3) Pengembangan.
Mengembangkan berbagai cara untuk menggunakan teknologi informasi
dalam bisnis, meliputi pendesainan komponen- komponen dasar sistem
informasi.
4) Manajemen.
Mengelola teknologi informasi memiliki penekanan pada kualitas, nilai bisnis
yang strategis, dan keamanan sistem informasi organisasi.
d. Sumber Daya Sistem Informasi Bisnis
Sumber daya disini adalah merupakan sebuah subsistem- subsistem
pembangun dalam pengunaan sistem informasi bisnis. Sistem informasi bisnis
secara umum memiliki banyak sumber daya pendukung, tetapi secara mendasar
ada 5 sumber daya sistem informasi bisnis, antara lain :
1) Sumber daya manusia.
Dapat dibagi menjadi 2, yaitu :
a) User ( pemakai ), merupakan sumber daya manusia yang menggunakan
sistem informasi. Seperti pelanggan, manajer, pemasok, akuntan, dan lain
sebagainya.
b) Pakar, merupakan sumber daya manusia yang mengembangkan dan
mengoperasikan sistem informasi. Seperti sistem analis, pembuat
software, operator sistem.
2) Sumber daya hardware.
Merupakan peralatan fisik ( perangkat keras ) yang digunakan dalam
pengeloalan dan pemrosesan sistem informasi.
3) Sumber daya software.
Dapat dibedakan menjadi 3 bagian, yaitu :
a) Software sistem, seperti sistem operasi yang berguna untuk melakukan
operasi pada sistem komputer.
b) Software aplikasi, yang memprogram berbagai pemrosesan langsung bagi
penggunaan tertentu komputer oleh pemakaiakhir. Selain itu juga
berperan dalam membantu penyelesaian pekerjaan. Contohnya adalah
program analisis penjualan dan program penggajian.
c) Prosedur, yang mengoperasikan perintah-perintah bagi orang- orang yang
akan menggunakan sistem informasi. Contohnya, prosedur entri data dan
prosedur pendistribusian cek data.
4) Sumber daya data.
Termasuk deskripsi produk, catatan pelanggan, file kepegawaian, dan
database persediaan.
5) Sumber daya jaringan.
Media komunikasi, pemroses komunikasi, software untuk akses dan
pengendalian jaringan.
e. Aktivitas Sistem Informasi Bisnis
1) Input sumber daya data
Memindai secara optikal barang – barang dengan pengenal yang
menggunakan kode garis.
44
2) Pemrosesan data menjadi informasi
Seperti menghitung pembayaran karyawan, pajak dan potongan gaji lainnya.
3) Output produk informasi
Menghasilkan laporan dan tampilan mengenai kinerja penjualan.
Contohnya, seorang manajer penjualan dapat melihat tampilan video untuk
memeriksa kinerja seorang tenaga kerja penjualan, menerima pesan suara
yang dihasilkan computer melalui telepon, menerima cetakan dari hasil
penjualan bulanan.
4) Penyimpanan sumber daya data
Penyimpanan adalah komponen sistem dasar sistem informasi.
Penyimpanan adalah aktivitas sistem informasi tempat data dan informasi
disimpan secara teratur untuk digunakan kemudian.
5) Pengendalian kinerja sistem
Aktivitas sistem informasi yang penting adalah pengendalian kinerja sistem.
Sistem informasi harus menghasilkan umpan balik mengenai aktivitas input,
pemrosesan, output, dan penyimpanan. Umpan balik ini harus diawasi dan
dievaluasi untuk menetapkan apakah sistem dapat memenuhi standar kinerja
yang telah ditetapkan. Kemudian, aktivitas sistem yang tepat harus disesuaikan
agar produk informasi yang tepat dihasilkan bagi para pemakai akhir.
C. MEMANFAATKAN PELUANG BISNIS
Memiliki perusahaan sendiri itu sangat kebanggan lebih dari hidup ini, jelas semua
orang ingin memilikinya karena tidak semua orang yang bisa melakukan hal tersebut.
Membangun sebuah perusahaan sangatlah tidak mudah, banyak sekali tantangan yang
harus di lalui dalam membuh sebuah perusahaan tersebut dan membangun sebuah
perusahaan banyak sekali keperluan
yang harus di persiapkan. Di dunia modern
seperti banyak sekali peluang
bisnis yang bisa anda manfaatkan,
tidak harus membuat perusahaan
supaya di bilang bisnis. Dalam
menjalankan bisnis tidak harus yang
harus terdaftar perusahaan negara anda
bisa membuka toko, bisnis kuliner,
membuka jasa
freelance, jasa desain logo. Dan membuka bisnis usaha ada cara memanfaatkannya
berikut cara memanfaatkan peluang bisnis:
1. Melakukan Riset Pasar :
Jelas ketika ingin membuka bisnis usaha, anda harus melakukan pendataan
mengenai pasar produk apa yang unggul, agar produk yang anda jual atau tawarkan
dapat diterima oleh konsumen. Dalam menjalakan usaha bisnis jelas ada pesaing jadi
anda juga harus pendataan terhadap pesaing anda mulai dari kompetisi harga sampai
karakteristik konsumen. Hal ini dapat memprediksikan usaha anda apakah mampu
bertahan atau tidak.
2. Mempersiapkan dan menyusun rencana (market plan), mencakup target pasar
produk, target pendapatan perbulan, biaya operasional dll.
3. Patuh terhadap aturan, dengan kata lain tidak melanggar aturan dari pemerintah
setempat,atau melanggar norma2 yang berlaku dimasyarakat, misalnya membuaka
usaha minuman keras dll.
45
4. Strategi Pemasaran yang tepat sasaran.
5. Jika ke empat poin dasar diatas sudah kita lakukan, maka hal yang paling penting
adalah mempraktekannya. Anda harus berani memulai wirausaha atas ide-ide anda
sehingga anda akan tahu peluang usaha yang sedang dijalankan adalah peluang
usaha yang benar-benar bagus “Peluang Adalah EMAS”, istilah itu memang bukan
mengada-ngada, peluang memang di ibaratkan sebagai emas yang bernilai yang
sayang jika harus dilewatkan. Jika anda ingin menjadi seorang pengusaha
sukses,maka jangan sekali-sekali mengabaikan peluang usaha yang ada yang
sebenarnya banyak disekitar kita. Memang tidak lah mudah bagi seseorang untuk bisa
memanfaatkan peluang usaha dengan cara memanfaatkannya atau
mempraktekannya dalam dunia wirausaha yang sesungguhnya.Ini akan terasa berat
karena selain membutuhkan ketekunan, tenaga juga modal yang jumlahnya relatif..
46
RANGKUMAN
1. Kita sering membaca atau mendengar, bahwa untuk menjadi sukses dalam bisnis
seorang Pengusaha/ Wiraswastawan harus berani memulai sesuatu yang baru dan
sesuatu yang berbeda (mempunyai perbedaan) dengan usaha lain yang telah ada.
2. Sistem Informasi Bisnis, yaitu merupakan kumpulan dari berbagai informasi yang
memiliki kesatuan antara satu dan yang lainnya yang ditujukan untuk kepentingan
bisnis.
3. Membuka bisnis usaha ada cara memanfaatkannya berikut cara memanfaatkan
peluang bisnis:
1) Melakukan Riset Pasar .
2) Mempersiapkan dan menyusun rencana (market plan), mencakup target
pasar produk, target pendapatan perbulan, biaya operasional dll.
3) Patuh terhadap aturan, dengan kata lain tidak melanggar aturan dari
pemerintah setempat,atau melanggar norma2 yang berlaku dimasyarakat,
misalnya membuaka usaha minuman keras dll.
4) Strategi Pemasaran yang tepat sasaran.
5) Jika ke empat poin dasar diatas sudah kita lakukan, maka hal yang paling
penting adalah mempraktekannya.
47
INTEGRASI AYAT
QS AN-Nur ayat 37
Artinya:
Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati
Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut
kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.
48
PETA KONSEP
BADAN USAHA Pengertian Badan Usaha
Macam – Macam Badan
Usaha
Kekuatan Dan Kelemahan
Bumn Dan Bumd
49
BAB VI
BADAN USAHA
A. PENGERTIAN BADAN USAHA
1. Pengertian Badan Usaha
Badan usaha adalah suatu organisasi usaha yang menggunakan faktor-faktor
produksi dari perusahaan sebagai alat untuk mendapatkan keuntungan atau laba
(profit). Sedangkan perusahaan adalah alat yang menghasilkan atau menyediakan
berbagai macam barang atau jasa yang dibutuhkan konsumen.
2. Faktor Dalam Memilih Badan Usaha
Pendirian suatu badan hukum perusahaan haruslah memenuhi persyaratan yang
telah ditetapkan. Ada beberapa faktor untuk memilih badan usaha yang akan
dijalankan. Dalam praktiknya, pertimbangan utama pemilihan bentuk badan hukum
perusahaan antara lain:
a. Keluwesan untuk beraktivitas
Pertimbangan tentang luasnya bidang usaha yang akan dimasuki oleh pemilik,
misalnya tanpa dibatasi oleh modal, wilayah, atau batasan lainnya. Pertimbangan
keluwesan beraktivitas ini biasanya bagi mereka yang memiliki modal relatif besar
dan memiliki hubungan dengan berbagai pihak yang terkait, baik pemerintah,
swasta, maupun asing. Sebaliknya, bagi mereka yang tidak terlalu memperhatikan
keluwesan beraktivitas biasanya hanya berfokus pada bidang/wilayah tertentu
saja.
b. Batas wewenang dan tanggung jawab pemilik
Pertimbangan yang memperhatikan masalah tanggung jawab terhadap utang
piutang perusahaan terhadap harta pribadi. Dalam hal pengembanan wewenang
dan tanggung jawab, pemilik biasanya memikirkan faktor resiko yang akan
dihadapi. Pada perusahaan yang jenis badan usahanya memiliki tanggung jawab
tidak terbatas, apabila perusahaan mengalami resiko kerugian, maka harta pribadi
ikut menjadi atas utang/kewajibannya.
c. Kemudahan pendirian
Pertimbangan untuk pemilik yang ingin memulai usaha yang berskala kecil.
Pemilik hanya perlu memenuhi syarat yang sederhana dan langsung dapat
menjalankan usahannya. Yang menjadi pertimbangan biasanya faktor biaya dan
modal yang harus dipenuhi.
d. Kemudahan memperoleh modal
Kemudahan perusahaan dalam mendapatkan modal usaha, mengingat
perusahaan yang dijalankan semakin besar. Kemudahan memperoleh modal ini,
baik berupa modal sendiri atau modal pinjaman dari berbagai pihak seperti bank,
atau bantuan dari berbagai pihak.
50
e. Kemudahan untuk memperbesar usaha
Pertimbangan bagi mereka yang berpikir jauh ke depan dan optimis bahwa
usaha yang dijalankan akan semakin besar, menjadi pertimbangan badn usaha
yang akan dipilih. Perusahaan yang semula kecil terpaksa mengubah badan
usahanya karena usahanya makin besar dan terus mengalami perkembangan.
f. Kelanjutan usaha
Pemilik berharap usaha yang dijalankan memiliki umur yang panjang. Oleh
karena itu, pemilihan badan usaha untuk jangka waktu yang panjang menjadi
pertimbangan guna perkembangan usaha ke depannya.
Dengan mempertimbangkan beberapa faktor di atas, maka diharapkan badan usaha
yang dipilih benar-benar mampu memenuhi harapan pemiliknya. Seiring dengan
perkembangan jaman yang setiap saat berubah, maka pemilihan badan usaha juga harus
memiliki visi yang jauh ke depan.
B. MACAM-MACAM BENTUK BADAN USAHA
1. BUMN ( Badan Usaha Milik Negara )
a. Definisi BUMN
BUMN (Badan Usaha Milik Negara) adalah
badan usaha yang sebagian atau seluruh
kepemilikannya dimiliki oleh Negara Republik
Indonesia. BUMN dapat pula berupa perusahaan
nirlaba yang bertujuan untuk menyediakan
barang atau jasa bagi masyarakat. BUMN adalah
badan usaha yang seluruh modalnya dimiliki oleh negara, atau badan usaha yang
tidak seluruh sahamnya dimiliki negara.
Badan Usaha Milik Negara, yang selanjutnya disebut BUMN, adalah badan usaha
yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara melalui penyertaan
secara langsung yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan. (UU No. 19
Tahun 2003 Tentang Badan Usaha Milik Negara, Pasal 1, Ayat 1)
b. Maksud dan Tujuan Pendirian BUMN
1) Menurut UU No. 19 Tahun 2003 Tentang Badan Usaha Milik Negara pasal 2 ayat
1 Maksud dan tujuan pendirian BUMN adalah :
a) memberikan sumbangan bagi perkembangan perekonomian nasional pada
umumnya dan penerimaan negara pada khususnya;
b) mengejar keuntungan;
c) menyelenggarakan kemanfaatan umum berupa penyediaan barang dan/atau
jasa yang bermutu tinggi dan memadai bagi pemenuhan hajat hidup orang
banyak;
d) menjadi perintis kegiatan-kegiatan usaha yang belum dapat dilaksanakan
oleh sektor swasta dan koperasi;
e) turut aktif memberikan bimbingan dan bantuan kepada pengusaha golongan
ekonomi lemah, koperasi, dan masyarakat.
2) Menurut Said Sidu (Antara,2007) tujuan pendirian BUMN adalah :
a) Untuk turut aktif memberikan bimbingan dan bantuan kepada pengusaha
golongan ekonomi lemah, koperasi dan masyarakat.
51
b) Meningkatkan kemampuan usaha kecil agar menjadi tangguh dan mandiri
melalui pemanfaatan dari berbagai laba BUMN, sementara sumber dana
program kemiktraan adalah 1 – 3 % dari BUMN.
c) Pemanfaatan dana Program Kemitraan Dan Bina Lingkungan (PKBL) tahun
2008 akan diarahkan dalam rangka pengentasan kemiskinan dan
pengangguran melalui kerjasama dengan lembaga mikro dan berbasis
dipedesaan.
d) Menyelenggarakan beasiswa nasional untuk anak-anak berprestasi namun
berasal dari kalangan keluarga kurang mampu melalui Program MUML
Peduli.
c. Perkembangan BUMN
Sejak tahun 2001 seluruh BUMN dikoordinasikan pengelolaannya oleh
Kementerian BUMN, yang dipimpin oleh seorang Menteri Negara BUMN. Struktur
Organisasi BUMN :
1) Pemilik
Pemerintah RI yang diwakili Menteri Keuangan dan Menteri Negara
Investasi dan BUMN
2) Komisaris
Para pejabat Departemen Keuangan, Kementerian Negara Investasi dan
BUMN dan departemen lainnya
3) Direktur
Diisi orang-orang yang memiliki latar belakang beragam
4) Hukum
Undang-Undang Perseroan Terbatas (UU PT)
d. Jenis-jenis BUMN yang ada di Indonesia
1) Perusahaan Perseroan (Persero)
Perusahaan persero adalah BUMN yang
berbentuk perseroan terbatas (PT) yang
modal/sahamnya paling sedikit 51% dimiliki oleh
pemerintah, yang tujuannya mengejar
keuntungan. Maksud dan tujuan mendirikan
persero ialah untuk menyediakan barang dan atau
jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat
dan mengejar keuntungan untuk meningkatkan
nilai perusahaan. Ciri-ciri Persero adalah sebagai berikut:
a) Pendirian persero diusulkan oleh menteri kepada presiden
b) Pelaksanaan pendirian dilakukan oleh mentri dengan memperhatikan
perundang-undangan
c) Statusnya berupa perseroan terbatas yang diatur berdasarkan undang-
undang
d) Modalnya berbentuk saham
e) Sebagian atau seluruh modalnya adalah milik negara dari kekayaan
negara yang dipisahkan
f) Organ persero adalah RUPS, direksi dan komisaris
g) Menteri yang ditunjuk memiliki kuasa sebagai pemegang saham milik
pemerintah
h) Apabila seluruh saham dimiliki pemerintah, maka menteri berlaku sebagai
52
RUPS, jika hanya sebagian, maka sebagai pemegang saham perseroan
terbatas
i) RUPS bertindak sebagai kekuasaan tertinggi perusahaan
j) Dipimpin oleh direksi
k) Laporan tahunan diserahkan ke RUPS untuk disahkan
l) Tidak mendapat fasilitas negara
m) Tujuan utama memperoleh keuntungan
n) Hubungan-hubungan usaha diatur dalam hukum perdata
o) Pegawainya berstatus pegawai Negeri
Di Indonesia sendiri yang sudah menjadi Persero adalah PT. PP
(Pembangunan Perumahan),PT Bank BNI Tbk, PT Kimia Farma Tbk, PT Indo
Farma Tbk, PT Tambang Timah Tbk, PT Indosat Tbk (pada akhir tahun 2002
41,94% saham Persero ini telah dijual kepada Swasta sehingga perusahaan ini
bukan BUMN lagi), dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.
2) Perusahaan Jawatan (Perjan)
Perusahaan Jawatan (perjan) sebagai salah satu bentuk
BUMN memiliki modal yang berasal dari negara.
Besarnya modal Perusahaan Jawatan ditetapkan melalui
APBN. Ciri-ciri Perusahaan Jawatan antara lain sebagai
berikut:
a) memberikan pelayanan kepada masyarakat
b) merupakan bagian dari suatu departemen pemerintah
c) dipimpin oleh seorang kepala yang bertanggung jawab langsung kepada
menteri atau dirjen departemen yang bersangkutan
d) status karyawannya adalan pegawai negeri
3) Perusahaan Umum (Perum)
Perusahaan Umum atau sering disebut Perum
adalah bentuk badan usaha milik negara yang
bertujuan melayani masyarakat sekaligus mencari
keuntungan. Ciri-ciri Perum yakni sebagai berikut :
a) Tujuan utamanya melayani masyarakat umum dan mencari laba.
b) Sebagian besar modalnya berasal dari pemerintah daerah.
c) Dipimpin oleh Dewan direksi dan pegawainya berstatus karyawan
perusahaan negara.
d) Pemiliknya adalah pemerintah pusat atau pemerintah daerah.
2. BUMD (Badan Usaha Milik Daerah)
a. Pengertian BUMD
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) adalah perusahaan milik
pemerintah daerah yang bertujuan melayani kepentingan
masyarakat yang berada di suatu daerah provinsi atau kota.
Ciri-ciri BUMD yakni sebagai berikut :
1) Pemerintah memegang hak atas segala kekayaan dan usaha
2) Pemerintah berkedudukan sebagai pemegang saham dalam pemodalan
perusahaan
53
3) Pemerintah memiliki wewenang dan kekuasaan dalam menetapkan kebijakan -
perusahaan
4) Pengawasan dilakukan alat pelengkap negara yang berwenang
5) Melayani kepentingan umum, selain mencari keuntungan
6) Sebagai stabillisator perekonomian dalam rangka menyejahterakan rakyat
7) Sebagai sumber pemasukan negara
8) Seluruh atau sebagian besar modalnya milik negara
9) Modalnya dapat berupa saham atau obligasi bagi perusahaan yang go public
10) Dapat menghimpun dana dari pihak lain, baik berupa bank maupun nonbank
11) Direksi bertanggung jawab penuh atas BUMN, dan mewakili BUMN di
pengadilan
3. BUMS ( Badan Usaha Milik Negara )
a. Pengertian BUMS
Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) adalah badan usaha yang modalnya dimiliki
oleh swasta. Ciri-ciri BUMS yakni sebagai berikut :
a) Modal usaha dimiliki mutlak oleh swasta.
b) Fokus pada pencarian keuntungan
yang maksimal.
c) Pembagian modal berdasarkan kepemilikan
saham perusahaan.
d) Badan usaha memiliki badan hukum yang
sah.
Contoh badan usaha milik
swasta adalah PT Indofood, PT HM Samporna dan PT Bumi Karsa.
b. Macam – macam BUMS
1) Perusahaan perseorangan
Perusahaan perseorangan merupakan bentuk badan usaha hukum yang
hanya dimiliki oleh satu orang dan menanggung seluruh resiko secara pribadi.
Manajeman perusahaan dikelola pemilik yang berfungsi sebagai direktur atau
manajer atau bahkan sekaligus pelaksana
harian di perusahaan tersebut. Pemilik
merupakan aktor utama dalam mengambil
setiap kebijakaan dan keputusan
perusahaan. Kemudian juga dalam hal
pengelolaan aktivitas perusahaan
sehari-hari, termasuk melakukan
hubungan dengan para pihak yang
berkepentingan terhadap perusahaan.
Perusahaan perseorangan memiliki
struktur yang sederahana dengan
kepemilikan tunggal serta memiliki tanggung jawab tidak terbatas terhadap seluruh
utang perusahaan yang dimiliki perusahaan. Artinya, apabila harta kekayaan
perusahaan tidak mencukupi untuk membayar kewajibannya maka akan
digunakan harta milik pribadi. Ciri-ciri Usaha Perseorangan yakni sebagai berikut :
a) Kepemilikan dimiliki oleh satu orang saja.
b) Modal relatif kecil.
54
c) Seluruh keuntungan dimiliki sendiri.
d) Tidak memerlukan izin resmi.
Adapun keuntungan yang diperoleh jika memilih perusahaan perseorangan
adalah sebagai berikut:
a) Pendirian perusahaan sangat mudah dan tidak berbelit-belit.
b) Perusahaan perseorangan cocok untuk usaha yang relatif kecil atau
mereka yang memiliki modal dan bidang usaha yang terbatas.
c) Tidak terlalu memerlukan akta formal (akta notaris), sehingga pemilik tidak
perlu mengeluarkan biaya yang berlebihan.
d) Memilki keleluasaan dalam hal mengambil keputusan baik menentukan
arah perusahaan atau hal-hal yang berkaitan dengan keuangan
perusahaan.
e) Dalam hal peraturan, tidak terlalu banyak peraturan pemerintah yang
mengatur perusahaan jenis ini, sehingga pemilik bebas melakukan
aktivitasnya.
f) Dalam hal pajak pemilik tidak perlu membayar pajak perseroan, walaupun
semua pendapatan harus bayar pajak perorangan.
g) Semua keuntungan menjadi dan dimiliki oleh pemilik dan dapat digunakan
secara bebas oleh pemilik.
Sementara itu keterbatasan atau kerugian perusahaan perorangan antara lain
dalam hal:
a) Permodalan
Lebih sulit memperoleh modal yang artinya jika perusahaan ini ingin
mendapatkan tambahan modal atau investasi dari perbankan relatif sulit,
terutama untuk jumlah yang besar.
b) Ikut tender
Perusahaan perseorangan relatif sulit mengikuti tender karena kesulitan
dalam memenuhi persyaratan kelengkapan dokumen dan jumlah dana
yang tersedia.
c) Tanggung jawab
Pemilik perusahaan perseorangan bertanggung jawab terhadap utang
perusahaan secara penuh.
d) Kelangsungan hidup
Biasanya kelangsungan hidup atau umur perusahaan relatif lebih
singkat. Hal ini disebabkan sulitnya mencari pengganti pemilik perusahaan
apabila pemilik meninggal dunia, sehingga terjadi kefakuman yang
menyebabkan kelangsungan hidup perusahaan berakhir.
e) Sulit berkembang
Perusahaan akan sulit berkembang jika menggunakan badan hukum
perseorangan. Hal ini dikarenakan kesulitan dalam mengelola usaha yang
hanya berada dalam satu tangan. Sehingga jika ingin memperbesar
perusahaan harus mengubah badan hukumnya terlebih dahulu.
f) Administrasi yang tidak terkelola secara baik
55
Dalam menjalankan aktivitasnya perusahaan perseorangan tidak
megelola administrasinya secara baik, sehingga dokumentasi dari setiap
transaksi sulit untuk dicari. Bahkan terkadang setiap transaksi tidak
didukung dengan dokumen yang seharusnya dibutuhkan.
2) Firma (fa)
Firma adalah perusahaan yang didirikan oleh
dua orang atau lebih dan menjalankan
perusahaan atas nama perusahaan. Dalam
persekutuan firma umumnya seluruh sekutu
memiliki kewajiban tidak terbatas terhadap
utang perusahaan, sedangkan dalam
persekutuan terbatas satu atau lebih pemilik
mungkin memiliki kewajiban terbatas. Ciri-ciri
Usaha Firma yakni sebagai berikut :
a) Di dirikan lebih dari satu orang dalam suatu perjanjian.
b) Keuntungan di bagi rata sesuai anggota.
c) Menggunakan satu nama bersama.
d) Keanggotaan bersifat mengikat anggotanya seumur hidup.
e) Pendirian memerlukan izin notrais ( tidak mutlak ).
Untuk mendirikan firma terdiri dari dua cara. Pertama melalui akta resmi dan
yang kedua akta dibawah tangan. Jika melalui akta resmi, maka proses
selanjutnya harus sampai di berita Negara. Namun jika memilih akta di bawah
tangan proses tersebut tidak perlu, cukup melalui kesepakatan pihak-pihak
terlibat.
Kepemimpinan firma berada sepenuhnya di tangan pemilik sekaligus
bertanggung jawab terhadap segala resiko yang mungkin timbul, seperti masalah
utang piutang. Modal firma diperoleh dari mereka yang terlibat dalam firma dan
besarnya tergantung kesepakatan dari para pihak yang terlibat.
Mendirikan perusahaan bentuk firma lebih menguntungkan dibandingkan
dengan perusahaan perorangan. Keuntungan dengan pendirian perusahaan
dalam bentuk firma antara lain:
a) Untuk mendirikan firma relatif mudah, tidak memerlukan persyaratan yang
berat. Namun jika dibandingkan dengan perusahaan perseorangan lebih
sedikit berat kerena dalam firma perlu kesepakatan para pihak yang akan
mendirikan firma.
b) Dalam pendirian firma tidak terlalu memerlukan akta formal, karea dapat
menggunakan akta dibawah tangan (tidak formal).
c) Lebih mudah memperoleh modal, karena pihak perbankan lebih
mempercayainya. Apalagi jika firma tersebut didirikan dengan akta resmi
dan juga tidak terlalu banyak peraturan permerintah yang mengatur.
d) Lebih mudah berkembang karena dipegang lebih dari satu orang,
sehingga lebih terbuka terhadap berbagai pendapat atau kritikan untuk
kemajuan usaha.
56
Adapun kerugian jika memilih perusahaan dalam bentuk badan hukum
Firma adalah:
a) Pemilik firma memiliki tanggung jawab yang tidak terbatas atas utang
yang dimilikinya.
b) Apabila salah satu pihak pemilik firma meninggal dunia atau
mengundurkan diri, maka akan mengancam kelangsungan hidup
perusahaan.
c) Kesulitan dalam peralihan kepemimpinan karena berbagai kepentingan
para pihak yang terlibat dan juga sering terjadi konflik kepentingan
sehingga dapat mengancam kemajuan usahanya.
d) Kesulitan dalam menghimpun dana untuk jumlah besar, serta mengikuti
tender dalam jumlah tertentu.
3) Perseroan komanditer (CV)
Komanditier atau Commanditaire Vennootshcap lebih sering disingkat dengan
CV mrupakan persekutuan yang didirikan
berdasarkan kepercayaan. CV merupakan
salah satu bentuk usaha yang dipilih oleh para
pengusaha yang ingin melakukan kegiatan usaha
dengan modal yang terbatas. CV merupakan
badan usaha yang tidak berbadan hukum dan
kekayaan para pendirinya tidak terpisahkan
dari kekayaan CV. Karateristik badan usaha CV:
a) CV didirikan minimal 2 orang, dimana salah satu pihak bertindak sebagai
Persero Komplementer (Persero Aktif) yaitu persero pengurus yang
menjabat sebagai direktur, sedangkan yang lainnya bertindak sebagai
Persero Komanditer (Persero Pasif).
b) Seorang persero aktif akan bertindak melakukan segala tindakan
pengurusan atas perseroan. Dengan demikian, apabila terjadi kerugian
maka persero aktif yang bertanggung jawab secara penuh dengan seluruh
harta pribadinya untuk menggantikan kerugian.
c) Adapun untuk persero komanditer, karena dia hanya bisa bertindak selaku
sleeping patner, maka dia hanya bertanggung jawab sebesar modal yang
disetorkannya ke dalam perseroan.
Dalam perseroan komanditer terdapat beberapa sekutu yang secara penuh
bertanggung jawab atas sekutu lainnya. Kemudian ada satu atau lebih sekutu
yang bertindak sebagai pemberi modal. Tanggung jawab setuku komanditer
hanya terbatas pada sejumlah modal yang ditanamkan dalam perusahaan. Jadi,
sekutu yang terdapat dalam CV ada 2 yaitu sekutu komanditer (sekutu pasif) dan
sekutu komplementer (sekutu aktif).
Perusahaan perseroan Komanditer dijalankan oleh seorang sekutu aktif dan
bertanggung jawab atas segala resiko atau kewajiban pihak ketiga. Tanggung
jawab ini juga sampai pada penggunaan harta pribadi. Adapun sekutu pasif
57
hanya menyetorkan sejumlah dana, namun tidak terlibat dalam pengelolaan
perusahaan.
Keuntungan dalam mendirikan perseroan Komanditer adalah:
a) Untuk mendirikan CV untuk saat ini relative lebih sulit, karena memerlukan
syarat yang cukup banyak dibandingkan dengan firma. Pendirian CV
harus melalui akta notaris dan didaftarkan di Departemen Kehakiman.
b) Bentuk CV sudah dikenal masyarakat, terutama masyarakat bisnis kecil
dan menegah, sehingga memudahkan perusahaan ikut dalam berbagai
kegiatan.
c) CV lebih mudah dalam memperoleh modal, karena pihak perbankan lebih
mempercayainya.
d) Lebih mudah berkembang karena manajemen dipegang oleh orang yang
ahli dan dipercaya oleh sekutu lainnya.
e) CV lebih fleksibel, karena tanggung jawab terbatas hanya pada sekutu
Komanditer sedangkan yang mengurus perusahaan dan mempunyai
tanggung jawab tidak terbatas hanya sekutu komplementer.
f) Pengenaan pajak hanya satu kali, yaitu pada badan usaha saja.
Pembagian keuntungan atau laba yang diberikan kepada sekutu
Komanditer tidak lagi dikenakan pajak penghasilan.
Adapun kerugian jika memilih perusahaan dalam pentuk CV antara lain:
a) Maka tanggung jawab akan menjadi tanggung jawab pribadi apabila
sekutu komanditer menjadi sekutu aktif.
b) Status hukum badan usaha CV jarang dipilih oleh pemilik modal atau
beberapa proyek besar.
Sementara itu untuk mendirikan CV tidak diperlukan syarat yang berat.
Adapun persyarata pendirian CV adalah sebagai berikut:
a) Pendirian CV disyaratkan oleh dua orang, dengan menggunakan akta
notaris dan menggunakan bahasa Indonesia.
b) Pada pendirian CV, yang harus dipersiapkan sebelum datang ke notaris
adalah adanya persiapan mengenai: nama CV yang akan digunakan,
tempat kedudukan CV, siapa saja yang bertindak sebagai persero aktif,
dan persero diam, maksud dan tujuan pendirian CV serta dokumen
persyaratan yang lain.
c) CV tersebut didaftarkan pada pengadilan negeri setempat serta membawa
perlengkapan berupa: SKPD (Surat Keterangan Domisili Perusahaan) dan
NPWP atas nama CV yang bersangkutan, guna memperkuat kedudukan
CV.
4) Perseroan Terbatas (PT)
Perseroan terbatas (PT) adalah badan
hukum perusahaan yang paling banyak
digunakan dan diminati oleh para pengusaha.
Penyebabnya adalah karena badan hukum
seperti ini memiliki banyak kelebihan jika
dibandingkan dengan badan hukum lainnya.
Kelebihannya antara lain luasnya badan
58
usaha yang dimiliki, kebebasan bergerak dalam berbagai bidang usaha serta
tanggung jawab yang dimiliki terbatas hanya kepada modal yang disetorkan.
Berikut ciri utama dari perusahaan yang berbentuk badan hukum perseroan
terbatas, yaitu:
a) Kewajiban terhadap pihak luar, terbatas hanya kepada modal yang
disetorkannya. Artinya, jika perusahaan menanggung utang, maka
kewajiban pemilik hanya terbatas kepada modal yang disetorkan. Oleh
karena itu harta pribadi tidak ikut dijaminkan untuk membayar kewajiban
tersebut.
b) Kemudahan alih kepemilikan, artinya jika seseorang memegang saham
perusahaan tersebut kemudian ingin menjualnya dengan berbagai sebab,
maka dengan mudah dapat dipindahtangankan atau dijual ke pihak lain.
c) Usia PT tidak terbatas, artinya perusahaan yang berbentuk perseroan
terbatas memiliki usia yang tidak terbatas, selama masih mampu untuk
beroperasi walaupun pemilik atau manajemennya meninggal dunia dapat
dilanjutkan oleh pemilik saham lainnya.
d) Kemampuan untuk menghimpun dana dalam jumlah yang besar, artinya
jika perusahaan ingin memperoleh modal dalam jumlah yang besar, maka
dengan mudah pihak kreditor untuk mempercayainya.
e) Kebebasan untuk melakukan berbagai aktivitas bisnis, baik jenis atau
bidang usaha maupun wilayah operasinya lebih luas dan beragam.
Kemudian untuk menjalankan aktivitasnya setiap perseroan terbatas memiliki
Organ Perseroan,yaitu:
a) Rapat Umum Pemegang Saham.
b) Direksi.
c) Dewan Komisaris.
Macam-macam perseroan terbatas yang dilihat dari berbagai sudut pandang,
yakni:
1. Dilihat dari segi kepemilikan
a. Perseroan Terbatas Biasa
Merupakan PT dimana para pendirinya, pemegang saham dan
pengurusnya adalah warga Negara Indonesia dan badan hukum
Indonesia.
b. Perseroan Terbatas Terbuka
Merupakan PT yang didirikan dalam rangka penanaman modal yang
dimungkinkan warga negara asing atau badan hukum asing menjadi
pendiri, pemegang saham, dan pengurusnya.
c. Perseroan Terbatas PERSERO
Merupakan PT milik pemerintah melalui Badan Usaha Milik Negara
(BUMN). Perseroan terbatas jenis ini sebagian besar pengaturannya
tunduk pada ketentuan tentang Badan Usaha Milik Negara. Biasanya
perusahaan jenis ini. Kata perseroan ditulis di belakang nama
perseroan terbatas tersebut. Contoh: PT Telkom (Persero).
59
2. Dilihat dari segi status perseroan terbatas terbagi dalam:
a. Perseroan Tertutup
Perseroan tertutup merupakan Perseroan Terbatas yang modal dan
jumlah pemegang sahamnya memenuhi kriteria tertentu dan
perseroan yang tidak melakukan penawaran umum.
b. Perseroan Terbuka
Perseroan Terbuka maksudnya adalah perseroan yang modal dan
jumlah pemegang sahamnya memenuhi kriteria tertentu dan
perseroan yang melakukan penawaran umum, sesuai dengan
peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.
Persyaratan mendirikan perseroan terbatas sesuai dengan undang-undang
PT, yakni:
1. Perseroan didirikan oleh dua orang atau lebih dengan akta notaris yang
dibuat dalam bahasa Indonesia.
2. Setiap pendirian Perseroan wajib mengambil bagian saham pada saat
perseroan didirikan.
3. Pada saat peleburan, tidak berlaku ketentuan yang tertera pada ayat (2).
4. Perseroan memperoleh badan hukum pada tanggal diterbitkannya
keputusan menteri mengenai pengesahan badan hukum perseroan.
5. Setelah perseroan memperoleh status badan hukum dan pemegang
saham kurang dari dua orang, dalam jangka waktu paling lama enam
bulan terhitung sejak keadaan tersebut pemegang saham yang
bersangkutan wajib mengalihkan sebagian sahamnya kepada orang lain
atau perseroan mengeluarkan saham baru kepada orang lain.
6. Apabila telah melampaui waktu enam bulan, pemegang saham tetap
kurang dari dua orang, maka pemegang saham bertanggung jawab
secara pribadi atas segala perikatan dan kerugian perseroan, dan atas
permohonan pihak yang berkepentingan, pengadilan negeri dapat
membubarkan perseroan tersebut.
7. Ketentuan yang tertera pada ayat (1), (5), dan (6) tidak berlaku bagi:
a. Persero yang seluruh sahamnya dimiliki oleh negara.
b. Perseroan yang mengelola bursa efek, lembaga kliring dan
penjaminan, lembaga penyimpanan dan penyelesaian, dan lembaga
lain sebagaimana diatur dalam Undang-Undang tentang Pasar Modal.
Dalam praktiknya modal perseroan terbatas terdiri dari:
1. Modal Dasar (Authorized Capital)
Modal dasar terdiri dari atas seluruh nilai nominal saham dan merupakan
modal pertama kali dan tertera dalam akta notaris pada saat perseroan
terbatas tersebut didirikan.
2. Modal ditempatkan atau dikeluarkan (Issued Capital)
Merupakan modal yang telah ditempatkan atau dikeluarkan oleh
pemegang saham. Besarnya modal ditempatkan minimal 25% dari modal
dasar.
3. Modal Sektor (Paid-Up Capital)
60
Merupakan modal yang harus disetor oleh pemegang saham yang
jumlahnya paling sedikit 25% dari modal dasar harus ditempatkan dan
disetorkan penuh. Modal ditempatkan dan disetorkan penuh dengan
dibuktikan dengan penyetoran yang sah.
C. KEKUATAN DAN KELEMAHAN BUMN DAN BUMD
1. BUMN
a. Kekuatan BUMN
1) Jumlah Dan nilai aset yang besar.
2) Posisi Dan bidang usaha yang strategis.
3) Akses ke kekuasaan lebih besar.
4) Akses ke sumber pendanaan, khususnya Bank pemerintah lebih besar.
5) Perlakuan birokrasi berbeda dengan swasta.
6) Definisi negara sebagai pemilik dan pemerintah sebagai regulator sulit untuk
dipisahkan Dan melekat pada BUMN itu sendiri.
b. Kelemahan BUMN
1) Keterlibatan birokrasi dengan kepentingan tertentu akan melahirkan
penyimpangan melalui penetapan policy direction yang merugikan BUMN sendiri.
2) Policy direction yang menyesatkan dapat lahir dari adanya kepentingan elite
BUMN dengan cara membungkus kepentingan melalui formal policy.
3) Birokrat yang duduk di BUMN sulit dibedakan dalam tatanan berpikir dan
bertindak, apakah yang bersangkutan berperilaku sebagai birokrat atau
profesional perusahaan. Ini jelas akan menimbulkan political cost yang sulit
diukur.
4) Aset yang besar tidak disertai oleh utilitas yang memadai. Akibatnya terjadi over-
investment, yang berarti pemborosan yang akan membebani BUMN itu sendiri.
5) Kemudahan yang diterima dari negara merupakan subsidi yang diberikan
negara, yang pada akhirnya sama dengan cost bagi rakyat banyak.
6) Special treatment yang diterima BUMN dari negara akan melahirkan BUMN yang
tidak peka terhadap lingkungan usahanya, lemah dalam persaingan, tidak lincah
dalam bertindak, lamban mengambil keputusan sehingga hilangnya momentum
d61an berakhir pada kerugian.
7) Privileges yang diberikan oleh penguasa atau birokrasi harus dikompensasi oleh
BUMN itu, dg memberikan kemudahan kepada pihak lain melalui policy direction
yang akan menjadi political cost bagi BUMN tsb.
8) Keterlibatan birokrasi dalam BUMN ini telah terjadi sedemikian lama, sehingga
sering menyulitkan direksi atau pengelolanya untuk bertindak objektif.
Indikatornya adalah :
9) Tidak berani mengambil keputusan sebelum ada petunjuk dari birokrasi.
10) Keputusan yang diambil sering tidak sejalan dengan norma bisnis yang lazim.
11) Proyek yang tidak feasible terpaksa harus dilaksanakan kendatipun
pengelolanya tahu hal tsb merugikan BUMN itu sendiri.
12) Indikasi conflict of interest sering mewarnai keputusan yang dibuat.
13) Atasan para direksi tidak cukup komisaris dan pemegang saham, tapi secara
tersirat harus melaksanakan perintah para „turunan pemegang saham‟ seperti
birokrasi yang membawahi BUMN, holding company, Menteri Negara Investasi
dan BUMN dan departemen terkait lainnya.
61
2. BUMD
a. Kekuatan BUMD
2) keuntungan perusahaan untuk pembangunan daerah dan kekayaan perusahaan
dipisahkan dari kekayaan negara
3) Kegiatan yang dilakukan untuk melayani masyarakat.
4) Memperoleh fasilitas dari negara.
5) Setatus pegawai diatur oleh peraturan daerah atau pemerintah.
b. Kelemahan BUMD
1) Pengelolaan BUMD sangat ditentukan oleh kemampuan keuangan daerah.
2) Banyak fasilitas yang di berikan dari pemeritah menjadikan pegawai kurang
disiplin.
3) Pengelolaan BUMD kurang efisien, sehingga sering mengalami kerugian.
62
RANGKUMAN
1. Badan usaha adalah suatu organisasi usaha yang menggunakan faktor-faktor produksi
dari perusahaan sebagai alat untuk mendapatkan keuntungan atau laba (profit).
Sedangkan perusahaan adalah alat yang menghasilkan atau menyediakan berbagai
macam barang atau jasa yang dibutuhkan konsumen.
2. Pertimbangan utama pemilihan bentuk badan hukum perusahaan antara lain:
a. Keluwesan untuk beraktivitas
b. Batas wewenang dan tanggung jawab pemilik
c. Kemudahan pendirian
d. Kemudahan memperoleh modal
e. Kemudahan untuk memperbesar usaha
f. Kelanjutan usaha
3. BUMN, adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh
negara melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan negara yang
dipisahkan. (UU No. 19 Tahun 2003 Tentang Badan Usaha Milik Negara, Pasal 1, Ayat
1)
4. Jenis-jenis BUMN yang ada di Indonesia antara lain: Perusahaan Perseroan (Persero),
Perusahaan Jawatan (Perjan), Perusahaan Umum (Perum)
5. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) adalah perusahaan milik pemerintah daerah yang
bertujuan melayani kepentingan masyarakat yang berada di suatu daerah provinsi atau
kota.
6. Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) adalah badan usaha yang modalnya dimiliki oleh
swasta.
7. Macam – macam BUMS antara lain: Perusahaan perseorangan, Firma (fa),
Perseroan komanditer (CV), Perseroan Terbatas (PT).
63
INTEGRASI AYAT
QS AN-Nisa ayat 29
Artinya :
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu
dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka
sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya
Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.
64
PETA KONSEP
MODAL DAN ASET Modal Dalam
Perusahaan
Aset Dalam
Perusahaan
65
BAB VII
MODAL DAN ASET
A. MODAL DALAM PERUSAHAAN
1. Pengertian Modal
Modal adalah sekumpulan uang atau barang yang digunakan sebagai dasar untuk
melaksanakan suatu pekerjaan. Dalam bahasa Inggris modal disebut dengan capital,
yaitu barang yang dihasilkan oleh alam atau manusia untuk membantu memproduksi
barang lainnya yang dibutuhkan manusia dengan tujuan untuk memperoleh
keuntungan.
Modal merupakan hal yang sangat vital dalam sebuah bisnis atau perusahaan.
Tanpa modal bisnis tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya. Mulai dari bisnis
yang besar maupun bisnis yang kecil pun membutuhkan modal untuk menjalankan
bisnisnya.
Pada intinya modal adalah aset utama perusahaan untuk menjalankan bisnis
dimana umumnya berbentuk dana atau uang. Dengan uang maka bisnis bisa berjalan
dengan lancar untuk mendukung proses produksi hingga pemasarannya.
Beberapa ahli dibidang ilmu ekonomi pernah menjelaskan mengenai definisi modal,
diantaranya adalah:
1) Lawrence J. Gitman
Menurut Lawrence J. Gitman, pengertian modal adalah bentuk pinjaman
dalam jangka waktu tertentu yang dimiliki oleh perusahaan, atau semua hal
yang ada di bagian kanan neraca perusahaan selain kewajiban saat ini.
2) Bambang Riyanto
Menurut Bambang Riyanto, pengertian modal adalah hasil produksi yang
digunakan kembali untuk memproduksi lebih lanjut. Dalam perkembangannya,
kemudian modal ditekankan pada nilai, daya beli, atau pun kekuasaan
menggunakan yang ada dalam barang-barang modal.
3) Drs. Moekijat
Menurut Moekijat, definisi modal adalah semua hal yang dimiliki oleh
perusahaan, meliputi uang tunai, kredit, hak membuat, serta menjual sesuatu
(berupa paten), mesin-mesin, dan property.
Namun, sering juga istilah modal digunakan untuk menggambarkan hak milik
total yang terdiri dari jumlah yang ditanam, surplus, dan semua keuntungan
yang tidak dibagi.
4) Mayo
Menurut Mayo, pengertian modal adalah berbagai instrumen utang untuk
memanfaatkan dana investor yang membeli sekuritas hutang. Ada dua jenis
saham; saham preferen dan saham biasa.
66
5) Prof. A. Bakker
Menurut Prof. Bakker, definisi modal adalah barang-barang konkret yang
masih ada dalam rumah tangga perusahaan yang ada dalam neraca bagian
debit, maupun berupa daya beli atau pun nilai tukar barang-barang yang tercatat
di neraca bagian kredit.
6) Profesor Polak
Menurut Profesor Polak, pengertian modal adalah kekuasaan yang dimiliki
individu/ organisasi untuk menggunakan barang-barang modal (berada di
neraca kredit). Yang dimaksud dengan barang modal adalah barang-barang
dalam perusahaan yang belum digunakan.
7) Munawir
Menurut Munawir modal adalah kekayaan perusahaan yang bisa berasal dari
internal maupun eksternal termasuk juga kekayaan yang dihasilkan dari proses
produksi sebuah perusahaan.
8) Profesor Meij
Definisi modal menurut Profesor Meij adalah kollektivitas dari barang-barang
modal (semua barang yang ada, dalam rumah tangga perusahaan dalam fungsi
produktif-nya untuk membentuk pendapatan) yang terdapat dalam neraca
sebelah debit, dan kekayaan ialah daya beli yang terdapat dalam barang-barang
modal yang ada di neraca sebelah kredit.
9) Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
Pengertian modal menurut KBBI adalah uang yang digunakan sebagai pokok
(induk) untuk berdagang; harta benda (uang, barang) yang bisa digunakan
dalam menghasilkan sesuatu yang mampu menambah kekayaan dan
sebagainya.
2. Jenis-Jenis Modal
Jenis-jenis modal atau capital dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu berdasarkan
sumber-sumber modal, berdasarkan wujud, dan berdasarkan fungsinya.
a. Jenis Modal Berdasarkan Sumber Modal
Modal berdasarkan sumbernya dibedakan menjadi dua, yaitu modal internal
dan modal eksternal. Berikut penjalasan keduanya:
1) Modal Internal
Sumber modal internal merupakan modal yang didapatkan dari
perusahaan itu sendiri biasanya dari hasil penjualan. Modal internal sulit
digunakan untuk mengembangkan bisnis karena sifatnya yang terbatas
dan sulit mengalami peningkatan signifikan.
2) Modal Eksternal
Sumber modal eksternal adalah modal yang berasal dari luar
perusahaan atau dana yang diperoleh dari para kreditur ataupun dari
pemegang saham yang dapat ambil bagian dalam perusahaan. Adanya
keterbatasan pada modal internal, sehingga perlu adanya modal eksternal
yang bisa didapatkan dari luar dan sifatnya tidak terbatas.
Modal eksternal ini umumnya didapatkan dari pinjaman bank, koperasi
atau sumber modal lainnya. Modal eksternal juga bisa didapatkan dari
investor yang menanamkan modalnya kepada perusahaan Anda.
67
b. Jenis Modal Berdasarkan Fungsi
Modal berdasarkan fungsinya dapat dibagi menjadi dua, yaitu modal
perseorangan dan modal sosial. Berikut penjelasan dari keduanya:
1) Modal Perseorangan
Jenis modal perseorangan adalah modal yang berasal dari seseorang yang
memiliki fungsi untuk memudahkan berbagai aktivitas dan memberikan laba
kepada pemiliknya. Misalnya: deposito, property pribadi, saham, dan lainnya.
2) Modal Sosial
Jenis modal sosial adalah modal yang dimiliki oleh masyarakat dimana
modal tersebut memberikan keuntungan bagi masyarakat secara umum
dalam melakukan kegiatan produksi. Misalnya jalan raya, pelabuhan, pasar
dan lainnya.
c. Jenis Modal Berdasarkan Wujud
Jenis-jenis modal juga dibedakan berdasarkan bentuknya yaitu modal konkret
atau modal aktif dan modal abstrak atau modal pasif. Penjelasan modal konkret
dan modal abstrak yaitu:
1) Modal Konkret (Modal Aktif)
Modal konkret adalah modal aktif yang berarti dapat diliht secara kasat
mata atau berwujud. Yang termasuk modal konkret seperti bahan baku, tempat,
mesin, gudang dan bentuk sarana prasarana lainnya.
2) Modal Abstrak (Modal Pasif)
Modal abstrak adalah kebalikan dari modal konkret dimana tidak dapat
terlihat secara kasat mata. Meskipun begitu, modal ini juga penting untuk
keberlangsungan perusahaan seperti skill tenaga kerja, hak cipta dan hal
pendirian.
3. Manfaat Modal Bagi Perusahaan
Seperti yang sudah dijelaskan dari pengertian modal diatas, modal adalah hal vital
yang wajib dimiliki perusahaan apalagi untuk perusahaan yang sedang berkembang,
Tanpa modal, bisnis akan kesulitan untuk menjalankan kegiatan-kegiatannya.
Beberapa hal pentingnya modal adalah seuntuk membantu memproduksi barang
lainnya yang dibutuhkan manusia dengan tujuan untuk memperoleh keuntunganbagai
berikut:
a. Sewa Tempat
Tidak memiliki lahan untuk berbisnis berarti Anda memerlukan persewaan tempat.
Ketersediaan modal penting untuk urusan sewa tempat dibanding harus membeli
lahan yang harganya jauh lebih mahal.
b. Penyediaan Bahan Produksi
Modal diperlukan untuk menyediakan bahan-bahan produksi termasuk bahan
baku, peralatan penunjang dan mesin produksi. Pada bisnis yang menjalankan usaha
dibidang penyedia produk tentu membutuhkan modal untuk membeli peralatan
produksi.
c. Gaji Pekerja
Untuk menjalankan perusahaan tak terlepas dari anggota-anggota perusahaan
dalam hal ini pegawai atau tenaga kerja. Sehingga ketersediaan modal diperlukan
untuk memberi hak-hak karyawan seperti gaji, tunjangan bahkan asuransi
keselamatan kerja.
68
d. Simpanan
Modal tidak harus sepenuhnya dialokasikan untuk kepentingan produksi, namun
modal juga harus dalam bentuk simpanan. Hal ini untuk mengantisipasi hal-hal yang
tidak diinginkan seperti defisit, kekurangan biaya operasional atau terjadi peningkatan
permintaan pasar.
B. ASET DALAM PERUSAHAAN
1. Pengertian Asset
Asset merupakan bentuk penanaman modal perusahaan. Bentuknya dapat berupa
harta kekayaan atau atas kekayaan atau jasa yang dimiliki oleh perusahaan yang
bersangkutan. Harta kekayaan tersebut harus dinyatakan dengan jelas, diukur dalam
satuan mata uang, dan diurutkan berdasarkan lamanya waktu atau kecepatannya
berubah kembali menjadi uang kas.
Definisi aset juga dijelaskan oleh para ahli, baik melalui pendapat, teori-teori,
asumsi, dan juga melalui undang-undang. Berikut ini adalah pengertian aset menurut
para ahli:
1) Hidayat
Menurut Hidayat pengertian aset adalah barang atau benda yang bergerak dan
juga tidak bergerak, baik yang berwujud (tangible) maupun yang tidak
berwujud (intangible), dimana keseluruhan hal tersebut mencakup aset atau harta
aset dari suatu organisasi, instansi, badan usaha, ataupun perorangan.
2) Munawir
Menurut Munawir pengertian aset adalah sarana atau sumber daya yang
memiliki nilai ekonomis yang mampu menunjang perusahaan dalam harga
perolehnnya atau nilai wajarnya harus diukur secara objektif.
3) Siregar
Menurut Siregar pengertian aset adalah barang (thing) atau sesuatu
barang (anything) yang memiliki nilai guna atau ekonomi (economic value), nila
komersial (commercial value)atau nilai tukar (exchange value) yang dimiliki oleh
suatu badan usaha, instansi atau perorangan.
4) Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)
Menurut IAI pengertian aset adalah sumber daya yang dikuasi oleh
perusahaan sebagai akibat dari kejadian yang terjadi pada masa lalu dan
mendatangkan manfaat ekonomis di masa depan bagi perusahaan.
5) Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)
Menurut PSAK No. 16 revisi tahun 2011 pengertian aset adalah semua
kekayaan yang dimiliki oleh seseorang atau perusahaan, baik berwujud maupun
tidak berwujud yang berharga atau bernilai yang akan mendatangkan manfaat bagi
seseorang atau perusahaan tersebut.
6) International Accounting Standards Committe (IASC)
Menurut IASC pengertian aset adalah suatu sumber daya yang dikendalikan
oleh perusahaan sebagai hasil kejadian masa lalu dimana diharapkan perusahaan
akan mendapatkan manfaat ekonomis di masa depan.
7) International Financial Reporting Standards (IFRS)
Menurut IFRS definisi aset adalah suatu sumber yang dikendalikan oleh entitas
sebagai akibat dari peristiwa masa lalu (misalnya menciptakan sendiri atau
membeli) dan dari manfaat ekonomis masa depan (arus kas masuk dan aset lain)
yang diharapkan.
69
8) Financial Accounting Standards Board (FASB)
Menurut FASB pengertian aset dalam kerangka konseptualnya (SFAC No. 6,
prg. 25) adalah sebagai manfaat ekonomik masa depan yang cukup pasti yang
diperoleh atau dikuasai/ dikendalikan oleh suatu entitas sebagai akibat transaksi
atau kejadian masa lalu.
2. Klasifikasi Asset
Aktiva diklasifikasikan berdasarkan urutan likuiditas (konvertibilitas menjadi kas).
Pos-pos yang dapat dengan mudah dikonversi menjadi kas tanpa batasan diletakkan
pada baris paling atas. Aktiva dengan tingkat likuiditas rendah (kecil kemumgkinan
dapat dikonversi menjadi kas) diletakkan pada baris paling bawah. Menurut Jumingan
(2006:17) aktiva perlu dikelompokkan ke dalam beberapa bagian, yaitu:
1) Aktiva Lancar (Current Asset)
Menurut Dyckman et al (1999:177), “Aktiva lancar mencakup kas dan aktiva
lainnya yang diperkirakan dapat direalisasi menjadi kas atau dijual atau
digunakan selama satu siklus operasi normal perusahaan atau dalam waktu
satu tahun sejak tanggal neraca (salah satu yang lebih lama). ”Yang termasuk
dalam aktiva lancar adalah kas (cash), investasi jangka pendek (temporary
investment), wesel tagih (notes receivable), penghasilan yang masih akan
diterima (accruals receivable), persediaan barang (inventory), dan biaya yang
dibayar dimuka (prepaid expense).
2) Investasi Jangka Panjang (Long Term Investment)
Investasi jangka panjang dapat berupa saham dan obligasi dari dan pinjaman
kepada perusahaan lain, harta kekayaan yang tidak digunakan dalam operasi
rutin perusahaan misalnya gedung yang disewakan kepada pihak lain, mesin
yang digunakan di waktu yang akan datang, dana yang diperuntukkan bagi
tujuan khusus selain pembayaran utang jangka pendek, pinjaman kepada anak
perusahaan atau perusahaan afiliasi.
3) Aktiva Tetap (Fixed Asset)
Menurut Jumingan (2006:19), “ Aktiva tetap (fixed asset) merupakan harta
kekayaan yang berwujud, yang bersifat relatif permanen, digunakan dalam
operasi reguler, lebih dari satu tahun, dibeli dengan tujuan untuk tidak dijual
kembali.” Yang termasuk dalam kelompok aktiva tetap adalah tanah (land),
bangunan atau gedung (building), mesin-mesin (machinery), perabot dan
peralatan kantor (office furniture and fixtures), perabot dan peralatan toko (store
furniture and fixtures), alat pengangkutan (delivery equipment), dan sumber-
sumber alam (natural resources).
4) Aktiva Tidak Berwujud (Intangible Asset)
Djarwanto (2004:28) mengartikan aktiva tidak berwujud sebagai hak-hak
yang dimiliki perusahaan. Hak ini diberikan kepada penemunya, penciptanya,
atau penerimanya. Pemilikan hak ini dapat karena menemukan sendiri atau
diperoleh dengan jalan membeli dari penemunya. Hak- hak ini dilindungi oleh
undang-undang. Yang termasuk dalam aktiva tidak beruwujud (intangible asset)
adalah hak cipta (copyrights), haksewa/kontrak (leaseholds), hak monopoli
70
(franchises), hak paten, merek dagang (trademarks), biaya organisasi
(organization costs) dan goodwill.
5) Biaya yang Ditangguhkan (Deffered Charges)
Biaya yang ditangguhkan umumnya muncul karena pembayaran di muka
beban jangka panjang. Beban ini memiliki manfaat ekonomis di masa yang akan
datang yang dapat ditentukan dengan meyakinkan. Biaya yang ditangguhkan
(deffered charges) adalah pengeluaran-pengeluaran atau biaya yang
mempunyai manfaat jangka panjang, dimana pembebanannya sebagai biaya
usaha berlangsung untuk beberapa tahun atau periode (Jumingan, 2006:25).
Yang termasuk dalam biaya yang ditangguhkan adalah biaya penataan ulang
mesin, biaya penerbitan obligasi, biaya pensiun dibayar dimuka, atau
pembayaran di muka asuransi.
6) Aktiva Tidak Lancar Lainnya (Other Non-Current Asset)
Aktiva tidak lancar lainnya (other non-current asset) adalah harta kekayaan
perusahaan lain yang tidak termasuk pada kelompok-kelompok aktiva tersebut
sebelumnya (Djarwanto, 2004:34).
3. Siklus Hidup Aset
Hindrawan dkk mengatakan bahwa siklus hidup dari aset atau kelompok aset terdiri
dari empat fase, yaitu perencanaan, pengadaan, operasi dan pemeliharaan, serta
penghapusan. Berikut penjelasan singkat mengenai fase siklus hidup aset tersebut:
1) Fase Perencanaan, yaitu tahapan dimana perusahaan mengidentifikasi
kebutuhan akan adanya permintaan atas aset.
2) Fase Pengadaan, yaitu tahapan ketika aset dibangun atau dibuat, bahkan dibeli.
Pengadaan aset ini tergantung kebutuhan dan sesuai perencanaan.
3) Fase Operasi dan Pemeliharaan, yaitu tahapan ketika aset digunakan/
dimanfaatkan untuk tujuan yang ditetapkan. Pada fase ini biasanya juga
terdapat aktivitas pembaruan, perbaikan, dan pergantian yang dilakukan secara
berkesinambungan atas aset.
4) Fase Penghapusan, yaitu tahapan dimana umur ekonomis suatu aset telah
habis atau ketika kebutuhan akan aset tersebut telah hilang.
4. Perencanaan Aset
Masih menurut Hindrawan dkk, perencanaan aset yang baik seharusnya terdiri
dari beberapa hal berikut ini:
1) Mengidentifikasi adanya permintaan akan aset, dan membeli aset yang
diperlukan
2) Perencaan pengadaan aset sebaiknya menegaskan mengenai jenis dan waktu
kebutuhan aset, serta menjelaskan cara pengadaan aset
3) Memaksimalkan pemakaian aset yang telah ada dengan begitu pengadaan aset
baru tidak perlu dilakukan
4) Melakukan evaluasi terhadap aset yang dimiliki, apakah memiliki performa yang
baik atau justru membutuhkan biaya tinggi dalam operasionalnya
5) Membuat skala prioritas dalam pengadaan dan atau penambahan aset
6) Membuat berbagai pertimbangan solusi non-aset untuk mengurangi kebutuhan
akan aset
71
5. Manfaat Manajemen Aset Bagi Perusahaan
setiap perusahaan pasti memiliki sebuah aset, baik yang berwujud seperti tanah,
bangunan, perlengkapan, atau pun yang tak berwujud seperti saham, hak cipta, dan
merek. Aset merupakan bagian terpenting dari sebuah perusahaan yang harus dikelola
dengan baik untuk mendapatkan manfaat bagi perusahaan, sekaligus mendorong
tercapainya tujuan perusahaan. Berikut ini adalah manfaat manajemen aset bagi
perusahaan antara lain:
1) Menjaga Nilai Aset
Dengan manajemen aset, perusahaan dapat menjaga nilai aset yang dimiliki
tetap tinggi, memiliki usia yang lebih panjang, serta menghindari kerusakan
terhadap aset yang bisa menyebabkan turunnya nilai jual. Untuk menjaga nilai
aset, perusahaan harus menyediakan biaya operasional yang memadai sehingga
menghasilkan output yang tinggi dan sesuai dengan tujuan perusahaan.
2) Memonitor Penyusutan Aset
Penyusutan merupakan salah satu risiko atas penggunaan aset tetap, di mana
aset akan mengalami penyusutan, mulai dari penyusutan fungsi hingga nilai.
Namun, dengan adanya manajemen aset, perusahaan akan lebih mudah
melakukan pemonitoran terhadap penyusutan.
3) Mempermudah Pembuatan Anggaran
Dengan adanya manajemen aset, perusahaan akan lebih mudah membuat
perencanaan yang menyangkut pendanaan aset seperti dana untuk pembelian
atau konstruksi, pemeliharaan, hingga dana untuk memperpanjang usia dan
menghapus aset perusahaan.
4) Menghindari Pembelian Berlebih
Dengan menerapkan manajemen aset, perusahaan dapat lebih mudah
mengontrol aset dengan baik sehingga dapat menghindari pembelian yang tidak
perlu. Tanpa adanya manajemen aset, perusahaan akan mengalami kesulitan
dalam menentukan priorotas untuk penyediaan barang.
5) Menciptakan Manajemen Risiko
Manajemen risiko adalah metode pengelolaan ketidakpastian yang berkaitan
dengan ancaman, seperti penilaian risiko. Hal ini sangat penting karena dapat
menciptakan kesadaran perusahaan tentang adanya bahaya dan risiko dari aset
yang mereka miliki. Dengan adanya manajemen aset, perusahaan dapat
mengurangi risiko dengan menambah langkah pengendalian yang diperlukan serta
membuat langkah untuk pencegahan.
6) Meningkatkan Keamanan
Dengan menerapkan aset manajemen, aset yang dimiliki perusahaan akan
tersimpan dengan baik sejak pertama hingga akhir. Hal ini dapat mengurangi risiko
kehilangan aset perusahaan.
72
RANGKUMAN
1. Modal adalah sekumpulan uang atau barang yang digunakan sebagai dasar untuk
melaksanakan suatu pekerjaan. Dalam bahasa Inggris modal disebut dengan capital,
yaitu barang yang dihasilkan oleh alam atau manusia untuk membantu memproduksi
barang lainnya yang dibutuhkan manusia dengan tujuan untuk memperoleh
keuntungan.
2. Menurut Bambang Riyanto, pengertian modal adalah hasil produksi yang digunakan
kembali untuk memproduksi lebih lanjut. Dalam perkembangannya, kemudian modal
ditekankan pada nilai, daya beli, atau pun kekuasaan menggunakan yang ada dalam
barang-barang modal.
3. Jenis-jenis modal atau capital dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu berdasarkan
sumber-sumber modal, berdasarkan wujud, dan berdasarkan fungsinya.
4. Beberapa hal pentingnya modal adalah seuntuk membantu memproduksi barang
lainnya yang dibutuhkan manusia dengan tujuan untuk memperoleh keuntunganbagai
berikut: Sewa Tempat, Penyediaan Bahan Produksi, Gaji Pekerja, Simpanan.
5. Asset merupakan bentuk penanaman modal perusahaan. Bentuknya dapat berupa
harta kekayaan atau atas kekayaan atau jasa yang dimiliki oleh perusahaan yang
bersangkutan. Harta kekayaan tersebut harus dinyatakan dengan jelas, diukur dalam
satuan mata uang, dan diurutkan berdasarkan lamanya waktu atau kecepatannya
berubah kembali menjadi uang kas.
6. Hindrawan dkk mengatakan bahwa siklus hidup dari aset atau kelompok aset terdiri
dari empat fase, yaitu perencanaan, pengadaan, operasi dan pemeliharaan, serta
penghapusan.
7. Berikut ini adalah manfaat manajemen aset bagi perusahaan antara lain:
a. Menjaga Nilai Aset
b. Memonitor Penyusutan Aset
c. Mempermudah Pembuatan Anggaran
d. Menghindari Pembelian Berlebih
e. Menciptakan Manajemen Risiko
f. Meningkatkan Keamanan
73
INTEGRASI AYAT
QS AN – Anfal ayat 1
Artinya:
Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang.
Katakanlah: "Harta rampasan perang kepunyaan Allah dan Rasul, oleh sebab itu
bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu; dan taatlah
kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman".
74
PETA KONSEP
HUBUNGAN BAIK DAN Peranan Hubungan Baik
TEKNIK MENJUAL Dan Hubungan Timbal
Balik
Kesan, Citra & Keinginan
Umum Individu
Teknik Penjualan
(Kewirausahaan)
75
BAB VIII
HUBUNGAN BAIK DAN TEKNIK MENJUAL
A. PERANAN HUBUNGAN BAIK DAN HUBUNGAN TIMBAL BALIK
Dalam banyak hal faktor pergaulan menentukan keberhasilan seseorang. Hal ini
disebabkan karena manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan. Seorang
kepala membutuhan anak buah dan sebaliknya anak buah membutuhkan seorang
pemimpin. Tentu saja baik “boss” atau anak buah masing-2 mengharapkan perlakuan yg
terbaik. Maka dari itu hubungan atau pergaulan yang baik harus dijaga dengan baik
hubungan tersebut antara lain adalah sebagai berikut:
1. Pergaulan Baik Teman Lama
Jika seorang dpt bergaul dg baik, maka ia akan mempunyai banyak sahabat baik
pula. Sahabat baik adalah modal yg baik. Kelak jika seorang dlm keadaan sulit
perekonomiannya, maka baru merasakan betapa penting punya sahabat yg baik.
Usahakanlah membuat teman baik sebanyak-2nya disaat ini & masa mendatang.
Usahakan agar anda selalu dapat memberikan kesan yg baik kepada setiap teman
karena hal itu berarti anda menanam modal yg akan berbuah kelak disaat anda dlm
keadaan kritis.
2. Pergaulan Baik Teman Penting
Makin tinggi tingkat pergaulan seseorang, maka makin besar pula kesempatan
yang dimilikinya, untuk bersahabat baik dengan kalangan “atas”. Seseorang
mahasiswa mempunyai kesempatan lebih besar untuk menggalang persahabatan
dengan calon “orang penting” dibandingkan dengan siswa SMA.
Persahabatan justru hrs digalangs ebanyak dan seluas mngkin, karena 100 teman
tidaklah cukup, tetapi 1 musuh lebih dari cukup. “membuat sahabat” jg hrs selektif krn
bersahabat dg orang yg “bukan sahabat” hanya akan membuat susah.
3. Pergaulan Baik Keberanian menemui Orang Penting
Keberanian mendatangi atau menemui “orang penting”. Tidak semua orang berani
mendatangi atau menemui ornag penting mungkin karena merasa rendah diri, takut,
enggan, tahu sebab lain. Bagi mereka yang berjiwa enterpreneur justru akan selalu
mengejar “orang penting” karena dari beliaulah akan banyak peluang ataupun
masalah bisnis terselesaikan.
Keberanian mengutarakan keinginan, permintaan atau ajakan terkait bisnis. Orang
yang birjiwa bisnis sedikit basa basi untuk memperlicin ke arah masalah yang akan
dikemukakan dan jika suasananya oke, maka dengan taktis aaan langsung
mengemukakan hal bisnis yang dikehendakinya.
4. Hubungan Baik Perorangan
Faktor pergaulan banyak menentukan keberhasilan seseorang, sehingga
usahakan bergaul luas dan baik. Hidup adalah saling tolong menolong, sehingga
usahakan banyak menolong ornag jika ingin suatu saat ditolong orang. Banyak
76
membuat teman saat ini akan banyak teman juga dimasa mendatang.Makin tinggi
sekolah anda saat ini, makin besar kemungkinan satu atau beberapa teman
menduduki posisi penting kelak. Seseorang berjiwa bisnis adalah orang yang berani
mendatangi / menemui “orang penting” dan berani mengutarakan keinginan,
permintaan atau ajakan terkait bisnis.
5. Hubungan Perusahaan
Tiap perusahaan akan selalu berhubungan keluar dengan atasan , rekan setingkat
ataupun bawahannya. Pengertian atasan bagi perusahaan adalah perusahaan atau
pimpinan pusat perusahaan lain pusat pemasok abarang ataupun dana, pejabat atau
instansi pengendali perusahaannya. Pengertian bawahan bagi perusahaan adalah
pelanggan, anak perusahaan, perwakilan dan yang setingkat. Kemajuan usaha
banyak ditentukan seberapa jauh hubungan yang baik dengan mereka.
6. Hubungan Atasan dan Bawahan
Hubungan baik diperlukan bagi setiap wiraswastawan di segala tingkat. Para
eksekutif baik di lingkungan swasta ataupun pemerintahan perlu memiliki hubungan
baik dengan atasan (superior), rekan sejawat (setingkat) dari lain perusahaan atau
instansi dna juga dengan bawahan.
a. Sikap Mental Ideal Atasan yg Ideal
Disiplin, jujur, tanggung jawab, tanggap dan cekatan, kerja keras, penuh
inisiatif, kreatif, peduli pada bawahan, berjiwa wira, bekerja lebih.
b. Sikap Mental Bawahan yg Ideal
Disiplin, jujur, tanggung jawab, tanggap dan cekatan, kerja keras, rajin dan
tekun, patuh. loyal, bekerja lebih.
B. KESAN, CITRA & KEINGINAN UMUM INDIVIDU
Sebagian orang sering bertanya tentang faktor apa yang sebenarnya berperanan dan
menntukan keterkaitan seseorang, sehingga hubungan baik dapat terjalin. Jawabannya
dapat bermacam-macam dan uraian berikut mungkin akan membantu untuk memahami
hal tersebut.
“Jika seseorang pernah membeli suatu barang disatu toko, maka ada tendensi dia
akan kembali lagi ke toko tersebut, kecuali jika dia kecewa atas pembeliannya yang
terdahulu”.
“Jika seseorang mengatakan kata “asin” atau “masam”, maka orang lain yang
mendengarkan kata itu akan merasakan seolah-olah dimulutnya ada makanan yang
berasa asin atau masam”.
Manusia ditakdirkan sebagai makhluk yang mempunyai otak dan perasaan yang
tinggi, berarti manusia itu mempunyai akan dan daya ingat yg tinggi pula. Cara
memberikan kesan dan citra yang baik dapat dilakukan sebagai berikut:
1. Cara memberikan kesan yang baik.
a. Berikan kesan lewat cara berpakaian
Apa yang kita kenakan dapat menunjukkan banyak hal tentang diri kita. Jadi,
pastikan kita merasa nyaman dan yakin dengan apa pun yang kita pakai, karena
itu berdampak positif pada suasana hati. Berpakaian yang mengesankan juga
bisa mengarahkan kita pada percakapan awal yang bagus.
77
b. Senyum
Psikolog James McConell mengatakan, senyuman dapat menciptakan dan
membuat kesan pertama berjalan efektif, serta menunjukkan hal bahagia.
Ekspresi wajah biasanya merupakan aspek pertama yang orang perhatikan
tentang diri kita, ketika mereka membuat penilaian awal. Oleh karena itu, sangat
penting untuk terlihat senang dan ramah. Menurut Dale Carnegie, motivator
pengembangan diri dari Amerika Serikat, kita harus terlihat senang saat bertemu
orang lain, dan mengharapkan mereka senang bertemu kita.
c. Mengingat nama
Dale Carnegie menyarankan agar kita menyadari pentingnya mengingat nama
orang yang baru saja kita temui. Meski, memang sangat sulit mengingat nama
orang yang baru saja kita temui. Namun, berusaha mengingatnya akan sangat
membantu dalam percakapan.
d. Tunjukkan minat yang tulus
Berikan yang terbaik untuk menciptakan kesan pertama yang bagus. Kita bisa
memberikan kesan pertama yang baik, jika kita benar-benar bersemangat dan
tertarik pada orang yang ingin kita kenal lebih dalam. Dengarkan apa yang
mereka katakan dengan penuh perhatian, ajukan pertanyaan, dan dorong
mereka untuk berbicara tentang pengalaman mereka. Dengan cara ini, kita akan
memiliki percakapan yang lebih mendalam dan berkesan.
e. Perhatikan bahasa tubuh
Riset menunjukan 60-90 persen komunikasi terjadi dalam bentuk nonverbal. Jadi,
ketika bertemu dengan seseorang untuk pertama kalinya, sangat penting untuk
memperhatikan bahasa tubuh. Jaga psotur tubuh agar tetap tegak dan rileks.
Condongkan badan untuk menunjukkan jika kita mendengar apa yang mereka
katakan. Selain itu, jangan ragu memberi isyarat dengan tangan saat kita
berbicara. Sebab, isyarat tangan ketika berbicara telah terbukti dapat
meningkatkan proses berpikir.
f. Berusahalah untuk menjadi bijaksana
Tindakan lebih bermakna daripada sekadar kata-kata. Lakukan sesuatu dengan
sebaik mungkin atau penuh perhatian. Hal ini wajib kita pratikkan terutama saat
bertemu seseorang yang tidak kita kenal dengan baik. Cara ini dapat
memastikan kita bisa membuat kesan pertama yang tak terlupakan.
g. Jangan tunjukkan suasana hati yang buruk
Memang sulit untuk mengontrol suasana hati. Suasana hati yang buruk juga bisa
mempengaruhi bagaimana kesan kita pada orang lain. Jika suasana hati sedang
buruk, sebaiknya kita lewatkan saja pertemuan atau kegiatan sosial yang
berlangsung.
2. Cara memberikan citra yang baik
a. Iklan (Advertising)
Iklan (advertising) merupakan alat pemasaran yang paling sering digunakan.
Iklan dapat berbentuk presentasi baik nonpersonal maupun promosi ide. Untuk
menjalankan iklan atau mengiklankan produk/jasa yang dimiliki, kamu dapat
78
mengubungi pihak sponsor dan melakukan negosiasi mengenai biaya penerbitan
iklan produk. Iklan dapat diterbitkan melalui media massa seperti televisi, surat
kabar, dan media promosi seperti billboard, spanduk, poster, media
sosial, website, dan lain sebagainya.
b. Publisitas (Publicity)
Secara umum, publisitas hampir sama dengan iklan. Publisitas dapat berupa
periklanan melalui media massa. Namun, beda antara iklan dengan publisitas
terdapat pada segi biaya. Jika kamu melakukan advertising, kamu akan
mengeluarkan sejumlah biaya tertentu. Namun jika kamu menggunakan
publisitas, kamu tidak perlu mengeluarkan biaya sepersen pun.
c. Penjualan Perorangan (Personal Selling)
Personal selling (penjualan perorangan) merupakan proses penjualan yang
dilakukan oleh individu secara langsung. Seorang personal seller akan
memberikan informasi mengenai produk yang ditawarkan, melakukan penawaran,
negosiasi, dan persuasi kepada calon pelanggan potensial agar mereka membeli
produk tersebut.
d. Promosi Penjualan (Sales Promotion)
Promosi penjualan merupakan gabungan dari advertising dan personal
selling yaitu seseorang melakukan penjualan secara langsung dan sekaligus
melakukan kegiatan promosi melalui media seperti brosur, spanduk, dan lain
sebagainya untuk menciptakan pembelian terhadap suatu produk dalam waktu
yang singkat.
e. Hubungan Masyarakat (Public Relations)
Public relations atau dikenal juga dengan Hubungan Masyarakat (Humas)
merupakan alat pemasaran yang dapat mengevaluasi sikap konsumen/publik lalu
mengidentifikasi seluruh kebijakan dan prosedur yang dilakukan pihak internal
untuk menganalisa minat publik.
3. Keinginan Umum Individu
a. Ingin dan suka dihargai dan dianggap “orang penting”
b. Senang jika dipuji atau dibesarkan hatinya.
c. Senang terhadap keindahan dan kemesraan
d. Senang jika diberi simpati
e. Senang jika diungkapkan secara positif apa yang disenangi dan disayanginya.
f. Jadi kelima sifat itu dapat dihayati, diamalkan dan dimanfaatkan scr baik dan
arif, maka pastilah ia akan sukses dalam pergaulan, dlm bisnis dan dalam
kehidupannya.
C. TEKNIK PENJUALAN (KEWIRAUSAHAAN)
Teknik penjualan merupakan cara-cara atau kiat-kiat yang dilakukan oleh penjual dalam
rangka meraih konsumen. Ada lima langkah dalam melakukan teknik penjualan, yaitu:
1. Tentukan Kebutuhan dan Keinginan Pelanggan
Untuk menentukan kebutuhan konsumen haruslah terlebih dahulu diadakan
semacam pengamatan atau penelitian sederhana terhadap kebutuhan konsumen,
misalnya barang atau jasa apa yang dibutuhkan dan diinginkan konsumen? Berapa
jumlahnya, siapa yang membutuhkan dan kapan mereka memerlukan?
79
2. Pilihlah Pasar sasaran Khusus
Ada tiga jenis pasar sasaran khusus, yaitu:
a. Pasar individual, adalah pasar yang memberikan layanan kepada individu-
individu tertentu untuk memenuhi kebutuhan secara individual. Jenis pasar ini
sangat cocok untuk perusahaan kecil dan menengah.
b. Pasar khusus, yaitu pasar yang memberikan pelayanan khusus untuk
konsumen tertentu, misalnya petani, pegawai negeri, pedagang dan
sebagainya. Jenis pasar khusus sangat cocok untuk perusahan kecil.
c. Pasar tersegmentasi, yaitu pasar yeng menyediakan pelayanan bagi kelas
konsumen tertentu, misalnya untuk pelanggan kelas berpendapatan tinggi,
kelas pelanggan berpendapatan sedang dan kelas pelanggan berpendapatan
rendah. Konsumen dikelompokan berdasarkan geografis (desa, kota),
demografis (jenis kelamin, usia,pendaptan, tingkat pendidikan) dan kelas
sosial (tingkat sosial, gaya hidup), serta faktor perilaku.
3. Tetapkan Posisi Pasar
Setelah menentukan segmentasi pasar, perusahaan harus menentukan 菟osisi‟
yang ingin diduduki segmen tersebut. Menetapkan posisi pasar ialah menyusun
produk ditempat yang lebih jelas, khas, sehingga menimbulkan hasrat terhadap
produk tersebut dalam pikiran konsumen daripada produk sejenis yang lain.
4. Tempatkan Strategi Penjualan dalam Persaingan
Perusahaan harus lebih siap untuk melakukan bauran pemasaran sebagai
strategi dalam pengelolaan perusahaan. Bauran pemasaran adalah kombinasi
penawaran produk,penetapan harga, metode promosi, dan sistem distribusi untuk
menjangkau kelompok konsumen tertentu.
5. Pilih Strategi penjualan yang paling Tepat.
Memilih strategi dengan menempatkan keempat bauran pemasaran, produk,
harga,promosi, dan distribusi tadi. Untuk melakukan program penjulan harus
dilakukantahapan-tahapan sebagai berikut.
a. Persiapan sebelum penjualan
Kegiatan pada tahap ini adalah mempersiapkan tenaga penjualan dengan
memberikan pengertian tentang barang yang akan dijual, pasar yang akan
dituju,dan teknik penjualannya.
b. Penentuan Lokasi Pembeli Potensial
Tahap kedua adalah menentukan lokasi dari segmen pasar yang menjadi
sasarannya. Dari lokasi inilah dapat disusun daftar calon pembeli atau
pembeli potensial.
c. Pendekatan Pendahuluan
Sebelum melakukan penjualan, penjual harus mempelajari semua
masalah tentang calon pembelinya. Selain itu, perlu juga mengetahui tentang
produk atau merk apa yang sedang digunakan dan bagaimana reaksi
pembeli? Beberapa informasi perlu dikumpulkan untuk mendukung
penawaran produk kepada pembeli, misalnya tentang kebiasaan membeli,
kegemaran dan kesukaan konsumen. Semuanya merupakan pendekatan
pendahuluan terhadap pasarnya.
d. Melakukan Penjualan
80
Penjualan permulaan dilakukan untuk memikat calon konsumen, kemudian
diusahakan untuk mengetahui daya tarik mereka, dan pada akhirnya penjual
melakukan penjualan kepada pembeli.
e. Pelayanan Sesudah penjualan (Purna jual)
Sebenarnya kegiatan penjualan tidak berakhir pada saat pembeli membeli
dan membayar barang yang dibelinya, tetapi perlu dilanjutkan dengan
memberikan pelayanan purna jual. Pelayanan purna jual diberikan untuk
barang-barang tahan lama seperti elektornika, lemari es, kendaraan
bermotor, televisi.Pelayanan purna jual ini banyak macamnya, seperti
garansi, reparasi dan pengantaran barang. Contohnya: dalam kendaraan
bermotor adalah Pembelian Mobil Toyota Kijang, diberikan service gratisdan
oli gratis sampai dengan 30.000 km. Untuk membantu penjualan, wiraniaga
perlu memperhatikan tahapan-tahapan penting sebagai berikut.
81
RANGKUMAN
1. hubungan atau pergaulan yang baik harus dijaga dengan baik hubungan tersebut
antara lain adalah sebagai berikut:
a. Pergaulan Baik Teman Lama
b. Pergaulan Baik Teman Penting
c. Pergaulan Baik Keberanian menemui Orang
d. Penting
e. Hubungan Baik Perorangan
f. Hubungan Perusahaan
g. Hubungan Atasan dan Bawahan
2. Sebagian orang sering bertanya tentang faktor apa yang sebenarnya berperanan dan
menntukan keterkaitan seseorang, sehingga hubungan baik dapat terjalin. Manusia
ditakdirkan sebagai makhluk yang mempunyai otak dan perasaan yang tinggi, berarti
manusia itu mempunyai akan dan daya ingat yg tinggi pula.
3. Ada lima langkah dalam melakukan teknik penjualan, yaitu:
a. Tentukan Kebutuhan dan Keinginan Pelanggan
b. Pilihlah Pasar sasaran Khusus
c. Tetapkan Posisi Pasar
d. Tempatkan Strategi Penjualan dalam Persaingan
e. Pilih Strategi penjualan yang paling tepat.
82
INTEGRASI AYAT
QS Asy-Syu‟ara ayat 181
Artinya:
Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan;
83
PETA KONSEP
MARKETTING PLAN Pengertian Marketting
Plan
Analisis Lingkungan
Pemasaran
Bauran Pemasaran
Batasan Rencana
Pemasaran
Karakteristik Rencana
Pemasaran
Langkah-langkah Dalam
Pembuatan Rencana
Pemasaran
84
BAB IX
MARKETTING PLAN
A. PENGEETIAN MARKETTING PLAN
Definisi dari perencana pemasaran strategis menurut Mc Donald ialah proses
manajemen yang mengarah pada perencanaan pemasaran. Perencanaan ini merupakan
urutan logis dan serangkaian aktivitas ke arah penetapan tujuan pemasaran dan
perumusan rencana untuk mencapai tujuannya.
Rencana pemasaran ialah penerapan yang sudah direncanakan dari sumber daya
pemasaran untuk mencapai tujuan pemasaran. Dengan demikian perencanaan
pemasaran merupakan sebuah proses sistematis dalam merancang dan mengkoordinasi
keputusan pemasaran.
Rencana pemasaran ini memberikan fokus bagi pengumpulan informasi, format bagi
penyebarluasan informasi dan struktur bagi pengembangan dan pengkoordinasian respon
strategik dan taktikal perusahaan.
Berikut ini adalah pengertian marketing plan menurut para ahli antara lain:
1. Hermawan Kertajaya
Dinyatakannya bahwa marketing merupakan strategic business concept yang
merekat dalam mindset.
2. Swasta (1996)
Pengertian marketing bersandar pada konsep inti yang meliputi kebutuhan
(needs), keinginan (wants), dan permintaan (demands). Manusia harus menemukan
kebutuhannya terlebih dahulu, sebelum ia memenuhinya. Usaha untuk memenuhi
kebutuhan tersebut dapat dilakukan dengan cara mengadakan suatu hubungan.
Dengan demikian pemasaran bia juga diartikan suatu usaha untuk memuaskan
kebutuhan pembeli dan penjual
3. KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)
Marketing adalah proses, cara, perbuatan memasarkan suatu barang dagangan
(1). Marketing menyebar luaskan ketengah-tengah masyarakat (2).
4. Willian J.Staton
Pengertian pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis untuk
merencanakan, menentukan harga , mempromosikan dan mendistribusikan barang-
barang yang dapat memuaskan keinginan dan jasa baik kepada konsumen saat ini
maupun konsumen potensial
5. Sutisna
Pengertian pemasaran adalah usaha yang digunakan untuk menyampaikan
pesan kepada publik terutama konsumen sasaran mengenai keberadaan produk di
pasaran
6. Muntaha
85
Pengertian pemasaran adalah proses pengolahan, produksi dan penyampaian
informasi atau pesan-pesan melalui satu atau lebih saluran kepada khalayak sasaran
secara berkesinambungan serta bersifat dua arah dengan tujuan menunjang dan
efisiensi pemasaran suatu produk
7. Djaslim Saladin
Pengertian pemasaran adalah sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang
untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan
barang-barang yang dapat memuaskan keinginan dan mencapai pasar sasaran serta
tujuan perusahaan
B. ANALISIS LINGKUNGAN PEMASARAN
Perusahaan selain harus memperhatikan kebutuhan konsumen, juga harus
memperhatikan lingkungan pemasaran. Lingkungan pemasaran sangat berpengaruh
pada kesuksesan perusahaan
Analisis lingkungan pemasaran terdiri dari analisis lingkungan makro dan lingkungan
mikro.
1. Lingkungan Makro
Dalam lingkungan makro terdapat kekuatan-kekuatan uncontrollable yang dapat
memberikan peluang atau menimbulkan ancaman bagi perusahaan sehingga perlu
dicermati dan ditanggapi oleh perusahaan. Kekuatan-kekuatan lingkungan yang
dapat berpengaruh pada proses pengambilan keputusan dalam perencanaan
pemasaran, antara lain:
a. Demografi
Berisikan tentang data kependudukan beserta karakteristik distribusinya.
Perusahaan perlu melihat kecenderungan demografi utama dan karakteristiknya
karena dapat berimplikasi pada pengambilan keputusan dalam perencanaan
pemasaran. Misal data pertumbuhan tingkat jumlah kelahiran bayi yang meningkat
merupakan informasi penting bagi pemasar untuk mengetahui adanya potensi pasar
akan produk perlengkapan bayi dan susu formula.
b. Kondisi ekonomi
Hal-hal yang terkait antara lain distribusi pendapatan, tabungan, hutang atau
ketersediaan kredit. Pemasar perlu memperhatikan kecenderungan-kecenderungan
utama dalam pendapatan dan pola pengeluaran rumah tangga yang dipengaruhi
oleh faktor tingkat harga dan inflasi. Misal, di saat tingkat inflasi tinggi yang ditandai
oleh adanya peningkatan harga barang-barang di pasaran, maka tingkat konsumsi
masyarakat cenderung menurun dan tingkat minat untuk menabung menjadi tinggi.
c. Lingkungan teknologi
Perubahan teknologi membawa dampak pada perubahan gaya hidup dan pola
konsumsi pasar. Untuk itu dibutuhkan adanya inovasi penelitian dan
pengembangan (R&D) untuk menciptakan ide-ide kreatif produk baru yang
berorientasi pasar karena adanya kebutuhan konsumen yang perlu terpenuhi. Misal
adanya perkembangan teknologi informasi dan adanya gaya hidup yang menuntut
kepraktisan menuntut pemasar untuk lebih menawarkan program pemasaran
terutama kebijakan pendistribusian produk malalui fasilitas internet atau electronic
marketing seperti internet based stores, electronic catalog, video marketing, mail
marketing atau cybermalls.
d. Politik dan hukum
86
Keputusan pemasaran sangat dipengaruhi oleh perkembangan dalam
lingkungan politis yang terdiri dari hukum, badan pemerintah dan kelompok
berpengaruh. Misal, pengaturan pemerintah untuk melindungi kepentingan
konsumen dari perilaku bisnis yang tidak terkendalikan melalui Yayasan Lembaga
Konsumen Indonesia (YLKI) membawa dampak pada pengawasan produk secara
lebih intensif.
e. Sosial dan budaya
Pergeseran nilai budaya, cara hidup, nilai-nilai sosial, keyakinan dan
kesenangan dari suatu masyarakat perlu mendapat perhatian pemasar karena
dapat mempengaruhi program pemasaran. Misal adanya gaya hidup dari kalangan
menengah ke atas membawa dampak pada kebijakan periklanan yang menekankan
pada unsur estetis dan kesan glamour.
f. Lingkungan fisik atau alam
Pemasar perlu memperhatikan hal-hal seperti keterbatasan sumber daya alam,
pelestarian lingkungan, dan meningkatnya polusi dan biaya energi untuk penentuan
program pemasaran suatu produk. Misal dengan adanya isu-isu gerakan hijau untuk
perlindungan alam (green marketing), sebaiknya perusahaan menciptakan kemasan
produk yang ramah lingkungan (bukan berasal dari bahan baku yang susah
diuraikan secara biologis, tidak menimbulkan efek rumah kaca/ merusak lapisan
ozon).
2. Lingkungan Mikro
Yang dimaksud dengan lingkungan mikro adalah faktor-faktor lingkungan di luar
perusahaan yang memberi pengaruh secara langsung dan cukup kuat pada
perusahaan dalam proses pengambilan keputusan pemasaran. Seperti lingkungan
makro, lingkungan mikro ini juga merupakan faktor yang tidak dapat dikendalikan,
walau tidak tertutup kemungkinan bagi perusahaan juga dapat mempengaruhi secara
timbal balik pada faktor-faktor lingkungan mikro.
a. Pemasok
Pemasok merupakan suatu lembaga yang membantu perusahaan dalam
memasok kebutuhan perusahaan untuk memproduksi barang dan jasa. Kerjasama
antara pemasok dengan perusahaan memberikan pengaruh positif satu sama lain.
Pemasok memberi pengaruh pada nilai pelanggan terutama yang terkait dengan
masalah ketersediaan bahan baku produksi dan penghantaran hasil produksi.
b. Perantara pemasaran
Perantara pemasaran memberi pengaruh yang cukup kuat terhadap
kesuksesan upaya pemasaran perusahaan, karena terkait dengan proses
pendistribusian, penjualan, dan pengenalan produk dan jasa yang dihasilkan
perusahaan kepada konsumen akhir. Perantara pemasaran bisanya lebih
mengetahui keadaan pasar karena terdiri dari para distributor dan pengecer yang
berhubungan langsung dengan pembeli atau konsumen.
c. Pelanggan
Perusahaan perlu mengetahui karakteristik dan keinginan pelanggannya yang
merupakan para pembeli produk dan jasa yang ditawarkan. Perusahaan harus
berusaha mengutamakan kepuasan kepada pelanggannya dengan menawarkan
produk dan jasa yang sesuai kebutuhan dan keinginannya. Dalam hal ini masalah
konsumerisme menjadi sesuatu yang penting untuk melindungi konsumen secara
hukum dari propaganda palsu perusahaan yang mengutamakan keuntungan yang
besar dalam jangka pendek.
87
d. Pesaing
Lingkungan persaingan sangat mempengaruhi kesuksesan usaha pemasaran
suatu perusahaan untuk meraih pasar sasarannya. Perusahaan perlu mengetahui
berbagai karakteristik dalam lingkungan persaingannya seperti struktur industri,
strategi pemasaran para pesaing, tingkat atau ukuran persaingan, dan aspek
persaingan lainnya untuk memberikan nilai yang lebih kepada pelanggannya
dibanding pesaing.
e. Publik
Yaitu terdiri dari kelompok masyarakat yang mempunyai kepentingan dengan
perusahaan, seperti karyawan, pemegang saham, lembaga keuangan,
masyarakat, media massa, dan lembaga swadaya masyarakat.
C. BAURAN PEMASARAN
Dalam komunikasi pemasaran diperlukan suatu pendekatan yang mudah dan fleksibel
yang terdapat pada bauran pemasaran(marketingmix). Bauran pemasaran adalah strategi
produk, promosi, dan penentuan harga yang bersifat unik serta dirancang untuk
menghasilkan pertukaran yang saling menguntungkan dengan pasar yang dituju.Namun
kini hal tersebut semakin berkembang tidak hanya dalam hal product, price, place dan
promotion. Namun juga mengenai people, process, dan physical evidence.
Dalam komunikasi pemasaran ada beberapa elemen yang dipadukan yang terwujud
dalam bauran komunikasi pemasaran terpadu, yaitu bauran pemasaran(marketing mix),
lalu bauran promosi (promotion mix) yang sebenarnya adalah bagian dari marketing mix,
namun kini lebih spesifik. Dan ada pula strategi-strategi komunikasi pemasaran tertentu,
seperti strategi segmenting, targeting, pricing, dan positioning, dalam bauran pemasaran.
Semua itu kembali pada kondisi perusahaan jasa yang melaksanakannya.Dalam
marketing mix perusahaan jasa khususnya, ada unsur-unsur atau elemen yang menjadi
dasar pertimbangan pengambilan keputusan dalam pembuatan strategi komunikasi
pemasaran, yaitu 4P ditambah 3P: product, price, place, promotion, people, process, dan
physical evidence.
1. Product (TheServices),
Produk jasa merupakan produk yang dapat memberikan manfaat, memenuhi
kebutuhan konsumen, dan dapat memuaskan konsumen. Sesungguhnya pelanggan
tidak membeli barang atau jasa, tetapi membeli manfaat dari sesuatu yang ditawarkan.
Pengertian yang ditawarkan menunjukkan sejumlah manfaat yang didapat oleh
konsumen, baik barang atau jasa maupun kombin.
2. Price,
Penetapan harga merupakan suatu hal penting. Perusahaan akan melakukan hal ini
dengan penuh pertimbangan karena penetapan harga akan dapat mempengaruhi
pendapatan total dan biaya. Harga merupakan faktor utama penentu posisi dan harus
diputuskan sesuai dengan pasar sasaran, bauran ragam produk, dan pelayanan, serta
persaingan.
3. Place,
Tempa tatau lokasi yang strategis akan menjadi salah satu keuntungan bagi
perusahaan karena mudah terjangkau oleh konsumen, namun sekaligus juga menjadikan
biaya rental atau investasi tempat menjadi semakin mahal. Tingginya biaya lokasi
tersebut dapat terkompensasi dengan reducing biaya marketing, sebaliknya lokasi yang
kurang strategis akan membutuhkan biaya marketing lebih mahal untuk menarik
88
konsumen agar berkunjung. Dekorasi dan desain sering menjadi daya tarik tersendiri
bagi para target konsumen. Kondisi bangunan juga menjadi persyaratan yang
memberikan kenyamanan.
4. Promotion,
Promosi merupakan suatu aktivitas dan materi yang dalam aplikasinya
menggunakan teknik, dibawah pengendalian penjual/produsen, yang dapat
mengkomunikasikan informasi persuasif yang menarik tentang produk yang ditawarkan
oleh penjual/produsen, baik secara langsung maupun melalui pihak yang dapat
mempengaruhi pembelian. Tujuan kegiatan promosi antara lain:
a. Mengidentifikasi dan menarik konsumen baru
b. Mengkomunikasikan produk baru
c. Meningkatkan jumlah konsumen untuk produk yang telah dikenal secara luas
d. Menginformasikan kepada konsumen tentang peningkatan kualitas produk
e. Mengajak konsumen untuk mendatangi tempat penjualan produk
f. Memotivasi konsumen agar memilih atau membeli suatu produk.
5. People,
merupakan aset utama dalam industri jasa, terlebih lagi people yang merupakan
karyawan dengan performance tinggi. Kebutuhan konsumen terhadap karyawan
berkinerja tinggi akan menyebabkan konsumen puas dan loyal. Kemampuan knowledge
(pengetahuan) yang baik, akan menjadi kompetensi dasar dalam internal perusahaan
dan pencitraan yang baik diluar. Faktor penting lainnnya dalam people adalah attitude
dan motivation dari karyawan dalam industri jasa. Moment of truth akan terjadi pada saat
terjadi kontak antara karyawan dan konsumen. Attitude sangat penting, dapat
diaplikasikan dalam berbagai bentuk, seperti penampilan karyawan, suara dalam bicara,
body language, ekspresi wajah, dan tutur kata. Sedangkan motivasi karyawan diperlukan
untuk mewujudkan penyampaian pesan dan jasa yang ditawarkan pada level yang
diekspetasikan.
6. Process,
process, mutu layanan jasa sangat bergantung pada proses penyampaian jasa
kepada konsumen. Mengingat bahwa penggerak perusahaan jasa adalah karyawan itu
sendiri, maka untuk menjamin mutu layanan (quality assurance), seluruh operasional
perusahaan harus dijalankan sesuai dengan sistem dan prosedur yang terstandarisasi
oleh karyawan yang berkompetensi, berkomitmen, dan loyal terhadap perusahaan
tempatnya bekerja.
7. Physical Evidence,
building merupakan bagian dari buktifisik,karakteristik yang menjadi persyaratan
yang bernilai tambah bagi konsumen dalam perusahaan jasa yang memiliki karakter.
Perhatian terhadap interior, perlengkapan bangunan, termasuk lighting system, dan
tataruang yang lapang menjadi perhatian penting dan dapat mempengaruhi mood
pengunjung. Bangunan harus dapat menciptakan suasana dengan memperhatikan
ambience sehingga memberikan pengalaman kepada pengunjung dan dapat membrikan
nilai tambah bagi pengunjung, khususnya menjadi syarat utama perusahaan jasa dengan
kelas market khusus.
89
D. BATASAN RENCANA PEMASARAN
Rencana pemasaran dirancang untuk memberikan tiga jenis informasi dasar. Kita
telah berada di mana? Kemana kita akan pergi (dalam jangka pendek)? Bagaimana kita
akan ke sana?
Rencana pemasaran hendaknya dipahami oleh manajemen sebagai
pedoman penerapan pembuatan keputusan pemasaran dan tidak hanya sebagai
dokumen tak berarti saja. Ketika wiraswastawan tidak meluangkan waktu yang tepat
untuk mengembangkan rencana pemasaran atau berpikir bahwa “hal ini membuang-
buang waktu saja”, mereka biasanya akan menafsirkan secara salah arti rencana
pemasaran dan apa yang bisa dicapai dan apa yang tidak.
Pengembangan rencana perlu mendokumentasikan secara formal dan menguraikan
sebanyak mungkin perincian pemasaran yang akan menjadi bagian dari pembuatan
keputusan.
Proses ini akan memungkinkan wiraswastawan untuk tidak hanya memahami dan
mengetahui isu-isu penting, tetapi siap dengan perubahan lingkungan. Bahkan walaupun
rencana pemasaran memberikan cara formal untuk mengimple-mentasikan strategi
pemasaran, terdapat masalah yang menyebabkan sulitnya perencanaan pasar. Masalah-
masalah tersebut diuraikan berikut ini:
1. Peramalan Pemasaran
Kemampuan wiraswastawan untuk membuat peramalan realistik merupakan tugas
yang sangat sulit dengan perubahan lingkungan bersaing, restrukturisasi pasar, dan
perubahan teknologi baru yang menyumbang pada sulit dipahaminya kondisi pasar.
Wiraswastawan harus merancang rencana-rencana dan membuat penyesuaian serta
modifikasi yang perlu agar memenuhi tujuan dan sasaran yang diinginkan.
Bantuan dari saluran distribusi, data industri dan riset pemasaran akan membantu
dalam peramalan. Penting juga untuk menetapkan mekanisme pengawasan dalam
rencana pemasaran yang memungkinkan modifikasi strategi pemasaran jika terjadi
perubahan.
2. Memperoleh Informasi Pasar yang Dibutuhkan
Untuk mengembangkan rencana pasar yang efektif, sangat diperlukan informasi
mengenai kecenderungan pasar, kebutuhan konsumen, teknologi perubahan pangsa
pasar, reaksi pesaing, dan lain-lain. Wiraswastawan umumnya tidak mampu ataupun
tidak yakin bagaimana mendapatkan semua informasi yang dibutuhkan terhadap
sumber kedua yang bisa di gunakan oleh wiraswastawan. Kadin, jurnal perdagangan,
badan-badan pemerintah (Departemen Perdagangan) merupakan sumber informasi
pasar yang sangat berguna. Informasi yang dibutuhkan dan kemampuan mendapatkan
informasi tersebut tergantung pada pasar dan industri. Contoh, pada pasar stabil yang
bisa diramalkan , seperti perubahan harga pertanian musiman, manajemen mendapati
bahwa informasi yang dibutuhkan hanyalah harga dari pesaing.
3. Kendala Waktu r
Seperti halnya dengan kasus keputusan perencanaan, sulit untuk memprediksi
berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat rencana pasar secara memadai.
Karena waktu sangat penting bagi wiraswastawan, mudah sekali menggunakan waktu
yang sedikit dalam pembuatan rencana pemasaran, yang mungkin akan menghasilkan
rencana pemasaran yang sangat dangkal. Hal ini bisa menyebabkan pada
90
keputusan strategi pemasaran yang tidak benar yang tidak memperhitungkan semua
alternatif yang ada dan hasil-hasilnya.
4. Koordinasi Proses Perencanaan
Bagi usaha baru, proses perencanaan harus dikoordinasi oleh tim manajemen.
Karena sebagian besar dari anggota tim mungkin kurang berpengalaman dalam
perencanaan pasar, hal ini menimbulkan masalah penyelesaian yang efektif. Pada
beberapa kasus, wiraswastawan mungkin hanya satu-satunya orang yang terlibat
dalam perencanaan pasar, khususnya jika perencanaan tersebut untuk usaha baru.
Implementasi Perencanaan Pasar.
Rencana pemasaran berarti komitmen oleh wiraswastawan pada strategi tertentu.
Rencana tersebut bukanlah dokumen formal saja bagi pendukung finansial dari luar
semata-mata. Komitmen harus dibuat untuk mengimplementasikan semua tahap-tahap
rencana pemasaran maupun untuk membuat penyesuaian yang diperlukan dan
ditimbulkan oleh pasar.
E. KARAKTERISTIK RENCANA PEMASARAN
Rencana pemasaran hendaknya dirancang sedemikian rupa sehingga kriteria tertentu
terpenuhi. Beberapa karakteristik penting yang harus ada pada rencana pemasaran efektif
adalah sebagai berikut :
1. Rencana pemasaran hendaknya memberikan strategi untuk mencapai tujuan atau
misi perusahaan.
2. Rencana pemasaran hendaknya didasarkan pada fakta dan asumsi valid.
3. Rencana pemasaran hendaknya memungkinkan penggunaan sumber daya yang ada.
Alokasi semua peralatan, sumber daya finansial, dan sumber daya manusia harus
diuraikan.
4. Organisasi yang tepat harus diuraikan untuk mengimplementasikan rencana
pemasaran.
5. Rencana pemasaran harus memberikan kesinambungan sehingga tiap rencana
pemasaran tahunan yang dibuat berdasar hal tersebut bisa memenuhi tujuan dan
sasaran dalam jangka panjang.
6. Rencana pemasaran hendaknya singkat dan simpel.
7. Keberhasilan rencana tergantung pada fleksibilitas. Perubahan rencana bias
dilakukan dengan melihat perubahan lingkungan.
8. Rencana pemasaran hendaknya menspesifikasi kriteria kinerja yang akan dimonitor
dan dikendalikan.
F. LANGKAH-LANGKAH DALAM PEMBUATAN RENCANA PEMASARAN
1. Mendefinisikan Segmen Pasar/Peluang dan Ancaman
Segmentasi pasar adalah proses membagi pasar kedalam kelompok homogeny
yang lebih kecil. Hal ini membantu wiraswastawan mendefinisikan peluang dan
memberikan pendekatan untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang bisa di manage.
2. Menganalisis Kekuatan dan Kelemahan
Pentingnya seorang pengusaha untuk dapat menganalisis kekuatan dan
kelemahan produk/jasa yang akan dipasarkan karena untuk memudakan pengusaha
memasarkan produknya.
91
3. Penetapan Tujuan dan Sasaran
Sasaran dan tujuan tersebut harus menguraikan kemana perusahaan diarahkan
dan menspesifikasi hal-hal seperti pangsa pasar, laba, penjualan (menurut wilayah
dan daerah), penetrasi pasar, jumlah distributor, tingkat kesadaran, peluncuran produk
baru, kebijakan penentuan harga promosi penjualan dan dukungan periklanan. Semua
tujuan di atas bisa dikuantifikasi dan bisa diukur untuk tujuan pengawasan. Perlu pula
dibatasi tujuan dan sasaran karena terlalu banyaknya tujuan yang hams dipenuhi
akan mempersulit pengawasan dan monitor.
4. Mengidentifikasikan Strategi Pemasaran dan Usaha yang Dilakukan
Sekali tujuan dan sasaran pemasaran ditetapkan, wiraswastawan bias
mengembangkan strategi untuk tujuan tersebut. Strategi tersebut merespons
pertanyaan,” Bagaimana kita akan kesana? Penting sekali bahwa strategi dan
tindakan yang diambil bersifat spesifik dan terperinci.
5. PerencanaanTanggung Jawab Implementasi
Rencana harus diimplementasikan dengan efektif untuk memenuhi semua tujuan
yang diinginkan. Seseorang, dan biasanya adalah wiraswastawan, hams bertanggung
jawab bagi implementasi tiap-tiap strategi dan tindakan yang diambil dalam rencana
pemasaran.
6. Penganggaran Strategi Pemasaran
Langkah ini harus dibuat dengan jelas berapa anggaran yang harus dikeluarkan
untuk usaha yang didirikan.
7. Memonitori Kemajuaan Usaha Pemasaran
Monitoring rencana melibatkan penjajakan hasil-hasil tertentu dari usaha
pemasaran. Data penjualan menurut produk, daerah, perwakilan penjualan, dan
tempat penjualan adalah hasil tertentu yang harus dimonitor.
92
RANGKUMAN
1. perencana pemasaran strategis menurut Mc Donald ialah proses manajemen yang
mengarah pada perencanaan pemasaran. Perencanaan ini merupakan urutan logis
dan serangkaian aktivitas ke arah penetapan tujuan pemasaran dan perumusan
rencana untuk mencapai tujuannya.
2. Menurut Willian J.Staton Pengertian pemasaran adalah suatu sistem total dari
kegiatan bisnis untuk merencanakan, menentukan harga , mempromosikan dan
mendistribusikan barang-barang yang dapat memuaskan keinginan dan jasa baik
kepada konsumen saat ini maupun konsumen potensial
3. Lingkungan pemasaran sangat berpengaruh pada kesuksesan perusahaan Analisis
lingkungan pemasaran terdiri dari analisis lingkungan makro dan lingkungan mikro.
4. Dalam marketing mix perusahaan jasa khususnya, ada unsur-unsur atau elemen
yang menjadi dasar pertimbangan pengambilan keputusan dalam pembuatan strategi
komunikasi pemasaran, yaitu 4P ditambah 3P: product, price, place, promotion,
people, process, dan physical evidence.
5. masalah yang menyebabkan sulitnya perencanaan pasar. Masalah-masalah tersebut
diuraikan berikut ini: Peramalan Pemasaran, Memperoleh Informasi Pasar yang
Dibutuhkan, Kendala Waktu, Koordinasi Proses Perencanaan.
6. Langkah-langkah Dalam Pembuatan Rencana Pemasaran adalah sebagai berikut:
1) Mendefinisikan Segmen Pasar/Peluang dan Ancaman
2) Menganalisis Kekuatan dan Kelemahan
3) Penetapan Tujuan dan Sasaran
4) Mengidentifikasikan Strategi Pemasaran dan Usaha yang Dilakukan
5) PerencanaanTanggung Jawab Implementasi
6) Penganggaran Strategi Pemasaran
7) Memonitori Kemajuaan Usaha Pemasaran
93