The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by uswahkhasanah12032001, 2021-11-23 09:19:27

Modul Buku Fiksi dan Non Fiksi

Untuk kelas 11 SMA/MA

Keywords: Buku Fiksi dan Non Fiksi

MODUL BAHASA INDONESIA
UNTUK SMA/MA SEDERAJAT

SMA KELAS X

Penyusun
Faradila Isnaini
Laila Mubarok

Desain Sampul
Laila Mubarok

Sumber Sampul
Laila Mubarok

Edisi Pertama
Cetakan Pertama: November 2021
Hak Cipta Dilindungi Oleh Undang Undang Nomor 28 Tahun 2014.
Dilarang Memperbanyak/ Menyebarluaskan Dalam Bentuk Apapun Tanpa

Izin Tertulis Dari Penerbit

i

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis sampaikan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,
karena atas segala berkat rahmat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan
Modul Pembelajaran Teks Eksplanasi untuk siswa kelas XI SMA. Dalam proses
penyusunan modul ini, kami dihadapi dengan beberapa kesulitan diantaranya
tidak dapat melakukan diskusi secara langsung dengan anggota tim dalam
merumuskan isi dan sitematika yang ada dalam modul ini. Namun, kami bersama
dengan tim penyusun telah berusaha menyusun Modul Pembelajaran Buku Fiksi
dan Non Fiksi ini dengan segenap kemampuan yang kami miliki.
Modul ini disusun untuk membantu siswa dalam melakukan pembelajaran
mandiri dalam hal meningkatkan minat baca terhadap siswa lewat buku teks fiksi
dan non fiksi ini. Pengembangan modul ini menggunakan metode pemecahan
masalah, yang membantu siswa untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap
pesan buku yang telah dibaca atau diulas.
Penulis meyakini bahwa dalam Modul ini masih jauh dari kata sempurna.
Oleh karena itu penyusun mengharapkan kritik dan saran yang membangun guna
menyempurnakan modul ini dimasa yang akan datang.
Akhir kata, ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada semua pihak
yang telah membantu terselesaikannya modul ini. Penulis sangat berharap modul
ini sangat bermanfaat bagi guru dan siswa demi kelancaran proses pembelajaran,
khususnya pembelajaran literasi buku fiksi dan non fiksi.

Surabaya, 5 November 2021

Tim Penulis

i

PENDAHULUAN

A. Identitas Modul

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

Kelas : XI

Alokasi Waktu : 4 x 45 menit

Judul Modul : Pesan dalam Buku Fiksi

B. Kompetensi Dasar

No. KD Indikator

1 3.7 mengindentifikasi butir 1. mengetahui struktur buku

butir penting dari satu buku nonfiksi

pengayaan (nonfiksi) yang 2. menelah bagian penting dari

dibaca buku nonfiksi

2 4.7 Menyusun laporan butir- 1. memahami isi dari buku

butir penting dari satu buku pengayaan nonfiksi

pengayaan nonfiksi 2. menentukan struktur teks

laporan

3. menyusun laporan

3 3.10 menemukan butir-butir 1. menelah bagian penting dari

penting dari dua buku dua buku nonfiksi

pengayaan nonfiksi yang 2. membandingkan isi dari dua

dibaca buku nonfiksi butir-butir penting

dari buku nonfiksi

4 4.10 Mempertunjukkan pesan 1. mengetahui isi dari buku

pribadi terhadap salah satu nonfiksi yang telah dibaca

buku ilmiah yang dibaca 2. mengetahui struktur teks

dengan bentuk teks eksplanasi

eksplanasi singkat 3. menulis teks eksplanasi dengan

menunjukkan pesan dari buku

nonfiksi yang telah dibaca

ii

5 3.11 menganalisis pesan dari 1.Menentukan pesan dari satu

satu buku fiksi yang dibaca buku fiksi yang dibaca

6 4.11 Menyusun ulasan 1.Menyusun rancangan ulasan

terhadap pesan dari satu buku buku dari satu buku (fiksi)

fiksi yang dibaca 2.Mengembangkanrancangan

ulasan dari satu buku (fiksi)

C. Deskripsi Singkat Materi
Anak-anak hebat, selamat bertemu kembali pada modul pembelajaran
Bahasa Indonesia. Seperti yang kita ketahui bahwa pada pelajaran Bahasa
Indonesia, materi setiap semester memuat kompetensi untuk melakukan
kegiatan membaca baik buku fiksi maupun nonfiksi. Kegiatan ini banyak
memberikan manfaat dan pengaruh positif bagi Kalian dalam hal
meningkatkan kegemaran dan kemampuan membaca.Pada modul ini
membahas materi tentang kompetensi dasar membaca bukufiksi.Kegiatan
ini sangat bermanfaat karena tidak hanya buku nonfiksi yang dapat
mencerdaskan Kalian, tetapi buku fiksi pun memiliki manfaat yang sama
dengan buku non fiksi.Berikut manfaat membaca buku fiksi:
a. Mencegah Depresi dan Mengurangi Stres. Karya fiksi memiliki sifat
menghibur. Bagi Kalian yang sedang galau atau penat, cobalah
membaca buku fiksi. Niscaya, galau dan rasa penat Anda akan
berkurang bahkan hilang.
b. Meningkatkan kemampuan mengolah emosi. Sebenarnya ketika Kalian
membaca buku fiksi, Kalian sedang berlatih berimajinasi dan
mengolah emosi diri kita sendiri. Ketika berimajinasi, otomatis emosi
dalam diri kita pun akan bergejolak.Kali ini Kalian akan membaca
buku fiksi dan menyusun ulasan terhadap pesan yang terdapat pada
buku fiksi yang Kalian baca. Buku fiksi adalah buku yang dibuat
berdasarkan khayalan dan imajinasi penulis. Jadi buku fiksi berarti
buku yang berisi karangan atau tulisan yang tidak nyata atau
imajinatif. Buku fiksi ada banyak jenisnya, yaitu novel fiksi, komik,
buku cerita fiksi, dan sebagainya.

iii

D. Petunjuk Penggunaan Modul
Supaya cara belajar Kalian mudah dan bermanfaat, maka yang perlu
Kalian lakukan adalah :
1. Modul ini dapat Kalian pelajari secara mandiri atau kelompok, baik di
sekolah maupun diluar sekolah
2. Kalian pelajari modul ini dengan membaca, melihat dan mengamati
hal-hal yang berhubungandengan materi tersebut atau Kalian dapat
menambah wawasan dari berbagai sumber lain.
3. Diskusikan dengan teman Kalian, atau membentuk kelompok diskusi
yang efektif.
4. Kerjakan latihan-latihan dan evaluasi yang ada pada modul ini sampai
selesaidengan tidak melihat kunci jawaban terlebih dahulu.
5. Jika sudah lengkap mengerjakan soal latihan, bukalah kunci jawaban
dan hitunglah skor yang Kalian peroleh.
6. Jika skor masih dibawah 70, cobalah baca kembali materinya,
usahakan jangan mengerjakan ulang soal yang salah sebelum Kalian
membaca ulang materinya.
7. Jika skor Kalian sudah minimal tujuh puluh, Kalian bisa melanjutkan
pembelajaran berikutnya

E. Materi Pembelajaran
Modul ini terbagi menjadi 6 kegiatan pembelajaran dan di dalamnya
terdapat uraian Materi, contoh soal, soal latihan dan soal evaluasi.

1. Mengidentifikasi pesan penting dari buku (pengayaan) non fiksi
2. Mengidentifikasi pesan penting dari buku (pengayaan) non fiksi
3. Menemukan butir butir penting dalam buku nonfiksi
4. Menulis pesan pribadi dari butir-butir penting buku non fiksidalam

bentuk teks eksplanasi
5. Menganalisis pesan dalam buku fiksi
6. Menyusun ulasan pesan yang terdapat dalam buku fiksi

iv

Modul ini sangat bermanfaat bagi Kalian. Kalian dapat lebih
meningkatkan Kegemaran membaca buku fiksi, dan Kalian juga dapat
belajar menjalani kehidupan ini dengan mempelajari karakter tokoh pada
cerita dalam buku fiksi dan nonfiksi yang Kalian baca. Jika ada kata-kata
yang tidak Kalian pahami, Kalian dapat mencermati glosarium sebagai
gambaran makna katanya. Semoga Kalian selalu semangat untuk
membaca buku fiksi dan non fiksi

v

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.................................................................................. ii
PENDAHULUAN...... ................................................................................ iii
DAFTAR ISI.............. ................................................................................. vi
PETA KONSEP......... ................................................................................. ix

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 (KD 3.7)
MENGIDENTIFIKASI PESAN PENTING DARI BUKU (PENGAYAAN)

NON FIKSI
A. Tujuan pembelajaran ...................................................................... 1
B. Uraian materi .................................................................................. 1

1. Pengertian buku non fiksi ............................................................ 1
2. Struktur teks non fiksi .................................................................. 2
3. Langkah langkah mengidentifikasi buku (pengayaan) non fiksi . 3
4. Informasi penting dari buku non fiksi.......................................... 4
C. RANGKUMAN ................................................................................ 6
D. LATIHAN SOAL ............................................................................. 7

KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 (KD 4.7)
MENYUSUN LAPORAN DARI BUKU NON FIKSI
A. Tujuan pembelajaran ...................................................................... 9
B. Uraian materi .................................................................................. 9
1. Stuktur teks laporan...................................................................... 9
2. Langkah langkah menyusun laporan.......................................... 10
3. Menyusun laporan dari buku non fiksi ...................................... 11
C. RANGKUMAN .............................................................................. 12
D. LATIHAN SOAL ........................................................................... 13

vi

KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 (3.10)
MENEMUKAN BUTIR BUTIR PENTING DALAM BUKU NONFIKSI
A. Tujuan pembelajaran .................................................................... 16
B. Uraian materi ................................................................................ 16

1. Pengertian buku non fiksi .......................................................... 16
2. Jenis buku non fiksi.................................................................... 16
3. Ciri ciri buku non fiksi ............................................................... 17
4. Butir butir penting dalam buku pengayaan ................................ 19
C. RANGKUMAN .............................................................................. 23
D. LATIHAN SOAL ........................................................................... 24

KEGIATAN 4 (4.10)
MENULIS PESAN PRIBADI DARI BUTIR-BUTIR PENTING BUKU NON

FIKSI DALAM BENTUK TEKS EKSPLANASI
A. Tujuan pembelajaran .................................................................... 27
B. Uraian materi ................................................................................ 27

1. Pengertian teks eksplanasi ......................................................... 27
2. Kebahasaan teks eksplanasi ....................................................... 27
3. Struktur teks eksplanasi.............................................................. 28
4. Contoh teks eksplanasi............................................................... 28
C. RANGKUMAN .............................................................................. 29
D. LATIHAN SOAL ........................................................................... 30

KEGIATAN PEMBELAJARAN 5 (KD 3.11)MENGANALISIS PESAN
DALAM BUKU FIKSI

A. Tujuan Pembelajaran .................................................................... 35
B. Uraian Materi ................................................................................ 35

1. Pengertian Buku Fiksi ................................................................ 35
2. Ciri-ciri buku fiksi...................................................................... 35
3. Unsur-unsur buku fiksi .............................................................. 36
4. Menentukan Pesan atau Amanat Cerita ..................................... 37
C. RANGKUMAN ............................................................................ 39

vii

D. LATIHAN SOAL .......................................................................... 40
KEGIATAN PEMBELAJARAN 6 (KD 4.11)

MENYUSUN ULASAN TERHADAP PESAN SEBUAH BUKUFIKSI
A. Tujuan Pembelajaran .................................................................... 42
B. Uraian Pembelajaran..................................................................... 42

1. Pengertian ulasan ....................................................................... 42
2. Jenis-jenis teks ulasan ................................................................ 42
3. Ciri-ciri ulasan............................................................................ 43
4. Struktur Ulasan .......................................................................... 44
C. RANGKUMAN ............................................................................. 47
D. LATIHAN SOAL ........................................................................... 48
PENILAIAN DIRI .... ................................................................................ 52
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................ 53
GLOSARIUM............ ................................................................................ 62

viii

PETA KONSEP

ix

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 (KD 3.7)
MENGIDENTIFIKASI PESAN PENTING DARI BUKU (PENGAYAAN) NON FIKSI

A. Tujuan pembelajaran
Setelah membaca dan mencermati isi modul serta mengerjakan soal latihan,
diharapkan Kalian dapat Mengidentifikasi pesan penting dari buku (pengayaan) non
fiksi yang Kalian baca, lakukan dengan jujur, penuh rasa ingin tahu, bertanggung
jawab serta responsif

B. Uraian materi
1. Pengertian buku non fiksi

Pengertian cerita nonfiksi adalah buku yang berisikan kejadian sebenarnya dan
ceritanonfiksi ini bersifat informatif. Dalam buku nonfiksi yang dibuat membutuhan
adanya pengamatan dan juga data, sehingga buku, cerita, isi yang ada didalamnya itu
dapatdipertanggungjawabkan. Bahasa dari cerita/ buku nonfiksi yang biasanya
digunakan bahasadenotatif (bahasa sebenarnya), jadi para pembaca bisa langsung
memahami maksud dari isi/cerita buku tersebut. Seperti yang dijelaskan diatas buku
nonfiksi itu dibuat dengan berdasarkan pengamatan dan data yang sebenarnya maka
buku nonfiksi sering dijadikansebagai sumber informasi oleh si pembaca.

Buku nonfiksi merupakan karangan yang dibuat berdasarkan fakta atau hal yang
benarbenar terjadi dalam kehidupan nyata. Nonfiksi bersifat faktual atau peristiwa
yang benar-benar terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini berarti bahwa semua
yang terkandung di dalam buku nonfiksi adalah nyata dalam kehidupan. Karangan
nonfiksi dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu nonfiksi murni dan nonfiksi kreatif.
Nonfiksi murni merupakan suatu karangan pengembangan yang berdasarkan data-data
yang pasti, contohnya skripsi, karya ilmiah, laporan, makalah, tesis, artikel, disertasi,
buku ajar dan lain-lain. Sementara nonfiksi kreatif adalah suatu karangan berdasarkan
data pasti yang didapatkan kemudian dikembangkan berdasarkan imajinasi menjadi
berbentuk puisi, dan novel

2. Struktur teks non fiksi
Teks nonfiksi memiliki struktur-struktur sebagai berikut:

1

a. Orientasi : Bagian ini mengenalkan sebuah pembahasan yang akan dikaji
dalam sebuah cerita nonfiksi. Orientasi berisi tentang pengenalan tokoh yang
terlibat dalam cerita dan awal dari sebuah cerita.

b. Urutan peristiwa : Menjelaskan tentang urutan peristiwa atau kejadian yang
terjadi mulai dari awal hingga permasalahan berakhir.

c. Reorientasi : Berisi tentang kesimpulan suatu cerita dan penutup cerita.
Umumnya berisi amat atau pesan moral yang dapat diambil.

Teks non fiksi juga memiliki unsur unsur sebagai berikut
a. Cover Buku: cover buku menjadi salah satu unsur penting dalam
nonfiksi. Sebab lewat cover buku dapat menarik minat pembaca.
b. Rincian sub bab buku: Sub bab berfungsi agar pembaca dapat
mengetahui keseluruhan isi buku secara mendetail.
c. Judul sub bab: Paparkan sub bab serinci dan semenarik mungkin.
Dalam pemilihan sub bab, gunakan pilihan kata (diksi) yang menarik
agar mengigit.
d. Tokoh dan Penokohan
e. Tema Cerita
f. Bahasa yang Digunakan: Nonfiksi menggunakan bahasa yang
disesuaikan dengan topik buku tersebut. Misalnya saja, buku motivasi,
maka bahasa yang digunakan harus membangun dan membangkitkan
semangat serta motivasi

3. Langkah langkah mengidentifikasi buku (pengayaan) non fiksi

Kegiatan membaca sangat berguna. Dari kegiatan membaca, kita memperoleh banyak

pengetahuan, wawasan, atau informasi berharga. Banyak sumber bacaan yang dapat

kalian baca. Namun, saat ini kalian belajar dari membaca buku nonfiksi. Salah satu

jenis buku nonfiksi adalah buku-buku pengayaan. Persiapan yang dilakukan sebelum

membaca buku pengayaan:

a. Carilah buku nonfiksi (buku pengayaan) di perpustakaan.

Buku yang kalian baca bukan buku teks pelajaran. Pinjamlah buku tersebut

kepada petugas untuk kalian baca selama satu minggu.

b. Jika kalian memiliki uang ,pergilah ke tokobuku. Carilah buku nonfiksi yang

dapat kalian miliki untuk dibaca.

2

c. Kalian juga bisa membaca buku yang kalian miliki.
d. Mulailah mempersiapkan kegiatan membaca, dengan menyiapkan buku

tulismu untuk melaporkan kegiatan membaca minggu ini.
e. Tuliskanlah judul buku, nama penulis, penerbit, tahun terbit, dan kota terbit.
f. Amatilah daftar isi buku tersebut. Bacalahsekilas daftar isinya,kemudian

tuliskanlah, ada berapa bab isi buku tersebut.
g. Sebelum membaca,berdasarkan daftar isi buku,kalian susun pertanyaan yang

mungkin akan kalian dapatkan dari isi buku. Pada buku laporan membaca,
tuliskanlah pertanyaan-pertanyaan yang ingin kalian dapatkan jawabannya
dari membaca isi buku.
h. Buatlah laporan pramembaca yang telah dilakukan tersebut!
Berikut contoh laporan pra membaca dari membaca buku nonfiksi
Berikut link buku nonfiksi:
http://sipeg.unj.ac.id/repository/upload/buku/PENDIDIKAN_LINGKUNGAN
_HIDUP.pdf
Judul buku : Peduli Lingkungan Hidup
Pengarang : Dr. R. Sihadi Darmo Wihardjo, M.Pd Prof. Dr. Henita
Rahmayanti, M.Si
Penerbit, tahun terbit : PT. Nasya Expanding Management/ 2021
Jenis buku : Nonfiksi
Tebal buku: vi + 250

no pertanyaan sebelum membaca
1 mengapa pentingnya menjaga lingkungan?
2 bagaimana cara agar kita bisa menjaga lingkungan dari

limbah berbahaya?
3 bagaimana cara menangani pencemaran lingkungan?

4. Informasi penting dari buku non fiksi
setelah mengetahui langkah-langkah mengidentifikasi buku pengayaan angka
selanjutnya yaitu mengidentifikasi butir-butir penting dalam buku nonfiksi yang akan
dibaca dengan mengikuti kegiatan sebagai berikut:

3

a. mulailah membaca apabila itu bukumu Tandailah butir-butir penting dari
setiap sebab yang dibaca jika itu milik perpustakaan catatlah butir-butir
penting dalam buku tersebut lalu salinlah pada buku laporan membaca

b. sebelum melakukan kegiatan membaca Tulislah terlebih dahulu hari tanggal
dan waktu kegiatan membaca agar kegiatan membaca terdata

c. lakukanlah kegiatan membaca buku selama 1 minggu
d. bila sudah selesai membaca buku Datalah informasi penting yang ada dalam

buku yang telah dibaca

contoh tabel identifikasi butir-butir penting dalam buku nonfiksi

Berikut link buku nonfiksi:

http://sipeg.unj.ac.id/repository/upload/buku/PENDIDIKAN_LINGKUNGAN_HI

DUP.pdf

Judul buku : Peduli Lingkungan Hidup

Pengarang : Dr. R. Sihadi Darmo Wihardjo, M.Pd Prof. Dr. Henita Rahmayanti,

M.Si

Penerbit, tahun terbit : PT. Nasya Expanding Management/ 2021

Jenis buku : Nonfiksi

Tebal buku: vi + 250

n hari/ hal/sub informasi penting tanggapan

o tanggal bab

yang

dibaca

1 senin/ 02 i-ii Di dalam subbab ini terdapat di dalam

november informasi penting yaitu: subbab ini saya

2021 1. Pengertian lingkungan mengetahui

2. Pentingnyamengetahui tentang

lingkungan sehat dan tidak lingkungan

sehat

3. Mengetahui aturan mengenai

lingkungan hidup

4. Pentingnya pendidikan

lingkungan

4

2 rabu/ 03 iii-iv Di dalam subbab ini terdapat di dalam

november informasi penting yaitu: subbab ini saya

2021 1. Mengetahui jenis jenis mengetahui

limbah tentang jenis

2. Mengetahui jenis jenis dan

pencemaran penanganan

3. Mengetahui penanganan limbah

pencemaran dan limbah

3 jumat/ 05 v-vi di dalam subbab ini terdapat di subbab ini

november informasi penting yaitu: saya

2021 1. Mengetahui Konsep mengetahui

(Pengenalan) Pendidikan tentang

Lingkungan untuk Anak Usia pendidikan

Dini lingkungan

2.

Padang, 08 November 2021

Mengetahui Orang Tua/Wali Guru Bahasa Indonesia

(Lisa Davici) (Faradila Isnaini, M.Pd)

Lanjutkan identifikasi butir-butir penting dilakukan setelah membaca dengan mendata

informasi penting dan menarik dari buku pengayaan yang dibaca. Fungsi identifikasi

ini adalah membantu menyusun laporan agar menyusunan laporan dapat dilakukan

secara detail

C. RANGKUMAM

a. Buku nonfiksi merupakan karangan yang dibuat berdasarkan fakta atau hal
yang benarbenar terjadi dalam kehidupan nyata. Nonfiksi bersifat faktual atau
peristiwa yang benar-benar terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini berarti
bahwa semua yang terkandung di dalam buku nonfiksi adalah nyata dalam
kehidupan

5

b. Teks nonfiksi terdiri dari orientasi,urutan peristiwa dan reorientasi
c. Mencari informasi penting dari buku nonfiksi dilakukan dengan cara membaca

keseluruhan buku, lalu mencatat poin poin penting di dalam buku lapotan
membaca

D. LATIHAN SOAL
Anak-anak hebat, tentunya kalian sudah mencermati dan memahami seluruh materi
pada kegiatan pertama di atas. Tibalah kalian akan mengerjakkan tugas/latihan agar
pemahaman dan keterampilan kalian maksimal. Ikuti instruksi tugas berikut dengan
seksama!

1. Bacalah buku nonfiksi yang ada dalam e-modul berikut ini

Link e-modul:
http://staffnew.uny.ac.id/upload/132303695/penelitian/Sejarah%20Indonesia
%20Masa%20Kemerdekaan_Dr.Aman,%20M.Pd.pdf

2. Lalu tuliskan identitas buku secara lengkap

3. Amatilah daftar isi buku, lalu buatlah pertanyaan pramembaca sebelum membaca
buku tersebut dalam tabel dibawah ini

laporan pra membaca dari membaca buku nonfiksi

Judul buku : pertanyaan sebelum membaca
Pengarang :
Penerbit, tahun terbit
Jenis buku : Nonfiksi
Tebal buku:

no
1
2
3
4
5

6

4. Kemudian sesudah membaca buku, tandailah butir butir penting dalam buku lalu
salinlah ke dalam tabel berikut ini

tabel identifikasi butir-butir penting dalam buku nonfiksi

Judul buku :

Pengarang :

Penerbit, tahun terbit :

Jenis buku :

Tebal buku:

no hari/ hal/sub bab informasi penting tanggapan

tanggal yang dibaca

1

2

3

4

5

6

7

Padang, ........ 2021

Mengetahui Orang Tua/Wali Guru Bahasa Indonesia

( )( )

7

KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 (KD 4.7)
MENYUSUN LAPORAN DARI BUKU NON FIKSI

A. Tujuan pembelajaran
Setelah membaca dan mencermati isi modul, diharapkan Kalian dapat menyusun
laporan dari buku (pengayaan) non fiksi yang Kalian baca, lakukan dengan jujur,
penuh rasa ingin tahu, bertanggung jawab serta responsif.

B. Uraian materi
1. Stuktur teks laporan
Teks Laporan Hasil Observasi termasuk dalam kategori teks nonfiksi yang
dibuat berdasarkan fakta dan kenyataan di lapangan. Selain itu, objek yang dilihat
dapat berupa kejadian, benda hidup atau mati, dan objek lain yang dapat dilihat.
Teks laporan hasil observasi memiliki struktur umum klasifikasi atau
pernyataan umum aspek yang dijelaskan. Pemilihan teks laporan hasil observasi
karena teks tersebut adalah teks pertama yang diajarkan pada jenjang SMA.
Sehingga, perlu disediakan buku pengayaan lebih dini

1. Langkah langkah menyusun laporan
pada saat membuat laporan kegiatan tentang membaca buku nonfiksi pasti

kalian banyak bertanya apakah menyusun laporan kegiatan membaca buku
nonfiksi memiliki format yang baku? jawabannya tidak namun bagaimana pun
bentuk laporannya kalian harus memahami langkah-langkah penyusunannya
a. Membaca buku atau mendengar naskah yang dibacakan/ direkam.

Sebelum mengulas bagaimana cara membuat laporan membaca buku nonfiksi.
Pastikan kalian sudah membaca semua isi buku. Kenapa demikian? Karena
syarat utama adalah membaca buku dan mengetahui isinya. Tanpa melihat isi
buku, kalian pasti akan merasa kesulitan dengan pesan atau poin-poin yang
akan disampaikan. Sebaliknya, jika kalian sudah membaca dengan baik, maka
saat membuat laporan membaca buku nonfiksi pun kalian tidak akan lagi
mengalami kesulitan. Karena tahu betul mana saja dan apa saja yang harus
kalian tuliskan.
b. Tentukan pokok-pokok buku

8

Pembaca yang baik akan dengan mudah dalam menentukan ide pokok tiap-
tiap paragraf. Apabila hal tersebut kalian kuasai pastilah buku yang kalian
baca akan dipahami dengan baik.
c. Menulis laporan dalam bentuk tabel atau rangkuman
Salah satu bentuk laporan yang bisa kalian ikuti yang menggunakan tabel
sementara yang lain menggunakan bentuk rangkuman. Cara ini dilakukan
dengan dikemas dalam bentuk seperti essai atau membuat karangan. Hanya
saja dari segi kefektifan dan kerapian kurang praktis. Jadi, terlepas itu semua,
kalian bisa memilih laporan membaca yang sesuai yang kalian sukai yang
mana. Kalian bisa memilih, sesuai dengan karakter masing-masing. Atau bisa
juga mengikuti instruksi perintah guru, laporan akan dibuat dan diformat
seperti apa dan bagaimana.
d. Membaca kembali rangkuman yang telah dibuat
Langkah ini dimaksudkan untuk memeriksa apakah ada laporan yang belum
lengkap. Kemudian dilakukan perbaikan laporan tersebut.

2. Menyusun laporan dari buku non fiksi

Membaca adalah kegiatan yang banyak manfaatnya. Tujuan membaca sangat

bermanfaat bagi diri seseorang, namun apa jadinya apabila membaca tidak

dibarengi dengan pembuatan laporan kegiatan membaca, semua kegiatan

membaca akan sia-sia karena siswa lupa pernah membaca buku apa.Dengan

demikian laporan membaca dapat berfungsi sebagai pengingat bahwa kalian telah

membaca buku tersebut jika kalian sudah selesai membaca buku. Buatlah laporan

kegiatan tersebut dalam buku rekaman tulisan kegiatan membaca.

Setelah melihat contoh laporan dari membaca buku nonfiksi setidaknya

siswa paham bahwa membuat laporan membaca itu tidak sulit kalian hanya

membuat ringkasan singkat yang bisa digunakan untuk pembelajaran.

Berikut contoh format laporan dari membaca buku non fiksi yang bisa kalian buat

Link buku nonfiksi: http://repository.um-

surabaya.ac.id/3428/1/Bu_Sujinah_1_2.pdf

Judul buku : Buku Ajar Bahasa Indonesia Edisi Revisi

Pengarang : Sujinah, idhoofiyatul fatin, Dian Karina Rachmawati

Penerbit, tahun terbit : UM Surabaya Publishing, 2018

9

Jenis buku : Nonfiksi

Tebal buku : 16,5 x 23,5 cm, iv + 199 halaman

no Bab Informasi penting

1I Mengetahui sejarah, fungsi, dan

kedudukan bahasa indonesia

2 II Mengetahui keberagaman bahasa

indonesia

3 III Cara penulisan kalimat efektif

yang baik dan benar dalam suatu

karya tulis

4 IV Mengetahui penggunan ejaan

bahasa indonesia yang baik dan

benar

5 V Mengetahui jenis dan sayarat

sebuah paragraf

6 VI Mengetahui teknik penulisan

kutipan, daftar pustaka dan daftar

rujukan yang baik dan benar

komentar

Setelah membaca modul ini saya ingin menerapkan cara penulisan

bahasa Indonesia yang benar dan ejaan bahasa Indonesia yang benar

serta cara menulis daftar pustaka, daftar isi dan kutipan pada karya tulis

yang akan saya buat dikemudian hari

Makassar, 20 Agustus 2020

Mengetahui Orang Tua/Wali Guru Bahasa Indonesia

(tanda tangan dan nama) (tanda tangan dan

nama)

Itulah contoh format laporan bisa kalian pahami Semoga dengan materi ini memudahkan

kalian dalam membuat laporan kegiatan membaca buku non fiksi selanjutnya kalian bisa

memilih buku yang akan dibaca dan dibuatkan laporan sebagai bukti bahwa kalian sudah

membaca buku tersebut

10

C. RANGKUMAN
1. Teks Laporan Hasil Observasi termasuk dalam kategori teks nonfiksi yang dibuat
berdasarkan fakta dan kenyataan di lapangan. Selain itu, objek yang dilihat dapat
berupa kejadian, benda hidup atau mati, dan objek lain yang dapat dilihat
2. Membaca sangat bermanfaat bagi seseorang kegiatan membaca akan sia-sia jika
tidak membuat laporan membaca
3. Setelah melihat contoh laporan dari membaca buku nonfiksi setidaknya siswa
paham bahwa membuat laporan membaca itu tidak sulit kalian hanya membuat
ringkasan singkat yang bisa digunakan untuk pembelajaran

D. LATIHAN SOAL
Bacalah sinopsis buku berikut ini, lalu jawablah pertanyaan yang sudah
disediakan
Identitas Buku
Judul Buku: Memahami Film

Pengarang: Himawan Pratists

Penerbit: Homerian Pustaka

Tahun Terbit: 2008

Tebal Halaman: 223 halaman

Film merupakan produk seni yang memiliki konten kompleks. Jika dilihat sekilas,
film hanyalah hasil pengambilan gambar dan suara yang disusun menjadi satu rangkaian
cerita dalam frame kamera. Namun ketika diperhatikan lebih dalam lagi, praktek pembuatan
film banyak menggabungkan aspek-aspek kesenian, seperti musik, teater, seni grafis, dsb.
Maka, proses pembuatan film tidak hanya berpatokan pada teknologi modern, tetapi juga
menggunakan cara berpikir kreatif untuk menentukan strategi yang tepat. Sehingga film yang
dihasilkan memiliki kedalaman, baik secara logika maupun rasa.

Perkembangan film yang pesat menumbuhkan minat masyarakat untuk
mempelajarinya dengan serius. Bahkan sudah banyak instansi pendidikan yang menyediakan
film sebagai salah satu bidang jurusan. Namun belum banyak buku yang membahas teori dan

11

praktek film secara detail, khususnya buku yang ditulis dengan bahasa Indonesia. Di tengah
kelangkaan buku film, Himawan Pratista berhasil melahirkan sebuah buku
berjudul “Memahami Film” yang patut untuk dijadikan pedoman studi film. Memahami film
berarti tahu dan mengerti unsur-unsur pembektuk film. Pada buku ini, Himawan tidak hanya
menuliskan definisi dan macam-macam genre film. Ia juga mengajak pembaca untuk
memahami film lebih dalam dengan membagi unsur pembentuk film menjadi dua, yaitu
unsur naratif dan unsur sinematik. Kemudian unsur-unsur tersebut dikupas secara rinci.

Pada bagian awal buku, Himawan membagi jenis-jenis film menjadi tiga, yaitu film
dokumenter, film fiksi, dan film eksperimental. Kemudian dibahas macam-
macam genre film, yaitu Genre Induk Primer dan Genre Induk Sekunder. Kedua induk besar
ini dibagi lagi menjadi beberapa kelompok, seperti aksi, drama, epik sejarah, fantasi, film
noir, biografi, dsb. Himawan juga mengklasifikasikan struktur film menjadi tiga bagian (shot,
scene, sequence). Klasifikasi ini memudahkan film maker untuk menyusun pola dalam proses
pembuatan film.

Buku ini memfokuskan pembahasan pada unsur-unsur pembentuk film yang berupa
unsur naratif dan unsur sinematik. Unsur naratif adalah suatu rangkaian kejadian yang
berhubungan satu sama lain dan terikat oleh logika sebab-akibat (kausalitas). Kejadian-
kejadian ini berlangsung dalam suatu ruang dan waktu. Sebuah kejadian tidak bisa terjadi
begitu saja tanpa ada alasan yang jelas. Segala hal yang terjadi pasti disebabkan oleh sesuatu
dan terikat satu sama lain oleh hukum kausalitas. Dalam sebuah film cerita, setiap kejadian
pasti disebabkan oleh kejadian sebelumnya. Misalnya , pada shot A tampak seorang bocah
sedang menendang bola dan shot B memperlihatkan kaca jendela yang pecah. Hal ini
menunjukkan bahwa shot B merupakan akibat dari shot A. Dalam unsur naratif terdapat
cerita dan plot yang menjadi aspek pembentuk alur cerita, baik linier maupun nonlinier.
Sedangkan unsur sinematik merupakan aspek-aspek teknis dalam produksi sebuah film.
Unsur ini dibentuk oleh empat aspek, yaitu Mise-en-scene, sinematografi, editing, dan suara.
Kompleksnya pembahasan tentang film tidak membuat Himawan kehilangan akal
untuk memudahkan pembaca memahami setiap bahasan. Selain menuliskan teori dan definisi,
ia juga melengkapi buku ini dengan membahas beberapa film sebagai studi kasus. Pada bab
X secara khusus mengulas film melalui studi kasus Kill Bill Vol. 1 untuk memberikan
penegasan pada setiap bab yang sudah dibahas sebelumnya.

Memahami Film merupakan buku yang layak digunakan sebagai pedoman studi film,
baik akademis maupun non akademis. Karena buku ini membahas banyak hal mengenai
proses pembuatan film mulai dari pra hingga paska. Akan tetapi, buku ini tidak dicetak

12

dengan skala besar. Sehingga tidak mudah untuk mencari buku ini. Perlu adanya perhatian
khusus terhadap proses produksi dan distribusi buku film agar pengetahuan-pengetahuan di
dalamnya dapat tersebar luas.

Jawablah pertanyaan berikut
1. Informasi apakah yang didapat dalam buku memahami film

2. Tulislah pokok pokok informasi dalam buku memahami film

3. Tulislah informasi penting yang terkandung dalam buku memahami film

13

KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 (3.10)
MENEMUKAN BUTIR BUTIR PENTING DALAM BUKU NONFIKSI

A. Tujuan pembelajaran
Setelah membaca dan mencermati isi modul diharapkan Kalian dapat menemukan
butir butir penting dari buku (pengayaan) non fiksi yang Kalian baca, lakukan dengan
jujur, penuh rasa ingintahu, bertanggung jawab serta responsif

B. Uraian materi
1. Pengertian buku non fiksi
Buku nonfiksi merupakan karangan yang dibuat berdasarkan fakta atau hal
yang benarbenar terjadi dalam kehidupan nyata. Nonfiksi bersifat faktual atau
peristiwa yang benar-benar terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini berarti
bahwa semua yang terkandung di dalam buku nonfiksi adalah nyata dalam
kehidupan. Karangan nonfiksi dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu nonfiksi
murni dan nonfiksi kreatif.
Nonfiksi murni merupakan suatu karangan pengembangan yang berdasarkan
data-data yang pasti, contohnya skripsi, karya ilmiah, laporan, makalah, tesis,
artikel, disertasi, buku ajar dan lain-lain. Sementara nonfiksi kreatif adalah suatu
karangan berdasarkan data pasti yang didapatkan kemudian dikembangkan
berdasarkan imajinasi menjadi berbentuk puisi, dan novel

2. Jenis buku non fiksi
a. Buku Biografi

Buku biografi adalah buku yang berisi riwayat hidup seseorang. Buku itu
ditulis untuk mendokumentasikan peristiwa penting yang dialami seseorang,
tentu buku biografi ditulis agar dapat menginspirasi pembaca.
b. Buku Pendamping
Buku pendamping adalah buku yang berfungsi untuk mendampingi buku
utama. Biasanya buku pendamping disebut pula buku pengayaan jadi, buku
pendamping biasanya ditulis setelah ada buku utama. Sebagai contoh, buku
pengayaan untuk anak sekolah. Kegiatan buku pelajaran itu masih bersifat
umum. Jadi, buku pelajaran memerlukan buku pendamping untuk menjelaskan
buku utama, karena ada beberapa bagian dari buku utama yang tidak bisa

14

dijelaskan dalam buku utama. Ini disebabkan space atau pedoman penulisan
buku utama tersebut.
c. Buku Literatur
Buku literatur adalah buku yang difungsikan sebagai rujukan kajian keilmuan,
buku literatur sering di sebut diktat atau buku kuliah, buku literatur sering
ditulis berdasarkan penelitian. Jadi, buku ini mempunyai kadar keilmiahan
sangat tinggi. Maka, buku ini sering ditulis dosen atau peneliti.
d. Buku Motivasi
Buku motivasi adalah buku yang berisi kajian psikologis untuk membantu
mengbangkitkan gairah atau semangat pembacanya. Buku motivasi dapat
disusun berdasarkan kajian keagamaan dan moral. Buku motivasi sering
ditulis oleh entrepreneur. Dengan membaca buku motivasi, pembaca
mendapatkan energi baru untuk meneruskan hidup

3. Ciri ciri buku non fiksi

a. Menggunakan bahasa yang formal

Ciri ini adalah ciri yang paling menonjol. Dari segi penulisannya, buku

nonfiksi disampaikan dengan menggunakan bahasa formal, sesuai dengan

bahasa yang baik dan benar. Meskipun ada beberapa buku nonfiksi, seperti

buku motivasi dan referensi, ditulis dengan menggunakan bahasa yang santai.

Walaupun begitu, penulisannya tetap menggunakan bahasa yang sesuai

dengan kaidah penulisan EYD. Setiap penerbit memiliki kategori yang

berbeda-beda terkait dengan penulisan buku nonfiksi. Ada penerbit yang

menerima buku dengan ide baru dan penggunaan bahasa baku. Ada juga

penerbit yang menerima buku dengan penggunaan bahasa yang sesuai dengan

karakter penulis. Asalkan dari segi penyampaiannya menggunakan ejaan yang

baik dan benar.

b. Sifat kata yang digunakan denotatif

Kata denotatif maksudnya adalah kata yang mengandung makna sebenarnya.

Informasi yang disampaikan oleh penulis disajikan secara lengkap, to the

point, dan tegas. Tujuan penggunaan kata denotatif ini yaitu karena penulis

ingin memberikan informasi kepada pembaca dengan cara tidak berbelit-belit.

Selain itu, penulis juga ingin memberikan inspirasi dan motivasi kepada

pembaca.

15

c. Berdasarkan fakta
Sifat dari isi berita pada karangan nonfiksi ini adalah fakta dan faktual sesuai

dengan data yang diperoleh. Karena ini buku yang disampaikan bersifat
faktual, pembaca bisa langsung memperoleh manfaat dari informasi yang
disampaikan.
d. Tulisan berbentuk tulisan ilmiah popular

Maksud dari hal tersebut adalah tulisan tidak melulu menggunakan bahasa
yang kaku melainkan maksud dari tulisan dapat dipelajari secara mandiri.
Suatu tulisan dikatakan sebagai tulisan ilmiah popular karena bahasa yang
digunakan adalah bahasa yang sesuai dengan pasar dan ara yang diambil
berdasarkan kajian, daftar pustaka, dan sumber referensi yang diacu. Dalam
hal menggunakan sumber referensi, tidak sertamerta langsung ditulis ulang
begitu saja melainkan dipahami dan ditulis kembali sesuai dengan pemahaman
sendiri. Cara lebih baik yang dapat diterapkan yaitu dengan cara
mengombinasi ide penulis dengan sumber referensi.
e. Temuan yang dituliskan adalah temuan baru atau pengembangan dari temuan
yang sudah ada

Salah satu ciri-ciri buku nonfiksi ditulis karena memiliki tujuan untuk
menyempurnakan ide dari ulasan naskah terlebih dahulu. Selanjutnya
karangan bisa juga berupa pengembangan ide baru.

4. Butir butir penting dalam buku pengayaan
Untuk mengidentifikasi butir-butir penting dalam buku nonfiksi disesuaikan

dengan kebutuhan. Pada kegiatan ini yang kalian perlukan adalah bahan untuk
menyususn teks eksplanasi. Ada beberapa jenis butir penting yang bisa diperoleh
dari buku di antaranya:
a. Gagasan/ide pokok pada buku

Ide pokok adalah ide/gagasan yang menjadi pokok pengembangan paragraf.
Ide pokok ini terdapat dalam kalimat utama. Nama lain ide pokok adalah
gagasan utama, gagasan pokok. Dalam satu paragraf hanya ada satu ide pokok.
Kalimat utama adalah kalimat yang di dalamnya terdapat ide pokok paragraf.
Kalimat utama ini dijelaskan oleh kalimat-kalimat lain dalam paragraf
tersebut, yang disebut dengan kalimat penjelas. Nama lain untuk kalimat

16

utama adalah kalimat topik. Kalimat penjelas yaitu kalimat yang menjelaskan
kalimat utama.
b. Fakta
fakta merupakan sesuatu yang benar-benar terjadi dan pernyataan yang tidak
terbantah lagi kebenarannya. Kalimat yang berisi fakta merupakan kalimat
yang ditulis berdasarkan kenyataan, peristiwa, suasana yang benar-benar
terjadi dan obyektif. Sedangkan opini merupakan sikap, pandangan, atau
tanggapan seseorang terhadap suatu fakta dan kebenarannya relatif.
c. Pendapat
Pendapat merupakan sikap, pandangan, atau tanggapan seseorang terhadap
suatu fakta dan kebenarannya relatif. Karena dipengaruhi unsur pribadi yang
bersifat subyektif, baik berupa pertika maupun saran-saran. Opini disebut juga
gagasan atau argumentasi.
d. Pengetahuan
Teks nonfiksi merupakan teks yang menyajikan seluruh isinya berdasarkan
data dan fakta. Oleh karena itu, kebenaran dari isi teks nonfiksi bersifat
absolut. Dari buku nonfiksi banyakkita bisa dapatkan pengetahuan.

5. Contoh mengidentifikasi buku non fiksi

Judul buku : Peduli Lingkungan Hidup
Pengarang : Dr. R. Sihadi Darmo Wihardjo, M.Pd Prof. Dr. Henita Rahmayanti,
M.Si

17

Penerbit, tahun terbit : PT. Nasya Expanding Management/ 2021

Jenis buku : Nonfiksi

Tebal buku: vi + 250

Link buku: file:///D:/PENDIDIKAN_LINGKUNGAN_HIDUP.pdf

Butir butir penting dalam buku

no butir penting hal kutipan buku

1 Gagasan/ide 5 1. Menjaga lingkungan yang

penting dalam sehat adalah sebuah tugas

buku yang sangat penting bagi Anda

dan setiap individu lainnya.

Dengan menjaga kondisi

lingkungan yang sehat maka

bisa dipastikan Anda akan bisa

mewujudkan

2. Lingkungan yang sehat sangat

penting untuk menciptakan

kesehatan, ketenangan dan

juga kenyamanan agar tidak

memberikan dampak

pencemaran udara.

Lingkungan yang tidak sehat

sangat tidak bagus untuk

tumbuh kembang anak-anak

yang ada di dalam lingkungan

tersebut. Lingkungan yang

tidak sehat juga menyebabkan

warga yang tinggal di

lingkungan tersebut merasa

tidak nyaman tinggal di

lingkungan tersebut

2 fakta 19- Secara yuridis pengertian lingkungan

20 hidup pertama kali dirumuskan dalam

UU No. 4 Tahun 1982 (disingkat

18

UULH-1982) tentang

KetentuanKetentuan Pokok

Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang

kemudian dirumuskan kembali dalam

UU No. 23 Tahun 1997 (disingkat

UUPLH-1997) tentang Pengelolaan

Lingkungan Hidup dan terakhir dalam

UU No. 32 Tahun 2009 (disingkat

UUPPLH-2009) tentang Perlindungan

dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Perbedaan mendasar pengertian

lingkungan hidup menurut UUPLH-

2009 dengan kedua undang-undang

sebelumnya yaitu tidak hanya untuk

menjaga kelangsungan peri kehidupan

dan kesejahteraan manusia serta

makhluk hidup lain, tetapi juga

kelangsungan alam itu sendiri. Jadi

sifatnya tidak lagi antroposentris atau

biosentris, melainkan telah mengarah

pada ekosentris

3 pendapat 17- Menurut Munadjat Danusaputro,

18 lingkungan atau lingkungan hidup

adalah semua benda dan daya serta

kondisi, termasuk di dalamnya

manusia dan tingkahperbuatannya,

yang terdapat dalam ruang di mana

manusia berada dan memengaruhi

kelangsungan hidup serta

kesejahteraan manusia dan jasad-jasad

hidup lainnya. Sementara itu, menurut

Otto Soemarwoto lingkungan hidup

diartikan sebagai ruang yang

19

ditempati suatu makhluk hidup
bersama dengan benda hidup dan tak
hidup di dalamnya.
4 pengetahuan 124 Peresapannya ke dalam tanah akan
mengakibatkan kematian bagi
mikroorganisme yang memiliki fungsi
sangat penting terhadap kesuburan
tanah dan dalam hal ini pun
menyebabkan pencemaran tanah.
Pupuk yang digunakan secara terus-
menerus dalam pertanian akan
merusak struktur tanah, yang
menyebabkan kesuburan tanah
berkurang dan tidak dapat ditanami
jenis tanaman tertentu karena hara
tanah semakin berkurang

C. RANGKUMAN
1. Berdasarkan uraian tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa buku pengayaan

(nonfiksi) merupakan buku yang dapat mendukung dan memperkaya buku
paket/pelajaran. Nonfiksi artinya ditulis dengan mengikuti aturan dan ketentuan
penulisan buku ilmiah denngan ciri-ciri: a. Menggunakan bahasa formal b. Sifat kata
dennotatif c. Berdasarkan fakta d. Tulisan berbentuk ilmiah populer e. Pengembangan
dari temuan yang sudah ada

2. Disamping ciri-ciri penulisannya, buku nonfiksi juga terdiri dari berbbagai jenis: a.
Biografi b. Buku motivasi c. Buku literatur d. Buku pendamping

3. Butir penting yang dapat Kalian peroleh: a. Gagasan/idepokok pada buku b. Fakta c.
Pendapat d. Pengetahuan

D. LATIHAN SOAL

20

Anak-anak hebat, tentunya kalian sudah mencermati dan memahami seluruh materi
pada kegiatan pertama di atas. Tibalah kalian akan mengerjakkan tugas/latihan agar
pemahaman dan keterampilan kalian maksimal. Ikuti instruksi tugas berikut dengan
seksama!
Bacalah biografi dibawah ini

Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie, FREng(25 Juni 1936 – 11
September 2019) adalah Presiden Republik Indonesia yang ketiga. Sebelumnya, B.J.
Habibie menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia ke-7,
menggantikan Try Sutrisno. B. J. Habibie menggantikan Soeharto yang
mengundurkan diri dari jabatan presiden pada tanggal 21 Mei 1998,Sebelum
memasuki dunia politik, Habibie dikenal luas sebagai seorang profesor dan ilmuwan
dalam teknologi aviasi internasional dan satu-satunya presiden Indonesia
berlatarbelakang teknokrat

B.J. Habibie merupakan anak keempat dari delapan bersaudara,
pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan R.A. Tuti Marini Puspowardojo. Ayahnya
yang berprofesi sebagai ahli pertanian yang berasal dari etnis Gorontalo sedangkan
ibunya dari etnis Jawa.

Alwi Abdul Jalil Habibie (ayah dari B.J. Habibie) memiliki marga "Habibie",
salah satu marga asli dalam struktur sosial Pohala'a (Kerajaan dan Kekeluargaan) di
Gorontalo. Sementara itu, R.A. Tuti Marini Puspowardojo (ibu dari B.J. Habibie)
merupakan anak seorang dokter spesialis mata di Yogyakarta dan ayahnya yang
bernama Puspowardjojo bertugas sebagai pemilik sekolah

Marga Habibie dicatat secara historis berasal dari wilayah Kabila, sebuah
daerah di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo. Dari silsilah keluarga, kakek
dari B.J. Habibie merupakan seorang pemuka agama, anggota majelis peradilan
agama, serta salah satu pemangku adat Gorontalo yang tersohor pada saat itu.
Keluarga besar Habibie di Gorontalo terkenal gemar beternak sapi, memiliki kuda
dalam jumlah yang banyak, serta memiliki perkebunan kopi. Sewaktu kecil, Habibie
pernah berkunjung ke Gorontalo untuk mengikuti proses khitanan dan upacara adat
yang dilakukan sesuai syariat Islam dan adat istiadat Gorontalo.

B. J. Habibie pernah menuntut ilmu di Sekolah Menengah Atas Kristen Dago.
Habibie kemudian belajar tentang keilmuan teknik mesin di Fakultas
Teknik Universitas Indonesia Bandung (sekarang Institut Teknologi Bandung) pada
tahun 1954. Pada 1955–1965, Habibie melanjutkan studi teknik penerbangan,

21

spesialisasi konstruksi pesawat terbang, di RWTH Aachen, Jerman Barat. Menerima
gelar diploma insinyur pada 1960 dan gelar doktor insinyur pada 1965 dengan
predikat summa cum laude.
Jawablah pertanyaan berikut

1) identifikasilah identitas tokoh tersebut

2) jelaskan hal yang bisa diteladani dari tokoh tersebut

3) Tulislah informasi penting yang terkandung dalam biografi tersebut

22

KEGIATAN 4 (KD 4.10)
MENULIS PESAN PRIBADI DARI BUTIR-BUTIR PENTING BUKU NON FIKSI

DALAM BENTUK TEKS EKSPLANASI

A. Tujuan pembelajaran
Setelah membaca dan mencermati isi modul serta mengerjakan soal latihan,
diharapkan Kalian dapat menulis pesan penting dalam bentuk teks eksplanasi dari
buku (pengayaan) non fiksi yang Kalian baca, lakukan dengan jujur, penuh rasa ingin
tahu, bertanggung jawab serta responsif

B. Uraian materi
1. Pengertian teks eksplanasi
Teks eksplanasi dapat disamakan dengan teks yang menceritakan prosedur atau
proses terjadinya fenomena. Dengan teks tersebut, pembaca dapat memperoleh
pemahaman mengenai latar belakang terjadinya fenomena secara jelas dan logis.
Teks eksplanasi menggunakan banyak fakta dan pernyataan-pernyataan yang
memiliki hubungan sebab akibat (kausalitas). Namun, sebab-sebab ataupun
akibat-akibat itu berupa sekumpulan fakta menurut penulisnya.Dalam teks
eksplanasi, penulis menggunakan banyak fakta yang fungsinya sebagai penyebab
atau akibat terjadinya suatu peristiwa. Bahkan, dapat dikatakan bahwa teks
eksplanasi hampir semuanya berupa fakta.

2. Kebahasaan teks eksplanasi
Berdasarkan kaidah kebahasaan secara umum, teks eksplanasi sama dengan
kaidah pada teks prosedur. Sebagai teks yang berkategori faktual (nonsastra), teks
eksplanasi menggunakan banyak kata yang bermakna denotatif.
Ada beberapa kaidah kebahasaan yang harus diterapkan pada teks
eksplanasi, sehingga saat menyusunnya tidak bisa sembarangan, di antaranya
sebagai berikut
a) Menggunakan kalimat pasif.
b) Menggunakan konjungsi kasual dan waktu.
c) Terdapat istilah ilmiah.
d) Menggunakan kata kerja material dan rasional.
e) Bersifat informatif

23

3. Struktur teks eksplanasi
a. Pernyataan Umum yaitu berisi pernyataan umum mengenai suatu topik yang
akan dijelaskan proses proses terjadinya atau suatu proses keberadaan.
b. Sebab Akibat yaitu berisi mengenai detail penjelasan suatu proses terjadinya
yang disajikan secara urut atau bertahap dari yang paling awal hingga yang
paling akhir
c. Interpretasi yaitu berisi tentang kesimpulan mengenai suatu topik yang telah
dijelaskan.

4. Contoh teks eksplanasi
Peminat Kelas Bahasa Indonesia di Peru Membeludak, Ratusan Pelajar Ikut
Serta
Pembukaan Kelas Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di KBRI
Lima, Peru sukses menarik hingga 373 pendaftar. Ini adalah kelas semester II
Tahun Ajaran 2021 yang dilaksanakan pada tanggal 4 Oktober 2021. Berdasarkan
laporan Kementerian Luar Negeri, Kamis (7/10/2021), KBRI Lima membuka 5
kelas yang terdiri atas 3 kelas untuk tingkat pemula (A1) dan 1 kelas untuk tingkat
lanjutan (A2) dan 1 kelas untuk Percakapan (Conversation) yang akan
berlangsung selama 3 bulan.
Peminat pada semenster ini relatif membludak sehingga KBRI Lima berinisiatif
membuka 2 kelas tambahan dari yang sebelumnya hanya 3 kelas. Dari 5 tenaga
pengajar kelas BIPA, dua di antaranya adalah warga Peru mantan peserta
beasiswa Darmasiswa.
Dubes RI Marina Estella Anwar Bey berharap kelas bahasa ini bisa menjadi
kunci untuk mempromosikan identitas budaya Indonesia."Bahasa merupakan
pintu gerbang untuk memahami masyarakat dan budaya suatu bangsa dan menjadi
elemen penting yang menyatukan masyarakat dan memberikan identitas diri suatu
bangsa," ujar Duta Besar RI di Lima Marina Estella Anwar Bey
Dubes Marina berkata bahwa selain Bahasa Indonesia, para pengajar juga
akan memperkenalkan budaya Indonesia seperti tarian, masakan khas Indonesia,
destinasi pariwisata dan adat istiadat lainnya.
KBRI Lima bersama dengan pengajar Bahasa Indonesia telah merancang
kegiatan – kegiatan yang dapat memperkenalkan Indonesia seperti kelas masak
dan pementasan tarian untuk menumbuhkan citra positif Indonesia di Peru.Kelas
24

BIPA ini diadakan Kementerian Luar Negeri di banyak negara, mulai dari Prancis,
Finlandia, Turki, dan banyak lagi lainnya. Pada September 2021, KBRI Seoul
juga berhasil melakukan kolaborasi dengan Hankuk University for Foreign
Studies (HUFS) untuk membuka kelas BIPA
https://www.liputan6.com/global/read/4677723/peminat-kelas-bahasa-indonesia-
di-peru-membeludak-ratusan-pelajar-ikut-serta
C. RANGKUMAN
1. Pengertian teks eksplanasi Teks Eksplanasi adalah teks yang isinya menjelaskan
terjadinya suatu proses peristiwa atau fenomena, didalamnya juga terdapat
pernyataan yang menjadi sebabakibat yang menjelaskan timbulnya fenomena
tersebut bisa terjadi.
2. Ciri-ciri Teks Eksplanasi a. Isinya Faktual / Benar adanya b. Bersifat Ilmiah c.
Bersifat informatif d. Temannya Memuat hal umum e. Terdapat Sequence Makers
3. Struktur Teks Eksplannasi a. Pernyataan Umum b. Sebab Akibat c. Interpretasi 4.
4. Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi a. Pembahasan topik jauh lebih fokus pada
hal-hal yang bersifat umum (generik), bukan partisipan manusia. Contohnya saja
gempa bumi, gunung meletus, tsunami, badai, dan lain-lain. b. Menggunakan
istilah-istilah yang ilmiah c. Menggunakan kalimat pasif d. Sering memakai kata
verba material dan verba relasional (kata kerja aktif) e. Menggunakan konjungsi
kausal dan waktu. Contoh sebelum, pertama, jika, kemudian, sehingga.

D. LATIHAN SOAL

Jawablah pertanyaan berikut

Cermati teks eksplanasi berikut ini!

SAMPAH ORGANIK DAN NON ORGANIK

Sampah merupakan salah satu buangan hasil sisa yang tidak memiliki banyak
manfaat atau nilai di dalamnya. Sampah sendiri umumnya sangat mengganggu dan
juga merugikan banyak pihak.Pada umumnya, sampah biasanya berasal dari sisa hasil
produksi, atau limbah hasil produksi, baik itu berskala besar atau kecil dan
sebagainya. Dari semua sampah yang ada, menurut jenisnya sampah dapat dibedakan
menjadi 2, yakni sampah organik dan sampah non organik.

25

Sampah organik sendiri merupakan sampah yang mudah diuraikan oleh alam
maupun bakteri pembusuk seperti mikroba. Contoh dari sampah organik adalah daun
kering, sisa makanan, bangkai binatang, sayuran-sayuran sisa dan lain sebagainya.
Semua sampah organik tersebut dalam diuraikan oleh lingkungan alam sekitar
kita. Sampah organik sendiri lebih menguntungkan bagi alam karena bisa menjadi
pupuk organik jika diolah oleh tangan manusia.

Sementara itu sampah anorganik atau sampah non organik merupakan sampah
yang tidak bisa diuraikan oleh alam maupun bakteri pembusuk dan juga mikroba.
Sampah non organik sangat berlainan dengan sampah organik, sehingga sampah ini
tidak ramah terhadap lingkungan dan mengakibatkan pencemaran lingkungan.
Sampah sendiri terbentuk dari hasil kegiatan kita sehari-hari dengan skala yang lebih
kecil hingga skala besar seperti limbah hasil industri pabrik.

Setiap hari kita selalu bersinggungan dengan sampah, sehingga membuat sampah
menjadi hal yang biasa namun menimbulkan permasalahan jika sampah itu dibiarkan
begitu saja tanpa adanya tindakan. Jika sampah dibiarkan menumpuk begitu saja,
maka sampah lama kelamaan akan menumpuk dan menimbulkan bahaya yang besar.
Hal ini tentunya selain merusak keindahan juga bisa menimbulkan berbagai penyakit
dan mengganggu kesehatan lingkungan.

Ada banyak dampak negatif yang ditimbulkan dari tumpukan sampah. Sampah
akan menjadikan udara menjadi tercemar, sebagai sarang nyamuk hingga
menyebabkan demam berdarah. Sampah yang tercampur dengan air akan
menyebabkan penyakit diare dan juga gatal-gatal pada kulit. Bahaya dari sampah
bukan hanya berasal dari sampah non organik. Sampah organik pun jika dibiarkan
begitu saja akan menimbulkan dampak yang luar biasa bagi kesehatan kita. Sampah
organik yang membusuk, terlebih dalam skala besar akan menimbulkan bau yang
tidak sedap dan juga mengandung bakteri yang berbahaya bagi kita.

Salah satu penyakit yang timbul akibat tumpukan sampah adalah demam berdarah
atau DBD. Hal ini karena pada umumnya, nyamuk aedes aegypti akan bersarang dan
berkembang biak pada tempat yang lembab dan juga kotor seperti tumpukan sampah.
Bahaya sampah bukan hanya penyakit demam berdarah. Sampah yang menumpuk
akan menyebabkan gatal-gatal serta diare karena mencemari lingkungan terlebih

26

sumber air. Selain itu juga sampah juga bisa menjadi penyebab bencana lainnya
seperti banjir dan sebagainya.

Sampah yang menumpuk di aliran sungai seperti tumpukan sampah di bantaran
kali Ciliwung akibat banyaknya pembuangan warga sekitar yang bisa mengakibatkan
adanya banjir setiap waktu. Selain mengakibatkan banjir, sampah juga membuat
penyempitan bantaran sungai sehingga aliran air menjadi terganggu.

Banyaknya sampah yang berserakan seperti kaleng, kertas, bekas botol minuman,
sampah plastik, besi, aluminium, kaca dan sebagainya merupakan contoh sampah non
organik yang mudah ditemukan di sekitar kita. Selain itu ada juga sampah daun
kering, sisa-sisa sayuran, makanan, dan lain sebagainya yang termasuk sampah
organik. Jika kedua jenis sampah ini tidak ditanggulangi akan mencemari lingkungan
sekitar kita.

Sampah memang menjadi permasalahan bersama karena sudah banyak
menimbulkan banyak dampak negatif buat manusia. Di beberapa tempat, bahkan
negara, sampah selalu menjadi masalah serius yang sulit diatasi dan diselesaikan.
Permasalahannya, problem sampah cenderung hanya dibebankan pada pemerintah
semata. Padahal seharusnya sampah merupakan masalah bersama dan harus diatasi
bersama.

Perlu adanya kesadaran bersama untuk mengelola sampah agar tidak menumpuk
dan mencemari lingkungan. Pasalnya jika masyarakat tidak menjaga kebersihan,
maka sampah akan terus menumpuk tanpa bisa dibendung lagi. Selain kesadaran dari
masyarakat, pemerintah juga harus ikut berperan dalam memberikan wawasan dan
juga semacam pelatihan pengelolaan sampah agar sampah bisa dikelola dengan baik.

https://bosmeal.com/contoh-teks-
eksplanasi/#1_Contoh_Teks_Eksplanasi_Lingkungan_Hidup

Setelah membaca teks diatas, tentukanlah struktur teks eksplanasi yang ada di dalam

teks berikut di dalam tabel berikut ini

no struktur teks eksplanasi kalimat yang membuktikan

1 Pernyataan Umum

27

2 Sebab akibat
3 (Interpretasi)

28

KEGIATAN PEMBELAJARAN 5 (KD 3.11)

MENGANALISIS PESAN DALAM BUKU FIKSI

A. Tujuan Pembelajaran

Setelah membaca dan mencermati isi modul serta mengerjakan soal latihan, diharapkan
Kalian dapat menganalisis pesan dalam buku fiksi yang Kalian baca, lakukan dengan jujur,
penuh rasa ingin tahu, bertanggung jawab serta responsif.

B. Uraian Materi

1. Pengertian Buku Fiksi

Buku fiksi merupakan buku yang menyajikan kejadian atau peristiwa tentang kehidupan
berdasarkan hasil dari rekayasa imajinasi pengarang. Kejadian-kejadian tersebut bukanlah
kejadian yang sebenarnya, namun hanya sebatas rekaan atau khayalan belaka. Sedangkan
buku non fiksi merupakan kebalikan dari buku fiksi. Dalam buku non fiksi menjelaskan
kejadian yang sebenarnya terjadi, dan hasilnya berupa pendapat atau opini atau penelitian
seorang penulis. Ide, gagasan atau ilham dari pengarang bisa saja bersumber dari fakta dalam
kehidupan sehari-hari, namun fakta tersebut, telah diolah dan dikembangkan lebih lanjut
berdasarkan kemampuan imajinasi pengarang. Meskipun kisah yang disajikan dalam buku
fiksi seperti yang sebenarnya, buku fiksi tetap menyajikan peristiwa atau kejadian
berdasarkan rekaan pengarang. Contoh beberapa buku fiksi seperti buku tentang anak,
dongeng, novel, cerita pendek (cerpen), fabel, atau buku naskah drama.

2. Ciri-ciri buku fiksi

a. Buku fiksi ditulis dengan mengunakan bahasa rekaan(cerita yang sengaja di karang)
b. Banyak menggunakan kata yang bersifat konotatif.
c. Isi buku berupa cerita yang didalamnya mencakup alur, tema, tokoh, setting,Sudut

pandang dll

3. Unsur-unsur buku fiksi

Sebuah buku fiksi seperti cerpen, novel, dongeng atau yang lainnya tentu dibangun oleh dua
unsur yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur intrinsik adalah untuk yang membangun
didalam cerita, sedangkan unsur ekstrinsik adalah unsur yang membangun diluar cerita.

29

a. Unsur Intrinsik
1) Tema

Merupakan pokok persoalan yang menjadi dasar atau inti dalam cerita. Tema
memiliki peran penting sebagai ide yang paling mendasar dalamsebuah cerita. Ada
beberapa jenis tema yang dapat membangun cerita seperti tema kejujuran,
persahabatan, perjuangan, pendidikan, dan lain-lain.
2) Alur atau plot
Merupakan jalinan peristiwa yang membangun cerita yang terdiri dari perkenalan,
konflik, klimaks, dan anti klimaks. Alur terdiri dari alur maju (sesuai dengan urutan),
alur mundur (tidak sesuai dengan urutan), dan alur campuran (perpaduan alur maju
dan alur mundur).
3) Amanat/pesan
Merupakan pesan moral yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca. Amanat
memiliki kaitan sangat erat dengan konflik. Oleh karena itu amanat dapat
disampaikan secara tersirat maupun tersurat.
4) Sudut pandang
Merupakan posisi pengarang dalam cerita. Seorang pengarang memiliki kebebasan
untuk memposisikan dirinya dalam cerita. Pengarang bisa menggunakan kata ganti
saya atau aku sebagai tokoh utama dan tokoh yang berada diluar seperti kata ganti dia
atau dia.
5) Latar
Merupakan keterangan yang menunjukan tempat, waktu dan suasana yang digunakan
dalam cerita. Misalnya berkaitan dengan tempat (dirumah, sekolah, kantor), yang
menunjukkan waktu (pagi hari, siang hari, sore hari, malam hari), sedangkan yang
menunjukkan suasana yang dialami oleh tokoh (sedih, senang, gembira, terharu).
6) Tokoh
Merupakan pelaku dalam cerita. Tokoh dapat dibagi menjadi tokoh Antagonis (tokoh
yang jahat), tokoh protagonis (tokoh yang baik), dan tokoh Tritagonis (tokoh
campuran).
7) Gaya bahasa
Merupakan cara pengarang dalam menyajikan sebuah cerita. Khususnya terkait
dengan penggunaan bahasa. Apakah banyak yang menggunakanBahasa yang bersifat
konotasi atau bahasa denotasi.

30

b. Unsur Ekstrinsik
Unsur Ekstrinsik adalah elemen yang membangun karya sastra dari luar, seperti Latar
belakang penciptaan karya sastra, kisah hidup penulis, psikologi penulis, Kondisi
ekonomi Negara, kondisi politik Negara, serta kondisi sosial budaya.

4. Menentukan Pesan atau Amanat Cerita

Pesan atau amanat adalah sebuah pesan moral dalam sebuah cerita atau karya lainnya
yang ingin disampaikan oleh si penulis atau pengarang kepada para pembacanya. Menurut
Waluyo (2006:29), jika tema memiliki kaitan dengan arti, maka sebuah amanat itu memiliki
kaitannya dengan makna. Kemudian jika tema memiliki sifat yang sangat lugas, khusus dan
objektif, maka amanat itu memiliki sifat kias, umum, dan subjektif.Pesan atau amanat dapat
disampaikan secara langsung (tertulis) dan tidak langsung (tersirat). Amanat tersurat adalah
amanat atau pesan yang secara jelas atau eksplisit dijabarkan melalui kata-kata dalam sebuah
tulisan. Sedangkan amanat tersirat, yaitu amanat atau pesan yang dengan sengaja tidak
dijabarkan secara tertulis dalam sebuah karya. Meskipun demikian, pesan ini bisa diketahui
oleh pembaca dari alur cerita yang ada dalam tulisan tersebut. Jadi, amanat tersirat ini bersifat
implisit atau tersembunyi, namun tetap bisa diketahui dari jalan ceritanya atau melalui dialog
antartokoh cerita.

Untuk menentukan amanat cerita dapat dilakukan dengan mengetahui ciri-ciri amanat
sebagai berikut.

1) Amanat berisi saran, ajakan, atau imbauan.
2) Untuk hal-hal yang baik, pembaca diajak/diimbau untuk melakukan (biasanya

ditandaidengan kata kerja berpartikel –lah). Misalnya, pedulilah, bantulah, dsb.
3) Untuk hal-hal negatif, pembaca diimbau untuk tidak melakukan (biasanya ditandai

dengan penggunaan kata jangan).

Contoh

a. Amanat tersurat
Kemudian Pak Balam menutup matanya kembali, dan memandang mencari Muka
Wak Katok, dan ketika pandangan mereka bertaut, Pak Balam berkata kepada Wak
Katok, “Akuilah dosa-dosamu, Wak Katok, dan sujudlah ke hadirat Tuhan, mintalah
ampun kepada Tuhan Yang Maha Penyayang dan Maha Pengampun, akuilah dosa-

31

dosamu, juga kalian, supaya kalian dapat selamat Keluar dari rimba ini, terjauh dari
rimba ini, terjauh dari bahaya yang dibawa Harimau ... biarlah aku yang jadi korban
...” (Harimau-Harimau, Muchtar Lubis)Amanat yang terkandung dalam kutipan
tersebut adalah “Bertaubatlah dan Minta ampunan atas dosa yang telah diperbuat ,
pasti Tuhan akan Mengampuninya, dan hidupmu akan selamat.”

b. Tersirat
Pak Balam kemudian terdengar berkata dengan suara seperti orang mengigau, ”Awas,
harimau itu dikirim oleh Tuhan untuk menghukum kita yang berdosa –Awas harimau
– dikirim Allah – awas harimau – akuilah dosa-dosa kalian –Akuilah dosa-dosa kalian
– akuilah dosa-dosa kalian.” (Harimau-Harimau, Muchtar Lubis)Amanat yang tersirat
dalam kutipan tersebut adalah ... Akui dan minta Ampunlah atas dosa yang telah
diperbuat karena Tuhan pasti akan membalas Perbuatan dosa itu.

Anak-anak hebat, bagus Kalian membaca secara cermat dan menyeluruh. Jangan
hanya membaca sebagian ya, supaya Kalian tidak melewatkan informasi yang penting. Dari
beberapa informasi yang telah kalimanpahami, yang akan menjadi bagian yang mendapat
penekanan adalah bagian pesan atau amanat. Sesuai tuntutan kompetensi keterampilan yang
akan Kalian tunjukkan adalah “Menyusun ulasan terhadap pesan dalam buku fiksi.”

C. RANGKUMAN

1. Pengertian buku fiksi => buku yang menyajikan kejadian atau peristiwa tentang
Kehidupan berdasarkan hasil dari rekayasa imajinasi pengarang. Kejadian-kejadian
tersebut bukanlah kejadian yang sebenarnya, namun hanya sebatas rekaan atau
khayalan belaka

2. Ciri-ciri buku fiksi

a. Menggunakan bahasa rekaan
b. Bersifat konotatif
c. Isi buku berupa cerita

3. Unsur-unsur intrinsic fiksi

a. Tema
b. Alur/plot

32

c. Amanat
d. Sudut pandang
e. Latar
f. Tokoh
g. Gaya bahasa

4. Unsur ekstrinsik karya fiksi
a. Latar belakang penulis,
b. Latar belakang politik, ekonomi, dan sosial

5. Teks ulasan adalah sebuah teks yang berisi sebuah tafsiran ataupun komentar
dengan tujuan untuk menilai ataupun menyampaikan kritik terhadap sebuah objek
(bisa buku, drama, novel, puisi, film, atau lagu).
6. Jenis ulasan teriri atas teks ulasan informatif, teks ulasan deskriptif, dan teks ulasan
kritis.
7. Ciri-ciri ulasan, antara lain; memiliki struktur yang tetap, memberi informasi
mengenai sebuah karya sastra, memberikan pandangan atau opini, dibuat untuk
memberi pandangan kepada khalayak.
8. Seperti teks jenis lain, ulasan juga memiliki struktur sebagai berikut: orientasi,
tafsiran, evaluasi, rangkumam

D. LATIHAN SOAL
Bacalah dengan saksama buku fiksi novel yang bisa kalian baca. Lalu buatlah ulasan

atas novel tersebut menggunakan sistematika laporan membaca buku seperti berikut ini!

Laporan Kegiatan Membaca Buku Fiksi

1. Identitas Buku

33

Judul : ____________________________________________________________________
Penulis : __________________________________________________________________
Penerbit : _________________________________________________________________
Alamat penerbit : ___________________________________________________________
Tahun terbit : ______________________________________________________________
Jumlah halaman : ___________________________________________________________
ISBN : _____________________________________________________________________
2.Pesan dalam Buku

34

KEGIATAN PEMBELAJARAN 6 (KD 4.11)
MENYUSUN ULASAN TERHADAP PESAN SEBUAH BUKUFIKSI

A. Tujuan Pembelajaran

Setelah kegiatan pembelajaran 2 ini diharapkan Kalian dapat menyusun ulasan
terhadap pesan pada sebuah buku fiksi. Kegiatan ini harus Kalian laksanakan dengan jujur,
semangat,penuh rasa ingin tau dan kritis.

B. Uraian Pembelajaran

1. Teks Ulasan
a. Pengertian ulasan
Teks ulasan adalah sebuah teks yang berisi sebuah tafsiran ataupun komentar
dengan tujuan untuk menilai ataupun menyampaikan kritik terhadap sebuah objek
(bisa buku, drama, novel, puisi, film, atau lagu). Teks ulasan ini nantinya akan
diterbitkan dan dijadikan tolak ukur bagi penikmat karya tersebut.

b. Jenis-jenis teks ulasan
1) Teks ulasan informatif

Teks ulasan jenis ini berisi gambaran singkat, padat, dan umum suatu karya.
Resensi jenis ini tidak menyampaikan isi karya secara keseluruhan, namun hanya
memaparkan bagian yang penting saja dan menekankan pada kelebihan dan
kekurangan karya tersebut.
2) Teks ulasan deskriptif
Resensi jenis ini berisi gambaran detail pada tiap bagian suatu karya. Teks ulasan
ini biasanya dilakukan pada suatu karya fiksi untuk mendapat gambaran jelas
tentang manfaat, pentingnya informasi, dan kekuatan argumentatif yang
dituangkan penulis pada sebuah karya
3) Teks ulasan kritis
Resensi jenis ini berisi ulasan suatu karya secara terperinci dengan mengacu pada
metode atau pendekatan ilmu pengetahuan tertentu. Teks ulasan ditulis secara
objektif dan kritis bukan berdasar pandangan subyektif dari penulis resensi.
Contoh: Resensi terhadap novel dengan menggunakan pendekatan sosiologi.

35

c. Ciri-ciri ulasan
1) Struktur yang Tetap

Teks ulasan selalu memiliki struktur penulisan yang sama. Yakni terdiri dari
bagian orientasi ulasan, tafsiran ulasan, evaluasi ulasan, dan yang terakhir adalah
rangkuman keseluruhan ulasan. Struktur ini tidak boleh berubah urutannya dan
menjadi salah satu ciri teks ulasan yang paling menonjol.
2) Memberi informasi mengenai sebuah karya sastra
Teks ulasan harus selalu memberi informasi mengenai sebuah karya. Dari mulai
identitas karya dan sinopsis keseluruhan karya tersebut. Biasanya, informasi yang
dikeluarkan oleh pengulas didasarkan oleh sudut pandang subjektif yang tetap
memuat fakta-fakta yang ada dalam karya atau produk tersebut.
3) pandangan atau opini
Hal yang paling vital dalam sebuah teks ulasan adalah adanya pandangan atau
opinipengulas terhadap objek yang diulas. Syarat pandangan atau opini ini adalah
harus memakai sudut pandang subjektif tetapi tetap berpegang pada fakta yang
ada di dalam karya. Opini yang dikeluarkan juga harus adil dan tidak boleh
dikeluarkan berdasarkan kedekatan personal dengan si pembuat karya
4) Dibuat untuk memberi pandangan kepada khalayak
Ciri lain dari sebuah teks ulasan adalah dibuat untuk memberikan gambaran kasar
kepada khalayak, apakah karya tersebut perlu dilihat atau tidak. Inilah kenapa
kritik sastra atau ulasan sangat mempengaruhi eksistensi sebuah karya di pasar.
Sebab, ulasan yang baik tentu akan mengundang lebih banyak orang. Sedangkan
ulasan yang buruk akan membuat orang berpikir dua kali soal objek yang diulas.

d. Struktur Ulasan.
Seperti teks jenis lain, ulasan juga memiliki struktur sebagai berikut:
i. Orientasi
Orientasi merupakan bagian pertama yang menjelaskan tentang gambaran
umum sebuah karya baik film, drama maupun sebuah buku yang akan diulas.
Bagian orientasi memberikan penjelasan kepada pembaca mengenai apa yang
akan diulas.
ii. Tafsiran

36

Tafsiran merupakan bagian yang berisi penjelasan detail mengenai sebuah karya
yang diulas, misalnya berisi tentang bagian-bagian suatu karya, keunikan,
keunggulan, kualitas, dsb.
iii. Evaluasi
Evaluasi merupakan bagian yang berisi pandangan dari pengulas mengenai hasil
karya yang diulas. Evaluasi dilakukan setelah pengulas melakukan tafsiran
secara cukup terhadap hasil karya tersebut. Pada bagian evaluasi ini pengulas
akan menyebutkan bagian yang bernilai atau kelebihan dari karya tersebut.
Ataupun bagian yang kurang bernilai atau kekurangan dari karya tersebut.
iv. Rangkuman
Rangkuman merupakan bagian yang berisi kesimpulan dari ulasan terhadap
suatu karya. Bagian ini juga memuat komentar penulis apakah hasil karya
tersebut berkualitas atau tidak untuk ditonton atau dibaca.

Teks Ulasan
Anak-anak hebat, kalian telah menuliskan identitas buku serta pesan-pesan dalam
buku fiksi yang kalian baca. Sekarang pada kegiatan kedua kalian akan menyusun
ulasan terhadap pesan buku fiksi yang telah kalian baca. Kalian akan menyusun
ulasan dengan menekankan pada pesan yang kalian temukan pada buku tersebut.
Cermati contoh teks ulasan kritis berikut.

37

Judul : Surat Kecil untuk Tuhan
Nama Pengarang : Agnes Devanor
Penerbit : InandraPublished, Jakarta
Tebal : 232 Halaman
Tahun Terbit : 2008

Pesan yang terdapat pada novel Surat Kecil untuk Tuhan, antara lain;

1. Selalu berserah diri atau tawakal terhadap ketentuan yang telah Allah Swt/Tuhan yang
telah ditetapkan atas diri manusia.

2. Selalu memanjatkan doa untuk memohon segala sesuatu yang dibutuhkan, yang
diinginkan ataupun hanya untuk menenangkan diri dari segala Kesusahan.

Ulasan terhadap pesan yang diperoleh dari membaca novel Surat Kecil untuk Tuhan.

1) merupakan istilah lain dari tawakal, dalam bahasa arab yang artinya Bersandar.
Berserah diri kepada Tuhan setelah melakukan usaha secara maksimal adalah arti dari
Tawakal. Seseorang yang berusaha secara maksimal dalam menghadapi suatu
keadaan, setelah itu dia menerima dengan ikhlas dan berserah diri kepada Tuhan atas
apa yang akan dia dapatkan, orang seperti itu disebut bertawakal, maka ia termasuk
kedalam golongan orang yang berakhlak mulia. Berserah diri merupakan salah satu
bentuk iman kepada Tuhan. Berikut merupakan kutipan data yang menunjukkan
tentang hal tersebut.

38

“Aku sadar kini aku mulai berserah diri kepada Tuhan untuk menjalani sisa
Hidupku.”

Kutipan di atas merupakan bentuk pesan berserah diri atau tawakal Keke kepada
Tuhan atas penyakit yang diberikan oleh Tuhan kepadanya. Dia berserah kepada
Tuhan dengan apa yang telah dia alami dalam hidupnya. Sebelumnya dia telah
berusaha untuk penyembuhan penyakitnya, dan sekarang ia serahkan semuanya
kepada Tuhan, karena Keke percaya hanya Kepada Tuhan ia dapat berserah setelah ia
melakukan pengobatan semampu dia. Hal demikian merupakan bentuk berserah diri
atau tawakal seorang manusia kepada Tuhannya.

2) dasarnya seorang individu melakukan doa untuk memohon segala sesuatu yang
dibutuhkan, yang diinginkan ataupun hanya untuk menenangkan diri dari segala
kesusahan, namun sebenarnya doa mempunyai fungsi dan kegunaan yang tak
terhingga. Doa juga merupakan salah satu alat komunikasi manusia dengan Sang
Pencipta.

Dapat dikatakan bahwa setiap orang yang beragama pasti berdoa. Doa menjadi bagian
yang esensial dalam kehidupan manusia yang beragama akan selalu berdoa agar
memperoleh keselamatan dan ketenangan. Doa merupakan peranan penting untuk
kelangsungan dan perjalanan hidup manusia, untuk itu hampir disetiap perjalanan
umat beragama, ia akan melakukan segala sesuatu agar ia memperoleh selamat dan
sejahtera. Doa adalah permohonan kepada Tuhan. Sedangkan berdoa adalah
mengucapkan doa kepada Tuhan yang disertai kerendahan hati untuk mendapatkan
suatu kebaikan dan kemaslahatan yang berada di sisi-Nya. Hal tersebut dapat dilihat
pada kutipan data berikut.

“Kalau sudah begini aku hanya bisa berdoa semoga saja Tuhan mengabulkan
permohonanku.”

“Aku hanya bisa berdoa kepada Allah semoga yang aku khawatirkan tidak terjadi.”

Kutipan di atas menunjukkan bahwa tokoh aku (Keke) sangat menggantungkan
dirinya kepada Sang Pencipta. Ini merupakan moral yang dapat ditiru oleh pembaca.

39


Click to View FlipBook Version