The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

201920471011072_OCTAVIANA PUTRI G_APOTEK

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by octavianaghozali, 2022-06-15 23:59:38

201920471011072_OCTAVIANA PUTRI G_APOTEK

201920471011072_OCTAVIANA PUTRI G_APOTEK

Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA)
Di Apotek Sukun Farma Malang

18 Agustus 2020 – 14 September 2020

melebihi 32 mg / hari. ANAK 6-12 thn: PO
2 mg / dosis 3 sd 4 x / har.i Jangan melebihi
24 mg / hari. ANAK-ANAK 2 sampai 6 thn:
PO 0,1 sampai 0,2 mg / kg / dosis 3 kali /
hari. Jangan melebihi 12 mg / hari.

Kontraindikasi Takiaritmia jantung. A to Z Drug
Facts

Efek Samping Gemetaran, gugup, MIMS
Perhatian mual,muntah,takikardia,palpitasi,nyeri Indonesia
dada,gemetar,pusing,sakit kepala, insomnia,
hiperaktif, hipertensi, hipotensi, peningkatan MIMS
keringat, reaksi alergi, DM, kram otot, Indonesia
sindrom mirip flu, konjungtivis, ISK,
hipokalemia, sindrom stevens-johnson.
Kehamilan kategori C

Aspek Informasi obat Pustaka

Meloxicam

Komposisi 7.5 mg MIMS Indonesia

Kelas Farmakologi Obat anti inflamasi Nonsteroid (NSAID) A to Z drug

Bentuk sediaan Tablet MIMS Indonesia

Indikasi Meredakan tanda dan gejala osteoartritis. A to Z drug
mengurangi rasa nyeri yang diakibatkan oleh
penyakit arthritis dan juga asam ura

Dosis 7,5 sampai 15 mg sekali sehari (maksimum 15 A to Z drug
Kontraindikasi mg / hari).
Hipersensitivitas (mis., Asma, urtikaria, reaksi Drug Information
tipe alergi) terhadap meloxicam, aspirin, Hanbook 17th ed
NSAID lain, atau komponen formulasi
lainnya; nyeri perioperatif dalam pengaturan
operasi coronary artery bypass graft (CABG)

Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang Page 142

Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA)

Di Apotek Sukun Farma Malang
18 Agustus 2020 – 14 September 2020

Efek Samping Retensi cairan, edema, insufisiensi ginjal, MIMS Indonesia
gagal ginjal akut, nekrosis papiler ginjal
(penggunaan lama), hiperkalemia, penglihatan
kabur, anemia, jarang, agranulositosis,
trombositopenia, leukopenia.

Perhatian Kategori kehamilan C MIMS Indonesia

c. Assessment
 Menerima resep dari pasien atau keluarga pasien.
 Melakukan screening resep terkait kelengkapan resep meliputi administrative,farmasetik
dan klinis
 Memastikan bahwa pasien sesuai dengan nama dan alamat yang tertera pada resep
 Menyakan terkait three prime question
 Memastikan indikasi obat yang ada di resep sesuai dengan keluhan dan kondisi pasien
 Menanyakan kemungkinan ada penyakit lain yang diderita pasien
 Menanyakan terkait alergi obat pasien.
 Menanyakan terkait obat-obatan/suplemen/jamu yang sedang dikomsumsi saat ini atau
dalam kurun waktu dekat.
 Menghitung harga lalu dikonfirmasi kepada pasien/keluarga pasien.

d. Analisa kesesuaian dosis

Nama Obat Dosis dalam resep Dosis dalam literarur Kesesuaian
Sanmol 3x 1 tab Oral: 325-650 mg setiap Sesuai
4-6 jam atau 1000 mg 3-
Levofloxacin 1 x 1 tab 4 kali / hari; jangan Sesuai
Salbutamol 3 x 1.5 mg melebihi 4 g / hari. Sesuai
PO / IV 750 mg tiap 24
Meloxicam 3 x 1tab jam. Sesuai
2-4 mg 3 atau 4 kali
sehari, sampai 8 mg 3
atau 4 kali sehari sesuai
kebutuhan pada
beberapa pasien.
7,5 sampai 15 mg sekali
sehari (maksimum 15
mg / hari).

Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang Page 143

Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA)

Di Apotek Sukun Farma Malang
18 Agustus 2020 – 14 September 2020

e. Drug related problem (DRP)

Nama obat Kategori DRP Penyelesaian
DRP
Levofloxacin + Interaksi Risiko stimulasi / kejang Hati-hati dalam
meloxicam obat SSP. Pemindahan GABA penggunaannya,
dari reseptor di otak. jangan diminum
Meloxicam, sanmol Indikasi bersamaan beri jeda
obat sama Indikasi obat sama yaitu 15-30 menit setiap
mengurangi nyeri dan
demam obatnya

Pemakainannya tidak
bersamaan. beri jeda
15-30 menit setiap
obatnya

f. Penyiapan Obat

Nama obat kekuatan Bentuk perhitungan Jumlah
sediaan
Sanmol 500 mg Tablet 1 x 10 = 10 tablet 10 tablet
Lefofloxacin 500 mg Tablet 1 x 6 = 6 tablet 6 tablet

Salbutamol 4 mg Tablet 1.5 mg x 10= 15 4 tablet
Tablet mg / 4 mg= 3. 75 10 tablet
Meloxicam 7.5 mg tablet
1 x 10 = 10 tablet

g. Cara peracikan
 Ambil salbutamol 4 mg sebanyak 4 tablet , dan meloxicam 7.5 mg 10 tablet
 masukkan semuanya ke mortir, kemudian gerus semuanya sampai halus dan homogen.
 Pilihlah kapsul yang sesuai dengan jumlah sedian dan ukuran sesuai dengan jumlah yang
akan dimasukkan
 Masukkan sediaan kedalam cangkang kapsul. Tutup kapsul dengan cangkak penutupnya
sampai terdengar bunyi klik
 Bersihkan bagian luar cangkang dan rapihkan.
 Masukkan kapsul kedalam plastic klip
 Siapkan Sanmol 10 tablet dan Levofloxacin 6 tablet
 Berikan semua etiket obat , lalu masukkan ke plastic. Rapikan

Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang Page 144

Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA)

Di Apotek Sukun Farma Malang
18 Agustus 2020 – 14 September 2020

h. Etiket dan copy resep

APOTEK SUKUN FARMA APOTEK SUKUN FARMA

Jl. S. Supriadi 36-D Telp. 365277 Malang Jl. S. Supriadi 36-D Telp. 365277 Malang

No: xxxx Tgl: No: xxxx Tgl:
07/08/20 07/08/20

Nama: Tn S Nama: Tn S

1 x sehari 1 tablet 3 x sehari 1 tablet

Sesudah makan/ sebelum makan Sesudah makan/ sebelum makan

dihabiskan

APOTEK SUKUN FARMA

Jl. S. Supriadi 36-D Telp. 365277 Malang

No: xxxx Tgl:
07/08/20

Nama: An N

3 x sehari 1 kapsul

Sesudah makan/ sebelum makan

 Etiket digunakan sebagai penanda cara penggunaan obat/aturan pakai obat

i. Penyerahan disertai informasi terkait materi informasi yang diberikan:

 Memanggil nama pasien

 Menyesuaikan kembali nomor antrian dan identitas pasien dengan yang tertera diresep

 Menjelaskan kegunaan obat dan cara minumnya

 Pasien mendapatkan Sanmol untuk demam diminum 3 kali sehari 1 tablet, pagi, siang

dan malam sesudah makan

 Yang obat kedua berupa racikan sebanyak 10 kapsul yang terdiri dari salbutamol ddan

meloxicam. Diminum 3 kali sehari 1 kapsul pagi,siang dan malam sesudah makan.

 Yang ketiga levofloxacin diminum 1 kali sehari 1 tablet, harus dihabiskan karena

antibiotic . diminum pagi hari sesudah makan.

 Memberitahu pasien untuk tidak mengkonsumsi obat lain selama konsumsi obat

levofloxacin karena obat sering berinteraksi dengan obat lain seperti obat dm dan

kortikosteroid.

 Obat disimpan ditempat yang kering dan dalam suhu ruangan serta terhindar dari sinar

matahari langsung. Jika dirumah terdapat kotak maka simpan pada kotak obat.

 Menyarankan kepada pasien agar banyak minum air putih , istirahat yang cukup,

mengkonsumsi makanan yang baik seperti sayuran, tidak makan goring-gorengan dulu.

 Kemudian menanyakan pasien apakah ada hal yang belum diketahui atau ingin

ditanyakan lebih lanjut.

 Mendoakan agar pasien lekas sembuh dan mengucapkan terimah kasih.

Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang Page 145

Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA)
Di Apotek Sukun Farma Malang

18 Agustus 2020 – 14 September 2020

4.2 Tugas PKPA Kelompok

4.2.1 Penyuluhan Hipertensi
Tema Penyuluhan

Tujuan Penyuluhan Untuk memberikan pengetahuan mengenai
hipertensi serta penyebab, pencegahan, dan

pengobatan

Metode Penyuluhan Presentasi, Tanya jawab dan cek kesehatan
gratis

Alamat Penyuluhan Jl. S. Supriadi No.24, Kec. Sukun, Kota

Malang, Jawa Timur, Kodepos 65147

Jumlah Peserta 20 orang

Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang Page 146

Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA)
Di Apotek Sukun Farma Malang

18 Agustus 2020 – 14 September 2020
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan kegiatan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA yang telah

dilaksanakan di Apotek Sukun Farma pada tanggal 18 Agustus 2020 hingga 01 September
2020, dapat disimpulkan bahwa:

a) Peran Apoteker di Apotek meliputi aspek manajerial dan aspek pelayanan kefarmasian
klinis. Aspek manajerial yang meliputi pengelolaan resep dan pengelolaan sediaan
farmasi seperti perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, penjualan, dan
pelaporan. Sedangkan aspek pelayanan kefarmasian meliputi pelayanan resep (obat
keras, OOT, dan prekursor), pelayanan non resep (OTC dan OWA), pelayanan KIE
(Konseling, Informasi dan Edukasi), dan pelayanan swamedikasi.

b) Kegiatan Praktek Kerja Profesi Apoteker di Apotek memberikan pengetahuan,
pemahaman, dan pengalaman praktis tentang pekerjaan kefarmasian di Apotek.

c) Kegiatan Praktek Kerja Profesi Apoteker di Apotek memberikan pengetahuan
dan pengalaman tentang pelayanan kefarmasian yang dapat dilakukan melalui aplikasi
Halodoc.

5.2 Saran
Sebelum melakukan praktek kerja profesi apoteker di Apotek, sebaiknya calon apoteker

membekali diri dengan mempelajari beberapa hal sebagai berikut:
a) Pengetahuan terkait aspek manajerial apotek seperti pengelolaan resep, dan pengelolaan
sediaan farmasi dan bahan medis habis pakai yang meliputi perencanaaan, pengadaan,
penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pencatatan dan pelaporan.
b) Pengetahuan terkait aspek farmasi klinis seperti alur pelayanan resep (obat keras,
psikotropika, narkotika, precursor dan OOT), pelayanan non resep (OTC dan OWA),
pelayanan KIE (Konseling, Informasi dan Edukasi), pelayanan swamedikasi dan
Home care.

Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang Page 147

Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA)
Di Apotek Sukun Farma Malang

18 Agustus 2020 – 14 September 2020

DAFTAR PUSTAKA

Aberg, J.A., Lacy,C.F, Amstrong, L.L, Goldman, M.P, and Lance, L.L. 2009. Drug Information
Handbook, 17th edition. United State: Lexicomp.

Abdul, M. 2006. Pedoman Penggunaan Obat Bebas dan Obat Bebas Terbatas.1-2. Jakarta:
Departemen Keseatan Republik Indonesia.

BNF, 2011. British National Formulary 61st edition, Lamberth High Street, London: BMJ Group
and RPS Publishing.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2009. Undang-Undang Republik Indonesia
Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik
Indonesia.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2009. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
Nomor 44 Tahun 2010 tentang Prekursor. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik
Indonesia.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1990. Peraturan Menteri Kesehatan RI No
416/Menkes/Per/IX/1990. Jakarta : Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1332/MENKES/SK/X/2002 tentang
Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
922/MENKES/PER/X/1993 Tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin
Apotek. Jakarta: Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 347/MENKES/SK/VII/1990 tentang
Obat Wajib Apotek. Jakarta : Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1176/MENKES/SK/X/1999 tentang
Daftar Obat Wajib Apotek No. 3. Jakarta : Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

MIMS Online. 2020. https://www.mims.com/ Pemerintah Kesehatan Republik Indonesia .2009.
Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian.
Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Peraturan Kepala Badan POM Nomor 7. 2016. Pedoman Pengelolaan Obat-Obat Tertentu
yang Sering Disalahgunakan. Jakarta : Peraturan Kepala Badan POM Republik
Indonesia.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. 2016. Peraturan Menteri Kesehatan
Republik Indonesia Nomor 73 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek.
Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. 2017. Peraturan Menteri Kesehatan
Republik Indonesia Nomor 9 tentang Apotek. Jakarta: Kementerian Kesehatan
Republik Indonesia.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2015 tentang Peredaran,
Penyimpanan, Pemusnahan, dan Pelaporan Narkotika, Psikotropika, dan
Prekursor Farmasi. Jakarta : Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang Page 148

Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA)
Di Apotek Sukun Farma Malang

18 Agustus 2020 – 14 September 2020

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2018 tentang Pelayanan
Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik Sektor Kesehatan. Jakarta :
Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2016 tentang Perubahan
atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 889/MENKES/PER/V/2011 tentang
Registrasi, Izin Praktek, dan Izin Kerja Tenaga Kefarmasian. Jakarta : Menteri
Kesehatan Republik Indonesia.

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 35 tahun 2014 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian
di Apotek. Jakarta : Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

Peraturan Menteri Kesehatan nomor 889 tahun 2011 tentang Registrasi, Izin Praktik, dan Izin
Kerja Tenaga Kefarmasian. Jakarta Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2016 tentang Fasilitas Pelayanan
Kesehatan. Jakarta: Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

Tatro, D.S. 2003. A to Z Drug Facts. San Fransisco : Facts and Comparisons.
Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika
Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang Page 149

Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA)
Di Apotek Sukun Farma Malang

18 Agustus 2020 – 14 September 2020

LAMPIRAN

Lampiran 1 Kelengkapan Apotek

Surat Pesanan Obat

Surat Pesanan Narkotika Page 150

Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA)
Di Apotek Sukun Farma Malang

18 Agustus 2020 – 14 September 2020

Surat Pesanan Psikotropika

Surat Pesanan Psikotropika Page 151

Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA)

Di Apotek Sukun Farma Malang
18 Agustus 2020 – 14 September 2020

Surat
Surat Pesanan Prekursor

Contoh Faktur Page 152

Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA)

Di Apotek Sukun Farma Malang
18 Agustus 2020 – 14 September 2020

Copy Resep

Kartu Stok Page 153

Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA)

Di Apotek Sukun Farma Malang
18 Agustus 2020 – 14 September 2020

Etiket Obat Dalam (putih) Etiket Obat Luar (Biru)

Penyimpanan Faktur

Papan Nama Apoteker dan jam praktek apoteker Page 154

Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA)
Di Apotek Sukun Farma Malang

18 Agustus 2020 – 14 September 2020

Lampiran 2 Fasilitas Apotek

Timbangan Komputer
Buku Penunjang

Ruang Tunggu

Penyimpanan Resep dan dokumen

Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang Page 155

Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA)
Di Apotek Sukun Farma Malang

18 Agustus 2020 – 14 September 2020

Lahan Parkir

Toilet

Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang Page 156

Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA)

Di Apotek Sukun Farma Malang
18 Agustus 2020 – 14 September 2020

Meja Racik

Wastafel Page 157

Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA)
Di Apotek Sukun Farma Malang

18 Agustus 2020 – 14 September 2020

LAMPIRAN 3 Penyimpanan Obat

Rak Obat

Gudang Page 158

Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA)
Di Apotek Sukun Farma Malang

18 Agustus 2020 – 14 September 2020

Tampak Depan

Lemari Pendingin Page 159

Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA)

Di Apotek Sukun Farma Malang
18 Agustus 2020 – 14 September 2020

Lemari Narkotik dan Psikotropik

Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang Page 160

Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA)
Di Apotek Sukun Farma Malang

18 Agustus 2020 – 14 September 2020
LAMPIRAN 4 Kegiatan Penyuluhan

Pengobatan Gratis

Proses Penyuluhan Page 161

Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA)

Di Apotek Sukun Farma Malang
18 Agustus 2020 – 14 September 2020

Proses Penyuluhan

Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang Page 162

PROPOSAL
Pendirian
Apotek

Kelompok

1. Aziza Ratna Sari (069)
2. Octaviana Putri Ghozali (072)
3. Rovidatul Nur A’isyah (073)

Program Studi Profesi Apoteker
Fakultas Ilmu Kesehatan
2020

LEMBAR PENGESAHAN

TUGAS PRAKTEK KERJA PROFESI APOTEKER
“BUSSINESS PLAN”

DI APOTEK SUKUN FARMA
18 Agustus 2020 – 14 September 2020

Disusun Oleh:

Aziza Ratna Sari 201920472011069
201920471011072
Octaviana Putri Ghozali 201920471011073
Rovidatul Nur A’isyah

Disahkan Oleh:

Apoteker Penanggungjawab Apotek Pemilik Sarana Apotek
di Tempat PKPA Apotek Sukun Farma di Tempat PKPA Apotek Sukun Farma

(apt. Ely Koesoemwati, S.Si) (apt. Mutiara Titani, S.Farm., M.Sc)

Dosen Pembimbing PKPA Mengetahui
Program Studi Profesi Apoteker UMM Kepala Program Studi Profesi Apoteker

Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas
Muhammadiyah Malang

(apt. Engrid Juni Astuti., M.Farm) (apt. Ika Ratna Hidayati, S.Farm., M.Sc)

“kesembuhan dan kepuasan anda adalah kebahagiaan kami” Page ii

DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN………………………………………………………………… ii
DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………. iii
DAFTAR GAMBAR………………………………………………………………………. v
DAFTAR LAMPIRAN…………………………………………………………………….. vi

1.4 Tujuan Pendirian Apotek………………………………………………..……… 2
1.5 Manfaat Pendirian Apotek……………………………………………..………. 3
BAB II ASPEK-ASPEK APOTEK……………………………………………….……….. 4
2.1 Nama dan Lokasi Apotek…………………………………..................….…… 4
2.2 Sarana dan Prasarana Apotek……….………………………………….…….… 4

2.2.1 Bangunan……………………….……….……………………….……….. 4
2.2.2 Perlengkapan ……………….…………………………………….……… 4
2.2.3 Pengadaan Perbekalan Farmasi………………………………………..…. 6
2.3 Pengelolaan Sumber Daya Manusia...……………………………………..…… 6
2.3.1 Struktur Organisasi….………….……………..………………………….. 6
2.3.2 Jumlah Tenaga Kerja……….…………………………………..………… 6
2.4 Plan of Action………………..…………….…………………………………… 7
2.5 Lokasi Apotek……………………….……….……………….………………… 7
2.5.1 Peta Lokasi Apotek…………………..………………….………….…….. 7
2.5.2 Logo Apotek…….………….………………………………..…………… 7
2.5.3 Papan Nama Apotek………………………………………….……….…. 8
2.5.4 Desain Apotek……...……….…………………………………….……… 9
2.5.5 Data Pendukung………………………………………………….………. 10
BAB III PELUANG DAN PROSPEK PEMASARAN…………………………….……… 13
3.1 SWOT Analisis……….………………..……………………………………..… 13
3.1.1 Internal………………………….…………….…………….…………….. 13
3.1.2 Eksternal…...……………….…………………..………………………… 14
3.2 Potensi Pasar……….………………..…………………………………..……… 14
BAB IV ANALISIS KEUANGAN………………………………………….…………….. 15
4.1 Modal…………………………….…………………..….……………………… 15
4.1.1 Daftar Pemilik Modal…………………………….…………………….…. 15

“kesembuhan dan kepuasan anda adalah kebahagiaan kami” Page iii

4.2 Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Apotek.………………………….. 15
4.2.1 Anggaran Modal Operasional…..…………………………………………. 15
4.2.2 Anggaran Perlengkapan dan Investasi Apotek.……………………….…... 15

4.3 Rencana Anggaran Pengeluaran…………….……………..…………………… 16
4.3.1 Biaya Rutin Bulanan…………………………………..………………….. 16
4.3.2 Biaya Rutin Setahun …….……………………………………..………… 16
4.3.3 Alokasi Modal/ Biaya Keseluruhan Pertama…………………………….. 16
4.3.4 Rancang Perkiraan Pendapatan Tahun Pertama………………………….. 16
4.3.5 Biaya Rutin Pengeluaran dan Pangadaan Obat Tahun Pertama……..…… 16
4.3.6 Biaya Pengeluaran Laba Rugi Tahun Pertama…………………………… 17
4.3.7 BEP Tahun Pertama………………….…………………………..………. 17

4.4 Rancangan Pendapatan untuk 5 Tahun ke Depan…...…………………………. 19
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN……………………………………………………. 20

5.1 Kesimpulan……………………….…………………………………………….. 20
5.2 Saran..…………………………….…………………………………………….. 20
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………. 21
LAMPIRAN………………………………………………///……………………………… 22

“kesembuhan dan kepuasan anda adalah kebahagiaan kami” Page iv

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman 7
7
2. 1 Lokasi Xone Apotek 8
8
2.2 Peta lokasi Xone Apotek 9
2.3 Logo Apotek 9
2. 4 Papan Nama Apotek 10
2.5 Papan Nama Apoteker
2.6 Desain Apotek
2.7 Lay Out Apotek

“kesembuhan dan kepuasan anda adalah kebahagiaan kami” Page v

DAFTAR LAMPIRAN

LampiranHalaman

Lampiran 1 Permohonan Surat Izin Apotek (SIA) 22
23
Lampiran 2 Berita Acara Pemeriksaan Apotek 24
28
Lampiran 3 Hasil Pemeriksaan
29
Lampiran 4 Laporan Pengalihan Tanggung Jawab Pelayanan 30
Kefarmasian 32
Lampiran 5 Copy Resep 33
37
Lampiran 6 Etiket Obat

Lampiran 7 Surat Pesanan Obat Bebas, Keras, dan Alat Kesehatan

Lampiran 8 Contoh Surat Pesanan

Lampiran 9 Daftar Harga Obat

“kesembuhan dan kepuasan anda adalah kebahagiaan kami” Page vi

BAB I
PERENCANAAN STRATEGI
1.1 Latar Belakang
Apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktek
kefarmasian oleh Apoteker, sesuai dengan definisi yang tercantum pada PP No 51
Tahun 2009. Dalam menjalankan praktik kefarmasian di apotek, apoteker harus
menerapkan standar pelayanan kefarmasian di apotek. Penyelenggaraan Standar
Pelayanan Kefarmasian di Apotek telah pada Peraturan Menteri Kesehatan No 73
Tahun 2016. Untuk dapat menjaankan standar yang baik, maka harus didukung
dengan sarana prasarana yang memadai, termasuk sarana prasarana penunjang.
Sarana prasarana penunjang dalam hal ini adaah Apotek yang harus memiliki
bangunan ruangan meliputi ruang penerimaan resep, ruang pelayana resep dan
peracikan, ruang penyerahan obat, ruang konseing, ruang penyimpanan sediaan
farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai.
Pelayanan Kefarmasian telah mengalami perubahan yang semula hanya
berfokus kepada pengelolaan Obat (drug oriented) berkembang menjadi pelayanan
komprehensif meliputi pelayanan Obat dan pelayanan farmasi klinik yang bertujuan
untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Sehingga di sini apoteker juga dituntut
untuk dapat meningkatkan kompetensi dan kesadaran untuk memberikan pelayanan
terbaik bagi pasien. Dalam upaya meningkatkan kualitas hidup pasien, Apoteker
wajib meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku agar dapat
melaksanakan interaksi langsung dengan pasien. Bentuk interaksi tersebut antara
lain adalah pemberian informasi Obat dan konseling kepada pasien yang
membutuhkan. Dalam hal ini berkaitan dengan pelayanan farmasi klinik di Apotek
yang merupakan bagian dari Pelayanan Kefarmasian yang langsung dan
bertanggung jawab kepada pasien berkaitan dengan Sediaan Farmasi, Alat
Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai dengan maksud mencapai hasil yang pasti
untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Namun permasalahan yang sering
muncul dalam upaya penerapannya adalah keberadaan Apoteker yang tidak selalu
ada di Apotek dan digantikan oeh tenaga teknis kefarmasian, sehingga peran
apoteker kurang dirasakan oleh masyarakat. Jadi tidak heran jika masyarakat mulai

1

menegasikan keberadaan apoteker. Peran vital apoteker dalam menjaga mutu,
keamanan dan khasiat obat seakan-akan hilang karena minimnya interaksi dan
komunikasi yang diakukan kepada pasien.

Untuk itu hadirlah Xone Apotek yang menggagas kembali peran dan fungsi
apoteker di Apotek sesuai dengan standar pealayanan kefarmasian di Apotek yang
berfokus pada pasien (Patient Oriented). Dengan semakin menjamurnya apotek-
Apotek yang ada, Xone Apotek akan tetap mampu bersaing dengan manjerial yang
baik serta mengedepankan pelayanan terbaik demi kenyaman dan kepuasan pasien
serta demi menjalankan profesi Apoteker yang amanah dan tanggungjawab.
1.2 Misi Apotek
Misi Apotek “Xone Apotek” meliputi :

1. Melaksanakan pelayanan kefarmasian dengan tepat, cepat, informatif dan
ramah dengan menerapkan konsep “Kesembuhan dan Kepuasan Anda
Adalah kebahagiaan kami” secara profesional.

2. Meningkatkan kemampuan juga pengetahuan secara berkelanjutan untuk
menjamin pelayanan kefarmasian yang dilakukan sudah baik dan tepat untuk
masyarakat.

3. Meningkatkan ketersedian obat dan alkes yang dibutuhkan oleh masyarakat
dengan penetepan harga yang kompetitif.

1.3 Moto Apotek
Menjadi Apotek yang melakukan pelayanan kesehatan berbasis patiented

oriented dengan mengedepankan pelayanan terbaik demi kenyaman dan
kepuasan pasien serta demi menjalankan profesi Apoteker yang amanah dan
bertanggungjawab sesuai dengan standar pelayanan kefarmasin di apotek.
1.4 Tujuan Pendirian Apotek
1. Sebagai salah satu sarana atau tempat melakukan pengabdian profesi

apoteker dalam memberikan pelayanan kefarmasian kepada masyarakat.
2. Sebagai salah satu Apotek yang berpegang pada pedoman yang berlaku

dalam rangka membantu kesejahteraan kesehatan Indonesia pada umumnya
dan warga sekitar pada khususnya.

2

3. Apotek diharapkan dapat menjadi tempat Apoteker dalam menyediakan
informasi, edukasi dan konsultasi kesehatan kepada masyarakat. Sehingga
dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam bidang kesehatan.

4. Apotek dapat menyediakan dan melayani kebutuhan obat, alat kesehatan dan
perbekalan farmasi lainnya sesuai dengan kebutuhan masyarakat sebagai
implementasi kompetensi profesi.

1.5 Manfaat Pendirian Apotek
1. Agar dapat menjadi tempat pengabdian profesi apoteker yang telah
mengucapkan sumpah jabatan.
2. Agar dapat sebagai sarana farmasi yang melakukan peracikan, pengubahan
bentuk, pencampuran dan penyerahan obat dan bahan obat.
3. Agar dapat meningkatkan kesehatan masyarakat setempat khususnya dan
masyarakat pada umumnya.
4. Agar dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penggunaan obat
secara rasional dalam praktek pengobatan sendiri (swamedikasi).

3

BAB II

ASPEK-ASPEK APOTEK
2.1 Nama dan Lokasi Apotek

Nama Apotek : Xone Apotek
Lokasi Apotek : Jalan Abdul Ghani Bawah, Ngaglik, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur

65311
2.2 Sarana dan Prasarana Apotek
2.2.1 Bangunan

1. Ruang pelayanan non resep
2. Ruang Pendaftaran atau penerimaan resep
3. Ruang pelayanan resep dan peracikan
4. Ruang konselin penyerahan sediaan sediaan farmasi dan alkes
5. Ruang khusus konsultasi / konseling apoteker
6. Ruang penyimpanan sediaan farmasi
7. Ruang administrasi dan penyimpanan data
8. Ruang tunggu

2.2.2 Perlengkapan
1. Alat pembuatan, Pengolahan dan peracikan, yaitu :
 Mortir dan stemper
 Timbangan milligram balance
 Etiket
 Wastafel
 Air galon dan dispenser
 Gelas ukur 10 mL, 25 mL
 Sendok tanduk
2. Alat perbekalan farmasi, yaitu :
 Obat
 Bahan obat
 Kosmetik
 Alat Kesehatan
 PKRT (Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga)

4

3. Wadah pembungkus dan pengemas

 Plastik klip

 Plastik

 Kantong plastik

 Cangkang Kapsul

 Kantong Puyer

 Kertas perkamen

4. Alat administrasi

No Alat-alat

1. Lembar SP
2. Blanko kartu stok obat
3. Blanko salinan Resep
4. Blanko faktur dan blanko nota penjualan
5. Buku pencatatan obat narkotika
6. Buku pesanan obat narkotika
7. Form laporan obat narkotika
8. Buku Defecta
9. Stampel Apotek
10. Kalkulator
5. Perlengkapan Apotek

No Alat-alat

1. Pengatur suhu (termohigrometer)
2. Pendingin ruangan \
3. Alat penyimpanan sediaan farmasi
4. Etalase Kaca depan ukuran 1x1 @6 buah
5. Lemari dan rak untuk penyimpanan obat
6. Lemari pendingin
7. Lemari untuk penyimpanan narkotika dan psikotropika
8. Instalasi listrik
9. Tempat sampah
10. Penerangan
11. Toilet
12. Kursi tunggu
13. Timbangan Badan
14. Mesin Kasir
15. Tensi Meter
16. Meja
17. Komputer
18. Telepon
19. Papan Nama
20. Jam dining
21. Alat kebersihan
22. Alat pemadam kebakaran

5

2.2.3 Pengadaan Perbekalan Farmasi Total

No Jenis 385000
1. Narkotik 312000
2. Psikotropik 1561000
3. Suplemen 6278000
4. Obat Bebas 5867000
5. Obat Bebas Terbatas 9840000
6. Obat Keras 1967000
7. Alkes 3787000
8. Non Obat 29997000

Jumlah Total

2.3 Pengelolaan Sumber Daya Manusia
2.3.1 Struktur Organisasi

DOKTER APA PSA

APING

Asisten Apoteker Administrasi

Garis Koordinasi =
Garis Instruksi =

2.3.2 Jumlah Tenaga kerja

No Struktural Jumlah Jobdisk

1 PSA 3 Menyiapkan Modal dan Kebutuhan terkait ekonomi
dan keuangan apotek

2 APA 1 Melakukan pekerjaan kefarmasian sebagai penanggung
jawab, melakukan pengadaan serta melakukan
konsultasi pengobatan dari jam 08:00-15:00

3 AA 2 Membantu Apoteker dalam menyiapkan obat

1 orang untuk shift 08:00-15:00

2 orang untuk shift 15:00-21:00

6

4 Dokter 1 Melakukan pekerjaan kedokteran, dengan memberikan
resep ke Apotek Xone.

2.4 Plan of Action
Pemilihan lokasi suatu perusahaan akan mempengaruhi risiko dan keuntungan

perusahaan tersebut secara keseluruhan. Lokasi yang strategis adalah lokasi yang dekat
dengan konsumen, dekat dengan supplier, mudah dikembangkan, prospek pasarnya besar,
aman dan nyaman. Selain itu perlu diperhatikan beberapa aspek lokasi yang meliputi:
kepadatan penduduk, tingkat sosial ekonomi, pelayanan kesehatan lain, jumlah pesaing, data
atau alamat Apotek kompetitor, data klinik dokter dan data jumlah penduduk. Pada pemilihan
lokasi pendirian Apotek “Xone” dari hasil tinjauan dari sasaran masyarakat yang akan
dijadikan pelanggan

2.5 Lokasi Apotek
2.5.1 Peta Lokasi Apotek

Gambar 2.1 Lokasi Xone Apotek

7

Gambar 2.2 Peta lokasi Xone Apotek

2.5.2 Logo Apotek

Gambar 2.3 Logo Apotek

2.5.3 Papan Nama Apotek
1. Papan Nama Apotek

Gambar 2.4 Papan Nama Apotek

8

2. Papan Nama Apoteker

Gambar 2.5 Papan Nama Apoteker

2.5.4 Desain Apotek

Gambar 2.6 Desain Apotek

9

Gambar 2.7 Lay Out Apotek

2.5.5 Data Pendukung
1. Kepadatan Penduduk
Berdasarkan Data statistic DISPENDUKCAPIL Kota Batu jumlah
masyarakat yang tersebar pada kecamatan Batu Janan hingga bulan Februari tahun
2020 sebanyak 99.968 jiwa, dengan kepadatan luas wilayah 136,74 km² dan sebaran
penduduk 1.486 jiwa/km². Penghasilan penduduk Kota Batu Kecamatan Batu paling
banyak adalah sebagai petani, kecamatan Batu terkenal sebagai daerah pariwisata dan
pegunungan maka Di bidang pertanian, Batu merupakan salah satu daerah penghasil
apel terbesar di Indonesia yang membuatnya dijuluki sebagai kota apel.
KecamatanBatu merupakan salah satu kecamatan di wilayah Kota Batu yang letaknya
sangat strategis. Posisinya yang berada di tengah kota dan dekat dengan berbagai
tempat wisata.

10

2. PBF di wilayah malang raya
 PT Enseval Putera Megatrading
 PT Indofarma (Persero) Tbk
 Indofarma Global Medica, PT
 PT Intan Baskara Mandiri Farma
 PT Cipta Niaga
 PT ARMEK JUNFA NUSANTARA
 PT EDOJERRIS
 Antar Mitra Sembada
 Anugerah Argon Medica, PT
 PT GRAHA KANDHI FARMA
 PT Benteng Gading GemilangPT HUSENA PHARMACY
 PT Bina San Prima
 PT Duta Dwisarana Prima
 PT Guntur Misri Sentosa
 PT Dwilandra Hida Utama
 PT Fitalab Utama Karya
 PT Sadhana Mundi Sentosa
 Wigo Distribusi Farmasi, PT
 PT Harcel Pharmindo
 PT DKSH Tunggal
 PT Rajawali Nusindo
 Farma Rejeki Mitra Farma, PT
 Pramukitra Pharma, PT
 PT Hikmat Sejati Gemilang Farma
 PT Millenium Pharmacon Int'l Tbk
 PT Merapi Utama Farma
 PT Anugerah Pharmindo Lestari (PT APL)
 PT Parit Padang
*) Sumber data: depkes.go.id

11

3. Pelayanan kesehatan lain:
 RSU Karsa Husada Batu
 RS Bayangkara Batu
 Puskesmas Pesanggrahan

12

BAB III
PELUANG DAN PROSPEK PEMASARAN
3.1 SWOT Analisis
3.1.1 Internal
A. Strength (Kekuatan)
1. Adanya kerjasama dengan praktek Dokter. Sehingga pasien akan lebih cepat
mengenal Apotek ini.
2. Pelayanan Apotek dengan konsep patient oriented.
3. Pelayanan Apoteker sangat professional. Ditunjukkan dengan selalu menerapkan
konsultasi, pemberian informasi, dan edukasi dan serta selalu memonitoring keadaan
pasien yang diperkuat dengan adanya dokumentasi yang akurat (PMR).
4. Apoteker Penanggungjawab Apotek (APA) melakukan pelayanan “HOME
CARE”. Dimana Apoteker akan melakukan pendampingan dalam pelayanan
kefarmasian di rumah terutama untuk pasien yang belum dapat menggunakan obat
dengan cara yang benar atau pasien dengan obat yang perlu pemantauan, yaitu pasien
yang memiliki kemungkinan mendapatkan risiko masalah terkait obat misalnya
komorbiditas, lanjut usia, lingkungan sosial, karateristik obat, kompleksitas
pengobatan, kompleksitas penggunaan obat, kebingungan atau kurangnya
pengetahuan dan keterampilan tentang bagaimana menggunakan obat dan atau alat
kesehatan langsung oleh masyarakat setempat atau pasien kepada apoteker.
5. Apoteker melakukan program “ PENGABDIAN MASYARAKAT” setiap bulannya
dengan bekerjasama dengan puskesmas atau fasilitas kesehatan sekitar serta
kelompok ibu-ibu PKK dalam pemberian edukasi TENTANG ASPEK-ASPEK
KESEHATAN.
6. Selain itu Apotek selalu menyediakan informasi terupdate, yang diberikan secara
langsung kepada pasien, baik melewati tayangan pada monitor TV, poster yang
ditempel di Apotek atau Brosur yang dapat diserahkan dan dibawa pulang oleh
pasien.
7. Sistem manajemen dan komputerisasi yang baik.
8. Kondisi bangunan baru dan nyaman.
9. Kelengkapan jenis / golongan obat-obatan.
10. Memberikan harga yang terjangkau

13

B. Weakness (Kelemahan)
1. Kelemahan / kekurangan yang dimiliki dalam perencanaan Apotek ini adalah modal

yang dibutuhkan cukup besar, namun dapat di atasi dengan kerjasama dengan
beberapa Apoteker.
2. Masyarakat disekitar Apotek memiliki status ekonomi menengah keatas sehingga
berpengaruh terhadap pemilihan obat dalam proses pengadaan.

3.1.2 Eksternal
A. Opportunity (Kesempatan)
1. Wilayah pemukiman penduduk disekitar Apotek berkembang pesat.
2. Bangunan yang baru, bisa mendapatkan segmen masyarakat golongan menengah
keatas.
3. Letak dan lokasi Apotek berdekatan dengan banyak tempat wisata di kota Batu, lokasi
yang cukup padat penduduk dan ramai wisatawan menjadikan lokasi Apotek termasuk
tempat yang strategis, dan letaknya yang berada di pinggir jalan sangat mudah
dijangkau oleh masyarakat.
4. Kesadaran masyarakat akan masalah kesehatan semakin tinggi.
B. Treat (Ancaman)
1. Terdapat beberapa kompetitor berupa Apotek disekitar daerah tersebut.
2. Adanya isu-isu tentang Apoteker yang kurang bertanggungjawab.
3. Maraknya penyalahgunaan obat-obatan

3.2.1 Potensi Pasar
Apotek “Xone Apotek” terletak di Jl. Terusan Sultan Agung No.2, Ngaglik,

Kecamatan Batu, Jawa Timur. Lokasi ini dianggap strategis untuk dijadikan Apotek
dengan pertimbangan-pertimbangan berikut :
1. Letak dan lokasi Apotek berdekatan dengan banyak tempat wisata di kota Batu, lokasi

yang cukup padat penduduk dan ramai wisatawan menjadikan lokasi Apotek termasuk
tempat yang strategis, dan
2. Letaknya yang berada di pinggir jalan sangat mudah dijangkau oleh semua jenis
kendaraan.

14

BAB IV
ANALISIS KEUANGAN

4.1 Modal

4.1.1 Daftar Pemilik Modal

No Nama Pemilik Modal Modal Yang
Diberikan
1. Aziza Ratna Sari Rp. 50.000.000
2. Octaviana putri ghozali Rp. 50.000.000
3. Rovidatul Nur A’isyah Rp. 50.000.000
Rp. 150.000.000
Total Modal
Total
4.2 Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Apotek Rp.385.000
4.2.1 Anggaran Modal Operasional Obat Rp.312.000
No Jenis
1. Narkotik Rp.1.561.000
2. Psikotropik Rp.6.278.000
3. Suplemen Rp.5.867.000
4. Obat bebas Rp.9.840.000
6. Obat bebas terbatas Rp.1.967.000
7. Obat keras Rp.3.787.000
8. Alkes Rp.29.997.000
9. Non obat

Jumlah Total

4.2.2 Anggaran Perlengkapan Investasi Apotek Harga
No. Nama Barang Rp. 170.000
1. Pengatur suhu (termohigrometer) Rp. 300.000
2. Kipas angin @2
3. Etalase Kaca depan ukuran 2x1.5 @4 buah Rp. 6.000.000
4. Lemari pendingin Rp. 1.500.000

15

6. Lemari untuk penyimpanan narkotika dan Rp. 1.500.000
psikotropika
Rp. 60.000
7. Tempat sampah @ 3 buah Rp. 200.000
8. Penerangan Rp. 1.000.000
9. Kursi tunggu @ 2 buah
10. Timbangan Badan Digital Rp. 90.000
11. Meja Kasir Rp. 350.000
12. Tensi Meter Rp. 116.000
13. Meja @ 2 buah Rp. 700.000
14. Komputer 2 set Rp. 2.500.000
15. Telepon Rp. 124.000
16. Papan Nama Rp. 300.000
17. Jam dinding
18. Alat kebersihan Rp. 50.000
19. Alat pemadam kebakaran Rp. 50.000
20. Mortir dan Stemper @2 Rp. 300.000
21. Timbangan digital Rp. 100.000
22. Wastafel Rp. 150.000
23. Air galon + dispenser Rp. 525.000
24. SendokTanduk @ 2 buah Rp. 150.000
25. Kalkulator @3 buah Rp. 20.000
26. Stempel Apotek Rp. 60.000
27. Literatur (ISO, FI V, dll) Rp. 35.000
28. Serbet (5 buah) Rp. 550.000
29. Lain-lain Rp. 14.000
Rp. 1.000.000
Total Rp. 17.914.000

4.3 Rencana Anggaran Pengeluaran Rp.2.500.000
4.3.1 Biaya Rutin Bulanan
16
Biaya Upah Tenaga Kerja
1. Apoteker penanggung jawab (1 orang)

2. Asisten Apoteker (2orang) Rp.2.400.000
3. Administrasi Rp.1.100.000
Rp.6.000.000
Jumlah
Biaya Lain-Lain Rp.300.000
Rp.100.000
1. Listrik, air, telepon, dan keamanan Rp.400.000
2. Lain-lain Rp. 6.400.000

Jumlah Rp. 76.800.000
Total Biaya Rutin Bulanan Rp. 2.500.000

4.3.2 Biaya Rutin Setahun Rp. 79.300.000
Biaya rutin bulanan x 12 bulan= 6.400.000x 12 bulan
Tunjangan Hari Raya (THR)

Total Biaya Rutin Setahun

4.3.3 Alokasi Modal / Biaya Keseluruhan Tahun Pertama Rp. 2.500.000
1. Biaya perijinan Rp. 17.914.000
2. Perlengkapan dan investasi apotek Rp. 29.997.000
3. Modal operasional (obat) Rp.15.000.000
4. Sewa bangunan Rp. 79.300.000
5. Biaya rutin setahun
6. Cadangan modal Rp. 5.289.000
Rp. 150.000.000
Total Modal

4.3.4 Rancangan Perkiraan Pendapatan Tahun Pertama

Rincian Pendapatan Pendapatan Pendapatan
Pertahun Perbulan Perhari

Penjualan obat dari resep Rp. 672.000.000 Rp. 56.000.000 Rp. 2.800.000
35 resep x 20 hari x 12 bulan xRp 80.000
(Margin 25%) Rp. 500.000
Rp. 500.000
Penjualan OTC Rp. 180.000.000 Rp. 15.000.000
30 hari x 12bulan x Rp 500.000
(Margin 20%)

Penjualan OWA Rp. 180.000.000 Rp. 15.000.000
30 hari x 12 bulan x Rp500.000

17

(Margin 25%) Rp. 180.000.000 Rp. 15.000.000 Rp. 500.000
Rp. 4.300.000
Penjualan produk farmasi lain (PKRT, Obat Rp.
Tradisional, alkes, kosmetik) 1.212.000.000
30 hari x 12 bulan x Rp500.000
(Margin 30%)

Total Pendapatan

Rp.101.000.000

4.3.5 Biaya Rutin Pengeluaran Pengadaan Obat Tahun Pertama

1. Pembelian obat resep( 75% x Rp. 672.000.000) Rp.504.000.000
2. Pembelian OTC (80% x Rp. 180.000.000) Rp.144.000.000
3. Pembelian OWA (75% x Rp. 180.000.000) Rp.135.000.000
4. Pembelian Produk Farmasi Lain (70% x Rp. 180.000.000) Rp.126.000.000
5. Biaya 1 tahun
Rp.79.300.000
Total pengeluaran1 tahun Rp.988.300.000
Per bulan
Rp.82.358.333

4.3.6 Biaya Pengeluaran Laba Rugi Tahun Pertama Rp.1.212.000.000
1. Pemasukan Tahun Pertama Rp.988.300.000
2. PengeluaranTahunPertama Rp.223.700.000
Rp.6.060.000
Laba kotor Rp.217.640.000
Pajak final (0,5% x 1.446.000.000)
Laba bersih

4.3.7 BEP Tahun Pertama

1. Pay back periode

PBP= = = 0.69 = 0.69 tahun

2. ROI (Return On Investment)

ROI =

ROI =
3. Break Event Point (BEP)

BEP=

Biaya Variabel = Total pengeluaran 1 tahun – Biaya tetap 1 tahun

18

Biaya Variabel = Rp. 988.300.000- Rp. 79.300.000= 909.000.000

BEP = 79.300.000

= Rp. 317.200.000 / tahun
= Rp. 26.433.333 /bulan
= Rp. 881.111 /hari

4. Margin

Margin =

= = 25 %

5. Presentase BEP

% BEP =

=

6. BEP

% BEP = presentase BEP x jumlah resep pertahun
= x (35x20x12)
= 2.198 resep/tahun = 183 resep/bulan =9 resep/hari

7. Target penjualan

=

=

= Rp.1.187.760.000/tahun
= Rp. 98.980.000/bulan
= Rp.4.949.000/hari

4.4 Rancangan Pendapatan Untuk 5 Tahun Ke Depan Rp.1.187.760.000
Pendapatan tahun ke 1
Perkiraan pendapatan tahun ke 2 naik 10%= Rp.1.306.536.000
Perkiraan pendapatan tahun ke 3 naik 10%= Rp.1.437.189.600
Perkiraan pendapatan tahun ke 4 naik 10%= Rp.1.580.908.560
Perkiraan pendapatan tahun ke 5 naik 10%= Rp.1.738.999.416

19

Total Rp.7.251.393.576

20

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan analisa studi kelayakan di atas, maka pendirian Xone Apotek
di JL. Jalan Abdul Ghani Bawah, Ngaglik, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur
65311 adalah layak didirikan sebagai suatu usaha. Hal ini didukung oleh
perolehan PBP, ROI, dan BEP yang memperlihatkan Apotek mampu survive dan
bersaing di dunia bisnis. Mempunyai prospek yang cukup bagus dan
menguntungkan bila ditinjau dari segi lokasi, jumlah pasien perhari serta kerja
sama dengan pihak-pihak tertentu. Sehingga Heelo Aptek layak untuk dijalankan
dengan investasi Rp. 400.000.000,-, dengan pendapatan dari tahun pertama hingga
tahun selanjutnya mengalami peningkatan dan payback periode 2 tahun 2 bulan.
5.2 Saran
Diharapkan dengan adanya jasa yang ditawarkan di Xone Apotek agar
dapat melayani konsumen dengan baik, dengan dilakukan promosi yang cukup
gencar sehingga masyarakat dapat terus mendapatkan pelayanan kefarmasian di
Xone Apotek.

21

DAFTAR PUSTAKA

(n.d.). Retrieved from https://dispendukcapil.batukota.go.id/sebaran-
penduduk.htm

Fu'ad, E. N. (2015). Pengaruh Pemilihan Lokasi terhadap Kesuksesan Usaha
Bersekala Mikro/Kecil di Komplek Shopping Center Jakarta. Media
Ekonomi dan Manajemen Vol 30 No. 1 .

22

LAMPIRAN
Lampiran 1. Permohonan Surat Izin Apotek (SIA)

23


Click to View FlipBook Version