PENAHBISAN PENDETA KE 2 VIC. NUGROHO DIATMOJO,SPT. SSI.TEOL & HUT GKJ SIDOMULYO KE 31 “ Saiyeg saika kapti “ Sragen, 26 Juni 2023
• DAFTAR ISI • Daftar Isi……………………………….……………………………………………. • Pengantar ……..…………….…………………………………………………..… • Susunan Acara ..………………………………………………………………….. • Tata Ibadah Penahbisan Pendeta ……………..…………………………….. • Kotbah Sulung ……………………………….……………………………...……. • Biografi Vicaris Nugroho Diatmojo, S.Pt, S.Si. Teol ………………..……….. • Prakata Majelis GKJ Sidomulyo ………………………………………..…….. • Selayang Pandang GKJ Sidomulyo ……………………………………….. • Sambutan-Sambutan : …………………………………………………………. Bapelklas XVII ……………………………………………….…………….. Bapelsin ……….……………………………………………………..………… Bupati Sragen ………………………………………………….…………….. • Susunan Panitia ……………………………………………………..………….. • Daftar Pendukung Syukur ….…….……………………………..……………..
PENGANTAR • Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Pengasih yang telah menuntun Panitia Penahbisan Pendeta GKJ Sidomulyo mempersiapkan acara penahbisan Pendeta ke 2, dan untuk keperluan itu dapat tersusun buku ini. • Ini adalah Buku Kenangan yang disusun dalam rangka Penahbisan Pendeta ke 2 atas diri Vikaris Nugroho Diatmojo, S.Pt, S.Si Teol. yang diselenggarakan pada hari ini Senin, 26 Juni 2023. • Selain sebagai Buku Kenangan, buku ini juga menjadi panduan ibadah penahbisan, panduan acara, juga merupakan media ucapan syukur bagi jemaat GKJ Sidomulyo, dan semua yang berbahagia atas penahbisan pendeta ke 2 dan Ulang Tahun ke 31 GKJ Sidomulyo. • Terima kasih yang tulus kami ucapkan kepada semua yang telah mendukung terselenggaranya ibadah penahbisan pendeta ini baik dalam doa, dana , dan daya . Semoga Tuhan Yesus Kristus melimpahkan karunia kepada semuanya. Harapan kami oleh dukungan Bapak,Ibu,Saudara semua dapat menyemangati kami GKJ Sidomulyo agar semakin tumbuh menjadi “ GEREJA SEBAGAI KELUARGA ALLAH YANG TUMBUH, BERSAKSI DAN MENJADI BERKAT” • Akhirnya kami sampaikan “tak ada gading yang tak retak”, meskipun kami sudah berusaha maksimal agar semuanya berjalan baik, kami mengakui ketidak sempurnaan kami, untuk itu mohon maaf atas semua kekurangan dal hal- hal yang kurang berkenan. Sidomulyo, 26 Juni 2023 Panitia Penahbisan Pendeta GKJ Sidomulyo.
SELAYANG PANDANG GEREJA KRISTEN JAWA SIDOMULYO. • SIAPA DAN DIMANA GKJ SIDOMULYO • Gereja Kristen Jawa Sidomulyo adalah perhimpunan warga Gereja Kristen Jawa GKJ Sragen yang tinggal dibagian Timur kota Sragen, kalurahan Sragen Wetan ( Sidomulyo dan sekitarnya), Bibis Ngarum, Bandung Soga, Kecamatan Tangen dan Kecamatan Gesi. • Di bagian Barat bersinggungan dengan GKJ Sragen, Selatan GKJ Taman Asri, Timur GKJ Gondang. Semula semua itu tergabung di Gereja Kristen Jawa Sragen yang beralamat di Kuwungsari, kalurahan Sragen Kulon, Kec. Sragen. • Menamakan diri GKJ Sidomulyo karena sepkat mengambil nama Sidomulyo sebagai induknya ( Pusat Pelayanan ). • Semula penamaan wilayah-wilayah menggunakan istilah induk dan pepanthan, tetapi untuk mempererat persekutuan dan atas pemahaman kesetaraan sepakat menyebut diri Wilayah yaitu wilayah I untuk Sidomulyo, Wilayah II untuk Tangen, Wilayah III untuk Gesi, Wilayah IV dan Wilayah V untuk Bandung Soga.
• BENIH-BENIH YANG TUMBUH MENJADI GKJ SIDOMULYO 1. WILAYAH I SIDOMULYO • Warga Kristen di Sidomulyo dan sekitarnya adalah bagian dari warga GKJ Sragen. Beribadah dan berkegiatan gerejawi bertempat di Gereja Sragen, Kuwung sari, Sragen kulon yaitu Blok 10. Karena dirasa jika beribadah ke Sragen cukup butuh waktu dan cukup jauh maka munculah keinginan untuk mengadakan ibadah sendiri. Gayung bersambut, keluarga Bp. Suhardi, seorang warga blok 10 memiliki sebuah rumah yang tadinya adalah pabrik tahu yang sudah tidak terpakai tergerak hatinya untuk meminjamkan rumah tersebut menjadi tempat ibadah warga blok 10. Maka pada tanggal 22 Oktober 1976 dibuatlah surat perjanjian pemakaian rumah tersebut sebagai rumah ibadah warga blok 10. Setelah itu warga blok 10 Sidomulyo dan sekitarnya memulai ibadah sendiri. Untuk mengatur peribadatan, kegiatan blok dan pelayanan blok dibentuklah Pengurus Blok 10 untuk membantu kerja Majelis Gereja melaksanakan tugasnya. • Melalui evaluasi yang cermat berdasakan perkembangan dan keaktifan warga, juga semangat pengurus dan warga blok 10, pada tanggal 15 Januari 1979 Majelis GKJ Sragen menetapkan bahwa Blok 10 GKJ Sidomulyo menjadi Pepanthan Sidomulyo yang tetap berinduk ke GKJ Sragen. Pengurus blok ditetapkan menjadi pengurus pepanthan. • Setelah menjadi pepanthan, munculah keinginan untuk mempunyai tempat ibadah sendiri. Maka setelah memiliki sebidang tanah di Jl.Kapten Tendean dibentuklah Panitia Pembangunan dan atas semangat dan dukungan warga jemaat bisa terwujud sebuah rumah ibadah pada tahun 1984. Dan pada tahun itu pula penyelenggaraan ibadah berpindah dari rumah yang disediakan Bp. Suhardi ke gedung gereja di Jl. Kapten Tendean. • Ibadah Minggu di gedung yang baru dilaksanakan 2 ( dua ) kali jam 06.00 WIB memakai pengantar Bahasa Indonesia dan jam 08.30 memakai pengantar bahasa Jawa.
2. WILAYAH II TANGEN • Diketahui bahwa pada tahun 1955 di Tangen baru ada satu keluarga Kristen, yaitu keluarga Bp. Rineksa seorang mantri kesehatan yang bertugas di Tangen. Selanjutnya ada beberapa warga yang datang, keluarga Bp. Ramelan, Bp. Sumadi, Bp. Heru Baluyo dll, sehingga semakin bertambah warga Kristen yang berdomisili di Tangen. Semakin hari semakin berkembang berkegiatan, berpelayanan, yang akhirnya pada tahun 1964 ditetapkan sebagai pepanthan yang menginduk ke GKJ Sragen disebut pepanthan Tangen dengan jumlah waga kurang lebih 25 orang. Dalam perkembanganya pepanthan Tangen mampu membuat gedung gereja sendiri yang terus berkembang sampai sekarang. Ibadah Minggu dilaksanakan 1 (satu) kali jam 09.00 dengan pengantar Bahasa Jawa.
3. WILAYAH III GESI • Benih yang tumbuh di Gesi sebenarnya telah disebar lebih dahulu dari berdirinya Pepantan Sidomulyo. Ada cerita tersendiri dengan tumbuhnya benih keKristenan di Gesi. • Pada tahun 1948 ada seorang pegawai klinik bersalin di Gemolong bernama Bp. Saimin Hadiprasetyo mengantar seorang pasien yang telah sembuh dari perawatan di kliniknya bernama Ibu. Samiyem Singopawiro. Dia mampir di sendang Wahyu untuk mencuci muka, mencuci tangan dan kaki, setelah itu dia berdoa mohon kepada Tuhan agar pada suatu saat Tuhan berkenan mendirikan gereja di tempat tersebut. • Tahun 1958 Bp. Sonya Wardoyo datang ke Gesi mengadakan pekabaran injil tetapi lama benih yang ditabur tidak kunjung tumbuh. • Tahun 1968 datanglah seorang Mantri Polisi Pamong Praja yang bertugas di kecamatan Gesi bernama Bp. Sumarsono Yosowarsito tinggal di Gesi, dan benih yang ditabur mulai tumbuh, akhirnya pada tahun 1969 Pepanthan Gesi mulai berdiri dan menginduk ke GKJ Sragen. Jemaat membangun rumah ibadah dan mengadakan ibadah sendiri sampai sekarang.
4 . WILAYAH IV BIBIS • Bibis merupakan wilayah desa Ngarum Kecamatan Ngrampal. Perkembangan warga Kristen di Bibis tidak lepas dari peran keluarga Bp. Sukiman, yang menyediakan bagian dari rumahnya untuk menjadi tempat ibadah. Pepanthan Bibis resmi berdiri tgl 25 Desember 1991, diberkati Tuhan dengan membangun rumah ibadah di tempat sebagaimana sekarang.
5. BANDUNG SOGA • Bandung Soga,masuk wilayah kecamatan Ngrampal terletak di sebelah Utara dari wilayah Sidomulyo. Sebagaimana di wilayah lain di Bandung Soga memulai persekutuan ibadah di rumah seorang warga yaitu Bp. Wiyono yang pernah menjabat Kepala Desa Bandung Soga. Bandung Soga berdiri sebagai pepanthan pada tahun 1991.
• PENDEWASAAN GEREJA KRISTEN JAWA SIDOMULYO • Memperhatikan perkembangan warga GKJ Sragen di bagian Timur, demi kelancaran pembinaan warga gereja, pada tahun 1987 Majelis GKJ Sragen mulai memberikan wewenang kepada Majelis di pepanthan Sidomulyo, Tangen dan Gesi mengadakan persidangan Majelis sendiri, disebut Rapat Majelis Sidomulyo Cs. Dan selanjutnya disebut Rapat Majelis GKJ Sragen Wilayah Timur. • Penggembalaan Jemaat GKJ Sragen Wilayah Timur selain oleh Pendeta GKJ Sragen, dibantu oleh Pembantu Pendeta yaitu Bp. Tri Haryanto pada th. 1989 dan Bp. Purnomo Hadi pada tahun 1990- 1992. • Pada tahun 1991 Majelis GKJ Sagen mengajukan permohonan kepada Klasis Lawu - 9 agar Deputat Visitasi Klasis Lawu mengadakan perkunjungan ke GKJ Sragen Wilayah Timur, untuk mengevaluasi apakah GKJ Sragen Wilayah Timur layak menjadi Gereja dewasa. • Pada bulan Maret 1992 Majelis GKJ Sragen memutuskan akan mendewasakan GKJ Sragen Wilayah Timur dengan nama Gereja Kristen Jawa Sidomulyo. Ibadah pendewasaan GKJ Sidomulyo terlaksana tanggal 26 Juni 1992, Sebagai “tetenger” tahun pendewasaan tersebut dibuatlah sengkalan “ LUMAMPAH TRUS MANJING GUSTI”
GEREJA KRISTEN JAWA SIDOMULYO SEBAGAI GEREJA DEWASA • Setelah ditetapkan sebagai Gereja Dewasa, GKJ Sidomulyo mulai berbenah diri baik secara kelembagaan maupun fisik. GKJ Sidomulyo memikirkan kelengkapan jabatan di Majelis Gereja, yaitu adanya jabatan Pendeta dan tersedianya Pastori. Sejak didewasakan sampai pemanggilan Pendeta ke 1, Jabatan Pendeta diisi oleh Pendeta yang ditugaskan oleh Klasis, yaitu Pdt. Amirin Bintoro,B.A dari GKJ Gondang, dilanjutkan Pdt. Muflich Gitoseputro,B.A dari GKJ Sragen. Untuk itu Majelis membentuk Panitia Pembangunan Pastori dan Pemanggilan Pendeta. • Keluarga Bp. Drs. Djamin warga GKJ Sidomulyo mempersembahkan sebidang tanah kepada Gereja terletak di samping gedung gereja. Warga gereja dengan semangat kebersamaan berhasil membangun sebuah rumah layak huni, lengkap untuk Pendeta yang akan dipanggil. • Pertama bertemu dengan Pdt. Nugroho Adi, M.Th. Beliau bersedia dicalonkan, dan sudah melaksanakan orientasi, jemaat tidak ada yang tidak setuju, hanya saja ketika dilayangkan surat Pemanggilan beliau tidak bersedia melanjutkan. • Kedua bertemu dengan Pdt. Drs. Ely Subagyo, Pendeta jemaat GKJ Boja dan Pdt. Heru Martono, S.Th, Pendeta jemaat GKJ Purba. Beliau bedua berkenalan, mengadakan orientasi. Ternyata Tuhan mengirimkan Pdt. Drs. Ely Subagyo menjadi Pendeta di GKJ Sidomulyo. • Pada tanggal 13 Desember 1997 Pdt. Drs. Ely Subagyo diteguhkan menjadi Pendeta GKJ Sidomulyo.
• LEMBAGA PELAYANAN • Sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat GKJ Sidomulyo • Menyelenggarakan Taman Kanak-Kanak dikelola bersama Yayasan Krida Wacana Sragen. • Mendirikan Koperasi, KSU Sumber Mulyo GKJ Sidomulyo.
• PENYELENGGARAAN IBADAH SAAT INI • Ibadah Minggu dilaksanakan dengan jadwal sbb: • Wilayah Sidomulyo, satu kali pukul 07.00.Pada Minggu pertama berbahasa Indonesia. • Wilayah Tangen, satu kali pukul 09.00. Pada Minggu ke 1 dan 2 berbahasa Indonesia. • Wilayah Gesi, satu kali pukul 09.00. Pada minggu pertama berbahasa Indonesia • Wilayah Bibis, satu kali pukul 09.00. Pada minggu pertama berbahasa Indonesia. • Wilayah Soga untuk saat ini bergabung ke Sidomulyo.
• WARGA GEREJA • Warga Gereja saat ni terhitung Dewasa 445 orang, anak-anak 96 orang, jumlah 541 orang. • KEMAJELISAN • Jumlah anggota Majelis 16 orang, terdiri 1 orang Pendeta, 8 orang Penatua dan 7 orang Diaken, dibantu 12 komisi dan 1 panitia.
• NUGROHO DIATMOJO lahir di Wonogiri, 9 Juni 1989 merupakan anak ke dua dari dua bersaudara dari pasangan Djumijo-Yatmi. Menghabiskan masa kecilnya hingga menjadi remaja bersama keluarga di Dusun Cemangkah Kidul Rt 02/Rw 07, Desa Sindukarto, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri. Sejak kecil memiliki hobi memelihara ternak dan haobi itu sangat didukung oleh keluarga sehingga sedari kecil sudah mulai memelihara ayam, kambing, domba, sapi, bebek, entok, burung dan diarahkan untuk mengelolanya supaya mendapatkan sebuah hasil. • KELUARGA yang Tuhan nyatakan dalam hidup saya adalah keluarga yang sangat mendukung dalam setiap perjalanan kehidupan saya. Saya di didik dalam kedisiplinan, kesederhanaan, kesetiaan, ketaatan, keiklasan dan kepekaan serta kepedulian dari seorang Bapak dan Ibu dan juga dari seorang Kakak yang bernama Wahyu Widyatmi. Mereka selalu mendukung memberi semangat dalam kebersamaan dan menopang dikala sedang terjatuh. Tuhan juga mengirimkan seorang wanita yang spesial yang selalu mendukung, mendoakan dan menguatkan. Seorang wanita yang sederhana yang berasal dari Maiskolen, Kecamatan Amanuban Selatan, Kab. Timor Tengah Selatan (NTT) yaitu ERNI TASESEB menjadi istri yang telah menerima pemberkatan nikah di Gereja Baith-lahim Surabaya pada hari Sabtu 26 September 2020. • PERJALANAN PENDIDIKAN dimulai dari masuk TK Kristen Nafiri Kasih pada tahun 1993-1995. Kemudian lanjut masuk SD Negeri Sindukarto III dan lulus pada tahun 2001. Selepas dari SD melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri I Eromoko dan lulus tahun 2004. Setelah itu melanjutkan pendidikan ke SMA Negeri 1 Wuryantoro dan lulus pada tahun 2007. Setelah menamatkan di SMA, Tuhan mengijinkan untuk melanjutkan pendidikan di aras universitas dan pada tahun 2007 diterima sebagai mahasiswa Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta (UNS) sesuai dengan hobi mengambil Jurusan Peternakan dan lulus bisa mengikuti Yudisium pada tanggal 28 Desember 2012 dengan IPK 3.03. Pada tahun 2016 Tuhan memberikan kesempatan lagi kepada saya untuk menempuh pendidikan Teologi di Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga (UKSW) dan lulus pada 20 April 2021 dan mengikuti wisuda pada tanggal 26 Juni 2021 dengan IPK 3.75.
• KEGIATAN GEREJA DAN PELAYANAN menjadi bagian dalam hidup saya sejak usia kanak-kanak. Orang tua juga seorang yang aktif di pelayanan gereja di GKJ Wuryantoro Pepanthan Cemangkah (yang saat ini sudah didewasakan menjadi bagian dari GKJ Bahera Kasih), mereka selalu mendorong saya untuk aktif dalam kegiatan gereja dan ambil bagian dalam pelayanan gereja baik di aras pepanthan maupun induk. Sejak remaja sudah menjadi ketua sekolah minggu di pepanthan, begitu pula ketika masuk pemuda juga menjadi ketua pemuda pepanthan Cemangkah. Selain itu sejak SMA sudah mulai mengambil bagian pelayanan untuk mengiringi Ibadah dan juga menjadi guru sekolah minggu. Ketika masuk UNS saya bukan hanya melulu untuk kuliah saja namun juga masuk dalam pelayanan kampus, selama 4 tahun menjadi pengurus Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) Fakultas Pertanian. Selain melayani tentu juga butuh belajar akan kebenaran Firman Tuhan sebagai dasar hidup orang percaya dan sejak tahun 2007 bergabung dengan persekutuan Perkantas Surakarta. Dari persekutuan ini saya didisiplinkan untuk membangun relasi dengan Tuhan lewat saat teduh, pemahaman Alkitab secara pribadi maupun secara kelompok dan didisiplinkan untuk menerapkan apa yang di pelajari dari Firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika kuliah di Teologi UKSW saya juga terlibat dalam pelayanan Sekolah Minggu di GKJTU Salatiga hal ini bermula dari tugas PPL dari kampus. Selain itu saya bersama teman-teman berpelayanan di Panti Asuhan di Salatiga. • PEKERJAAN dimulai dari hobi sejak kanak-kanak yang pada akhirnya kandang menjadi laboratorium pribadi untuk dikembangkan menjadi sebuah usaha. Bidang usaha peternakan dimulai dari SMP yang mengelola domba gibas, ayam kampung yang kemudian beranak pinak menjadi banyak. Ketika masuk kuliah di UNS mulai mengembangkan usaha yang lebih serius lagi dalam sekala yang lebih besar yaitu pemeliharaan itik petelur, ayam Jawa Super, kambing dan sapi. Selain itu di masa kuliah bersama teman-teman membuat sebuah Toko berjalan yang diberi nama “Grace” yang menjual berbagai macam tas. Setelah lulus dari UNS pada awal tahun 2013 kemudian bergabung dengan PT PKP dan ditempatkan di farm Purwosari Semarang sebagai Teknical Produksi dan mengalami rotasi di pindah tugaskan menjadi Petugas Penyuluh Lapang mendampingi peternak mitra perusahaan di Salatiga. Dengan berbagai pertimbangan pada akhirnya keluar dari PT PKP dan kemudian merantau ke Kalimantan Selatan dan bergabung dengan perusahaan PT SIM menjadi Kepala Farm sekalikus sebagai trainer bagi karyawan baru. Karena kebutuhan sumber daya manusia di wilayah kerja kabupaten Tanah Laut, pada akhirnya saya mendapat promosi untuk memegang area peternakan di wilayah Plaihari Tanah laut. Pada tahun 2015 memutuskan untuk kembali ke Jawa dan akan sekolah Teologi namun sesampainya di Jawa ternyata pendaftaran untuk sekolah Teologi sudah tutup dan saya kembali bekerja sambil menunggu pendaptaran tahun berikutnya dan kali ini bekerja pada bidang peternakan sebagai Teknical Suport di PT MJL unit Wonogiri sampai tahun 2016. Ketika kuliah di UKSW juga tetap mengembangkan usaha peternakan dan pertanian bersama Bapak di Dusun Cemangkah, kali ini mencoba membangun konsep usaha dengan pola integrited farming system.
• PROSES PANGGILAN PENDETA DI GKJ SIDOMULYO diawali ketika pada tanggal 20 Agustus 2021, Pdt Drs. Ely Subagyo menghubungi saya via telepon untuk mengikuti proses pemanggilan pendeta di GKJ Sidomulyo dan pada tanggal 28 Agustus 2021 Bapak Pdt Drs. Ely Subagyo, Ibu Ely, Bapak Sugeng, Bapak Darsono dan Bapak Budi datang ke rumah untuk memanggil saya mengikuti proses panggilan pendeta. Kamis 2 September 2021 mulailah saya pertama kali datang ke GKJ Sidomulyo untuk memperkenalkan diri kepada warga jemaat dan mengenal wilayah yang ada di GKJ Sidomulyo. Tanggal 6 September masuk dalam MCU dan 9 September mengikuti proses psikotes di Yogyakarta. Kemudian pada tanggal 12 September 2021 mendapatkan kabar dari panitia pemanggilan pendeta GKJ Sidomulya bahwa saya lolos dan masuk tahap orientasi. Tanggal 14 September 2021 mulailan datang ke GKJ Sidomulyo untuk menjalani masa orientasi hingga 2 Desember 2021. Hasil musyawarah yang dilakukan oleh panitia dan jemaat GKJ Sidumulyo pada 2 Desember 2021 menyatakan dan menetapkan bahwa saya menjadi calon pendeta GKJ Sidumulyo. Melalui sidang Klasis Sragen ke XVI tanggal 27 November dan 4 Desember 2021 menyetujui dan menerima permohonan pembimbingan. Tanggal 29 Desember 2021 saya diboyong dari Cemangkah untuk menempati pastori GKJ Sidomulyo dan pada tanggal 1 Januari 2022-30 Juni 2022 proses bimbingan berlangsung dan akhirnya pada 5 Agustus 2022 dilaksanakan ujian peremtoar melalui Sidang Klasis Istimewa dan dinyatakan lulus dan memasuki masa Vikariat. Masa Vikariat terhitung mulai tanggal 5 Agustus 2022 dan hari ini 26 Juni 2023 dilakukan Pentahbisan.
PRAKATA KETUA MAJELIS GEREJA KRISTEN JAWA SIDOMULYO Yang Terhormat, Bupati Sragen Ketua Badan Pelaksana Sinode GKJ Utusan Majelis Gereja-Gereja Kristen Jawa Se-Klasis Sragen Para Utusan Klasis Tetangga Para Tamu Undangan Yang Berbahagia Syaloom, dan salam sejahtera untuk kita semua, Marilah kita mengucapkan puji syukur kepada TuhanYesus Kristus yang telah memberikan berkat kepada kita semua, sehingga kita dapat bertatap muka untuk menghadiri acara pada hari ini. Kami ucapkan selamat datang dan terima kasih kepada hadirin, para tamu undangan yang tidaksempat kami sebutkan satu persatu., yang telah berkenan meluangkan waktu untuk menghadiri,memberikan doa restu kepada kami warga Jemaat GKJ Sidomulyo. Tangggal 26 Juni 2023, adalah tanggal yang membahagiakan kita semua, terutama Jemaat GKJ Sidomulyo. Hari ini tepat Hari Ulang Tahun ke-31 Gereja Kristen Jawa Sidomulyo, Sragen. Selain kita memperingati hari ulang tahun, ada peristiwa yang sungguh kita syukuri yaitu adanya penahbisan pendeta yang ke-2 untuk Gereja Kristen Jawa Sidomulyo.
Ini sebuah pengharapan dan penantian dari warga Gereja Kristen Jawa Sidomulyo sejak tahun 2018, yang akhirnya terwujud pada hari ini. Bagi warga Gereja Kristen Sidomulyo, peristiwa ini memerlukan proses yang panjang, yang penuh ketekunan, kesabaran serta keyakinan bahwa Tuhan akan memberikan gembala, rekan sekerja majelis yang terbaik dan terindah pada waktunya. Kami ucapkan selamat berbahagia kepada Bapak Vicaris Nugroho Diatmojo S.Pt, S.Si.Teol yang penuh kesabaran, ketekunan, kedisiplinan serta dedikasi yang luar biasa sehingga sampai pada puncaknya. Saudara hari ini ditahbiskan menjadi pendeta yang kedua di GKJ Sidomulyo dimana hari ini tepat ulang tahun gereja yang ke -31. Kami ucapkan selamat berbahagia pula kepada Ibu Erni Taseseb, istri Bapak Nugroho Diatmojo,S,Pt, S,Si.Teol, yang selalu sabar dan aktif mendampinginya. Ibu adalah teman sekerja yang selalu mendampingi baik dalam suasana suka dan duka. Kepada Bapak, Ibu Majelis serta Pendeta se- Klasis Sragen , kami titipkan Vicaris Nugroho ,S.Pt. S.Si .Teol, yang akan tertahbis menjadi Pendeta yang ke-2 di GKJ Sidomulyo, jadikan dia teman sekerja yang baik dalam tingkat klasikal maupun sinodal. Seorang pendeta yang baru,tentu saja masih memerlukan bimbingan, tuntunan daripara seniornya. Kepada Ibu Bupati, kami mohon dengan hormat, untuk memberikan kata sambutan pada acara hari ini.untuk itu kami ucapkan terima kasih. Hadirin yang berbahagia, kami menyadari dalam pelaksanaan acara pada hari ini, masih banyak sekali, kekurangan, walaupun jauh hari telah kami persiapkan .Untuk itu kami mohon maaf. Akhirkata, Tiada gading yang tak retak . Selama kita masih bsa melihat pelangi. Kita masih punya pengharapan . Selamat berbahagia untuk kita semua , Tuhan memberkati Sragen, 26 Mei 2023 Hormat kami, Majelis GKJ Sidomulyo
TATA PANGIBADAH PENAHBISAN LAN AMBAL WARSA 31 TAHUN GKJ IDOMULYO 26 JUNI 2023
A. Pacawisan Warganing Pasamuwan rawuh lajeng lenggah wonten ing papan ingkang sampun kacawisaken. Dedonga pribadi lan nyinau tata panembah. Pradataning pasamuwan, para Pendhita lan vikaris ndedonga ing konsistori. Slideshow profil Vikaris Nugroho Diatmojo. Arak-arakan peladosan Ibadah Penahbisan lan HUT 31 GKJ Sidomulyo. Timbalan Pangibadah (Pasamuwan kasuwun jumeneng) Ungeling KPJ 5:1-2 (kakidungaken ngantos Pendeta lan Majelis dumugi papanipun)
A. Pangibadah PASAMUWAN NYAWIJI Votum Pdt1 : Para sedherek ingkang kinasih, sumangga pangibadah mirunggan tetepan pendhita Vikaris Nugroho Diatmojo saha pengetan tanggap warsa GKJ Sidomulyo kaping 31 punika sami kita sengker kanthi pangaken: Sang Yehuwah ingkang nitahaken langit kaliyan bumi menika tuking pitulungan kita. Psw : (ngidungaken :Amin, Amin, Amin) Salam Pdt1 : Sih rahmat lan tentrem rahayu saking Gusti Allah Rama kita lan saking Gusti Yesus Kristus wonten ing para sedherek sadaya. Psw : Wontena ing panjenengan ugi!
(Pasamuwan Lenggah) Pujen Sesautan PL : He bumi kabeh, padha surak-suraka ana ing ngarsaning Yehuwah! Psw : Padha ngabektia marang Pangeran Yehuwah kalawan sukarena, PL : Padha sowana ing Ngarsane kambi surak-surak! Padha sumurupa manawa Pangeran Yehuwah iku Gusti Allah, Psw : Panjenengane iku kang nitahake kita lan kita dadi kagungane, umate lan pepanthan wedhus ngenngenane. PL : Padha lumebua liwat ing gapurane kalawan memuji Asmane, Psw : Lumebua ing platarane kalawan kidung pangalembana, ngaturna pamuji sokur lan ngluhurna Asmane. PL : Amarga Pangeran Yehuwah iku becik, Psw : Sih kasetyane iku kanggo ing salawase, PL : Lan kasetyane lestari turun-tumurun.
Pamujining Pasamuwan KPJ 353:1, 3 –Sembah Bekti Wah Puji1. Sembah bekti puji konjuk ngarseng Gusti, kang mberkahi grejanya, temah tansah begja. Injil kraton ing Allah ingundhangken sumrambah. Asmane kamulyakna dening sagung bangsa. 3. Salir kidung panggunggung konjuk Hyang Maagung, kang maring pasamuwan tansah sung pitulung. Nadyan panggodha nempah, greja panggah tan dhawah Asmane kamulyakna salami - laminya.
Kidung Panelangsa KPJ 64:1,3 -Wong Dosa Rempu Atimu1. Wong dosa rempu atimu, nlangsanana dosamu Mbok ya ngungsia mring Gusti, mesthi kinarya suci Ref: Gusti nimbali sira, rungokna ta sabdanya, pasraha jiwa raga 3. Gusti kwasa, mahamirah nresnani sagung jalma Mula dén énggal mareka, mesthi tan nampik sira Ref. Gusti nimbali sira, rungokna ta sabdanya, pasraha jiwa raga
Pangakening dosa Pdt1 : Dhuh Allah, ing ngarsa Paduka kawula sami ngakeni sakathahing dosa lan kalepatan kawula, Psw : Dosa lan kalepatan kawula boten badhe kawula simpen. Pdt1 : Paduka mugi karsaa nglebur dosa kawula, awit saking agunging sih kadarman Paduka, Psw : Mugi kawula Paduka resiki babar pisan saking sakathahing dosa kawula, sarta dosa kawula mugi Paduka ruwat, Pdt1 & Psw : Temahan kawula badhe mulangaken margi paduka, dhateng para tiyang ingkang lampah nasar, supados tiyang dosa sami mratobata dhumateng Paduka.
(Pasamuwan jumeneng) Pawartos Sih Rahmat Pdt1 : Roma 15:5-6 “Muga-muga Gusti Allah kang dadi etuking sabar mantep sarta panglipur, karsaa maringi karukunan marang kowe, kaya kang dikarsakake dening Sang Kristus Yesus, satemah kalawan saiyeg sarta tunggal swara, kowe padha ngluhurake Gusti Allah, lan Kang Ramane Gusti kita, Gusti Yesus Kristus.” Mekaten pawartos sih rahmat saking Gusti. Psw : Puji Sokur konjuk Gusti
Kidung Pamuji KPJ 357:2-3 “Endahing Saduluran” 2. Rukun ing pitepangan, sumanak ing rembagan; dhemen sung pangapura, nyirik piala; nging samnya silih ngalah, mbabarken tresna tansah, nulad ing sihe Allah mring sagung titah Ref. Kluwung pindhanya, endahing warna, nyawiji mbangun urip kang adya, tentrem raharja. 3. Rukun gawe santosa, crah mung bubrah wohira; ngestokna sabdeng Gusti, tresna sesami. Nadyan panemu beda, nging tan samya sulaya; olah kawicaksanan, tan nang menangan. Ref.
TAHBISAN PANDHITA Pdt 1 Pratelan Tetepan Pandhita: Pananting. Pdt.1 : Sadherek ingkang badhe dipuntahbisaken minangka pandhita kaaturan jumeneng inggih punika Sadherek Vikaris Nugroho Diatmojo Supados pasamuwan dados seksi katemenan panjenengan nyanggemi timbalan minangka Pandhita, panjenengan kaaturan mangsuli pitakenan punika: 1. Punapa panjenengan ngakeni bilih Gusti Allah nimbali panjenengan dados Pandhita lumantar grejanipun ingkang kaiket sesarengan kaliyan Klasis lan Sinode GKJ ? 2. Punapa panjenengan sumadya nindakaken kuwajiban minangka Pandhita kanthi kebak tanggeljawab ? 3. Punapa panjenengan sumadya makarya sesarengan kaliyan samukawis organ paladosan greja lan masyarakat ? 4. Punapa panjenengan sumadya nampi sawarnining wujud pangengen adhedhasar Kitab Suci ?
(video keterpanggilan lan sungkeman Vikaris Nugroho Diatmojo ke orang tua). Pdt.1 : Kadospundi wangsulan panjenengan Sadherek Vikaris Nugroho Diatmojo? Vikaris: “Inggih, kanthi gumolonging manah” Paladosan Berkah Panahbisan : Kidung Pangrawit …… (Sadaya Pandhita ingkang rawuh tumut tumpang asta ) Pdt.1 :Ing ngarsanipun Gusti Allah lan pasamuwanipun, panjenengan dipuntahbisaken minangka Pandhita. Sumonggo panjenengan tampeni berkah penahbisanipun Allah. Pdt.1 :“Gusti Allah ingkang Mahaasih mberkahi panjenengan kangge nindakaken kuwajiban paladosan kanthi kebak tanggeljawab. Amin”
Pandonga Sokur Pasrahan Simbol-Simbol Paladosan. Pdt.1 : Pangageman toga / ageman liturgis kapandhitan. MJ.1 : Pasrahan rerangkening Sakramen Babtis, “Mulane padha lungaa, sakabehing bangsa padha dadekna siswa-Ku, lan padha babtisen ing asmane Sang Rama, Sang Putra, lan Sang Rog Suci ( Matius 28 : 19) MJ.2 : Pasrahan rerangkening Sakramen Bujana, “Awit saben-saben kowe padha mangan roti iki, sarta ngombe ing tuwung iki, iku ateges kowe padha martakake sedane Gusti nganti tumeka ing rawuhe” ( 1 Kor 11 : 26 ). Mj.3 : Pasrahan Kitab Suci “Kowe nggelarna pangandika, sumanggema ing wektu kang becik utawa ing wektu kang ora becik, melehna apa kang luput, nyrengenana lan mituturana kalawan kasabaran lan piwulang!” ( 2 Tim 4 : 2 ) Pasrahan Serat Kekancingan Penahbisan
Pasrahan dhateng Pasamuwan (Pandhita ingkang katahbisaken mandhep dhateng pasamuwan). Pdt.1 : Pandhita Nugroho Diatmojo, ing ngajeng panjenengan punika pasamuwanipun Gusti Allah ingkang kedah panjenengan engen, kanthi kebak katresnan, sarta panjenengan ladosi masyarakat. Pdt.1 : Pasamuwan ingkang kinasih, ing ngajeng panjenengan punika pandhita Nugroho Diatmojo, panjenengan tampeni, panjenengan tresnani, sarta panjenengan sengkuyung amrih kuwagang nindakaken kuwajiban paladosan kanthi kebak tanggeljawab.
Kidung Pamuji KPJ 388:1,2 Timbalan Pandita Timbalan pandhita punika, timbalanipun Gusti, dados pandhitaning pasamuwan, nggih abdining Gusti, ngemban dhawuhe Gusti Yesus martosken Injil suci, dimen sadaya tyang pitados manggih kawilujengan. Ref. :Sugeng ngladosi Gusti, sdherek kula! Nindakken pakaryan mulya. Mugi Gusti karsa anganthi srana kwaosaning Roh Suci Klayan manah tansah bingah anggennya ngladosi; nindakken pakaryan e Gusti datan wonten kang nglaha. Ing dinten kang endah punika, sestu sampun sumadya dados pandhitaning pasamuwan, ngih abdining Gusti. Pra pandhita samnya mberkahi klayan manah nyawiji. Sadayanya dados pratandha, yen sampun kawisudha Ref. :
PELADOSAN SABDA PALADOSANING PANGANDIKA : (pasamuwan lenggah) Pandonga nyuwun panuntunipun Roh Suci P : (ngonjukaken pandonga nyuwun panuntunipun Roh Suci) Pamaosing Sabda Waosan Pdt2 : Lukas 4:16-30 Makaten sabdanipun Gusti, ingkang rahayu punika tiyang-tiyang ingkang mirengaken Sabdanipun Gusti lan ingkang nglampahi Sabdanipun Gusti punika ing gesang padintenan. HALLELUYA!
Psw.: (ngidungaken) Halleluya, Amin.! 7 I 1 7 5 7 I 1 . . 7 I 1 7 5 7 I 1 . . 7 I 1 3 4 5 I 4 Ha-le-lu-ya a – min, ha–le-luya, a –min. ha–le-luya, a –min, . 3 I 5 4 3 4 I 3 . . ha–le-luya, a –min. Khotbah Pambajeng : “Saiyek Saeko Kapti” Wegdal ening
PENGAKEN PITADOS: (Pasamuwan Jumeneng) MJ : Sumangga sami mratelakaken pitados kanthi ngucapaken sesarengan ”Pangaken Pitados Rasuli”. Psw : Kawula pitados dhateng ................ PANDONGA SAFAAT LAN PANUTUP : (pasamuwan lenggah). Pdt2 : (ngunjukaken Pandonga syafaat lan panutup, dipun pungkasi ”Donga Rama Kawula” kaucapaken sesarengan)
Donga Rama Kawula Rama kawula ingkang wonten ing swarga Asma paduka mugi kasucekaken Kraton paduka mugi rawuh Karsa paduka mugi kalampahan wonten ing bumi Kadosdene wonten ing swarga Kawula mugi kaparingan rejeki kawula Sacekapipun ing dinten punika Saha paduka mugi ngapunten kalepatan kawula Kadosdene kawula inggih ngapunten ing tetiyang Ingkang kalepatan dhateng kawula Punapa dene kawula mugi sampun ngantos katandukaken Dhateng ing panggodha Nanging mugi sami paduka uwalaken saking piawon Awitdene paduka ingkang kagungan kraton saha wisesa Tuwin kamulyan langgeng salami-laminipun.
PANGUCAP SYUKUR PALADOSAN PISUNGSUNG (kapimpin dening Diaken/Syamas) D : Sumangga sami ngaturaken pisungsung kanthi ngengeti pangandika punika, “Awitdene anane samubarang kabeh iku saka ing Panjenengane, lan marga dening Panjenengane, sarta lumadi marang Panjenengane: Kamulyan kagema ing Panjenengane salawas-lawase!” (Rum 11:36).
Psw : Kidung KPJ 159 :1-5. Gesang Kawula. 1. Gesang kawula, Gusti, lumados mring Paduka. Saben kula makarti, Paduka kang makarya. 2. Mobah-mosiking driya wah pangangkah kawula, mrih prayogining lampah, mbabarna karseng Allah. 3. Kedaling ilat kula, solah-bawa trapsila Mung tansah nelakna sagunging sih Paduka 4. Bandha lan kasagedan katur minangka kurban, cihnaning pangabekti sinaosken mring Gusti. 5. Gesang ing sawetahnya paduka kang kagungan. Gusti jumeneng raja ngantos dugeng wekasan. (pasamuwan jumeneng) D : (mimpin Pandonga sukur lan panutup ibadah)
PENGUTUSAN LAN BERKAT KIDUNG PANGUTUSAN Psw : ngidungaken KPJ 362 : 1-2 -Ing Satengahing Bebrayan Agung1. Ing satengahing bebrayan agung, Mung Pangeran pantes ginunggung. Rahmatnya binabarken warata, rumentah mring titah sadaya. Ref. Den tansah ndedonga lan makarya, Mrih kababaring tentrem raharja Nggih gesang memitran wah pasderekan Wit tyang sadaya tresna-tinresnan. 1. Nadyan beda basa seje bangsa, Wah beda adat-budayanya Nging saestupunika sesame, Kang kinasihan dening Gusti Ref.
PANGUTUSAN Pdt2 : Para sadhèrèk ingkang kinasih, mengkera saking dalem pamujan punika kanthi tansah ngeneraken manah dhumateng Gusti lan jagad ingkang dipun tresnani déning Panjenenganipun. Psw. : Kawula ngeneraken manah kawula dhumateng Gusti lan dhateng jagad ingkang dipun tresnani Gusti. Pdt2 : Dados seksinipun Sang Kristus ing sadaya pandamel. Psw. : Puji sokur konjuk Gusti. Pdt2 : Pinujia Gusti, Psw. : Sapunika dumugi ing salaminipun.
BERKAH : (pasamuwan jumeneng). Pdt2 : Sumangga sami nampenana berkahipun Gusti, Sih Rahmatipun Gusti Yesus Kristus, saha sihipun Allah Sang Rama, tuwin patunggilanipun Sang Roh Suci tumraha ing para sadherek sedaya. Amin. Psw :(ngidungaken KPJ 459:459:1-2 -Pinuji Allah Sang RamaWEGDAL ENING :
MATERI KOTBAH SULUNG SAIYEG SAEKA KAPTI LUKAS 4:16-30
Pasamuwan ingkang dipun tresnani Gusti, Jagad ing sakpunika kaaben ajengaken kaliyan perkawis ingkang ageng antawisipun inggih punika perkawis risakipun alam, disintegrasi sosial, kemajengan teknologi, degradasi moral lan perkawis kemiskinan. Bab risaking alam; Bumi dipun wastani sampun sepuh katitik kathah sanget bencana, ewah-eawahan iklim, ingkang dados ancaman risaking ekologi. Ing gesangipun manungsa kathah tiyang ingkang mboten nengenaken lestantuning alam, malah kepara remen ngrisak alam kanthi ngeruk alam kagem kepentingan diri ing wekdal sakpunika tanpa nengenaken lestantuning alam kangge anak putu. Ing aktifitas gesanging manungsa ngasilaken limbah, contonipun limbah rumah tangga ingkang kathah sanget kadosta uwuh plastik, mekaten ugi polusi udara saking kendaraan saha saking pabrik-pabrik. Bab disintegrasi sosial; ing jaman sapunika sesambetan antawisipun tiyang utawi kelompok ing satengahing masyarakat gampil tuwuh gesekan, awit bentenipun pemanggih, pemahaman, iman, ingkang sami-sami ngekahi bilih pemahaman saha pemanggihipun ingkang paling leres, lajeng meksa asanes supados sami ing pemahaman saha pamawas. Perkawis punika nuwuhaken risaking toleransi, risaking pasedherekan ing satengahing masyarakat, lan nuwuhaken raos sengit. Nuwuhaken kelompok-kelompok ingkang sami mbangun tembok ingkang inggil, gesang kanthi eksklusif lan nuwuhaken eksklusivisme.
Bab kemajengan teknologi; kemajengan teknologi maringi keuntungan ing bab sesrawungan, informasi sangsaya gampil, ananging ugi dados perkawis awit wonten tontonan ing media sosial ingkang mboten dados tuntunan, lan punika saget ngrisak mental lan nuwuhaken degradasi moral. Kemajengan teknologi ugi dados ancaman awit tenaga manungsa saget dipun gantosaken mesin-mesin, lajeng kathah ingkang kecalan pakaryan. Tiyang ingkang mboten saget mlebet ing satengahing perubahan jaman ingkang lumampah badhe katilar, perangan punika nuwuhaken perkawis sosial ing tengahing masyarakat. Perkawis kemiskinan; Ing tengahing masyarakat, kita ngadepi kasunyatan bilih wontenipun kesenjangan sosial ingkang sangsaya wiyar, antawisipun tiyang ingkang sugih kaliyan ingkang miskin. Kathah tiyang ingkang nggadhahi kesagetan lan potensi, ananging mboten saget ngembangaken potensinipun amargi panguwaosing pasar lan panguwaosing kawontenan dening tiyang ingkang gadhah modal saha panguwaos. Punika saperangan perkawis ingkang dipun adhepi dening manungsa, lan perkawis punika ugi dados pergumulan tumrap gereja.
Pasamuwan ingkang dipun tresnani Gusti, Waosan kita ing Lukas 4:16-30 nyerat bilih Gusti Yesus mucal ing kitha Nazareth papanipun Gusti Yesus kagulawenthah. Panjenenganipun dipun caosi kitabe Nabi Yesaya, ingkang isinipun bab pameca kerawuhanipun sang Mesias ingkang mbekta kabar kabingahan ingkang kababar sacara wetah (holistik), inggih punika kabar kabingahan awit Gusti Allah kepareng ngentasaken manungsa saking luwenging dosa, lan ugi Gusti Allah kepareng ngentasaken manungsa saking persoalan-persoalan gesang ing donya punika. Punapa ingkang kaweca ing kitabipun Nabi Yesaya punika katujukaken dhateng satunggal pribadi, inggih punika dhateng Gusti Yesus piambak. Gusti Yesus mbabar jatidirinipun minangka pribadi ingkang mbekta kabar kabingahan inggih punika pangluwaran saking blengguning dosa saha pangluwaran saking perkawis gesanging manungsa, awit Panjenenganipun Gusti ingkang nyarengi lampah gesang tiyang pitados.
Saking waosan kita, wonten perangan ingkang wigati, inggih punika: 1. Gusti Yesus ingkang kula lan panjenengan panggihi lumantar perikup punika mboten namung nengenaken bab-bab ingkang karohanen kemawon. Gusti Yesus mbekta timbalan ngluwaraken babagan karohanen, sosial-ekonomi lan politis. Pramila Gusti Yesus mbabar bilih Panjenenganipun rawuh martosaken kabar sae dhumateng tiyang-tiyang miskin, martosaken luwaripun para tiyang ingkang kinunjara, mulihaken paningalipun tiyang wuta, ngluwari tiyang-tiyang katindes. Gusti Yesus nggatosaken tiyang ingkang miskin (Luk 4:18), ngluberaken samukawis ingkang sae dhateng tiyang ingkang kaluwen (Luk 1:53). Panjenenganipun ngentasaken saking miskin sacara kajasmanen ugi sacara karohanen. Sabdanipun Gusti paring pangajeng-ajeng saha kekiyatan ing kawontenan gesang ingkang mboten sekeca. Panjenenganipun nyekapi saha mberkahi tiyang ingkang nggadahi pangajeng-ajeng lan purun makarya kanthi tekun lan leres.
Panjenenganipun martosaken luwaripun tiyang ingkang kinunjara. Rawuhipun Gusti Yesus ngluwari manungsa ingkang kinunjara dening dosa. Dhumateng saben tiyang ingkang ngakeni bilih dirinipun ringkih, saha kanthi saestu nggetuni dosa-dosanipun, Gusti paring pangluwaran saking blengguning dosa. Gusti rawuh ugi ngluwari tiyang ingkang kinunjara dening kawontenan sosial, inggih punika tiyang ingkang dipun asoraken, mboten dipun anggep malih ing satengahing tata masyarakat. Tiyang ingkang dipun anggep mboten leres, dipun wastani kafir, najis dipuntampi dening Panjenenganipun lumantar pamratobat. Gusti ngagem para nelayan tiyang ingkang strata sosial dipun anggep asor dados muridipun (Luk 5:1-11); Tiyang ingkang budugen ingkang dipun anggep najis dening masyarakat, ananging dipun birad dening Gusti (Luk 5:12-13); Lewi juru mupu bea katimbalan ndhrek Gusti (Luk 5:27-32). Zakheus juru mupu bea ingkang dipun sengiti tiyang Yahudi dipun tampi dening Gusti lumantar pamratobatipun;
Panjenenganipun mulihaken paningalipun tiyang wuta sacara jasmani lan rohani. Gusti Yesus nyarasaken tiyang wuta ing sacelaking kitha Yeriko (Luk 18:35-43). Gusti Yesus rawuh mbekta kabar kabingahan minangka pepajar tumrap tiyang ingkang wonten ing pepeteng. Sih rahmatipun Gusti Yesus maringi pepajar lan paring pangertosan dhateng manungsa ingkang mboten sanggup mangertos. Sabdanipun Gusti punika minangka pepajar matemah manungsa saget mangertosi lan pikantuk kawicaksanan temahan saget milah lan milih perangan ingkang sae lan mboten sae.
2. Gusti Yesus ingkang kita panggihi punika juru wilujeng mboten namung nengenaken aspek Religius Internal, ananging ugi juru wilujeng ingkang nengenaken religious eksternal. Gusti Yesus rawuh mboten namung kagem satunggal golongan, satunggal agami kemawon, Gusti kepareng rawuh kagem sedaya manungsa. Gusti Yesus rawuh mbekta misi pembebasan saking eksklusivitas sae atas nami etnisitas, budaya lan agami. Perangan punika kababar ing ayat 25-27 Gusti Yesus paring pangandika ing jamanipun Nabi Elia nalikanipun pailan lumampah, Nabi Elia mboten kautus dhateng randha-randha bangsa Israel ananging malah kautus Gusti Allah dhateng randha ing khutha Sarfat. Ing jamanipun Nabi Elisa, ing tanah Israel kathah tiyang ingkang budhugen, ananging ingkang kabirat najisipun malah Naaman tiyang Siria. Mekaten ugi Gusti Yesus rawuh mbabar krahayon ingkang mboten winates, panjenenganipun ndhobrak tembok-tembok eksklusivitas ingkang kadang kalanipun ugi dipun gegesang dening umat ngantos dinten punika, antawisipun: anti sesambetan kaliyan denominasi sanes, anti sesambetan lan wonten raos curiga kaliyan agami sanes, minangka gereja ingkang tinarbuka kita kedah nampi pasamuwan saking suku-suku sanes ateges peladosan kita ugi tinarbuka mboten ekslusif bab satunggal identitas budaya kemawon ananging kados pundi kita mbabar peladosan ingkang ramah tumrap tiyang saknjawinipun etnisitas Jawi)