The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by iravahlia56, 2021-09-15 02:34:20

Bahan Ajar Kewirausahaan

Bahan Ajar Kewirausahaan

INTEGRASI AYAT
QS AL – Maidah ayat 2

Artinya:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah, dan jangan
melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya,
dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang
mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keridhaan dari Tuhannya dan
apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah
sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu
dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-
menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong
dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya
Allah amat berat siksa-Nya.

94

PETA KONSEP

KOPERASI Pengertian Koperasi
- Pengertian koperasi

Ciri – ciri Koperasi
- Pengertian koperasi

Menghitung SHU
- Pengertian koperasi

95

BAB X
KOPERASI

A. PENGERTIAN KOPERASI
1. Pengertian Koperasi Menurut Istilah
Pengertian koperasi secara sederhana berawal dari kata ”co” yang berarti bersama
dan ”operation” (operasi) artinya bekerja. Jadi pengertian koperasi adalah kerja sama.
Sedangkan pengertian umum, Koperasi adalah suatu kumpulan orang-orang yang
mempunyai tujuan sama, diikat dalam suatu organisasi yang berasaskan kekeluargaan
dengan maksud mensejahterakan anggota.

2. Pengertian Koperasi Menurut Undang – Undang UU No. 25 Tahun 1992
(Perkoperasian Indonesia):
Koperasi adalah Badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan

hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi
sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang beradasarkan atas dasar asas
kekeluargaan.

3. Pengertian Koperasi Menurut Para Ahli
Berikut ini pengertian koperasi menurut para ahli :

1) Dr. Fay ( 1980 )
Koperasi adalah suatu perserikatan dengan tujuan berusaha bersama yang

terdiri atas mereka yang lemah dan diusahakan selalu dengan semangat tidak
memikirkan diri sendiri sedemikian rupa, sehingga masing-masing sanggup
menjalankan kewajibannya sebagai anggota dan mendapat imbalan sebanding
dengan pemanfaatan mereka terhadap organisasi.
2) R.M Margono Djojohadikoesoemo

Koperasi adalah perkumpulan manusia seorang-seorang yang dengan
sukanya sendiri hendak bekerja sama untuk memajukan ekonominya.
3) Prof. R.S. Soeriaatmadja

Koperasi adalah suatu badan usaha yang secara sukarela dimiliki dan
dikendalikan oleh anggota yang juga pelanggannya dan dioperasikan oleh
mereka dan untuk mereka atas dasar laba atau dasar biaya.

Jadi, Koperasi adalah suatu badan atau lembaga melakukan usaha bersama atas
dasar prinsip-prinsip koperasi, sehingga mendapatkan manfaat yang lebih besar
dengan biaya rendah melalui perusahaan yang dimiliki dan diawasi secara demokratis
oleh anggotanya.

B. LAMBANG KOPERASI
Perubahan lambang/logo Koperasi Indonesia itu didasarkan pada Surat Keputusan

Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Nomor SKEP/14/Dekopin-A/III/2012 tanggal 30
Maret 2012 tentang Perubahan Lambang/logo Koperasi Indonesia.

96

Menteri Koperasi dan UKM kemudian menerbitkan Peraturan Menteri Koperasi dan
UKM Nomor 02/Per/M.KUKM/IV/2012 tanggal 17 April 2012 tentang Penggunaan
Lambang Koperasi Indonesia.
Berikut penjelasan tentang Lambang Baru Koperasi Indonesia

1. BENTUK :
Logo Sekuntum Bunga Teratai bertuliskan KOPERASI INDONESIA

2. Arti Gambar dan Penjelasan Lambang Koperasi Baru:
a. Lambang Koperasi Indonesia dalam bentuk gambar bunga yang memberi kesan
akanperkembangan dan kemajuan terhadap perkoperasian di Indonesia,
mengandung makna bahwa Koperasi Indonesia harus selalu berkembang,
cemerlang, berwawasan, variatif, inovatif sekaligus produktif dalam kegiatannya
serta berwawasan dan berorientasi pada keunggulan dan teknologi;
b. Lambang Koperasi Indonesia dalam bentuk gambar 4 (empat) sudut pandang
melambangkan arah mata angin yang mempunyai maksud Koperasi Indonesia:
a) Sebagai gerakan koperasi di Indonesia untuk menyalurkan aspirasi;
b) Sebagai dasar perekonomian masional yang bersifat kerakyatan;
c) Sebagai penjunjung tinggi prinsip nilai kebersamaan, kemandirian, keadilan
dan demokrasi;
d) Selalu menuju pada keunggulan dalam persaingan global.

c. Lambang Koperasi Indonesia dalam bentuk Teks Koperasi Indonesia memberi
kesan dinamis modern, menyiratkan kemajuan untuk terus berkembang serta
mengikuti kemajuan jaman yang bercermin pada perekonomian yang bersemangat
tinggi, teks Koperasi Indonesia yang berkesinambungan sejajar rapi mengandung
makna adanya ikatan yang kuat, baik didalam lingkungan internal Koperasi
Indonesia maupun antara Koperasi Indonesia dan para anggotanya;

d. Lambang Koperasi Indonesia yang berwarna Pastel memberi kesan kalem
sekaligus berwibawa, selain Koperasi Indonesia bergerak pada sektor
97

perekonomian, warna pastel melambangkan adanya suatu keinginan, ketabahan,
kemauan dan kemajuan serta mempunyai kepribadian yang kuat akan suatu hal
terhadap peningkatan rasa bangga dan percaya diri yang tinggi terhadap pelaku
ekonomi lainnya;
e. Lambang Koperasi Indonesia dapat digunakan pada papan nama kantor, pataka,
umbul-umbul, atribut yang terdiri dari pin, tanda pengenal pegawai dan emblem
untuk seluruh kegiatan ketatalaksanaan administratif oleh Gerakan Koperasi di
Seluruh Indonesia;
f. Lambang Koperasi Indonesia menggambarkan falsafah hidup berkoperasi yang
memuat :

1) Tulisan : Koperasi Indonesia yang merupakan identitas lambang;
2) Gambar : 4 (empat) kuncup bunga yang saling bertaut dihubungkan bentuk

sebuah lingkaran yang menghubungkan satu kuncup dengan kuncup
lainnya, menggambarkan seluruh pemangku kepentingan saling bekerja
sama secara terpadu dan berkoordinasi secara harmonis dalam membangun
Koperasi Indonesia;
3) Tata Warna :
a) Warna hijau muda dengan kode warna C:10,M:3,Y:22,K:9;
b) Warna hijau tua dengan kode warna C:20,M:0,Y:30,K:25
c) Warna merah tua dengan kode warna C:5,M:56,Y:76,K:21;
d) Perbandingan skala 1 : 20.

C. CIRI-CIRI KOPERASI DAN UNSUR-UNSUR KOPERASI
1. Beberapa ciri dari koperasi ialah :
1) Terdiri dari perkumpulan orang.
2) Pembagian keuntungan menurut perbandingan jasa. Jasa modal dibatasi.
3) Tujuannya meringankan beban ekonomi anggotanya, memperbaiki kesejahteraan
anggotanya pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.
4) Modal tidak tetap, berubah menurut banyaknya simpanan anggota.
5) Tidak mementingkan pemasukan modal/pekerjaan usaha tetapi keanggotaan
pribadi dengan prinsip kebersamaan.

2. Unsur-unsur yang terkandung dalam koperasi sabagai berikut:
1) Mengusahakan keutuhan barang dan jasa untuk perbaikan kehidupan
anggotanya.
2) Berasaskan kekeluargaan.
3) Bertujuan menyejahterakan anggotanya khususnya dan masyarakat pada
umumnya.
4) Keanggotaannya bersifat sukarela.
5) Pembagian SHU secara adil dan besarnya sesuai dengan usahanya masing-
masing.
6) Kekuasaan tertinggi di tangan rapat anggota.
7) Berusaha mendidik dan menumbuhkan kesadaran berkoperasi anggota.

D. FUNGSI DAN PERANAN KOPERASI
Sebagaimana dikemukakan dalam pasal 4 UU No. 25 Tahun 1992, fungsi dan peran

koperasi di Indonesia seperti berikut ini :

98

1. Membangun dan mengembangkan potensi serta kemampuan ekonomi anggota
pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan
kesejahteraan ekonomi dan sosial.
Potensi dan kemampuan ekonomi para anggota koperasi pada umumnya relatif
kecil. Melalui koperasi, potensi dan kemampuan ekonomi yang kecil itu dihimpun
sebagai satu kesatuan, sehingga dapat membentuk kekuatan yang lebih besar.
Dengan demikian koperasi akan memiliki peluang yang lebih besar dalam
meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial anggota koperasi pada
khususnya dan masyarakat pada umumnya.

2. Turut serta secara aktif dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan manusia
dan masyarakat. Peningkatan kualitas kehidupan hanya bisa dicapai koperasi jika
ia dapat mengembangkan kemampuannya dalam membangun dan meningkatkan
kesejahteraan ekonomi anggota-anggotanya serta masyarakat disekitarnya.

3. Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan
perekonomian nasional.
Koperasi adalah satu-satunya bentuk perusahaan yang dikelola secara
demokratis. Berdasarkan sifat seperti itu maka koperasi diharapkan dapat
memainkan peranannya dalam menggalang dan memperkokoh perekonomian
rakyat. Oleh karena itu koperasi harus berusaha sekuat tenaga agar memiliki
kinerja usaha yang tangguh dan efisien. Sebab hanya dengan cara itulah koperasi
dapat menjadikan perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan
perekonomian nasional.

4. Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang
merupakan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi
ekonomi.
Sebagai salah satu pelaku ekonomi dalam sistem perekonomian Indonesia,
koperasi mempunyai tanggung jawab untuk mengembangkan perekonomian
nasional bersama-sama dengan pelaku-pelaku ekonomi lainnya. Dengan demikian
koperasi harus mempunyai kesungguhan untuk memiliki usaha yang sehat dan
tangguh, sehingga dengan cara tersebut koperasi dapat mengemban amanat
dengan baik.

E. PRINSIP-PRINSIP KOPERASI
Koperasi dianggap sebagai satu lembaga bisnis yang unik. Keunikan itu sering

dikaitkan dengan prinsip-prinsip yang tidak saja mendasarkan diri pada prinsip ekonomi
melainkan juga kebersamaan. Menurut penjelasan (Pasal 5) undang-undang Perkoprasian
No.25 tahun 1992, adapun yang menjadi prinsip-prinsip koperasi adalah

1. Keanggotaan bersifat sekarela dan terbuka
2. Sifat kesukarelaan dalam keanggotaan koperasi mengandung makna bahwa menjadi

anggota koperasi tidak boleh dipaksakan oleh siapapun. Sedangkan sikap tebuka
memiliki arti bahwa dalam keanggotaan tidak dilakukan pembatasan atau
diskriminasi dalam bentuk apapun.
3. Pengelolaan dilakukan secara demokratis

Prinsip demokratis menunjukan bahwa pengelolaan koperasi dilakukan atas
kehendak dan keputusan para anggota. Para anggota itulah yang memegang dan
melaksanakan kekuasaan tertinggi dalam koperasi

99

4. Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil
Yaitu sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota. Ketentuan

demikian ini merupakan perwujudan nilai kekeluargaan dan keadilan
5. Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal

Modal dalam koperasi pada dasarnya dipergunakan untuk kemanfaatan anggota
dan bukan untuk sekedar mencari keuntungan. Karena itu balas jasa terhadap modal
yang diberikan kepada para anggota juga terbatas, dan tidak didasarkan semata-mata
alas besarnya modal yang diberikan. Yang dimaksud dengan terbatas adalah wajar
dalam arti melebihi suku bunga yang berlaku.
6. Kemandirian

F. ASAS KOPERASI DAN TUJUAN KOPERASI
Koperasi mempunyai asas-asas yang berasal dari Negara Indonesia karena badan

usaha ini bersumber dari masyarakat Indonesia itu sendiri.
1. Asas-asas tersebut antara lain:
a. Asas Kekeluargaan
Asas ini mengandung makna adanya kesadaran dari hati nurani setiap
anggota koperasi untuk mengerjakan segala sesuatu dalam koperasi yang berguna
untuk semua anggota dan dari semua anggota koperasi itu. Jadi, bukan untuk diri
sendiri maupun beberapa anggota saja dan juga bukan dari satu anggota
melainkan mencakup semuanya. Dengan asas yang bersifat seperti ini maka
semua anggota akan mempunyai hak dan kewajiban yang sama.

b. Asas Kegotongroyongan
Asas ini mengandung arti bahwa dalam berkoperasi harus memiliki toleransi,

sifat mau bekerja sama, dan sifat-sifat lainnya yang mengandung unsur kerja
sama, bukan orang perorangan.

2. Berdasarkan bunyi pasal 3 UU No. 25/1992, tujuan koperasi Indonesia dalam garis
besarnya meliputi tiga hal sebagai berikut :
a. Untuk memajukan kesejahteraan anggotanya;
b. Untuk memajukan kesejahteraan masyarakat; dan
c. Turut Serta membangun tatanan perekonomian nasional.

G. LANDASAN KOPERASI
Koperasi juga memiliki beberapa landasan diantaranya sebagai berikut :
1. Landasan Idiil Pancasila
Sebagai sarana untuk mencapai masyarakat adil dan makmur, koperasi tidak
lepas dari landasan-landasan hukum.Sebagai landasan berpijaknya koperasi
Indonesia adalah Pancasila. Sesuai dengan jiwa kepribadian bangsa, koperasi
Indonesia harus menyadari bahwa dalam dirinya terdapat kepribadian sebagai
pencerminan kehidupan yang dipengaruhi oleh keadaan, tempat, lingkungan
waktu, dengan suatu ciri khas adanya unsur ke-Tuhanan Yang Maha Esa,
kegotong royongan dalam arti bekerja sama, saling bantu membantu, kekeluargaan
dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika.

2. Landasan Struktural UUD 1945
Undang-undang Dasar 1945 menempatkan Koperasi pada kedudukan sebagai

Soko Guru perekonomian nasional. Dalam Garis-garis Besar Haluan Negara

100

(GBHN) 1993 ditegaskan kembali bahwa hakikat pembangunan nasional sebagai
pengamalan Pancasila adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan
pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya. Hal ini sangat sesuai dengan
satu fungsi dan peran koperasi, yaitu mempertinggi kualitas kehidupan manusia
dan masyarakat.

3. Landasan mental setia kawan dan kesadaran pribadi
Koperasi merupakan organisasi yang paling banyak melibatkan peran serta

rakyat.Oleh karena itu, koprasi sebagi gerakan ekonomi rakyat perlu lebih banyak
diikutsertakan dalam upaya pembangunan, untuk mewujudkan pembangunan yang
lebih merata, tumbuh dari bawah, berakar di masyarakat dan mendapat dukungan
luas dari rakyat.

4. Landasan operasional Pasal 33 UUD 1945, UU Koperasi No. 12 1967, UU
Koperasi No. 25 1992.
Dalam Undang-undang Dasar 1945 pasal 33 ayat 1 menyatakan bahwa
perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan.
Dalam penjelasannya antara lain dinyatakan bahwa kemakmuran masyarakatlah
yang diutamakan bukan kemakmuran perorangan, dan bentuk perusahaan yang
sesuai dengan itu adalah koprasi.
Sejak tanggal 21 Oktober 1992, dasar hukum Koperasi Indonesia yang semula
UU Nomor 12 Tahun 1967 tentang Pokok-pokok Perkoperasian, Lembaran Negara
RI Tahun 1967 Nomor 23, dan Tambahan Lembaran Negara RI Tahun 1967
Nomor 2832 berubah menjadi UU Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.
UU ini disahkan oleh Presiden RI Soeharto, dan diumumkan pada Lembaran
Negara RI Tahun 1992 Nomor 116.

H. JENIS-JENIS KOPERASI
1. Jenis koperasi berdasarkan fungsinya :
a. Koperasi Konsumsi
Didirikan untuk memenuhi kebutuhan umum sehari-hari para anggotanya. Di
sini anggota berperan sebagai pemilik dan pembeli atau konsumen bagi
koperasinya. Yang pasti barang kebutuhan yang dijual di koperasi harus lebih
murah dibandingkan di tempat lain, karena koperasi bertujuan untuk
mensejahterakan anggotanya. Contoh-contoh koperasi konsumen adalah
kopkar/kopeg, Koperasi Pegawai Indosat (Kopindosat), KPRI adalah Koperasi
Keluarga Guru Jakarta (KKGJ).

b. Koperasi Produksi
Koperasi yang menghasilkan barang dan jasa, di sini anggota berperan

sebagai pemilik dan pekerja koperasi. Bidang usahanya adalah membantu
penyediaan bahan baku, penyediaan peralatan produksi, membantu memproduksi
jenis barang tertentu serta membantu menjual dan memasarkannya hasil produksi
tersebut. Misalnya Koperasi Produksi Kerja, misalnya dapat berupa kajian rumah
tangga, pertanian, dan sebagainya. Anggota sebagai pekerja dan sekaligus
pemilik. Koperasi Produksi Pengusaha (Produsen), Contohnya koperasi produsen
tahu dan tempe (kopti), koperasi produksi kerajinan (koprinka).

101

c. Koperasi Jasa
Koperasi Jasa memberikan jasa keuangan dalam bentuk pinjaman kepada

para anggotanya. Misalnya: simpan pinjam, asuransi, angkutan, dan sebagainya.
Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pengguna layanan jasa koperasi.
Tentu bunga yang dipatok harus lebih rendah dari tempat meminjam uang yang
lain. Contoh koperasi jasa angkutan yang anggotanya para pemilik angkutan, yaitu
Koperasi Wahana Kalpika (KWK), Kowanbisata, Kopaja (di Jakarta), Koperasi
Angkutan Bekasi (Koasi); koperasi perumahan yang memberi jasa sewa rumah;
koperasi pelistrikan yang memberi jasa aliran listrik kepada anggotanya; koperasi
asuransi yang memberi jasa jaminan kepada anggotanya yaitu asuransi jiwa,
pinjaman dan kebakaran.

d. Koperasi penjualan/pemasaran
Koperasi yang menyelenggarakan fungsi distribusi barang atau jasa yang

dihasilkan oleh anggotanya agar sampai di tangan konsumen. Di sini anggota
berperan sebagai pemilik dan pemasok barang atau jasa kepada koperasinya.

2. Jenis koperasi berdasarkan tingkat dan luas daerah kerja
a. Koperasi Primer
Koperasi yang yang minimal memiliki anggota sebanyak 20 orang
perseorangan. Contoh Koperasi Pasar Agung dan Koperasi Pasar Kemiri
b. Koperasi Sekunder
Koperasi yang terdiri dari gabungan badan-badan koperasi serta memiliki
cakupan daerah kerja yang luas dibandingkan dengan koperasi primer. Contoh
gabungan dari koperasi Pasar Agung, Pasar Kemiri, dan koperasi pasar yang ada
di kota Depok.

3. Koperasi Berdasarkan Jenis Usahanya
a. Koperasi Simpan Pinjam (KSP)
Koperasi yang memiliki usaha tunggal yaitu menampung simpanan anggota
dan melayani peminjaman. Anggota yang menabung (menyimpan) akan
mendapatkan imbalan jasa dan bagi peminjam dikenakan jasa. Besarnya jasa bagi
penabung dan peminjam ditentukan melalui rapat anggota. Dari sinilah, kegiatan
usaha koperasi dapat dikatakan “dari, oleh, dan untuk anggota.” Contoh Kospin
Jasa Pekalongan, KSP Kodanua, KSP Kowika Jaya, Jakarta dan KSP Arta Prima
di Ambarawa, Magelang.

b. Koperasi Serba Usaha (KSU)
Koperasi yang bidang usahanya bermacam-macam. Anggota KSU adalah

orang-orang yang bertempat tinggal diwilayah itu. Misalnya, unit usaha simpan
pinjam, unit pertokoan untuk melayani kebutuhan sehari-hari anggota juga
masyarakat, unit produksi, unit wartel. Contohnya KUD.

c. Koperasi Konsumsi
Koperasi yang bidang usahanya menyediakan kebutuhan sehari-hari anggota.

Kebutuhan yang dimaksud misalnya kebutuhan bahan makanan, pakaian, dan
perabot rumah tangga. Contoh kopkar dan koperasi pegawai (KPRI), serta KSU
dan KUD.

102

d. Koperasi Produksi
Koperasi yang bidang usahanya membuat barang (memproduksi) dan menjual

secara bersama-sama. Anggota koperasi ini pada umumnya sudah memiliki usaha
dan melalui koperasi para anggota mendapatkan bantuan modal dan pemasaran.
Contoh Koperasi Pengrajin Susu Bandung Selatan (KPBS).

4. Koperasi berdasarkan keanggotaannya
a. Koperasi Unit Desa (KUD)
Koperasi yang beranggotakan masyarakat pedesaan. Koperasi ini melakukan
kegiatan usaha ekonomi pedesaan, terutama pertanian. Untuk itu, kegiatan yang
dilakukan KUD antara lain menyediakan pupuk, obat pemberantas hama tanaman,
benih, alat pertanian, dan memberi penyuluhan teknis pertanian. Contoh Puskud
Mina Lestari Jatim.

b. Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI),
Koperasi ini beranggotakan para pegawai negeri. Sebelum KPRI, koperasi ini

bernama Koperasi Pegawai Negeri (KPN). KPRI bertujuan terutama meningkatkan
kesejateraan para pegawai negeri (anggota). KPRI dapat didirikan di lingkup
departemen atau instansi.

c. Koperasi Pasar (Koppas),
Koperasi ini beranggotakan para pedagang pasar. Pada umumnya pedagang

di setiap pasar mendirikan koperasi untuk melayani kebutuhan yang berkaitan
dengan kegiatan para pedagang. Misalnya modal dan penyediaan barang
dagangan. Di tingkat kabupaten atau provinsi terdapat Pusat Koperasi Pasar
(Puskoppas) yang bertujuan memberikan bimbingan kepada koperasi pasar yang
ada di wilayah binaannya.

d. Koperasi Sekolah,
Koperasi memiliki anggota dari warga sekolah, yaitu guru, karyawan, dan

siswa. Koperasi sekolah memiliki kegiatan usaha menyediakan kebutuhan warga
sekolah, seperti buku pelajaran, alat tulis, makanan, dan lain-lain. Keberadaan
koperasi sekolah bukan semata-mata sebagai kegiatan ekonomi, melainkan
sebagai media pendidikan bagi siswa antara lain berorganisasi, kepemimpinan,
tanggung jawab, dan kejujuran.

I. KELEBIHAN DAN KELEMAHAN KOPERASI
1. Kelebihan Koperasi Yaitu:
a. Anggota koperasi berperan sebagai konsumen dan produsen.
b. Dasar sukarela, orang terhimpun dalam koperasi atau masuk menjadi anggota
dengan dasar sukarela.
c. Usaha koperasi tidak hanya diperuntukkan kepada anggotanya saja, tetapi juga
untuk masyarakat pada umumnya
d. Koperasi dapat melakukan berbagai usaha diberbagai bidang kehidupan ekonomi
rakyat
e. Sisa Hasil Usaha (SHU) yang dihasilkan koperasi dibagikan kepada anggota
sebanding dengan jasa usaha masing-masing anggota

103

2. Kekurangan Koperasi Yaitu:
a. Koperasi sulit berkembang karena keterbatasan dibidang permodalan.
b. Kemampuan tenaga professional dalam pengelolaan koperasi.
c. Kurangnya kerja sama antara pengurus, pengawas dan anggotanya.
d. Tidak semua anggota koperasi berperan aktif dalam pengembangan koperasi.
e. Koperasi identik dengan usaha kecil sehingga sulit untuk bersaing dengan badan
usaha lain.

J. MODAL KOPERASI
1. Modal usaha koperasi berasal dari dua sumber yaitu :
a. Modal Sendiri
1) Simpanan pokok
Simpanan pokok adalah sejumlah uang yang wajib dibayarkan oleh anggota
kepada koperasi pada saat masuk menjadi anggota. Simpanan pokok tidak
boleh diambil kembali selama yang bersangkutan masih menjadi anggota.
2) Simpanan Wajib
Simpanan wajib adalah simpanan yang wajin dibayar oleh anggota kepada
koperasi dalam waktu dan kesempatan tertentu. Simpanan wajib juga tidak
boleh diambil jika bersangkutan masih menjadi anggota koperasi. Dengan
simpanan wajib modal koperasi terus bertambah dan berkembang.
3) Simpanan Sukarela
Modal koperasi semacam ini adalah simpanan dari anggota – anggota
koperasi yang bersifat sukarela, dalam artian tidak ada paksaan untuk
melakukan simpanan ini tetapi dilakukan atas kemauan sendiri.
4) Dana Cadangan
Dana cadangan adalah sejumlah uang yang diperoleh dari penyisihan sisa
hasi usaha. Dana yang terkumpul dalam bentuk cadangan selama tidak terjadi
kerugian dapat dimanfaatkan sebagai modal.
5) Hibah
Hibah adalah pemberian berupa uang atau barang yang diterima oleh
koperasi tetapi bukan dari anggotanya melainkan dari pihak lain. Contohnya
koperasi menerima hibah dari pemerintah atau perusahaan tertentu.

b. Modal pinjaman
1) Anggota
Pinjaman yang diperoleh dari anggota koperasi dapat disamakan dengan
simpanan sukarela anggota. Kalau dalam simpanan sukarela, maka besar kecil
dari nilai yang disimpan tergantung dari kerelaan anggota. Sebaliknya dalam
pinjaman, koperasi meminjam senilai uang atau yang dapat dinilai dengan uang
yang berasal dari anggota.
2) Koperasi lainnya dan atau anggotanya
Pada dasarnya diawali dengan adanya kerja sama yang dibuat oleh sesama
badan usaha koperasi untuk saling membantu dalam bidang kebutuhan modal.
Bentuk dan lingkup kerja sama yang dibuat bisa dalam lingkup yang luas atau
dalam lingkup yang sempit tergantung dari kebutuhan modal yang diperlukan.
3) Bank dan lembaga keuangan lainnya
Pinjaman komersial dari lembaga keuangan untuk badan usaha koperasi
mendapat prioritas dalam persyaratan. Prioritas tersebut diberikan kepada
koperasi sebetulnya merupakan komitmen pemerintah dari negara-negara yang

104

bersangkutan untuk mengangkat kemampuan ekonomi rakyat khususnya usaha
koperasi.
4) Penerbitan obligasi dan surat hutang lainnya

Untuk menambah modal koperasi juga dapat menjual obligasi atau surat
utang kepada masyarakat investor untuk mencari dana segar dari masyarakat
umum diluar anggota koperasi. Mengenai persyaratan untuk menjual obligasi
dan surat utang tersebut diatur dalam ketentuan otoritas pasar modal yang ada.

5) Sumber lain yang sah;
Semua sumber keuangan, kecuali sumber keuangan yang berasal dari dana

yang tidak sah dapat dijadikan tempat untuk meminjam modal.
6) Modal penyertaan (diatur dengan PP);

Modal penyertaan adalah modal yang berasal dari penanaman modal
(investasi) pemerintah atau swasta bukan anggota (seperti perorangan, badan
usaha swasta, dan BUMN). Modal ini dilakukan dalam upaya memperkuat
kegiatan usaha koperasi. Dalam koperasi, modal penyertaan juga menanggung
risiko. Pemilik modal ini tidak memiliki suara dalam rapat anggota. Akan tetapi,
pemilik dapat diikutsertakan dalam pengawasan usaha investasi dari modal
tersebut sesuai dengan kesepakatan.

K. CARA MENDIRIKAN KOPERASI
1. Syarat pendirian koperasi
a. Koperasi Primer dibentuk oleh sekurang-kurangnya 20 (duapuluh) orang;
b. Koperasi Sekunder dibentuk oleh sekurang-kurangnya 3 (tiga) Koperasi;
c. Dibuat dengan akta pendirian yang memuat anggaran dasar;
d. Berkedudukan di wilayah Indonesia;

2. Persiapan Mendirikan Koperasi :
a. Anggota masyarakat yang akan mendirikan koperasi harus mengerti maksud dan
tujuan berkoperasi serta kegiatan usaha yang akan dilaksanakan oleh koperasi
untuk meningkatkan pendapatan dan manfaat sebesar-besarnya bagi anggota.
Pada dasarnya koperasi dibentuk dan didirikan berdasarkan kesamaan
kepentingan koperasi.
b. Agar orang-orang yang akan mendirikan koperasi memperoleh pengertian,
maksud, tujuan, struktur organisasi, managemen, prinsip-prinsip koperasi dan
prospek pengembangan koperasinya, maka mereka dapat meminta penyuluhan
dan pendidikan serta latihan dari Kantor Departemen Koperasi Pengusaha Kecil
dan Menengah Setempat.

3. Rapat Pendirian
Proses pendirian sebuah koperasi diawali dengan penyelenggaraan Rapat

Pendirian Koperasi oleh anggota masyarakat yang menjadi pendirinya. Hal - Hal yang
dibicarakan dalam Rapat:

a. Tujuan mendirikan koperasi
b. Kegiatan usaha yang hendak dijalankan
c. Menetapkan modal yang akan disetor kepada koperasi diantaranya dari simpanan

pokok dan simpanan wajib
d. Memilih nama-nama pengurus dan pengawas koperasi
e. Menyusun anggaran dasar

105

4. Prosedur permohonan pengesahan :
a. Adanya permohonan tertulis dari para pendiri dengan dilampiri akta pendirian;
b. Bila permintaan pengesahan ditolak, alasan penolakan diberitahukan kepada para
pendiri secara tertulis dalam waktu paling lambat 3 (tiga) bulan setelah
diterimanya permintaan;
c. Terhadap penolakan pengesahan akta pendirian para pendiri dapat mengajukan
permintaan ulang dalam waktu paling lama 1 (satu) bulan sejak diterimanya
penolakan;
d. Keputusan terhadap pengajuan permintaan ulang diberikan dalam jangka waktu
paling lama 1 (satu) bulan sejak diterimanya pengajuan permintaan ulang;
e. Setelah pengesahan akta pendirian diumumkan dalam Berita Negara Republik
Indonesia

L. PERANAN KOPERASI DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA
1. Peranan segi ekonomi sebagai berikut:
a. Membantu anggota meningkatkan penghasilan sehingga secara tidak langsung
ikut serta meningkatkan taraf hidup rakyat.
b. Meningkatkan pendapatan secara adil dan merata.
c. Ikut mengembangkan daya cipta, daya usaha orang-orang secara individu
maupun sebagai kelompok.
d. Memperluas lapangan kerja dan meningkatkan produksi masyarakat.

2. Peranan segi sosial sebagai berikut:
a. Meningkatkan pendidikan dan ketrampilan anggota.
b. Membantu membentuk masyarakat yang bertanggung jawab yang mampu
menyelesaikan masalah sendiri.

M. CARA MENGHITUNG SHU KOPERASI

Apa itu SHU dan koperasi dan bagaimana cara menghitungnya? SHU koperasi adalah

pendapatan koperasi yang didapat dalam satu tahun

buku dikurangi dengan biaya, penyusutan

serta kewajiban termasuk pajak dalam tahun buku.

SHU sendiri bukan berupa keuntungan

yang diperoleh dari hasil saham seperti PT namun SHU

adalah keuntungan yang usahanya dibagi sesuai

dengan aktivitas ekonomi anggota koperasi

sehingga besaran SHU yang didapat oleh anggota

akan berbeda.

Keuntungan besar ataupun kecil dari koperasi tersebut tergantung besaran SHU yang

berasal dari anggota. Dalam kesempatan kali ini saya akan memberikan informasi

mengenai bagaimana cara menghitung SHU , untuk lebih jelasnya silahkan pengertian

dibawah ini :

Menghitung SHU

Rumus Pembagian SHU :

SHU Koperasi = Y + X

106

Keterangan :
SHU Koperasi : Sisa Hasil Usaha per Anggota
Y : SHU Koperasi yang dibagi atas Aktivitas Ekonomi
X : SHU Koperasi yang dibagi atas Modal Usaha.

Untuk menghitung SHU koperasi, maka perlu diperhatikan :
SHU berasal dari pendapatan anggota dan bukan anggota
Pendapatan anggota terdiri dari jasa usaha dan jasa modal
Karena setiap anggota koperasi akan menerima SHU sesuai dengan partisipasinya baik
itu jasa usaha maupun jasa modal.

Menghitung Jasa Usaha semua anggota = % Jasa usaha x SHU
Menghitung Jasa Modal semua anggota = % Jasa modal x SHU

Untuk menghitung SHU salah seorang anggota dicari jasa modal dan jasa usahanya
dulu secara perseorangan baru dibandingkan dengan seluruh penjualan dan modal
anggota koperasi.

Jasa Usaha Seorang Anggota = (pembeliannya : penjualan anggota
koperasi) x jasa usaha semua anggota

Jasa Modal Seorang Anggota = (simpanannya : modal anggota koperasi)
x jasa modal semua anggota

CONTOH :
SOAL 1
Koperasi “ALAMRAYA” mempunyai SHU Rp 70.000.000,00. Alokasi pembagian

untuk jasa penjualan 10 % dan jasa modal 20%. Koperasi itu mempunyai total modal
sebesar Rp 150.000.000,00 yang terdiri dari:

a. Simpanan wajib Rp 40.000.000,00
b. Simpanan pokok Rp 22.000.000,00
c. Cadangan SHU tahun lalu Rp 16.000.000,00
Sedangkan total penjualan sebesar Rp 20.000.000,00. Bila Pak Didik mempunyai
simpanan Rp1.500.000,00 dan membeli Rp 3.200.000,00, hitunglah besar bagian
SHU Pak Didik !
Pembahasan :
a. Menghitung besarnya jasa modal dan jasa usaha seluruh anggota
Jasa Usaha seluruh anggota = jasa penjualan x SHU

= 10 % x Rp 70.000.000,00 = Rp 7.000.000,00

Jasa Modal seluruh anggota = jasa modal x SHU
= 20 % x Rp 70.000.000,00 =Rp14.000.000,00

b. Menghitung SHU per anggota ( Pak Didik ) :
Jasa Usaha pak Didik = (Jasa pembelian P. Didik : total penjualan anggota) x
Jasa Usaha seluruh anggota
= (Rp3.000.000,00 : Rp 20.000.000,00 ) x
Rp 7.000.000,00
= Rp 1.050.000,00

107

c. Jasa Modal pak Didik = ( simpanan pak Didik : simpanan seluruh anggota) x jasa
modal seluruh anggota

= ( Rp3.200.000,00 : Rp 62.000.000,00) x Rp14.000.000,00
= Rp 722.580,8
Jadi SHU untuk Pak Didik = Jasa Usaha pak Didik + Jasa Modal pak Didik

= Rp 1.050.000,00 + Rp 722.580,6
= Rp 1.772.580,6

SOAL 2
Pada akhir periode akuntansi koperasi “ ANAKBANGSA” memiliki data sebagai

berikut.

1. Pendapatan dari anggota = Rp 1.400.000,00

2. Pendapatan dari bukan anggota = Rp 500.000,00

3. Beban total = Rp 600.000,00

4. Berdasarkan Rapat Anggota Tahunan, SHU dibagi sebagai berikut :

5. Dana cadangan = 40 %

6. Jasa simpanan = 20 %

7. Jasa anggota = 25 %

8. Jasa lain-lain = 15 %

Jika beban dialokasikan pada beban anggota sebesar 70 % dan beban bukan
anggota sebesar 30 % , maka besarnya jasa anggota adalah…

Pembahasan :

a. SHU seluruh anggota
= Rp 1.400.000,00 – ( beban anggota x beban total )
= Rp 1.400.000,00 – (70 % x Rp 600.000,00)
= Rp 1.400.000.00 – Rp 420.000,00

= Rp 980.000,00

b. Jasa anggota
= 25% x SHU
= 25% x Rp.980.000,00
= Rp 245.000,00

SOAL 3
Saldo akun Koperasi “SEJAHTERA” tanggal 31 Desember 2008 di data sebagai

berikut :

1. Simpanan pokok : Rp 3.000.000,00

2. Simpanan wajib : Rp 5.500.000,00

3. Simpanan Sukarela : Rp 4.000.000,00

4. Piutang dagang : Rp 2.250.000,00

5. Penjualan : Rp 3.500.000,00

6. Pembelian : Rp 7.000.000,00

7. Peralatan : Rp 5.000.000,00

8. Persediaan barang : Rp 2.750.000,00

9. Utang dagang : Rp 2.250.000,00

108

Dari data diatas hitunglah harta Koperasi “ SEJAHTERA” !
Pembahasan :
Harta koperasi = peralatan + piutang + persediaan

= Rp5.000.000,00 + Rp2.250.000,00 + Rp2750.000,00
= Rp10.000.000,00

SOAL 4
Sebagian data yang diperoleh dari Koperasi “ JAYA ABADI” tahun 2007 :

1. Pendapatan jasa :Rp 4.000.000,00

2. Pendapatan jasa dari bukan anggota :Rp 2.500.000,00

3. Beban gaji :Rp 2.700.000,00

4. Beban listrik :Rp 300.000,00

5. Beban telepon :Rp 400.000,00

6. Pendapatan lain-lain :Rp 500.000,00

7. Beban lain-lain :Rp 100.000,00

Hitung besarnya SHU Koperasi “JAYA ABADI” tahun 2007 !.

Pembahasan :
Besarnya SHU / laba koperasi = total pendapatan – total beban

= Rp.7.000.000,00 – Rp 3.500.000,00

= Rp 3.500.000,00

SOAL 5
Diketahui data koperasi “Maju Terus” tahun 2015 adalah sbb :
1. Modal koperasi Rp 100.000.000,-
2. Pembelian yg dilakukan oleh anggota Rp 200.000.000,-
3. SHU sebesar Rp 80.000.000,-
SHU tsb dilokasikan untuk :
1. Jasa modal 20%
2. Jasa usaha anggota (pembelian di koperasi) 50%
Khairul seorang anggota koperasi mempunyai simpanan Rp 10.000.000,- dan telah
melakukan pembelian sebesar Rp 20.000.000,-, Maka besarnya SHU yang diterima
Khairul adalah :
Jawab :
SHU = Rp. 80.000.000,- , dibagikan untuk :
1. Bagian Jasa modal = 20% x Rp.80.000.000,- = Rp. 16.000.000,-
2. Bagian Jasa usaha = 50% x Rp.80.000.000,- = Rp. 40.000.000,- +

= Rp 56.000.000,-
Bagian SHU Khairul :

1. Jasa Modal = modal / simpanan Khairul x bagian SHU jasa modal
(Jlh. modal koperasi)

= Rp 10.000.000,- x Rp 16.000.000,- = Rp 1.600.000,-
(Rp 100.000.000,-)

2. Jasa usaha (pembelian) = pembelian oleh khairul x bagian jasa usaha (Jlh.
pembelian (agt))
= Rp 20.000.000,- x Rp 40.000.000,-
=Rp 4.000.000,- (Rp 200.000.000,-)

Jadi, SHU yang diterima khairul dari dua jasa tsb
( jasa modal + jasa pembelian ) adalah : Rp 1.600.000,- + Rp 4.000.000,- = Rp 5.600.000,-

109

RANGKUMAN

1. Pengertian koperasi secara sederhana berawal dari kata ”co” yang berarti bersama dan
”operation” (operasi) artinya bekerja. Jadi pengertian koperasi adalah kerja sama.
Sedangkan pengertian umum, Koperasi adalah suatu kumpulan orang-orang yang
mempunyai tujuan sama, diikat dalam suatu organisasi yang berasaskan kekeluargaan
dengan maksud mensejahterakan anggota.

2. Koperasi Menurut Undang – Undang UU No. 25 Tahun 1992 (Perkoperasian Indonesia):
Koperasi adalah Badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum
koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus
sebagai gerakan ekonomi rakyat yang beradasarkan atas dasar asas kekeluargaan.

3. Beberapa ciri dari koperasi ialah sebagai berikut:
a. Terdiri dari perkumpulan orang.
b. Pembagian keuntungan menurut perbandingan jasa. Jasa modal dibatasi.
c. Tujuannya meringankan beban ekonomi anggotanya, memperbaiki kesejahteraan
anggotanya pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.
d. Modal tidak tetap, berubah menurut banyaknya simpanan anggota.
e. Tidak mementingkan pemasukan modal/pekerjaan usaha tetapi keanggotaan
pribadi dengan prinsip kebersamaan.

4. Sebagaimana dikemukakan dalam pasal 4 UU No. 25 Tahun 1992, fungsi dan peran
koperasi di Indonesia seperti berikut ini :
a. Membangun dan mengembangkan potensi serta kemampuan ekonomi anggota
pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan
kesejahteraan ekonomi dan sosial
b. Turut serta secara aktif dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan manusia
dan masyarakat
c. Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan
perekonomian nasional.
d. Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang
merupakan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi
ekonomi.

5. SHU koperasi adalah pendapatan koperasi yang didapat dalam satu tahun buku
dikurangi dengan biaya, penyusutan serta kewajiban termasuk pajak dalam tahun buku.

6. Rumus Pembagian SHU :

SHU Koperasi = Y + X

Keterangan :

SHU Koperasi : Sisa Hasil Usaha per Anggota
Y : SHU Koperasi yang dibagi atas Aktivitas Ekonomi
X : SHU Koperasi yang dibagi atas Modal Usaha.

110

INTEGRASI AYAT
QS Ar – Rum ayat 30

Artinya:
Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama alah ( tataplah atas ) fitrah allah
yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan dalam fitrah allah.
(itulah agama yang lurus tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.

111

PETA KONSEP

SDM dan Pengertian Manajemen
MEMANFAATKAN Sumber Daya Manusia
PELUANG, BISNIS
Proses atau Langkah-
Langkah Pengembangan

Sumber Daya Manusia

Tujuan Pengembangan
Sumber Daya Manusia

Teknik Pengembangan
Keterampilan

Kebutuhan Manusia

Biaya Peluang

Bentuk-Bentuk
Komunikasi

112

BAB XI
SDM dan MEMANFAATKAN PELUANG,

BISNIS

A. PENGERTIAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
Rachmawati (2008 : 3), manajemen sumber daya manusia merupakan suatu proses

perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan kegiatan-kegiatan
pengadaan, pengembang-an, pemberian kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan
dan pelepasan sumber daya manusia agar tercapai berbagai tujuan individu, organisasi
dan masyarakat.

Yuniarsih dan Suwatno (2008 : 1) mengemukakan bahwa, manajemen sumber daya
manusia merupakan bagian dari ilmu manajemen yang memfokuskan perhatiannya
pada pengaturan peranan sumber daya manusia dalam kegiatan suatu
organisasi. Dessler (2008 : 5), manajemen sumber daya manusia adalah proses
memperoleh, melatih, menilai, dan memberikan kompensasi kepada karyawan,
memperhatikan hubungan kerja mereka, kesehatan, keamanan dan masalah keadilan.

Hasibuan (2006 : 111), manajemen sumber daya manusia merupakan penyiapan dan
pelaksanaan suatu rencana yang terkoordinasi untuk menjamin bahwa sumber daya
manusia yang ada dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk mencapai tujuan
organisasi. Sofyandi (2008 : 6), manajemen sumber daya manusia merupakan suatu
strategi dan menerapkan fungsi-fungsi manajemen yaitu planning, organizing, leading
dan controlling, dalam setiap aktivitas/fungsi operasional sumber daya manusia. Sumber
Daya Manusia mulai dari proses penarikan, seleksi, pelatihan dan pengembangan,
penempatan yang meliputi promosi, demosi dan transfer, penilaian kinerja,
pemberian kompensasi, hubungan industrial, hingga pemutusan hubungan kerja, yang
ditujukan bagi peningkatan kontribusi produktif dari sumber daya manusia organisasi
terhadap pencapaian tujuan organisasi secara lebih efektif dan efisien.

Mondy (2008: 4), manajemen sumber daya manusia adalah pemanfaatan sejumlah
individu untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi. Konsekuensinya, para manajer
disetiap tingkat harus melibatkan diri mereka dengan manajemen sumber daya manusia.
Pada dasarnya, semua manajer membuat segala sesuatunya terselesaikan melalui
upaya-upaya lain, ini memerlukan sumber daya manusia yang efektif. Mangkunegara
(2005:9), pengertian kinerja (prestasi kerja) merupakan hasil kerja secara kualitas dan
kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai
dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Rivai (2005: 14), kinerja adalah hasil
atau tingkat keberhasilan seseorang secara keseluruhan selama periode tertentu di
dalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, seperti standar
hasil kerja, target atau sasaran atau criteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan
telah disepakati bersama.

B. Proses atau Langkah-Langkah Pengembangan Sumber Daya Manusia
Proses atau langkah-langkah pengembangan hendaknya dilakukan sebagai berikut:

1. Sasaran

113

Setiap pengembangan harus terlebih dahulu ditetapkan secara jelas
sasarannya. Penetapan sasaran harus didasarkan kepada kebutuhan jabatan atau
pekerjaan dari karyawan yang bersangkutan.

2. Kurikulum
Kurikulum atau mata pelajaran yang akan diberikan harus mendukung

tercapainya sasaran dari pengembangan itu.

3. Sarana
Mempersiapkan tempat dan alat-alat yang akan digunakan dalam pelaksanaan

pengembangan.Penyediaannya harus didasarkan atas prinsip-prinsip ekonomi serta
pedoman sasaran pengembangan yang ingin dicapai.

4. Peserta
Menetapkan syarat-syarat dan jumlah peserta yang dapat mengikuti

pengembangan. Misalnya usia, jenis kelamin, pengalaman kerja, dll.

5. Pelatih
Menunjuk pelatih atau instruktur yang memenuhi persyaratan untuk mengajarkan

setiap mata pelajaran sehingga sasaran pengembangan tercapai.

6. Pelaksanaan
Melaksanakan proses belajar-mengajar artinya setiap pelatih mengajarkan materi

pelajaran kepada peserta pengembangan. Proses belajar-mengajar harus diakhiri
dengan ujian atau evaluasi untuk mengetahui sasaran pengembangan tercapainya
atau tidak.

C. TUJUAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) baik manajer maupun karyawan

memiliki beberapa tujuan yang bermanfaat bagi organisasi diantaranya adalah
menyangkut hal-hal berikut :

1. Produktivitas Kerja
Adanya pengembangan, produktivitas kerja karyawan akan meningkat, kualitas

dan kuantitas produksi semakin baik, karena technical skill, human skill, dan
managerial skill karyawan yang semakin baik.

2. Efisiensi
Pengembangan karyawan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi tenaga, waktu,

bahan baku, dan mengurangi ausnya mesin-mesin.

3. Kerusakan
Pengembangan karyawan bertujuan untuk mengurangi kerusakan barang,

produksi, dan mesin-mesin karena karyawan semakin ahli dan terampil dalam
melaksanakan pekerjaannya.
4. Kecelakaan

Pengembangan bertujuan untuk mengurangi tingkat kecelakaan karyawan,
sehingga jumlah biaya pengobatan yang dikeluarkan perusahaan berkurang.

114

5. Pelayanan
Pengembangan bertujuan untuk meningkatkan pelayanan yang lebih baik dari

karyawan kepada nasabah perusahaan, karena pemberian pelayanan yang baik
merupakan daya penarik yang sangat penting bagi rekanan-rekanan perusahaan
bersangkutan.
6. Moral

Dengan pengembangan, moral karyawan akan lebih baik karena keahlian dan
keterampilan sesuai dengan pekerjaannya sehingga mereka antusias untuk
menyelkesaikan pekerjaannya dengan baik.
7. Karier

Dengan pengembangan, kesempatan untuk meningkatkan karier karyawan dan
manajer semakin besar, karena keahlian, keterampilan, dan prestasi kerjanya lebih
baik.
8. Konseptual

Dengan pengembangan, manajer semakin cakap dan cepat dalam mengambil
keputusan yang lebih baik, karena technical skill, human skill, dan manajerial skill-
nya lebih baik.
9. Kepemimpinan

Dengan pengembangan, kepemimpinan seorang manajer akan lebih baik.

D. TEKNIK PENGEMBANGAN KETERAMPILAN
Teknik pengembangan SDM pada dasarnya tidak hanya melalui pendidikan dan

pengembangan keterampilan, namun ada banyak cara untuk mengembangkannya.
Teknik pengembangan SDM menurut Jons, 1928 dalam Sarwono, 1993, antara lain :

1. Melalui pelatihan.
Pelatihan bertujuan untuk mengembangkan individu dalam bentuk peningkatan

keterampilan, pengetahuan dan sikap.

2. Pendidikan.
Pengembangan SDM melalui pendidikan bertujuan untuk meningkatkan

kemampuan kerja, dalam arti pengembangan bersifat formal dan berkaitan dengan
karir.

3. Pembinaan.
Pembinaan bertujuan untuk mengatur dan membina manusia sebagai sub sistem

organisasi melalui program-program perencana dan penilaian, seperti man power
planning, performance apparaisal, job analytic, job classification dan lain-lain.

4. Recruitment.
Recruitment ini bertujuan untuk memperoleh SDM sesuai klasifikasi kebutuhan

organisasi dan sebagai salah satu alat organisasi dalam pembaharuan dan
pengembangan.

5. Melaluui Perubahan sistem.
Perubahan sistem memiliki tujuan untuk menyesuaikan sistem dan prosedur

organisasi sebagai jawaban untuk mengantisipasi ancaman dan peluang faktor
eksternal.

Dalam pengembangan SDM tidak boleh dilakukan secara sembarangan karena hal
ini menyangkut kualitas SDM untuk sebuah organisasi atau perusahaan. SDM yang
berkualitas akan membantu perusahaan untuk dapat lebih berkembang dan mencapai
tujuan perusahaan.

115

E. KEBUTUHAN MANUSIA
1. Pengertian keutuhan
Dalam mata pelajaran ekonomi pada materi kebutuhan, ada tiga jenis kebutuhan
manusia yaitu kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Kebutuhan yang bersifat
mendesak dan pokok bisa disebut sebagai kebutuhan primer. Kebutuhan primer
merupakan salah satu jenis kebutuhan yang dalam pemenuhannya tidak bisa ditawar
dan wajib terpenuhi. Kebutuhan ini menjadi dasar dari kebutuhan manusia. Jika
kebutuhan ini tidak terpenuhi akan menyebabkan kesulitan dalam menjalani
kehidupan. Oleh sebab itu setiap manusia berusaha keras agar kebutuhan dasar yang
satu ini harus terpenuhi terlebih dahulu dibanding dengan jenis kebutuhan lainnya.
a. Kebutuhan Pakaian (Sandang)
Pakaian merupakan suatu kebutuhan yang wajib terpenuhi karena disamping
digunakan sebagai penutup aurat, pakaian juga digunakan untuk menutupi
tubuh dari berbagai penyakit, menjaga suhu tubuh agar tetap stabil, serta
sebagai penunjang penampilan. Tanpa pakaian pastinya kita akan mudah
terserang penyakit serta penampilan kita akan terlihat tidak sopan.

b. Kebutuhan Makanan Dan Minuman (Pangan)

Kebutuhan ini merupakan kubutuhan nomer satu dan dalam pemenuhannya

bersifat wajib bagi seluruh makhluk hidup dimuka bumi ini tidak terkecuali

manusia. Karena setiap makhluk hidup dimuka bumi ini memerlukan asupan

nutrisi serta gizi dari makan dan minuman. Tanpa makan dan minum makhluk

hidup akan mati, oleh sebab setiap makhluk hidup harus makan dan minum

demi keberlangsungan hidupnya.

c. Kebutuhan Tempat Tinggal ( Papan)
Tempat tinggal atau rumah merupakan salah satu kebutuhan poko manusia

yang digunakan sebagai tempat berlindung dari terpaan sinar matahari
langsung, hujan, hewan liar, serta bahaya lainnya.

Seiring perkembangan waktu dan perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi IPTEK kebutuhan pokok atau primer manusia bertambah dengan
kebutuhan akan pendidikan serta kesehatan.

F. BIAYA PELUANG
1. Definisi Biaya Peluang
Biaya peluang atau biaya kesempatan (Opportunity Cost) adalah biaya yang
dikeluarkan ketika memilih suatu kegiatan. Biaya peluang muncul dari kegiatan
alternatif yang tidak bisa kita lakukan.
Menurut Darsono mengungkapkan biaya peluang (opportunity cost) adalah
manfaat yang di korbankan pada saat memilih satu diantara beberapa alternative
kesempatan untuk memperoleh benefit yang dikorbankan pada saat memilih satu
diantara beberapa alternative kesempatan untuk memperoleh benefit laba atau
keuntungan.

2. Ciri-Ciri Biaya Peluang

a. Perhitungan biaya peluang tidak selalu berhubungan dengan uang. Bisa berupa
waktu, kesenangan, keuntungan di masa depan dan lain-lain

b. Memiliki banyak kemungkinan penggunaan

116

c. Pengambilan keputusan biaya peluang tergantung pada tujuan dan situasi
individu

d. Biasanya merupakan suatu kebutuhan sekunder atau tertier

3. Contoh Biaya Peluang

a. Seseorang memiliki uang Rp 10.000.000. Dengan uang sebesar itu, ia memiliki
kesempatan untuk bertamasya ke Bali atau membeli sebuah TV. Jika ia memilih
untuk membeli TV, ia akan kehilangan kesempatan untuk menikmati keindahan Bali;
begitu pula sebaliknya, apabila ia memilih untuk bertamasya ke Bali, ia akan
kehilangan kesempatan untuk menonton TV. "Kesempatan yang hilang" itulah yang
disebut sebagai biaya Peluang.

b. Suatu perusahaan mempunyai sebuah sumber daya seperti gedung sebagai aset
perusahaan tersebut. Pilihan yang ada yaitu perusahaan tersebut dapat
menyewakan gedung tersebut atau kah menggunakan gedung tersebut sebagai
sarana usaha. semisalnya sewa gedung tersebut di hargai dengan Rp 150.000.000,-
pertahun maka perusahaan tersebut memperoleh keuntungan sesuai nilai sewa
gedung tersebut namun kehilangan kesempatan atau peluang untuk menggunakan
gedung tersebut sebagai sarana usaha perusahaan.

c. Rifki setelah lulus kuliah mendapatkan dua buah tawaran kerja, yaitu tawaran untuk
bekerja sebagai staff akuntansi dari PT A dan tawaran sebagai Customer service di
Bank ABC. Bila Rifki memutuskan bekerja sebagai staff akuntansi di PT A, maka
Rifki kehilangan kesempatan bekerja sebagai customer service di Bank ABC.
Berdasarkan ilustrasi ini maka biaya peluang yang ditanggung Rifki adalah bekerja
sebagai Customer Servis di Bank ABC, karena rifki kehilangan atau mengorbankan
kesempatan bekerja sebagai CS di Bank ABC.

d. Syamsul berkeinginan membeli bakso dan mie ayam, namun uang yang dimiliki
syamsul hanya cukup untuk membeli salah satu dari yang diinginkan yaitu membeli
bakso saja atau membeli mie ayam saja. Akhirnya syamsul memutuskan untuk
menggunakan uangnya untuk membeli Bakso sehingga syamsul kehilangan
kesempatan untuk membeli mie ayam. Berdasarkan ilustrasi tersebut maka biaya
peluangnya adalah satu mangkuk mie ayam, karena syamsul kehilangan
kesempatan untuk membeli mie ayam

G. BENTUK-BENTUK KOMUNIKASI
Dalam kegiatan komunikasi terdapat beberapa bentuk komunikasi, yaitu :
1. Komunikasi intrapersonal
Komunikasi intrapersonal adalah komunikasi pada diri sendiri atau dengan
dirinya sendiri. Tipe komunikasi intrapersonal sama dengan proses berpikir, yaitu
ketika seseorang secara sadar (sengaja) mengirimkan informasi pada dirinya untuk
menganalisis sebuah situasi dan mengambil sikap atau keputusan. Ketika kita ingin
memecahkan suatu masalah, membuat keputusan, ataupun mencari sebab dan
akibat, kita akan berinteraksi dengan diri kita sendiri apa yang baik, apa yang
buruk, serta apa yang dapat kita lakukan untuk menyelesaikan masalah
tersebut. Contoh kegiatan yang dilakukan pada komunikasi interpersonal adalah
berdoa, bersyukur, tafakkur, berimajinasi secara kreatif dan lain sebagainya.
2. Komunikasi interpersonal
Komunikasi interpersonal adalah proses komunikasi yang berlangsung antara
dua orang atau lebih secara tatap muka. Komunikasi ini juga dapat diartikan
sebagai proses pertukaran makna dari orang yang saling berkomunikasi antara
satu individu dengan individu lainnya.komunikasi jenis ini dianggap paling

117

efektif dalam upaya mengubah sikap, pendapat atau perilaku seseorang, karena
sifatnya yang dialogis berupa percakapan.

a. Kriteria Komunikasi interpersonal
Suatu komunikasi interpersonal dapat terjadi apabila memenuhi kriteria

berikut:
1) Melibatkan perilaku verbal dan nonverbal
2) Adanya umpan balik pribadi
3) Terjadi hubungan/interaksi yang berkesinambungan
4) Bersifat saling persuasif (bersifat membujuk secara halus (supaya
menjadi yakin).

b. Klasifikasi Komunikasi interpersonal
Redding yang dikutip Muhammad (2004, p. 159-160) mengembangkan

klasifikasi komunikasi antarpersonal menjadi interaksi intim, percakapan sosial,
interogasi atau pemeriksaan dan wawancara.
1) Interaksi intim termasuk komunikasi di antara teman baik, anggota famili,

dan orang-orang yang sudah mempunyai ikatan emosional yang kuat.
2) Percakapan sosial adalah interaksi untuk menyenangkan seseorang

secara sederhana. Tipe komunikasi tatap muka penting bagi
pengembangan hubungan informal dalam organisasi. Misalnya dua orang
atau lebih bersama-sama dan berbicara tentang perhatian, minat di luar
organisasi seperti isu politik, teknologi dan lain sebagainya.
3) Interogasi atau pemeriksaan adalah interaksi antara seseorang yang ada
dalam kontrol, yang meminta atau bahkan menuntut informasi dari yang
lain. Misalnya seorang karyawan dituduh mengambil barang-barang
organisasi maka atasannya akan menginterogasinya untuk mengetahui
kebenarannya.
4) Wawancara adalah salah satu bentuk komunikasi interpersonal di mana
dua orang terlibat dalam percakapan yang berupa tanya jawab. Misalnya
atasan yang mewawancarai bawahannya untuk mencari informasi
mengenai suatu pekerjaannya.
3. Komunikasi kelompok
Komunikasi kelompok adalah kegiatan komunikasi yang berlangsung diantara
anggota suatu kelompok. Pesan atau informasi yang dikomunikasikan menyangkut
kepentingan seluruh anggota kelompok, Komunikasi kelompok dapat diartikan
sebagai tatap muka dari tiga atau lebih individu guna memperoleh maksud dan
tujuan yang dikehendaki.
Dalam komunikasi kelompok, setiap individu yang terlibat dalam kelompok
masing-masing berkomunikasi sesuai dengan peran dan kedudukannya dalam
kelompok tersebut. Pesan atau informasi yang disampaikan juga menyangkut
kepentingan seluruh anggota kelompok dan bukan bersifat pribadi.
a. Contoh komunikasi kelompok
Beberapa contoh komunikasi kelompok antara lain :
1) Kuliah
2) Rapat
3) Briefing
4) Seminar
5) Workshop dan lain-lain.
b. Komunikasi kelompok dibagi menjadi dua,yaitu :
1) komunikasi dalam kelompok besar

118

Komunikasi dalam kelompok besar adalah sekelompok komunikan
yang berjumlah banyak sehingga dalam situasi komunikasi hampir tidak
terdapat kesempatan untuk memberikan tanggapan secara verbal.
Menurut Effendy (1993:77) komunikasi kelompok besar adalah
komunikasi yang ditujukan kepada afeksi (perasaan) komunikan dan
prosesnya berlangsung secara linear.

Jadi dapat dikatakan bahwa dalam komunikasi kelompok besar
sangat sulit untuk melakukan kontak pribadi. Komunikator dalam
komunikasi ini cenderung hanya membakar emosi komunikannya dan
tanggapannya bersifat emosional. Contoh komunikasi kelompok besar
adalah kongres dari sebuah organisasi (bersifat formal) dan kampanye di
lapangan (bersifat non formal).
2) Komunikasi kelompok kecil.

Komunikasi kelompok kecil adalah sekumpulan perorangan yang
relative kecil danmasing-masing dihubungkan oleh beberapa tujuan yang
sama dan mempunyai derajat organisasi tertentu diantara
mereka. Robert F.Bales dalam bukunya Interaction Process
Analysis dalam Effendy, (1993:30) mendefinisikan kelompok kecil adalah
sejumlah orang yang terlibat interaksi satu sama lain dalam suatu
pertemuan yang bersifat tatap muka (face to face), dimana setiap
anggota memiliki kesan dan persepsi antara satu sama lainnya cukup
kentara sehingga ia baik pada saat timbul pertanyaan maupun
sesudahnya dapat memberikan tanggapan kepada masing-masing
perseorangan. Contoh : komunikasi antar manager dengan sekumpulan
karyawan, ceramah, diskusi, dll.
4. Komunikasi Organisasi
Komunikasi organisasi adalah komunikasi antarmanusia yang terjadi dalam
hubungan organisasi yang berlangsung secara formal maupun nonformal dalam
sebuah sistem yang disebut organisasi. Komunikasi organisasi sering dijadikan
sebagai objek studi sendiri karena luasnya ruang lingkup komunikasi tersebut.
Pada umumnya komunikasi organisasi membahas tentang struktur dan fungsi
organisasi, hubungan antarmanusia, komunikasi dan proses pengorganisasian,
serta budaya organisasi.
5. Komunikasi massa
Komunikasi massa adalah komunikasi yang dilakukan melalui media massa
agar penyampaian pesan cepat tersampaikan. Komunikasi massa juga merupakan
bentuk komunikasi yang menggunakan saluran (media) dalam menghubungkan
komunikator dan komunikan secara massal, berjumlah banyak, bertempat tinggal
yang jauh, sangat heterogen dan menimbulkan efek tertentu. Jadi, Komunikasi
massa sebagai pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah
besar orang.
a. Ciri-ciri komunikasi massa adalah sebagai berikut:
1) Komunikator biasanya suatu lembaga media massa
2) Hubungan antara komunikator dan pemirsa bukan bersifat pribadi
3) Menggunakan media massa
4) Komunikan adalah massa, yang bersifat heterogen
5) Penyebaran pesan serentak pada saat yang bersamaan
6) Umpan balik bersifat tidak langsung

119

RANGKUMAN

1. manajemen sumber daya manusia merupakan suatu proses perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan kegiatan-kegiatan pengadaan,
pengembang-an, pemberian kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan dan
pelepasan sumber daya manusia agar tercapai berbagai tujuan individu,
organisasi dan masyarakat.

2. Proses atau langkah-langkah pengembangan hendaknya dilakukan sebagai
berikut: Sasaran, Kurikulum, Sarana, Peserta, Pelatih, Pelaksanaan.

3. Teknik pengembangan SDM menurut Jons, 1928 dalam Sarwono, 1993, antara
lain :
a. Melalui pelatihan
b. Pendidikan.
c. Pembinaan.
d. Recruitment.
e. Melaluui Perubahan sistem

4. Biaya peluang atau biaya kesempatan (Opportunity Cost) adalah biaya yang
dikeluarkan ketika memilih suatu kegiatan. Biaya peluang muncul dari kegiatan
alternatif yang tidak bisa kita lakukan.

5. Dalam kegiatan komunikasi terdapat beberapa bentuk komunikasi, yaitu :
a. Komunikasi intrapersonal
b. Komunikasi interpersonal
c. Komunikasi kelompok
d. Komunikasi Organisasi
e. Komunikasi massa

120

GLOSARIUM

Activating : artinya pergarakan, menggerakan atau penggiatan.

Adaptabilitas : kemampuan untuk beradaptasi

Capita : modal (pokok) dalam perusahaan

Controlling : pengawasan, pengadaan penilaian ata koreksi, sehingga kariawan
dapat diarahkan sesuai dengan tujuan yang akan di capai

Eksternal : menyangkut bagian luar dari sesutu.

Entrepreneur : orang yang melakukan aktivitas wirausaha yang dicirikan dengan
pandai atau berbakat mengenali prosuk baru, enentukan cara
produksi, memasarkan.

Fleksibilitas : kelenturan, penyesuaian diri secara mudah dan cepat, keluwesan.

Innovative : kemampuan seseorang dalam mendayagunakan kemampuan dan
keahlian untuk menciptakan produk baru.

Internal : menyangkut bagian luar dari sesuatu

Landasan Idiil : idiologi suatu negara, falsafah bangsa yang memiliki kekuatan hukum
bersifat mengikat bagi para penyelenggara negara pemimpin
pemerintahnya serta rakyatnya.

Maneggiare : suatu perbuatan untuk menangani suatu masalah atau perbuatan.

Misi : tahapan- tahapan yang harus di lalui untuk mencapai sebuah vusu

Motif : dorongan dalam diri manusia yang timbul di karenakan adanya
kebutuhan yang ingin di penuhi.

Objektif : mengenai keadaan sebenarnya tanpa di pengaruhi pendapat atau
pandangan orang lain.

Pioneer : seseorang yang merupakan pertama kali, pelopor, perintis,
memelapori, atau merintis jalan.

Planning : suatu proses perencanaan yang merupkan rangkaian urutan rasional
di dalam penyusunan rencana.

Stakeholders : segenap pihak yang terkait dengan isu dan permasalahan yang
sedang di angkat.

Tender : tawaran resmi dan tersstruktur untuk mencari mitra yang mengajukan
harga, memborong pekerjaan atau menyediakan barang atau jasa.

Visi : serangkaian kata yang menunjukan impian, cita-cita atau nilai inti
sebuah organisasi, instansi, atau perusahaan.

121

DAFTAR PUSTAKA

Kasmadi.2008. bidang – bidang manajemen.

https://roemahcerdaz.wordpress.com/2008/01/11/bidang-bidang-manajemen/

diakses 15 juni 2019 pukul 10.35 wib.

ILMU AKUNTASI. 2014 . batasan rencana pemasaran https://ilmuakuntansi.co.id/batasan-

rencana-pemasaran/ diakses 15 juni pukul 11.13 wib.

Indaadzaniah. 2013 rencana pemasaran

https://adzaniahdinda.wordpress.com/2013/06/05/rencana-pemasaran-2/ Diakses

15 juni pukul 11.17 wib.

Zulva Aprlia. 2016. Koperasi. http://tesyazulvaaprilia.blogspot.com/2016/01/v-
behaviorurldefaultvmlo.html Diakses 15 juni 2019 pukul 12.54 wib.

Cahyo Nona.2015. Teknik Menjual. https://slideplayer.info/slide/2031976/ Diakses 15 juni
2019 pukul 12.57 wib.

Nisa.Mufidatun. 2015. Teknik Menjual. http://kertasku-mufidatun-
nisa.blogspot.com/2015/06/makalah-teknik-penjualan-kewirausahaan.html Diakses
15 juni 2019 pukul 13.08 wib.

Hasibuan, H. Malayu S.P. 2005. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Revisi. Jakarta :
Bumi Aksara.

122


Click to View FlipBook Version