j. Amnesia, merupakan gangguan yang terjadi pada otak karena disebabkan goncangan
batin atau cidera. Ciri gangguan ini yakni hilangnya kemampuan seseorang
mengenali dan mengingat kejadian masa lampau dalam kurun waktu tertentu.
k. Parkinson, merupakan penyakit yang terjadi karena kekurangan neurotransmiter
dopamine pada dasar ganglion. Secara fisik, penderita ini memiliki ciri tangan
gemetaran saat istirahat, gerak susah, mata sulit berkedip, dan otot kaku sehingga
salah satu cirinya adalah langkah kaki menjadi kaku.
l. Poliomielitis, ialah penyakit yang menyerang neuron-neuron motorik sistem saraf
pusat terutama otak dan medula spinalis oleh infeksi virus. Penderitanya mengalami
berbagai gejala seperti panas, sakit kepala, kaki duduk, sakit otot, dan kelumpuhan.
B. Kelainan pada Sistem Hormon
Sistem hormon dapat mengakibatkan terjadinya gangguan atau kelainan. Pengaruh
pola hidup dapat menyebabkan kelainan pada struktur dan fungsi organ sistem hormon
pada manusia. Berikut beberapa gangguan akibat kelebihan maupun kekurangan produksi
hormon pada tubuh.
1. Gigantisme, pertumbuhan raksas akibat kelebihan hormon somatotroph.
2. Akromegali, pertumbuhan pada ujung-ujung tulang pipa akibat kelebihan hormon
somatotroph.
3. Kretinisme, kekerdilan diakibatkan kekurangan hormon somatotroph.
4. Morbus basedow, meningkatnya denyut jantung, gugup, emosional, peulupuk
mata terbuka lebar, dan bola mata melotot (eksoftalmus) diakbatkan karena
kelebihan hormon tiroksin.
5. Mixoedem, kegemukan yang luar biasa serta kecerdasan menurun diakibatkan
kelebihan hormon tiroksin.
6. Tetanus, kekurangan hormon parathohormon.
7. Akromegali, kelebihan hormon somatotrof.
8. Diabetes mellitus, kekurangan hormon insulin.
C. Kelainan pada Sistem Indra
Berbagai aktivitas yang dilakukan oleh tubuh tidak terlepas dari kontrol sistem
koordinasi. Adanya pola hidup yang tidak sesuai dapat mengakibatkan terjadinya
gangguan/kelainan pada sistem tubuh salah satunya pada sistem indra tubuh kita.
a. Gangguan/kelainan penglihatan (mata)
51
Indra penglihatan dapat mengalami gangguan atau kelainan. Beberapa cacat mata di
antaranya adalah sebagai berikut.
1) Miopi (rabun dekat) yaitu cacat mata kerna lensa mata terlalu cekung dan bola
mata terlalu panjang. Hal ini dapat dibantu dengan lensa cekung.
2) Hipermetropi (rabun jauh) yaitu cacat mata karena lensa mata terlalu cembung
dan bola mata terlalu pendek (pipih) sehingga banyangan jatuh dibelakang
bola mata. Hal ini dapat dibantu dengan lensa cembung.
3) Astigmatisme adalah kecembungan kornea tidak merata sehingga bayangan
kabur atau bayngan jatuh diatas retina.
4) Presbiopi adalah mata tua yang lensa matanya tidak teratur atau kurang elastis.
Akibatnya, ketika melihat jarak dekat maupun jarak jauh, bayangan yang
terbentuk tidak jelas.
b. Gangguan / kelainan indra pembau (hidung)
1) Hiposmia yaitu indra penciuman kurang mampu mencium bau.
2) Hiperosmia yaitu lebih pekat terhadap bau-bauan.
3) Sinusitis yaitu radang tulang-tulang tengkorak disekitar hidung yang berongga
dan berisi udara.
4) Polip yaitu pembengkakan jaringan yang terjadi di dalam hidung dan
mengeluarkan banyak cairan.
c. Gangguan / kelainan pada indra pengecap (lidah)
1) Hypogeusia yaitu penurunan kemampuan untuk mengidentifikasi rasa manis,
asam, pahit, asin.
2) Dysgeusia yaitu suatu kondisi dimana lidah merasakan rasa busuk asin,
sensasi rasa tengik, atau logam yang bertahan dalam mulut.
d. Gangguan / kelainan pada indra peraba (kulit)
1) Luka bakar disebabkan oleh panas, listrik, dan zat-zat kimia.
2) Jerawat disebabkan peradangan kelenjar sebasea. Bayak terjadi didaerah
wajah, leher, dada dan punggung.
3) Dermatitis yaitu peradangan pada permukaan kulit. Ditandai dengan gatal-
gatal merah, bengkak, melepuh, dan berair.
e. Gangguan / kelainan pada indra pendengaran (telinga)
1) Tuli konduktif adalah gangguan penerimaan suara ke dalam koklea akibat
kotoran atau nanah yang memenuhi telinga bagian tengah.
52
2) Tuli saraf adalah tuli yang terjadi akibat kerusakan pada koklea, organ korti,
atau saraf pendengaran.
3) Otitis media yaitu radang yang disebabkan oleh peradangan pada tenggorokan
karena adanya saluran eustachius yang menghubungkan keduaya.
4) Motion Sickness (Mabuk perjalanan) disebabkan oleh gangguan pada fungsi
vestibula (keseimbangan) karena rangsangan secara terus menerus oleh
gerakan-gerakan selama perjalanan.
D. Rangkuman
1. Sistem saraf pada manusia dapat mengalami kelainan atau penyakit.
Penyebabnya dapat berasal dari lingkungan (luar) atau dari dalam tubuh.
Contoh kelainan yang terjadi pada sistem saraf seperti epilepsy, meningitis,
ensefalitis, neuritis, rasa baal, Alzheimer, geger otak, stroke, amnesia,
parkinson dan poliomyelitis.
2. Gangguan sistem hormon diakibatkan oleh pola hidup yang tidak teratur,
sehingga dapat mengakibatkan terjadinya kelebihan ataupun kekurangan
produksi hormon yang dihasilkan oleh kelenjar. Contoh kelainan yang terjadi
seperti gigantisme,akromegali, kretinisme, morbus basedow, mixoedem, tetanus,
akromegali dan diabetes meilitus.
3. Kelainan Penglihatan (Mata) antara lain Miopi (rabun dekat), hipermetropi
(rabun jauh), Astigmatisme, Presbiopi.
4. Kelainan pada indra pembau (hidung) antara lain hiposmia, hiperosmia,
sinusitis, polip.
5. Kelainan pada Indra Pengecap (Lidah) antara lain hypogeusia dan dysgeusia.
6. Kelainan pada Indra Peraba (Kulit) antara lain luka bakar, jerawat, dermatitis.
7. Kelainan pada Indra Pendengaran (Telinga) antara lain tuli, otitis, dan mabuk
perjalanan.
E. Penugasan Mandiri
Jawablah pertanyaan dibawah ini secara singkat dan jelas!
1. Apa yang kamu ketahui tentang penyakit stroke? Apa penyebab nya dan
termasuk dalam kelainan sistem apa dia? Jabarkan!
53
F. Latihan Soal
Kegiatan belajar 4
Tulislah jawaban tepat!
1. Bisakah kamu menyebutkan 5 penyakit yang disebabkan kelainan pada sistem
indra manusia!
2. Apabila terjadi kelainan hormone pada diri kita,apakah yang akan terjadi?
jelaskan!
3. Salah satu penyakit yang ada di sistem saraf adalah epilepsi, tahukah kamu hal
ini terjadi dikarenakan apa? jelaskan!
4. Rasa baal (kebas) disebabkan oleh apa? Jelaskan!
5. Hormone merupakan bentuk asam amino derivate, protein atau steroid.
Hormone diproduksi dalam jumlah yang sangat kecil dalam tubuh dan efektif
pada konsentrasi rendah. Hormon yang tidak dapat menyesuaikan dan
memulihkan kondisi homeostatis tubuh mengakibatkan terjadinya kekurangan
dan kelebihan hormon yang dihasilkan. Sebutkan hormon dan gangguan
kesehatan akibat kelebihan atau kekurangan!
G. Penilaian Diri
Jawablah pertanyaan dibawah dengan jujur dan bertanggung jawab!
No Pernyataan Jawaban Tidak
1 Saya dapat mengetahui kelainan pada sistem saraf Ya Tidak
2 Saya dapat mengetahui kelainan pada sistem hormon Ya Tidak
3 Saya dapat mengetahui kelainan pada sistem indra Ya
Bila ada jawaban "Tidak", maka segera lakukan review pembelajaran, terutama pada bagian
yang masih "Tidak".
Bila semua jawaban "Ya", maka Anda dapat melanjutkan ke pembelajaran berikutnya.
54
Kunci Jawaban
Penugasan Mandiri ( kegiatan belajar 1 )
1. Bagian- bagian sel neuron beserta fungsinya sebagai berikut :
a. Dendrit, merupakan percabangan badan sel yang berfungsi untuk menerima dan
menghantarkan rangsangan menuju badan sel saraf.
b. Badan sel, merupakan tempat proses impuls yang diterima oleh ujung-ujung saraf. Fungsi
badan sel sendiri untuk menerima impuls (rangsangan) dari dendrit dan meneruskan ke
neurit (akson).
c. Inti sel, merupakan merupakan pengatur kegiatan sel saraf (neuron).
d. Selubung myelin, merupakan selaput pembungkus neurit. Fungsi selubung myelin adalah
untuk melindungi neurit dari kerusakan dan mencegah impuls bocor.
e. Sel schwann, merupakan sel yang mengelilingi selubung myelin. Fungsi dari sel schwann
ini untuk mempercepat kerja impuls, membantu menyediakan makanan untuk akson dan
membantu meregenerasi kulit.
f. Nodus ranvier, merupakan bagian dari akson yang tidak terbungkus oleh selubung myelin.
Adanya nodus ranvier yang memungkinkan saraf meloncat dari satu nodus ke nodus lain,
sehingga impuls lebih cepat sampai ke tujuan.
g. Sinapsis, merupakan titik temu antara terminal akson ke salah satu neuron ke neuron lain.
Fungsi sinapsis sendiri adalah untuk mengirimkan impuls dari akson ke dendrit di sel saraf
lain.
2. Bagian-bagian sel beserta fungsinya sebagai berikut :
a. Korpus kolasum, merupakan seikat serabut saraf yang terdapat di antara belahan otak kiri
dan otak kanan. Serabut saraf ini menghubungkan dan memungkinkan komunikasi antara
kedua belahan otak.
b. Korteks serebral, merupakan lapisan jaringan saraf terluar dan mempunyai peranan dalam
memori, perhatian, persepsi, pikiran, bahasa dan kesadaran.
c. Lobus optikal, yang memiliki peran dalam penglihatan, sehingga kita dapat membedakan
warna dan melihat cahaya.
d. Cerebellum, yang berada di bawah otak besar, fungsinya serebelum (otak kecil) untuk
mengatur gerakan motorik halus, seperti korrdinasi kaki dan tangan.
e. Hipotalamus, merupakan sekelompok sel saraf yang terletak di dasar otak, dekat dengan
kelenjar pituitari, fungsi dari hipotalamus sendiri untuk mengotrol emosi, suhu tubuh,
tekanan darah, sistem reproduksi, nafsu makan, pola tidur dan hormon.
55
Latihan Soal ( kegiatan belajar 1 )
1. Pada saat tubuh mengalami dehidrasi maka hipotalamus akan merespon dengan memberikan
perintah kepada hifopisis posterior untuk mensekresikan ADH yang akan mempengaruhi
kerja ginjal untuk aktif mereabsorbsi air sehingga kehilangan air melalui urine akan
terhambat.
2. Otak besar terdiri dari tiga bagian yaitu :
a. Otak depan (lobus frontalis), memiliki fungsi sebagai pengendali gerakan otot.
b. Otak belakang (lobus oksipitalis), memiliki fungsi sebagai pusat penglihatan.
c. Otak samping (lobus temporalis), memiliki fungsi pusat pendengaran.
3. Respon aktivitas dari organ tubuh yang dipengaruhi oleh sistem simpatis adalah sebagai
berikut :
a. Mempercepat denyut jantung
b. Memperkecil diameter pembuluh
c. Kapiler kontraksi
d. Tekanan darah meningkat
e. Jumlah keringat meningkat
4. Berdasarkan fungsi dsn strukturnya,neuron terbagi menjadi beberapa bagian yaitu :
a. Neuron sensorik (neuron aferen), dendritnya berhubungan dengan reseptor neuritnya
berhubungan dengan dendrit neuron lain. Fungsinya untuk menghantarkan impuls dari
reseptor ke pusat susunan saraf.
b. Neuron motorik (neuron efektor), Dendritnya berhubungan dengan neurit neuron lain dan
neuritnya berhubungan dengan efektor atau alat tubuh pemberi tanggapan terhadap suatu
rangsangan. Fungsinya untuk menghantarkan impuls motorik dari susunan saraf ke
efektor.
c. Neuron asosiasi, merupakan penghubung antara neuron motorik dan neuron sensorik
5. Yang diketahui mengenai neuron ajustor adalah penghubung antara neuron sensorik dan
neuron motorik yang terdapat di dalam otak dan sumsum tulang belakang.
Penugasan Mandiri ( kegiatan belajar 2 )
1. Pada situasi diatas yaitu seseorang berada dalam situasi yang berbahaya atau genting
misalnya dikejar anjing liar, tiba-tiba ia merasakan detak jantung yang cepat dan ritme otot
meningkat sehingga dapat berlari diluar kemampuannya. Hal tersebut dikarenakan kelenjar
adrenaline akan menghasilkan hormone adrenaline (epinefrin) yang berfungsi
memacuaktivitas jantung dan menyempitkan pembuluh darah kulit serta kelenjar mukosa.
Hormon ini juga dapat mengendurkan otot polos batang tenggorokan sehingga melapangkan
pernafasan dan dapat menaikkan kadar gula dalam darah serta mempengaruhi pemecahan
56
glikogen dalam hati. Efeknya akan membuat jantung berdetak lebih cepat, meningkatkan
aliran darah ke otak dan otot dan menstimulasi tubuh untuk membuat gula sebagai bahan
bakar. Hormon adrenalin diproduksi oleh kelenjar adrenalin atau kelenjar anak ginjal dibagian
medulla (bagian dalam).
Latihan Soal ( kegiatan belajar 2 )
1. Adapun karakteristik dari sistem hormon sebagai berikut :
a. Tidak memiliki saluran dan menyekresikan hormone langsung ke dalam cairan di sekitar
sel.
b. Menyekresi lebih dari satu jenis hormon, kecuali kelenjar paratiroid.
c. Memiliki sejumlah sel sekretori yang dikelilingi banyak pembuluh darah dan ditopang
oleh jaringan ikat.
d. Masa aktif kelenjar endokrin dalam menghasilkan hormon berbeda-beda
e. Sekresi hormone dapat distimulasi atau dihambat oleh kadar hormon lainnya dan senyawa
non-hormon dalam darah, serta impuls saraf
2. Hormone yang mengatur keseimbangan kalsium darah adalah kelenjar paratiroid, selain
mengatur keseimbangan kalsium darah hormone ini juga berfungsi untuk proses pembekuan
darah dan kontraksi otot.
3. Hormone yang menyebabkan denyut jantung semakin cepat pada saat marah adalah hormone
adrenalin.
4. Hormone merupakan zat kimia yang diproduksi dan dikeluarkan oleh kelenjar hormone yang
kemudian dialirkan menuju ke organ tubuh yang dikehendaki melalui plasma darah. Cara
kerja sistem hormone yaitu rangsangan baik dari dalam tubuh maupun dari luar tubuh akan
dikirim ke otak kemudian akan direspon dengan produksi hormone di kelenjar hormone,
hormone kemudia dikeluarkan menuju plasma darah kemudian dialirkan ke organ yang
dikehendaki untuk bekerja sesuai dengan kebutuhan.
5. Di dalam diri kita terdapat hormone kalsitonin yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid, fungsi
dari hormon kalsitonin sendiri adalah membantu mengatur kadar kalsium dan fosfatdalam
darah.
Penugasan Mandiri ( kegiatan belajar 3 )
1. Indra pembau dan pengecap dapat saling bekerja sama. Rangsangan bau dari makanan
mencapai rongga hidung dan diterima oleh reseptor olfaktori, lalu diteruskan ke pusat rasa
dan bau di otak. Dari sinilah otak mulai memerintahkan berbagai sel dan kelenjar untuk
mempersiapkan diri seolah akan ada makanan yang masuk ke dalam rongga mulut, walaupun
pada kenyataannya tidak selalu demikian. Otak yang telah mengenali bau, mengirimkan
sinyal kepada reseptor di lidah tentang rasa yang cocok untuk bau tersebut, dan secara
57
otomatis, kelenjar pun akan mempersiapkan diri, misalnya dengan menghasilkan cukup
banyak air liur. Sebagai contoh, saat kita mencium aroma mangga muda, kita bisa menduga
jika mangga tersebut asam. Otomatis, kelenjar saliva akan menghasilkan air liur lebih banyak.
Ini pula yang terjadi saat kita menghirup aroma lezat dari makanan.
Latihan Soal ( kegiatan belajar 3 )
1. Fungsi dari rumah siput yang terdapat pada telinga adalah merubah energy atau gelombang
suara menjadi impuls listrik dan meneruskan melalui saraf pendengaran ke otak sehingga otak
dapat memproses informasi yang terkandung dalam bunyi tersebut.
2. Kulit memiliki 3 bagian yaitu :
a. Epidermis, merupakan satu-satunya lapisan kulit yang bisa dilihat dan disentuh. Lapisan
ini yang memberikan warna pada kulit. Dalam lapisan ini terdapat melanin yang
memproduksi warna kulit yang mana diproduksi oleh melanosit.
b. Dermis, lapisan ini berada dibawah lapisan epidermis. Fungsi dari dermis adalah
memproduksi minyak dan keringat serta tempat pembuluh darah berada dan akar rambut.
Didalam lapisan ini terdapat kelenjar keringat, kelenjar minyak, syaraf serta pembuluh
darah.
c. Hypodermis, merupakan lapisan terdalam kulit. Fungsinya sendiri sebagai tempat
penyimpanan lemak dan mengontrol suhu tubuh. Hypodermis sebagian besar terbentuk
dari lemak, jaringan ikat dan elastin.
3. Adapun alur penjalaran rangsangan cahaya sehingga mata dapat melihat adalah :
a. Cahaya yang dipantulkan oleh benda ditangkap oleh mata, menembus kornea dan
diteruskan melalui pupil
b. Intensitas cahaya yang telah diatur oleh pupil diteruskan menembus lensa mata.
c. Daya akomodasi pada lensa mata mengatur cahaya supaya jatuh tepat di retina.
d. Pada retina, cahaya diterima oleh sel kerucut dan sel batang, kemudian disampaikan ke
otak.
e. Cahaya yang diterima oleh otak akan diterjemahkan oleh otak sehingga kita mengetahui
apa yang kita lihat.
4. Skematis mekanisme pendengaran gelombang bunyi ditangkap daun telinga bergerak ke
saluran telinga luar dan gendang telinga. Getaran suara akan diteruskan ke tulang
pendengaran dan sampai ke koklea. Sampai di koklea akan menggetarkan cairan limfe yang
berakibat mengenai reseptor pendengaran. Rangsang suara diubah menjadi impuls dan
diteruskan ke otak. Telinga merupakan salah satu dari panca indera yang dimiliki manusia.
Telinga mempunyai reseptor khusus untuk mengenali bunyi dan berperan dalam
keseimbangan tubuh. Fungsi telinga yaitu sebagai organ pendengaran manusia yang
menangkap rangsang berupa getaran.
58
5. Fungsi dari setiap bagian yang ditunjuk sebagai berikut :
No. 1 saluran semisirkular yang memiliki fungsi untuk mengetahui posisi tubuh atau alat
keseimbangan.
No. 2 koklea yang memiliki fungsi getaran yang ada nantinya akan diubah menjadi impuls
saraf di dalam sel rambut, untuk diteruskan oleh saraf ke otak.
No. 3 saluran eustachius yang memiliki fungsi menghubungkan ruang telinga tengah dengan
rongga mulut (faring), dengan menjaga tekanan udara telinga tengah dan saluran di telinga
luar agar seimbang.
No. 4 selaput gendang telinga, yang memiliki fungsi untuk menangkap gelombang suara yang
kemudian mengubah menjadi getaran yang diteruskan ke tulang telinga.
No. 5 saluran telinga, memiliki fungsi untuk menangkap dan mencegah debu, maupun hewan
berukuran kecil yang masuk telinga.
Penugasan Mandiri ( kegiatan belajar 4 )
1. Stroke adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu atau berkurang
akibat penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik).
Tanpa darah, otak tidak akan mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi, sehingga sel-sel pada
sebagian area otak akan mati. Kondisi ini menyebabkan bagian tubuh yang dikendalikan oleh
area otak yang rusak tidak dapat berfungsi dengan baik. Berdasarkan penyebabnya, ada dua
jenis stroke, yaitu:
Stroke iskemik. Stroke iskemik terjadi ketika pembuluh darah arteri yang membawa
darah dan oksigen ke otak mengalami penyempitan, sehingga menyebabkan aliran darah
ke otak sangat berkurang. Kondisi ini disebut juga dengan iskemia. Stroke iskemik dapat
dibagi lagi ke dalam 2 jenis, stroke trombotik dan stroke embolik.
Stroke hemoragik. Stroke hemoragik terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah dan
menyebabkan perdarahan. Pendarahan di otak dapat dipicu oleh beberapa kondisi yang
memengaruhi pembuluh darah. Kondisi tersebut meliputi hipertensi yang tidak terkendali,
melemahnya dinding pembuluh darah, dan pengobatan dengan pengencer darah. Stroke
hemoragik terdiri dari dua jenis, yaitu perdarahan intraserebral dan subarachnoid.
stroke sendiri diakibatkan oleh kelainan dari sistem syaraf.
Latihan Soal ( kegiatan belajar 4 )
1. 5 penyakit yang disebabkan kelainan pada sistem indra manusia adalah
a. Miopi (rabut dekat) ini terjadi karena ada kelainan pada penglihatan
b. Sinusitis, ini terjadi karena ada kelainan pada hidung
59
c. Dermatitis, ini terjadi karena ada kelainan pada kulit
d. Tuli saraf, ini terjadi karena ada kelainan pada pendengaran
e. Dysgeusia, ini terjadi karena ada kelainan pada pengecap
2. Apabila terjadi kelainan hormon pada diri kita maka bisa menimbulkan sakit, seperti sakit
akromegali yang disebabkan kelebihan hormone somatotroph,yang mana terjadi pertumbuhan
pada ujung-ujung tulang pipa.
3. Epilepsy atau sering disebut ayan merupakan gangguan sistem saraf pusat neurologis dimana
aktivitas otak menjadi abnormal, jadi epilepsi terjadi disebabkan oleh aktivitas abnormal
didalam otak.
4. Rasa baal (kebas) terjadi karena adanya kerusakan, iritasi atau tekanan pada saraf. Gangguan
sistem saraf ini akibat gangguan metabolisme, tertutupnya aliran darah, ataupun kekurangan
vitamin neurotropik (B1,B6 dan B12).
5. Hormone yang dimaksud adalah parathormon- osteoporosis, dimana parathormon berfungsi
untuk mengendalikan keseimbangan kalsium dan fosfat didalam tubuh melalui mekanisme
sebagai berikut :
a. Stimulasi aktivitasosteoklas yang menyebabkan pengeluaran kalsium
b. Pengaktifan vitamin D yang diperlukan untuk mengabsorpsi kalsium dalam makanan
c. Stimulasi reabsorpsi kalsium dari tubulus ginjal sehingga menurunkan ion kalsium dalam
urine dan meningkatkan kadar kalsium dalam darah.
Hiperparatiroidisme dapat menyebabkan meningkatnya aktivitas osteoklas dan pelemahan
tulang.
60
Glosarium
ADH : Antidiuretic hormon; hormon dari neurohipofisis yang menekan atau
mengurangi pengeluaran urine.
Asetilkolin : Neurotransmitter yang terdapat pada interneuron, otot, dan sinapsis.
Aqueous humors : Cairan yang mengisi rongga di anatar kornea dan cairan vitreous
humour) pada mata vertebrata.
ATP : Adenosin trifosfat; energi yang beredar pada semua sel, hidrolisisnya
menghasilkan tenaga untuk kegiatan sel, baik mekanis, osmosis, atau kimia.
Batang otak : Brainstem; bagian yang meliputi otak tengah, pons varollii, dan medula
oblongata.
Hormon : Setiap molekul yang disekresikan secara langsung ked alam darah oleh
kelenjar endokrin.
Impuls : Perambatan rangsangan dalam urat saraf, dari indra atau dari otak
Kelenjar eksoskrin : Kelenjar yang aktivitas sekresinya langsung menju permukaan
epitelium, tetapi paling sering melalui duktus.
Kelenjar endokrin : Kelenjar yang dapat menhasilkan satu atau lebih hormon yang
disekresikan secara langsung ke dalam darah melalui duktus (saluran).
Medula : Bagian tengah suatu organ.
Meninges : Selaput otak; tiga membran penutup otak, sumsum tulang belakang hingga
keluar dari tulang belakang.
Nodus simpul : Kelenjar.
Nostril : Lubang hidung; nares
Otolith : Batu sebagai alat keseimbangan yang terdapat pada sel batang retina mata.
Regulasi : Pengaturan.
Rodopsin : Pigmen merang ungu yang terdapat pada sel batang retina mata.
Sinapsis : Bagian kontak fungsional antara satu neuron dengan neuron lainnya atau
antara neuron dengan efektor.
Vitreus humour : Zat mirip jeli transparan yang memenuhi rongga mata vertebrata di
belakang lensa.
61
Daftar Pustaka
Agus Purwanto. 2015. Nalar Ayat-ayat Semesta. Bandung : PT. Mizan Pustaka
Campbell, N.A., J. B. Reece, L. G. Mitchell. 2004. Biologi. Jakarta : Erlangga
Campbell, N.A., J. B. Reece, L. G. Mitchell. 2003. Biologi, edisi kelima, jilid 2. terj.
Wasmen Manalu. Jakata: Erlangga.
Ganong, W.F. 2008. Buku Fisiologi Kedokteran. Edisi 22. Jakarta : EGC Snell
Guyton AC, Hall JE. 2012. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 11. terj: Irawati,
Ramadani D, Indriyani F. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC
Irnanintyas & Istiadi, Y. 2016. Biologi. Jakarta: Erlangga.
Kimball, John W. 1983. Biologi, jilid 3, edisi ke-5. terj. Siti Soetarmi T. dan Nawangsari
Sugiri. Jakarta: Erlangga
Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur‟an. 2016. Tafsir Ilmi (Penciptaan Manusia). Jakarta :
Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur‟an
Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur‟an. 2016. Tafsir Ringkas ( jilid 1). Jakarta : Lajnah
Pentashihan Mushaf Al-Qur‟an
Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur‟an. 2016. Tafsir Ringkas ( jilid 2). Jakarta : Lajnah
Pentashihan Mushaf Al-Qur‟an
Richard. 2006. Neuroanatomik Klinik untuk Mahasiswa Kedokteran. Jakarta : EGC
Simon and Schuster. 2003. Fundamental of Anatomy and Physiology.4 ed. New Jersey :
Prentice Hall, Inc.
62
Profil Penulis
Berikut biodata singkat dari penulis
Nama : Rini Septiani
E-mail : [email protected]
Tempat, tanggal lahir : Kuala Kapuas, 03 September 2000
Alamat : Jl. Pemuda Gg IV No. 78 Kuala Kapuas
Pendidikan Formal :
TK Perwanida (Al Mukaram Islamic Centre)
Angkatan tahun 2005-2006
MIN Selat Unit II Kuala Kapuas (Al Mukaram Islamic Centre)
Angkatan tahun 2006-2012
SMP-N 3 Kuala Kapuas
Angkatan tahun 2012-2015
SMA Negeri 1 Kuala Kapuas
Angkatan tahun 2015-2018
IAIN Palangka Raya
Program Studi Tadris Biologi
Angkatan tahun 2018-sekarang
63