa Indonesia, kata bilangan (numeralia) dikelompokkan menjadi dua yaitu : 1. kata bilangan takrif /tentu 2. kata bilangan tak takrif/tak tentu, Kata bilangan takrif/tentu Kata bilangan takrif/tentu ialah kata bilangan yang digunakan untuk menyatakan jumlah. Kata bilangan takrif/tentu terbagi menjadi dua macam yaitu: 1. kata bilangan utama dan 2. kata bilangan tingkat. Kata Bilangan Utama (Kardinal) Kata bilangan utama dibagi lagi menjadi tiga jenis yaitu: 1. Kata Bilangan Penuh Yaitu kata bilangan utama yang menyatakan jumlah tertentu dan dapat berdiri sendiri tanpa bantuan kata lain. Contoh: satu, dua, tiga, tujuh, sepuluh, dua puluh dan seterusnya. 2. Kata Bilangan Pecahan Yaitu kata bilangan yang terdiri atas pembilang dan penyebut,. Dalam bahasa huruf kata bilangan pecahan dibubuhi partikel (per-). Contoh: 1/2 = satu perdua (setengah), 1/4 = satu perempat (seperempat), 3/4 = tiga perempat, 4/8 = empat perdelapan dan seterusnya. KATA BILANGAN
. 3. Kata Bilangan Gugus Yaitu kata bilangan yang digunakan untuk menyebutkan kelompok jumlah satuan (benda, hal, dan sebagainya). Biasanya terkait dengan satuan waktu, jumlah kelompok, dan satuan tahun. Contoh: 1 gros = 144 (12 lusin), 1 lusin = 12 buah, 1 kodi = 20, 1 tahun = 12 bulan, 1 abad = 100 tahun, 1 milenium = 1000 tahun. Kata Bilangan Tingkat Yaitu kata bilangan yang melambangkan urutan. Contoh: kesatu, kedua, ketiga, keempat, kelima, keenam, kesepuluh, keseratus dan seterusnya. Kata bilangan tak takrif/tak tentu Kata bilangan tak takrif merupakan kata bilangan yang menyatakan jumlah yang tak tentu (tidak jelas). Contoh: beberapa, tiap-tiap, sebagian, separuh, segala, berbagai, segenap, sekalian, semua, seluruh, dan seterusnya. Kata bilangan tidak tentu digunakan untuk menyebutkan benda yang tidak bisa dihitung jumlahnya, misalnya seperti gula, garam, air, beras, dan lainnya atau bisa juga ditujukan pada objek yang berjumlah banyak dan dengan menggeneralisasikan sebutan bagi objek tersebut menjadi satu kesatuan. Contoh : Minum banyak air putih baik untuk menjaga kesehatan tubuh.
ISTILAH TEKNIS teknologi informasi biologi pendidikan kesehatan geografi lingkungan, dan lain-lain Kata atau istilah teknis merupakan kata yang memiliki makna tertentu dalam suatu bidang keilmuan. Kata ini memiliki arti berkaitan dengan bidang keilmuan tersebut. Secara sederhana, kata teknis merupakan istilah dalam topik yang dibahas. Istilah teknis tersebut misalnya, istilah teknis bidang : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Contoh istilah teknis bidang teknologi Pindai: menduplikasi objek menggunakan sensor cahaya didalamnya lalu dikirim ke komputer dalam bentuk digital. Posting: kegiatan membuat artikel agar muncul didalam media, yakni media internet. Login: sistem keamanan komputer, yakni berupa proses masuk bagi pengguna untuk mengakses sistem komputer. Contoh istilah bidang biologi Cambium : meristem sekunder untuk pertumbuhan diameter tumbuhan dikotil. Capillary : pembuluh halus berdinding tipis dengan satu lapisan sel-sel endothelial yang membawa darah dari arteri ke vena melalui difusi dimana pertukaran zat pada cairan jaringan terjadi. Bibit Unggul : bibit hasil seleksi secara buatan yang mempunyai sifat – sifat sesuai dengan keinginan kita.
Contoh istilah bidang biologi : kronis : gambaran suatu penyakit atau kondisi yang terjadi dalam periode berulang, perlahan, dan makin serius. skrining : bentuk deteksi dini untuk mengetahui apakah seseorang memiliki penyakit atau tidak. diagnosis : penentuan jenis penyakit yang diteliti melalui gejala yang terjadi.
TEKS PIDATO
TEKS PIDATO PENGERTIAN Pidato adalah sebuah kegiatan berbicara di depan umum atau berorasi untuk menyatakan pendapatnya, atau memberikan gambaran tentang suatu hal. Pidato biasanya dibawakan oleh seorang yang memberikan orasi-orasi, dan pernyataan tentang suatu hal/peristiwa yang penting dan patut diperbincangkan. Pidato biasanya digunakan oleh seorang pemimpin untuk memimpin dan berorasi di depan banyak anak buahnya atau khalayak ramai. Orasi adalah komunikasi oral formal yang disampaikan kepada khalayak ramai. Ada beberapa metode yang dikenal, yaitu : a. Metode Impromptu, yakni metode yang tidak ada persiapan. b. Metode Menghafal, yakni metode berpidato yang dilakukan dengan cara menghafal huruf demi huruf. c. Metode Naskah, yaitu metode pidato yang dilakukan dengan cara membaca teks. d. Metode Ekstemporan, yaitu metode berpidato yang terlebih dahulu membuat garis-garis besar pidato yang akan disampaikan. METODE PIDATO JENIS PIDATO Berdasarkan sifat dari isi pidato, pidato dapat dibedakan menjadi : 1. Pidato Pembukaan, adalah pidato singkat yang dibawakan oleh pembaca acara atau mc. 2. Pidato pengarahan adalah pidato untuk mengarahkan pada suatu pertemuan. 3. Pidato Sambutan, yaitu merupakan pidato yang disampaikan pada suatu acara kegiatan atau peristiwa tertentu yang dapat dilakukan oleh beberapa orang dengan waktu yang terbatas secara bergantian. 4. Pidato Peresmian, adalah pidato yang dilakukan oleh orang yang berpengaruh untuk meresmikan sesuatu. 5. Pidato Laporan, yakni pidato yang isinya adalah melaporkan suatu tugas atau kegiatan. 6. Pidato Pertanggungjawaban, adalah pidato yang berisi suatu laporan pertanggungjawaban.
Berdasarkan tujuannya, pidato dapat digolongkan menjadi 3, yaitu: (1) pidato informasi; (2) pidato persuasif; dan (3) pidato aksi. Pidato informasi adalah pidato yang dilakukan dengan tujuan menginformasikan, memberitahukan, atau menjelaskan sesuatu. Suasana yang serius dan tertib benar-benar dibutuhkan pada jenis pidato ini. Perhatian akan dipusatkan pada pesan yang akan disampaikan. Dalam hal ini, orang yang berpidato haruslah orang yang dapat berbicara dengan jelas, sistematis, dan tepat isi agar informasi yang disampaikan benar-benar terjaga keakuratannya. Dengan demikian, pendengar akan berusaha menangkap informasi dengan sungguh-sunguh. Contoh pidato informasi Beberapa contoh pidato informasi antara lain: (a) pidato Ketua Umum Pemilu tentang hasil pemilihan suara; (b) pidato Mensekneg sehabis sidang kabinet. PIDATO INFORMASI 2. PIDATO AKSI Pidato aksi adalah pidato yang bertujuan untuk menggerakkan. Pada pidato jenis ini, orang yang berpidato haruslah orang yang berwibawa, tokoh idola, atau panutan masyarakat yang memiliki keterampilan berbicara dan pandai membangkitkan semangat. Contoh pidato aksi Beberapa contoh pidato aksi antara lain: a. pidato presiden Soekarno pada saat menggerakkan rakyatIndonsia untuk tetap memiliki semangat dalam berjuang melawan penjajah; atau b. pidato Bung Tomo saat menggerakkan para pemuda dengan cara membangkitkan semangatjuang mereka pada Peristiwa 10 November 1945 di Surabaya. 1.
Berdasarkan tujuannya, pidato dapat digolongkan menjadi 3, yaitu: (1) pidato informasi; (2) pidato persuasif; dan (3) pidato aksi. Pidato Persuasif adalah pidato yang bertujuan menyakinkan pendengar tentang sesuatu. Pidato persuasi memiliki persamaan dengan pidato aksi. Perbedaannya pada pidato persuasi hasil yang diharapkan ditujukan pada kepentingan pribadi atau lembaga, sedangkan pidato aksi bertujuan untuk mencapaitujuan bersama. Pada jenis pidato persuasi, orang yang berpidato benar-benar dituntut memiliki keterampilan berbicara yang baik, karena bertugas untuk mengubah sikap pendengarnya dari tidak setuju menjadi setuju, tidak mau membantu menjadi mau membantu, dari tidak percaya menjadi percaya. Dalam pidato ini, si pembicara atau orang yang berpidato harus melandaskan isi pembicaraannya pada argumentasi yang nalar, logis, masuk akal, dan dapat dipertanggungjawabkan. Contoh pidato persuasif Beberapa contoh pidato persuasif antara lain: a. pidato pimpinan partai di daerah yang kurang menyenangi partaitersebut b. pidato pimpinan BRI pada masyarakat yang lebih senang berhubungan dengan tengkulak c. pidato calon kepala desa di daerah yang massanya belum simpati kepadanya. 1. PIDATO PERSUASIF Pembentukan tanggap Salah satu tujuan pidato persuasif adalah membentuk cara khalayak memberikan tanggapan. Pembentukan dapat dilakukan baik khalayak mengetahui banyak tentang suatu topik maupun tidak, tetapi akibat pembentukan, begitu jelas terlihat pada saat khalayak mengetahui sedikit tentang topik. Tujuan Pidato Persuasif 1.
Pembicara persuasif memgaitkan gagasan atau sesuatu yang baru terhadap nilai yang telah melekat pada khalayak. Pembicara harus menyadari bahwa pembentukan itu adalah proses hubungan ide-ide baru dengan nilai-nilai yang mapan bagi khalayak, dan yang hasil-hasilnya adalah perubahan perilaku. Tujuan kedua pidato persuasif adalah “penguatan” tanggapan bagi sekelompok khalayak untuk mengharapkan kesinambungan perilaku yang sedang berlangsung saat ini terhadap beberapa topik, gagasan, atau isu yang disampaikan. Penguatan tanggapan dikaitkan dengan nilai-nilai dan sikap yang sudah ada dalam khalayak. Nilai-nilai bercirikan kesenangan, kekuatan, dan kepentingan. 2. Penguatan tanggapan Tujuan ketiga pdato persuasif adalah pengubahan tanggapan sekelompok khalayak untuk mengubah perilaku mereka terhadap suatu konsep atau gagasan. Pembicara persuasif berupaya untuk mengubah tanggapan sambil meminta kepada khalayak untuk mewakli dan /atau menghentikan beberapa perilaku, seperti merokok, buang sampah sembarangan, dan lain-lain. Dalam banyak cara, pengubahan tanggapan dapat menjadi sebuah tugas yang sulit. Pembicara dapat membentuk kesan seseorang terhadap yang baru tanpa terlalu membingungkan kehidupan mereka. Pembentukan tanggapan dihubungkan secara teliti dengan belajar; penguatan sebagian besar dikesampingkan sebagai suatu maksud persuasif, tetapi pengubahan tanggapan adalah fokus utama pidato persuasif. 3. Tujuan Pidato Persuasif
Struktur teks pidato terdiri atas 3 bagian, yaitu pembukaan, isi pidato, dan yang terakhir penutup pidato. Ketiga struktur tersebut merupakan komponen penting yang harus ada dalam sebuah teks pidato terutama pidato persuasif. Karena salah satu struktur tidak ada, maka teks pidato tersebut tidak akan menjadi teks pidato yang sempurna. Pembuka Pembuka teks pidato terdiri atas 3 bagian, yaitu a. Salam pembuka b. Ucapan penghormatan c. Ucapan syukur Isi Pidato Isi pidato adalah bagian yang penting karena dalam isi ini mengandung inti dari sesuatu yang akan disampaikan dan dibicarakan. Pada bagian isi ini sang orator akan menjelaskan secara detail dan juga jelas mengenai apa yang disampaikannya kepada para pendengar yaitu tujuan, sasaran, rencana, dan langkah langkah Penutup Pidato Penutup pidato adalah akhir dari sebuah pidato. Pidato yang baik biasanya berisi hal-hal berikut: - Kesimpulan secara ringkas dari materi yang dijelaskan. - Permintaan maaf kepada pendengar jika ada salah dalam berkata dan juga menyinggung pembaca. - Salam penutup. 1. STRUKTUR TEKS PIDATO PERSUASIF 2. 3.
Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semua. Yang saya hormati, Kepala yayasan Tarakanita Wilayah Surabaya, Kepala SMP Santo Carolus Surabaya, Bapak Ibu karyawan, para undangan, dan juga teman-teman seperjuangan saya yang saya cintai. Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Mahakuasa karena telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga kita dapat hadir dan berkumpul di sini. Terima kasih juga saya ucapkan kepada Bapak Ibu yang telah rela menghadiri acara ini. Pada kesempatan kali ini, saya akan menyampaikan pidato tentang manfaat teknologi. Pada era ini, sudah banyak teknologi – teknologi canggih yang diciptakan untuk mempermudah cara hidup kita di zaman ini. Dengan kecanggihannya, kita dapat mempersingkat waktu dan mempercepat penyelesaian kerja. Namun, tetap ada yang menerima dan meresponnya secara negatif dengan berbagai alasan. Seperti dengan alasan teknologi – teknologi yang sudah ada secara tidak langsung telah menyingkirkan budaya – budaya sehari – hari yang telah ada. Hadirin sekalian, sebenarnya banyak manfaat yang telah dan akan kita dapatkan dengan penggunaan teknologi – teknologi. Sebagai contoh, kita dapat berkomunikasi dengan kerabat atau keluarga kita di tempat yang jauh dengan menggunakan telefon genggam. Kita juga dapat mempermudah hal dalam urusan rumah tangga, seperti mencuci baju dengan mesin cuci ataupun memasak nasi dengan penanak nasi listrik atau biasa disebut rice cooker. Bahkan internet pun sudah sangat akrab dengan kehidupan sehari – hari kita. Biasanya dimanfaatkan untuk dimanfaatkan untuk mencari informasi atau menghilangkan penat, seperti bermain permainan yang disediakan internet. Baik buruknya teknologi itu sendiri, bergantung kepada orang yang memanfaatkannya. Saya berharap, kita dapat memanfaatkan teknologi itu sesuai dengan manfaat dan tujuan teknologi itu sendiri dibuat. Supaya tidak terjadi penyalahgunaan yang dapat merugikan kita sendiri dan orang lain. Demikian pidato ini saya sampaikan. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Mohon maaf bila ada salah kata. Selamat pagi. Contoh Teks Pidato Persuasif
Kata depan adalah kata-kata yang secara sintaksis diletakan sebelum kata benda, kata kerja atau kata keterangan. Secara semantis kata depan menandakan berbagai hubungan makna anatar kata depan dan kata yang ada dibelakangnya. Aturan Penulisan Kata Depan Kata depan seperti “di”, “ke”, dan “dari” ditulis terpisah dengan kata-kata di belakangnya kecuali untuk kata-kata yang sudah dianggap lazim sebagai satu kata, seperti kepada, daripada dan sebagai imbuhan, seperti dipukul, dimakan dan lain-lain. Contoh: di sana – Benar disini – Salah ke sekolah – Benar kesekolah – Salah Kata depan ditulis dengan huruf kecil jika digunakan di dalam kalimat sebagai judul. Contoh: Berlayar Dari Samudera Indonesia Ke Samudera Hindia Dan Antartika. – Salah Berlayar dari Samudera Indonesia ke Samudra Hindia dan Antartika. - Benar KATA DEPAN PENGERTIAN JENIS KATA DEPAN Jika dilihat darifungsinya, kata depan dibagi menjadi beberapa macam, yaitu : Jika dilihat darifungsinya, kata depan dibagi menjadi beberapa macam, yaitu : Kata depan penanda tempat keberadaan dan waktu, yaitu: di, pada, dalam, dan antara. Contoh: Budi berangkat ke Jakarta pada siang hari. Dani meleakkan hand phone di dalam tasnya ketika ada razia di sekolah. Rumahku terletak antara kantor pos dan bangunan sekolah itu. Mereka belum menetukan tempat kunjungan antara Jogjakarta dan Surabaya 1.
Kata depan penanda arah atau tempat asal, yaitu: dari Contoh: Siswa baru itu pindahan dari Jakarta. Pasukan itu bubar dimulai dari barisan yang paling kanan. Dia menjadi seperti itu semenjak pulang dari rumah sakit. Aku menunggu kedatanganmu di sini dari jam 8 pagi. Kata depan penanda arah atau tempat tujuan, yaitu: ke, kepada, akan, dan terhadap Contoh: Pada liburan yang akan datang aku akan pergi ke rumah nenekku. Surat ini ditunjukan kepada bapak kepala sekolah. Saya sangat menghormati terhadap apa yang Bapak sampaikan kepada kami semua. Kita semua tidak mengetahui akan apa yang dilakukan olehnya nanti malam. Kata depan penanda pelaku, yaitu: oleh Contoh: Pekerjaan itu diselesaikan oleh dirinya sendiri. Akibat terlambat, dia dimarahi oleh guru bk di sekolah. Aku ditemani oleh Ani ketika pergi ke pasar. Kata depan penanda alat atau cara yaitu: dengan, dan berkat Contoh: Ayah memotong rumput dengan menggunakan pisau rumput. Ibu pergi bekerja dengan mengendarai sepeda motor. Lantai rumahku sangat bersih berkat cairan pembersih. Tugas kita selesai berkat kerjasama yang baik. Shinta berlari dengan sangat cepat. Kata depan penanda perbandingan, yaitu: daripada Contoh: Rumahku lebih kecil daripada rumah pejabat itu. Jarak antara rumahku ke sekolah lebih lama daripada rumahnya ke sekolah. Budi lebih tinggi sekitar 4 cm daripada tinggi Andi. 2. 3. 4. 5. 6.
Kata depan menunjukan suatu hal atau permasalahan, yaitu: tentang dan mengenai Contoh: Rapat pagi hari itu membahas tentang rencana kegiatan yang akan segera dilaksanankan. Ani bertanya mengenai sikapku padanya beberapa hari yang lalu. Apakah kamu mengetahui berita tentang mundurnya Frank Lampard dari timnas Inggris? Dia menceritakan kepada kami semua mengenai kisah perjuangan hidupnya. Tak ada lagi yang tersisa semua memori tentang dia selama hidupnya. Kata depan penanda hubungan akibat, yaitu: hingga dan sampai Contoh: Pelaku curanmor itu dipukuli hingga babak belur. Sinta menangis sampai air matanya mengering. Rumahnya hancur hingga tak tersisa sedikitpun akibat diterjang banjir bandang. Dia sangat rakus ketika makan sampai tak tersisa barang sebutir nasi pun di atas piringnya. Danang berjuang dengan sangat keras hingga menjadi seorang pengusaha sukses. Kata depan penanda hubungan tujuan, yaitu: untuk, buat, guna, dan bagi. Contoh: Aku membuatkan kue ini khusus untuk Ani yang sedang sakit. Budi mengerjakan tugas matematika buat adiknya. Belajarlah yang giat guna masa depan yang cemerlang. Pendidikan adalah hak yang sangat penting bagi seluruh anak-anak. Ayah memintaku untuk menemaninya pergi ke luar kota untuk urusan bisnis. 7. 1. 8. 9.
Kata sandang adalah suatu kata yang tidak memiliki arti atau makna khusus yang digunakan sebagai penjelas kata benda yang diletakan sebelum kata benda. Makna kata sandang sendiri tergantung dengan makna kata yang ada di belakangnya. 1. 2. KATA SANDANG PENGERTIAN FUNGSI KATA SANDANG Di dalam bahasa Indonesia, kata sandang memilikifungsi sebagai berikut : Membendakan suatu kata atau frase. Contoh: Yang rajin belajar pasti akan menjadi pintar. Yang rajin belajar maksudnya orang-orang yang rajin belajar, (Yang: kata benda, Rajin: kata sifat). Membentuk kata benda atau kata ganti orang. Contoh: Para hadirin mengikuti acara seminar dengan sangat antusias. Para hadirin bermakna hanya orang-orang yang hadir,(kata pembentuk). JENIS KATA SANDANG A. Kata Sandang untuk Tunggal Kata sandang tunggal digunakan untuk memberikan arti pada seseorang atau sesuatu yang tunggal pada kata sesudahnya. Beberapa tipe kata sandang jenis ini diantaranya adalah Sang; Sri; Hang; Dang; Hyang. Kelima kata tersebut adalah untuk menggantikan makna tunggal. Kata Hang dan Dang sudah jarang ditemukan dalam komunikasi berbahasa Indonesia. Kedua kata tersebut ditemukan pada kosakata masa kerajaan sebelum bahasa Indonesia ditetapkan menjadi bahasa persatuan. Sang Kata sandang Sang digunakan untuk mengiringi panggilan manusia, makhluk hidup lainnya, atau benda mati yang memiliki tujuan untuk meninggikan martabat. Terkadang kata sandang Sang juga dipakai dengan tujuan sindiran terhadap sesuatu yang lebih tinggi. 1.
Contoh : 1. Sang Ratu terpaksa mendukung keputusan putranya untuk pergi merantau 2. Begitu hikmat saat seluruh peserta upacara memberi hormat pada Sang Saka merah putih 3. Sang Kodok melompat tak tahu arah karena sudah tertangkap basah mencuri di rumah Raja Hutan Sri Kata sandang Sri biasa dipakai untuk penyandang nama manusia yang memiliki gelar tinggi atau keturunan raja. Panggilan Sri bagi keturunan kerajaan yang sudah memegang kekuasaan atau sudah menjadi pewaris tahta masih digunakan di Indonesia. Kata sandang ini dimaksudkan untuk memanggil seseorang yang kedudukannya lebih tinggi. Contoh: 1. Sri Sultan Ahmed dijadwalkan akan mengunjungi Jakarta siang ini setelah bertolak dari Brunai 2. Sri Sultan Hamengkubuwono X menghadiri acara gerebek Suro di kawasan alun-alun keraton Hang Saat ini kata sandang Hang hampir tidak pernah ditemukan dalam kosakata bahasa Indonesia. Kata sandang ini hanya digunakan dalam karya sastra lama guna menyebut seseorang yang dimuliakan/dihormati. Contoh : 1. Sungguh berjasa sosok Hang Jebat, keberaniannya membela kaum Melayu akan diingat sampai nanti 2. Beberapa prajurit mengatakan Hang Bae sedang berunding dengan Hang Tuah ketika hujan deras semalam Dang Kata sandang Dang juga termasuk dalam kosakata warisan sastra lama. Penggunaan kata sandang Dang hanya dikhususkan bagi wanita yang memiliki kehormatan. 4. 2. 3.
Contoh : 1. Dang Kiran memastikan untuk menerima pinangan Hang Rama 2. Kecantikan nan rupawan paras Dang Nur, wajar semua pemuda memperebutkannya Hyang Kata sandang Hyang memiliki keistimewaan karena hanya digunakan untuk menyebut atau mengiringi panggilan kepada Dewa dan Dewi. Kata sandang jenis ini ditemukan pada sebutan umat beragama Hindu yang ada di indonesia. Kata Hyang merupakan serapan dari bahasa jawa kuno. Contoh : 1. Sang Hyang Widhi Wasa pasti akan menjawab semua doa kita, ucap Mpu Pandita di akhir acara doa bersama Pura Jagatnatha 2. Umat Hindu di Bali serentak merayakan Nyepi dengan memohon keselamatan dan kedamaian pada Hyang Widhi Yang Kata sandang Yang, dipakai untuk mengganti nama Tuhan atau seseorang yang dimuliakan. Contoh : 1. Mohonlah ampun kepada Yang Maha Pengampun dan Penyayang Nak, pesan Ibu sebelum meninggal. 2. Peristiwa ini sudah direncanakan oleh Yang Maha Kuasa 1. 5. 6. Para Kata sandang para digunakan untuk menggantikan atau menyebut sekelompok manusia yang memiliki kesamaan dalam aspek tertentu pe B. Kata Sandang untuk Jumlah Jamak Jenis kata sandang yang kedua adalah kata sandang yang digunakan untuk menunjukkan jumlah jamak atau kelompok. Kata sandang untuk merujuk pada jamak ini diantaranya adalah Para; Kaum; Umat. Ketiga jenis kata tersebut masih banyak ditemukan di Indonesia. Berikut beberapa contoh penggunaan kata sandang yang dipakai untuk merujuk pada jumlah jamak.
2. 3. (pekerjaan, jenis kelamin). Sering kali kata sandang para digunakan pada acara pidato sambutan yang berfungsi untuk menyebut hadirin yang memenuhi undangan. Contoh : 1. Para mahasiswa sedang berdemo di depan istana presiden menuntut penurunan harga BBM 2. Para ibu resah dengan melonjaknya harga cabe di pasaran yang senilai ratusan ribu rupiah Kaum Kata sandang berikutnya yang menunjukkan bentuk jamak adalah kata kaum. Kata kaum digunakan untuk merujuk pada suatu kumpulan orang yang memiliki kesamaan dalam pandangan suatu golongan. Contoh : 1. Perkembangan teknologi pada masa ini tidak akan ada tanpa peran kaum intelektual 2. Kaum sosialita semakin memadati Denpasar Festival untuk memuaskan nafsu berbelanja mereka Umat Kata sandang umat digunakan untuk menunjukan sekelompok orang yang memiliki keyakinan, kepercayaan yang sama. Biasanya kata sandang umat digunakan untuk menyebut sekelompok orang yang berasal dari satu agama. Contoh : 1. Umat muslim akan merayakan hari raya Idul Fitri pada pertengahan tahun, tepatnya di bulan Juni 2. Perayaan Natal Desember tahun kemarin dirayakan serentak oleh umat Kristiani seluruh dunia C. Kata Sandang untuk Netral Jenis kata sandang terakhir adalah kata sandang yang khusus difungsikan untuk menyebut atau menggantikan sesuatu dengan maksud menyeimbangkan. Artinya, kata sandang ini digunakan untuk menunjukan jumlah yang netral. Dua kata sandang yang termasuk jenis ini diantaranya adalah Si; Yang.
1. 2. Beberapa bulan yang lalu Si Preman kampung itu ditangkap polisi Hampir seminggu aku tidak melihat Si Amir Wanita malang yang jatuh tertimpa motor itu adalah kakakku Yang tadi membantuku membawa dagangan adalah seorang guru di kampung kami Si Kata sandang Si seringkali kita temukan pada penyebutan tokoh dalam dongeng atau cerita-cerita rakyat yang masih akrab di telinga masyarakat Indonesia. Penggunaan kata sandang Si menunjukan keseimbangan atau sama rata bagi kata benda atau sesuatu yang diikutinya. Terkadang kata sandang Si juga digunakan untuk membentuk kata benda dari kata sifat. Contoh 1. 2. Yang Jenis kata sandang Yang hampir sama dengan kata sandang yang digunakan pada penunjuk tunggal. Akan tetapi pada kategori penunjuk netral, kata sandang Yang hanya digunakan untuk mengganti seseorang yang tunggal, tanpa adanya jabatan atau pangkat tinggi yang harus digantikan. Contoh : 1. 2.
Partikel adalah kata yang mengandung makna gramatikal dan tidak mengandung makna leksikal. Dikatakan memiliki makna gramatikal karena penggunaan kata partikel dalam kalimat dapat memiliki makna yang berbeda, sesuai dengan konteks kalimat. Namun tidak memiliki makna yang bersifat tetap (makna leksikal) PARTIKEL PENGERTIAN MACAM Partikel penegas dibedakan menjadi 4, yaitu : 1. Partikel –kah 2. Partikel –lah 3. Partikel –tah 4. Partikel –pun MACAM Partikel penegas dibedakan menjadi 4, yaitu : 1. Partikel –kah 2. Partikel –lah 3. Partikel –tah 4. Partikel –pun Mengubah kalimat berita menjadi kalimat tanya Contoh: - Wanita itu yang dicari Budi selama ini (kalimat deklaratif) - Wanita itukah yang dicari Budi selama ini? (kalimat interogatif) - Ardi pemilik sebagian besar tanah di Desa Subur (kalimat deklaratif) - Ardi kah pemilik sebagian besar tanah di Desa Subur? (kalimat interogatif). FUNGSI A. Partikel -kah 1.
Menjadikan kalimat tanya lebih baku Kalimat interogatif biasanya diawali dengan kata tanya seperti apa, bagaimana, mengapa, kapan, dimana dan siapa. Contoh: - Siapakah pemilik rumah ini? - Apakah benar dia yang selama ini dicari Budi? Mempertegas kalimat tanya Kalimat interogatif juga tidak perlu diawali dengan kata tanya. Kalimat seperti ini dapat dipertegas dengan penambahan partikel - kah. Contoh: -Masihkah Budi mengingat kita? -Benarkah yang dia katakan itu? B. Partikel -lah 1. 2. 3. Memperhalus nada perintah dalam kalimat perintah Contoh : - Cobalah memutar tuasnya ke kanan, mungkin ada perubahan - Berpegang teguhlah kepada keyakinanmu Memberikan ketegasan dalam kalimat deklaratif Contoh: - Jangan sia-siakan masa mudamu, penyesalanlah yang akan menunggumu. Memberi ketegasan dalam kata ganti Contohnya : - Kamulah satu satunya yang bisa memahamiku - Dialah yang harus bertanggung jawab atas semua kekacauan ini 2. 3.
C. Partikel -tah Kata tugas -tah sekarang jarang digunakan. Penggunaan partikel -tah membuat kalimat tanya menjadi bersifat retoris. Bahkan seolah olah hanya seakan bertanya pada diri sendiri dan tidak membutuhkan jawaban. Contoh : - Apatah arti diriku tanpa dirimu disampingku? - Manatah kenikmatan hidu 2. D. Partikel -pun Menegaskan makna kata yang diiringinya. Pada fungsi ini penulisan partikel pun dipisahkan dengan kata yang diiringi. Pada pun memiliki makna “juga” atau “saja”. Contoh: - Kami pun segera menyusul Budi ke taman - Dia pun bekerja siang dan malam untuk memenuhi tuntutan istrinya itu. - Berdiri pun aku tidak dapat apalagi berjalan. Dalam gramatikal bahasa Indonesia, penulisan pun yang boleh disambung adalah: adapun, andaipun, akanpun, ataupun, bagaimanapun, biarpun, nianpun, kalaupun, kendatipun, maupun, meskipun, namunpun, sekalipun, sungguhpun, dan walaupun. Memberikan aspek inkoatif Aspek inkoatif maksudnya menandakan perbuatan atau proses mulai berlaku atau terjadi jika disertai partikel -lah Contoh: - Tak lama, hujan pun turunlah dengan derasnya - Budi pun berbaringlah di lapangan rumput hijau itu 1.
Kata ganti adalah kata yang digunakan untuk menggantikan kata benda atau orang. Tujuan penggunaan kata ganti ini adalah untuk memperhalus bahasa yang kita gunakan, dan membuat kalimat lebih efektif serta tidak berulang – ulang sehingga kalimat yang digunakan tidak terkesan bertele – tele. Perhatikan contoh kalimat berikut! a. KATA GANTI A. PENGERTIAN “ Dina adalah bunga desa di kampung kami, karena selain cantik Dina juga rajin dan suka menolong.” “Dina adalah bunga desa di kampung kami, karena selain cantik ia juga rajin dan suka menolong” b. Jika di bandingkan kalimat a dengan kalimat b maka kita dapat menilai bahwa, kalimat a kurang efektif dan terkesan bertele-tele karena terdapat dua kata yang sama dalam satu kalimat. Sedangkan jika di lihat, kalimat b lebih efektif dan tidak bertele – tele karena menggunakan kata ganti ia untuk menggantikan kata Dina. B. JENIS kata ganti orang, kata ganti petunjuk, kata ganti tanya, kata ganti penghubung, kat ganti kepunyaan, dan kata ganti tak tentu. Kata ganti dapat di golongkan menjadi enam, yaitu: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Kata ganti orang Kata ganti orang merupakan kata yang digunakan untuk menggantikan kata benda orang dengan kata benda lain. Kata ganti orang dapat digolongkan menjadi enam bagian yaitu: 1. Kata ganti orang pertama tunggal saya, aku, daku, hamba Kata ganti orang pertama jamak kami, kita a. b.
Kata ganti penunjuk Kata ganti petunjuk adalah kata ganti yang digunakan untuk menunjukan letak suatu benda. Kata ganti petunjuk dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu : 2. Kata ganti orang kedua tunggal kamu, kau, anda, dikau, engkau Kata ganti orang kedua jamak kalian, kamu Kata ganti orang ketiga tunggal dia, ia, beliau Kata ganti orang ketiga jamak mereka c. a. d. e. f. Penunjuk umum ini, itu Penunjuk letak/tempat sini, situ, sana, ke sana, ke sini, di sini, di sana Penunjuk ikhwal begitu, begini a. b. c. Kata ganti Tanya Kata ganti tanya adalah kata ganti yang digunakan untuk menanyakan waktu, tempat, orang, atau keadaan. 3. Penanya waktu kapan Penanya tempat? di mana, darimana, ke mana Penanya orang atau benda apa, siapa, yang mana Penanya keadaan bagaimana, mengapa, berapa, kenapa b. c. d. Kata ganti kepunyaan Kata ganti kepunyaan adalah kata ganti yang digunakan sebagai pengganti kepemilikan. -ku, -mu, -nya 4.
Kata ganti tak tentu Kata ganti tak tentu adalah kata ganti yang digunakan untuk menunjukan sesuatu yang belum jelas jumlah dan bentuknya. sesuatu, masing – masing 5.
TEKS CERPEN Pulang
TEKS CERPEN A. PENGERTIAN Cerpen atau dapat disebut juga dengan cerita pendek merupakan suatu bentuk prosa naratif fiktif yang memeparkan kisah atau cerita mengenai manusia beserta seluk beluknya lewat tulisan pendek dan singkat. Biasanya berfokus pada satu tokoh saja. Cerpen cenderung singkat, padat, dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi lain yang lebih panjang, seperti novella dan novel. B. CIRI-CIRI CERPEN Jalan ceritanya lebih pendek dari novel Sebuah cerpen memiliki jumlah kata yang tidak lebih dari 10.000 (10 ribu) kata Biasanya isi cerita cerpen berasal dari kehidupan sehari-hari Tidak menggambarkan semua kisah para tokohnya, hal ini karena dalam cerpen yang digambarkan hanyalah inti sarinya saja. Tokoh dalam cerpen digambarkan mengalami masalah atau suatu konflik hingga pada tahap penyelesainnya. Pemakaian kata yang sederhana serta ekonomis dan mudah dikenal pembaca. Kesan yang ditinggalkan dari cerpen tersebut sangat mendalam sehingga pembaca dapat ikut merasakan kisah dari cerita tersebut. Biasanya hanya satu kejadian saja yang diceritakan. Memiliki alur cerita tunggal dan lurus. Penokohan pada cerpen sangatlah sederhana, tidak mendalam serta singkat 1. 2. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 3. 10. Fungsi rekreatif: memberikan rasa senang, gembira, serta menghibur para pembacanya. Fungsi didaktif: mengarahkan dan mendidik para pembaca nya karena nilai-nilai kebenaran dan kebaikan yang ada didalamnya. Fungsi estetis: memberikan keindahan bagi para pembaca nya. Fungsi moralitas: mengandung nilai moral sehingga para pembacanya dapat mengetahui moral yang baik dan tidak baik bagi diri nya. C. FUNGCERPEN 1. 2. 3. 4.
D. UNSUR INTRINSIK Tema Tema adalah sebuah gagasan pokok yang mendasari dari jalan cerita sebuah cerpen. Untuk mengetahui tema cerita pembaca harus teliti dalammenyimpulkannya. Alur / Plot Secara garis besar, alur merupakan urutan tahapan jalannya cerita, yang meliputi : perkenalan, muncul konflik atau suatu permasalahan, puncak konflik (klimaks),penurunan konflik, penyelesaian. Alur dibedakan menjadi alur maju, alur mundur, dan alur gabungan. Alur maju disebut juga alur kronologis, alur lurus atau alur progresif. Peristiwa-peristiwa ditampilkan secara kronologis, maju, secara runtut dari awal tahap, tengah hingga akhir Pada alur mundur peristiwa dimulai dari penyelesian, dilanjutkan perkenalan, muncul konflik atau suatu permasalahan, puncak konflik (klimaks), penurunan konflik. Alur gabungan peristiwa dimulai dari puncak masalah yang disusul dengan peristiwa masa lampau/lalu dan diakhiri dengan penyelesaian. Setting Setting sangat berkaitan dengan tempat atau latar, waktu, dan suasana dalam cerpen tersebut. Tokoh Tokoh merupakan pelaku yang terlibat dalam cerita. Setiap tokoh biasanya mempunyai karakter tersendiri. Berdasarkan watak yang diperankan dalam cerita tokoh dibedakan menjadi tokoh protagonis atau tokoh baik, tokoh antagonis atau tokoh jahat serta ada tokoh tritagonis (penengah). Protagonis yaitu tokoh yang memiliki cita-cita atau keinginan. Tokoh ini sebagai penggerak cerita. Tokoh ini pula yang dihadapkan pada masalah atau terlibat dalam kesukaran-kesukaran. 1. Fungsi relegiusitas: mengandung ajaran agama yang dapat dijadikan teladan bagi para pembaca nya. 3. 5. 2. 4.
Antagonis yaitu tokoh yang menentang keinginan atau cita-cita protagonis. Tokoh ini sebagai penghalang dan masalah bagi protagonis. Tritagonis yaitu tokoh yang memberi jalan keluar / penengah bagi keinginan yang ingin dicapai protagonis. Berdasarkan peran/kedudukan dalam cerita tokoh dibedakan atas tokoh utama dan tokoh tambahan/figuran/pendukung. Tokoh utama / penting mayor / peran utama adalah tokoh cerita yang menjadi pusat atau fokus dalam cerita. Tokoh tambahan / minor / peran pembantu yaitu tokoh yang mendukung jalannya cerita. Penokohan/Perwatakan Penokohan yaitu pemberian sifat pada tokoh atau pelaku dalam cerita. Sifat yang telah diberikan dapat tercermin dalam pikiran, ucapan, dan pandangan tokoh terhadap sesuatu hal. Teknik penokohan ada 2 (dua) macam yaitu: Teknik penokohan analitik adalah suatu teknik penokohan dengan cara memaparkan atau menyebutkan sifat tokoh secara langsung, seperti seperti: pemberani, penakut, pemalu, keras kepala, dan sebagainya. Teknik penokohan dramatik adalah suatu teknik penokohan dengan cara memaparkannya secara tidak langsung, yaitu dapat dengan cara : penggambaran fisik (Misalnya cara berpakaian, postur tubuh, dan sebagainya), penggambaran dengan melalui sebuah percakapan atau dialog/ pandangan tokoh lain, reaksi dari tokoh lain (dapat berupa pendapat, sikat, pandangan, dan sebagainya). (Penjelasan teknik penokohan tertera di bawah). Sudut Pandang Sudut pandang adalah cara pandang pengarang dalam memandang suatu peristiwa di dalam cerita. Sudut pandang ada 2, yaitu 1. Sudut pandang orang pertama : a. Sudut pandang orang pertama sebagai pelaku utama Dalam sudut pandang ini, tokoh ”aku” mengisahkan tentang berbagai peristiwa yang terjadi serta tingkah laku yang dialaminya. Tokoh ”aku” akan menjadi pusat perhatian dari kisah cerpen tersebut. Dalam sudut pandang ini, tokoh "aku" digunakan sebagai tokoh utama. 5. 6.
Antagonis yaitu tokoh yang menentang keinginan atau cita-cita protagonis. Tokoh ini sebagai penghalang dan masalah bagi protagonis. Tritagonis yaitu tokoh yang memberi jalan keluar / penengah bagi keinginan yang ingin dicapai protagonis. Berdasarkan peran/kedudukan dalam cerita tokoh dibedakan atas tokoh utama dan tokoh tambahan/figuran/pendukung. Tokoh utama / penting mayor / peran utama adalah tokoh cerita yang menjadi pusat atau fokus dalam cerita. Tokoh tambahan / minor / peran pembantu yaitu tokoh yang mendukung jalannya cerita. Penokohan/Perwatakan Penokohan yaitu pemberian sifat pada tokoh atau pelaku dalam cerita. Sifat yang telah diberikan dapat tercermin dalam pikiran, ucapan, dan pandangan tokoh terhadap sesuatu hal. Teknik penokohan ada 2 (dua) macam yaitu: Teknik penokohan analitik adalah suatu teknik penokohan dengan cara memaparkan atau menyebutkan sifat tokoh secara langsung, seperti seperti: pemberani, penakut, pemalu, keras kepala, dan sebagainya. Teknik penokohan dramatik adalah suatu teknik penokohan dengan cara memaparkannya secara tidak langsung, yaitu dapat dengan cara : penggambaran fisik (Misalnya cara berpakaian, postur tubuh, dan sebagainya), penggambaran dengan melalui sebuah percakapan atau dialog/ pandangan tokoh lain, reaksi dari tokoh lain (dapat berupa pendapat, sikat, pandangan, dan sebagainya). (Penjelasan teknik penokohan tertera di bawah). Sudut Pandang Sudut pandang adalah cara pandang pengarang dalam memandang suatu peristiwa di dalam cerita. Sudut pandang ada 2, yaitu : 5. 6. A. Sudut pandang orang pertama : Sudut pandang orang pertama sebagai pelaku utama Dalam sudut pandang ini, tokoh ”aku” mengisahkan tentang berbagai peristiwa yang terjadi serta tingkah laku yang dialaminya. Tokoh ”aku” akan menjadi pusat perhatian dari kisah cerpen tersebut. Dalam sudut pandang ini, tokoh "aku" digunakan sebagai tokoh utama. 1.
1. Contoh: Pagi ini cuaca begitu cerah hingga dapat mengubah suasana jiwaku yang penat karena setumpuk tugas yang terbengkelai menjadi teringankan. Namun, sekarang aku harus mulai bangkit dari tidurku dan bergegas untuk mandi karena pagi ini aku harus bekerja keras. Sudut pandang orang pertama sebagai pelaku sampingan Tokoh ”aku” muncul tidak sebagai tokoh utama lagi, melainkan sebagai pelaku tambahan. Tokoh ”aku” hadir dalam jalan cerita hanya untuk membawakan cerita kepada pembaca, sedangkan tokoh cerita yang dikisahkan kemudian ”dibiarkan” untuk dapat mengisahkan sendiri berbagai pengalaman yang dialaminya. Tokoh dari jalan cerita yang dibiarkan berkisah sendiri itulah yang pada akhirnya akan menjadi tokoh utama, sebab ialah yang lebih banyak tampil, membawakan berbagai peristiwa, serta berhubungan dengan tokoh-tokoh yang lainnya. Dengan demikian tokoh ”aku” hanya tampil sebagai saksi saja. Saksi terhadap berlangsungnya sebuah cerita yang ditokohi oleh orang lain. Tokoh ”aku” pada umumnya hanya tampil sebagai pengantar dan penutup cerita. Contoh: “Setiap malam hari, tepatnya pada jam 9.00 duduklah seorang pria tua dengan jas hitam dan topi bundar di kursi depan rumah seberang jalan. Dia adalah pak Luqman. Orang tua itu sering menghabiskan waktu malamnya duduk santai di tempat itu sendirian. Aku kenal dengan orang itu, sering juga menyapanya pada malam hari jika bertemu. Tempat tinggalnya pun tak jauh dari tempat tinggalku, hanya berjarak beberapa rumah. 2. A. Sudut pandang orang ketiga : Sudut pandang orang ketiga serbatahu. Kisah cerita dari sudut ”dia”, namun pengarang atau narator dapat menceritakan apa saja hal-hal dan tindakan yang menyangkut tokoh ”dia” tersebut. Pengarang mengetahui segalanya. Contoh: Sudah genap satu bulan dia menjadi pendatang baru di perumahan ini. Tapi, dia juga belum satu kali pun terlihat keluar rumah cuman untuk sekedar beramah-tamah dengan tetangga yang lain. “Apakah si pemilik rumah itu terlalu sibuk ya?” ungkap salah seorang tetangganya. Pernah satu kali dia
7. 1. kedatangan tamu yang katanya adalah saudaranya. Memang dia adalah sosok introvert, jadi walaupun saudaranya sendiri yang datang untuk berkunjung, dia tidak menyukainya. Sudut pandang orang ketiga sebagai pengamat. Dalam sudut pandang ini berbeda dengan orang ketiga serbatahu. Pengarang hanya melukiskan apa yang dilihat, dialami, dipikir, dan dirasakan oleh tokoh tersebut, namun terbatas pada seorang tokoh saja. Contoh: Seketika saja para murit memberi muka cuek dan jutek ketika guru tersebut duduk memandangi murit-murit. Hampir tidak ada yang ingin memandang pada sosok muka guru yang ada di hadapan mereka. Tak peduli, pelajaran biologi hanya ada tiga kali dalam seminggu. Sayang sekali jika terlewat dan tidak bertemu dengan guru yang ter-favorit di sekolahan 2. Amanat Amanat merupakan sebuah pesan dari seorang penulis atau pengarang cerita tersebut kepada pembaca agar pembaca dapat bertindak atau melakukan sesuatu. D. STRUKTUR CERPEN Abstrak Abstrak merupakan ringkasan atau inti dari cerita pendek yang akan dikembangkan menjadi sebuah rangkaian-rangkaian peristiwa atau bisa juga sebagai gambaran awal dalam cerita. Abstrak bersifat opsional atau dalam artian bahwa setiap cerpen boleh tidak terdapat struktur abstrak tersebut. Orientasi Orientasi berkaitan dengan waktu, suasana, dan tempat yang berkaitan dengan jalan cerita dari cerpen tersebut. 2.
3. Komplikasi Komplikasi berisi urutan kejadian-kejadian yang dihubungkan secara sebab dan akibat. Pada komplikasi, biasanya mendapatkan karakter ataupun watak dari berbagai tokoh cerita pendek tersebut. Pada bagian komplikasi kerumitan mulai bermunculan. Evaluasi Evaluasi yaitu struktur konflik yang terjadi dan mengarah pada klimaks serta sudah mulai mendapatkan penyelesaiannya dari konflik yang terjadi tersebut. Resolus Pada bagian resolusi, pengarang mulai mengungkapkan solusi yang dialami tokoh. Koda Pada bagian koda, terdapat nilai ataupun pelajaran yang dapat diambil dari cerita pendek tersebut oleh pembacanya. 4. 5. 6.
PENJELASAN TEKNIK PENOKOHAN 1. Beberapa teknik yang dipakai penulis dalam melukiskan watak tokoh : Melalui bentuk fisik Contoh : Duhai dara dengan pipi merah merona, tak bisa kubayangkan engkau terjaga di tengah malam buta, hanya untuk membukakan pintu rumah kita. Karenanya wahai dara dengan pipi merah merona, maafkan suamimu jika malam tadi terlelap di beranda rumah kita. Sekar Tanjung muncul dari ujung desa. Matanya yang sembab, juling, hidungnya bengkok, lebam hitam hantaman benda tumpul. Jalannya miring-miring terseokseok, kakinya semper diseret-seret. Rambutnya pethalpethal, botak, bibirnya dower pecah bernanah. Tangannya bengkak berdarah, kehitam-hitaman terkena setrum. Tak mau bicara. Sudah puluhan orang merubung dan menanyainya. Mulutnya tetap terkunci. Melalui reaksi tokoh terhadap peristiwa/tindakan tokoh Contoh : Ketika dua orang tertangkap karena mencuri puluhan tandan kelapa sawit, karyawan perkebunan ramai-ramai ingin menjadi hakim. Parlagutan segera mencegah mereka. “Yang tertangkap hanya dua orang. Jumlah mereka mungkin belasan. Tidak adil kalau Anda semua hanya 2.
3. 4. dua orang. Jumlah mereka mungkin belasan. Tidak adil kalau Anda semua hanya mengadili dua orang ini,” ujarnya tegas. “Kita hanya perlu mengorek keterangan mereka. Setelah itu kedua orang ini harus kita serahkan ke polisi. (Sumber : Cerpen Paman Tentara, Kompas, 14 Januari 2001) Melalui pandangan seorang tokoh terhadap tokoh lain/dialog para tokoh Contoh : Parlagutan bercerita dengan datar tanpa emosi. Sahat mendengarkan dengan penuh simpati. Ia tidak percaya Parlagutan yang dikenalnya berhati lembut itu dapat meletakkan moncong pistolnya di jidat seorang korbannya dan menarik pelatuknya tanpa ragu sedikit pun. Bagaimana mungkin Parlagutan dapat melakukan itu di depan anak dan isteri korban yang menjerit memohon ampun dengan beriba-iba. (Sumber : Cerpen KruengSemantoh, Kompas, 23 April 2000) Melalui gambaran keadaan alam sekitar Contoh : Tak pernah Iskandar merasa sengeri subuh ini melihat cahaya pertama yang masuk lewat celah jendela kamarnya. Pikir-pikir, Iskandar membatin, cahaya pertama pertanda suatu haru mulai tak pernah menggetarkan hatinya. Itu justru membuatnya gembira. Biasanya dia akan segera turun dari tempat tidur