Inspirasi Menulis Puisi di Alam Bebas | i
Inspirasi Menulis Puisi di Alam Bebas | ii
Inspirasi Menulis Puisi di Alam Bebas | iii Inspirasi Menulis Puisi di Alam Bebas Penulis : Karlina ISBN : 978-623-5940-52-6 Editor : M. Hidayat Miskadi Yogi Setiawan Penyunting : Muhamad Suhardi Randi Pratama Murtikusuma Anggota IKAPI Nomor : 009/NTB/2021 Gambar Cover : freepik.com Desain sampul dan tata letak : M. Hidayat Miskadi Penerbit : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia Redaksi : Lingkungan Handayani, Leneng, Praya, Lombok Tengah, NTB (83515) Telp +6285239967417 Email : [email protected] Distributor Tunggal : Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya Lingkungan Handayani, Leneng, Praya, Lombok Tengah, NTB (83515) Telp +6285239967417 Email : [email protected] Cetakan Pertama, Juni 2022 Hak cipta dilindungi undang-undang Dilarang memperbanyak karya tulis ini dalam bentuk dan dengan cara apapun tanpa ijin tertulis dari penerbit
Inspirasi Menulis Puisi di Alam Bebas | iv KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur saya panjatkan selalu kepada Allah SWT atas rahmat, taufiq, dan hidayah yang sudah diberikan sehingga saya bisa menyelesaikan buku ini. Salawat dan salam semoga Allah limpahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabatnya hingga akhir zaman. Saya sadar bahwa penulisan buku ini bukan merupakan buah hasil kerja keras saya sendiri. Ada banyak pihak yang sudah berjasa dalam membantu saya di dalam menyelesaikan buku ini. Maka dari itu, saya mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu memberikan wawasan dan bimbingan kepada saya sebelum maupun ketika menulis buku ini. Saya juga sadar bahwa buku yang saya buat masih tidak belum bisa dikatakan sempurna. Oleh karena itu, saya meminta dukungan dan masukan dari para pembaca, agar kedepannya saya bisa lebih baik lagi di dalam menulis sebuah buku. Akhirnya kepada Allah SWT jualah doa dan harapan saya panjatkan, mudah-mudahan upaya ini menjadi amal bagi kita semua.Aamiin. Amuntai, April 2022 Penulis
Inspirasi Menulis Puisi di Alam Bebas | v DAFTAR ISI halaman KATA PENGANTAR........................................................................................................iv DAFTAR ISI......................................................................................................................... v BAB I PENDAHULUAN...................................................................................................1 BAB II PUISI........................................................................................................................3 A. Hakikat Puisi ........................................................................................................3 B. Jenis-Jenis Puisi...................................................................................................7 C. Unsur-Unsur Pembentuk Puisi....................................................................9 1. Diksi..................................................................................................................11 2. Pengimajian ..................................................................................................12 3. Kata Konkret.................................................................................................13 4. Bahasa Figuratif..........................................................................................14 5. Versifikasi ......................................................................................................22 BAB III MENULIS PUISI..............................................................................................24 A. Pembelajaran Menulis Puisi ......................................................................24 B. Teknik Pemanfaatan Lingkungan ...........................................................33 PENUTUP..........................................................................................................................43 DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................................45 BIODATA PENULIS.......................................................................................................47
Inspirasi Menulis Puisi di Alam Bebas | 1 BAB I PENDAHULUAN Puisi merupakan salah satu karya yang dapat dikaji dari bermacam-macam aspek. Puisi dapat dikaji dari struktur dan unsurunsurnya, mengingat bahwa puisi merupakan struktur yang tersusun dari bermacam unsur atau ragam. Puisi juga dapat dikaji dari sudut kesejarahannya, mengingat sepanjang sejarahnya, dari waktu ke waktu puisi selalu mengalami perubahan dan perkembangan. Puisi termasuk salah satu jenis sastra yang digemari masyarakat. Karena kemajuan masyarakat dari waktu ke waktu terus meningkat, maka corak, sifat dan bentuk puisi pun berubah, mengikuti perkembangan jaman. Puisi sebagai salah satu jenis karya sastra memiliki nilai seni kesusastraan yang tinggi, melalui bahasanya yang padat dan bermakna dalam setiap pemilihan katanya. Puisi pada dasarnya merupakan sarana ekspresi seseorang untuk mengungkapkan pikiran dan perasaannya. Oleh karena itu, puisi selalu diciptakan dan dibaca, untuk menikmati nilai seni dan nilai kejiwaan yang tinggi. Menurut Waluyo (2002:1) puisi adalah karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan, dipersingkat, diberi irama dengan bunyi yang padu dan pemilihan kata-kata kias atau imajinatif. Menurut Pradopo (2009:7), puisi itu merupakan rekaman dan interpretasi pengalaman manusia yang penting, digubah dalam wujud yang berkesan. Dari dahulu hingga sekarang, puisi digemari oleh semua lapisan masyarakat. Kemajuan masyarakat dari waktu ke waktu selalu meningkat, maka corak, sifat, dan bentuk puisi pun selalu berubah, mengikuti perkembangan selera. Saat ini wujud puisi semakin kompleks
Inspirasi Menulis Puisi di Alam Bebas | 2 dan semakin terasa sungkar sehingga lebih menyukarkan pemahamannya. Begitu juga halnya corak dan wujud puisi Indonesia modern. Meskipun demikian, orang tidak akan memahami puisi secara sepenuhnya tanpa mengetahui dan menyadari bahwa puisi itu karya estetis yang bermakna, yang mempunyai arti, bukan hanya sesuatu yang kosong tanpa makna (Pradopo, 2009:3). Puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra yang memiliki banyak makna yang terkandung di dalamnya. Puisi dari segi penulisan diartikan sebagai 2 karya sastra yang dipadatkan, dipersingkat, diberi irama serta bunyi dan dipadukan dengan kata-kata imajinatif. Sehingga tampak jelas bahwa penggunaan kata-kata di dalam puisi bukan katakata dalam percakapan sehari-hari. Puisi dan lirik lagu merupakan hal yang berkaitan. Puisi akan menjadi sebuah lagu jika ditambahkan unsur musikalnya atau lebih modern disebut dengan penambahan aransemen musik. Sebaliknya, lagu akan menjadi untaian puisi jika aransemen musikalnya dihilangkan. John Dryden mengatakan bahwa “Poetry is articulate music” atau yang berarti “Puisi merupakan sebuah artikulasi musik” serta pendapat lain dari Isaac Newton yang mengatakan “Poetry is ingenius fiddlefaddle” atau yang berarti “Puisi merupakan nada yang penuh keaslian dan keselarasan” (Blair & Chandler dalam Tarigan, 1984:5). Keterampilan menulis mempunyai peran penting dalam kehidupan manusia. Dengan menulis seseorang dapat mengungkapkan pikiran dan gagasan untuk mencapai maksud dan tujuannya. Kesulitan menulis puisi disebabkan belum terbiasa menulis puisi.
Inspirasi Menulis Puisi di Alam Bebas | 3 BAB II PUISI A. Hakikat Puisi Puisi pada hakikatnya merupakan hasil rekaman dan peristiwa atau gambaran objek menarik yang dituangkan melalui pikiran ke dalam bahasa tulis. Puisi berhubungan dengan pengalaman (Perrinel, 1988:5-12). Beberapa sastrawan telah mencoba memberi definisi sebagai berikut: (1) Puisi adalah seni peniruan, gambar bicara, yang bertujuan untuk mengejar kesenangan, (2) Luapan secara spontan perasaan terkuat yang bersumber dan perasaan yang terkumpul dan ketenangan (3) Puisi adalah lahar imajinasi yang menahan terjadinya gempa bumi, (4) puisi adalah ekspresi konkret dan artistik pemikiran manusia dalam bahasa yang emosional yang berirama, (5) Puisi adalah pengalaman imajinatif yang bemilai dan berarti sederhana yang disampaikan dengan bahasa yang tepat, (6) Puisi adalah pendramaan pengalaman yang bersifat menafsirkan dalam bahasa berirama. Altenbemd (dalam Pradopo, 1993:4) puisi adalah pendramaan pengalaman yang bersifat penafsiran (menafsirkan) dalain bahasa berirama (bermetrum) (as the interpretive dramatization of experience in metrical language). Maksud pengertian di atas adalah bahwa pendramaan di sini adalah orang penyair mengubah atau menceritakan pengalaman melalui puisi dengan bahasa yang terstruktur. Pengalaman itu dapat berupa pengalaman menyedihkan, menyenangkan, dan mengharukan. Samuel Taylor Coleridge (dalam Pradopo, 1993:5) mengemukakan puisi itu adalah kata-kata yang terindah dalam
Inspirasi Menulis Puisi di Alam Bebas | 4 susunan terindah. Dan pengertian tersebut bahwa puisi dibuat seindah mungkin baik dilihat dari bahasa, susunan dan keindahan secara umum. Carlyle berkata, puisi merupakan pemikiran yang bersifat musikal. Dalam perkataan tersebut bahwa pemikiran yang bersifat musikal yaitu irama, bunyi, yang ada dalam puisi tersebut serasi dan mempergunakan orkestasi bunyi. Wordswoth (dalam Pradopo, 1993:6) mempunyai gagasan bahwa puisi adalah pernyataan perasaan yang imajinatif yaitu perasaan yang direkaan atau diangankan. Berdasarkan pengertian tersebut puisi dapat sebagai ungkapan seseorang/perasaan yang dirasakan baik itu secara langsung ataupun tidak secara langsung. Shelly mengemukakan bahwa puisi adalah rekaman detik-detik yang paling indah dalam hidup kita. Misalnya saja peristiwa yang sangat mengesankan dan menimbulkan keharuan yang kuat, seperti kebahagiaan, kegembiraan yang memuncak, percintaan, bahkan kesedihan karena kematian. Puisi dapat dikatakan sebagai ungkapan baik itu ungkapan kesedihan ataupun berupa kesenangan yang terekam dalam pikiran kita. Berdasarkan pengertian-pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa puisi adalah ekspresi pengalaman yang ditulis secara sistematik dengan bahasa yang puitis. Kata puitis sudah mengandung keindahan yang khusus untuk puisi. Di samping itu puisi dapat membangkitkan perasaan yang menarik perhatian, menimbulkan tanggapan yang jelas atau secara umum menimbulkan keharuan. Menurut Dresden (dalam Sayuti, 1998:237), puisi adalah sebuah dunia dalam kata. Isi yang terkandung di dalam puisi merupakan cerminan pengalaman, pengetahuan, dan perasaan
Inspirasi Menulis Puisi di Alam Bebas | 5 penyair yang membentuk sebuah dunia bernama puisi. Kesusastraan, khususnya puisi, adalah cabang seni yang paling sulit untuk dihayati secara langsung sebagai totalitas. Elemen-elemen seni ini ialah kata. Sebuah kata adalah suatu unit totalitas utuh yang kuat berdiri sendiri. Puisi menjadi totalitas-totalitas baru dalam pembentukan-pembentukan baru, dalam kalimat-kalimat yang telah mempunyai suatu urutan yang logis. Richards, seorang kritikus sastra, mengungkapkan bahwa suatu puisi mengandung suatu makna keseluruhan yang merupakan perpaduan dari empat hal yaitu: (1) tema penyair atau sense (inti pokok puisi), (2) perasaan atau feeling (sikap penyair terhadap objek), (3) nada atau tone (sikap penyair terhadap pembaca atau penikmat), dan (4) amanat atau intention (maksud atau tujuan penyair) (Morris dalam Tarigan, 1984:9). Keempat hal tersebut saling berkaitan erat antara yang satu dengan yang lainnya. Horatius, seorang kritikus Romawi, mensyaratkan dua hal bagi puisi, yaitu puisi harus indah dan menghibur (dulce), namun pada saat yang sama puisi juga 9 harus berguna dan mengajarkan sesuatu (utile) (Budianta, 2002: 39-40). Dalam hal ini, selain memiliki nilai estetika dan berfungsi menghibur, puisi juga mengandung nilai moral, pesan, atau ajaran bagi masyarakat yang membacanya. Berbeda dengan pendapat tersebut, Hutagalung (dalam Sayuti, 1985:14) menyebutkan bahwa hakikat puisi adalah konsentrasi dan intensifikasi. Pada dasarnya, banyak ahli telah menyimpulkan hakikat puisi dengan menyebutkan unsur-unsur yang hampir sama. Unsur-unsur tersebut merupakan pembangun yang menjadi pokok yang terkandung di dalam puisi. Cleve Samson (dalam Sayuti, 1985:27)
Inspirasi Menulis Puisi di Alam Bebas | 6 memberikan batasan puisi sebagai bentuk kata-kata yang ritmis, yang mengungkapkan pengalaman imajinatif, emosional, dan intelektual penyairnya. Sedangkan Sayuti (1985:12) memberikan batasan bahwa puisi merupakan hasil kreativitas manusia yang diwujudkan lewat susunan kata yang mempunyai makna. Lebih lanjut Sayuti (1985:16) menerangkan bahwa kata-kata yang disusun menjadi baris-baris dengan bentuknya yang khas baru dapat disebut sebagai puisi. Bentuk khas itu muncul dalam pola ritma, rima, baris, bait, dan seterusnya yang merupakan unsur formal puisi. Di samping unsur formal, terdapat unsur kualitas yang menyebabkan bentuk-bentuk yang khas itu menjadi lebih bermakna, berupa tema, ide, amanat, maupun pengalaman penyair yang diintensifkan dan dikonsentrasikan. Selain berbagai unsur yang membatasinya, watak puisi juga menentukan hakikat suatu puisi. William J. Grace (dalam Sayuti, 1985:14) berpendapat bahwa watak puisi adalah lebih mengutamakan intuisi, imajinasi dan sintesa dibandingkan dengan prosa yang lebih mengutamakan pikiran, konstruksi, dan 10 analisa. Sejalan dengan pendapat tersebut, menurut Rozak (dalam Sayuti, 1985:14) secara sederhana puisi lebih bersifat intuitif, imajinatif, dan sintesis. Pada akhirnya dapat disimpulkan bahwa hakikat puisi adalah ungkapan emosional atas suatu gagasan yang dibahasakan secara imajinatif dengan susunan kata-kata dan diungkapkan dengan teknik tertentu dalam pilihan terbaiknya.
Inspirasi Menulis Puisi di Alam Bebas | 7 B. Jenis-Jenis Puisi Jenis-jenis puisi berdasarkan isi yang terkandung dalam puisi dapat dibagi menjadi tiga yaitu: 1. Puisi epik disebut juga puisi naratif (Cohen, 1973:184-185), bentuk puisi ini agak panjang dan berisi cerita kepahlawahan, tokoh kebangsaan, masalah surga, neraka, tuhan, dan kematian. Di samping itu puisi epik tersebut dapat dikatakan bahwa penyair menceritakan hal-hal di luar dirinya. Dan pengertian tersebut dikatakan bahwa puisi epik tersebut dapat dikatakan bahwa penyair menceritakan hal yang tidak akan pernah atau belum dialami. Dalam pembuatan puisi dapat bersumber dari cerita orang lain atau dari membaca buku yang bersangkutan. Adapun yang termasuk puisi epik dalam sastra Indonesia antara lain syair dan balada. 2. Puisi lirik merupakan puisi yang bersifat subjektif, personal,. Artinya penyair menceritakan masalah-masalah yang bersumber dari dalam dirinya. Puisi ini bentuknya agak pendek dan biasanya menggunakan kata ganti orang pertama. Isinya tentang cinta, kematian, masalah muda dan tua. Adapun yang termasuk puisi link antana lain sonata, eligi, ode, dan himne. Puisi lirik banyak dijumpai dalam kanya-karya Amir Hamzah, misalnya sebagai berikut:
Inspirasi Menulis Puisi di Alam Bebas | 8 TURUN KEMBALI Kalau aku dalam engkau dan engkau dalam aku Adakah begini jadinya Aku hamba engkau penghulu, aku dan engkau berlainan, engkau raja, maha raja Caha halus tinggi mengawang pohon rindang menaun dunia Di bawa teduh engkau kembangkan , aku berhenti memati hari Pada bayang engkau mainkan aku melipur meriang hati Diterangi cahaya engkau sinarkan aku menaiki tangga Mengawan kecapi firduisi melana telinga menyentuh gambuh dalam hatiku Terlihat ke bawah kandil kemerlap Melambai cempakti ramai tertawa hati duniawi melambung tinggi berpaling aku turun kembali (Hamzah, 1985 a:24) 3. Puisi dramatik. Puisi ini bersifat objektif dan subjektif. Dalam hal ini seolah- olah penyair keluar dan dirinya berbicara melalui tokoh lain. Dengan kata lain, dalam puisi ini penyair tidak menyampaikan secara langsung pengalaman yang ingin diungkapkan tetapi disampaikan melalui tokoh lain sehingga tampaknya seperti sebuah dialog. Menurut Rollof (1973:65) unsur yang menonjol dalam puisi dramatik adalah kemampuan memberi sugesti. Bagi Doreksi (1988:147) puisi dramatik merupakan drama dalam sajak, dihilangkan untuk dibaca bukan
Inspirasi Menulis Puisi di Alam Bebas | 9 untuk dipentaskan. C. Unsur-Unsur Pembentuk Puisi Menulis puisi adalah kegiatan mengungkapkan pikiran dan perasaan dengan bahasa yang indah. Keindahan bahasa puisi mencakup keindahan bunyi, kata larik, dan baitnya. Puisi dapat dihasilkan berdasarkan pengamatan, pengalaman, dan perenungan dengan menggunakan bahasa yang indah, antara lain menyangkut keserasian pilihan bunyi serta pilihan kata dan urutannya. Di samping itu, sebuah puisi yang baik umumnya mengungkapkan kejujuran, jadi perihal keindahan bahasa dan kejujuran isi merupakan dua hal penting dalam menulis puisi. Usaha menulis puisi banyak dilakukan orang. Namun, usaha itu sering gagal karena mereka tidak mengetahui cara menulis puisi, mereka hanya berusaha merangkai kata-kata untuk dijadikan sebuah puisi. Padahal untuk menulis puisi diperlukan pengetahuan mendasar tentang puisi itu sendiri. Bermacam-macam pendapat para ahli mengenai struktur pembangun puisi yang berbeda-beda pada prinsipnya terdapat adanya beberapa kesamaan. Hal ini dikarenakan cara pandang para ahli bertolak dari latar belakang yang sama, yakni strukturalisme. Ada yang menyatakan bahwa struktur puisi terdiri dari unsur sintaksis dan unsur semantik. Ada juga yang menyatakan bahwa unsur pembangun puisi terdiri dari bahasa puisi, bentuk, dan isi. Sayuti (1985:14) menyatakan bahwa karya puisi terdiri dari banyak unsur, yang tanpa adanya suatu batasan sekalipun sudah dapat dibedakan antara puisi dan bukan puisi. Unsur-unsur tersebut antara lain berupa kata-kata, bentuk, pola rima, 11 ritma, ide, makna atau masalah yang diperoleh penyairnya di dalam hidup dan
Inspirasi Menulis Puisi di Alam Bebas | 10 kehidupan yang hendak disampaikannya kepada pembaca, pendengar, melalui teknik dan aspek-aspek tertentu. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa unsur- unsur yang membangun sebuah puisi meliputi imaji, emosi, dan bentuknya yang khas (Brahim dalam Sayuti, 1985:14). Richards (dalam Situmorang, 1983:12) berpendapat bahwa puisi dibangun atas hakikat puisi dan metode puisi. Hakikat puisi adalah unsur hakiki yang menjiwai puisi, terdiri atas: (1) tema, (2) nada, (3) perasaan, dan (4) amanat. Sementara itu, metode puisi adalah medium bagaimana hakikat itu diungkapkan, terdiri dari: (1) diksi, (2) pengimajian, (3) kata konkret, (4) majas, dan (5) rima dan ritma. Altenbernd dan Lewis (dalam Badrun, 1989:6) menyatakan bahwa unsur-unsur puisi terdiri dari bahasa puisi, bentuk, dan isi. Sementara itu, Meyer (dalam Badrun, 1989:6) mengemukakan bahwa unsur-unsur puisi terdiri atas: (1) diksi, (2) imajeri, (3) bahasa kiasan, (4) sarana retorika, (5) bunyi, (6) irama, (7) tipografi, (8) tema dan makna. Menurut Dick Hartoko (dalam Waluyo, 1995:27), unsur-unsur puisi yang penting terdiri atas dua unsur, yaitu unsur tematik atau unsur semantik puisi dan unsur sintaksis puisi. Lebih lanjut, menurut Waluyo bahwa unsur tematik atau unsur semantik puisi menuju ke arah struktur batin sedangkan unsur sintaksis mengarah pada struktur fisik puisi. Struktur batin adalah makna yang terkandung dalam puisi yang tidak secara langsung dapat dihayati. Struktur batin terdiri dari (1) tema, (2) perasaan, (3) nada dan suasana, (4) amanat atau pesan. Struktur fisik 12 adalah struktur yang bisa kita lihat melalui bahasanya yang tampak. Struktur fisik terdiri dari: (1) diksi,
Inspirasi Menulis Puisi di Alam Bebas | 11 (2) pengimajian, (3) kata konkret, (4) bahasa figuratif atau majas, (5) versifikasi, dan (6) tata wajah. Shanon Ahmad (dalam Badrun, 1989:6) berpendapat bahwa dalam puisi terdapat: emosi, imajinasi, pemikiran ide, nada, irama, kesan panca indera, susunan kata-kata, kata-kata kiasan, kepadatan dan perasaan yang bercampur baur. Unsur puisi yang dikemukakan tersebut dapat digolongkan menjadi tiga hal: (1) pemikiran, (2) bentuk, dan (3) kesan, yang kesemuanya itu terungkap melalui media bahasa. Berdasarkan pendapat yang dikemukakan oleh para ahli, dapat disimpulkan bahwa puisi terdiri dari beberapa unsur, yakni: diksi, imajeri (pengimajian), tema dan makna, irama, bunyi, perasaan, amanat, dan bahasa kias (pemajasan). Pengetahuan mendasar yang perlu diketahui adalah memahami unsur-unsur dalam pembentuk puisi. Unsur-unsur pembentuk puisi adalah sebagai berikut; 1. Diksi Dalam puisi kata-kata sangat besar peranannya. Setiap kata mempunyai fungsi tertentu dalam menyampaikan ide penyairnya. Meyer (1987:457) mengatakan bahwa dalam fungsinya untuk memadatkan suasana, lembut, dan bersifat ekonomis jadi kata-kata dalam puisi hendaknya disusun sedemikian serupa sehingga dapat menyalurkan pikiran, perasaan penulisanya dengan baik. Sehubungan dengan hal itu Meyer (1987:457-548) membagi diksi dalam tiga tingkat yaitu: a. Diksi formal adalah bermartabat, inpersonal dan menggunakan bahasa yang tinggi. b. Diksi pertengahan. Diksi ini agak sedikit tidak formal dan
Inspirasi Menulis Puisi di Alam Bebas | 12 biasanya kata-kata yang digunakan adalah yang dipakai oleh kebanyakan orang yang berpendidikan. c. Diksi informal mencakup dua bahasa yaitu bahasa sehari-hari yang dalam hal ini termasuk slang, dan dialek yaitu meliputi dialek geografis dan sosial. Diksi dapat berupa denotasi dan konotasi. Denotasi merupakan makna kata dalam kamus, makna kata objektif yang pengertiannya menunjuk pada benda yang diberi nama dengan kata kata itu. Satu sisi Altemberd (1970:10) mengatakan bahwa kumpulan asosiasi perasaan yang terkumpul dalam sebuah kata yang diperoleh melalui setting yang dilukiskan disebut konotasi. Meyer (1987:549) melihat bahwa konotasi adalah bagaimana kata digunakan dan asosiasi orang yang timbul dengan kata itu. Tentu saja makna konotasi sangat tergantung pada konteksnya. Makna konotasi dapat diperoleh melalui asosiasi dan sejarahnya. Diksi yaitu pemilihan kata-kata yang dilakukan oleh penyair dalam puisinya. Karena puisi adalah bentuk karya sastra yang sedikit kata-kata dapat mengungkapkan banyak hal, maka kata-katanya harus dipilih secermat mungkin. Pemilihan katakata dalam puisi erat kaitannya dengan makna, keselarasan bunyi, dan urutan kata. Diksi adalah pemilihan kata-kata yang digunakan oleh penyair dalam puisinya. Puisi adalah bentuk karya sastra yang padat dengan sedikit kata-kata sehingga diksi atau pemilihan kata menjadi sangat penting dan krusial bagi nilai estetika puisi. 2. Pengimajian Pengimajian dapat memberi gambaran yang jelas, menimbulkan suasana yang khusus, membuat hidup (lebih
Inspirasi Menulis Puisi di Alam Bebas | 13 hidup) gambaran dalam pikiran, dan penginderaan untuk menarik perhatian, untuk memberikan kesan mental atau bayangan visual penyair, menggunakan gambaran-gambaran angan. Imaji adalah gambaran-gambaran angan, gambaran pikiran, kesa mental atau bayangan visual dan bahasa yang menggambarkannya. Coombes mengatakan bahwa dalam tangan penyair yang baik imaji segar dan hidup, berada dalam puncak keindahan untuk mengintensifkan, menjernihkan, dan memperkaya. Citraan menurut Atternberd merupakan unsur yang penting dalam puisi karena dayanya untuk menghadirkan gambaran yang konkret, khas, menggugah dan mengesankan. Brook dan waren mengatakan bahwa citraan juga dapat merangsang imajinasi dan menggugah pikiran dibalik sentuhan indera serta dapat pula sebagai alat interpretasi. 3. Kata Konkret Kata konkret adalah kata-kata yang digunakan oleh penyair untuk menggambarkan suatu lukisan keadaan atau suasana batin dengan maksud untuk membangkitkan imaji pembaca. Waluyo mengatakan dengan kata yang diperkonkret, pembaca dapat membayangkan secara jelas peristiwa atau keadaan yang dilukiskan oleh penyair. Misalnya saja penyair melukiskan seorang gadis yang benar-benar pengemis gembel. Penyair mempergunakan kata-kata gadis kecil berkaleng kecil. Kata kongkret merupakan kata yang memungkinkan terjadinya imaji. Kata konkret bersifat imajinatif sehingga memunculkan imaji, biasanya berhubungan dengan kata kiasan atau lambang.
Inspirasi Menulis Puisi di Alam Bebas | 14 Kata konkret adalah kata yang memungkinkan munculnya imaji karena dapat ditangkap indera. Ini berhubungan dengan kemampuan wujud fisik objek yang dalam artian untuk membangkitkan imajinasi pembaca. Contoh kata ‘salju’ putih dan dingin bisa yang digunakan untuk membuat makna kias tentang kesucian, kehampaan, dan rasa dingin. Dari konsep makna yang terdapat dalam kata salju tersebut, penyair bisa memilih kata salju untuk menggambarkan, misalnya, rasa rindu. Rasa rindu hanya tumbuh pada seseorang yang cintanya suci, tetapi menimbulkan kesedihan di hati yang mengalaminya. Contoh lainnya adalah kata ‘rawa-rawa’ yang melambangan tempat hidup, bumi, kehidupan yang kotor. Dengan kata konkret, pembaca dapat membayangkan secara jelas peristiwa atau keadaan yang dilukiskan oleh penyair. Pengkonkretan kata ini berhubungan erat dengan pengimajian, pelambangan, dan pengiasan. 4. Bahasa Figuratif Menurut Waluyo (2003:45) bahasa figuratif adalah majas. Dengan bahasa figuratif, membuat puisi lebih indah, artinya memancarkan banyak makna atau kaya akan makna. Dalam bukunya kamus Istilah sastra, Panuti Sujiman menyebutkan kiasan adalah majas yang mengandung perbandingan yang tersirat sebagai pengganti kata atau ungkapan lain untuk melukiskan kesamaan atau kesejajaran makna. Rahmat Joko Pradopo (1993:23) dalam bukunya pengkajian puisi menyamakan kiasan dengan bahasa figuratif dan memasukkan metafora salah satu bentk kiasan. Berdasarkan uraian di atas, dapat dikatakan bahwa pada
Inspirasi Menulis Puisi di Alam Bebas | 15 umumnya bahasa figuratif dipakai untuk menghidupkan lukisan, untuk mengkonkretkan dan lebih mengekspresikan perasaan yang diungkapkan. Dengan demikian, pemakaian bahasa figuratif menyebabkan konsep-konsep abstrak terasa dekat pada pembaca karena dalam bahasa figuratif oleh penyair diciptakan kekonkretan, kedekatan, keakrabatan dan kesegaran. Gaya dalam bahasa memiliki ragam. Wellek (1990:224) meng- klasifikasikan gaya berdasarkan berbagai kriteria, yaitu: berdasarkan kaitan gaya dengan objek, gaya dibagi menjadi gaya koseptual dan gaya indrawi, gaya ringkas dan gaya bertele-tele, gaya merendahkan dan gaya melebih-lebihkan, gaya jelas dan gaya kabur, gaya tinggi dan gaya rengah, serta gaya sederhana dan gaya berbunga-bunga; berdasarkan hubungan antar kata, gaya dibagi menjadi gaya tegang dan gaya lepas, plastik dan musikal, halus dan kasar, serta tak berwarna dan berwarnawarni; sedangkan berdasarkan berdasarkan hubungan gaya dengan pengarangnya, gaya dibagi menjadi gaya objektif dan gaya subjektif. Berbeda dengan pendapat ini, Sudjiman (1993:3) mengungkapkan macam-macam gaya dalam bahasa, yaitu mencakup diksi/pilihan leksikal, struktur kalimat, majas dan citraan, pola rima, dan mantra yang digunakan oleh sastrawan dalam karya sastra. Bahasa kias merupakan salah satu unsur puisi. Bahasa kias juga merupakan alat untuk memperoleh efek puitis dalam karya sastra puisi. Badrun (1989:15) mengungkapkan bahwa untuk mencapai sifat puitis tersebut, ada bermacam-macam alat yang digunakan misalnya diksi, bahasa kiasan, sarana retorika, imajeri, persajakan, bunyi, tipografi bait dan sebagainya. Pradopo
Inspirasi Menulis Puisi di Alam Bebas | 16 (1997:61) juga mengungkapkan bahwa unsur kepuitisan yang lain untuk mendapatkan kepuitisan adalah bahasa kiasan (figurative language). Cakupan bahasa kias tidak terbatas pada kata, namun juga mencakup frasa, maupun kalimat. Hal ini sesuai dengan pendapat Sayuti (1985:75) bahwa bahasa kias mencakup semua jenis ungkapan yang berupa kata, frasa, ataupun kalimat yang mempunyai makna lain dengan makna harfiahnya. Gaya bahasa ini pada awalnya dibentuk berdasarkan perbandingan dan persamaan pada suatu objek tertentu. Membandingkan sesuatu berarti menemukan ciri-ciri yan menunjukkan kesamaan antara kedua hal tersebut. Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menentukan suatu perbandingan merupakan bahasa kiasan ada tiga, yaitu: (1) menetapkan kelas pada kedua hal yang diperbandingkan, (2) memperhatikan tingkat kesamaan atau perbedaan antara kedua hal yang diperbandingkan tersebut, (3) memperhatikan konteks ditemukannya ciri-ciri kedua hal itu, jika tidak ada kesamaan maka perbandingan itu adalah bahasa kias. Altenbernd (dalam Badrun, 1989:26) berpendapat mengenai sifat umum bahasa kiasan yaitu mempertalikan sesuatu dengan cara menghubungkannya dengan sesuatu yang lain. Kemudian bagi Perrine (dalam Badrun, 1989:26) bahasa kiasan (bahasa yang menggunakan kata-kata kiasan) adalah bahasa yang tidak saja bermakna harfiah. Jadi dalam hal ini bahas kiasan adalah mengkiaskan sesuatu dengan yang lain. Berdasarkan pengertian bahasa kiasan yang dikemukakan oleh Jassin (1965:102) bahwa bahasa kiasan ialah suatu
Inspirasi Menulis Puisi di Alam Bebas | 17 penggeseran, suatu pengalihan kata dari penggunaannya yang biasa kepada penggunaannya yang baru, Richards (dalam Jassin, 1965:102) membedakan bahasa kias menjadi dua macam: (1) bahasa kiasan yang bertalian dengan arti (sense metaphor) yaitu penggeseran kata 18 disebabkan dan dibenarkan oleh persamaan atau analogi antara objek yang terhadapnya biasanya dipergunakan kata itu dan objek yang baru; dan (2) bahasa kiasan yang bertalian dengan perasaan (emitive metaphor) yaitu penggeseran itu terjadi karena persamaan antara perasaan yang ditimbulkan oleh situasi yang baru dengan situasi biasa. Jassin (1965:101-102) menyebutkan syarat bahasa kias yakni bahasa kias haruslah spontan, langsung, keluar dari kalbu pencipta dan hendaknya ada persejajaran (paralelitet) dengan lukisan yang dimaksud. Lebih lanjut ia menerangkan bahwa syarat bagi kiasan adalah bahwa ia harus asli, timbul dengan sewajarnya, lahir dari asosiasi yang tidak dicari-cari. Bahasa kias (pemajasan) memiliki beberapa jenis. Pradopo (2007:62) membedakan bahasa kias ke dalam tujuh (7) macam, yakni: perbandingan (simile), metafora, perumpamaan epos (epic simile), personifikasi, metonimi, sinekdoki (synecdoche), dan alegori. Menurut Albemd, bahasa figuratif digolongkan menjadi tiga golongan, di antaranya adalah: a) Simile Simile adalah jenis figuratif yang menyamakan satu hal dengan hal lain yang sesungguhanya tidak sama. Keraf menyatakan, Simile adalah perbandingan yang bersifat eksplisit, perbandingan yang demikian dimaksudkan bahwa
Inspirasi Menulis Puisi di Alam Bebas | 18 ia langsung menyatakan sesuatu sama dengan yang lainnya. Misalnya dengan menggunakan kata seperti, sama, sebagai, bagaikan, laksana, dan lain-lain. Simile adalah majas yang membandingkan dua hal yang pada hakikatnya berlainan dan dengan sengaja kita anggap sama. Perbandingan itu secara eksplisit djelaskan dengan pemakaian kata bagai, sebagai, ibarat, seperti, bak, laksana, semisal, seumpama, dan serupa. Contoh hidup laksana roda yang berputar, kadang di atas kadang di bawah. Dan pengertian di atas simile adalah membandingkan atau menyapakan dengan hal lain dengan menggunakan kata kata yang artinya sama. b) Metafora Metafora adalah bentuk bahasa figuratif yang memperbandingkan sesuatu hal dengan hal lainnya yang pada dasarya tidak serupa. Jadi di sini bahwa metafora itu membandinkan sesuatu yang tida asama namun disamakan. Metafora ialah majas yang membandingkan atara dua hal yang berbeda secara implisit. Metafora hampir sama dengan perumpamaan, bedanya ialah pada majas metafora perbandingan dilakukan secara pribadi tanpa memakai kata bagai, sebagai, ibarat, bak, laksana, semisal, seumpama, dan serupa. c) Personifikasi Personifikasi adalah satu corak metofora yang dapat diartikan sebagai suatu cara penggunaan atau penerapan makna. Jadi antara personifikasi dan metafora keduanya mengandung unsur persamaan.
Inspirasi Menulis Puisi di Alam Bebas | 19 Seniman yang halus perasaanya sangat erat hubungannya dengan alam sekitarnya. Dalam anganangannya, alam beserta isinya seperti tumbuh-tumbuhan, batu-batu, dan bunga-bungaan, baginya ialah makhluk yang bernyawa. Personifikasi terlahir karena kecenderungan manusia menganggap barang tak bernyawa mempunyai kegiatan, maksud, dan nafsu seperti yang ada pada dirinya (Jassin, 1965:99). Personifikasi ialah suatu bentuk bahasa kias. Gaya bahasa kias personifikasi adalah gaya bahasa yang memanusiakan segala yang bukan manusia. 19 Keraf (1991:140) personifikasi atau prosopopoeia merupakan gaya bahasa kiasan yang menggambarkan benda-benda mati atau barang-barang yang tidak bernyawa seolah-olah memiliki sifat kemanusiaan. Sayuti (1985:94-95) berpendapat bahwa bahasa kias ini hampir serupa dengan metafora dan simile, hanya saja dalam personifikasi pembandingan ini langsung dan tertentu, yakni pemberian sifat-sifat atau ciri-ciri manusia kepada benda-benda mati, binatang, ataupun suatu ide. Sejalan dengan kedua pendapat tersebut, Perrina (dalam Badrun, 1989:32) mengungkapkan bahwa merupakan bahasa kiasan yang mirip dengan metafora. Dalam hal ini personifikasi adalah menggambarkan sifat-sifat manusia pada binatang, benda atau konsep. Nurgiyantoro (2007:299) juga menyatakan pendapat yang hampir sama dengan pendapat di atas, bahwa personifikasi merupakan gaya bahasa yang memberi sifatsifat benda mati dengan sifat-sifat seperti yang dimiliki
Inspirasi Menulis Puisi di Alam Bebas | 20 manusia sehingga dapat bersikap dan bertingkah laku sebagaimana halnya manusia. Jadi dalam personifikasi terdapat persamaan sifat antara benda mati dengan sifat-sifat manusia. Dengan demikian, personifikasi pun dapat dipandang sebagai gaya bahasa yang mendasarkan diri pada adanya sifat perbandingan dan persamaan. Berbeda dengan simile dan metafora yang dapat membandingkan dua hal yang menyangkut apa saja sepanjang dimungkinkan, pembanding dalam personifikasi haruslah manusia dan sifatsifat manusia. Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa personifikasi adalah gaya bahasa kias yang merupakan suatu warna tersendiri dari gaya bahasa kias metafora. Metafora membandingkan suatu hal dengan hal lain, 20 sedangkan dalam personifikasi, suatu hal itu diperbandingkan dengan sifat manusia. Personifikasi mengiaskan benda-benda mati, hewan, atau suatu konsep menjadi seperti manusia atau memiliki sifat manusia seperti berbicara dan bertindak layaknya manusia. d) Epik Simile Epik Simile atau perumpamaan epos adalah pembandingan yang dilanjutkan atau diperpanjang yaitu dibentuk dengan cara melanjutkan sifat-sifat perbandingan lebih lanjut dalam kalimat atau frase-frase yang berturutturut.
Inspirasi Menulis Puisi di Alam Bebas | 21 e) Metonimia Metonimia adalah pemindahan istilah atau nama suatu hal atau benda ke suatu benda yang lainnya yang mempunyai kaitan rapat. Metonomia berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia ialah majas yang berupa pemakaian nama ciri atau hal yang ditautkan dengan orang, barang atau hal lain sebagai penggantinya. Contoh: Ia sedang mengkaji Chairil Anwar bermakna mengkaji karya Chairil Anwar. f) Sinekdoki Sinekdoki adalah bahasa figuratif yang menyebutkan suatu bagian penting dan suatu benda atau benda atau hal itu. Yang dimaksud di sini bahwa sebuah benda pasti mempunyai bagian-bagian yang tekandung di dalamnya. Kemudian dalam mencari sinekdoki cari hal yang paling terpenting. Sinekdoke berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia ialah majas pertautan yang menyebutkan nama bab sebagai pengganti nama keseluruhan atau pars pro toto. Makna lainnya ialah majas pertautan yang menyebutkan nama keseluruhan sebagai pengganti nama bagiannya atau totem pro parte. Sinekdoke juga dimaknai sebagai majas pertautan yang menyebutkan nama materi sebagai pengganti nama barang yang terbuat dari materi itu. Majas sinekdoke dipakai untuk mengungkapkan insiden pribadi dari sumbernya sehingga menjadikan gambaran yang lebih konkret. 1). Majas eufemisme berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia ialah ungkapan yang lebih halus sebagai pengganti ungkapan yang dirasakan kasar, yang
Inspirasi Menulis Puisi di Alam Bebas | 22 dianggap merugikan, atau yang tidak menyenangkan. Eufemisme berkaitan dengan bentuk konotasi positif dari sebuah kata. Contoh: tunakarya merupakan bentuk halus dari pengangguran. 2). Majas alusio ialah majas yang menunjuk secara tidak pribadi pada suatu insiden atau tokoh berdasarkan praanggapan adanya pengetahuan bersama yang dimiliki oleh pengarang dan pembaca serta adanya kemampuan pembaca untuk menangkap pengacuan tersebut. Contoh majas alusio: Tugu Dasasila Bandung mengingatkan kita pada insiden Konferensi Asia Afrika. 5. Versifikasi Versifikasi meliputi ritma, rima, dan metrum. Secara umum ritma dikenal sebagai irama, yakni pergantian turun naik panjang pendek, keras lembut ucapan bunyi bahasa dengan teratur. Panuti Sujiman (1997:23) memberikan pegertian irama dalam puisi sebagai alunan yang dikesankan oleh perulangan dan pergantian kesatuan bunyi dalam arus panjang pendeknya bunyi keras lembutnya tekanan,dan tinggi rendahnya nada karena sering bergantung pada pola matra, irama dalam persajakan pada umumnya teratur. Rima adalah pengulangan bunyi di dalam baris atau lank puisi, pada akhir bans puisi atau bahkan juga pada keseluruhan baris dan bait puisi. Verifikasi, yaitu menyangkut rima, ritme, dan metrum. Rima adalah persamaan bunyi pada puisi, baik di awal, tengah, dan akhir baris puisi. Rima mencakup: a. Onomatope adalah kata tiruan bunyi, misal "kokok"
Inspirasi Menulis Puisi di Alam Bebas | 23 merupakan tiruan bunyi ayam, "cicit" merupakan tiruan bunyi tikus. b. Bentuk intern pola bunyi yang terdiri dari aliterasi, asonansi, persamaan akhir, persamaan awal, sajak berselang, sajak berparuh, sajak penuh, repetisi bunyi (kata), dan sebagainya. c. Pengulangan kata/ungkapan. Ritma (ritme; irama) adalah alunan yg terjadi krn perulangan dan pergantian kesatuan bunyi dl arus panjang pendek bunyi, keras lembut tekanan, dan tinggi rendah nada, ritme. Metrum adalah ukuran irama yg ditentukan oleh jumlah dan panjang tekanan suku kata dl setiap baris; pergantian naik turun suara secara teratur, dng pembagian suku kata yg ditentukan oleh golongan sintaksis. Untuk rima akhirnya mempunyai pola yang tidak beraturan. Sebagai contoh, bait ke-1 hanya terdiri satu baris yang berarti mempunyai rima akhir a. untuk bait ke-2 terdiri dari tiga baris dengan rima akhir a-a-a. Begitu pula untuk bait ke-3 dan ke4 mempunyai rima akhir a-a, a-a. Untuk bait-bait salanjutnya tidak menentu rima akhirnya. Adapun metrum adalah irama yang tetap, artinya pergantiannya sudah tetap menurut pola tertentu. Hal ini disebabkan oleh (1) jumlah suku kata yang tetap, (2) tekanan yang tetap, dan (3) alun suara menaik dan menurun yang tetap.
Inspirasi Menulis Puisi di Alam Bebas | 24 BAB III MENULIS PUISI A. Pembelajaran Menulis Puisi Menulis puisi tidak mutlak bergantung pada bakat. Tidak semua orang mampu menulis kata-kata indah. Selain bakat, menulis kata kata-kata indah dapat dipelajaridengan menguasai banyak kosa kata. Orang dapat menulis puisi tentang peristiwa di sekitarnya baik tentang orang-orang, keagamaan, sosial, perjuangan pahlawan dan lian sebagainya. Ketika sedang gembira atau sedih, biasanya orang mudah mengungkapkan perasaannya lewat puisi. Menulis puisi kita perlu banyak membaca buku tentang puisi di took-toko buku, internet dan lain sebagainya. Menulis merupakan suatu proses, maka pembelajaran menulis puisi dilakukan secara bertahap-tahap sampai menciptakan hasil yang memuaskan. Utami Munandar (1993) menyimpulkan ada empat tahap dalam proses pemikiran kreatif untuk menulis puisi, yang terdiri atas: 1. tahap persiapan dan usaha 2. tahap inkubasi atau pengendapan 3. tahap iluminasi 4. tahap verifikasi. Pada tahap persiapan dan usaha seseorang akan mengumpulkan informasi dan data yang dibutuhkan. Makin banyak pengalaman atau informasi yang dimiliki seseorang mengenai
Inspirasi Menulis Puisi di Alam Bebas | 25 masalah atau tema yang digarapnya, makin memudahkan dan melancarkan pelibatan dirinya dalam proses tersebut. Tahap inkubiasi atau pengendapan, setelah semua informasi dan pengalaman yang dibutuhkan serta berusaha dengan pelibatan diri sepenuhnya untuk menimbulkan ide-ide sebanyak mungkin, maka biasanya diperlukan waktu untuk mengendapkan semua gagasan tersebut, diinkubasi dalam alam prasadar. Tahap iluminasi, akan mencoba mengekspresikan masalah tersebut dalam puisi. Tahap selanjutnya adalah tahap verifikasi yaitu penulis melakukan penilaian secara kritis terhadap karyanya sendiri. Verifikasi juga dapat dilakukan dengan cara membahas atau mendiskusikannya dengan orang lain untuk mendapatkan masukan bagi penyempurnaan karya tersebut maupun karya selanjutnya. Setelah menyimak tahap-tahap yang disampaikan oleh Utami Munandar, penulis menyederhanakan sebagai berikut: 1. Tahap prakarsa Tahap prakarsa merupakan tahap pencarian ide untuk dituangkan dalam bentuk tulisan yang berupa puisi. Ide-ide dapat berupa pengalaman-pengalaman seseorang untuk melakukan tugas atau memecahkan masalah-masalah tertentu. Di samping itu ide dapat dicari dan sesuatu yang langsung dilihat. Makin banyak orang mempunyai ide, makin mudah untuk menulis puisi. 2. Tahap Pelanjutan Tahap ini merupakan tahap tindak lanjut dan tahap pencanian ide setelah seseorang mendapatkan ide-ide dan berbagai sumber dan cara, kemudian dilanjutkan dengan mengembangkan ide-ide tersebut menjadi sebuah puisi. Dalam
Inspirasi Menulis Puisi di Alam Bebas | 26 tahap pelanjutan ini, setelah dikembangkan kemudian direvisi, karena manusia tidak akan lepas dan kesalahan. 3. Tahap Pengakhiran Adapun puisi yang diajarkan siswa adalah puisi transparan yang merupakan bentuk puisi sederhana atau dapat disebut dengan puisi diaphan. Di samping itu dalam latihan penulisan puisi ini tidak hanya untuk mempertajam pengamatan dan meningkatkan kemampuan bahasa, akan tetapi siswa diharapkan dapat memperoleh minat segar yang muncul dan kedalaman puisi itu sendiri. Adapun cara membina siswa agar mereka dapat menulis dengan baik adalah: a. Memanfaatkan model atan teknik Dalam pemanfaatan model mungkin siswa diperkenalkan atau diperlihatkan puisi yang mudah dipahami dan unsur-ursur yang terkandung di dalamnya jelas. Apabila guru tersebut dengan menggunakan teknik guru berusaha mencari teknik yang cocok oleh siswa tersebut. b. Unsur-unsurnya Dalam pembelajaran menulis puisi, sebelum siswa mulai menulis dijelaskan mengenai unsur-unsur yang terkandung dalam puisi. Unsur-unsur puisi bisa dibagi menjadi dua, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Berikut penjelasaan unsur-unsur puisi tersebut: 1) Unsur Intrinsik Unsur-unsur puisi yang pertama adalah unsur intrinsik.
Inspirasi Menulis Puisi di Alam Bebas | 27 Unsur intrinsik adalah unsur yang terkandung dalam puisi dan memengaruhi puisi sebagai karya sastra. Unsur intrinsik puisi adalah diksi, imaji, majas atau gaya bahasa, bunyi, rima, ritme, dan tema. a) Diksi, adalah pemilihan kata dengan mempertimbangkan makna, komposisi bunyi dalam rima dan irama, kedudukan kata di tengah konteks kata lainnya, dan kedudukan kata dalam suatu puisi keseluruhan. b) Imaji atau daya bayang, adalah membangun puisi dengan menggunakan kata-kata yang konkret dan khas untuk menimbulkan imaji visual, auditif, ataupun taktil. c) Majas atau gaya bahasa, adalah bahasa yang dipakai penyair untuk mengungkapkan suatu ide dengan cara yang tidak biasa, atau kata bermakna kiasan. d) Bunyi, adalah kata-kata tertentu sehingga menimbulkan efek nuansa tertentu. e) Rima, adalah persamaan bunyi atau perulangan bunyi dalam puisi yang bertujuan menimbulkan efek keindahan. f) Ritme, adalah dinamika suara dalam puisi agar tidak dirasa monoton bagi penikmat puisi. g) Tema, adalah ide atau gagasan pokok yang ingin disampaikan pengarang. 2) Unsur Ekstrinsik Unsur-unsur puisi selanjutnya adalah unsur ekstrinsik. Unsur ekstrinsik puisi terdiri dari aspek historis, aspek psikologis, aspek filsafat, dan aspek religious, biografi, nilai dan masyarakat. a) Aspek historis adalah unsur kesejarahan baik cerita masa
Inspirasi Menulis Puisi di Alam Bebas | 28 lalu atau lainnya yang terkandung di dalam puisi. b) Aspek psikologis adalah aspek tingkah laku atau kejiwaan dapat terlihat dari kehidupannya termuat dalam puisi. c) Aspek filsafat adalah berkaitan erat dengan karya sastra secara keseluruhan. d) Aspek religius adalah mengacu pada tema yang umum diangkat dalam puisi oleh penyair. e) Aspek biografi adalah latar belakang atau riwayat hidup penyair. f) Aspek nilai adalah nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat memberikan dampak positif baik itu nilai ekonomi, politik, budaya, social,pendidikan dan lain-lain. c. Kebakatannya. Kebakatan siswa perlu diketahui oleh guru, kemudian bakat itu diarahkan dan dikembangkan dengan teknik-teknik tertentu. 1) Model Pembelajaran Menulis Puisi Pembelajaran Menulis Puisi untuk membelajarkan penulisan kreatif menulis puisi kepada siswa, ada baiknya siswa diperkenalkan terlebih dahulu dengan berbagai bentuk puisi. siswa dapat diperkenalkan dengan metode menulis puisi. Ada berbagai cara menulis puisi. Ada yang memulai dengan tema, ada pula yang berangkat dari pengalaman nyata. Beberapa cara menulis puisi dapat dirinci seperti berikut: a) Melihat Objek Kongkret atau nyata Objek kongkret adalah sumber inspirasi penulisan puisi. Objek kongkret yang kita indra misalnya gunung,
Inspirasi Menulis Puisi di Alam Bebas | 29 pengemis, penjaja koran, kupu-kupu, anak sekolah, dan yang lain adalah sesuatu yang dapat menjadi bahan pokok menulis puisi. Ada beberapa cara mudah untuk melakukan hal ini. Perhatikan puisi berikut: Bintang Kemerlap jauh di atas sana Tertebar di langit hitam Bintang Bertebaran ribuan jumlah Berhamburan melimpah ruah Bintang, bintang, bintang Kapan kau terhampar di tanah Agar manusia tak kehilangan arah b) Menulis kata demi kata Memulai dengan apa yang kita lihat, misalnya Ombak Ombak Kau datang Menghempas batu Kau datang Lalu menerjang
Inspirasi Menulis Puisi di Alam Bebas | 30 c) Menulis dimulai dengan nama diri Nama adalah identitas diri. Deretkan nama Anda secara vertikal (dari atas ke bawah). Kemudian kembangkan kreativitas dan imajinasi Anda dengan menguraikan keadaan diri, pengalaman diri, cita-cita Anda sesuai dengan inisial huruf pertama nama Anda tersebut. Perhatikan contoh berikut: Lihat saja esok hari Isyarat pada Ilahi Niat hatinya tulus dan suci Akan ada rezeki yang dinanti Agungkan Ia dalam nafas raga Zikir dan selalu syukur pada-Nya Itulah tanda penghambaan utama hamba-Nya Ziarah batin umat-Nya di dunia d) Menulis tokoh dalam sejarah Menulis puisi juga dapat diawali dari pengetahuan kita atau kecintaan kita terhadap tokoh-tokoh tertentu. Masih ingatkah kita pada puisi Diponegoro karya Chairil Anwar atau puisi Amir Hamzah yang berjudul Hang Tuah. Kedua puisi tersebut dibuat oleh penyairnya dengan dasar tokoh dalam sejarah. Anda dapat pula menulis puisi dengan menggunakan media tokoh karya sastra, prosa atau drama dalam menyusun puisi.
Inspirasi Menulis Puisi di Alam Bebas | 31 Sekarang aku tahu Bahwa cinta dan benci Adalah saudara Yang membodohi kita, Memisakan kita Chairil Anwar e) Menulis melalui pengalaman Puisi dapat didasari perasaan tertentu penulisnya, pengalaman siapapun termasuk diri Anda adalah modal besar yang dapat dituangkan ke dalam puisi. ingatkah Anda pada puisi Chairil Anwar yang ditulis setelah ia masih memperoleh pengalaman ketika neneknya meninggal dunia. Chairil menuangkannya dalam puisi berikut. NISAN Untuk Neneknda Bukan kematian benar menusuk kalbu Keridlaanmu menerima segala tiba Tak kutahu setinggi itu atas debu Dan dulu maha tuan bertahta f) Pelatihan Untuk mengawali tahapan pelatihan penulisan puisi, ada baiknya Anda menggauli sastra kreatif yang berbentuk pantun dan syair.
Inspirasi Menulis Puisi di Alam Bebas | 32 2) Menulis puisi dengan metode picture and picture dengan media gambar. Metode picture and picture juga sangat bermanfaat dalam pembelajaran puisi. Hakikat menulis puisi merupakan hasil rekaman dari peristiwa atau gambaran objek menarik yang dituangkan melalui pemikirannya ke dalam bahasa tulis. Metode picture and picture di sini dapat membuat siswa terangsang dalam berekspresi yang dituangkan dalam puisi, dengan cara siswa mengamati suatu gambar yang menarik. Langkah-langkah yang harus ditempuh dalam penulisan suatu puisi yaitu, 1) langkah persiapan, 2) langkah pelaksanaan, dan 3) tindak lanjut. Prosedur yang harus ditempuh pada langkah persiapan yaitu, a) guru menentukan tujuan yang diharapkan dapat dicapai oleh siswa, b) menentukan gambar yang akan diamati, diusahakan gambar yang diamati adalah gambar yang menarik dan dapat menggugah minat siswa untuk menulis, c) menentukan cara belajar siswa dalam mengamati gambar, tujuannya agar siswa dapat bekerja dengan baik sesuai petunjuk dari guru dan dapat mengerjakan sesuai dengan yang diharapkan. Pada langkah pelaksanaan, siswa mengamati gambar yang telah dipilih kemudian mengungkapkan apa yang dilihat dan diamati dalam puisi yang ditulisnya. Sedangkan pada tahap tindak lanjut, guru melihat hasil puisi yang telah ditulis oleh siswa. Agar seluruh siswa mengetahui kesalahan dalam penulisan puisi, guru menyuruh salah satu siswa untuk membacakan salah satu hasil puisi karya siswa. Kemudian siswa yang lain menilai atau mengoreksi pekerjaan temannya,
Inspirasi Menulis Puisi di Alam Bebas | 33 dengan harapan agar kesalahan tersebut tidak terulang. B. Teknik Pemanfaatan Lingkungan Kadang-kadang dalam proses mengajar belajar siswa perlu diajak ke luar sekolah, untuk meninjau tempat tempat tertentu atau objek yang lain. Hal ini bukan hanya untuk melihat sesuatu, tetapi untuk belajar atau memperdalam pelajarannya dengan melihat kenyataannya. Karena itu dikatakan teknik pemanfaatan lingkungan, ialah cara mengajar yang dilaksanakan dengan mengajak siswa kesuatu tempat atau objek tertentu di luar kelas untuk mempelajari sesuatu. Teknik pemanfaatan lingkungan sekolah ini digunakan karena memiliki tujuan memperoleh pengalaman langsung dari objek yang dilihatnya; dapat turut menghayati tugas pekerjaan milik seseorang, serta dapat bertanya jawab dan mengamati sesuatu. Agar nantinya dapat mengambil kesimpulan, dan sekaligus dalam waktu yang sama ia bias mempelajari beberapa mata pelajaran.Agar penggunaan teknik pemanfaatan lingkungan dapat efektif, maka pelaksanaanya perlu memperhatikan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Masa persiapan guru perlu menetapkan Perumusan tujuan pembelajaran yang jelas. Pertimbangkan pemilihan teknik itu. Penyusunan perencanaan yang masak, membagi tugas-tugas dan menyiapkan sarana Pembagian siswa kelompok.
Inspirasi Menulis Puisi di Alam Bebas | 34 2. Masa pelaksanaan pengamatan Pempin kelompok mengatur segalanya dibantu petugaspetugas lainnya. Mematuhi tata tertib yang telah ditentukan bersama. Mengawasi petugas-petugas kelompok sesuai dengan tanggung jawabnya. Memberi petunjuk bila perlu. 3. Masa kembali dari pengamatan Mengadakan diskusi mengenai segala hal hasil dari pengamatan. Menyusun laporan,atau hasil atau kesimpulan yang diperoleh. Tindak lanjut hasil kegiatan pengamatan lingkungan seperti; membuat puisi, gambar, model-model, diagram, dan sebagainya. Teknik pemanfaatan lingkungan dapat disimpulkan memiliki keunggulan sebagai berikut: 1. Siswa dapat berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang dilakukan oleh para petugas pada objek lingkungan sekolah, serta mengalami dan menghayati langsung apa pekerjaan mereka. Hal mana tidak mungkin diperoleh di sekolah; sehingga kesempatan tersebut dapat mengembangkan bakat khusus atau keterampilan mereka. 2. Siswa dapat melihat berbagai kegiatan secara individu maupun kelompok dan dihayati secara langsung yang akan memperdalam dan memperluas pengalaman mereka.
Inspirasi Menulis Puisi di Alam Bebas | 35 3. Dalam kesempatan ini siswa dapat bertanya jawab, menemukan sumber informasi yang dihadapi, sehingga mungkin mereka menemukan bukti kebenaran teorinya, atau mencobakan ke dalam praktik. 4. Dengan objek yang ditinjau itu siswa dapat memperoleh bermacam-macam pengetahuan dan pengalaman yang terindah, yang tidak terpisah-pisah dan terpadu. Menulis puisi merupakan bentuk ekspresi tulis yang diungkapkan penulis/penyair yang bersumber dari inspirasi atau gagasan pikiran penulis. Ekspresi tulis itu merupakan kegiatan yang memungkinkan kita mendapatkan pengalaman artistik dalam menulis puisi. Saat kita mengalami atau memperhatikan kejadian luar biasa, misalnya melihat kecelakaan kereta api dengan ratusan korban, membaca berita tentang tewasnya seorang anak yang terjatuh dari lantai 15 apartemennya, melihat anak kecil mengamen di tengah jalan tanpa menghiraukan hiruk pikuknya jalan raya dan lain sebagainya. Pengalaman tersebut dapat sebagai pemancing minat Anda dalam menulis puisi. Mungkin Anda pernah menulis puisi pada buku harian, cobalah Anda membuka kembali buku harian Anda. Barangkali Anda terkejut sebab ternyata Anda pernah mengekspresikan pengalaman menjadi untaian kata yang puitis, artistik, dan estetis. Ada baiknya kreativitas Anda tersebut ditekuni secara serius dengan banyak mengekspresikan pengalaman dalam bentuk menulis puisi. Pertanyaan muncul, apa yang menyebabkan seseorang mampu menulis puisi? Jawabnya adalah kemahiran menulis puisi sebenarnya berkaitan erat dengan pengalaman seseorang dalam menuangkan ide dan perasaannya dalam bentuk
Inspirasi Menulis Puisi di Alam Bebas | 36 puisi. Pengalaman tersebut juga didukung dengan pengalaman memperhatikan, mencermati, dan merenungkan, dan merangkainya ke dalam larik-larik puisi. Seorang yang memiliki pengalaman bahasa, pengalaman estetis, pengalaman artistik dan pengalaman ekspresi yang tinggi diharapkan mampu menuangkan idenya dalam bentuk karya puisi. Dengan demikian, cara terbaik sebagai penulis puisi ialah menulis dan terus menulis, membaca dan terus membaca, serta mendiskusikan puisi yang dibuat dengan orang lain yang dianggap memiliki pengalaman yang lebih banyak dari dirinya. Menulis puisi memerlukan bahan-bahan yang relatif cukup agar memiliki wawasan yang banyak dan luas. Bahan tersebut adalah realitas kehidupan, pengalaman sehari-hari baik lahir maupun batin. Anda sebaiknya memulai dari pengalaman-pengalaman tersebut. Beberapa teori menyebutkan bahwa menulis puisi harus dimulai dari tema sebab tema adalah sesuatu yang hendak diungkapkan oleh seorang penulis. Itulah yang menyebabkan Anda sibuk untuk merumuskan tema, misalnya cinta, kemelaratan, kebringasan, keadilan, dan sebagainya. Walaupun tema sudah ditentukan terkadang masih terdapat kebuntuan dalam menjabarkan tema tersebut dalam larik-larik puisi. Sebenarnya menulis puisi tidak harus berangkat dari tema. Proses kreatif dapat bermula dari mana saja, yang penting bermuara pada kreativitas yaitu puisi yang diciptakan. Kenyataan dan pengalamanlah yang efektif dalam mengawali penulisan puisi. Tjahyono (1999) berpendapat bahwa beberapa pengalaman kongkret apapun dapat menjadi inspirasi awal menulis puisi. Begitu juga
Inspirasi Menulis Puisi di Alam Bebas | 37 dengan ketajaman memperoleh informasi dan kemampuan menangkap ide dari satu peristiwa atau kejadian dapat dikembangkan menjadi puisi. Kreativitas terpenting adalah langsung menuliskan begitu Anda mendapat inspirasi atau menemukan ide untuk ditulis menjadi puisi. Ketika Anda duduk di dalam angkutan kota. Di luar angkutan yang Anda tumpangi terlihat seorang anak kecil dengan nada sumbang dan alat musik seadanya menghibur para penumpang. Pakaiannya lusuh, badannya kurus, rambutnya kusut dan kumal sekali. Kondisi ini dapat memunculkan inspirasi puisi: Pengamen Kecil Tubuh mungil kurus Tiada terurus Kumal dekil tak beralas kaki Dada ramping menampakkan iga tak berlapis Ketika Anda tertarik dengan seekor kupu-kupu yang sedang terbang dan hinggap dari satu bunga ke bunga yang lain. Anda dapat menulis puisi. Kupu-kupu Betapa merdekanya kau terbang Dari bunga ke bunga
Inspirasi Menulis Puisi di Alam Bebas | 38 Misalnya di perempatan jalan Anda melihat seorang bocah kecil menjajakan koran. Ia menghiba mengharapkan orang-orang membeli korannya. Anak Penjaja Koran Suaramu parau, bersaing dengan deru kendaraan Tak kenal lelah karena hidup tak boleh kalah Tanganmu mengetuk setiap jendela mobil Koran, Om? Walau mobil segera berlalu karena lampu merah Mendadak hijau Berbagai kejadian atau peristiwa sehari-hari dapat dijadikan bahan untuk menulis puisi. Peristiwa tersebut sangat alami dan cukup mudah untuk kita mulai menulis puisi. Kejadian yang menarik yang Anda alami adalah bahan utama untuk diolah sebagai puisi. Salah satu hal yang juga harus diperhatikan dalam menulis puisi adalah bagaimana menata ciri visual pada puisi yang akan Anda tulis. Ciri visual ini disebut juga dengan bentuk ekspresi. Bentuk ekspresi secara operasional dapat dimaknai sebagai usaha untuk menata huruf demi huruf dan kata demi kata. Secara visual puisi terbangun oleh larik dan bait. Satu bait dalam puisi umumnya berisi satu pokok pikiran. Dengan demikian fungsi bait dalam puisi mirip dengan fungsi paragraf dalam karya narasi. Penulisan dan peletakan bait dan larik harus benar-benar diperhatikan termasuk pemenggalan larik yang biasa dikenal dengan
Inspirasi Menulis Puisi di Alam Bebas | 39 enjambemen. Perhatikan puisi di bawah ini. Layang-layang Sebuah layang-layang, layang-layang siapa Melintasi mega Namun tiada merdeka Benang panjang membelitnya dalam udara terbuka Ingin ia terbang makin tinggi Tapi cuma mimpi Sebuah laying-layang, laying-layang siapa Terjepit di ranting trembesi Tinggal rangka kini Layang-layang siapa Tengsoe Tjahjono
Inspirasi Menulis Puisi di Alam Bebas | 40 Contoh Inspirasi Puisi di Alam Bebas: Keindahan Alam Betapa indahnya negeri ini Laut yang beombak Lereng yang bertingkat-tingkat Angin berembus sepoi-sepoi Berdiri aku di tepi pantai Di bawah langit yang membentang Merasakan negeri keindahan Indonesia yang ku sayang Indonesia Negeri Khatulistiwa Beribu nikmat di dalamnya Pemberian dari Tuhan Yang Esa Agar bersyukur kita kepada-Nya.
Inspirasi Menulis Puisi di Alam Bebas | 41 Keramahan Alam Bila datang ke negeriku Kan disambut dengan alam yang hijau Dengan gunung yang menjulang Dan ombak yang berderai di lautan Burung-burung akan bernyanyi Bersiul-siul sepanjang pagi Riangnya tiada pernah berhenti Memuji robbul Izzati Bila datang ke negeriku Kan kau lihat sungai mengalir Angin-angin bersemilir Bunga mekar beribu-ribu.
Inspirasi Menulis Puisi di Alam Bebas | 42 Pesona Alam Hijau Terperosok pada hamparan hijau Menggantung pada nuansa manja ilalang Tunggu! akan ku hirup perlahan aroma rumput ini Sebab, ku tau inilah ciptaan Tuhan yang harus kita nikmati Jauh di ufuk kehijauan Dengan dasar coklat yang menyatu pada komponen penting Berbasis kesuburan, yang terikat pada keindahan tanaman liar Sebut saja bunga Bunga menjadikan sepasang aksa siap meraih Sentuhan halus jemari mungil Siap mengabadikan momen kemekarannya Bidikan-bidikan kecil siap menjadikan momen indah untuk dikenang Sebagai hal ciptaan Tuhan yang terinda
Inspirasi Menulis Puisi di Alam Bebas | 43 Alam Tepian Pantai Gelombang air menari-nari di tepian pantai Menyapa pasir yang dimainkan bocahbocah pantai Gerombolan camar berterbangan di atas ombak Berharap ikan segar tersambar diparuh-paruh mereka Gelombang ombak tepian pantai mengusap kedua mata kaki Terasa dingin meresa hingga ke relung dada Ikan-ikan kecil genit menggigit telapak kaki Menambah perasaan suka berada di alam indah ini Kupandangi jauh di ufuk benang kemerahan Terasa indah di pandang mata Kurasa sinar mentari indah inilah Yang menyatukan langit biru Dan laut dengan hamparan luasnya Ya Tuhan Perkenankan kami untuk menikmati indah alam-Mu Beberapa kali lagi Sebelum raga berada di ujung lubang tanah Perkenankan kami menjaga alam indah-Mu ini Agar lestari hingga ke akhir masa.
Inspirasi Menulis Puisi di Alam Bebas | 44 Alamku Sahabatku Alamku adalah sahabatku Tempat aku berdiam dan tinggal Dia telah banyak memberikan Apa yang aku butuhkan Jangan hujannya dia mencurahkan Segenap air yang kami butuhkan Dengan pepohonan yang dia tumbuhkan Kami menghirup kesegaran Dengan lautan yang dihamparkan Kami berlayar mencari ikan Dengan gunung-gunung menjulang Kami buat persawahan Dengan alam Tuhan memberikan Segalanya yang manusia membutuhkan Agar mereka bersyukur Jangan sampai manusia kufur Kepada-Nya kita bersujud Merendahkan diri ini Menjadi hamba yang mengerti Keagungan Ilahi Robbi.
Inspirasi Menulis Puisi di Alam Bebas | 45 Lautan Bumi Pertiwi Terbentang luas alam negeriku Puisi ini ku berikan cinta untukmu Semilir angin di pesisir laut Menyadarkan arti sebuah keanekaragaman Rimpuh... kisahmu kini Nestapa yang kian membuncah Sadar bahwa usiamu kini sudah menua Tapi hasrat... kau selalu digenggam Pohon, danau, laut mulai mengobarkan industri alam yang baru Mengisi cinta pada perolehan yang kelak tidak menjadi kekal Nabastala berkata. Bahwa bumi ini akan menjadi bumi yang kekal dan abadi Dengan pancaran indah pesona Sang Ilahi Sumber: Pantuncinta2000, Kozio