The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by petrikor, 2023-04-09 23:26:45

Overview FTTH

Overview FTTH

OVERVIEW FIBER TO THE HOME


Setelah mempelajari modul ini peserta memahami dan mengetahui arsitektur teknologi & implementasi FTTX serta mengetahui jenis dan fungsi elemen network FTTX baik di sisi Feeder, Distribusi, Drop dan Home Network. Tujuan Modul


3 Topik Bahasan Elemen dan Network FTT H Perangkat Aktif Feeder Network Distribution network Drop network 12345 6789 10 In Home network CPE customer Penyambungan Pengukuran Link Budget


ELEMEN DAN NETWORK FTTH


5 Elemen dan Network FTTx Secara umum jaringan FTTH/B dapat dibagi menjadi 4 segmen catuan kabel selain perangkap aktif seperti OLT dan ONU/ONT, yaitu sebagai berikut: 1.Segmen A : Catuan Kabel Feeder 2.Segmen B : Catuan Kabel Distribusi 3.Segmen C : Catuan Kabel Penanggal / Drop 4.Segmen D : Catuan Kabel Rumah/ Gedung ELEMEN DAN NETWORK FTTH


6 D/U LINK ME OLT R. FTM E. TRANS E. AKSES O. AKSES D/U LINK Bundle Core Patch Cord Label Kardek ODC ODP CL ODP POLE ODP PEDESTAL IKR Kabel Drop Core Kabel DS Kabel feeder OTP ELEMEN DAN NETWORK FTTH


PERANGKAT AKTIF


8 Perangkat Aktif ( OLT ) Control &Alarm OLT 1 OLT 2 OLT 3 FAIL ACT LF DATA L-BLS C-BLS PON LF DATA LF DATA WPIU FAIL ACT LF DATA L-BLS C-BLS PON LF DATA LF DATA WPIULG Electronics Inc. FAIL ACT LF DATA L-BLS C-BLS PON LF DATA LF DATA WPIU FAIL ACT LF DATA L-BLS C-BLS PON LF DATA LF DATA WPIULG Electronics Inc. FAIL ACT LF DATA L-BLS C-BLS PON LF DATA LF DATA WPIULG Electronics Inc. FAIL ACT LF DATA L-BLS C-BLS PON LF DATA LF DATA WPIULG Electronics Inc. FAIL ACT LF DATA L-BLS C-BLS PON LF DATA LF DATA WPIULG Electronics Inc. FAIL ACT LF DATA L-BLS C-BLS PON LF DATA LF DATA WPIULG Electronics Inc. FAIL ACT LF DATA L-BLS C-BLS PON LF DATA LF DATA LG Electronics Inc. FAIL ACT LF DATA L-BLS C-BLS PON LF DATA LF DATA FAIL ACT LF DATA L-BLS C-BLS PON LF DATA LF DATA LG Electronics Inc. FAIL ACT LF DATA L-BLS C-BLS PON LF DATA LF DATA GSIB LNI3A LNI3B LNI4A LNI4B WPIULNI5A LNI5B ` FAIL ACT LF DATA L-BLS C-BLS PON LF DATA LF DATA WPIULG Electronics Inc. FAIL ACT LF DATA L-BLS C-BLS PON LF DATA LF DATA WPIULG Electronics Inc. FAIL ACT LF DATA L-BLS C-BLS PON LF DATA LF DATA WPIULG Electronics Inc. FAIL ACT LF DATA L-BLS C-BLS PON LF DATA LF DATA WPIULG Electronics Inc. LNI2A LNI2B LF DATA PON LF DATA PON LF DATA PON LF DATA PON LF DATA PON LF DATA PON LF DATA PON LF DATA PON LF DATA PON LF DATA PON LF DATA PON LF DATA PON LF DATA PON LF DATA PON LF DATA PON LF DATA PON FAIL ACT LF DATA L-BLS C-BLS PON LF DATA LF DATA FAIL ACT LF DATA L-BLS C-BLS PON LF DATA LF DATA LF DATA PON LG Electronics Inc. WPIULNI1A WPIU LG Electronics Inc. FAIL ACT LF DATA L-BLS C-BLS PON LF DATA LF DATA FAIL ACT LF DATA L-BLS C-BLS PON LF DATA LF DATA LF DATA PON LG Electronics Inc. WPIU LNI1B LG Electronics Inc. ACO RST ACO RST ACO RST ACO RST LG Electronics Inc. LG Electronics Inc. LG Electronics Inc. LG Electronics Inc. OMPU FAIL ACT MAJ CRT VICU ACT LF1 LF2 LF3 VICU BNI1A FAIL ACT LF1 LF2 LF3 VICU FAIL ACT LF1 LF2 LF3 VICU BNI1B GSIUGSIA FAIL ACT LFLT INT ACT LFLT INT Optical Line Terminal ( OLT ) adalah suatu perangkat aktif ( OptoElektik ) yang berfungsi : 1. Mengubah sinyal Elektrik Sinyal Optik. 2. Sebagai alat multiplex Modul GPFA ( GPON interface card ) Downstrem 2.5 G 2.5/32 = ±78 M EIT1F= Uplink 10 G EIG= Uplink 1G GCSD= Modul Control 1OLT = 10 x GPFA 1Modul GPFA=4 port 1 port = 32 User (Rekomendasi) 1 OLT = 1280 user PERANGKAT AKTIF


9 9 OLT HUAWEI OLT ZTE OLT ALU JENIS – JENIS OLT PERANGKAT AKTIF


10 1. Persyaratan OLT a. Interface : • Hot-inserted and hot-swappable. • 1+1 redundancy protection for control card, power card and IP uplink card. • Untuk layanan RF Video 1550 nm perlu ada tambahan perangkat WDM coupler (baik embedded/external) b. Panjang Gelombang : • Video menggunakan λ 1550 nm. • Secara keseluruhan Upstream menggunakan λ 1310 nm. • Downstream data menggunakan λ 1490 nm. • Downstream keseluruhan panjang gelombang tersebut melalui 1 (satu) core optik. PERANGKAT AKTIF c. Layanan yang diberikan : Layanan Voice. Layanan Data. Layanan Video. Layanan Datakom. d. Macam dan type OLT : • ZTE 220 : 1 card 4 port • ZTE 300 : 1 card 8 port (GTGO) & 16 port ( GTGH) • Huawei MA 5600T : 1 card 16 port • ALU 7360 ISAM FX : 1 card 16 port


11 2. Persyaratan ODN a. Interface to ODN : • Minimum 2 GPON interfaces per card. • Class B+ standard. • Optical connector type: FC/PC or FC/APC SC/PC or SC/APC • Bandwidth per PON: Downstream 2.488 Gbps Upstream 1.244 Gbps PERANGKAT AKTIF


12 3. Persyaratan ONU/ONT a. Interfaces: • Interface to ODN: FC/PC or FC/APC and SC/PC or SC/APC Bandwidth: downstream 2.5 Gbps and upstream 1.25 Gbps b. Interface to user network: • Module 10/100/1000Base-T Ethernet via RJ45 • Module E1 interfaces (optional) • Module VDSL2/ADSL2+ refer to ultra broadband • POTS via H.248/SIP • UPS option for MDU c. To OLT: minimum 1 optical port d. To UNI: • Minimum 12 Ethernet port 10/100/1000 Base-T, or • Minimum 24 POTS (VoIP) port – RJ11, or • Minimum 12 RF video port- coaxial (optional). • Minimum 24 VDSL2/ADSL2+ port. • Minimum 4 E1 (optional). PERANGKAT AKTIF


13 Arsitektur Umum GPON PC Black/SIP (session inisitaion protocol) phone IP/Ethernet Passive WDM Video Optical Splitter Coupler Packet Optical Line Termination (P-OLT) Optical Network Termination (ONT) … 2 s/d 64 splits 2.5Gb/s 1.2Gb/s 1,490 nm 1,310 nm Broadcast HE Video Optical Line Termination (V-OLT) 1550 nm Passive Outside Plant 28 dB optical budget Optical Cable PSTN Voice Voice GW STB / TV Element Management PERANGKAT AKTIF


14 Berbasis teknologi PON dan WDM 1 core 3 λ (full duplex); dimana : 2 λ untuk komunikasi Voice dan IP/Ethernet kirim/terima (downstream/upstream) downstream = 1490 nm upstream = 1310 nm sinyal RF analog = 1550 nm Splitting ratio 1:32, 1:64, 1:128 Prinsip GPON dan Multiplexing Data 1 λ untuk broadcast TV/Video (dowstream) PERANGKAT AKTIF


15 Item GPON Nominal line rate 2.48832 Gbps D/S 1.24416 Gbps U/S Wavelength 1480-1550nm DS ( 1490 nm ) 1290-1330nm US ( 1310 nm ) Split ratio 32/64/128 Maximum distance 20 km (Logical: 60 km) Maximum differential distance 20km Optical power budget Class B: 10- 25dB Class B+: 13-28dB Class C: 15-30dB Class C+: 17-32dB GPON PERANGKAT AKTIF


16 Elemen ODN tiap segmen 1. Segmen A : • ODF-FTM, • feeder FO, • Optical Distribusi Cabinet (ODC), • Passive Splitter (PS). 2. Segmen B : • Distribusi FO, • Optical Distribusi Point, • Passive Splitter (PS). 3. Segmen C : • Drop FO, • Optical Termination Premisses (OTP). 4. Segmen D : • In Building Network, • In Home Network. PERANGKAT AKTIF


17 ODN EQUIPMENTS ODF- FTM Di Rumah Di Dalam Gedung OSP PERANGKAT AKTIF


FEEDER NETWORK


19 Segmen A Elemen yang di Segmen A antara lain : • FTM (ODF – FMS), • Feeder Fiber Optik, • Optical Distribution Cabinet (ODC). FEEDER NETWORK


20 FTM (Fiber Termination Management) Adalah suatu perangkat yang digunakan untuk terminasi, interkoneksi dan cross connect fisik kabel optik baik dari outside plant (OSP), maupun dari perangkat aktif, serta merupakan tempat melakukan fungsi monitoring dan pengukuran fiber optik.(sesuai STEL L-055-2011) versi 1 ODF FMS (Optical Distribution Frame dan Fiber Management System) Adalah bagian dari FTM yaitu perangkat yang berupa suatu frame tertutup dengan struktur mekanik berupa rack atau shelf atau struktur lain yang mempunyai fungsi utama sebagai tempat pegangan kabel (fiber) dan passive spliter (elemen pasif lainnya), dilengkapi fiber organizer serta mampu melindungi elemen-elemen di dalamnya yang digunakan untuk tempat terminasi kabel serat optik yang berasal dari OSP dan perangkat aktif. FTM (ODF + FMS) FEEDER NETWORK


21 FEEDER NETWORK


22 FTB Pathcord Cable management Frame Splice Room ODF for OSP termination ODF for Equipment termination Grounding Bar system pentanahan FEEDER NETWORK Cable management


23 E. AKSES O. AKSES FEEDER NETWORK


24 Persyaratan FTM ODF FTM 1. Memiliki tinggi 2,2 m (termasuk sepatu rak atau rack wheels), 2. Mempunyai dudukan untuk FTB (Panel) dengan sistem rak 19”, 3. Kapasitas maximum ODF FTM adalah 7 Fiber Terminal Box. 4. Kapasitas tiap FTB maksimal 144 port 5. Sehingga kapasitas total ODF FTM minimal sebesar 1008 port. Fiber Termination Box (FTB) 1. Desain konstruksi FTB atau dapat juga disebut Panel berbentuk modular dan atau tersusun dari beberapa sub panel yang berisi susunan konektor adaptor SC/UPC. Sub panel tersebut harus terpasang secara Swing atau Slidding pada modul FTB yang di-mounting pada struktur rak 19”. a. FTB/Panel harus dirancang sedemikian rupa sehingga pemasangan, penggantian dan pemeliharaan fiber dapat dilakukan dengan mudah dan tidak mengganggu fiber (live fiber) yang lain. b. Setiap Panel FTB atau Sub-Panel harus dilengkapi dengan pigtail dan cassette tempat penyimpanan slack pigtail dan protection sleeve. c. Masing-masing Panel/Sub Panel harus dilengkapi dengan kabel/pathcord guide.dengan sempurna. FEEDER NETWORK


25 Splice Room Splice room harus dilengkapi splice tray yang berfungsi untuk mengamankan dan melindungi sambungan fiber/protection sleeve. Splice room dapat ditempatkan di Cassette pada Panel atau sub modul/sub panel FTB. Splitter • Jika ODF FTM dilengkapi dengan splitter, maka persyaratan splitter harus sesuai dengan Spesifikasi Telekomunikasi Splitter ( STEL L- 050 -2008 Versi 1); dan splitter harus diterminasi di ruang khusus berupa panel 19” setara dengan FTB/Panel (FTB Splitter). • Dalam hal ODF FTM tidak dilengkapi dengan splitter, maka harus terdapat Splitter room yang setara dengan FTB/Panel dan di-mounting pada rak 19”. Pentanahan ODF FTM harus memiliki terminal pentanahan yang berfungsi untuk terminasi pentanahan. Setiap bagian ODF FTM yang terbuat dari logam harus diterminasikan secara terintegrasi. Terminasi pentanahan harus sedemikian rupa sehingga kabel pentanahan dapat terpasang dengan sempurna. FEEDER NETWORK


26 Feeder FO berfungsi untuk menyalurkaan informasi berupa sinyal optik hasil konversi perangkat optoelektik (OLT), biasanya menggunakan kabel fiber optic Single Mode tipe G652D Loose tube dan jenis kabel yang digunakan sesuai dengan instalasinya, ditinjau dari jenis instalasinya maka jenis kabel feeder terdiri dari beberapa macam yaitu sebagai berikut : 1. Kabel fiber optic tanam langsung / direct burried (jarang diimplementasikan) 2. Kabel fiber optic duct / duct system, Jenis ini ada 2 macam yaitu : a. Sistem duct konvensional (instalasinya dengan cara penarikan) menggunakan pelindung/Duct dan pipa HDPE (merefer STEL K-015-2008) b. Sistem Micro duct dimana cara instalasinya dengan dorongan tekanan udara (Air Blown System). 3. Kabel fiber optic udara (aerial), Jenis ini juga ada 2 macam : a. Sistim konvensional (instalasinya dengan cara penarikan). Dengan penggantung (merefer STEL K-017-2009 Versi : 2.1 ) b. Sistem Micro duct dimana cara instalasinya dengan dorongan tekanan udara (Air Blown System). Di indonesia belum digunakan sebagai Feeder FO. Feeder Fiber Optik FEEDER NETWORK


27 Duct dan Pipa HDPE Kapasitas kabel FO yang digunakan sebagai Feeder biasanya: 1. Kabel Duct mulai 48 s/d 264 core 2. Kabel Udara ( Aerial ) mulai dari 48 s/d 96 core. Kabel FO Duct Loose Tube Contoh Duct dan Manhole Contoh Duct pipa PVC Contoh Duct pipa HDPE STEL QA-L.038-2002 Versi 1 Tergantung kondisi dilapangan baik itu potensi Existing feeder, pemenuhan Homepass serta pengembangannya Kabel FO Aerial Loose Tube FEEDER NETWORK


28 Sarana Sambung Kabel FO Keperluan kabel untuk diinstalasi di lapangan beraneka ragam, sedangkan panjang kabel yang ada dalam 1 haspel terbatas berkisar antara 3 KM ( kap ≤ 96 core) dan 2 KM ( kap 144 & 264 core ), jika diperlukan instalasi kabel yang diperlukan lebih dari 3 KM maka diperlukan perangkat untuk menyambung dan pelindung dari sambungan tersebut, hal tersebut di maksudkan untuk menjaga kualitas dari pada kabel. Alat sambung yang digunakan biasanya Universal Closure, Spesifikasi merefer STEL L-037-2001 Ver.2 Ukuran sarana sambung kabel tipe closure yang ada di pabrikan sebagai berikut : • Sampai dengan 64 core, • Sampai dengan 96 core, • Sampai dengan 144 core, • Sampai dengan 264 core. FEEDER NETWORK


29 ODC dan Passive Splitter ODC adalah suatu perangkat pasif yang diinstalasi diluar STO bisa di lapangan (Outdoor) dan juga bisa didalam ruangan / di MDF Gedung HRB (Indoor), yang mempunyai fungsi sebagai berikut : • Sebagai titik terminasi ujung kabel feeder dan pangkal kabel distribusi • Sebagai titik distribusi kabel dari kapasitas besar (feeder) menjadi beberapa kabel yang kapasitasnya lebih kecil lagi (distribusi) untuk flesibilitas. • Tempat Splitter. • Tempat penyambungan. FEEDER NETWORK


30 Persyaratan ODC Kebijakan NWS (ISP) FEEDER NETWORK


31 FEEDER NETWORK


32 ODC harus dilengkapi dengan : • Space untuk splicing, • Space untuk spliter, • Alur pathcord /kabel manajemen, • Karena Kabel Feeder yang masuk ke ODC tidak disambung semua dengan splitter maka harus disediakan parking lot, • Karena letaknya kebanyakan di Outdoor maka perlu adanya titik terminasi untuk sistem pentanahan. Kapasitas ODC bermacam-macam sesuai dengan kebutuhan, yang ada di pabrikan secara standar yaitu : Kapasitas 96, 144, 288 dan 576 port. Rekomendasi dari NWS yang akan digunakan kapasitas 288 & 576 port (NDE No.C.Tel. 324/TK000/COOA0020000/2011 tanggal 9 Desember 2011, perihal Kebijakan Pemenuhan Alat Produksi Broadband di Area Green Field dan GF over BF) Persyaratan ODC FEEDER NETWORK


33 Passive Splitter Passive Splitter (PS) adalah suatu perangkat pasif yang berfungsi untuk membagi informasi sinyal optic (gelombang cahaya), kapasitas distribusi dari PS bermacam- macam yaitu 1:2, 1:4, 1:8, 1:16, 1:32, dan 1:64, spesifikasi teknis merefer (STEL-L -047- 2008 Ver1), dan ada juga yang inputnya 2 seperti 2:16 dan 2:32 Direkomendasikan digunakan di Telkom sampai 1:32 (secara total), aplikasinya : 1. One stage 1:32 2. Two Stage 1:2 dan 1:16 atau 1:4 dan 1:8, sehingga yang dipasang di ODC hanya 1:2 dan 1:4 saja. FEEDER NETWORK


34 Persyaratan Passive Splitter Perlu diperhatikan dalam menggunakan splitter, mengingat redaman dari pada splitter cukup besar (terkait penghitungan Link Budget). Redaman dari masing-masing Splitter dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Parameters 1:2 1:4 1:8 1:16 1:32 1:64 2:16 2:32 Operating Wavelenght (nm) 1260 ̴1650 Insertion Loss ( dB). Max 3.1 6.6 9.7 12.8 16.0 19.7 12.9 16.2 3.7 7.2 10.3 13.5 16.7 20.4 14.1 17.4 FEEDER NETWORK


DISTRIBUTION NETWORK


36 Segmen B Elemen yang di segmen B antara lain • Distribution Fiber Optik, • Optical Distribution Point (ODP), • Passive Splitter (PS). Segmen B DISTRIBUTION NETWORK


37 Distribution Fiber Optik Kabel fiber optic distribusi ini sama hal seperti kabel fiber optik feeder yang mempunyai fungsi untuk meneruskan informasi yang berupa sinyal optik dari mulai ODC sampai dengan ODP, tetap menggunakan kabel fiber optik Single Mode tipe G652D dan jenis instalasinya sama dengan feeder, apakah Tanam Langsung, Dalam Polongan Duct, HDPE, Micro Duct dan Aerial. Kapasitasnya kabel fiber optic untuk distribusi hanya lebih kecil berkisar 6 core sampai 48 core tergantung jenis kabel yang digunakan seperti : 1. Kabel Duct konvensional dan HDPE mulai dari 12 s/d 24 dengan 6 tube dan 24 s/d 48 dengan 12 tube (merefer STEL K-015-2008) 2. Kabel dengan Micro duct mulai dari 2 s/d 24 core. 3. Kabel udara mulai dari 12 s/d 24 dengan 6 tube dan 24 s/d 48 dengan 12 tube 4. Kabel Aerial dan Duct dengan konstruksi Single Core Per Tube (SCPT) dengan kapasitas 8, 12 dan 24 core, 5. Dengan menggunakan type kabel yang sudah diimplementasi di Jepang • Ribbon Slotted SSW (untuk kap 48 core dan bisa sampai 300 core) Aerial dan Ribbon Slotted (untuk kap 48 dan bisa sampai 1.000 core ) untuk Duct. • C Slotted SSW untuk Aerial ( Maks 48 ) dan untuk Duct ( Maks 48 ). • Single Fiber type SSW ( Self Supporting Window ) kap sampai dengan 8 core. DISTRIBUTION NETWORK


38 Single Core per Tube (SCPT) Cable DISTRIBUTION NETWORK


39 DISTRIBUTION NETWORK


40 Kabel FO Aerial per tube 1 core Kabel FO Aerial Type SSW Kabel FO (ABC) Kabel FO Indoor DISTRIBUTION NETWORK


41 DISTRIBUTION NETWORK


42 Cable Supporting wire Φ2.6mm Supporting wire Φ0.7mm Steel wire PET tape Water block material Rip cord C-Slot Black polyethylene Optical fiber (4 fiber bundle) G.657A1 Fiber Count 12F 24F Fiber Type ITU-T G.657A1 Supporting Wire 2.6mm Galvanized Steel Sheath PE (Black) Dimension 5.8 x 12.1mm 5.8 x 12.1mm Weight 80kg/km 85kg/km Kabel FO type C Slotted, kapasitas maksimal 48 core Kabel FO C Slotted Duct ( 48 core ) Supporting wire Core optic DISTRIBUTION NETWORK


43 Optical Distribution Point (ODP) ODP juga merupakan suatu perangkat pasif yang diinstalasi diluar STO bisa di luar ruangan/lapangan (Outdoor), didalam ruangan (Indoor), didalam gedung (HRB), yang mempunyai fungsi sebagai berikut : • Sebagai titik terminasi ujung kabel distribusi dan titik tambat awal/pangkal kabel Drop (dropcore)/penanggal, • Sebagai titik pembagi dari kabel distribusi menjadi beberapa saluran penanggal (kabel drop), • Tempat Splitter (1:8), • Tempat Penyambungan (splice). DISTRIBUTION NETWORK


44 Persyaratan ODP a. Kapasitas 8 port. b. Kapasitas 12 port. c. Kapasitas 16 port. d. Kapasitas 24 port. e. Kapasitas 48 port. HRB Bawah tanah Atas tanah/ Aerial DISTRIBUTION NETWORK ODP ini dilengkapi dengan space untuk splicing, space untuk splitter dan sistem pentanahan. Kapasitas ODP bermacam-macam sesuai dengan kebutuhan, yang ada dipabrikan secara standar yaitu :


45 Tipe ODP Ditinjau dari lokasi atau tempat pemasangannya ODP dapat dibagi menjadi 3 jenis, yaitu : • ODP tipe Wall / On Pole : ODP yang di instalasi di dinding atau dipasang diatas tiang, untuk Instalasi distribusi kabel udara dan kabel drop optik atas tanah (aerial), • ODP tipe Pedestal : ODP yang di-Instalasi diatas permukaan tanah, untuk instalasi distribusi kabel tanah, kabel duct dan kabel drop bawah tanah dengan pelindung pipa PVC, • ODP tipe Closure : ODP ini sangat flesibel bisa dipasang dibawah tanah, diatas tiang, bahkan bisa juga dipasang diantara dua tiang (pada kabel distribusi aerial). DISTRIBUTION NETWORK


46 ODP Wall/ On Pole ODP Pedestal Aerial ODP Jenis ODP ODP Closure DISTRIBUTION NETWORK


47 Passive Splitter (PS) Pada segmen Distribusi, dipasang Passive splitter jenis PLC dengan kapasitas : • Passive Spliter 1:8. • Passive Splitter 1:16. DISTRIBUTION NETWORK


DROP NETWORK


49 • Kabel Drop Fiber Optik (dropcore), • Optical Termination Premisses (OTP). Segmen C DROP NETWORK


50 Kabel Drop Fiber Optik (Dropcore) Fungsi kabel drop yaitu meneruskan sinyal optis dari ODP ke rumah-rumah pelanggan, tipe kabel drop yang digunakan adalah tipe G.657. Maksud penggunaan kabel optik dengan core yang tidak sensitif terhadap tekukan (G657) adalah untuk meminimize redaman, dimana pada instalasi kabel drop ini banyak terjadi belokan-belokan. Kapasitas kabel ini drop pada umumnya 1, 2, dan 4 core. Sesuai dengan lokasi instalasinya, maka kabel drop terdiri dari 3 macam yaitu : 1. Kabel drop bawahtanah (undergound), diinstalasi dengan pelindung pipa PVC dan konstruksi Hand Hole / Pit Hand Hole (sesuai STEL K-034-2010 Versi : 1.0), 2. Kabel Drop ABF (Air Blown Fiber) dengan pelindung Micro Duct. 3. Kabel drop dengan penggantung (aerial system), sesuai STEL K-033-2009 Versi : 1.0. DROP NETWORK


Click to View FlipBook Version