51 Contoh Drop Fiber Optik Kabel Drop Instalasi dengan pelindung pipa Kabel Drop dengan kawat penggantung Kabel Drop ABF DROP NETWORK
52 Optical Termination Premisses (OTP) OTP adalah perangkat pasif yang dipasang disisi luar rumah pelanggan, yang berfungsi sebagai berikut : • Titik terminasi atau titik tambat akhir dari kabel drop. • Tempat sambungan core optik/peralihan dari kabel outdoor dengan Indoor. Kapasitas OTP biasanya 1, 2 dan 4 port. DROP NETWORK
IN HOME NETWORK
54 Segmen D • Kabel Indoor Fiber Optik, • Roset Optik, • Konektor Optik. Segmen D IN HOME NETWORK
55 Kabel Indoor Fiber Optik Kabel indoor juga mempunyai fungsi sama dengan kabel-kabel fiber optic lainnya yang dibahas di atas, yaitu meneruskan arus informasi yang berupa gelombang cahaya. Kabel indoor ini juga menggunakan tipe G-657 seperti pada kabel drop, dikarenakan banyak sekali melewati tikungan ataupun lekukan didalam rumah / gedung. Kapasitas corenya 1 atau 2 core. Instalasi kabel indoor (IKPG atau IKR/G) bermacam-macam cara seperti : a. Diinstal di dalam Tray yang ditempelkan pada permukaan dinding atau pada sudut antara plafond dan dinding, b. Diinstal di atas Plafond dengan pelindung pipa PVC ukuran 20 mm, . c. Di dalam pipa counduit yang sudah disediakan saat pembangunan rumah/ gedung. d. Menggunakan micro duct untuk kabel Air Blown Fiber (ABF), e. Di atas runway cable dan dilindungi dengan pipa PVC diameter 20 mm atau dengan micro duct khusus untuk building / HRB IN HOME NETWORK
56 Untuk poin a dan b biasanya untuk rumah atau gedung yang sudah jadi, sedangkan yang poin c untuk rumah atau gedung yang masih tahap pembangunan serta poin d dan e bisa untuk yang sudah jadi maupun yang masih dalam tahap pembangunan rumah/gedung. Pipa Conduit 20 mm Air Blown Fiber Primary Micro Duct 1 core 2 core IN HOME NETWORK
57 Roset merupakan perangkat pasif yang diletakan didalam rumah pelanggan, yang menjadi titik terminasi akhir dari pada kabel fiber optic, kapasitas roset biasanya 1 atau 2 port. Optical Indoor Outlet (Roset) Jenis Tempel Jenis Tanam IN HOME NETWORK
58 Accessories Lainnya Patch-cord Utas penyambung / kabel interkoneksi, dimana kedua ujungnya telah terpasang konektor, digunakan untuk menghubungkan Port dengan Port (di ODF, ODC dan OTB) atau menghubungkan perangkat dengan terminal (ODF,OTB dan Roset) Pigtail Seutas serat optik yang pendek untuk menghubungkan perangkat dengan kabel optik, dilengkapi satu konektor pada salah satu ujungnya. IN HOME NETWORK
59 Konektor Konektor SC/ UPC atau SC/ APC yang dipasang di ujung dari core optic, baik pada kabel feeder, distribusi, drop maupun indoor. Spesifikasi teknis merefer pada STEL L-043-2002 Versi 1. Dalam kategori ini dikenal ada 4 jenis yaitu PC (Phsical Contact), UPC (Ultra Physical Contact), APC (Angled Physical Contact). Namun dari jenis PC ini ada turunannya yaitu SPC (Super Physical Contact) dan secara detail digambarkan sebagai berikut : Yang banyak dipakai dalam FTTH adalah UPC dan APC UPC APC IN HOME NETWORK
60 Adaptor Adapter adalah tempat untuk koneksi fiber optik yang terpasang pada konektor SC to FC Half Metal SC to FC Plastic Adaptor Adaptor SC-APC Adaptor SC-UPC Adaptor Trans gender Adaptor IN HOME NETWORK
61 Klam C & S Klam C untuk tambat kabel drop ditiang dan Klam S untuk tambat di dinding, seperti gambar dibawah ini. Tiang Besi & Beton Tiang digunakan untuk menyangga kabel udara Feeder, Distribusi, Drop serta untuk penempatan ODP, yang digunakan tiang beton / tiang besi dengan tinggi 7 dan 9 meter IN HOME NETWORK
62 Optical Network Unit ( ONU ) dan Optical Network Terminal adalah suatu perangkat aktif ( Opto-Elektik ) yang dipasang disisi pelanggan, dimana ONU / ONT tersebut mempunyai fungsi sbb: 1. Mengubah sinyal Optik Sinyal Elektrik. 2. Sebagai alat demultiplex Keluaran dari ONU/ ONT adalah layanan : 1. Telephoni ( Voice ) 2. Data dan Internet. 3. CATV/ IPTV ONU & ONT IN HOME NETWORK
CPE CUSTOMER
64 CPE CUSTOMER
65 PENYAMBUNGAN
66 Gambar 1 : Penyambungan secara fusion Gambar 2 : Penyambungan secara mekanik Teknik Penyambungan Serat Optik : Ada 2 teknik penyambungan serat, yaitu dengan teknik fusion dan secara mekanik. Catatan : Telkom saat ini lebih banyak menggunakan cara fusion. Oleh sebab itu pembahasan selanjutnya hanya untuk penyambungan dengan fusion. PENYAMBUNGAN KABEL SERAT OPTIK
67 1. Diameter core tidak sama. 2. Diameter core tidak center. 3. Permukaan fiber tidak rata. 4. Sumbu fiber tidak rata/sama. 5. Penyimpangan sudut. 6. Saat penyambungan meletakan ujung serat fiber jauh pada v grove. Penyebab redaman pada sambungan : PENYAMBUNGAN KABEL SERAT OPTIK
68 Penyambungan kabel dengan SSK
69 PERSIAPAN KABEL DAN CLOSURE PEMASANGAN KABEL DAN STRAIN RELIEF PERSIAPAN FIBER OPTIK PENYAMBUNGAN FIBER OPTIK PENUTUPAN CLOSURE Langkah-langkah penyambungan : PENYAMBUNGAN KABEL SERAT OPTIK
70 Peralatan khusus : Sheath cutter, untuk mengupas kulit kabel (PE) Fiber cleaver, untuk memotong cladding (fiber) Loose tube cutter, untuk memotong loose tube. Lap cutter, untuk memotong kulit kabel. Fiber striper, untuk mengupas coating Fusion splicer PENYAMBUNGAN KABEL SERAT OPTIK
71 Peralatan umum : 1) Heater gun 2) Gunting 3) Cutter 4) Gergaji Besi 5) Knife tang (tang potong) 6) Tang kombinasi 7) Obeng (+) & (-) 8) Meteran 9) Spidol warna putih 1) 2) 3) 5) 4) 6) 7) 8) 9) PENYAMBUNGAN KABEL SERAT OPTIK
72 Universal closure (sarana sambung kabel/SSK) Alkohol 95% Kain majun Jelly cleaner Protection sleeve Split stopper/tie wrap Transport tube Flexible pipe Pigtail Tissues Isolasi band Material penyambungan : PENYAMBUNGAN KABEL SERAT OPTIK
73 Komponen dalam closure set : SSK merk 3 M PENYAMBUNGAN KABEL SERAT OPTIK
74
75 1. Ukuran dan spesifikasi Model/Type : FOCC 12-48 Ukuran : (330x150x125) mm Kapasitas : 12-48 core 2. Komponen 1. Bagian bawah Closure 2. Tutup bagian atas closure 3. Gaskett closure bagian samping 4. Gasket lubang kabel kiri dan kanan 5. Selang pelindung cube (spiral) 6. Protection Slevee 7. Kabel ties (besar dan kecil) 8. Bracket /Stainless stel band 9. Cassete closure 10. Sealing Pasta/Grease 11. Solasi band 12. Clamp penggantung Closure 13. Kunci L PENYAMBUNGAN KABEL SERAT OPTIK
76 1. Mengupas kulit kabel Kupas kulit kabel kurang lebih 150 cm menggunakan lap cutter. Bersihkan jelly dan material yang terdapat pada loose tube kabel dengan cairan pembersih atau jelly cleaner. 2. Persiapan Kabel Potong central strength member, sisakan kurang lebih 14 cm dari bagian ujung PE. Belah 3 cm kiri kanan atau atas bawah pada bagian ujung PE untuk pemasangan grounding. 3. Pemasangan Kabel Potong bagian gasket untuk lubang kabel sesuai dengan ukuran besar kabel yang akan dipakai, masukan ujung kabel yang sudah dipersiapkan, kemudian bungkuslan masing-masing loose tube dengan spiral kabel, pasang grounding closure press dengan tang dan bungkuslah semua dengan isolasi band. PENYAMBUNGAN KABEL SERAT OPTIK
77 Letakan kabel pada dudukan yang terdapat pada closure dan ikatlah menggunakan klem/bracket sesuai dengan ukuran kabel yang dipakai. Kemudian ikat ujung gasket lubang kabel dengan kabel ties yang besar sebanyak 2 buah. 4. Strenght member Pasang strenght member pada dudukan di bawah cassete, putar bautnya sehingga bagian baja kabel terjepit dengan kuat . 5. Terminasi kabel optik Terminasikan loose tube sepanjang 75 cm lingkarkan mengelilingi dudukan cassete. Kemudian berilah isolasi band, ikat pada cassete menggunakan kabel ties yang tersedia. Kupas loose tube tersebut sehingga panjang sisa 75 cm dan terminasilah pada cassete untuk proses penyambungan. Lakunkanlah pekerjaan tersebut diatas untuk sisi kabel yang lain PENYAMBUNGAN KABEL SERAT OPTIK
78 6. Penyambungan/Splicing Lakukan penyambungan core optik dengan menggunakan pelindung protection sleeve , sambung satu persatu dan atur fiber kedalam cassette serapih mungkin untuk menghindari banding kabel optik. Tutuplah cassete kemudian gunakanlah sabuk pada cassete. Susunlah Cassete secara tum puk untuk penggunaan closure dengan kapasitas 48 core, lakukan pekerjaan tersebut seperti langkah-langkah diatas. 7. Sealing Pasta/Grease Oleskan sealing Pasta/Grease ada bagian celah closure secara merata (tipis) 8. Pemasangan karet/Gasket Pasanglah gasket/karet pada bagian tutup bawah closure, yang sebelumnya sudah diberi sealing pasta pastikan tutup closure akan menutup pas pada bagian gasket/karet yang sudah terpasang dengan tutup bagian atas closure. PENYAMBUNGAN KABEL SERAT OPTIK
79 11. Instalasi Closure Closure dapat dipasang untuk pemakaian dalam tanah /inline dan dapat dipasang pada aerial atau pada udara 12. SELAMAT BEKERJA 9. Menutup Closure Tutuplah closure dengan hati-hati sehingga kedua bagian akan tertutup dengan rata 10. Compresor Untuk pengecekan akhir pompakan udara untuk memberikan tekanan pada bagian dalam closure, lalu masukkan closure kedalam air atau dengan melumuri air sabun dicelah celah closure. PENYAMBUNGAN KABEL SERAT OPTIK
80 Penyambungan serat dengan fusion splicer
81 Penyambungan dengan fusion splicer adalah teknik penyambungan serat optik secara permanen dan menghasilkan redaman yang sangat kecil. Teknik penyambungan inilah yang banyak digunakan di Telkom. Bagian-bagian fusion splicer yang memadukan proses terjadinya penyambungan : Alur “V” atau “V Groove” dan klem. Mikro positioned dan sensor. Elektroda. Sistem sensor yang berisi kaca dan lensa. Struktur fusion splicer :: Perhatikan posisi jari pada gambar di atas ! PENYAMBUNGAN KABEL SERAT OPTIK
82 a. Persiapan : Sebelum melakukan penyambungan serat pastikan semua peralatan dan sarana kerja sudah dipersiapkan dengan baik, antara lain : 1) Lack band untuk mengambil potongan serat (kaca). 2) Tissue alcohol atau tissue dan allkohol dengan kadar min 95 % untuk membersihkan cladding. 3) Kantong sampah untuk membuang sisa atau potongan serat. 4) Protection slave secukupnya ( sesuai core yg disambung). 5) Catuan daya untuk fusion splicer. 6) Lampu penerangan (jika diperlukan). 7) Peralatan untuk penyambungan seperti : fiber striper, fiber cleaver, loose tube cutter. 8) Jaga lingkungan tetap bersih dan bebas debu. 9) Fisik dalam kondisi sehat. Proses Fusion : PENYAMBUNGAN KABEL SERAT OPTIK
83 1) Potong loose tube sepanjang minimal 75 cm (atau sesuai standar operasional yang berlaku) dengan menggunakan loose tube cutter. Setelah loose tube kita potong dan dibuang maka akan kelihatan coating. 2) Masukan salah atu serta ke dalam protection sleeve. Gunakan protection sleeve dengan ukuran standart dan berkulaitas bagus Setelah semua dan sarana kerja sudah siap maka lakukan langkah langkah penymabungan dengan benar, sebagi berikut: b. Langkah-langkah : PENYAMBUNGAN KABEL SERAT OPTIK
84 Stripper Pengupasan coating Fiber Striper cutter Fiber Cleaver 3) Kupas coating sepanjang + 4 cm dengan menggunakan fiber striper. Apabila coating dikupas maka akan kelihatan cladding. 4) Bersihkan cladding dengan tissue beralkohol dengan kadar minimal 95% . 5) Potong cladding sesuai dengan ukuran proection sleeve yang disediakan, misalnya 13 mm, dengan menggunakan fiber cleaver. Apabila cladding dipotong. Pemotongan cladding yang baik merupakan salah satu kunci keberhasilan didalam penyambungan serat fiber. Setelah cladding dipotong tidak bileh di bersihkan lagi. fiberholder PENYAMBUNGAN KABEL SERAT OPTIK
85 6) Letakkan fiber ke dalam “v groove” dengan jarak pada elektroda + 1 mm. 7) Lakukan langkah-langkah yang sama untuk serat yang lain. 8) Apabila kedua serat sudah terpasang pada “v groove” maka selanjutnya lakukan aligning atau eksekusi penyambungan (arc). Aligning biasanya sudah dilakukan secara otomatis oleh alat. 9) Cek estimasi redaman hasil sambungan. Nilai redaman ini harus menunjukkan angka maksimum 0,01 dB (atau sesuai standar operasional). Jika redaman lebih tinggi lakukan penyambungan ulang. Jika redaman sudah memenuhi standar maka bisa melakukan langkah selanjutnya. 10) Geser protection sleeve ke posisi fiber yang sudah disambung. Lakukan dengan sangat hati- hati karena kesalahan sedikit saja bisa mematahkan fiber yang sudah disambung. Panaskan protection sleeve pada heat shrink (pemanas) yang ada pada fusion splicer. Ikuti tanda atau alarm yang ada. PENYAMBUNGAN KABEL SERAT OPTIK
86 11) Jika protection sleeve sudah dingin, ambil dan letakkan pada tray yang sudah ada pada closure. Perhatikan hal-hal sbb: a) Pastikan cara menggulung fiber di dalam tray tidak menyebabkan kabel putus. b) Saat memasukkan protection sleeve pada tray, posisi kawat baja berada di atas dan ditekan. Tidak boleh menekan sambungan fiber. c) Bending radius fiber pada tray minimum 3 cm. 11) Tutup tray dengan hati-hati, dan selanjutnya bisa melakukan penutupan closure. PENYAMBUNGAN KABEL SERAT OPTIK
PENGUKURAN
88 Pengukuran Dengan Optical Power Meter (OPM) 1) Komponen link serat optik : a. Pengirim (OLT), b. Konektor, c. Link / Jaringan kabel serat optik, d. Sambungan serat optik (splicing point), e. Penerima (ONT). 2) Prinsip-prinsip a. Tujuan Pengukuran untuk menentukan redaman saluran (dB) dan Sisa daya (dBm), b. Pengukuran redaman serat optik dengan menggunakan OPM, setting panjang gelombang pada OPM harus sama dengan Panjang gelombang optis dari sumber cahaya Misal : Bila perangkat bekerja pada panjang gelombang 1550 nm, maka setting panjang gelombang pada OPM juga 1550 nm. PENGUKURAN
89 Pengukuran Dalam Satuan Decibel (dB) a) Decibel merupakan perbandingan daya, tegangan, maupun arus antara dua titik dalam bentuk logaritma. b) Satu titik ditempatkan pada awal atau masukan sistem yang diukur, sedangkan titik yang lain diletakkan pada ujung atau keluaran sistem. c) Rumusan daya untuk decibel dinyatakan sbb : G(dB) = 10 x log (daya keluaran / daya masukan) atau L(dB) = 10 x log (daya masukan / daya keluaran). Bila daya keluaran lebih kecil daripada daya masukan maka persamaan ini menjadi negatif. Cara menghitung logaritma : 1. b c = a b log a=c 2. b log a + b log d = b log (a+b) 3. b log ab log d = b log ( a/d) Perhatian : 1. Tipe/Jenis Connector (SC/FC/ST) 2. Kebersihan connector dan port terminal. 3. Jenis Fiber Optik (SM/MM) 4. Panjang Gelombang yang digunakan : 1310nm, 1490nm, 1550nm, 1625nm atau 1650nm 5. Lakukan kalibrasi sebelum pengukuran PENGUKURAN
90 Dengan menggunakan rumusan decibel diperoleh: L(dB) = 10 log (daya masukan / daya keluaran). L(dB) = 10 x log (0,1 mW / 0,05 mW). L(dB) = 3 dB. Pengukuran Fiber loss Contoh : Diketahui bahwa daya keluaran sumber cahaya adalah 0,1 mW. Bila optical power meter dihubungkan di ujung lain serat optik tersebut, meter akan menunjukkan 0,05 mW PENGUKURAN
91 dB Throughput % Loss % dB Throughput % Loss % 0.00 100.0 0.0 1.6 69.2 30.8 0.01 99.8 0.2 1.7 67.6 32.4 0.02 99.5 0.5 1.8 66.1 33.9 0.05 98.9 1.1 1.9 64.6 35.4 0.1 97.7 2.3 2.0 63.1 36.9 0.15 96.6 3.4 3.0 50.1 49.9 0.2 95.5 4.5 4.0 39.8 60.2 0.25 94.4 5.6 5.0 31.6 68.4 0.3 93.3 6.7 6.0 25.1 74.9 0.4 91.2 8.8 7.0 20.0 80.0 0.5 89.1 10.9 8.0 15.8 84.2 0.6 87.1 12.9 9.0 12.6 87.4 0.7 85.1 14.9 10.0 10.0 90.0 0.8 83.2 16.8 15.0 3.2 96.8 0.9 81.3 18.7 20.0 1.0 99.0 1.0 79.4 20.6 25.0 0.3 99.7 1.1 77.6 22.4 30.0 0.1 99.9 1.2 75.9 24.1 35.0 0.03 99.97 1.3 74.1 25.9 40.0 0.01 99.99 1.4 72.4 27.6 45.0 0.003 99.997 1.5 70.8 29.2 50.0 0.001 99.999 Decibels (dB) 1. A ratio of the percentage of signal attenuation. 2. A relative measurement. 3. Attenuation, gain, and reflection are expressed as “dB”. 4. “dB/km” is used to define fiber and cable attenuation at specific wavelengths Tabel Perbandingan Sinyal dan Loss PENGUKURAN
92 dBm Milliwatts Microwatts Nanowatts +20 100.0 100,000 ----- +10 10.0 10,000 ----- +6 4.0 4,000 ----- +3 2.0 2,000 ----- 0 1.0 1,000 ----- -3 0.50 501 ----- -6 0.25 250 ----- -9 0.125 125 ----- -10 0.100 100 100,000 -12 0.063 63 63,100 -15 0.032 32 31,600 -18 0.016 16 15,800 -20 0.010 10 10,000 -21 7.9 7,940 -24 3.9 3,980 -27 1.99 1,995 -30 1.00 1,000 -33 0.50 501 -36 0.25 251 -39 0.13 126 -40 0.10 100 dBm 1. Singkatan dari dB (mW) , daya relatif (dB) direferensikan dalam 1mW (milliwatt) 2. +10 dBm = 10 mW 3. +3 dBm = 2 mW 4. 0 dBm = 1.0 mW 5. -3 dBm = 0.5 mW 6. -10 dBm = 0.1 mW 7. -20 dBm = 0.01 mW Pengukuran daya dinyatakan dalam “dBm”. Dimana : dBm – dBm = dB PENGUKURAN Tabel Daya
93 Contoh Pengukuran Serat Optik Gambar : Pengukuran fiber loss dan connector loss PENGUKURAN
LINK BUDGET
95 Location Satuan Jumlah Titik Terminasi Jumlah Titik sambung Margin System (dB) Standart Redaman Kabel (dB/km) Standart Redaman Splitter Standart Redaman Terminasi Standart Redaman Sambungan Jumlah panjang Kabel (km) Jumlah Redaman 1 stage (1:32) 2 stage (1:4;1:8) Optical Line Terminal (OLT) buah 1.5 1.5001.500 1.500 Patch cord / Bundling Cable (Tie Line) buah 1 0.35 0.7 0.1 0.02 0.7350.735 0.735 Optical Distribution Frame (ODF) set 2 1 0.7 0.1 1.5001.500 1.500 Kabel Optik FEEDER (G-652D) Km 3 0.35 0.1 8 3.1003.100 3.100 Optical Distribution Cabinet (ODC) Set 2 2 0.7 0.1 1.6001.600 1.600 Modular Passive Splitter 1 : 4 buah 7.25 7.250 7.250 Modular Passive Splitter 1 : 32 buah 17.45 17.45017.450 Kabel Optik DISTRIBUSI (G-652D) Km 0.35 2 0.7000.700 0.700 Optical Distribution Cabinet (ODP) Set 1 1 0.7 0.1 0.8000.800 0.800 PLC Passive Splitter 1 : 8 buah 10.38 10.380 10.380 Kabel Optik DROP CORE (G-657) Km 0.35 0.1 0.035 OTP buah 1 0.7 0.700 Kabel Optik INDOOR (G-657) Km 0.35 0.02 0.007 Roset buah 1 1 0.7 0.1 0.800 Redaman Pactcord ONT buah 0.35 0.002 0.001 REDAMAN TOTAL 27.385 27.565 LINK BUDGET
96 Thank