The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by WENI TRI SASMI, 2023-06-08 08:07:25

E-BOOK BU WENI 1

E-BOOK BU WENI 1

For Grade XI Natural Science Programme 105 Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan Tanggung Jawab (kerjakan pada buku latihan Anda) Ksp = x x × yy (S) (x + y) = (12 × 22 ) × S 2+1 = 4S Ksp = 4S 3 = 4(10-2 ) 3 = 4 × 10-6 Jadi, Ksp = Ca(OH)2 pada suhu tertentu = 4 × 10-6 1. Jika pada suhu tertentu kelarutan gula adalah 1.800 gram/liter dan Mr gula = 360, hitunglah kelarutan gula dalam satuan mol/liter! 2. jika pada suhu tertentu kelarutan PbI2 = 1 × 10-4 mol/L, hitunglah Ksp PbI2! 3. Apabila dalam suatu larutan jenuh PbCl2 terdapat ion Cldengan konsentrasi 2 × 10-4 mol/L, hitunglah hasil kali kelarutan, Ksp PbCl2! 4. Berapa gram PbI2 yang terdapat dalam 200 mL larutan jenuh PbI2 jika diketahui Ksp PbI2 = 1,6 × 10-8 C. Hubungan Ksp dan pH Besarnya pH jenuh sesuai banyaknya ion H+ atau ion OHyang terlarut. Konsentrasi ini sangat bergantung pada besarnya harga Ksp sehingga kelarutan akan semakin besar. Berarti pH larutan asam akan semakin kecil, sedangkan pH larutan basa akan semakin besar. Konsentrasi ion H+ atau ion OHdapat ditentukan dengan cara menghitung harga kelarutannya di dalam air. Rasa Ingin Tahu Beberapa zat padat hanya sedikit larut dalam air tetapi sangat larut dalam larutan asam. Sebagai contoh, bijih tembaga dan nikel sulfida dapat larut dengan asam kuat, suatu fakta yang amat membantu dalam pemisahan dan pengambilan logam berharga ini dari bentuk unsurnya. Pengaruh pH terhadap kelarutan ditunjukkan secara dramatis pada kerusakan bangunan dan monumen oleh pengendapan asam. Ada sebagian senyawa ionik dengan kelarutan rendah mempunyai daya larut yang bergantung pada pH larutan. pH mempengaruhi daya larut ion hidroksida dan garam yang mengandung anion basa lemah.


For Grade XI Natural Science Programme 106 Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan Contoh Soal 8.4 Pada suhu kamar, diketahui Ksp senyawa H2A sebesar 3,2 × 10-5 . Tentukan pH jenuh H2A dalam air! Penyelesaian S = × + S = × − S = × − S = √ × = 2 × 10-2 H2A(s) 2H+ (aq) + A2- (aq) S 2S S Kelarutan: [H+ ] = 2 × S = 2 × 2 × 10-2 = 4 × 10-2 pH = −log (H+ ) = −log 4 × 10-2 = 2 – log 4 = 2 – 2 log 2 Kreativitas Kerjakan pada buku latihan Anda. 1. Jika Ksp Mg(OH)2 pada suhu 25ᵒC adalah 4 × 10-12 , hitunglah pH larutan Jenuh Mg(OH)2! 2. pH jenuh larutan L(OH)3 adalah 10. Tentukan Ksp L(OH)3! Pembuatan Garam Dapur (NaCl) Garam dapur yang dibuat dari laut menggunakan prinsip penguapan untuk mendapatkan kristal NaCl. Akan tetapi, ternyata dalam air laut terkandung puluhan senyawa lain, seperti MgCl2 dan CaCl2. Untuk memurnikan garam dapur maka dilakukan pemisahan zat-zat penganggu tersebut berdasarka prinsip pengendapan. Adapun reaksi yang biasanya dilakukan adalah 1. CaCl2(aq) + Na2CO3(aq) → CaCO3(s) + 2NaCl(aq) Endapan CaCO3 yang berwarna putih segera dipisahkan dan akan diperoleh NaCl yang murni 2. MgCl2(aq) + 2NaOH(aq) → Mg(OH)2(s) + 2NaCl(aq) MgCl2 direaksikan dengan basa kuat natrium hidroksida menghasilkan endapan putih Mg(OH)2 yang tidak larut, sehingga diperoleh NaCl yang murni.


For Grade XI Natural Science Programme 107 Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan D. Pengaruh Penambahan Ion Senama Elektrolit-elektrolit yang terdiri atas ion logam yang sama seperti AgCl, AgNO3, Ag2CrO4, AgBr, dan Ag3PO4 dikatakan mempunyai ion senama, yaitu ion perak (Ag+ ). Demikian juga AgCl, NaCl, CaCl2, dan AlCl3 juga dikatakan memiliki ion senama yaitu ion klorida (Cl- ). Menurut asas kesetimbangan, keberadaan ion senama akan mempengaruhi kesetimbangan. AgCl(s) Ag+ (aq) + Cl- (aq) Jika dalam larutan sudah terdapat Ag+ atau sudah terdapat Cl- , reaksi ke kanan akan sukar, berarti elektrolit akan semakin sukar larut. Contoh Soal 8.5 Diketahui Ksp AgCl = 1,6 × 10-10 . Tentukan kelarutan AgCl dalam Larutan AgNO3 0,1 M Penyelesaian Larutan AgNO3(aq) Ag+ (aq) + NO- (aq) 0,1 M 0,1 M 0,1 M Konsentrasi Ag+ 0,1 M dalam larutan merupakan konsentrasi awal. Kemudian, ke dalam larutan ditambahkan AgCl. Jika yang larut adalah x maka AgCl(s) Ag+ (aq) + Cl- (aq) Awal : 0,1 M Kelarutan : x M x M x M Kesetimbangan: - x M (0,1 + x)M x M Pada keadaan setimbang, konsentrasi [Ag+ ] = (0,1 + x)M Tanggung Jawab (kerjakan pada buku latihan Anda) 1. Hitunglah kelarutan PbI2 di dalam larutn KI 0,2 M jika pada suhu tersebut diketahui hasil kali kelarutan (Ksp) PbI2 = 7 × 10-9 ! 2. Pada suhu tertentu 0,35 gram BaF2 (Mr = 175) melarut dalam air murni membentuk 1 L larutan jenuh BaF2, pada suhu tersebut, hitunglah Ksp BaF2 dan kelarutan BaF2 dalam larutan yang mengandung Ba(NO3)2 0,1 M! 3. Pada suhu 25ᵒC, nilai Ksp Mg(OH)2 adalah 3,2 × 10-11. Hitunglah kelarutan Mg(OH)2 di dalam larutan yang mempunyai pH = 12! 4. Kelarutan L(OH)2pada suhu tertentu adalah 2 × 10-5 mol/L. Hitunglah kelarutan zat tersebut di dalam 500 mL larutan yang mempunyai pH = 4 – log 2!


For Grade XI Natural Science Programme 108 Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan Harga x kecil sekali sehingga dapat diabaikan, konsentrasi [Ag+ ] menjadi 0,1 M. Ksp AgCl = [Ag+ ] [Cl- ] 1,6 × 10-10 = (0,1) (x) x = × − = 1,6 × 10-9 mol L-1 Jadi, kelarutan AgCl dalam larutan AgNO3 0,1 M adalah 1,6 × 10-9 mol L-1 Industri Fotografi (Gemar Membaca) Negatif film yang nantinya akan dicetak menjadi foto terdiri dari lapisan tipis kalsium iodida yang merekat. Sebelum dicetak, negatif film ini dicelupkan dalam larutan perak nitrat untuk perak iodida yang sensitif terhadap cahaya film selama proses pencetakan, molekulmolekul perak iodida akan diaktifkan oleh energi dari cahaya. Film itu kemudian dicuci dengan mencelupkannya dalam sebuah larutan yang mampu mengganti garam perak yang aktif menjadi partikel-partikel logam perak sehingga tampak benar-benar hitam. Objek yang merefleksikan paling banyak cahaya pada piring tampak sebagai daerah gelap dalam negatif, sedangkan objekobjek yang tidak merefleksikan cahaya tampak transparan. Pada proses pencetakan, cahaya disinarkan melalui negatifkaca pada kertas yang dilapisi bahan kimia lain seperti perak klorida. Di tempat negatif gelap, tidak ada cahaya yang menjangkau kertas itu dan garam perak tidak aktif, sedangkan di tempat negatif transparan, cahaya mengaktifkan garam perak. Bila kertas dicuci dan diatur dengan bahan-bahan kimia yang lebih banyak, daerah-daerah gelap menjadi terang, dan daerah transparan menjadi gelap.


For Grade XI Natural Science Programme 109 Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan Uji Coba 5. Memperkirakan Terjadinya Endapan E. Pengendapan Uji coba ini bertujuan untuk memperkirakn terjadinya endapan secara teoritis dan melakukan pengamatan secara langsung terhadap perkiraan yang dibuat, apabila dua larutan yang mengandung ion-ion yang sukar larut direaksikan. Perkiraan didasarkan kepada perhitungan konsentrasi zat yang akan direaksikan dan dibandingkan dengan nilai Ksp yang terdapat pada tabel berikut. Senyawa PbCl2 PbI2 PbSO4 CaSo4 BaSO4 Ksp 2,0 × 10- 5 7,1×10- 9 1,6 ×10-8 2,0 × 10- 5 1,0 ×10-10 Uji coba ini akan di buat perkiraan seperti pada contoh di atas, kemudian dilakukan eksperimen untuk menunjukkan apakah perkiraan dengan perhitungan sesuai dengan fakta uji coba. a. Alat dan Bahan (Kedisiplinan) Alat - Tabung reaksi 10 buah - Rak tabung reaksi 1 buah - Silinder ukur 10 mL 2 buah - Pipet tetes 2 buah - Gelas kimia 2 buah Bahan - Larutan Pb(NO)3 0,01 M 5 mL - Larutan CaCl2 0,01 M 5 mL - Larutan BaCl2 0,01 M 5 mL - Larutan KI 0,01 M 5 mL - Larutan H2SO4 0,01 M 5 mL - Akuades 500 mL


For Grade XI Natural Science Programme 110 Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan b. Cara Kerja (Kerja Sama harus dimiliki setiap siswa) 1. Ke dalam gelam gelas kimia yang berisi 100 mL akuades ditambahkan masing-masing 1 mL larutan Pb(NO3)2 0,01 M dan 1 mL larutan CaCl2 0,01 M. Amati yang terjadi! 2. Ulangi uji coba dengan mengganti larutan CaCl2 0,01 M dengan larutan KI 0,01 M! 3. Lakukan eksperimen dengan kombinasi pada tabel pengamatan berikut! c. Tabel Pengamatan (Kejujuran yang harus dimiliki siswa) No Larutan yang direaksikan Menurut perhitungan (terjadi/tidak terjadi endapan) Hasil eksperimen (terjadi/tidak terjadi endapan) 1 Pb(NO3)2 dengan CaCl2 2 Pb(NO3)2 dengan KI 3 Pb(NO3)2 dengan H2SO4 4 CaCl2 dengan H2SO4 5 BaCl2 dengan H2SO4 d. Pertanyaan Diskusi (Kerja Sama harus dimiliki setiap siswa) 1. Apakah perkiraan perhitungan sesuai dengan fakta hasil uji coba? Jelaskan! 2. Untuk mengendapkan dan menghilangkan ion Pb2+ dari dalam perairan, ion apakah yang paling efektif digunakan? Jelaskan! e. Tugas Individu (gemar membaca dapat menyelesaikan tugas kalian) Buatlah laporan hasil uji coba kalian. Menghargai Prestasi Setelah mempelajari Bab Hasil Kali Kelarutan. Anda tentu dapat merasakan manfaatnya bukan. Apa sajakah manfaat yang Anda temukan dalam mempelajari bab hasil kali kelarutan? Dalam mempelajari materi tentang Hasil Kali Kelarutan, bagian mana dari materi tersebut yang paling Anda sukai? Jelaskan mengapa Anda menyukai materi tersebut? Bagian mana yang belum Anda pahami? Hal-hal apa yang membuat Anda belum paham? Tuliskan dan konsultasikan hasilnya dengan guru Anda.


For Grade XI Natural Science Programme 111 Koloid F. Ringkasan Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat larut dalam jumlah tertentu larutan atau pelarut. Hasil kali kelarutan merupakan tetapan kesetimbangan dalam larutan jenuh antara ion-ion hasil disosiasi dengan kemolaran pereaksi. Hasil kali kelarutan dapat dipakai sebagai prediksi apakah senyawa itu akan mengendap atau tidak mengendap. Kelarutan menyatakan jumlah maksimum zat yang dapat larut dalam sejumlah tertentu pelarut. Tetapan hasil kali kelarutan (Ksp) adalah hasil perkalian konsentrasi ion-ion dalam larutan jenuh, masing-masing dipangkatkan dengan koefisien ionisasinya Penambahan ion senama akan memperkecil kelarutan. Kelarutan juga dipengaruhi oleh pH. Pengendapan terjadi jika harga Ksp terlampaui. Larutan jenuh adalah larutan di mana penambahan sedikit zat terlarut sudah tidak dapat melarut lagi.


For Grade XI Natural Science Programme 98 Koloid Koloid Sifat Khas Fase Terdispersi Cara Dispersi Larutan Sejati Suspensi Koloid Bermuatan Listrik Efek Tyndall Gerak Brown Cara Kondensasi Medium Pendispersi Sol Aerosol Emulsi Busa Padat Padat Cair Gas Cara Busur Bredig Bentuk Campuran Kestabilan Pengamatan Mikroskop Jumlah Fasa Sistem Dispersi Cara Pemisahan Ukuran Partikel dikelompokkan menjadi terdiri dari dibuat dengan cara meliputi


For Grade XI Natural Science Programme 99 Koloid Hutan yang sangat asri, keindahan alam sangat istimewa, dan kekayaan alam yang berlimpah, merupakan anugerah Tuhan YME, ia memberikan kepada kita manusia untuk menjaga dan melestarikannya. Digunakan sebaik-baiknya demi keberlangsungan hidup makhluk hidup di dalamnya dan terkadang di salahgunakan oleh tangan-tangan manusia yang tidak bertanggung jawab. Pada pertengahan bulan juni 2009 media elektroknik memberitakan bahwa telah ditemukan beberapa titik api di hutan lahan gambut yang terletak di provinsi Riau. Titik api ini berpotensi menyebabkan kebakaran hutan. Salah satu dampak negatif kebakaran hutan di wilayah Riau ini yaitu terbentuknya kabut asap atau smog yang berwarna kecoklatan. Adanya kabut asap dapat mengakibatkan Rasa Ingin Tahu ISPA merupakan singakatan dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau URI (bahasa Inggris) singkatan dari Under Respiratory Infection adalah penyakit infeksi yang bersifat akut dimana melibatkan organ saluran pernapasan mulai dari hidung, sinus, laring hingga alveoli Jika tidak segera ditangani, ISPA dapat menyebar ke seluruh tubuh. Tubuh tidak bisa mendapatkan cukup oksigen karena infeksi yang terjadi dan kondisi ini bisa berakibat fatal, bahkan mungkin mematikan. Internalisasi NilaiNilai Karakter Religius, jujur, disiplin, kerja sama, kreatif, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, gemar membaca, peduli lingkungan dan tanggung jawab SISTEM KOLOID BAB V


For Grade XI Natural Science Programme 100 Koloid terjadinya penyakit-penyakit ISPA, yaitu penyakit pada saluran pernapasan. Selain itu, kabut asap juga mengganggu pandangan pengendara kendaraan bermotor selama di perjalanan. Apa sebenarnya kabut asap ini, bagaimana proses terjadinya kabut asap? A.Sistem Dispersi Sistem dispersi merupakan campuran antara zat terlarut dengan pelarut. Dalam sistem dispersi, zat terlarut jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan zat pelarut. Zat terlarut dinamakan fasa terdispersi, sementara zat pelarutnya dinamakan medium pendispersi. Jadi sistem dispersi adalah pencampuran antara fasa terdispersi dengan medium pendispersi yang bercampur secra merata. Terdapat tiga macam campuran, yaitu larutan sejati atau larutan, suspensi, dan koloid 1. Dispersi Halus Kreativitas Pernahkah kalian mencampurkan gula, pasir, dan susu bubuk ke dalam air? Ketiga campuran tersebut akan membentuk suatu dispersi yaitu penyebaran merata dua fasa. Termasuk ke dalam kelompok campuran manakah campurancampuran tersebut? Tujuan Pembelajaran Menjelaskan proses pembuatan koloid Mengidentifikasi dan dan mengelompokkan sifat-sifat koloid Mendeskripsikan peranan koloid dalam berbagai macam industri dan dalam kehidupan sehari-hari Peduli Lingkungan Peduli lingkungan itu sangat wajib, dengan menjaga kelestariannya berarti kita menjaga anugerah yang diberih oleh Tuhan YME. Cintai lingkungan dengan tidak merusaknya, merupakan suatu hal yang sangat besar untuk keberlangsungan anak cucu kita nanti http://www.halhalal.com/men gapa-cangkang-kapsul-perlujuga-perlu-disertifikasi-halal/ Kapsul yang digunakan sebagai pembungkus obat terbuat dari gelatin


For Grade XI Natural Science Programme 101 Koloid Dispersi halus disebut juga larutan sejati atau dispersi molekuler. Larutan sejati atau larutan adalah campuran antara fasa terdispersi yang berwujud zat padat atau cair dengan medium pendispersi yang berupa zat cair yang sersifat homogen. Ukuran partikel zat terlarut di dalam suatu larutan lebih kecil dari 10-7 cm (˂ 1 nm) sehingga sangat sulit untuk diamati, walaupun dengan menggunakan mikroskop. Jadi, campuran anatar gula dan air termasuk larutan karena pencampuran kedua zat tersebut menghasilkan dua fase yang homogen. 2. Dispersi Kasar Dispersi kasar disebut juga suspensi. Suspensi adalah dispersi zat padat di dalam air. Campuran heterogen antara fasa terdispersi dengan medium pendispersi. Fasa terdispersi biasanya berupa padatan sedangkan medium pendispersi berupa zat cair. Oleh karena zat terdispersi memiliki ukuran yang cukup besar, medium pendispersi (air) tidak mampu menahannya sehingga padatan tersebut dapat mengendap. Ukuran partikel zat terdispersi di dalam suspensi lebih besar dari 10-5 cm (˃ 100 nm) seehingga masih dapat diamati dengan mudah. 3. Dispersi Koloid Dispersi koloid merupakan campuran antar sistem dispersi kasar dengan dispersi halus. Dalam sistem koloid antara fasa terdispersi dengan medium pendispersinya tampak homogen. Namun Kreativitas Beberapa contoh larutan lainnya yaitu, larutan garam dapur, larutan urea, dan larutan cuka, jika larutan tersebut disaring dengan menggunakan kertas saring, tidak ada zat yang tersaring. Dapatkah kalian menyebutkan contoh selain contoh larutan yang di atas? Kreativitas Suspensi dapat disaring dengan menggunakan kertas saring biasa. Campuran antara pasir dan air merupakan suspensi. Jika campuran pasir dan air dituangkan ke dalam gelas menggunakan penyaring, pasir dan air pasti akan terpisah. Berdasarkan penjelasan tentang dispersi kasar, dapatkah kalian menyebutkan contoh yang termasuk dispersi kasar atau suspensi?


For Grade XI Natural Science Programme 102 Koloid Tanggung Jawab (kerjakan pada buku latihan Anda) sesungguhnya, dispersi koloid merupakan campuran heterogen. Ukuran partikel zat terdispersi di dalam koloid lebih besar daripada ukuran partikel di dalam larutan, tetapi lebih kecil daripada ukuran partikel zat terdispersi di dalam suspensi. Partikel zat terdispersi berukuran antara 10-7 cm sampai dengan 10-5 cm (1 nm – 100 nm). Sistem koloid tampak homogen jika dilihat tanpa mikroskop, tetapi dengan menggunakan mikroskop tampak adanya partikel-partikel fasa terdispersi. Tabel Perbandingan antara larutan, suspensi dan koloid. 1. Jelaskan yang dimaksud dengan sistem dispersi! Aspek Larutan Suspensi Koloid Bentuk campuran Homogen Heterogen Tampak homogen Kestabilan Stabil Tidak stabil Stabil Pengamatan mikroskop Homogen Heterogen Heterogen Jumlah fasa Satu Dua Dua Sistem dispersi Molekuler Padatan kasar Padatan halus Pemisahan dengan cara penyaringan Tdak dapat disaring Dapat disaring Tidak dapat disaring dengan kertas saring biasa, kecuali dengan kertas saring ultra Ukuran partikel ˂10-7 cm, atau ˂1 nm ˃10-5 cm, atau ˃100 nm 10-7 cm – 10-5 cm, atau 1nm– 100nm Es krim tidak lain berupa busa (gas yang terdispersi dalam cairan)


For Grade XI Natural Science Programme 103 Koloid 2. Apa persamaan dan perbedaan antara: Koloid dan larutan, Koloid dan suspensi? 3. Jika ukuran partikel koloid 70 nm, tentukan ukuran pori-pori kertas saring agar partikel koloid dapat tersaring. B.Sistem Koloid Sistem koloid dapat terbentuk dari dispersi zat padat, cair, atau gas ke dalam medium pendispersi dalam fase padat, cair, atau gas. Gas yang terdispersi dalam gas tidak akan menghasilkan koloid. Sistem koloid diberi nama berdasarkan fase terdispersi dan medium pendispersinya, misalnya koloid yang terjadi dari dispersi zat cair di dalam medium pendispersi cair disebut dengan emulsi. Sitem koloid dikelompokkan menjadi delapan sebagai berikut. Nama Koloid Fasa Terdispersi Medium Pendispersi Contoh Sol padat Padat Padat Mutiara, kaca warna Sol Padat Cair Pati dalam air, cat, jeli Aerosol padat Padat Gas Debu, asap Emulsi padat Cair Padat Keju, mentega Emulsi Cair Cair Susu, mayones, santan Aerosol cair Cair Gas Awan, kabut Busa padat Gas Padat Batu apung, kerupuk Busa (buih) Gas cair Krim, pasta Kreativitas Partikel koloid dapat disaring menggunakan kertas saring yang berpori-pori sangat halus (penyaring ultra), campuran susu bubuk dan air dinamakan koloid, berdasarkan sistem dispersinya, suatu koloid tampak sperti suspensi, akan tetapi secara fisik tampak seperti larutan sehingga sering disebut juga dengan suspensi homogen. Berdasarkan penjelasan tentang dispersi koloid, dapatkah kalian menyebutkan contoh yang termasuk dispersi koloid?


For Grade XI Natural Science Programme 104 Koloid Tanggung Jawab (kerjakan pada buku latihan Anda) Uji Coba 6. Perbedaan antara dispersi halus, dispersi kasar, dan dispersi koloid Sementara itu campuran anatara fasa terdispersi gas dengan medium pendispersi gas tidak menghasilkan sistem koloid, melainkan menghasilkan campuran yang homogen atau larutan sejati. Hal ini karena partikel-partikel gas berukuran molekul dengan diameter ˂10- 7 cm dan jarak antara partikel gas sangat renggang sehingga semua partikel bercampur homogen dalam segala perbandingan. 1. Sebutkan fasa terdispersi dan medium pendispersi koloid-koloid berikut ini: a. sol b. aerosol c. busa d. emulsi 2. Sebutkan nama dan contoh sistem koloid yang terbentuk dari: a. zat padat yang terdispersi dalam gas b. zat gas yang terdispersi dalam padatan c. zat cair yang terdispersi dalam padatan 3. Sebutkan fasa terdispersi, medium pendispersi, dan nama sistem koloid berikut: a. mutiara b. es krim c. buih sabun 4. Pencampuran wujud zat apa yang tidak membentuk koloid? 5. Apa yang dimaksud dengan zat emuglator, dan bagaimana peran zat emuglator tersebut dalam emulsi? Kreativitas Berdasarkan penjelasan tentang pengelompokkan sistem koloid, kerjakan pada buku latihan anda, apa yang dimaksud dengan tipe koloid sol, aerosol, emulsi dan busa, berikan contoh selain contoh di samping kiri pada masing-masing tipe koloid tersebut!


For Grade XI Natural Science Programme 105 Koloid Uji coba ini bertujuan untuk mengamati berbagai perbedaan yang tampak pada dispersi halus (larutan), dispersi kasar (suspensi), dispersi koloid. a. Alat dan Bahan (kedisiplinan) Alat - Erlenmeyer 500 mL 6 buah - Pengaduk 1 buah - Kertas saring secukupnya - Corong 1 buah - Bahan - Air - Tanah/ pasir - Santan - Garam dapur b. Cara Kerja (Kerja sama) 1. Siapkan tiga buah erlenmeyer, tandai dengan huruf A, B, dan C! 2. Isi setiap erlenmeyer dengan air! 3. Masukkan tanah dalam erlenmeyer A, santan ke dalam erlenmeyer B, dan garam ke dalam erlenmeyer C! 4. Aduk ketiga campuran dalam erlenmeyer tersebut kemudian diamkan selama 15 menit! 5. Amati keadaan ketiga campuran setelah didiamkan dan masukkan hasil pengamatan ke dalam tabel pengamatan! Karakter yang ditimbulkan siswa dalam mengisi tabel disamping adalah kejujuran, isi la tabel di samping dengan baik dan benar, jujur merupakan awal dari kegiatan dalam kehidupan sehari-hari


For Grade XI Natural Science Programme 106 Koloid 6. Saringlah ketiga campuran dan catatlah hasilnya! c. Tabel Pengamatan (Kejujuran) No Sifat Campuran Campuran Air dengan tanah santan Garam dapur 1 Larut/ tidak 2 Bening/ keruh 3 Satu fasa/ dua fasa 4 Stabil/ tidak 5 Dapat disaring/ Tidak d. Pertanyaan diskusi (Kerja sama) 1. Diantara ketiga campuran di atas campuran manakah yang merupakan larutan, suspensi, dan koloid? 2. Apa yang membedakan antara ketiga campuran di atas? 3. Apa kesimpulan dari praktikum di atas? Tinjaulah kembali segala catatan kalian di kelas terlebih dahulu. Sebelum kalian menulis segala catatan yang baru, tinjaulah hasil catatan kalian secara menyeluruh untuk memastikan bagaimana menyelesaikan tugas dengan benar e. Tugas Individu (gemar membaca dapat menyelesaikan tugas kalian) Buatlah laporan dari uji coba yang sudah kalian lakukan Sistem koloid berhubungan dengan proses-proses di alam yang mencakup berbagai bidang. Misalnya saja makanan yang kita makan sebelum digunakan oleh tubuh, terlebih dahulu diproses sehingga berbentuk koloid, dan protoplasma dalam sel-sel makhluk hidup. Dalam kehidupan sehari-hari ini, sering kita temui beberapa produk yang merupakan campuran dari beberapa zat, tetapi zat tersebut dapat bercampur secara merata. Dengan mempelajari ini kalian dapat memberikan manfaat bagi semua orang


For Grade XI Natural Science Programme 107 Koloid C. Sifat-Sifat Koloid Koloid merupakan campuran yang berada di antara campuran homogen dan heterogen. Oleh karenanya koloid mempunyai sifat-sifat khusus yang tidak dimiliki oleh campuran homogen dan campuran heterogen. Untuk lebih memperjelas perbedaan antara larutan dan koloid. Kalian harus mempelajari sifat-sifat yang dimiliki oleh sistem koloid tersebut. 1. Efek Tyndall Efek tyndall adalah peristiwa penghamburan cahaya oleh partikel koloid. Partikel koloid akan memantulkan dan menghamburkan cahaya yang mengenainya sehingga cahaya akan terlihat lebih terang. Jika kemudian cahaya ini ditangkap layar, cahaya pada layar tersebut tampak buram. Disiplin Begitu juga dalam kehidupan, manusia dilahirkan ke dunia dengan berbagai sifat-sifat yang berbeda, ada sifatnya kasar, ada yang sifatnya lembut, dan ada sifat yang sangat lemah lembut. Semua sudah ada yang mengatur, yaitu Tuhan YME, tergantung kita yang merubahnya Rasa Ingin Tahu https://skepticalinquirer.wordpre ss.com/2015/02/09/warna-langitrayleigh-scattering-koloid-dantyndall/ Mengapa warna langit pada siang hari tampak biru? Apabila cahaya putih dilewatkan ke dalam dispersi koloid yang partikel-partikel fasa terdispersinya sangat kecil. Maka cahaya dengan panjang gelombang yang lebih pendek dari spektrurm cahaya tampak akan dihamburkan lebih banyak oleh partikel koloidnya. Dengan demikian, dispersi koloid akan tampak biru. Hal ini karena pada siang hari konsentrasi partikel koloid lebih sedikit dibandingkan pada waktu pagi. Maka langit pada siang hari akan tampak biru.


For Grade XI Natural Science Programme 108 Koloid Uji Coba 7. Efek Tyndall Gambar 9.1 efek tyndall Menurut Lord Rayleigh, ukuran partikel dan konsentrasi partikel koloid berpengaruh terhadap intensitas hamburan cahaya. Semakin besar konsentrasi dan ukuran partikel koloid, semakin bertambah intensitas cahaya yang dihamburkan. Uji coba ini bertujuan untuk mengamati terjadinya penghamburan cahaya pada partikel koloid. a. Alat dan Bahan (kedisiplinan) Alat - Gelas kimia 6 Buah - Lampu senter kecil Bahan - Larutan garam dapur - Larutan tinta - Campuran air dengan kopi - Campuran air dengan tanah


For Grade XI Natural Science Programme 109 Koloid - Santan - Larutan susu


For Grade XI Natural Science Programme 110 Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan b. Cara Kerja (kerja sama) 1. Siapkan 6 gelas kimia! 2. Isi masing-masing gelas kimia dengan larutan garam dapur, tinta, campuran air dengan kopi, campuran air dengan tanah, santan, dan larutan susu! 3. Arahkan lampu senter pada masing-masing campuran dalam gelas kimia! 4. Amati terjadinya hamburan cahaya pada campuran-campuran tersebut, dan catat hasilnya dalam tabel pengamatan! c. Tabel Pengamatan No. Gelas kimia dengan isi Hasil pengamatan, menghamburkan cahaya/tidak 1 Larutan garam dapur 2 Larutan tinta 3 Campuran air dengan kopi 4 Campuran air dengan tanah 5 Santan 6 Larutan susu d. Pertanyaan Diskusi (kerja sama) 1. Apakah setiap campuran dalam gelas kimia dapat menghamburkan cahaya? 2. Campuran apa saja yang mampu menghamburkan cahaya? Sebutkan! 3. Mengapa campuran-campuran pada nomor 2 tersebut mampu menghamburkan cahaya? 4. Mengapa campuran – campuran yang lain tidak mampu menghamburkan cahaya? 5. Apa kesimpulan percobaan ini? Ulangi percobaan disamping, gantilah dengan larutan sirop, larutan gula, campuran tepung dengan air, campuran air dengan lumpur, campuran air dengan detergen


For Grade XI Natural Science Programme 111 Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan Siswa yang berhasil akan meninjau kembali apa yang telah mereka kerjakan selama seminggu pada akhir pekan. Hal ini membantu siswa untuk merumuskan jadwal selanjutnya secara lebih efektif e. Tugas Individu (gemar membaca dapat menyelesaikan tugas kalian) Buatlah laporan dari uji coba yang kalian lakukan. 2. Gerak Brown Gerak brown adalah gerak yang tidak beraturan, gerak acak atau gerak zig-zag partikel koloid. Gerak acak ini disebabkan oleh tumbukan tidak seimbang antara partikel-partikel koloid yang terdispersi dengan molekul-molekul medium pendispersinya. Gerak brown pada sistem koloid menyebabkan partikel-partikel koloid tersebar merata dalam medium pendispersinya. Peristiwa inilah yang menyebabkan koloid menjadi stabil dan tidak mengendap meskipun di diamkan dalam waktu yang lama. Gambar 9.2 gerak brown, partikel-partikel koloid selalu bergerak terus dengan gerakan zig-zag. Sikap Kemandirian Kemandirian seseorang dapat dilihat bagaimana dia belajar, apakah dengan bantuan guru, ataukah hanya menekuni buku seseorang tersebut dapat memahami apa yang dia kerjakan. Manusia merupakan makhluk sosial, yaitu hidup saling membantu. Namun sikap kemandirian sangatlah diperlukan bagi setiap orang, karena tidak semua hal yang kita lakukan dapat dibantu dengan orang lain. Jika Anda mengamati bahan dalam kemasan makanan, apa yang Anda temukan? Adakah senyawa kimia yang dipakai untuk memproduksi makanan tersebut? Sebutkan beberapa senyawa kimia yang terdapat dalam makanan yang mengandung bahan kimia. Dengan demikian Anda harus memanfaatkan penemuan kimia yang telah ada sebagai wujud syukur kepada Tuhan YME. Selain itu, Anda harus menggunakannya dengan teliti dan cermat


For Grade XI Natural Science Programme 112 Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan Gerak brown pertama kali ditemukan oleh ilmuwan biologi dan inggris, Robert Brown pada tahun 1827. Robert Brown mengamati gerakan tepung sari dalam air dengan mikroskop ultra. Dalam pengamatannya tersebut, brown melihat partikel tepung sari menghamburkan cahaya dan bergerak teru-menerus secara acak di dalam. Oleh karena itu, gerakan acak partikel koloid dinamakan dengan gerak brown. Semakin kecil ukuran partikel koloid, semakin cepat gerak brownnya. 3. Adsorpsi Adsorbsi adalah peristiwa penyerapan muatan oleh permukaan-permukaan partikel koloid. Adsorbsi terjadi karena adanya kemampuan partikel koloid untuk menarik (ditempeli) oleh partikel-partikel kecil. Kemampuan menarik ini disebabkan adanya tegangan permukaan koloid yang cukup tinggi sehingga jika ada partikel yang menempel akan cenderung dipertahankan pada permukaannya. Gambar 9.3 Adsorbsi ion oleh partikel koloid Jika partikel-partikel koloid mengadsorbsi ion yang bermuatan positif pada permukaannya, koloid tersebut menjadi bermuatan positif, dan sebaliknya jika yang diadsorbsi ion bermuatan negatif, koloid akan menjadi bermuatan negatif. Peristiwa adsorbsi menyebabkan partikel koloid bermuatan listrik. Oleh karena itu, jika koloid diletakkan dalam medan listrik, partikelnya akan bergerak menuju kutub muatan listrikyang berlawanan dengan muatan koloid tersebut. Peristiwa bergeraknya partikel koloid dalam medan listrik disebut dengan elektroforesis. Elektroforesis di manfaatkan dalam proses pemisahan potongan-potongan gen pada proses bioteknologi dan penyaringan debu pabrik pada cerobong asap, yang disebut dengan pengendap cottrel. Kreativitas Berdasarkan penjelasan tentang sifat adsorbsi, kerjakan pada buku latihan anda, berikan contoh peristiwa apa saja yang menggunakan sifat adsorbsi partikel koloid dalam kehidupan sehari-hari!


For Grade XI Natural Science Programme 113 Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan 4. Koagulasi Koagulasi adalah penggumpalan partikel koloid yang terjadi karena kerusakan stabilitas sistem koloid atau karena penggabungan partikel koloid yang berbeda muatan sehingga membentuk partikel yang lebih besar. Koagulasi dapat terjadi karena pengaruh pemanasan, pendinginan, penambahan elektrolit, pembusukan, pencampuran koloid yang berbeda muatan, atau karena elektroforesis. Koagulasi terjadi karena setiap partikel koloid yang memiliki muatan yang berlawanan saling menetralkan dengan gaya elektrostatik hingga membentuk partikel yang besar dan menggumpal. Contohnya pada koloid Fe(OH)2 yang bermuatan positif jika dicampur dengan koloid As2S3 yang bermuatan negatif akan mengalami koagulasi. 5. Dialisis Dialisis merupakan cara mengurangi ion-ion pengganggu yang terdapat dalam sistem koloid dengan menggunakan selaput semipermeabel. Ion-ion pengganggu koloid berasal dari larutan elektrolit yang ditambahkan ke dalam koloid untuk mempertahankan kestabilan koloid. Gambar proses dialisis Pada proses dialisis, koloid yang mengandung ion-ion dimasukkan ke dalam kantung penyaring, kemudian dicelupkan ke dalam medium pendispersi (air). Ion-ion dapat keluar melewati penyaring sehingga partikel koloid terbebas dari ion-ion. Kantung penyaring merupakan selaput semipermeabel yang hanya dapat dilewati ion dan air, tetapi tidak dapat dilewati partikel koloid. 6. Koloid Pelindung Koloid pelindung adalah koloid yang dapat melindungi koloid lain, agar tidak terjadi koagulasi. Koloid pelindung bekerja dengan cara membentuk lapisan di sekeliling partikel koloid lain. Lapisan ini berfungsi sebagai pelindung muatan koloid tersebut, sehingga partikel koloud tidak menggumpal atau terpisah dari mediumnya.


For Grade XI Natural Science Programme 114 Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan Belajar dimulai dengan pemahaman dan satu contoh seterusnya kita dapat berpikir bagaimana contoh yang lainnya dalam kehidupan seharihari, dengan rasa ingin tahu yang tinggi kalian dapat memberikan contoh yang konkrit dalam lingkungan sekitar. Di bawah ini merupakan contoh penggunanaan koloid pelindung dalam dunia industri sebagai berikut. a. Lesitin, merupakan koloid pelindung yang menstabilkan butiranbutiran halus air di dalam margarin. b. Gelatin, merupakan koloid pelindung untuk mencegah terbentuknya kristal es dan es krim. c. Minyak silikon, digunakan untuk melindungi campuran zat warna dan oksida logam dalam cat. d. Kasein dalam susu mampu melindungi lemak atau minyak dalam medium cair. Koloid dalam emulsi disebut emulgator. 7. Koloid Liofil dan Liofob Koloid liofil dan liofob digolongkan dalam sol. Berdasarkan afinitas atau gaya tarik menarik antara partikel fasa terdispersi dengan medium pendispersinya. Sol dibedakan menjadi dua macam, yaitu sol liofil dan sol liofob. Liofil berasal dari bahasa Yunani, lyo artinya cairan dan philia yang berarti cinta. Apabila medium pendispersinya aair, disebut hidrofil. Sol liofil adalah sol yang fasa terdispersinya mempunyai afinitas besar dalam menarik medium pendispersinya. Sementara itu liofob berasal dari kata lyo artinya cairan dan phopia yang artinya takut. Sol liofob adalah sol yang fasa terdispersinya mempunyai afinitas kecil terhadap medium pendispersinya. Rasa keingin tahuan membuat kalian ingin mengetahui contoh apa saja yang dalam kehidupan sehari-hari tentang peristiwa liofil dan liofob. Memberikan/ menjelaskan contoh tentang proses sifat-sifat koloid merupakan sikap kreatif serta kemandirian pada diri sendiri. Kemajuan berpikir dapat menjadikan manusia yang lebih baik untuk dirinya dan Rasa Ingin Tahu Gambar proses dialisis darah http://watonnuliss.blogspot.co.id/2013/ 03/hemodialisa.html Dalam metabolisme tubuh, ginjal berfungsi sebagai penyaring semipermeabel. Cairan hasil metabolisme di dalam darah mengandung butir-butir darah, air, dan urea. Urea merupakan racun bagi tubuh sehingga harus dikeluarkan melalui air seni. Jika ginjal mengalami gangguan (gagal ginjal), ginjal tidak dapat menyaring darah dan mengeluarkan urea yang bersifat racun. Oleh karena itu, penderita gagal ginjal memerlukan proses “cuci darah”, yaitu proses dialisis menghilangkan urea dari darah. Oleh karena itu, sudah sepatutnyalah kita mensyukuri anugerah Tuhan YME diberikan kesehatan ginjal. Dengan begitu jagalah pola makan dengan memakan makanan yang bergizi.


For Grade XI Natural Science Programme 115 Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan Tanggung Jawab (kerjakan pada buku latihan Anda) bagi orang lain selama masih dalam kegiatan yang positif dan menguntungkan orang lain. 1. Bagaimana terjadinya gerak Brown pada sistem koloid? 2. Sebutkan contoh efek Tyndall dalam kehidupan sehari-hari! 3. Bagaimana sol Fe(OH)3 menjdi koloid bermuatan positif? 4. Sebutkan contoh sifat adsorbsi koloid dalam kehidupan sehari-hari? 5. Jelaskan perbedaan antara koloid hidrofil dan hidrofob! 6. Tuliskan faktor-faktor yang menyebabkan koagulasi pada sistem koloid, dan berikan contoh koagulasi dalam kehidupan sehari-hari! D. Penggunaan Koloid dalam Bidang Industri dan Kehidupan Sehari-hari a. Koloid di Bidang Industri Dalam kenyataannya, banyak produk industri yang diperlukan dalam kehidupan sekarang ini berupa koloid, baik sebagai bahan makanan, bahan bangunan, maupun produk-produk lain. Mengapa sistem koloid digunakan dalam produk industri ? Salah satu ciri khas koloid, yaitu partikel padat dari suatu zat dapat tersuspensi dalam zat lain, terutama dalam bentuk cairan. Hal ini merupakan dasar dari berbagai hasil industri yang dibutuhkan manusia. Kreativitas Berdasarkan penjelasan tentang sifat koloid liofil dan liofob, kerjakan pada buku latihan anda, berikan contoh peristiwa apa saja yang menggunakan sifat koloid liofil dan liofob dalam kehidupan seharihari!


For Grade XI Natural Science Programme 116 Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan Tabel Contoh aplikasi kimia koloid dalam industri No. Jenis Industri Contoh aplikasi 1 Industri makanan Keju, mentega, susu, saus salad 2 Industri kosmetika dan perawatan tubuh Krim, pasta gigi dan sabun 3 Industri cat Barbagai macam cat 4 Industri kebutuhan rumah tangga Sabun, detergen 5 Industri pertanian Pestisida dan insektisida 6 Industri farmasi Minyak ikan, penisilin untuk suntikan Penggunaan koloid juga dapat menghasilkan campuran hasil industri tanpa saling melarutkan secara homogen. Di samping itu juga bersifat stabil, sehingga dapat digunakan dalam waktu yang relatif lama. Koloid yang dapat menstabilkan hasilindustri ini dinamakan koloid pelindung. Misalnya, es krim yang ditambah gelatin. Adanya gelatin dalam es krim menyebabkan es krim tidak dapat meleleh. b. Koloid dalam Kehidupan Sehari-hari Beberapa aplikasi/fenomena sistem koloid lainnya dapat disimak berikut ini : 1. Pemutihan Gula Gula tebu yang dijual di toko atau di pasar ada yang berwarna cokelat kotor dan ada yang berwarna putih bersih. Gula tebu yang berwarna putih bersih berasal dari gula berwarna cokelat kotor yang sudah diputihkan melalui sistem koloid. Caranya adalah larutan gula yang berwarna cokelat dilewatkan dalam sistem koloid, yaitu mineral yang berpori. Setelah itu dilewatkan dalam arang tulang yang menyerap warna gula, sehingga larutan gula menjadi jernih tidak berwarna. Rasa Ingin Tahu Udara juga mengandung sistem koloid, misalnya polutan padat yang terdispersi (tercampur) dalam udara, yaitu asap dan debu. Juga air yang terdispersi dalam udara yang disebut kabut merupakan sistem koloid. Mineral-mineral yang terdispersi dalam tanah, yang dibutuhkan oleh tumbuh-tumbuhan juga merupakan koloid. Penggunanaan sabun untuk mandi dan mencuci berfungsi untuk membentuk koloid antara air dengan kotoran yang melekat (minyak). Campuran logam selenium dengan kaca lampu belakang mobil yang menghasilkan cahaya warna merah juga merupakan sistem koloid.


For Grade XI Natural Science Programme 117 Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan 2. Pengambilan Partikel Koloid Asap dan Debu dari Gas Buangan Pabrik Contoh alat yang menggunakan prinsip elektriforesis adalah pengendap cottrell. Alat ini digunakan untuk memisahkan partikel-partikel koloid seperti asap dan debu yang terkandung dalam gas buangan pabrik. Hal ini bertujuan untuk mengurangi zat-zat polusi udara, di samping dapat digunakan untuk memperoleh kembali debu berharga seperti debu arsenik oksida. 3. Pengambilan Endapan Pengotor Gas atau udara yang dialirkan ke dalam suatu proses industri sering mengandung zat-zat pengotor berupa partikel-partikel koloid. Untuk memisahkan pengotor ini, digunakan alat pengendap elektrostatik. Pada alat ini digunakan pelat logam bermuatan untuk menarik partikelpartikel koloid. 4. Pembentukan Delta di Muara Sungai Air sungai mengandung partikel-partikel koloid pasir dan tanah liat yang bermuatan negatif. Sedangkan air laut mengandung ion-ion Na+ , Mg2+, dan Ca2+ yang bermuatan positif. Ketika air sungai bertemu air laut, maka ion-ion positif dari air laut akan menetralkan muatan pasir dan tanah liat. Akibatnay, terjadi koagulasi yang membentuk suatu delta. 5. Penggumpalan Darah Darah mengandung sejumlah koloid protein yang bermuatan negatif. Jika terdapat luka kecil, maka luka tersebut dapat diobati dengan pensil stiptik atau tawas yang mengandung ionion Al3+ dan Fe3+. Ion-ion ini akan menetralkan muatan-muatan partikel koloid protein dan membantu penggumpalan darah. 6. Proses Penjernihan Air Air mengandung partikel-partikel koloid tanah liat yang bermuatan negatif. Untuk keperluan air minum, partikel-partikel koloid ini harus dipisahkan, seperti dengan penambahan tawas Al2(SO4)3. Tawas mengandung ion Al3+ akan terhidrolisis membentuk partikel koloid Al(OH)3 yang bermuatan positif. Al3+ + 3H2O → Al(OH)3 + 3H+ Al(OH)3 Akan menghilangkan muatan negatif dari partikel-partikel koloid lumpur sehingga terjadi koagulasi. Al(OH)3 Akan mengendap bersama-sama lumpur. Hal ini digunakan dalam proses pengolahan air bersih.


For Grade XI Natural Science Programme 118 Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan 7. Penyembuhan Sakit Perut yang Disebabkan Oleh Bakteri Apabila kita sakit perut yang disebabkan oleh bakteri maka dianjurkan minum oralit atau norit. Oralit atau norit dapat menyembuhkan sakit perut karena dalam usus dapat membentuk sistem koloid yang mampu mengadsorpsi bakteri, sehingga bakteri tersebut mati. E. Pembuatan Koloid Sistem koloid dapt dibuat dengan pengelompokan (agregasi) partikel larutan sejati atau menghaluskan bahan dalam bentuk kasar, kemudian diaduk dengan medium pendispersi. A. Cara Kondensasi Dengan cara kondensasi, partikel larutan sejati (molekul atau ion) bergabung menjadi partikel koloid. Cara ini dapat dilakukan dengan reaksi-reaksi kimia, seperti reaksi redoks, hidrolisis, dan dekomposisi rangkap, atau dengan pergantian pelarut. 1. Reaksi Redoks Reaksi redoks adalah reaksi yang disertai perubahan bilangan oksidasi. Contoh : Pembuatan sol belerang dari reaksi antara hidrogen sulfida (H2S) dengan belerang dioksida (SO2), yaitu dengan mengalirkan gas H2S ke dalam larutan SO2. 2H2S(g) + SO2(aq) → 2H2O(l) + 3S(koloid) Teknologi menjadi salah satu pengembangan karakter bangsa Indonesia. Melalui teknologi manusia mampu mengetahui berbagai informasi dan situasi yang terjadi di dalam maupun di luar. Peran teknologi dapat membentuk manusia yang berbudaya, karena dengan teknologi mampu menyerap berbagai pengetahuan untuk mengembangkan daya pikir yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. Salah satu teknologi di bidang kimia adalah pemanfaatan sistem koloid. Dengan demikian dihrapkan dapat mengembangkan sikap rasa ingin tahu, kerja sama, disiplin dan bertanggung jawab serta tetap bersyukur kepada Tuhan YME


For Grade XI Natural Science Programme 119 Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan Uji Coba 8. Pembuatan Mayones 2. Hidrolisis Hidrolisis adalah reaksi suatu zat dengan air. Contoh: Pembuatan sol Fe(OH)3 dari hidrolisis FeCl3. Apabila ke dalam air mendidih ditambahkan larutan FeCl3, maka akan terbentuk sol Fe(OH)3. FeCl3(aq) + 3H2O(l) → Fe(OH)3(koloid) + 3HCl(aq) 3. Reaksi Penggaraman Garam-garam yang sukar larut dapat dibuat menjadi koloid melalui reaksi pembentukan garam. Untuk menghindari pengendapan biasanya digunakan suatu zat pemecah. Contoh: AgNO3(aq) + NaCl(aq) → AgCl(s) + NaNO3(aq) 4. Pergantian Pelarut Pembuatan kalsium asetat merupakan contoh pembuatan koloid dengan cara penjenuhan larutan ke dalam larutan jenuh kalsium asetat dalam air. Penjenuhan dilakukan dengan cara menambahkan pelarut alkohol sehingga akan menghasilkan koloid yang berupa gel. Kalsium asetat bersifat mudah larut dalam air, namun sukar larut dalam alkohol. Uji coba ini bertujuan untuk membuat koloid dengan sistem koloid cair-cair (emulsi). a. Alat dan Bahan (kedisiplinan) Alat - Mangkuk kecil - Pengaduk (mixer) Bahan - Kuning telur 2 butir - Minyak sayur - Cuka botol


For Grade XI Natural Science Programme 120 Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan b. Cara Kerja (kerja sama) 1. Simpan semua bahan pada suhu kamar! 2. Masuklah kuning telur dan 10 mL cuka kedalam mangkuk! 3. Aduk sampai kuning telur menjadi lengket! 4. Masukkan sisa cuka dan aduk sampai merata! 5. Masukkan minyak sayurper tetes ke dalam kuning telur sambil terus diaduk. c. Pertanyaan Diskusi (kerja sama) 1. Dengan cara apakah pembuatan mayones yang telah anda lakukan? 2. Sebagai apakah fungsi dari kuning telur? 3. Mengapa penambahan minyak sayur harus dilakukan per tetes 4. Mengapa minyak sayur dan cuka tidak dapat bercampur? 5. Jika kuning telur dan minyak sayur disimpan di dalam lemari es, sebelum digunakan, apakah yang akan terjadi? d. Tugas Individu (gemar membaca dapat menyelesaikan tugas kalian) Buatlah laporan dari uji coba yang kalian lakukan. B. Cara Dispersi Dengan cara dispersi, partikel kasar dipecah menjadi partikel koloid. Cara dispersi dapat dilakukan secara mekanik, peptisasi, atau dengan loncatan bunga listrik (cara busur Bredig) 1. Cara Mekanik Menurut cara ini, butir-butir kasar digerus dengan lumping atau penggiling koloid sampai diperoleh tingkat kehalusan tertentu, kemudian diaduk dengan medium dispersi. Contoh, sol belerang dapat dibuat dengan menggerus serbuk belerang bersama-sama dengan suatu zat inert (seperti gula pasir), kemudian mencampur serbukk bhalus dengan air. Kerja Sama dan menghargai pendapat orang lain merupakan salah satu menghargai prestasi.


For Grade XI Natural Science Programme 121 Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan Tanggung Jawab (kerjakan pada buku latihan Anda) 2. Peptisasi Peptisasi adalah cara pembuatan koloid dari butir-butir kasar atau dari suatu endapan dengan bantuan suatu zat pemeptisasi (pemecah). Zat pemeptisasi memecahkan butir-butir kasar menjadi butir-butir koloid. Istilah peptisasi dikaitkan dengan peptonisasi, yaitu proses pemecahan protein (polipeptida) yang dikatalisis oleh enzim pepsin. Contoh, agar-agar dipeptisasi oleh air, nitroselulosa oleh aseton, karet oleh bensin, endapan NiS dipeptisasi oleh H2S, dan endapan Al(OH)3 oleh AlCl3. 3. Cara Busur Bredig Cara busur Bredig digunakan untuk membuat sol-sol logam. Logam yang akan dijadikan koloid digunakan sebagi elektrode yang dicelupkan dalam medium dispersi, kemudian diberi loncatan listrik diantara kedua ujungnya. Mula-mula atom-atom logam akan terlempar ke dalam air, lalu atom-atom tersebut mengalami kondensasi, sehingga membentuk partikel koloid. 1. Bagaimana cara pembuatan sol Fe(OH)3? 2. Bagaimana cara pembuatan koloid agar-agar? 3. Bagaimana pembuatan sol emas dengan cara busur Bredig? 4. Bagaimana cara pembuatan gel kalsium asetat? Menghargai Prestasi Setelah mempelajari Bab Sistem Koloid. Anda tentu dapat merasakan manfaatnya bukan. Apa sajakah manfaat yang Anda temukan dalam mempelajari bab sistem koloid?. Dalam mempelajari materi tentang sistem koloid, bagian mana dari materi tersebut yang paling Anda sukai? Jelaskan mengapa Anda menyukai materi tersebut? Bagian mana yang belum Anda pahami? Hal-hal apa yang membuat Anda belum paham? Tuliskan dan konsultasikan hasilnya dengan guru Anda.


For Grade XI Natural Science Programme 122 Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan F. Ringkasan Koloid adalah campuran dengan ukuran partikel berkisar antara 1 nm – 100 nm. Jadi, koloid tergolong campuran heterogen dan merupakan sistem dua fasa, yaitu fasa pendispersi (pelarut) dan fasa terdispersi (terlarut). Sistem koloid dapat dikelompokkan menjadi delapan kelompok berdasarkan pada jenis fasa terdispersi dan fasa pendispersinya, yaitu aerosol, sol, sol padat, aerosol, emulsi, emulsi padat, buih, dan buih padat. Macam-macam sifat koloid adalah efek Tyndall, gerak Brown, muatan koloid, koloid pelindung, dan dialisis. Efek Tyndall adalah penghamburan berkas cahaya oleh partikel-partikel koloid. Gerak Brown adalah gerak partikel koloid yang terus-menerus dengan gerakan patahpatah (gerak zig-zag). Koloid pelindung terjadi apabila ada penambahan koloid lain untuk menstabilkan suatu koloid. Koloid liofil terjadi apabila terdapat gaya tarik-menarik yang cukup besar antara zat terdispersi dengan mediumnya. Koloid liofob terjadi apabila gaya tarik-menarik antara zat terdispersi dengan mediumnya cukup lemah. Pembuatan koloid dengan cara kondensasi, yaitu partikel larutan sejati (molekul atau ion) bergabung menjadi partikel koloid. Pembuatan koloid dengan cara dispersi, yaitu partikel kasar dipecah menjadi partikel koloid.


For Grade XI Natural Science Programme 123 Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan I. Uji Kompetensi A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat. 1. Sistem berikut yang merupakan sistem dispersi koloid adalah .... A. bensin D. air garam B. kanji E. sirup C. air soda Alasan:_________________________________________________________ 2. Darah merupakan sistem dispersi koloid dari .... A. zat pada dalam cair D. gas dalam zat air B. zat cair dalam zat cair E. gas dan padat dalam zat cair C. zat cair dalam zat padat Alasan:_________________________________________________________ 3. Asap merupakan sistem dispersi koloid yang terjadi antara .... A. gas dalam zat padat D. zat cair dalam padat B. zat cair dalam gas E. zat padat dalam zat cair C. zat padat dalam gas Alasan:_________________________________________________________ 4. Sistem dispersi berikut yang medium pendispersinya gasdan zat terdispersinya cair adalah .... A. asap D. batu apung B. kabut E. kaca berwarna C. busa detergen Alasan:_________________________________________________________ 5. Asap, susu, agar-agar dan larutan Fe(OH)3 berturut-turut merupakan contoh dari .... A. gel, sol, aerosol, emulsi D. aerosol, emulsi, sol, gel B. emulsi, aerosol, gel, sol E. Sol, emulsi, gel, aerosol C. aerosol, emulsi, gel, sol Alasan:_________________________________________________________ 6. Sistem dispersi koloid umumnya sukar mengendap (terpisah) oleh pengaruh gravitasi bumi. Hal ini disebabkan oleh .... A. adanya efek Tyndall D. bermuatan listrik B. adanya gerak Brown E. koloid dapat terkoagulasi C. adanya zat pendispersi Alasan:_________________________________________________________


For Grade XI Natural Science Programme 124 Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan 7. Proses elektroforesis pada sistem dispersi koloid dapat terjadi akibat partikal koloid.... A. mengadsorpsi muatan listrik B. bergerak oleh medan listrik C. mengalami pelucutan muatan D. ukurannya sangat kecil E. tidak stabil dengan adanya muatan Alasan:_________________________________________________________ 8. Faktor-faktor berikut yang tidak menyebabkan terjadinya koagulasi pada koloid adalah .... A. pemanasan D. pengadukan B. pendinginan E. penambahan elektrolit C. adsorpsi Alasan:_________________________________________________________ 9. Sabun merupakan emulgulator yang baik untuk campuran minyak dan air, sebab sabun .... A. merupakan koloid liofob B. merupakan koloid liofil C. mempunyai ujung liofob dan liofil D. bercampur homogen dengan minyak dan air E. merupakan senyawa polar yang bisa menarik minyak Alasan:_________________________________________________________ 10. Pembuatan koloid dengan mengubah molekul-molekul atau ion-ion menjadi partikel koloid disebut cara .... A. dispersi D. ionisasi B. kondensasi E. peptisasi C. koagulasi Alasan:_________________________________________________________ 11. Pergerakan partikel koloid oleh karena pengaruh medan listrik disebut peristiwa .... A. elektrolisis D. elektrodialisis B. elektroforesis E. koagulasi C. adsorpsi Alasan:_________________________________________________________ 12. Proses penjernihan airdari air keruh dengan menambahkan tawas merupakan proses .... A. koagulasi dengan penambahan elektrolit B. peptisasi dengan penambahan elektrolit


For Grade XI Natural Science Programme 125 Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan C. dialisis dengan penambahan pelarut D. elektroforesis dengan menggunakan elektrolit E. koagulasi dengan penambahan koloid pelindung Alasan:_________________________________________________________ 13. Berikut ini fenomena sehari-hari yang menunjukkan sifat koloid: (1) proses cuci darah (2) pemberian tawas pada pengolahan air (3) penyaringan debu pabrik (4) pembentukan delta di muara sungai (5) penjernihan air Sifat elektroforesis koloid ditunjukan oleh nomor .... A. (1) D. (4) B. (2) E. (5) C. (3) Alasan:_________________________________________________________ 14. Mentega merupakan salah satu jenis koloid yang terdiri dari fase terdispersi dan medium pendispersi berturut-turut adalah .... A. cair dan padat D. gas dan cair B. padat dan cair E. gas dan padat C. cair dan cair Alasan:_________________________________________________________ 15. Proses berikut ini yang berkaitan dengan sifat koloid yang akan mengendap (terkoagulasi) akibat adanya muatan listrik adalah .... A. efek Tyndall D. gerak Brown B. elektroforesis E. pengendap Cotrell C. dialisis Alasan:_________________________________________________________ 16. As2S3 adalah koloid hidrofob yang bermuatan negatif. Larutan 0,1 M di bawah ini yang paling baik untuk mengkoagulasikan koloid tersebut adalah .... A. natrium sulfat D. kalium fosfat B. kalsium klorida E. aluminium klorida C. barium nitrat Alasan:_________________________________________________________


For Grade XI Natural Science Programme 126 Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan 17. Sistem koloid yang dibuat dengan mendispersikan zat padat ke dalam gas disebut .... A. sol D. emulsi B. buih E. gel C. aerosol padat Alasan:_________________________________________________________ 18. Proses pembuatan koloid dari partikel besar menggunakan zat pemecah disebut dengan .... A. kondensasi D. peptisasi B. busur Bredig E. dispersi langsung C. elektrolisis Alasan:_________________________________________________________ 19. Fase terdispersi dan medium pendispersi dari aerosol adalah .... A. gas – cair D. cair - padat B. cair – cair E. cair - gas C. gas – gas Alasan:_________________________________________________________ 20. Keju, susu kabut dan agar-agar berturut-turut merupakan contoh dari sitem koloid .... A. emulsi, padat, emulsi, aerosol dan gel B. emulsi, emulsi padat, aerosol dan gel C. gel, emulsi, emulsi padat dan aerosol D. sol, emulsi, aerosol dan gel E. emulsi, sol, aerosol dan gel Alasan:_________________________________________________________


For Grade XI Natural Science Programme 127 Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan DAFTAR PUSTAKA Brady, J.E. 1990. General Chemistry Principle and Structure.New York: John Willey & Sons, Inc. Lukman, C. et al (Ed). 1995 . Oxford Ensiklopedi Pelajar. Jakarta Widyadara. Pettruci, Ralph H 1992 Kimia Dasar Prinsip dan Tetapan Modern Terjemahan Suminar Jakarta : Erlangga Wilson, Mitchell.1990 Energi Terjemahan Budi Sudarsono Jakarta : Tira Pustaka. Morris, Jane .1991 GCSE Chesmitry London : Collins Education. Sutarsa, Tatan get.al.1994 Kimia 2. Cetakan Pertama Jakarta: Yudhistira. Sudarmo, U. 2014. Kimia untuk SMA/MA Kelas XI (Kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam). Surakarta: Erlangga


For Grade XI Natural Science Programme 128 Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan GLOSARIUM Adsorpsi: proses penyerapan pada permukaan suatu materi. Amfoter: zat yang memiliki kemampuan untuk bertindak sebagai asam dan basa. Asam (Arrhenius): zat yang dalam air dapat melepaskan ion hidrogen (H+ ). Asam (Bronstes-Lowry): senyawa yang dapat memberikan proton (H). Asam (Lewis): partikel (ion atau molekul) yang dapat menerima pasangan elektron. Asam diprotik: senyawa asam yang dapat melepaskan dua ion H+ . Asam triprotik: senyawa asam yang dapat melepaskan tiga ion H+ . Basa (Arrhenius): zat yang dalam air dapat melepaskan ion OH. Basa (Bronstes-Lowry): senyawa yang dapat menerima proton (H). Basa (Lewis): partikel (ion atau molekul) yang dapat memberi pasangan elektron. Basa monohidroksi: senyawa basa yang dapat melepaskan satu ion OH. Basa polihidroksi: senyawa basa yang dapat melepaskan lebih dari satu ion OH. elektronelektron dalam atom. Brown, gerak: gerakan partikel koloid yang berliku-liku (zig-zag). Buih: jenis koloid dengan fase terdispersinya gas, ada dua jenis buih, yaitu buih padat dan buih cair.


For Grade XI Natural Science Programme 129 Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan Dispersi: sistem pembuatan koloid berdasarkan penghalusan bahan kasar kemudian mendispersikan ke dalam medium pendispersi. Dualisme partikel: sifat yang dimiliki partikel, yaitu dapat bersifat sebagai gelombang memenuhi persamaan E = h??, dan bersifat sebagai partikel memenuhi persamaan E = mc2 Elektroforesis: pergerakan partikel koloid dalam medan listrik. Emulsi: jenis koloid dengan fase terdispersinya cair, ada tiga jenis emulsi, yaitu emulsi padat, emulsi cair, dan emulsi gas.


For Grade XI Natural Science Programme 130 Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan Koloid: campuran heterogen antara dua zat atau lebih di mana partikel-partikel zat yang berukuran koloid, tersebar merata dalam zat lain. Koloid liofil: koloid yang fase terdispersinya mempunyai afinitas besar atau mudah menarik medium pendsipersinya Koloid liofob: koloid yang fase terdi spersinya mempunyai afinitas kecil atau menolak medium pendispersinya. Kondensasi: sistem pembuatan koloid berdasarkan pengelompokan (agegasi) partikel larutan sejati. Kuotion reaksi: hasil kali kemolaran awal dari ion-ion dalam larutan dengan asumsi larutan terionisasi. Lakmus: salah satu indikator asam basa. Larutan penyangga (buffer): larutan yang dapat mempertahankan pH pada kisarannya jika ada upaya untuk menaikan atau menurunkan pH.


For Grade XI Natural Science Programme 131 Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan Molaritas: perbandingan antara jumlah mol zat terlarut dengan volume larutan dalam liter. Persamaan Arrhenius: persamaan yang menyatakan hubungan antara energi aktivasi dengan tetapan kecepatan reaksi. pH: suatu zat yang diperoleh dari hasil negatif logaritma 10 dari kemolaran ion H+.


For Grade XI Natural Science Programme 132 Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan Sol: jenis koloid yang fase terdispersinya padat, ada tiga jenis sol, yaitu sol padat (pendispersinya padat), sol cair (pendispersinya cair), dan sol gas (pendispersinya gas). Titrasi asam basa: analisis kuantitatif untuk menentukan kemolaran larutan asam atau basa. Trayek indikator: perubahan warna larutan indikator pada ren


Click to View FlipBook Version