. MSi
i FEBRA ROBIYANTO, SE., M.Si., Akt. MANAJEMEN KEUANGAN INTERNASIONAL
ii MANAJEMEN KEUANGAN INTERNASIONAL FEBRA ROBIYANTO, SE., M.Si., Akt. Dosen Tetap Fakultas Ekonomi Universitas Muria Kudus 88 hlm + iv; 14,5 cm Bibliografi : hlm. 86 – 88 Penerbit : Referensi Akademik “ STUDI NUSA” Cetakan I, 2003 Dicetak oleh PeTRAYA Offset, Semarang ISBN : 979-97534-3-0 UNDANG-UNDANG HAK CIPTA NO. 7 TAHUN 1987 Pasal 44 (1) Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan atau memperbanyak suatu ciptaan atau memberi izin untuk itu, dipidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah). (2) Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 50.000.000,-
iii KATA PENGANTAR Segala puji bagi Allah SWT, karena hanya atas limpahan berkat dan rahmat-Nya buku ini dapat diterbitkan. Buku yang diberi judul “Manajemen Keuangan Internasional” ini disusun guna memberikan uraian mengenai lingkup keuangan dan bisnis internasional serta aspek-aspek yang mempengaruhinya. Bagaimana manajer keuangan harus memahami mengenai apa bisnis internasional itu dan mengukur apakah pemanfaatan pasar luar negeri lebih menguntungkan, dengan memperhitungkan seperti: inflasi, suku bunga, dan pergerakan nilai tukar. Tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada sahabatsahabatku (Bayu Hendrawan, S.Kom. MT; Boris Kurniadi, ST. MT; Ariseno Kukuh, SE. Akt; Hadi Joko, ST) yang selalu memberikan dukungan dan semangat kepada saya dalam bekerja dan berkarya. Akhir kata, semoga buku ini memberikan kemudahan dalam mempelajari manajemen keuangan internasional karena ulasannya yang cukup ringkas namun padat. Semarang, Juni 2003 Penyusun
iv DAFTAR ISI Kata Pengantar......................................................... iii Daftar Isi.................................................................. iv 1. Pengantar Manajemen Keuangan Internasional............ 1 2. Arus Dana Internasional ............................................ 10 3. Pasar Keuangan Internasional .................................... 20 4. Penangkalan Fluktuasi Valas....................................... 37 5. Inflasi....................................................................... 52 6. Akuntansi Inflasi dan Kinerja Manajemen .................... 57 7. Ekspor Impor............................................................ 71 Daftar Pustaka .......................................................... 86
Manajemen Keuangan Internasional 1 BAB I PENGANTAR MANAJEMEN KEUANGAN INTERNASIONAL Pemahaman Manajemen Keuangan Internasional Manajemen keuangan internasional adalah suatu pemahaman manajemen keuangan dalam lingkup lingkungan keuangan internasional. Sedangkan manajemen keuangan sendiri mengandung pengertian suatu kegiatan yang meliputi perencanaan, pengarahan dan pengendalian dalam rangka perolehan dan penggunaan dana seefisien dan seefektif mungkin untuk tercapainya tujuan meningkatkan nilai perusahaan. Pemahaman atas manajemen keuangan internasional ini sangat berguna bagi : ❖ Perusahaan Multinasional yang memliki banyak anak perusahaan di negara asing yang tentu saja sangat dipengaruhi oleh situasi dan kondisi negara yang didatangi serta perlunya pengetahuan mengenai pesaing domestik mereka. ❖ Perusahaan-perusahaan kecil yang melakukan perdagangan internasional. Yaitu yang memanfaatkan kegiatan ekspor impor dalam rangka penjualan produknya maupun dalam memperoleh bahan baku dengan cara memanfaatkan pasar asing yang lebih menguntungkan. ❖ Perusahaan-perusahaan yang tidak ingin terlibat dalam perdagangan internasional. Mereka perlu memahami bagaimana pesaing-pesaing asingnya dipengaruhi oleh pergerakan nilai tukar, suku bunga luar negeri, biaya tenaga kerja, dan inflasi dalam penentuan biaya produksi dan penentuan harga produk.
2 Febra Robiyanto, SE., M.Si., Akt. Gambaran Lingkungan Manajemen Keuangan Internasional Sejarah/Alasan Awal MNC (Multinational Coorporation) Sejarah mengapa negara-negara melakukan bisnis internasional adalah : ❖ Perusahaan-perusahaan Eropa : karena dipermudah oleh kedekatan mereka dengan berbagai pasar asing. ❖ Perusahaan-perusahaan Jepang : menggunakan pasar luar negeri untuk mendorong pertumbuhan / menambah hubungan bisnis dengan perusahaan-perusahaan asing guna mempercanggih teknologi mereka. PASAR VALUTA PASAR INDUK PASAR KEUANGAN INTERNASIONAL PERUSAHAAN MULTINASIONAL / MULTINATIONAL COOPERATION Anak Perusahaan Internasional
Manajemen Keuangan Internasional 3 ❖ Negara-negara lain (termasuk Indonesia) : memanfaatkan strategi ini untuk mempertahankan daya saing global mereka. Tujuan MNC Tujuan umum dari MNC adalah memaksimalkan kekayaan pemegang saham. Setiap kebijakan yang diambil tidak hanya mempertimbangkan laba potensial saja tetapi perlu mempertimbangkan resiko-resikonya, juga bagaimana kontribusinya pada tujuan memaksimalkan kekayaan pemegang saham. Sebagai contoh, sebuah perusahaan multinasional mencoba menanamkan investasinya dengan membuka anak perusahaannya di negara asing. Manajemen berusaha untuk mengestimasi biaya (dengan memperhitungkan kompetitif harga) dan keuntungan proyek atas investasi ini. Hasilnya proyek layak dilaksanakan. Namun di sini manajer tidak memperhitungkan bahwa setiap keuntungan yang akan dipulangkan ke perusahaan induk dikenakan pajak yang sangat tinggi, belum lagi banyaknya praktek pungutan liar di negara itu yang pasti ikut membengkakkan biaya. Sehingga apabila dikaji kembali, keuntungan yang dipulangkan ke perusahaan induk sangatlah kecil dibanding dengan investasinya, sehingga proyek harus ditangguhkan. Konflik Yang Menghalangi Pencapaian Tujuan MNC Konflik kepentingan antara pemegang saham perusahaan dengan manajer-manajernya dinamakan agency problem. Konflik ini terjadi karena kebijakan yang diambil manajemen anak perusahaan tidak selaras dengan tujuan memaksimalkan laba perusahaan. Perusahaan multinasional akan dihadapkan pada agency problem yang lebih besar daripada perusahaan domestik. Hal ini disebabkan oleh (1) sulitnya memonitor manajer-manajer anak perusahaan karena letaknya yang jauh, (2) perbedaan budaya dengan negara tamu
4 Febra Robiyanto, SE., M.Si., Akt. membuat keputusan yang bertentangan, (3) ukuran perusahaan multinasional yang lebih besar menimbulkan agency problem yang lebih besar pula. Sebagai contoh adanya agency problem, sebuah perusahaan multinasional AS yang telah mempunyai pabrik keramik di Indonesia, ingin mendirikan lagi sebuah pabrik untuk produksi gelas karena dirasa bisa unggul dari pesaing domestik mereka. Dalam penentuan lokasi pabrik, manajer mereka di Indonesia mendapat suatu lokasi yang didasarkan pada keindahan alam lokasi tersebut. Tetapi karena letaknya yang jauh dari pasar, sehingga menimbulkan lebih banyak biaya transportasi dan resiko kerusakan barang. Manajemen anak perusahaan tetap mempertahankan lokasi ini, selain alasan indahnya alam lokasi juga didasarkan jauhnya lokasi pabrik dari pemukiman penduduk. Manajemen anak perusahaan mempunyai tujuan jangka panjang perusahaan dalam kepedulian terhadap dampak lingkungan. Keputusan ini menimbulkan biaya yang besar sehingga tujuan untuk memaksimalkan kekayaan pemegang saham terabaikan. Biaya yang terjadi akibat konflik kepentingan ini disebut agency cost. Besarnya agency cost ini bervariasi sesuai dengan gaya manajemen perusahaan multinasional. Gaya Manajemen MNC Secara umum gaya manajemen MNC terbagi menjadi tiga macam gaya yang mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Ketiga macam gaya manajemen tersebut : 1. Manajemen keuangan terpusat (sentralisasi). Dalam gaya manajemen ini, setiap kebijakan diputuskan dari pusat sehingga agency cost dapat ditekan. Namun kebijakan yang diambil terkadang kurang sesuai dengan kondisi dari negara tamu karena kurangnya pemahaman manajer pusat akan hal ini.
Manajemen Keuangan Internasional 5 2. Manajemen keuangan disentralisasi. Memungkinkan manajer mempunyai kekuasaan penuh dalam pengambilan keputusan. Kebijakan yang diambil akan lebih sesuai dengan karakteristik keuangan anak perusahaan karena pemahaman manajer anak perusahaan akan hal tersebut. Namun terkadang kebijakan ini kurang selaras dengan tujuan untuk memaksimalkan kekayaan pemegang saham. 3. Manajemen keuangan gabungan. Merupakan gabungan kedua gaya manajemen di atas. Manajer keuangan anak perusahaan berhak mengambil keputusan keuangan untuk operasi mereka sendiri, namun setiap keputusan yang diambil tetap dimonitor oleh manajer pusat agar tetap selaras dengan tujuan memaksimalkan kekayaan pemegang saham Kendala-Kendala Yang Dihadapi MNC Dalam rangka pencapaian tujuan memaksimalkan kekayaan pemegang saham, manajemen dihadapkan pada kedala-kendala yang dapat diklasifikasikan ke dalam kendala lingkungan, kendala regulatori, dan kendala etika. Kendala Lingkungan Tiap negara memiliki karakteristik lingkungannya sendiri yang unik. Sebagai contoh : negaranegara di Eropa sangat keras dalam menerapkan undangundang anti polusi sehingga untuk mendapatkan ijin usaha harus benar-benar diperhatikan mengenai pembuangan limbah dan perangkat-perangkat pengendali polusinya. Kendala Regulatori. Tiap negara memiliki karakteristik regulatori sendiri yang unik menyangkut pajak, aturan-aturan konversi valuta, arus kas anak perusahaan. Kendala Etika. Tidak ada standar etika bisnis yang seragam dan berlaku bagi semua negara. Sebagai contoh, adanya perlakuan khusus pajak dan praktek biaya siluman baik dilegalisasi maupun yang tidak, membuat dilema manajer perusahaan AS yang menginvestasikan modalnya pada negara tamu. Bila
6 Febra Robiyanto, SE., M.Si., Akt. mengikuti aturan yang sehat justru menimbulkan biaya yang jauh lebih besar sehingga kesulitan untuk mendapatkan kompetitif harga. Namun bila mengikuti iklim yang ada akan mendapat reputasi yang buruk dari negara-negara yang menentang praktek seperti ini. Teori-Teori Bisnis Internasional Ada tiga teori umum untuk menjelaskan mengapa banyak perusahaan yang terlibat dalam bisnis internasional, yaitu : 1. Teori Keunggulan Komparatif Klasik. Teori yang menyatakan bahwa masing-masing negara memiliki keunggulan untuk berspesialisasi dalam produk-produk yang bisa diproduksi dengan biaya yang relatif efisien. Contohnya : komputer banyak dihasilkan oleh Jepang dan AS (Amerika Serikat) karena keunggulan mereka di bidang teknologi; produsen produk pertanian dan kerajinan banyak terdapat di Meksiko, Jamaika dan Korea Selatan karena keunggulan akan murahnya upah buruh di negara ini. Sehingga lebih menguntungkan memanfaatkan pasar asing untuk memenuhi kebutuhan. 2. Teori Pasar Tidak Sempurna. Teori yang menyatakan bahwa karena adanya biaya dari transfer tenaga kerja dan sumber daya lain bagi tujuan produksi, perusahaan mungkin berupaya menggunakan faktor-faktor produksi luar negeri jika faktor-faktor ini lebih murah daripada faktor-faktor lokal. 3. Teori Siklus Produk. Teori yang menyatakan bahwa sebuah perusahaan pada awalnya berusaha memantapkan dirinya dalam pasar lokal dan kemudian berekspansi ke pasar luar negeri sebagai reaksi terhadap permintaan asing atas produk-produknya.
Manajemen Keuangan Internasional 7 Gambaran Siklus Hidup Produk Internasional Faktor-Faktor Pendorong Globalisasi Perekonomian sebagian besar negara semakin terglobasasi sejalan dengan banyaknya perusahaan yang terlibat dalam perdagangan dan investasi internasional. Faktor-faktor pendorong globalisasi ini adalah : 1. Penurunan tarif dan hambatan lain yang dikenakan oleh negara tamu 2. Meningkatnya standardisasi produk dan jasa di berbagai negara 3. Trend ke arah kebebasan berusaha (free enterprise), di mana beberapa pemerintah menjual badan-badan usaha milik negara kepada pihak swata (swastanisasi). Di sini 1 Munculnya kebutuhan akan produk tertentu di negara asal 2 Pembentukan perusahaan untuk memproduksi produk tersebut dan melayani pasar negara asal 3 Pasar-pasar luar negeri mulai tertarik akan produk perusahaan, kemudian mengajukan permintaan 4 Perusahaan mengekspor produk ke pasar-pasar luar negeri 5 Perusahaanperusahaan pesaing dalam pasar luar negeri berupaya menjiplak produk tersebut dan masuk pasar 6 Perusahaan mendirikan anak perusahaan di luar negeri untuk mengurangi biaya transportasi dan memanfaatkan kesempatan penghematan biaya yang lain 7 Perusahaan terus ditantang pesaing2nya dan merancang strategi2 untuk mempertahankan atau meningkatkan pangsa pasar 8b Bisnis luar negeri perusahaan meluas secara geografis dan/ke dalam produk-produk lain 8a Bisnis luar negeri perusahaan berkurang sejalan dengan hilangnya daya saing
8 Febra Robiyanto, SE., M.Si., Akt. berarti perusahaan-perusahaan asing dapat mengakuisisi badan usaha yang dijual oleh pemerintah. Swastanisasi ini tujuan dasarnya adalah meningkatnya nilai saham perusahaan akibat dari membaiknya efisiensi manajerial karena berkurangnya konsekuensi-konsekuensi sosial dan ekonomi dari setiap keputusan bisnis. Motif-motif swatanisasi berbeda untuk setiap negara. Di Chile, swastanisasi dilakukan untuk mencegah sejumlah kecil investor mengendalikan semua saham. Di Perancis, untuk mencegah terjadi kembalinya nasionalisasi ekonomi. Di Inggris, dilakukan untuk menyebarkan kepemilikan saham ke banyak investor, agar banyak pihak yang terlibat langsung dalam keberhasilan industri Inggris. Di beberapa negara berkembang, tujuannya menjadi bergeser, yaitu untuk mengurangi defisit anggaran belanja mereka. Metode-Metode Bisnis Internasional Ada beberapa metode yang bisa digunakan perusahaan untuk melakukan bisnis internasional. Metode-metode yang umum digunakan adalah : 1. Perdagangan Internasional Suatu pendekatan konservatif yang digunakan perusahaan untuk mempenetrasi pasar luar negeri (dengan mengekspor) atau untuk mendapatkan bahan baku berharga murah (dengan mengimpor). 2. Licensing Suatu kesepakatan di mana perusahaan lokal di sebuah negara tamu memproduksi barang-barang sesuai dengan spesifikasi dari perusahaan pemberi lisensi; setelah barang terjual, perusahaan lokal mengambil sebagian laba. 3. Waralaba Kesepakatan di mana sebuah perusahaan menyediakan strategi penjualan atau pelayanan tertentu, bantuan, dan mungkin investasi awal kepada kepada franchise dengan imbalan fee secara periodik.
Manajemen Keuangan Internasional 9 4. Usaha Patungan Usaha antara dua perusahaan atau lebih yang saling berbagi tanggung jawab dan laba. 5. Akuisisi Perusahaan Asing Merupakan salah satu cara untuk memasuki pasar asing yang memungkinkan sebuah perusahaan mengendalikan bisnis luar negerinya secara penuh, dan mendapatkan pangsa pasar dalam jumlah besar secara cepat. 6. Pembentukan Anak Perusahaan Baru di Luar Negeri Memasuki pasar asing dengan membentuk anak perusahaan di negara lain untuk memproduksi dan menjual hasil produksinya. TINJAUAN AWAL BAB-BAB BERIKUTNYA Bab-bab berikutnya akan menjelaskan mengenai arus dana internasional (pembayaran internasional dan neraca pembayaran), pasar keuangan internasional, penangkalan fluktuasi valuta asing, inflasi, pengaruh inflasi terhadap laporan keuangan dan kinerja manajemen, dan ekspor impor.
10 Febra Robiyanto, SE., M.Si., Akt. BAB II ARUS DANA INTERNASIONAL PEMBAYARAN INTERNASIONAL Pengertian Pembayaran Internasional Pembayaran internasional adalah penyelesaian mengenai hak dan kewajiban yang timbul sebagai akibat adanya kegiatan dalam hubungan internasional. Dalam melakukan penyelesaian pembayaran tersebut terdapat kemungkinan adanya pertukaran mata uang suatu negara dengan mata uang negara lain. Pertukaran mata uang antar negara menuntut adanya angka perbandingan antara nilai mata uang suatu negara dengan negara lain. Angka perbandingan nilai mata uang suatu negara dengan negara yang lain disebut kurs (exchange rate). Kurs akan berubah sepadan dengan perubahan permintaan dan penawaran terhadap mata uang asing. Cara-Cara Pembayaran Internasional Pembayaran internasional bisa dilakukan dengan berbagai cara (a) tunai (b) cable order (c) wesel (d) letter of credit (L/C) : a. Pembayaran tunai (kontan). Pembayaran tunai ini dilakukan dengan menggunakan mata uang asing atau mata uang dalam negeri, sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak. b. Pembayaran dengan transfer telegram (cable order). Cara ini dilakukan oleh sebuah bank di dalam negeri kepada langganannya di luar negeri melalui transfer rekening deposito. Berupa cek yang diteruskan melalui telegram. c. Pembayaran dengan wesel (bill of exchange). Wesel berupa surat perintah untuk membayar pada saat tertentu sebesar nilai yang tercantum dalam wesel. Wesel dapat bertindak sebagai pembayaran hutang atau penagihan piutang. d. Letter of Credit Letter of credit dapat diartikan sebagaimana tertulis berikut ini yang diterbitkan oleh Issuing Bank atas permintaan Applicant untuk :
Manajemen Keuangan Internasional 11 1). Melakukan pembayaran kepada Beneficiary atau mengaksep dan membayar wesel-wesel yang ditarik oleh Beneficiary. 2). Memberi kuasa kepada bank lain untuk melakukan pembayaran tersebut atau mengaksep dan membayar wesel. 3). Memberi kuasa kepada bank lain untuk menegosiasi/mengambil alih atas penyerahan dokumen yang ditetapkan, asal persyaratan dan kondisi dari L/C dipenuhi oleh ybs. (UCPDC Publication no. 500/1993 pasal 2). L/C merupakan sarana pengamanan dalam pembayaran transaksi perdagangan Luar Negeri. L/C merupakan sarana yang menjembatani kepentingan semua pihak yang involve di dalamnya. Jenis-Jenis Letter of Credit 1). Revocable L/C. Suatu L/C yang dapat dirubah atau dibatalkan sewaktu-waktu oleh Issuing Bank. Sifatnya tidak mengikat pihak manapun, sehingga L/C ini mengandung resiko. Dalam Form 2.1. L/C ini menunjukkan sifatnya yang Revocable dari kalimat : “This advice is subject to revocation or modification, with or without a notice to you, at any time before or after presentation to us of the drafts and documents.” (Advis ini dapat dicabut atau diubah, dengan atau tanpa pemberitahuan terlebih dahulu pada Saudara setiap saat, sebelum atau setelah penyerahan weselwesel dan dokumen-dokumen yang bersangkutan pada kami). Untuk mengetahui macam L/C tersebut, di dalam L/C tercantum kalimat yang berbunyi “We open our revocable Letter of Credit”.
12 Febra Robiyanto, SE., M.Si., Akt. 2). Irrevocable L/C. Suatu L/C yang tidak dapat dibatalkan atau dirubah secara sepihak dan harus mendapatkan persetujuan kedua belah pihak. Pada dasarnya bagi pihak importir tidak menginginkan persyaratan demikian, karena apabila sewaktu-waktu ada perubahan harga turun, sehingga dapat merugikan pihak Importir. Untuk pihak Eksportir ini merupakan kekuatan hukum dalam transaksi dagang. Dalam Form 2.2. tercantum kalimat yang menunjukkan bahwa L/C ini adalah Irrevocable L/C adalah sebagai berikut : “We hereby agree with the drawers, endorsers and bonafide holders of drafts drawn under and in compliance with the terms of this credit, that the same shall be honored upon presentation and delivery of documents as specified above to the drawee if drawn and negotiated on or before .... (date)” (Dengan ini kami setuju dengan para penarik, pengendorse dan pemegang yang sah atas wesel yang ditarik atas dan sesuai dengan syarat-syarat L/C ini, bahwa wesel tersebut dibayar atas adanya penjualan dan penyerahan dokumen-dokumen sebagaimana diwajibkan di atas kepada si tertarik bilamana ditarik dan di negosiasi pada atau sebelum .... (tanggal ....). Dalam L/C ada kalimat sebagai berikut : “We herby issue our Irrevocable Credit”. 3). Irrevocale Confirmed L/C. Pihak yang terlibat dalam L/C ini adalah Applicant, Issuing, Beneficiary, Advising Bank dan Confirming Bank yang mengikatkan diri untuk turut menjamin dibayarnya suatu L/C tersebut sesuai dengan syaratsyarat L/C yang ditetapkan. Dalam form 2.3. ini menunjukkan sifat Irrevocable Confirmed L/C seperti kalimat di bawah ini :
Manajemen Keuangan Internasional 13 “We confirm the credit and hereby undertake that all draft drawn and presented as above specified will be duly honored.” (Kami memberi konfirmasi atas L/C tersebut dan dengan ini berjanji bahwa semua wesel yang ditarik dan diajukan sebagaimana diuraikan di atas akan dibayar pada waktunya). 4. Sight L/C. L/C yang mengandung syarat bahwa pembayaran kepada Beneficiary dapat dilakukan pada saat beneficiary mempresentasi dokumen kepada Bank, asal semua syarat dan ketentuan L/C dapat dipenuhi. 5. Usance L/C (Acceptance Credit). L/C yang mengandung syarat penyerahan Wesel Berjangka (Usance Draft), di samping penyerahan dokumen yang disyaratkan dalam L/C. Pembayaran wesel berjangka ini dilakukan oleh Tertarik (Importir), pada saat due date (jatuh tempo). 6). Standby L/C. L/C yang berfungsi sebagai jaminan bank, di mana Bank Pembuka L/C atas permintaan Importir/ nasabahnya, akan membayar kepada Beneficiary apabila nasabah tersebut wanprestasi atas perjanjian yang telah disepakati bersama. 7). Restricted L/C. L/C yang menunjuk sebuah Bank tertentu untuk melakukan pembayaran. 8). Unrestricted L/C. Disebut juga General L/C yang tidak menunjuk bank tertentu untuk dapat melakkan Pembayaran ataupun negosiasinya, artinya bahwa Negosiasi dapat dilakukan
14 Febra Robiyanto, SE., M.Si., Akt. oleh bank lain/mana saja yang ditunjuk oleh beneficiary. Biasanya dalam L/C tercantum bunyi kalimat sbb : “We hereby issue irrevacable credit with is available with any bank by negotiation” atau “Negotiation under this credit is not restricted to yourselves.” (Advising Bank). 9). Bridge L/C. L/C Master yang di back up L/C lain dengan pelabuhan bongkar/port destination berbeda (B/L dapat dua atau lebih). 10). Back to Back L/C. L/C yang diterbitkan berupa Master L/C yang di back up oleh L/C lain, namun B/L nya hanya satu. Atau : L/C yang diterbitkan oleh suatu bank atas permintaan nasabahnya atas dasar L/C yang diterimanya di mana nasabah tersebut adalah sebagai Beneficiary (Master L/C atau L/C Induk). Nilai Kurs Valuta Asing Kurs mata uang asing di Indonesia dibedakan menjadi (1) kurs beli dan (2) kurs jual. Kurs beli adalah angka perbandingan nilai tukar antara uang asing dengan uang rupiah pada saat bank membeli uang asing dari masyarakat. Kurs jual adalah angka perbandingan nilai tukar uang asing dengan uang rupiah pada saat bank menjual uang asing kepada masyarakat. Kurs valuta asing dapat berubah-ubah setiap waktu. Faktorfaktor yang mempengaruhi perubahan kurs valuta asing adalah : a. Perubahan citrarasa terhadap barang dari luar negeri. b. Perubahan harga barang-barang ekspor. c. Inflasi yang terjadi meningkatkan nilai barang impor. d. Perubahan suku bunga dan tingkat pengembalian investasi dapat merubah nilai mata uang. e. Perkembangan ekonomi berpengaruh pada kurs valuta asing.
Manajemen Keuangan Internasional 15 Tempat melaksanakan jual beli valuta asing (Bank LIPPO, Bank Niaga , PT Supit, dll) disebut Bursa Valuta Asing. Sedang valuta asing adalah mata uang negara-negara lain yang dapat digunakan untuk membeli barang-barang dan jasa dari berbagai negara. Alat-alat pembayaran luar negeri (valuta asing atau devisa) dibedakan menjadi : a. Devisa Umum, adalah jenis devisa dari hasil ekspor. b. Devisa Kredit, adalah devisa yang berasal dari bantuan, sumbangan, dan pemberian kredit luar negeri. Kurs devisa umum ditentukan oleh adanya perubahan permintaan dan penawaran uang asing. Sedangkan kurs devisa kredit ditentukan oleh pemerintah. Bursa valuta asing memiliki fungsi : a. Menstransfer daya beli. b. Merealisasi pemberian kredit bagi perdagangan luar negeri. c. Memberi fasilitas-fasilitas bagi pembatasan resiko valuta asing. Penetapan Nilai Kurs Valuta Asing Penetapan kurs uang asing ditentukan secara musyawarah antar negara dengan melalui suatu badan kerjasama ekonomi, yang bernama International Monetary Fund (IMF). IMF sebagai badan kerjasama ekonomi internasional antara lain bertugas menjaga stabilitas perbandingan nilai (kurs) mata uang negara-negara anggota. Dalam menetapkan besarnya kurs valuta atau mata uang asing, dikenal beberapa sistem : a. Kurs tetap (fixed exchange rate). Nilai kurs ditetapkan oleh pemerintah, sehingga kurs yang berlaku di bursa uang sesuai dengan nilai kurs yang ditetapkan oleh pemerintah. b. Kurs stabil (stable exchange rate). Nilai kurs dibiarkan oleh pemerintah menyimpang sedikit dari ketentuan yang telah ada. Pemerintah baru akan campur tangan apabila perubahan kurs telah melampaui batas yang dianggap wajar. c. Kurs mengambang (floating exchange rate). Nilai kurs mata uang asing dibiarkan berfluktuasi atau bergerak sesuai dengan kekuatan pasar, yaitu permintaan dan penawaran. Sistem ini baru akan berjalan dengan baik jika didukung perdagangan luar negeri. Perdagangan luar negeri akan
16 Febra Robiyanto, SE., M.Si., Akt. menjadi kuat jika fundamen ekonomi negara cukup tangguh. Fundamental atau dasar ekonomi suatu negara dikatakan tangguh apabila tingkat produktivitas pertanian tinggi yang tercermin pada adanya surplus hasil pertanian dan tingginya tenaga beli keluarga petani, industri dasar dan kimia memiliki kemampuan kuat untuk menyediakan berbagai komponen yang diperlukan oleh berbagai industri yang ada di negara yang bersangkutan. Dalam sistem kurs mengambang ini pemerintah baru akan campur tangan apabila perubahan kurs mata uang dipandang akan dapat menimbulkan bahaya bagi tegaknya perekonomian nasional. Sistem ini sering dinamakan kurs bebas. Tanpa disertai fondasi ekonomi yang cukup kuat sistem ini tidak akan berhasil, dan justru akan menimbulkan inflasi semu sebagai akibat tingginya komponen impor sehingga harga barangbarang domestik ikut melambung. Kurs bebas ini baik diterapkan di Indonesia jika disertai dengan kontol devisa (setelah kita terbebas dari tangan IMF), seperti : melarang diperdagangkannya rupiah di luar negeri, mewajibkan para eksportir memarkirkan perolehan devisanya di Bank Indonesia, juga diterapkannya capital control : investasi yang masuk ke Indonesia harus berupa investasi riil seperti pendirian pabrik bukan dalam bentuk investasi saham yang sifatnya jangka pendek. d. Kurs beragam (multiple exchange rate). Nilai kurs valuta asing yang berlaku di bursa berada di atas atau di bawah kurs yang ditetapkan pemerintah. Kurs beli ditetapkan di bawah kurs pemerintah, dan kurs jual ditetapkan di atas kurs pemerintah. e. Sistem patok valuta (currency board system – CBS). Nilai kurs mata uang negara tertentu yang dipandang kuat (dolar AS), dipatok oleh pemerintah dengan perbandingan tertentu misalnya tiap dolar AS dipatok sebesar Rp. 8.000,00. f. Sistem mengambang dikendalikan (managed floating system). Pada sistem ini kurs valuta dibiarkan mengambang namun akan dikendalikan apabila dianggap mengkhawatirkan bagi tegaknya perekonomian nasional.
Manajemen Keuangan Internasional 17 Kaitan Revaluasi, Devaluasi dengan Kurs Valuta Revaluasi adalah usaha untuk menaikkan nilai tukar mata uang sendiri (dalam negeri) terhadap nilai mata uang asing. Misalnya, kurs setiap dolar AS yang semula adalah Rp. 10.000,00 kemudian diubah menjadi sebesar Rp. 8.000,00. Revaluasi atau menaikkan nilai mata uang sendiri terhadap mata uang asing akan mengakibatkan : a. Harga barang asal impor menjadi lebih murah b. Harga barang ekspor menjadi lebih mahal c. Surplus neraca pembayaran menjadi berkurang. Devaluasi adalah tindakan untuk menaikkan nilai valuta asing terhadap mata uang sendiri (dalam negeri). Misalnya, kurs setiap dolar yang semula Rp.5.000,00 diubah menjadi Rp. 6.000,00. Dengan kalimat lain, nilai mata uang dalam negeri diturunkan. Devaluasi dapat mengakibatkan : a. Harga barang yang diimpor menjadi lebih mahal b. Harga barang ekspor menjadi murah c. Volume barang dan nilai ekspor meningkat, sehingga defisit neraca pembayaran dapat dikurangi atau dihilangkan. Akibat kebijakan devaluasi seperti diharapkan ini akan dapat berjalan dengan asumsi : a. Produksi barang-barang dalam negeri cukup melimpah b. Luar negeri tidak melakukan devaluasi sebagai pembalasan c. Laju inflasi di dalam negeri tidak menghancurkan tujuan devaluasi yang diharapkan pengusaha dan pemerintah, yaitu untuk meningkatkan ekspor dan menghilangkan defisit pada neraca pembayaran. NERACA PEMBAYARAN Pengertian Neraca Pembayaran Neraca pembayaran adalah suatu laporan yang memuat tentang transaksi perdagangan dan keuangan suatu negara dengan negara lainnya selama satu periode tertentu, biasanya dalam satu tahun. Susunan Neraca Pembayaran Susunan neraca pembayaran meliputi 7 macam transaksi, yaitu : a. Transaksi berjalan
18 Febra Robiyanto, SE., M.Si., Akt. b. Investasi dan transaksi modal lainnya. c. Transaksi unilateral. d. Penanaman modal langsung. e. Hutang piutang jangka panjang. f. Hutang piutang jangka pendek. g. Sektor moneter, terdiri dari Bank Sentral dan Bank-Bank Dunia. Transaksi berjalan atau transaksi dagang (current accout), memuat seluruh nilai transaksi ekspor dan impor barang-barang dan jasa selama satu periode tertentu, biasanya dalam kurun waktu satu tahun. Dalam pos-pos transaksi berjalan dilaporkan seluruh ekspor barang yang berwujud (visible trade), kemudian dikurangi seluruh impor barang. Selain itu, juga dilaporkan seluruh ekspor barang yang tidak berwujud (invisible trade) yang berupa jasa, dikurangi seluruh impor jasa, yang meliputi jasa perbankan, jasa pariwisata dan jasa transpor. Apabila nilai ekspor barang-barang dan jasa lebih besar daripada nilai impor barang-barang dan jasa, maka dikatakan bahwa transaksi berjalan mengalami surplus. Namun apabila seluruh nilai impor barang-barang dan jasa lebih besar daripada nilai impor atas barang-barang dan jasa berarti transaksi mengalami defisit. Investasi dan transaksi modal lainnya (investment and others capital transactions), memuat seluruh transaksi yang meliputi penerimaan dan pendapatan yang berupa penanaman modal di luar negeri serta penerimaan modal dari luar negeri. Penerimaan dan pendapatan tersebut berwujud keuntungan, dividen, dan bunga yang diterima dari luar negeri dan yang dibayarkan ke luar negeri. Transaksi-transaksi unilateral (unilateral transactions), transaksi jenis ini meliputi pengiriman hadiah, bantuan dan transpor unilateral. Misalnya bantuan dari Malaysia, hadiah kepada Thailand, serta biaya yang timbul dari pengiriman uang tersebut. Penanaman modal secara langsung (direct investment), ialah transaksi penanaman modal yang dilaksanakan secara langsung oleh penduduk suatu negara ke negara lain. Misalnya transaksi jualbeli saham antara warga negara Indonesia dan warga negara Singapura. Hutang piutang jangka panjang dan jangka pendek. Hutang piutang dengan kurun waktu lebih dari satu tahun dianggap jangka
Manajemen Keuangan Internasional 19 panjang, sedang untuk kurun waktu satu tahun atau kurang dianggap jangka pendek. Sektor moneter merupakan pembayaran terhadap semua transaksi seperti tertera di atas, yang meliputi transaksi perdagangan ekspor dan impor barang dan jasa, pendapatan modal, unilateral, penanaman modal, hutang piutang jangka panjang, serta hutang piutang jangka pendek yang bukan moneter. Sektor moneter ini terdiri dari Bank Sentral (hubungan dengan IMF, kewajiban-kewajiban jangka pendek, mutasi cadangan devisa, mutasi emas moneter) dan BankBank Dunia (kewajiban-kewajiban jangka pendek, dan mutasi cadangan devisa. Mengukur Dampak Pergerakan Nilai Tukar Atas Perdagangan Internasional Sensitivitas ekspor impor atau neraca perdagangan terhadap nilai tukar dapat diukur dengan menggunakan analisis regresi. Seperti yang telah dilakukan Chimura dalam menganalisis bagaimana nilai tukar mempengaruhi impor. Persamaan regresi tersebut adalah sebagai berikut : (% Impor) = b0 + b1Ert-1 + b2GNPt-1 + t Keterangan: b0, b1, dan b2 merupakan koefisien regresi; ER mewakili presentase perubahan nilai tukar riil; GNP mewakili presentase perubahan GNP riil; t mewakili masa tiga bulanan (kuartal) dan mewakili variabel kesalahan. Analisis ini dapat diaplikasikan ke dalam tiap industri secara terpisah atau ke semua industri. Dengan demikian proyeksi impor di masa depan dapat dilakukan dengan mengaplikasikan koefisienkoefisien regresi di atas.
20 Febra Robiyanto, SE., M.Si., Akt. BAB III PASAR KEUANGAN INTERNASIONAL Pertumbuhan bisnis internasional menuntut timbulnya berbagai macam pasar keuangan internasional, antara lain: pasar valuta asing, pasar eurocurrency, pasar eurocredit, pasar eurobond dan pasar saham internasional. Pasar Valuta Asing Pasar valuta asing (foreign exchange market) mengandung pengertian suatu pasar yang memungkinkan berbagai valuta dipertukarkan demi mempermudah transaksitransaksi perdagangan dan keuangan internasional. Istilah pasar valuta asing (valas) jangan dianggap sebagai suatu bangunan atau lokasi khusus tempat para pedagang melakukan jual-beli sekuritas. Permintaan jual atau beli valuta yang diajukan oleh perusahaan kepada bank-bank komersial biasanya dilakukan melalui telepon. Tipe transaksi valas yang paling umum adalah jual-beli valas memakai kurs spot (sport rate). Pasar tempat transaksi-transaksi ini terjadi dinamakan dengan pasar spot (spot market). Perdagangan valuta asing harian rata-rata oleh bank-bank di seluruh dunia sekarang melampaui US $1 triliun. Volume perdagangan sebuah bank komersial dalam tiap valuta asing dihitung berdasarkan jumlah pemanfaatan valuta tersebut dalam perdagangan dan keuangan internasional. Nilai tukar antara dua valuta harus sama pada berbagai bank yang menyediakan jasa perdagangan valas. Jika terdapat perbedaan yang besar, konsumen atau bank-bank lain akan membeli suatu valuta dalam jumlah besar dari bank manapun yang menjualnya relatif rendah dan kemudian menjualnya lagi kepada bank yang mau membeli dengan harga relatif tinggi. Tindakan semacam itu pada akhirnya akan menghilangkan perbedaan-perbedaan kuotasi harga valas.
Manajemen Keuangan Internasional 21 Jika sebuah bank mulai mengalami kekurangan valuta asing tertentu, bank tersebut dapat membeli valuta tersebut dari bank-bank lain. Perdagangan antar bank ini terjadi dalam apa yang disebut dengan pasar antarbank (interbank market). Dalam pasar ini, bank-bank dapat memanfaatkan kuotasi, perantara, yaitu mempertemukan sebuah bank yang ingin menjual suatu valuta tertentu dengan bank lain yang ingin membeli valuta tersebut. Seiring majunya teknologi komunikasi dan elektronik, perdagangan valuta terjadi melalui terminal-terminal komputer. Para pedagang valas sekarang menggunakan papan-papan perdagangan elektronik yang memungkinkan mereka untuk mencatatkan transaksi dan melihat posisi bank mereka dalam berbagai valuta. Bid-Ask Spread Bank-bank komersial menyediakan transaksi-transaksi valas demi mendapatkan fee. Kuotasi bid (beli) suatu valuta asing dari sebuah bank selalu lebih rendah dari kuotasi ask (jual). Selisih (spread) antara bid dengan ask (bid/ask spread) tersebut dimaksudkan untuk menutupi biaya-biaya yang muncul dalam memenuhi permintaan-permintaan jual beli valas. Untuk memahami bagaimana suatu bid-ask spread dapat mempengaruhi Anda, asumsikan bahwa Anda memiliki $1.000 dan berencana untuk bepergian ke Inggris. Asumsikan lebih lanjut bahwa kurs bid (kurs beli) pound Inggris adalah $1,52 dan kurs ask (kurs jual) $1,60. Sebelum pergi, Anda pergi ke sebuah bank untuk menukar dolar dengan pound. $1.000 Anda akan dikonversikan ke dalam £625, memakai perhitungan sebagai berikut : $1,60 $1.000 Harg a yangdikenakanbank per pound Jumlahdolar ASyang maudikonversikan = = £625
22 Febra Robiyanto, SE., M.Si., Akt. Sekarang anggaplan bahwa karena sesuatu hal, Anda batal ke Inggris, Anda, ingin menukar kembali pound anda ke dalam dolar. Jika kurs belum berubah, Anda akan menerima : £625 x (Kurs beli bank sebesar $1,52) = $950 Karena adanya bid-ask spread, Anda kehilangan $50 (5%). Jelas, kerugian Anda akan lebih besar jika Anda tadinya menukarkan lebih dari $1.000. Bid-ask spread nominal akan terlihat lebih kecil bagi valuta-valuta yang bernilai lebih rendah dari pound Inggris. Sebagai contoh, yen Jepang bernilai lebih rendah dari satu penny. Jika harga bid bank bagi yen sebesar £0,007, harga asknya mungkin sebesar £0,0074. Dalam hal ini, bid-ask spread nominalnya adalah £0,0004, atau hanya 4/100 penny. Tetapi, bid-ask spread dari segi persentase sebenarnya sedikit lebih tinggi bagi yen dalam contoh ini dibandingkan bagi pond dalam contoh sebelumnya. Untuk membuktikan hal ini, pertimbangkan seorang turis yang menjual 1.000 yen pada harga ask £0,074. Turis tersebut akan menerima sekitar ¥135.135 (¥1.000/0,0074). Jika turis tersebut memutuskan untuk membatalkan perjalanannya dan mengubah yen kembali ke dolar, bank akan membeli yen ini kembali dengan harga bid £0,007 dan turis tersebut akan mendapatkan $946 (¥135.135 0,007), lebih rendah $54 (atau 5,7%) dari nilai awal. Anda bisa lihat bahwa spread ini (5,7%) lebih besar dari spread pada contoh sebelumnya (5%). Cara umum perhitungan persentase bid-ask spread adalah : Bid / ask spread = Kurs Jual Kurs Jual −KursBeli Dengan menggunakan formula ini, anda dapat menghitung bid-ask spread bagi yen Jepang dan pound Inggris
Manajemen Keuangan Internasional 23 dari kedua contoh di atas seperti yang diperlihatkan dalam tabel berikut : Perhitung an Bid/Ask Spread Valuta Kurs Beli (Bid) Kurs Jual (Ask) Kurs Jual-Kurs Beli Kurs Jual Persentase Bid/Ask Spread Pound Inggris Yen Jepang $1.52 £0,00 70 $1,60 £0,00 74 = 0,05 atau 5% = 0,057 atau 5,7% Pasar Eurocurrency Dalam tiap negara terdapat pasar keuangan yang berfungsi membantu efisiensi transfer dana dari unit-unit yang mengalami surplus dana (penabung) ke unit-unit yang mengalami defisit (peminjam). Pasar ini dikontrol oleh berbagai regulator yang berupaya mempertinggi efektivitas dan efisiensinya. Alasan utama keberadaan institusi-institusi keuangan yang membentuk pasar keuangan ini adalah untuk menyediakan informasi dan keahlian. Unit-unit yang mengalami surplus dana biasanya tidak mengetahui siapa yang membutuhkan dana. Selain itu, mereka seringkali tidak mengevaluasi risiko kredit dari calon peminjam, atau menciptakan dokumentasi yang diperlukan serta mengawali penerima pinjaman. Institusi-institusi keuanganlah yang berspesialisasi dalam mengumpulkan dana dari para penabung, mengemas ulang dana-dana tersebut, dan kemudian mentransfernya ke unit-unit yang membutuhkan dana. Perkembangan Pasar Eurocurrency Sama seperti perusahaan-perusahaan domestik, perusahaan-perusahaan multinasional kadang-kadang mendapatkan dana jangka pendek dari institusi-institusi $1,60 $1,60−$1,52 £0,0070 £0,00074 − £0,00070 =
24 Febra Robiyanto, SE., M.Si., Akt. keuangan lokal, atau dengan menerbitkan sekuritas jangka pendek seperti commercial paper. Namun, mereka juga dapat memperoleh dana dari institusi-institusi keuangan luar negeri. Peranan perantara keuangan internasional muncul pada tahun 1960-an dan 1970-an seiring dengan gencarnya perusahaan multinasional melakukan ekspansi. Selama periode ini, pasar Eurodolar, atau yang sekarang disebut dengan pasar Eurocurrency, tumbuh untuk mengakomodasi pertumbuhan bisnis internasional. Pasar Eurodolar tercipta karena korporasikorporasi AS mendepositokan dolar AS di bank-bank Eropa. Bank-bank Eropa ini mau menerima deposito dolar, karena mereka bisa meminjamkan dolar tersebut kepada korporasikorporasi lain yang berbasis di Eropa. Karena dolar AS digunakan secara luas bahkan oleh negara-negara lain sebagai medium pertukaran, kebutuhan dolar di Eropa berlangsung terus menerus. Deposito dolar AS yang ditempatkan pada bankbank Eropa dan benua-benua lain kemudian dikenal dengan nama Eurodolars. Pertumbuhan pasar Eurodolar sebagian disebabkan oleh regulasi yang muncul di AS pada tahun 1968, yang membatasi bank-bank AS memberi pinjaman kepada pihak-pihak luar negeri. Anak perusahaan MNC AS yang berada di luar negeri terpaksa mencari dolar AS dari bank-bank Eropa. Selain itu, pemerintah juga membatasi suku bunga deposito dolar di AS. Hal ini mendorong pelarian dolar dari AS ke pasar Eurodolar yang tidak menerapkan regulasi semacam itu. Selain itu, deposito Eurodolar tidak terkena reserve requirements. Yaitu, bank-bank dapat mengurangi spread antara apa yang mereka bayarkan kepada pemilik deposito dengan bunga yang mereka terima dari peminjam, dan tetap mendapatkan laba yang layak. Hal ini membuat pasar Eurodolar semakin populer, karena bank-bank dapat menawarkan suku bunga deposito yang menarik kepada korporasi dan pemerintah yang kelebihan dana dan kredit yang menarik kepada korporasi dan pemerintah yang kekurangan dana.
Manajemen Keuangan Internasional 25 Komposisi Pasar Eurocurency Pasar Eurocurrency terdiri dari beberapa bank besar (yang disebut dengan Eurobank) yang menerima deposito dan menawarkan kredit dalam berbagai valuta. Negara-negaa yang menjadi anggota Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) juga menggunakan pasar Eurocurrency untuk mendepositokan dolar AS, karena OPEC umumnya meminta pembayaran minyak dalam dolar. Deposito dolar dari negaranegara anggota OPEC tersebut kadang-kadang disebut dengan petrodolar. Pasar Eurocurrency secara historis merupakan tempat perputaran pendapatan minyak dari negara-negara OPEC ke negara-negara lain. Yaitu, pendapatan minyak yang kekurangan kas. Sejalan dengan bertambahnya permintaan minyak dari negara-negara pengimpor minyak, dana-dana tersebut sekali lagi dipindahkan ke negara-negara pengekspor minyak, yang selanjutnya muncul dalam deposito-deposito baru. Proses perputaran ini telah menjadi sumber dana yang penting bagi sejumlah negara. Transaksi-transaksi dalam pasar Eurocurrency umumnya berbentuk kredit dan deposito yang bernilai besar, biasanya di atas $1 juta. Transaksi-transaksi keuangan yang bernilai tinggi seperti ini bisa mengurangi beban operasi sebuah bank. Ini adalah alasan lain mengapa sebuah Eurobank dapat menawarkan suku bunga deposito maupun kredit yang menarik. Pada saat suatu valuta didepositokan pada atau diberikan (sebagai kredit) oleh sebuah Eurobank, valuta tersebut biasanya ditambahi awalan “Euro”. Sebagai contoh, suatu kredit dalam franc Swiss yang diberikan oleh sebuah Eurobank dinamakan dengan “Euro-Swiss franc”, sementara deposito yen pada sebuah Eurobank disebut deposito “Euroyen”. Ada tidak perlu bingung dengan awalan “Euro”. Suku bunga bagi tiap Eurocurrency tidak berbeda jauh dengan suku bunga valuta tersebut di negara asalnya. Yaitu, suku bunga kredit Eurodolar mungkin hanya berbeda sedikit dari kredit dolar yang sama di AS, dan suku bunga kredit Euro-Swiss franc mungkin
26 Febra Robiyanto, SE., M.Si., Akt. sedikit lebih kecil dari suku bunga kredit franc Swiss di Swiss. Namun, besarnya suku bunga yang dikenakan atas kredit dalam valuta yang berlainan saling berbeda jauh, karena dana yang didenominasikan dalam masing-masing valuta memiliki tingkat permintaan dan penawaran mereka sendiri. Pasar Asian Dolar Pasar Eurocurrency dapat didefinisikan secara luas untuk melibatkan bank-bank di Asia yang menerima deposito dan memberikan kredit dalam valuta-valuta asing (terutama dolar). Tetapi, pasar ini kadang-kadang disebut terpisah sebagai pasar Asian dolar. Sebagian aktivitas pasar Asian dolar di Hongkong dan Singapura. Satu-satunya perbedaan penting antara pasar Asian dolar dengan Erurocurrency adalah lokasinya. Sama seperti pasar Eurocorrency, pasar Asian dolar tumbuh untuk mengakomodasi kebutuhan dari perusahaan-perusahaan yang menggunakan dolar AS (dan sejumlah valuta asing lain) sebagai medium pertukaran bagi perdagangan internasional. Perusahaan-perusahaan ini tidak dapat mengandalkan bankbank yang ada di Eropa karena jaraknya yang jauh dan zona waktu yang berbeda. Selain itu, pemerintah Singapore telah menghapus witholding tax (sebesar 40%) atas bunga yang dibayar kepada orang asing pada tahun 1968. Pada tahun 1973, Singapura juga mengurangi pajak atas laba bank yang didapatkan dari kredit-kredit Asian dolar yang diberikan kepada perusahaan-perusahaan asing dari 40% menjadi 10%. Pajakpajak lain juga telah dikurangi atau dihapus sehingga mendorong pertumbuhan pasar Asian dolar. Pada pertengahan tahun 1970-an, negara-negara pengekspor minyak membantu pertumbuhan pasar Asian dolar melalui deposito dolar yang ditempatkan dalam pasar ini. Sumber utama deposito Asian dolar adalah perusahaanperusahaan multinasional yang kelebihan kas dan badan-badan pemerintah. Sedangkan penerima kredit utamanya adalah perusahaan-perusahaan manufaktur.
Manajemen Keuangan Internasional 27 Fungsi utama dari bank-bank dalam pasar Asian dolar adalah mengalirkan dana dari para deposan kepada peminjam. Fungsi lainnya adalah pemberian pinjaman kepada bank-bank lain yang membutuhkan (yaitu, pinjaman antar bank). Bankbank yang memiliki pelamar-pelamar kredit yang berkualitas lebih dari jumlah yang dapat mereka penuhi sendiri, menggunakan pasar antarbank untuk mendapatkan dana tambahan. Bank-bank yang ada dalam pasar Asian dolar umumnya memberi pinjaman atau mendapatkan pinjaman dari bank-bank yang ada dalam pasar Eurocurrency. Permintaan kredit dolar dari bank-bank yang ada dalam pasar Eurocurrency. Permintaan kredit dolar secara historis relatif tinggi pada bankbank Hong Kong, sebagian karena baiknya hubungan mereka dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Korea Selatan, Taiwan, dan Philipina. Bank-bank Hong Kong umumnya meminjam dari bank-bank Singapura melalui pasar antarbank. Manfaat potensial bagi sebuah negara yang membolehkan kehadiran pasar Eurocurrency di antaranya adalah meningkatnya pengangguran dan pendapatan pajak. Namun, bank-bank yang beroperasi dalam pasar ini cenderung menarik konsumen dari pasar perbankan lokal sehingga merugikan bank-bank lokal. Perusahaan-perusahaan multinasional dan domestik kadang-kadang mendapatkan dana jangka menengah melalui kredit berjangka dari institusi keuangan lokal, atau melalui penerbitan notes (kewajiban jangka menengah) dalam pasar lokal mereka. Namun, perusahaan multinasional juga memiliki akses ke dana jangka menengah dari Eurobank-Eurobank yang berlokasi di luar negeri. Kredit yang berjangka waktu jatuh tempo 1 tahun atau lebih yang diberikan oleh Eurobank umumnya dinamakan dengan Eurocredit atau Eurocredit loan. Kredit dari Pasar Eurocredit (Eurocredit Market) menjadi populer karena korporasi dan badan-badan pemerintah umumnya lebih suka meminjam untuk jangka waktu lebih dari satu tahun.
28 Febra Robiyanto, SE., M.Si., Akt. Jangka waktu jatuh tempo umum bagi kredit-kredit Eurocredit adalah 5 tahun. Karena Eurobanks menerima deposito jangka pendek dan kadang-kadang menyediakan kredit berjangka waktu jatuh tempo yang lebih tinggi, jangka waktu jatuh tempo aset dan kewajiban mereka tidak cocok. Hal ini bisa merugikan kinerja bank-bank tersebut selama periode suku bunga yang meningkat, karena bank-bank tersebut mungkin telah mengunci suku bunga kredit yang bakal diterimanya (yaitu kredit berbunga tetap) sedangkan suku bunga yang dibayarkan kepada para deposan terus meningkat. Untuk menghindari resiko ini, Eurobank sekarang umumnya memberikan kredit berbunga mengambang. Suku bunga dari kredit mengambang mengikuti pergerakan sejumlah suku bunga acuan, seperti London Interbank Offer Rate (LIBOR), yaitu suku bunga yang dikenakan bagi kredit antar Eurobank. Sebagai contoh, suatu kredit Eurocredit mungkin memiliki suku bunga kredit yang berubah setiap 6 bulan dan ditetapkan sebesar “LIBOR _ 3%”. Premium yang dibayarkan di atas LIBOR akan tergantung pada resiko kredit dari peminjam. Dalam sejumlah kasus, sebuah korporasi atau badan pemerintah memerlukan lebih banyak dana dari jumlah yang bisa atau mau disediakan oleh satu Eurobank sendirian. Untuk alasan ini, muncullah apa yang disebut kredit sindikasi Eurocredit (syndicated Eurocredit loan). Bank-bank yang berpartisipasi dalam sindikasi menggabungkan dana untuk memenuhi kebutuhan peminjam. Karena masing-masing bank menyalurkan sebagian dana dari seluruh dana yang dibutuhkan peminjam, tidak satu bank pun yang terekspos secara total terhadap risiko kegagalan pelunasan oleh peminjam. Risiko ini ditanggung secara bersama oleh semua bank yang terlibat. Pasar Eurobond Perusahaan-perusahaan multinasional, sama seperti perusahaan-perusahaan domestik, bisa mendapatkan dana
Manajemen Keuangan Internasional 29 jangka panjang dengan menerbitkan obligasi jangka panjang dalam pasar lokal mereka. Perusahaan-perusahaan multinasional juga dapat mengakses dana jangka panjang dari pasar luar negeri dan Eurobond. Suatu obligasi luar negeri (foreign bond) diterbitkan oleh sebuah entitas luar negeri di negara tempat obligasi tersebut ditempatkan. Sebagai contoh, sebuah korporasi AS dapat menerbitkan obligasi yang didenominasi dalam mark Jerman, yang dijual kepada investorinvestor Jerman. Dalam kasus lain, sebuah perusahaan dapat menerbitkan berbagai jenis obligasi dalam berbagai negara. Valuta yang mendenominasi tiap tipe obligasi ditentukan oleh negara tempat di mana obligasi tersebut dijual. Jadi, sebuah perusahaan AS dapat menerbitkan obligasi yang didenominasi dalam mark yang dijual di Jerman, obligasi yang didenominasi dalam franc swiss yang dijual di Swiss, dan begitu seterusnya. Obligasi-obligasi luar negeri ini kadang-kadang secara khusus disebut sebagai parallel bonds. Eurobonds dijual di negara-negara di luar negara yang valutanya mendenominasi obligasi tersebut. Eurobond menjadi sangat populer sepanjang dekade sebelumnya sebagai suatu cara untuk mendapatkan dana jangka panjang. Emisi Eurobond dijamin (di-underwrite) oleh suatu sindikat bank investasi multinasional dan secara simultan ditempatkan di banyak negara, dalam rangka mengakses spektrum sumber dana yang lebih luas. Proses underwritering terjadi dalam beberapa langkah berurutan. Sindikat bank investasi akan menjual obligasi kepada sebuah kru underwriting besar. Dalam banyak kasus, menjual obligasi kepada sebuah kru underwiriting besar. Dalam banyak kasus, obligasi terlebih dahulu dialokasikan kepada underwriter-underwriter regional secara khusus sebelum akhirnya mencapai pembeli obligasi. Salah satu masalah yang berkaitan dengan metode distribusi ini berkaitan dengan adanya kemungkinan underwriter tahap kedua dan ketiga tidak menepati janjinya untuk menjual obligasi. Sindikat bank investasi dengan demikian terpaksa
30 Febra Robiyanto, SE., M.Si., Akt. mendistribusikan kembali obligasi yang belum terjual atau menjualnya secara langsung, yang kemudian memunculkan masalah “pencemaran” di pasar dan menambah biaya distribusi. Untuk mencegah masalah semacam ini, obligasi-obligasi biasanya didistribusikan dalam volume yang lebih tinggi kepada underwriter yang telah membuktikan komitmen mereka di masa lalu, sedangkan underwriter yang lain mendapatkan jatah yang lebih rendah. Cara ini telah membantu pasar Eurobond mempertahankan daya tariknya sebagai pusat penempatan obligasi. Eurobond memiliki beberapa karakteristik yang unik. Eurobond biasanya membayar kupon, dan pembayaranpembayaran kupon dilakukan secara tahunan. Kontrak perjanjian dari sejumlah Eurobond mengandung klausul konvertibilitas yang memungkinkan obligasi tersebut dikonversikan dengan saham biasa dalam jumlah tertentu. Eurobond umumnya memiliki sejumlah kecil, jikapun ada, provisi protektif, yang memberi keuntungan kepada penerbitnya. Contohnya adalah call provision. Call provision bahkan terkandung dalam Eurobond berjangka waktu jatuh tempo pendek. Sejumlah Eurobond, yang dinamakan Floating Rate Notes (FRNs), memiliki provisi suku bunga variabel yang membuat suku bunga kupon berubah sepanjang waktu sesuai dengan pergerakan suku bunga pasar. Berbagai valuta digunakan untuk mendenominasi Eurobond. Yang paling dominan adalah dolar AS, yang mendenominasi 70 hingga 75% Eurobond. Bahkan di tahuntahun sebelumnya, dolar AS lebih dominan lagi. Eurobond memiliki pasar sekunder. Market maker dari Eurobond dalam pasar sekunder umumnya adalah underwriterunderwriter yang menjual Euro-clear membantu memberi tahu semua pedagang mengenai jumlah Eurobond yang tersedia untuk dijual, yang membuat pasar sekunder menjadi lebih aktif. Perantara-perantara dalam pasar sekunder berbasis di berbagai negara, terutama di Inggris. Mereka tidak hanya bisa bertindak
Manajemen Keuangan Internasional 31 sebagai pialang tetapi juga sebagai dealer yang memiliki persediaan Eurobond. Banyak perantara ini, seperti Bank of America International, Salomon Brothers, dan Citicorp International, merupakan anak perusahaan dari perusahaanperusahaan multinasional AS. Perkembangan Pasar Eurobond Kemunculan pasar Eurobond sebagian disebabkan oleh munculnya Interest Equalization Tax (IET) yang dikenakan oleh pemerintah AS pada tahun 1963 dalam rangka menghambat keinginan investor-investor AS berinvestasi dalam sekuritassekuritas asing. Jadi, peminjam-peminjam non AS yang dulunya menjual sekuritas kepada investor-investor AS terpaksa harus mencari investor-investor lain. Sepanjang dekade sebelumnya, korporasi-korporasi dari seluruh dunia telah mulai menarik dana jangka panjang dari sumber-sumber luar negeri dengan menerbitkan obligasi di seluruh dunia. Bentuk peminjam semacam ini kadangkala dapat terhindar dari regulasi domestik, seperti yang dialami oleh obligasi yang diterbitkan dalam pasar domestik, dan dapat juga mengambil keuntungan dari rendahnya suku bunga yang tersedia diluar negeri. Namun, bagi obligasi yang diperdagangkan secara internasional, salah satu pihak, apakah penerbit obligasi atau pembeli obligasi, terekspos terhadap resiko nilai tukar. Sebelum tahun 1984, investor-investor yang membeli obligasi yang diterbitkan di AS secara langsung terkena witholding tax sebesar 30%. Karenanya, penerbit obligasi menahan 30% pembayaran bunga untuk membayar pajak tersebut. Beragam perjanjian pajak antara AS dengan negaranegara lain telah ditandatangani, yang membuat witholding tax memiliki dampak yang berbeda atas investor-investor dari satu negara dengan investor-investor dari negara yang lain. Karena adanya witholding tax, banyak obligasi AS diterbitkan dalam pasar Eurobond melalui anak perusahaan pembiayaan (yang
32 Febra Robiyanto, SE., M.Si., Akt. disebut dengan captive finance companies) mereka yang berada di Netherlands Antilles. Perjanjian pajak memungkinkan pembayaran-pembayaran bunga dari anak-anak perusahaan AS yang ada di Antilles kepada investor-investor non AS bebas dari witholding tax. Perusahaan-perusahaan AS yang menggunakan metode pembiayaan ini mampu menjual obligasi mereka dengan harga yang relatif tinggi karena bebas pajak. Dengan kata lain, mereka mendapatkan dana dengan harga yang relatif murah. Walaupun begitu, sejumlah perusahaan AS enggan menggunakan metode pembiayaan ini karena harus mengeluarkan biaya untuk mendirikan anak perusahaan di Antilles, dan karena mereka takut metode pengelakan witholding tax semacam ini akan dilarang oleh pemerintah AS di masa depan. Terbukti, pada bulan Juli 1984, pemerintah AS menghapuskan witholding tax dan membolehkan korporasikorporasi AS menerbitkan obligasi berkupon secara langsung kepada investor-investor non AS. Selain itu, reksadana terbuka (mutual funds) yang mengandung sekuritas-sekuritas AS juga dapat dimasuki oleh investor-investor luar negeri. Dealer-dealer obligasi jangka panjang dan jangka menengah pemerintah AS (Treasury notes and Treasury bonds) telah membuka kantor perwakilan di London dan Tokyo serta kota-kota penting lainnya di luar negeri untuk mengakomodasi permintaan asing terhadap sekuritas-sekuritas ini. Aktivitas pasar Eurobond semakin populer tiap tahunnya. Pemanfaatan pasar ini oleh korporasi-korporasi AS juga terus meningkat, akibat populernya convertible bonds dan FRNs. Banyak penawaran dalam pasar ini berhubungan dengan perusahaan-perusahaan energi atau badan-badan pemerintah yang membutuhkan dana. Walaupun sebagian besar obligasi yang diterbitkan dalam pasar Eurobond memiliki rating, pembeli cenderung mengabaikan rating dan mementingkan nama besar penerbitnya. Hal ini memberikan keuntungan bagi perusahaanperusahaan AS terkenal yang belum mendapat rating yang tinggi. Sekitar seperempat penerbitan obligasi dalam pasar
Manajemen Keuangan Internasional 33 Eurobond bernilai kurang dari $100 juta sedangkan lebih dari seperti penerbitan bernilai lebih dari $300 juta. Pasar Saham Internasional MNC dan perusahaan-perusahaan domestik umumnya mendapatkan dana jangka panjang dengan menerbitkan saham dalam bursa-bursa lokal. Tetapi perusahaan multinasional juga dapat mencari dana dari investor-investor luar negeri dengan menerbitkan saham dalam pasar internasional. Emisi saham baru semakin banyak yang diambangkan dalam pasar internasional untuk berbagai alasan. Korporasi-korporasi non AS yang membutuhkan dana dalam jumlah besar kadang-kadang akan menerbitkan saham di AS (ini yang disebut dengan Yankee stock offerings) karena tingginya likuiditas pasar emisi perdana di sana. Yaitu, sebuah korporasi luar negeri mungkin mampu menjual seluruh emisi sahamnya di AS, sementara dalam pasarpasar lain yang lebih kecil, tidak semua saham dapat terjual. Bank-bank investasi AS ke pasar AS, dan menerima fee underwriting yang berkisar antara 3 hingga 6% dari nilai emisi. Karena banyakya institusi keuangan di AS yang mau membeli saham-saham non AS sebagai investasi, perusahaan-perusahaan non AS mungkin bisa menjual seluruh emisinya di AS. Perusahaan-perusahaan yang menerbitkan saham di AS biasanya diwajibkan memenuhi aturan-aturan pengungkapan yang lebih ketat berkenaan dengan kondisi keuangan mereka. Namun, mereka dibebaskan dari sejumlah kewajiban pengungkapan jika mereka memenuhi kualifikasi dari salah satu pedoman Securities Exchange Commission (yang disebut dengan Rule 144a) melalui penempatan saham secara langsung kepada investor-investor institusional. Banyak penawaran saham yang terjadi akhir-akhir ini di AS oleh perusahaan-perusahaan asing merupakan akibat dari program swastanisasi yang melanda Amerika Latin dan Eropa, di mana perusahaan-perusahaan yang sebelumnya dimiliki pemerintah sekarang dijual kepada investor-investor AS. Karena
34 Febra Robiyanto, SE., M.Si., Akt. besarnya ukuran dari sejumlah badan usaha yang diswastanisasi, pasar saham lokal tidak mampu menyerap semua saham yang ditawarkan. Konsekuensinya, investorinvestor AS menjadi sasaran swastanisasi perusahaanperusahaan asing. Jika sebuah perusahaan non AS menerbitkan saham di dalam negara asalnya, basis pemegang saham menjadi sangat terbatas, karena sejumlah kecil investor institusional yang besar mungkin akan membeli sebagian besar saham. Dengan menerbitkan saham di AS, berarti perusahaan tersebut telah mendiversifikasikan basis pemegang sahamnya, yang bisa mengurangi gejolak harga pada saat mereka menjual sahamnya. Jika perusahaan memiliki gejolak harga pada saat mereka menjual sahamnya. Jika perusahaan memiliki basis pemegang saham yang kecil, penjualan saham dalam jumlah besar bisa mengakibatkan gejolak harga yang signifikan. Perusahaan-perusahaan non AS juga bisa mendapatkan ekuitas dengan menerbitkan American Depository Receipts (ADRs), yaitu sertifikat yang mewakili sekumpulan saham. Pemanfaatan ADR ditujukan untuk menghindari sejumlah kewajiban pengungkapan yang dikenakan SEC kepada perusahaan-perusahaan penerbit saham di AS, sehingga membuat mereka lebih mudah melakukan emisi di AS. Walaupun pasar AS menawarkan keuntungan bagi penawaran saham baru karena ukurannya yang besar, tetapi ketatnya kewajiban registrasi kadang-kadang malah bisa memperlambat penjualannya. Oleh karena itu, sejumlah perusahaan AS telah menerbitkan saham dalam pasar luar negeri dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan-perusahaan AS yang lain menerbitkan saham di luar negeri hanya untuk meningkatkan citra global mereka. Keberadaan berbagai pasar yang digunakan untuk melakukan emisi saham menyediakan banyak pilihan bagi korporasi yang membutuhkan dana. Persaingan antar pasar ini diharapkan akan meningkatkan efisiensi emisi saham.
Manajemen Keuangan Internasional 35 Emisi saham internasional cenderung lebih laku dalam pasar luar negeri jika perusahaan multinasional yang menerbitkannya memiliki citra global. Tetapi, sejumlah MNC yang kurang terkenal juga menerbitkan saham dalam pasar luar negeri untuk menciptakan citra global. Selain itu, penerbitan saham di beberapa pasar sekaligus bisa menghindarkan emiten dari tekanan penurunan harga yang bisa terjadi jika keseluruhan emisi dijual dalam satu pasar tunggal. Lokasi operasi MNC dapat mempengaruhi keputusan mengenai tempat penerbitan saham, karena MNC tersebut mungkin menginginkan sebuah negara tempat di mana MNC tersebut dapat mengumpulkan arus kas yang memadai di masa depan untuk menutupi pembayaran dividen. Saham dari sejumlah perusahaan multinasional yang berbasis di AS diperdagangkan secara luas pada berbagai bursa saham di berbagai belahan dunia. Sebagai contoh, saham Coca-Cola Company diperdagangkan pada bursa di AS Frankfurt dan Swiss. Saham TRW International diperdagangkan di AS, London dan Frankfurt. Saham-saham CPC International, Allied-Signal dan banyak MNC AS yang lain diperdagangkan pada lebih dari 5 bursa berbeda di luar negeri, selain di AS sendiri. Dengan menempatkan saham mereka pada bursa-bursa luar negeri, perusahaan-perusahaan multinasional dapat dengan mudah menjual saham-saham tersebut kepada investor-investor asing yang memiliki akses terhadap bursa yang dimaksud. Perusahaan-perusahaan multinasional besar telah mulai menempatkan emisi saham baru dalam berbagai bursa asing secara simultan. Bank-bank investasi menjamin emisi saham melalui satu sindikasi atau lebih yang melibatkan bank-bank investasi dari berbagai negara. Distribusi saham secara global dapat mencapai pasar yang lebih luas, sehingga jumlah saham yang bisa diterbitkan dengan harga tertentu juga meningkat. Sebagai akibat dari kemajuan teknologi dan sejumlah peristiwa penting, pasar saham di seluruh dunia telah berubah menjadi sistem perdagangan global 24 jam. Kejadian yang
36 Febra Robiyanto, SE., M.Si., Akt. dikenal dengan “Big Bang” telah memunculkan sistem perdagangan saham terkomputerisasi (yang dinamakan SEAQ) di London pada bulan Oktober 1986, yang mirip dengan sistem NASDAQ di AS. Selain itu, London Stock Exchange sekarang membolehkan perusahaan-perusahaan investasi besar dari AS dan Jepang untuk berdagang di sana. Perdagangan saham terjadi terus menerus tanpa henti karena perbedaan zona waktu antara Tokyo, London, New York dan berbagai bursa lain di dunia. Pemanfaatan Pasar Keuangan Internasional Pasar spot, pasar forward, pasar currency futures, dan pasar currency options semuanya digolongkan sebagai pasar valuta asing. Fungsi pertama adalah perdagangan luar negeri dengan mitra-mitra dagang perusahaan. Ekspor menghasilkan arus kas sedangkan impor memerlukan pengeluaran arus kas. Fungsi kedua adalah investasi asing langsung atau akuisisi aset di luar negeri. Fungsi ini meminta pengeluaran arus kas tetapi juga menghasilkan arus kas melalui dividen-dividen yang dipulangkan ke perusahaan induk atau melalui penjualan aset yang dimaksud. Fungsi ketiga adalah investasi jangka pendek dalam sekuritas-sekuritas luar negeri. Pasar Eurocurrency biasanya digunakan bagi tujuan ini. Fungsi keempat adalah pembiayaan jangka pendek dalam pasar Eurocurreny. Fungsi kelima adalah pembiayaan jangka panjang dalam pasar Eurocredit, Eurobond, atau pasar-pasar saham internasional.
Manajemen Keuangan Internasional 37 BAB IV PENANGKALAN FLUKTUASI VALAS Kontrak Forward Kontrak forward (forward contracts), yaitu kontrak yang memungkinkan seseorang membeli atau menjual valuta di masa depan. Kontrak forward diimplementasikan menggunakan kurs forward (forward rate). Kurs forward mewakili kurs penukaran valuta pada suatu waktu di masa depan. Jika sebuah perusahaan multinasional memperkirakan akan adanya kebutuhan atau penerimaan suatu valuta asing tertentu di masa depan, perusahaan tersebut dapat melakukan kontrak forward untuk mengunci kurs pembelian atau penjualan valuta tersebut. Dalam dunia nyata sekarang, semua perusahaan multinasional menggunakan kontrak forward. Sejumlah MNC, seperti CPC International dan TRW, memiliki peredaran kontrak forward yang bernilai lebih dari $100 juta, yang ditujukan untuk menghedge berbagai posisi valasnya. Bagaimana MNC Memanfaatkan Kontrak Forward? Pertimbangkan sebuah perusahaan yang akan membutuhkan 1 juta mark Jerman. Asumsikan bahwa perusahaan tersebut dapat membeli mark Jerman untuk pengiriman langsung (yaitu, dari pasar spot) dengan kurs spot 50,50 per mark. Berdasarkan kurs spot ini, perusahaan akan membutuhkan $500.000. Namun, perusahaan yang mungkin tidak memiliki dana saat ini juga membeli mark. Perusahaan dapat menunggu 90 hari dan kemudian menukarkan dolar dengan mark berdasarkan kurs spot yang berlaku saat itu. Tetapi, perusahaan tidak mengetahui berapa kurs spot 90 hari dari sekarang. Jika naik menjadi $0,60 per mark, perusahaan akan membutuhkan $600.000. Akibatnya perusahaan akan merugi sebesar $100.000. Tentu saja, jika perusahaan yakin kurs spot akan naik menjadi $0.60 perusahaan akan membeli dolar sekarang juga untuk
38 Febra Robiyanto, SE., M.Si., Akt. menghindari kerugian. Bahkan sekalipun perusahaan tidak memiliki dana saat ini, perusahaan relatif lebih untung jika meminjamnya saat ini dan menggunakannya untuk membeli dolar AS. Namun, akan lebih baik jika perusahaan mampu “mengunci” kurs untuk 90 hari dari sekarang tanpa harus menukarkan dolar dengan mark saat ini juga. Inilah sebenarnya yang dilakukan oleh kontrak forward. Kontrak forward adalah persetujuan antara sebuah perusahan dengan bank untuk saling menukarkan valuta pada kurs tertentu (yaitu, kurs forward) pada suatu waktu tertentu di masa depan. Periode forward yang paling umum adalah 30, 60, 90, 180, dan 360 hari, walaupun periode-periode lain juga tersedia. Kurs forward dari suatu valuta biasanya akan bervariasi menurut panjangnya periode forward. Korporasi-korporasi juga menggunakan pasar forward untuk mengunci kurs penjualan valuta mereka di masa depan. Strategi ini digunakan untuk berlindung dari kemungkinan valuta yang dimaksud mengalami depresiasi di kemudian hari. Sama seperti kurs spot, kurs forward juga memiliki atribut bid-ask spread. Sebagai contoh, sebuah bank mungkin telah menyetujui kontrak forward dengan sebuah perusahaan di mana bank tersebut akan menjual mark 90 hari dari sekarang seharga $0,510 per mark. Ini merupakan kurs ask (kurs jual). Pada saat yang sama, bank tersebut juga telah setuju untuk membeli (bid) mark 90 hari dari sekarang dari sebuah perusahaan lain seharga $0,505 per mark. Kontrak forward yang melibatkan valuta dari negaranegara berkembang seperti Chile, Meksiko, Korea Selatan, Taiwan, dan Thailand juga disediakan oleh bank-bank. Karena transaksi-transaksi kontrak forward yang melibatkan valuta negara-negara tersebut jumlahnya relatif kecil, bank kadangkadang mengalami kesulitan mencocokkan pembeli dan penjual. Rendahnya likuditias ini menyebabkan bank-bank memperlebar bid-ask spread untuk kontrak forward semacam itu. Kontrak
Manajemen Keuangan Internasional 39 forward dalam negara-negara ini umumnya hanya tersedia untuk jangka waktu pendek. Premium atau Diskon dari Kurs Forward. Jika kurs forward melampaui kurs spot berjalan, kurs forward tersebut mengandung premium. Jika lebih rendah, kontrak forward tersebut mengandung diskon. Premium atau diskon ini lazimnya dihitung secara tahunan. Sebagai contoh, asumsikan bahwa kurs forward dalam kolom 2 dari tabel berikut berlaku pound Inggris. Berbasis kurs forward tersebut, diskon forward dapat dihitung bagi masing-masing jangka waktu jatuh tempo. Diskon forward dapat terlebih dahulu dihitung dalam desimal, yang kemudian dapat dengan mudah dikonversikan ke dalam persentase. Perhitungan Premium atau Diskon dari Kurs Forward Tipe Kurs Nilai (per Pound Inggris) Waktu Jatuh Tempo Premium atau Diskon dari Kurs Forward Kurs spot Kurs forward 30 hari Kurs forward 90 hari Kurs forward 180 hari $1,8632 $1,8621 $1,8586 $1,8526 30 hari 90 hari 180 hari Kurs forward biasanya berbeda dari kurs spot. Jika kurs forward sama dengan kurs spot, dan suku bunga dari kedua negara yang dimaksud berbeda, akan dimungkinkan bagi sejumlah investor (dibawah asumsi-asumsi tertentu) untuk menggunakan transaksi arbitrage untuk mendapatkan 1,14% 180 360 $1,8632 $1,8526 $1,8632 =− − X 0,99% 90 360 $1,8632 $1,8586 $1,8632 =− − X 0,71% 30 360 $1,8632 $1,8621 $1,8632 =− − X
40 Febra Robiyanto, SE., M.Si., Akt. pengembalian yang lebih tinggi dari apa yang memungkinkan di dalam negeri tanpa harus menanggung risiko tambahan. Konsekuensinya, kurs forward biasanya akan mengandung premium atau diskon yang mencerminkan perbedaan antara suku bunga dalam negeri dengan suku bunga luar negeri. Kontrak Forward Khusus bagi MNC. Kontrak forward antara sebuah perusahaan multinasional dengan banknya dapat dibuat khusus untuk mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan dari perusahaan tersebut. Periode-periode kontrak forward untuk 2 tahun atau lebih tersedia untuk berbagai periode kontrak forward berbagai valuta. Sejumlah bank bahkan menawarkan kontrak forward berjangka waktu 5 tahun bagi sejumlah perusahaan besar. Karena kontrak forward semacam ini ditujukan untuk mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan perusahaan besar, nilainya biasanya lebih dari $1 juta. Kontrak forward jarang digunakan oleh konsumen atau perusahaan-perusahaan kecil. Dalam sejumlah kasus, sebuah bank mungkin meminta deposit awal dari korporasi sebagai jaminan bahwa korporasi tersebut akan memenuhi kewajiban-kewajibannya. Tetapi adakalanya bank percaya sepenuhnya pada korporasi dan tidak meminta deposit. Bidang lain di mana pasar forward digunakan dalam kaitan dengan penangkalan terhadap fluktuasi valuta asing adalah untuk menggambarkan pengambilan posisi jangka panjang perusahaan yang berhubungan dengan penerimaan dana dari luar di masa depan. Contoh valuta asing menggambarkan bahwa posisi penangkal yang ekivalen dapat dicapai secara serentak meminjam dalam satu negara dan meminjamkan di negara lain : pada 1/3 ketika $1 = 10 VA (Valuta Asing) unit, MNE Company melakukan penjualan peralatan kepada perusahaan luar negeri dan akan menerima VA 11.000.000 pada tanggal 1/6. MNE telah mengeluarkan semua biaya dalam dolar dan ingin mengetahui jumlah dolar yang akan diterimanya pada 6/1. Tarif pajak efektif pada negara
Manajemen Keuangan Internasional 41 domestik dan luar negeri itu adalah 40 persen. MNE sedang mempertimbangkan dua alternatif untuk mengelola resiko fluktuasi mata uang asing. Alternatif 1 : Untuk menggunakan forward untuk menjual (ke jangka pendek) FC 11.000.000 untuk dolar pada suku bunga forward 90 hari yang dikutip pada 1/3 adalah 11 FC per dolar. Menurut perjanjian ini MNE Company akan menerima jumlah pasti dalam dolar pada 1/6 sebagaimana ditentukan oleh suku bunga forward pada 1/3. Alternatif 2 : MNE pada 1/3 meminjam dari bank luar negeri sejumlah mata uang luar negeri dengan bunga yang sama dengan jumlah yang akan diterima MNE Company pada 1/6. Suku bunga pada pinjaman itu akan sebesar 32 persen. Dengan peminjaman ini, perusahaan akan menerima VA dan menggunakan VA untuk membeli dolar pada suku bunga spot 1/3, yaitu pada VA 10 per dolar. Dolar yang diterima dapat diinvestasikan di AS pada suku bunga 12 persen. Ketika MNE menerima VA 11.000.000 pada tanggal 1/6, ia dapat melikuidasikan pinjaman mata uang lokal (luar negeri) ditambah bunga. Hasil-hasil dari kedua transaksi akan sebagai berikut. Alternatif 1 : VA 11.000.000 : suku bunga forward 90 hari yang dikutip pada 1/3 = VA 11.000.000 : 11 = $ 1.000.000 Perhitungan kerugian untuk pelindung pajak : VA. 11.000.000 : suku bunga spot pada 1/3 = VA 11.000.000 : 10 = $ 1.100.000 $ 1.100.000 - $ 1.000.000 = kerugian $ 100.000 x tarif pajak (40 %) = pelindung pajak = $ 40.000 Hasil bersih dengan pelindung pajak = $ 1.040.000
42 Febra Robiyanto, SE., M.Si., Akt. Alternatif 2 : Pada 1/6 MNE akan menerima VA 11.000.000. Meminjam VA untuk 90 hari : VA 11.000.000 = Pokok pinjaman + (1 − T ) 4 R 1 f f = Pokok pinjaman [1 + 0,08 (0,6)] = Pokok pinjaman (1,048) VA 10.496.183 = Pokok pinjaman Beban bunga = VA 11.000.000 – 10.496.183 = VA 503.817 Mengkonversikan pinjaman VA ke dolar pada suku bunga spot 1/3 : Pinjaman dalam $ = VA 10.496.183 / VA 10 per $1 = $ 1.049.618 Menginvestasikan hasil di A.S. $ 1.049.618 + (1 − T ) 4 R 1 US US = $ 1.049.618 [1 + 0,03 (0,6)] = $ 1.068.511 Menurut asumsi itu, MNE akan menerima $1.040.000 jika pasar forward digunakan. Jika ia meminjam valuta asing dan menginvestasikan domestik, hasil bersihnya akan sebesar $1.068.511, yang lebih tinggi sedikit. Akan tetapi, ini akan menunjukkan peluang arbitrase antara pasar forward dan pasar pinjam-investasikan. Kami kemudian menggambarkan penggunaan pasar forward valuta asing dengan mengambil posisi jangka panjang atau dengan transaksi dalam pasar kredit. Pada tanggal 1/3 Perusahaan XYZ membeli peralatan elektronik dari perusahaan luar negeri yang akan mensyaratkan pembayaran VA 900,000 pada 1/6. Suku bunga spot pada 1/3 adalah VA 10 per dolar, suku bunga forward 90 hari adalah VA 9 per dolar. Suku bunga spot pada bunga AS adalah 12 persen, suku bunga luar negeri adalah 8 persen, dan tarif pajak efektif untuk kedua negara
Manajemen Keuangan Internasional 43 adalah 40 persen. XYZ sedang mempertimbangkan dua alternatif untuk menghadapi risiko fluktuasi kurs pertukaran. Alternatif 1 : Memasuki pasar forward untuk membeli (go long) VA 900.000 pada 90 suku bunga forward yang berlaku pada 1/3. Alternatif 2 : Meminjam sejumlah dolar untuk membeli VA pada tarif spot berjalan. Unit mata uang asing ini diinvestasikan dalam surat berharga pemerintah dari negara asing; dengan pendapatan bunga, itu akan sama dengan VA 900.000 pada 1/7. Hasil-hasil penggunaan kedua alternatif diperlihatkan di bawah ini. VA 900.000 : tarif forward 90 hari yang berlaku pada 1/6 = VA 900.000 : 9 = $ 100.000 Perhitungan kerugian untuk pelindung pajak : VA 900.000 : tarif spot pada 1/3 = VA 900.000 + 10 = $ 90.000 Dolar yang diperlukan pada tarif forward $ 100.000 Dolar yang diperlukan pada tarif spot berjalan $ 90.000 Kerugian $ 10.000 x tarif pajak 40 % = pelindung pajak $ 4.000 Biaya sesudah pajak dengan menggunakan kontrak forward : $100.000-$4.000 = $ 96.000 Alternatif 2 : VA 900.000 = (Pinjaman $) + − (1 T ) 4 R 1 Spotberjalan Tarif f f = Pinjaman $ (10) + (1 − 04) 4 0,08 1 = Pinjaman $ (10) (1,012)
44 Febra Robiyanto, SE., M.Si., Akt. = Pinjaman $ (10,12) Pinjaman $ = 900.000 : 10,12 = $ 88.933 Ditambah beban bunga : Total biaya = $ 88.933 + (1 − T) 4 R 1 US = $ 88.933 + (1 − 0,4) 4 0,12 1 = $ 88.933 ( 1 + 0,018) Biaya meminjam domestik menginvestasikan di luar negeri = $ 90,534 Jadi kita melihat bahwa biaya pembelian peralatan elektronik dalam dolar agak lebih rendah dengan menggunakan alternatif pinjam dan investasikan dibandingkan penggunaan pasar forward. Penggunaan pasar forward melibatkan premi atau diskonto pada nilai valuta asing. Dalam contoh di atas, pada 1/3, 10 unit mata uang asing diperlukan perdolar (satu dolar bernilai $0,10). Pada tanggal 1/6 jumlah unit mata uang asing per dolar turun menjadi sembilan sehingga nilai dolarnya adalah $0,111. Jadi nilai dolar naik. Namun penggunaan pasar forward melibatkan pembayaran premi dalam nilai kurs mata uang asing itu. Jadi penggunaan pasar forward tidak menghindarkan peningkatan yang diantisipasi dalam nilai kurs mata uang asing. Hal itu juga harus ada pada hubungan suku bunga relatif antara kedua negara menurut paritas suku bunga. Jadi perubahan yang diantisipasi dalam suku bunga forward yang tercermin dalam perbedaan pada tingkat suku bunga berjalan adalah jenis premi asuransi yang dibayarkan untuk mencegah resiko perubahan masa depan yang tak terduga pada nilai valuta asing dan dalam hubungan suku bunga.
Manajemen Keuangan Internasional 45 Kurs Silang Sebagian besar kuotasi nilai tukar menampilkan nilai valuta asing relatif terhadap dolar. Tetapi, ada sejumlah situasi di mana sebuah perusahaan ingin mengetahui kurs antara dua valuta non dolar. Sebagai contoh, jika sebuah perusahaan Inggris membutuhkan mark untuk membeli barang Jerman, perusahaan tersebut pasti mengkhawatirkan pergerakan nilai mark terhadap pound. Tipe kurs yang dibutuhkan di sini adalah dikenal dengan kurs silang, karena kurs ini mencerminkan jumlah satu valuta asing per unit valuta asing lain. Kurs silang dapat dengan mudah ditentukan menggunakan kuotasi nilai tukar. Formula umumnya adalah sebagai berikut : Nilai 1 unit Valuta A dalam unit Valuta B = NilaiMark dalam$ NilaiPounddalam$ Sebagai contoh, jika pound bernilai $1,80 dan mark Jerman $0,60, maka nilai pound Inggris dalam mark Jerman adalah : Nilai Pound dalam Mark = NilaiMark dalam$ NilaiPounddalam$ = $0,60 $1,80 = 3,00 Jadi, satu pound Inggris berharga 3 mark. Cara alternatif untuk mengekspresikan nilai tukar pound dengan mark adalah dengan menghitung jumlah pound yang setara dengan 1 mark. Angka ini dapat dihitung dengan membalik persamaan diatas; hasilnya adalah $0,60/$1,80 atau 1/3 atau 0,333, yang berarti bahwa 1 mark bernilai £0,333. Penangkalan dengan Pasar Currency Futures dan Pasar Currency Options Sejumlah MNC yang terlibat dalam perdagangan internasional menggunakan pasar currency futures dan pasar