3. Tulang di bawah mata (kiri atau kanan, pilih salah satu)
92 -Rohman Buhori
4. Di bawah hidung
Hypnoterapy Untuk Anak - 93
5. Di dagu
94 -Rohman Buhori
6. 2 cm dari titik tengah tulang selangka (kiri atau kanan,
pilih salah satu)
Hypnoterapy Untuk Anak - 95
7. Di bawah ketiak: 7,5 cm di samping tubuh (kiri atau kanan,
pilih salah satu) atau di samping tubuh sejajar dengan
puting susu. Ini bila anak langsung mengetuk titiknya
atau bila anda yang mengetuk titik ini.
96 -Rohman Buhori
Lalu ditutup dengan menarik nafas panjang sambil
berucap Alhamdulillah…
Cek kembali skala emosinya apakah sembuh sampai 0
atau berkurang levelnya, kalau berkurang ulangi lagi dari
awal sampai terasa kesembuhannya.
Hypnoterapy Untuk Anak - 97
KALIMAT PRAKTIS ANAK
TERHIPNOSIS
Persiapan Orang Tua Sebelum Terapi
1. Mengetahui potensi dan kemampuan anak
Mengetahui minat, kesukaan, kebiasaan, harapan,
keinginan, cita-cita, tujuan hidup tanpa harus membedakan
(comparing) dan memberi stempel (labeling).
2. Kenali tumbuh kembang anak
masa transisi dalam perkembangan serta mampu lakukan
deteksi dini melalui berbagai media seperti buku, majalah,
tabloid, dan seminar karena tidak ada sekolah untuk
menjadi orangtua.
3. Bersikap positif dalam menyikapi masalah
Orientasi pada solusi, Mau belajar dari pengalaman,
Optimistiik, Pengertian dan toleran.
Hipnoterapi ini sendiri bisa dilakukan dengan bermacam
cara, ratusan cara. Sebenarnya, semua adalah terapi sugesti,
98 -Rohman Buhori
hanya banyak orang yang meremehkan sugesti. cuma sugesti”
katanya. Padahal hati-hati, sugesti dampaknya sangat kuat.
Orang bisa sakit karena sugesti. dalam hypnotherapy, ada
empat teknik dasar terapi, yaitu: posthypnotic suggestion and
imagery atau sugesti pasca hipnotis dan imajinasi, discovering
the root cause atau menemukan akar masalah, release atau
melepas emosi negatif yang melekat pada pengalaman
traumatik, dan re-learning atau pemahaman baru.
Langkah awal adalah membuat sugesti yang akan Anda
sampaikan secara tertulis, agar kita tidak berpikir menyusun
kalimat saat melakukan Hypnosleep. Hendaknya pendek,
singkat dan jelas. Perhatikan juga pemakaian kata yang tepat.
Intinya adalah mengatakan apa yang kita inginkan dengan
kalimat positif. Hindari kalimat negatif (tidak, jangan, dll)
Amati jumlah tarikan napas anak. Hendaknya 6-8 tarikan
napas per menit. Ini untuk menjamin bahwa anak tertidur
pulas. Yang paling ideal adalah 6 – 7 tarikan napas per menit.
Dekati anak dengan lembut untuk melakukan Bypass
terhadap pikiran kritisnya. Goyang tubuh anak dengan
memegang dagunya. Goyangkan sedikit ke kiri dan kanan
sambil mengucapkan kalimat berikut dengan mantap disertai
nada suara rendah dan datar
“Ini ….. (nama Anda atau mama atau papa) yang bicara.
Kamu bisa dengar ….. (saya, mama, papa) namun tetap
tutup mata! Kamu bisa dengar ….. (saya, mama, papa)
Hypnoterapy Untuk Anak - 99
namun tetap tutup mata! Kamu bisa dengar ….. (saya,
mama, papa) namun tetap tutup mata!”
Jika subyek tertidur sangat lelap kalimat di atas mungkin
perlu diulangi beberapa kali sehingga bisa menembus level
pikiran bawah sadarnya. Lanjutkan
“Jika kamu dengar gerakkan jari telunjuk atau ibu jari yang
saya sentuh. Jika kamu dengar gerakkan jari telunjuk yang
saya sentuh. Kamu bisa dengar ….. (saya, mama, papa)
namun tetap tutup mata!”
Setelah itu bacakan sugesti yang telah anda susun tadi 3
atau 4 kali untuk memastikan sampai ke bawah sadarnya.
Lalu tutup dengan kalimat berikut “Kalau saya berhenti
bicara maka kamu akan kembali tidur nyenyak seperti tadi.
Kamu tidak akan mengingat apa yang baru saya sampaikan
tapi kamu merasakan suatu perubahan dalam dirimu ketika
bangun esok pagi dengan sangat segar. Sekarang tidurlah
kembali dengan sangat nyenyak!”
Atau kalimat yang lebih sederhana lagi seperti berkut:
- “Halo sayang. (sambil mengelus rambutnya) tidur yang
nyenyak ya, Papa atau Mama sayang sama Raihan (ganti
dengan nama anak Anda).” “Raihan sayang nggak sama
Papa? Anak Papa pinter deh. Rajin, bikin Papa tambah
sayang sama Raihan, Raihan sayang Papa juga kan? (ucapkan
berulang-ulang sampai ada respons dari si anak, biasanya
100 -Rohman Buhori
dengan anggukan atau ucapan samar-samar). “Raihan
pintar deh. Kalau pulang sekolah pasti baca pelajarannya
lagi yang tadi dipelajari di sekolah dan terus PR-nya juga
dibuat, pokoknya anak Papa rajin deh belajarnya.” “Kalau
di sekolah, Raihan dengerin ya pelajaran yang dikasih sama
guru biar Raihan tambah pintar dan nanti di rumah diulang
lagi ya pelajarannya.” Anak Papa memang pintar deh.
Pokoknya, Papa sayang sama Raihan (sugesti ini diulang-
ulang). Selamat tidur ya sayang, tidur yang nyenyak ya,
besok Raihan pasti lebih rajin belajarnya.”
Hypnoterapy Untuk Anak - 101
MEMBUJUK ANAK DENGAN
HIPNOSIS
Jangan tawarkan hipotisnya tapi tawarkan mafaanya,
misalkan “nak mau lebih pitar lagi mau gak lebih cantik lagi gak
dsb”, cari apa yang paling dia harapkan lalu setelah dia mau
bimbinglah menuju rileks terus sugeti dengan sugesti apa
yang dia ingikan plus di selipkan sugesti yang kita inginkan
“dan kamu sekarang menjadi anak raji dst.”
Membujuk (persuasi) melalui ilmu hypnosis dalam ilmu
hypnoparenting adalah salah satu teknik terapi terhadap anak
yang bermasalah (anak pemarah/bandel, anak emosional,
anak tidak mau menurut, sulit makan, sulit minum susu,
Secara prinsip, membujuk ini didahului dengan sesuatu yang
menyenangkan bagi sang anak dengan catatan secara halus
dan seolah-olah tidak disengaja (unconscious) dan dengan
kata-kata halus/lembut serta intonasi yang baik Membujuk
juga sangat efektif bila sambil dilakukan melalui sentuhan-
sentuhan fisik kecil, misalnya pelukarn ringan, sentuhan
102 -Rohman Buhori
tangan, dan sentuhan kecil di pipi. Menurut teknologi
komunikasi modern, komunikasi seyogyanya dilakukan
dengan lembut dan intonasi yang baik (kita para orangtua
tentu juga senang kalau mendengar suara intonasi yang
merdu saat orang lain berbicara kepada kita). Dalam ilmu
hypnosis, secara sederhana akan saya jelaskan contoh cara/
langkah untuk membujuk anak bermasalah:
1. Perhatikan wajahnya, bila “normal” (tidak cemberut),
Anda puji seolah-olah tidak sengaja, contohnya “Hari ini
Mama masak enak, Mama senang kalau kita makan sama-
sama. Anak mama tentu mau makan enak.”
2. Bila sang anak diam dan mulai menunjukkan wajah
“bersahabat”, dekati dan ajak ngobrol sambil duduk
bersama (dengan ‘level’ mata yang sama).
3. Biasanya, bila kita duduk dengan level mata yang sama,
sang anak akan bereaksi positif lalu Anda tebak (mid
reading) yang positif, contohnya “Kayaknya nilai ulangan
Adik hari ini dapat 8, ya?”
4. Sang anak biasanya akan bereaksi. Bila reaksi positif,
teruskan (Anda SUKSES membujuk), bila reaksinya
negatif, katakan misalnya: “Mama dulu juga gitu kok, nilai
dapat 6, tidak apa-apa, yang penting nanti belajar lagi.” dan
seterusnya sampai anda berbicara terus dengan kata-kata
positif, biasanya anak akan luluh dan hubungan Anda
akan akrab lagi.
Hypnoterapy Untuk Anak - 103
104 -Rohman Buhori
BAGIAN III
BAHASA CINTA
UNTUK ANAK
Hypnoterapy Untuk Anak - 105
Didiklah anak-anakmu itu berlainan dengan
keadaan kamu sekarang, Karena mereka telah
di jadikan Tuhan untuk zaman yang berbeda
Umar Al-Khattab
106 -Rohman Buhori
BAHASA CINTA ANAK
Berbicara pada anak itu berbeda dengan berbicara pada
orang dewasa. Mereka memiliki bahasa sendiri yang inginnya
dimengerti oleh orangtua Namun, kenyataannya, sebagai
orangtua, kita sering tidaksabar untuk mengertikannya.
Gregeten dan gemas rasanya ketika harus menerka-nerka.
Manakah yang lebih penting menurut Anda, orangtua
yang merasa mencintai anaknya atau anak yang merasa
dicintai orangtuanya? Kalau Anda bingung, silakan baca
kembali pertanyaan di atas. Jika Anda jeli, Anda akan tahu
bahwa yang lebih penting adalah yang kedua, yaitu anak yang
merasa dicintai orangtuanya. Karena bila orangtua merasa
mencintai anaknya, belum tentu anaknya merasa dicintai
bukan? Tetapi kalau anak yang merasa dicintai orangtuanya,
sudah pasti orangtuanya mencintai anaknya. Anehnyá,
problem yang sering kami temui dalam sesi konsultasi adalah
permasalahan yang sumbernya karena anak merasa tidak
dicintai, tidak diterima oleh orangtuanya. Padahal, saat
bertemu orangtuanya, kami diyakinkan benar-benar bahwa
Hypnoterapy Untuk Anak - 107
ia dekat sekali dengan anaknya. Anda mungkin jadi bertanya,
kalau begitu kenapa anaknya merasa tidak dicintai? Kok
aneh dan kenapa bisa terjadi seperti itu? Anda Percaya saja,
kasus atau kejadian sepertá ini banyak sekali terjadi dan bisa
saja terjadi pada Anda. Dan, dalam banyak kasus orangtua
tidak tahu apa salah mereka dan bagaimana memperbaiki
nya. Anda perlu tahu bahwa anak yang bermasalah dalam
hidupnya seperti terlibat perkelahian, narkoba, tidak percaya
tidak bisa bergaul, mudah putus asa, tidak berani mencoba
dan banyak permasalahan anak lainnya, sumbernya sering
karena ia tidak merasa dicintai atau diterima oleh orang-orang
terdekatnya, terutama orangtua.
Ada banyak permasalahan yang terjadi karena komunikasi
antara orangtua dan anak tidak terjalin dengan baik. Cara
dan metode komunikasi yang bagus antara orangtua dan
anak sangatlah penting bagi perkembangan diri si anak, salah
satunya adalah dengan memahami bahasa cintanya. Setiap
anak memiliki bahasa cintanya sendiri-sendiri. Kalau Anda
belum pernah mendengar istilah bahasa cinta, terapis berikan
ilustrasi. Bayangkan Anda bertemu dengan Orang Jepang yang
tidak bisa bahasa Indonesia dan Anda tidak mengerti bahasa
Jepang, mulailah saling berbicara Hm..hm.... Apakah kira-kira
Anda atau orang asing itu akan Mengerti? Dan, berapa lama
Anda tahan berbicara dengan Seseorang yang tidak mengerti
apa yang Anda katakan? Itulah yang sering terjadi antara
orangtua dengan anak yang Mempunyai bahasa cinta yang
108 -Rohman Buhori
berbeda. Keduanya tidak saling Mengerti apa yang dimaksud
dan akhirnya percakapan hanya berlangsung singkat karena
masing-masing merasa percuma untuk berbicara, toh tidak
akan mengerti juga. Bahasa cinta seorang anak adalah sebuah
cara komunikasi yang sesuai dengan anak agar ia benar-benar
merasa dicintai. Kata kunci disini adalah benar-benar karena
anak tahu orangtuanya peduli dengannya, tetapi anak tidak
benar-benar merasa dicintai. Oke, jadi anda sekarang ingin
tahu bahasa cinta itu apa saja ? Ada lima bahasa cinta. Setiap
orang memiliki bahasa cinta yang dominan, sedangkan bahasa
cinta yang lain adalah pendukung saja.
1. Sentuhan fisik: memberikan sentuhan fisik seperti pelukan
ciuman di pipi, bermain yang melibatkan sentuhan fisik
dan lain-lain.
2. Kata-kata pendukung: kata-kata positif dan mendukung
pada anak
3. Waktu berkualitas: melakukan aktivitas bersama dengan
anak tanpa ada orang lain
4. Hadiah: memberikan hadiah kesukaannya
5. Layanan: melayani kebutuhan anak yang penting baginya
Saat Anda mengetahui bahasa cinta anak Anda, Anda bisa
berkomunikasi sesuai dengan bahasa cinta tersebut dan anak
Anda akan benar-benar merasa dicintai. Anak yang merasa
dicintai akan meningkatkan harga dirinya, kepercayaan diri
juga meningkat, anak lebilh ceria dan hubungannya dengan
Hypnoterapy Untuk Anak - 109
orangtua jauh lebih berkualitas. Bukankah itu semua yang
kita mau?
Kata – kata Pendukung
Banyak sekali permasalahan anak yang terjadi sat ini
akibat kurangnya perasan dicintai alias tangki cinta anak
kosong. Sebab utamanya memang perasaan kurang dicintai,
tetapi symtom atau akibat yang terjadi dari sebab utama
ini munculnya bisa berbagai perilaku aneh yang membuat
orangtua bingung, seperti anak tidak mau sekolah, tidak
Percaya diri, suka membantah atau melawan orangtua, sering
berkelahi, nakal, dan rewel sekali.
Kelihatannya tidak berhubungan bukan? Padahal, sebab
utamanya sama, yaitu perasaan anak yang kurang dicintai
atau tangki cintanya kosong. Oleh sebab itu mari kita kenali
bahasa cinta anaknya dan mulai belajar mengisi tangki cinta
anak Anda. Anak yang tangki cintanya penuh adalah anak
yang sangat manis dan berespons positif terhadap orangtua.
Sebelum terapis jelaskan bahasa cinta satu per satu, ada
beberapa prinsip yang perlu anda ketahui terlebih dahulu,
yairu sebagai berikut:
1. Anak balita (0-5 tahun) sulit dapat diketahui bahasa cinta
utamanya. Mereka masih membutuhkan seluruhnya. Jadi.
Berikan dan lakukan seluruh bahasa cinta yang ada pada
anak anda
110 -Rohman Buhori
2. Anak di atas 5 tahun walaupun membutuhkan seluruh
bahasa cinta tetapi ada satu atau dua bahasa yang
dominan. Jadi, tidak berarti bila Anda mengetahui bahasa
cinta anak anda lalu Anda tidak perlu melakukan bahasa
cinta yang lain.
Oke, mari kita mulai membahas secara singkat bahasa
satu per satu. Kita mulai dengan yang pertama: kata-kata
pendukung. Anak yang memiliki bahasa cinta kata-pendukung
sangat merasa dicintai bila orangtua atau orang lain
mengucapkan kata-kata positif yang meningkatkan Harga
dirinya. Anak akan tersenyum bahagia saat mendengar kata-
kata yang menyenangkan ini. Secara garis besar, berikut kata-
kata pendukung yang berarti bagi anak:
1. Kata-kata penuh kasih
Misalnya, “Mama sayang sekali dengan kamu.” Yang perlu
diperhatikan adalah saat mengucapkan kata-kata penuh
kasih perlu dilakukan dengan nada suara yang penuh
kasih dan ketulusan karena kalau tidak, anak akan merasa
orang tuanya hanya basa-basi atau tidak tulus.
2. Kata-kata pujian
Berikan kata-kata pujian pada anak saat anak mencapai
sebuah prestasi, sikap, dan perilaku baik atau berhasil
mengatasi suatu tantangan yang sulit baginya. Kita
sebagai orangtua juga perlu bijaksana dalam memberikan
pujian.
Hypnoterapy Untuk Anak - 111
3. Kata-kata yang membesarkan hati
Saat anak mengalami kegagalan, ia mengalami
situasi yang sulit atau krisis percaya diri. Kita sebagai
orangtua sangatlah perlu memberikan kata-kata yang
membesarkan hati atau membangkitkan semangat anak
sehingga memberikan semangat dan keberanian bagi
anak untuk menghadapi situasi sulit itu. Kata-kata seperti
“Papa senang melihat caramu menghadapi kegagalan ini,
karena dari kegagalanlah kita Belajar untuk sukses.” atau
“Nak, kamu adalah seseorang yang berharga dan hebat di
mata papa dan mama. Kamu pasti akan berhasil” adalah
kata-kata yang sangat berarti bagi seorang anak yang
memiliki bahasa cinta.
4. Kata-kata bimbingan
Jelaskan kepada anak tentang nilai-nilai moral, etika, dan
nilai-nilai kebenaran dalam kehidupan. Bagi anak-anak
yang memiliki bahasa cinta ini, kata-kata bimbingan yang
di-sampaikan dengan tepat oleh orangtua, menyuarakan
terapis peduli dengannya. Karena bagi anak ini, orangtua
pastilah peduli dengan dirinya. Kalau tidak, mana mungkin
mereka mau repot-repot membimbing dan menasihati
dirinya. Cara memberikan bimbingan perlu disesuaikan
dengan umur anak sehingga anak tidak merasa sedang
diceramahi orangtua. Kita sebaiknya memang perlu
memastikan bahwa kita sebagai orangtualah yang
memasukkan nilai-nilai moral, etilka, dan nilai kebenaran
112 -Rohman Buhori
dalam hidup anak karena jika tidak, bisa saja anak akan
menerimanya dari orang lain yang bertentangan nilai
hidupnya dengan kita. Dan, perlu diingat, hendaknya kita
tidak membimbing dengan rasa marah atau kejengkelan
karena anak akan menolak apa pun yang kita sampaikan
dan lain kali ia juga akan merasa seperti itu. Ada hal
penting yang juga perlu Anda ketahui, yaitu jika anak Anda
memiliki bahasa cinta kata-kata pendukung, maka: ia akan
lebih sakit hati saat dimarahi, dikritik, atau dikata-katai
dengan kasar dibandingkan dengan anak yang memiliki
bahasa cinta yang lain, dan - ia akan merasa lebih dilukai
saat disalahkan dan dibanding dengan anak lain.
Bagaimana solusi agar jangan sampai terjadi hal di atas?.
Tidak ada jalan lain kecuali orangtua perlu meningkat- kan
kesadaran dirinya dan lebih sehat secara emosional sehingga
mampu berespons lebih terkontrol dan bijaksana Jika Anda
sudah telanjur berkata-kata kasar atau bersikap menyalahkan
pada anak ini, mintalah maf pada anak. Hal itu sangat berarti
bagi anak-anak yang memiliki kata-kata pendukung ini.
Cara Mengetaui Bahasa Cinta anak
Ada beberapa cara untuk mengidentifikasi atau menentukan
bahasa cinta utama dari anak Anda. Walaupun anak senang
bila kita melakukan kelima bahasa cinta padanya, tetapi anak
Anda pasti mempunyai bahasa cinta utama dan kedua yang
dominan. Nah, itulah yang ingin kita identifikasi. Yang penting
Hypnoterapy Untuk Anak - 113
dan perlu Anda ketahui adalah mempelajari bahasa cinta itu
membutuhkan waktu. Demikian pula untuk menentukan
bahasa cinta anak Anda, membutuhkan waktu pengamatan
paling tidak dua minggu sampai dengan satu bulan. Oke, jadi
inilah cara-cara yang bisa Anda gunakan untuk mengetahui
bahasa cinta utama anak Anda.
1. Amati cara anak mengungkapkan cintanya kepada Anda
sebagai orangtuanya
Anak kecil cenderung mengungkapkan cintanya dengan
bahasa cinta yang paling diinginkannya. Apabila anak
berusia lima hingga delapan tahun sering mengucapkan
kata-kata penghargaan seperti, “lbu, aku senang sekali
dengan makan malamnya,” atau “Ayah, terima kasih ya
atas bantuannya mengerjakan PR-ku,” atau “Mama, aku
sayang Mama,” Anda boleh menduga dengan tepat bahwa
bahasa cinta utamanya adalah kata-kata pendukung.
Metode identifikasi ini kurang efektif pada anak berusia
12 tahun ke atas, terutama dengan mereka yang pernah
berhasil memanipulasi, yaitu anak mengetahui bahwa
orang tua cenderung mengikuti kehendaknya bila ia
mengucapkan kata-kata manis ke orangtuanya. Itu
sebabnya metode ini paling baik digunakan pada anak
berusia lima hingga sepuluh tahun.
2. Amati cara anak mengungkapkan cintanya kepada orang
lain
114 -Rohman Buhori
Apabila anak kelas saru selalu ingin memberi gurunya
sesuau (dari keinginan anak sendiri, bukan suruhan kita
sebagai orangtua), hal ini mungkin menandakan bahwa
bahasa cinta utamanya adalah menerima hadiah. Seorang
anak yang bahasa cintanya adalah hadiah akan senang
luar biasa sewaktu ia menerima hadiah dan ingin orang
lain juga menikmati kesenangan yang sama.
3. Mendengarkan permintaan yang paling sering diajukan
anak
Apabila anak Anda sering mengajak Anda bermain
dengannya, mengajak Anda berjalan-jalan bersama,
atau duduk dan membacakannya sebuah cerita, berarti
ia sedang meminta waktu berkualitas. Apabila banyak
permintaanya yang cocok dengan pola ini, kemungkinan
besar bahasa cintanya adalah waktu berkualitas. Memang,
semua anak butuh perhatian dari orangtuanya, tetapi
bagi anak yang bahasa cintanya adalah waktu berkualitas,
jumlah permintaannya akan waktu bersama jauh lebih
banyak daripada permintaan lain.
Apabila anak Anda terus-menerus meminta Anda
komentar tentang hasil kerjanya, seperti “Menurut
mama, gambar buatanku ini bagaimana? Bagus nggak?”
atau “Ma, aku pakai baju ini tampak cantik nggak Ma?”
mungkin bahasa cintanya adalah kata-kata pendukung.
Memang semua anak membutuhkan dan menginginkan
Hypnoterapy Untuk Anak - 115
kata-kata seperti ini, tetapi anak yang punya bahasa cinta
kata-kata pendukung cenderung memiliki permintaan
dominan yang seperti ini.
4. Perhatikan keluhan yang paling sering disampaikan oleh
anak
Jika anak sering mengeluh tidak menerima sesuatu dari
orangtuanya, seperti “Ibu/Ayah tidak pernah punya waktu
untuk aku,” atau “Ibu selalu harus merawat bayi,” atau
“Kita tidak pernah pergi bersama-sama,” kemungkinan
bahasa cinta nya adalah waktu berkualitas. Kalau ia hanya
sekali-sekali mengeluhkan kurangnya waktu bersama,
memang tidak langsung berarti bahasa cintanya adalah
waktu berkualitas. Setiap anak kadang memang lagi
suka mengeluh, tetapi bila pola keluhannya konsisten,
itu dapat menjadi petunjuk dari bahasa cintanya.
5. Membiarkan anak memilih satu di antara dua
Anda bisa mengetahui bahasa cinta utama anak Anda
dengan membuat ia memilih salah satu dari dua bahasa
cinta. Sebagai contoh, seorang ayah mungkin berkata
kepada anaknya yang berusia sepuluh tahun, “Budi, Ayah
akan pulang lebih awal Kamis sore. Kita bisa pergi mancing
bersama atau membantumu memilih sepatu basket baru”.
Mana yang kau sukai?” Anak mempunyai pilihan di antara
waktu berkualitas dan hadiah.
Seorang ibu bisa mengatakan kepada putrinya, “Sore
116 -Rohman Buhori
ini ibu punya waktu luang, kita bisa jalan-jalan bersama
atau memperbaiki rok barumu. Mana yang lebih kau
sukai?” Pilihan ini jelas adalah antara waktu berkualitas
dan layanan. Pilihan pilihan ini bisa memberi pertunjuk
tentang bahasa cinta anak Anda. Berikan beberapa
pilihan selama beberapa minggu dan catatlah pilihan si
anak. Apabila sebagaian besar pilihannya konsisten di
salah satu bahasa cinta, kemungkinan besar Anda telah
menemukan bahasa cinta anak Anda. Jika anak Anda
tidak menginginkan kedua pilihan Anda, coba lagi dengan
pilihan lain. Dengan waktu dan ketekunan, Anda akan
menemukan pola yang konsisten ini. Itulah lima metode
atau cara yang bisa Anda gunakan untuk mengetahui
bahasa cinta utama anak Anda.
Dengan mengetahui bahasa cinta utama anak Anda, Anda
sebagai orangtua akan memiliki sebuah cara yang efektif
dalam mengisi tangki cinta anak Anda. Selamat menjadi
orangtua yang menjadi pujaan anak Anda!
Hypnoterapy Untuk Anak - 117
118 -Rohman Buhori
BAGIAN IV
CARA CERDAS
MENDIDIK ANAK
Hypnoterapy Untuk Anak - 119
Mencintai anak tidaklah cukup, yang terpenting
adalah anak-anak menyadari bahwa mereka di
cintai orangtuaya
St. Jhon Bosco
120 -Rohman Buhori
20 Kesalahan Orang Tua Dalam Mendidik
Anak Beserta Tips Cara Yang Tepat
Mengatasinya
Bila Anda berpikir apakah Anda adalah orang tua yang
teladan? Maka jawaban Anda pasti…tentu saja saya orang
tua teladan bagi anak saya. Mana ada sih “Harimau yang
memakan anaknya sendiri” atau mungkin mana mungkin
sih kita mencelakakan anak kita sendiri. Orang tua selalu
berusaha memberikan yang terbaik bagi putra-putrinya.
Kenyataannya banyak orang tua yang melakukan
kesalahan dalam mendidik putra-putrinya. Berikut ini bebe
rapa kesalahan yang mungkin Anda tidak sadari terjadi dalam
mendidik anak Anda.
1. Orang Tua Sering Mengalihkan Tanggung Jawab
“Mana yang nakal nak, Mejanya ya?” Suara seorang
Ayah lantang sambil menghampiri balita yang tengah
menangis karena terjatuh di dekat meja. Tak lama
kemudian terdengar suara Ayah memukul meja, “buk..
buk..”, lalu si Ayahpun berkata dengan bangga… “Udah…
udah ayah pukul mejanya, cup cup yaa..jangan nangis
lagi”. Apa Anda familiar dengan peristiwa tersebut?
Hypnoterapy Untuk Anak - 121
atau Anda pernah melakukannya? Sebetulnya ini adalah
kebiasaan yang buruk karena bisa menghilangkan rasa
bertanggungjawab anak di kemudian hari. Akibatnya,
kelak Orangtua akan kesulitan mengatur perilaku anak.
Ilustrasi Ayah memukul meja di atas adalah merupakan
kebiasaan pengalihan tanggungjawab. Kebiasaan ini
tampaknya lazim dilakukan. Niat Ayah sih baik, agar anak
berhenti menangis, tapi si Ayah telah salah menempatkan
perasaan.
Sebagai orang dewasa, kita sangat tidak ingin
dianggap salah oleh orang lain. Maka, secara tidak sadar,
si Ayahpun menyalahkan meja, kursi, lantai, atau apapun,
asal bukan anaknya. Padahal si anak jatuh karena tubuhnya
memang sedang belajar untuk menyeimbangkan diri.
Secara psikologis, hal ini adalah proses penumpulan logika
anak sekaligus melatihnya untuk tidak bertanggungjawab.
Akibatnya di waktu dewasa, di dunia kerja anak sulit
mengidentifikasi sebab akibat, akhirnya ia tidak bisa
memberikan solusi yang jitu bagi problem perusahaan.
Selain itu, ia juga cenderung menyalahkan orang lain
atas kegagalannya, bahkan menyalahkan kita sebagai
orangtuanya. Saat anak terjatuh adalah momen emas
untuk menyadari bahwa ada sebab ada akibat, sekaligus
membangun daya juang serta rasa tanggungjawabnya.
122 -Rohman Buhori
Tips Cara Yang Tepat Mengatasinya
Saat anak terjatuh lalu menangis, kita harus
mengajarinya bangkit. Bahkan saat kita tidak berkata apa
apa pun, anak akan berusaha bangkit sendiri. Terkadang
tangisan anak malah terjadi karena orangtua terlalu
overacting. Sesekali, diam saja dan berikan anggukan
senyum atau berikan tangan Ayah dan Bunda untuk
membantunya bangkit. Bila merasa perlu penekanan,
maka Ayah dan Bunda bisa katakan kepadanya untuk
berhati-hati dan bermain lagi.
Bila ia terluka, cukup peluk untuk menghentikan
tangisannya dan ajak dia untuk mengobati lukanya.
Tindakan-tindakan ini lebih hemat kata-kata, lebih hemat
tenaga, tapi lebih efektif untuk membentuk prilaku yang
positif.
2. Orang Tua Suka Membohongi Anak
Saat kecil, anak-anak selalu mendengarkan apa yang
kita katakan. Akan tetap semakin besar, kok anak makin
susah dinasihati? makin enggan menurut, atau malah
melawan. Apa anak-anak sudah tidak mempercayai
kita lagi? Jawabannnya mungkin IYA! Coba tengok ke
belakang, apakah kita pernah melakukan kebohongan-
kebohongan kecil?
Misalnya saat Anak tidak mau makan, ibupun
mengancam, “Asep, kalau nggak mau makan, nanti
Hypnoterapy Untuk Anak - 123
nggak boleh main perosotan”. Padahal akhirnya boleh
juga, lagipula, tidak ada hubungan antara makan dan main
perosotan, kan? mungkin inilah awal ketidakpercayaan
anak kepada orangtuanya. Anak tidak lagi percaya
dengan apa yang kita katakan, bahkan anak kehilangan
rasa amannya akan janji-janji yang kita ucapkan
Tips Cara Yang Tepat Mengatasinya
Jujur dan proporsional dalam berkomunikasi dengan
anak. Ungkapkan dengan penuh kasih sayang. Saat pergi
ke kantor, sampaikan apa yang sebenarnya dengan kata-
kata yang mudah ia pahami, misalnya seperti “Asep, Papa
mau pergi ke kantor dulu ya, nanti sore kamu mandi,
Papa akan pulang dan kita bisa main lagi sama-sama”
Mungkin anak tetap menangis, tapi lama kelamaan dia
belajar bahwa Papa memang akan tetap pergi, tapi sore
nanti pasti datang. Ini akan menciptakan rasa aman dalam
dirinya.
3. Orang Tua Sering Mengobral Ancaman Dan Omelan
“Nak, awas jangan naik tinggi-tinggi, nanti jatuh!”
“Nak, Awas jangan maen di lapangan, nanti diculik!”
“Ayo dimakan dong makan siangnya, nanti Ayah, Bun-
da marah kalau Kamu ngak makan!”
“Jangan bandel, nanti dipenjara pak polisi!”
Saat kita putus asa setelah berbagai cara tidak dituruti
anak, ancaman seringkali menjadi alternatif tindakan.
124 -Rohman Buhori
Bedakan antara ancaman dan konsekuensi. Apabila kita
menyampaikannya dengan nada tinggi, tidak mengubah
posisi tubuh kita, apalagi dengan menunjuk-nunjuk
anak, berarti kita tengah mengancam anak. Selain itu,
ancaman biasanya sering tidak dibuktikan. Hanya untuk
menakut-nakuti saja. Apalagi kalau mengancam dengan
menggunakan institusi tertentu yang seharusnya menjaga
keamanan, semisal polisi. Padahal, justru anak harus
menghampiri polisi saat ketakutan, bukan sebaliknya,
Anak menjadi takut ketemu polisi. Apabila kita mengubah
posisi sehingga mata kita bisa bertatapan dengan mata
anak, mengubah intonasi jadi datar namun tegas, lalu
konsekuensi benar-benar kita jalankan terhadap anak,
maka kita tengah membuat sebuat konsekuensi untuknya.
Anak sangatlah cerdas, ia mempelajari pola tingkah
laku kita. Sekali dua kali ia temukan kita mengancam
dengan ancaman kosong, maka ia belajar bahwa ancaman
orangtua tidaklah serius. Selain itu, anak yang biasa
diancam biasanya tumbuh jadi anak yang tidak merasa
aman. Anak bisa tumbuh jadi anak yang tidak PD atau
sebaliknya, anak jadi suka mengganggu dan mengancam
orang lain.
Tips Cara Yang Tepat Mengatasinya
Saat anak melakukan kesalahan serius, coba berhenti
dari aktivitas kita, lalu minta anak untuk datang. Bicara
dengan tegas namun tetap lembut, jelaskan perasaan
Hypnoterapy Untuk Anak - 125
kita dan tunjukkan prilaku anak yang mana yang harus
diperbaiki serta sepakati apa konsekuensi yang akan
didapat apabila anak mengulangi prilaku negatif itu lagi,
contohnya ; “Hafizah, Ibu khawatir kalau hafizah main
terlalu jauh, kalau mau main agak jauh, izin dulu ke Ibu
ya supaya nanti Ibu temani”
4. Orang Tua Sering Menyerang Pribadi Anak, Bukan
Perilakunya
Kerapkali saat kita sedang capek-capeknya, kita
mengom el tak karuan sehingga apa yang kita bicarak an
hanya hardikan demi hardikan. Kita tidak bisa menyam
paikan dengan jelas prilaku apa tepatnya yang tidak
kita inginkan dari anak, misalnya.“Duuuh….kamu kok
begitu sih! Mama sebel kamu begitu lagi begitu lagi”. Hal
yang sebenarnya terjadi adalah anak pulang main terlalu
sore sehingga ia terlambat mandi atau mengerjakan
sesuatu. Atau saat kita berkata “Ihh..kamu ini anak
malas! maen melulu!” Kalau hal ini dibiasakan, maka
anak bisa-bisa merasa bahwa SEMUA yang dilakukannya
salah, dan semua yang dilakukan akan membuat anda
kesal. Akibatnya, anak merasa dia bukan anak yang baik
sehingga dia sekalian saja melakukan hal hal yang tidak
benar sehingga Anda menjadi kesal.
Tips Cara Yang Tepat Mengatasinya
Anak bukanlah peramal yang bisa dengan tepat
126 -Rohman Buhori
memperkirakan apa yang kita inginkan. Sebaiknya
gunakan kalimat yang spesifik pada prilaku yang kurang
tepat dan fokus memperbaiki di sana. Misalya, “Nana,
seharusnya Nana sudah pulang sebelum jam 5 Sore, kalau
Nana terlambat pulang, kamu bisa terlambat mandi dan
mengerjakan PR, Nana mengerti, kan?”. Jangan pula
membiarkan diri kita larut dalam amarah, apabila anak
sudah menunjukkan gelagat akan memperbaiki sikap,
kendalikan diri dan terima dia kembali. Ini menegaskan
bahwa yang Anda tidak suka adalah prilakunya dan bukan
pribadinya.
5. Orang Tua Terkadang Memberi Dukungan Pada Hal Yang
Salah!
Menurut penelitian otak, otak kita memang lebih
memperhatikan hal-hal yang negatif. Demikian pula yang
terjadi dalam dunia orang tua dan anak. Kerapkali kita
lebih tertarik untuk memperhatikan anak, justru saat
mereka berbuat hal yang kurang baik. Misalnya, saat anak
bertengkar, baru kita beranjak dari gadget kita. Atau saat
anak merusak sesuatu, barulah kita memperhatikannya,
menasihati bahkan mengomeli. Sedangkan sebaliknya
saat anak menunjukkan prilaku yang baik kita malah
biasa-biasa saja. Anak bisa jadi berpikir bahwa untuk
mendapatkan perhatian kita, mereka perlu berbuat
sesuatu yang tidak baik! Nah, jadi susah kan kalau
begini…!?
Hypnoterapy Untuk Anak - 127
Tips Cara Yang Tepat Mengatasinya
Beri penghargaan saat mereka berprilaku baik,
misalnya saat bermain dengan rukun, atau mereka
mau berbagi, atau hal-hal sederhana seperti saat anak
meletakkan handuk pada tempatnya, misalnya, Ungkapkan
perasaan anda seperti :“Bunda senang lihat dede bisa
meletakkan handuk di tempatnya sehabis mandi!”Anak
anda pasti senang dan akan mengulanginya lagi
6. Orang Tua Terkadang Merendahkan Diri Sendiri Dan
Merendahkan Pasangannya.
Apa yang anda lakukan kalau melihat anak anda
bermain Playstation lebih dari belajar? Mungkin yang
sering kita ucapkan pada mereka, “matiin tuh PS nya,
ntar dimarahin loh sama papa kalo pulang kerja!” Atau kita
ungkapkan dengan pernyataan lain, namun tetap dengan
figur yang mungkin ditakuti oleh anak pada saat itu.
Contoh pernyataan ancaman diatas adalah ketika
yang ditakuti adalah figur Papa. Perhatikanlah kalimat
ancaman tersebut. Kita tidak sadar bahwa kita telah
mengajarkan pada anak bahwa yang mampu untuk
menghentikan mereka maen ps adalah bapaknya, artinya
figur yang hanya ditakuti adalah sang bapak. Maka jangan
heran kalau jika anak tidak mengindahkan perkataan kita
karena kita tidak mampu menghentikan mereka main
Playstation.
128 -Rohman Buhori
Tips Cara Yang Tepat Mengatasinya
Siapkanlah aturan main sebelum kita bicara; setelah
siap, dekati anak, tatap matanya, dan katakan dengan
nada serius bahwa kita ingin ia berhenti main sekarang
atau berikan pilihan, misal “Sayang, Mama ingin kamu
mandi. Kamu mau mandi sekarang atau lima menit
lagi?” bila jawabannya “lima menit lagi Ma”. Kita jawab
kembali, “Baik, setelah lima menit kamu mandi ya. Tapi
jika tidak berhenti setelah lima menit, dengan terpaksa
mama akan simpan PS nya di lemari sampai lusa”. Nah,
persis setelah lima menit, dekati si anak, tatap matanya
dan katakan sudah lima menit, tanpa tawar menawar
atau kompromi lagi. Jika sang anak tidak nurut, segera
laksanakan konsekuensinya.
7. Orang Tua Tidak Kompak
Mendidik anak bukan hanya tanggung jawab para ibu
atau bapak saja, tapi keduanya. Orang tua harus memiliki
kata sepakat dalam mendidik anak-anaknya. Anak dapat
dengan mudah menangkap rasa yang menyenangkan
dan tidak menyenangkan bagi dirinya. Misal, seorang Ibu
melarang anaknya menonton TV dan memintanya untuk
mengerjakan PR, namun pada saat yang bersamaan, si
bapak membela si anak dengan dalih tidak mengapa
nonton TV terus agar anak tidak stress. Jika hal ini terjadi,
anak akan menilai ibunya jahat dan bapaknya baik,
akibatnya setiap kali ibunya memberi perintah, ia akan
Hypnoterapy Untuk Anak - 129
mulai melawan dengan berlindung di balik pembelaan
bapaknya. Demikian juga pada kasus sebaliknya.
Tips Cara Yang Tepat Mengatasinya
Oleh karena itu, orang tua harus kompak dalam
mendidik anak. Di hadapan anak, jangan sampai berbeda
pendapat untuk hal2 yang berhubungan langsung
dengan persoalan mendidik anak. Pada saat salah satu
dari kita sedang mendidik anak, maka pasangan kita
harus mendukungnya. Contoh, ketika si Ibu mendidik
anaknya untuk berlaku baik terhadap si Kakak, dan si Ayah
mengatakan ,”Kakak juga sih yang mulai duluan buat
gara-gara…”. Idealnya, si Ayah mendukung pernyataan,
“Betul kata Mama dik. Kakak juga perlu kamu sayangi
dan kamu hormati….”
8. Orang Tua Membiarkan Campur Tangan Kakek, Nenek,
Tante, Atau Pihak Lain
Pada saat kita sebagai orang tua sudah berusaha
untuk kompak dan sepaham satu sama lain dalam
mendidik anak-anak kita, tiba-tiba ada pihak ke-3 yang
muncul dan cenderung membela si anak. Pihak ke-3 yang
dimaksud seperti kakek, nenek, om, tante, atau pihak lain
di luar keluarga inti. Seperti pada kebiasaan ke-7 (Papa dan
Mama tidak Kompak), dampak ke anak tetap negatif bila
dalam satu rumah terdapat pihak di luar keluarga inti yang
ikut mendidik pada saat keluarga inti mendidik. Anak akan
130 -Rohman Buhori
cenderung berlindung di balik orang yang membelanya.
Anak juga cenderung melawan orang tuanya.
Tips Cara Yang Tepat Mengatasinya
Pastikan dan yakinkan kepada siapa pun yang tinggal
di rumah kita untuk memiliki kesepakatan dalam mendidik
dan tidak ikut campur pada saat proses pendidikan
sedang dilakukan oleh kita sebagai orang tua si anak.
Berikan pengertian sedemikian rupa dengan bahasa yang
bisa diterima dengan baik oleh para pihak ke-3.
9. Orang Tua Terkadang Suka Menakuti Anak
Kebiasaan ini lazim dilakukan oleh para orang tua
pada saat anak menangis dan berusaha untuk menenang
kannya. Kita juga terbiasa mengancam anak untuk
mengalihkan perhatiannya, “Awas ada Pak Satpam, ga
boleh beli mainan itu!” Hasilnya memang anak sering kali
berhenti merengek atau menangis, namun secara tidak
sadar kita telah menanamkan rasa takut atau benci pada
institusi atau pihak yang kita sebutkan.
Tips Cara Yang Tepat Mengatasinya
Sebaiknya, berkatalah jujur dan berikan pengertian
pada anak seperti kita memberi pengertian kepada orang
dewasa karena sesungguhnya anak-anak juga mampu
berpikir dewasa. Jika anak tetap memaksa, katakanlah
dengan penuh pengertian dan tataplah matanya, “Kamu
boleh menangis, tapi Papa/Mama tetap tidak akan
Hypnoterapy Untuk Anak - 131
membelikan permen.” Biarkan anak kita yang memaksa
tadi menangis hingga diam dengan sendirinya. Itu lebih
baik untuknya.
10. Ucapan Dan Tindakan Orang Tua Sering Tidak Sesuai
Berlaku konsisten mutlak diperlukan dalam mendidk
anak. Konsisten merupakan keseuaian antara yang
dinyatakan dan tidakan. Anak memiliki ingatan yang tajam
terhadap suatu janji, dan ia sanga menghormati orang-
orang yang menepati janji baik untuk beri hadiah atau
janji untuk memberi sanksi.
Tips Cara Yang Tepat Mengatasinya
Jangan pernah mengumbar janji ada anak dengan
tujuan untuk merayunya, agar ia mengikuti permintaan
kita seperti segera mandi, selalu belajar, tidak menonton
televisi. Pikirlah terlebih dahulu sebelum berjanji apakah
kita benar-benar bisa memenuhi janji tersebut. Jika ada
janji yang tidak bisa terpenuhi segeralah minta maaf,
berikan alasan yang jujur dan minta dia untuk menentukan
apa yang kita bisa lakukan bersama anak untuk mengganti
janji itu.
11. Hadiah Untuk Perilaku Buruk Anak
Acapkali kita tidak konsisten dengan pernyataan
yang pernah kita nyatakan. Bila hal ini terjadi, tanpa kita
sadari kita telah mengajari anak untuk melawan kita.
Contoh klasik dan sering terjadi adalah pada saat kita
132 -Rohman Buhori
bersama anak di tempat umum, anak merengek meminta
sesuatu dan rengekennya menjadi teriakan dan ada gerak
perlawanan. Anak terus mencari akal agar keinginnanya
dikabulkan, bahkan seringkali membuat kita sebagai
orang tua malu. Pada saat inilah kita seringkali luluh karena
tidak sabar lagi dengan rengekan anak kita. Akhirnya kita
mengiyakan keinginan si Anak. “Ya sudah;kamu ambil satu
permennya. Satu saja ya!”Pernyataan tersebut adalah
sebagai hadiah bagi perilaku buruk si Anak. Anak akan
mempelajarinya dan menerapkannya pada kesempatan
lain bahkan mungkin dengan cara yang lebih heboh lagi.
Tips Cara Yang Tepat Mengatasinya
Menghadapi kondisi seperti ini, tetaplah konsisten;
tidak perlu malu atau takut dikatakan sebagai orang
tua yang kikir atau tega. Orang berfikir demikian belum
membaca buku tentang ini dan mengalami masalah yang
sama dengan kita. Ingatlah selalu bahwa kita sedang
mendidik anak, Sekali kita konsisten anak tak akan pernah
mencobanya lagi. Tetaplah KONSISTEN dan pantang
menyerah! Apapun alasannya, jangang pernah memberi
hadiah pada perilaku buruk si anak.
12. Orang Tua Merasa Bersalah Karena Tidak Bisa Memberi
kan Yang Terbaik!
Kehidupan metropolitan telah memaksa sebagian
besar orang tua banyak menghabiskan waktu di kantor
Hypnoterapy Untuk Anak - 133
dan di jalan raya daripada bersama anak. Terbatasnya
waktu inilah yang menyebabkan banyak orang tua merasa
bersalah atas situasi ini. Akibat dari perasaan bersalah ini,
kita, para orang tua menyetujui perilaku buruk anaknya
dengan ungkapan yang sering dilontarkan, “Biarlah dia
seperti ini mungkin karena saya juga yang jarang bertemu
dengannya…”
Semakin kita merasa bersalah terhadap keadaan,
semakin banyak kita menyemai perilaku buruk anak kita.
Semakin kita memaklumi perilaku buruk yang diperbuat
anak, akan semakin sering ia melakukannya. Sebagian besar
perilaku anak bermasalah yang pernah saya hadapi banyak
bersumber dari cara berpikir orang tuanya yang seperti ini.?
Tips Cara Yang Tepat Mengatasinya
Apa pun yang bisa kita berikan secara benar
pada anak kita adalah hal yang terbaik. Kita tidak bisa
membandingkan kondisi sosial ekonomi dan waktu kita
dengan orang lain. Tiap keluarga memiliki masalah yang
unik, tidak sama. Ada orang yang punya kelebihan pada
sapek finansial tapi miskin waktu bertemu dengan anak,
dan sebaliknya. Jangan pernah memaklumi hal yang
tidak baik. Lakukanlah pendekatan kualitas jika kita
hanya punya sedikit waktu, gunakan waktu yang minim
itu untuk bisa berbagi rasa sepenuhnya antara sisa-sisa
tenaga kita, memang tidak mudah. Tapi lakukanlah itu
demi mereka dan keluarga kita, anak akan terbiasa.
134 -Rohman Buhori
13. Orang Tua Mudah Menyerah Dan Pasrah
Setiap manusia memiliki watak yang berbeda-beda,
ada yang lembut dan ada yang keras. Dominan flegmatis
adalah ciri watak yang dimiliki oleh sebagian orang tua
yang kurang tegas, mudah menyerah, selalu takut salah
dan cenderung mengalah, pasrah. Konflik ini biasanya
terjadi bila seorang yang flegmatis mempunyai anak yang
berwatak keras.
Dalam kondisi kita sebagai orang tua yang tidak tegas
dan mudah menyerah, si anak justru keras dan lebih tegas.
Akibatnya dalam banyak hal, si anak jauh lebih dominan
dan mengatur orang tuanya. Akibat lebih lanjut, orang
tua sulit mengendalikan perilaku anaknya dan cenderung
pasrah. Saya sering mendengar ucapan dari para orang
tua yang Dominan Flegmatis, “Duh… anak saya itu
memang keras betul… saya sudah nggak sanggup lagi
mengaturnya.” Atau “Biar sajalah apa maunya, saya
sudah nggak sanggup lagi mendidiknya.”.
Tips Cara Yang Tepat Mengatasinya
Belajarlah dan berusahalah dengan keras untuk
menjadi lebih tegas dalam mengambil keputusan,
tingkatkan watak keteguhan hati dan pantang menyerah.
Jiak perlu ambil orang orang yang kita anggap tegas
untuk jadi penasihat harian kita.
Hypnoterapy Untuk Anak - 135
14. Orang Tua Sering Marah Yang Berlebihan
Kita seringkali menyamakan antara mendidik dengan
memarahi. Perlu untuk selalu diingat, memarahi adalah
salah satu cara mendidik yang paling buruk. Pada saat
memarahi anak, kita tidak sedang mendidik mereka,
melainkan melampiaskan tumpukan kekesalan kita karena
kita tidak bisa mengatasi masalah dengan baik. Marah
juga seringkali hanya berupa upaya untuk melemparkan
kesalahan pada pihak lain dan biasanya yang lebih lemah,
kalo sama yang lebih kuat ya takut.
Tips Cara Yang Tepat Mengatasinya
Jangan pernah bicara pada saat marah! Jadi tahanlah
dengan cara yang nyaman untuk kita lakukan seperti
masuk kamar mandi atau pergi menghindar sehingga
amarah mereda. Yang perlu dilakukan adalah bicara
“tegas” bukan bicara “keras”. Bicara yang tegas adalah
dengan nada yang datar, dengan serius dan menatap
wajah serta matanya dalam dalam. Bicara tegas adalah
bicara pada saat pikiran kita rasional, sedangkan bicara
keras adalah pada saat pikiran kita dikuasai emosi. Satu
contoh lagi yang kurang baik, pada saat marah biasanya
kita emosi dan mengucapkan/melakukan hal hal yang
kelak kita sesali, setelah ini terjadi, biasanya kita akan
menyesal dan berusaha memperbaikinya dengan
memberikan dispensasi atau membolehkan hal hal yang
sebelumnya kita larang. Bila hal ini berlangsung berulang
136 -Rohman Buhori
kali, maka anak kita akan selalu berusaha memancing
amarah kita, yang ujung ujungnya si anak menikmati
hasilnya. Hingga akhirnya Anak yang sering dimarahi
cenderung tidak jadi lebih baik.
15. Terkadang Orang Tua Memaklumi Anak, Yang Tidak Pada
Tempatnya
Ini biasanya terjadi pada kebanyakan orang tua
konservatif. Misalnya melihat anak laki laki yang suka usil,
nakal banget dan suka ngacak, orang tuanya cenderung
mengatakan, “Yah… anak cowo emang harus bandel”
atau saat melihat kakak adik lagi jambak jambakan,
mamanya bilang “maklumlah… namanya juga anak
anak”. Atau bahkan ketika si anak memukul teman atau
mbaknya, orang tua masih juga sempat berkelit dengan
mengatakan “ya begitu deh, maklumlah namanya juga
anak anak. Ngak sengaja…”
Bila kita selalu memaklumi tindakan keliru yang
dilakukan anak anak, otomatis si anak berpikir perilakunya
sudah benar, dan akan jadi sangat buruk kalau terbawa
sampai ke dewasa nantinya.
Tips Cara Yang Tepat Mengatasinya
Kita tidak perlu memaklumi hal yang tidak perlu
dimaklumi kok, kita harus mendidik setiap anak tanpa
kecuali sesuai dengan sifat dasarnya. Setiap anak bisa
dididik dengan tegas [ingat: bukan keras] sejak usia 2
Hypnoterapy Untuk Anak - 137
tahun. Semakin dini usianya, semakin mudah untuk
dikelola dan diajak kerja sama. Anak kita akan mau bekerja
sama selama kita selalu mengajaknya dialog dari hati ke
hati, tegas, dan konsisten. Ingat, tidak perlu menunggu
hingga usianya beranjak dewasa, karena semakin
bertambah usia, semakin tinggi tingkat kesulitan untuk
mengubah perilaku buruknya.
16. Orang Tua Sering Menggunaan Istilah Yang Tidak Jelas
Maksudnya
Seberapa sering kita sebagai orang tua mengungkap
kan pernyataan seperti “Awas ya, kalau kamu mau diajak
sama mama/papa, tidak boleh nakal!” atau, “awas ya,
kalau nanti diajak sama mama/papa, jangan bikin malu
mama”, bisa juga terungkap, “kalo mau jalan jalan ke
taman bermain, jangan macam macam ya”. Nah, tanpa
disadari kita seringkali menggunakan istilah istilah yang
sulit dimengerti ataupun bermakna ganda. Istilah ini akan
membingungkan anak kita. dalam benak mereka bertanya
apa yang dimaksud dengan nakal, tingkah laku apa yang
termasuk dalam kategori nakal, begitu pula dengan istilah
“jangan macam macam”, perilaku apa yang termasuk
kategori “macam macam”. Selain bingung, mereka juga
akan menebak nebak arti dari istilah istilah tersebut.
Tips Cara Yang Tepat Mengatasinya
Bicaralah dengan jelas dan spesifik, misalnya “Sayang,
138 -Rohman Buhori
kalau kamu mau ikut mama/papa, tidak boleh minta
mainan, permen, dan tidak boleh berteriak teriak di kasir
seperti kemarin ya”. Hal ini penting agar anak mengetahui
batasan batasan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan,
serta jangan lupa menyepakati apa konsekuensinya bila
kesepakatan ini dilanggar.
17. Orang Tua Selalu Mengharapkan Perubahan Yang Instan
Dari Anak.
Kita terbiasa hidup dalam budaya yang serba instant,
seperti mie instant, susu instant, teh instant. Sehingga kita
anak berbuat salah, kita sering ingin sebuah perubahan
yang instant pula, misal ketika biasa terlambat bangun,
nggak beresin tempat tidur, sulit dimandikan, kita ingin
agar anak kita berubah total dalan jangka waktu sehari.
Apabila kita sering memaksakan perubahan pada anak
kita dalam waku singkat tanpa tahapan yang wajar,
kemungkinan besar anak sulit memenuhinya. Dan ketika
ia gagal dalam memenuhi keinginan kita, ia akan frustasi
dan tidak yakin bisa melakukanannya lagi. Akibatnya ia
memilih untuk melakukan perlawanan seperti banyak
bikin alasan, acuh tak acuh, atau marah marah pada
adiknya.
Tips Cara Yang Tepat Mengatasinya
Jika kita mengharapkan perubahan kebiasaaan
pada anak, berikanlah waktu untuk tahapan tahapan
perubahan yang rasional untuk bisa dicapainya. Hindari
Hypnoterapy Untuk Anak - 139
target perubahan yang tidak mungkin bisa dicapainya. Bila
mungkin, ajaklah ia untuk melakukan perubahan dari hal
yang paling mudah. Biarkanlah ia memilih hal yang paling
mudah menurutnya untuk diubah. Keberhasilannya untuk
melakukan perubahan tersebut memotivasi anak untuk
melakukan perubahan lainnya yang lebih sulit. Puji dan
jika perlu rayakan keberhasilan yang dicapainya, sekecil
dan sesederhana apapun perubahan itu. Hal ini untuk
menunjukkan betapa seriusnya perhatian kita terhadap
usaha yang telah dilakukannya. Pusatkan perhatian dan
pujian kita pada usahanya, bukan pada hasilnya.
18. Orang Tua Menjadi Pendengar yang Buruk
Sebagian besar orang tua adalah pendengar yang
buruk bagi anak anaknya. Benarkah? Bila ada suatu
masalah yang terjadi pada anak, orang tua lebih suka
menyela, langsung menasehati tanpa mau bertanya
permasalahannya serta asal usul kejadiannya. Sebagai
contoh, anak kita baru saja pulang sekolah yang
mestinya pulangnya siang, dia datang di sore hari.
Kita tidak mendapat keterangan apapun darinya atas
keterlambatan tersebut. Tentu saja kita kesal menunggu
dan sekaligus khawatir. Lalu pada saat anak kita sampai
dan masih lelah, kita langsung menyambutnya dengan
serentetan pertanyaan dan omelan. Bahkan setiap kali
anak hendak bicara, kita selalu memotongnya. Akibatnya
ia amalah tidak mau bicara dan marah pada kita. Bila kita
140 -Rohman Buhori
tidak berusaha mendengarkan mereka, maka mereka
pun akan bersikap seperti itu pada kita dan akan belajar
mengabaikan kita.
Tips Cara Yang Tepat Mengatasinya
Jika kita tidak menghendaki hal ini terjadi, maka
mulai saat ini jadilah pendengar yang baik. Perhatikan
setiap ucapannya. Ajukan pertanyaan pertanyaan untuk
menunjukkan ketertarikan kita akan persoalan yang
dihadapinya.
19. Orang Tua Terkadang Selalu Menuruti Permintaan Anak-
Anaknya.
Apakah anak kita adalah anak semata wayang? Atau
anak laki laki yang ditunggu tunggu dari beberapa anak
perempuan kakak-kakaknya? Atau mungkin anak yang
sudah bertahun tahun ditunggu tunggu? Fenomena ini
seringkali menjadikan orang tua teramat sayang pada
anaknya sehingga ia menerapkan pola asuh open bar, atau
mo apa aja boleh atau dituruti. Seperti Raja Kecil, semakin
hari tuntutannya semakin aneh dan kuat, jika ini sudah
menjadi kebiasaan akan sulit sekali membendungnya.
Anak yang dididik dengan cara ini akan menjadi anak
yang super egois, tidak kenal toleransi, dan tidak bisa
bersosialisasi.
Tips Cara Yang Tepat Mengatasinya
Betapapun sayangnya kita pada anak, jangan lah
Hypnoterapy Untuk Anak - 141