5. usangnya. Iskandar akan segera mengambil wudu, mengerjakan sembahyang subuh sebelum matahari terbit, minum kopi yang sudah disediakan Lisma sambil bersila di lantai di depan televise. Sementara asap rokoknya mengepul mengisi ruangan. (Sumber : Cerpen KruengSemantoh, Kompas, 23 April 2000) Melalui pandangan langsung pengarang Contoh : Begitulah. Dengan sabar si tukang parkir kemudian kembali bertanya dan bertanya kepada si pemilik kios dan kepada para pemuda itu, agar mengetahui persoalan mereka secara lebih jelas. Dan kemudian, ia memberikan saran ini-itu untuk meredakan suasana dan ketegangan. Sampai kemudian, ia harus berbalik dan berlari-lari kecil kearah rumah sakit sana, karena si Rambo Tegal mengingatkan adanya seorang pengunjung yang keluar dari rumah sakit dan sedang menghampiri sebuah mobil. (Sumber : Cerpen Ikan Salmon, Kompas 28 Januari 2002)
MAJAS Semangatnya begitu keras bagaikan batu Otaknya encer seperti air Luar biasa larinya laksana busur lepas dari panah Pengertian majas adalah bahasa indah yang digunakan dalam mempercantik susunan kalimat agar memperoleh kesan imajinatif atau menciptakan efek tertentu bagi pembaca dan pendengarnya. Pemanfaatan gaya bahasa dalam memperoleh nuansa tertentu sehingga mampu menciptakan kesan kata-kata yang imajinatif. Secara garis besar majas dibedakan menjadi empat, yaitu : A. majas perbandingan B. majas pertentangan C. majas penegasan D. majas sindiran MAJAS PERBANDINGAN Majas perbandingan adalah majas menyatakan perbandingan untuk meningkatkan kesan dan juga pengaruhnya terhadap pendengar dan pembaca. Majas Perumpamaan/asosiasi Contoh : 1. 2. 3. Majas Personifikasi Majas Personifikasi adalah majas yang membandingkan benda-benda mati seperti seolah-olah memiliki sifat manusia. Contoh : 1.Suara sirine ambulan meraung-raung membangunkan warga yang tengah tertidur. 2.Dedaunan melambai-lambai tertiup angin 3. Peluit sang wasit menjerit panjang pertanda berakhirnya pertandingan Majas Metafora Majas metafora ialah majas yang digunakan sebagai bentuk kata kiasan untuk mengungkapkan sesuatu. Contoh : 1.Di desa ini bersih dari sampah masyarakat 2. Dewi malam menunjukkan sinar cerahnya malam ini 3. Doni sedang melihat video Raja hutan bertarung melawan ular besar 4. Biasanya akhir tahun harga bahan pokok melambung tinggi Majas Sinekdoke Majas sinekdoke adalah gaya bahasa yang menyebutkan bagian untuk menggantikan keseluruhan atau sebaliknya menyebutkan keseluruhan untuk suatu bagian. Ada dua jenis majas sinekdoke, yaitu majas sinekdoke pars pro toto dan sinekdoke totem pro parte. A.
Perkepala diharuskan membayar Rp. 25.000 untuk bisa masuk ke bioskop tersebut Hingga detik ini belum terlihat batang hidung anak itu. Perjalanan Solo ke Jakarta menggunakan Garuda akan terasa lebih cepat (pesawat terbang) Entahlah, dia selalu merasa sendirian ditengah kebisingan kota jakarta ini. Ketegangan membuat semua orang kepanasan di ruang ber AC ini Ditengah keributan yang ditimbulkan provokator selalu ada orang yang tetap tenang berkepala dingin. Tubuh tua kakek selalu dipenuhi dengan semangat jiwa muda yang terus membara. Saking tampannya anak ini, sampai sampai tidak ada satupun gadis yang menyukainya. Majas Sinekdo pars pro toto, atau diartikan majas yang menyatakan suatu bagian untuk keseluruhan. Contoh : Majas Sinekdoke totem pro part digunakan menggambarkan keseluruhan untuk suatu bagian hal. Contoh : 1.Dalam pertandingan bulutangkis yang digelar semalam, Indonesia sukses bisa memenangi laga bergengsi tersebut. 2. Solo akhirnya menjuarai cabang olahraga atletik di PON tahun ini. Majas Metonimia Majas metonimia yaitu majas yang menggunakan merk atau nama khusus suatu benda sebagai pengganti benda lain yang lebih umum. 1. 2. Abang OB membawakan 5 gelas aqua untuk para tamu yang sedang menunggu (air minum) 3. Rojolele makin hari semakin mahal padahal upah buruh tak kunjung naik (beras) MAJAS PERTENTANGAN Majas Paradoks Majas paradoks yaitu gaya bahasa yang menyajikan pertentangan antara pernyataan dengan fakta yang ada. Contoh : 1. 2. 3. 4. 5. Majas Antitesis Majas antitesis adalah majas yang menyajikan pasangan kata berlawanan makna. Contoh : 1.Malam ini baik tua muda, orang dewasa maupun anak -anak semuanya larut dalam suasana gembira menyambut 17 Agustus 2.Jaminan masuk surga bukan karena miskin kaya 3. Besar kecil penghasilan kita jangan lupa untuk tetap bersedekah. Majas Litotes Majas litotes adalah gaya bahasa dengan ungkapan yang dikecilkan atau direndahkan daripada kenyataannya. B.
Lekas turun ke bawah, jika kau masih ingin mendapatkan jatah makan (turun ke bawah) Para pelajar yang tengah melakukan tawuran langsung mundur kebelakang ketika polisi datang (mundur ke belakang) Mendadak kelas menjadi sunyi senyap, saat mendengar langkah guru mendekat. Aku menyaksikan kejadian itu dengan mata kepalaku sendiri Contoh : 1. Mengapa kamu bertanya kepada orang dungu seperti aku ini? 2. Mampirlah sebentar di gubuk kami ini 3. Makanlah seadanya, sekedar penghilang lapar Majas Hiperbola Majas Hiperbola adalah gaya bahasa dengan ungkapan yang melebih-lebihkan dari kenyataan aslinya. Contoh : 1.Ini adalah daftar karya-karya anak negeri yang mampu mengguncang dunia 2.Suara deru langkah para prajurit mengalahkan kebisingan suara kereta api ini. 3. Andi berlari pulang secepat kilat ketika mendengar kabar ayahnya pulang dari Australia. 4. Luasnya samudera akan ku selami demi mencari keberadaan dirimu MAJAS PENEGASAN/PENGULANGAN Majas Penegasan adalah majas yang digunakan untuk menyatakan suatu hal secara tegas guna meningkatkan pemahaman dan kesan bagi para pembaca dan pendengar. Majas Pleonasme Majas Pleonasme adalah majas yang digunakan dengan menyatakan suatu hal yang sudah jelas tetapi tetap di beri tambahan kata lain untuk mempertegas maksudnya. Contoh : 1. 2. 3. 4. Majas Repetisi Majas Repetisi adalah majas pengulangan suatu kata dalam beberapa frasa dengan tujuan menegaskan suatu maksud. Contoh : 1.Dialah satu-satunya yang ku nanti, satu-satunya yang ku tunggu, satu-satunya yang kuharap datang untuk menghiburku 2. Cinta itu seru, cinta itu asik, cinta itu rumit tapi cinta juga bisa memabukkan jadi berhati hatilah jika sudah mengenal cinta 3. Main game, main game, main game hanya itu saja yang kamu lakukan sehari hari. Sana keluar cari angin biar sehat. Majas paralelisme Majas paralelisme adalah bentuk majas perulangan yang biasanya hanya digunakan untuk penegasan makna frase dalam sebuah puisi. Contoh : Sungguh aku mendengar Sungguh aku melihat Sungguh aku merasakan Sungguh aku merinduimu Sungguh aku mencintaimu C.
Oleh karena itu ingatlah pada Tuhan. Maka kita dapat menjauhkan sifat buruk, menghindari pikiran negatif, dan menjauhkan hal kotor dari dalam diri kita. Mari kita ciptakan negara yang damai. Negara yang tidak mengenal pertikaian. Negara yang mencintai perbedaan. Ceritakan kepadaku apa yang terjadi. Apa yang membuatmu cemas dan gelisah seperti itu? Dengan menggunakan krim ini kulit wajahmu akan terlihat lebih sehat, lebih cerah dan lebih merona. Majas Klimaks Majas Klimaks adalah gaya bahasa yang menyatakan lebih dari dua hal secara berurutan dengan tingkatan semakin lama semakin meningkat. Contoh : 1.Hari itu semua orang mulai dari bayi, anak anak, remaja, orang dewasa hingga orang tua ikut turun ke jalan melakukan aksi demo menuntut seorang penista agama yang notabene seorang gubernur 2. Kepala desa, camat, bupati, walikota, gubernur, sampai presiden harusnya dipilih berdasar kemampuannya. 3. Dari mulai rakyat jelata, orang biasa, polisi, tentara, tokoh masyarakat sampai para ulama memberikan pernyataan atas apa yang dikatakan sang gubernur. 4. Di toko itu tersedia barang dengan harga bervariasi mulai dari Rp 25.000 sampai yang harga Rp 2.500.000 Majas Antiklimaks Majas antiklimaks adalah gaya bahasa yang menyatakan lebih dari 2 hal secara berturutturut dengan tingkatan yang semakin lama semakin menurun. Contoh : 1.Setiap senin, kepala sekolah, guru, staf dan para siswa di SMK N 2 Surakarta rutin melakukan upacara bendera di pagi hari 2. Tersedia ukuran baju dari mulai XXL, XL, L, M sampai yang terkecil S 3. Segenap jajaran dari yang paling atas, kepala sekolah, guru, wali murid, siswa hadir di perpisahan minggu kemarin. 4. Tak peduli kamu tua, muda atau masih anak-anak, merokok itu tidak baik untuk kesehatan. Majas Tautologi Majas tautologi adalah gaya bahasa yang menggunakan pengulangan kata atau menggunakan kata yang memiliki makna serupa untuk memberikan penegasan lebih. Majas tautologi cenderung menggunakan sinonim sebagai pengulangan dengan tujuan menegaskan kalimat yang dibentuk. Contoh : 1. 2. 3. 4.
Bau badanmu harum sekali, sampai sampai aku tak tahan. Wah tulisanmu terlalu indah hinga tidak ada seorangpun bisa membacanya kecuali dia Dia memang anak yang rajin, tugas dari guru menggunung tak tersentuh Ini baru namanya siswa teladan, jarang masuk, sekalinya masuk selalu terlambat. Sikapmu membuatku muntah. Pergi Kau! Dasar Bodoh! kerja beginian saja kau tak becus! Kau lelaki kere! menyesal aku pernah mengenalmu! Sungguh tidak pantas kata kata seperti itu diucapkan oleh orang terpelajar sepertimu Lama kelamaan aku bisa gila bila terus melihat tingkah lakumu yang memuakkan itu. Kan sudah aku bilang jangan mencari hanya dari kecantikan, sekarang baru ketahuan kan yang kau pilih itu transgender Aku bangga mendapatkan nilai 8 dari jerih payah sendiri daripada kamu mendapat nilai sempurna dengan cara curang MAJAS SINDIRAN Majas sindiran adalah majas yang ditujukan untuk menyatakan sindiran pada pendengar atau pembacanya. Ironi Majas ironi yaitu majas yang digunakan dengan menyatakan sesuatu hal secara bertentangan dengan kenyataan. Majas ini ketika diungkapkan terdengar seperti pujian tetapi sebetulnya bermakna negatif/sindiran. Contoh : 1. 2. 3. 4. Majas Sarkasme Majas sarkasme adalah majas sindiran yang disampaikan dengan konotasi paling kasar. Contoh : 1. 2. 3. Majas Sinisme Majas sinisme adalah majas yang dipakai dengan menyatakan sindiran secara tidak langsung atau implisit. Contoh : 1. 2. 3. 4. D.