The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by leonardhanny, 2021-07-15 20:14:17

2. E-book PPKN SMP Kelas 8

2. E-book PPKN SMP Kelas 8

Indonesia Raya dinyanyikan secara spontan saat proklamasi kemerdekaan
tanggal 17 Agustus 1945, sehingga lagu Indonesia Raya ditetapkan sebagai lagu
kebangsaan yang merupakan perwujudan dari rasa persatuan dan kehendak untuk
merdeka.

Jiwa kebangsaan yang sangat tinggi inilah sehingga W.R Supratman mampu
membuahkan karya bernilai tinggi yang di kemudian hari telah menjadi pembangkit
semangat perjuangan pergerakan nasional.

2. Arnold Isaac Zacharias Mononutu

Sumber: Sosok Arnold Mononutu atau Om No sangat asing di
https://museumsumpahpemuda telinga masyarakat Indonesia. Namun tidak di Sulawesi
.kemdikbud.go.id/ Utara. Arnold ialah tokoh yang sangat berpengaruh dan
dihargai sebagai putra daerah yang gagah berani dan pejuang
Bersama Perhimpunan nasional.

Indonesia, Arnold Bersama Perhimpunan Indonesia, Arnold Manonutu
memperjuangkan cita-cita Indonesia Merdeka. Beliau sangat
memperjuangkan cita-cita bersemangat terlibat dalam kegiatan politik melawan
pemerintah kolonial dan menjadi anggota Partai Nasional
Indonesia merdeka Indonesia (PNI).

Sumber: Om No menjadi aktivis Jong Minahasa (1919-1920) dan
https://museumsumpahpemuda Jong Celebes (1927). Bersama teman-temannya, dia
.kemdikbud.go.id/ kemudian mendirikan organisasi politik yang dikenal dengan
nama Persatuan Indonesia. Kemudian mereka menerbitkan
sebuah koran bernama Menara Merdeka, yang bertujuan
untuk mempromosikan cita-cita Persatuan Indonesia. Koran
ini memberikan pesan pro-republik dan mengkritik upaya-
upaya Belanda untuk membentuk sebuah negara yang
terpisah dari Republik Indonesia yang baru saja
diproklamasikan.

YAYASAN TARAKANITA 93
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII

Perjuangan Arnold Mononutu untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI) bebas dari agresi dan intimidasi Belanda begitu nyata dan kuat,
sehingga Ia kemudian diangkat dan ditunjuk memegang beberapa jabatan strategis
NKRI. Pada tahun 1949-1950, Ia menjadi Menteri Penerangan Kabinet RIS. Pada
tahun 1951-1952 menjadi Menteri Penerangan Kabinet Sukiman-Suwirjo, dilanjutkan
tahun 1952-1953 sebagai Menteri Penerangan pada Kabinet Wilopo.

Salah satu perjuangan Arnold yang tidak banyak diketahui orang adalah nama ibu
kota Republik Indonesia. Nama Batavia dipakai sekitar tahun 1621 sampai tahun
1942, ketika Hindia Belanda jatuh ke tangan Jepang. Pada masa kepemimpinan
Jepang, nama kota diubah menjadi Jakarta. Perubahan nama itu dilakukan sebagai
bagian dari de-Nederlandisasi. Nama Jakarta pun kian popular, walaupun belum
ditetapkan secara resmi. Pengukuhan nama Jakarta baru dilakukan pada 30 Desember
1949 oleh Arnold Mononutu sebagai Menteri Penerangan saat itu. Pengukuhan nama
Jakarta dilakukan oleh Arnoldus Mononutu itu sesudah berlangsungnya Konferensi
Meja Bundar di Den Haag, Belanda.

Konstribusi Arnold dalam dunia Pendidikan sangat nyata ketika beliau diangkat
menjadi Rektor ke-3 Universitas Hasanuddin dengan gelar Profesor atau Guru Besar
pada tahun 1960-1965.

Dengan demikian, dalam kepemimpinannya pada universitas terkemuka di
Indonesia Timur itu, semakin banyak anak bangsa yang dididik menjadi generasi
penerus perjuangan bangsa Indonesia dalam konteks Negara Kesatuan Republik
Indonesia.

2. Sutan Mohammad Amin
Sutan Muhammad Amin (SM Amin) atau Kroeng Raba Nasution. SM Amin

memulai sekolahnya di ELS Sabang, setelah lulus, Ia melanjutkan ke STOVIA di
Batavia. Di STOVIA inilah SM Amin mulai aktif dalam organisasi Jong Sumateranen
Bond. SM Amin aktif dalam setiap diskusi yang dilaksanakan, kemudian tahun Ia
pindah ke MULO Pasar Baru dan menamatkannya. Setelah itu SM Amin melanjutkan
sekolah ke AMS Yogyakarta.

YAYASAN TARAKANITA 94
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII

Selain aktif dalam organisasi Jong Sumatrenen Bond, SM

Amin juga aktif dalam organisasi Jong Islamieten Bond dan

Perhimpunan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPPI),

keaktifannya dalam organisasi kepemudaan membuat Ia turut

serta dalam Kongres Pemuda Kedua pada 27-28 Oktober

1928. SM Amin melanjutkan pendidikan ke sekolah tinggi

hukum RHS (Rechthoogeschool) Batavia dengan gelar

Meester in de Rechten. Sumber:
Di awal karirnya sebagai seorang pengacara, SM Amin https://museumsumpahpemuda
.kemdikbud.go.id/

memperoleh sertifikat advocat procureur raad van Justitie

Medan untuk membuka praktik di Kutaraja. Tahun 1941 SM

Amin menjadi hakim Tiho Hoin untuk daerah Sigli dan pada

masa pendudukan Jepang SM Amin menjadi direktur sekolah Sutan Mohammad Amin saat
Menengah Tyu Gakko. Kemudian SM Amin diangkat menjadi menjadi pengurus Jong
Gubernur Muda Sumatera Utara dan tahun 1958 Ia menjadi Sumatranen Bond
Gubernur pertama Riau.
Sumber:
https://museumsumpahpemuda.
kemdikbud.go.id/

SM Amin selain aktif dalam pemerintahan juga aktif menulis. Karya beliau

diterbitkan dalam bentuk buku seperti, Indonesia dibawah Rezim Demokrasi terpimpin,

Demokrasi Dalam Bahaya, Demokrasi Selayang Pandang dan masih banyak lagi. Karena

peran dan jasanya, Ia dianugerahkan beberapa tanda kehormatan oleh Pemerintah

Indonesia, yaitu; tanda kehormatan Satya Lencana Perjuangan Kemerdekaan dari

Presiden, Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama sebagai peletak Dasar-Dasar Otonomi

Daerah, Tanda kehormatan Bintang Mahaputra Utama dan Tanda Kehormatan Bintang

Mahaputra Adipradana.

Tugas Mandiri

Carilah tokoh pemuda yang gigih memperjuangkan kemerdekaan Indonesia sejak
Kebangkitan Nasional, Sumpah Pemuda sampai terciptanya Proklamasi Republik
Indonesia. Lalu buatlah biografinya secara singkat dan presentasikan hasil tulisan
kalian di depan kelas untuk ditanggapi!

YAYASAN TARAKANITA 95
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII

D Nilai dan Semangat Sumpah Pemuda bagi Bangsa dan

Negara Indonesia

Kalian sebagai pemuda di masa sekarang wajib mengikuti semangat pemuda di masa
perjuangan yang penuh semangat dalam menciptakan kemerdekaan. Di masa sekarang
sudah merdeka kewajiban kalian adalah berjuang memajukan bangsa Indonesia menjadi
negara maju.

1. Nilai Semangat Sumpah Pemuda

Sebagai kaum muda tentunya kalian sudah memahami gigihnya para pahlawan dalam
memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia. Selanjutnya, kalian juga perlu
memahami nilai-nilai semangat Sumpah Pemuda di antaranya sebagai berikut.
a. Mementingkan Rasa Persatuan

Pada peristiwa Sumpah Pemuda, para pemuda Indonesia Bersatu padu demi
terwujudnya satu bangsa. Mereka berjuang dalam satu kesatuan untuk
mewujudkan Indonesia yang merdeka. Dengan bersatu kita menjadi kuat dan
mampu melaksanakan tugas-tugas yang berat sekali pun.
b. Mengutamakan Kepentingan Bersama
Kepentingan bersama lebih penting daripada kepentingan pribadi, karena
kepentingan bersama mencakup banyak orang. Apabila kepentingan bersama
berhasil diselesaikan maka banyak orang mendapat manfaat dan akan senang.
Pada waktu sumpah pemuda, para pemuda kita saling mementingkan daerah dan
golongannya. Akan tetapi, mereka hanya memikirkan bagaimana agar Indonesia
dapat Bersatu. Kepentingan bersama yang mereka utamakan.
c. Cinta Tanah Air
Cinta pada bangsa dan tanah air yang artinya kita setia pada bangsa dan negara
Indonesia. Kita berbuat sesuatu yang baik ditujukan untuk kemajuan bangsa dan
kemajuan bangsa Indonesia. Sebaliknya, kita akan merasa sedih bila bangsa
Indonesia tidak maju. Pada peristiwa Sumpah Pemuda ada ikrar satu tanah air,
satu bangsa dan satu Bahasa yaitu Indonesia. Itulah wujud dari rasa cinta bangsa
dan tanah air para pemuda zaman dahulu.

YAYASAN TARAKANITA 96
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII

d. Rela Berkorban
Rela berkorban, artinya berbuat secara ikhlas dan tanpa pamrih. Sikap rela
berkorban tidak mengharapkan imbalan. Rela berkorban untuk kepentingan orang
banyak akan menciptakan rasa persaudaraan dan persatuan. Misalnya kalian
dengan ikhlas membantu nenek menyeberang di jalan juga merupakan sikap rela
berkorban. Para pemuda Indonesia dalam peristiwa Sumpah Pemuda telah
mengorbankan banyak tenaga, pikiran, dan kebutuhan pribadinya demi
kepentingan banyak orang. Berkorban untuk persatuan dan kemerdekaan bangsa.

e. Keberanian
Keberanian merupakan sikap perilaku yang menunjukkan rasa percaya diri yang
besar dan tidak memiliki rasa takut khawatir dalam menghadapi kesulitan hidup.
Para pemuda Indonesia telah menunjukkan rasa keberaniannya dengan
mencetuskan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Mereka tidak takut pada polisi
Belanda yang saat itu tengah menjaga jalannya kongres.

f. Menerima dan Menghargai Perbedaan
Dalam peristiwa Sumpah Pemuda, ada banyak golongan pemuda dari berbagai
daerah di Indonesia. Mereka memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Namun,
perbedaan itu tidak dipermasalahkan. Semua diterima dan bersatu untuk
mewujudkan satu bangsa yaitu Indonesia.

g. Kekeluargaan dan Persaudaraan
Kekeluargaan merupakan sikap dan perbuatan yang mengutamakan kebersamaan
dalam bergaul. Persaudaraan juga mencerminkan kebersamaan tanpa memandang
latar belakang perbedaan. Kita menganggap semua sebagai satu keluarga dan
bersaudara. Apabila teman kita sedang mengalami musibah, kita juga merasa
terkena musibah dan segera membantunya. Dari berbagai nilai luhur tersebut,
nilai-nilai itu pada dasarnya merupakan perwujudan dari nilai persatuan. Makna
dari Sumpah Pemuda adalah mengingatkan kepada kita akan pentingnya nilai
persatuan. Persatuan kita sebagai satu tanah air, satu bangsa dan satu Bahasa.

YAYASAN TARAKANITA 97
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII

h. Meningkatkan Semangat Gotong Royong dan Kerja Sama
Gotong royong merupakan budaya bangsa Indonesia. Gotong royong adalah
suatu usaha atau pekerjaan yang dilakukan tanpa pamrih dan secara sukarela
oleh semua warga menurut batas kemampuannya masing-masing. Gotong
royong juga memiliki nilai kerja sama. Para pemuda telah bergotong royong
secara sukarela menurut kemampuannya masing-masing. Kemerdekaan bangsa
Indonesia merupakan bukti nyata dari gotong royong dan kerja sama yang
dilakukan bangsa Indonesia.

2. Hubungan Sumpah Pemuda dengan Bhinneka Tunggal Ika

Naskah Sumpah Pemuda memiliki kaitan dengan Bhinneka Tunggal Ika,
yaitu disebutkan bahwa para pemuda bersumpah memiliki nusa, bangsa dan Bahasa
yang satu.
1. Satu Nusa

Satu nusa bermakna satu wilayah atau tanah air. Oleh karena itu kita
mengakui satu tanah air, yaitu wilayah Indonesia. Wilayah Indonesia disebut
juga dengan istilah nusantara yang berasal dari kata nusa yang berarti “pulau
atau kepulauan”, dan antara yang berarti “antara”. Jadi, Nusantara berarti
suatu kesatuan wilayah kepulauan. Indonesia yang memiliki sekitar 17.000
pulau merupakan wilayah kepulauan yang menjadi satu kesatuan, bukan
wilayah terpisah-pisah.
2. Satu Bangsa
Satu bangsa bermakna satu kesatuan suku bangsa. Indonesia memiliki suku
bangsa yang sangat beragam. Selain itu, keragaman di Indonesia ada dalam
adat istiadat dan kebiasaan. Banyaknya suku, seperti Aceh, Minangkabau,
Batak, Jawa, Sunda, Bali, Bugis, asmat, Dayak dan lain sebagainya menjadi
bukti betapa beragamnya suku bangsa di Indonesia. Perbedaan suku bangsa
tidak menjadikan kita terpecah belah, tetapi justru menjadi alat pemersatu
bangsa.

YAYASAN TARAKANITA 98
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII

3. Satu Bahasa
Indonesia memiliki beragam Bahasa daerah. Meski demikian, Sumpah
Pemuda menyatakan adanya suatu Bahasa yang menjadi Bahasa persatuan,
yaitu bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia menjadi Bahasa yang
mempersatukan berbagai suku bangsa di Indonesia. Bahasa Indonesia bersifat
netral, mudah dimengerti, dan demokratis. Penggunaan bahasa Indonesia
dapat juga menumbuhkan kecintaan terhadap bangsa. Penggunaan Bahasa
Indonesia pun dapat menumbuhkan semangat nasionalisme.

3. Bentuk Pengamalan Nilai-Nilai Sumpah Pemuda

Terdapat berbagai bentuk pengamalan nilai-nilai Sumpah Pemuda antara lain
sebagai berikut.
a. Nilai Kegotongroyongan

1. Melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar rumah.
2. Membantu orang tua atau orang lain yang membutuhkan.
3. Membuat papan pengumuman di lingkungan.

b. Nilai Patriotisme
1. Ikut serta dalam upacara bendera.
2. Ikut serta kegiatan baris-berbaris.
3. Sigap melerai teman jika berkelahi.

c. Nilai Musyawarah
1. Aktif dalam pemilihan ketua kelas.
2. Ikut serta dalam pemilihan ketua RT.
3. Tidak memaksakan kehendak ketika berdiskusi kelompok.

d. Nilai Cinta Tanah Air
1. Bangga menggunakan produk dalam negeri.
2. Bangga dan suka dengan tarian daerah.
3. Bangga dan suka dengan makanan tradisional.

YAYASAN TARAKANITA 99
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII

e. Nilai Kekeluargaan
1. Ikut dalam belajar kelompok.
2. Saling menyayangi sesama anggota keluarga.
3. Segera berdamai ketika terjadi pertengkaran.

f. Nilai Persatuan
1. Tidak suka bertengkar.
2. Tidak membeda-bedakan teman.
3. Mau bekerja sama dan tolong menolong dalam kegiatan positif.

g. Nilai Kerukunan
1. Mau menjenguk orang sakit.
2. Saling membantu dalam kebaikan.
3. Tidak menjelek-jelekkan orang lain.

h. Nilai Kerja Sama
1. Mengerjakan tugas rumah bersama.
2. Membantu tetangga yang sedang kesulitan.
3. Bekerja sama dalam menyelesaikan tugas.

i. Nilai Cinta Damai
1. Tidak suka membuat masalah.
2. Segera melerai teman yang berkelahi.
3. Tidak suka membicarakan teman secara negatif.

j. Nilai Tanggung Jawab
1. Mengerjakan tugas sekolah.
2. Mengerjakan pekerjaan di rumah.
3. Menyelesaikan segala pekerjaan hingga tuntas.

YAYASAN TARAKANITA 100
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII

Implementasi nilai dan semangat Sumpah Pemuda dalam bingkai Bhinneka Tungga

Ika antara lain sebagai berikut.

1. Seluruh pemuda dan rakyat Indonesia wajib untuk bersatu dalam rangka berjuang

memajukan bangsa Indonesia.

2. Seluruh pemuda dan rakyat Indonesia harus mampu menjadikan keberagaman

adat dan budaya sebagai potensi untuk memajukan bangsa Indonesia.

3. Seluruh pemuda dan rakyat Indonesia menjadikan Pancasila sebagai Dasar negara

Indonesia dan tidak pernah untuk mengubahnya.

4. Seluruh pemuda dan rakyat Indonesia memiliki rasa bangga menjadi bangsa

Indonesia yang dibuktikan dengan aktif berpartisipasi mengisi kemerdekaan

dengan kegiatan-kegiatan yang positif.

5. Seluruh rakyat Indonesia harus mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di

atas kepentingan pribadi maupun kepentingan golongan.

6. Seluruh pemuda dan rakyat Indonesia harus meningkatkan kepedulian terhadap

semana.

Jurnal Sikap

Petunjuk

1. Catatlah kegiatan yang kamu lakukan selama kegiatan belajar di sekolah dan

di rumah selama satu hari.

2. Analisislah kegiatan tersebut, yang berkaitan dengan makna Sumpah pemuda

dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika

3. Catatlah pada tabel berikut.

No Waktu Kegiatan Keterangan

* 06.45-07.15 Gotong royong Kekeluargaan dan gotong

membersihkan kelas royong memiliki arti

penting dalam kehidupan

masyarakat yang beragam.

…… … …

…… … …

…… … …

YAYASAN TARAKANITA 101
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII

Rangkuman

• Sumpah Pemuda mempunyai arti sangat penting bagi bangsa Indonesia
karena merupakan tonggak sejarah bagi bangsa ini. Peristiwa tersebut
merupakan awal terjadinya perjuangan yang menyeluruh yang dilandasi
semangat persatuan dan kesatuan bangsa demi tercapainya cita-cita
perjuangan bangsa menuju Indonesia merdeka.

• Arti penting Sumpah Pemuda bagi perjuangan bangsa Indonesia di
antaranya sebagai berikut.
a. Sumpah Pemuda Menumbuhkan Persatuan dan Kesatuan
b. Sumpah Pemuda Menumbuhkan Pengakuan Internasional terhadap
Perjuangan Kemerdekaan Bangsa Indonesia
c. Sumpah Pemuda Menumbuhkan Semangat Kekeluargaan dan Gotong
Royong dalam Masyarakat yang Majemuk

Refleksi

Sudahkan kalian memahami materi pembelajaran dalam bab ini
dengan baik, yaitu mengenai Sumpah pemuda dalam bingkai
Bhinneka Tunggal Ika. Tentunya kalian sudah memahami
peristiwa Sumpah pemuda yang sangat fenomenal hingga masih
dikenang sampai sekarang. Semangatnya dipakai sebagai cara
pelestarian persatuan sesame penduduk bangsa Indonesia.
Selanjutnya, setelah mempelajarinya kalian dapat bersikap sesuai
dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam sumpah pemuda, serta
dapat mengimplementasikan sikap dan pengetahuan tersebut
melalui perbuatan nyata.

YAYASAN TARAKANITA 102
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII

Studi Kasus

Tantangan dan Peluang Keanekaragaman dalam
Bingkai Bhinneka Tunggal Ika

Indonesia sebagai negara kesatuan pada dasarnya dapat mengandung potensi
kerawanan akibat keanekaragaman suku, bangsa, Bahasa, agama, ras dan etnik
golongan. Hal tersebut merupakan faktor yang berpengaruh terhadap potensi
timbulnya konflik sosial. Dengan semakin marak dan meluasnya konflik akhir-
akhir ini, merupakan suatu pertanda menurunnya rasa nasionalisme di dalam
masyarakat. Kondisi seperti ini dapat terlihat dengan meningkatnya konflik yang
bernuansa SARA, serta munculnya gerakan-gerakan yang ingin memisahkan diri
dari NKRI akibat dari ketidakpuasan dan perbedaan kepentingan, apabila kondisi
ini tidak dikendalikan dengan baik akhirnya akan berdampak pada disintegrasi
bangsa.

Dengan demikian, kebhinnekaan yang ada pada diri bangsa Indonesia
merupakan potensi sekaligus tantangan. Kebhinekaan sebagai potensi dalam arti
telah terbukti secara nyata dapat menjadi perekat atau patri bagi bangsa
Indonesia sejak awal-awal kemerdekaan bahkan sejak tumbuhnya kesadaran
kehidupan berbangsa dan bernegara. Kebhinnekaan telah menjadi kenyataan
khusus bagi bangsa Indonesia yang amat menarik, bagi bangsa Indonesia sendiri
atau pun bagi bangsa-bangsa lain di dunia, sehingga dapat menarik devisa
melalui kunjungan wisata atau kunjungan lain.

Kebhinnekaan merupakan kekuatan dan kekayaan sekaligus juga merupakan
tantangan bagi bangsa Indonesia. Tantangan itu sangat terasa terutama ketika
bangsa Indonesia membutuhkan kebersamaan dan persatuan dalam rangka
menghadapi dinamika kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, baik
yang berasal dari dalam maupun dari luar negeri. Seperti dewasa ini kita sedang
menghadapi dan berupaya mengatasi perekonomian yang lesu. Tanpa adanya
persatuan dan kesatuan visi dan misi dari seluruh bangsa Indonesia mustahil kita
dapat keluar dari krisis tersebut.

Kebhinnekaan adalah sifat nyata bangsa Indonesia yang sering kita
banggakan namun sekaligus juga sering kita prihatinkan. Hal ini dikarenakan
mengatur masyarakat yang heterogen jauh lebih sulit dibandingkan dengan
mengatur masyarakat homogen. Masyarakat yang heterogen sudah barang tentu
mempunyai cita-cita, keinginan, dan harapan yang jauh lebih bervariasi
dibandingkan dengan masyarakat homogen.

Kebhinnekaan dapat menjadi tantangan atau ancaman, karena adanya
kebhinnekaan tersebut mudah membuat orang untuk berbeda pendapat ayang
lepas kendali, mudah tumbuhnya perasaan kedaerahan, atau kesukuan atau
kekerasan yang sewaktu-waktu bisa menjadi ledakan yang akan mengancam
integrasi atau persatuan dan kesatuan bangsa.

Sumber: http://pbsi.fitk.uinjkt.ac.id

YAYASAN TARAKANITA 103
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII

Studi
Kasus

Tugas:
1. Diskusikan dengan teman kalian, mengapa diperlukan kebersamaan di

dalam membangun manusia seutuhnya di Indonesia yang merupakan
negara yang kaya akan keragaman budaya, golongan masyarakat.
2. Mengapa kebersamaan memiliki arti penting dalam kehidupan
masyarakat yang beragam?
3. Apa unsur-unsur keragaman masyarakat Indonesia?

Uji Kompetensi

A. Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang
benar!

1. Salah satu contoh yang dapat dilakukan para pemuda di lingkunganmu
sebagai implementasi semangat sumpah pemuda adalah … .

A. komunitas sepeda motor C. berkumpul di pos ronda

B. terbentuknya karang taruna D. perkumpulan teman sekolah

2. Sumpah pemuda merupakan cerminan dari tekad dan ikrar para pemuda

dan pelajar untuk bersatu tanpa memandang perbedaan daerah, agama,

bahasa, suku dan warna kulit, sebagai bentuk tumbuhnya rasa … .

A. kesatuan C. nasionalisme

B. kedaerahan D. semangat untuk merdeka

YAYASAN TARAKANITA 104
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII

3. Papua atau Irian Barat tidak diakui sebagai bagian dari Indonesia oleh

Belanda setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Hal ini

merupakan salah satu contoh permasalahan dalam salah satu aspek sumpah
pemuda, yaitu … .

A. satu bangsa C. satu bahasa

B. satu nusa D. satu identitas

4. Keberagaman suku dan budaya yang dimiliki Indonesia merupakan suatu
tantangan dalam menerapkan salah satu aspek sumpah pemuda, yaitu … .

A. satu bangsa C. satu bahasa

B. satu nusa D. satu identitas

5. Ani merupakan siswa pindahan dari Sumatra. Ani merasa sedikit kesulitan

berbicara dengan teman-teman disekolahnya yang mayoritas menggunakan

bahasa Jawa. Salah satu temannya memberikan saran supaya menggunakan

bahasa Indonesia agar lebih mudah dalam berkomunikasi dengan teman

lainnya. Kondisi di atas menunjukkan adanya penerapan salah satu aspek
sumpah pemuda, yaitu … .

A. satu bangsa C. satu bahasa

B. satu nusa D. satu kesatuan

6. Sebagai seorang pelajar, Bayu hendaknya mampu menerapkan salah satu
aspek sumpah pemuda, yaitu satu bangsa, dengan cara … .
A. menjaga keutuhan wilayah Indonesia
B. berteman dengan siapa saja tanpa membedakan suku, agama, dan budaya
C. menggunakan bahasa Indonesia dalam berkomunikasi dengan teman yang
berasal dari luar daerah
D. tidak menyebarkan berita hoax yang memicu perpecahan wilayah
Indonesia

YAYASAN TARAKANITA 105
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII

7. Sebagai seorang pelajar yang juga terlibat dalam organisasi karang taruna di

desanya, Alfi sering kali terlihat mengikuti kerja bakti rutin setiap minggu.

Kerja bakti tersebut dilakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan sehingga

nyaman untuk ditinggali.

Kondisi di atas menunjukkan adanya pengamalan salah satu nilai yang
terkandung dalam Sumpah pemuda yaitu … .

A. patriotisme C. kegotongroyongan

B. nasionalisme D. cinta tanah air

8. Angga merupakan seorang pelajar yang aktif dalam kegiatan ektrakurikuler

seni dan budaya di sekolahnya. Tak hanya disekolah. Angga juga sering

mengajari adik-adiknya beberapa lagu dan tari daerah lain. Angga juga aktif

mengikuti perlombaan seni dan budaya di luar kota. Berdasarkan kondisi di

atas, Angga telah mengamalkan salah satu nilai yang terkandung dalam

sumpah pemuda, yaitu … .

A. patriotisme C. persatuan

B. nasionalisme D. cinta tanah air

9. Santi merupakan ketua kelas VIII C ditugaskan oleh wali kelas untuk

berdiskusi dengan teman-teman sekelas mengenai kegiatan class meeting

yang akan diselenggarakan minggu depan. Setiap kelas diwajibkan untuk

mengirimkan perwakilannya pada tiap cabang perlombaan. Berkaitan dengan

hal tersebut, Santi melakukan tukar pendapat dan juga voting untuk

menentukan siswa yang akan menjadi wakil kelas VIII C di tiap cabang

perlombaan.

Berdasarkan situasi di atas, dapat diketahui bahwa Santi telah mengamalkan
salah satu nilai yang terkandung dalam sumpah pemuda, yaitu … .

A. kegotongroyongan C. kekeluargaan

B. musyawarah D. kerukunan

YAYASAN TARAKANITA 106
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII

10. Sumpah pemuda merupakan miniatur Bhinneka Tunggal Ika. Pernyataan ini
merupakan perwujudan dari … .
A. berdirinya organisasi kedaerahan
B. semangat para pemuda mengikrarkan sumpah pemuda
C. berkumpulnya tokoh-tokoh pergerakan nasional
D. para pemuda dan pelajar meleburkan diri menjadi satu

11. Makna dari kesatuan bangsa yang didasari keberagaman dapat ditunjukkan
melalui … .
A. keragaman adat istiadat dasar untuk bersatu
B. keragaman ras dijadikan untuk dasar merendahkan salah satu ras
C. keragaman golongan awal dari perpecahan
D. keragaman organisasi sosial menjadi sarana korupsi

12. Nilai utama yang dipetik dari peristiwa sumpah pemuda ialah … .
A. adanya semangat kesatuan dan persatuan bangsa
B. sikap keberanian para pemuda
C. kebanggaan sebagai bangsa indonesia
D. semangat pertempuran melawan belanda

13. Sumpah Pemuda merupakan cerminan dari tekad akan ikrar para pemuda dan

pelajar untuk Bersatu tanpa memandang perbedaan daerah, agama, Bahasa,
suku, dan warna kulit sebagai bentuk rasa …

A. kesatuan C. nasionalisme

B. kedaerahan D. semangat untuk merdeka

YAYASAN TARAKANITA 107
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII

14. Makna Sumpah Pemuda bagi kehidupan bangsa Indonesia pada masa kini
adalah ... .
A. menjadi sebuah peristiwa sejarah yang sudah berlalu
B. pengikat dan pemersatu bangsa di tengah perbedaan yang ada
C. momentum yang penting dalam upaya mencapai kemerdekaan
D. sebagai memori kolektif bangsa mengenai peran pemuda

15. Perhatikan gambar berikut!

Sumber: www.azizahmurarif.blogspot.com

Gambar tersebut menunjukkan sebagai salah satu contoh kerja sama antar umat
beragama dengan cara … .
A. mementingkan kebudayaan daerah
B. mewujudkan kepentingan salah satu agama
C. memperkokoh persatuan
D. menghilangkan kepribadian bangsa

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar!
1. Tuliskan 3 implementasi dari sumpah pemuda yang dapat kalian lakukan

sebagai pelajar di lingkungan sekolah!

2. Jelaskan makna dari ikrar Sumpah Pemuda bagi bangsa Indonesia!

2. Jelaskan maksud dari keragaman suku menjadi identitas nasional!

4. Dengan keberagaman yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, menurut
pendapatmu apakah bangsa Indonesia sudah Bersatu? Jelaskan!

5. Uraikan cara mengembalikan semangat Sumpah Pemuda pada para pemuda
masa kini!

YAYASAN TARAKANITA 108
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII

Proyek

Buatlah sebuah poster atau stiker atau pin atau desain kaos yang bertemakan
semangat dan komitmen Sumpah Pemuda bagi bangsa dan negara Indonesia.
Presentasikan hasil karya kalian di depan kelas dan kumpulkan kepada guru
untuk dinilai!

YAYASAN TARAKANITA 109
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII

BAB Sekolah Menengah Pertama
6 Memperkuat Komitmen Kebangsaan

Kompetensi Dasar:
1.6 Mensyukuri semangat dan komitmen kolektif kebangsaan untuk memperkuat

NKRI yang Berketuhanan Yang Maha Esa.
2.6 Menunjukkan sikap gotong royong sebagai wujud nyata semangat dan

komitmen kolektif kebangsaan untuk memperkuat Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
3.6 Menginterpretasikan semangat dan komitmen kebangsaan kolektif untuk
memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam konteks kehidupan
siswa.
4.6 Mengorganisasikan kegiatan lingkungan yang mencerminkan semangat dan
komitmen kebangsaan untuk memperkuat Negara Kesatuan Republik
Indonesia.

Tujuan Pembelajaran:

1. Mendeskripsikan semangat dan komitmen kebangsaan pendiri negara.
2. Mendeskripsikan bentuk-bentuk semangat dan komitmen kebangsaan yang

ditunjukkan pendiri negara
3. Mendeskripsikan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai satu kesatuan
4. Mewujudkan perilaku semangat dan komitmen kebangsaan dalam kehidupan

Karakter Yang Dikembangkan:

1. Nasionalisme
2. Disiplin
3. Bertanggungjawab

YAYASAN TARAKANITA 110

Sebelum kita mempelajari materi pada bab ini, kita akan bersama-sama menyanyikan lagu
berikut ini dengan penuh penghayatan!

Indonesia Jaya
Cipt: Chaken M

Hari-hari Terus Berlalu, Tiada pernah berhenti Sumber: Google
S'ribu rintang jalan berliku, Bukanlah suatu penghalang
Hadapilah segala tantangan, Mohon Petunjuk yang kuasa
Ciptakanlah Kerukunan Bangsa,
Kobarkanlah, dalam dada
Semangat jiwa Pancasila...
Reff:
Hidup tiada mungkin tanpa perjuangan,
Tanpa pengorbanan, Mulia adanya
Berpegangan tangan satu dalam cita
Demi masa depan Indonesia jaya

1. Bagaimana perasaanmu setelah menyanyikan lagu Indonesia Jaya?
2. Apakah bakti yang akan kalian berikan untuk Indonesia tercinta?

A

Semangat dan Komitmen Kebangsaan Pendiri Negara

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Komitmen adalah perjanjian
(keterikatan) untuk melakukan sesuatu demi mencapai keinginan dan cita-cita dengan
kesungguhan hati. Sedangkan semangat adalah kekuatan, kemauan, gairah atau dorongan
tekad yang kuat untuk berjuang melakukan suatu tindakan tertentu. Semangat dan
komitmen kebangsaan dapat diartikan sebagai kekuatan dari dalam diri untuk
memperjuangkan sesuatu demi bangsa dan negara.

Kita sebagai bagian dari bangsa Indonesia tentu memiliki tugas dan
tanggung jawab yang melekat dalam diri kita untuk menjaga bangsa kita tercinta. Menjaga
dalam hal ini adalah membangun Indonesia untuk mencapai cita-cita membentuk
masyarakat yang adil makmur berdasarkan Pancasila

YAYASAN TARAKANITA 111
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII

Indonesia adalah bangsa yang besar dengan kaya akan sumber daya alam dan

budaya. Kemegahan bumi nusantara sudah tersiar di seluruh penjuru dunia. Kerajaan besar

seperti Kerajaan Sriwijaya, Majapahit dan Mataram menjadi tonggak kejayaan Nusantara

yang pada waktu itu. Kejayaan Sriwijaya dan Majapahit merupakan sejarah awal

pengenalan wilayah kepulauan nusantara yang merupakan tanah air bangsa Indonesia.

sebutan nusantara diberikan oleh pujangga pada masa Kerajaan Majapahit. Sumpah Palapa

yang dinyatakan oleh Gajah Mada menjadi bukti bahwa semangat komitmen yang kuat

mampu membawa perubahan besar bagi nusantara.

Para pendiri negara merupakan contoh yang baik dari orang – orang yang memiliki
semangat yang kuat dalam membuat perubahan, yaitu perubahan dari negara terjajah
menjadi negara yang merdeka dan sejajar dengan negara – negara lain di dunia. Salah satu
pendiri negara memiliki semangat untuk memperbaiki kehidupan yang lebih baik bagi diri,
bangsa dan negara.

Tokoh besar Indonesia yang memiliki semangat dan komitmen yang besar untuk
kemerdekaan Indonesia diantaranya Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta. Beliau sangat
berperan dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Ir. Sukarno

Ir. Soekarno adalah presiden pertama Republik Indonesia. Beliau biasa
dipanggil Bung Karno, lahir di Blitar, Jawa Timur pada tanggal 6 Juni
1901 dan meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970. Ayahnya bernama Raden
Soekemi Sosrodihardjo dan ibunya Ida Ayu Nyoman Rai.

Sumber: wikipedia Perjuangan Ir. Sukarno didasarkan pada semangat dan komitmen untuk
kemerdekaan Indonesia. Untuk mendapatkan kemerdekaan, gerakan
perjuangan harus diorganisir. Jadi, bersama teman-temannya, Ir.
Soekarno pada 4 Juli 1927 mendirikan PNI (Partai Nasional Indonesia)
pada 4 Juli 1927.

YAYASAN TARAKANITA 112
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII

Komitmen dan perjuangan Soekarno untuk kemerdekaan menyebabkan Soekarno
ditangkap dan pada 30 Desember 1929 Soekarno dipenjara di penjara Banceuy, Bandung
atas tuduhan pemberontakan. Kemudian dipindahkan ke Penjara Sukamiskin, Bandung
pada tahun 1930. Hal tersebut tak menyurutkan semangatnya untuk memperjuangkan
kemerdekaan Indonesia. Di kamar tahanan tersebut beliau menulis Pledoi (Pembelaan)
dengan beralaskan penutup closet. Pledoi tersebut berjudul Indonesia Menggugat yang
mengungkapkan keserakahan Belanda yang telah menindas dan merampas kemerdekaan
Bangsa Indonesia. Pembelaan tersebut membuat Belanda marah sehingga PNI yang
dibentuk Ir. Soekarno dibubarkan.

Ir. Soekarno berulang kali dipenjara karena beliau tetap teguh memperjuangkan
kemerdekaan Indonesia. Perjuangan Soekarno cukup panjang sebelum akhirnya mampu
menyatakan kemerdekaan Indonesia. Tepat pada tanggal 17 Agustus 1945, bersama
Mohammad Hatta dan beberapa tokoh lainnya, beliau menyatakan kemerdekaan bangsa.

Mohammad Hatta H. Mohammad Hatta lahir di Bukittinggi, 12 Agustus 1902.
Moh. Hatta adalah seorang penyelenggara, aktivis partai
Sumber: politik, negarawan, proklamator, perintis koperasi, dan wakil
https://id.wikipedia.org/ presiden pertama di Indonesia.
wiki/Hatta
Hingga 1921, Hatta menetap di Rotterdam, Belanda dan
bergabung dengan asosiasi pelajar tanah air di Belanda,
Indische Vereeniging.

Awalnya, organisasi itu hanya organisasi asosiasi untuk
siswa, tetapi segera berubah menjadi organisasi gerakan
kemerdekaan ketika tiga tokoh Indische Partij (Suwardi
Suryaningrat, Douwes Dekker, dan Tjipto Mangunkusumo)
bergabung dengan Indische Vereeniging yang kemudian
berganti nama menjadi Asosiasi Indonesia (PI).

YAYASAN TARAKANITA 113
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII

Hatta pernah menjalani masa pembuangan di Tanah Merah Boven Digoel di
pedalaman Papua, pada 1927. Selama 10 bulan Hatta berada di daratan yang dikepung
rawa-rawa. Ia kemudian dibuang ke Pulau Banda Neira, Maluku pada 1936.

Semangat dan komitmen Hatta senantiasa berkobar untuk meraih kemerdekaan
Indonesia. Melepaskan belenggu penjajah untuk berdiri menjadi negara Indonesia yang
merdeka dan berdaulat.

Tugas Mandiri

Setelah kalian mempelajari perjuangan tokoh-tokoh tadi, silahkan kalian lengkapi
tabel berikut ini dengan menuliskan nilai hidup yang dapat kalian teladani.

Tokoh Nilai Hidup Yang Dapat Diteladani
Ir. Soekarno
..................................................................................
Moh. Hatta ..................................................................................
.....................................................................

..................................................................................
..................................................................................
.....................................................................

YAYASAN TARAKANITA 114
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII

B Bentuk-Bentuk Semangat dan Komitmen Kebangsaan

Yang Ditunjukkan Pendiri Negara

Semangat menyiratkan tekad dan dorongan kuat untuk mencapai keinginan atau
keinginan tertentu. Para pendiri negara sangat ingin memperjuangkan kemerdekaan
Indonesia.

Para siswa sangat ingin belajar untuk menyambut masa depan dan untuk
pembangunan bangsa Indonesia. Jika kita semakin memahami semangat dan
komitmen nasionalisme, pendiri negara memiliki semangat, antusiasme, dan nilai-
nilai yang sangat tinggi bagi bangsa dan negara.

Jiwa, semangat dan komitmen dalam perjuangan untuk kemerdekaan juga
disebut nilai-nilai perjuangan 45. Untuk mendapatkan gambaran dari 45 nilai yang
berkembang di setiap era, periodisasi diadakan sebagai berikut.

1. Periode 1: Sebelum Gerakan Nasional
Sebelum perjuangan dalam gerakan nasional, perjuangan itu masih

bersifat regional. Perlawanan di wilayah kepulauan yang bersifat regional
seperti yang dilakukan oleh Sultan Hasanuddin (1633-1636), Kapitan
Pattimura (1817), Pangeran Diponegoro (1825-1830), dan banyak lagi.

Namun perlawanan tersebut dengan mudah dipatahkan oleh Belanda.
Adapun faktor yang menyebabkannya sebagai berikut:
1. Perjuangan masih bersifat lokal dan tidak ada koordinasi
2. Masih menggunakan senjata tradisional
3. Sangat bergantung pada pemimpin
4. Rakyat sangat mudah diadu domba

2. Periode II: Periode Gerakan Nasional
Tahap awal perjuangan nasional ditandai dengan kelahiran Budi

Utomo (1908), Serikat Buruh Islam / Sarekat Islam (1912).

YAYASAN TARAKANITA 115
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII

Pada tahun 1928, ada Sumpah Pemuda yang merupakan manifestasi dari
tekad dan keinginan rakyat Indonesia untuk menemukan dan menentukan
identitas, rasa harga diri sebagai bangsa, rasa solidaritas terhadap persatuan dan
kesatuan nasional yang kemudian mengarah ke nasional, kemandirian dan
kedaulatan. Pembentukan organisasi menciptakan antusiasme yang kuat dan
menumbuhkan militansi tinggi untuk kemerdekaan. Beberapa kebijakan Jepang
telah menghasilkan manfaat untuk kemerdekaan.
3. Periode III: Periode Proklamasi dan Perang Kemerdekaan

Rakyat Indonesia berhasil memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17
Agustus 1945. Indonesia lahir sebagai sebuah negara yang merdeka dan
berdaulat, sejajar dengan bangsa lain di dunia.

Belanda sempat ingin menjajah lagi Indonesia. Orang Indonesia mulai
berjuang di segala bidang. Rakyat Indonesia lebih mencintai perdamaian tetapi
lebih mencintai kemerdekaan. Karena itu, rakyat Indonesia bertempur dengan
mengangkat senjata, bertarung di bidang politik dan melakukan diplomasi.

Perjuangan mempertahankan kemerdekaan melahirkan nilai-nilai operasional
yang memperkuat jiwa, semangat, dan nilai-nilai perjuangan, terutama rasa harga
diri sebagai bangsa yang mandiri, semangat berkorban demi tanah air, bangsa dan
ditanyakan merdeka. Perjuangan rakyat Indonesia hingga periode ketiga ini
dinamakan sebagai Jiwa, Roh, dan nilai-nilai 45.
4. Periode IV: Periode Perjuangan untuk Mengisi Kemerdekaan

Saat ini, tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara tidaklah kecil.
Tantangan menjaga integritas dan kejayaan bangsa bisa datang dari dalam dan
luar negeri.

Malas, korupsi, pemberontakan dan krisis ekonomi adalah tantangan yang
datang dari dalam dan harus dihadapi oleh semua anggota masyarakat.

Kolonisasi fisik pada saat ini sangat tidak mungkin terjadi, tetapi ancaman
eksternal yang bersifat nonfisik seperti gaya hidup, kedatangan ajaran yang tidak
sesuai dengan Pancasila tidak boleh diremehkan.

YAYASAN TARAKANITA 116
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII

Nilai – nilai yang terdapat dalam Pancasila, Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus
1945 dan UUD 1945 merupakan nilai dasar dari jiwa dan semangat 45. Nilai – nilai 45
lahir dan berkembang dalam perjuangan bangsa Indonesia dan merupakan daya dorong
mental spiritual yang kuat untuk mencapai kemerdekaan. Tujuan Pembukaan UUD 1945
adalah sebagai berikut :
1. Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Jiwa dan semangat merdeka.
3. Nasionalisme.
4. Patriotisme.
5. Rasa harga diri sebagai bangsa yang merdeka.
6. Pantang mundur dan tidak kenal menyerah.

7. Persatuan dan kesatuan.
8. Anti penjajah dan penjajahan.
9. Percaya kepada diri sendiri
10. Percaya kepada hari depan yang gemilang dari bangsanya.
11. Idealisme kejuangan yang tinggi.
12. Berani, rela dan ikhlas berkorban untuk tanah air, bangsa dan negara.
13. Kepahlawanan.
14. Sepi ing pamrih rame ing gawe.
15. Kesetiakawanan, senasib sepenanggungan dan kebersamaan.
16. Disiplin yang tinggi.
17. Ulet dan tabah menghadapi segala macam ancaman, tantangan, hambatan dan

gangguan.

YAYASAN TARAKANITA 117
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII

Tugas Mandiri

Setelah kalian mempelajari periode perjuangan bangsa Indonesia. silahkan kalian
lengkapi tabel berikut ini dengan menuliskan bentuk perjuangan para pahlawan.

No Nama Pahlawan Bentuk Perjuangan

1 Pangeran Diponegoro ....

2 .... ....

3 .... ....

4 .... ....

YAYASAN TARAKANITA 118
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII

C Negara Kesatuan Republik Indonesia Sebagai Satu

Kesatuan

Jiwa dan semangat para pendiri negara yang dioperasionalkan dalam jiwa dan
semangat 45 dimaksudkan untuk menjaga tetap tegaknya negara Kesatuan Republik
Indonesia. Pasal 1 ayat (1) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945
menyatakan “Negara Indonesia ialah Negara Kesatuan, yang berbentuk Republik”
dan Pasal 37 ayat (5) menegaskan “Khusus mengenai bentuk Negara Kesatuan
Republik Indonesia tidak dapat dilakukan perubahan”.

MPR telah membuat ketetapan bahwa NKRI tidak boleh diganggu gugat. Bentuk
negara kesatuan bagi Indonesia sudah dianggap final. Bagaimana bentuk kesatuan
Indonesia, dapat diawali dengan pemahaman bahwa walaupun bangsa Indonesia
terdiri atas berbagai suku, bangsa Indonesia adalah satu kesatuan. Menurut Data
Badan Pusat Statistik yang dilaksanakan pada tahun 2010, di Indonesia terdapat
1.128 suku bangsa.

Kesatuan itu dapat dipandang dari 4 segi, yaitu politik, pertahanan keamanan,
ekonomi dan sosial budaya.
1. Indonesia sebagai Satu Kesatuan Politik.

Sebagai satu kesatuan politik, NKRI meletakkan Pancasila sebagai dasar
dan falsafah serta ideologi bangsa dan negara, melandasi, membimbing dan
mengarahkan bangsa menuju tujuan nasional negara. Pancasila adalah dasar
Indonesia yang tidak boleh diganggu gugat oleh siapapun, baik itu dari luar
Indonesia maupun dari dalam, yaitu rakyat Indonesia itu sendiri. Secara
Psikologis, bangsa Indonesia harus merasa bahwa mereka adalah senasib,
sepenanggungan, sebangsa dan setanah air, serta satu dalam tekad untuk
mencapai cita – cita bangsa. Seluruh kepulauan Nusantara ini merupakan satu
kesatuan hukum.

YAYASAN TARAKANITA 119
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII

2. Indonesia sebagai Satu Kesatuan Wilayah.
Seluruh wilayah Indonesia dengan segala isi dan kekayaan yang

terkandung di dalamnya merupakan satu kesatuan wilayah, wadah, ruang
hidup dan kesatuan yang mutlak bagi seluruh bangsa Indonesia. Ini menjadi
modal dan milik bersama bangsa. Indonesia yang juga terdiri atas berbagai
macam suku dan berbicara dalam berbagai bahasa daerah, memeluk dan
meyakini berbagai agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
haruslah merupakan satu kesatuan bangsa yang bulat dalam arti yang seluas –
luasnya. Meskipun berbeda, Indonesia tetaplah satu.
3. Indonesia sebagai Satu Kesatuan Pertahanan dan Keamanan.

Setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam
rangka bela negara dan bangsa. Setiap ancaman terhadap suatu pulau atau
suatu daerah pada hakikatnya merupakan ancaman terhadap seluruh bangsa
Indonesia.

D Mewujudkan Perilaku Semangat dan Komitmen

Dalam Kehidupan

Permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia desa ini makin kompleks. Kita
sebagai bagian dari bangsa ini memiliki tanggung jawab untuk senantiasa menjaga
bangsa ini agar tetap utuh dan bermartabat. Kemajuan di era digital membawa
dampak yang sangat besar di segala bidang kehidupan. Tantangan besar ini menuntut
seluruh komponen anak bangsa bersatu, bahu-membahu untuk mengejar
ketertinggalan dengan bangsa lain di dunia. Untuk turut menjaga keutuhan Negara
Kesatuan Republik Indonesia, maka diperlukan sikap-sikap berikut :
1. Cinta tanah air
2. Membina persatuan dan kesatuan
3. Rela berkorban
4. Pengetahuan budaya dalam mempertahankan NKRI
5. Sikap dan perilaku menjaga kesatuan NKRI

YAYASAN TARAKANITA 120
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII

Tugas Mandiri

Tulislah contoh perilaku yang sudah kalian lakukan berkaitan dengan semangat dan
komitmen kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari

No Semangat dan Komitmen Contoh Perilaku

1 Cinta tanah air .....................................................
.....................................................
2 Membina persatuan dan
kesatuan .....................................................
.....................................................
3 Rela berkorban
.....................................................
4 Pengetahuan budaya dalam .....................................................
mempertahankan NKRI
.....................................................
5 Sikap dan perilaku menjaga .....................................................
kesatuan NKRI
.....................................................
.....................................................

Refleksi 121

Setelah kita mempelajari Bab 6 tentang Memperkuat Komitmen
Kebangsaan, Mari kita bersama-sama merenungkan apa yang
sudah kita pelajari bersama. Manfaat apa yang bisa kita petik
dari materi yang telah kita pelajari? Apa upaya yang dapat kita
lakukan sebagai bentuk perubahan sikap kita tentang komitmen
kebangsaan? Apa saja tindak lanjut yang dapat kita lakukan dari
pembelajaran ini? Silahkan tulis ungkapan kalian pada buku
tugas kalian masing-masing dan ungkapkan di depan kelas.

YAYASAN TARAKANITA
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII

Rangkuman

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Bangsa yang memiliki
kekayaan berupa keberagaman suku bangsa, agama, adat dan budaya yang
harus di jaga dan dilestarikan. Perlu adanya kesadaran dan partisipasi seluruh
komponen bangsa untuk mewujudkan keutuhan NKRI. Guna menciptakan
persatuan dan kesatuan harus didasari semangat dan komitmen kebangsaan
yang kuat.

Pada masa kejayaan Majapahit, Mahapatih Gajah Mada berhasil
menyatukan bumi nusantara dengan Sumpah Palapa. Namun kedatangan
Belanda dengan politik Devide et Impera (politik adu domba) membuat
bangsa Indonesia mudah terpecah belah dan mudah diperdaya.

Ir. Soekarno seorang anak bangsa yang memiliki semangat dan
komitmen yang kuat, berjuang melawan kolonial. Beliau dengan penuh
keberanian menentang adanya penjajahan di Indonesia dan berupaya untuk
memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Beberapa kali beliau ditangkap,
dipenjara dan diasingkan oleh Belanda. Namun semangatnya tak pernah
padam.

Tokoh lain yang memiliki semangat dan komitmen kebangsaan yang
besar adalah Moh. Hatta. Dengan kemampuan akademisnya, beliau berkiprah
untuk Indonesia. Semangat dan komitmen Hatta senantiasa berkobar untuk
meraih kemerdekaan Indonesia. Melepaskan belenggu penjajah untuk berdiri
menjadi negara Indonesia yang merdeka dan berdaulat.

Kita sebagai generasi penerus bangsa mengemban amanat untuk
mengisi kemerdekaan yang telah diraih dengan pertumpahan darah dan nyawa
para pejuang. Kita tidak harus bertempur dengan mengangkat senjata. Namun
kita dapat mengisi kemerdekaan ini dengan prestasi-prestasi gemilang,
sehingga Indonesia akan tetap berjaya di kancah percaturan dunia.

YAYASAN TARAKANITA 122
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII

Uji Kompetensi

A. Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang benar!

1. Sebelum perjuangan di masa pergerakan nasional perjuangan selalu
mengalami kegagalan. Belanda dengan mudah menumpas setiap pergerakan
dan pemberontakan yang ada di daerah. Faktor yang menyebabkan kegagalan
rakyat Indonesia melawan penjajah Belanda kecuali….
A. bersifat kedaerahan,
B. senjata masih tradisional,
C. perjuangan bersifat diplomasi
D. masih bergantung pada pemimpin

2. Seorang Maha Patih kerajaan Majapahit yang bersumpah untuk
mempersatukan bumi nusantara adalah ... .
A. Ken Arok
B. Gajah Mada
C. Hayam Wuruk
D. Tunggul Ametung

3. Pada masa perjuangan melawan penjajah Belanda, ada salah satu putra bangsa

yang memiliki semangat dan komitmen yang kuat untuk meraih kemerdekaan

Indonesia. Beliau lahir di Blitar pada tanggal 6 Juni 1901. Meskipun beberapa

kali ditangkap dan dipenjara namun semangatnya tetap berkobar. Beliau

adalah....

A. Ir. Soekarno C. Bung Tomo

B. Moh. Hatta D. Muhammad Yamin

YAYASAN TARAKANITA 123
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII

4. Ir. Soekaro pernah membuat pembelaan (pledoi) yang berjudul Indonesia
Menggugat, ditulis dengan beralaskan penutup closed. Pembelaan tersebut
dibacakan dalm persidangan di gedung persidangan kolonial (Landraad)
Bandung. Pembelaan tersebut membuat Belanda semakin marah yang
berakibat ... .
A. Ir. Soekarno dijebloskan ke penjara Banceuy
B. Belanda mengasingkan Ir. Soekarno ke Bengkulu
C. Belanda membubarkan PNI bentukan Ir. Soekarno
D. Ir. Soekarno di tangkap atas tuduhan pemberontakan

5. Perjuangan Moh. Hatta dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia patut
kita teladani. Kiprah beliau sebagai organisatoris, aktivis partai politik,
negarawan, pelopor koperasi dan wakil presiden pertama sangat menginspirasi
generasi penerus bangsa. Awal beliau berkiprah di dunia poitik adalah sejak....
A. aktif menjadi penulis di berbagai surat kabar
B. mengajar tentang sejarah dan politik pada masa pengasingan
C. bergabung di Liga Menentang Imperialisme dan Kolonialisme
D. terpilih menjadi bendahara Jong Sumatranen Bond wilayah Padang

6. Pada masa periode 2 (Pergerakan Nasional) banyak rakyat yang

berpendidikan dan munculnya organisasi pemuda. Pada masa ini perjuangan

bersifat ... .

A. gerilya C. independen

B. diplomatik D. kedaerahan

7. Boedi Oetomo adalah organisasi pemuda pertama yang modern dan bersifat

nasional. Organisasi ini didirikan oleh ... .

A. Moh. Hatta C. dr. Soetomo

B. Ir. Soekarno D. dr.Wahidin

Sudirohusodo

YAYASAN TARAKANITA 124
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII

8. Salah satu tujuan Pembukaan UUD Tahun 1945 adalah mewujudkan persatuan dan
kesatuan bangsa. Kita sebagai warga negara yang baik dapat berpartisipasi untuk
mewujudkan tujuan tersebut. Partisipasi yang dapat kita berikan untuk
mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa adalah ... .
A. belajar dengan giat
B. menjaga kerukunan antar sesama
C. melibatkan diri dalam organisasi politik
D. mengkritisi segala kebijakan pemerintah

9. Contoh perwujudan sikap rela berkorban dalam menjaga keutuhan NKRI adalah....
A. mengikuti musyawarah dengan penuh tanggung jawab
B. beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing
C. menahan diri untuk tidak melakukan suatu tindakan yang merugikan bangsa
dan negara
D. menjaga kelestarian lingkungan dan menghindari pencemaran demi
kelangsungan hidup manusia

10. Indonesia memiliki keberagaman suku bangsa, agama, adat dan budaya yang harus
kita jaga dan lestarikan demi keutuhan NKRI. Salah satu upaya yang dapat kita
lakukan dalam melestarikan keberagaman tersebut adalah ... .
A. memberi dan menerima antar suku bangsa
B. gotong royong dan rendah hati antar suku bangsa
C. saling menghormati dan menghargai antar suku bangsa
D. saling tolong menolong dan bekerjasama antar suku bangsa

YAYASAN TARAKANITA 125
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar!
1. Jelaskan yang dimaksud dengan semangat dan komitmen!
2. Sebutkan masing-masing 2 contoh sikap yang dapat diteladani dari tokoh berikut

ini:
a. Ir. Soekarno
b. Moh. Hatta
3. Jelaskan perjuangan bangsa Indonesia sebelum Kebangkitan Nasional!
4. Sebutkan 4 contoh sikap yang dapat kita lakukan untuk menjaga keutuhan
NKRI!
5. Tantangan dari dalam negeri untuk mewujudkan keutuhan NKRI salah satunya
adalah korupsi yang masih membudaya. Tuliskan pendapatmu untuk mengatasi
tantangan tersebut.

YAYASAN TARAKANITA 126
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII

DAFTAR PUSTAKA

Kardiman Yuyus dkk. 2016. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Jakarta:
Erlangga

Martiyono. 2017. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII. Bogor:
Quadra

Lukman Surya Saputra, Ida Rohayani dan Salikun. 2017. Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan Kelas VIII. Jakarta: Kemendikbud

Tamtomo, Haryo. T. D. 2016. Mandiri Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Kelas VIII. Jakarta: Erlangga

Tri Handito. 2016. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Penerbit: Bumu Aksara
Winarno, Dwi, dan Rohati. 2019. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas
VIII. Jakarta: Swadaya Murni
https://museumsumpahpemuda.kemdikbud.go.id/
https://www.gurupendidikan.co.id/category/kewarganegaraan/
https://id.wikipedia.org/wiki/Budi_Utomo
https://id.wikipedia.org/wiki/Hatta
https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/mengenal-sang-pencipta-indonesia-raya-wage-
rudolf-supratman/
https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/muspres/budi-utomo-20-mei-1908-awal-pergerakan-
nasional-indonesia-menuju-indonesia-merdeka/
http://www.idesejarah.net/2015/07/budi-utomo-sebagai-pelopor-kebangkitan.html
http://beritapenajam.net/pudarnya-rasa-nasionalisme-generasi-muda/kompasiana.com
https://museumsumpahpemuda.kemdikbud.go.id/
https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/msp/jong-java/
kebangkitan.html
biografiku.com
bandungkita.id

YAYASAN TARAKANITA 127
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII

Yayasan DEK Padang
Akurat.co
Sevulsa
http://www.organisasi.org
Pikist
historia.id
meldalialestari.wordpress.com
slideserve.com
happinest.id

YAYASAN TARAKANITA 128
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII


Click to View FlipBook Version