Adapun azas-azas dalam pembentukan peraturan perundangan sesuai Undang Undang
Nomor 12 tahun 2011 adalah sebagai berikut:
a. Kejelasan tujuan, adalah bahwa setiap pembentukan peraturan perundang-undangan
harus mempunyai tujuan yang jelas yang hendak dicapai.
b. Kelembagaan atau organ pembentuk yang tepat, adalah setiap jenis peraturan
perundang-undangan harus dibuat oleh lembaga negara atau pejabat pembentuk
peraturan perundang-undangan yang berwenang. peraturan perundang-undangan
tersebut dapat dibatalkan atau batal demi hukum apabila dibuat oleh lembaga yang
tidak berwewenang.
c. Kesesuaian antara jenis, hirarki, dan materi muatan, adalah bahwa dalam pembentukan
peraturan perundang-undangan harus benar-benar memperhatikan materi muatan yang
tepat sesuai dengan jenis dan hierarki peraturan perundang-undangan.
d. Dapat dilaksanakan, adalah bahwa setiap pembentukan peraturan perundang-undangan
harus memperhitungkan efektivitas peraturan perundang-undangan tersebut di dalam
masyarakat, baik secara filosofis, sosiologis, maupun yuridis.
e. Kedayagunaan dan kehasilgunaan, adalah bahwa setiap peraturan perundang undangan
dibuat karena memang benar-benar dibutuhkan dan bermanfaat dalam mengatur
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
f. Kejelasan rumusan, adalah bahwa setiap peraturan perundang-undangan harus
memenuhi persyaratan teknis penyusunan peraturan perundang-undangan, sistematika,
pilihan kata atau istilah, serta bahasa hukum yang jelas dan mudah dimengerti
sehingga tidak menimbulkan berbagai macam interpretasi dalam pelaksanaannya.
g. Keterbukaan, adalah bahwa dalam pembentukan peraturan perundang-undangan mulai
dari perencanaan, penyusunan, pembahasan, pengesahan atau penetapan, dan
pengundangan bersifat transparan dan terbuka. Dengan demikian, seluruh lapisan
masyarakat mempunyai kesempatan yang seluas-luasnya untuk memberikan masukan
dalam pembentukan.
YAYASAN TARAKANITA 43
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII
Terkait materi yang terdapat dalam suatu peraturan perundang-undangan menurut Undang-
undang Nomor 12 tahun 2011 juga harus mencerminkan asas:
a. Pengayoman adalah bahwa setiap materi muatan peraturan perundang-undangan
harus berfungsi memberikan perlindungan untuk menciptakan ketentraman
masyarakat.
b. Kemanusiaan adalah bahwa setiap materi muatan peraturan perundang-undangan
harus mencerminkan pelindungan dan penghormatan hak asasi manusia serta harkat
dan martabat setiap warga negara dan penduduk Indonesia secara proporsional.
c. Kebangsaan adalah bahwa setiap materi muatan peraturan perundang-undangan harus
mencerminkan sifat dan watak bangsa Indonesia yang majemuk dengan tetap
menjaga prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia.
d. Kekeluargaan adalah bahwa setiap materi muatan peraturan perundang-undangan
harus mencerminkan musyawarah untuk mencapai mufakat dalam setiap pengambilan
keputusan.
e. Kenusantaraan adalah bahwa setiap materi muatan peraturan perundang-undangan
senantiasa memperhatikan kepentingan seluruh wilayah Indonesia.
f. Bhinneka Tunggal Ika adalah bahwa materi muatan peraturan perundang-undangan
harus memperhatikan keragaman penduduk, agama, suku dan golongan, kondisi
khusus daerah serta budaya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara.
g. Keadilan adalah bahwa setiap materi muatan peraturan perundang-undangan harus
mencerminkan keadilan secara proporsional bagi setiap warga negara.
h. Kesamaan kedudukan dalam hukum dan pemerintahan adalah bahwa setiap materi
muatan peraturan perundang-undangan tidak boleh memuat hal yang bersifat
membedakan berdasarkan latar belakang, antara lain, agama, suku, ras, golongan,
gender, atau status sosial.
YAYASAN TARAKANITA 44
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII
g. Ketertiban dan kepastian hukum adalah bahwa setiap materi muatan peraturan
perundang-undangan harus dapat mewujudkan ketertiban dalam masyarakat melalui
jaminan kepastian hukum.
j. Keseimbangan, keserasian, dan keselarasan adalah bahwa setiap materi muatan
peraturan perundang-undangan harus mencerminkan keseimbangan, keserasian, dan
keselarasan, antara kepentingan individu, masyarakat dan kepentingan
B
Proses Penyusunan Perundang-Undangan Nasional
1. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945
Secara historis, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945
disusun oleh Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia
(BPUPKI) dan ditetapkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia
(PPKI) pada tanggal 18 Agustus 1945.
Majelis Permusyawaratan Rakyat berwenang mengubah dan menetapkan
UUD sesuai amanat pasal 3 ayat (1) UUD Negara Republik Indonesia Tahun
1945. Perubahan terhadap UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sudah
dilakukan sebanyak 4 (empat) kali perubahan. Perubahan ini
dilakukan sebagai jawaban atas tuntutan reformasi dalam sistem pemerintahan
di Indonesia. Tata cara perubahan UUD ditegaskan dalam pasal 37
UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, secara singkat sebagai berikut.
a. Usul perubahan pasal-pasal diajukan oleh sekurang-
kurangnya 1/3 dari jumlah anggota MPR dan disampaikan secara tertulis
yang memuat bagian yang diusulkan untuk diubah beserta alasannya.
YAYASAN TARAKANITA 45
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII
b. Sidang MPR untuk mengubah pasal-pasal dihadiri sekurang-kurangnya 2/3 anggota
MPR.
c. Putusan untuk mengubah disetujui oleh sekurang
kurangnya 50% ditambah satu dari anggota MPR.
d. Khusus mengenai bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak dapat di-
lakukan perubahan.
Gambar 2. Proses pembuatan Undang-Undang 46
YAYASAN TARAKANITA
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII
Perubahan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 terdapat beberapa kesepakatan
dasar, yaitu sebagai berikut:
1. Tidak mengubah Pembukaaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
2. Tetap mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
3. Mempertegas sistem pemerintahan presidensial.
4. Penjelasan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang memuat hal-
hal bersifat normatif (hukum) akan dimasukkan ke dalam pasal-pasal.
5. Melakukan perubahan dengan cara adendum, artinya menambah pasal perubahan tanp
a menghilangkan pasal sebelumnya.
2. Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat
Adapun yang dimaksud dengan ”Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat” dalam
UU Nomor 12 Tahun 2011 adalah Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat
Sementara dan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat yang masih berlaku
sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 dan pasal 4 Ketetapan Majelis
Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor: I/MPR/2003 tentang
Peninjauan terhadap Materi dan Status Hukum Ketetapan Majelis Permusyawaratan
Rakyat Sementara dan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Tahun 1960
sampai dengan Tahun 2002, tanggal 7 Agustus 2003.
3. Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-
Undang
Undang-Undang adalah peraturan perundang-undangan yang dibentuk oleh DPR
dengan persetujuan bersama presiden. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-
Undang adalah peraturan yang ditetapkan oleh presiden dalam hal ihwal
kegentingan yang memaksa. Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah Pengganti
Undang-Undang memiliki kedudukan yang sederajat. DPR merupakan lembaga
negara yang memegang kekuasaan membentuk undang-undang, yang berdasarkan
YAYASAN TARAKANITA 47
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII
pasal 20 ayat (1) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Namun, kekuasaan ini
harus dengan persetujuan presiden.
Diterbitkannya Perpu jika keadaan dipandang darurat dan perlu payung hukum untuk
melaksanakan suatu kebijakan pemerintah. Perpu diatur dalam UUD 1945 pasal 22
ayat (1, 2, dan 3) yang memuat ketentuan sebagai berikut:
a. Presiden berhak mengeluarkan Perppu dalam hal ihwal kegentingan
b. Perpu harus mendapat persetujuan DPR dalam masa persidangan berikutnya.
c. Apabila Perpu tidak mendapat persetujuan DPR, maka Perppu harus dicabut.
d. Apabila Perpu mendapat persetujuan DPR, Perppu ditetapkan menjadi undang-
undang.
4. Peraturan Pemerintah (PP)
Peraturan pemerintah adalah peraturan perundangan-undangan yang
ditetapkan oleh presiden untuk melaksanakan Undang-Undang. Hal
ini sesuai dengan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 pasal 5 ayat (2).
Peraturan pemerintah ditetapkan oleh presiden sebagai pelaksana kepala pemerintahan.
5. Peraturan Presiden (Perpres)
Peraturan Presiden adalah peraturan perundang-undangan yang
ditetapkan oleh Presiden untuk menjalankan perintah peraturan perundangan yang
lebih tinggi dalam menyelenggarakan kekuasaan pemerintahan.
6. Peraturan Daerah Provinsi
Peraturan Daerah (Perda) Provinsi adalah peraturan perundang-undangan yang
dibentuk oleh DPRD provinsi dengan persetujuan bersama gubernur.
7. Peraturan Daerah Kabupaten/ Kota
Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten/Kota adalah peraturan perundang-undangan
yang dibentuk oleh DPRD Kabupaten/Kota dengan persetujuan bersama bupati
/walikota.
YAYASAN TARAKANITA 48
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII
C Menampilkan Sikap Sesuai dengan Peraturan
Perundang-undangan
a. Pengetahuan Hukum
Pengetahuan hukum meliputi pengetahuan tentang perbuatan yang dilarang hukum.
Selain itu, pengetahuan tentang perbuatan-perbuatan yang
diperbolehkan oleh hukum, seperti jual-beli, sewa-menyewa, dan perjanjian.
b. Pemahaman Kaidah-Kaidah Hukum
Pemahaman terhadap kaidah hukum ditandai dengan menghayati isi hukum
yang berlaku seperti memahami tujuan hukum
yang mewujudkan ketertiban dan keamanan bersama.
c. Sikap terhadap Norma-Norma Hukum
Perilaku ini ditunjukkan dalam bentuk penilaian terhadap norma-
norma hukum berupa nilai baik dan buruk terhadap kaidah-kaidah (aturan-
aturan) hukum. Misalnya pencurian termasuk dalam perbuatan tercela
karena merugikan orang lain.
d. Perilaku Hukum
Perilaku hukum ditunjukkan dengan perbuatan menaati aturan-aturan hukum
yang berlaku dalam kehidupan masyarakat.
YAYASAN TARAKANITA 49
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII
Rangkuman
Urutan peraturan perundang-undangan sesuai pasal 7 UU Nomor 12 Tahun 2011
tentang Peraturan Perundang-Undangan terdiri atas:
1. Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
2. Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat
3. Undang / Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang
4. Peraturan Pemerintah
5. Peraturan Presiden
6. Peraturan Daerah Provinsi
7. Peraturan Daerah Kabupaten/Kota
Asas-asas dalam pembentukan peraturan perundang-undangan, yaitu:
1. Kejelasan Tujuan
2. Kelembagaan atau organ pembentuk yang tepat
3. Kesesuaian antara jenis, hierarki, dan materi muatan
4. Dapat dilaksanakan
5. Kedayagunaan dan kehasilgunaan
6. Kejelasan rumusan
7. Keterbukaan
Selanjutnya dalam Pasal 6 ditegaskan bahwa materi muatan peraturan perundang-
undangan harus mencerminkan asas:
1. Pengayoman
2. Kemanusiaan
3. Kebangsaan
4. Kekeluargaan
YAYASAN TARAKANITA 50
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII
Rangkuman
5. Kenusantaraan
6. Bhinneka Tunggal lka
7. Keadilan
8. Kesamaan kedudukan
9. Ketertiban dan kepastian hukum
10. Keseimbangan, keserasian, dan keselarasan
Tata cara perubahan UUD ditegaskan dalam pasal 37 UUD tahun 1945, secara singkat
sebagai berikut:
1. Usul perubahan pasal-pasal diajukan sekurang-kurangnya 1/3 dari jumlah anggota
MPR.
2. Sidang MPR untuk mengubah pasal-pasal sekurang-kurangnya 2/3 anggota MPR.
3. Putusan untuk mengubah disetujui oleh sekurang-kurangnya 50% ditambah satu
dari anggota MPR.
4. Khusus mengenai bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak dapat
dilakukan perubahan.
Kesepakatan dasar dalam perubahan UUD:
1. Tidak mengubah Pembukaan UUD Tahun 1945.
2. Tetap mempertahankan NKRI.
3. Mempertegas sistem pemerintahan presidensial.
4. Melakukan perubahan dengan cara adendum, yakni menambah pasal perubahan
tanpa menghilangkan pasal sebelumnya.
YAYASAN TARAKANITA 51
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII
Uji Kompetensi
A. Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang benar!
1. Tata urutan tentang peraturan perundangan secara nasional di atur dalam ….
A. Ketetapan MPR No.I/MPR/2000
B. UU No. 10 Tahun 2004
C. Ketetapan MPR No. I/MPR/2001
D. Ketetapan MPR No. III/MPR/2001
2. Lembaga negara yang mengesahkan UUD 1945 pada 18 Agustus 1945 adalah …
A. BPUPKI C. KNIP
B. PPKI D. MPR
3. Ketetapan MPR dibuat oleh MPR dengan maksud menjabarkan … .
A. Undang-Undang
B. Peraturan Pemerintah
C. Keputusan Presiden
D. Undang-undang Dasar 1945
4. Produk hukum MPR yang dapat mengikat ke dalam dan ke luar disebut dengan ...
A. ketetapan
B. keputusan
C. peraturan
D. norma
5. UU dibuat oleh Presiden bersamasama dengan … .
A. MPR C. MA
B. DPR D. BPK
6. Dalam keadaan yang memaksa, Presiden berhak mengeluarkan … .
A. Peraturan Pemerintah (PP)
B. Keputusan Presiden (Keppres)
C. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu)
D. Peraturan Daerah (Perda)
YAYASAN TARAKANITA 52
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII
7. Undang-undang No. 32 Tahun 2004 mengatur tentang … .
A. pemerintah pusat
B. hak asasi manusia
C. kemerdekaan berpendapat
D. pemerintahan daerah
8. Peraturan Pemerintah (PP) dan Keputusan Presiden (Keppres) dibuat untuk
melaksanakan … .
A. UUD 1945 C. Perpu
B. UU D. Perda
9. Berikut merupakan dampak apabila rakyat tidak terlibat dalam penyusunan
perundangan ... .
A. masyarakat merasa puas dengan berlakunya hukum
B. seluruh aturan dalam hukum akan di laksanakan masyarakat
C. masyarakat akan mendukung tegaknya hukum
D. terjadi rasa ketidakpuasan dan ketidak percayaan pada hukum
10. Sikap terhadap perilaku masyarakat yang main hakim sendiri maka tindakan
kalian adalah … .
A. membiarkan saja karena bukan urusan kita
B. ikut menghakimi orang yang dianggap bersalah
C. melaporkannya kepada yang berwajib
D. sembunyi agar tidak dijadikan saksi
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar!
1. Sebutkan tahapan penyusunan UU!
2. Sebutkan lembaga pemerintah yang mempunyai wewenang menyusun
perundang-undangan!
3. Sebutkan tahapan penyusunan Peraturan Pemerintah (PP)!
4. Sebutkan dua macam peraturan daerah di dilingkungan tempat tinggalmu!
5. Sebutkan beberapa contoh perbuatan yang menggambarkan kepatuhan
masyarakat terhadap peraturan yang berlaku!
YAYASAN TARAKANITA 53
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII
BAB Sekolah Menengah Pertama
4
Semangat Kebangkitan Nasional
Tahun 1908
Kompetensi Dasar
1.4 Mensyukuri nilai dan semangat kebangkitan nasional 1908 dalam perjuangan
kemerdekaan Republik Indonesia secara tulus.
2.4 Bertanggung jawab terhadap makna dan arti penting Kebangkitan Nasional
1908 dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.
3.4 Menganalisa makna dan arti Kebangkitan Nasional 1908 dalam perjuangan
kemerdekaan Republik Indonesia.
4.4 Menyaji hasil penalaran tentang tokoh Kebangkitan Nasional dalam
perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.
Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik mampu mengetahui makna Kebangkitan Nasional dalam perjuangan
kemerdekaan Indonesia.
2. Peserta didik mampu memahami tentang arti penting Kebangkitan Nasional dalam
perjuangan kemerdekaan dan bagi bangsa Indonesia saat ini.
3. Peserta didik mampu mewujudkan persatuan dan kebangsaan sebagai wujud nilai
Kebangkitan Nasional.
YAYASAN TARAKANITA 54
Karakter Yang Harus Dikembangkan Pengembangan Nilai Karakter
1. Religius/Celebration 1. Mensyukuri karunia Tuhan
Dengan mempelajari Kebangkitan Yang Maha Esa.
Nasional, kita diharapkan bisa
senantiasa bersyukur atas anugerah 2. Mengamalkan nilai-nilai
Tuhan Yang Maha Esa.
Kebangkitan Nasional.
1. Toleransi/Compation
Dengan mengetahui nilai-nilai yang 3. Senantiasa mempererat
terkandung dalam Kebangkitan
Nasional kita diharapkan mampu persatuan dan kesatuan
untuk saling menghargai dan
menghormati dalam kehidupan bangsa.
sehari-hari.
4. Mengutamakan persatuan dan
kesatuan dalam memecahkan
berbagai masalah.
5. Turut bersikap adil dan
bijaksana.
Bangun Pemudi Pemuda
Karangan/Ciptaan:
A. Simanjuntak
Bangun pemudi pemuda Indonesia
Tangan bajumu singsingkan untuk negara
Masa yang akan datang kewajibanmu lah
Menjadi tanggunganmu terhadap nusa
Menjadi tanggunganmu terhadap nusa
Sudi tetap berusaha jujur dan ikhlas
Tak usah banyak bicara trus kerja keras
Hati teguh dan lurus pikir tetap jernih
Bertingkah laku halus hai putra negri
Bertingkah laku halus hai putra negri
Apa yang kalian pikirkan dan rasakan ketika menyanyikan lagu Bangun Pemudi
Pemuda?
YAYASAN TARAKANITA 55
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII
Masa Kebangkitan Nasional dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia ditandai
dengan lahirnya organisasi kepemudaan. Melalui organisasi kepemudaan yang
berkembang mendorong berdirinya organisasi pergerakan. Organisasi pergerakan yang
digerakkan oleh golongan terpelajar mengobarkan semangat kebangsaan. Semangat
pergerakan nasional menuntut agar bangsa Indonesia dapat menentukan nasibnya
sendiri.
Selanjutnya, untuk lebih memahami mengenai semangat Kebangkitan Nasional tahun
1908, pelajarilah bab berikut ini!
Perhatikan gambar berikut!
Sumber: id.wikipedia.org Sumber: gurupendidikan.co.id Sumber: kebudayaan.kemdikbud.go.id
Bagaimana hubungan ketiga gambar di atas dengan bab ini?
YAYASAN TARAKANITA 56
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII
A Makna Kebangkitan Nasional dalam Perjuangan
Kemerdekaan Indonesia
1. Pengertian Kebangkitan Nasional Sumber: id.wikipedia.org
Kebangkitan Nasional adalah masa bangkitnya rasa dan Museum kebangkitan
semangat persatuan, kesatuan, nasionalisme dan kesadaran
untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia. nasional (STOVIA) tempat
Masa Kebangkitan nasional sangat berbeda dengan masa
penjajahan. lahirnya Budi Utomo
Tahun 1908 merupakan awal dimulainya Kebangkitan
Nasional, ditandai dengan berdirinya Budi Utomo (20 Mei
1908) dan ikrar Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928). Masa ini
merupakan salah satu dampak dari kebijakan pemerintah
Belanda yang dikenal dengan politik etis.
Jadi, Kebangkitan Nasional adalah berubahnya cara perjuangan yang bersifat
kedaerahan dan fisik menjadi bersifat nasional dengan tujuan mencapai Indonesia
merdeka dengan cara memanfaatkan kekuatan pemikiran.
2. Sejarah Kebangkitan Nasional Indonesia
Penjajahan Belanda menimbulkan penderitaan bagi rakyat Indonesia. Hal ini
menyebabkan terjadinya perlawanan-perlawanan dari rakyat Indonesia. Perlawanan-
perlawanan ini selalu kandas dan dapat mudah dikalahkan oleh Belanda karena
sifatnya masih lokal, sporadis, dan adanya penokohan terhadap individu.
Metode perlawanan kemudian mulai berubah. Perubahan ini ditandai dengan
terjadinya perubahan politik di negeri Belanda. Belanda berubah menjadi liberal.
Perubahan ini menyebabkan perubahan kebijakan Belanda untuk memperbaiki
kehidupan rakyat di negeri jajahan. Kebijakan Belanda ini dikenal sebagai politik
balas budi (politik etis).
YAYASAN TARAKANITA 57
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII
Sumber: idntimes.com Pencetus politik balas budi (politik etis) ialah Conrad
Theodore van Deventer, ia menulis sebuah artikel dalam
Sumber: majalah ‘de Gids’ dengan judul “Een Eereschuld” atau
kebudayaan.kemdikbud.go.id “Hutang Kehormatan”. Dalam artikel tersebut, van Deventer
menuliskan bahwa cucuran keringat dan air mata penderitaan
rakyat Indonesia telah banyak berjasa dalam membantu
pemerintah Kerajaan Belanda memperbaiki kondisi keuangan
negara. Oleh karena itu, sudah sepantasnya apabila budi baik
rakyat Indonesia tersebut dibayar kembali. Menurutnya, hutang
budi itu harus dibayar dengan meningkatkan kesejahteraan
rakyat melalui tiga program politik balas budi (politik etis),
yaitu irigasi, transmigrasi, dan edukasi.
Kebijakan etis yang paling berpengaruh dalam perjuangan bangsa Indonesia
meraih kemerdekaan ialah pendirian sekolah-sekolah untuk kaum pribumi. Sekolah-
sekolah ini menghasilkan elit baru dan tokoh terdidik yang sadar akan nasib
bangsanya. Kemudian, para elit baru ini membuat organisasi-organisasi pergerakan
nasional untuk memperjuangkan kemerdekaan.
A. Budi Utomo
Organisasi ini dirintis oleh dr. Wahidin Sudiro Husodo sejak
tahun 1908, dengan tujuan untuk meningkatkan martabat rakyat
Indonesia yang terjajah. Cara yang ditempuhnya adalah
mengusahakan beasiswa bagi para anggotanya. Tujuan itu
. kemudian dikembangkan oleh seorang mahasiswa STOVIA
bernama dr. Sutomo, pada tanggal 20 Mei 1908 mendirikan
sebuah organisasi bernama Budi Utomo. Sumber: merdeka.com
Hal ini dikarenakan dr. Sutomo berpendapat “asas kebangsaan Dr. Wahidin Sudiro
Jawa” tidak sesuai lagi dengan perkembangan rasa kebangsaan.
Husodo adalah tokoh
pencetus perlunya
memperbaiki kehidupan
masyarakat dengan
pendidikan.
YAYASAN TARAKANITA 58
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII
Dr. Sutomo Oleh karena itu, Budi Utomo kemudian bergabung dengan
Pendiri Budi Utomo PPKI (Pemufakatan Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan
Indonesia). Pada tahun 1935, Budi Utomo bergabung dengan PBI
Sumber: (Persatuan Bangsa Indonesia) dan membentuk Parindra (Partai
kebudayaan.kemdikbud.go. Indonesia Raya).
id
Semangat kebangkitan nasional ini di bangun dan digelorakan
oleh para putra-putri bangsa Indonesia, khususnya di kalangan
terpelajar. Kalangan ini mulai menyadari bangsa mereka adalah
bangsa yang terjajah yang harus berjuang meraih kemerdekaan jika
ingin menjadi bangsa merdeka dan sederajat dengan bangsa-bangsa
lain. Mereka berasal dari berbagai daerah dan suku bangsa yang
merasa satu nasib dan penderitaan sehingga mau bersatu
menggalang kekuatan bersama.
Mengamati
Amatilah lingkungan sekitar kalian, saat perayaan hari kebangkitan nasional tiap 20
Mei, apakah remaja dan masyarakat masih memahami arti dan makna kebangkitan
nasional?
YAYASAN TARAKANITA 59
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII
B. Faktor Pendorong Kebangkitan Nasional Tahun 1908
Faktor pendorong munculnya kebangkitan
nasional Indonesia antara lain sebagai berikut.
a. Faktor Intern Info
Faktor intern yang mendorong munculnya
kebangkitan nasional Indonesia sebagai berikut. Presiden Soekarno
1. Sejarah masa lampau yang gemilang, yaitu
menyarankan supaya hari
Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit.
2. Penderitaan rakyat akibat penjajahan. Kebangkitan Nasional
3. Reaksi terhadap semangat kedaerahan yang tidak
diambil dari hari lahirnya
menguntungkan karena membuat bangsa
Indonesia terpecah-pecah dan lemah Budi Utomo karena saat
4. Munculnya kaum terpelajar Indonesia yang
mengikuti pendidikan. itu situasi gawat. Banyak
b. Faktor Ekstern perpecahan antara kaum
Faktor ekstern yang mendorong munculnya
kebangkitan nasional Indonesia sebagai berikut. nasionalis masa revolusi
1. Masuknya ide-ide Barat seperti nasionalisme,
liberalisme, dan sosialisme melalui pendidikan jadi membutuhkan
Barat modern.
2. Kemenangan Jepang atas Rusia. penyatu golongan. Bukan
SI yang dipilih tapi Budi
Utomo karena Budi
Utomo mampu
menampilkan fase
pertama dari
nasionalisme Indonesia.
Fase ini menunjuk pada
etno nasionalisme dan
proses penyadaran diri
terhadap identitas bangsa
Indonesia.
Sumber:
http://www.idesejarah.net/2015/07
/budi-utomo-sebagai-pelopor-
kebangkitan.html
3. Pergerakan dan perjuangan bangsa lain melawan
penjajah
Tugas Kelompok
Diskusikan bersama kelompok kalian, pengaruh Pendidikan terhadap
munculnya gerakan nasionalisme di Indonesia.
YAYASAN TARAKANITA 60
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII
C. Organisasi Masa Kebangkitan Nasional
Masa kebangkitan nasional ditandai dengan banyaknya kaum terpelajar di
Indonesia yang menginginkan Kemerdekaan Indonesia. Kemudian para pemuda
tersebut membentuk organisasi-organisasi diantaranya sebagai berikut.
Nama Organisasi Tokoh Tahun Tujuan
Berdiri
Sarikat Dagang Islam H. Samanhudi 1911 Memperkuat persatuan para
(SDI) pedagang pribumi agar mampu
bersaing dengan pedagang
Cina.
Sarikat Islam (SI) H.O.S. Cokroaminoto, 10 September Memajukan usaha dagang
Haji Agus Salim, Abdul 1912
Muis. golongan pribumi,
meningkatkan semangat dagang
bangsa Indonesia.
Indische Partji (IP) Dr.A.F.E Douwes 25 Desember Menumbuhkan dan
1912
Deker, dr. meningkatkan jiwa persatuan,
Ciptomangunkusumo, mempersiapkan kehidupan
Suwardi Suryaningrat rakyat yang merdeka.
Perhimpunan Sultan Kesayangan, Iwa 1924 Mencapai kemerdekaan penuh
bagi Indonesia.
Indonesia (Indische Kusumantri, Sitanala,
Vereeniging) dan Moh Hatta
Partai Komunis Semaun dan Darsono 1914 Mendirikan Negara Indonesia
dengan paham komunis.
Indonesia
Partai Nasional Ir. Soekarno, Gatot 1927 Mencapai Indonesia merdeka
Indonesia Mangkupraja, Maskun, atas usaha sendiri dengan dasar
dan Supriadinata. perjuangan Marhanisme.
Partai Indonesia Raya Dr. Sutomo dan Sutarjo 1935 Mencapai Indonesia merdeka.
Kartohadikusumo.
Muhammadiyah H. Ahmad Dahlan 18 November Menegakkan dan menjunjung
Nadhlatul Ulama K. H. Hasyim Asy’ari
1912 tinggi agama Islam.
21 Januari Menegakkan Syariat Islam
1926 berdasarkan Mazhzab Syafi’i.
Trikoro Darmo (Jong Satiman Wiryosanjoyo, 1915 Menjalin persatuan di antara
para siswa menengah dan
Java) Kadarman, dan Sunardi perguruan kejuruan.
Jong Sumatra Bond A.K. Gani, B Djohan, 1917 Memperkuat persaudaraan
Moh Yamin, dan Sultan pemuda pelajar dari Sumatra
Takdir Alisjahbana dan membangkitkan perasaan
bahwa mereka terpanggil untuk
menjadi pemimpin bangsa.
YAYASAN TARAKANITA 61
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII
Menanya
Berdasarkan kegiatan pengamatan yang sudah kalian lakukan, apa faktor
penyebab lunturnya nilai-nilai kebangkitan nasional dalam diri masyarakat
Indonesia sesuai dengan hasil pengamatan Anda?
3. Kebangkitan Nasional dalam Perjuangan Kemerdekaan
Kekuasaan kolonial Belanda atas bangsa Indonesia yang berlangsung sangat
lama telah membawa akibat buruk bagi rakyat Indonesia di berbagai segi kehidupan.
Pengorbanan jiwa, raga dan harta para pejuang belum memberikan hal nyata bangsa
Indonesia dalam mencapai kemerdekaan.
Perjuangan bangsa Indonesia sebelum kebangkitan nasional memiliki beberapa
kelemahan, yaitu:
• Dipimpin raja/tokoh bangsawan dan tokoh agama
• Bersifat kedaerahan (lokal)
• Bersifat fisik atau perjuangan dilakukan dengan mengangkat senjata
• Terfokus pada pemimpin kharismatik
• Bersifat reaktif dan spontan
Kelemahan-kelemahan tersebut menumbuhkan pemikiran bagi kaum terpelajar
untuk mengubah strategi perjuangan. Perjuangan itu diawali oleh organisasi Budi
Utomo. Organisasi Budi Utomo berjuang mencapai kemerdekaan dengan strategi
organisasi dan diplomasi. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kesadaran
masyarakat Indonesia dilakukan terutama di bidang pendidikan.
Perubahan perjuangan sesudah tahun 1908 memiliki beberapa kelebihan,
yaitu: Dipimpin dan digerakkan oleh kaum terpelajar
• Bersifat nasional dan telah ada kerja sama antar daerah
• Diplomasi dengan menggunakan cara-cara modern, seperti media, perundingan,
•
lobi, mogok dan sebagainya. 62
• Memiliki organisasi yang memungkinkan adanya kaderisasi
• Memiliki visi yang jelas yaitu Indonesia yang merdeka
YAYASAN TARAKANITA
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII
Dengan strategi perjuangan yang lebih unggul maka kebangkitan nasional
mampu mendorong semangat dan komitmen dalam perjuangan untuk mencapai
kemerdekaan.
Tugas Mandiri 1
Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!
1. Jelaskan peran Pendidikan dalam proses kebangkitan nasional!
2. Mengapa organisasi Budi Utomo pada awalnya masih bersifat kedaerahan?
Jelaskan!
B Arti Penting dan Peran Tokoh Kebangkitan Nasional
dalam Perjuangan Kemerdekaan
1. Arti Penting Kebangkitan Nasional dalam Perjuangan
Kemerdekaan
Semangat persatuan, kesatuan dan nasionalisme serta kesadaran untuk
memperjuangkan kemerdekaan Indonesia mulai muncul sejak kebangkitan nasional
pada awal abad ke-20. Kebangkitan nasional merupakan tahapan sejarah bangsa
Indonesia yang memiliki arti sangat penting bagi perjuangan kemerdekaan dan
kondisi bangsa Indonesia saat ini.
A. Arti Penting Kebangkitan Nasional dalam Perjuangan Kemerdekaan
a. Kebangkitan nasional mengubah perjuangan yang bersifat kedaerahan
menjadi pergerakan nasional
Kebangkitan nasional memberikan perubahan strategi perjuangan kemerdekaan
Indonesia dari yang bersifat kedaerahan menjadi pergerakan nasional, artinya
perjuangan kemerdekaan bukan lagi milik daerah-daerah tertentu tetapi
menjangkau seluruh daerah dengan kesadaran nasional.
YAYASAN TARAKANITA 63
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII
b. Kebangkitan nasional mengubah perjuangan yang bersifat fisik dengan
kekuatan senjata menjadi perjuangan bersifat organisasi dan diplomasi
Perjuangan fisik menggunakan senjata telah lama dilakukan dan belum
memberikan perubahan yang berarti. Munculnya Budi Utomo yang dipelopori
oleh kalangan pelajar mengubah cara perjuangan melalui organisasi dan
diplomasi yang bersifat nasional sehingga lebih didasarkan pada aspek
kecerdasan berpikir, tidak semata-mata fisik.
c. Kebangkitan nasional mengubah perjuangan yang bergantung kharismatik
pemimpin menjadi perjuangan yang berdasarkan kesadaran bersama
Kharisma pemimpin (bangsawan atau tokoh agama) sangat dipengaruhi oleh
kebangkitan nasional. Hal ini didasarkan pada kesadaran bersama secara
terorganisir dan terencana. Sifat kharismatik mulai berubah sebatas sebagai
koordinator atau mitovator sehingga kebersamaan masyarakat terus tumbuh untuk
mencapai kemerdekaan.
d. Kebangkitan nasional mengubah perjuangan yang bersifat tunggal menjadi
perjuangan yang multi aspek
Gerakan Budi Utomo bersifat edukasi, namun pada pergerakan-pergerakan
berikutnya diarahkan untuk mencapai kemerdekaan, hal ini membuktikan secara
nyata bahwa arah tujuannya untuk mencapai Indonesia merdeka. Pergerakan
bersifat multidimensi baik bidang ekonomi, sosial, politik maupun budaya.
Bidang politik paling menonjol diantara bidang-bidang yang lain karena penjajah
menggunakan politik dalam segala bidang.
e. Kebangkitan nasional menjadi tonggak pergerakan nasional menjadi
kemerdekaan Indonesia
Tonggak pergerakan nasional mempunyai arti sangat penting dapat mempercepat
tercapainya kemerdekaan Indonesia karena hal-hal berikut,
1. Bangkitnya rasa dan semangat persatuan, kesatuan dan nasionalisme serta
kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
YAYASAN TARAKANITA 64
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII
3. Mencapai prestasi sebagai bangsa yang gemilang dalam perjuangan
mengusir penjajah.
4. Menginspirasi seluruh rakyat Indonesia dalam mendukung perjuangan
atas dasar semangat nasionalisme dan tanpa pamrih demi kemerdekaan
bangsa Indonesia.
B. Arti Penting Kebangkitan Nasional bagi bangsa Indonesia saat ini
Cikal bakal persatuan seluruh pemuda Indonesia adalah kebangkitan
nasional, secara nyata pemuda mengaku bertanah air, berbangsa dan berbahasa
satu yaitu Indonesia, dengan tidak membeda-bedakan suku, agama, ras dan
budaya. Kebangkitan nasional menunjukkan bahwa para pendiri bangsa
Indonesia menjadikan keberagaman sebagai salah satu kekuatan negara
kesatuan Indonesia. Berbekal kesadaran persatuan dan kesatuan, mereka
mampu mengusir penjajah dan mengantarkan kemerdekaan pada 17 Agustus
1945.
Arti penting kebangkitan nasional bagi bangsa Indonesia saat ini antara lain
adalah
1. Menerapkan semangat nasionalisme dalam mengisi kemerdekaan
dengan pembangunan di segala bidang.
2. Membangkitkan rasa persatuan, nasionalisme dan patriotisme bangsa
Indonesia di tengah globalisasi.
3. Memotivasi untuk mencapai prestasi sebagai bangsa yang gemilang di
tengah persaingan global
4. Menumbuhkan budaya belajar dan bekerja keras demi kemajuan bangsa
5. Menumbuhkan kesadaran sejarah untuk menjaga keutuhan NKRI yang
berdasarkan Pancasila, UUD NRI Tahun 1945
YAYASAN TARAKANITA 65
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII
Tugas Mandiri
Tuliskan arti penting kebangkitan
nasional bagi kalian khususnya sebagai
pelajar!
Soewardi, Ernest Douwes
Dekker dan Tjipto
Mangoenkoesoemo (Tiga
Serangkai) tahun 1914 saat
diasingkan di Negeri Belanda
Sumber: id.wikipedia.org
2. Peran Tokoh Kebangkitan Nasional dalam Perjuangan
Kemerdekaan
Tokoh-tokoh yang mempelopori kebangkitan nasional antara lain:
1. Wahidin Sudirohusodo
Wahidin Sudirohudo menyebarkan gagasan nasionalisme,
pendidikan masyarakat, persamaan derajad, dan budi pekerti
melalui surat kabar dua bahasa yaitu Jawa dan Melayu yang
didirikan bernama Retno Dhoemilah tahun 1885 di Yogyakarta.
Gagasan penting dari Wahidin Sudirohusodo adalah organisasi
hendaknya memiliki tujuan memajukan pendidikan dan
meninggikan martabat bangsa. Wahidin mengabdikan
pengetahuannya sebagai dokter dengan memberikan layanan
Kesehatan secara gratis kepada masyarakat serta memupuk
kesadaran kebangsaan rakyat. Sumber: id.wikipedia.org
Dokter Wahidin Sudirohuso merupakan pembangkit dan
pemberi inspirasi berdirinya Budi Utomo.
YAYASAN TARAKANITA 66
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII
2. Sutomo Sumber:
Dr. Sutomo adalah tokoh yang membangkitkan pemuda kebudayaan.kemdikbud.
Indonesia untuk memperjuangkan Indonesia. Dr Sutomo go.id
merupakan sosok pendiri organisasi Budi Utomo yang menjadi
tanda kebangkitan nasional di Indonesia.
Sutomo bertugas sebagai dokter di beberapa daerah, maka dari
itu ia melihat secara langsung kesengsaraan yang dirasakan
oleh rakyat Indonesia. Selain bergerak dalam bidang politik
dan kedokteran, Soetomo juga aktif dalam bidang
kewartawanan bahkan sempat memimpin beberapa surat
kabar.
3. Cipto Mangunkusumo
Cipto Mangunkusumo merupakan tokoh pergerakan
kemerdekaan Indonesia. Bersama dua temannya, E.F.E
Douwes Dekker dan Ki Hajar Dewantara dikenal sebagai Tiga
Serangkai. Dirinya adalah salah satu tokoh dalam Indische
Partij, organisasi politik yang pertama kali yang mencetuskan
ide pemerintahan sendiri di tangan penduduk setempat.
Cipto Mangunkusumo sudah aktif berorganisasi sejak
mengenyam pendidikan di STOVIA. Dirinya rajin Sumber: biografiku.com
menyampaikan pandangan dan kritik pedas kepada Belanda
melalui tulisan-tulisannya di harian De locomotief dan
Bataviaasch Nieuwsblad sejak tahun 1907
4. Suwardi Suryaningrat
Suwardi Suryaningrat merupakan sosok yang sangat dikenal dalam dunia
pendidikan. Ia merupakan tokoh pendiri Taman Siswa. Taman Siswa adalah lembaga
pendidikan pertama yang memberikan kesempatan bagi rakyat pribumi menengah ke
bawah untuk memiliki pendidikan yang sama dengan bangsawan.
YAYASAN TARAKANITA 67
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII
Sumber: id.wikipedia.org Suwardi Suryaningrat memiliki semboyan tersendiri dalam hal
Pendidikan yang berbunyi “ing ngarso sung tuladha, ing madya
mangun karso, tut wuri handayani” yang memiliki arti “ di depan
memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang
memberi dorongan”. Suwardi mengubah namanya menjadi Ki Hajar
Dewantara, dan ia bergabung untuk membentuk PUTERA (Pusat
Tenaga Rakyat)
5. E. F. E Douwes Dekker (Danudirja Setiabudi)
Douwes Dekker merupakan salah satu seorang peletak dasar
nasionalisme Indonesia di awal abad ke-20. Douwes Dekker
seorang penulis dan wartawan yang kritis terhadap kebijakan
pemerintah Hindia Belanda.
Douwes Dekker penggagas nama "Nusantara" untuk Hindia
Sumber: id.wikipedia.org Belanda yang merdeka.
Penanaman Sikap
Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!
1. Tuliskan 5 sikap keteladanan dari tokoh-tokoh kebangkitan nasional dalam
kehidupan sehari-hari!
2. Tuliskan nilai-nilai perjuangan yang dapat diteladani dari tokoh kebangkitan
nasional serta relevansinya dengan kemajuan Indonesia saat ini!
YAYASAN TARAKANITA 68
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII
C Mewujudkan Persatuan dan Kebangsaan sebagai
Wujud Nilai Kebangkitan Nasional
1. Mewujudkan Persatuan Indonesia
Istilah persatuan dan kesatuan berasal dari kata satu yang berarti utuh
atau tidak terpecah-belah. Persatuan dapat diartikan sebagai perkumpulan dari
berbagai komponen yang membentuk menjadi satu.
Kesatuan merupakan hasil perkumpulan tersebut yang telah menjadi satu
dan utuh dengan demikian, kesatuan erat hubungannya dengan keutuhan.
Persatuan dan kesatuan mengandung arti bersatunya macam-macam corak
yang beraneka ragam menjadi satu kebulatan yang utuh dan serasi.
“Persatuan Indonesia” sebagai sumber semangat, motivasi dan penggerak
perjuangan Indonesia. Hal itu tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.
Pembinaan persatuan bangsa Indonesia yang paling menonjol antara lain:
a. Perasaan Senasib
Perasaan senasib sebagai bangsa akan meningkatkan rasa persatuan
dalam seluruh rakyat Indonesia. Perasaan senasib dapat muncul karena
faktor keterikatan terhadap tempat kelahiran atau menghadapi suatu
masalah tertentu. Dalam kurun sejarah, bangsa Indonesia pernah menjadi
bangsa terjajah. Kondisi ini mendorong perasaan senasib bagi bangsa
Indonesia.
b. Kebangkitan Nasional
Kebangkitan nasional adalah sesi pergerakan perjuangan bangsa
Indonesia yang mulai menyadari kondisi dan potensi sebagai suatu
bangsa. Kebangkitan nasional Indonesia dipelopori dengan kelahiran
Budi Utomo pada tahun 1908. Ciri dari kebangkitan nasional adalah
perjuangan bangsa Indonesia lebih diwarnai perjuangan untuk
kepentingan nasional bukan hanya kepentingan daerah.
YAYASAN TARAKANITA 69
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII
c. Sumpah Pemuda
Sumpah Pemuda merupakan penegas bagi bangsa Indonesia untuk mewujudkan
sebuah negara yang memiliki identitas dan dicintai rakyatnya.
d. Proklamasi Kemerdekaan
Proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 merupakan titik puncak
perjuangan rakyat Indonesia.
Kemunduran jiwa dan semangat kebangsaan dalam melaksanakan Pancasila dan
UUD 1945 pada diri pemuda saat ini mulai melemah. Hal ini terlihat dari muncul
benih-benih gerakan separatis yang dilakukan oleh berbagai kelompok masyarakat
untuk mengubah atau mengganti Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia
Tahun 1945. Masih maraknya tingkat kekerasan di kalangan pemuda,kecenderungan
mengadopsi nilai-nilai budaya asing,penggunaan bahasa Indonesia makin memburuk.
Lemahnya semangat juang dan munculnya berbagai masalah karakter pada
dasarnya melemahkan tercapainya cita-cita nasional. Kita perlu mengangkat kembali
nilai-nilai semangat juang khususnya nilai-nilai yang terkandung dalam Undang
Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 agar harapan pemerintah
dalam Indonesia Emas 2045 dapat tercapai.
Contoh sikap positif yang berkaitan dengan nilai-nilai kebangsaan yang
terkandung dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
adalah nilai religius, nilai kemanusiaan, nilai produktivitas, nilai keseimbangan, nilai
demokrasi, nilai kesamaan derajat dan nilai ketaatan hukum.
2. Kebanggaan sebagai Bangsa Indonesia
Modal utama untuk tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah
persatuan dan kesatuan di antara bangsa Indonesia. Persatuan sebagai bangsa tidak
akan kuat apabila kita tidak memiliki kebanggan terhadap Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
Sudah sewajarnya kita bangga bertanah air Indonesia. Bangsa Indonesia
mempunyai berbagai keunggulan. Keunggulan yang dimiliki bangsa Indonesia
membuat kita bangga sebagai bangsa Indonesia.
YAYASAN TARAKANITA 70
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII
Apabila kita merasa bangga sebagai bangsa Indonesia, kita akan selalu berupaya
menjunjung tinggi nama baik bangsa dan negara, dimanapun kita berada. Kita juga akan
selalu meningkatkan citra Indonesia melalui perbuatan-perbuatan nyata di masyarakat.
Kebanggaan terhadap bangsa dan negara Indonesia lebih jauh dibuktikan dengan
karya-karya nyata, baik dalam bentuk mengejar pendidikan dan berpartisipasi dalam
pembangunan di masa datang.
Memajukan bangsa Indonesia bagi seorang pelajar dimulai dengan belajar sungguh-
sungguh. Prestasi bukan hanya akan menjadi kebanggaan pribadi, tetapi menjadi
kebanggaan bagi bangsa dan negara.
Tugas Mandiri
Apa yang membuat kalian bangga menjadi warga negara Indonesia? Jelaskan!
YAYASAN TARAKANITA 71
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII
Rangkuman
• Kebangkitan Nasional adalah masa bangkitnya rasa dan semangat persatuan,
kesatuan, nasionalisme dan kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan
Republik Indonesia.
• Masa kebangkitan nasional dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia
ditandai dengan lahirnya organisasi Budi Utomo.
• Kebangkitan nasional memiliki arti penting bagi perjuangan bangsa Indonesia
antara lain,
a. Kebangkitan nasional mengubah perjuangan yang bersifat kedaerahan
menjadi pergerakan nasional
b. Kebangkitan nasional mengubah perjuangan yang bersifat fisik dengan
kekuatan senjata menjadi perjuangan bersifat organisasi dan diplomasi
c. Kebangkitan nasional mengubah perjuangan yang bergantung
kharismatik pemimpin menjadi perjuangan yang berdasarkan kesadaran
bersama
d. Kebangkitan nasional mengubah perjuangan yang bersifat tunggal
menjadi perjuangan yang multi aspek
e. Kebangkitan nasional menjadi tonggak pergerakan nasional menjadi
kemerdekaan Indonesia
• Kebangkitan nasional dipelopori oleh para tokoh cerdik pandai seperti dr.
Sutomo, dr. Wahidin Sudirohusodo, dr. Cipto Mangunkusumo, Suwardi
Suryaningrat, Douwes Dekker dan lain sebagainya.
• Kebangkitan nasional menunjukkan bahwa para pendiri bangsa Indonesia
menjadikan keberagaman sebagai salah satu kekuatan negara kesatuan
Indonesia.
YAYASAN TARAKANITA 72
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII
Refleksi
Sudahkan kalian memahami materi pembelajaran dalam bab ini dengan baik, serta
mengamalkan semangat Kebangkitan Nasional tahun 1908 serta nilai-nilai
terkandung didalamnya? Selanjutnya, setelah mempelajarinya kalian dapat
menerapkan nilai dan semangat Kebangkitan Nasional serta mengimplementasikan
sikap dan pengetahuan melalui perbuatan nyata?
YAYASAN TARAKANITA 73
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII
Studi Kasus
Pudarnya Rasa Nasionalisme Generasi Muda
Sekarang rasa nasionalisme dan kebangsaan sebagian besar dan generasi muda kita
telah memudar, hal ini disebabkan karena semakin minimnya pemahaman generasi
muda terhadap budaya dan sejarah bangsanya. Generasi muda sekarang lebih
mudah meniru budaya luar dan mereka merasa bangga dengan budaya bangsa lain.
Kita lihat saja di kalangan pelajar kita yang demam Korea, mulai dari pakaian,
rambut, sepatu, film, nyanyian dan kecantikan, semuanya meniru budaya Korea.
Generasi muda sekarang lebih cenderung mengikuti budaya barat yang jauh
perbandingannya dengan norma dan adat istiadat bangsa kita. Mereka malu
menggunakan produk lokal karena mereka menganggap produk lokal tidak
mengikuti perkembangan zaman. Dikalangan pelajar yang sangat menonjol adalah
tawuran antar pelajar yang kadang memakan korban nyawa baik dari pelajar itu
sendiri atau orang lain yang melintas di tempat tawuran. Hal ini menandakan
semakin menipisnya rasa persatuan diantara sesama pelajar, yang mengarah kepada
lunturnya nasionalisme.
Sumber: http://beritapenajam.net/pudarnya-rasa-nasionalisme-generasi-muda/
Berdasarkan isi berita tersebut, jawablah beberapa pertanyaan berikut!
1. Apa penyebab lunturnya semangat nasionalisme dalam diri para pemuda masa
kini?
2. Apa solusi tepat dalam kasus lunturnya semangat nasionalisme dalam diri para
pemuda masa kini tersebut?
YAYASAN TARAKANITA 74
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII
Uji Kompetensi
A. Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang benar!
1. Kebangkitan nasional Indonesia merupakan dampak positif dari kebijakan
pemerintah Hindia Belanda, yaitu … .
A. kerja rodi C. pendirian STOVIA
B. politik etis D. pendirian Volksraad
2. Salah satu bukti bahwa Budi Utomo kemudian bergerak dalam bidang politik
adalah … .
A. memiliki cita-cita Indonesia merdeka
B. semuanya anggota ikut organisasi politik
C. mengutus wakilnya duduk di dewan rakyat
D. menjadi organisasi
3. Perilaku yang didasari semangat dan komitmen persatuan dan kesatuan nasional
demi tetap tegak dan kokohnya NKRI yang harus dimiliki oleh seluruh rakyat
Indonesia , antara lain … .
A. turut membela negara dengan semangat chauvinisme
B. menghormati perbedaan suku, agama, ras dan antargolongan
C. mengutamakan kepentingan suku dari pada kepentingan pribadi
D. menuntut hak daripada kewajiban sebagai warga negara
4. Hari kebangkitan nasional ditetapkan oleh presiden Soekarno pada tanggal …
A. 20 Mei 1946
B. 20 Mei 1947
C. 20 Mei 1948
D. 20 Mei 1949
YAYASAN TARAKANITA 75
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII
5. Bacalah pernyataan berikut!
1. Kesadaran untuk mengutamakan kepentingan nasional dari pada
kepentingan tiap-tiap keberagaman yang membentuk NKRI.
2. Kesadaran bahwa kekurangan atau kelebihan setiap keragaman pada
dasarnya menjadi tanggung jawab bersama.
3. Semangat patriotis atau dasar kerelaan berkorban demi kemauan suku
atau daerahnya.
4. Cinta terhadap NKRI, tetapi tidak sampai pada sikap merendahkan
keragaman permbentukan NKRI dan keberadaan negara lain.
Makna yang menunjukkan persatuan dan kesatuan Nasional Indonesia
ditunjukkan oleh nomor … .
A. 1, 2, dan 3 C. 1, 3, dan 4
B. 1, 2, dan 4 D. 2, 3, dan 4
6. Andi adalah seorang pelajar sebuah SMP ternama di kotanya. Ia sangat suka
mempelajari computer. Oleh karena itu, ia membaca banyak buku
pemrograman computer. Ia ingin menjadi seorang pemogram yang unggul
dan berguna bagi bangsa. Tindakan yang dilakukan Andi mencerminkan
penghayatan terhadap makna … .
A. cita-cita nasional C. kemajuan teknologi
B. cinta tanah air D. kebangkitan nasional
7. Contoh perilaku seorang siswa yang didasari semangat dan komitmen
persatuan dan kesatuan di lingkungan sekolah antara lain … .
A. selalu menjaga keutuhan negeri
B. berusaha menjadi pegawai negeri
C. senantiasa mengenang negeri sendiri
D. belajar tekun dengan penuh percaya diri
YAYASAN TARAKANITA 76
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII
8. Contoh perilaku siswa yang didasari semangat persatuan dan kesatuan di
lingkungan masyarakat adalah … .
A. belajar tekun dan memperhatikan penjelasan guru
B. bergaul dan berdiskusi tanpa membeda-bedakan teman
C. selalu menaati tata tertib sekolah
D. turut smenjaga kebersihan lingkungan
9. Sikap yang paling tepat terhadap kebangkitan nasional saat ini adalah … .
A. mengoleksi foto para tokoh kebangkitan nasional
B. memahami nilai-nilai kebangkitan nasional
C. menghafalkan sejarahnya kebangkitan nasional
D. meneladani semangat para pelopor kebangkitan nasional
10. Pada masa kebangkitan nasional, pergerakan nasional lebih cenderung
menggunakan dimensi … .
A. budaya C. ekonomi
B. sosial D. Politik
11. Nilai-nilai dan semangat kebangkitan nasional memiliki arti sangat penting
bagi bangsa Indonesia sekarang ini, antara lain … .
A. menumbuhkan kesadaran sejarah untuk menjaga keutuhan nkri dengan
mengembangkan organisasi masing-masing
B. memotivasi untuk mencapai prestasi sebagai suku bangsa yang telah
merdeka
C. menumbuhkan budaya belajar dan kerja keras demi kemajuan bangsa
suku bangsa masing-masing
D. membangkitkan rasa dan semangat persatuan, kesatuan dan
nasionalisme, dan patriotisme bangsa Indonesia di tengah globalisasi
YAYASAN TARAKANITA 77
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII
12. Bacalah pernyataan berikut!
1. Perjuangan dengan menggunakan organisasi
2. Perlawanan bersifat kedaerahan dan tidak serentak
3. Perlawanan menggunakan kekerasan senjata
4. Para pejuang mudah diadu domba oleh penjajah
Kelemahan perjuangan bangsa Indonesia sebelum kebangkitan nasional
ditunjukkan nomor … .
A. 1, 2, dan 3 C. 1, 3, dan 4
B. 1, 2, dan 4 D. 2, 3, dan 4
13. Tindakan masa kini yang sesuai dengan gagasan Wahidin Soedirohoesodo
tentang pendidikan adalah … .
A. bagi Gina, Pendidikan akan membantunya keluar dari kemiskinan
sehingga ia selalu belajar dengan serius di sekolah
B. Indah ingin sekolah yang tinggi agar menjadi seorang karyawan di
perusahaan terkenal
C. Diana merasa sangat sedih Ketika melihat temannya putus sekolah
karena tidak ada biaya
D. Tere senantiasa membantu temannya yang kesulitan belajar di sekolah
14. Bacalah pernyataan berikut!
1. Tuti sangat senang dengan budaya dari negara A, bahkan pakaian dan
logat bicaranya identik dengan budaya negara A
2. Meskipun keluarganya tidak mampu menyekolahkannya, Toni tidak
patah semangat dan berusaha mencari beasiswa sehingga kini ia dapat
sekolah
3. Danu sangat tertarik dan ingin mengembangkan padi yang tahan hama
karena tanaman padi milik ayahnya sering diserang berbagai macam
hama
YAYASAN TARAKANITA 78
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII
4. Reta dan Lina suka sekali memasak, bahkan mereka mengikuti kursus
memasak pada sore hari setelah sekolah
Dari pernyataan diatas, yang merupakan penghayatan kebangkitan nasional
bagi generasi muda ditunjukkan oleh nomor … .
A. 1, 2, dan 3 C. 1, 3, dan 4
B. 1, 2, dan 4 D. 2, 3, dan 4
15. Bacalah pernyataan berikut!
1. Bangkitnya rasa dan semangat persatuan, kesatuan dan nasionalisme
serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia
2. Hilangnya peran para tokoh perjuangan mengusir penjajah sebelum
tahun 1908
3. Menginspirasi seluruh rakyat Indonesia untuk mendukung perjuangan
atas dasar semangat nasionalisme dan tanpa pamrih demi kemerdekaan
bangsa Indonesia
4. Mencapai prestasi sebagai bangsa yang gemilang dalam perjuangan
mengusir penjajah
Alasan kebangkitan nasional menjadi tonggak pergerakan nasional menuju
kemerdekaan Indonesia ditunjukkan nomor … .
A. 1, 2, dan 3 C. 1, 3, dan 4
B. 1, 2, dan 4 D. 2, 3, dan 4
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar!
1. Jelaskan mengapa nilai-nilai dan semangat kebangkitan nasional memiliki
arti yang sangat penting bagi bangsa Indonesia!
1. Mengapa kebangkitan nasional merupakan tonggak pergerakan nasional?
Jelaskan!
YAYASAN TARAKANITA 79
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII
2. Mengapa persatuan, semangat kebangsaan menjadi senjata ampuh dalam
perjuangan mencapai kemerdekaan? Jelaskan!
2. Jelaskan hubungan semangat kebangkitan nasional dengan kondisi Indonesia
yang majemuk!
2. Berilah tiga contoh sikap peserta didik yang didasari semangat kebangkitan
nasional di lingkungan sekolah.
Proyek
Buatlah satu biografis singkatnya dalam bentuk infografis tentang tokoh
kebangkitan nasional dalam perjuangan kemerdekaan.
Isinya mengandung point-point berikut ini:
a. Nama Tokoh
b. Riwayat singkat
c. Peran terhadap kebangkitan nasional
d. Sikap yang dapat kalian teladani
e. Sumber
YAYASAN TARAKANITA 80
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII
BAB Sekolah Menengah Pertama
5
Sumpah Pemuda dalam Bingkai
Bhinneka Tunggal Ika
Kompetensi Dasar
1.5 Menjalankan perilaku orang beriman sesuai nilai dan
semangat Sumpah Pemuda tahun 1928 dalam bingkai
Bhinneka Tunggal Ika.
2.5 Mengembangkan sikap toleransi sesuai nilai dan semangat
Sumpah Pemuda tahun 1928 dalam bingkai Bhinneka
Tunggal Ika.
3.5 Memproyeksikan nilai dan semangat Sumpah Pemuda tahun
1928 dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
4.5 Mengaitkan hasil proyeksi nilai-nilai dan semangat Sumpah
Pemuda Tahun 1928 dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika
dengan kehidupan sehari-hari.
Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik mampu memahami makna dan arti Sumpah Pemuda dalam
perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia
2. Peserta didik memaknai arti penting Sumpah Pemuda bagi perjuangan
Indonesia
3. Peserta didik mampu memaknai semangat perjuangan pemuda dalam
perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia
4. Peserta didik mampu mengidentifikasi nilai dan semangat Sumpah
Pemuda bagi bangsa dan negara Indonesia
YAYASAN TARAKANITA 81
Pengembangan Nilai Karakter
1. Mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Esa.
2. Mengamalkan nilai-nilai dan semangat Sumpah Pemuda tahun 1928
3. Senantiasa mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.
4. Mengutamakan musyawarah untuk mufakat dalam memecahkan berbagai
masalah.
Tanah Airku 82
Karangan/Ciptaan:
Ibu Sud
Tanah airku tidak kulupakan
'Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidak 'kan hilang dari kalbu
Tanahku yang kucintai
Engkau kuhargai
Walaupun banyak negeri kujalani
Yang masyhur permai dikata orang
Tetapi kampung dan rumahku
Disanalah kurasa senang
Tanahku tak kulupakan
Engkau kubanggakan
Tanah airku tidak kulupakan
'Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidak 'kan hilang dari kalbu
Tanahku yang kucintai
Engkau kuhargai
Tanahku tak kulupakan
Engkau kubanggakan
Nyanyikanlah secara bersama lagu di atas!
YAYASAN TARAKANITA
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII
Keberagaman merupakan modal bagi bangsa Indonesia demi terbentuknya persatuan
dan kesatuan bangsa. Kesadaran akan adanya keberagaman berpuncak pada peristiwa
Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928. Para pemuda mengakui berbeda, tetapi tetap satu
juga. Bhinneka Tunggal Ika menjadi bingkai perbedaan itu agar tetap bersatu. Dengan
Bhinneka Tunggal Ika, maka persatuan dan kesatuan bangsa semakin kokoh.
Sudahkah kita mengembangkan kebersamaan dan kerja sama dalam kehidupan
sehari-hari?
Perhatikan gambar berikut!
Sumber: bandungkita.id Sumber: kompasiana.com
Sumber: id.wikipedia.org
Bagaimana hubungan ketiga gambar di atas dengan bab ini?
YAYASAN TARAKANITA 83
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII
A Makna dan Arti Sumpah Pemuda dalam Perjuangan
Kemerdekaan Republik Indonesia
Hari Sumpah Pemuda yang selalu kita peringati setiap Sumber: historia.id
tanggal 28 Oktober mempunyai arti sangat penting bagi bangsa Kongres Pemuda II
Indonesia karena merupakan tonggak sejarah bagi bangsa ini.
Peristiwa tersebut merupakan awal terjadinya perjuangan yang
menyeluruh yang dilandasi semangat persatuan dan kesatuan
bangsa demi tercapainya cita-cita perjuangan bangsa menuju
Indonesia merdeka.
1. Peran Organisasi Kepemudaan
Sumpah Pemuda merupakan inti sari dari isi kesepakatan
pemuda-pemudi Indonesia dalam Kongres Pemuda I dan Kongres
Pemuda II. Hasil kongres tersebut mengikrarkan satu tanah air, satu
bangsa dan satu bahasa yaitu Indonesia yang kita kenal sebagai
Sumpah Pemuda.
Berdirinya Budi Utomo mendorong munculnya organisasi
pemuda, seperti berikut: Sumber:
a. Trikoro Dharmo https://museumsumpahpemuda.
kemdikbud.go.id/
Trikoro Dharmo didirikan oleh R. Saitman Wiryosanjoyo, Pendiri Jong Jawa
dan teman-temannya di gedung STOVIA Jakarta pada tahun
1T9ri1k5o.ro Dharmo merupakan cikal bakal dari Jong Java, terdapat tiga visi mulia yaitu
sakti berarti kekuasaan dan kecerdasan, budi berarti kasih bijaksana, bhakti berarti
kasih sayang. Tujuan Trikoro Dharmo sebagai berikut:
1. Mempererat tali persaudaraan antar siswa-siswi Bumi Putra pada sekolah
menengah dan kejuruan.
2. Menambah pengetahuan umum bagi anggotanya.
3. Membangitkan dan dan mempertajam peranan untuk segala bahasa dan budaya.
YAYASAN TARAKANITA 84
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII
Trikoro Dharmo mengubah namanya menjadi Jong Java, dan
menetapkan perubahan haluan organisasi, dari semula organisasi non
politik menjadi organisasi politik.
Jong Java menyatakan dalam anggaran dasarnya hendak
menghidupkan rasa persatuan seluruh bangsa Indonesia serta kerja
sama dengan semua organisasi pemuda dalam rangka membentuk ke-
Lambang tiga visi mulai Indonesiaan. Dengan demikian, organisasi ini menghapus sifat Jawa-
Trikoro Dharmo sentris serta mulai terbuka bekerja sama dengan pemuda-pemuda
bukan Jawa.
Sumber:
https://kebudayaan.kemdikb
ud.go.id/msp/jong-java/
b. Jong Sumatranen Bond
Organisasi kepemudaan Persatuan Pemuda-Pelajar Sumatera atau Jong Sumateranen
Bond, didirikan pada tahun 1917 di Jakarta. Jong Sumateranen Bond melontarkan
pemikiran Moh. Yamin, yaitu anjuran agar penduduk Nusantara menggunakan bahasa
Melayu sebagai bahasa pengantar dan bahasa persatuan. Moh. Hatta, Moh. Yamin,
dan Bahder Johan adalah tokoh-tokoh besar yang dilahirkan oleh Jong Sumatranen
Bond.
c. Organisasi Kepemudaan lain
Setelah terbentuk Jong Java dan Jong Sumatranen Bond muncul organisasi lain,
seperti Jong Ambon, Jong Minahasa Jong Batak Bond, Jong Betawi, dan Jong
Celebes. Para pemuda Bandung mendirikan perkumpulan Jong Indonesia yang
kemudian berubah nama menjadi Pemuda Indonesia. Tujuan utama dari perkumpulan
ini adalah menyebarkan dan memperkuat cita-cita kebangsaan Indonesia bersatu.
d. Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia dan Perhimpunan Indonesia
Perhimpunan pelajar-pelajar Indonesia (PPPI) dibentuk tahun 1926 di Jakarta yang
dipengaruhi oleh organisasi Indische Verenegining di Belanda. Indische Verenegining
ini berubah nama menjadi Perhimpunan Indonesia (PI) tahun 1922. Kedua organisasi
ini menganut haluan politik dan mengajak rakyat bergabung dalam aksi massa.
Adapun perbedaan antar keduanya adalah pada wilayah pergerakan, PPPI di
Indonesia sedangkan PI di luar negeri.
YAYASAN TARAKANITA 85
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII
2. Kongres Pemuda I
Kongres Pemuda I berlangsung tanggal 30 April – 2 Mei 1926 di Jakarta.
Tujuannya adalah membina perkumpulan pemuda dengan membentuk sebuah badan
sentral yang bermaksud memajukan paham persatuan kebangsaan dan mempererat
hubungan antar perkumpulan pemuda kebangsaan.
Keputusan yang diperoleh pada kongres ini adalah penentuan bahasa
persatuan. Sedangkan hasil utama yang dicapai dalam Kongres Pemuda I ini antara
lain.
a. Mengakui dan menerima cita-cita persatuan Indonesia (walaupun dalam hal ini
masih tampak samar-samar).
b. Usaha untuk menghilangkan pandangan adat dan kedaerahan yang kolot, dan
lain-lain.
3. Kongres Pemuda II
Kongres Pemuda II dilakukan atas usul dari Perhimpunan Pelajar-Pelajar
Indonesia (PPPI) tanggal 27-28 Oktober 1928 di Jakarta. Sebelum kongres
dilaksanakan, dibentuk panitia kongres bulan Juni 1928 dengan Soegondo
Djojopuspito sebagai ketuanya.
a. Rapat Pertama
Rapat pertama dilaksanakan tanggal 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke
Jongenlingen Bond (KJB), Waterlooplein dulu Lapangan Banteng. Sebagai
ketua, PPPI Soegondo Djojopoespito menyampaikan sambutan tentang kongres
ini yang diharapkan dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para
pemuda. Adapun menurut Moehammad Yamin, ada lima faktor yang bisa
memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan,
dan kemauan.
YAYASAN TARAKANITA 86
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII
b. Rapat Kedua
Rapat kedua dilaksanakan tanggal 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop.
Dalam rapat ini, dibahas mengenai Pendidikan yang disampaikan oleh
Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkono berpendapat bahwa anak-anak harus
mendapatkan pendidikan kebangsaan, harus ada keseimbangan antara pendidikan di
sekolah dan di rumah, serta anak harus dididik secara demokratis.
c. Rapat Ketiga
Rapat ketiga dilaksanakan tanggal 28 Oktober 1928 di gedung Indonesische
Clubgebouw, di Jalan Kramat Raya 106 yang merupakan milik seorang Tionghoa
bernama Sie Kong Liong. Sekarang, gedung tersebut telah menjadi Museum Sumpah
Pemuda. Pada rapat ini dibahas mengenai pentingnya nasionalisme dan demokrasi
yang disampaikan oleh Soenario. Selain itu, Ramelan juga menjelaskan tentang
Gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan
kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang
dibutuhkan dalam perjuangan.
Sebelum Kongres Pemuda II ditutup, diperdengarkan lagu “Indonesia Raya” karya
Wage Rudolf Soepratman dengan iringan biola tanpa syair. Lagu tersebut disambut
dengan meriah oleh peserta kongres. Setelah itu, diumumkan rumusan hasil kongres,
yaitu rumusan Sumpah Pemuda yang berisi sebagai berikut.
“Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah
Indonesia. (Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu,
tanah Indonesia).”
“Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa
Indonesia. (Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa
Indonesia).”
“Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa
Indonesia. (Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa
Indonesia).”
YAYASAN TARAKANITA 87
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII
Selain menetapkan Sumpah Pemuda, Kongres Pemuda II juga Bendera INPO
menetapkan bendera merah putih sebagai bendera kebangsaan
Indonesia. Hasil kongres pemuda ini adalah Poetoesan Congres INPO (Indonesische Nationale
Pemoeda-Pemoeda Indonesia yang selanjutnya oleh M. Yamin
diganti menjadi Soempah Pemoeda yang mengandung Padvinderij Organisatie,
pernyataan yang berisi ikrar satu tanah air, satu bangsa dan satu
bahasa, yaitu Indonesia. Organisasi Pandu Nasional
4. Makna Sumpah Pemuda Indonesia) adalah peleburan
Sumpah Pemuda memiliki makna yang besar bagi bangsa dua organisasi kepanduan,
Indonesia. Dengan Sumpah Pemuda, hakikatnya bangsa Indonesia
disadarkan bahwa kita sebenarnya memiliki kesatuan tanah air, Nationale Padvinderij
kesatuan bangsa dan kesatuan bahasa, yaitu bangsa Indonesia.
a. Kesatuan Tanah Air Indonesia Organisatie (NPO) dan Jong
Tanah Indonesia adalah seluruh wilayah Indonesia baik di Indonesische Padvinderij
darat dan di laut. Tanah Indonesia sangat indah dan kaya.
Bangsa lain menyebut Indonesia sebagai Zamrud Organisatie (JIPO)
Khatulistiwa. Sebagai warga negara, kita sepatutnya bangga
terhadap tanah air Indonesia. Sumber:
Sumpah Pemuda membuktikan bahwa masyarakat Indonesia https://museumsumpahpemuda
tetap satu walaupun memiliki banyak perbedaan, baik aspek .kemdikbud.go.id/
kepulauan, wilayah administratif, kondisi topografi, kondisi
geografi, flora dan fauna mempunyai makna yang besar bagi Suasana kongres pemuda
kesatuan bangsa Indonesia.
Dengan adanya pengakuan terhadap tanah dan air, tapal batas Sumber:
wilayah Indonesia yang terdiri dari daratan dan lautan akan https://museumsumpahpemuda
diakui oleh seluruh dunia dan tidak dapat diganggu gugat. .kemdikbud.go.id/
Masyarakat Indonesia memiliki hak untuk mengelola dan
memanfaatkan seluruh sumber daya alam yang terkandung di
dalamnya dari masa ke masa.
YAYASAN TARAKANITA 88
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII
b. Kesatuan Bangsa Indonesia
Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentuk dari keragaman dalam semua aspek
kehidupan, baik kewilayahan, suku bangsa, agama, ras dan golongan dan gender. Pada
kalimat kedua dalam ikrar Sumpah Pemuda menjadi penyatu dari apa yang dimiliki,
sehingga mendapatkan pengakuan dari bangsa yang lain berdasarkan hukum yang
berlaku dari unsur-unsur wajib yang harus dimiliki oleh sebuah negara.
Ketika sebuah bangsa sudah mendapat pengakuan perihal keberadaannya beserta
semua aspek yang melingkupinya, bangsa tersebut berhak melakukan berbagai
kegiatan kebangsaan berdasarkan hak dan kewajiban seperti bangsa-bangsa yang lain
sesuai dengan ketentuan atau kesepakatan bersama supaya bisa terbebas dari bangsa
yang ingin menjajah.
Sebagai bangsa, kita harus optimis, karena masih banyak potensi bangsa ini yang
dapat dikembangkan demi tetap terpeliharanya rasa kebangsaan dan dapat dijadikan
pijakan untuk usaha-usaha memelihara dan meningkatkan rasa kebangsaan Indonesia
itu sendiri.
c. Kesatuan Bahasa Indonesia
Dengan adanya pengakuan bahasa yang satu secara otomatis memberikan dampak
pada bangsa Indonesia sendiri, sehingga dapat melakukan komunikasi antar sesama
bangsa Indonesia dengan mudah. Hal tersebut karena memiliki bahasa pemersatu yang
mudah dipahami dan dimengerti oleh masyarakat secara umum. Di samping itu, juga
mempermudah untuk memperluas rasa persatuan dan kesatuan karena menjadi bahasa
resmi yang digunakan pada setiap lembaga formal yang ada dalam kegiatan
kenegaraan, baik lisan, maupun tulisan.
Mengamati
Amatilah lingkungan tempat tinggal kalian secara seksama Monumen Persatuan Pemuda
tentang kegiatan masyarakat yang menjunjung tinggi
semangat Sumpah Pemuda? Hasilnya kerjakan dalam buku Sumber:
tugas kalian! https://museumsumpahpemuda.
kemdikbud.go.id/
YAYASAN TARAKANITA 89
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII
B Arti Penting Sumpah Pemuda bagi Perjuangan
Indonesia
Nasionalisme merupakan sikap sosial dan politik dari beberapa kelompok suatu
bangsa yang mempunyai kesamaan bahasa, kebudayaan, dan wilayah, serta memiliki
kesamaan tujuan dan cita-cita. Rasa nasionalisme rakyat Indonesia muncul ketika para
pemuda dari berbagai perhimpunan kedaerahan meleburkan diri menjadi satu kesatuan
sebagai satu bangsa. Sumpah pemuda merupakan cerminan tekad dan ikrar para pemuda
dan pelajar untuk bersatu tanpa memandang perbedaan daerah, agama, bahasa, suku dan
warna kulit.
Arti penting Sumpah Pemuda bagi perjuangan bangsa Indonesia di antaranya sebagai
berikut.
1. Sumpah Pemuda Menumbuhkan Persatuan dan Kesatuan
Sumpah Pemuda membangkitkan persatuan dan kesatuan rakyat Indonesia,
khususnya para pemuda dan para pelajar. Melalui Sumpah Pemuda, para pemuda
mengakui adanya suatu perjanjian atau ikatan sebagai satu kesatuan, yaitu Indonesia.
Para pemuda memiliki sebuah visi yang mendorong para pemuda melakukan suatu
sumpah bersama, sumpah setia yang dikenal dengan nama Sumpah Pemuda, yaitu
keinginan untuk Indonesia merdeka. Sumpah Pemuda merupakan fondasi penting
kebangkitan bangsa Indonesia dan pembentukan negara Republik Indonesia. Hal
tersebut karena sumpah Pemuda mengandung semangat persatuan dalam bingkai
Bhinneka Tunggal Ika.
2. Sumpah Pemuda Menumbuhkan Pengakuan Internasional terhadap Perjuangan
Kemerdekaan Bangsa Indonesia
Sumpah Pemuda dipelopori oleh kaum terpelajar Indonesia yang waktu itu sudah
memiliki jaringan komunikasi internasional. Dengan demikian, Sumpah Pemuda
menjadikan perjuangan bangsa Indonesia dikenal masyarakat internasional, yang
akhirnya, secara langsung atau tidak langsung memberikan dukungan para perjuangan
kemerdekaan bangsa Indonesia.
YAYASAN TARAKANITA 90
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII
3. Sumpah Pemuda Menumbuhkan Semangat Kekeluargaan dan Gotong Royong
dalam Masyarakat yang Majemuk
Dalam masyarakat Indonesia yang beragam memang sangat diperlukan semangat
kekeluargaan dan kegotongroyongan. Semangat kekeluargaan adalah suatu sikap
mental bangsa Indonesia yang merasa diri dan kelompoknya merupakan sebuah
keluarga besar. Semua paham bahwa, meskipun berbeda-beda, tetapi tetap satu karena
merasa sebagai suatu keluarga.
Tugas Kelompok
Kerjakan tugas berikut ini bersama kelompok kalian!
1. Kekeluargaan dan gotong royong di lingkungan keluarga
a. ……………………………………………………………………..…
b. ..............................................................................................................
c. ………………………………………………………………………..
2. Kekeluargaan dan gotong royong di lingkungan keluarga
a. ………………………………………………………………………..
b. …………………………………………………………………..…....
c. ………………………………………………………………………..
3. Kekeluargaan dan gotong royong di lingkungan masyarakat
a. ……………………………………………………………..…………
b. …………………………………………………………………..……
c. ………………………………………………………..………………
YAYASAN TARAKANITA 91
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII
C Memaknai Semangat Perjuangan Pemuda dalam
Perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia
Perjuangan para pemuda di masa lalu sangat fenomenal dan penuh semangat. Guna
mewujudkan kemerdekaan, banyak pemuda yang meninggal dalam perjuangannya. Pada
hakikatnya, pemudalah yang memegang peranan penting dalam perjuangan kemerdekaan
Indonesia sejak Kebangkitan Nasional, Sumpah Pemuda sampai Proklamasi Kemerdekaan
Republik Indonesia. Para pemuda tersebut di antaranya sebagai berikut:
1. Wage Rudolf Supratman Wage Rudolf Supratman
Wage Rudolf Supratman merupakan pengarang lagu Sumber:
kebudayaan.kemendikbud.go.id
kebangsaan Indonesia, “Indonesia Raya” dan pahlawan nasional
Indonesia. Beliau sempat bekerja sebagai guru sekolah angka 2, Biola W.R. Supratman
dan sebagai wartawan di harian Kaoem Moeda serta Kaoem Kita. Sumber:
Sejak itu Supratman aktif dalam pergerakan nasional. https://museumsumpahpemuda
.kemdikbud.go.id/
Wage Rudolf Supratman merupakan sosok penting dalam
peristiwa Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Pada
malam penutupan Kongres Pemuda II, W.R. Supratman diberi
kesempatan menampilkan lagu Indonesia Raya lewat gesekan
biolanya. Pada saat itulah untuk pertama kalinya lagu Indonesia
Raya dikumandangkan di depan umum. Semua yang hadir
terpukau mendengarnya. Lagu yang sangat menggugah jiwa
patriotisme itu dengan cepat terkenal di kalangan pergerakan
nasional.
Setelah dikumandangkan tahun 1928, pemerintah Hindia
Belanda melarang rakyat Indonesia menyanyikan lagu Indonesia
Raya di depan umum. Belanda gentar dengan konsep kebangsan
Indonesia juga melarang penggunaan kata “Merdeka”!
YAYASAN TARAKANITA 92
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII